Pengembangan media padcast untuk keterampilan menyimak pada matakuliah Deutsch II Jurusan sastra Jerman / Khoirus Nisa'

 

ABSTRAK Lestari, Annisa P. K. 2015. Manajemen Diklat Berjenjang oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, Dosen Pembimbing (II) Sunarni, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: manajemen, diklat berjenjang, Himpaudi, kompetensi guru PAUD Manajemen adalah suatu proses memberdayakan sumber daya yang ada untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pelatihan sebagai pengajaran atau pemberian pengalaman kepada seseorang untuk mengembangkan keterampilan agar mencapai sesuatu yang diinginkan. Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen yang dilakukan oleh pengurus Himpaudi Pronvinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan diklat berjenjang untuk guru PAUD sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme mengajar guru PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan memilih studi kasus karena meneliti suatu objek yang dipandang sebagai sistem yang dibatasi dan terikat oleh tempat dan waktu tertentu. Penelitian dilakukan di Himpaudi Provinsi Jawa Timur menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumenstasi. Agar data yang diperoleh benar-benar absah, peneliti melakukan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini adalah (1) diklat berjenjang yang dilaksanakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur yaitu Diklat Tingkat Dasar, Diklat Tingkat Lanjutan, Dan Diklat Tingkat Mahir. Program diklat berjenjang tersebut dapat mengurangi Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh oleh peserta diklat, apabila peserta tersebut melanjutkan pendidikan strata 1 (S1) di jurusan PAUD, (2) kegiatan diklat berjejang yang diselenggarakan oleh Himpaudi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru PAUD serta membantu tumbuh kembang anak usia dini secara optimal, (3) proses kegiatan diklat berjenjang yang diselenggarakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu tahap persiapan kegiatan diklat berjenjang, tahap pelaksanaan kegiatan diklat berjenjang, tahap pasca diklat berjenjang yaitu pembuatan tugas mandiri, dan tahap kelulusan, (4) banyak guru PAUD yang belum memahami metode apa yang harus diterapkan pada anak usia dini dan setelah mengikuti diklat berjenjang, guru PAUD lebih memahami pendidikan dan metode apa yang harus diterapkan oleh anak usia dini sehingga banyak guru yang merasa bersalah dengan anak didiknya, karena sebelumnya guru tersebut menggunakan metode pembelajaran yang kurang tepat diterapkan pada anak didiknya, (5) susunan kepanitiaan kegiatan diklat berjenjang Himpaudi di suatu wilayah tergantung pada kondisi daerah tempat pelaksanaan diklat tersebut, (6) pengawasan kegiatan diklat dilakukan oleh tim fasilitator atau kendali mutu yaitu tim yang ditunjuk oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dan Dinas pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan diklat, dan (7) evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap peserta, evaluasi terhadap fasilitator, dan evaluasi program penyelengaraan. Saran penelitian ditujukan untuk: (1) Ketua Himpaudi Provinsi Jawa Timur hendaknya membuat peraturan dan kebijakan bagi guru PAUD yang berpendidikan SMP di wilayah terpencil jika mengikuti kegiatan diklat berjenjang; (2) Bagi guru PAUD, hendaknya tidak hanya mengikuti Diklat Tingkat Dasar saja, melainkan harus melanjutkan pada tingkat berikutnya. Minimal mengikuti hingga Diklat Tingkat Lanjutan, guna dapat memperoleh keterampilan yang memadai dalam upaya meningkatkan kompetensi mengajarnya; (3) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya menambah referensi terkait Manajemen Diklat guna menambah pengetahuan bagi mahasiswa yang ingin meneliti tentang manajemen diklat; (4) Bagi peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian di lembaga diklat PAUD yang lain sebagai perbandingan manajemen terkait kegiatan diklat yang diselenggarakan.

Analisis dan uji stabilitas ekstrak mahkota bunga dadap merah (Eritrina crista-galli L.) / Jauharus Sholikhin

 

Sholikhin, Jauharus. 2013. Analisis dan Uji Stabilitas Ekstrak Mahkota Bunga Dadap Merah (Eritrina crista-galli L.). Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati, M.S. (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pigmen merah, stabilitas pigmen, mahkota bunga dadap merah Mahkota bunga dadap merah mempunyai pigmen warna merah yang diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pewarna alami pengganti pewarna sintetik untuk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pigmen merah, pigmen yang dominan, dan stabilitas pigmen yang dominan pada mahkota bunga dadap merah. Pada penelitian ini untuk mengetahui kandungan pigmen dengan mengggunakan kromatografi kertas, sedangkan untuk jenis pigmen yang dominan dilakukan dengan menggunakan spektofotrometrik pada λ 480 nm, 645 nm, 663 nm, dan 510 nm. Stabilitas pigmen dilakukan dengan melihat pengaruh oksidator H2O2, sinar matahari, pH, cahaya lampu, dan suhu terhadap perubahan warna dan kadar pigmen yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pigmen yang terkandung dalam ekstrak mahkota bunga dadap merah adalah pigmen delfinidin dengan kadar 12338,62 mg/L dan α-karoten dengan kadar 19,52mg/L. Berdasarkan kadarnya menunjukkan bahwa pigmen yang dominan pada mahkota bunga dadap merah adalah delfinidin. Hasil uji stabilitas pigmen menunjukkan bahwa pigmen delfinidin pada mahkota bunga dadap merah menjadi tidak stabil karena pengaruh oksidator H2O2, sinar matahari, pH, cahaya lampu, dan suhu berdasarkan perubahan kadar dan warna yang tampak dari ekstrak mahkota bunga dadap merah.

Hubungan kompensasi pedagogik guru dan proses pembelajaran dengan hasil belajar ekonomi kelas XI IPS di SMAN 1 Kesamben Blitar (ditinjau dari persepsi siswa) / Purna Ari Prihatin

 

Prihatin, Purna Ari.2013. Hubungan Kompetensi pedagogik guru dan proses pembelajaran dengan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 1 Kesamben Blitar (Ditinjau Dari Persepsi Siswa). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr.Sugeng Hadi Utomo M.Ec, (II) Dra. Hj. Lisa Rokmani, M.Si Kata Kunci: Hubungan,Kompetensi pedagogik guru, Proses pembelajaran, Hasil belajar, persepsi siswa Pendidikan merupakan sarana untuk memcerdaskan anak bangsa baik dari segi intelektual maupun spiritual. Suatu pendidikan pasti memiliki komponen-komponen sendiri untuk tercapainya pelaksanaan tersebut antara lain peserta didik, pendidik, Interaksi antara peserta didik dengan pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, alat dan metode untuk pembelajaran. Dalam penelitian ini hanya membahas kompetensi pedagogik guru dan proses pembelajaran ekonomi dikelas. dimana kompetensi pedagogik guru merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai guru sedangkan proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Ada atau tidak hubungan kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar siswa. 2) Ada atau tidak hubungan proses pembelajaran dengan hasil belajar siswa 3) Ada atau tidak hubungan kompetensi pedagogik guru dan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan analisis korelasi menggunakan metode crosstabs. Data diperoleh melalui angket siswa digunakan untuk mengetahui persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan proses pembelajaran ekonomi di kelas. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS sebanyak empat kelas dengan jumlah populasi 149 siswa dan sampelnya sebanyak 105 siswa, perolehan sampel digunakan taraf kesalahan 5%. Dokumentasi nilai rata-rata semester 2 yang diperoleh dari nilai rata-rata nilai tugas, nilai ulangan harian, dan nilai UTS. Hasil penelitian ini adalah 1) Tidak ada hubungan antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar. 2) Tidak ada hubungan proses pembelajaran dengan hasil belajar siswa. 3) Ada hubungan kompetensi pedagogik guru dengan proses pembelajaran. Saran dari penelitian ini Sebaiknya guru ekonomi meningkatkan kompetensi pedagogik dengan mengikuti pelatihan atau seminar pendidikan tentang kompetensi Guru. Sebaiknya guru ekonomi juga memperbaiki proses pembelajaran serta mempelajari bagaimana melakukan pendekatan dan interaksi kepada siswa baik secara individu maupun kelompok. Untuk siswa sebaiknya lebih bersemangat dan memiliki motivasi dalam proses pembelajaran ekonomi. Untuk sekolah sebaiknya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk memperbaiki kompetensi pedagogik guru dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian serupa dengan memilih metode penelitian dan pemilihan variabel yang lebih baik.

Analisis pengelolaan dan pengembangan usaha kerajinan pada sektor UMKM di Kota Malang (studi kasus pada kerajinan bola plastik di Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang) / Prischilla Andayani

 

Andayani, Prischilla. 2013. Analisi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Kerajinan pada Sektor UMKM di Kota Malang (Studi Kasus pada Usaha Kerajinan Bola Plastik di Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Imam Mukhlis, SE., M.Si (II) Dra. Hj. Lisa Rokhmani, M. Si Kata Kunci : Pengelolaan dan pengembangan usaha kerajinan, Sektor UMKM Dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran, UKM mampu memberikan kontribusi yang besar bagi Kota Malang maupun Indonesia pada umumnya, salah satunya adalah melalui usaha kecil di bidang kerajinan. Permasalahan saat ini adalah minimnya pengetahuan tentang manajemen pengelolaan usaha sehingga berpengaruh terhadap pengelolaan usaha tersebut serta fasilitas yang digunakan untuk pengembangan usaha. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan data secara objektif terhadap kondisi usaha, pengelolaan usaha, dan strategi pengusaha dalam mengembangkan usaha kerajinan. Penelitian ini menggunakan 4 informan yaitu Pak Kasiyono, Ibu Siti, Pak Aji, dan ibu Ratih. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha kecil kerajinan tersebut masih menerapkan pola pengelolaan usaha yang sederhana. Di samping itu pengusaha melakukan upaya-upaya dalam mengembangkan usahanya dengan melakukan pengembangan di bidang SDM dan pengembangan di bidang permodalan. Berdasarkan hasil penelitian di atas dalam upaya pengembangan usaha, pengusaha dianjurkan untuk meningkatkan kerjasama dengan pemerintah. Kerjasama tersebut antara lain dalam bentuk bantuan modal, dan pelatihan karyawan untuk meningkatkan kualitas produksi.

Pemanfaatan pusat belajar di IKIP MALANG
oleh Martini

 

Pengembangan bahan ajar menulis narasi dengan menggunakan strategi pemodelan untuk peserta didik kelas VII kejar Paket B / Nuril Komariah

 

Komariah, Nuril. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Narasi Dengan Menggunakan Strategi Pemodelan Untuk Peserta Didik Kelas VII Kejar Paket B. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd. (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, strategi pemodelan, pembelajaran menulis narasi Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa selain mendengarkan, membaca, dan berbicara. Dalam situasi nonformal, bahan ajar yang termasuk dalam komponen pembelajaran kurang efektif melatih siswanya untuk menulis dengan baik dan runtut. Hal ini juga berkaitan dengan ketersediaan komponen-komponen pembelajaran, khususnya dalam hal bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan oleh para tutor kejar paket masih minim, hanya berbatas pada buku paket saja. Hal ini tentu menjadi salah satu hambatan bagi siswa dalam kegiatan penguasaan ilmu pengetahuan ketika pembelajaran berlangsung, perlu adanya bahan ajar berisi materi serta latihan-latihan bervariasi yang dapat memenuhi tujuan pembelajaran yakni dapat meningkatkan perolehan hasil belajar siswa. Bahan ajar yang beredar belum secara menyeluruh melatih keterampilan menulis narasi peserta didik dengan baik. Selain itu, kebanyakan bahan ajar yang ada belum mengajarkan peserta didik untuk menulis narasi secara utuh beserta komponen-komponen pembangun narasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar menulis narasi menggunakan strategi pemodelan Kejar Paket B Peserta Didik Kelas VII dan mengetahui proses kevalidan bahan ajar menulis narasi Peserta Didik Kejar Paket B kelas VII. Bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti untuk mengajarkan peserta didik menulis narasi ini dengan menggunakan strategi pemodelan. Strategi pemodelan merupakan strategi yang digunakan untuk memberikan model atau contoh pada peserta didik untuk mengembangkan tulisan narasi. Bahan ajar menulis narasi dengan menggunakan strategi pemodelan ini mengacu pada pemberian tahapan-tahapan menulis narasi berdasarkan teks wawancara serta contoh latihan menulis narasi. Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan Borg n Gall. Model penelitian dan pengembangan ini dirumuskan dalam langkah-langkah berikut ini, (1) tahap prapengembangan terdiri dari tahap penelitian dan pengumpulan data serta perencanaan, (2) tahap pengembangan yaitu pengembangan draft produk, (3) tahap uji coba yaitu tahap uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan, (4) tahap terakhir yaitu tahap revisi dan tahap penyempurnaan produk uji coba. Setelah produk selesai di uji coba, maka pengembang melakukan revisi berdasarkan saran dan hasil uji coba. Data yang bersifat kualitatif dianalisis dan dipaparkan apa adanya. Data ini digunakan sebagai bahan revisi produk. Adapun data kuantitatif dari angket uji kelayakan produk dianalisis dan dijadikan bahan revisi akhir produk. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh data kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data kelayakan materi oleh ahli materi memperoleh rata-rata 66,7%, oleh praktisi 83,3% dan uji lapangan memperoleh rata-rata 87,5%. Hasil analisis data sistematika oleh praktisi dan ahli bahan ajar memperoleh rata-rata 98% dan hasil uji lapangan rata-rata 80%. Hasil analisis data bahasa oleh ahli bahan ajar diperoleh rata-rata 90%, praktisi diperoleh rata-rata 100%, dan uji lapangan diperoleh rata-rata 92,5%. Hasil analisis data tampilan uji bahan ajar diperoleh rata-rata 83%, oleh praktisi diperoleh rata-rata 94% dan uji lapangan diperoleh data 85%. Hasil revisi produk bahan ajar menulis narasi ini adalah bahan ajar ini memiliki tiga tahapan bagian, yaitu mengenal ciri-ciri narasi berdasarkan teks wawancara, mengenalkan kalimat langsung dalam wawancara, dan menulis narasi berdasarkan teks wawancara. Sistematika bahan ajar terdiri atas pendahuluan, inti, dan penutup. Penggunaan bahasa bahan ajar menulis narasi memperhatikan tata bahasa yang benar, struktur kalimat yang sederhana, singkat, dan jelas. Tampilan bahan ajar memperhatikan jenis dan ukuran huruf serta ilustrasi dan warna bahan ajar memberi kesan menarik untuk peserta didik Kejar Paket B, yaitu didominasi warna orange, dan coklat.

Identifikasi tingkat kesulitan pembuatan blazer/jas pada mata kuliah tailoring mahasiswa S1 Program Studi Tata Busana 2009 / Usman

 

Usman. 2013. Identifikasi Tingkat Kesulitan Pembuatan Blazer/jas pada Matakuliah Tailoring. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery S.I., M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci: Tingkat Kesulitan, Pembuatan Blazer/jas, Tailoring Mata kuliah Tailoring merupakan salah satu mata kuliah praktek pada mahasiswa Program Studi S1 Tata Busana jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk membuat kemeja batik motif sambung, celana dengan pola langsung diatas bahan utama, dan pembuatan Blazer/jas. Salah satu dari materi mata kuliah tersebut yaitu pembuatan Blazer/jas. Tingkat kesulitan pembuatan Blazer/jas inilah yang peneliti angkat untuk di jadikan penelitian, karena mahasiswa dituntut untuk tingkat kerapian pada pembuatan Blazer/jas, serta melewati tahapan – tahapan penyelesaian yang sangat banyak sehingga, menyulitkan bagi mahasiswa. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah tingkat kesulitan di dalam mengikuti mata kuliah tailoring pada praktek pembuatan Blazer/jas. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengidentifikasi tingkat kesulitan mahasiswa Tata Busana angakatan 2009 dalam membuat Blazer/jas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Tata Busana angkatan 2009. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner tingkat kesulitan pembuatan Blazer/jas. Hasil penelitiian menunjukkan bahwa: (1) Sebanyak 50 % mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan pola Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit, (2) Sebanyak 70,38 % mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan meotong (cutting) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit, (3) Sebanyak 50 % mahasiswa Tata busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan pressing interlining dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit, (4) Sebanyak 61,11 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009 menyatakan bahwa menjahit (sewing) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit. (5) Sebanyak 72,22 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan finishing dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit. Berdasarkan hasil penelitian di atas, bahwa hasil identifikasi tingkat kesulitan pembuatab Blazer/jas pada matakuliah tailoring adalah (1) Sewing, (2) Pola, (3) Pressing, (4) cutting, (5) finishing. Pada proses sewing, identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah menjahit belahan belakang, memasang krah, memasang lengan, penyelesaian kerung lengan, menjahit saku, menjahit saku vest, menjahit lengan, memasang pading dan menjahit kelim bawah. Pada proses pembuatan pola identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah membuat pola lengan, membuat pola badan, dan pola krah. Saran yang diajukan antara lain: (1) Disarankan penyajian matakuliah Tailoring khususnya pada pembuatan Blazer/jas disarankan lebih ditingkatkan lagi strategi mengajarnya khususnya pokok bahasan pembuatan pola dan menjahit (sewing), agar dapat memberikan motivasi yang lebih kepada mahasiswa sehingga dapat mengatasi kesulitan yang dialami mahasiswa tersebut, (2) Disarankan perlu referensi praktikum yang baru sebagai acuan, khususnya pada pembuatan pola dan sewing, (3) Disarankan kepada mahasiswa yang sedang memprogram matakuliah Tailoring pada pembuatan Blazer/jas dapat mengerjakan sesuai tahap-tahapnya secara tepat waktu agar dapat menyelesaikan pembelajaran secara cepat dan tepat.

Perbedaan penerapan etika profesi dan persepsi profesiuonalisme auditor antara auditor senior dan auditor yunior (Studi empiris pada auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Kota Malang) / Yeni Ita Septian

 

Septiani, Yeni Ita. 2013. Perbedaan Penerapan Etika Profesi dan Persepsi Profesionalisme Auditor antara Auditor Senior dan Auditor Junior (Studi empiris pada auditor di Kantor Akuntan Publik Kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak, (II) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata Kunci: Penerapan Etika Profesi, Persepsi Profesionalisme, Auditor Senior, Auditor junior Kebutuhan utama dari profesi auditor adalah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Teori sosiologi profesi menyatakan bahwa masyarakat mengakui power dan prestise profesi karena para profesional memiliki ilmu pengetahuan yang terkait dengan kebutuhan dan nilai-nilai sentral dari sistem sosial sehingga sebagai implikasinya masyarakat mengharapkan komitmen dari para profesional untuk melayani masyarakat melebihi insentif-insentif material. Auditor merupakan pekerja profesi sehingga auditor harus mampu menerapkan etika profesi dan memiliki pesepsi profesionalisme untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat. Auditor yang bekerja dalam suatu KAP dibedakan menjadi auditor senior dan auditor junior. Perbedaan tingkatan jabatan tersebut didasarkan pada lama auditor tersebut bekerja. Oleh karena perbedaan tingkatan jabatan dalam KAP maka tanggung jawab dan tugas auditor tersebut juga berbeda. Perbedaan tugas yang disebabkan oleh perbedaan tingkatan jabatan akan mempengaruhi sikap dari seorang auditor. Pengalaman yang diperoleh dan keragaman usaha klien juga akan mempengaruhi auditor tersebut dalam bersikap. Apabila semakin tinggi jabatan seorang auditor dalam suatu KAP maka semakin kuat professional judgement, keahlian dan pola kepemimpinannya dan begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan penerapan etika profesi dan persepsi profesionalisme auditor yang ditinjau dari auditor senior dan auditor senior. Penerapan etika profesi dalam penelitian ini merupakan penerapan aturan etika kompartemen akuntan publik yang disusun oleh IAI. Persepsi profesionalisme merupakan persepsi mengenai sikap professional, sikap profesional tersebut diukur menggunakan dimensi profesionalisme. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 49 auditor dari 10 kantor akuntan publik di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan teknik uji beda dua sample independen (satu ekor). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan penerapan eika profesi auditor senior dan audtor junior, 2) tidak terdapat perbedaan persepsi profesionalisme auditor antara auditor senior dan audtor junior. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disarankan untuk penelitian selanjutnya: 1). teknik pengumulan data tidak menggunakan kuisioner saja, 2). memperluas area penelitian, 3). Jumlah populasi dari responden diperoleh dari data yang benar-benar valid. 4). Dalam menentukan jumlah sampelnya tidak menggunakan teknik convenience sampling.

Rancang bangun alat pengujian permitivitas (Ɛ) oli dengan metode kapasitansi berbasis PC / Novi Wulan Cahyani

 

Cahyani, Novi Wulan 2009. Rancang Bangun Alat Penguji Permitifitas  Oli dengan Metode Kapasitansi Berbasis PC. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Samsul Hidayat S.Si, M.Si, (2) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si Kata Kunci: kapasitansi silinder koaksial, kapasitansi, oli, permitifitas. Dalam dunia otomotif “oli” adalah salah satu bahan penting dan harus selalu ada untuk kendaraan bermotor. Oli juga merupakan bahan dielektrik, Bahan dielektrik dinilai berdasarkan kemampuannya untuk mempengaruhi gaya elektrostatis pada suhu tertentu yang disebut dielektrik konstan. Untuk menentukan permitifitasnya, saya menggunakan metode kapasitansi yaitu nilai banding dari besarnya muatan pada salah satu konduktor terhadap beda potensial kedua konduktor tersebut. Nilai permitifitas ditentukan terlebih dahulu oleh nilai kapasitansinya. Untuk memperoleh nilai kapasitansi, penulis menggunakan alat ukur kapasitansimeter. Adapun tujuan dari skripsi ini adalah untuk menentukan nilai permitifitas dari oli dengan kondisi yang berbeda, yaitu kondisi baru dan bekas. Selain itu juga untuk mengetahui rancang bangun dari alat penguji permitifitas oli. Prosedur percobaan dari eksperimen ini adalah dengan cara memasukkan oli ke dalam kapasitor silinder koaksial yang terbuat dari aluminium. Setelah itu mengukur nilai kapasitansinya dengan menggunakan alat kapasitansimeter. Nilai permitifitas ditentukan dengan menggunakan software bahasa TurboPascal dengan menggunakan alat pengukur permitifitas oli yang dirangkai berdasarkan rangkaian eksternal sinyal AC, jembatan wheatstone, pengkondisi sinyal yang terdiri dari rangkaian instrumentasi dan rangkaian penyearah gelombang penuh. Dari percobaan tersebut didapat nilai permitifitas oli baru lebih kecil dibandingkan dengan nilai permitifitas oli bekas. Karena pada oli bekas, partikel terlarutnya lebih banyak dibandingkan dengan oli baru.

Efektivitas penerapan ekonomi syari'ah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat (Studi di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kota Malang) / Muhammad Hasyim Ibnu Abbas

 

Abbas, Muhammad Hasyim Ibnu. 2012. Efektivitas Penerapan Ekonomi Syariah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat (Studi Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Grisvia Agustin, S.E.,M.Sc, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E.,M.Si. Kata Kunci: Infaq 25, Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat, Tingkat Pendapatan Infaq 25 merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat miskin yang dilaksanakan LAZIS Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kelurahan Karang Besuki. Program infaq 25 ini pertama kali diterapkan di kelurahan tersebut, dimana tujuan dari program-program yang dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan tingkat pendapatan warga Karang Besuki Malang dengan cara memberikan dana bantuan, mengadakan pelatihan-pelatihan ekonomi sehingga dana bantuan yang diterima masyarakat tidak digunakan hanya untuk pengeluaran konsumtif non-produktif, tetapi juga untuk membuka usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Infaq 25 dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kelurahan Karang Besuki dan mengetahui peningkatan tingkat pendapatan per-bulan dari penerima bantuan setelah adanya program Infaq 25. Penelitian ini menggunakan rancangan atau desain penelitian deskriptif dan komparatif dengan pendekatan penelitiannya yaitu kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengeluaran warga setiap bulan sebelum dan sesudah menerima bantuan, dan juga persepsi atau sikap masyarakat penerima bantuan tentang program infaq 25 yang diperoleh melalui instrumen kuesioner yang dibagikan kepada responden yang menjadi sampel penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, tahap analisis deskriptif untuk mengetahui efektivitas program berdasarkan persepsi masyarakat penerima bantuan, dan kemudian tahap analisis komparatif dengan menggunakan Paired Samples t test pada program SPSS for Windows 17.0 untuk menguji apakah ada peningkatan setelah adanya program Infaq 25. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut: (i) menurut persepsi masyarakat, Penerapan program Infaq 25 secara keseluruhan bisa dikatakan efektif. Dimana pada tahapan perencanaan dan pelaksanaan mendapat nilai efektif, namun untuk tahap hasil/dampaknya terhadap keseluruhan aspek kesejahteraan ekonomi masyarakat masih belum efektif karena sebagian besar masyarakat khususnya penerima bantuan tidak menggunakan dana bantuan untuk hal-hal yang bersifat produktif sehingga dana bantuan yang didapat langsung habis tanpa ada perputaran dan keseluruhan aspek tidak dapat dipenuhi. (ii) Efektifnya program infaq 25 juga didukung dengan adanya peningkatan pendapatan yang diukur dengan pendekatan pengeluaran setiap bulan. Tentunya peningkatan yang paling tinggi dialami responden yang mengalokasikan sebagian besar dana bantuan untuk modal usaha.

Identifikasi bakteri indigen penghasil protease ekstraseluler melalui analisis gen pengkode 16S rRNA / Nurma Sulistyani

 

Sulistyani, N. 2013. Identifikasi Bakteri Indigen Penghasil Protease Ekstraseluler melalui Analisis Gen Pengkode 16S rRNA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suharti, S. Pd., M. Si, (II) Eli Hendrik Sanjaya, S. Si., M.Si. Kata Kunci : Protease, identifikasi molekuler, 16S rRNA, dan filogenetik. Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi bakteri indigen penghasil protease dari air yang disebut isolat NS. Uji fenotip menunjukkan bahwa isolat tersebut adalahAeromonas hydrophila. Untuk menentukan spesies bakteri tersebut secara lebih akurat, perlu dilakukan analisis urutan gen pengkode 16S rRNA. Penelitian ini dimulai dengan tahap awal yaitu isolasi DNA dari sel dan hasil isolasi DNA dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer NanoDrop. Fragmen DNA gen pengkode 16S rRNA selanjutnya diperbanyak menggunakan primer 63F-1387R dan 536F-1392R yang masing-masing mampu memperbanyak fragmen dengan ukuran 1300 bp dan 900 bp. Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan denaturasi awal pada 94℃ selama 5 menit, dilanjutkan dengan 30 siklus yang meliputi 3 tahapan yaitudenaturation pada 94℃ selama 1 menit, annealing pada 50℃ selama 1 menit dan extention pada 72 ℃ selama 2 menit, dan diakhiri dengan final extention pada 72 ℃ selama 10 menit. Hasil PCRdianalisis menggunakan elektroforesis, selanjutnya sekuensing menggunakan ABI PRISM 310 Genetik Analyzer. Urutan basa nukleotida yang diperoleh dianalisis menggunakan program BLAST pada bank data di situs NCBI. Penentuan kekerabatan dengan bakteri laindilakukan menggunakan program clustalX ver 2.0.12. Penyusunan pohon filogenetik dilakukan melalui program MEGA ver. 5.03 dengan metode statistik Neighbor-Joining Tree dengan model p-distance tingkat 1000 boostrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil isolasi DNA berisi 1759,3 ng/μL. Hasil PCR menunjukkan adanya pita tunggal dengan ukuran sekitar 900 bp. Hasil sekuensing fragmen tersebutmenghasilkan sekuen sebesar 726 bp.Analisis bioinformatika menggunakan program BLAST menunjukkan bahwa isolat NS memiliki tingkat identitas maksimum sebesar 87% dengan Pseudomonas stutzeri. Hasil ini menunjukkan bahwa isolat tersebut bukan merupakan Aeromonas hydrophila, namun juga bukan merupakan Pseudomonas stutzerikarena tingkat similaritasnya kurang dari 97%. Dengan demikian dapat diduga bahwa isolat NS merupakan spesies baru, sehingga perlu penelitian lanjutan dengan mensekuensing seluruh gen pengkode 16S rRNA isolat NS.

Studi jenis dan preferensi kupu-kupu yang ditemukan di area pantai Kondang Merak Kabupaten Malang / Herlina Putri Endah Sari

 

Sari, Herlina Putri Endah. 2013. Studi Jenis dan Preferensi Kupu-kupu yang ditemukan di Area Pantai Kondang Merak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si dan (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci: Preferensi, kupu-kupu, Pantai Kondang Merak Kondang Merak merupakan salah satu pantai indah di wilayah Malang Selatan. Kondisi yang asri namun kurang terawat di sepanjang jalan 4 km menuju pantai menjadikan pantai ini kurang diminati pengunjung. Di pantai ini sering terlihat berbagai macam kupu-kupu beterbangan, tetapi informasi mengenai jenis kupu-kupu di area Pantai Kondang Merak belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu yang ditemukan beserta preferensinya terhadap tumbuhan di area Pantai Kondang Merak. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2013. Penelitian dilaksanakan di area Pantai Kondang Merak dan identifikasi dilaksanakan di Lab. Biologi, O5, Jurusan Biologi, Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan yaitu metode standart walk dari Polard (1997). Kupu-kupu ditangkap menggunakan jaring serangga. Pengamatan kupu-kupu dibatasi pada morfologi luar kupu-kupu yang meliputi Wingspan (WS), Forewings lenght (FWL), warna serta corak sayap dilihat dari bagian ventral (underside) maupun dorsal (upperside) untuk mengetahui perbedaan warna dan corak sayap. Buku yang digunakan untuk identifikasi yaitu The International Butterfly Book, The Complete Field Guide to Butterflies of Australia, Practical Guide to the Butterflies of Bogor Botanic Garden, dan Kupu-kupu Gunung Ciremai dan Sekitarnya. Hasil penelitian menemukan 40 spesies kupu-kupu yang tergolong dalam 5 familia, yaitu Pieridae (15 spesies), Nymphalidae (14 spesies), Papilionidae (5 spesies), Lycaenidae (5 spesies) dan Hesperidae (1 spesies). Ideopsis juventa dari familia Nymphalidae merupakan kupu-kupu dengan kelimpahan tertinggi dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 9,57%. Papilio memnon, Graphium sarpedon, Elymnias panthera, Junonia hedonia, Lebadea martha, Tanaecia palguna, Cupha erymanthis, Ypthima philomela, Leptosia nina, Saletara liberia, Appias indra, Eurema hecabe, Eurema sari, Eurema tilaha, Jamides sp. (1), Caleta roxus, Jamides sp. (2), dan Tagiades japetus merupakan spesies dengan kelimpahan relatif yang rendah, masing-masing memiliki nilai kelimpahan relatif sebesar 1,06%.Tumbuhan yang teridentifikasi dijadikan pilihan (preferensi) oleh kupu-kupu di area Pantai Kondang Merak yaitu Hibiscus sp., Lantana camara, Mimosa pudica, dan Wedelia sp.

Perancangan buku pengetahuan tentang mengenal kehidupan capung untuk mengenalkan fungsi capung sebagai pelestari lingkungan / Henry Gunawan

 

Gunawan, Henry. 2013. “Perancangan Buku Pengetahuan Tentang Mengenal Kehidupan Capung Dengan Judul Capung”. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn (II) Pranti Sayekti, S.Sn, M.Si Kata kunci : Perancangan, Buku Pengetahuan, Capung. Capung adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Dewasa ini makin marak pembangunan sawah menjadi perumahan. Hal ini berakibat pada kelangsungan hidup dari capung. Capung semakin tergusur dan terisolasi ke daerah-daerah yang masih bersih. Ironisnya banyak orang yang belum sadar akan fenomena ini. Capung tidak sepopuler kupu-kupu padahal jika dilihat dari fungsinya, capung justru mempunyai peran dan manfaat yang baik untuk lingkungan seperti sebagai bio-indikator alami yang baik untuk air bersih dan memangsa hama tanaman padi seperti wereng dan serangga kecil pemakan tanaman. Maka dari itu Buku Pengetahuan Tentang Mengenal Kehidupan Capung yang disajikan dengan menarik diharapkan mampu mengangkat kembali rasa kepedulian terhadap pelestarian lingkungan khususnya kehidupan capung. Metode perancangan ini diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari observasi dan studi pustaka kemudian data-data tersebut di analisis sehingga menghasilkan kesimpulan, kesimpulan tersebut lalu disintesis sehingga akan menghasilkan konsep perancangan. Dalam buku pengetahuan ini, akan ditampilkan serba-serbi tentang capung seperti daur hidup, anatomi, dan capung dalam kebudayaan yang akan di permanis dengan ilustrasi baik itu gambar maupun dengan teknik fotografi. Diharapkan dengan adanya buku pengetahuan tentang capung sebagai media pengenalan capung kepada masyarakat, dapat menjadikan sebuah wawasan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan peran serta manfaat capung sehingga dapat menimbulkan kepedulian terhadap kelestarian kehidupan capung di Indonesia.

Pengaruh strategi pembelajaran blended learning terhadap perolehan belajar konsep dan prosedur pada mahasiswa yang memiliki self-regulated learning berbeda / Sudarman

 

Sudarman. 2013. Pengaruh Strategi Pembelajaran Blended Learning terhadap Perolehan Belajar Konsep dan Prosedur pada Mahasiswa yang Memiliki Self-Regulated Learning Berbeda. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (III) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd. Abstrak Strategi pembelajaran blended learning menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran baru yang lebih efektif dan efisien bagi mahasiswa. Strategi pembelajaran ini dengan dukungan teknologi membentuk modus pembelajaran baru. Dalam strategi pembelajaran blended learning digunakan perpaduan beragam media dan strategi pembelajaran. Blended learningdimaknai sebagai perpaduan kemajuan teknologi inovatif yang ditawarkan oleh pembelajaran online dan pembelajaran partisipatif yang dilakukan secara tatap muka (tradisional). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran blended learning terhadap perolehan belajar konsep dan prosedur statistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji adanya pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap perolehan belajar konsep dan prosedur statistik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji terjadinya interaksi antara strategi pembelajaran dan SRL terhadap perolehan belajar konsep dan prosedur statistik. Penelitian ini menggunakan versi rancangan penelitian faktorial non-equivalent control group design. Dalam penelitian ini seluruh mahasiswa semester II Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang yang berjumlah 104 partisipan dijadikan subjek penelitian. Seluruh partisipan tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (blended learning) dan kelompok kontrol (tatap muka). Masing-masing terdiri atas 52 mahasiswa. Hipotesis penelitian diuji menggunakan Mutivariate Analysis of Variance (MANOVA). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Ada perbedaan perolehan belajar konsep statistik antara mahasiswa yang menggunakan strategi pembelajaran blended learning dan strategi pembelajaran tatap muka. Penggunaan strategi pembelajaran blended learning secara signifikan lebih baik daripada strategi pembelajaran tatap muka dalam memberikan perolehan belajar konsep statistik (F=78,948; p=0.000). (2) Ada perbedaan perolehan belajar konsep statistik antara mahasiswa yang memiliki SRL tinggi dan mahasiswa yang memiliki SRL. Perolehan belajar konsep statistik mahasiswa yang memiliki SRL tinggi lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki SRL rendah (F=16.312; p=0.000). (3)Tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran (blended learning dan tatap muka) dan SRL mahasiswa (tinggi dan rendah) terhadap perolehan belajar konsep statistik. SRL mahasiswa tidak mengubah hubungan strategi pembelajaran terhadap perolehan belajar konsep statistik (F=0,100; p=0,753). (4)Ada perbedaan perolehan belajar prosedur statistik antara mahasiswa yang menggunakan strategi pembelajaran blended learning dan strategi pembelajaran tatap muka. Penggunaan strategi pembelajaran blended learning secara signifikan lebih baik daripada strategi pembelajaran tatap muka dalam memberikan perolehan belajar prosedur statistik (F=31.720; p=0.000). (5) Ada perbedaan perolehan belajar prosedur statistik antara mahasiswa yang memiliki SRL tinggi dan mahasiswa yang memiliki SRL rendah. Perolehan belajar prosedur statistik mahasiswa yang memiliki SRL tinggi lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki SRL rendah (F=20.839; p=0.000). (6) Tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran (blended learning dan tatap muka) dan SRL mahasiswa (tinggi dan rendah) terhadap perolehan belajar prosedur statistik. SRL tidak mengubah hubungan strategi pembelajaran terhadap perolehan belajar prosedur statistik statistik (F=0,791; p=0,376). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) pembelajaran di perguruan tinggi sebaiknya menggunakan strategi pembelajaran blended learning dengan menerapkan beberapa tahapan penting yang harus dilakukan oleh dosen selaku perencana maupun pelaksana pembelajaran, (2) dosen dituntut untuk dapat merancang dan mengelola strategi pembelajaran blended learning dengan mengkombinasikan secara tepat antara potensi tatap muka (face to face) dengan potensi e-learning, baik melalui media interaktif (offline) maupun web sebagai sarana pembelajaran online sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan kebijakan lembaga, (3) strategi pembelajaran blended learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memecahkan persoalan sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang menerapkan sistem SKS, mengingat strategi pembelajaran blended learning memberikan ruang untuk mengelola pembelajaran melalui pembelajaran tatap muka, kegiatan terstruktur dengan pembelajaran online secara asyncronous dan belajar mandiri dapat dilakukan mahasiswa dengan tersedianya fasilitas media interaktif (offline). Kata kunci: strategi pembelajaran, blended learning, self-regulated learning, perolehan belajar  

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / M. Rizky Pratama

 

Pratama, Rizky, M. 2013. Pengaruh Bauran Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Smartfren (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si., (II) Handri Dian Wahyudi, S.Pd, S.E. Kata kunci: bauran promosi, keputusan pembelian.     Berkembangnya teknologi jaringan internet di jaman sekarang ini semakin mudah untuk diakses. Dilihat dari besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap aktivitas dunia maya menunjukkan bahwa akses internet ke depan lebih mengarah kepada “user generated content”. Smartfren selaku menjadi provider broadband nasional telah memberikan dukungan kemudahan bagi pengguna internet di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bauran promosi (yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) serta keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren dan pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. Jenis penelitian ini bersifat kausalitas deskriptif. Populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menggunakan produk Smartfren. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan α = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling untuk menyebarkan kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Kesimpulan yang berhasil diperoleh dari responden yaitu (1) Periklanan berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. Promosi penjualan berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. Penjualan langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. Hubungan masyarakat berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. (2) Bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren. Bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) secara bersama-sama mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada produk Smartfren sebesar 45% sedangkan sisanya sebesar 55% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Pengaruh current ratio, total assets turnover, dan debt to assets ratio terhadap rentabilitas ekonomi pada perusahaan wholesale and retail trade yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012 / Fildaniar Amy Putra

 

Putra, Fildaniar Amy. 2013. Pengaruh Current Ratio, Total Assets Turnover, dan Debt to Assets Ratio terhadap Rentabilitas Ekonomi pada Perusahaan Wholesale and Retail Trade yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si., Ak. (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci : current ratio, total assets turnover, debt to assets ratio, rentabilitas ekonomi Rentabilitas merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba dengan assets yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas mengukur efisiensi dalam penggunaan assets perusahaan untuk menghasilkan pendapatan melebihi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh laba tersebut. Sehingga dengan rentabilitas ekonomi perusahaan dapat memonitor perkembangan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan tingkat efisiensi dari perputaran assets. Masalah rentabilitas lebih penting daripada masalah laba, karena untuk mengetahui perusahaan telah bekerja dengan efisien tidak hanya dari laba yang diperoleh. Tetapi efisien dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan kekayaan atau modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh current ratio, total assets turnover, dan debt to assets ratio terhadap rentabilitas ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang didapat dari data sekunder dari laporan keuangan yang diperoleh berdasarkan publikasi Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan wholesale and retail trade yang terdaftar di BEI selama periode 2009-2012 yang berjumlah 43 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria perusahaan yang menghasilkan rentabilitas ekonomi positif dan terdaftar berturut-turut selama periode penelitian. Diperoleh sampel sebanyak 26 perusahaan dari 43 perusahaan wholesale and retail trade yang terdaftar di BEI. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas ekonomi. Total assets turnover secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap rentabilitas ekonomi. Sedangkan hasil dari debt to assets ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rentabilitas ekonomi. Namun secara simultan, current ratio, total assets turnover, dan debt to assets ratio secara bersama-sama mempengaruhi rentabilitas ekonomi pada perusahaan wholesale and retail trade periode 2009-2012.

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua, gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang / Visal Watnadiandra

 

Watnadiandra, Visal. 2013. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Gaya Hidup Brand Minded Teman Sebaya Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E., M.P., Ak, (II) Hj. Farida Rahmawati, S.E., M.E. Kata Kunci: Status Sosisal Ekonomi, Gaya Hidup Teman Sebaya, Perilaku Konsumtif. Faktor status sosial ekonomi orang tua memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan sikap rasionalitas dalam berekonomi siswa. Latar belakang pendidikan dan status pekerjaan orang tua mempengaruhi siswa dalam hal berkonsumsi. Kebebasan mengakses info serta didukung dengan pergaulan teman yang mengikuti trend membuat siswa menjadi berubah konsumsinya menjadi berpeilaku konsumtif. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumtif, (2) pengaruh gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilaku konsumtif, (3) pengaruh status sosial ekonomi orang tua, gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa kelas XI IPS SMAN 8 Malang. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IPS yang berjumlah 105 dengan menggunakan teknik pengambilan proportional random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda, asumsi klasik, uji t dan uji F pada program SPSS for Windows versi 18 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumtif siswa, (2) terdapat pengaruh gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa (3) terdapat pengaruh status sosial ekonomi orang tua, gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilku konsumtif siswa. hasil analisis data melalui uji t yang diuraikan pada bab IV dapat disimpulkan bahwa status sosial ekonomi orang tua berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif siswa, dilihat pada sumbangan secara parsial sebesar 4,8% dan bernilai positif. Untuk gaya hidup brand minded teman sebaya berpengaruh secara secara positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif siswa dilihat pada sumbangan secara parsial sebesar 8,3%. Secara simultan terdapat pengaruh antara variabel status sosial ekonomi orang tua, gaya hidup brand minded teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa kelas XI IPS SMAN 8 Malang dilihat dari hasil analisis pengujian koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai R Square (R2) 0,196 atau pengaruhnya sebesar 19,6 %.

Pengembangan media pembelajaran menulis geguritan berbasis audio visual untuk pembelajaran bahasa Jawa di SMP / Andri Pebriana Wati

 

Wati, Andri Pebriana. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Geguritan Berbasis Audio Visual untuk Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M. Pd., (2) Dwi Sulistyorini, S. S., M. Hum. Kata Kunci: media pembelajaran, menulis geguritan, audio visual. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pembelajaran. Dengan memanfaatkan media, siswa dapat belajar secara mandiri. Unsur gambar (visual) dan unsur suara (audio) yang disusun secara menarik dan mudah dipahami akan membuat pengguna media tertarik untuk memperoleh informasi yang ada di dalamnya. Kreativitas pengembang media sangat menentukan efektivitas penggunaan media dalam memberikan informasi yang ada di media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran menulis geguritan SMP kelas VIII berbasis audio visual yang menarik dan (2) menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran menulis geguritan SMP kelas VIII berbasis audio visual yang layak digunkan dalam pembelajaran menulis geguritan. Kemenarikan dilihat dari aspek tampilan. Kelayakan dilihat dari aspek materi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan. Model pengembangan ini terdapat delapan tahap prosedur penelitian dan pengembangan, yakni (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) mengembangkan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi media, (5) menulis naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media, dan (8) revisi media. Uji coba produk dilakukan empat kali, yakni (1) uji ahli materi, (2) uji ahli media, (3) uji guru bahasa Jawa, dan (4) uji siswa. Angket digunakan dalam uji coba produk media pembelajaran menulis geguritan sebagai instrumen pengambilan data. Data penelitian ini berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa komentar dan saran perbaikan, sedangkan data nonverbal berupa skor penilaian. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kemenarikan produk media pembelajaran melalui nilai rata-rata dan (2) mendeskripsikan kelayakan produk media pembelajaran melalui nilai rata-rata. Perbaikan media pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli, praktisi, dan siswa. Hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran menulis geguritan ini layak dan dapat diimplementasikan. Kemenarikan media pembelajaran menulis geguritan mendapat persentase sebesar 82,03%, sedangkan kelayakan media pembelajaran menulis geguritan mendapat persentase 83,71%. Walaupun tergolong layak dan dapat diimplementasikan, terdapat bagian-bagian yang harus direvisi sesuai komentar dan saran perbaikan dari ahli, guru bahasa Jawa, dan siswa. Produk media penelitian dan pengembangan berupa soft copy dengan menggunakan aplikasi Macromedia Flash. Produk media disimpan dalam compact disk sehingga siap digunakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran ini memiliki keunggulan dari media pembelajaran yang lain. media pembelajaran menyediakan dasanama yang dapat membantu mempermudah siswa menulis geguritan. Media pembelajaran menulis geguritan menyediakan tiga tema untuk menjaring ide, yakni, (1) katresnan marang gusti kang murbeng dumadi, (2) katresnan marang wong, (3) katresnan marang kewan, Produk media pembelajaran menulis geguritan terdiri atas tujuh menu utama. yakni (1) Layar Kawitan, (2) Pituduh Media, (3) Kompetensi, (4) Materi, (5) Makaraya, (6) Tugas, dan (7) Biodata Pengrembakan. Menu utama yang sebelumnya hanya terdapat enam menu utama menjadi tujuh dengan penembahan menu “Tugas”. Materi dalam produk menulis geguritan disajikan empat aspek materi yang dipelajari, yakni (1) Tegese Geguritan, (2) Pamilihing Tembung, (3) Purwakanti Geguritan, dan (4) Tatacara Nulis Geguritan. Pada sub menu materi, yakni “Tatacara Nulis Geguritan” terdapat satu video yang digunakan untuk contoh serta dilengkapi contoh geguritan berdasarkan video yang ditampilkan. Dalam menu “Tugas” terdapat dua tugas dapat digunakan siswa untuk belajar sendiri menulis geguritan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Media pembelajaran menulis geguritan ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar dalam menulis geguritan. sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media pembelajaran ini dan siswa dapat menggunakan media ini secara mandiri. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran menulis geguritan yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal dan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.

Hubungan antara pengetahuan pembuatan busana, keterampilan menjahit, sikap belajar dan persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen dengan hasil pembuatan jas wanita pada matakuliah tailoring PKK FT UNM / Irmayanti

 

Irmayanti. 2013. Hubungan antara Pengetahuan Pembuatan Busana, Keterampilan Menjahit,Sikap Belajar dan Persepsi Mahasiswa tentang Kemampuan Mengajar Dosen dengan Hasil Pembuatan Jas Wanita pada Matakuliah Tailoring PKK FT UNM. Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syamsul Hadi M. Pd., M, Ed., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci: pengetahuan busana, keterampilan menjahit, sikap belajar, persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen, hasil pembuatan jas wanita. Tingkat keberhasilan belajar mahasiswa pada matakuliah Tailoring dapat ditinjau dari seberapa tinggi mahasiswa tersebut mampu meraih prestasi dalam belajarnya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi dan menimbulkan kesulitan belajar bagi mahasiswa jika tidak mencukupi pemenuhannya baik secara internal maupun eksternal dan pada akhirnya menghambat dan mempengaruhi pencapaian kompetensi mahasiswa. Diantara banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa, pengetahuan, keterampilan, sikap dan persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen menjadi variabel dalam penelitian ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hubungan antara pengetahuan mahasiswa tentang pembuatan busana dengan hasil pembuatan jas wanita; 2) hubungan antara keterampilan menjahit mahasiswa dengan hasil pembuatan jas wanita; 3) hubungan antara sikap belajar mahasiswa terhadap matakuliah Tailoring dengan hasil pembuatan jas wanita; 4) hubungan antara persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen dengan hasil pembuatan jas wanita; 5) hubungan secara simultan antara pengetahuan mahasiswa tentang pembuatan busana, keterampilan menjahit, sikap belajar dan persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen dengan hasil pembuatan jas wanitapada Matakuliah Tailoring PKK FT UNM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Tata Busana Jurusan PKK FT UNM angkatan 2007, 2008, 2009 dan 2010 yang telah memprogram matakuliah Tailoring dengan jumlah mahasiswa sebanyak 111 orang. Sampel pada penelitian iniditetapkan secara Proportionate Statified Random Samplingsebesar 50% dari dari masing-masing angkatan atau jumlah populasi dan dihasilkan 55 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Pengetahuan mahasiswa tentang pembuatan busana (X1), Keterampilan menjahit mahasiswa (X2), Sikap belajar (X3), Persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen (X4) dengan Hasil pembuatan jas wanita pada matakuliah Tailoring (Y) baik secara parsial maupun simultan. Hal ini ditunjukkan dengan Fhitung = 20,29>Ftabel= 2,552. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,787 dan koefisien determinan (r2) sebesar 0,588, ini berarti Pengetahuan pembuatan busana (X1), Keterampilan menjahit (X2), Sikap belajar (X3) dan Persepsi mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen (X4) memberikan sumbangan efektif sebesar 58,8% terhadap hasil pembuatan jas wanita pada matakuliah Tailoring.Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan, gambaran, serta informasi yang bermanfaat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Identifikasi jenis-jenis reptilia dari awetan basah koleksi Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang / Fury Fauziah

 

Fauziah, Fury. 2013. Identifikasi Jenis-jenis Reptilia dari Awetan Basah Koleksi Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim, M.Si dan (II) Drs. Masjhudi, M.Pd Kata kunci: Identifikasi, Reptilia Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang memiliki banyak koleksi spesimen baik tumbuhan maupun hewan, berupa awetan basah dan awetan kering. Koleksi spesimen hewan yang dimiliki Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang salah satunya adalah awetan basah Reptilia, yang sebagian besar belum teridentifikasi. Pengidentifikasian diperlukan agar spesimen dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran reptilia secara langsung. Spesimen yang diketahui data morfologi dan nama spesies diharapkan akan lebih mudah dipelajari. Pengamatan morfologi pada spesimen reptilia bertujuan untuk informasi mengenai ciri morfologi dan kedudukan taksonomi spesies Reptilia yang dijadikan koleksi awetan basah di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Pengidentifikasian dengan cara pengamatan morfologi dari spesimen. Pengamatan morfologi berupa pengamatan ciri meristik, yaitu dengan mengamati susunan sisik reptilia pada bagian kepala, tubuh serta ekor, dan pengamatan ciri morfometrik, yaitu dengan cara mengukur panjang tubuh reptilia. Pengamatan dilakukan dalam di lemari asam dalam ruang 101 gedung Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan Maret sampai Mei 2013. Setiap spesimen yang diamati difoto untuk didokumentasikan dan setelahnya dibuat sketsa. Hasil dari pegamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi terhadap beberapa koleksi awetan basah adalah ordo Testudinata dan ordo Squamata. Testudinata terdiri dari satu family yaitu Geomidydae (1 spesies). Pada ordo Squmata terdapat dua subordo, subordo Ophidia yang terdiri dari family Colubridae (5 spesies), Elapidae (1 spesies), dan Viperidae (1 spesies) serta subordo Lacertilia yang terdiri dari family Agamidae (2 spesies), Gekkonidae (1 spesies), dan Varanidae (1 spesies).

Faktor-faktor yang mempengaruhi dosen-dosen perguruan tinggi menggunakan sofware non-original di Kota Malang / Agus Hermawan

 

Hermawan, Agus. 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dosen-dosen Perguruan Tinggi Menggunakan Software Non-original di Kota Malang. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si, (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (III) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M Kata kunci: pengetahuan tentang software, persepsi harga, sikap, norma-norma subyektif, pengendalian perilaku yang dirasakan, niat menggunakan software non-original Penelitian ini menyangkut perilaku dosen dalam mengcopy software non-original dengan fokus pada proses pengambilan keputusan individu menggunakan software. Model penelitian yang dikembangkan berupa integrasi dua teori, yakni teori perilaku direncanakan (Theory of Planned Behavior/TPB) dan Teori harapan memperoleh manfaat (Expected Utility Theory). Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory, bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel melalui pengujian hipotesis. Jumlah sampel 159 dosen Fakultas Ekonomi (dan Bisnis) dari 10 universitas-universitas negeri dan swasta di kota Malang ditentukan dengan rumus Snedecor dan Cochran dengan teknik probability random sampling. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan sebagai teknik analisis data multivariat yang bertujuan menentukan model hubungan kausal antar enam variabel laten dan variabel teramati dan penggunaan SEM dijadikan dasar model pengukuran dengan didukung software Lisrel 8.8.     Temuan penelitian mengungkapkan: 1) Pengetahuan software dosen tidak terbukti berpengaruh negatif terhadap sikap tentang software non-original; 2) Sikap tidak terbukti memediasi secara negatif dan signifikan pengaruh pengetahuan tentang software terhadap niat menggunakan software non-original; 3) Persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap sikap tentang software non-original; 4) Sikap memediasi secara positif dan signifikan pengaruh harga software terhadap niat menggunakan software non-original; 5) Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat menggunakan software non-original; 6) Norma-norma subyektif berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap niat menggunakan software non-original; 7) Pengendalian Perilaku yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan software non-original.     Implikasi teoritis temuan adalah: 1) teori ekonomi dan pendidikan ekonomi sebaiknya menekankan kajian unsur tingkat kebutuhan konsumen terhadap barang sebagai motif permintaan, bukan hanya didominasi oleh nilai-nilai kepuasan (interest); 2) perilaku organisasi memerlukan kajian nilai-nilai etika dengan adanya temuan negatif dampak kolegialitas; 3) teori Planned behaviour telah ditegaskan keberadaannya secara empiris, 4) untuk riset selanjutnya diperlukan pendekatan riset kualitatif untuk menggali perilaku individu menggunakan software, dan riset menyangkut persepsi perilaku pengusaha diperlukan sebagai pandangan penjual (supply side). Implikasi praktis temuan adalah 1) kebijakan diferensiasi harga software bagi subyek konsumen dan negara tertentu (negara-negara sedang berkembang) diperlukan untuk didukung oleh tiga unsur: produsen software, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah; 2) unsur pendidikan konsumen perlu dimasukkan dalam pembelajaran ekonomi dalam rangka membentuk kesadaran karakter dosen. Saran dari temuan adalah: 1) mendorong penggunaan open source software untuk meminimalkan penggunaan software non-original pada perguruan tinggi; 2) mendorong negosiasi dengan vendor software menyangkut pemberian lisensi khusus dengan harga rendah bagi mahasiswa dan akademisi; 3) meletakkan dasar kode etik akademik penggunaan software sebagai bagian nilai-nilai yang dianut civitas akademika.

Analisis implementasi Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada kompetensi keahlian akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang / Lilik Ustariningsih

 

Ustariningsih, Lilik. 2013. Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) pada Kompetensi Keahlian Akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd, M.Si.Ak, (II) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom Kata kunci: SMK Ardjuna 2, Prosedur Perencanaan Prakerin, monitoring dan pembimbingan, evaluasi Prakerin SMK Ardjuna 2 Malang merupakan salah satu sekolah yang bekerja sama dengan berbagai DU/DI dalam pelaksanaan praktik kerja industri. Berdasarkan observasi prapenelitian yang dilakukan di SMK Ardjuna 2 Malang mengenai pelaksanaan prakerin ditemukan adanya ketidaksesuaian antara kegiatan siswa semasa di tempat Prakerin dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada. Hal ini membuat peneliti merumuskan masalah dengan bagaimanakah implementasi program praktik kerja industri di SMK Ardjuna 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan siswa beserta guru sekolah dan studi dokumentasi yang berhubungan dengan pelaksanaan Prakerin. Berdasarkan wawancara dan studi dokumentasi hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa implementasi praktik kerja industri di SMK Ardjuna 2 Malang tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan landasan teori yang berkaitan dengan prakerin, hal tersebut dikarenakan ada beberapa hal yang tidak sesuai pada implementasi praktik kerja industri, yaitu kurangnya pencantuman tanda tangan kepala sekolah pada dokumen monitoring yang membuat baik guru maupun siswa kurang disiplin. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah disampaikan, peneliti menyarankan agar pelaksanaan Prakerin di SMK Ardjuna 2 Malang yang akan datang sekolah menambahkan tandatangan pada dokumen lembar monitoring. Selain itu isi penelitian ini menegaskan bahwa siswa dinyatakan sudah mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar Prakerin/sinkron dengan jurusan, meskipun kegiatan siswa semasa Prakerin hanya sebatas melihat atau pernah tahu bahwa perusahaan tersebut memiliki dokumen keuangan yang dimaksud pada standar kompetensi dan kompetensi dasar Prakerin. Hal tersebut menjadi alasan dikarenakan dokumen keuangan perusahaan merupakan dokumen rahasia bagi pihak luar perusahaan.

Analisis isi Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Indonesia jenjang SMP (kelas VII, VIII, dan IX) semester gasal yang disusun Tim MGMP Kota Malang tahun pelajaran 2012/2013 / Nuril Wijayanti

 

Wijayanti, Nuril. 2013. Analisis Isi Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Indonesia Jenjang SMP (Kelas VII, VIII, dan IX) Semester Gasal yang Disusun oleh Tim MGMP Kota Malang Tahun Pelajaran 2012//2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Drs.Dwi Saksomo, M.Si. Kata Kunci: lembar kerja siswa, Bahasa Indonesia, materi, tahapan-tahapan kegiatan keterampilan berbahasa, soal latihan. Prinsip pelaksanaan KTSP adalah menuntut siswa untuk aktif dan bekerja mandiri. Salah satu cara yang banyak ditempuh guru untuk mengaktifkan siswanya adalah dengan menggunakan LKS. Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah bahan ajar cetak yang berfungsi sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar yang berisi materi pelajaran, lembaran-lembaran tugas atau kegiatan yang berisi petunjuk dan langkah-langkah menyelesaikannya yang mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai. Namun, fungsi LKS saat ini mulai bergeser yang awalnya hanya sebagai pemandu siswa dalam melakukan suatu kegiatan, tetapi sekarang justru dijadikan sebagai referensi utama. Tingkat penggunaan LKS yang cukup tinggi dalam setiap pembelajaran semestinya harus diimbangi dengan kualitas dan mutu LKS yang tinggi pula. Apabila LKS yang digunakan adalah LKS yang bermutu rendah, tentu sangat merugikan penggunanya, baik siswa maupun guru. Dalam rangka memperbaiki kualitas LKS yang banyak digunakan dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan analisis terhadap LKS yang digunakan oleh SMP Negeri di Kota Malang, khususnya LKS Bahasa Indonesia jenjang SMP semester gasal yang disusun Tim MGMP Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian orientasi isi materi dengan kurikulum (SK dan KD), tahapan-tahapan kegiatan keterampilan berbahasa, dan jenjang soal latihan keterampilan berbahasa yang terdapat dalam LKS Bahasa Indonesia kelas VII, VIII, dan IX yang disusun oleh Tim MGMP Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif evaluatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah LKS Bahasa Indonesia jenjang SMP kelas VII, VIII, dan IX yang disusun oleh Tim MGMP Kota Malang. Data penelitian ini adalah orientasi isi materi, tahapan-tahapan kegiatan keterampilan berbahasa, dan soal-soal latihan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik dokumenter, karena seluruh data yang terkumpul berupa dokumen yang bersumber dari LKS Bahasa Indonesia kelas VIII, VIII, dan IX yang disusun oleh Tim MGMP Kota Malang. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) penyeleksian data yang layak dipakai sesuai dengan masalah penelitian, (2) pengklasifikasian data pada materi, tahapan-tahapan kegiatan pada keterampilan berbahasa, dan soal latihan, (3) pemberian kode-kode terhadap data yang telah ditemukan agar mempermudah dalam penganalisisan, (4) penganalisisan serta pencocokan data dengan kriteria, dan (5) penyimpulan data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara membaca dan menelaah sumber data secara berulang-ulang sehingga wujud dari perpanjangan pengamatan. Kedua, peneliti membaca secara instensif dan mengamati secara teliti dan mendalam seluruh LKS kemudian mencocokkan dengan kriteria yang telah dibuat. Ketiga, peneliti menggunakan teknik diskusi teman sejawat dengan cara meminta pendapat teman tentang temuan peneliti untuk memeriksa keabsahan data ini sebagai wujud pengecekan teman sejawat. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, orientasi materi yang terdapat dalam LKS Bahasa Indonesia buatan Tim MGMP Kota Malang sudah sesuai dengan kurikulum (SK dan KD. Kedua, apabila ditinjau dari tahapan-tahapan kegiatan keterampilan berbahasa yang terdapat dalam LKS Bahasa Indonesia buatan Tim MGMP Kota Malang tidak memuat tahapan kegiatan secara lengkap. Ketiga, soal latihan keterampilan menulis, menyimak dan berbicara lebih menekankan soal latihan langsung. Adapun keterampilan membaca lebih menekankan pada soal pemahaman. Berdasarkan simpulan yang telah diperoleh, peneliti menyarankan sebagai berikut. Pertama, untuk penyusun LKS hendaknya melakukan perbaikan terutama menyangkut tahapan-tahapan keterampilan berbahasa. Tahapan-tahapan keterampilan berbahasa perlu diperbaiki karena tahapan-tahapan keterampilan berbahasa dalam kompetensi dasar tidak memuat semua tahapan-tahapan secara lengkap. Kedua, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang LKS Bahasa Indonesia yang lain dengan menggunakan rumusan masalah yang telah disebutkan peneliti. Hal ini bertujuan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian tentang LKS atau buku bahasa dan sastra yang lain.

Manajemen pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah secara online (Studi kasus di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Malang) / Budi Santoso

 

Santoso, Budi. 2013. Manajemen Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah secara Online (Studi Kasus di SMAN 3 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, (II) Raden Bambang Sumarsono, M.Pd Kata kunci: manajemen, OSIS, online Budaya demokrasi dibentuk oleh unsur-unsur demokrasi, yang terdiri dari kebebasan, persamaan, solidaritas, toleransi, dan menghormati kejujuran. Penanaman budaya demokrasi bisa melalui lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Ketiga lingkungan itu sangat berperan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini sebagai generasi penerus bangsa. Penanaman budaya demokrasi dalam lingkup sekolah di jenjang sekolah menengah dapat diterapkan dalam kegiatan pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah yang biasa disebut dengan OSIS. Pemilihan ketua OSIS merupakan salah satu penerapan budaya demokrasi yang melibatkan seluruh peserta didik di sekolah untuk mengeluarkan aspirasinya. Fokus penelitian yaitu: (1) perencanaan pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang; (2) pengorganisasian pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang; (3) pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang; (4) pengawasan pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang; (5) evaluasi pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang; dan (6) faktor-faktor pendukung dan penghambat pemilihan ketua OSIS secara online di SMAN 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data yang melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) ketekunan pengamatan, dan (2) triangulasi. Peneliti melakukan analisis data dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) perencanaan pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Malang telah disusun secara matang dengan melibatkan guru pembina kesiswaan, pengurus MPK, dan pengurus OSIS yang lama. Penyusunan perencanaan pemilihan ketua OSIS ini meliputi perekrutan calon ketua OSIS, penyediaan software serta input data, dan anggaran biaya untuk pelaksanaan pemilihan ketua OSIS. Dalam perekrutan calon ketua OSIS ini melalui tiga tahapan tes, yaitu: (a) tes wawancara yang dilakukan oleh pengurus OSIS yang lama, (b) tes wawancara yang dilakukan oleh pengurus MPK, dan (c) tes wawancara yang dilakukan guru pembina kesiswaan; (3) pengorganisasian pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Malang adalah pembagian unit bidang panitia yang telah dituangkan dalam struktur kepanitian pemilihan ketua OSIS. Pembagian job description pengurus ini dilandasi oleh bakat dan minat yang dimiliki masing-masing pengurus; (4) pelaksanaan pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Malang. Pelaksanaan dilakukan dengan setiap pemilih datang ke aula untuk melakukan pemilihan, pada saat pemilih akan memasuki tempat pemilihan dilakukan, pemilih akan melewati pintu masuk dan di pintu masuk tersebut pemilih akan diberikan ID dan password untuk melakukan login agar dapat memilih calon yang akan mereka pilih; (5) pengawasan pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Malang dilakukan secara berkesinambungan agar semua kegiatan dapat terkontrol dengan baik, sehingga cepat dilakukan tindakan lebih lanjut dalam mengadakan perbaikan bila dijumpai suatu permasalahan atau hambatan. Pengawasan kegiatan pemilihan Ketua OSIS dilakukan oleh guru pembina kesiswaan. Pengawasan dapat dilakukan dalam bentuk evaluasi ataupun koordinasi, supaya tidak keluar dari jalur rencana awal; (6) evaluasi dapat dilakukan dengan melihat laporan yang dibuat setelah pelaksanaan pemilihan selesai dilakukan. Selain itu evaluasi ini dilakukan dengan cara mengadakan rapat antara panitia dengan guru pembina kesiswaan untuk membicarajan apa saja yang kurang baik, hal apa saja yang mendukung, dan faktor apa saja yang menghambat; (7) faktor-faktor pendukung pemilihan ketua OSIS di SMAN 3 Malang sebagai berikut: (a) dukungan pihak sekolah, (b) bantuan dari guru Pembina kesiswaan dalam memberikan bimbingan dan arahan, (c) jumlah panitia penyelenggara yang cukup banyak, (d) potensi yang dimiliki panitia penyelenggara, dan (e) sarana dan prasarana yang mewadahi. Saran dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi Kepala SMAN 3 Malang, hendaknya kegiatan pemilihan ketua OSIS dilakukan pada saat tidak ada proses kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar, selain itu untuk menghindari kendala yang ada seperti molornya pelaksanaannya dari target yang telah ditentukan; (2) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat menjadi informasi, khususnya mengenai manajemen pemilihan ketua OSIS secara online; (3) bagi Guru Pembina Kesiswaan, hendaknya memberikan waktu yang cukup untuk setiap calon memberikan sosialisasi (kampanye), selalu menjaga, memelihara, dan meningkatkan kegiatan manajemen pemilihan ketua OSIS secara online SMAN 3 Malang yang sudah berjalan cukup baik, sehingga dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS selanjutnya dapat berjalan dengan baik; (4) ketua MPK SMAN 3 Malang, hendaknya dalam perencanaan diberikan waktu yang cukup untuk setiap calon melakukan sosialisasi (kampanye), dan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Ketua MPK dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara online, agar pelaksanaan pemilihan ketua OSIS berikutnya menjadi lebih baik; (5) bagi anggota MPK SMAN 3 Malang, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada anggota MPK dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara online; (6) bagi mahasiswa Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dan menambah wawasan tentang manajemen pemilihan ketua OSIS secara online; (7) bagi peneliti lain, disarankan bagi peneliti lain untuk meneliti manajemen OSIS yang lebih fokus di sekolah. Agar hasilnya bisa lebih maksimal untuk terus dikembangankan.

Pengaruh karakteristik komite audit, struktur kepemilikan, dan risiko litigasi terhadap integritas laporan keuangan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011) / Roikhatul Miskiyah

 

Miskiyah, Roikhatul. 2013. Pengaruh Karakteristik Komite Audit, Struktur Kepemilikan dan Risiko Litigasi Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (2) Dr. Puji Handayati, S.E., Ak, M.M. Kata Kunci: Ukuran Komite Audit, Kompetensi Komite Audit, Frekuensi Pertemuan Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Risiko Litigasi, dan Integritas Laporan Keuangan Integritas atas laporan keuangan memiliki peranan penting bagi stakeholders. Hal tersebut dikarenakan laporan keuangan menjadi media utama bagi para pengguna terutama stockholders untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Skandal yang terjadi pada perusahaan publik berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan yakni skandal Enron Corportion tahun 2001 dan PT Kimia Farma Tbk pada tahun 2002, menandakan suatu kegagalan pada laporan keuangan dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengguna. Integritas laporan keuangan berkaitan dengan keandalan informasi yang dihasilkan dalam laporan keuangan yaitu kejujuran dalam penyajian, dapat dipercaya dan tidak berpihak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik Komite Audit, struktur kepemilikan, dan risiko litigasi terhadap integritas laporan keuangan. Variabel independen terdiri dari ukuran Komite Audit, kompetensi Komite Audit, frekuensi pertemuan Komite Audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan risiko litigasi. Sedangkan variabel dependen yaitu integritas laporan keuangan dengan proksi konservatisme akuntansi. Sampel perusahaan dalam penelitian ini sebanyak 21 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Komite Audit, frekuensi pertemuan Komite Audit, kepemilikan manajerial, dan risiko litigasi berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan ukuran Komite Audit dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu pengukuran praktik konservatisme hanya menggunakan satu model ukuran sehingga belum diketahui tingkat sensitivitas ukuran tersebut dalam menangkap adanya praktik konservatisme. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat membentuk suatu variabel instrumental konservatisme akuntansi dengan melibatkan model-model ukuran konservatisme akuntansi lainnya.

Pengembangan media pembelajaran qiro'ah berbasis Web untuk kelas X semester genap SMA Negeri 1 Malang / Mohamad Wildan Anshori

 

Anshori, Mohamad Wildan. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Qiro’ah Berbasis Web untuk Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurhidayati, M.Pd., (2) Mohammad Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Media pembelajaran, Qira’ah, web Dewasa ini mempelajari keterampilan berbahasa, diperlukan variasi media untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik,hal ini sejalan dengan kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi, sehingga mendorong manusia guna mengembangkan media pembelajaran berbasis digital untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Sehingga pengembang berinisiatif mengembangkan media pembelajaran berupa web. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan: (a) produk pengembangan media pembelajaran Qiro’ah berbasis web, (b) cara penggunaan media pembelajaran Qiro’ah berbasis web, (c) kelayakan media pembelajaran Qiro’ah berbasis web. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono yang telah dimodifikasi oleh peneliti, yaitu (1) analisis masalah, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli media dan materi, (5) revisi produk, (6) uji pemakaian, (7) revisi produk, (8) produksi akhir. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran Qiro’ah berbasi web, Media ini terdiri dari dua program CMS, yaitu joomla dan moodle, yang mana kedua program tersebut mempunyai fungsi tersendiri, joomla berfungsi sebagai penyimpan materi dan moodle sebagai media penyimpan soal latihan. Media pembelajaran ini juga dilengkapi dengan file tutorial cara pengaplikasian media. Berdasarkan hasil uji ahli materi, ahli media, guru bahasa Arab, dan siswa maka diketahui tingkat validitas media pembelajaran mencapai 80,34%, sehingga media tersebut masuk dalam kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan kepada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media pembelajaran yang sejenis dengan pengembangan media pembelajaran Qiro’ah berbasis web ini, serta melengkapi pengembangan tersebut dengan pembelajaran kemahiran istima’, kitabah, dan kalam.

Pengaruh keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (Studi pada pegawai tetap PT. KAI DAOP VIII Surabaya) / Sherryl Elizabeth Ilao

 

Ilao, S.E. 2013. Pengaruh Keadilan Distributif dan Keadilan Prosedural terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si., (II) Dr. WahjuWibowo, A.Md, S.E., M.Si Kata Kunci : Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural, Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja SDM merupakan faktor kunci dalam organisasi, dengan persaingan bisnis yang semakin ketat di era global ini maka diperlukan dukungan dari perusahaan berupa keadilan distributif dan prosedural yang kuat serta kepuasan kerja yang tinggi sehingga tujuan perusahaan tercapai. Dengan tercapainya tujuan kerja perusahaan maka akan menghasilkan komitmen yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keadilan distributif, keadilan procedural, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi pada PT. KAI Daop VIII Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research). Populasi yang dipilih adalah karayawan PT. KAI DAOP VIII Surabaya sebanyak 164 karyawan, metode pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan hasil sampel sebanyak 116 responden, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu keadilan distributif (X1) dan keadilan prosedural (X2), variabel intervening kepuasan kerja (Z), variabel terikat komitmen organisasi (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif tidak signifikan keadilan distributif terhadap komitmen organisasi, (2) terdapat pengaruh positif signifikan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi, (3) terdapat pengaruh langsung yang signifikan keadilan distributif terhadap kepuasan kerja (4) ada pengaruh langsung yang signifikan keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja, (5) terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, (6) terdapat pengaruh tidak langsung keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja PT. KAI Daop VIII Surabaya. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan bahwa memberlakukan karyawan secara adil dalam memberikan tugas-tugas kerja sesuai beban kerja masing-masing pekerjaan, sehingga karyawan merasa nyaman dalam menjalankan pekerjaannya, dan pimpinan juga harus tetap memberikan evaluasi kepada karyawan terhadap hasil kerjanya secara berkala. Selain itu puntuk menumbuhkan kepuasan kerja karyawan perusahaan sebaiknya menyediakan, memenuhi, dan memelihara secara terus menerus faktor-faktor keadilan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan, karena kondisi keadilan dan kepuasan kerja karyawan berpengaruh terhadap komitmen organisasi.

Komposisi jenis, tingkat keragaman jenis dan kelimpahan komunitas hama penggerak tebu pada lahan tanaman tebu dan lahan tanaman campuran di Desa Ganjaran, Gondanglegi-Kabupaten Malang / Heri Susanto

 

Susanto, Heri. 2013. Komposisi Jenis, Tingkat Keragaman Jenis, dan Kelimpahan Komunitas Hama Penggerek Tebu Pada Lahan Tanaman Tebu dan Lahan Tanaman Campuran di Desa Ganjaran, Gondanglegi – Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbinng: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Komposisi, Keragaman, Kelimpahan, Lahan Tanaman Campuran. Penghasil bahan baku tebu di daerah Kabupaten Malang terdapat di kecamatan Gondanglegi, tepatnya di desa Ganjaran. Salah satu kendala dalam budidaya tebu adalah serangan berbagai jenis hama disepanjang pertumbuhan tanaman. Hama utama pada tanaman tebu adalah hama penggerek yang mampu menurunkan sukrosa hingga 20% pada tiap ruas batang tebu. Kajian yang dilakukan terhadap fase imago hama penggerek batang tebu sering kali terabaikan padahal fase imago merupakan faktor yang menentukan tingkat serangan hama pada lahan pertanian tebu. Data mengenai fase imago hama penggerek tebu masih sangatlah minim, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui spesies, komposisi, keragaman dan kelimpahan hama penggerek tebu di Desa Ganjaran, Gondanglegi. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2012 - April 2013 di desa Ganjaran, Gondanglegi Kabupaten Malang. Pengambilan spesimen dilakukan pada dua lahan yang berbeda yaitu lahan tanaman tebu dan lahan tanaman campuran. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode titik yang diletakkan dalam lahan tanaman tebu dan lahan tanaman campuran secara diago-nal. Pengumpulan data dilakukan pada masing-masing titik dengan menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu jebakan cahaya (light trap) dan jebakan warna (yellow sticky trap). Komposisi dan kelimpahan hama penggerek tanaman tebu digunakan analisis statistik kuantitatif yaitu analisis Regresi. Komposisi, tingkat keragaman, dan kelimpahan hama penggerek tebu menunjukkan hasil yang berbeda pada kedua lahan. Komposisi hama penggerek pada lahan tebu meliputi 13 spesies yang termasuk dalam 3 famili. Kelimpahan tertinggi hama penggerek tebu pada lahan tanaman tebu adalah Scirpophaga innotata sebesar 15,2%. Hama penggerek tebu pada lahan tanaman tebu memiliki tingkat keragaman sedang dengan nilai indeks 2,47. Hasil pengambilan data hama penggerek tebu pada lahan campuran menunjukkan bahwa komposisi hama penggerek tersusun atas 10 spesies yang termasuk dalam 3 famili. Scirpophaga innotata merupakan hama penggerek tebu dengan kelimpahan tertinggi pada lahan tanaman campuran yaitu 22%. Tingkat keragaman pada lahan tanaman campuran dikategorikan sedang dengan nilai indeks 2,17.

Penerapan Relistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi segitiga kelas VII-H SMP Negeri 7 Malang / Sarismah

 

Sarismah. 2013. Penerapan Realistic Mathematics Education (RME) untukMeningkatkanPrestasiBelajarSiswapadaMateriSegitigaKelas VII-H SMP Negeri 7 Malang. Skripsi, JurusanMatematika FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. SantiIrawati, M.Si, Ph.D (II) Dra. SusyKuspambudiAndaini, M.Kom. Kata Kunci:Realistic Mathematics Education (RME), Segitiga, Prestasi Belajar. Prestasi belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 7 Malang masih terbilang rendah, yaitu 60% dari seluruh siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk matematika yaitu 75. Guru sebagai seorang pendidik memiliki tanggung jawab yang cukup besar terkait dengan kegiatan pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu, guru harus mampu memilih strategi yang tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu bentuk strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah Realistic Mathematics Education (RME). Realistic Mathematics Education (RME) merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah kontekstual dan situasi kehidupan nyata untuk memperoleh dan mengaplikasikan konsep matematika. Karakteristik dari RME adalah menggunakan masalah kontekstual, menggunakan model, menggunakan kontribusi siswa, interaktivitas, dan penjalinan/pengaitan. Sedangkan prinsip utama dari RME antara lain (1) Guided Reinvention and Progressive Mathemathizing; (2)Didactical Phenomenology; (3) Self- Developed Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas, serta mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan RME untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 7 Malang pada materi segitiga. Penelitian dilaksanakan pada akhir semester II tahun ajaran 2012/2013 (mei 2013). Tempat penelitian di SMP Negeri 7 Malang. Penerapan RME pada materi segitiga dalam penelitian ini telah dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus pertama terdiri dari 2 pertemuan. Siklus II yang terdiri dari 1 pertemuan dilaksanakan untuk memperbaiki kekurangan dan hambatan dalam pembelajaran segitiga dengan penerapan RME pada siklus I. HasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapanRealistic Mathematics Education (RME) dapatmeningkatkanprestasibelajarsiswapadamaterisegitiga.Hal inididukungdenganadanyapeningkatandariskortes akhirsiklus I (50%) denganskortesakhir siklus II (87.5%).

Pengaruh kelompok acuan dan persepsi yang ditimbulkan oleh iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI IPS di SMAN 2 Pamekasan / Ismi Hidayati

 

Ismi Hidayati. 2013. Pengaruh Kelompok Acuan Dan Persepsi Yang Ditimbulkan Oleh Iklan Terhadap Pola Konsumsi Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Pamekasan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agung Haryono, SE.,M.P., Ak (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi S., M.E., M.Div Kata Kunci: Kelompok Acuan, Persepsi Yang Ditimbulkan Oleh Iklan, Pola Konsumsi Seiring dengan dampak yang ditimbulkan oleh perdagangan bebas tersebut, secara tidak langsung pola konsumsi masyarakat juga akan berubah, dimana dengan banyak pilihan produk yang ditawarkan dengan harga yang murah, pola hidup masyarakat akan berubah menjadi lebih konsumtif. Sama halnya dengan siswa SMA, mereka juga akan ikut terpengaruh dengan keadaan tersebut, yakni mereka akan lebih konsumtif dalam menkonsumsi suatu barang. Sejauh ini kecenderungan pola konsumtif siswa SMA lebih besar dipengaruhi oleh perilaku konsumtif dari teman sepergaulan dan sebagian besar juga dipengaruhi oleh iklan yang mereka lihat atau dengar dari berbagai media baik media elektronik maupun media cetak. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis pengaruh kelompok acuan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI IPS SMAN 2 PAMEKASAN, 2) menganalisis pengaruh persepsi yang ditimbulkan oleh iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI IPS SMAN 2 PAMEKASAN, 3) menganalisis pengaruh kelompok acuan dan pengaruh persepsi yang ditimbulkan oleh iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI IPS SMAN 2 PAMEKASAN. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS SMAN 2 PAMEKASAN sebanyak 93 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan dan dari data-data yang telah diolah maka dapat disimpulkan secara garis besar: 1) Pengaruh Kelompok Acuan Terhadap Pola Konsumsi Siswa : Ada pengaruh positif kelompok acuan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI SMAN 2 Pamekasan. Hal ini disebabkan kelompok acuan yang ada dalam penelitian disini tidak begitu ikut andil dan mempengaruhi dalam keputusan berkonsumsi. 2) Pengaruh Persepsi Yang Ditimbulkan Oleh Iklan Terhadap Pola Konsumsi Siswa : Ada pengaruh positif persepsi siswa yang ditimbulkan oleh iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI SMAN 2 Pamekasan, hal ini disebabkan tingkat persepsi siswa yang ditimbulkan oleh iklan yang tinggi membuat pola konsumsi mereka cenderung tinggi. Hal ini bisa mempengaruhi keputusan siswa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 3) Pengaruh Kelompok Acuan Dan Persepsi Yang Ditimbulkan Oleh Iklan Terhadap Pola Konsumsi Siswa : Ada pengaruh positif dan simultan antara variabel kelompok acuan dan persepsi yang ditimbulkan oleh iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas XI SMAN 2 Pamekasan, yang artinya keputusan mereka berkonsumsi barang atau jasa dipengaruhi oleh kedua variabel ini. Yang nantinya berdampak terhadap kebiasaan menabung dan keputusan lebih pentingnya membeli barang yang dibutuhkan atau yangdiinginkan terlebih dahulu yang harus dipenuhi. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang diberikan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah : 1) Bagi Guru : Guru dapat memberikan materi disertai studi kasus tentang pola hidup hemat dan manfaat menabung pada siswa. Disamping itu sebagai pendidik merupakan tugas guru untuk membimbing siswa agar dapat bersikap hati-hati dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dan mempertahankan kepribadiannya, sehingga siswa dapat mandiri dalam keputusan pembeliannya. Siswa tersebut tidak mudah terpengaruh oleh orang lain ataupun iklan yang ada di media cetak dan media elektronik, dalam melakukan pembelian, dengan demikian maka siswa akan mempunyai kepribadian yang kuat, mandiri, cerdas dan efisien dalam berkonsumsi. 2) Bagi Peneliti Selanjutnya : Saran bagi peneliti selanjutnya yang berminat melakukan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat memperluas variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, karena pada dasarnya masih banyak faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi siswa. Serta untuk peneliti selanjutnya dapat mengambil populasi yang lebih besar dari populasi penelitian ini dan dapat dilakukan di tempat/jenjang pendidikan yang berbeda

Peranan retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang / Beta Aris Hardianto

 

Hardianto, Beta Aris. 2012. Peranan Retribusi Pasar Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Program S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo M.Ec, (II) Dr. Bambang Pranowo S.E,M.Pd,Ak Kata kunci: retribusi pasar, PAD. Otonomi daerah merupakan aplikasi dari suatu kebijakan yang menetapkan bahwa kabupaten maupun kota sebagai titik beratnya. Inti dari pelaksanaan otonomi daerah adalah upaya untuk memaksimalkan hasil yang dicapai sekaligus menghindari kerumitan dan hal-hal yang menghambat pelaksanaan otonomi daerah. Dengan demikian tuntutan masyarakat dapat diwujudkan secara nyata dengan penerapan otonomi daerah dan kelangsungan pelayanan umum tidak diabaikan, serta memelihara kesinambungan fiskal secara nasional. Meskipun bukan kategori penerimaan retribusi yang utama, namun retribusi pasar Kota Malang memiliki peranan yang cukup penting, yakni sebagai salah satu penyumbang dalam penerimaan retribusi daerah pada khususnya dan PAD pada umumnya. Untuk mengetahui fokus dari penelitian ini, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah efektivitas penerimaan retribusi pasar dan PAD di Kota Malang? (2) Bagaimanakah hubungan antara retribusi pasar dengan PAD Kota Malang? (3) Bagaimanakah peranan retribusi pasar dalam menunjang peingkatan PAD Kota Malang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Pasar Kota Malang dengan teknik dokumentasi. Penelitian ini meneliti retribusi pasar Kota Malang selama 8 (delapan) tahun, yakni mulai dari tahun 2004 hingga tahun 2011. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Selama kurun waktu 8 tahun tersebut retribusi pasar dan PAD selalu mampu memenuhi target yang telah ditentukan. (2) Retribusi pasar memiliki hubungan linier positif yang menunjukkan bahwa dengan naiknya penerimaan retribusi pasar, maka PAD juga menjadi naik. Retribusi pasar memiliki tingkat korelasi yang sangat kuat dengan PAD Kota Malang. (3) Menurut perhitungan melalui analisa kontribusi, Retribusi pasar memiliki peranan yang cukup penting meskipun tergolong kecil dalam menyumbang penerimaan PAD Kota Malang. Adapun saran bagi pemerintah yakni perlu diadakan upaya yang lebih intensif lagi dalam pemungutan retribusi pasar sehingga penerimaan retribusi pasar akan selalu mengalami peningkatan yang lebih besar dan stabil setiap tahunnya.

Identifikasi pemahaman konseptual, algoritmik, grafik, dan gambaran mikroskopik siswa kelas XI IPS di SMAN 2 Malang pada materi kesetimbangan kimia / Mokhammad Misbakhul Mukhlis

 

Mukhlis, M. Misbakhul. 2013. Identifikasi Pemahaman Konseptual, Algoritmik, Grafik, dan Gambaran Mikroskopik Siswa Kelas XI IPA di SMAN 2 Malang pada Materi Kesetimbangan Kimia. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph.D., (2) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata-kata kunci: pemahaman materi kesetimbangan kimia, konseptual, algoritmik, grafik, gambaran mikroskopik Kesetimbangan kimia adalah salah satu materi dalam pelajaran kimia yang diberikan kepada siswa SMA dan MA. Untuk memahami materi kesetimbangan kimia diperlukan pemahaman konseptual, algoritmik, grafik, dan gambaran mikroskopik. Akibatnya, pembelajaran kesetimbangan kimia harus menekankan empat aspek pemahaman tersebut. Kenyataannya, pembelajaran kesetimbangan kimia cenderung lebih menekankan pada pemahaman algoritmik. Akibatnya, pemahaman konseptual, grafik, dan gambaran mikroskopik siswa cenderung lebih rendah dari pemahaman algoritmiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: (1) perbedaan pemahaman konseptual, algoritmik, grafik, dan gambaran mikroskopik siswa dalam mempelajari materi kesetimbangan kimia, (2) pemahaman konseptual siswa dibandingkan dengan pemahaman algoritmiknya, (3) pemahaman konseptual siswa dibandingkan dengan pemahaman grafiknya, dan (4) pemahaman konseptual siswa dibandingkan dengan pemahaman gambaran mikroskopiknya. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA SMAN 2 Malang yang terdistribusi dalam empat kelas homogen. Sampel penelitian adalah kelas XI IA 2 dan XI IB 2 yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Data penelitian ini adalah skor kognitif hasil belajar yang berkaitan dengan pemahaman konseptual, algoritmik, grafik, dan gambaran mikroskopik siswa. Skor ini dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda yang terdiri dari 9 item soal untuk setiap aspek pemahaman. Hasil uji coba instrumen memberikan validitas isi sebesar 88,9% dan koefisien reliabilitas yang diukur dengan rumus Alpha Cronbach sebesar 0,858. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konseptual, algoritmik, grafik, dan gambaran mikroskopik siswa dalam mempelajari materi kesetimbangan kimia. Pemahaman algoritmik adalah yang tertinggi, (2) pemahaman konseptual siswa lebih rendah dari pemahaman algoritmiknya, (3) pemahaman grafik siswa lebih rendah dari pemahaman konseptualnya, dan (4) pemahaman gambaran mikroskopik siswa lebih rendah dari pemahaman konseptualnya.

Pengaruh penggunaan serbuk keramik tegel sebagai agregar halus pada campuran aspal beton / Muhamad Syaiful Arif

 

Syaiful Arif, Muhamad. 2013. Pengaruh Penggunaan Serbuk Keramik Tegel Sebagai Agregat Halus pada Campuran Aspal Beton. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Henri Siswanto, M.T., dan Pranoto, S.T., M.T. Kata kunci: serbuk keramik tegel, agregat halus, campuran aspal beton    Transportasi merupakan salah satu urat nadi dalam perkembangan kemajuan suatu daerah atau negara, salah satu prasarana transportasi darat yang sangat penting adalah jalan raya. Pada kenyataannya masih banyak jalan-jalan yang kurang memenuhi syarat, sehingga banyak jalan rusak dikarenakan kurang mampu untuk menahan beban lalu lintas dan menerima beban kendaraan yang berlebihan, oleh karena itu diperlukan alternatif campuran-beraspal yang dapat diterapkan agar mampu mengatasi kerusakan-kerusakan akibat melemahnya daya ikat aspal terhadap butiran agregat dan filler, baik karena suhu, cuaca, mutu aspal dan agregat, maupun metode pelaksanaan dilapangan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan bahan alternatif serbuk keramik tegel sebagai agregat halus.    Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui sifat dan karakteristik parameter Marshall pada campuran aspal beton tanpa penambahan serbuk keramik tegel, dan (2) mengetahui pengaruh penggunaan serbuk keramik tegel sebagai agregat halus terhadap karakteristik parameter Marshall pada campuran aspal beton.    Dalam penelitian ini metode penelitian dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan pemilihan bahan, tahapan persiapan dan pembuatan benda uji, serta tahapan pengujian dan analisis data. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa: (1) pengujian benda uji tanpa menggunakan serbuk keramik sebagai agregat halus pada campuran aspal beton, didapatkan kadar aspal optimum adalah 5,62%. (a) stabilitas diperoleh nilai 1491,74 kg, (b) flow diperoleh nilai 4,52 mm, (c) Marshall Quotient diperoleh nilai 395,07 kg/mm, (d) VIM diperoleh nilai 4,53 mm, dan (e) VMA diperoleh nilai 21,52%. (2) Hasil dari pengujian benda uji menggunakan serbuk keramik sebagai agregat halus pada campuran aspal beton adalah: (a) stabilitas Marshall diperoleh nilai maksimum sebesar 1307,59 kg pada prosentase 100%, dan nilai stabilitas Marshall terendah sebesar 1129,86 kg pada prosentase 0%, (b) flow diperoleh nilai maksimum sebesar 3,71 mm, pada prosentase 20%, dan nilai flow terendah sebesar 3,58 mm pada prosentase 0%, (c) Marshall Quotient diperoleh nilai maksimum sebesar 364,27 kg/mm pada prosentase 100%, dan nilai Marshall Quotient terendah sebesar 306,01 kg/mm pada prosentase 20%, (d) VIM diperoleh nilai maksimum sebesar 4,84 % pada prosentase 40%, dan nilai VIM terendah sebesar 1,66% pada prosentase 100%, (e) VMA diperoleh nilai maksimum sebesar 18,15 % pada prosentase 40%, dan nilai VMA terendah sebesar 16,78% pada prosentase 100%.

Pengembangan dan penerapan modul pembelajaran mata kuliah autotronik pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang / Fery Nanda Lukmana

 

Lukmana, Fery Nanda. 2013. Pengembangan Dan Penerapan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Autotronik Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T, M.T Kata kunci: pengembangan modul, pembelajaran modul, autotronik Berdasarkan hasil observasi melalui angket pada mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang yang sudah menempuh matakuliah autotronik, perlu adanya bahan ajar autotronik yang mendukung dan mempermudah mahasiswa untuk belajar, bahan ajar yang ada harus sesuai dengan materi pokok yang akan dikaji dalam matakuliah autotronik pada S1 Pendidikan Teknik Otomotif. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran mata kuliah autotronik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang dan mengetahui penerapan uji coba modul pembelajaran mata kuliah autotronik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang yang pernah mengikuti matakuliah autotronik. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan menurut Pustekom Depdiknas 2008. Langkah langkah pengembangan terdiri dari bedah kurikulum, identifikasi media, pengembangan naskah, produksi, validasi desain, penyempurnaan, ujicoba, dan revisi. Bedah kurikulum dilakukan dengan melihat tujuan dan deskripsi matakuliah Autotronik pada katalog Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Setelah melakukan peninjauan kurikulum, prosedur selanjutnya adalah melakukan identifikasi media. Identifikasi media dilakukan berdasarkan masalah yang ada pada matakuliah autotronik. Pada tahap selanjutnya yaitu pengembangan naskah. Pada tahap pengembangan naskah dilakukan pengembangan komponen modul. Produksi awal yaitu berupa modul pembelajaran Autotronik diproduksi dalam jumlah skala kecil untuk proses validasi. Validasi modul meliputi penilaian modul oleh satu orang ahli media dan materi Autotrotonik. Selanjutnya dilakuakan uji coba lapangan skala kecil produk dilaksanakan pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif yang pernah menempuh matakuliah Autotronik berjumlah 20 orang. Setelah uji coba lapangan maka akan didapatkan produk akhir dari modul Autotronik. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini diperoleh data hasil validasi angket dan data hasil validasi modul. Data hasil validasi angket oleh dosen memperoleh persentase 95% yang termasuk kriteria valid. Hal ini berarti bahwa angket sudah layak untuk digunakan sebagai instrument validasi modul yang dikembangkan oleh peneliti. Data hasil validasi modul oleh dosen menunjukkan bahwa modul ini memperoleh persentase 87,8% yang termasuk kriteria valid dan data hasil validasi modul oleh mahasiswa menunjukkan bahwa modul ini memperoleh persentase 86,7% yang termasuk kriteria valid. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa modul yang telah dikembangkan pada penelitian ini dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Saran untuk pengembangan produk lebih lanjut, modul ini perlu diujicobakan pada lingkup yang lebih luas lagi untuk melihat keefektifan dan keefesienan dari modul terhadap pembelajaran. Selain itu perlu adanya pengembangan modul berbasis CD agar penggunaan di dalam kelas lebih efektif.

Keanekaragaman zooplankton berdasarkan perbedaan rona lingkungan perairan telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo Jawa Timur / Rila Rahma Apriani

 

Apriani, Rila Rahma. 2013. Keanekaragaman Zooplankton Berdasarkan Perbedaan Rona Lingkungan Perairan Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si. Kata Kunci:. Keanekeragaman, Zooplankton, Telaga Ngebel. Peran penting zooplankton dalam perairan danau adalah sebagai sumber makanan alami bagi ikan. Keberhasilan perikanan tawar ditentukan oleh keberadaan zooplankton di perairan tersebut. Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo sebagai kawasan wisata dan perikanan yang potensial perlu pemantauan terhadap kondisi telaga termasuk mengenai zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan zooplankton serta menentukan hubungan faktor fisika-kimia dengan keanekaragaman zooplankton di Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan spesimen zooplankton dilakukan pada 12 stasiun yang telah ditentukan berdasarkan perbedaan rona lingkungan sekitar perairan telaga yaitu area keramba, area inlet dan outlet, area hutan lindung, serta area pemukiman penduduk. Faktor fisika-kimia yang diukur adalah suhu, intensitas cahaya, pH, kekeruhan dan DO(oksigen terlarut). Spesimen zooplankton diidentifikasi pada tingkat genus hingga spesies menggunakan buku Fresh Water Biology (Edmonson, 1959) dan The Plankton of South Vietnam (Shirota, 1966). Selanjutnya dilakukan analisis mengenai komposisi, indeks keanekaragaman (Shanon Wiener), kemerataan, dan kekayaan zooplankton serta analisis varian untuk mengetahui perbedaan indeks tersebut pada tiap stasiun. Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan keanekaragaman zooplankton dengan faktor fisika-kimia. Sebanyak 14 famili yang terdiri atas 34 spesies zooplankton ditemukan di Telaga Ngebel. Keanakearagaman zooplankton di Telaga Ngebel berkisar antara 1,45-2,13 yang tergolong keanekaragaman tingkat sedang. Keanakeragaman zooplankton tertinggi terletak di stasiun 7 kedalaman 1,5 meter dan kekayaan tertinggi terletak di stasiun 8 kedalaman 1,5 meter. Stasiun 7 dan 8 merupakan area hutan lindung. Indeks kemerataan zooplankton menunjukkan rentangan 0,64-0,82 berarti kemerataan komunitas zooplankton di Telaga Ngebel termasuk merata/stabil. Terdapat hubungan antara faktor abiotik dengan indeks keanekaragaman zooplankton di Telaga Ngebel dengan sumbangan relatif sebesar 94,7%. Faktor kekeruhan merupakan faktor abiotik dengan taraf signifikansi paling tinggi yaitu dengan nilai R2 sebesar 59,20%, berarti kekeruhan merupakan faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman zooplankton. Uji laboratorium menunjukkan kandungan fosfat di Telaga Ngebel adalah berkisar 0,27-0,36 mg/L termasuk katagori rendah (belum tercemar).

Pengembangan instrumen asesmen menyimak cerita rakyat dan donggeng bahasa Jawa untuk SMP Negeri 2 Ngunut / Imro'tus Solikah

 

Solikah, Imro’atus. 2013. Pengembangan Instrumen Asesmen Menyimak Cerita Rakyat dan Dongeng Bahasa Jawa untuk Siswa SMP Negeri 2 Ngunut. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd., (II) Dr. Dwi Saksomo, M. Pd. Kata kunci: instrumen asesmen, menyimak cerita rakyat dan dongeng Bahasa Jawa. Instrumen asesmen merupakan salah satu alat penilaian yang digunakan oleh guru untuk menilai kemampuan siswa menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa. Instrumen asesmen yang digunakan meliputi instrumen asesmen hasil dan instrumen asesmen proses. Instrumen asesmen yang digunakan harus mampu mengukur keberhasilan belajar yang dicapai siswa disetiap indikator pembelajaran. Hal yang melatarbelakangi pengembangan instrumen asesmen menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa antara lain, Pertama, pada kenyataannya di lapangan banyak guru yang belum mengembangkan penilaian menyimak secara maksimal. Kedua, pada waktu menilai ketercapaian suatu Kompetensi Dasar (KD) guru hanya mengacu soal-soal di Lembar Kerja Siswa (LKS) MGMP tanpa membuat soal yang lain. Ketiga, rambu-rambu jawaban dan rubrik penilaian yang dibuat belum jelas. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah, (1) mengembangkan instrumen asesmen hasil menyimak cerita rakyat dan dongeng Bahasa Jawa dan (2) mengembangkan instrumen asesmen proses menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model prosedural dan memodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall, yaitu (1) tahap prapengembangan atau perencanaan, meliputi studi pendahuluan, analisis kurikulum, dan studi kepustakaan, (2) tahap pengembangan, meliputi, merumuskan tujuan penilaian, mengembangkan indikator, menyusun kisi-kisi, merancang draf instrumen, mengembangkan draf instrumen, dan revisi, (3) uji coba produk, dan (4) revisi. Penelitaian ini melakukan uji coba produk dengan ahli asesmen, ahli materi bahasa Jawa, praktisi (guru Bahasa Jawa) dan siswa kelas VII dan VIII SMP untuk mengetahui kelayakan produk. Jenis data yang diperoleh pada penelitian dan pengembangan ini adalah data numerik dan data verbal. Data numerik berupa skor hasil penilaian kelayakan oleh dua ahli, praktisi dan siswa. Adapun data verbal berupa catatan, komentar dan saran perbaikan pada saat uji coba produk yang ditulis pada angket penilaian yang disediakan peneliti dan hasil wawancara dengan para subjek uji coba setelah dilakukan uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dan pengembangan ini, yakni pedoman wawancara, angket penilaian dan pendoman observasi. Data numerik dan data verbal yang diperoleh dianalisis kemudian diterapkan pada produk pengembangan sebagai revisi. Data uji coba instrumen asesmen hasil menyimak cerita rakyat bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 62,5%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 69,6%, (3) data ii uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 85,9%, (4) data uji coba pemilihan teks menyimak dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (5) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 98%, (6) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 60%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, praktisi sebesar 75%, dan siswa sebesar 72%, (7) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 65%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 69,4%, praktisi sebesar 94,4%, dan siswa sebesar 73,2%, dan (8) data uji coba soal objektif skor reliabilitas sebesar 0,85 dan soal subjektif skor reliabilitas sebesar 0,91. Hasil uji instrumen asesmen hasil menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Data uji coba instrumen asesmen proses menyimak cerita rakyat bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 75%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 75%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (4) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 100%, (5) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 90%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 90%, dan (6) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 75%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 80,5%, dan praktisi sebesar 86,1%, Hasil uji instrumen asesmen proses menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Data uji coba instrumen asesmen hasil menyimak dongeng bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 68,8%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 68,8%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 82,8%, (4) data uji coba pemilihan teks menyimak dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (5) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 96,1%, (6) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 70%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 78,1%, praktisi sebesar 70%, dan siswa sebesar 79,2%, (7) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 62,5%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 66,7%, praktisi sebesar 88,9%, dan siswa sebesar 75,4%, dan (8) data uji coba soal objektif skor reliabilitas sebesar 0,60 dan soal subjektif skor reliabilitas sebesar 0,4. Hasil uji instrumen asesmen hasil menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Data uji coba instrumen asesmen proses menyimak dongeng bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 75%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 75%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (4) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 100%, (5) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 85%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 85%, dan (6) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 77,6%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 86,1%. Hasil uji instrumen asesmen proses menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk memanfaatkan produk instrumen asesmen menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa di lapangan. Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai sumber bacaan dan pertimbangan mengembangan instrumen asesmen yang lebih baik lagi. Produk pengembangan ini dapat disebarluaskan melalui forum MGMP.

Pengaruh minat pada profesi guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiwa (studi pada mahasiswa program studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2011/2012 Fakultas Ekonomo Universitas Negeri Malang) / Gabby Elydri Pradana

 

Pradana, Gabby Elydri. 2013. Pengaruh Minat pada Profesi Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2011/2012 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. H. Suharto S.M., M.Pd., M.M (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si Kata Kunci : Minat pada Profesi Guru, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Minat mempunyai peranan yang penting dalam keberhasilan seseorang. Ketika seseorang mempunyai minat belajar yang tinggi maka dia akan menyukai dan bersemangat belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Prestasi belajar dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan belajar seorang mahasiswa, semakin tinggi prestasi belajar seorang mahasiswa maka semakin baik hasil belajar yang diperolehnya dan sebaliknya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terdiri dari faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Faktor ekstern terdiri dari faktor keluarga, dan faktor sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat pada profesi guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2011/2012 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah 94 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2011/2012 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan minat pada profesi guru terhadap prestasi belajar, hal ini didapatkan dari hasil nilai regresi sebesar 0,019 yang lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05). (2) Tidak ada pegaruh yang signifikan motivasi intrinsik belajar terhadap prestasi belajar, hal ini didapatkan dari hasil nilai regresi sebesar 0,370 yang lebih besar dari taraf signifikansi (0,05). (3) Tidak ada pengaruh signifikan motivasi ekstrinsik belajar terhadap prestasi belajar, hal ini didapatkan dari nilai regresi sebesar 0,597 yang lebih besar dari taraf signifikansinya (0,05). (4) Tidak ada pengaruh signifikan secara bersama-sama antara minat pada profei guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar, hal ini didapatkan dari hasil regresi sebesar 0,072 yang lebih besar dari taraf signifikansinya. Adapun saran yang diberikan: (1) Bagi Fakultas Ekonomi hendaknya meningkatkan kualitas sarana pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sebagai tempat belajar sehingga mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar. (2) Bagi mahasiswa hendaknya memiliki sikap positif dan motivasi dari dalam diri untuk menjadi seorang guru. (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan populasi dan sampel yang lebih luas serta menambahkan variabel lain.

Pengaruh konflik peran terhadap turnover intention melalui stres kerja pada karyawan PT. Adira Quantum Multifinance Malang / M. Solikin

 

Penelitian ini dilaksanakan di PT. Adira Quantum Multifinance Malang, Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembiayaan kredit barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research). Populasi penelitian adalah sebanyak 110 karyawan. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan rumus Slovin dengan hasil sampel sebanyak 85 responden dan tehnik pengambilan sample menggunakan proportional random sampling, serta metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu konflik peran (X), variabel intervening stres kerja (Z), variabel terikat turnover intention (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Konflik Peran secara positif dan signifikan berpengaruh langsung terhadap stres kerja; (2) Konflik Peran tidak berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention; (3) Stres kerja secara positif dan signifikan berpengaruh langsung terhadap Turnover Intention; (4) Konflik peran berpengaruh tidak langsung terhadap Turnover Intention melalui stres kerja. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan kepada manajemen PT. Adira Quantum Multifinance Malang untuk memberikan porsi pekerjaan yang sesuai dengan peran dan tugas setiap karyawan, memperlakukan karyawan secara adil, membina hubungan yang harmonis antar karyawan serta dengan atasan sehingga tercipta rasa nyaman dan tidak merasakan tekanan dalam pekerjaannya. Kata kunci: Konflik Peran, Stres Kerja, Turnover Intention

Teknik-teknik membaca cepat dan efektif untuk menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran / Andini Lailatul Priyani

 

Priyani, Andini Lailatul. 2013. Teknik-teknik Membaca Cepat dan Efektif untuk Menunjang Pembelajaran Produktif Beragam Mata Pelajaran. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M. Si. Kata Kunci: teknik membaca cepat, pembelajaran produktif Penelitian ini didasarkan pada kondisi rendahnya kemampuan membaca cepat siswa di Indonesia. Dari fakta yang diperoleh, posisi Indonesia dalam hal kemampuan membaca berada jauh di bawah negara-negara lain. Hal ini sangat memprihatinkan karena kemampuan membaca merupakan dasar penguasaan pengetahuan seseorang. Di samping itu, kemampuan membaca ini juga berpengaruh terhadap keterampilan berpikir. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan teknik-teknik membaca cepat dan efektif yang dapat menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran, (2) untuk mendeskripsikan faktor-faktor penunjang (kondisi positif) untuk mempraktikkan teknik-teknik membaca cepat dan efektif yang dapat menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran, (3) untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat (kondisi negatif) pelaksanaan teknik-teknik membaca cepat dan efektif yang dapat menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran dan alternatif pemecahannya, (4) untuk mendeskripsikan potensi keberhasilan penerapan teknik-teknik membaca cepat dan efektif untuk menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau disebut juga riset kepustakaan. Data dan sumber data penelitian ini adalah data verbal yang berasal dari laporan-laporan penelitian seputar penerapan teknik membaca cepat dan efektif, artikel dalam jurnal yang membahas perihal teknik membaca cepat efektif, serta buku-buku referensi yang membahas mengenai teknik-teknik membaca cepat dan efektif dan pembelajaran produktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah matrik pencatatan atau perekaman data. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Dari hasil analisis data tersebut ditemukan empat kesimpulan. Pertama, bahwa dari empat teknik membaca cepat yang ditemukan, ada tiga teknik yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran produktif beragam mata pelajaran, yaitu teknik membaca memindai (scanning), teknik membaca lompat (skimming), dan Trifocus Steve Snyder. Adapun teknik Baca Kilat tidak efektif jika diterapkan dalam pembelajaran karena dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu yang relatif banyak. Kedua, faktor-faktor penunjang dalam keterampilan membaca cepat yakni motivasi, kosakata, membuat tujuan membaca, latar belakang pengetahuan, dan konsentrasi. Ketiga, faktor penghambatnya yakni perbedaan tingkatan kemampuan membaca siswa, waktu perencanaan yang memadai, tekanan terhadap guru untuk mampu mencakup semua materi, dan kekhawatiran guru tentang kualitas materi. Keempat, bahwa keterampilan membaca cepat berpotensi untuk diterapkan dalam pembelajaran abad ke-21.

Pengaruh intellectual capital terhadap employee productivity sektor perbankan yang terdaftar di BEI periode 2008-2010 / Happy Hajariagrisandy Nurmuslima

 

Hajariagrisandy, Happy N. 2013. “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Employee Productivity Sektor Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2010”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, S.E., M.Si. Ak. (II) Ika Putri Larasati S.E., Mcom. Kata kunci: intellectual capital, VAICTM, value added of capital employee, value added human capital, structural capital value added, employee productivity. Intellectual Capital (IC) berperan dalam upaya peningkatan nilai perusahaan serta menjadi assets yang bernilai dalam dunia modern. Hal ini disebabkan karena IC merupakan landasan bagi perusahaan untuk tumbuh dan unggul dibandingkan yang lainnya melalui inovasi-inovasi kreatif yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IC dengan employee productivity (EP). IC merupakan variabel independen dan EP sebagai variabel dependen. Dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Pulic yaitu VAICTM, penelitian ini menguji hubungan antara efisiensi value added (VAIC) dari tiga sumber daya utama perusahaan (human capital, structural capital, dan customer capital) dengan EP. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dari sektor perbankan yang terdaftar di BEI periode 2008-2010. Metode analisa data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen (IC) secara simultan berpengaruh terhadap EP. Sedangkan secara parsial komponen VAIC tidak berpengaruh terhadap EP, yaitu VACA dan STVA berpengaruh terhadap EP tetapi VAHU tidak berpengaruh terhadap EP. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggunakan metode pengukuran langsung seperti balanced scorecard atau skandia navigator. Menambah kinerja pasar sebagai variabel moderating untuk mengetahui dengan jelas keterkaitan antara intellectual capital dan kinerja pasar yang selanjutnya terefleksi dalam harga saham. Menambah sampel dari sektor lain diluar perbankan, agar perbedaan kontribusi intellectual capital dapat diketahui dengan jelas antar sektor bisnis.

Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi dengan menggunakan teknik menyunting mandiri siswa kelas X SMK / Windia Lestiana

 

Lestiana, Windia. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Teknik Menyunting Mandiri Siswa Kelas X SMK. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M. Pd, (2) Moch. Syahri, S.Sos, M.Si Kata Kunci: keterampilan menulis, karangan narasi, teknik menyunting mandiri Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Nurchasanah dan Widodo (1993:3) berpendapat bahwa menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran, perasaan, dan kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataran tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. Siswa yang sudah mendapatkan pelajaran menulis sejak bangku Sekolah Dasar pun, saat duduk di bangku SMK masih kesulitan saat diminta menulis apalagi untuk membuat sebuah karangan narasi. Kemampuan menulis mereka masih dapat dikatakan rendah. Mereka masih banyak membuat kesalahan pada saat menulis. Kesalahan-kesalahan itu banyak terdapat pada aspek substansi (penyampaian tujuan, pendeskripsian tokoh, penggambaran tindakan (action), penyampaian konflik) dan aspek kebahasaan (pengembangan paragraf, penggunaan kalimat efektif, dan penggunaan ejaan dan tanda baca). Agar siswa lebih menguasai keterampilan menulis karangan narasi dengan baik, perlu dilakukan pembelajaran menulis dan latihan-latihan atau dengan menerapkan suatu metode yang menarik. Salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis karangan adalah penggunaan suatu teknik yang inovatif dan efisien dalam pembelajarannya. Penggunaan teknik menyunting mandiri menuntut siswa untuk lebih aktif, dan kritis dalam pembelajarannya, karena dalam penerapan teknik ini siswa diharuskan untuk (1) menyadari kesalahan atau kekurangan yang ada pada tulisan, (2) mengendapkan tulisan yang telah dibuat, (3) mengedit tulisan yang telah dibuat, (4) mengoreksi tulisan teman, (5) merevisi tulisan yang telah diedit, dan (6) langkah terakhir adalah publikasi. Penelitian ini dilakukan di SMKN 5 Malang dengan menggunakan siswa kelas X TKJ1 sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan jenis peneliian tindakan kelas yang dalam pelaksanaannya ada dua siklus. Prosedur penelitian ini meliputi: (1) perencanaan penelitian (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflekting). Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan tehnik pengumpulan datanya menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TKJ1 SMKN 5 Malang. Adapun data dalam penelitian ini adalah data proses dan data hasil. Data proses diperoleh dari hasil pengamatan, catatan lapangan, dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil diperoleh dari hasil tes menulis karangan narasi oleh siswa. Berdasarkan analisis data siklus I dan II, diketahui bahwa keterampilan siswa dalam menulis karangan narasi meningkat setelah diterapkannya teknik menyunting mandiri. Pada aspek substansi, terjadi peningkatan pada setiap unsurnya. Pada unsur menyampaikan tujuan, siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 58,6%. Pada unsur kemampuan mendeskripsikan tokoh, siklus I rata-rata siswa hanya mendapatkan skor dua dan sebesar 57,7%, siklus II rata-rata siswa sudah mendapatkan skor tiga dan sebesar 62,1% juga sudah ada siswa yang mendapatkan skor empat. Pada unsur menggambarkan tindakan, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 42,3% sedangkan pada siklus II sebesar 83,7%. Pada unsur merangkaiakan peristiwa, pada siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 62,2%. Pada unsur menggambarkan konflik, siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 19,2% sedangkan pada siklus II sebesar 48,3%. Unsur yang terakhir adalah penggambaran latar. Pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 53,8% sedangkan pada siklus II sebesar 55,2%. Pada aspek kebahasaan, juga terjadi peningkatan pada setiap unsurnya. Pertama, pada unsur pengembangan paragraf, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor empat sebesar 19,2% sedangkan pada siklus II sebesar 51,7%. Kedua, pada unsur penggunaan kalimat efektif, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 42,3% sedangkan pada siklus II 79,3%. Siswa yang mendapatkan skor empat pada siklus II sebesar 6,9%. Ketiga, pada unsur penggunaan ejaan dan tanda baca, pada siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 44,8%. Peningkatan kemampuan menulis karangan narasi pada tiap siklus diikuti dengan kemampuan peningkatan proses siswa yakni perhatian siswa, keseriusan siswa, dan keaktifan siswa. Peningkatan perhatian siswa mencapai 93,1% dari 78,6%, peningkatan keseriusan siswa mencapai 82,7% dari 78,6%, dan peningkatan keaktifan siswa mencapai 24,1% pada siklus I belum ada siswa yang aktif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya bisa menerapkan pembelajaran dengan menggunakan teknik menyunting mandiri karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menanggapi. Disarankan kepada peneliti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat mengembangkan teknik menyunting mandiri sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain secara lebih kreatif dengan mengembangkan keterampilan berbahasa yang lainnya.

Pengaruh tekanan dan komposisi gas dalam ban terhadap efisiensi bahan bakar pada motor bensin 4 tak / Muzammil Arfandi

 

Arfandi, Muzammil. 2013. Pengaruh Tekanan Ban dan Komposisi Gas dalam Ban terhadap Efisiensi Bahan Bakar pada Motor Bensin 4 Tak. Skripsi, Jurusan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd, (II) Drs. Paryono, S.T, M.T. Kata Kunci: tekanan ban, komposisi gas dalam ban, efisiensi bahan bakar Perubahan tekanan ban menyebabkan perubahan gaya-gaya yang bekerja pada roda. Efek yang muncul adalah perubahan konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor. Begitu pula penggunaan komposisi gas dalam ban, ban dengan gas nitrogen lebih digemari karena dapat meningkatakan efisiensi bahan bakar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan ban dan komposisi gas dalam ban terhadap konsumsi bahan bakar pada kendaraan jenis sepeda motor 4 tak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian experiment. Hasil penelitian berupa data kuantitatif didapatkan dari hasil pengukuran konsumsi bahan bakar dalam variasi tekanan ban dan komposisi gas dalam ban. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi data, uji data dan analisis data. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan konsumsi bahan bakar antara kendaraan yang menggunakan tekanan ban 24, 28 dan 32 psi pada motor bensin 4 tak. Kedua, tidak terdapat perbedaan konsumsi bahan bakar antara kendaraan dengan menggunakan komposisi gas nitrogen dan udara biasa dalam ban pada motor bensin 4 tak. Ketiga, tidak terdapat interaksi antara perubahan tekanan ban dengan penggunaan gas nitrogen pada ban dalam hal efisiensi bahan bakar pada motor bensin 4 tak.

Perancangan buku cerita bergambar "Sudirman Muda dan Keris Penolak Mortir" / Agung Irdiyanto

 

Irdiyanto, Agung. 2013. Perancangan Buku Cerita Bergambar "Sudirman Muda dan Keris Penolak Mortir”. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc. (II) H. J. Hendrawan, S.Sn, M.Ds. Kata Kunci: Buku Cerita Bergambar "Sudirman Muda dan Keris Penolak Mortir". Jendral Sudirman merupakan salah satu tokoh pahlawan besar nasional yang ada di Indonesia, beliau lahir di Jawa Tengah tepatnya kota Purbalingga 24 februari 1916. Dalam perjuangannya membela bangsa dan tanah air Indonesia, nama beliau sangat terkenal dan identik dengan perang gerilya yang terjadi pada awal masa kemerdekaan. Beliau termasuk seseorang yang pantang menyerah bahkan dalam sejarahnya didalam kondisi yang hanya mempunyai satu paru-paru Jendral Sudirman masih tetap memimpin perang gerilya, beliau juga punya beberapa pusaka bahkan konon ada salah satu keris pusakanya yang bisa menolak mortir. Perancangan buku bergambar ini menceritakan tentang masa kecil Jendral Sudirman, sebelum menjadi Jendral yaitu dengan sebutan Sudirman muda, yang menceritakan tentang perjalanan Sudirman Muda dalam mendapatkan keris pusaka penolak mortir dari seorang guru spiritualnya. Perancangan buku cerita bergambar ini menggunakan data lapangan dan data dari teori kepustakaan sebagai sumber utamanya terutama sumber primer diambil dari artikel dalam majalah Tempo tanggal 24 november 2012. Berdasarkan kegiatan penelitian dan perancangan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan menjadi beberapa hal sebagai berikut, 1. Perancangan buku cerita bergambar ini bertujuan untuk mengenalkan dengan metode yang menyenangkan dan menarik khususnya dalam seri perjuangan Sudirman Muda dan Keris Penolak Mortir, agar cerita ini memberikan gambaran yang sederhana tentang pahlawan Indonesia yang harus dihargai dan dihormati oleh generasi penerus bangsa karena tanpa darah dan pengorbanan mereka mungkin sampai saat ini bangsa Indonesia masih belum merdeka. 2. Mengangkat tema sejarah Indonesia dengan metode baru yang bisa meningkatkan minat anak anak ditengah perkembangan zaman yang semakin memudarkan identitas bangsa di generasi bangsa yang selanjutnya. Untuk mengemas suatu cerita sejarah atau fakta diperlukan cara yang kreatif untuk anak anak karena sudah tidak jamannya lagi anak anak hanya membaca, karena bisa cepat bosan jadi harus diberikan illustrasi illustrasi pendukun yang diharapkan bisa menjadi pembangkit semangat agar anak anak mau dan dengan senang hati mempelajari apa yang ingin disampaikan penulis.

Implementasi pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran program produktif (studi kasus pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 3 Malang) / Candranila Windivindasari

 

ABSTRAK Windivindasari, Candranila. 2013. Implementasi Pengembangan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Program Produktif (Studi Kasus pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 3 Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd; (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd. Kata Kunci: implementasi pengembangan karakter, pendidikan karakter, pembelajaran, SMKN 3 Malang Latar belakang implementasi pendidikan karakter antara lain: (1) mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, (2) salah satu pemasalahan yang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini adalah perilaku menyimpang kalangan pelajar, (3) pendidikan merupakan usaha yang bersifat proaktif, preventif dan berlangsung secara terus menerus. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui jawaban dari beberapa rumusan masalah berikut: (1) karakter apa sajakah yang dikembangkan, (2) penyusunan rancangan proses pembelajaran (silabus dan RPP) yang mengintgrasikan nilai karakter yang telah dikembangkan, (3) kegiatan pembelajaran program produktif yang menunjukkan pengembangan karakter siswa, (4) evaluasi karakter siswa yang telah dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian berupa perilaku instruksional yang menunjukkan adanya pengembangan karakter siswa dalam kegiatan pembelajaran program produktif di Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 3 Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumen serta peneliti sebagai instrumen penelitian. Keabsahan data didukung oleh kegiatan perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Karakter yang dikembangkan oleh guru Kompetensi Keahlian Jasa Boga melalui pembelajaran program produktif sebanyak 16 nilai karakter, namun terdapat 4 nilai karakter yang banyak dicantumkan dalam RPP dan silabus serta lebih ditekankan pengembangannya dalam kegiatan pembelajaran, yaitu mandiri, tanggung jawab, kreatif, dan percaya diri. Guru Kompetensi Keahlian Jasa Boga dalam menyusun rancangan proses pembelajaran program produktif dengan mengintegrasikan nilai karakter yang dikembangkan dalam silabus yang termuat dalam indikator dan kegiatan pembelajaran, sedangkan dalam RPP termuat dalam tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian. Pendidikan karakter yang berkenaan dengan pengembangan karakter dalam kegiatan pembelajaran merupakan pendidikan berupa tindakan secara langsung (action) yang dilakukan oleh guru dan siswa sesuai situasi dan kondisi aktual di dalam kelas. Evaluasi karakter siswa menggunakan intrumen observasi karakter siswa yang dilakukan secara observasi/pengamatan.

Praktek pelaksanaan pengawasan dan penerapan disiplin kerja (pada kantor pelayanan pajak pratama Malang Utara) / Gunaria Citra Adi Wijaya

 

Wijaya, Gunaria Citra Adi. 2013. Praktek Pelaksanaan Pengawasan dan Penerapan Disiplin Kerja pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syihabudin, SE, M.Si. (II) Elfia Nora S.E, M.Si. Kata Kunci: Pengawasan, Disiplin Kerja Adanya suatu sistem pengawasan yang baik sangat penting dan berpengaruh dalam proses pelaksanaan kegiatan di dalam organisasi. Karena pengawasan merupakan salah satu alternatif yang berhubungan dengan pencegahan dan tindakan bagi karyawan yang melanggar peraturan disiplin.Dengan kejelasan dan penjelasan tentang pola sikap, tindakan, dan perilaku dari setiap anggota organisasi sudah dapat diketahui kualitas dari kedisiplinannya. Pengawasan merupakansuatu proses mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan yang dilaksanakan pegawai agar mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang telah di tetapkan oleh organisasi melalui proses atau tahap-tahap tertentu dengan melihat apakah yang telah terjadi sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Sedangkan Disiplin Kerja merupakan kepatuhan dalam menjalankan kewajiban dan menghindari larangan kode etik pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung selama jam kerja maupun di luar jam kerja. Berangkat dari masalah tersebut peneliti memliki kurositas yang lebih untuk meneliti bagaimana sebenarnya pelaksanaan pengawasan dan penerapan disiplin kerja di Kantor pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang dilakukan Kepala Seksi dan penerapan Disiplin Kerja pegawai. Penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, karena penelitian ini membutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwasanya pengawasan yang dilakukan oleh kepala seksi mengacu pada hasil dari pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur dari masing-masing pegawai, sehingga kelalaian terjadi dalam mengawasi disiplin kerja pegawai terjadi, khususnya pelanggaran pada ketentuan jam kerja dan tata tertib kantor dan juga pada penyalahgunaan fasilitas kantor. Saran untuk Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara adalah perlu adanya penekanan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai agar kegiatan selama jam kantor dapat dilaksanakan secara maksimal.

Efek ciprofloxacin terhadap nekrosis sel hati mencit (Mus musculus) galur Balb/C / Pramesti Putri Hayuningtyas

 

Hayuningtyas, Pramesti P.2013. Efek Ciprofloxacin Terhadap Nekrosis Sel Hati Mencit (Mus musculus) Galur Balb/C. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang: (I) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S Kata kunci: Ciprofloxacin, nekrosis sel hati, Mus musculus Balb C Ciprofloxacin merupakan antibiotik sintetik derivat fluorokuinolon pertama yang paling banyak digunakan untuk pengobatan infeksi. Ciprofloxacin termasuk obat yang dapat menyebabkan hepatotoksik dengan membentuk radikal bebas yang diduga merupakan hasil dari metabolisme enzim p-450. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ciprofloxacin terhadap nekrosis sel hati mencit (Mus musculus) galur Balb/C dan untuk mengetahui dosis ciprofloxacin yang mulai berpengaruh terhadap nekrosis sel hati mencit (Mus musculus) galur Balb/C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK. Pemberian ciprofloxacin dengan 5 taraf dosis yaitu 0, 0,065, 0,13, 0,195, dan 0,26 g/kg bb dilakukan selama 14 hari berturut-turut sebanyak 2 kali sehari. Ciprofloxacin diberikan secara oral dengan alat gavage. Pengamatan struktur histologi hati dilakukan dengan membuat preparat menggunakan metode parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin. Parameter yang diamati adalah nekrosis sel yang meliputi piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA tunggal dilanjutkan dengan uji BNT dengan signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciprofloxacin secara signifikan berpengaruh terhadap nekrosis sel hati mencit yang diawali dari piknosis, karioreksis kemudian kariolisis. Dosis yang mulai berpengaruh terhadap nekrosis sel hati mencit adalah dosis 0,065 g/kg bb. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar persentase nekrosis pada hepatosit mencit.

Pengembangan model penilaian formatif Web-based untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa / Ediyanto

 

    Penilaian terbagi menjadi dua macam yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif tepat digunakan karena proses penilaian formatif melibatkan siswa secara langsung di dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penilaian formatif yang sudah dikembangkan terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Namun, keterbatasan waktu di kelas menyebabkan proses penilaian formatif tersebut sulit dilakukan. Maka perlu dikembangkan model penilaian formatif yang mengkombinasikan penilaian secara online dan offline serta dapat memberikan umpan balik yang cepat bagi siswa dan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan model penilaian formatif web-based untuk pembelajaran fisika.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan model penilaian formatif. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk penilaian validator. Kegiatan validasi meliputi validasi naskah buku, instrumen kuis prapembelajaran, instrumen kuis pascapembelajaran dan web produk pengembangan.     Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan termasuk dalam kategori layak sehingga tidak memerlukan revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi berdasarkan komentar dan saran validator, guru dan siswa. Berdasarkan hasil uji coba produk menunjukkan model penilaian formatif web-based dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Produk yang dihasilkan sudah dikatakan layak namun masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Kata Kunci: Model penilaian formatif, pemahaman konsep fisika siswa, Web-based.

Penerapan model pembelajaran blended learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X Akuntansi SMK Kosgoro 1 Lawang Kabupaten Malang / Devirga Nirwana Sulistyawati Gunawan

 

Gunawan, Devirga Nirwana Sulistyawati. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X Akuntansi SMK Kosgoro 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suwarni, M.Si (2) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T., S.Pd., S.E., M.M. Kata kunci: Blended Learning, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Kewirausahaan. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih kurang memperhatikan ketercapaian kompetensi siswa. Hal ini tampak pada cara guru mengajar dikelas yang masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru masih menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan siswa pasif, sehingga hasil belajar siswa seringkali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Maka diperlukan sebuah strategi belajar yang lebih memberdayakan potensi yang dimiliki siswa atau model belajar yang melibatkan siswa aktif. Hal tersebut dapat merubah proses pembelajaran yang bersifat berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran kewirausahaan?; (2) Apakah model pembelajaran Blended Learning pada kelas X Akuntansi mata pelajaran kewirausahaan dapat meningkatkan aktivitas belajar?; (3) Apakah model pembelajaran Blended Learning pada kelas X Akuntansi mata pelajaran kewirausahaan dapat meningkatkan hasil belajar?; (4) Bagaimanakah respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran model Blended Learning? Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan di SMK Kosgoro 1 Lawang Kabupaten Malang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi yang berjumlah 30 siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 siklus yang terdiri dari 4 pertemuan dengan empat tahap yaitu: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (action), (3) Pengamatan (observation) dan (4) Refleksi (reflection). Data penelitian dikumpulkan melalui angket, tes, dokumentasi dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model Blended Learning dilaksanakan dengan 2 siklus di mana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan; (2) Penerapan model pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada siklus I ke siklus II yaitu dari 78,4% menjadi 86,9%; (3) Penerapan model pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar aspek afektif ditunjukkan pada siklus I ke siklus II yaitu dari 78% menjadi 80,46% sedangkan hasil belajar aspek kognitif juga mengalami peningkatan pada tiap siklusnya yaitu pada siklus I 75,35% menjadi 80,17% pada siklus II; (4) Hasil respon siswa setelah penerapan model Blended Learning menghasilkan rata-rata nilai dengan tingkat keberhasilan 81,33%. Dari hasil tersebut dapat terlihat bahwa hasil respon siswa sangat baik terhadap mode belajar ini. Dengan demikian Penerapan Pembelajaran Model Blended Learning pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X Akuntansi dapat dikatakan berhasil, meskipun keberhasilannya belum bisa mencapai keberhasilan 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan Model Pembelajaran Model Blended Learning pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di Kelas X Akuntansi SMK Kosgoro 1 Lawang Kabupaten Malang berjalan dengan lancar, serta membuat siswa antusias; (2) Aktivitas belajar siswa kelas X Akuntansi setelah diterapkannya Model Pembelajaran Blended Learning meningkat terbukti dari lembar observer yang telah diisi oleh pengamat pada siklus I dan siklus II; (3) Hasil belajar siswa kelas X Akuntansi baik ranah afektif maupun ranah kognitif setelah diterapkannya Model Pembelajaran Model Blended Learning meningkat terbukti dari meningkatnya jumlah siswa yang telah memenuhi Standar Kelulusan Minimal (SKM) pada siklus I maupun siklus II (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Blended Learning sangat baik terbukti dari hasil angket respon siswa yang menunjukkan respon siswa mendapat kategori sangat baik. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: (1) Bagi Guru Mata Pelajaran diharapkan dapat dijadikan alternatif pilihan pembelajaran di kelas untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa; (2) Bagi siswa, khususnya siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi lebih sering membuka blog pembelajaran agar lebih memahami materi; (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran model Blended Learning pada mata pelajaran yang berbeda serta mengembangkannya, dan juga diharapkan lebih baik dalam mengelola waktu yang terbatas serta mengkondisikan siswa dalam menerapkan model Blended Learning.

Pengembangan bahan ajar berbasis audio visual pada kompetensi dasar menggunakan metode dasar memasak untuk SMK / Dinuk Fitri Diana

 

Pengembangan modul layanan informasi persiapan menikah bagi siswa Sekol;ah Menengah Kejuruan / Nisa Fitriani

 

Fitriani, Nisa. 2013. Pengembangan Modul Layanan Informasi Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd. Kata kunci: layanan informasi, persiapan menikah, siswa SMK Persiapan menikah merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tugas perkembangan persiapan menikah dapat dicapai oleh siswa SMK melalui pelayanan informasi dengan menggunakan modul. Kenyataanya modul yang terkait dengan persiapan menikah belum pernah diberikan kepada siswa SMK. Oleh karena itu tujuan penelitan dan pengembangan ini adalah menyusun dan mengembangkan modul bimbingan persiapan menikah bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan agar berterima secara teoritis dan praktis. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah dalam siklus Research and Development Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap I studi pendahuluan dan perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan kompetensi, indikator dan tujuan, menyusun prototype modul, dan mendesain produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli bimbingan dan konseling; revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media; revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli media; uji calon pengguna produk (konselor); revisi berdasarkan hasil penilaian uji pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); revisi berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil; Produk Akhir Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi siswa SMK. Produk yang dihasilkan adalah 1) Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 2) Panduan Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Modul bagi siswa terdiri atas lima penggalan yaitu persiapan fisik, persiapan psikologis, persiapan sosial-ekonomi, persiapan agama, nilai, dan hukum. Setiap penggalan berisi materi, evaluasi diri dan evaluasi kelompok dengan alokasi waktu masing-masing 2 x 40 menit. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap modul dan panduannya, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berterima secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan konselor sebagai pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari modul ini sebelum mengaplikasikan kegiatan dalam modul ini kepada siswa, agar siswa dapat memahami persiapan pernikahan dengan baik. Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul ini dalam membantu siswa untuk mempersiapkan pernikahan secara baik.

Pengembangan bahan ajar menyimak-wicara untuk SMA kelas X menggunakan pendekatan kontekstual / Jannatul Mahfutti

 

Mahfutti, Jannatul. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menyimak-Wicara untuk SMA Kelas X Menggunakan Pendekatan Kontekstual. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Moch. Syahri, S.Sos, M.Si. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak-wicara, pendekatan kontekstual. Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh: (1) pentingnya pembelajaran menyimak-wicara, (2) hasil studi pendahuluan yang menyebutkan bahwa terdapat kendala dalam proses pembelajaran yang dialami oleh guru maupun siswa dalam pembelajaran menyimak-wicara, dan (3) terbatasnya sumber belajar yang layak digunakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menyimak-wicara untuk SMA kelas X menggunakan pendekatan kontekstual yang memiliki kelayakan dari aspek isi, penyajian, tampilan, dan bahasa. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Metode pengembangan terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap prapengembangan/perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap pascapengembangan/revisi. Model pengembangan ini dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan sesuai dengan prosedur. Data hasil uji coba produk berupa data verbal dan no-verbal. Data verbal yaitu komentar dan saran, adapun data non-verbal (numerik) berupa skor. Kedua jenis data tersebut diperoleh dari hasil uji coba kepada ahli materi dan pembelajaran, ahli desain, praktisi, dan siswa sebanyak 15-25 siswa kelas X. Rata-rata hasil uji coba dengan keempat subjek uji coba menunjukkan bahwa produk bahan ajar ini tergolong layak dan dapat diimplementasikan, yaitu sebesar 79%. Berikut rincian perolehan data berupa skor rata-rata hasil uji bahan ajar aspek isi unit I sebesar 80,3%, unit II sebesar 80,3%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek penyajian unit I sebesar 79,5% dan unit II sebesar 79,8%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek tampilan 71,9% dan unit II sebesar 77,2%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek bahasa unit I sebesar 82,5% dan unit II sebesar 81,2%. Adapun rincian data verbal berupa komentar dan saran yang diperoleh dari keempat subjek uji coba: Pertama, komentar dan saran perbaikan aspek isi dari ahli materi dan pembelajaran: (1) kelengkapan materi (a) menghilangkan kata ‘bahan ajar’ pada judul agar lebih menarik perhatian siswa dan tidak terkesan kaku, (b) menurunkan subjudul dari tujuan pembelajaran, (2) kedalaman materi (a) menyusun latihan secara bertahap, (b) memperbaiki latihan yang belum sesuai dengan kegiatan menyimak dan masih terpaku pada pemahaman konsep, (c) memperbaiki uji materi yang masih terpaku pada pemahaman konsep, dan (d) memperbaiki berita yang belum memenuhi kriteria edukatif, terlalu panjang untuk diperdengarkan, baru (kecil kemungkinan siswa mengetahui). Sementara itu, komentar dan saran dari praktisi berkenaan dengan keakuratan materi, yaitu mengurangi porsi materi dasar bahan ajar. Kedua, komentar dan saran perbaikan aspek penyajian dari ahli maupun praktisi yaitu memperbaiki teknik penyajian dan kelengkapan penyajian bahan ajar dengan menyajikan manfaat mempelajari kompetensi dan menambah variasi latihan dan mencantumkan nomor halaman untuk “daftar istilah”. Ketiga, komentar dan saran perbaikan aspek tampilan dari ahli materi dan pembelajaran: (1) desain sampul bahan ajar (memperbaiki gambar sampul bahan ajar), dan (2) desain isi bahan ajar (memperkecil penulisan sumber gambar). Adapun perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari praktisi adalah memperbaiki desain isi bahan ajar dengan memperkecil subjudul bahan ajar. Komentar dan saran perbaikan dari ahli desain adalah: (1) desain sampul bahan ajar (a) memperbaiki warna huruf pada sampul bahan ajar, (b) mengurangi jenis huruf pada sampul bahan ajar, dan (2) desain isi bahan ajar (menghilangkan huruf dekoratif dalam isi bahan ajar). Keempat, komentar dan saran terhadap aspek bahasa bahan ajar unit I. Revisi aspek bahasa yang dilakukan pada bahan ajar unit II adalah memperbaiki penggunaan kata yang kurang tepat, seperti kata sapaan. Hasil penelitian yang diperoleh berupa produk bahan ajar yang disusun berdasarkan pemilihan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sebagai berikut. SK memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung KD menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita) dan SK mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita KD mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku) Bahan ajar yang dihasilkan terdiri dari dua unit pelajaran. Masing-masing unit pelajaran menjabarkan indikator yang harus dikuasai siswa. Pada bagian pendahuluan bahan ajar terdiri atas: halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, manfaat mempelajari bahan ajar, dan petunjuk penggunaan bahan ajar. Pada bagian isi terdapat: tujuan pembelajaran, sapaan penulis, materi utama, latihan, uji kompetensi, dan rangkuman materi. Sementara pada bagian akhir terdapat: tes formatif, glosarium, daftar rujukan, dan tentang penulis. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya dalam pembelajaran keterampilan menyimak-wicara. Bagi siswa, hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan untuk belajar menyimak-wicara. Bagi guru, hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran, menambah pengetahuan, mengatasi problema yang selama ini sering dijumpai oleh guru, yaitu seperti buku kurang lengkap atau disertakannya teks berita dalam bahan ajar sehingga seringkali memicu bergantinya pembelajaran menyimak menjadi pembelajaran membaca. Bagi peneliti lain, hasil penelitian dapat digunakan untuk memperbanyak, memperluas dan memperjelas materi yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar menyimak-wicara. Produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

Pengaruh karakteristik good corporate governance dan financial distressed terhadap luas voluntary disclosure (studi pada perusahaan non perbankan yang terdaftar di BEI periode 2009-2011) / Dewi Susanty

 

Susanty, Dewi. 2013. Pengaruh Karakteristik Good Corporate Governace dan Financial Distressed Terhadap Luas Voluntary Disclosure (Studi pada Perusahaan Non Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. (2) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Asing, Dewan Komisaris Independen, Independensi Komite Audit, Financial Distress, dan Luas Voluntary Disclosure Pengungkapan dalam laporan tahunan merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh perusahaan untuk menghubungkan perusahaan dengan stakeholders, yaitu sebagai media bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi perusahaan. Voluntary disclosure merupakan pengungkapan informasi di luar pengungkapan wajib yang diberikan oleh perusahaan secara sukarela kepada para pemakai laporan keuangan. Apabila dihubungkan dengan agency theory voluntary disclosure berkontribusi untuk menurunkan agency cost yang disebabkan oleh asimetri informasi, selain itu dalam signaling theory juga dijelaskan bahwa manajemen selalu berusaha untuk mengungkapkan informasi privat kepada pihak eksternal khususnya berita baik (sinyal positif) akan tetapi perusahaan juga dapat memberikan sinyal negatif yaitu ketika mengalami financial distress yang dapat mempengaruhi keterbukaan manajemen dalam memberikan informasi perusahaan. Voluntary disclosure merupakan salah satu cara untuk memperoleh legitimasi dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik good corporate governance (GCG) dan financial distress terhadap luas voluntary disclosure yang dilakukan oleh perusahaan. karakteristik GCG yang digunakan terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, Dewan Komisaris Independen, dan independensi Komite Audit, sedangkan financial distress diukur dengan menggunakan interest coverage ratio (ICR). Pada penelitian ini sampel perusahaan yang digunakan sebanyak 60 perusahaan non perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011. Data penelitian di uji menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa kepemilikan asing, Dewan Komisaris Independen, dan financial distress berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure. Sedangkan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan independensi Komite Audit tidak berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan untuk penelitian selanjutnya: (1) menambah variabel lain seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, serta kepemilikan publik, (2) menganalisis aktivitas pengungkapan sukarela perusahaan tidak hanya berdasarkan pada laporan tahunan, (3) mengembangkan suatu instrumen pengukuran khusus untuk menghitung praktik corporate governance.

Analisis kontribusi penerimaan pajak reklame dan penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah pada pemerintahan Kabupaten Probolinggo / Retno Hayu Estika

 

Hayu Estika, Retno. 2010. Analisis Kontribusi Penerimaan Pajak Reklame dan Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah pada Pemerintahan Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Hj. Sri Umi Mintarti W.,S.E,Ak, M.P, (II) Dr. Hadi Sumarsono S.T.,M.Si Kata kunci : Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, dan Pendapatan Asli Daerah       Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah mempunyai peranan penting dalam pembangunan, hal ini dapat dilihat dalam pelaksanaan Otonomi Daerah dimana peranan PAD diharapkan dan diupayakan dapat menjadi penyangga utama dalam membiayai kegiatan pembangunan di daerah, oleh karena itu pemerintah daerah harus dapat mengupayakan peningkatan penerimaan yang berasal dari daerah sendiri. Upaya peningkatan pendapatan daerah salah satunya dengan meningkatkan salah satu komponen pajak daerah yaitu Pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui elastisitas dan kontribusi pajak reklame dan pajak penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah.       Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari dinas pendapatan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan data pajak reklame, pajak penerangan jalan, dan Pendapatan asli daerah dari tahun 2005-2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode dokumentasi dan metode wawancara. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis elastisitas, analisis kontribusi, dan analisis swot.       Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah selama 5 tahun masih sangat kecil yaitu 0,52%. Dan Elastisitas Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli daerah dari tahun 2005-2009 adalah 5,05. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat kepekaan Pendapatan Asli Daerah terhadap Pajak Reklame adalah elastis. Sedangkan kontribusi pajak penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah selama 5 tahun tergolong cukup yaitu sebesar 22,94%. Elastisitas Pajak penerangan jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah dari tahun 2005-2009 sampai 1,78. Dan diperoleh elastisitas pajak penerangan jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah >1. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat kepekaan Pendapatan Asli Daerah terhadap Pajak Penerangan Jalan adalah elastis.       Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan penerimaan pajak reklame dan pajak penerangan jalan terhadap Penerimaan PAD. Pertama, bagi Pemerintah komponen pajak daerah harus lebih ditingkatkan lagi terutama pada sektor pajak reklame dan pajak penerangan jalan dengan melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Kedua, Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah variabel penelitian karena sumber penerimaan PAD bukan hanya dari pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Serta teknik analisis pada penelitian ini hanya menggunakan teknik analisis kontribusi, elastisitas dan swot. ketiga Pengoptimalan belajar mengajar bagi mahasiswa lebih ditingkatkan lagi. Agar dapat mencetak mahasisiwa yang berkualitas.

Pengaruh penggunaan strategi pemodelan terhadap kemampuan membawakan acara siswa kelas VIII SMPN 01 Gondanglegi / Siska Indarwati

 

ABSTRAK Indarwati, Siska. 2013. Pengaruh Penggunaan Strategi Pemodelan terhadap Kemampuan Membawakan Acara Siswa SMPN 01 Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Universitas Nergeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Endah Tri Priyatni, S.Pd, M.Pd, (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengaruh, pemodelan, berbicara, membawakan acara.     Membawakan acara merupakan salah satu keterampilan berbicara yang sulit, tidak semua orang mampu membawakan acara dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran membawakan acara. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran membawakan acara adalah strategi pemodelan, dengan harapan siswa mampu meniru dan mengadaptasi tata cara membawakan acara dari contoh atau model yang ditampilkan.     Untuk mencapai tujuan pembelajaran membawakan acara pada siswa kelas VIII SMPN 01 Gondanglegi, maka perlu adanya usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek membuka acara, menyajikan inti acara, menutup atau mengakhiri acara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan strategi pemodelan terhadap kemampuan membuka acara, menyajikan inti acara, dan menutup acara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Desain penelitian yang digunakan adalah desain pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di SMPN 01 Gondanglegi tahun ajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 01 Gondanglegi semester genap tahun ajaran 2012/2013. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini terdiri atas tiga data, yaitu (1) skor prates dan postes kemampuan membuka acara kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) skor prates dan postes kemampuan menyajikan inti acara kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) skor prates dan postes kemampuan menutup acara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t.     Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pengujian hipotesis untuk kemampuan membuka acara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan thitung sebesar 3,453 > ttabel sebesar 2,016. Selain itu diperoleh rata-rata skor postes kelas eksperimen (82,95) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66,30). Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pemodelan berpengaruh pada penampilan siswa dalam aspek membuka acara. Kemampuan menyajikan inti acara kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan nilai uji statistik (thitung) sebesar 2,187 lebih besar dari ttabel sebesar 2,016. Selain itu diperoleh rata-rata skor postes kelas eksperimen (56,81) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (44,56). Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pemodelan berpengaruh pada penampilan siswa dalam aspek menyajikan inti acara. Nilai uji statistik (thitung) kemampuan menyajikan inti acara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 2,280 lebih besar dari ttabel sebesar 2,016. Selain itu diperoleh rata-rata skor postes kelas eksperimen (78,40) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66,30). Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pemodelan berpengaruh pada penampilan siswa dalam aspek menyajikan inti acara.     Dari hasil pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil perfomansi antara prates dan postes siswa kelas eksperimen dikarenakan siswa kelas eksperimen telah mengamati dan mengadaptasi model yang telah ditampilkan sehingga pada hasil postes menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Pada kelas kontrol tidak begitu tampak perbedaan perfomansi antara prates dan postes, dikarenakan kelas kontrol hanya mendapatkan teori tentang membawakan acara tanpa model perfomansi membawakan acara. Siswa kelas kontrol tidak memiliki gambaran contoh membawakan acara yang baik dalam praktik nyata. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pemodelan yang menampilkan model perfomansi membawakan acara berpengaruh pada penampilan siswa berkaitan dengan aspek berikut, (1) aspek membuka acara, (2) aspek menyajikan inti acara dan (3) aspek menutup acara.     Hasil pembahasan setiap aspek dipaparkan sebagai berikut, (1) aspek membuka acara kelas kontrol masih menunjukkan hasil yang kurang maksimal, berbeda dengan kelas eksperimen yang telah mengamati contoh pemodelan, perfomansi membuka acara kelas eksperimen menunjukkan hasil yang sangat baik. (2) aspek menyajikan inti acara kelas kontrol masih menunjukkan hasil yang kurang maksimal, berbeda dengan kelas eksperimen yang telah mengamati contoh pemodelan, perfomansi menyajikan inti acara kelas eksperimen menunjukkan hasil yang sangat baik. Kemampuan siswa baik kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam menyajikan inti acara memiliki satu kesamaan, yaitu dalam hal kemampuan memvariasikan bahasa. Kedua kelompok ini sama-sama cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami oleh audience (penonton). (3) aspek menutup acara kelas kontrol masih menunjukkan hasil yang kurang maksimal, berbeda dengan kelas eksperimen yang telah mengamati contoh pemodelan, perfomansi menutup acara kelas eksperimen menunjukkan hasil yang sangat baik.     Bagi guru bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan guru dalam memilih strategi pembelajaran dan bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk melakukan penelitian lain yang terkait dengan penggunaan strategi pemodelan dalam kemampuan membawakan acara.

Interlanguage variations in expository essays of Indonesian EFL learners / Like Raskova Octaberlina

 

Octaberlina, Like Raskova. 2013. Interlanguage Variations in Expository Essays by Indonesian EFL Learners Dissertation. English Language Teaching. Post Graduate Program. State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.A., Ph.D, (2) Dr. Suharmanto, M.Pd., (3) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M.Ed. Keywords: errors, mistakes, interlanguage, interlanguage variations, written communication.     Since decades ago, studies on learner language have been performed to reveal the process of second language acquisition. In the era of behaviorism, studies on learner language were performed by comparing and contrasting the source and target language (contrastive analysis). The differences between the two languages were predicted to be the cause of L2 learning problems. Contrastive analysis receives criticism since it did not take learner’s abilities into account. Error analysis emerged as its substitution and started to use samples of learner language as the objects of analysis to compensate for the setback of contrastive analysis. The product of learning failure was considered as an “error” that should be treated carefully. In the era of constructivism, L2 errors are perceived as the evidence of L2 learning process. Learner language during the process of L2 acquisition is called interlanguage, a systematic knowledge of an L2 that is independent of both the target language and the learner’s first language (Dullay, Burt & Krashen, 1982; Ellis, 1997). Since interlanguage has been acquired as a language, it certainly has its systematic patterns of linguistic systems. Therefore, the researcher feels that it is necessary to conduct a study that reveals the forms of the interlanguage variations of Indonesian EFL learners in written communication.     The purposes of the study are to investigate the types of interlanguage variations of Indonesian EFL learners in written communication and describe the causes of the variations.     The study employed a qualitative cross-sectional method. The subjects were selected using purposive random sampling technique. There were two-hundred sophomores from five universities in Malang, East Java; forty students from each of the universities. Data were collected by asking the students to do writing assignments and by interviewing the students. The subjects’ essays were analyzed in order to find out the interlanguage variations made by the subject. Then, the interlanguage variations were classified using two taxonomies description, linguistic and surface strategy (Dullay, Burt & Krashen, 1982). Finally, each type of the interlanguage variations was tallied to reveal the frequency of each type of them. Furthermore, the interlanguage variations were then analyzed to investigate the causes of the interlanguage variations, more particularly to describe their linguistic causes (L1 interference, overgeneralization and simplification). Meanwhile, the interview was conducted to probe information about the causes of the interlanguage variations produced by the subjects. The data obtained through interview functioned as supplementary data about the causes of the interlanguage variations of Indonesian EFL learners, which had also been obtained through the analysis of the students’ essays. An interview guide was employed to aid the researcher in conducting the students’ interviews.     The findings show that (1) based on linguistic strategy, there are twenty types of the interlanguage variations found in the subjects’ essays namely interlanguage variation in past tense, verb formation, noun formation, plurality, present tense, articles, modal, pronoun, prepositions, diction, adjective formation, passive voice, subject omission, relative clause, quantifier, verb formation for the third person singular, direct translation, auxiliary, present perfect and future tense (2) based on surface strategy, there are twelve types of the interlanguage variations namely omission of grammatical morpheme, double marking, regularization, archiform, random alternation, misordering, zero tense marking,, overuse of modal , misconception of have, misconception of article usage, borrowing-word misconception, and past-tense inappropriateness. The last six types of interlanguage variations are the new findings revealed in the study; (3) The causes of the interlanguage variations can be divided into linguistic causes namely overgeneralization, simplification, L1 interference, and borrowing-word formation meanwhile non-linguistic causes are carelessness and grammar instructions.     Based on the findings, it can be concluded that 1) based on linguistic strategy, interlanguage variations in past tense is the most frequently occurred type of interlanguage with the percentage of 31.08%; 2) regularization, the use of wrong morpheme or structure, is the most frequent type of the Indonesian EFL learners’ interlanguage variation with the percentage of 18.2% seeing from surface strategy; 3) grammar instruction in Indonesia, which still applies rote-memorization of formula without making further discussions about some exceptions English, has influenced the production of new types of interlanguage variations that have yet been discussed previously, namely zero-tense marking, misconception of “have,” “misconception of article usage, and past tense inappropriateness; 4) Borrowing-word misconception is a new cause of interlanguage variations that have yet been discussed in previous research.     Based on the conclusions, the researcher suggests that language teachers should teach conduct communicative activities that provide opportunities for students to use grammatical concepts instead of giving explanation of grammatical concepts. In addition, the researcher recommends that policy makers should issue regulations which state that students’ need and condition should be the basis of arranging and sequencing materials for teaching grammar. Finally, for future researchers, the findings function as reference and guidelines for further related research about interlanguage. Thus, the researcher encourages them to conduct studies related to new findings of the present study which related to the Indonesian EFL learners’ interlanguage variations and their causes.     

Topic familiarity, writing performance and critical thinking skills of English Department Students / Rohmani Nur Indah

 

Pengembangan paket pelatihan keterampilan metakognisi untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian / Bastian Firman Syahida

 

Syahida, Bastian Firman. 2013. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Metakognisi untuk Meningkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci : keterampilan metakognisi, kesiapan menghadapi ujian, structured learning approach Penelitian pengembangan panduan pelatihan keterampilan metakognisi di SMP Bhakti Pertiwi menggunakan pendekatan Structured Learning Approach dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa SMP yang kurang siap dalam mengahadapi ujian, walaupun siswa telah belajar dengan keras. Selain itu pengalaman peneliti saat PPL dimana banyak siswa yang terlihat gelisah saat akan ujian. Fenomena itu menandakan banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan metakognisi yang baik, sehingga diperlukan adanya panduan pelatihan keterampilan metakognisi pada siswa SMP dengan pendekatan structured learning approach. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach yang berterima secara teoritis dan praktis baik dilihat dari aspek kegunaan, ketepatan, keakuratan, dan kelayakan. Panduan yang dihasilkan dapat digunakan oleh konselor untuk melatihkan keterampilan metakognisi kepada siswa sejak dini, sehingga siswa memiliki keterampilan metakognisi yang baik dan dapat belajar secara optimal yang pada akhirnya siswa akan siap menghadapi ujian.      Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) yang mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: studi literatur, analisis potensi masalah kemampuan metakognisi pada siswa di SMP Bhakti Pertiwi, dan need assessment; 2) tahap II pengembangan produk: penyusunan tujuan dan penyusunan prototype panduan pelatihan; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli konseling dan uji ahli media), uji calon pengguna produk, revisi produk hasil uji calon pengguna produk, uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); 4) tahap IV pengakhiran: revisi produk hasil uji kelompok kecil dan menghasilkan produk akhir panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach.     Berdasarkan hasil analisis data penilaian uji ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar 1) Konselor sekolah, dengan adanya panduan pelatihan ini dapat digunakan sebagai media bimbingan belajar bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan metakognisinya. 2) Panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach ini dapat dilanjutkan dengan melakukan uji efektifitas dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian.

Penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) untuk peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran K3LH (studi siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri) / Ria Ariana

 

Pengembangan paket pembelajaran matematika untuk kelas VII di SMP Al Muslim Waru Sidoarjo / Ahmad Fahrizal Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Ahmad Fahrizal, 2013. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika untuk kelas VII SMP A. Muslim Waru Sidoarjo. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd. M.Ed., (II) Dr. H. Sulthon, M.Pd., Kata kunci : Pengembangan, Bahan Ajar          Salah satu mata pelajaran yang perlu diajarkan kepada pebelajar adalah mata pelajaran Matematika. Matematika perlu diberikan kepada semua pebelajar mulai dari pendidikan dasar untuk membekali pebelajar dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Mata pelajaran Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisir secara sistematik (Sujono, 1988). Oleh karena itu, seorang pebelajar perlu menguasai sebuah materi pembelajaran sebelum dapat melanjutkan ke materi berikutnya.     Hasil pembelajaran Matematika, khususnya di kelas VII SMP Al Muslim secara umum masih belum memuaskan, hal ini salah satunya bisa dilihat dari hasil belajar mereka yang masih berada pada kisaran nilai 7. Berdasarkan hasil pengamatan pengembang, salah satu faktor penyebabnya adalah ketersediaan paket pembelajaran yang belum mengakomodasi kebutuhan belajar mereka secara maksimal. Mayoritas pebelajar yang ada di kelas VII SMP Al Muslim sudah mengenal dengan teknologi multimedia dan sumber belajar berbasis komputer. Sementara bahan ajar yang ada selama ini masih berupa bahan ajar yang tercetak manual dan isinya masih didominasi pendekatan konvensional yang cenderung tidak bisa meningkatkan daya imajinasi dan elaborasi kognitif secara komprehensif.     Melihat fakta di lapangan tersebut, didapat kesimpulan bahwa paket pembelajaran matematika yang tersedia selama ini masih terpaku pada cara-cara baku dan hasil akhir perhitungan, sehingga tidak memberikan pembelajaran yang bermakna bagi pebelajar. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengembangkan paket pembelajaran Matematika dengan konsep yang lebih bermakna dan dapat membuat pebelajar mampu menerapkan pengetahuan matematikanya pada kehidupan sehari-hari dan bidang lain. Pengembangan paket pembelajaran menggunakan model Morisson dan Kemp memberikan peluang bagi pengembang untuk menyajikan paket pembelajaran yang mampu meningkatkan elaborasi pemecahan masalah yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.Di samping itu, juga disajikan materi pelajaran secara interaktif dengan bantuan program Macromedia Flash versi 8, hal ini salah satunya disebabkan karena mayoritas pebelajar di SMP Al Muslim sudah sangat familiar dengan media pembelajaran interaktif. Hasil Uji Validasi dan Uji Coba menunjukkan bahwa produk hasil pengembangan telah layak untuk diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran di kelas VII SMP Al Muslim Waru Sidoarjo.

Pengaruh atribut produk dan variety seeking terhadap perilaku beralih merek (brand switching) karyu telepon seluler (studi pada siswa SMA Negeri 7 Malang) / Alfin Azhary

 

Azhary, Alfin. 2012. Pengaruh Atribut Produk dan Variety Seeking Terhadap Perilaku Beralih Merek (Brand Switching) Kartu Telepon Seluler (Studi Pada Siswa SMA Negeri 7 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T., S.Pd., S.E., M.M., (II) Drs. Mohammad Arief M.Si. Kata Kunci: Atribut Produk, Variety Seeking, Brand Switching Perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia semakin pesat. Hal ini diikuti pula oleh pesatnya pertumbuhan penyedia layanan telekomunikasi. Dengan banyaknya pemain di bidang ini, membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat. Perusahaan harus menciptakan keunggulan dibanding kompetitornya, sehingga mampu mendapatkan banyak konsumen. Untuk itu, pada periode tertentu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi selalu mengeluarkan beragam program promosi yang menggiurkan. Dengan adanya beragam merek kartu telepon seluler yang disertai dengan beragam promosi yang menggiurkan menciptakan suatu perilaku mencari variasi atau variety seeking pada diri konsumen. Konsumen yang melakukan pencarian variasi lebih sering ditemui pada rentang usia remaja. Selanjutnya perilaku variety seeking akan menciptakan perilaku beralih merek. Perilaku beralih merek merupakan hal yang ditakuti oleh perusahaan manapun. Di saat perusahaan ingin meningkatkan jumlah konsumennya dan meningkatkan loyalitas konsumen, perilaku ini justru mengubah konsumen untuk tidak loyal pada suatu produk. Perilaku ini lebih di dominasi atas kejenuhan atas suatu produk, dalam hal ini adalah kartu telepon seluler. Kejenuhan ini bisa muncul seketika saat melihat adanya atribut produk kartu telepon seluler lain yang lebih baik. Atribut produk kartu telepon seluler yang terdiri atas harga, mutu, merek dan fasilitas pendukung merupakan senjata para pemasar untuk membujuk konsumen kartu telepon seluler lain untuk beralih ke produk mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui gambaran kondisi atribut produk kartu telepon seluler, variety seeking dan perilaku beralih merek, (2) mengetahui pengaruh atribut produk terhadap perilaku beralih merek, (3) mengetahui pengaruh variety seeking terhadap perilaku beralih merek kartu telepon seluler pada siswa SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kausalitas yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (atribut produk dan variety seeking) terhadap variabel terikat (perilaku beralih merek). Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa SMA Negeri 7 Malang yang pernah melakukan peralihan merek, dimana jumlah populasinya tidak diketahui (infinite population). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah accidental sampling. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial, yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian berdasarkan analisis statistik deskriptif adalah: (1) sebesar 46% responden memberikan tanggapan cukup setuju terhadap atribut produk, (2) pada variabel variety seeking, responden memberikan tanggapan tidak setuju sebesar 29%, (3) pada variabel perilaku beralih merek responden memberikan tanggapan setuju sebesar 27%. Hasil penelitian berdasarkan analisis statistik inferensial adalah variabel atribut produk (X1) yang terdiri atas harga, mutu, merek dan fasilitas pendukung mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku beralih merek pada siswa SMA Negeri 7 Malang. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Variabel variety seeking (X2) mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku beralih merek pada siswa SMA Negeri 7 Malang. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasar hasil penelitian ini, saran yang bisa diberikan kepada pihak penyedia jasa telekomunikasi seluler adalah : (1) lebih meningkatkan kualitas atribut produk kartu telepon seluler agar konsumen lebih loyal, (2) mewaspadai perilaku pencarian variasi yang dilakukan oleh kalangan remaja, dengan cara peningkatan kualitas produk dan penerapan strategi sales promotion, (3) selalu berinovasi terhadap produk agar konsumen tidak beralih. Sedangkan untuk peneliti lain saran yang diberikan adalah : (1) responden yang dipilih adalah berusia di atas 25 tahun, dengan asumsi lebih loyal terhadap produk, (2) meneliti produk yang memenuhi fitur hedonis atau produk yang menimbulkan rasa senang atau menimbulkan rasa kenikmatan, seperti makanan, parfum ataupun rokok.

Pengaruh pemberian kredit modal kerja, kondisi internal usaha dan penerapan teknologi terhadap kinerja UMKM (studi pada UMKM kerajinan reog di Kabupaten Ponorogo) / Devi Damayanti Arifin

 

Pengaruh tingkat suku bunga kredit, CAR, dan inflasi terhadap profitabilitas bank (ROA) 2004-2011 (studi kasus bank BNI, BRI, dan Mandiri) / Icas Caesar Hanggara

 

Survei kadar Malondialdehyde (MDA) sebagai indikator stres oksidatif pada mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang / Heri Krisnawan

 

Krisnawan, Heri. 2013. Survei Kadar Malondialdehyde (MDA) sebagai Indikator Stres Oksidatif pada Mahasiswa Penghobi Olahraga Bulutangkis Malam Hari di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) dr. Moch. Yunus, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes. Kata Kunci: Malondialdehyde (MDA), stres oksidatif, olahraga bulutangkis Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dan teratur memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan seseorang. Akan tetapi, perkembangan zaman dan tuntutan pekerjaan telah banyak mengubah gaya hidup seseorang dengan melakukan aktivitas fisik pada waktu yang tidak tepat, misalnya di malam hari. Salah satu jenis aktivitas fisik yang biasa dilakukan di malam hari yaitu olahraga bulutangkis. Olahraga bulutangkis termasuk olahraga yang dominan menggunakan sistem energi anaerobik sehingga berisiko tinggi menyebabkan kondisi hipoksia. Kondisi hipoksia tersebut akan meningkatkan produktivitas radikal bebas di dalam tubuh seperti Reactive Oxygen Species (ROS) yang berdampak pada terjadinya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Malondialdehyde (MDA) pada plasma darah sebagai indikator terjadinya stres oksidatif pada mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang. Sebanyak 14 mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Sementara untuk perbandingan, sebanyak 4 mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tidak berlatih bulutangkis di malam hari digunakan sebagai sampel kelompok pembanding dalam penelitian ini. Pengujian kadar Malondialdehyde (MDA) tersebut dilakukan di Laboratorium Farmakologi, Universitas Brawijaya Malang dengan menggunakan peralatan laboratorium seperti UV-Spectrophotometer, Centrifuge, dan lain-lain. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriptif eksploratif. Data yang diperoleh dieksplorasikan atau dideskripsikan menggunakan prosentase, kata-kata, maupun kalimat. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peralatan medis dan peralatan laboratorium, sementara instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan, mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini memiliki rata-rata MDA sebesar 0,0901 (ng/200µl), tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata MDA kelompok mahasiswa normal atau kelompok mahasiswa yang tidak berlatih bulutangkis di malam hari sebesar 0,0326 (ng/200µl). Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar MDA tersebut, mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang mengalami kondisi stres oksidatif yang diindikatori oleh tingginya kadar Malondialdehyde (MDA) pada plasma darah.

Peran pembelajaran biologi dan orang tua untuk mendukung siswa kelas VIII dalam upaya menjaga kesehatan )studi kasus di SMP Negeri 2 Kota Madiun) / Agung Sugiharto

 

Sugiharto, Agung. 2013. Peran Pembelajaran Biologi dan Orang tua Untuk Mendukung Siswa Kelas VIII Dalam Upaya Menjaga Kesehatan (Studi Kasus di SMP Negeri 2 Kota Madiun), Tesis Pendidikan Dasar IPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd (II) Dr. Hadi Suwono, M.Si Kata kunci: peran pembelajaran biologi, orang tua, upaya menjaga kesehatan. Masalah kesehatan yang dialami siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat kompleks dan bervariasi misalnya terkait menurunnya perilaku hidup bersih dan sehat, kecenderungan peningkatan jumlah siswa berstatus gizi buruk, kebiasaan pola makan tidak teratur, masa pertumbuhan remaja tidak optimal, indikasi gejala anemia, melakukan kebiasaan buruk dan beresiko seperti merokok, minuman beralkohol, bahkan hubungan seksual di luar nikah. Pembelajaran di sekolah terutama mata pelajaran biologi sangat relevan sebagai solusi upaya perbaikan kondisi masalah kesehatan siswa. Biologi diperlukan oleh siapapun untuk bertahan hidup dan tetap sehat. Standar kompetensi sangat jelas menyiratkan berkaitan langsung dengan upaya menjaga kesehatan. Proses pembelajaran guru di kelas akan sangat menentukan keberhasilan dan ketercapaian tujuan pembelajarannya yang dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan. Keterlibatan keluarga dalam hal ini orang tua tentunya juga ikut berperan memberi pengaruh terbentuknya perilaku upaya menjaga kesehatan dirumah karena intensitas waktu justru lebih banyak di rumah daripada berada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi mendalam tentang pemahaman siswa dalam upaya menjaga kesehatan dikaitkan dengan kegiatan pembelajaan biologi di kelas dan keterlibatan peran orang tua dalam upaya menjaga kesehatan . Berdasarkan pemikiran di atas maka fokus penelitian ini di jabarkan sebagai berikut (1) Bagaimanakah pemahaman upaya menjaga kesehatan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Madiun, (2) Bagaimanakah peran pembelajaran biologi dalam mendukung siswa kelas VIII melakukan upaya menjaga kesehatan di SMP Negeri 2 Kota Madiun, (3) Bagaimanakah peran orang tua dalam mendukung siswa kelas VIII melakukan upaya menjaga kesehatan di SMP Negeri 2 Kota Madiun. Peneliti memilih pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Peneliti sebagai instrumen utama. Prosedur pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tehnik purposive sampling digunakan untuk mendapatkan informan yang menghasilkan jenis data yang dijaring peneliti berupa data primer dan sekunder. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Siswa telah memahami beberapa aktivitas memelihara dan meningkatkan kesehatan. Beberapa aktivitas berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan antara lain menjaga pola makan teratur, mengkonsumsi menu makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh dan suplemen dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan gigi, memelihara lingkungan sehat, menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan pola aktivitas keseharian yang sehat seperti berolahraga teratur, beristirahat yang cukup, menghindari perilaku dan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan serta berusaha mendapatkan informasi kesehatan. (2) Peran pembelajaran biologi di kelas kurang maksimal mendukung siswa dalam upaya menjaga kesehatan, hal ini terlihat dari tindakan guru dalam merencanakan pembelajaran tidak sesuai dengan pelaksanaannya, pemanfaatan media pembelajaran yang minim sehingga materi dipahami kurang bermakna bagi siswa, guru dalam mengkomunikasikan materi kurang bervariasi menggunakan berbagai metode lain selain ceramah di depan kelas. Pengelolaaan alokasi waktu dalam pembelajaran tidak tepat. (3) Peran orang tua ternyata sangat mendukung dalam upaya menjaga kesehatan anaknya melalui empat bentuk dukungan antara lain pengharapan orang tua terhadap kesehatan anaknya, dukungan psikologis, dukungan materi, dan menjalin komunikasi dengan anaknya. Pengharapan orang tua diwujudkan dalam bentuk interaksi memberi nasehat-nasehat, masukan bahkan teguran terhadap aktivitas anak-anaknya untuk menjaga kesehatannya, mengajak anaknya menjenguk orang sakit sehingga muncul kesadaran menjaga kesehatan, dukungan psikologis dalam bentuk menciptakan kondisi yang mendorong timbulnya kesadaran mandiri anaknya, orang tua dengan memberi contoh perilaku baik di rumah, melibatkan langsung tugas keseharian menjaga kebersihan lingkungan rumah. Menjalin komunikasi yang akrab dan terbuka dengan anaknya sehingga perubahan sekecil apapun pada anaknya segera mengetahui dan segera melakukan tindakan yang tepat.

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia / Aan Ria Apriyani

 

Apriyani, AanRia. 2013. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan pada perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M.Ak(II) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci: Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSDI) dan Kinerja Perusahaan (ROE)      Dalam perkembangan dunia ekonomi saat ini, dipenuhi berbagai persaingan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha saat ini perusahaan harus berusaha meningkatkan kinerjanya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan pengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapkan tanggung jawab sosial diharapkan dapat memberikan informasi mengenai aktivitas sosial perusahaan, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek sosial disekitarnya.      Salah satu indicator dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan Return On Equity (ROE). Rasio keuangan ini merupakan suatu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan aktivitas operasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Dengan ROE, investor atau pemilik dapat melihat tingkat pengembalian atas investasi yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas.      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Real estate dan property yang terdaftar di BEI periode2009-2011. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive esampling sehingga diperoleh 20perusahaan. Metode analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode regresi linear sederhana      Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya perusahaan dalam mempraktikan CSR dalam pelaporan keuangan maka semakin baik hubungan perusahaan dengan masyarakat.      Berdasarkanhasil penelitian saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) Jumlah populasi perlu ditambah, tidak hanya perusahaan padas ektor Real Estate dan Property, (2) Seluruh perusahaan diharapkan dapat memberikan pengungkapan sosial sebagai informasi dalam laporan tahunannya, karena setiap perusahaan haru smeningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosialnya, (3) Bagi pemerintah diharapkan dapat membuat kebijakan, peraturan dan standar tentang tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar (studi pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi STKIP Hamzanwadi Selong Kabupaten Lombok Timur tahun ajaran 2012/2013

 

Rizkiwati, Yuliana, Baiq. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar (studi pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi STKIP HAMZANWADI Selong Kabupaten Lombok Timur Tahun Ajaran 2012/2013). Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si. Kata kunci: Think Pair Share, Problem Based Learning, Berfikir Kritis, dan hasil belajar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan, setiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan selama 2 jam pelajaran. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu mahasiswa kelas C Semester IV tahun ajaran 2012-2013 STKIP HAMZANWADI Selong yang berjumlah 38 mahasiswa, terdiri 13 mahasiswa laki-laki dan 25 mahasiswa perempuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar mahasiswa serta data pendukung berupa tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap pembelajaran. Kemampuan berfikir kritis mahasiswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase kemampuan berfikir kritis mahasiswa dan taraf keberhasilan tindakan, sedangkan hasil belajar mahasiswa diukur berdasarkan selisih skor antara pre-test dan post test serta ketuntasan belajar mahasiswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi kemampuan berfikir kritis mahasiswa, dan tanggapan dosen dan mahasiswa. Penerapan TPS dan PBL dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa pada siklus 1, 2 dan 3. Pada siklus 1 skor rata-rata kemampuan berfikir kritis mahasiswa dalam kategori rendah (58,28%) mengalami peningkatan pada siklus 2 menjadi 68,01 (sedang), dan pada siklus 3 mengalami peningkatan menjadi 81,85% dalam kategori ( Tinggi). Berdasarkan analisis data diketahui bahwa pada siklus I rata-rata skor pre test sebesar 00,00% dan rata-rata skor post test sebesar 54,05% (meningkat 54,05), sedangkan pada siklus II rata-rata skor pre test sebesar 5,40% dan rata-rata skor post test sebesar 72,97% (meningkat 67,57), sedangkan pada siklus III rata-rata skor pre test sebesar 10,81% dan rata-rata skor post test sebesar 86,48%. Selain itu, berdasarkan analisis data juga dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa yang ditunjukkan dengan ketuntasan belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah tuntas belajarnya karena sudah mencapai standar minimal ketuntasan belajar kelas yang ditetapkan oleh Depdiknas yaitu ≥ 85 % mahasiswa di dalam kelas mencapai daya serap ≥ 75 (KKM ≥ 75). Respon Mahasiswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dan PBL pada mata kuliah Ekonomi Pembangunan secara keseluruhan adalah positif. Hambatan yang dihadapi peneliti dalam penelitian penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dan PBL adalah mahasiswa belum terbiasa belajar dengan pembelajaran ini sehingga alokasi waktu yang digunakan kurang efektif terutama pada pelaksanaan pembelajaran Siklus I yaitu pada pembentukan kelompok, pengerjaan soal diskusi kelompok, dan siswa kurang berani untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Sedangkan faktor pendukung dalam penerapan kooperatif tipe TPS dan PBL adalah: Keterampilan mengajar dosen, Karakteristik mahasiswa, dan Pemanfaatan sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian maka diajukan saran-sara sebagai berikut. 1) Bagi dosen yang mengampu mata kuliah Ekonomi pembangunan dapat mencoba penerapan TPS dan PBL. Dengan memperhatikan modifikasi tertentu sesuai sifat, karakteristik keilmuannya, terutama dosen yang kesulitan dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar mahasiswa. 2) Dalam menerapkan model TPS dan PBL dilihat karakteristik materinya agar benar-benar sesuai dengan masalah dunia nyata dan memiliki masalah autentik yang dapat dipecahkan dan diselesaikan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar mahasiswa.

Pengaruh rasio profitabilitas dan harga saham masa lalu terhadap harga saham perusahaan real estate dan properties yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011 / Rizki Kurniasari

 

Perencanaan normalisasi saluran irigasi pada pomahan di Kabupaten Mojokerto / Prasetyo Dwi Pangesti Adji

 

Dwi Pangesti Adji, Prasetyo. 2013. Perencanaan Normalisasi Saluran Irigasi Padi Pomahan di Kabupaten Mojokerto. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Ir. Nugroho Suryoputro, M.T. Kata kunci: perencanaan, normalisasi, saluran irigasi, Padi Pomahan    Saluran irigasi Padi Pomahan di Kebupaten Mojokerto ini merupakan saluran yang cukup berperan dalam perkembangan pertanian di wilayah ini. Berdasarkan fungsi pengelolaan pengairan pada Saluran Irigasi Padi Pomahan ini dinilai masih kurang normal seiring menurunnya kinerja saluran tersebut dan banyaknya tumpukan sedimen yang mengakibatkan saluran tidak mampu mengontrol banyaknya debit air dengan baik serta beberapa kerusakan dinding saluran yang cukup mengganggu.    Permasalahan yang ditinjau dalam Proyek Akhir ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana desain untuk normalisasi saluran irigasi, (2) bagaimana spesifikasi teknis normalisasi saluran irigasi, (3) bagaimana rencana anggaran biaya untuk normalisasi dan (4) bagaimana metode pelaksanaan pekerjaan untuk normalisasi saluran irigasi Padi Pomahan di Kabupaten Mojokerto.    Metode yang digunakan untuk menyelesaikan Proyek Akhir ini adalah melalui survey lapangan dan invetigasi saluran, dengan menggunakan pedoman Kriteria Perencanaan (KP) saluran irigasi yang diterbitkan oleh Dirjend Pengairan Kementrian Pekerjaan Umum tahun 1986.    Hasil perencanaan normalisasi saluran irigasi Padi Pomahan adalah sebagai berikut : (1) diperlukan tinggi permukaan air 0,533 m (Pada Dam Padi-BP1), 0,588 m (Pada BP1-BP2), 0,545 m (Pada BP2-BP3), 0,171 m (Pada BP3-BP4), 0,169 m (Pada BP4-BP5), dan 0,164 m (Pada BP5-BP6) untuk dapat memenuhi kebutuhan debit rencana dari saluran irigasi Padi Pomahan dan dengan kemiringan dasar saluran 0,002 (Dam Padi-BP1), 0,002 (BP1-BP2), 0,004 ( BP2-BP3), 0,007 (BP3-BP4), 0,007 (BP4-BP5), 0,008 (BP5-BP6) (2) Spesifikasi teknis pekerjaan normalisasi saluran irigasi adalah: (a) pembersihan lokasi sepanjang 2700 m, (b) mobilisasi dan demobilisasi alat berat excavator, (c) pengerukan atau pembuangan sedimen dilakukan dengan menggunakan alat berat excavator sebanyak 1670 m³, (d) galian dan timbunan untuk perbaikan dinding saluran sepanjang 86,70 m dan (e) perbaikan dinding saluran menggunakan pasangan batu kali sebanyak 6,878 m³ dengan menggunakan spesi campuran 1 PC : 4 Pasir. (3) Biaya yang diperlukan untuk pekerjaan normalisasi saluran meliputi: (a) pekerjaan persiapan sebesar Rp. 14,120,000.00 (b) pekerjaan galian sebesar Rp. 143,381,820.00 (c) pekerjaan pasangan sebesar Rp. 11,369,076.00. Total anggaran biaya normalisasi saluran sebesar Rp. 168,870,896.00 (Seratus Enam Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Tujuh puluh Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah). (4) Metode pelaksanaan pekerjaan normalisasi dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (a) Ijin pemberitahuan pelaksanaan pekerjaan, (b) pekerjaan pengeringan saluran, (c) penggalian timbunan tanah, lumpur dan sedimen dalam saluran irigasi, (d) pekerjaan pasangan batu pada bagian yang perlu di normalisasi, (e) pekerjaan plesteran, (f) pembersihan kembali lokasi.    

Pengaruh persepsi konsumen tentang faktor desain, faktor sosial, dan faktor ambien terhadap niat pembelian di Hypermart Matos (studi pada mahasiswa Program Studi S1 Manajemen angkatan 2009-2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Alfin Styo Wahyudi

 

Wahyudi, A. S. 2012. Pengaruh Persepsi Konsumen tentang Faktor Desain, Faktor Sosial, dan Faktor Ambien terhadap Niat Pembelian di Hypermart MATOS (Studi Pada Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Angkatan 2009–2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Danardana Murwani, M.M. (2) Dr. Suharto S.M, M.M, M.Pd Kata Kunci : faktor desain, faktor sosial, faktor ambien, niat pembelian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor desain (X1), faktor sosial (X2), dan faktor ambien (X3) terhadap niat pembelian (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Manajemen angkatan 2009-2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang pernah berkunjung di Hypermart MATOS. Besar sampel adalah 164 mahasiswa yang diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian bahwa: (1)terdapat pengaruh persepsi konsumen tentang faktor desain secara parsial terhadap niat pembelian di Hypermart MATOS; (2)terdapat pengaruh persepsi konsumen tentang faktor sosial secara parsial terhadap niat pembelian di Hypermart MATOS; dan (3)terdapat pengaruh persepsi konsumen tentang faktor ambien secara parsial terhadap niat pembelian di Hypermart MATOS. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,587 menunjukkan bahwa faktor desain, faktor sosial, dan faktor ambien menjelaskan niat pembelian di Hypermart MATOS sebesar 58,7%, sedangkan sisanya 41,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah (1)Hypermart MATOS diharapkan dapat meningkatkan keadaan faktor desain yang ada di dalam toko; Pemilihan dan perpaduan warna yang merupakan faktor desain memiliki nilai rata-rata terkecil dibandingkan faktor yang lain; (2)Hypermart MATOS diharapkan dapat mempertahankan keadaan lingkungan sosial yang ada di dalam toko, seperti pelayanan pramuniaga kepada konsumen agar toko tetap ramai akan calon konsumen; Faktor sosial merupakan faktor yang dominan mempengaruhi niat pembelian konsumen di Hypermart MATOS; (3)Hypermart MATOS diharapkan dapat menjaga keadaan faktor ambien yang ada di dalam toko; Faktor ambien yang ada sudah cukup baik dan dapat memberikan kenyamanan; (4)Peneliti berikutnya menguji faktor-faktor lain yang mempengaruhi niat pembelian misalnya diskon, lokasi, produk, harga, iklan dan promosi, personal penjualan, sifat pelanggan toko, serta kepuasan setelah transaksi.

Studi tentang teknik pembuatan blazer di Jaber Tailor untuk ukuran S, M, L, XS, dan XXL / Zakiyatul Fakhiroh

 

Fakhiroh, Zakiyatul.2013.Studi Tentang Teknik Pembuatan Blazer di “JABER Tailor”Untuk Ukuran S, M, L, XS dan XXL. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M. Pd. Kata Kunci: Pembuatan Blazer di “JABER Tailor”, 5 Ukuran S, M, L, XS dan XXL, Fitting Factor     Pembuatan blazer di “JABER Tailor” memiliki sebelas langkah kerja, yaitu : mengukur badan, membuat pola, meletakkan pola di atas bahan dan memberi kampuh, memotong bahan, merader atau memindahkan tanda-tanda pola, mengobras lengan dan sisi, pressing bahan pengeras pada bahan utama, menjahit bagian-bagian blazer finishing, trimming dan pressing. Teknik pembuatan blazer di “JABER Tailor” lebih praktis dan mudah diingat daripada sistem The Bodice Block, dan sistem J.H Myeneke. Blazer sistem “JABER Tailor” diujicobakan pada lima ukuran costum size S, M, L, XS, dan XXL dari rentang ukuran standar di “JABER Tailor”.     Fitting factor atau titik pas blazer menggunakan Fitting factor atau titik pas menurut Bapak Munawir yaitu pemilik sekaligus pengelola “JABER Tailor” ada dua puluh dua fitting factor yang dinilai yaitu : punggung atas, panjang bahu, panjang lengan, lingkar lengan bawah, lingkar badan, lingkar pinggang, tinggi panggul, lingkar panggul, lebar muka, panjang muka, lebar punggung, panjang blazer, panjang vuring, bentuk garis princess, posisi kerah, bentuk kerah, posisi saku paspoille, lebar saku paspoille, jarak kancing paspoille, lebar lubang kancing, ketepatan lengan, bentuk lengan.     Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan teknik pembuatan blazer menggunakan sistem “JABER Tailor” dengan menggunakan lima ukuran costum size S, M, L, XS, dan XXL dari rentang ukuran standar di “JABER Tailor”. Ditinjau dari Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dalam pengecekan data peneliti menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Triangulasi data digunakan peneliti untuk mencari sumber data tentang pembuatan blazer langsung dari pemilik sekaligus pengelola “JABER Tailor”. Triangulasi teknik yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi untuk mencari lokasi dan teknik pembuatan blazer, wawancara untuk proses pembuatan blazer dan dokumentasi untuk proses pembuatan blazer dan fitting factor.     Teknik pembuatan blazer pada lima ukuran menggunakan sistem ”JABER Tailor” secara keseluruhan tepat, namun ada tiga proses yang kurang tepat. Bentuk pola bagian pinggang dan panggul yang seimbang dan bagus sehingga cocok untuk segala ukuran. Hasil fitting factor yang dinilaikan pada tiga panelis secara keseluruhan tepat, namun pada bagian lingkar pinggang kurang tepat karena garis pinggang pada bagian muka naik ± 2 cm karena tertarik payudara, namun pada bagian sisi pas, dari kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa pembuatan blazer menggunakan sistem di “JABER Tailor” sangat cocok untuk segala ukuran.

Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas X TKJ SMK Veteran 1 Tulungagung) / Tomy Haryono

 

ABSTRAK Haryono, Tomy. 2013. Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X Teknik Komputer Jaringan SMK Veteran 1 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko S., M.Ed, M.Si (II) Dr. Agung Winarno, M.M Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Aktivitas, Hasil Belajar     Model Pembelajaran Problem Based Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang dituangkan kedalam studi kasus yang telah disesuaikan dengan materi sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, untuk memperoleh pengetahuan dari materi pelajaran.    Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan model Problem Based Learning dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas X Teknik Komputer Jaringan SMK Veteran 1 Tulungagung. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Model pembelajaran Problem Based Learning ini dilaksanakan dalam 5 tahap yaitu: tahap ke-1 orientasi siswa pada masalah; tahap ke-2 mengorganisasi siswa untuk belajar; tahap ke-3 membimbing penyelidikan individual dan kelompok; tahap ke-4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya; tahap ke-5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 17.2%. Sedangkan hasil belajar juga mengalami peningkatan, hasil belajar terdiri dari aspek kognitif dan afektif, untuk aspek kognitif membandingkan hasil nilai post tes dengan nilai sebelum penerapan model PBL setiap siklus. Sedangkan aspek afektif dianalisis dengan menghitung persentase frekuensi setiap indikator yang muncul. Ketentuan nilai batas minimum ketuntasan belajar siswa untuk mata diklat Kewirausahaan adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dari siklusI ke siklus II sebesar 28.96%, sedangkan aspek afektif mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 9. 65%.    Saran yang dapat diberikan peneliti dari penelitian yang telah dilakukan ini adalah: Bagi Guru yang menerapkan model pembelajaran PBL sebaiknya menambahkan durasi waktu dalam proses pembelajaran; Kepala Sekolah disarankan untuk menambahkan dan melengkapi literatur agar siswa dapat memperbanyak wawasan dan pengetahuannya salah satunya melalui membaca buku-buku literatur yang disediakan oleh sekolah; Bagi guru yang menerapkan model pembelajaran PBL disarankan untuk lebih tegas dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak gaduh dan mengganggtu dalam proses pembelajaran; Bagi Guru yang menerapkan model PBL disarankan untuk lebih meningkatkan keaktifan dan motivasi kepada siswa pada proses pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal.

Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA) dan Return On Investment (ROI) terhadap harga saham (studi pada perusahaan otomotif yang listing di BEI periode 2007-2011) / Muhamad Rizki Lamba

 

Lamra, Muhamad Rizki. 2013. Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA) dan Return On Investment (ROI) terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Otomotif yang listing di BEI Periode 2007 – 2011). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., Ak. (II) Subagyo S.H., S.E., M.M. Kata Kunci : DAR, DER, ROA, ROI, Harga Saham. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA) dan Return On Investment (ROI) sebagai variabel independen terhadap Harga Saham sebagai variabel dependen pada perusahaan otomotif yang listing di Bursa Efek Indonesia. Dimana DAR merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. DER merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui setiap modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang. ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan aktiva perusahaan memperoleh laba dari operasi perusahaan. Sedangkan ROI menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimilik perusahaan. Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ini memiliki populasi semua perusahaan otomotif yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode 2007-2011. Sedangkan sampel yang digunakan adalah 17 perusahaan otomotif yang aktif di perdagangan Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-2011 yang selalu mempublikasikan laporan keuangan tiap tahunnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 17,0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa DAR, DER, ROA, dan ROI secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. Dalam penelitian ini disarankan agar investor melakukan analisis secara menyeluruh karena banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham otomotif. Begitu juga faktor lain yang bisa mempengaruhi harga saham, seperti tingkat penjualan, kondisi ekonomi Indonesia maupun dunia, krisis ekonomi, dan bencana alam. Karena analisis yang tepat dan menyeluruh dapat membuat harapan investor tercapai, yaitu memperoleh return yang optimal.

Peningkatan berfikir kreatif matematika melalui problem solving siswa SDN Sambigede 03 Sumberpucung Kabupaten Malang / Nyamik Rahayu Sesanti

 

ABSTRAK Sesanti, Nyamik Rahayu. 2013. Peningkatan Berfikir Kreatif Matematika Melalui Pendekatan Problem Solving Siswa SDN Sambigede 03 Sumberpucung Kabupaten Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar Konsentrasi Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S.,M.Sc., (II) Dr. Sri Mulyati, M.Pd. Kata kunci: berfikir kreatif, matematika, problem solving Meningkatkan kreatifitas siswa dan kemampuan berfikir kreatif melalui aktifitas kreatif dalam pembelajaran matematika adalah penting kerena aktifitas-aktifitas kreatif tersebut sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah. Sedangkan pemecahan masalah memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika karena matematika bukan hanya dilihat sebagai kumpulan konsep-konsep dan fakta, akan tetapi merupakan proses yang dipelajari dan kemudian diterapkan untuk mencari selesaian suatu permasalahan. Begitu juga pemecahan masalah memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, karena manusia dalam kehidupannya senantiasa membutuhkan kreatifitas untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti peningkatan berfikir kreatif matematika melalui pendekatan Problem Solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan pendekatan Problem Solving yang dapat meningkatkan berfikir kreatif matematika pada siswa kelas IV SDN Sambigede 03 Sumberpucung Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini, peneliti berperan sebagai pemberi tindakan, instrumen kunci, pelapor hasil penelitian, dan pewawancara terhadap subjek penelitian. Data penelitian ini berupa hasil kajian dari jawaban tes siswa dan hasil wawancara. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan menggunakan lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru, pedoman penilaian berfikir kreatif, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan problem solving yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif matematika siswa terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) tahap awal yang meliputi penyampaian tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, mengingatkan kembali materi prasyarat, dan pembetukan kelompok, (2) pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan problem solving yaitu memberikan masalah matematika yang disajikan pada LKS, proses menyelesaikan masalah dengan menggunakan alat peraga, presentasi hasil, (3) tahap akhir yang meliputi pemberian quis dan kesimpulan. Kreativitas disebut meningkat jika memenuhi kriteria: (a) pengerjaan LKS siswa (secara berkelompok) menunjukkan minimal 3 kelompok berada pada kategori kreatif untuk indikator kelancaran dan fleksibelitas, (b)hasil tes menunjukkan minimal 80% siswa berada pada kategori kreatif untuk indikator kelancaran dan fleksibelitas. Hasil siklus I pada penelitian ini adalah semua kelompok berada pada kategori kreatif dan 72% siswa berada pada kategori kreatif untuk indikator kelancaran dan fleksibelitas. Pada siklus II, semua kelompok berada pada kategori kreatif dan lebih dari 80% siswa berada pada kategori kreatif untuk indikator kelancaran dan fleksibelitas.

Pengaruh lingkungan belajar, kecerdasan emosi, dan pemanfaatan waktu belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang / Dian Rachmawati S.

 

Suprapto, Dian Rachmawati. 2013. Pengaruh Lingkungan Belajar, Kecerdasan Emosi, dan Pemanfaatan Waktu Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 2 Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, S.E, M.P, M.Pd (II) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si. Kata Kunci : lingkungan belajar, kecerdasan emosi, pemanfaatan waktu belajar, hasil belajar     Kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi harus diiringi dengan kemajuan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, karena dengan mutu pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Pendidikan pada dasarnya tidak lepas dari kegiatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam proses belajar setiap siswa pasti menginginkan hasil belajar yang baik dan memuaskan sesuai dengan usaha yang dilakukan. Siswa SMAN 2 Lumajang memiliki hasil belajar yang berbeda-beda. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Faktor intern yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosi. Sedangan faktor ekstern yang menjadi permasalahan adalah lingkungan belajar dan pemanfaatan waktu belajar.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang (2) Pengaruh kecerdasan emosi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang (3) Pengaruh pemanfaatan waktu belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang (4) Pengaruh lingkungan belajar, kecerdasan emosi, dan pemanfaatan waktu belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 2 Lumajang.     Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Eksplanatory Research. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lingkungan belajar, kecerdasan emosi, dan pemanfaatan waktu belajar sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Lumajang yang berjumlah 167 siswa diambil dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen dalam penelitian ini berupa closed questionare dan menggunakan skala likert dengan lima alternatif jawaban. Analisis yang dipakai dalam penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda.     Berdasarkan analisis data diketahui: (1) Terdapat pengaruh positif lingkungan belajar terhadap hasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang. (2) Terdapat pengaruh positif kecerdasan emosi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang. (3) Terdapat pengaruh positif pemanfaatan waktu belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang. (4) Lingkungan belajar, kecerdasan emosi, dan pemanfaatan waktu belajar secara simultan terdapat pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 2 Lumajang.     Adapun saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut: (1) Sekolah harus lebih memaksimalkan kualitas pembelajaran ekonomi sebagai upaya meningkatan kualitas output sekolah serta mengadakan tes kecerdasan emosi setiap tahunnya. (2) Guru hendaknya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan arahan dan pemahaman kepada siswa terhadap materi ekonomi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) Orang tua hendaknya lebih memperhatikan dan mengawasi kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. (4) Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mendorong siswa agar lebih meningkatkan kecerdasan emosi dan memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik-baiknya untuk mencapai hasil belajar yang tinggi

Perencanaan arsitektur Kelurahan Balearjosari di Arjosari Kota Malang / Mochammad Rizky Fadillah

 

Fadilah, Mochamad Rizky. 2011. Perencanaan Arsitektur Kelurahan Balearjosari Kota Malang. Tugas Akhir, Program D3 Teknik Sipil Dan Bangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hanni Elitasari Mahaputri, S.T, M.T. Kata Kunci : Analisa Bangunan, Analisa Tapak, Gambar Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya Bangunan. Untuk menunjang pelayanan terhadap masyarakat dibutuhkan fungsi ruangan yang efektif dan tidak membingungkan, sehingga pelayanan pada masyarakat menjadi mudah dan lancar maka diperlukan perencanaan arsitektur mengenai desain ruang fungsional pada bangunan. Untuk itu dalam merencanakan diperlukan tahapan dalam merencanakan antara lain : (1) Analisis Fungsi Bangunan, (2) Analisis Penggunaan Bangunan, (3) Analisis Aktifitas Bangunan, Analisis Struktur, (4) Analisis Bahan Bangunan, (5) Analisis Sistem Utilitas. Perencanaan dibagi menjadi 3 (tiga) fungsi ruang yaitu (1) fungsi primer untuk bangunan melayani masyarakat wilayah Balearjosari, (2) fungsi sekunder untuk mendukung kegiatan utama (pelayanan), (3) fungsi penunjang untuk terlaksananya semua kegiatan yang ada di Kelurahan Balearjosari. Untuk aktivitas dari bangunan yang direncanakan dapat disimpulkan sirkulasi yang cocok dan dapat diterapkan adalah sirkulasi linier, dimana dalam pelayanan masyarakat tidak dibingungkan dalam proses tahapan kepengurusan ijin atau keperluan lainnya. Berdasarkan Lokasi bangunan yang ditinjau untuk akses pintu masuk dan keluar, direncanakan berdasarkan topografi dari lokasi, view bangunan, dan akses sirkulasi yang paling baik arah dari bangunan menghadap ke timur. Sehingga bangunan berhadapan langsung dengan penghubung jalan utama dan view dari bangunan akan lebih tampak dan mudah dikenali masyarakat. Berdasarkan struktur bangunan rencana digunakan struktur bangunan rendah, untuk bangunan rendah jumlah lantai yg diijinkan antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) lantai.Sehingga dari semua analisa dapat diwujudkan menjadi gambar bangunan yang direncanakan, spesifikasi teknis bangunan dan rencana anggaran biaya. Berdasarkan hasil perencanaan, disimpulkan bahwa (1) perencanaan bangunan yang mempunyai fungsi ruang sesuai dengan penghuni menambah kinerja pelayanan masyarakat. (2) Masyarakat menjadi mudah mengenali alur pelayanan kelurahan berdasarkan perencanaan penempatan ruang dari bangunan bersumber dari diagram alur pelayanan.(3) Mengetahui jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membuat bangunan yang direncanakan sehingga pengelolaan anggaran biaya bangunan dapat direncanakan.

Pengaruh disiplin belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VII tahun ajaran 2012/2013 SMP Negeri 20 Malang / Dwi Handoyo

 

Pengaruh umur perusahaan, ukuran perusahaan, prosentase penawaran saham terhadap initial return dan return setelah initial public offering (studi pada perusahaan yang melakukan IPO di BEI sepanjang tahun 2011 dan 2012) / Dawang Pratama Putra

 

Putra, Dawang Pratama. 2013. Pengaruh Umur perusahaan, Ukuran Perusahaan, Prosentase Penawaran Saham Terhadap Initial Return dan Return Setelah Initial Public Offering. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri malang. Pembimbing: (1) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M.,Ak. (2) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci : Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Prosentase Penawaran Saham, Initial Return, Return Setelah IPO Initial Public Offering (IPO) tidak terlepas dari fenomena underpricing, dimana harga saham yang ditawarkan pada pasar perdana justru lebih rendah dibandingkan harga saham ketika diperdagangkan di pasar sekunder. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh pasar modal dunia termasuk Indonesia. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menemukan faktor-faktor penyebabnya namun hasilnya berbeda-beda. Pada penelitian ini, informasi seperti umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan prosentase penawaran saham akan diteliti pengaruhnya terhadap initial return (return awal) dan return 10 hari setelah IPO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa besar tingkat pengaruh dan perbedaan pengaruh secara simultan varianbel independen umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan prosentase penawaran saham terhadap initial return dan return setelah IPO. Penelitian ini termasuk hypothesis testing. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, di mana analisis ini menguji secara parsial dan simultan pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan signifikasi 5%, serta pengujian analisis menggunakan alat bantu program SPSS 19.0. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial hanya variabel umur perusahaan dan prosentase penawaran saham yang berpengaruh signifikan terhadap initial return dan return setelah IPO, sedangkan simultan variabel independen dalam penelitian ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel dependen. Dari hasil uji simultan tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh antara variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terhadap initial return dan return setelah IPO. Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel penelitian yang tidak terbatas hanya dari faktor internal perusahaan, namun juga dari faktor eksternal perusahaan yaitu suku bunga, intervensi politik dan laju inflasi.

Penegakan hukum tindak pidana illegal loging di Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang / Achmad Farid Ghufroni

 

Ghufroni, Achmad Farid. 2013. Penegakan Hukum Tindak Pidana illegal loging di Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Untari. M.Si. (II) Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum Kata Kunci : penegakan hukum, tindak pidana, illegal loging, Illegal loging merupakan suatu mata rantai yang sangat rapi dan saling terkait di antara beberapa instansi dan pelaku, yang dimulai dari sumber atau produser kayu ilegal atau yang melakukan penebangan kayu secara ilegal hingga pemasaran ke konsumen atau pengguna kayu ilegal tersebut. Kayu-kayu tersebut melalui proses penebangan, pengolahan, penyaringan, pengiriman dan ekspor yang semuanya dilakukan secara ilegal. Kurang tegasnya penanganan hukum tindak pidana illegal loging ini yang terjadi di Kabupaten Lumajang khususnya di Desa Pasru Jambe mengakibatkan semakin maraknya kasus illegal loging yang terjadi di desa Pasru Jambe. Serta juga adanya keterlibatan pihak instansi dan pihak aparat penegak hukum itu sendiri, mengakibatkan sulitnya penanganan dan pemberantasan kasus tindak pidana illegal loging di Kabupaten Lumajang khususnya di Desa Pasru Jambe. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencangkup (1) bagaimana bentuk-bentuk tindak pidana illegal loging di kawasan hutan Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang, (2) faktor-faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana illegal loging di kawasan hutan Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang, dan (3) pihak-pihak yang terlibat dalam upaya menegakan tindak dan mengatasi pidana illegal loging di kawasan hutan Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai Penegakan Hukum Tindak Pidana illegal loging di Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi serta dokumentasi terhadap informan yaitu para instansi yang terkait dan para petugas penegak hukum yang terkait dalam tindak pidana illegal loging. Untuk menjaga keabsahan data, dalam menganalisis data dilakukan dengan pendekatan induktif. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengamatan terhadap fenomena sosial, (1) melakukan identifikasi, revisi-revisi, dan pengecekan ulang terhadap data yang ada, (2) kategorisasi terhadap informasi yang diperoleh, (3) menelusuri dan menjelaskan kategorisasi, (4) menjelaskan hubungan-hubungan kategorisasi, (5) menarik kesimpulan-kesimpulan umum, dan (6) membangun atau menjelaskan teori. Hasil penelitian menjelaskan tentang (1) bentuk-bentuk tindak pidana illegal loging di kawasan hutan Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang yang menjelaskan bentuk atau macam – macam tindak pidana atau modus pencurian kayu atau illegal loging yang di lakukan masyarakat sekitar kawasan hutan Desa Pasru Jambe, (2) faktor-faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana illegal loging di kawasan Hutan desa Pasru Jambe menjelaskan tentang faktor apasaja yang mendorong terjadinya tindak pidana illegal loging sehingga mengakibatkan semakin maraknya tindak kejahatan illegal loging di Desa Pasru jambe disisni di temukan lima faktor penyebabnya yaitu faktor SDM yang rendah,faktor ekonomi, faktor budaya masyarakat, faktor lemahnya aparatur atau instansi terkait. (3) pihak-pihak yang terlibat dalam upaya menegakan hukum dan mengatasi tindak pidana illegal loging di kawasan hutan Desa Pasru Jambe Kabupaten Lumajang. Dalam upaya penegakan hukumnya hal ini dilakukan oleh beberapa instansi dan aparat gabungan yaitu Dinas Kehutanan, Perum Perhutani, dan pihak Kepolisian Kabupaten lumajang, mereka selalu berkolaborasi dalam upaya meminimalisir tindak kejahatan illegal loging yang terjadi di Kiabupaten Luamajng kususnya di Desa Pasru Jambe. Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi sumbangan fikiran, acuan dan pertinmbangan khususnya bagi bihak-pihak yang terkait yaitu Dinas Kehutanan, Perum Perhutani dan Kepolisian dalam upaya penegakan hukum bagi pelaku penebangan hutan khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Serta penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan menambah khasanah ilmu pengetahuan hukum acara pidana, dan lain-lain bagi mahasiswa jurusan hukum dan kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang.

Perbedaan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan antara kelas bilingual dan kelas reguler kelas VIII di SMP Negeri 19 Malang / Dedy Irawan

 

Irawan, Dedy. 2013. “Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Antara Kelas Bilingual Dan Kelas Reguler Kelas VIII DI SMP Negeri 19 Malang”. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (II) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum Kata kunci: Kelas Bilingual, Kelas Reguler, Prestasi Belajar Dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sejalan dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia, penggunaan bahasa Inggris yang dijadikan bahasa Internasional bagi pelajar mutlak dibutuhkan dalam menghadapi globalisasi. Dalam meningkatkan mutu pendidikan, salah satu program pemerintah dengan adanya program Sekolah Bertaraf Internasional. Sekolah Bertaraf Internasional ditandai dengan adanya kelas bilingual dan kelas reguler. Mengetahui fokus dari penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana prestasi belajar siswa kelas VIII Bilingual pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 19 Malang, (2) Bagaimana prestasi belajar siswa kelas VIII Reguler pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 19 Malang, (3) Bagaimana perbedaan prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Antara Kelas Bilingual Dan Kelas Reguler Kelas VIII DI SMP Negeri 19 Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) prestasi belajar siswa kelas VIII Bilingual pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 19 Malang, (2) prestasi belajar siswa kelas VIII Reguler pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 19 Malang, (3) perbedaan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Antara Kelas Bilingual Dan Kelas Reguler Kelas VIII DI SMP Negeri 19 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha menggambarkan perbedaan prestasi belajar kelas bilingual dan kelas reguler ditinjau dari segi prestasi belajar kelas VIII di SMPN 19 Malang secara persentase dan rata-rata. Populasi dalam penelitian ini adalah hasil prestasi belajar seluruh kelas VIII Bilingual dan Reguler di SMPN 19 Malang berjumlah 420 responden (82 responden kelas bilingual dan 336 kelas reguler). Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 42 responden di kelas bilingual dan 168 responden di kelas reguler. Sampel diambil dengan menggunakan teknik stratified proporsional random sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menggunakan persentase dan rata-rata. Hasil penelitian ini menyimpulkan, Pertama prestasi belajar siswa kelas VIII Bilingual pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN 19 Malang dari 42 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh rata-rata nilai 78 dan telah mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 75. Hasil nilai belajar responden di atas Standar Ketuntasan Minimal (SKM) berjumlah 33 siswa (78,57%), sedangkan hasil nilai belajar responden di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) berjumlah 9 siswa (21,43%). Hal ini menunjukkan prestasi belajar kelas VIII Bilingual pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN 19 Malang baik, Kedua prestasi belajar siswa kelas VIII Reguler pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN 19 Malang dari 168 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh rata-rata nilai 71 dan belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 75. Hasil nilai responden di atas Standar Ketuntasan Minimal (SKM) berjumlah 45 siswa (26,78%), sedangkan hasil nilai responden di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) berjumlah 122 siswa (72,62%). Hal ini menunjukkan prestasi belajar kelas VIII Reguler pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN 19 Malang belum baik, Ketiga terdapat adanya perbedaan antara kelas Bilingual dan kelas Reguler ditinjau dari Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII di SMP Negeri 19 Malang yaitu kelas bilingual memperoleh hasil belajar yang lebih baik dari pada kelas reguler. Hal ini dikarenakan hasil nilai kelas bilingual di atas Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 78,57%, sedangkan hasil nilai kelas reguler di atas Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 26,78%. Saran yang dapat diajukan adalah (1) bagi SMPN 19 Malang sebaiknya pihak SMPN 19 Malang lebih meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan agar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya, (2) bagi Guru Pendidikan Kewarganegaraan sebaiknya guru Pendidikan Kewarganegaraan lebih meningkatkan cara mengajarnya dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan agar siswa lebih mudah menerima pelajaran, dan mampu memotivasi siswa untuk lebih giat dalam belajar, (3) bagi Siswa sebaiknya siswa kelas VIII Bilingual dan Reguler di SMPN 19 Malang lebih meningkatkan belajarnya khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang lebih baik lagi.

Tanggapan kritis siswa kelas VII-1 SMPN 3 Malang dalam mengomentari buku cerita yang dibaca / Kumala Purna Limanita

 

Limanita, Kumala Purna. 2013. Tanggapan Kritis Siswa Kelas VII-1 SMPN 3 Malang dalam Mengomentari Buku Cerita yang Dibaca. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H, M.Hum Kata kunci: tanggapan kritis, membaca kritis, berpikir kritis. Kemampuan membaca kritis adalah kemampuan mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Kemampuan membaca kritis juga dipengaruhi oleh keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, dengan membaca kritis siswa dapat berpikir kritis untuk menanggapi secara kritis sebuah permasalahan. Dunia pendidikan mengharapkan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran membaca kritis yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis bisa dijadikan upaya meningkatkan kekritisan siswa. Salah satu caranya dengan mengkritisi permasalahan dalam bacaan. Berdasarkan cara tersebut siswa dapat berlatih bersikap kritis dan dapat bersikap kritis dalam berbagai masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini,adalah (1) bagaimanakah dukungan kritis siswa beserta alasannya terhadap buku cerita yang dibaca, (2) bagaimanakah sanggahan kritis siswa beserta alasannya terhadap buku cerita yang dibaca, dan (2) bagaimanakah alternatif penyelesaian masalah siswa terhadap buku cerita yang dibaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggapan kritis siswa yang berupa dukungan kritis, sanggahan kritis, dan alternatif penyelesaian masalah yang dikemukakan siswa terhadap buku cerita yang dibaca. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 3 Malang tahun ajaran 2012/2013. Data dalam penelitian ini berupa informasi yang berisi tanggapan kritis siswa kelas VII-1 SMPN 3 Malang tahun pelajaran 2012/2013 dalam mengomentari buku cerita yang dibaca. Informasi tanggapan kritis tersebut antara lain dukungan kritis, sanggahan kritis, dan alternatif penyelesaian masalah. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan siswa kelas VII-1 SMPN 3 Malang dalam mengomentari buku cerita yang dibaca. Penelitian ini menggunakan teknik studi dokumentasi dalam pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa tanggapan yang dikemukakan siswa berupa dukungan kritis dan sanggahan kritis sudah memenuhi syarat-syarat penting sebuah tanggapan. Syarat-syarat penting tersebut adalah dukungan dan sanggahan yang dikemukakan siswa ada yang diungkapkan dengan alasan yang logis, ada yang dukungan alasan disertai bukti penguat alasan, ada juga dukungan yang dikaitkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, dan ada juga yang mendukung secara objektif. Semua dukungan dan sanggahan tersebut dituliskan dalam sebuah karangan argumentasi yang sudah memiliki kesatuan isi dan menggunakan teknik pengembangan paragraf yang variatif. Teknik pengembangan paragraf yang digunakakan, adalah pengembangan paragraf dengan percontohan, pengembangan paragraf dengan rincian fakta, dan pengembangan paragraf dengan perbandingan atau kontras. Namun, pada sanggahan kritis kalimat yang digunakan siswa sudah jelas dengan menggunakan kalimat yang efektif. Pada dukungan masih ada kalimat yang tidak jelas. Selain mengungkapkan tanggapan dalam bentuk dukungan kritis dan sanggahan kritis, siswa juga telah mampu memberikan alternatif penyelesaian masalah yang lain untuk permasalahan pada buku cerita yang dibaca. Alternatif penyelesaian masalah tersebut sudah berdasarkan masalah yang ada, karena siswa terlebih dahulu telah mendefinisikan masalahnya. Kalimat yang digunakan siswa untuk menuliskan alternatif penyelesaian masalah juga telah jelas dengan menggunakan kalimat efektif, meskipun masih menggunakan kalimat yang sederhana dan perlu sedikit perbaikan. Saran yang dapat diberikan bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia dari hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan dan kreativitas guru dalam menerapkan dan meningkatkan pemahaman membaca kritis dengan berpikir kritis dalam kegiatan belajar di sekolah. Peneliti lain, juga dapat melakukan penelitian kuantitatif atau tindakan kelas untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengomentari buku cerita yang dibaca.

Aplikasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran keaksaraan fungsional do PKBM Kartini Kota Malang / Anggrenani Merlina SP.

 

Peranan manajemen dalam penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja Karyawan (K3) (studi kasus pada PT. Wahana Wirawan Malang (Nissan Mobil) / Ardhana Widiyanto

 

Widiyanto, Ardhana. 2013. Peranan Manajemen dalam penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), (Studi kasus pada PT. Wahana Wiarawan Malang – Nissan Mobil). Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW. M.A, M.Si, (2) Elfia Nora S.E, M.Si Kata Kunci : Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Peran Manajemen. Manajemen suatu perusahaan sangatlah berperan dalam penerapan atau aturan, hal ini juga berlaku terhadap peran manajemen dalam menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Karyawan atau pekerja merupakan asset penting bagi perusahaan yang mana sebagai ujung tombak keberhasilan perusahaan baik yang bergerak dalam bidang produksi barang ataupun jasa. Sehingga seberapa besar perhatian perusahaan terkait dengan adanya aturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja karyawan, menarik untuk diteliti. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan manajemen terhadap penerapan sistem K3 pada perusahaan. Kecelakaan kerja bisa saja terjadi dan akan terjadi kapan saja, tetapi hal tersebut bisa di cegah dan diminimalisir maka dari itu diperlukan peran manajemen dalam menerapkan sistem K3 yang ada pada suatu perusahaan. Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor manusia dan faktor lingkungan. Dengan adanya program pelaksanaan K3 ini, maka karyawan atau pekerja akan merasa aman, nyaman dan terlindungi dan terjamin keselamatannya, sehingga diharapkan dapat mencapai efisiensi baikdari segi biaya, waktu dan tenaga sehingga akan menguntungkan bagi perusahaan dan Negara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teknik pengumpulan data melalui pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan saat ini dan hanya menggambarkan mengenai keadaan yang sebenarnya pada objek yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data dan pencari data dan peneliti hanya bertindak sebagai pengamat, tidak turut bekerja dan berinteraksi dengan objek. Selama penelitian berlangsung peneliti mengamati dan bersikap netral terhadap semua kejadian yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sudah melakukan tugasnya yaitu menerapkan standart sistem K3 pada PT. Wahana Wiarawan, banyak pengaruh yang didapati terutama mengenai tingkat kenyamanan dan keamanan kerja terhadap para mekanik bengkel, sehingga melalui situasi yang kondusif tersebut perusahaan bisa mendapatkan profit yang tinggi karena para pekerja merupakan asset bagi perusahaan. Terdapat banyak aturan-aturan dan kebijakan dalam bekerja yang selama ini menjadi tanggung jawab manajemen untuk menerapkan kepada para pekerjanya dan karyawan yang terdapat pada PT. Wahana Wirawan Malang guna menanggulangi dan meminimalisir kecelakaan kerja yang akan terjadi tiba-tiba dikemudian hari.

Pengetahuan, sikap dan antisipasi masyarakat terhadap banjir sungai Klantur di Desa Bungur Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung / Dadang Yulianto

 

Kebijakan rekrutmen, seleksi, dan penempatan account officer (studi pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Martadinata Malang) / Dwi Agung Suwasono

 

Suwasono, Dwi Agung. 2013. “Kebijakan Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan Account Officer (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Kanwil Martadinata Malang)”. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A, M.Si, (II) Elfia Nora S.E, M.Si. Kata Kunci: Kebijakan Rekrutmen, Seleksi, Penempatan, Account Officer Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan rekrutmen dan seleksi dalam rangka mendapatkan karyawan account officer yang berkompeten pada lingkungan Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah (Kanwil) Malang, Standar kompetensi yang disyaratkan karyawan account officer yang diselenggarakan Bank Rakyat Indonesia kanwil Malang dan Kebijakan penempatan kerja account officer pada lingkungan Bank Rakyat Indonesia kanwil Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa (1) Bank rakyat Indonesia menggunakan dua proses rekrutmen yaitu proses eksternal dan internal atau melalui vendor (outsourcing) dan kebijakan langsung yakni dari pihak bank Rakyat Indonesia itu sendiri, kebijakan dalam rekrutmen dan seleksi khususnya untuk karyawan account officer, Bank Rakyat Indonesia menggunakan kebijakan langsung dari pihak bank itu sendiri, (2) Bank Rakyat indonesia Kanwil Malang melakuakan seleksi tersebut yakni seleksi administrasi, kemudian berlanjut pada wawancara pendahuluaan yang menjadi dasar eliminasi untuk memilih karyawan yang dianggap sesuai dilanjutkan dengan proses psikotes lalu dilanjukan tes kesehatan, masuk ke tahap tes performa lalu tahap terakhir dilakukan wawancara akhir, (3) Nilai-nilai pokok perusahaan tersebut tertuang pada Budaya Kerja Bank Rakyat Indonesia yaitu Integritas, Profesionalisme, Kepuasan Nasabah, Keteladanan, dan Penghargaan kepada Sumber Daya Manusia digunakan sebagai kamus pedoman dan menerapkan nilai-nilai perusahaan (corporate value). (4) pelaksanaan penempatan kerja BRI kanwil Malang punya kebijakan sendiri bagi karyawan account officer yang telah diterima, setiap kanwil juga memiliki kebijakan yang berbeda-beda, untuk kebijakan penempatan di BRI kanwil Malang, mengutamakan penepatan karyawannya sesuai dengan daerah asal mereka itu sesuai dengan penawaran dari pihak bank, Hal ini bertujuan guna mempermudah dan menunjang kerja karyawan bila dia ditempatkan di daerah asal mereka, tetapi tetap keputusan ada ditangan tim penyeleksi dan mengetahui pinwil.

Pengaruh inflasi, tingkat suku bunga SBI, kurs rupiah, harga minyak mentah dunia, dan harga emas terhadap return saham pada perusahaan yang listing di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2011-2012 / Faishol Aviv Ismail

 

Ismail, Faishol Aviv. 2013. Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, Kurs Rupiah, Harga Minyak Mentah Dunia, dan Harga Emas terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Listing di Jakarta Islamic Index(JII) Tahun 2011-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si.,Ak., (2) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga SBI, Kurs Rp, Harga Minyak Mentah Dunia, Harga Emas, Return Saham, Jakarta Islamic Index. Krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 merupakan dampak yang berawal dari krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Krisis bermula dari macetnya kredit perumahan (subprime mortgage), maka dampaknya perbankan harus membukukan kerugian atas kredit properti dan terancam mengalami kebangkrutan. Bantuan dari pemerintah AS berupa Bail Out tidak mampu meredam gejolak ekonomi yang terjadi sehingga mempengaruhi anjloknya bursa saham di AS. Krisis yang terjadi di AS memberikan dampak pada bursa saham di dunia. Investasi melalui pasar modal selain memberikan keuntungan (return) yang tinggi, juga mengandung risiko yang tinggi. Guna memperoleh return investasi pada saham yang maksimal investor harus memperhatikan risiko sistematis atau faktor ekonomi makro. Jakarta Islamic Index (JII) merupakan salah satu indeks saham di Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata saham untuk jenis kegiatan usaha yang memenuhi kriteria syariah. Penelitian merupakan penelitian eksplanasi (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara tingkat inflasi, harga minyak dunia, harga emas dunia, dan kurs Rupiah (Rp) terhadap return saham perusahaan yang listing di Jakarta Islamic Index dengan periode pengamatan selama tahun 2011-2012. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda, untuk menguji dan menelaah hubungan antar variabel atau lebih, terutama menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna. Hasil pengujian parsial menujukkan bahwa: inflasi,suku bunga SBI dan kurs Rp berpengaruh secara signifikan terhadap return saham, namun harga minyak mentah dunia dan harga emas tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil uji simultan menunjukkan inflasi, suku bunga SBI, kurs Rp, harga minyak mentah dunia, dan harga emas berpengaruh secara simultan tehadap return saham perusahaan yang listing pada JII tahun 2011-2012. Sesuai hasil penelitian, saran yang diberikan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah periode pengamatan dari sampel penelitian, selain itu juga disarankan untuk menambah variabel bebas seperti cadangan devisa dan produk domestik bruto yang diduga mempunyai pengaruh terhadap return saham.

Pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya / Fanda Nuriansyah

 

Nuriansyah, Fanda. 2013. Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M (2) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci: Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Kinerja Dinamika dunia bisnis bergulir demikian cepatnya, sehingga akan mampu menggilas sebuah perusahaan yang tidak mampu beradaptasi, berinovasi dan tidak memiliki pondasi manajemen yang kokoh. Artinya untuk mampu bertahan, sebuah perusahaan niscaya beroperasi dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki berupa sumberdaya finansial, sumberdaya manusia, kemampuan teknologi dan sistem. Dalam meningkatkan kinerja karyawanya perusahaan dapat menempuh berbagai stimulasi program, misalnya melalui program motivasi dan disiplin kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi motivasi kerja, disiplin kerja dan kinerja saat ini di PT. Terafulk Mergantara Design. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatory research, subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Terafulk Mergantara Design, yang berjumlah 114 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian ini adalah (1) Kondisi Motivasi Kerja PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya dinilai dalam kondisi tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan respon setuju terhadap item-item pertanyaan mengenai variabel motivasi kerja yang diberikan oleh mayoritas karyawan yang menjadi responden dari penelitian; (2) Kondisi Disiplin Kerja PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya dinilai dalam kondisi tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan respon setuju terhadap item-item pertanyaan mengenai variabel disiplin kerja yang diberikan oleh mayoritas karyawan yang menjadi responden dari penelitian; (3) Kondisi Kinerja karyawan PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya dinilai dalam kondisi tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan respon setuju terhadap item-item pertanyaan mengenai variabel kinerja karyawan yang diberikan oleh mayoritas karyawan yang menjadi responden dari penelitian. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah (1) PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya hendaknya manajemen di masa yang akan datang lebih mampu memahami keinginan dari karyawan seperti adanya Rewards, bonus, dan aturan yang lebih baik di dalam perusahaan. (2) Karyawan hendaknya selalu meningkatkan motivasi, disiplin dan kinerjanya, sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. (3) Bagi penelitian sejenis yang akan datang, diharapkan menambah variabel lain dalam judul penelitianya, untuk memperkarya hasil penelitian ini.

Pengaruh lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya) / Riza Diansyah

 

Diansyah, R. 2013. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Motivasi Kerja terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja Karyawan PT. Anugrah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si., (II) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Kerja, Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja Sumber daya manusia adalah sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang paling mampu mengelola sumber daya-sumber daya yang lain, dengan persaingan bisnis yang semakin ketat di era global ini maka perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja fisik yang baik bagi karyawan dan membuat karyawan termotivasi dalam bekerja agar kepuasan kerja karyawan tercapai sehingga mampu meningkatkan komitmen organisasi karyawan sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja fisik, motivasi kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja saat ini pada PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research). Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan hasil sampel sebanyak 100 responden dari total populasi sebanyak 134 karyawan dan tehnik pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling, serta metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu lingkungan kerja fisik (X1) dan motivasi kerja (X2), variabel intervening kepuasan kerja (Z), variabel terikat komitmen organisasi (Y). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya (2) Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya (3) Terdapat pengaruh secara tidak langsung dan signifikan antara lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan sebaiknya manajemen memperhatikan dan mengantisipasi faktor-faktor yang bisa memicu timbulnya ketidakpuasan kerja karyawan seperti kurang terjalinnya kerja sama antar pemimpin dan sesama rekan kerja, manajemen perlu memberikan penghargaan atau pujian atas pekerjaan karyawan serta perusahaan perlu memberikan kesejahteraan yang lebih kepada karyawan dan kepuasan dalam pekerjaan agar karyawan tidak selalu berpikiran untuk melakukan usaha-usaha untuk mencari pekerjaan baru atau memutuskan untuk berhenti bekerja. Diansyah, R. 2013. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Motivasi Kerja terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja Karyawan PT. Anugrah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si., (II) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Kerja, Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja Sumber daya manusia adalah sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang paling mampu mengelola sumber daya-sumber daya yang lain, dengan persaingan bisnis yang semakin ketat di era global ini maka perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja fisik yang baik bagi karyawan dan membuat karyawan termotivasi dalam bekerja agar kepuasan kerja karyawan tercapai sehingga mampu meningkatkan komitmen organisasi karyawan sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja fisik, motivasi kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja saat ini pada PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research). Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan hasil sampel sebanyak 100 responden dari total populasi sebanyak 134 karyawan dan tehnik pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling, serta metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu lingkungan kerja fisik (X1) dan motivasi kerja (X2), variabel intervening kepuasan kerja (Z), variabel terikat komitmen organisasi (Y). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya (2) Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya (3) Terdapat pengaruh secara tidak langsung dan signifikan antara lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan PT. Anugerah Abadi Cahaya Sejati Surabaya. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan sebaiknya manajemen memperhatikan dan mengantisipasi faktor-faktor yang bisa memicu timbulnya ketidakpuasan kerja karyawan seperti kurang terjalinnya kerja sama antar pemimpin dan sesama rekan kerja, manajemen perlu memberikan penghargaan atau pujian atas pekerjaan karyawan serta perusahaan perlu memberikan kesejahteraan yang lebih kepada karyawan dan kepuasan dalam pekerjaan agar karyawan tidak selalu berpikiran untuk melakukan usaha-usaha untuk mencari pekerjaan baru atau memutuskan untuk berhenti bekerja.

Analisa hasil handpainting dengan cat acrylic berpelarut air pada bahan denim / Heni Urifah

 

Urifah, Heni. 2013. Analisa Hasil Handpainting dengan Cat Acrylic Berpelarut Air pada Bahan Denim. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd. (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci: handpainting, cat acrylic, bahan denim. Banyak mata kuliah yang mendukung program studi Tata Busana di Universitas Negeri Malang, salah satunya adalah mata kuliah Kriya Tekstil. Mahasiswa program studi Tata Busana diberi pengetahuan tentang handpainting dan praktik membuat handpainting pada mata kuliah ini. Pembuatan handpainting ini menggunakan cat yang banyak beredar di pasaran, yaitu cat acrylic dengan merk yang berbeda dengan cat yang digunakan pada saat praktikum, dan menggunakan 5 jenis bahan denim sebagai media pembuatan handpainting. Warna dari cat acrylic yang digunakan adalah warna primer, yaitu warna kuning (primary yellow), merah (naphthol red medium), dan biru (ultramarine). Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memilih bahan denim yang tepat dan menerapkannya dalam pembuatan handpainting dengan cat acrylic. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil handpainting dengan cat acrylic yang diterapkan pada bahan denim. Pembuatan handpainting dilakukan oleh peneliti dengan membuat lukisan pada bahan denim yang hasilnya kemudian dinilai oleh panelis. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian angket tentang ketajaman warna handpainting yang diisi oleh panelis. Data yang diperoleh dari instrumen berupa check list, kemudian diolah menggunakan rumus persentase. Hasil akhir dari tabulasi data yang telah dilakukan pada handpainting di beberapa jenis bahan denim dapat dilihat dengan tabel intepretasi data, sehingga dapat diketahui tingkat ketajaman warna cat acrylic pada beberapa jenis bahan denim. Hasil penilaian yang diperoleh dari 3 panelis dengan menggunakan angket berupa check list (√) adalah sebagai berikut: rata-rata nilai ketajaman warna cat acrylic pada Dry Denim sebesar 85,33%, pada Stretch-Washed Denim sebesar 81,67%, pada Cotton Denim sebesar 78%, pada Denim Stretch sebesar 74,33%, dan pada Denim Polyester sebesar 49,56%. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penerapan cat acrylic pada Dry Denim memiliki nilai tertinggi dan menghasilkan warna yang sangat tajam. Cat acrylic yang diterapkan pada Stretch-Washed Denim menghasilkan warna yang sangat tajam. Penerapan cat acrylic pada Cotton Denim menghasilkan warna yang sangat tajam. Cat acrylic yang diterapkan pada Denim Stretch menghasilkan warna yang sangat tajam. Penerapan cat acrylic pada Denim Polyester memiliki nilai terendah dan menghasilkan warna yang tajam.

Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) terhadap tingkat profitabilitas bank umum syariah di Indonesia / Fendy Hardianto

 

Hardianto, Fendy. 2013. Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Tingkat Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom. (2) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed. Kata kunci: Good Corporate Governance, Ukuran Dewan Komisaris Independen, Ukuran Dewan Direksi, Ukuran Komite Audit, Ukuran Dewan Pengawas Syariah, Tingkat Profitabilitas, Return On Investment. Salah satu hambatan yang dialami perusahaan dalam proses meningkatkan profitabilitas adalah adanya agency problem. Agency theory menyatakan bahwa principal akan mengutamakan pencapaian return yang maksimal atas dana yang telah diinvestasikan, sedangkan agent akan mementingkan peningkatan kompensasi atas kinerja yang dihasilkan. GCG muncul untuk mengendalikan perilaku dan mengatasi konflik antara pihak-pihak dalam perusahaan melalui mekanisme pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja manajemen, sehingga pengelolaan perusahaan terhindar dari masalah keagenan. Penelitian tentang GCG terhadap kinerja telah banyak dilakukan, namun hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Untuk merekonsiliasi perbedaan hasil tersebut, maka dilakukan penelitian serupa dengan objek yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh unsur-unsur dalam GCG yaitu dewan komisaris independen, dewan direksi, komite audit, dan dewan pengawas syariah terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia. Penelitian ini termasuk hypothesis testing. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi berupa laporan keuangan dan laporan GCG tahunan yang diterbitkan BUS dengan meneliti seluruh populasi BUS yang terdaftar pada Bank Indonesia sejumlah 11 selama periode 2010-2012. Penelitian ini menggunakan analisis regersi berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan signifikasi 5%, serta pengujian analisis menggunakan alat bantu program SPSS 19.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh GCG yang diproksi oleh ukuran dewan komisaris independen dan dewan pengawas syariah berpengaruh positif terhadap tingkat profitabilitas, ukuran dewan direksi berpengaruh negatif terhadap tingkat profitabilitas, serta ukuran komite audit tidak mempengaruhi tingkat profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel penelitian yang tidak terbatas hanya dari unsur-unsur GCG, namun juga menambah variabel-variabel yang lain berkaitan dengan mekanisme GCG seperti kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan asing untuk lebih mendapatkan hasil yang bervariasi.

Penerapan algoritma harmony search pada Resource-Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) / Rizky Imansyah Putra

 

Putra, Rizky Imansyah. 2013. Penerapan Algoritma Harmony Search pada Resource-Constrained Project Scheduling. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Drs. H. Purwanto, Ph. D. Kata Kunci : algoritma harmony search, Resource-Constrained Project Scheduling (RCPSP), penjadwalan. Resource-Constrained Project Scheduling (RCPSP) adalah perluasan dari project scheduling. Resource-Constrained Project Scheduling berkembang untuk memperhitungkan durasi penjadwalan pengerjaan proyek dengan kendala sumberdaya yang terbatas sehingga bisa ditentukan durasi pengerjaan proyek yang minimum tanpa melebihi sumberdaya yang tersedia. Algoritma Harmony Search pada RCPSP memiliki tujuh langkah, yaitu inisialisasi masalah, memasukan data RCPSP, inisialisasi parameter Algoritma Harmony Search, inisialisasi harmony memory (HM), membangkitkan vektor solusi baru, meng-update harmony memory (HM), mengecek kriteria pemberhentian. Pada contoh 1, solusi penjadwalan proyek 1 yang diperoleh dengan menggunakan Algoritma Harmony Search yaitu 22 hari, solusi ini lebih baik dibandingkan solusi yang diperoleh dari Algoritma Critical Path Method (CPM) yaitu 23 hari. Pada contoh 2, solusi penjadwalan proyek 2 yang diperoleh dengan menggunakan Algoritma Harmony Search sama dengan solusi dengan menggunakan Algoritma Critical Path Method (CPM) yaitu 39 hari. Hal ini dikarenakan kecilnya harmony memory size yang digunakan untuk mencari solusi.

Peranan lembaga Rumah Zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang / Arsil Ranu Wijaya

 

Wijaya, Arsil Ranu. 2012. Peranan Lembaga Rumah Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si Kata Kunci: Lembaga Rumah Zakat, Kesejahteraan Fenomena kemiskinan merupakan salah satu kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kemiskinan sebagai sebuah realitas sosial perlu mendapatkan perhatian serius dari negara sebagai bentuk penciptaan Negara yang madani sebagaimana termaktub didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alenia ke IV. Rumah Zakat merupakan salah satu lembaga zakat nasional yang mempunyai perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia dalam hal ini khusunya pada Kota Malang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali program Rumah Zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sukun Kota Malang dan fenomena masyarakat tehadap keberadaan Rumah Zakat. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan desain dan model penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menelaah suatu fenomena tertentu dari sudut pandang partisipan. Penelitian fenomenologi mendiskripsikan makna pengalaman sejumlah individu tentang sebuah fenomena. Peneliti mengukur peran Rumah Zakat cabang Malang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang dengan menggunakan metode pengukuran versi BKKBN. Sumber data pada penelitian ini ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini ditemukan masih banyak program Big Smile yang belum bisa terealisasi di Kota Malang. Tetapi kesejahteraan sudah dapat dirasakan oleh para Member lembaga Rumah Zakat Kecamatan Sukun Kota Malang. Peneliti menemukan fenomena dan dibeberapa tempat Member antara lain kehadiran Rumah Zakat belum sepenuhnya diterima dengan baik, ditempat member lain ditemukan fenomena beberapa Member menggunakan bantuan Rumah Zakat berupa uang untuk membayar hutang, tidak digunakan sebagaimana semestinya. Kesejahteraan Member Rumah Zakat ditinjau dari versi BKKBN diperoleh kesimpulan bahwa seluruh Member di Kecamatan Sukun, Kota Malang yang terdiri dari 7 orang (2 : L dan 5 : P) berada pada level keluarga sejahtera tahap 1. Peneliti berharap program Big Smile selalu dikembangkan dan diinovasikan dalam menjawab tantangan terhadap permasalahan masyarakat yang sangat kompleks terutama masalah kesenjangan sosial dan kemiskinan.

Pengaruh kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar dengan mediasi stres kerja (studi pada karyawan kontrak AJB Bumiputera 1912 Cabang Dieng Malang) / Yustitia Sersiana Islamia

 

Islamia, Yustitia, S. 2013. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Niat Untuk Keluar Karyawan dengan Mediasi Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan Kontrak AJB BUMIPUTERA 1912 Cabang Dieng Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syihabudhin S.E., M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Arief, M.Si. Kata kunci: niat untuk keluar, kepuasan kerja, stres kerja Perkembangan perusahaan menuntut pihak manajemen untuk lebih memperhatikan kebijakan yang akan diberikan kepada karyawan. Kebijakan tersebut hendaknya dapat membangun sikap kerja positif karyawan sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja dan menekan tingkat stres kerja bahkan keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kepuasan kerja, stres kerja dan niat untuk keluar karyawan serta bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar dengan mediasi stres kerja yang dilakukan pada 35 orang karyawan kontrak AJB Bumiputera 1912 Cabang Dieng Malang. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis kuantitatif regresi berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat kepuasan kerja karyawan perusahaan tinggi, stres kerja dan niat untuk keluar sama-sama berada pada tingkatan rendah. 2)Tidak terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara kepuasan kerja dengan niat untuk keluar kerja karyawan. 3) Terdapat pengaruh negatif dan langsung antara kepuasan kerja dengan stres kerja. 4) Terdapat pengaruh positif dan langsung antara stres kerja dengan niat untuk keluar kerja. 5) Terdapat pengaruh negatif antara kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar dengan mediasi stres kerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja merupakan pemediasi yang baik dalam pengaruh kepuasan kerja terhadap kepuasan kerja. Pihak manajemen disarankan menjaga rendahnya tingkat stres kerja karyawan dengan menjaga kelompok diskusi yang sudah berjalan, serta memberikan kejelasan penghargaan yang diberikan jika karyawan mampu memenuhi atau melampaui target sehingga menjaga kepuasan kerja dan memacu meningkatkan produktivitas karyawan dan perusahaan secara keseluruhan.

Pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Gending-Probolinggo tahun pelajaran 2011/2012 / Puji Lestari

 

Lestari, Puji. 2011. Pengaruh Kebiasaan Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di SMA Negeri 1 Gending Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M. Ed., (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S. E., M. Si., Ak. Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Siswa Keberhasilan seorang siswa dalam menguasai pelajaran di sekolah tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut bisa dari dalam diri maupun luar diri siswa. Faktor dari dalam diri siswa diantaranya kebiasaan belajar dan motivasi belajar. Seperti halnya kebiasaan belajar, dengan memiliki cara belajar yang baik maka tercapai prestasi belajar yang diharapkan. Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yang dimiliki oleh setiap siswa dengan jalan latihan dalam usaha belajarnya sehingga menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa dalam berbuat dan bertindak yang dilakukan secara terus menerus atau berulang-ulang melalui proses belajar mengajar yang bersifat tetap. Dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka setiap usaha belajar akan memberikan hasil yang memuaskan. Motivasi belajar sangat berperan dalam rangka pencapaian tujuan belajar. Tanpa adanya motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh maka ia tidak akan dapat mencapai tujuan belajar. Tujuan tersebut yaitu pencapaian prestasi yang maksimal. Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebiasaan belajar, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Gending. Serta menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Gending . Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi. Angket untuk memperoleh data variabel bebas yaitu kebiasaan belajar (X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data variabel terikat yaitu prestasi belajar (Y) yang berupa nilai rata-rata raport. Populasinya adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Gending. Data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kebiasaan belajar, motivasi belajar dan prestasi belajar. Sedangkan analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar baik secara parsial maupun simultan. . Dari hasil analisis statistik deskriptif diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Analisis persentase dari 50 siswa menunjukkan bahwa sebesar 48% responden (24 siswa) memiliki kebiasaan belajar yang cukup, 62% responden (31 siswa) memiliki motivasi belajar yang sangat baik, 86% responden (43 siswa) memiliki prestasi belajar dengan kriteria nilai lulus cukup. Analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut: secara parsial dapat diketahui bahwa variabel kebiasaan belajar (X1) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Y) karena terbukti nilai Sig-t ii 0,000 < 0,05 dan variabel motivasi belajar (X2) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Y) karena terbukti nilai Sig t 0,028 < 0,05. Dari uji regresi linear berganda diketahui bahwa variabel kebiasaan belajar dan motivasi belajar secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Gending. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi antara pengaruh kebiasaan belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar (Y) siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Gending yang bernilai Sig-f 0,000<0,05, nilai koefisien regresi (R Square) = 0,986. Dari hasil analisis diketahui 9,86% prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh kebiasaan belajar dan motivasi belajar. Sedangkan sisanya 1,4% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada siswa harus meningkatkan prestasi belajar. Sedangkan guru sebaiknya guru harus memperhatikan pemberian motivasi eksternal lebih baik lagi agar siswa dapat meningkatkan motivasi belajarnya dan mencapai prestasi dengan lebih baik lagi.

Implementasi pembelajaran akuntansi dengan metode Project Based Learning pada Program Studi International Business Accounting (IBA) Universitas Ciputra / Siti Hadija Junaidi

 

Junaidi, Siti Hadija. 2013. Implementasi Pembelajaran Akuntansi dengan Metode Project Based Learning pada Program Studi International Business Accounting (IBA) Universitas Ciputra. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed., Ak. Kata Kunci: pembelajaran akuntansi, project based learning, entrepreneur accounting, accounting active learning. Project Based Learning (PjBL) merupakan metode pembelajaran berdasarkan pada masalah-masalah yang ada di dunia nyata. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti implementasi pembelajaran Akuntansi dengan menggunakan metode PjBL pada prodi IBA Universitas Ciputra. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pemaknaan dosen mengenai pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL; 2) mendeskripsikan implementasi perencanaan pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL; 3) mendeskripsikan implementasi pelaksanaan pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL; dan 4) mendeskripsikan implementasi evaluasi pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian terdiri dari mata kuliah Intro to Accounting, Entrepreneur Accounting for Begginer, dan Creative Innovative, karena tiga mata kuliah ini saling berkaitan. Data penelitian terdiri dari rekaman wawancara, dokumen pembelajaran, artefak project, dan catatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai informan dosen dan mahasiswa, masing-masing berjumlah tiga orang; observasi dan telaah dokumen. Untuk mengecek keabsahan data maka dilakukan triangulasi sumber data, metode, dan teori, serta melakukan member checking. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, menggunakan metode PjBL dalam pembelajaran Akuntansi pada prodi IBA dapat membantu mewujudkan tujuan prodi, yaitu mencetak entrepreneur yang memiliki keahlian akuntansi maupun sarjana akuntansi yang entrepreneurial. Sebab pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL melibatkan mahasiswa pada situasi atau masalah nyata seputar bisnis dan akuntansi melalui project, memudahkan mahasiswa memahami teori-teori yang telah dipelajari pada saat mengerjakan project, dan dapat mengubah mindset mahasiswa, baik mengenai ilmu akuntansi yang dianggap sulit dipelajari maupun pandangan terhadap dunia akuntansi yang dianggap hanya seputar profesi akuntan. Kedua, implementasi perencanaan pembelajaran Akuntansi didesain untuk menciptakan entrepreneur yang memiliki keahlian akuntansi maupun sarjana akuntansi yang entrepreneurial. Untuk mewujudkan tujuan ini maka dirancang strategi Accounting Active Learning (AAL) yang terdiri dari metode PjBL, game, dan company visit, agar mahasiswa memperoleh ilmu akuntansi yang utuh sesuai dengan tujuan prodi melalui pembelajaran yang menyenangkan. Tujuan perencanaan pembelajaran ini sejalan dengan tiga karakteristik pertimbangan penting dalam merencanakan pembelajaran PjBL: (1) memutuskan sasaran dan tujuan; yang terdiri dari meningkatkan ketrampilan intelektual, memahami peran orang dewasa, dan membantu mahasiswa untuk menjadi pelajar mandiri, (2) merancang situasi bermasalah yang tepat, serta (3) mengorganisasikan sumber daya dan merencanakan logistik. Ketiga, implementasi pelaksanaan pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL pada prodi IBA sejalan dengan sintaks pembelajaran berbasis masalah, yang meliputi: 1) memberikan orientasi permasalahan kepada siswa, 2) mengorganisasi siswa untuk meneliti, 3) membantu investigasi mandiri dan kelompok, 4) mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit, serta 5) menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah. Keempat, implementasi evaluasi pembelajaran Akuntansi dengan metode PjBL pada prodi IBA yaitu menggunakan asesmen kinerja, asesmen autentik, dan observasi sistematis. Teknik asesmen yang digunakan adalah scoring rubrics, lembar observasi, dan checklist. Berdasarkan kesimpulan penelitian maka peneliti menyarankan: 1) pengajar Akuntansi, dapat menggunakan metode PjBL dalam pembelajaran Akuntansi dan Bisnis berdasarkan konsep dan implementasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, disesuaikan dengan tujuan program studi, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik peserta didik; 2) peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen pembelajaran Akuntansi dengan menggunakan metode PjBL pada prodi yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan prodi IBA, misalnya prodi Pendidikan Akuntansi yang bertujuan untuk mencetak pengajar Akuntansi atau jurusan akuntansi pada sekolah menengah kejuruan. Selain itu, dapat dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode PjBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa maupun mahasiswa dalam pembelajaran Akuntansi.

Pengaruh konflik peran dan stres kerja terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan PT. Terafulk Mergantara Design Surabaya) / Danang Yohanda

 

Yohanda, Danang. 2013. Pengaruh Konflik peran dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pada PT Terafulk Mergantara Design. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M., (II) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci :Konflik Peran, Stress Kerja, Kinerja Karyawan Setiap perusahaan pasti menginginkan agar tempat kerjanya menjadi tempat kerja yang kondusif dan nyaman bagi para karyawannya agar para karyawan dapat bekerja secara optimal. Perusahaan memerlukan beberapa faktor produksi dalam memenuhi tujuannya, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, keahlian. Hal ini berarti bahwa manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, selain itu manusia juga sebagai salah satu sumberdaya dalam suatu perusahaan yang berfungsi sebagai penggerak utama untuk mencapai tujuan perusahaan, dengan demikian pemanfaatan sumber daya manusia harus digunakan dengan baik agar bekerja efektif dan efisien serta optimal dalam berbagai fungsi- fungsinya dalam operasional perusahaani. Penelitian ini dilaksanakan Pada PT Terafulk Mergantara Design, Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu: (1) Konflik Peran terhadap kinerja karyawan; (2) Stres Kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode penelitian eksplanatoris (explanatory research). Populasi penelitian adalah karyawan PT Terafulk Mergantara Design sebanyak 157 karyawan. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan rumus Slovin dengan hasil sampel sebanyak 113 responden dan tehnik pengambilan sample menggunakan proportionate random sampling. Hasil Penelitian ini adalah: (1) konflik peran pada karyawan PT Terafulk Mergantara Design rendah. Stres kerja pada karyawan PT Terafulk Mergantara Design rendah. Kinerja Karyawan pada karyawan PT Terafulk Mergantara Design tinggi (2) Konflik Peran berpengaruh Negatif signifikan terhadap kinerja karyawan (3) Stres Kerja kerja berpengaruh Negatif signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang bisa diberikan untuk PT Terafulk Mergantara Design Surabaya adalah Perusahaan memerhatikan kondisi stres kerja dan kinerja karyawannya yang sudah baik. Untuk itu perusahaan dapat melakukan beberapa upaya, antara lain dengan membuat program-program yang dapat mengurangi stres karyawan seperti pelatihan, konsultasi, dan kebijakan yang terkait dengan beban kerja, tekanan kerja yang dirasa berlebihan dan penghargaan kepada karyawannya.

Uji kualitas bata merah pejal dari berbagai sentra produksi di Jawa Timur / Permadi Putra Negara

 

Putra Negara, Permadi.2013. Uji Kualitas Bata Merah Pejal Dari Berbagai Sentra Produksi Di Jawa Timur.Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.Pribadi S.T., M.T.(2) Drs.Sugiyanto, S.T., M.T Kata kunci: kualitas bata merah, sentra produksi, jawa timur Bata merah pejal untuk pasangan dinding adalah bahan bangunan yang berbentuk prisma segi empat panjang, pejal atau berlubang dengan volume lubang maksimum 15 %, dan digunakan untuk konstruksidinding bangunan, yang dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa dicampur bahan aditif dan dibakar pada suhu tertentu. Sebagian besar rumah di Indonesia baik di desa maupun di kota mengunakan bata merah sebagai bahan non strukturnya.Mutu secara fisik maupun kuat tekan batu bata sering ditemukan berbeda dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diwajibkan dalam produk bata pejal Mengingat beragam mutunya maka perlu untuk diteliti. Bata penting untuk diselidiki karena kualitas bata merah memegang peranan yang penting dalam kekuatan konstruksi. Oleh sebab itu dilakukan penelitian terhadap kualitas mutu fisik dari bata merah pejal yang meliputi sifat tampak luar, ukuran, kuat tekan, kadar garam, kerapatan semu, penyerapan air dan kecepatan penyerapan air dari beberapa sentra penghasil batu bata pejal di wilayah Jawa Timur. Batu bata yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari empat wilayah sentra produksi bata merah antara lain Malang, Mojokerto, Tulungagung dan Probolinggo yang merupakan sentra produksi bata merah di jawa timur. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pengujuan Bahan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pengujian bata merah mengunakan analisis deskriptif yang meliputi: sifat tampak luar, ukuran, kuat tekan, kadar garam, kerapatan semu, penyerapan air dan kecepatan penyerapan air. Hasil penelitian menunjukan bahwa bata dari Malang memiliki warna merah bata 100%, bentuk bidang rata 100%, rusuk-rusuk siku 90%, tidak retak-retak 90%, bidang tidak berongga 90%, potongan tidak tajam 90%. Ketepatan ukuran bata dari Malang panjang rata-rata 238 mm, lebar rata-rata 107 mm dan tebal rata-rata 44 mm. Kuat tekan bata dari Malang memiliki kuat tekan rata-rata 17,36 kg/cm². Pengujian kadar garam 22%. kerapatan semu dari Malang sebesar 1,38 gr/cm³. Pengujian penyerapan air sebesar 29,47%.Kecepatan penyerapan air bata sebesar 78,50 gr/dm²/menit Hasil penelitian menunjukan bahwa bata dari Mojokerto memiliki warna cokelat kekuningan 80%, bentuk bidang rata 90%, rusuk-rusuk siku 100%, tidak retak-retak 90%, bidang tidak berongga 60%, potongan tajam 100%. Ketepatan ukuran bata dari Mojokerto panjang rata-rata 193 mm, lebar rata-rata 96 mm dan tebal rata-rata 48 mm. Kuat tekan rata-rata 32,26 kg/cm². Pengujian kadar garam 31%. kerapatan semu sebesar 2,81 gr/cm³. Penyerapan air sebesar sebesar 21,60%, Kecepatan penyerapan air 45,17 gr/dm²/menit.

Pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian kerajinan batik tulis Tuban (studi kasus pad Galery Batik Tulis Emmy Tuban) / Siti Muthoharoh

 

Muthoharoh, Siti. 2013. Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Batik Tulis Tuban (Studi pada Galery Batik Tulis Emmy).Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (II) Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M. Kata kunci : Kualitas Produk, Harga dan Keputusan Pembelian Perkembangan dunia usaha batik saat ini sangat berkembang dengan pesat, dan terciptanya suatu persaingan sangat ketat. Banyaknya industri-industri batik yang menciptakan kreasi-kreasi beragam tentunya dalam motif dan ciri khas batik itu sendiri. Melihat persaingan yang begitu ketat dibidang indutri batik, galery Batik Tulis Emmy melakukan berbagai macam strategi agar konsumen dapat tertarik dan melakukan suatu keputusan pembelian yaitu dengan memberikan keunggulan dalam kualitas produk dan harga yang melekat pada Galery Batik Tulis Emmy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran keadaan kualitas produk, harga dan keputusan pembelian konsumen Batik Tulis Tuban di Galery Batik Tulis Emmy Tuban (2) Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Batik Tulis Tuban pada Pembeli di Galery Batik Tulis Emmy Tuban (3) Harga berpegaruh terhadap keputusan pembelian Batik Tulis Tuban pada pembeli di Galery Batik Tulis Emmy Tuban (4) kualitas produk dan harga berpengaruh positif signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian Batik Tulis Tuban pada pembeli di Galery Batik Tulis Emmy Tuban (5) Diantara Variabel kualitas produk dan harga manakah yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian Batik Tulis Tuban pada pembeli di Galery Batik Tulis Emmy Tuban. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli batik tulis pada Galery Batik Tulis Emmy. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling. Karena jumlah populasi dalam penelitian jumlahnya tak terhingga, maka untuk penentuan jumlah sampel digunakan rumus Daniel & Terrel dan diperoleh sampel sebanyak 100 orang responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwaterdapat pengaruh positif dan signifikan pada kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian. Secara simultan dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian batik tulis di Galery Batik Tulis Emmy. Diketahui pula dari hasil analisis tersebut bahwa variabel yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam membeli batik tulis di Galery Batik Tulis Emmy adalah harga. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan bagi pemilik galery lebih meningkatkan performa yang diberikan pada produk sehingga kualitas produk dan harga lebih mempengaruhi dan meningkatkan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian produkBatik Tulis Tuban. Bagi Peneliti selanjutnya menambahkan jumlah variabel dengan mempertimbangkan faktor psikologis agar penelitian lebih luas dan bervariasi.

Penggunaan strategi gen estetika untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar / Fatma Dian Susiwi

 

Susiwi, Fatma. Dian. 2013. Penggunaan Strategi Gen Estetika untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) Karkono, S.S., M.A. Kata Kunci: pembelajaran menulis puisi, kemampuan menulis puisi, strategi Gen Estetika. Pembelajaran menulis puisi merupakan pembelajaran yang wajib diajarkan guru di berbagai jenjang pendidikan. Seluruh siswa dituntut mampu menguasai sehingga mampu menulis puisi dengan mempertimbangkan struktur puisi. Hal ini tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Kebanyakan siswa belum menguasai pembelajaran menulis puisi dengan baik. Pendapat ini didukung oleh hasil penelitian di SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar yang membuktikan bahwa siswa masih belum mampu menulis puisi dengan baik. Oleh karena itu, peneliti melakukan tindak lanjut dengan menerapkan strategi Gen Estetika untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar dengan menerapkan strategi Gen Estetika. Penelitian ini berfokus pada: (1) penerapan strategi Gen Estetika dalam meningkatkan kemampuan proses menulis puisi siswa, (2) penerapan strategi Gen Estetika dalam meningkatkan kemampuan hasil menulis puisi siswa. Masalah kemampuan menulis puisi yang dikaji oleh peneliti yaitu terkait kemampuan menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami dengan Kompetensi Dasar (KD) 16.2 menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian ini dikumpulkan dengan instrumen pengumpul data yaitu peneliti sebagai instrumen utama. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data melalui teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Gen Estetika mampu meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar. Peningkatan proses strategi Gen Estetika meliputi peningkatan proses pada tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Proses peningkatan kemampuan menulis puisi tahap pramenulis dilakukan dengan penggalian ide yang unik dan pengonsepan puisi. Pada indikator penggalian ide unik, siswa menentukan ide dan memberikan keterangan secara rinci mengenai ide yang dipilih. Selanjutnya ide dikonsep menjadi deskripsi ringkas dan sebagian besar siswa sudah masuk kategori sangat baik. Pada tahap menulis, siswa sudah mampu melakukan kegiatan penulisan puisi secara maksimal. Siswa sudah mampu mempertimbangkan unsur-unsur pembangun puisi agar menjadi puisi yang bernilai estetis. Pada tahap pascamenulis siklus 1, penyuntingan dilakukan oleh teman dinyatakan tidak efektif, karena (1) membuat kelas menjadi gaduh, (2) minimnya siswa yang mampu memberikan komentar dengan baik, hal ini disebabkan siswa harus mengomentari secara keseluruhan rangkaian panjang pada karya siswa, dan (3) komentar siswa lain tidak selalu dipertimbangkan dalam penyusunan puisi. Pada siklus 2 penerapan komentar karya bisa dilakukan oleh siapapun setelah tahap publikasi. Di siklus 2, seluruh siswa sudah mempublikasikan karya di majalah dinding kelas. Dua indikator dalam tahap pascamenulis ini dinyatakan dapat dilalui siswa dengan kategori sangat baik. Nilai akhir siswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan dari pratindakan, siklus 1, dan siklus 2. Pada pratindakan, jumlah siswa yang dikategorikan tuntas berjumlah 1 siswa dengan presentase keberhasilan mencapai 10%. Jumlah ini meningkat pada siklus 1 menjadi lima siswa yang mencapai ketuntasan dengan presentase keberhasilan sebesar 50%. Pada siklus 2, peningkatan terlihat dari sembilan siswa yang memperoleh nilai ketuntasan dengan prsesntase keberhasilan sebesar 90%. Hanya ada satu siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan strategi Gen Estetika mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Hasil peningkatan aspek diksi pada siklus 1 sebanyak 9 siswa dikategorikan tuntas dan 1 siswa dikategorikan belum tuntas. Nilai rata-rata aspek diksi pada siklus 1 sebesar 6,6. Pada siklus 2, seluruh siswa dikategorikan tuntas pada aspek diksi dengan nilai rata-rata 8,4. Hasil peningkatan aspek rima siklus 1 sebanyak 9 siswa dikategorikan tuntas dan 1 siswa dikategorikan belum tuntas. Nilai rata-rata aspek rima pada siklus 1 sebesar 7,8. Pada siklus 2, tiga siswa dikategorikan belum tuntas dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 8,2. Peningkatan aspek majas siklus 1 sebanyak 5 siswa dikategorikan belum tuntas dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,2. Pada siklus 2, seluruh siswa dikategorikan tuntas. Nilai rata-rata sebesar 7,0. Di aspek tipografi mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Pada siklus 1, sebanyak 9 siswa dikategorikan tuntas, dan 1 siswa dikategorikan belum tuntas. Nilai rata-rata keseluruhan yang diperoleh pada siklus 1 sebesar 6,4. Pada siklus 2, seluruh siswa dikategorikan tuntas dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 8,2. Pada aspek amanat terjadi sedikit peningkatan. Pada siklus 1, seluruh siswa dikategorikan tuntas. Jumlah yang sama juga terdapat pada siklus 2. Rata-rata siklus 1 sebesar 6,6 menjadi 7,2 pada siklus 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Gen Estetika mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya nilai yang diperoleh siswa pada nilai akhir maupun nilai pada tiap aspek. Berdasarkan simpulan hasil penelitian maka, disarankan kepada kepala sekolah agar mengadakan kerja sama yang baik antara sekolah dengan pondok pesantren sehingga tercipta suasana akademik yang menunjang terlaksananya pembelajaran yang efektif. Kepada guru Bahasa Indonesia disarankan agar mampu menerapkan strategi Gen Estetika yang telah disesuaikan dengan kondisi siswa sehingga mampu menuntun siswa menulis puisi dengan baik dan bertahap. Kepada peneliti lain agar melakukan penelitian sejenis sehingga mampu memberikan temuan baru dalam pembelajaran menulis puisi yang mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil karya siswa. Tindak lanjut tersebut dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan hasil pembelajaran.

Penerapan algoritma exact untuk pencarian pohon rentang dengan daun terbanyak (maximum leaf spanning tree) / Mukhamad Sihabudin

 

Sihabudin, Mukhamad. 2013. Penerapan Algoritma Exact Untuk Pencarian Pohon Rentang Dengan Daun Terbanyak (Maximum Leaf Spanning Tree). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Prof. Drs. Purwanto Ph.D. Kata kunci : pohon rentang daun terbanyak, titik dalam (internal nodes), titik daun (leaf nodes), algoritma exact.    Pohon rentang daun terbanyak (maximum leaf spanning tree) adalah salah satu permasalahan yang dibahas di dalam teori graph. Pohon rentang G terdiri dari dua himpunan titik, yaitu titik dalam (titik internal) dan titik daun (leaf nodes). Suatu pohon rentang dari graph G dikatakan mempunyai daun terbanyak jika pohon rentang tersebut mempunyai titik daun terbanyak, dan tidak ditemukan lagi pohon rentang yang lain yang mempunyai titik daun lebih banyak.    Salah satu manfaat dari penggunaan pohon rentang daun terbanyak adalah untuk penentuan suatu sistem jaringan. Dengan tujuan mendapatkan user sebanyak mungkin dan membuat server sesedikit mungkin. Selain itu, pohon rentang daun terbanyak juga dapat digunakan untuk penentuan posisi penyiar radio. Oleh karena itu studi mengenai pohon rentang daun terbanyak telah dilakukan sejak lama. Sudah banyak percobaan pencarian metode baru untuk menentukan penyelesaian dari permasalahan pohon rentang daun terbanyak yang lebih cepat.    Metode dalam penentuan pohon rentang dengan daun terbanyak adalah membangun suatu pohon bagian T (subtree) yang memperluas graph G. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang dengan menggunakan aturan reduksi dan algoritma exact. Dengan suatu kondisi awal yang tidak ditentukan, maka harus dipilih titik awal dengan derajat terbesar, sehingga bisa diperoleh suatu pohon rentang dengan daun terbanyak. Jika kondisi awal ditentukan, maka kita bisa melanjutkan proses aturan reduksi dan algoritma exact dengan kondisi awal tersebut. Algoritma exact memberikan beberapa pilihan didalam iterasinya. Hal ini memungkinkan terbentuknya pohon rentang daun terbanyak tidak selalu tunggal.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |