Kesulitan siswa dalam mempelajari matematika pokok bahasan pangkat rasional di SMA Negeri 18 Surabaya (suatu pendekatan kasus dalam upaya merancang model mengajar) / oleh Muhammad Sudia

 

Pengembangan aplikasi multimedia pembelajaran pada android smartphone pokok bahasan sistem pernapasan manusia / Lussiyanah

 

ABSTRAK Lussiyanah, 2016.PengembanganAplikasi Multimedia PembelajaranPadaAndroid Smartphone PokokBahasanSistemPernapasanManusia.Skripsi, TeknologiPendidikan,FakultasIlmuPendidikan,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd, (2) YerrySoepriyanto, S.T, M.T. Kata kunci:Pengembangan, Aplikasi Multimedia Pembelajaran, SistemPernapasanManusia Android mampu mengembangkan aplikasi untuk pembelajaran berbasisTeknologiInformasidanKomunikasi, dimanapenerapansuatuTeknologiInformasidanKomunikasidalampembelajaransaatinisepertisebuahkeharusandalamduniapendidikan, karenahaltersebutmerupakansalahsatupatokanseberapajauhkeberhasilansebuahlembagapendidikan.Multimedia pembelajaranmerupakansalahsatupemanfaatanpenggunaanteknologiinformasidankomunikasi.penggunaan multimedia,siswadiharapkandapatmengoptimalkanindera yang dimiliksertamenarikminatbelajarnya,dimana multimedia menyajikaninformasi yang dapatdilihat, didengar, sertadioperasikan. Perlu adanya aplikasi multimedia pembelajaran untuk Ilmu Pengetahuan Alam pokok bahasan Sistem Pernapasan Manusia kelas VIII di SMP Negeri 1 Pakis Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan olehWilliam W. Lee dan Diana L. Owens. Subjek penelitian dalam pengembangan ini adalah siswakelas VIIISMP Negei 1 Pakis KabupatenMalang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif (instrumen ahli media, instrumen ahli materi dan siswa/audiens), dan data kualitatif untuk wawancara dan observasi. Hasil uji coba yang telah dilakukan kepada ahli media, ahli materi, dan sisw dapat disimpulkan bahwa aplikasi multimedia pembelajaran pada android smartphone pokokbahasansistempernapasanmanusialayak atau valid digunakan sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alamdi kelas VIII. Dengan hasil angket dari ahli media diperoleh 96.67% dengan kriteria valid atau layak, hasil angket dari ahli materi diperoleh 95% dengan kriteria valid atau layak ,hasil angket siswa kelompok kecil diperoleh 90.55% dengan kriteria valid atau layak, hasil angket siswa uji kelompokbesar diperoleh 89.44% dengan kriteria valid atau layak. Disarankanuntukpengembanganselanjutnya, pengembanganprodukmenyesuaikanstandarkompetensi, kompetensidasar, indikator, sertakebutuhansiswa yang dapatberubahsuatuwaktusesuaiperkembangankurikulum yang berlaku, danperkembanganduniapendidikan.

Pengembangan e-module materi animasi flash pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kelas XI R-SMA-BI Negeri 1 Batu / Evy Kamilah Ratnasari

 

Kata kunci: Pengembangan, E-Module, Animasi Flash Perbedaan karakteristik setiap siswa dalam pembelajaran klasikal mengharuskan guru merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan materi. Saat ini media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran TIK belum mempresentasikan kemajuan tekonologi, memberi pengalaman langsung, dan interaktif, serta bukan merupakan rancangan khusus sesuai dengan standar desain pembelajaran kurikulum. Materi Animasi Flash merupakan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP menuntut siswa aktif dalam proses pembelajaran, yaitu diharuskan melakukan kegiatan belajar terstruktur dan mandiri. Oleh karena itu, dikembangkan media pembelajaran electronic module (e-module) dengan tampilan menarik dan variatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas maupun mandiri di luar kelas. Pengembangan e-module ini diharapkan dapat membantu dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri, menarik, dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan e-module, serta melihat perbandingan hasil tes siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan e-module. Penelitian ini menggunakan model pengembangan menurut Sadiman yang dimodifikasi pada tahap validasi. Modifikasi yang dilakukan yaitu sebelum validasi dilakukan implementasi naskah untuk mempermudah mendapatkan data. Model ini dipilih karena prosedural dan menitikberatkan pada masalah media pendidikan formal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk menilai media dan tes untuk mengetahui pemahaman siswa. Skor angket dihitung persentase dari skor jawaban setiap item dan dianalisis. Sedangkan hasil tes dihitung gain antara pre-test dan post-test. Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dari ahli media, ahli materi dan calon pengguna (siswa). Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, media secara keseluruhan dikatakan layak dan tidak perlu revisi dengan persentase rata-rata sebesar 88,57%. Rata-rata tersebut diperoleh dari ahli materi sebesar 86,11%, ahli media sebesar 97,45%, dan siswa sebesar 82,15 %. Media e-module juga telah dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dapat dilihat dari gain rata-rata hasil pre-test dan post-test siswa sebesar 0,63 dan dikategorikan sedang. Dengan hasil tersebut maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: (1) Media e-module telah dikembangkan dengan baik berdasarkan model pengembangan Sadiman dengan persentase validitas sebesar 88,57%; (2) Media e-module telah layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan proses validasi dengan perolehan persentase sebesar 88,57%; (3) Media e-module sesuai dengan gaya belajar siswa; dan (4) Media e-module dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa dengan rata-rata gain sebesar 0,63.

Penerapan pendekatan strukturalisme-genetik terhadap novel di kaki bukit Cibalak" karya Ahmad Tohari / oleh Aries Purwanto"

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di kelas X 6K2 SMA Negeri 10 Malang / Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas X 6K2 SMAN 10 Malang. Penelitian. Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lisa Rokhmani, M.Si. (2) Drs. A. Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Keaktifan Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Group Investigation. Hasil belajar peserta didik SMAN 10 Malang pada Mata Pelajaran Ekonomi masih dikategorikan rendah. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) senilai 75 terdapat beberapa peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM. Peserta didik yang paling banyak memperoleh nilai di bawah KKM terbanyak di kelas X 6K2 yang mencapai lebih dari 50%. Selain itu, ditemukan permasalahan keaktifan belajar peserta didik di kelas tersebut. Berdasarkan hasil penyebaran angket yang dilakukan penulis menunjukkan lebih dari 50% peserta didik mudah bosan saat proses pembelajaran ekonomi di kelas. Peserta didik saat bosan melakukan kegiatan seperti: mengobrol, coret-coret buku, bermain HP, tidur, makan, mendengarkan musik, membaca materi lain, dan melamun. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada Mata Pelajaran Ekonomi, penulis berinisiatif menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa model tersebut memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah memberikan kesempatan peserta didik untuk lebih intensif dalam mencari pemecahan atau solusi suatu permasalahan, mengajarkan keterampilan berdiskusi serta bekerja secara berkelompok, memungkinkan peserta didik menjadi lebih aktif terlibat dalam belajar, baik secara mandiri atau dalam kelompok diskusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data hasil belajar khususnya aspek kognitif diperoleh melalui tes tulis. Peningkatan hasil belajar peserta didik diperoleh dengan membandingkan hasil tes tertulis pada siklus I dan siklus II. Sedangkan, keaktifan peserta didik diperoleh dengan teknik pengamatan menggunakan instrumen observasi keaktifan pada aspek kegiatan bertanya, menjawab atau mengemukakan pendapat, berdiskusi, dan presentasi. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui peningkatan hasil belajar dari siklus I sebesar 79,41% menjadi 85,30% pada siklus II naik 5,89%. Peningkatan ini telah mencapai ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%. Sedangkan keaktifan belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 53,92% menjadi 74,50% pada siklus II naik sebesar 20,58%. Dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Ekonomi kelas X SMA.

Analisis kritik sosial cara pengungkapan kritik sosial dan konteks sosial pengarang dalam kumpulan cerpen Sarinah kembang Cikembang karya Satyagraha Hoerip / oleh Agung Pranoto

 

Pengaruh financial performance terhadap harga saham klub sepakbola melalui soccer performance sebagai variabel intervening (studi empiris pada klub sepak bola liga Italia) / Mochamad Gandhi Suhansyah

 

ABSTRAK Suhansyah, Mochamad Gandhi. 2016. Pengaruh Financial Performance terhadap Harga Saham Klub Sepakbola melalui Soccer Performance sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris pada Klub Sepakbola Liga Italia). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., C.A, (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: Financial Performance, Harga Saham, Soccer Performance, klub sepak bola Perubahan harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan juga nonkeuangan suatu perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan melalui analisis rasio pada laporan keuangan. Pada rasio keuangan terkandung informasi yang dapat memberikan sinyal bagi investor untuk mendukung proses pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial variabel total assets turnover dan return on assets terhadap harga saham melalui soccer performance sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan populasi yaitu seluruh klub sepakbola Liga Italia yang sahamnya tercatat di Borsa Italiana. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data laporan keuangan dan data sepakbola yang terdapat di website www.morningstar.com dan www.footballdatabase.com. Analisis data menggunakan statistik uji asumsi klasik dan uji analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel total assets turnover berpengaruh positif terhadap harga saham, return on assets berpengaruh negatif terhadap harga saham, total assets turnover berpengaruh positif soccer performance, return on assets berpengaruh negatif terhadap soccer performance, soccer performance berpengaruh positif terhadap harga saham, pengaruh tidak langsung total assets turnover terhadap harga saham melalui soccer performance adalah pengaruh positif, dan pengaruh return on assets terhadap harga saham melalui soccer performance adalah pengaruh negatif. Keragaman data yang dapat dijelaskan oleh model penelitian ini sebesar 44,7%, sedangkan sisanya 55,3% dijelaskan oleh variabel lain. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah objek penelitian dan menambah variabel penelitian ataupun proksi tentang kinerja keuangan dan kinerja klub sepakbola di lapangan yang digunakan agar lebih merepresentasikan nilai soccer performance atau kinerja klub sepakbola di lapangan yang sesungguhnya.

Studi kesesuaian buku pelajaran fisika Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama (SMP) dengan dasar-dasar desain buku teks / oleh Jamhari H. Suwandono

 

Manajemen diklat penyuluh perpajakan (studi kasus di Balai Diklat Keuangan Malang) / Ferdian Wahyu Romadoni

 

ABSTRAK Romadoni, Ferdian Wahyu. 2016. Manajemen Diklat Penyuluh Perpajakan (Studi Kasus di Balai Diklat Keuangan Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lasi Purwito, M.S., (II) Sopingi, S.Sos., M.Pd. Kata Kunci: Manajemen, Diklat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) merupakan salah satu bidang kajian keilmuan pendidikan nonformal. Memahami ilmu tentang kediklatan sama hal nya memahami sebagian dari ruh pendidikan nonformal. Pada penelitian sebelumnya, pembahasan mengenai ilmu kediklatan masih belum terlalu dibahas secara jelas dan mendalam. Berkaitan dengan hal itu maka perlu dilakukan pembahasan mengenai manajemen diklat secara utuh dan menyeluruh. Manajemen diklat ini adalah manajemen diklat penyuluh perpajakan yang dilaksanakan di Balai Diklat Keuangan Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tiga aktifitas dalam manajemen kediklatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi diklat penyuluh perpajakan yang diselenggarakan di Balai Diklat Keuangan Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian berupa paparan data mengenai tiga aktifitas dalam manajemen diklat penyuluh perpajakan yang berasal dari masing-masing CTO atau penanggungjawab kegiatan manajemen dan pengajar diklat penyuluh perpajakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, pemaparan data, dan penegasan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi dan member checks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, diklat penyuluh perpajakan direncanakan secara terpusat oleh Pusdiklat Pajak bidang Renbang dengan tetap melibatkan Balai Diklat Keuangan Malang, baik sebagai user maupun designer. Peran balai diklat keuangan adalah sebagai pihak yang ikut diidentifikasi kebutuhan diklatnya (user) dan sebagai pihak pelaku proses perencanaan khususnya terkait koordinasi pada tahap harmonisasi dan tahap persiapan diklat (designer). Kedua, proses pelaksanaan diklat penyuluh perpajakan dilaksanakan secara terpusat sehingga setiap aspek pelaksanaan yang meliputi materi, pengajar, pendekatan, metode, teknik dan media yang digunakan sudah ditetapkan oleh bidang Renbang Pusdiklat Pajak. Improvisasi boleh dilakukan dalam proses pelaksanaan diklat selama tidak keluar dari outcomes masing-masing aspek yang ditetapkan. Ketiga, evaluasi diklat penyuluh perpajakan bersifat terstruktur dari Renbang Pusdiklat Pajak sehingga terkait macam evaluasi, teknik, prosedur, dan laporan telah ditetapkan oleh pihak Renbang selaku perencana diklat dan BPPK. Saran dalam penelitian ini: pertama, identifikasi kebutuhan diklat sebaiknya dilakukan secara bottom up dengan tidak diputuskan secara langsung oleh Renbang Pusdiklat Pajak, melainkan diputuskan dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang diperoleh dari Balai Diklat Keuangan Malang selaku pihak penyelenggara. Kedua, tahap harmonisasi Balai Diklat Keuangan sebaiknya dijadikan sebagai kegiatan tahunan pada proses perencanaan diklat. Ketiga, sebaiknya evaluasi tatap muka dilakukan setiap hari, agar setiap keluhan atau komplain yang diajukan oleh peserta dapat segera ditindak lanjuti sebagai suatu proses perbaikan.

Pengaruh pengawasan mutu komoditi terhadap keefektifan pelatihan membuat makanan mahasiswa Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali / oleh I Wayan Arcana

 

Relevansi program keterampilan Jasa Boga dengan kebutuhan dunia usaha
(studi kasus: SMKK Negeri Malang) / oleh Ninis Nafisah

 

Pengaruh penggunaan metode demonstrasi Ber-OPH terhadap hasil belajar membuat pakaian siswa SMKK Negeri Malang / oleh Nur Endah Purwaningsih

 

Sintesis dan karakterisasi sabun zink dari minyak sawit curah dengan zink sulfat / Irma Agustina

 

Secara kimia sabun merupakan garam karboksilat suku tinggi dengan natrium atau kalium. Berdasarkan pengertian sabun sebagai garam karboksilat suku tinggi, maka konsep sabun dapat dikembangkan dengan mengganti natrium atau kalium yang terdapat dalam sabun dengan logam lain. Salah satunya adalah zink sehingga dihasilkan sabun zink. Sebagai sumber asam lemak, pada skala industri sabun dibuat dari minyak sawit yang jumlahnya cukup melimpah. Dalam perdagangan dikenal dua macam minyak sawit yaitu minyak sawit curah dan minyak sawit hasil olahan. Keberhasilan sintesis sabun aluminium dengan minyak sawit curah sebagai sumber asam lemaknya mendorong peneliti untuk mensintesis sabun zink dari minyak sawit curah dan zink sulfat menggunakan metode yang sama yaitu trans-saponifikasi. Penelitian ini merupakan survai laboratoris yang dilakukan dengan metode eksperimental. Tahap-tahap sintesis sabun zink adalah sebagai berikut: (1) sintesis sabun natrium melalui reaksi saponifikasi minyak sawit curah dengan natrium hidroksida, (2) sintesis sabun zink melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan zink sulfat, (3) pemurnian senyawa hasil sintesis dengan cara pencucian menggunakan aquades, (4) karakterisasi senyawa hasil sintesis yang meliputi: penentuan titik lebur, uji kelarutan, degradasi sabun zink dengan asam nitrat dan asam klorida, analisis kualitatif ion zink dan sulfat, analisis kuantitatif zink dan natrium dengan AAS, (5) identifikasi gugus fungsi senyawa hasil sintesis dengan Spektrofotometri Inframerah. Data yang digunakan untuk mengetahui karakter senyawa hasil sintesis didasarkan pada data-data yang diperoleh dari tahap-tahap penelitian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sabun zink dapat disintesis melalui reaksi saponifikasi minyak sawit curah dengan natrium hidroksida yang dilanjutkan dengan reaksi trans-saponifikasi sabun natrium yang diperoleh dengan zink sulfat. Sabun zink yang dihasilkan berupa serbuk putih kekuningan dengan rentang titik lebur 83-93 oC, kelarutan sabun zink dalam kloroform sebanyak 0,001 g/mL dan kelarutan dalam benzena 0,0167 g/mL. Identifikasi gugus fungsi senyawa hasil sintesis dengan spektrofotometri IR menunjukkan adanya anion karboksilat senyawa hasil sintesis.

Sintesis dan karakterisasi superkapasitor berbasis nanokomposit TIO2/C / Vinda Nur Fitriana

 

Nur Fitriana Vinda. 2014. Sintesis dan Karakterisasi Superkapasitor Berbasis Nanokomposit TiO2/C. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si. (II) Nasikhudin, S.Pd, M.Sc Kata Kunci: superkapasitor, kopresitasi, nanomaterial, TiO2/C, carbon, dielektrisitas. Superkapasitor sebagai alat penyimpan energi, telah digunakan secara luas pada bidang elektronik dan transportasi, seperti sistem telekomunikasi digital, komputer dan pulse laser system, hybrid electrical vehicles, dan sebagainya. Superkapasitor memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan baterai dan kapasitor konvensional, diantaranya adalah waktu hidup yang lebih lama, prinsip dan modelnya yang sederhana, waktu pengisian yang pendek, aman dan memiliki rapat daya yang tinggi yaitu 10-100 kali lipat lebih besar.    Pada penelitian ini, menggunakan nanokomposit TiO2/C, untuk memperoleh nanomaterial TiO2 di lakukan sintesis dengan menggunakan prekursor TiCl3 yang di sintesis dengan metode kopresitasi. Prekusor titanium dioksida yang digunakan akan mempengaruhi morfologi dari nanopartkel TiO2 yang dihasilkan seperti luas spesifik permukaan, tingkat kristalinitas, dan ukuran kristalit produk yang akan sangat berpengaruh terhadap sifat dan kinerja TiO2. Sedangkan carbon memiliki aplikasi luas khususnya pada aplikasi pembuatan penyimpanan energi listrik yang tinggi. Pembuatan pasta komposit TiO2/C dilakukan untuk menghasilkan film tipis yang dilapiskan ke substrat perak. Separator digunakan sebagai pemisah antara elektroda satu dengan yang lainnya. Dari superkapasitor tersebut, di uji karakteristik dielektriknya dengan LCR meter dan struktur morfologi dengan menggunakan SEM EDAX.    Penelitian ini dimaksudkan mampu menghasilkan sebuah sistem penyimpanan energi dengan berbagai keunggulan dan mempunyai kapasitas tinggi dan energi yang lebih besar daripada kapasitor biasa dan mampu memperbaiki karakteristik bahan sesuai dengan persyaratan penggunaannya dan dengan proses yang lebih efisien, serta meningkatkan keamanan karena tidak ada bahan korosif dan lebih sedikit bahan yang beracun. Serta dari perbandingan variasi massa komposit TiO2/C mampu menghasilkan nilai dielektrisitas superkapasitor yang tinggi, dan rentang frekuensi antara 1 kHz-200 kHZ mampu menghasilkan dielektrisitas secara eksponensial seiring dengan bertambahnya frekuensi pengukuran.

Pengaruh variasi suhu proses post heating terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan pada hasil lasan baja S45 C / Dwi Cahyo Wiyono

 

ABSTRAK Wiyono, Dwi Cahyo. 2016. Pengaruh Variasi Suhu Proses Post Heating terhadap Kekuatan Tarik dan Ketangguhan pada Hasil Lasan Baja S45C. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M. Kes. (II) Drs. Wahono, S.ST. Kata Kunci : Baja S45C, Post Heating, Kekuatan Tarik, Ketangguhan Logam akan mengalami pengaruh pemanasan akibat pengelasan dan mengalami perubahan struktur mikro disekitar daerah lasan. Bentuk struktur mikro bergantung pada temperatur tertinggi yang dicapai pada pengelasan, kecepatan pengelasan, dan laju pendinginan daerah lasan. Pada saat proses pemanasan benda kerja akan mengembang dan akan mengkerut pada proses pendinginan. Keseimbangan kecepatan pengembangan dan pengkerutan dapat mempengaruhi sifat bahan dan meninggalkan beban dalam benda kerja. Disamping terjadinya perubahan bentuk struktur mikro yang dengan sendirinya terjadi regangan maka terjadi juga tegangan yang sifatnya tetap yang disebut dengan tegangan sisa. Tegangan sisa dapat menurunkan nilai keuletan benda, meningkatkan kegetasan benda, dan dapat menurunkan sifat fatik benda. Tegangan sisa dapat dihilangkan dengan cara Post Weld Heat Treatmen (PWHT). Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil lasan baja S45C mengunanakan las SMAW. Jenis baja ini merupakan baja karbon sedang dengan kandungan karbon 0,50 %, Si 0,21 %, Mn 0,74%, P,002 %, S 0,005 %, Ni 0,01 %, dan Cu 0,2 %. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dilaboratorium.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variasi suhu post heatingterhadap nilai kekuatan tarik dan harga impact. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap nilai kekuatan tarik dan harga impact pada tiap peningkatan suhu, pada spesimen tanpa PWHT memiliki kekuatan tarik 51,629Kg/mm2 dan harga impact 0,1136 joule/mm, PWHT suhu 720 oC memiliki kekuatan tarik 55,933Kg/mm2 dan harga impact 0,1319joule/mm, PWHT suhu 770 oC memiliki kekuatan tarik 59,05Kg/mm2 dan harga impact 0,1489 joule/mm, dan PWHT suhu 820 oC memiliki kekuatan tarik 62,03Kg/mm2 dan harga impact 0,1611joule/mm. Hasil penelitian ini terjadi disebabkan karena setelahdilakukan proses Post Welding Heat Treatment (PWHT) ukuranbutirmenjadiseragamdantegangansisa yang terbentukakibatdaripersebaranpanas yang tidakmeratamenjadiberkurang. Selainitupada proses pendinginanakanterbentukbesi-α + perlite yang memilikistruktur atom body centered cubic(BCC) yangmemilikisifatuletapabilatemperaturdinaikkan. Pada penelitian ini, penemuan yang penting adalah bahwa peningkatan suhu Post Weld Heat Treatment (PWHT) dapat mengurangi tegangan sisa yang terjadi dan meningkatkan nilai keuletan hasil pada hasil lasan.

Pengembangan media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif pada siswa SMA / Ismayanti

 

Kata Kunci: media pembelajaran, apresiasi puisi, multimedia interaktif Pada umumnya, pembelajaran apresiasi puisi dilakukan secara monoton dan kurang menarik. Siswa tidak diajak menjelajahi dan menggauli keagungan nilai dalam puisi, tetapi sekedar membaca dan mengaji puisi dari permukaannya saja. Media yang digunakan dalam pembelajaran berupa buku teks. Media yang digunakan kurang bervariasi sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Melihat kenyataan zaman sekarang, teknologi semakin canggih. Bahkan, hampir semua siswa SMA memiliki laptop sebagai pengganti buku dan alat tulis. Oleh karena itu, hendaknya para pendidik berupaya menyesuaikan teknik dan media pembelajaran dengan situasi yang semakin berkembang ini. Multimedia pembelajaran dipandang mampu menjawab masalah tersebut. Dengan bantuan multimedia yang dijalankan perangkat komputer, pembelajaran akan lebih menarik, efektif, dan efisien mengingat multimedia memberikan sumbangan yang besar dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menarik, efektif, dan efisien akan memberikan hasil yang maksimal. Pengembangan ini adalah upaya untuk mengembangkan sebuah produk yaitu media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif. adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan isi media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif pada siswa SMA, (2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif pada siswa SMA, dan (3) mengetahui tingkat kemenarikan media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif pada siswa SMA. Pengembangan media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interakti merupakan penelitian prosedural, yaitu memiliki langkah-langkah prosedur dalam membuat produk. Adapun langkah-langkah yang ditempuh peneliti dalam mengembangkan produk yaitu (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) pengembangan materi pelajaran, (4) pengembangan alat evaluasi, (5) penyusunan naskah, (6) produksi, (7) evaluasi dan revisi media. Materi yang disajikan dalam media ini yaitu materi tentang struktur fisik puisi yang meliputi definisi puisi dan apresiasi, identifikasi struktur fisik puisi, dan contoh analisis. Disertakan pula video pembacaan puisi dan biografi beberapa sastrawan dan penyair Indonesia. Materi dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dan rumusan tujuan instruksional. Uji coba produk melibatkan 3 responden yaitu ahli materi dan praktisi, ahli media, dan siswa. Uji coba lapangan dilaksanakan secara nonformal. Hal ini dikarenakan faktor waktu yang kurang mendukung, yakni pada saat peneliti melakukan uji coba lapangan, sekolah sedang libur kenaikan kelas. Oleh karena itu, peneliti mengambil 15 siswa SMA sebagai responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu angket dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh merupakan data kuantitatif yang dianalisis menggunakan persentase dan data kualitatif yang berupa deskripsi dan komentar dari para ahli dan siswa sebagai responden. Hasil validasi kelayakan dan kemenarikan media pada uji coba pertama yaitu uji ahli materi diperoleh skor 97,56%. Uji coba yang kedua yaitu uji ahli media. Dalam uji coba ini produk media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif memperoleh skor 89,4%. Uji coba yang terakhir yaitu uji coba lapangan. Dari hasil uji coba lapangan terhadap siswa, diperoleh skor 96,49%. Produk pengembangan media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif ini secara keseluruhan memiliki rata-rata nilai 94,48% setelah divalidasi oleh ahli materi dan praktisi, ahli media, dan siswa dalam uji coba lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan menarik dan layak digunakan dalam pembelajaran apresiasi puisi di SMA. Produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran apresiasi puisi berbasis multimedia interaktif yang dikemas dalam Compact Disc (CD). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilaksanakan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada guru Bahasa Indonesia di SMA untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran apresiasi puisi.

Pengaruh intensitas bimbingan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP Negeri I Metro / oleh Nindia Yuliwulandana

 

Perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi / Nur Faiza Shofiyana

 

Kata kunci : problem solving, aktif organisasi, tidak aktif organisasi. Masa mahasiswa adalah masa yang penuh dengan masalah. Problem solving merupakan suatu proses untuk menemukan suatu solusi atau jalan keluar untuk suatu masalah yang spesifik melalui proses berpikir yang terarah secara langsung dimana proses ini bertujuan untuk memperoleh pemecahan yang ideal atau kepuasan. Dalam proses pemecahan masalah ini terdapat tahapan-tahapan untuk mencapai solusi yang efektif. Pengalaman masa lalu sangat penting dan berpengaruh dalam problem solving. Salah satu cara untuk memperkaya pengalaman kita adalah dengan mengikuti organisasi. Di dalam organisasi mahasiswa dilatih untuk menghadapi dan memecahkan banyak masalah. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kemampuan memilih prosedur problem solving pada mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi?, (2) bagaimana kemampuan memilih prosedur problem solving pada mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi?, (3) apakah ada perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi?. Desain penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang dengan subyek penelitian berjumlah 90 mahasiswa, dimana 43 mahasiswa aktif mengikuti organisasi dan 47 mahasiswa tidak aktif mengikuti organisasi. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan memilih prosedur problem solving yang dikembangkan oleh penulis. Uji coba instrumen dilaksanakan pada 36 mahasiswa yang terdiri dari 18 mahasiswa aktif mengikuti organisasi dan 18 mahasiswa tidak aktif mengikuti organisasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis Uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi yang memiliki kemampuan memilih prosedur problem solving tinggi sebanyak 28 orang (65,12%), dan kategori rendah sebanyak 15 orang (34,88%). (2) Mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi sebanyak 22 orang (46,81%) memiliki kemampuan memilih prosedur problem solving tinggi, sedangkan sisanya 25 orang (53,19%) berada pada kategori rendah. (3) ada perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi, dengan hasil Uji-t = 2,466, p = 0,016 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitan tersebut, disarankan bagi pihak universitas untuk mengadakan program-program yang dapat lebih memotivasi mahasiswa untuk aktif mengikuti organisasi dan lebih melengkapi referensi mengenai teori problem solving di perpustakaannya. Bagi mahasiswa yang sudah aktif mengikuti organisasi untuk tetap mempertahankan keaktifannya dalam berorganisasi dan terus belajar dalam meningkatkan kemampuan memilih prosedur problem solving yang dimilikinya, sedangkan untuk mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi disarankan untuk mencari wadah agar bisa mengadakan latihan dalam memecahkan masalah dengan lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya agar mengadakan penelitian tidak terbatas pada keaktifan berorganisasi mahasiswa saja, melainkan bisa juga ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya.

Isolasi senyawa dari ekstrak kloroform biji alpukat (Persea americana Mill) dan uji aktivitasnya sebagai antioksidan / Gita Setyorini

 

Setyorini, Gita. 2014. Isolasi Senyawa dari Ekstrak Kloroform Biji Alpukat (Persea americana Mill) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antioksidan. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. Kata kunci: aktivitas antioksidan, biji alpukat (Persea americana Mill), ekstrak kloroform, isolasi senyawa bahan alam. Hampir semua bagian tanaman alpukat, telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sehingga berpotensi dikembangkan menjadi obat modern. Beberapa riset telah dilakukan mengenai potensi buah alpukat sebagai antioksidan. Salah satunya, penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno, dkk. (2013) yang melaporkan bahwa ekstrak n-heksana dan kloroform biji alpukat (Persea americana Mill) bersifat toksik terhadap sel murin leukemia P388 dan mempunyai potensi sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri, sitotoksik, dan antioksidan secara molekular mengindikasikan reaksi kimia khususnya reaksi reduksi oksidasi. Secara garis besar penelitian alpukat masih terbatas pada ekstrak kasar. Secara spesifik belum ada informasi yang jelas tentang fraksi murni senyawa aktif yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang kespesifikan zat yang terkandung dalam biji alpukat dan uji aktivitas antioksidannya. Dari uraian diatas, maka dilakukan penelitian tentang Isolasi senyawa dari ekstrak kloroform biji alpukat (Persea americana Mill) dan uji aktivitasnya sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah (1) mengisolasi senyawa dalam ekstrak kloroform dari biji alpukat (Persea americana Mill), (2) mengetahui karakteristik senyawa ekstrak kloroform dari biji alpukat (Persea americana Mill), dan (3) mengetahui aktivitas antioksidan senyawa ekstrak kloroform dari biji alpukat (Persea americana Mill). Penelitian ini merupakan penelitian secara eksperimen laboratorik untuk memperoleh komponen ekstrak kloroform dari biji alpukat (Persea americana Mill) dan uji aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu (1) ekstraksi, isolasi, dan pemurnian, (2) karakterisasi dan identifikasi komponen yang meliputi analisis wujud dan warna, titik lebur, uji kelarutan, uji golongan senyawa bahan alam, uji ketidakjenuhan, spektrofotometri UV-Vis (ultraviolet-visible), IR (infrared), dan (3) uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Isolasi senyawa dari ekstrak kloroform dari biji alpukat (Persea americana Mill) dilakukan melalui pemisahan dengan fasa diam silika gel dan eluen campuran kloroform dan etil asetat (1:1), (2) zat yang diperoleh padatan berwarna kuning pucat dengan titik lebur sebesar 48-490C yang larut dalam etil asetat dan metanol, serta sedikit larut dalam n-heksana dan air. Zat ini diduga termasuk dalam golongan fenolik non flavonoid dengan karakter mempunyai -C=C- rangkap terkonjugasi pendek yang ditunjukkan λmaks 206 nm dan λmaks 257 nm pada konsentrasi 0,3 cm2mg-1 dan gugus fungsi -OH, -C-H aromatik, -CH alifatik, -C=O karbonil, dan -C-O- alkohol, (3) uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman DPPH terhadap zat isolat berpotensi sebagai antioksidan, namun lebih rendah daripada asam askorbat.

Analisis buku pelajaran fisika SMP kelas VII ditinjau dari penerapan teori konstruktivisme / Sherli Indra Rahwana

 

Pengaruh jenis starter, macam, dan asal bahan baku terhadap kualitas keju lunak / oleh Ani M. Hasan

 

Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) kontekstual pada materi balok dan kubus untuk SMP Negeri 1 Bangil / Ria Amalia

 

Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Mulyati, M. Pd, (2) Drs. H. Muchtar Abdul Karim, M.A. Kata Kunci: Pengembangan, Lembar Kerja Peserta Didik, Kontekstual Belajar dan mengajar kontekstual merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang beracuan pada pandangan konstruktivisme. Dalam penerapannya belajar dan mengajar kontekstual menekankan pada berpikir tingkat tinggi, transfer pengetahuan, serta pengumpulan, penganalisisan informasi dan data dari berbagai sumber dan pandangan. Oleh karena itu, belajar dan mengajar kontekstual diambil sebagai alternatif mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah proses dan hasil pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik yang Kontekstual pada Materi Balok dan Kubus untuk SMP Negeri 1 Bangil yang valid, praktis dan efektif”. Sejalan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Lembar Kerja Peserta Didik yang Kontekstual pada Materi Balok dan Kubus untuk SMP Negeri 1 Bangil dengan kriteria valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Model tersebut terdiri dari lima fase yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Untuk mendeteksi ketercapaian kriteria yang telah ditetapkan, maka dilakukan validasi pakar/ahli dan uji coba terbatas terhadap produk. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar observasi, tes, dan angket. Seluruh instrumen divalidasi oleh pakar/ahli. Hasil validasi menunjukkan bahwa lembar validasi, lembar observasi, tes, dan angket telah memenuhi syarat. Menurut ketiga validator, perangkat RPP dan LKPD yang disusun telah memenuhi kriteria valid. Subjek pengembangan LembarKerja Peserta Didik (LKPD) ini adalah peserta didik kelas VIII-B dan VIII-C di SMP Negeri 1 Bangil. Uji coba yang dilakukan terhadap subjek pengembangan terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Uji coba dilakukan untuk mengetahui ketercapaian kriteria yaitu kepraktisan dan keefektifan. Hasil uji coba kelompok kecil yaitu (1) peserta didik dapat menyelesaikan seluruh aktivitas dalam LKPD dalam kurun waktu kurang lebih 40 menit, (2) peserta didik melakukan aktivitas dengan antusias karena masalah yang diberikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan (3) terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan peserta didik mengenai maksud dari kalimat dalam LKPD. Kepraktisan LKPD diamati melalui pedoman observasi keterlaksanaan LKPD dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil uji coba lapangan mengenai observasi keterlaksanaan LKPD diperoleh skor rata-rata seluruh aspek yaitu 2.34 dari skor tertinggi 3 maka dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi. Keefektifan LKPD diamati melalui beberapa indikator yaitu (1) Hasil tes materi balok dan kubus, (2) angket dan (3) pedoman observasi aktivitas peserta didik. Berdasarkan uji coba lapangan yang dilakukan, diperoleh hasil yaitu sebanyak 81.8% peserta didik telah menguasai materi balok dan kubus, 93.5% peserta didik memberikan respon yang positif mengenai penggunaan LKPD dalam pembelajaran serta peserta didik tergolong aktif dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan indikator-indikator tersebut dapat disimpulkan LKPD efektif untuk digunakan dalam pembelajaran.

Pengaruh bahasa pengantar pada hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 3 Sekolah Dasar yang berbahasa Ibu Bahasa Bali / oleh I Nyoman Sudiana

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia (Persero) Malang / oleh Deddy Subiyanto

 

Kertas merang untuk uji viabilitas benih di Indonesia beberapa penemuan dalam bidang Teknologi Benih / oleh Sjamsoe'oed Sadjad

 

Improving the speaking ability of the ninth graders of SMPN 7 Binamu Jeneponto South Sulawesi using numbered head together strategy / Wawan Walusi

 

ABSTRAK Walusi, Wawan. 2016. Peningkatan Kemampuan Berbicara padaSiswa KelasSembilan SMPN 7 BinamuJeneponto Sulawesi SelatandenganmenggunakanStrategi Numbered Head Together. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Pascasarjana- Universitas Megeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Drs. BambangYudiCahyono, M.Pd, M.A., Ph.D. (2) Dr. Johannes AnantoPrayogo, M.Pd., M.Ed. Keywords: KemampuanBerbicara, Numbered Head Together Penelitianinimengkajipeningkatankemampuanberbicarasiswakelas9 SMPN 7 BinamuJeneponto Sulawesi Selatan. Berdasarhasilpenelitianpermulaan, diketahuibahwasiswakelas VIII memilikimasalahberbicarabahasaInggrisdenganbenar;merekaberbicaradengantidakpercayadiridanperhatian yang kurangketikapelajaranberlangsung. Masalahtersebutmempengaruhikemampuanberbicaramereka. Olehkarenaitu, penelititermotivasiuntukmengatasimasalahtersebutdenganmenerapkanstrateginumber head together. Penelitianinidimaksudkanuntukmemberikanpenjelasanbagaimanastrateginumbered head togetherdapatmeningkatkankemampuanberbicaradalamungkapan-ungkapantransaksionalpadasiswakelas 9 SMPN 7 BinamuJeneponto Sulawesi Selatan. PenelitimenggunakandesainPenelitianTindakanKelaskolaboratifkarenapenelitidibantuolehseorang guru bahasaInggris. Prosedurpenelitianterdiridariempatlangkahutama: perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Untukmengumpulkan data, penelitimenggunakanbeberapainstrumenyaituteslisan, observasi, catatankegiatan, dankuisioner. HasilpenelitianmenunjukkanbahwastrategiNHTmampumeningkatkankemampuanberbicarakelas 9SMPN 7 BinamuJeneponto, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data, padasiklus 1, bahwadari 24 siswa, hanya 15 siswa (63%) yang mencapaikriteriaketuntassan. Padasiklus 2, terdapat 23 siswa (88%) yang mencapaikriteriaketuntassan.Disampingitu, strategiNHTmampumeningkatkanpartisipasisiswadalam proses pembelajaran. Padasiklus 1, terdapat 22 siswa (95.8%) berpartisipasiaktifdalampembelajarandanhalinimeningkatpadasiklus 2, bahwaterdapat 23 siswa (96%) berpartisipasiaktifdalam proses pembelajaran. Berkaitandenganresponsiswa, padasiklus 1, terdapat 20 siswa (84%) yang memberikantanggapanpositifdanhalinimeningkatsetelahsiklus 2 dilaksanakan, bahwaterdapat 21 siswa (87%) yang memberikantanggapan yang positifterhadappenerapanstrategi NHT. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwastrateginumbered head together yang sesuaidenganpengajaranberbicaradalambahasaInggrismeliputilangkah-langkahsebagaiberikut: (1) Penomoranataumemberikannomorpadasetiapsiswa (memintasiswamembentukgrup yangterdiridari 4 orang siswa, grupdisusunsecaraheterogen, danmemberikannomorpadasetiapsiswa), (2) Memberikanmasalahkepadasiswa (memberikanmateri, contoh-contohdanlatihansoal), (3) Memintasiswaberdiskusiuntukmenyelesaikanmasalah (memintasiswauntukberdiskusi, berlatihdanmenjawabmenjawabpertanyaanberdasarpadahasildiskusikelompok), dan (4) Memanggilnomorpadasiswa (memanggilnomorsiswasecaraacak, memintasiswamenjawabpertanyaandanmemintasiswauntukberdialok). Berdasarkanhasilpenelitianini, para guru bahasaInggris yang memilikimasalah yang samadalampengajarandanpembelajaranberbicaradisarankanuntukmenerapkanstrateginumbered head togetherdalammengatasimasalah-masalahsiswadankemampuanberbicarasiswa. Hal inijugadisarankankepadapeneliti-penelitiselanjutnya, darihasilpenelitianinibisamenjadirujukan yang baiksebagaistrategiuntukmengajarberbicarabahasaInggrisdanbisadigunakanpadakelaspendidikan yang berbeda-beda.

Pengaruh pemberian trioksin terhadap kemampuan regenerasi ekor kadal, Mabuia multifasciata, kuhl / oleh Evi Suryawati

 

Upaya peningkatan prestasi dan aktivitas belajar biologi melalui pembelajaran kooperatif (model stad) pada pokok bahasan sistem reproduksi untuk siswa kelas 2B SMA Negeri 6 Malang / oleh Mohammad Taufan Affandy

 

Pengaruh kurs rupiah dengan dolar dan tingkat suku bunga Bank Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014 dengan menggunakan model Vector Autoregression (VAR) / Millah Arikatul Antikah

 

H ABSTRAK Antikah, MillahArikatul. 2016. PengaruhKurs Rupiah denganDolardanTingkat SukuBunga Bank Indonesia TerhadapIndeksHargaSahamGabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)Tahun 2010-2014 denganmenggunakan Model Vector Autoregression (VAR). Skripsi, JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. SugengHadiUtomo, M.Ec, (II) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M.Sc. Kata Kunci:Kurs Rupiah denganDolar, Tingkat SukuBunga Bank Indonesia, IHSG, VAR IndeksHargaSahamGabungan (IHSG) adalahsalahsatuindikator yang digunakan investor untukmelihatkondisisuatunegara. Pergerakannilaiindeksdipengaruhiolehbeberapafaktormakroekonomi. Melihathalini, makadilakukanpenelitianmengenaifaktor yang mempengaruhi IHSG yaitukurs rupiah dengandolardantingkatsukubunga Bank Indonesia. TujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruhKurs Rupiah denganDolardan Tingkat SukuBunga Bank Indonesia TerhadapIndeksHargaSahamGabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)Tahun 2010-2014 denganmenggunakan Model Vector Autoregression (VAR).Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatifdanmetodeanalisis data yang digunakandalampenelitianiniadalah model VAR. Subjekyang digunakandalampenelitianiniadalahdata time series bulananselama 5 tahun, mulaidariJanuari 2010 sampaidenganDesember 2014. Hasilpenelitiandenganmenggunakan model VAR menunjukkanbahwaVariabelkurs rupiah dengandolarberpengaruhpositifdansignifikanterhadap IHSG di BEI tahun 2010. Variabelsukubunga Bank Indonesia berpengaruhnegatifdansignifikanterhadap IHSG di BEI tahun 2010-2014.

Potensi genistein pada sistem repruduksi mencit (Mus musculus) sebagai penyususnan bahan ajar fisiologi reproduksi / Cicilia Novi Primiani

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si dan (II) Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si. Kata kunci: genistein, sistem reproduksi jantan Usaha untuk mendapatkan sarana kontrasepsi pria sebenarnya telah banyak dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami yang berasal dari tanaman. Salah satunya adalah tanaman famili Leguminoceae yang mengandung derivat senyawa genistein. Genistein sebagai salah satu senyawa derivat isoflavon mempuyai struktur kimia mirip dengan 17β-estradiol yang bersifat seperti hormon steroid estrogen, yang mampu menyebabkan kerusakan pada sel germinal dalam tubulus seminiferus testis, merupakan salah satu indikator digunakannya genistein sebagai senyawa antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji pengaruh genistein terhadap sistem reproduksi mencit jantan (Mus musculus), 2) memanfaatkan hasil penelitian pengaruh genistein terhadap sistem reproduksi mencit jantan (Mus musculus) sebagai bahan untuk menyusun bahan ajar mata kuliah fisiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental, yang rancangannya mengikuti Rancangan Acak Kelompok. Variabel bebas adalah dosis genistein 0 mg/g, 0,0035 mg/g, 0,0042 mg/g, dan 0,0049 mg/g. Variabel terikatnya adalah sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis, morfologi spermatozoa, viabilitas spermatozoa, dan kadar hormon testosteron. Data kadar hormon testosteron dan sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis yang didapat, dianalisis menggunakan Analisis Varians Satu Jalan (One Way ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%. Selanjutnya dilakukan uji Post Hoc untuk mengetahui perbandingan perbedaan antara kelompok. Uji Post Hoc yang digunakan adalah uji Least Significant Difference (LSD) 5%. Data morfologi dan viabilitas spermatozoa dinyatakan dalam prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh genistein pada sistem reproduksi mencit (Mus musculus). Genistein yang diberikan dengan dosis 0,0035 mg/g; 0,0042 mg/g; dan 0,0049 mg/g berpengaruh terhadap jumlah sel germinal dalam tubulus seminiferus testis, morfologi dan viabilitas spermatozoa. Kadar hormon testosteron berbeda nyata pada dosis 0,0049 mg/g. Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian pustaka yang relevan, disusun sebuah bahan ajar yang berupa modul bagi mahasiswa pada mata kuliah Fisiologi pokok bahasan sistem reproduksi.

Studi tentang morfologi benang sari pada bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) bermahkota ganda di Kotamadya Malang / oleh Emmy Haksaningsih

 

Pengaruh komposisi bahan (kaolin, feldspar, ballclay) terhadap tingkat kekerasan keramik stonware dalam daerah segitiga segger / oleh Dira Ulfa Hidayah

 

Pola asuh orang tua dan pendidikan anak dalam keluarga studi kasus Mawar pada keluarga Femila di SDN SDN Bandungrejosari 04 Kota Malang / Novie Yaniar Azzahra Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Novie Yaniar Azzahra. 2016. Pola Asuh Orang Tua dan Pendidikan Anak Dalam Keluarga Studi Kasus Mawar Pada Keluarga Femila di SDN Bandungrejosari 04 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sutrisno S.Pd, M.Pd. (II) Prof. Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Pendidikan Anak, Perilaku Anak Orang tua merupakan keluarga yang paling dekat dengan anak, sehingga pola asuh orang tua sangat penting diperhatikan karena tidak sedikit bahwa sebenarnya perilaku belajar anak terbentuk dari pola asuh orang tua. Sikap orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orangtua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pola asuh orang tua, studi kasus pada salah satu siswa di SDN Bandungrejosari 04 Kota Malang. Siswa yang bernama Mawar diketahui perilaku dan kebiasaan belajar kurang baik ada beberapa perilaku seperti contoh sering tidak masuk sekolah, sering menyendiri, bermalas-malasan dsb. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) pola asuh orang tua dan pendidikan anak dalam keluarga; (2) perilaku dan kebiasaan belajar anak; (3) penyebab perilaku anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SDN Bandungrejosari 04 Kota Malang dengan menggunakan subyek seorang anak yang memiliki perilaku belajar kurang baik beserta orang tuanya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua Mawar menggunakan pola asuh campuran yaitu pola asuh permisif dan pola asuh demokratis namun dalam hal penerapan lebih cenderung pola asuh permisif. Perilaku buruk yang ada pada Mawar adalah suka bermalas-malasan berangkat sekolah, sering tidak masuk sekolah, minder, sulit jika diajak belajar dsb. Penyebab perilaku Mawar tersebut karena kurangnya perhatian dari orang tua yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Disarankan pada peneliti lebih lanjut untuk meneliti tentang solusi yang tepat bagi pola asuh orang tua yang salah terhadap anak.

Pelaksanaan strategi produk pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar / Mei Yanti

 

ABSTRAK Yanti, Mei. 2008. Pelaksanaan Strategi Produk Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar. Tugas Akhir, Program Studi D- III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mohammad Hari, MSi Kata kunci : Strategi Produk Pelaksanaan strategi produk yang tepat merupakan salah satu kunci kesuksesan seorang pemasar. Dalam menawarkan sebuah produk haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pelaksanaan strategi produk merupakan salah satu langkah penting dalam pemilihan jenis produk di pasar sasaran. Strategi produk merupakan suatu cara yang menyediakan produk yang tepat bagi pasar yang dituju sehingga dapat memuaskan konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan. Selain strategi produk yang handal juga perlu didukung dengan mutu yang lebih baik. Mutu yang baik menghasilkan kepuasan yang tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi produk yang dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar, terdapat tiga masalah yang dikaji yaitu: (1) Produk-produk PLN (2) Pelaksanaan strategi produk pada PLN (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi produk pada PLN. Dalam pengumpulan data penulis mendapat pelayanan dari pegawai, dengan metode wawancara dan mencari data sendiri secara langsung. PT. PLN (Persero) UPJ Blitar merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan masyarakat (listrik). Dalam hal ini PT. PLN (Persero) UPJ Blitar memberikan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, walaupun produk-produk tersebut tidak berwujud melainkan berupa listrik. Didalam mengembangkan strategi produk, setiap perusahaan haruslah terlebih dahulu menganalisis situasi, penentuan tujuan produk , penentuan pasar sasaran, penentuan anggaran, penetapan strategi produk dan pelaksanaan strategi. Hasil dari penulisan ini, (1) Produk-produk PT. PLN (Persero) adalah MENYALA ”R450”, MENYALA ”R900”, BERSINAR (2) Perencanaan strategi yang pertama analisis situasi pada PT. PLN dilakukan melalui beberapa permintaan konsumen atau pelanggan maupun calon pelanggan untuk mengembangkan dan menciptakan suatu produk yang baru sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada, kedua penentuan tujuan produk, PT. PLN juga perlu mempertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan, ketiga PT. PLN harus menetukan target sasaranya pada masing-masing produk, keempat penetuan anggaran yang talah ditetapkan dari PT. PLN, kelima pelaksanaan strategi produk pada PT. PLN dilakukan untuk menilai keunggulan dan kelemahan, sehingga PT. PLN dapat memberikan produk atau jasa yang berkuwalitas bagi pelanggan, keenem evaluasi pelaksanaan strategi pada PT. PLN dilaksanakan dengan sesuai edaran direksi tentang petunjuk pelaksanaan tarif listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi. (3) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan perencanaan strategi produk. Faktor pendukung pada PT. PLN dalam melaksanakan strategi produk yaitu adanya analisis yang dapat membantu dalam menyusun strategi produk sehingga untuk melakukan tahap berikutnya PT. PLN dapat melaksanakan kegiatannya secara tepat dan efektif guna tercapainya tujuan dalam melaksanakan strategi produk. PT. PLN (Persero) UPJ Blitar telah sesuai dengan target dan sasaran karena telah ada layanan tambahan yaitu call center 123, CMS (Customer Manajemen System), SIGO (Sistem Informasi Geografis), SOPP (Sistem Online Payment Point), PRAQTIS (Pembayaran Rekening Listrik Lewat SMS Line). Faktor penghambat pada PT. PLN dalam melaksanakan strategi produk yaitu belum semua sumber daya manusianya menguasai teknologi yang ada serta kurangnya kesadaran akan disiplin pegawai, tidak da pengawasan secara langsung terhadap pegawai yang bertugas untuk melaksanakan produk dan komunikasi antara oprator dengan petugas lapangan.

Pengaruh lama penyimpanan petsai (Brassica pekinensis L.) dalam lemari es terhadap total koloni bakteri dannilai MPN bakteri caliform / oleh Ismawati

 

Penggunaan media peta untuk meningkatkan pemahaman konsep letak wilayah mata pelajaran IPS kelas VI SDN Sekarmojo 2 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan tahun 2004-2005 / oleh Muhamad Sholeh Harianto

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat guru dalam mengajarkan seni musik pada siswa kelas V dan kelas VI di SDN se Wilayah Kepengawasan VI Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / oleh Bambang Eko Basuki

 

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar biologi siswa kelas II Madrasah Aliyah Negeri di Kotif Jember / oleh Munadiroh

 

Penerapan manajemen produk pada industri Jamu Toga Medica Batu / oleh Andri Iftitah Saputra

 

Membangun virtual learning environment (VLE) pada Jurusan Analisis Kimia di SMKN 7 Malang dengan CMS Moodle 1.9 / Mahfudhoh

 

ABSTRAK Mahfudhoh. 2009. Membangun Virtual Learning Environment (Vle) pada Jurusan Analisis Kimia di SMKN 7 Malang dengan CMS Moodle 1.9. Tugas Akhir, Jurusan D3 Teknik Komputer dan Jaringan FT Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. Wahyu Sakti, M.Kom. Kata Kunci: SMKN 7 Malang, Jurusan Analisis Kimia, Virtual Learning Environment (VLE), CMS Moodle 1.9 Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Hal ini memotivasi SMKN 7 Malang untuk mengembangkan jurusan analisis kimia yang merupakan jurusan unggulan. Oleh karena itu melalui pembangunan sistem Virtual Learning Environment (VLE) atau sering disebut dengan e-learning adalah aplikasi elektronik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001). Di SMKN 7 Malang e-learning ini dikembangkan dengan memanfaatkan jaringan komputer intranet atau jaringan lokal. Dengan pemanfatan media tersebut diharapkan siswa SMKN 7 Malang khususnya jurusan analisis kimia dapat dengan mudah memperoleh materi pelajaran yang dibutuhkan, yaitu Kimia Radiasi dan Senyawa Karbon. CMS Moodle 1.9 adalah salah satu perangkat lunak yang memberikan layanan dalam pngelolaan Virtual Learning Environment (VLE) yang banyak dimanfaatkan oleh instansi-instansi karena banyak memiliki kelebihan. Moodle 1.9. merupakan CMS yang open source. Kegiatan e-learning tersebut dijalankan melalui sebuah web server. Web Server yang digunakan adalah xampp karena memiliki banyak kelebihan dengan kapasitas kecil, mudah diinstall, dan paket yang disediakan lengkap. Metode yang dikembangkan adalah dengan membuat sistem pembelajaran e-learning dengan software Moodle 1.9. , fitur yang dikembangkan diantaranya: upload materi, pembuatan tugas offline, pemberian Grade (nilai), Ujian online dan Forum diskusi. Penggunaan media jaringan komputer lokal yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk web. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan komputer lokal, mengimplementasikan materi dan soal pada jurusan Analisis Kimia di SMK Negeri 7 Malang . Hasil dari pengembangan e-learning tersebut siswa dapat mengetahui grade dari kursus yang diikutinya secara cepat dan bagi pengajar proses belajar mengajar dapat dilakukan fleksible tanpa kendala jarak dan waktu. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini penulis berhasil menguji coba sistem pembelajaran e-learning dengan software Moodle 1.9 yang dikembangkan di SMK Negeri 7 Malang. sehingga semua komponen sekolah terutama jurusan analisis kimia dapat lebih mudah memanfaatkan layanan e-learning dalam peningkatan kompetensi belajar terutama bagi siswa dan guru.

Studi tentang pelaksanaan kegiatan paraktikum biologi diSMA Negeri se kabupaten Bangkalan berdasarkan kurikulum 1984 / oleh Siti Humairoh Djakfar

 

Pengembangan media pembelajaran E-learning berbasis web pada materi barisan dan deret kelas XII SMA / Amelia Ayu Rosyida

 

Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran e-learning, barisan dan deret. Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi dan metode pembelajaran matematika yang konvensional dan klasik menuntut guru untuk menggunakan media yang lebih relevan dengan tuntutan zaman, agar siswa lebih terrtarik dan termotivasi dalam belajar matematika. Media tersebut berupa media pembelajaran elektronik berbasis teknologi web. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran e-learning berbasis web pada materi barisan dan deret kelas XII SMA, (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran e-learning berbasis web pada materi barisan dan deret kelas XII SMA. Prosedur penelitian ini adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) rumusan tujuan, (3) perumusan butir materi, (4) produksi, (5) menyusun petunjuk pemanfaatan, (6) uji ahli media dan ahli materi, (7) uji lapangan, (8) revisi produk akhir. Teknik analisis data yang diperoleh pada tahap pengumpulan data dengan instrumen pengumpulan data, dianalisa dengan menggunakan teknik analisa data prosentase. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrument) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa angket/validasi. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel semua siswa kelas XIE3 SMA Negeri 2 Malang, seorang guru matematika SMA Negeri 2 Malang, seorang dosen jurusan matematika Universitas Negeri Malang untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran e-learning berbasis web pada materi barisan dan deret kelas XII SMA. Hasil penelitian diperoleh tingkat validasi diantaranya: (1) pada ahli media diperoleh hasil 77.5%, dengan revisi pada tampilan halaman materi (2) pada ahli materi diperoleh hasil 90%, dengan revisi pada bahasa yang digunakan dalam materi, dan (3) pada audiens (siswa) atau uji coba lapangan, diperoleh hasil 82%. Tampilan pada media ini berupa web yang dapat diakses dengan memasukkan url: http://localhost/matematika/ pada browser. Media pembelajaran e-learning berbasis web pada materi barisan dan deret kelas XII SMA ini mempunyai 4 tampilan utama yang dapat mewakili tampilan media secara keseluruhan, yaitu halaman materi belajar, halaman game smart, halaman quiz try out, dan halaman ujian akhir.Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar media ini dapat digunakan sebagai referensi dan dapat menjadi salah satu pendamping belajar siswa secara mandiri. Selain itu media ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih menarik dan variatif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Membangun jaringan internet dan proxy server untuk filtering situs pada SMA Yadika Bangil / Eko Cahyono

 

ABSTRAKSI Cahyono,Eko2009.Membangun Jaringan Intranetdan ProxyServerdiSMAYADIKABangil.TugasAkhir,JurusanTeknikElektro,FakultasTeknikUniversitasNegeriMalang.PembimbingHarySuswanto,S.T.,M.T. Katakunci:Proxy,bandwith,cache. TeknologiInformasiatauInformationTechnologysaatinisudahmenjadikebutuhanmendasardalamsetiaporganisasiterbuktisaatininyaristidakadaorganisasibisnisatauperusahaanbahkaninstansipendidikanyangtidakmenggunakanteknologiinformasikhususnyakomputer.Denganperkembanganteknologikomputeryangsangatpesatini,SMAYADIKABangilbisadibilangtidakketinggalandenganperkembanganteknologi,karenaSMAYADIKABangiltelahmemiliki40unitkomputeryangterbagimenjadi2LaboratoriumKomputer.Tetapihanya1Laboratorium.KomputeryangterkoneksiJaringan,sedangkansatunyamasihbelumterkoneksijaringanbaikjaringanIntranetmaupunInternet. Melihat kenyataan ini penulis ingin membangun jaringan Intranet dan proxy server pada laboratorium yang belum terkoneksi jaringan, guna mengoptimalkan fungsi yang belum termanfaatkan secara baik. Proxy dalam pengertiannya sebagai perantara, bekerjadalam berbagai jenis protokol komunikasi jaringandan dapat berada pada level-level yang berbeda pada hirarki layer protokol komunikasij aringan. Proxy server sudah menjadi hal yang popular dikalangan para pengguna internet saat ini, berkaitan dengan kemampuannya untuk menghemat bandwith, meningkatkan keamanan, dan menambah kecepatan web-surfing. Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi keinternet dilakukan melalui sistem pendelegasian. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini penulis menguji coba jaringan komputer yang berbasis intranet dan proxy server di SMAYADIKA Bangil untuk layanan internet, sehingga semua komponen sekolah dapat lebih mudah dalam memanfaatkan layanan tersebut untuk keperluan informasi yang aktual , dan sebagai sumber belajar bagi guru dan siswa

Karakteristik cerpen karya siswa kelas XI program Bahasa SMAN 01 Malang tahun ajaran 2014/2015 / Anung Ardiani

 

ABSTRAK Ardiani, Anung. 2016. Karakteristik Cerpen Siswa Kelas XI Program Bahasa MAN 1 Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M. Pd, (II) Drs. Dwi Saksomo, M. Si. Kata Kunci: cerita pendek, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, pesan moral. Cerita pendek merupakan cerita yang megisahkan sebagian kecil aspek dalam kehidupan manusia yang diceritakan secara terpusat pada tokoh dan kejadian yang menjadi pokok cerita. Keterampilan menulis cerpen dapat dipelajari dengan cara mengetahui karaketristik cerpen. Keterampilan menulis cerpen penting untuk dimiliki setiap siswa, mengingat adanya kompetensi dasar memproduksi teks cerita pendek, yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan yang termuat dalam kurikulum 2013. Berkaitan dengan itu, penelitian karakteristik cerpen ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, dan pesan moral yang terdapat pada cerpen karya kelas XI program Bahasa MAN 1 Malang tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan yang berupa narasi, dialog atau monolog yang terdapat pada cerpen siswa kelas XI MAN 1 Malang yang menggambarkan tokoh, penokohan, latar, sudut pandang dan pesan moral yang disampaikan pengarang kepada pembaca yang tercermin dalam cerpen tersebut. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan koordinasi dengan guru, mengumpulkan dokumen, membaca sumber data, menyeleksi sumber data berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, mengidentifikasi. Analisis data ada tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, karakteristik tokoh pada cerpen siswa meliputi tokoh utama dan tokoh tambahan. Baik tokoh utama maupun tokoh tambahan mempunyai watak yang protagonis dan antagonis. Pemberian nama tokoh pada cerpen siswa dibedakan menjadi tiga yakni pemberian nama tokoh berakar dari budaya Jawa, pemberian nama tokoh yang mencerminkan budaya Barat dan pemberian nama tokoh yang mencerminkan budaya Islam. Kedua, karakteristik penokohan pada cerpen siswa meliputi penokohan dengan teknik analitik dan penokohan dengan teknik dramatik. Dengan teknik dramatik penokohan dapat diketahui melalui perilakunya, perbincangan tokoh tentang dirinya, gambaran lingkungan kehidupannya dan perbincangan tokoh lain dengannya. Ketiga, karakteristik latar pada cerpen siswa meliputi latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Keempat, Karakteristik sudut pandang pada cerpen siswa meliputi sudut pandang orang pertama serba tahu dan dan sudut pandnag orang ketiga serba tahu. Kelima, Karakteristik pesan moral pada cerpen siswa terdiri atas pesan moral individu, pesan moral sosial dan pesan moral religius. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga saran yang disampaikan pada beberapa pihak. Bagi guru Bahasa Indonesia penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai referensi dalam pembelajaran menulis cerpen di sekolah. Dengan mengetahui karakteristik cerpen yang ditulis oleh siswa, guru dapat menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan pada siswa terutama dalam pembelajaran menulis cerpen. Bagi siswa disarankan supaya memperbanyak membaca cerpen dan memahami buku-buku teori tentang karya sastra agar kemampuan mereka dalam menulis cerpen lebih meningkat. Hal tersebut dikarenakan masih ada unsur intrinsik yang kurang diperhatikan oleh siswa seperti unsur latar. Kepada peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian yang sejenis dengan subjek siswa kelas XI program Bahasa MAN 1 Malang namun dengan jenis karya yang berbeda sehingga dapat diketahui bagaimana hasil karya siswa terutama dalam hal menulis.

Studi keanekaragaman tanaman pekarangan serta hubungannya dengan pengetahuan, sikap dan keadaan sosial ekonomi penduduk di kotamadya Malang / oleh Dintje Fientje Pendong

 

Penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang / Annisa Noverika

 

ABSTRAK Noverika, Annisa. 2016. Penerapan Metode Story Telling with Pictures pada Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Rosydah, M.Pd Kata Kunci: metode, story telling with pictures, kemampuan berbicara, bahasa Jerman Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang penting untuk dikuasai siswa ketika mempelajari bahasa Jerman. Dalam upaya membuat siswa lebih aktif untuk berbicara, guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu siswa untuk menguasai kemampuan berbicara bahasa Jerman. Story telling with pictures adalah salah satu metode pembelajaran bahasa asing yang dapat digunakan oleh guru untuk melatih kemampuan berbicara siswa kelas X. Hal ini didukung oleh gambar ilustrasi berwarna yang dapat membuat siswa termotivasi untuk berbicara banyak hal dalam bahasa Jerman dan merasa tidak bosan ketika sedang belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran story telling with pictures untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang dan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran story telling with pictures. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran yang menerapkan metode story telling with pictures, sedangkan sumber datanya adalah siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang. Hasil dari penelitian penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang menunjukkan bahwa metode story telling with pictures merupakan metode yang menarik dan tidak membosankan serta dapat memotivasi siswa untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Selain itu, kondisi kelas menjadi lebih kondusif.

Inventarisasi bacillariophyceae di Sumber Citro Wonorejo kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan / oleh Siti Maimunah

 

Pengaruh ekstrak biji mimba (Azadirachta indica A. Juss.) terhadap daya tetas dan kemampuan hidup larva katak lembu (Rana catesbeiana Shaw.) / oleh Azizah Wijayanti AR.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli buku di Blok Wilis / oleh Achmad Mustaqim

 

Perbandingan tingkat penerapan CBSA dalam pengajaran biologi antara SMA Negeri se-kabupaten Pacitan dengan SMA Negeri se-Kodya Madiun / oleh Amin Darodjatin

 

Perancangan film pendek tentang pluralisme untuk menekankan semboyan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat Indonesia / Hendry Sanjaya

 

ABSTRAK Sanjaya, Hendry. 2016. Perancangan Film Pendek tentang Pluralisme untuk menekankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika kepada Masyarakat Indonesia. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn Kata kunci: perancangan, film pendek, pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan Indonesia adalah bentuk nyata dari makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika, namun saat ini masih ada masyarakat Indonesia yang bersikap diskriminasi terhadap perbedaan-perbedaan yang terdapat di Indonesia. Sikap tersebut dapat menghambat Negara Indonesia untuk menghidupi makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kesadaraan masyarakat Indonesia akan makna semboyan yang dimiliki oleh negaranya perlu ditingkatkan, agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menghindari sikap diskriminasi dan dapat hidup rukun di dalam perbedaan. Perancangan Film Pendek tentang Pluralisme untuk menekankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika kepada Masyarakat Indonesia ini menggunakan model perancangan yang bersifat deskriptif yang menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk secara sistematis dan bertahap dalam menghasilkan sebuah karya desain. Langkah-langkah dalam perancangan film pendek ini adalah pra-produksi, produksi dan pasca produksi. Pada tahap pra-produksi dilakukan penentuan ide cerita, riset, pembuatan sinopsis, penentuan tokoh, pembuatan treatment, storyboard dan pembuatan skenario. Pada tahap produksi dilakukan perekaman gambar dan suara sesuai dengan konsep yang telah dibuat pada tahap pra-produksi. Pada tahap pasca produksi dilakukan editing dan mixing sampai menghasilkan sebuah produk. Perancangan ini menghasilkan media yang perjudul “Indonesia: Berbeda tetapi Satu”menghasilkan sebuah produk, yaitu film pendek. Serta lima produk pelengkap yaitu teaser film, poster, x-banner, label DVD dancover DVD. Perancangan ini melalui proses pencarian data yang diambil dari pengamatan perancang terhadap gejala yang terjadi di masyarakat, menggunakan 2 kamera dengan beberapa type shot seperti close up, medium close up, knee shot dan full shot dan bantuan mic untuk merekam suara. Film pendek berdurasi 31 menit 21 detik, menceritakan tentang remaja yang memiliki perbedaan suku dan agama, dimana masih ada dari mereka yang mempermasalahkan perbedaan tersebut. Judul dari film pendek ini menekankan bahwa Indonesia dikenal dengan kemajemukan dalam masyarakat, banyak perbedaan yang terdapat di dalam kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia namun dalam perbedaan tersebut Indonesia memiliki persatuan dan kesatuan. Untuk menjadi negara yang lebih baik dan lebih maju, tentu seluruh masyarakat harus bahu-membahu membentuk harapan tersebut dengan berbagai usaha dan sikap yang mendukung persatuan.  

Pengembangan media podcast untuk keterampilan menyimak pada mata kuliah menyimak dan berbicara II Universitas Negeri Malang / Daniel Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Daniel. 2016. Pengembangan Media Podcast untuk Keterampilan Menyimak Pada Mata Kuliah Menyimak dan Berbicara II Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: M. Kharis, S.Pd., M.Hum. Kata Kunci : pengembangan, media, podcast, menyimak. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan media belajar untuk keterampilan menyimak berupa audio dalam mata kuliah Menyimak dan Berbicara II. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Brog & Gall yang telah dimodifikasi menjadi tujuh langkah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Uji ahli merupakan validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media sebelum uji coba tahap awal dan uji coba lapangan utama dilaksanakan. Subjek uji coba adalah mahasiswa Mandarin angkatan 2015 offering A. Dalam pengumpulan data menggunakan angket dan dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah media podcast yang layak dipergunakan sebagai alternetif sumber materi keterampilan menyimak pada mata kuliah Menyimak dan Berbicara II offering A Universitas Negeri Malang dengan tema kehidupan sehari-hari (日常生活) antara lain sekolah, berbelanja, berjanjian. Materi Menyimak dan Berbicara dilengkapi dengan latihan soal berbentuk pilihan ganda, masing-masing 5 soal. Dari hasil keseluruhan uji coba diperoleh rata-rata persentase sebesar 93% . Hal ini menunjukkan bahwa media podcast ini layak untuk dipergunakan sebagai alternatif sumber materi keterampilan menyimak.  

Perancangan dan implementasi virtual private network (VPN) dengan secure socket layer (SSL) / Indra Ari Susilo

 

Kata kunci: Virtual Privat Network (VPN), Secure Socket Layer (SSL)/ Transport Layer Security (TLS). Dengan adanya cyber crime, para pengguna semakin tidak aman dan menjadi sasaran para penjahat setiap kali melakukan aktifitas internet. Keberadaan jaringan di internet merupakan sarana yang memungkinkan seorang hacker menemukan informasi yang penting, sehingga dibutuhkannya keamanan jaringan dari serangan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini adalah VPN (Virtual Privat Network). VPN memanfaatkan jaringan internet sebagai media internet sehingga daerah jangkauannya menjadi luas. VPN menghadirkan teknologi yang mengamankan semua lalu lintas jaringan virtual dalam internet, sehingga memberikan rasa aman bagi semua pemakai jaringan privat. Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS), menyediakan komunikasi yang aman di internet. Protokol ini menyediakan authentikasi akhir dan privasi komunikasi di internet menggunakan cryptography. Dalam penggunaan umumnya, hanya server yang diauthentikasi (dalam hal ini, memiliki identitas yang jelas) selama dari sisi client tetap tidak terauthentikasi. Authentikasi dari kedua sisi (mutual authentikasi) memerlukan penyebaran Public Key Infrastructure (PKI) pada client-nya. Perancangan sebuah jaringan komputer berbasis virtual privat network (VPN) yang digunakan pada jaringa internet agar lebih aman dalam komunikasi data. Implementasi jaringan Virtual Private Network (VPN) di lakukan di laboratorium komputer jaringan Teknik Elektro dan menggunakan aplikasi OpenVPN sebagai keamanan jaringan. Menguji jaringan Virtual Private Network (VPN) dengan aplikasi openVPN pada client/server dan melakukan komunikasi atau pengiriman data. Hasil yang didapat dari sebuah teknologi jaringan Virtual Private Network (VPN) dengan SSL/TLS adalah keamanan data pada sebuah jaringan internet (IP publik) dikarenakan data sudah terenkripsi dan melalui jaringan private yang lebih aman. Banyak kemudahan dan keuntungan dalam penggunaan VPN ini terutama keamanan data dibandingkan dengan melewatkan langsung pada sebuah jaringan internet.

Pengaruh sodium siklamat terhadap frekuensi nondisjunction kromosom kelamin X Drosophila melanogaster / oleh Khoirul Abidin

 

Simulasi pelemparan koin untuk memahami distribusi binomial dan distribusi gauss / oleh Sunarto

 

Penerapan pembelajaran kooperatif Group Investigation berbantuan ICT untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada materi plantae siswa kelas X IPA MAN 3 Malang / Putri Ayu Anjulla

 

Perbedaan model pembelajaran drill and practice dengan pembelajaran demontransi terhadap hasil belajar TIK standar kompetensi menggunakan perangkat lunak pengolah kata kelas X SMA Islam Kepanjen / Zakarya Firmansyah

 

Kata kunci: model pembelajaran drill and practice, pembelajaran demonstrasi, hasil belajar, TIK Banyak siswa mengeluh materi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sulit untuk dipahami. Sebagian menganggap TIK bukan pembelajaran yang menyenangkan karena kurang terbiasa menggunakan program dan kurang memahami materi yang dijelaskan. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan untuk merubah paradigma siswa dengan mengoptimalkan pembelajaran TIK melalui model pembelajaran drill and practice. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar TIK siswa pada model pembelajaran drill and practice, mendeskripsikan hasil belajar TIK siswa menggunakan pembelajaran demonstrasi, mengetahui perbedaan hasil belajar TIK siswa pada model pembelajaran drill and practice dan pembelajaran demonstrasi. Penelitian eksperimen nyata (true experiment) ini dilakukan di SMA Islam Kepanjen pada semester 2 tahun ajaran 2010/2011. Populasi penelitian adalah siswa kelas X. Sampel penelitian adalah kelas X.5 sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran drill and practice. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelas X.6 dengan pembelajaran demonstrasi. Instrumen perlakuan berupa RPP, sedangkan instrumen pengukuran hasil belajar meliputi penilaian tes, afektif, psikomotor, dan respon keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran drill and practice dengan pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar siswa adalah uji-t. Setelah dilakukan model pembelajaran drill and practice, diperoleh kelas eksperimen dengan rata-rata hasil belajar 85,77, serta kelas kontrol dengan rata-rata hasil belajar 82,55, selain itu terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kelas ekperimen dan kelas kontrol dengan thitung (3,929) > ttabel (1,9925) dan sig (p) = 0,000 < 0,05 (sangat signifikan). Maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa adanya perbedaan model pembelajaran drill and practice dengan pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips untuk meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa dalam pembelajaran geografi kelas VII-A MTs Negeri Kandat Kediri / Ria Diana Wati

 

Kata Kunci: model pembelajaran talking chips, keaktifan berkomunikasi. Keterampilan berkomunikasi dalam pembelajaran Geografi memiliki peranan penting. Namun, keterampilan tersebut belum dikuasai siswa dengan baik. Hasil observasi pada saat kegiatan diskusi menunjukkan, bahwa hanya 31.25% siswa kelas VII-A yang terampil berkomunikasi, sedangkan sebagian besar 68.75% belum dapat berkomunikasi dengan baik. Ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik tersebut terjadi karena strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum membuat siswa aktif berkomunikasi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VII-A sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keaktifan guru, angket respon siswa, format catatan lapangan, dan lembar observasi keaktifan siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor keaktifan berkomunikasi siswa. Peningkatan keaktifan berkomunikasi siswa diketahui dengan membandingkan rata-rata skor keaktifan berkomunikasi siswa pada saat pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe talking chips dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa dari pra tindakan sampai siklus kedua. Pada pra tindakan hanya 31.25% meningkat menjadi 56.07% pada siklus I, dan 84.67% pada siklus kedua. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar model pembelajaran ini digunakan untuk meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa.

Pengaruh suhu terhadap frekuensi gagal berpisah (Nondisjunction) kromosom kelamin X Drosophila melanogaster starin yellow (y) dan strain yellow white (yw) / oleh Susilaningsih

 

Perbandingan daya desinfeksi ekstrak daun sirih (piper betle L) kultivar Jawa dan hudang dalam berbagai konsentrsi terhadap Staphylococcus aureus dan Candida sp. / oleh Khoirul Mahfud

 

Perbedaan pengaruh antara pemberian tugas dalam bentuk mengerjakan latihan soal-soal dan dalam bentuk membuat rangkuman terhadap hasil belajar biologi siswa kelas II SMPN 2 Malang / oleh Supriyatin

 

Keefektifan pembelajaran larutan penyangga menggunakan ceramah demonstrasi dan praktikum berbantuan diagram Vee ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa / Ardian Trio Wicaksono

 

Pengaruh penggunaan media pembelajaran dua dan tiga dimensi pada mata pelajaran IPA pokok bahasan tumbuhan terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN Purwantoro XI Kecamatan Blimbing Kota Malang / oleh Sunarmi

 

Penetapan harga pokok kelas perawatan berdasarkan metode full costing pada instalasi rawat inap di RSIA Aminah Kota Blitar tahun 2007 / Arifiara Vitriana Hermanu

 

Salah satu modal pokok yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bangsa adalah masalah kesehatan. Sebagai upaya mempertahankan serta meningkatkan mutu pelayanan, RSIA perlu memperhatikan harga pokok dalam penetapan tarif jasa layanan rawat inapnya untuk kelangsungan operasional Rumah Sakit. Untuk penetapan harga pokok kelas perawatan rawat inap, Rumah Sakit sebaiknya memiliki dasar perhitungan yang jelas, diantaranya dapat dengan menggunakan metode full costing. Akan tetapi dalam perhitungannya pihak RSIA hanya menggunakan estimasi yaitu dengan membandingkan dengan Rumah Sakit pesaing, tanpa dasar perhitungan yang jelas. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok per kelas perawatan dengan menggunakan metode Full Costing pada IRNA di RSIA Aminah Blitar tahun 2007. Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode interview dan metode dokumentasi. Adapun metode pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah menghitung harga pokok dengan menggunakan metode full costing sesuai dengan teori yang ada, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: a) mengidentifikasi biaya pada IRNA yaitu Biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik (BOP), b) mengalokasikan biaya-biaya tersebut, pada setiap kelas yang ada di IRNA, c) menghitung harga pokok untuk masing-masing kelas yang ada di IRNA. Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Rumah Sakit belum menggunakan metode full costing dalam menghitung harga pokok per kelas perawatan. Dalam praktiknya pihak Rumah Sakit belum mengalokasikan biaya-biaya per kelas perawatan yang ada di IRNA sehingga pihak Rumah Sakit sulit menentukan harga pokok dan tarif kelas perawatannya dengan menggunakan metode full costing. Hasil pembahasan dalam penelitian ini dalam menghitung harga pokok per kelas perawatan di IRNA dengan menggunakan metode full costing adalah Ruang Bersalin (RB) kelas VIP I sebesar Rp 71.103,80, kelas VIP II 71.103,80, kelas I sebesar Rp 62.420,59, kelas II sebesar 57.289,00 kelas III sebesar Rp 66.775,14. Sedangkan Ruang Anak (RA) kelas II sebesar Rp 60.144,93, kelas III A sebesar Rp 56.964,67, kelas III B sebesar 57.577,45, kelas III C sebesar 53.414,09, kelas III D sebesar Rp 53.414,09 dan ruang bayi sebesar Rp 57.372,10. Sebaiknya Rumah Sakit mempunyai perhitungan sendiri dalam menentukan harga pokok per kelas perawatan, sehingga dari perhitungan tersebut pihak Rumah Sakit dapat menentukan realisasi biaya produksi, harga jual, dan laba rugi dengan tepat.

Pengembangan media audio visual kosa kata HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) 2 untuk keterampilan berbicara program studi pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang / Ana Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Ana. 2016. Pengembangan Media Audio Visual Kosakata HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) 2 Untuk Keterampilan Berbicara Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: M. Kharis, S.Pd., M.Hum. Kata kunci: pengembangan media, media audio visual, HSK, bahasa Mandarin. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual kosakata HSK 2. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan milik Sugiyono yang telah dimodifikasi oleh pengembang menjadi tujuh langkah, dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif kualitatif. Subjek uji coba adalah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin tahun 2015 offering A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Pengembangan ini menghasilkan sebuah media berbentuk CD, bertema kehidupan sehari-hari dengan 40 kosakata, dilengkapi dengan arti dan contoh kalimat dalam bahasa Indonesia. Media ini juga memiliki soal latihan yang berjumlah 20 soal, selain itu terdapat audio kosakata yang dapat diputar sebanyak kebutuhan pengguna, sehingga pengguna dapat menirukan dan melatih kemampuan berbicara dengan menggunakan audio tersebut secara berulang-ulang, dengan pelafalan dan nada yang benar. Selain itu terdapat gambar yang dapat memperjelas makna kosakata, sehingga semakin memudahkan pengguna untuk memahami dan mengingat arti koskata tersebut. Media audio visual ini layak dipergunakan sebagai media belajar mandiri dalam mempelajari kosakata HSK 2. Dari hasil analisis uji coba ahli media diperoleh persentase sebesar 72,5%, ahli materi sebesar 95%, dan mahasiswa sebesar 89, 72% . Hal ini menunjukkan bahwa media audio visual ini layak untuk dipergunakan sebagai media pembelajaran untuk keterampilan berbicara.  

Pengaruh tingkat kemasan buah dan suhu pengeringan benih terhadap daya kecambah benih tomat (Lycopersicum esculentum Mill) varietas maascross / oleh Herlenawati

 

Pengaruh kesadahan terhadap penetapan foafat dengan pereaksi amonium molibdat secara spektrofotometri / oleh Istimrorun Nasiroh

 

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan peran karakteristik regional di Jawa Timur (periode 2000-2009) / Basuki Prasetiyo Kurniawan

 

Kata Kunci : Aglomerasi, tenaga kerja, inflasi, laju openness, human capital, pertumbuhan ekonomi (PDRB), dan panel data. Aglomerasi dan pertumbuhan ekonomi sudah menjadi fakta, yaitu sebagai cermian atau gambaran perbedaan pembangunan di Indonesia. Menciptakan pembangunan kota menuju kearah yang lebih baik, maka diperlukan strategi yang baik terhadap daerah baik pada saat sekarang maupun di masa yang akang datang. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui pengaruh aglomerasi di Jawa Timur. Data terdiri dari 38 daerah dimana 29 merupakan kabupaten dan 8 merupakan kota selama periode tahun 2000 – 2009, data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dalam bentuk angka sehingga penelitian ini menggarah kepada penelitian kuantitatif. Berdasarkan karakteristik masalah, penelitian ini tergolong penelitian kausal-komparatif. jenis data adalah panel data dan metode yang digunakan adalah GLS (General Least Square) untuk memproses perhitungan data panel. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah aglomerasi (X1), tenaga kerja (X2), inflasi (X3), laju openness (X4), dan human capital (X5). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang termasuk pada penelitian causal comparative research. Tipe penelitian ini untuk menguji dan mengungkapkan hubungan sebab – akibat antara dua variabel atau lebih. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel, dan termasuk data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dan penelitian kepustakaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan software ekonometrika yaitu Eviews 6 untuk melakukan uji asumsi klasik serta uji regresi terhadap variabel bebas yang ada. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari aglomerasi, tenaga kerja dan pendidikan (human capital) terhadap pertumbuhan ekonomi. nilai positif dari hasil analisis data menunjukkan pengaruh yang searah. Berdasarkan hasil analisis uji t di atas, diketahui bahwa variabel aglomerasi mempunyai nilai t hitung 3,874044 > dari t tabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0,0001 lebih kecil dari α = 0,05 Hal ini menunjukkan bahwa variabel aglomerasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Variabel tenaga kerja mempunyai nilai t hitung 3,051060 > dari t tabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0,0025 lebih kecil dari α = 0,05. Variabel ekspor mempunyai nilai t hitung -0,584340< dari t tabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0,5594 lebih besar dari α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ekspor tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Variabel inflasi mempunyai nilai t hitung -0,395801 < dari t tabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0,6925 lebih besar dari α = 0,05. Variabel pendidikan mempunyai nilai t hitung 17,84659 > dari t tabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0,0000 lebih kecil dari α = 0,05 menunjukkan bahwa variabel pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Ini berarti variabel aglomerasi, tenaga kerja, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah(PDRB). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditentukan baik oleh aglomerasi, tenaga kerja, dan pendidikan (human capita) yang berpengaruh positif dengan nilai yang signifikan serta inflasi dan ekspor (laju openness) walaupun nilainya tidak signifikan. Aglomerasi, tenaga kerja, dan pendidikan (human capital) yang mempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja di sektor industri dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Sistem informasi akademik siswa SMK Negeri 1 Bojonegoro berbasis visual basic 6.0 / Doody Aulia Rahman

 

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menyebabkan setiap aktifitas manusia tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teknologi. Komputer, dan jaringan salah satu teknologi yang cepat berkembang dan merupakan simbol cara mendapatkan informasi dengan cepat, mudah dan efisien. Hal ini berpengaruh terhadap aktifitas antara lain pada sektor pendidikan. Pendidikan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mendidik dan mencerdaskan anak sebagai penerus dan harapan suatu bangsa. Pendidikan sangat dianjurkan di berbagai negara-negara besar yang sudah maju pada umumnya dan khususnya negara-negara yang sedang berkembang. Dengan pendidikan itu suatu bangsa akan maju dan tidak buta dengan teknologi sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lain dalam menghadapi perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern dan pesat perkembangannya. Sistem informasi dan teknologi sangat erat hubungannya dengan dunia pendidikan dan yang terjadi saat ini di SMK Negeri 1 Bojonegoro belum mempunyai suatu sistem informasi akademik yang menggunakan sebuah jaringan komputer dan mampu diakses secara langsung. Oleh karena itu perlu dibuat aplikasi sistem informasi akademik siswa yang mampu tampil pada desktop komputer, mampu menangani konfirmasi data nilai siswa secara sistematis yang berbasis Visual Basic 6.0 yang mampu menampilkan aplikasi dekstop yang bersifat user friendly, untuk itu dipilih SQL Server 2000 sebagai database sekaligus server dalam jaringan sehingga aplikasi ini dapat terhubung dengan beberapa client. Sistem Informasi Akademik ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi pada SMK Negeri 1 Bojonegoro dalam bidang informasi data akademik siswa dan berguna sebagai salah satu media penunjang untuk mempermudah sarana informasi data akademik siswa antara siswa dengan guru kelas di sekolah.

Pengembangan modul geografi model Depdiknas berbasis kearifan lokal Bali pada kompetensi inti pengetahuan tentang lingkungan hidup SMA/MA kelas XI / I Gede Ade Putra Adnyana

 

Adnyana, I Gede Ade Putra. 2014. Pengembangan Modul Geografi Model Depdiknas Berbasis Kearifan Lokal Bali pada Kompetensi Inti Pengetahuan Tentang Lingkungan Hidup SMA/MA Kelas XI. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U. Kata Kunci: Modul Geografi Model Depdiknas, Kearifan Lokal Bali    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Geografi Model Depdiknas Berbasis Kearifan Lokal Bali pada Kompetensi Inti Pengetahuan Tentang Lingkungan Hidup SMA/MA Kelas XI. Modul terdiri dari tiga set, Modul 1 tentang perilaku peduli, Modul 2 tentang sikap responsif mencegah dan mengatasi permasalahan, dan Modul 3 tentang sikap tanggung jawab melestarikan permasalahan lingkungan hidup. Modul dikembangkan berdasarkan permasalahan lingkungan yang tidak sesuai dengan kearifan lokal. Pengembangan juga berdasarkan keterbatasan bahan ajar yang sesuai dengan budaya dan lingkungan siswa dan kelemahan buku teks yang digunakan. Kearifan lokal yang diintegrasikan ke dalam materi termasuk dalam pendekatan human welfare ecologi.    Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural Dick and Carey. Model tersebut dimodifikasi berdasarkan kebutuhan pengembangan, sehingga langkah-langkah pengembangannya antara lain: 1) analisis kebutuhan; 2) analisis materi; 3) penulisan bahan ajar; 4) validasi ahli dan uji coba; dan 5) revisi. Uji coba dilakukan setelah modul divalidasi oleh ahli isi/materi tentang lingkungan hidup dan kearifan lokal Bali, ahli bahasa Indonesia, dan ahli Teknologi Pembelajaran. Uji coba modul terdiri dari uji coba kelompok kecil dan besar di SMA Lab Undiksha Singaraja dan SMA N 4 Singaraja. Jumlah subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari 15 siswa, sedangkan kelompok besar 30 siswa. Data uji coba diolah menggunakan analisis deskriptif.    Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar tambahan. Kelayakan tersebut nampak dari data kuantitatif dan kualitatif validasi ahli dan uji coba. Berdasarkan data validasi ahli, tanggapan guru, dan tanggapan siswa pada uji coba, modul sudah termasuk dalam kategori sangat efisien. Keefisienan modul juga nampak dari hasil tes dan revisi modul yang telah dilakukan. Revisi dilakukan tiga kali. Revisi pertama berdasarkan data validasi ahli, revisi kedua berdasarkan data uji coba kelompok kecil, dan revisi ketiga berdasarkan data uji coba kelompok besar. Perbaikan pada revisi pertama meliputi: isi materi, kalimat, kosa kata, paragraf, desain sampul dan isi modul. Perbaikan pada revisi kedua meliputi: kajian terhadap isi materi dan ditambahkan petunjuk penilaian pada lembar jawaban evaluasi tiap modul. Sedangkan perbaikan pada revisi ketiga meliputi: soal evaluasi pada Modul 2 ditambahkan atau direvisi agar mudah dipahami, pada halaman sampul ditambahkan kolom identitas siswa, dan istilah penting pada modul perlu ditebalkan/bold. istilah penting tidak ditebalkan karena dapat diperhatikan pada Indeks. Produk perlu dikembangkan menjadi modul online dan dieksperimenkan untuk mengetahui efektivitasnya dalam pembelajaran memahami lingkungan hidup.

Jumlah koloni bakteri Escherichia ccoli pada manisan kering buah mangga yang dijual di beberapa pasar swalayan di Kotamadya Malang / oleh Anis Mu'arifah

 

Kualitas mikrobiologi jamu serbuk yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri berdasarkan angka lempeng total koloni kapang serta identifikasi kapang kontaminan dominan / Putri Moortiyani al Asna

 

ABSTRAK Putri, Moortiyani Al Asna. 2016. Kualitas Mikrobiologi Jamu Serbuk yang Berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Kapang Serta Identifikasi Kapang Kontaminan Dominan. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata kunci : kualitas mikrobiologi, angka lempeng total koloni kapang, jamu serbuk, kapang kontaminan Jamu adalah obat tradisional hasil ramuan dan warisan secara turun - temurun dari nenek moyang yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, sari atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan dalam upaya pengobatan berdasarkan pengalaman masyarakat. Jamu serbuk pegal linu dan galian singset merupakan jamu yang paling diminati di Kota Pare Kabupaten Kediri. Seperti halnya produk makanan, jamu serbuk umumnya mengandung bahan nabati yang dapat terkontaminasi oleh kapang kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan nilai Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang jamu serbuk yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, (2) menganalisis kualitas mikrobiologi jamu serbuk berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, (3) menentukan spesies kapang dominan pada jamu serbuk yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif observasional, untuk menentukan kelayakan konsumsi dan kualitas jamu serbuk secara mikrobiologi dengan menghitung nilai Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang dalam tiap gram sampel masing-masing jamu serbuk beserta kapang kontaminan dominan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Maret tahun 2016 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dibeli dari 5 toko yang telah ditentukan di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Sampling jamu serbuk dipilih dengan teknik sampling acak terpilih (Purposive Random Sampling). Toko jamu yang dipilih sebagai tempat pengambilan sampel yaitu toko jamu yang banyak dikunjungi oleh para konsumen jamu berdasarkan hasil survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai ALT koloni kapang dari sampel sediaan jamu serbuk pegal linu yaitu 1,7x103 cfu/gram, sedangkan rerata nilai ALT koloni kapang dari sampel sediaan jamu serbuk galian singset yaitu 1,3x103 cfu/gram. Berdasarkan ketetapan Dirjen POM, persyaratan batas ambang maksimal cemaran kapang kontaminan pada sediaan jamu serbuk yaitu tidak lebih dari 104 cfu/gram. Mengacu pada ketetapan tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa sampel sediaan jamu serbuk baik pegal linu maupun galian singset yang diteliti memiliki kualitas mikrobiologi yang baik, layak, dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Setelah dilakukan proses identifikasi, spesies kapang kontaminan dominan pada sediaan jamu serbuk pegal linu dan galian singset yaitu spesies kapang Aspergillus niger van Tieghem.

Pengaruh lamanya pemasakan dan dosis peragian terhadap hasil pembuatan tape ketela pohon / oleh Soedjono Basoeki

 

Pengaruh dukungan sosial orang tua dan efikasi diri akademik terhadap prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang / Putri Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Putri. 2016. Pengaruh Dukungan Sosial Orang Tua dan Efikasi Diri Akademik terhadap Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Baru Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo., S.Psi, M.Psi. Kata kunci: dukungan sosial orang tua, efikasi diri akademik, prestasi akademik Mendapat sebutan sebagai mahasiswa merupakan suatu kebanggan sekaligus tantangan. Tuntutan terbesar yang dialami oleh mahasiswa adalah yang berkaitan dengan kesuksesan di bidang akademik. Terdapat berbagai faktor untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, seperti faktor lingkungan keluarga dan efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran dukungan sosial orang tua mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi, (2) untuk mengetahui gambaran efikasi diri akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi, (3) untuk mengetahui gambaran prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi, (4) untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi, (5) untuk mengetahui pengaruh efikasi diri akademik terhadap prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi, (6) untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua dan efikasi diri akademik terhadap prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru Fakuktas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dengan sampel sejumlah 100 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan prosentase skor T, dan dianalisis regresi menggunakan teknik regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi universitas Negeri Malang (1) memiliki tingkat dukungan sosial orang tua yang relatif sama, (2) memiliki tingkat efikasi diri akademik lebih banyak yang rendah, (3) memiliki tingkat prestasi akademik yang tinggi, (4) ada pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap prestasi akademik, (5) ada pengaruh efikasi diri akademik terhadap prestasi akademik, dan (6) ada pengaruh dukungan sosial orang tua dan efikasi diri akademik terhadap prestasi akademik mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.

Inventarisasi tumbuhan marga (Gramineae) dan (Cyperaceae) sebagai gulma padi di wilayah persawahan Bakalan Kotamadia Malang / oleh Zunif Setyorini

 

Studi tentang perbandingan kemampuan resin alam zeolit dan resin sintetik penukaran kation dalam menurunkan kadar ion kalsium dari air sadah
oleh Machmudah

 

Pengaruh ROE dan DER terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan deviden pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di BEI tahun 2010-2014 / Siti Hajar Sasmita

 

ABSTRAK Sasmita, SitiHajar. 2016. Pengaruh ROE dan DER TerhadapNilai Perusahaan melaluiKebijakanDividenpada Perusahaan OtomotifdanKomponen yang terdaftar di BEI Tahun 2010—2014.Skripsi, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (1) Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M., (2) Hj. Fadia Zen, S.E., M.M., Kata Kunci: Tobin’s Q, Return on Equity, Debt to Equity Ratio, dan Dividend Payout Ratio Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuikondisinilaiperusahaan, ROE, DER, dan DPR padaperusahaanotomotifdankomponenn yang terdaftar di BEIselamatahun 2010—2014.Selainitupenelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh ROE (X1)terhadapnilaiperusahaan (Y), DER (X2) terhadapnilaiperusahaan (Y), DPR (X3)terhadapnilaiperusahaan (Y), ROE (X1), DPR (X3), DER (X2)terhadap DPR (X3)danuntukmengetahuiapakah DPR (X3)dapatmemediasiantara ROE (X1)dan DER (X2)terhadapNilaiperusahaan. Penelitianinimerupakanjenispeneltianasosiatifkausalitas(sebab-akibat).Perusahaan yang digunakanadalahperusahaanotomotifdankomponen yang terdaftar di BEI tahun 2010-2014 denganteknikpurposive samplingdiperolehsampelsebanyak 7 perusahaan.teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisjalur (path analysis)denganbantuan software SPSS 20.0 dengantarafsignifikansi 0,05. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: 1) Nilaiperusahaanmenunjukkangrafikberfluktuasidengantrenstabil, ROEdan DERmenunjukkangrafikrelatifberfluktuasidengantrenmenurun, dan DPR menunjukkangrafikrelatifberfluktuasidengantrennaik. 2) ROE berpengaruhpositifsignifikanterhadapnilaiperusahaan, 3) DER tidakberpengaruhterhadapnilaiperusahaan, 4) DPR tidakberpengaruhterhadapnilaiperusahaan, 5) ROE berpengaruhsignifikannegatifterhadap DPR, 6) DER berpengaruhsignifikannegatifterhadap DPR,dan 7) DPR tidakdapatmemediasi DER dan ROEterhadapnilaiperusahaan. Saran yang diberikanberkaitandenganhasilpenelitianiniadalahsebagaiberikut: 1) bagiperusahaanhendaknyalebihmeningkatkankinerjakeuangannyadengancarameningkatkan ROE, 2) bagi investor sebaiknyalebihjelisebelumberinvestasi, denganmempertimbangkanpengelolaankeuntunganperusahaan, dan 3) bagipenelitiselanjutnyasebaiknyamenggunakansampeldariperusahaanmanufakturlainnya, sertadapatmenggunkanvariabel lain yang dapatmempengaruhinilaiperusahaansepertistrukturkepemilikan, ukuranperusahaanmaupun CSR.

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan dan minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa prodi S1 Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Andika Wahyu Hanusa Bhakti

 

Kata Kunci : pemanfaatan perpustakaan, minat baca, prestasi belajar Keberadaan perpustakaan di dalam sebuah lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi merupakan suatu hal yang sangat penting. Perpustakaan di perguruan tinggi merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan yang terjadi di sebuah lembaga perguruan tinggi dalam upaya mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas. Perpustakaan perguruan tinggi adalah salah satu sumber bahan rujukan, sumber belajar serta sumber informasi sehingga perpustakaan perguruan tinggi mempunyai posisi penting bagi keberhasilan studi mahasiswa. Mahasiswa adalah salah satu komponen sivitas akademika yang sedang menuntut ilmu pengetahuan, maka dari itu membaca semestinya menjadi agenda pokok mahasiswa. Dengan membaca akan menjadikan sumber inspirasi, sumber pengetahuan dan mengasah kekritisan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki minat baca yang tinggi, senantiasa mengisi waktu luang dengan membaca. Keaktifan dan ketekunan mahasiswa untuk membaca buku sangat dipengaruhi oleh minat mahasiswa untuk membaca. Bila minat baca di kalangan mahasiswa telah tumbuh dan berkembang, diharapkan prestasi belajar pun akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) pengaruh pemanfaatan perpustakaan terhadap prestasi belajar mahasiswa prodi S1 pendidikan ekonomi fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) pengaruh minat baca terhadap terhadap prestasi belajar mahasiswa prodi S1 pendidikan ekonomi fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) pengaruh pemanfaatan perpustakaan dan minat baca terhadap terhadap prestasi belajar mahasiswa prodi S1 pendidikan ekonomi fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi S1 pendidikan ekonomi angkatan 2009 yang berjumlah 101 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial dengan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan uji t dan uji F. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan secara parsial pemanfaatan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, pengaruh minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Sedangkan secara simultan pengaruh pemanfaatan perpustakaan dan minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah: 1. bagi Universitas Negeri Malang, diharapkan lebih meningkatkan lagi peranan perpustakaan seperti pengadaan bahan bacaan agar lebih ditambah lagi demi menambah referensi bacaan untuk menunjang ii kegiatan perkuliahan sehingga perpustakaan mampu menunjang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan baik. 2. bagi mahasiswa, hendaknya mengoptimalkan pemanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi yang dapat membantu saat mengalami kesulitan belajar maupun saat mencari bahan untuk pembuatan tugas-tugas perkuliahan sehingga akan meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, mahasiswa diharapkan terus berusaha meningkatkan minatnya terhadap bacaan, karena hal tersebut dapat memperluas ilmu pengetahuannya sehingga dapat mendatangkan kesuksesan dalam studinya. 3. bagi peneliti selanjutnya, diharapkan meneliti variabel lain yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya, dengan menambah sub variabel dan indikator dalam melakukan penelitian di tempat lain yang sejenis.

Implementasi model siklus belajar dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses dan proses dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2005/2006 / oleh Asrori Ahmad

 

Angka kapang dan jenis kapang kontaminan yang terdapat pada ikan teri (stolephorus Sp.) yang dijual di pasar kotamadya Malang / oleh Sri Wulaningsih

 

Hubungan antara NEM MIPA dengan nilai biologi umum mahasiswa TPB FPMIPA IKIP MALANG angkatan tahun 1994/1995 / oleh Habibullah

 

Using computer based British Council's short stories to improve reading comprehension for the eight graders of MTs Hamid Rusydi Malang / Yeni Nurhayati Setyo Rahayu

 

Unpublished thesis Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang, Advisors (i) Dr. Arwijati W. M, DipTESL., M.Pd, (ii) Dr. Sri Rachmajanti, DipTESL., M.Pd Key words: computer-based British Council's Short Stories, reading comprehension. The objective of the study is to examine and describe how British Council‘s short stories can improve the reading comprehension ability of the eighth graders of MTs Hamid Rusydi Malang. Based on the preliminary study, the students cannot find the topic of the paragraph or the text, they need a long time to answer comprehension questions, and the result of the reading test in preliminary study was still poor and low. The researcher wants to improve their achievement by using Computer Based British Council's short stories applying the story mapping. The problem in this research is "How can the use of Computer Based British Council's short stories improve the reading comprehension of the eighth graders of MTs Hamid Rusydi Malang?" This study employed collaborative classroom action research, in which the teacher and the collaborator worked together in planning, implementing the action, observing the action and reflecting the action. The subjects of this research were 25 students 2010/2011 academic year. This research was done in two cycles with some steps: planning, implementing, observing the action and reflecting. Referring to the findings of the research, the percentage of the improvement of the reading comprehension ability in cycle 1 is 60% and in cycle 2 is 88%. The activities in computer based British Council's short stories have improved the students' achievement and based on the result of observation checklists make them more active. They enjoyed the teaching and learning activities through the implementation of Computer Based British Council's Short Stories. So, it is suggested that the English teachers of other schools should implement the Computer-Based British Council's Short Stories in reading comprehension if their class has the same problem as the eighth graders of MTs Hamid Rusydi Malang. Future researchers can conduct the research about Computer-Based British Council's Short Stories in teaching language skills and language components with different text. Although most of the student s could finish it on time the future researchers should manage the time effectively, use on line dictionary, Encarta dictionary and use another story map to save the time.

Hubungan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah, dan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dengan semangat kerja guru sekolah dasar negeri di Kota Kupang / Martinus M. Krowin

 

Kata kunci: perilaku kepemimpinan, komitmen, iklim sekolah, pembuatan keputusan, semangat kerja Guru merupakan salah satu komponen pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam usaha pembentukan sumberdaya manusia yang handal di bidang pendidikan. Oleh karena itu guru harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dewasa ini kualitas pendidikan sangat memprihatinkan hal itu disebabkan antara lain lemahnya semangat kerja guru, karena itu perlu ada upaya untuk menemukan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi semangat kerja guru. Berdasarkan uraian singkat tersebut, diduga ada hubungan langsung dan tidak langsung antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah, pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dengan semangat kerja guru. Oleh sebab itu untuk meneliti kebenaran dari dugaan tersebut maka dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) bagaimanakah perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah, pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dan semangat kerja guru?, (2) apakah terdapat hubungan langsung dan hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah, dan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dengan semangat kerja guru? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian deskriptif-korelasional. Data penelitian setelah ditabulasi kemudian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas semangat kerja guru, perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah dan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan berada dalam kategori baik. Sedangkan hasil analisis jalur menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpian kepala sekolah dengan komitmen guru; (2) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim organisasi sekolah; (3) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan ;(4) hubungan langsung yang signifikan antara komitmen dengan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan; (5) hubungan langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan; (6) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan semangat kerja guru; (7) hubungan langsung yang tidak signifikan antara komitmen guru dengan semangat kerja guru; (8) hubugan langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan semangat kerja guru; (9) hubungan langsung yang tidak signifikan antara pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dengan semangat kerja guru; (10) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan melalui komitmen guru; (11) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan melalui iklim organisasi sekolah; (12) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan semanagt kerja guru melalui komitmen; (13) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan semangat kerja guru melalui iklim organisasi sekolah; (14) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan semangat kerja guru melalui pelibatan guru dalam pembuatan keputusan; (15) hubungan tidak langsung yang signifikan antara komitmen dengan semangat kerja guru melalui pelibatan guru dalam pembuatan keputusan; (16) hubungan tidak langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan semangat kerja guru melalui pelibatan guru dalam pembuatan keputusan. Berdasarkan hasil-hasil penelitian ini, maka berikut ini akan disampaikan beberapa saran: (1) bagi Dinas Pendidikan dan Olahraga: hasil penelitian ini hendaknya dijadikan sebagai bahan informasi untuk melakukan pembinaan bagi para kepala sekolah tentang pentingnya peningkatan perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah dan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan dalam rangka meningkatkan semangat kerja guru, (2) bagi kepala sekolah: hasil penelitian ini dijadikan bahan informasi yang berguna untuk selalu mempertahankan dan dapat meningkatkan perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, iklim organisasi sekolah, dan pelibatan guru dalam pembuatan keputusan sehingga semangat kerja guru tetap terpelihara bahkan ditingkatkan. (3) bagi guru: hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan masukan untuk tetap menjaga dan meningkatkan profesionalismenya dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab demi meningkatkan kualitas pendidikan; (4) bagi peneliti: berkenaan dengan masih banyak variabel lain yang terkait dengan semangat kerja guru tetapi belum disentuh sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk meneliti variabel bebas lainnya yang mungkin berpengaruh terhadap semangat kerja guru.

Kondisi dan cara pengelolaan laboratorium biologi di SMU Negeri se-kodya Malang tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Sri Amini

 

Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SDN Gondang III Bojonegoro pada mata pelajaran matematika kelas V semester 2 / Nur Fadlilatus Shiyam

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model Jigsaw, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN Gondang III Bojonegoro diketahui bahwa dalam pembelajaran Matematika, aktivitas dan hasil belajar siswa rendah, guru hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Dari hasil data kegiatan pembelajaran pra tindakan, diketahui bahwa siswa yang serius dan perhatian dalam mengikuti pembelajaran Matematika sebesar 58% dan 67%. Hasil pembelajaran diketahui bahwa 6 (40%) siswa yang tuntas dan 9 (60%) siswa tidak tuntas. Tujuan penelitian ini Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika siswa kelas V SDN Gondang III Bojonegoro. Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi waktu selama 2 jam pelajaran setiap pertemuan, setiap jam pelajaran berdurasi 35 menit. Tindakan yang dilakukan yaitu menerapkan model pembelajaran Jigsaw. langkah-langkah pembelajarannya adalah: (1) siswa membentuk kelompok secara hetrogen (2) 2-4 orang siswa berdiskusi dalam kelompok ahli, (3) setelah berdiskusi di kelompok ahli, siswa kembali dan berdiskusi dalam kelompok asal, (4) siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Penerapan model pembelajaran Jigsaw mengalami perubahan pada Siklus II mengenai komponen tugas dan posisi kelompok ahli, yaitu dengan sistem bergantian (rolling) pada setiap anggota kelompok ahli yang memberikan penjelasan pada kelompok asal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes tiap siklus, lembar observasi dan catatan lapangan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Jigsaw melalui Penelitian Tindakan Kelas dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Gondang III Bojonegoro pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan pecahan. Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas belajar siswa dari pembelajaran pada siklus I sebesar 72% dan meningkat menjadi 88% pada Siklus II.(2) Hasil belajar siswa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari rata-rata pada pra tindakan sebesar 45, pada siklus I sebesar 60,6 dan menigkat menjadi 74 pada Siklus II. Adapun saran yang disampaikan peneliti yaitu penerapan model pembelajaran Jigsaw supaya terus diupayakan sehingga mampu mendeteksi kesalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar.

Manajemen pembelajaran sentra dan lingkaran: studi multikasus pada lembaga pendidikan anak usia dini Anak Saleh dan Taman Harapan di Kota Malang / Awit Pripasci Putri

 

Metode Pembelajaran Sentra dan Lingkaran (Seling) adalah suatu proses pembelajaran dengan konsep pembelajaran konstruktif yang bertujuan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak usia 2 s.d. 4 tahun melalui bermain yang terencana dan terarah. Metode ini direkomendasikan Direktorat PAUD untuk dirujuk oleh pengelola lembaga PAUD sebagai metode pembelajaran pada Kelompok Belajar (KB) atau playgroup. Di Kota Malang banyak lembaga PAUD yang menerapkan pembelajaran Seling, namun terdapat dua KB yang telah mengikuti pelatihan metode pembelajaran Seling hingga ke tingkat nasional, yaitu KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan. Saat ini kedua KB tersebut menjadi tempat magang bagi guru PAUD dari lembaga lain yang akan mempelajari metode pembelajaran Seling. Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui manajemen pembelajaran Seling di KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan, dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) sejarah; (2) sentra-sentra yang ada; (3) perencanaan; (4) pengorganisasian; (5) pelaksanaan; dan (6) penilaian dalam pembelajaran Seling. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksplanatoris, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah multikasus karena terdapat dua kasus pada dua objek penelitian, yaitu KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan di Kota Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran Seling. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan pengerjaan dan pengorganisasian data, dan setelah pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah mengklasifikasi data, menyaring data, dan menarik kesimpulan. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menggunakan empat kriteria, yaitu (1) kredibilitas atau kepercayaan; (2) dependabilitas atau kebergantungan; (3) konfirmabilitas atau kepastian, dan (4) transferabilitas atau keteralihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Seling di KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pembelajaran dilakukan oleh tim yang terdiri atas kepala sekolah, koordinator KB, guru kelas, serta guru sentra. Adapun perencanaan yang disusun yaitu rencana pembelajaran tahunan, bulanan, mingguan, dan harian. Di KB Anak Saleh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan urutan, (1) kegiatan pagi; (2) makan bersama; (3) transisi, (4) pijakan lingkungan; (5) pijakan sebelum bermain; (6) pijakan saat bermain; (7) pijakan setelah bermain; dan (8) kegiatan penutup. Sedangkan di KB Taman Harapan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan urutan, (1) pijakan lingkungan; (2) kegiatan pagi; (3) transisi; (4) pijakan sebelum bermain; (5) pijakan saat bermain; (6) pijakan setelah bermain; (7) makan bersama; dan terakhir (8) kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan di KB Anak Saleh yaitu secara harian, mingguan, tengah semester, dan semester. Adapun penilaian yang dilaporkan kepada orang tua adalah pada saat tengah semester dengan menggunakan Laporan Perkembangan Anak Didik, dan pada akhir semester dengan menggunakan Buku Laporan Perkembangan Anak. Penilaian yang dilakukan di KB Taman Harapan yaitu secara harian, mingguan, dan pada akhir semester dengan melaporakan perkembangan anak pada Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik. Penelitian tentang manajemen pembelajaran Seling yang dilakukan oleh pengelola KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan menghasilkan temuan-temuan penelitian yang dibahas dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari kedua objek penelitian tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan yaitu dalam: (1) kedudukannya sebagai lembaga PAUD unggulan di Kota Malang; (2) tim perumus perencanaan pembelajaran; (3) tugas guru sentra; (4) pelaksanaan circle time atau waktu membentuk lingkaran; serta (5) penilaian pada proses dan hasil akhir, juga terdapat perbedaan manajemen pembelajaran Seling yang dilakukan oleh pengelola KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan di Kota Malang. Perbedaan tersebut meliputi beberapa aspek, yaitu (1) macam-macam sentra bermain yang disediakan; (2) penyusunan perencanaan pembelajaran, waktu belajar, dan kegiatan ekstra; (3) pengelompokan siswa dan tugas wali kelas; (4) karakteristik siswa; (5) urutan pelaksanaan pembelajaran; dan (6) laporan penilaian hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) pengelola KB Anak Saleh agar mempertahankan penggunaan bahasa positif oleh guru ketika berkomunikasi dengan anak pada saat proses pembelajaran Seling; (2) pengelola KB Taman Harapan agar mengembangkan sentra bermain agar pembelajaran semakin optimal; (3) HIMPAUDI dan Forum PAUD Kota Malang agar mengkaji hasil penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Seling pada lembaga PAUD yang dibimbing; (4) Dinas Pendidikan Kota Malang agar menginformasikan hasil penelitian ini supaya dapat menginspirasi lembaga PAUD lain di Kota Malang; (5) peneliti lain agar melakukan penelitian lanjutan misalnya tentang peningkatan manajemen sarana prasarana dalam menunjang pembelajaran seling, atau upaya pengembangan kompetensi pendidik dalam implementasi pembelajaran Seling.

Analisis kesesuaian isi buku teks biologi kelas II terbitan Depdikbud dengan tuntutan GBPP kurikulum SMU 1993 / oleh Heny Isnaryati

 

Pengaruh pemberian air perasan bawang putih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan Aspergillus flavus / oleh Sapti Adhi Yanuarini

 

Pengaruh pengendalian biaya produksi terhadap hasil produksi : studi kasus pada PG. Kebon Agung Malang / oleh Retnaning Aspuri

 

Interaksi gen pada persilangan Drosophila melanogaster Meigen strain sepia dengan strain cubitus interuptus / oleh Elya Nusantari

 

Pengaruh penambahan kertas koran ke dalam medium dasar serbuk gergaji terhadap berat basah jamur kuping coklat (Auricularia polytricha) / oleh Mumun Nurmilawati

 

Pengembangan model latihan strategi serangan futsal di SMA Negeri 9 Malang / Darus Shufi

 

Permainan futsal merupakan hasil pengembangan dari permainan sepakbola lapangan besar. Salah satu ciri permainan futsal adalah bermain dengan kecepatan. Permainan futsal kini merupakan salah satu pilihan sekolah untuk dijadikan kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka kegiatan peningkatan prestasi. Pada umumnya permainan futsal mempunyai tujuan yang sama dengan permainan sepakbola yaitu memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Hal ini membutuhkan sebuah strategi permainan yaitu strategi serangan yang terkoordinasi. Apabila strategi serangan tersebut sudah bisa dikuasai/terkoordinir dengan baik, tentunya permainan futsal akan berjalan dengan baik, menarik, dan dapat memperbesar peluang untuk menghasilkan gol. Pelaksanaan latihan futsal untuk tingkat pemula terlebih dahulu diperkenalkan dengan teknik dasar yaitu teknik dasar passing, controlling, dribbling, dan shooting. Setelah semua teknik dasar dikuasai selanjutnya adalah melatihkan strategi-strategi dalam permainan futsal. Sesuai dengan tujuan permainan futsal, maka strategi serangan yang baik akan ikut menentukan seberapa besar tim tersebut memperoleh peluang untuk menghasilkan gol dan memperoleh kemenangan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner dengan pihak yang bersangkutan di sekolah SMA Negeri 9 Malang (peserta dan pelatih ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 9 Malang) secara umum diperoleh hasil sebagai berikut: Peserta atau tim kurang menguasai strategi serangan dalam permainan futsal, sedangkan teknik dasar yang dikuasai oleh peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 9 Malang sudah baik. Pelatih belum memberikan model-model latihan strategi serangan futsal yang menarik dan sesuai dengan kondisi saat di lapangan, selama ini strategi yang diberikan oleh pelatih kurang menarik dan kurang relevan dengan keadaan di lapangan karena pelatih hanya memberikan strategi secara lisan dan tidak dipratikkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum adanya model-model latihan strategi serangan futsal yang diterima oleh peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 9 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model-model latihan strategi serangan futsal sehingga dapat memperbesar peluang tim untuk menciptakan gol dan membantu pelatih dalam penyampaian materi strategi serangan. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan research and development dari Borg dan Gall. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk para ahli dan siswa. Dengan kualifikasi, 3 ahli futsal dan 1 ahli media (hanya diambil saran), sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba (kelompok kecil) sebanyak 10 siswa, dan uji lapangan (kelompok besar) sebanyak 24 siswa. Hasil analisis data penelitian berupa pengembangan model latihan strategi serangan futsal di SMA N 9 Malang ini adalah sebagai berikut: dari 3 ahli futsal sudah sesuai di berikan kepada siswa yaitu persentasenya 93,5%, dari uji coba (kelompok kecil) yaitu persentasenya 82,71%, dan dari uji lapangan (kelompok besar), yaitu persentasenya 90,75%, sehingga produk penelitian pengembangan ini memperoleh kelayakan untuk digunakan oleh subjek penelitian. Secara garis besar hasil pengembangan model latihan strategi serangan futsal ini terdiri dari 10 model latihan strategi serangan futsal yang dinamis. Pengembangan model latihan strategi serangan ini didasarkan oleh pola formasi dan unsur-unsur teknik yang dibutuhkan saat melakukan strategi serangan futsal.

Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja (studi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Jatim Selatan, Cabang Malang) / Enik Endahwati

 

ABSTRAK Endahwati, Enik. PengaruhBudayaOrganisasiterhadapKinerjaKaryawanmelaluiKepuasanKerja(StudipadaKaryawan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, WITEL JATIM Selatan Cabang Malang).Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I):Dr. Sopiah, M.Pd., M.M.Pembimbing (II):Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan. Sebagai pencapaianvisidanmisisertatarget perusahaanyang adadalam PT. Telekomunikasi Indonesia,makadiperlukanadanyapengaturandanpendayagunaansumberdaya yang ada, gunameningkatkankinerjakaryawan PT. Telekomunikasi Indonesia. Ada beberapafaktor yang dapatmempengaruhikinerjaperusahaan, antara lain budayaorganisasi yang terciptadariperusahaandankepuasankerjakaryawan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahui: (1)Kondisibudaya organisasi, kepuasan kerjasertakinerjakaryawan PT. Telekomunikasi Indonesia;(2) Pengaruhbudayaorganisasiterhadap kepuasan kerja PT. Telekomunikasi Indonesia; (3) Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia; (4) Pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia; (5) Pengaruhtidaklangsung budaya organisasi terhadapkinerjakaryawanmelaluikepuasankerjapadaPT. Telekomunikasi Indonesia.Penelitianinimenggunakaninstrumenberupakuesionertertutup, dokumentasi, sertaobservasi. PopulasidalampenelitianiniadalahkaryawanPT. Telekomunikasi Indonesia.SampeldalampenelitianiniadalahkaryawanPT. Telekomunikasi Indonesia sebanyak 90 responden.Analisis data dalampenelitianinimenggunakananalisisjalur (path analysis). Berdasarkanhasilanalisisdiketahuibahwa: (1) Kondisibudaya organisasi masukdalamkategoribaik, kepuasan kerjakaryawantinggi, dankinerjakaryawanmasukdalamkategoritinggi; (2) Budaya organisasiberpengaruhpositifterhadap kepuasan kerja; (3) Budaya organisasiberpengaruhpositifterhadapkinerjakaryawan; (4) Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan; (5) Budaya organisasi berpengaruh tidak langsung dan positif terhadap kinerja karyawanmelaluikepuasankerja.Berdasarkanhasilpenelitian, penulismenyarankan: (1)Perusahaanhendaknyamempertahankandanmenguatkanbudayaorganisasi yang ada, sertamemperhatikanberbagaiaspek yang berhubungandengankepuasankerjakaryawan; (2)Pimpinan PT. Telekomunikasi Indonesia sebaiknyaselaluberupayameningkatkankepuasankerjakaryawannya, dengancaralebihmemperhatikankesejahteraankaryawannya.

Penerapan multimedia dan komik untuk meningkatkan aktivitas beserta hasil belajar siswa kelas VIIE pada pelajaran IPS (Sejarah) di SMP Negeri 13 Malang / Rike Ristiya Putri

 

ABSTRAK Putri, Rike Ristiya. 2009. Penerapan Multimedia Dan Komik Untuk Meningkatkan Aktivitas Beserta Hasil Belajar Siswa Kelas VIIE Pada Pelajaran IPS (Sejarah) Di SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Nur Hadi, M.Pd, M.Si Kata Kunci : Multimedia Dan Komik, Aktivitas , Hasil belajar Berdasarkan observasi awal melalui guru dan 38 siswa kelas VII E di SMP Negeri 13 Malang, kondisi pembelajaran Sejarah yang dilakukan di kelas dapat dikatakan cukup baik walaupun sering menggunakan media konvesional dan pada umumnya guru hanya menggunakan metode ceramah saja pada saat mengajar . Permasalahan pembelajaran di kelas VIIE SMP Negeri 13 Malang adalah kurangnya inovasi dan variasi media pembelajaran yang menyenangkan dari seorang guru sehingga siswa merasa tidak tertarik pada saat pembelajaran di kelas dan pada umumnya guru hanya mengutamakan pada penyampaian pengetahuan saja tanpa ada pengembangan nilai diri pada siswa . Permasalahan tersebut memotivasi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang digunakan selain menggunakan metode ceramah dan salah satunya para guru Ilmu Pengetahuan Sosial harus menggunakan beberapa variasi multimedia ataupun metode pembelajaran yang menyenangkan dan bisa menunjang semangat dan hasil belajar siswa itu sendiri. Dengan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru maka setidaknya siswa harus bisa menerapkan media mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran itu sendiri karena sebagai alat bantu guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran di kelas yang aktif, kreatif dan menyenangkan.Untuk mengatasi masalah tersebut , maka diterapkan beberapa multimedia dan salah satunya adalah komik ,LKS bergambar dan dilengkapi metode pembelajaran yang integratif . Adapun pemilihan lokasi penelitian berdasarkan pertimbangan karena kurang berfungsinya pemanfaatan sarana yang ada untuk menunjang proses pembelajaran sekolah dan sebagian besar siswa yang bersekolah disini adalah dari golongan menengah ke bawah dan untuk memanfaatan media sangat kurang sehingga tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa kurang memberikan pengaruh dengan tujuan pembelajaran yang ada. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini diantaranya adalah (1)Bagaimanakah penerapan Multimedia dan komik pada mata pelajaran Sejarah di kelas VII E di SMP Negeri 13 Malang, (2)Bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan multimedia dan komik pada mata pelajaran Sejarah kelas VII E di SMP Negeri 13 Malang , (3)Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan multimedia dan komik pada mata pelajaran Sejarah kelas VII E di SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (action research) yaitu suatu studi sistematis terhadap praktik pembelajaran di kelas yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Instrument yang digunakan oleh peneliti meliputi soal tes, pedoman wawancara, lembar observasi, lembar catatan lapangan dan dokumentasi. Untuk menjawab masalah pertama maka teknik analisis yang digunakan melalui lembar observasi ketepatan guru dengan cara membandingkan presentase keberhasilan tindakan guru dalam menerapkan media komik pada siklus I dan siklus II. Sedangkan teknik analisis yang digunakan untuk menjawab masalah kedua yaitu dengan lembar observasi,catatan lapangan dan dokumentasi lalu dengan cara membandingkan persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Untuk menjawab pada masalah ketiga maka digunakan teknik analisis melaui pemberian tindakan dengan post test. Mata pelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah Sejarah untuk kelas VII semester I tahun pelajaran 2009/2010 , yaitu terfokus pada materi pokok perkembangan kehidupan bangsa Indonesia pada zaman pra Sejarah. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui peningkatan ketercapaian aktivitas belajar siswa dan hasil belajar pada penelitian ini yakni dengan cara membandingkan persentase aktivitas dan hasil belajar siswa pada siklus I terhadap siklus II tetapi menggunakan rujukan prosentase keberhasilan tindakan yang berbeda. Selain itu prosentase ketuntasan aktivitas dan hasil belajar secara klasikal dihitung dengan cara membandingkan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan jumlah siswa secara keseluruhan (siswa maksimal) kemudian dikalikan 100%. Penerapan media pembelajaran dengan multimedia dan komik dilaksanakan tiga tahap sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun yakni tahap pendahuluan atau kegiatan awal, tahap inti, tahap penutup atau akhir pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan multimedia dan komik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII E di SMP Negeri 13 Malang pada mata pelajaran IPS (Sejarah). Peningkatan atau ketercapaian aktivitas belajar siswa dapat dilihat secara keseluruhan pada siklus I 68,2 % dan pada siklus II sebesar 76,6%. Sedangkan untuk hasil belajar siswa dapat diketahui dengan terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I sebesar 66,4 % dan pada siklus II sebesar 84,07 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan pada guru-guru sejarah yang lain khususnya guru sejarah SMP Negeri 13 Malang yang mengajar di kelas VII E atau lainnya agar mencoba menerapkan beberapa multimedia yang lebih variatif dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan multimedia dan komik dalam pembelajaran mata pelajaran lainnya agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

Pengaruh medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) / oleh Abdul Hamim

 

Studi tentang ilustrasi cover komik twins second terbitan Gramedia Tahun 2003-2004 / oleh Sulkan Arif Wahyudi

 

Penguasaan kosa kata bahasa Indonesia tulis siswa kelas V sekolah dasar negeri Bareng 8 Kotamadya Malang / oleh Safruddin Haji Anwar

 

Studi tentang keefektifan metode belajar tuntas dalam mempelajari Ilmu Kimia di SMA Cor Yesu Malang / oleh Fariati

 

Pengaruh pemberian hormon asam indol, asetat (IAA) terhadap pertumbuhan akar mawar (Rosa multiflora) untuk penunjang pengajaran fisiologi tumbuhan / oleh Evie Panelewen

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |