Hubungan antara biaya promosi dan omzet penjualan dengan rentabilitas pada PR Retjo Pentung" Tulungagung
oleh Septiani"

 

Persaingabni snisy angs emakink etatm enunttltp erusahaaunn tukp ro aktif dalamm erebutp asar.S elaini tu didukungd enganti ngkatk emakmuranya ng semakinm eningkamt enyebabkapne rubahapne rilakuk onsumend,i mana konsumernn embelbi arangb ukans emata-maktaa renarn embutuhkafunn gsi barangte tapil ebihc lari tu adalahu ntukm emenuhkie butuhaank tualisasdii rinya Kondissi epertiin i mengarahkapne rusahaaunn tukm engoptimalkatunn gsL pemasarannya. Satahs atuk iaty angb isad itempuhs uatup erusahaaunn tukb ersaing merebupt asara dalahd enganm engadakakne giatanp romosiD. enganp romosi akanm eningkatkakno munikasai ntarap rodusedne ngank onsumend,a n diharapkadna patm eningkatkaonm zetp enjualanA pabilap eningkataonm zet penjualalne bihb esard arip enambahabnia yar nakaa kand iperolehp eningkatan iabaT. etappi eningkatalna bab ukans emata-mamtae nunjukkatnin gkate tlsiensi kegiataonp erasionaple rusahaaUn.n tuki tu perlud iketahutii ngkat rentabilitasnyyaa,i tud enganm engalikakno ntribusIia bad enganti ngkat perputaraank tivaa taud enganm embandingkalna bas ebelump ajakd engana ktiva y- angd igunakaunn tukm enghasilkalna bat ersebut. Mengetahuai daa taut idak adah ubungana ntarab iayap romosid ano mzet penjualadne nganre ntabilitams erupakatnu juand arip enelitianin i. untuk mendapajatr vabanp enelitianm akad irurnuskahni potesias lternatiyf aitu( l ) ada hubungapno sitil'1,ansigg nitikana ntarab iayap romosdi cngano mzept enjualan, (2) adahubungapno sitifyangs igniiikana nta:.oam zetp enjualand engan rentabilita(s3 ) adah ubungapno sitifyangs ignffikana ntarab iayap romosdi an ornzept enjualadne nganre ntabilitas. Untukk eperluanp engujianh ipotesitse rsebudt,i lakukanp enelitiand i PR RetjoP entungT ultrngagundge nganm engambisl ampepl enelitianb iayap romosi periodeJ anuari-Ju1n9i 95s .d.J uli-Desembe1r9 99o, mzetp enjualanp eriode Januari-Junil99s5.d Juli-Desembe1r9 99,d anr entabilitapse riodeJ anuari- Junil995s .cIJ. uli-Desembe1r9 99P. engambiladna tad ilakukand engante knik dokumentadsai nw awancaraS. edangkatenk nika nalisisd atay angd igunakan adalahte knika nalisisk orelaspi rodgcmt omenta, nalisisk orelasmi ultiple,d an analisirse gresgi an

Pemilihan kode masyarakat pesantren di Pesantren Al-Aziz Banjarpatoman Dampit / Abdul Hamid

 

Pengembangan sistem informasi bimbingan konseling berbasis website di SMK Negeri 1 Ngasem Kediri / Swastyan Dwi Saputra

 

ABSTRAK Saputra, SwastyanDwi. 2016. PengembanganSistemInformasiBimbinganKonselingberbasis Website di SMKNegeri1 Ngasem Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I)TriyannaWidyaningtyas, S.T., M.T. (II) Muhammad JauharulFuady, S.T., M.T. Kata kunci:BK, SistemInformasi. Website. Bimbingankonseling (BK) adalah salah satu fasilitas yang dimiliki oleh sekolah untuk membantu memantau perkembangan akademiksiswa. Di SMK Negeri 1 Ngasem, terdapatbeberapakendaladalammenjalankantugasnyaantara lain BK hanya dapat mengatasi masalah yang ada hanya saat jam sekolah sehingga ketika siswa memiliki masalah saat diluar sekolah BK tidak bisa ikut mencari solusi secara langsung.Selainitu, tugas BK di SMK juga sebagai pemberi informasi tentang lowongan pekerjaan yang mungkin bisa dimasuki danpenerimaanmahasiswabaru di berbagaiuniversitasoleh siswa setelah selesai menempuh sekolah di SMK. Di SMKN 1 Ngasem, para siswadan BK sudahtidakasinglagidenganpenggunaan internet.Untukmengatasipermasalahan yang adamaka internet dapatdigunakanuntukmembangunsuatusisteminformasibimbingankonseling yang dapatdipergunakansetiapwaktudansetiapsaat. Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodepenelitianpengembangan yang merujukkepengembanganmenggunakanmetodewaterfall. Langkah yang dilakukandalampengembanganperangkatlunakmenggunakanmetodewaterfalladalahdenganmelakukan (1) requirements definition, (2) system and software design, (3) implementation and unit testing, (4) integration and system testing, dan (5) operation and maintenance.Selainitu, pengembangansisteminimenggunakanmetodepengujianblack-box yang mengujifungsionalitassistem yang dikembangkan. Jenis data yang diambiladalah data kuantitatifdan data kualitatifdengan proses pengumpulan data menggunakankuisioner. Produk yang dihasilkanberupasisteminformasibimbingankonselingberbasiswebsite. PenggunadarisisteminformasiiniadalahAdmin, BK, danSiswa. Sisteminformasiinimemilikiberbagai menu dimanasetiapjenispenggunamemilikihakases yang berbeda. Adminmemilikihakaksesuntukmengelolamaster datasisteminformasi. BK memilikihakaksesuntukmengelolainformasi yang ingindibagikankesiswa, mengelola data pelanggaran, danmengelola data konsultasi. Siswamemilikihakaksesuntukmelihatinformasi yang dibagikan BK danmelakukankonsultasike BK. Sisteminformasi yang dikembangkantelahmelaluibeberapatahapanvalidasidanujicobadenganhasil: (1) validasiolehahlisisteminformasisebesar 100%, (2) ujicobapengguna BK sebesar 100%, dan (3) ujicobapenggunasiswasebesar 100%. Dari data yang diperoleh, dapatdisimpulkanbahwaproduk yang dikembangkanlayakuntukdigunakan.

The confluence of the Adat, Islamic, and Dutch laws in the Oendang-Oendang Simboer Tjahaja / by Dewi Sukarti

 

Penerapan model pembelajaran Team Assisted Indivualization (TAI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IIS 2 di SMA Negeri 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek (semester genap / tahun 2015) / Puspa Ayu Retno Wulan

 

ABSTRAK Wulan, Puspa Ayu Retno. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS 2 di SMA Negeri 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si (II) Drs. Mardono, M.Si Kata kunci : Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Hasil belajar ekonomi Ekonomi adalah salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan guru pada jenjang SMP dan SMA. Berdasarkan hasil observasi, sebagian siswa kelas X IIS 2 di SMA Negeri 1 Bendungan banyak yang menganggap pelajaran ekonomi adalah pelajaran yang membosankan karena guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa menjadi kurang maksimal. Maka, untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa, diperlukan sebuah model pembelajaran yang mampu membantu siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Model pembelajaran Team Assisted Individualitazion (TAI) mempunyai tujuan untuk menciptakan dan mendorong siswa supaya siswa lebih aktif, selain itu kerja kelompok diharapkan dapat memacu kekompakan siswa untuk dapat membatu anggota dalam memecahkan masalah bersama, mengungkapkan ide atau gagasan bersama, serta menigkatkan rasa toleransi dan kekompakan antar anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Team Assisted Individualitazion (TAI). Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian ini adalah: (1) model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IIS 2 SMA Negeri 1 Bendungan, (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, hasil belajar siswa sebesar 74,81 dan meningkat menjadi 79,62 pada siklus II. (3) Peningkatan tersebut didukung pula dengan temuan penelitian bahwa pada siklus I, terdapat 10 anak yang nilainya masih belum tuntas atau <75. Kemudian pada siklus II jumlah anak yang nilainya belum tuntas adalah 4 anak. Saran yang dapat dikemukakan penulis adalah sebagai berikut: (1) Guru mata pelajaran ekonomi dapat menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, (2) Guru dapat memberikan penguatan dan pengarahan yang lebih baik lagi saat menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) agar seluruh siswa dapat secara aktif mengikuti proses pembelajaran.

Studi tentang keterterapan metode eksperimen dalam pembelajaran untuk pemahaman konsep sistem koloid pada siswa kelas II SMU Negeri 1 Lawang oleh Nurul Nur Khasanah

 

Hubungan antara perilaku kepemimpinan kepala balai latihan kerja dan kesejahteraan dengan kinerja instruktur di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur / oleh Suprijadi

 

Perbedaan pengaruh latihan bolavoli gandu level 1 dan bolavoli mini terhadap tingkat kesegaran jasmani pada siswa SDN Bareng 3 Kota Malang / Shokhibul Maali

 

ABSTRAK Maali, Shokhibul. 2016. PerbandinganPengaruhLatihanBolavoliGandu Level I danBolavoli MiniTerhadap Tingkat KesegaranJasmaniPadaSiswa SDN Bareng 3 Kota Malang. Skripsi,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan,FakultasIlmuKeolahragaan,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing(1) Dr. Asim, M. Pd, (2) Drs. Oni BagusJanuarto M. Kes. Kata kunci: BolavoliGandu Level I, Bolavoli Mini, Tingkat KesegaranJasmani. Dalamupayameningkatkandanmengembangkantingkatkesegaranjasmanibanyakmasalah yang dihadapioleh guru pendidikanjasmani, seperti yang dihadapioleh guru SDN Bareng 3 Kota Malang.Siswakurangbersungguh-sungguhdalammelakukanaktivitasjasmanikususnyadalampermainanbolavolikarenatidakadapermainanataupunmodifikasi. Sehinggabanyaksiswa yang tidakmaksimaldalam proses pembelajaranyang berdampakpadakurangnyapeningkatandanpengembangantingkatkesegaranjasmani.Penelitimemberikanpermainanyaitubolavoligandupada level I. Tujuandalampenelitianuntukmengetahuipengaruhlatihanbolavoligandu level I denganlatihanbolavoli mini terhadaptingkatkesegaranjasmanisiswa SDN Bareng 3 Kota Malang. Penelitianinimenggunakanmetodeeksperimentaldenganrancangantwo group,pretest, posttest,designpadakelompoklatihanbolavoligandu level I dankelompoklatihan bolavoli mini. Dilakukan selama 18 kali pertemuan dengan rincian 3 kali dalam seminggu. Subyek penelitian ini berjumlah 30 siswa kelas V SDN Bareng 3 Kota Malang. Berdasarkanhasilpretest dan posttest kelompoklatihanbolavoligandu level Idengantarafsignifikansi 0,000 <0.05makaterdapat perbedaan rata-rata skortingkatkesegaranjasmanisiswa. Berdasarkan hasil pretest dan posttes kelompok latihanbolavoli minidengantarafsignifikansi 0,000 <0.05makaterdapat perbedaan rata-rata skortingkatkesegaranjasmanisiswa.Berdasarkanhasilposttest kelompoklatihanbolavoligandu level Idan kelompok latihan bolavoli mini dengantarafsignifikansi 0,000 <0.05makaterdapat perbedaanpengaruh rata-rata skortingkatkesegaranjasmanisiswa.Denganperbedaanpeningkatan rata-ratakelompoklatihanbolavoligandu level I, sebesar 5,6sedangkankelompoklatihanbolavoli minihanyamengalamipeningkatan rata-ratasebesar 2,54. Latihanbolavoligandu level Imemberikanpengaruhlebihbaikdibandingkan dengan latihan bolavoli mini terhadappeningkatan kesegaran jasmani siswa. Dengan demikian dapat disarankan untuk guru pendidikan jasmani SDN Bareng 3 Kota Malang,latihanbolavoligandu level I dapatdigunakandan dipilih sebagaibentuklatihandalammeningkatkankesegaranjasmanisiswa.

Pengaruh ekspor, nilai tukar dan inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa efek Indonesia periode 2010-2014 / Kartika Rose Rachmadi

 

ABSTRAK Rose, Kartika. 2016. Pengaruh Ekspor, Nilai Tukar dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M, (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. Kata Kunci :IHSG, Ekspor, Nilai Tukar, Inflasi Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel ekonomimakro: ekspor, nilai tukar dan inflasi terhadap indeks harga saham gabungan pada Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel ekonomi makro secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap IHSG periode 2010-2014. Secara parsial, ekspor dan nilai tukar berpengaruh positif signifikan sedangkan inflasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap IHSG. Besarnya pengaruh yang disebabkan oleh ketiga variabel independen tersebut adalah sebesar 63,6%, sedangkan sisanya sebesar 36,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua varibael makro tersebut berpengaruh terhadap IHSG dimana ekspor mempunyai pengaruh signifikan karena naik turunnya eskpor mempengaruhi pendapatan perusahaan yang aktif melakukan ekspor yang selanjutnya akan direspon investor sebagai informasi keputusan membeli atau menjual saham. Selanjutnya nilai tukar rupiah yang berpengaruh signifikan terhadap IHSG karena jika nilai tukar terdepresiasi maka harga bahan baku yang diimpor akan mahal yang akan mempengaruhi kenaikan bahan baku produksi dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya penurunan harga saham yang selanjutnya akan menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan. Untuk Inflasi diperoleh hasil yang tidak signifikan karenasemakintinggiangkainflasihalitumemilikiartibahwatingkathargasahampadasebuahperusahaanmengalamipenurunan dan sebaliknya

Kajian tentang jumlah total koloni bakteri dan nilai MPN koliform fekal pada ikan gurami (Osphronemus gouramy) segar di beberapa pasar Kota Malang / oleh Eko Kamarullah

 

Ikan Gurami segar adalah ikan Gurami mentah yang drjual di pasar dalam keadaans egar.B udi dayai kan Gwami yangk wang memperhatikank ualitasp erairan sertat empa:pt enjualany ang tanpam emperhatikans anitasil ingkungal dapatm eng' atiUa*ari ikan Gurami segar teisebut teikontaminasi oleh bakteri pada umurnnya dan khususnyab akteri koliform fekal. Bakteri-bakterit ersebutd apatm engurangni ilai gta yang diiandung olelr ikan tersebut, padatral ikan Gurami segar mglup3ka$ sumber btotiin hewanilang sangatd igemario leh masyarakatL. ebih dari itu ikan merupakan *t"t tuto dari iebutuhan potJt mat 24xl}a seVg sampel. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah total koloni bakteri dan nilai MPN koliform fekal pada ikan Gruami segar.yang diteliti dari beberapap asard i kota Malang melebihi standary angt elah ditetapkan tersebut.

Pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai / Iwan Nur Mustofa Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Iwan Nur Mustofa. 2009. Pengaruh Pemberian Effleurage dan Petrissage Sebagai Tambahan Pemanasan terhadap Kekuatan Otot Tungkai. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata kunci : kekuatan otot tungkai, pemanasan, effleurage, petrissage. Kekuatan otot mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan suatu aktivitas olahraga. Kekuatan otot merupakan salah satu pendukung bagi atlet atau olahragawan untuk melakukan aktivitas olahraga dengan baik, sehingga atlet atau olahragawan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang atlet atau olahragawan untuk mendapatkan kekuatan otot yang bagus dan untuk menghindari suatu cedera pada saat melakukan aktivitas, maka atlet atau olahragawan tersebut salah satunya perlu melakukan suatu pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas fisik. Di samping pemanasan, masase olahraga juga berperan penting untuk meningkatkan kekuatan otot. Dalam penelitian ini, manipulasi masase yang dipakai adalah effleurage dan petrissage. Effleurage dan petrissage dilakukan dengan singkat, cepat dan bertekanan cukup akan memberikan rangsang pada otot untuk dapat bekerja lebih baik dan untuk membantu pemanasan badan sebelum berlatih atau bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian efflurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Jenis penelitian yang digunakan adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan pra tes dan pasca tes satu kelomok “the one group pre test-post test design”. Pengumpulan data dilaksanakan selama 5 hari dan dimulai dari tahap pre tes. Pada tahap pre tes atau hari pertama subyek penelitian diberi pemanasan berupa stretching dan calesthenic selama 10 menit, kemudian dilakukan pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynammeter sebanyak 3 kali dan diambil nilai tertinggi. Setelah pre tes, subyek penelitian istirahat selama 3 hari. Kemudian pada hari ke 5 atau tahap pos tes, subyek penelitian terlebih dahulu diberikan masase berupa effleurage dan petrissage pada tungkai selama 12 menit, kemudian diberi pemanasan seperti pada pre tes dan dilanjutkan dengan tes kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer. Instrumen yang digunakan yaitu berupa alat leg dynamometer. Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif, uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Pemberian effleurage dan petrissage baik diberikan kepada subyek sebagai tambahan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

Pembelajaran membaca huruf Arab dengan menggunakan metode qira'ati di Taman Pendidikan al-Qur'an Nurul Huda Pulungdowo Tumpang-Malang / Dewi Latifah

 

ABSTRAK Dewi, Latifah. 2015. Pembelajaran Membaca Huruf ArabdenganMenggunakanMetodeQira’atidi Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Huda Pulungdowo Tumpang-Malang. Skripsi.JurusanSastra Arab Program StudiPendidikanBahasa Arab FakultasSastraUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurhidayati, M.Pd, dan(2) Mohammad Ahsanuddin,S.Pd,M.Pd. Kata Kunci: MetodeQira’ati, pembelajaranmembacahuruf Arab, Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Huda. Salah satumetodepembelajaranmembacahuruf Arab adalahmetodeQira’ati.Salah satulembaga yang memakaimetodeQira’atiadalah TPQ Nurul Huda PulungdowoTumpang-Malang.MetodeQira’atibagipemulamemiliki karakteristik yaitu, merupakan panduan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar secara tartil, pembelajaranmembacahuruf Arab denganmenggunakanmetodeQira’atidilaksanakan ketika proses pembelajaran namun nantinya dapat menghasilkan siswa yang mahir dalam membaca Al-Qur’an. Hal tersebutberbedadenganmetodemembaca Al-Qur’an padaumumnya. Penelitianinibertujuanuntukmendiskripsikan: (1) Pembelajaran membaca huruf ArabdenganmenggunakanmetodeQira’ati, meliputi: (a) Perencanaanpembelajaran, (b) Pelaksanaanpembelajaran, dan (c) Evaluasipembelajaran. (2) Kelebihandankekuranganpembelajaranmembaca huruf ArabdenganmenggunakanmetodeQira’ati, dan (3) Tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Membaca Huruf ArabdenganmenggunakanmetodeQira’ati di TPQNurul Huda Pulungdowo Tumpang-Malang. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkualitatif.Penelitimendiskripsikansecarafaktualapa yang dilihatdandiketahuaidaripembelajaranmembacahuruf Arab. Teknikpengumpulan data adalahwawancara, observasi, dandokumentasi.Adapuninstrumenutamadalampenelitianiniadalahpenelitisendiri. Hasilpenelitianadalah: (1)a) Pembelajaranmembacahuruf Arab denganmetodeQira’atimenerapkankurikulumQira’atib) Pelaksanaanpembelajarandimulaipadatingkatpemula. Langkah-langkahpembelajarannyadimulaidenganmembacado’adidepankelaskemudianmembacaperagasecaraklasikaldilanjutkandengantesindividudandiakhiridenganmengulasmateri yang telahdipelajari. c) EvaluasipembelajaranpadasiswaadaduayaituevaluasihariandanevaluasikenaikanjilidsedangkanevaluasipembelajaranQira’atidilakukantiap 3 bulansekali. (2) Kelebihandalampelaksanaannya Guru mampumembuatsiswapandaiakansemakinpandaidanjikabelumpandaimakaakanpandai.Adapunkekurangannya, bagipemulasiswakesulitandalammembacacepathuruf Arab terutamadenganpenambahanteoripengenalanharokatbaru.(3) Tanggapansiswamengenaipembelajaranmmbaca Al-Qur’an denganmetodeQira’atiinibaik. Saran bagipenelitiselanjutnyauntukmelanjutkanpenelitianinisampaiketingkat finish, sehinggaakanmendapatkanhasil yang menyeluruhtentangkemampuandankualitasbacaansiswadenganmenggunakanmetodeQira’ati.

A profile on independent vocabulary learning strategies of adult EFL learners at the State Islamic University of Malang / Langgeng Budianto

 

English Language Teaching, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. H. M. Adnan Latief, MA., Ph.D, (II) Prof. Dr. Siusana Kweldju, M.Pd, (III) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd, MA., Ph.D. Key Words: language learning strategies, independent learning, profiling, direct strategy, indirect strategy This study aimed at profiling three independent learners of English and viewed their learning process in terms of their selected learning strategies. The study, beginning with the identification of the features of independent EFL learners, aimed to see the predisposed characteristic manners of the learners. Then, the study was carried out to investigate the strategies these learners employ to approach the performance tasks. There have been a great deal of earlier studies on similar issue; however, among those studies, only a list of learning strategies has become more meaningful since it not only deals with the trategy selected by the learners but also concerns the learning strategies that have long been known as an embedded factor that needs to be considered when invistigating one’s learning strategies. The study focuses on interviewing and observing the EFL adult learners at Ma’had Ali of the State Islamic University of Malang (MA-SIUM). The study employed a qualitative approach (a case study) in order to explore the phenomena of the Indonesian adult EFL learners’ strategies that occured in the classroom contexts. There were 24 students in the class, most of them were female. Several of them graduated from Boarding schools (pesantren), from the State Islamic Senior High Schools (ISHS) and some from Public Senior High Schools (PSHS). However, for the purpose of the study, the researcher selected three students to be interviewed. As the main instrument of the study, the researcher was equipped with a small mini tape-recorder. The data were simultaneously gathered by means of the interview, observation, recording, and field notes. Based on the above description, the discussion about independent learners’ learning strategies is held. Then, it revealed that direct and indirect strategies served as the main language learning strategies which aided the three EFL learners in comprehending the lecture information. They employed those strategies to tackle these learning problems. In direct strategies, three learners have selected appropriate strategies that deal with memory, cognition, and compensation. While, metacognitive, affective, and social strategies are employed by those three independent learners to tackle these learning problems that deal indirectly with the language problems. From the first phase of the study it was found out that the three learners were able to recognize their own learning strategies, and the various types of learning strategies used by each learner were also identified. In the next phase, the subjects’ learning strategies were broadly described. From this stage, the learning strategies of each learner were identified and deeply investigated by means of three series of interviews. From these series of interviews, the data could be well confirmed and more detailed elaborations could be obtained since each series had a different objective to attain. The first interview established the context of the subject’s experience. Thus, in this interview the whole language learning experience, starting from past experience of learning the language through the present when the proficiency has been achieved, is captured. The second allows the subjects to reconstruct the details of their experience within the context in which they occured; the context in this case was framed within the strategies that have been so far selected and employed by the subjects. Moreover, the third encouraged them to reflect on the meaning their experience hold for them. The subjects employed different range of learning strategies.The independent learners of English (a) employ individually rather than in groups learning, (b) prefer to combine learning strategies between self-learning and self-taught, (c) control their learning by keeping themselves focused when learning task is being done, (d) prefer the instructor’s-design learning strategies, (e) use memorization, utilization and guessing, and (f) are willing to accomplish the tasks in a certain amount of time. Related to the approach of vocabulary performance task, it was found out that the first subject used a total of six strategies for memorizing the list of vocabulary, namely mouthing the spelling, sounding out the spelling, writing the words, self-testing, writing down the Indonesia definition of the words, and deviding up the words based on his association.The second subject used nine strategies, namely reading over word list, silently spelling words in his mind several times, writing down words on paper to memorize them, writing down words on paper to self test, self-testing each word before memorizing the next, using a seemingly spiral pattern by constantly coming back to words she was afraid she might forget, deviding words into parts, associating words with words she had previously learned and treating letters as symbol.The third subject used four strategies namely repeating the spelling silently, sounding out the words he knew, associating words with the words previously learned, and deviding up the words based on syllables. In short, in order to be independent learners, three of them do not necessarily use the same strategies, but they employ different strategies for being independence. Combining questionnaire, interview, and classroom observation, the study found that the EFL language learners percieved themselves as independent learners in two ways; (1) they think of themselves as the ones who have more responsibilities, motivation and some other aspects, (2) they think of themselve as the ones who have to improve and evaluate their own skills. Thus, the discovery leads to a conclusion that whatever the strategies that are employed by the learners, it is on the part of the learner to decide.Therefore, the success is not due to the strategies, but mainly due to the ability of the learners to employ various strategies that are compatible with their learning style.

Penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains (study kasus di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang) / Arumita Andarukmi

 

ABSTRAK Andarukmi, Arumita 2009. Pengunaan Peta Konsep Dalam Kegiatan Belajar Pada Mata Pelajaran Sains (Studi Kasus Di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) (Drs. H. M. A. Prawoto, M.Pd, II) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd Kata kunci : Paket B, pembelajaran, peta konsep Tujuan penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan operasional. Untuk tujuan umumnya adalah untuk mengetahui penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Sedangkan untuk tujuan operasionalnya adalah untuk mendiskripsikan respon warga belajar terhadap penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang berkaitan dengan materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan waktu pembelajaran, serta untuk mendiskripsikan hasil penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer (data utama) dan data sekunder. Data primer berupa data yang diamati, dicatat, dan didapatkan langsung yaitu arsip, dokumen, dan lain-lain. Data primer dalam penelitian ini berupa kata-kata (ucapan) informan PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang meliputi pihak kepala PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, instruktur atau tutor, warga belajar Paket B, dan sumber lain yang terkait Sedangkan data sekundernya adalah sejarah PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, letak kondisi wilayah, data rekapan warga belajar, dan data lain yang mendukung. Analisa data terbagi dalam tiga tahap; (1) reduksi data (2) display data dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Sains ini memberikan pengetahuan yang ada pada warga belajar dan mendidik warga belajar untuk bersifat alamiah yang sesuai pada ilmu sains. Respon warga belajar dan hasil belajar pada penggunaan Peta Konsep terhadap materi, metode, dan waktu pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Warga belajar mendapatkan suatu pengalaman baru yang bermanfaat dalam belajar dan akan disumbangkan pada kegiatan pembelajaran yang lainnya yang tentunya dapat digunakan sebagai evaluasi dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan beberapa saran kepada pihak tutor agar bisa agar memberikan sumbangan dalam melaksanakan dan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran khususnya dalam hal pemakaian peta konsep yang digunakan untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dikuasai warga belajar, cara mempelajari cara belajar warga belajar, menggunakan konsepsi warga belajar, dan sebagai alat evaluasi belajar warga belajar.

Perancangan peta interaktif Jawa Timur Park Batu / Esti Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Esti. 2009. Perancangan Peta Interaktif Jawa Timur Park Batu. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Peta, Interaktif, Jawa Timur Park, Batu. Banyak berdirinya tempat wisata bermain, membuat para pemilik tempat – tempat wisata untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuh kembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media baru. Media promosi merupakan suatu bentuk langkah rancangan periklanan, dimana hal tersebut dapat digunakan untuk menciptakan maupun meningkatkan citra positif dari lembaga, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan keuntungan lembaga. Perancangan disini merupakan perancangan media peta interaktif dan juga media promosi bagi Jawa Timur Park. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif terhadap Jawa Timur Park. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi (3) kuisioner (4) dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah TOWS (Threat, Opportunity, Weakness, Strenght) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus perancangan ini yaitu: (1) konsep perancangan peta interaktif (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan peta interaktif. Perancangan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan penelitian. Kesimpulan perancangan ini adalah sebuah perancangan media interaktif sebagai pemandu jalan dan juga untuk mendapatkan informasi tentang tiap wahana yakni berupa sebuah peta interaktif. Selain itu juga terdapat beberapa media yang perancangannya menerapkan prinsip desain. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park, maka penggunaan perancangan media promosi dan pelayanan, kenyamanan merupakan suatu solusi yang tepat.

Penerapan pembelajaran think pair share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk tahun ajaran 2009/2010 / Ivalia Ari Winanda

 

Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VII-C SMPN 2 Besuk menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa masih di bawah standar ketuntasan belajar minimal yaitu hanya sebesar 58,33%. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu diterapkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu pembelajaran think pair Share. Pembelajaran Think Pair Share merupakan metode pembelajaran yang terdiri dari tiga tahap yaitu think (berpikir), pair (berpasangan) dan share (berbagi). Melalui think pair share siswa dapat mengembangkan kecakapan sosial dan merasakan adanya saling ketergantungan positif. Problem Posing merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat masalah atau soal berdasarkan informasi yang diberikan. Kegiatan membuat masalah atau soal dapat melatih siswa untuk aktif, kreatif dan dapat mengembangkan daya pikir. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-C SMPN 2 Besuk dengan jumlah 36 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah segitiga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (2) mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (3) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa setelah menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk. Penerapan pembelajaran TPS diawali guru dengan memberikan LKS dan lembar problem posing. Siswa diminta berpikir secara individu kemudian berkelompok secara berpasangan untuk mengerjakan LKS dan lembar problem posing. Selanjutnya pada tahap Share siswa diminta melakukan aktivitas ”kunjung karya”. Dari perhitungan skor tiap pertanyaan dalam angket respon, diperoleh kategori untuk tiap butir pertanyaan adalah baik dan sangat baik. Dari angket tersebut dapat diketahui bahwa respon siswa sangat positif terhadap metode pembelajaran dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase hasil belajar dari 58,33% pada observasi awal meningkat menjadi 75% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 86%.

Pengaruh struktur modal dan kebijakan dividen terhadap harga saham (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007) / Didik Sugiyono

 

ABSTRAK Sugiyono, Didik. 2009. Pengaruh Struktur Modal dan Kebijakan Deviden Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak, , (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), Dividend Payout Ratio (DPR), Harga Saham. Keputusan struktur modal dan kebijakan dividen bukan merupakan satu-satunya pedoman yang digunakan untuk pengambilan keputusan, namun harga saham yang terjadi di pasar merupakan pedoman yang penting untuk mengevaluasi keputusan perusahaan, yaitu untuk mengevaluasi apakah kebijakan struktur modal dan kebijakan dividen dapat memaksimalkan harga sahamnya.Tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemilik atau pemegang saham. Sehingga menuntut perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk selalu memperhitungkan akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Jika perusahaan ingin mencapai tujuannya maka setiap keputusannya harus dievaluasi pengaruhnya terhadap harga saham. Untuk itu keputusan sruktur modal dan kebijakan dividen harus selalu dievaluasi atas dasar akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), dan Dividend Payout Ratio (DPR), terhadap variabel Harga Saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2007. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling sehingga diperoleh sampel 18 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial DER mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. LDER mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan variabel DER, DAR, LDER, EAR, dan DPR, terdapat pengaruh terhadap variabel Harga Saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain (baik berupa faktor makro maupun mikro) yang lebih potensial sehingga memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, menambah periode observasi, dan mengganti sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Perencanaan kopling gesek pada mobil Isuzu Panther Hi-Grade 2500 cc
oleh Endah Masluchah

 

Pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar mata pelajaran geografi siswa kelas XI pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA) SMA Negeri 3 Bojonegoro / Pipit Kurnia Sari

 

ABSTRAK Sari, Kurnia, Pipit. 2009. Pengaruh Penggunaan Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI Pada Standar Kompetensi Memahami Sumber Daya Alam (SDA). Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. (II) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd Kata kunci: Peta Konsep, hasil belajar. Proses belajar menghafal sering kita temukan pada siswa. Siswa hanya mengenal kata-kata tetapi tidak memahami maksudnya sehingga siswa banyak yang mengalami proses lupa pada materi pelajaran yang telah diajarkan dan siswa kurang bisa mengaplikasikan kembali belajarnya. Untuk itu guru harus bisa memvariasikan strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa. Pembelajaran geografi membutuhkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan peta konsep. Dengan menggunakan peta konsep dalam pelajaran geografi siswa akan lebih mudah memahami konsep geografi, ingatan siswa bisa lebih kuat dan siswa bisa mengaplikasikan lagi belajarnya. Pembelajaran ini menekankan pada berbagai ciri pembelajaran secara langsung yaitu siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk berlatih membuat peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan peta konsep dengan siswa yang belajar dengan menggunakan uraian materi di SMA Negeri 3 Bojonegoro. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t dengan signifikansi 0,05 yang dapat diselesaikan dengan bantuan program Statistical Program for Social Sciences (SPSS) 15.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 18,53 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 9,56 dengan nilai probabilitas (p) 0,000, sehingga ada pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar Geografi siswa pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA). Disarankan bagi guru Geografi hendaknya menggunakan peta konsep sebagai alternatif dalam pengajaran geografi karena dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa. Bagi peneliti selanjutnya maka perlu adanya penelitian sejenis dengan pokok bahasan yang berbeda.

Hubungan antara kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan beta dengan investment opportunity set (IOS) pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007 / Nova Kurniasih

 

ABSTRAK Kurniasih, Nova. 2009. Hubungan antara Kebijakan Pendanaan, Kebijakan Dividen, dan Beta terhadap Investment Opportunity Set (IOS) pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007 . Skripsi. Program Studi Manajemen Keuangan, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Subagyo,S.E,S.H,M.M, dan (2)Yuli Soesetio,S.E,M.M. Kata kunci : leverage, Dividend Payout Ratio (DPR), risk and Investment Opportunity Set (IOS) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, serta beta pada perusahaan berpengaruh terhadap Investment Opportunity Set (IOS), menggunakan ukuran komposit dengan proksi tunggal yang terdiri dari proksi berdasarkan harga, yaitu market to book value of equity (MVEBVE). Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Untuk menguji pengaruh kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan beta terhadap investment opportunity set (IOS), teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hubungan antara kebijakan pendanaan, yang diproksikan dengan debt to equity ratio, dengan investment opportunity set adalah negatif signifikan. Hubungan antara kebijakan dividen, yang diproksikan dengan dividend payout ratio, dengan investment opportunity set adalah negatif signifikan. Hubungan antara risiko, yang diproksikan dengan beta koreksi, adalah tidak signifikan. Hasil yang tidak signifikan tersebut karena dipengaruhi oleh beta sekuritas tunggal yang digunakan dalam penelitian ini, sehingga terjadi kesalahan acak.

Makna arsitektur dan ornamentasi kelenteng Hong San Kiong Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang beserta muatan pendidikannya / Elys Tria Widyatama

 

Widyatama, Elys. T. 2014. Makna Arsitektur dan Ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang serta Muatan Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Sujud P. J, M.Hum, (II) Dr. Abdul Latief Bustami, M.Si. Kata kunci: makna, arsitektur, ornamentasi, Kelenteng Hong San Kiong Hasil kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kabupaten Jombang tersebar dalam tiga titik antara lain di kawasan Gudo, Jombang, dan Mojoagung, masing-masing daerah tersebut terwakili dengan adanya bangunan Kelenteng. Kelenteng Tertua terdapat di daerah Gudo yaitu Kelenteng Hong San Kiong. Selain itu keadaan Kelenteng Hong San Kiong baik arsitektur dan ornamentasi yang ada masih terjaga dengan baik. Dengan keadaan tersebut, maka keaslian arsitektur dan ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong ini dapat dijadikan objek untuk menyingkap makna arsitektur dan ornamentasi hasil dari kebudayaan Tionghoa yang menyebar di daerah Gudo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang serta gambaran kepercayaan masyarakat Tri Dharma yang ada di Gudo, (2) bentuk dan makna arsitektur serta ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang beserta muatan pendidikannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode arkeologi. Data penelitian berupa data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal sebagai berikut. Pertama, keberadaan Kelenteng Hong San Kiong tidak dapat terlepas dari peran keluarga Tan sebagai pengikut Kong Co Kong Tik Cun Ong, Kelenteng Hong San Kiong telah ada sejak abad ke-17 dan dikenal dengan “omah blek”, dewa yang paling disegani dalam Kelenteng Hong San Kiong adalah Kong Co Kong Tik Cun Ong setelah Thian Gong. Kedua, bentuk arsitektur dan ornamentasi sebagian besar masih mengikuti aturan umum dan aturan Feng Shui tetapi dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan geografis Gudo, gaya arsitektur Kelenteng Hong San Kiong juga terdapat akulturasi dengan gaya arsitektur Jawa, dalam aplikasi ornamentasi menggunakan klasifikasi motif yaitu flora, fauna, geometri, tokoh, dan alam. Dalam segi arsitektur sebagian besar mengungkapkan makna spiritual antara manusia dengan zat adikodrati, sedangkan dari segi ornamentasi menyiratkan makna tuntunan hidup yang disimbolkan dengan keberadaan mahluk ciptaan Tuhan sehingga terjadi suatu keselarasan. Makna arsitektur dan ornamentasi mempunyai faktor pendidikan yang mengungkap nilai-nilai dasar filosofis kehidupan masyarakat Tri Dharma sebagai upaya pengungkapan jati diri kebudayaan leluhur etnis Tionghoa Gudo. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian pada aspek pergeseran nilai filosofis dari bentuk arsitektur dan ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong yang ada di Gudo Jombang sehingga dapat menambahkan dan mengembangkan kajian ilmiah yang ada.

Keefektifan kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah studi multi situs berdasarkan perspektif gender pada SLTP Negeri Komodo dan SLTP Negeri Sasando di Kota Karang / oleh: Mien Ratoe Oedjoe

 

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan pembelajaran siswa kelas IV A SDN Ketawanggede Kota Malang / Nurul Hendra Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, Nurul H. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas IV A SDN Ketawanggede Kota Malang. Skripsi, Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), Aktivitas, Hasil Belajar. Problem Based Learning(PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran yang dilakukan di kelas IV, siswa hanya bertanya atau menjawab pertanyaan apabila ditunjuk oleh guru.Partisipasi siswa belum terlihat secara spesifik. Siswa belum terbiasa mengungkapkan pertanyaan, saran, kritik, dan pendapat yang mereka punya selama pembelajaran. Hasil belajar siswa masih berada di bawah KKM yaitu 70. Untuk memecahkan permasalahan tersebut maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan penerapan model PBL. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran siswa kelas IV A SDN Ketawanggede melalui penerapan model PBL. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV A SDN Ketawanggede yang berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini berupa hasil observasi kemampuan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pengambilan data berupa hasil tes tulis akhir siklus terhadap siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian setelah diterapkan PBL pada “Tema Makananku Sehat Bergizi sub tema Kebiasaan Makanku” menunjukkan adanya dampak yang baik terhadap aktivitas dan peningkatan hasil belajar siswa. Indikasi adanya dampak yang baik terhadap aktivitas siswa adalah adanya kenaikan rata-rata skor aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Rata-rata skor komponen aktivitas siswa pada siklus I sebesar 78 % meningkat 86 % pada siklus II. Untuk hasil belajar siswa ditunjukkan siswa ditunjukkan dengan dengan peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa dari siklus I 38,3% meningkat 81,5 % pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model PBL dapat meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar siswa khususnya pada materi “tema Makananku Sehat Bergizi sub tema Kebiasaan Makanku”. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi guru untuk menerapkan model PBL di dalam pembelajaran di kelas agar dapat meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar.

Pembelajaran metode penemuan terbimbing berbantuan sofware geogebra untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Batu / Irwan Yudha Pradana

 

ABSTRAK Pradana, Irwan Yudha.. 2017. Pembelajaran Metode Penemuan Terbimbing Berbatuan Software GeoGebra untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas 8 di SMP Negeri 4 Batu. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S., M.Sc. II: Dr. Sisworo, S.Pd, M.Si. Kata kunci: penelitian tindakan kelas, penemuan terbimbing, pemahaman konsep, gradien persamaan garis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran metode penemuan terbimbing berbantuan software GeoGebra yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas 8 SMP Negeri 4 Batu tentang gradien persamaan garis. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8F SMP Negeri 4 Batu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Rancangan penelitian ini berdasarkan model Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggart yang dalam satu siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan (planning), aksi/tindakan (acting), observasi (observasing), refleksi (reflecting). Deskripsi langkah-langkah pembelajaran metode penemuan terbimbing berbantuan software GeoGebra yang dapat meningkatkan pemahaman gradien persamaan garis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Batu adalah sebagai berikut: (a) Tahap Pendahuluan. Pada tahap ini peneliti menggali kemampuan awal siswa, mereview pembelajaran sebelumnya dan menjelaskan tujuan pembelajaran pada siswa. (b) Tahap Terbuka. Pada tahap ini siswa melakukan percobaan yang ada dalam LKS, mengamati hasil percobaan menggunakan bantuan software GeoGebra. Peneliti memberikan bimbingan terhadap permasalahan yang dialami siswa. Bimbingan yang diberikan berupa petunjuk penggunaan software GeoGebra dan mengarahkan siswa pada fokus permasalahan yang harus diamati. (c) Tahap Konvergen. Pada tahap ini siswa menarik kesimpulan dari hasil pengamatan yang diperoleh dari hasil percobaan menggunakan software GeoGebra. Peneliti memberikan bimbingan terhadap permasalahan yang dialami siswa. Bimbingan yang diberikan berupa petunjuk atau pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada penyelesaian masalah yang dihadapi siswa. (d) Tahap Verifikasi. Pada tahap ini siswa membuat contoh sendiri sesuai dengan hasil kesimpulannya dan menguji hasil kesimpulannya menggunakan software GeoGebra untuk memantapkan kesimpulan yang didapat. Peneliti memberikan bimbingan berupa variasi contoh yang lebih luas apabila kesimpulan yang didapat siswa belum mencakup seluruh kesimpulan. (e) Tahap Penutup. Pada tahap ini seluruh siswa secara bersama-sama menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang dilakukan. Peneliti memberikan bimbingan berupa memberikan contoh atau pertanyaan agar kesimpulan yang didapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil observasi aktivitas guru pada kegiatan pembelajaran pada siklus I mencapai skor 2,81 dengan kategori “cukup baik” mengalami peningkatan pada siklus II dengan skor 3,3 dengan kategori “baik”. Hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan hasil skor pada siklus I mencapai 2,75 dengan kategori “cukup baik” dan pada siklus II menjadi 3,25 dengan kategori “baik” Hasil tes pemahaman gradien persamaan garis yang dilakukan pada siklus I ketuntasan klasikalnya mencapai 75,86% dengan siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 22 siswa. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan ketuntasan klasikal mencapai 79,31% dengan siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 23 siswa. Hal ini berarti terjadi peningkatan pemahaman gradien persamaan garis siswa dari siklus I ke siklus II.

Penerapan metode pemberian tugas dengan memanfaatkan kemampuan motorik halus untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf Arab siswa TK / Mufidatus Sholihah

 

ABSTRAK Sholihah, Mufidatus. 2016. Penerapan metode pemberian tugas dengan memanfaatkan kemampuan motorik halus untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf Arab siswa TK. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Faklutas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurhidayati, M.Pd (II) Dr. Lilik Nur Kholidah, M.Pd.I. Kata Kunci: metode pemberian tugas, motorik halus, kemampuan menulis huruf Arab Pembelajaran menulis huruf Arab perlu dilaksanakan sejak anak usia dini. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan anak mengikuti pembelajaran di jenjang lanjut. Di TK Muslimat NU 16 Kota Malang, pembelajaran menulis huruf masih kurang maksimal. Siswa hanya diajak meniru contoh huruf di buku kotak yang polos. Kemampuan siswa dalam menulis huruf Arab masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) penerapan metode pemberian tugas dengan memanfaatkan kemampuan motorik halus siswa pada pembelajaran menulis huruf Arab, dan (2) hasil peningkatan kemampuan siswa dalam menulis huruf Arab melalui pemberian tugas yang memanfaatkan kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan sumber data guru dan siswa kelas A TK Muslimat NU 16 Kota Malang. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dengan total 5 kali pertemuan yang meliputi tahapan: (1) perencanaan, (2) tindakan, dan (3) pengamatan/observasi pada setiap pertemuan, serta (4) refleksi pada akhir setiap siklus. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif dan data hasil observasi selama tindakan penelitian berlangsung. Dari proses analisis data tersebut, diperoleh data berupa: (1) Penerapan metode pemberian tugas pada pembelajaran menulis huruf Arab yang memanfaatkan kemampuan motorik halus pada tugas-tugas yang diberikan oleh Guru peneliti dan (2) Data peningkatan kemampuan menulis huruf Arab siswa kelas A setelah dilakukan tindakan. Data hasil pra tindakan menunjukkan kemampuan siswa dalam menulis huruf Arab masih kurang dengan persentase rata-rata 45,58%. Setelah dilakukan tindakan siklus I, kemampuan menulis huruf Arab siswa mengalami peningkatan. Data hasil tindakan siklus I menunjukkan rata-rata 50,31%. Tindakan dilanjutkan pada siklus II karena masih terdapat kelemahan pada pelaksanaan tindakan siklus I. Tindakan siklus II menunjukkan hasil rata-rata kemampuan menulis huruf Arab siswa mencapai 70,69%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode pemberian tugas dengan memanfaatkan kemampuan motorik halus dapat meningkatkan kemampuan menulis huruf Arab siswa kelas A TK Muslimat NU 16 Kota Malang sebesar 25,11% dari pra tindakan. Saran yang dapat disampaikan peneliti adalah diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian terkait peningkatan kemampuan menulis huruf Arab dengan menerapkan metode-metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif dalam pembelajaran menulis huruf Arab di TK.

Pembuatan musik berbasis game of life / Indri Trisusiyanti

 

ABSTRAK Trisusiyanti, Indri. 2009. Pembuatan Musik Berbasis Game of Life. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S. (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kata Kunci: Musik, Game of Life Musik terdiri dari beberapa jenis nada yang dikumpulkan dan disusun secara beraturan. Miranda membuat program musik yang menghasilkan triplet. Triplet yang dihasilkan disusun dengan beberapa pola. Pola-pola tersebut disebut dengan kode AND. Musik mempunyai trigger dan durasi. Trigger adalah saat mulai nada dibunyikan. Durasi adalah lamanya nada dibunyikan. Game of life adalah sejenis cellular automata yang ditemukan oleh ahli matematika Cambridge, John Conways. Miranda menyetarakan game of life dengan sumbu koordinat Cartesian untuk menentukan triplet. Setiap sel acuan hitam menghasilkan triplet. Nada dasar ditentukan secara acak. Nada tengah ditentukan dengan menjumlahkan nada dasar dengan jarak sel acuan pada sumbu koordinat horizontal Xx. Nada atas ditentukan dengan menjumlahkan nada dasar dengan jarak sel acuan pada sumbu koordinat vertikal Xy. Sel-sel tetangga di sekitar sel acuan pada kisi digunakan untuk menentukan trigger dan durasi. Penentuan trigger dan durasi menggunakan metode operasi or. Metode operasi or sama dengan nilai kebenaran disjungsi inklusif. Miranda memetakan hasil trigger dan durasi dengan kode AND. Program pembuatan musik ini menggunakan kisi 11 sel x 11 sel untuk game of life, kisi 3 sel x 38 sel untuk not angka, dan kisi 1 sel x 38 sel untuk penunjuk not angka saat not angka dibunyikan. Setiap sel pada kisi game of life mempunyai satu nada rendah sebagai nada dasar. Not angka dikonversikan dari perubahan warna sel pada game of life berdasarkan sel-sel tetangga. Bunyi nada didapat dengan merekam nada dari alat musik dengan recorder. Hasil rekaman digunakan untuk membunyikan not angka-not angka pada kisi not angka. Komponen yang digunakan untuk membunyikan nada pada program pembuatan musik ini adalah mediaplayer. Skripsi ini menghasilkan program pembuatan musik berbasis game of life. Program ini mempunyai 3 pilihan untuk not angka pada kisi not angka, yaitu menggunakan trigger dan durasi, tanpa trigger, dan tanpa trigger dan durasi. Hasil program pembuatan musik berbasis game of life adalah musik berupa bunyi dari deretan triplet, dimana mempunyai trigger atau durasi sesuai dengan pilihan.

Survei tentang tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2maks) pada tim bolabasket putra porprov Kota Malang tahun 2009 / Figus Rojul Arif

 

SURVEI TENTANG TINGKAT KAPASITAS EROBIK MAKSIMAL (VO2MAKS) PADA TIM BOLABASKET PUTRA PORPROV KOTA MALANG TAHUN 2009 Figur Rojul Arif Abstrak: Faktor fisik dalam permainan bolabasket dianggap sebagai salah satu hal yang sangat penting dalam pencapaian prestasi. Kondisi fisik yang dimaksudkan tersebut adalah tingkat kesegaran jasmani. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani seseorang dapat dilakukan dengan cara mengukur ambilan oksigen maksimal (VO2 maks). Karena begitu pentingnya faktor fisik, maka peneliti ingin mengukur tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra PORPROV Kota Malang agar berprestasi secara maksimal. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rata-rata hitung dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prediksi (VO2 maks) tim bolabasket putra PORPROV Kota Malang tahun 2009 sebesar 45,6 ml/kg bb/menit. Kata kunci: Bolabasket, kesegaran jasmani, tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks).

Uapaya pembinaan disiplin guru untuk meningkatkan prestasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Nganjuk / Lukman Agus Kartiko

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis android untuk menunjang pemebelajaran matematika pada siswa SMP kelas VIII materi bangun ruang sisi datar / Mohamad Januar Bagus Indranata

 

ABSTRAK Indranata, Mohamad JanuarBagus. 2016.Pengembangan Media PembelajaranBerbasis Android UntukMenunjangPembelajaranMatematikapadaSiswa SMP Kelas VIII MateribangunRuangSisiDatar. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPAUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Susy KuspambudiAndaini, M.Kom, (II)Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom Kata kunci: Media pembelajaran, Android, BangunRuangSisiDatar. BangunRuangSisiDatarmerupakanmateri yang membutuhkanvisualisasidalampembelajarannya.Makadariitudibutuhkan media pembelajaran yang dapatmemberikanvisualisasiterhadapmateritersebut.Berdasarkanhasilangketpadapenelitianawal, diketahuibahwakebanyakansiswamemilikismartphoneberbasisAndroid.Sehinggatujuandaripenelitianiniadalahuntukmengembangakanmedia pembelajaranberbasisAndroid sebagaipenunjangpembelajaranmatematikapadasiswa SMP kelas VIII materiBangunRuangSisiDatar. Penelitianinimenggadopsimodel pengembangan yang dikembangkanolehPlomp. Model pengembanganiniterdiridari lima tahap, yaitu (1) faseinvestigasiawal, (2) fasedesain, (3) faserealisasi/ konstruksi, (4) fasetes, evaluasidanrevisi, (5) faseujicobaterbatas. Kelayakan media pembelajaranmelaluitigatahapujicoba, tahappertamaadalahujivaliditasolehahlimateridanahli mediayaituDosenMatematika, tahapkeduaujikepraktisanolehbeberapaguru sertacalon guru, dantahapketigaujikeefektifanolehbeberapasiswa. Instrumenpengumpulan data berupaangketdan saran, sedangkanteknikanalisis data menggunakan¬teknikanalisis data statistikdeskriptif. Hasilpengembanganiniadalahmedia pembelajaranberbasisAndroidyang memuatmateriBangunRuangSisiDatar.Hasilujikevalidan mediapembelajaranmenunjukannilai rata-rata sebesar3,60,danhasilujikevalidanmateripada media pembelajaranmenunjukannilai rata-rata sebesar 3,00. Hasilujikepraktisan media oleh guru menunjukannilai rata-ratasebesar 3,87danolehcalon gurumenunjukannilai rata-rata sebesar 3,61. Hasilujikeefektifanolehsiswamenunjukannilai rata-rata angketresponsiswasebesar 3,92dannilaipengerjaanevaluasimenunjukansebanyak 88,9%siswamemperolehnilai diatas KKM. Berdasarkanhasiltersebut, maka media pembelajaranberbasisAndroid padamateriBangunRuangSisiDatarmemenuhikriteria valid, praktisdanefektifsertalayakuntukdigunakan. Di sampingitu,adanya media pembelajaraninijugamenambahkemanfaatansmartphoneberbasisAndroiduntukduniapendidikan.

Penerapan metode kooperatif think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMAN 9 Malang / Hijrah Sudrajat

 

ABSTRAK Sudrajat, Hijrah. 2009. Penerapan Metode Kooperatif Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunarmi, M.Pd, (II) Dr. Dra. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: TPS, aktivitas, hasil belajar. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada saat PPL di SMA Negeri 9 Malang di kelas XI IPA 2, menunjukkan bahwa pembelajaran biologi di SMA Negeri 9 Malang sudah cukup baik, hanya aplikasi pembelajaran yang mengarah pada ketergantungan siswa terhadap guru di dalam proses pembelajaran masih sangat tinggi, kondisi seperti ini mengakibatkan siswa cenderung pasif dan kurang terbiasa dalam menemukan informasi sendiri sehingga siswa tampak kesulitan dalam belajarnya, selain itu masih banyak siswa yang belum tuntas hasil belajarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, salah satunya dengan penerapan pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share). Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI IPA 2 semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Negeri 9 Malang yang berjumlah 28 siswa, terdiri 9 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa catatan lapangan. Aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa pada masingmasing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes akhir siklus dan lembar observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 9 Malang. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 64,25% pada siklus I menjadi 80,55% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 16,3% dan hasil belajar siswa dari 70,37% pada siklus I menjadi 96,29% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 25,92%. Media dan sumber belajar yang lengkap, serta pengelolalan kelas yang baik dapat menunjang hasil penelitian serupa menjadi lebih baik lagi.

Syntatic errors of the freshman students in The Natural and Exact Sciences Department of FKIE IKIP Malang a study on interlanguage phenomena in the settings of foreign language learning / Mohammad Ziman Purwohadianto

 

Sejarah perkembangan seni musik Al-Banjari "Annababa" tahun 2000-2012 dan nilai pendidikan bagi masyarakat Desa Menganto, Mojowarno, Jombang / Zunita Lisdiana

 

Lisdiana, Zunita. 2014. Sejarah Perkembangan Seni Musik Al-Banjari “Annababa” Tahun 2000-2012 dan Nilai Pendidikan bagi Masyarakat Desa Menganto, Mojowarno, Jombang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Irawan, M.Hum, (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. Kata kunci: sejarah perkembangan, seni musik Al-Banjari “Annababa”, nilai pendidikan.     Seni musik al-Banjari merupakan suatu bentuk seni Islam dengan lantunkan shalawat dan tembang-tembang Jawa yang diiringi oleh alat musik rebana. Penulis memilih grup Al-Banjari Annababa sebagai objek penelitian yang memiliki pengaruh edukatif terhadap masyarakat Desa Menganto karena grup Al-Banjari Annababa merupakan grup pertama yang ada di Desa Menganto, yang kemudian berjuang untuk melestarikan seni musik al-Banjari dengan memunculkan regenerasi-regenerasi yang Islami. Desa Menganto, Mojowarno, Jombang merupakan tempat dimana grup Al-Banjari Annababa terbentuk dan berkembang.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui sejarah terbentuknya seni musik Al-Banjari “Annababa”, (2) mengetahui perkembangan seni musik Al-Banjari “Annababa” tahun 2000-2012, (3) mengetahui nilai pendidikan seni musik Al-Banjari “Annababa” bagi masyarakat Desa Menganto, Mojowarno, Jombang.     Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber yaitu menguji kebenaran informasi baik dari segi materi maupun substansi, meliputi kritik ekstern untuk menilai keautentikan sumber dan kritik Intern untuk menilai kebenaran isi sumber dan kesaksian. Interpretasi yaitu mencari makna dari fakta-fakta yang telah diperoleh dan historiografi yaitu penulisan sejarah. Sedangkan metode sejarah lisan digunakan karena masih memungkinkan untuk menggali informasi dari pelaku sejarah melalui wawancara.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sejarah terbentuknya seni musik Al-Banjari Annababa tidak lepas dari organisasi Islam yaitu Nahdlatul Ulama yang memiliki badan otonom Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) yang berdiri pada tahun 1962. Karenanya kesenian al-Banjari termasuk jenis kesenian yang berada di bawah naungan Lesbumi. Pada tahun 1999 organisasi Nahdlatul Ulama memutuskan akan menghadirkan Lesbumi kembali dalam keputusan Muktamar NU ke XXX. Hal tersebut salah satu pendorong berdirinya seni musik Al-Banjari Annababa pada tahun 2000.     Kedua, masalah perkembangan seni musik Al-Banjari Annababa tahun 2000-2012. Perkembangan seni musik Al-Banjari Annababa tahun 2000-2002 dibedakan menjadi dua aktivitas yaitu internal dan eksternal, tahun tersebut masih konsentrasi untuk kegiatan internal dalam grup Al-Banjari Annababa untuk lebih profesional. Perkembangan seni musik Al-Banjari Annababa pada tahun 2003-2005 Al-Banjari Annababa sering memenangkan festival al-Banjari dan juga mulai mengajarkan kesenian al-Banjari di TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an). Sedangkan pada tahun 2006-2012 Al-Banjari Annababa memiliki agenda kegiatan yaitu: 1) mengadakan acara rutinan maulid dengan pembacaan simthut durrar dan diba’; 2) mengadakan acara lailatul shalawat; dan 5) adanya latihan kombinasi (gabungan).     Ketiga, masalah nilai pendidikan Al-Banjari Annababa bagi masyarakat Desa Menganto, Mojowarno Jombang. Al-Banjari memiliki nilai pendidikan terhadap masyarakat yang di dalamnya mengandung ajaran Islam. unsur-unsur pada seni musik al-Banjari dalam penelitian ini yang memiliki nilai pendidikan dari segi pendidikan musik dan pendidikan karakter yaitu: 1) penyanyi (vokalis); 2) pemusik (pemukul); dan 3) lagu/sya’ir.     Berdasarkan penelitian ini disarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini terutama yang berkaitan dengan kesenian Islam yaitu al-banjari. Banyak ruang kosong mengenai seni musik al-Banjari yang masih dapat dikaji lebih lanjut dengan mengadakan penelitian yang lebih fokus pada pengaruh al-Banjari terhadap perubahan perilaku.

Hubungan antara motivasi, usia dan prestasi belajare peserta didik kejar paket B setara SLTP di PKBM Sabilunnajah Kel. Bumiayu Kec. Kedung Kandang Kota Malang / oleh Endang Sulistyo Rini

 

Studi tentang partisipasi anggota koperasi mahasiswa di Universitas Negeri Malang
oleh Sugianti

 

Koperasmi erupakans alahs atub entukb adanu sahay angm empunyai karakteristitke rsendiris, ehinggab edad enganb entuk-bentubk adanu sahala in. Partisipasai nggotap adak operasia kant ampakl ebihjelasp adak etatalaksanaan organisaski operasiy ang mendudukkanr apata nggotas ebagapi emegangk ekeuasaan tertinggi.P artisipasAi nggotad alamk operasit idak cukupd alamb idango rganisasi saja,a kant etapim eliputij uga kegiatand alamp emupukanm odald anp engembangan usahanyaB.e gituj uga KoperasiM ahasiswaU niversitasN egeriM alangd imana anggotam empunyap osisig anda,y aitu anggotas ebagapi emilik Koperasi( Owner) dans ekaliguse bagapi elanggank opereras(ik onsumen). Partisipasim erupakanp engambilanb agiana tauk eikutsertaana nggotad alam kegratank operasbi aik dalamb idango rganisasip, ermodaland an usahaD. alam KoperasMi ahasiswaU niversitasN egeriM alang,p artisipasim erupakanp erwujudan darih ak dank ewajibana nggotap adak operasiD. enganm engetahuhi akd an kewajibannyan ggotaa kand apatm erealisasikapna rtjsipaspi adaK OPMA secara lebihb aik.N amunm engetahusi ajat anpak esadaranu ntuLm elaksanakannjyuag a percumal,e bih baikj ika tidak hanyam enuntuth aknyas ajat etapij uga melaksakan kewajibannya. Dalamp enelitianin i menggunakadnu a variabely aitu : Variabelb ebasd an variabetl erikat. Variabelb ebaste rdiri dari:P artisipasia nggotad i bidangorganisaspj,a rtisipasdi i bidangp ermodalanS. edangv ariabelt erikatnyate rdiri dari pa(isipasia nggotad i bidang usaha. Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm engetahuhi ubunganp artisipasai nggotak operasi mahasiswuan iveritasn egerim alangd i bidango rganisasip, ermodaland anu saha. Populasdi alamp enelitiani ni adalaha nggockao perasmi ahasiswau niversicas negri malang yang bedumlah 3.431 orang. Sampel yang diambil l0% dari tiaptiap subp opulaspi enelitianU. ntuk mengumpulkadna tam enggunakaann gketd an dokumens edanga nalisisd atanyam enggunakaann alisisk orelasip roductm oment denganp rograms pssv ersi 7.0 for windows. Berdasarkana nalisisd ata dapatd rsimpulkanb ahwa : ( I ) partisipasai nggotad i bidango rganisastii dak aktif (2) partisipasai nggotad i bidang permodalan tidak aktif (3) partisipasia anggota di bidang usaha cukup aktif (4) tidak ada hubungan yang signifikant antara partisipasi anggota koperasi mahasiswa universitans egerim alangd i bidango rganisasdi enganp artisipasai nggotad i bidang ii usaha(5 ) tidak adah ubungany angs ignifikana ntarap artisiapasain ggotad i bidang permodaladna np artisipasdi i bidangu saha. Dari hasilp enelitranin i dapatd ikemukakanb eberapas arany aitu untuk meningkatkapna rtisipasai nggotad i bidango rganisasiy, aitu perlu dilakukan peninglatank omunikasi antraa nggota.p engurusd anb adanp engauiass, istemd an polap enyuluhank epadaa nggotah arusl ebih intensifd and isesuaikadne ngank ondisi anggotanydaa n untukm eningkatkanp artisipasai nggotad i bidangp ermodalan hendaknyap engurusm engaturk ebijakan/ sistemp emupukanm odal dari anggota yangl ebihm engenas. edangkanu ntuk meninglcatkapna rtisipasai nggotrdr i bidang usahap erlud ilakukanb erbagatie robosanu sahaa gard eversifikasui satras emakin banyaks, atud iantaranyap erlu ditingkatkanm utul ayanans ebaiknyale bih ditingkatkand enganm enjualb erbagabi arangy angd rbutuhkana nggotad an menciptakans tandarh argay ang kompotitif, untuk itu KOPMA pcrlu mencari rekananb isnisy angd apatm enyuplabi arangd enganm utudanh argay angb aik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak itik alabio di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan oleh Siti Misbah

 

Budidaya itik sudah lama dilakukan oleh masyarakat khususnya di KecamatanA muntai SelatanK abupatenH ulu SungaiU tara denganb erbagaij enis pemeliharaan. Pendapatan peternak itik dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranyati ngkat pendidikan, biaya usaha,l amanya berusaha,c urahanw aktu kerja"c arap emasaranh asil temak terhadapp endapatanp eternak. Penelitian yang dilakukan di Desa Mamar dan Desa Teluk Baru Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara berhrjuan untuk mengetahutii ngkat pardidikan, besarnyab iaya usah4 lamanyab erusaha,c urahan waktu kerja dan cara pernasaran hasil terhadap pendapaan peternak. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi penelitian ini adalah 425 peternak itik Alabio di Kecamatan Amuntai selatan Kabupaten Hulu sungai Utara. Sampelt erjangkaud itentukan secarap wposive sampling yang meliputi 2 desay aitu Desa Mamar dan Desa Teluk Baru. Sampel respondend iperoleh melaluip enentuans ampels tratifikasiy angb equmlah6 0 orang. Metodea nalisis yang digunakana dalahm etoder egresig andad engann ilai R sebesa0r ,752 darl koefisiend eterminas(iR z)s ebesa0r "565. Hasil penelitianm enuqiukkanb ahwan ilai F5;6,*y ang diperolehs ebesar 10,393,k arenan ilai F1,1*,) Fraueml aka disimpulkanb ahwa terdapath ugrrngan linear antarat ingkat pendidikan,b esarnyab iaya usaha,l ama berusahac, urahan waktu kerja dan cara pemasaran dengan tingkat pendapatan. variabel curahan waktu kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap pendapatan dengan nilai koefisieny angp alingb esary aitu 1739260,60. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diajukan antara lain l) perlu adanya upaya oleh instansi terkait untuk meningkatkan wawasan tentang carap emeliharaanit ik Alabio kepadap eternaki tik di KecamatanA muntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai utara dan 2) petemak itik Alabio hendaknya melakukan pemeliharaany ang intensif agarp endapatany ang diperolehs anakin meningkat.

Studi penggunaan tugas terstruktur untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika bentuk uraian kelas I SMU Negeri I Lawang / oleh Bambang K. Sugito

 

Pengujianh ipotesisd ilakukand enganA nava A denganm enggunakank raf signi- 5%d iperoledhe nganh argaF 6s: 1l1,6410> Fbb"r:3 ,92,s ehingghai potesis Dari harga analisis diketahui kelompok siswa yang diberi tugas terstruktur iarahanp enyelesaiasno alm emiliki reratal ebih besard ari kelompoks iswa tugas terstnrktur dilengkapi kuncijawaban. Pengujian keefeltifan dilakukan r perhitungans cheffet est menunjukkanb ahwap embelajarantu gast erskuktur iarahanp enyelesaiasno all ebih efektif dibadinghn pembelajaratnu gast erstuktur dilengkapki unci jawaban. }r Kiranya kegiatan pemberian tups terstnrktur dengan disertai arahan langkah peryelesaians oald ant ugast erstrukhn dengand ilengkapik unci jawaband apatd ipakai :, gurub idangs tudif isika khususnyas ebagami etodep engajaranu ntuk meningkatkan kemampuasnis wad alamm engataski esulitand alamm enyelesaikasno al-soafli sika bentuku raian.K epadap eneliti selanjutrya,m tuk lebih meyakinkand isarankanu nhrk melakr*rapne nelitians ejemsd enganp opulasid an materi yang lebih luas dengank ondisi dan latar belakang sekolah yang berbeda. ii

Pengaruh model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar mata pelajaran sensor dan aktuator pada siswa kelas XI Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMKN 2 Singosari / Riyan Widiyantoro

 

ABSTRAK Widiyantoro, Riyan. 2016. Pengaruh ModelPembelajaranNumbered Head Together (NHT) terhadapHasilBelajar Mata Pelajaran Sensor danAktuatorpadaSiswaKelasXI JurusanTeknikElektronikaIndustri di SMKN 2 Singosari. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto,M.T. (II) DyahLestari,S.T., M.Eng. Kata kunci: Numbered Head Together (NHT), HasilBelajar, Sensor danAktuator. Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukanolehpeneliti di SMKN 2 Singosaripadasiswakelas XImatapelajaran Sensor danAktuatoradalahsebagaiberikut: (1) Guru belummenggunakan model pembelajaran yang tepat, (2) Guru masihmenggunakanmetodeceramah, (3) Hasilbelajarbelum optimal yaituhasilbelajarbelumseluruhnyabaik,(4) Kurangnyapemahamansiswaterhadapmateripembelajaran. Hal ini disebabkan guru belummenggunakan model pembelajaran yang tepattetapi guru masihmenggunakanmetodeceramahyang berpusatpada guru danmembuat proses pembelajarancukupmembosankan.Untukitu agar dapatmeningkatkanhasilbelajardantercapainyatujuanpembelajarandalammatapelajaransensor dan aktuator, perludiadakanperbaikanpembelajarandenganmenggunakan model pembelajaran Numbered Head Together. Penelitianinibertujuanuntuk: (1)mengetahuiperbedaanhasilbelajarpadamatapelajaran Sensor danAktuatorpadakelaskontrol yang menggunakan metode ceramahdankelaseksperimen yang menggunakan modelpembelajaranNumbered Head Together, (2) mengetahuipengaruh model pembelajaranNumbered Head Togetherterhadap hasil belajar siswa.Penelitianinimenggunakanmetodepenelitianeksperimen dengan desainquasi experimentaldesigndenganpolanonequivalent control group design. Desainpenelitianinimenggunakanduakelasdimanakelaseksperimendiberikanperlakuan modelpembelajaranNumbered Head Togetherdankelaskontroltanpadiberikanperlakuan. Analisis data yang digunakanuntukmengujihipotesisadalahuji-t. HasilPenelitianmenunjukkanperbedaanhasilbelajar yang signifikan pada kelas kontrol dan eksperimen yang dibuktikandengan nilai rata-rata kelas eksperimen (81,97)lebihtinggidaripadanilairata-ratakelaskontrol(71,23) dengan nilai sig < 0,05 yaitu 0,000.Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Numbered Head Togetheryang dibuktikan dengan nilai rata-ratasebelumperlakuansebesar45,65 dan nilai rata-rata sesudah perlakuan sebesar81,97. Hal ini juga dibuktikan dengan signifikansikorelasipadakelaseksperimen<0,05 yaitu 0,027dannilaisignifikansidari t hitungyang< 0,025yaitu 0,000. Dari hasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwa model pembelajaranNumbered Head Togetherefektif dan efisienuntukditerapkanpadamatapelajaran Sensor danAktuator di SMKN 2 Singosari.

Analisis cluster dan analisis diskriminan terhadap kualitas pendidikan sekolah menengah pertama (studi kasus pengelompokan kualitas pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berdasarkan mutu pendidikan di Kota Wisata Batu) / Dhita Nur Oktaviani

 

ABSTRAK Oktaviani, Dhita Nur. 2016. Analisis Cluster dan Analisis Diskriminan terhadap Kualitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus Pengelompokan Kualitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Berdasarkan Mutu Pendidikan di Kota Wisata Batu). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Trianingsih Eni Lestari, S.Si, M.Si. Kata kunci: kualitas pendidikan, analisis faktor, analisis cluster, analisis diskriminan. Mutu pendidikan adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh jasa pelayanan pendidikan secara internal, maupun eksternal yang menunjukkan kemampuannya, memuaskan kebutuhan yang diharapkan, atau yang tersirat mencakup input, proses, dan output pendidikan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan dalam penelitian ini, meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana, capaian UN dan akreditasi sekolah. Tujuan penulisan skripsi ini adalah analisis cluster dan analisis diskriminan untuk mengelompokkan kualitas pendidikan SMP di Kota Wisata Batu berdasarkan mutu pendidikan. Pengelompokan dilakukan pada 26 SMP dengan analisis cluster menggunakan metode hierarki. Indeks validitas yang digunakan untuk mengetahui jumlah kelompok optimum dari kelima metode tersebut adalah RMSSTD (Root Mean Square Standart Deviation). Pengujian ketepatan klasifikasi tersebut menggunakan analisis diskriminan berdasarkan hasil pengelompokan dengan analisis cluster. Pada analisis cluster, ukuran jarak yang digunakan adalah jarak Mahalanobis karena terdapat multikolinearitas dan diperoleh nilai indeks RMSSTD terkecil adalah 10,629 yaitu pada metode Ward dengan jumlah kelompok sebanyak 4. Pengelompokan kualitas pendidikan dipengaruhi oleh faktor-faktor dominan seperti rata-rata ujian nasional, akreditasi sekolah, ratio siswa/guru, jumlah tenaga kependidikan, serta jumlah ruang kelas yang dapat diketahui dari hasil analisis diskriminan. Analisis diskriminan menggunakan data faktor skor (score factors) hasil dari analisis faktor dengan metode eksplorasi komponen utama. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa ketepatan klasifikasi berdasarkan analisis cluster dengan metode hierarki adalah sebesar 80,8%. Hal ini berarti 80,8% dari 26 data yang diolah telah dimasukkan pada kelompok yang sesuai dengan data semula.

Manajemen kurikulum (pembelajaran) bagi siswa Sekolah Dasar Luar Biasa Tunagrahita (Studi kasus di Sekolah Dasar Luar Biasa Eka Mandiri Batu) / Reni Andriani

 

Kata kunci: manajemen kurikulum (pembelajaran), siswa SDLB tunagrahita. Manajemen memegang peranan penting dalam menentukan berhasil tidaknya suatu program berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen kurikulum (pembelajaran) bertujuan untuk membantu dan memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran bagi sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Manajemen pembelajaran untuk anak tunagrahita harus dilakukan secara intensif, karena mereka sangat memerlukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka. Suatu perubahan pada anak yang memiliki kebutuhan khusus ini, dapat dikatakan meningkat apabila mempunyai titik keberhasilan perubahan IQ yang dapat diketahui dari manajemen kurikulum (pembelajaran) yang diberikan. Fokus penelitian tentang: (1) Bagaimanakah perencanaan kurikulum pada siswa tunagrahita di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (2) Bagaimanakah penyusunan kalender sekolah di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (3) Bagaimanakah penyusunan program tahunan di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (4) Bagaimanakah penyusunan jadwal pelajaran untuk seluruh kelas siswa tunagrahita di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (5) Bagaimanakah pembagian beban mengajar guru pada siswa tunagrahita di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (6) Bagaimanakah penyusunan program belajar mengajar bagi siswa tunagrahita di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu; (7) Bagaimanakah penilaian belajar siswa tunagrahita di SDLB Eka Mandiri Tunagrahita Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi ini terletak di berlokasi di Jalan Terusan Kasiman, Ngaglik-Batu. Lokasinya yang jauh dari bisingnya kendaraan bermotor bermanfaat bagi para siswa SDLB Eka Mandiri Batu untuk lebih berkonsentrasi pada kegiatan belajar mengajar. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, direduksi apabila tidak relevan dengan fokus penelitian, dianalisis guna menyusun dan mengabstraksikan, serta menyimpulkan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: (1) memperpanjang kehadiran peneliti dilapangan; (2) triangulasi dengan sumber. Kesimpulan penelitian ini meliputi: (1) perencanaan Manajemen Kurikulum (pembelajaran) bagi Siswa SDLB Tunagrahita di SLB Eka Mandiri Batu merupakan perencanaan yang menitik beratkan perencanaan yang didasarkan pada kebutuhan yang berkembang di masyarakat maupun peserta didik; (2) pelaksanaan Manajemen Kurikulum (pembelajaran) bagi Siswa SDLB Tunagrahita di SLB Eka Mandiri Batu (a) kalender sekolah merupakan sebuah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Oleh sebab itu, kalender sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan baik kegiatan belajar mengajar disekolah, karena kalender sekolah merupakan suatu penjabaran semua kegiatan sekolah; (b) program kerja tahunan merupakan suatu bentuk program yang bertujuan untuk memudahkan cara kerja yang teratur dan berencana, serta memudahkan penilaian dan pengawasan. . Penyusunan program tahunan dilakukan setelah kegiatan berlangsung, dan dilakukan akhir tahun sekolah dengan melihat kegiatan tahun dan semester pada tahun yang sudah dilaksanakan. Dengan adanya prinsip dan tujuan rencana tahunan pekerjaan akan selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan target yang sudah ditentukan dan penyusunan yang dilakukan oleh kepala sekolah; (c) penyusunan jadwal pelajaran dilakukan dengan menginventarisasi mata pelajaran dan jumlah masing-masing mata pelajaran, guru yang mengampu dan jumlah beban mengajar guru, penentuan waktu jam pelajaran per mata pelajaran dan jam mata pelajaran per minggu; (d) pembagian beban mengajar merupakan suatu perangkat yang berisi tentang pembagian jam kerja mengajar pada masing-masing guru. Beban mengajar diadakan agar guru mengetahui berapa berat beban mengajar pada tiap hari ataupun tiap minggunya; (e) penyusunan program pengajaran tahunan dan semester dilakukan oleh guru kelas dengan dibantu dan dibina oleh kepala sekolah setiap semester dan tahun; (3) penilaian atau evaluasi hasil pembelajaran siswa merupakan suatu bentuk proses, tindakan dan usaha untuk menggambarkan sejauh mana siswa telah mengatasi suatu materi, mengevaluasi hasil belajar siswa, menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang nantinya dapat dikembangkan oleh peserta didik, dan sebagai kontrol bagi pendidik dan suatu jenjang pendidikan tentang kemajuan dan perkembangan pesrta didik. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan bagi: (1) Kepala SLB Eka Mandiri Batu diharapkan dapat dijadikan bahan acuan kepala sekolah dalam mengembangkan proses dan metode manajemen pembelajaran bagi siswa Tunagrahita. Sekaligus menambah wawasan tentang pengembangan pembelajaran; (2) tenaga pendidik di SLB Eka Mandiri Batu diharapkan tetap meningkatkan kemampuan, semangat kerja, dan kesabaran yang dimiliki serta tetap meningkatkan kreatifitas dalam meningkatkan kemampuan siswa; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang agar menginformasikan hasil penelitian ini kepada mahasiswa, sehingga dapat menginformasikan mahasiswa untuk meneliti hal yang terkait dengan manajemen kurikulum (pembelajaran) bagi siswa SDLB tunagrahita dengan lebih baik; (4) bagi peneliti lain agar dapat dijadikan bahan referensi untuk mengembangkan penelitian sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat yang lebih mendalam.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif teknik Student Teams Achievement Division (STAD) dipadukan dengan mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X IIS SMA Taman Madya Malang / Alfi Surya Prastiwi Putri

 

ABSTRAK Putri, Alfi. 2016. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) Dipadukan Dengan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil BelajarPada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS di SMA Taman Madya Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sapir, S.Sos, M.Si (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Teknik STAD (Student Teams Achievement Division), Mind Mapping, Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran yang kurang menarik yang menyebabkan siswa merasa bosan, dan kurangnya minat dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pengamatan pada saat observasi awal di SMA Taman Madya Malang, menunjukkan bahwa guru sudah menggunakan metode mengajar seperti ceramah, tanya jawab, maupun diskusi kelompok kecil, namun hasil belajar siswa masih belum maksimal. Banyak siswa yang masih memperoleh nilai di bawah KKM. Selain itu, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas, siswa enggan bertanya jika kurang mengerti tentang materi yang diberikan guru. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan sebuah model lebih menggali kemampuan siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pengetahuan yang dimiliki serta tidak hanya menghafal materi saja namun juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah Metode Kooperatif teknik STAD dipadukan dengan Mind Mapping. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif desktriptif dan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, lembar observasi kegiatan guru, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Data yang diuji dalam penelitan ini adalah soal tes dengan menggunakan uji validitas, realibilitas, analisis tingkat kesukaran dan analisis daya pembeda soal. Hasil dari analisis data yang dilaksanakan diketahui bahwa penerapan Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) dipadukan denganMind Mappingdapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas X IIS SMA Taman Madya Malang yang dilihat dari hasil belajar siswa ranah kognitif dan ranah afektif siswa. Pada siklus 1 presentase ketuntasan sebesar 53,3 % sedangkan pada siklus 2 presentase ketuntasan sebesar 86,6 %. Pada hasil belajar ranah afektif pada siklus I sebesar 78,6% sedangkan pada siklus II sebesar 92%. Untuk meningkatkan penerapan perpaduan model pembelajaran STAD dan Mind Mapping disarankan kepada pihak-pihak yang terkait diantaranya yaitu bag guru agar model pembelajaran STAD dan Mind Mapping dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran. Kedua bagi sekolah diharapkan agar menyediakan fasilitas yang mendukung adanya model pembelajaran tersebut, antara lain LCD, kertas kosong dan pensil warna agar pelaksanaan model pembelajaran STAD dan mind mapping dapat berjalan lancar. Ketiga bagi peneliti lain diharapkan dapat digunakan oleh peneliti lain dalam mengembangkan penelitian yang serupa. Selain mengukur hasil belajar siswa, diharapkan agar meneliti aspek-aspek yang lain selain hasil belajar.

Pengaruh metode pembelajaran pemberian tugas dan motivasi berprestasi terhadapa hasil belajar dan retensi mahasiswa dalam mata kuliah mekanika rekayasa di Politeknik Sendawar Kutai Barat / oleh Silvinus Ding

 

Pengaruh rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) terhadap nekrosis hepatosit mencit jantan galur Balb-C / Megawati

 

ABSTRAK Megawati. 2015. Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) terhadap Nekrosis Hepatosit Mencit Jantan Galur Balb-C. Skripsi, Program Studi S1 Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dra. Nursasi Handayani, M.Si, Pembimbing (II): Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci : Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn), Nekrosis Daun pulutan diketahui memiliki manfaat sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan. Banyaknya manfaat daun pulutan dan banyak dikonsumsi masyarakat untuk tujuan mengobati penyakit, maka keamanan penggunaan daun pulutan ini harus dapat dipastikan aman. Senyawa alkaloid dan tanin pada akar tanaman pulutan bersifat sitotoksik yang dapat menyebabkan nekrosis. Kedua senyawa ini ditemukan pula dalam seduhan daun pulutan. Kesamaan dari kandungan yang terdapat di akar dan daun tanaman pulutan diduga bahwa rebusan simplisia daun pulutan juga dapat bersifat sebagai sitotoksik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) terhadap nekrosis hepatosit mencit jantan galur Balb-C. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan termasuk kontrol, masing-masing dengan 4 ulangan. Pemberian perlakuan rebusan simplisia daun pulutan dengan konsentrasi 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% selama 18 hari terhadap mencit jantan galur balb-C berumur 8-10 minggu. Data yang diperoleh berupa persentase, kemudian ditransformasi dengan arcsin. Data transformasi selanjutnya diuji normalitas, uji homogenitas dan dianalisis dengan ANAVA tunggal. Hasil penelitian menunjukkan rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) tidak berpengaruh terhadap nekrosis hepatosit mencit jantan galur Balb-C. Tahapan nekrosis berupa piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Mulai konsentrasi 10% menunjukkan adanya kecenderungan semakin tinggi konsentrasi rebusan simplisia daun pulutan semakin tinggi pula persentase nekrosis hepatosit. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa sampai konsentrasi 15% rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) tidak berpengaruh terhadap terjadinya nekrosis sel hati mencit (Mus musculus) jantan galur balb-C. Mulai konsentrasi 10% rebusan simplisia daun pulutan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan persentase nekrosis hepatosit mencit jantan galur balb-C. ABSTRACT Megawati. 2015. Effect of Decoction Simplisa Pulutan Leaves (Urena lobata Linn) About of Necrosis Hepatocyte Strains Balb-C Male Mouse. Undergraduate Thesis. S1 Biology, Department of Biology. Faculty of Mathematics and Science. State University of Malang. Advisors (I): Dra. Nursasi Handayani, M.Si, (II): Dra. Amy Tenzer, M.S. Key words: Decoction Simplicia Pulutan Leaves (Urena lobata Linn), Necrosis Leaves pulutan known to have benefits as antibacterial, antiinflamasi , antioxidant. Many benefits pulutan leaves and many for the society for the purpose of treating disease , then security leaves pulutan use this must be liable. A compound alkaloids and tannin on plant roots cytotoxic pulutan is that can cause necrosis. Both this compound find in steeping leaves pulutan .Similarity the that is in roots and leaves plant pulutan suspect that stew simplicia leaves pulutan could as cytotoxic. The purpose of this study is to find effect stew simplicia leaves pulutan (Urena lobata linn ) against necrosis liver cells strains balb-C male mice. The research is a randomized block design (RAK) with 6 treatments included control, each with 4 replications.. Giving treatment simplicia leaf decoction Pulutan with a concentration of 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% and 15% for 18 days to strain balb- C male mice aged 8-10 weeks. Data were analyzed with ANOVA just one. The results of this research is decoction simplicia leaf Pulutan (Urena lobata Linn) no effect the type of necrosis in the form piknosis, karyorrhexis, and kariolisis liver cells of strain Balb-C male mice, but up to 10% concentration the results mean the type of necrosis showed to have a tendency to increase that higher the concentration of decoction simplicia leaves Pulutan the higher the hepatocyte damage that occurs between control. The conclusion of this research is up to 15% concentration decoction simplicia leaves pulutan (Urena lobata Linn) not effect the type of necrosis cell liver strain balb-C male mice (Mus musculus). Up to concentration 10% decoction simplicia leaves pulutan showed to hace tendency increase percentage necrosis hepatocyte male mice strain balb-C. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan petunjuk, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) Terhadap Nekrosis Sel hati Mencit Jantan Galur Balb-c” dengan baik dan lancar. Selama Proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak pengalaman yang sangat berharga, baik pengalaman positif maupun berbagai kendala yang harus dihadapi. Penulis dapat melalui prosses penyusunan skripsi ini tak lepas dengan adanya bantuan, dorongan, bimbingan dari berbagai pihak, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada: 1. Dra. Nursasi Handayani, M.Si selaku dosen pembimbing I dan Dra. Amy Tenzer, M.S selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukannya untuk memberikan bantuan, bimbingan, memberikan saran dan pengarahan kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi, 2. Dr. Abdul Gofur, M.Si selaku dosen penguji, yang telah banyak meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukannya untuk memberikan bantuan, bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi, 3. Siti Maysaroh selaku teman satu payung penelitian yang telah membantu dalam proses pengumpulan data, 4. Kedua orang tuaku yang selalu memberikan dorongan, motivasi, semangat serta do’a tanpa henti agar aku menjadi orang yang sukses. Semoga suatu hari aku bisa membanggakan Ayah dan Ibu yang akan selalu aku sayangi, cintai dan hormati sampai kapan pun, 5. Semua pihak yang telah membantu secara langsung dan tidak langsung penulis dalam penyusunan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak, baik sebagai rujukan, acuan, atau sebagai bahan perbandingan, khususnya yang berhubungan dengan bidang biologi. Malang, Mei 2016 Penulis, Megawati DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i ABSTRACT iii KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR x DAFTAR LAMPIRAN xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Tujuan Penelitian… 3 C. Hipotesis Penelitian 4 D. Kegunaan Penelitian 4 E. Batasan Masalah…….. 4 F. Asumsi Penelitian 4 G. Defisnisi Operasional 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tanaman Pulutan (Urena lobata Linn)......... 7 B. Hati 10 C. Kamatian Sel Hati 12 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 17 B. Waktu dan Tempat Penelitian 17 C. Obyek Penelitian 18 D. Alat dan Bahan 18 E. Prosedur Kerja 18 1. Persiapan Hewan Percobaan 18 2. Penentuan dan PembuatanKonsentrasi 19 3. Pemberian Perlakuan 19 4. Pengambilan Data 20 F. Teknik Pengumpulan Data 20 G. Analisis Data 21 BAB IV HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian dan Analisis Data 23 1. Piknosis 30 2. Karioreksis 32 3. Kariolisis 34 4. Nekrosis 36 BAB V PEMBAHASAN 39 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan 45 B. Saran 45 BAB VI DAFTAR RUJUKAN 46 LAMPIRAN-LAMPIRAN 51 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 4.1 Data Persentase Piknosis Hepatosit Mencit yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) 30 4.2 Ringkasan Anava Tunggal Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Piknosis Hepatosit Mencit 31 4.3 Data Persentase Karioreksis Hepatosit Mencit yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) 32 4.4 Ringkasan Anava Tunggal Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Karioreksis Hepatosit Mencit 33 4.5 Data Persentase Kariolisis Hepatosit Mencit yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn 34 4.6 Ringkasan Anava Tunggal Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Kariolisis Hepatosit Mencit 35 4.7 Data Persentase Nekrosis Hepatosit Mencit yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) 36 4.8 Ringkasan Anava Tunggal Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Nekrosis Hepatosit Mencit 37 DAFTAR GAMBAR Halaman 2.1 Histologi Organ Hati 10 2.2 Gambaran Histologi Hati Mengalami Nekrosis (a) Piknosis, (b) Karioreksis, dan (c) Kariolisis 15 2.3 Sketsa Sel Hati Mengalami Nekrosis 15 3.1 Diagram Preparat yang diamati 21 4.1 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C pada Perlakuan 24 4.2 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan Konsentrasi 5 25 4.3 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan Konsentrasi 7.5 26 4.4 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan Konsentrasi 10 27 4.5 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan Konsentrasi 12.5% 28 4.6 Gambaran Tipe Nekrosis Sel Hati Mencit Jantan Galur Balb-C yang Diperlakukan dengan Rebusan Simplisia Daun Pulutan Konsentrasi 15% 29 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Pembuatan Preparat Organ Hati 51 2. Hasil Uji Normalitas dan Uji Homogenitas 53 3. Foto-Foto Dokumentasi 55

Bentuk direktif bahasa Indonesia kajian etnografi komunikasi / oleh Abdul Syukur Ibrahim

 

Pengembangan bahan ajar kimia unsur, tatanama dan penyetaraan reaksi serta hukum dasar kimia untuk SMK kelas X dengan model learning cycle 5-E / Fithra Anggoro Ariadi

 

Ariadi, Fithra Anggoro. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Unsur,Tatanama dan Penyetaraan Reaksi serta Hukum Dasar Kimia untuk SMK Kelas X dengan Model Learning Cycle 5-E. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna. M.Si, M.Ed, Ph.D. Pembimbing (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata kunci: Model Learning Cycle 5-E, pengembangan bahan ajar, kimia unsur    Pada penelitian ini dikembangkan bahan ajar kimia dengan pendekatan model Learning Cycle 5-E, bahan ajar tersebut ditujukan untuk pembelajaran kimia di SMK. Pembelajaran di SMK merupakan jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kimia unsur, tatanama dan penyetaraan reaksi serta hukum dasar kimia merupakan topik-topik yang diajarkan di SMK. Pembelajaran kimia di SMK membutuhkan bahan ajar yang relevan dengan karakteristik siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar pada pokok bahasan materi kimia unsur, tatanama dan penyetaraan reaksi dan hukum dasar dengan model Learning Cycle 5-E untuk Sekolah Menengah Kejuruan kelas X serta menguji tingkat kelayakannya.    Bahan Ajar dikembangkan dengan mengadaptasi model pengembangan 4-D Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap. Keempat tahap tersebut meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebarluasan (disseminate). Validasi hasil pengembangan dengan cara validasi isi yang dilaksanakan oleh validator yaitu terdiri dari 2 guru SMKN 2 Batu yang berkompeten dan satu dosen kimia Universitas Negeri Malang. Untuk uji keterbacaan dilakukan pada 10 siswa SMK Negeri 2 Batu. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi dengan skala Likert. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif berupa skor penilaian dari angket, sedangkan data kualitatif berupa komentar, kritik, dan saran dari validator    Hasil pengembangan adalah bahan ajar kimia unsur, tatanama dan penyetaraan reaksi serta hukum dasar kimia terdiri dari beberapa bagian yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup. Bahan ajar hasil pengembangan terdiri atas 3 kegiatan belajar yaitu kegiatan belajar 1 lambang unsur dan senyawa, sistem periodik, ikatan kimia serta bentuk molekul. Kegiatan belajar 2 tatanama dan penyetaraan reaksi kimia sederhana. Kegiatan belajar 3 hukum dasar kimia. Data hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata 3,53 yang berarti valid/baik/layak. Selain itu, hasil keterbacaan dari 10 siswa dengan 17 aspek penilaian bahan ajar menunjukkan nilai rata-rata 3,44 yang berarti valid/baik/layak. Dengan demikian berdasar validasi isi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar kimia hasil pengembangan layak digunakan di SMK namun masih perlu dilakukan uji lapangan oleh guru di SMK Kelas X sebagai penunjang KTSP.

Perencanaan mesin pengayak pasir kapasitas 3 m3/jam
oleh Ali Ridho

 

Peningkatan hasil belajar IPS kelas IV melalui model konstruktivisme di SDN Ringinanom 01 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar / Muhamad Syamsi Duha

 

Kata Kunci: hasil belajar, IPS, Konstruktivisme. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa pembelajaran IPS kelas IV di SDN Ringinanom 01 masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dengan hasil belajar siswa pada tes akhir pembelajaran, dari 21 siswa hanya 7 siswa atau 33,33% siswa sudah mencapai nilai diatas KKM dan 14 siswa atau 66.66% siswa masih dibawah KKM. Di mana kriteria ketuntasan minimal untuk mata pelajaran IPS adalah 60. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model Konstruktivisme. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan penerapan model Konstruktivisme pada pembelajaran IPS dan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Ringinanom 01 setelah menggunakan model Konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus dengan dua kali pertemuan yang masingmasing terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Ringinanom 01 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Data diperoleh dari hasil tes dan lembar observasi (aktivitas siswa dan guru di dalam kegiatan pembelajaran). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa di kelas IV dari pra tindakan adalah 33,33% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 57,14%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 23,81%. Sedangkan siklus II mencapai 76,19%, hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 19,05%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I adalah 70% dan hasil aktivitas guru pada siklus II adalah 87,5 %. Data hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I adalah 57,40 % , sedangkan aktivitas siswa pada siklus II adalah 80,42%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan model Konstruktivisme dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ringinanom 01 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Penerapan model pembelajaran scramble berkolaborasi dengan model pembelajaran word square untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 9 Malang / Annisa Nur Utami

 

ABSTRAK Utami, Annisa Nur. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Scramble Berkolaborasi dengan Model Pembelajaran Word Square untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd, (II) Drs. Sapir, S.Sos., M.Si. Kata Kunci: Scramble, Word Square, dan Hasil Belajar Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, sumber belajar tidak hanya berpusat pada guru, namun siswa juga aktif dalam menemukan sumber belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang tugasnya memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Terlebih dalam kurikulum 2013 ini terdapat kelas peminatan, peran guru sebagai fasilitator juga harus mampu melihat permasalahan yang ada dalam kelas utamanya permasalahan dalam menentukan dan menerapkan model yang tepat sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dengan menerapkan model pembelajaran scramble yang dikolaborasikan dengan word square dapat membantu siswa dalam belajar sehingga hasil belajar siswa meningkat. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi kelas XI MIPA3 SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 9 Malang dengan jumlah 28 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan tahun ajaran 2015/2016. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik setelah diterapkannya model pembelajaran scramble berkolaborasi dengan word square. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara, test, catatan lapangan, dokumentasi dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran scramble berkolaborasi dengan word square. Hal ini dapat ditunjukkan hasil belajar pada ranah kognitif persentase pada siklus I 18 siswa tuntas (64,28%), sementara pada siklus II 28 siswa tuntas (100%) hasil belajarnya. Pada ranah afektif persentase rata-rata siklus I 87,45% sementara siklus II 96,25% juga mengalami peningkatan. Ranah psikomotorik persentase pada siklus I 78,93%, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85,23%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran scramble berkolaborasi dengan word square dapat meningkatkan hasil belajar siswa (kognitif, afektif maupun psikomotorik) kelas XI MIPA3 SMA Negeri 9 Malang. Guru mata pelajaran ekonomi disarankan dapat menerapkan model pembelajaran ini sebagai alternatif lain dalam proses pembelajaran, namun demikian perlu disesuaikan dengan materi khususnya materi yang bersifat konseptual dan waktu pelaksanaannya.

Pengaruh penggunaan model Student Team Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas IV di SDN rampal Celaket Malang / Bonny Yunnidah Kartika Sari

 

Kata kunci: Pengaruh Penggunaan STAD, Student Team Achievment Division (STAD), Hasil Belajar IPA Pembelajaran merupakan tindakan belajar yang dilakukan guru dengan siswa. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun dalam keanyataannya pembelajaran di Sekolah Dasar masih berpusat pada guru. Guru lebih aktif dalam menyampaikan informasi materi. Guru belum terlihat memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan pendapatnya dengan melakukan kegiatan kelompok. Model pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya menggunakan kegiatan kelompok sebagai kegiatan utamanya. Dimulai dengan guru menjelaskan dahulu dan memberikan kuis sebelum kegiatan kelompok dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model STAD terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Rampal Celaket I Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dengan desain eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Pada eksperimen semu terdapat desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IVA sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa pre-test dan post-test. Guru memberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan memberikan post-tes untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Perbedaan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih hasil pretest dan post-test kelompok eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan data menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 72,81 sedangkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol 58,83. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai ratarata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t independent diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Sesuai tabel analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 3,604 sedangkan ttabel sebesar 2,000 karena thitung > ttabel maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sehingga dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran model STAD terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Rampal Celaket I Malang. Pembelajaran model STAD membuat anak mampu bersosialisasi dengan teman sekelompoknya dalam mengerjakan kegiatan kelompok, diharapkan guru ii mampu menggunakan dan mengembangkan model STAD dalam pembelajaran IPA selain materi tentang energi.

Studi perbandingan prestasi belajar antara murid dengan latar belakang orang tuanya sebagai pengajar dan non pengajar di kelas V dan VI MINU Al-Usman Tlogowaru Kedungkandang Kota Malang / oleh Budi Susiyanto

 

anak itu dan faktor yang datang dari luar diri anak itu (faktor lingkungan). Faktor yang datang dari diri anak itu terutama kemampuan yang dimilikinya Faktor kemampuan merupakan fbktor yang besar sekali pengaruhnya terhadap hastl belajar yang dicapai.. Melihat kenyataan ini drperkirakan prestasi yang berbeda itu ada kaitannya dengan latar belakang keluarga siswa yang beragam, terulama tentang pekerjaan dan profesi orang tua. Dari data yang berhasil dihimpun menyatakan bahwa sebagian besar latar belakang pekeUaan orang tua di MINU Al-Usman dapat diklasifikasikan dua lenis pekerjaan. Yang pertama, pekerjaan sebagai pengajar dan yang kedua pekerjaan sebagai non pengajar. Dari uraian di atas dapat ditemukan rumusan masalah sebagai berikut; (l) Adakah perbedaan prestasi belajar antara anak yang orang tuanya sebagai pengajar dan anak yang orang tuanya non pengajar ? (2). Faktor-t'aktor apakah yang menyebabkan perbedaan prestasi belajar antara anak yang mempunyai latar belakang berbeda tersebut? Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari faktor perbedaan dan mendiskripsikan prestasr belajar antara anak -vang orang tuan,va sebagai pengajar dan non pengajar di MINU Al-Usman Tlogowaru. Dalam penelitian ini penulis menggunakanm etode; Observ'asiA, ngket, Interview,i ' Wawancara. Dokumentasi. Dan data yang dianalisa secara statistik adalah data yang berisi tentang prestasi belaiar siswa yang diambil dalam buku raport semester genap tahun 2004. Adapun sampel yang kami gunakan adalah sampel random. Teknik ini di sebutd emikiank arenad alam pengambilans ampelnyap, eneliti mengambils emua obyek yang dianggapnya sama dengan cara undian. Sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak l2l siswa terdiri dan anak vang orang tuanva pengajarl I siswa dan ll0 anak yang orang tuanya non jumlah yang ada sesuai dengan ancer-ancer Arikunto.. Penelitian ini merupakan perbandingan penga1ayra kni 10% - 15 % dari yang di berikan oleh Suhursini antara dua variabel, maka penulis menggunakatenh nika nalisaT -TestD. arip erhitunganni laiy angd iperolehm elalui buku raportm enunjukkanb ahwan ilai rata-rataa naky ang orangt uanyap enga1ar adalah7 ,614,s edangkan ilai rata-rataa nak yang orangt uanyab ukan pengajar 6,545. Dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai t-test adalah 4,643 sedangkadnb adalah2 0. Dengand ,b (derajatk ebebasan2)0 dant araf signifikansi 5 %, setelah drlihat dalam tabel nilai "t" ternyata nilar yang ditunjukkan dalam tabel adalah2 ,086 Hal ini berartib ahwad alam penelitianin i menunjukkan adanyap erbedaasni gnifikanD. engann ilai "f'dan hasilp enelitianb eradad iatas atau lebih besar dari angka batas hipotesa nihil, yaitu 4,643. Maka dapat disimpulkanb ahwab erdasarkatna raf signifikans5i % makah ipotesan ihit (Ho) yangm engatakatnid ak ada perbedaanp restasib elajar antaraa nak yang orang tuanyap engajard an bukan pengajard itolak, Jadi disini dapatd iketahuib ahwa prestabsie lajara nakd ari orangt ua pengajarle bih baik dibandingd enganp restasi anak yang orang tuanya bukan pengajar, karena selalu mendapat perhatian, motivasdi an pengawasabne lajar dari orang tuanyam elalui private diluar jam sekolahd,a n merekad apatm engaturw aktu denganb aik, sedangkana nak dari orangtu ab ukanp engajark urangm endapapt erhatiand an motivasid alamb elejar, mereka hanya belajar ketika di bangku sekolah saja., serta mereka kurang memilikid isiplin waktu, sehinggak etika belajar keadaanja smani atau rohani mereka mengalami kelelahan yang mengakibatkan tidak kosentrasi penuh terhadap elaSaran. Saran- sarany angd apatp enuliss ampaikana natarata in ; (1) Kepadag uru hendaknyam emberikanb imbingan serta perhatiany ang sama terhadapp ara siswanyak,a renad alaml ingkungans ekolaht anggungiawapbe ndidikans iswanya sepenuhnybae radad itangang uru.D enganm emberikanb imbingand an perhatian tersebutd, iharapkans egalat ujuan pendidikany ang telah dicanangkand apat tercapadi enganb aik, (2) Kepada orang tua. karena anak dan pendidikannya adalah tanggungjawab orang tua, maka hendaknya orang tua senantiasa membedkan perhatian sertia motivasi kepada anak terutama dalam masalah pendidikannya. Dengan demikian orang tua turut serta dalam rangka mencerdaskaann ak-anakb angsa(, 3) Kepadas isway ang memiliki prestasbi aik, hendaknyjaa ngan merasac epat puas dengana pa yang diperolehnyaT. eruslah berusahad enganb etajard an berdo'a demi suksesy ang lebih cerah.B agi yang belum berprestasjia ngan cepat menyerah,i ngatlah bahwa kegagalana dalah suksesy ang terfunda.A salkant etap berusahaIn syaA lloh akan ada

Rebranding Istana Bordir Pakis, Malang untuk meningkatkan segmentasi pemasaran / Ryzza Andikka Pradnya Paramita

 

ABSTRAK Paramita, Ryzza Andikka Pradnya. 2016. Rebranding Istana Bordir Pakis, Malang Untuk Meningkatkan Segmentasi Pemasaran. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D. Kata Kunci: Rebranding, Media Promosi, Istana Bordir Pakis. Rebranding mampu mendukung berjalanya suatu usaha yang sedang berkembang baik sebagai media promosi, menyebarluaskan informasi kepada individu atau kelompok, dan sebagai wadah produk-produk yang dipasarkan agar kreatif dan inovatif baik dalam membuat media baru dengan referensi media yang sudah ada atau dengan memperbarui media-media desain pelengkap dan media promosi yang sudah ada sebelumnya. Istana Bordir Pakis sejak 1985 memiliki potensi desain bordir yang mampu menghasilkan desain bordir khas yang jauh dari kesan kuno dengan ciri khas bordir full color, sehingga kalangan remaja tertarik dengan produk-produk Istana Bordir Pakis. Perancangan rebranding ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif dengan menerangkan langkah-langkah yang urut dan rinci. Perancangan menghasilkan rebranding media desain pelengkap dan media promosi yang dikombinasikan dengan ciri khas Istana Bordir Pakis yang modern dan full color berupa blog, label, packaging, ID Card, kartu nama, brosur, XBanner, poster, katalog, sign system, display, dan merchandise. Kesimpulannya, akan dibuat rebranding media desain pelengkap dan media promosi mengenai Istana Bordir Pakis. Oleh sebab itu, dibuatlah skripsi dengan judul “Rebranding Istana Bordir Pakis, Malang Untuk Meningkatkan Segmentasi Pemasaran”.

Pemberian otonomi luas pada daerah kota sebagai perwujudan demokrasi dan upaya mencegah disintegrasi bangsa (ditinjau dari sistem ketatanegaraan Republik Indonesia)
oleh Dessy Sagitaningsih

 

otonomi daerahd itinlaud ari sejarahnyma emiliki kecenderungapne laksanaan sesuaid engana turany ang berlakud i daeraht ersebutD. imana semuap utra daerah ikut sertad alam membangund an melaksanakaont onomi daerah.O tonomi daerah' pelaksanaannydai atur dalam perundang-undangakna, rena -rty wujud demokasi menjadi sangatt erlihat ketika otonomi itu dilaksanakanS. ehinggam ampu untuk memperkeciitingkkaet cemburuaank ibats istems entralisadsia na khimyad isintegrasi bangia pun dapat dicegah. Pengkajian tentang otonomi daerah baik tentang penyelengaraannynail,a i-rtilaid emokrasyi angt ergantungs ertap encegahatne rhadap disintegrasib angsab erdasarkans udut pandangs istem ketatanegaraaRn epublik Indonesia. Adapun nrmusanm asalahy ang akan dikaji adalahb agaimana(:1 ) Bentuk negarad an bentuk pemerintahand alam sistemk etatanegaraaRne pubtikI ndonesia menurut UUD 1945, (2) Sistem ketatanegaraaRn epublik Indonesia mengatul oronomid aerah(, 3) Bentukd an strukturo rganisasoi tonomid aerah,( 4) Konsep demokatisasid alam pemberiano tonomi daerah,( 5) Pemberiano tonomi luas pada daerah kota dapat mencegah disintegrasi bangsa menurut sistem ketatanegaraan Republikln donesia. Metodey angd igunakanu ntukm endapatkadna tad anp enyimpulannyaad alah Library Research( studi kepustakaand) engant eknik penulisannyam enggunakan metodein duktii deduktif,k omparatifd ana nalisisk ompilatif' llasil penelitian tentang otonomi daerah ini adalah bahrva pelaksanaan otonomdi aerahm engalambi erbagami acamk endalad iantaranypae nggaliapno tensi daerahd an terjadinyap rimordialisme.N amun begitu otonomi daerahm erupakan rvujudd emokratisasdia n langkaha rvalp encegahadni sintegrasbi angsad i Indonesia. Agar rntegrrtasb angsaln donesiate tapa dam akap erlu sekalip erans ertad aerahla in dalam bekerja sama. Misalnya adalah saling tukar hasil dari sumber daya alam yang ada di masing-masingd aerah atau dengan mengirimkan putra daerah untuk membantud aerahla in yangm embutuhkadna lams atub idangi lmu tertentu. Kesimpulan yang diperoleh dari kajian ini adalah: (l) Dilihat dari susunan rvilavahn egarab, entukn egaraIn donesiad alahn egarak esatuayna ngd esentralisasi, sedangkabne ntukp emerintahannyaad alahr epublikb erkedaulatarna kyat.( 2) Sistent pen-yelenggarapaenm erintahadni daerahm enggunakapnr insipo tonomid aerahy ang n-vata dan bertanggungjawab,a sas desentralisasi,d ekonsentrasid an tugas pembantuanM. engutamakana spekk eserasiand engant ujuan dan pendemokrasian. (3) Bentukd aeraho tonomt erbagdi alarnti ga tingkatany aitud aerahp ropinsid, aerah kabupatedna nd aerahk otas ertas trukturo rganisasoi tonomid aerahte rdiri atasD PRI) sebagaiB adan Legislatif Daerah.P emerintahD aerahs ebagaiB aclanE ksekutif Daerah.A lat kelengkapanD PRD dan KepalaD aerahl resertap erangkadt aerah (4) Pemberiano tonomid aerahd ifungsikans ebagaai lat pencegahadni sintegrasbi angsa dcnganm enggcrakkans eluruhk omponcnm asyarakadt acrahs ebagaip erwuludan demokrasdii Indonesia. Saran: (l) Pelaksanaano tonomi daerah dalam meuujudkan kehidupan rnasyarakyaat ngd emokratias dalahm enciptakasnu atuk ondisid imanas ecaralo gika dan realistis \varga masyarakat di daerah itu dapat memahami, menyadari dan rnelaksanakdaenm okras(i2 ) Mervujudkapne mahamayna ngb aikd anb cnarl erhadap nilai demokrasdi alamk ehidupanb ermasyarakabt,e rbangsdaa nb emegaraU. ntuki tu diperlukanp enekanatne rhadapm anfaata tauk ebaikan-kebaikannaypaa bilan ilai-nilai demokrasi itu dipahami dan diterapkan. (3) Hams disadari bahwa negara yang didasarkana taso tonomid aeraha kan lebih menujuk epadap rirnordialismeD. an rni vang harusd icegahs ebabm encegahd isintegrasbi angsaa kanm enjadil ebih mudah dibandingkanrn encegahte rjadinyap rimordialismeO. Ieh karenai tu pelaksanaan otonomid aerahh arusl ebih ditekankanp adap emberdayaasnu mberd aya alam dan penggaliasnu mbcrd ayam anusias enak esadarabna hrvain i semuad ilakukanu ntuk sebesar-lresarnkyean raknrurarna kyat lndonesiaD. an juga pelaksanaaont onorni daerahh arusb enar-benasre suadi enganU ll No. 22 tahun1 999ju ga tinjauanb angsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Pengembangan modul menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI dan text dengan model pembelajaran proyek (PjBL) untuk kelas XI TKJ semester 1 di SMKN 1 Blitar / Dyah Ayu Fladya Rizky

 

ABSTRAK Rizky, Dyah, AyuFladya. 2015. Pengembanganmodulmenginstalasisistemoperasijaringanberbasis GUI dan textdengan model pembelajaranproyek (PjBL)untuksiswakelas XI TKJ semester 1 di SMKN 1 Blitar. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Drs. DwiPrihanto, S.S.T, M.Pd.(II) M. ZainalArifin, S.Si, M.Kom. Kata Kunci :PengembanganModul,PjBL,SistemOperasiJaringan Bahan ajar di SekolahMenengahKejuruan (SMK) bertujuanuntukmembuatsiswalebihmudahdalammemahamisuatuilmupengetahuan yang akanmenunjangpeningkatanketrampilansiswa yang akhirnyamenciptakanlulusan yang terampil, terdidik, professional dandapatmengembangkandirinyasejalandenganperkembanganilmupengetahuandanteknologi. Bahan ajar yang diharapkanadauntukmencapaitujuantersebutialahbahan ajar yang berupamodulpembelajaran. Berdasarkanobservasi di SMKN 1 Blitar, adapermasalahanyaitumasihsangatminimnyabahan ajar yang menunjangpembelajaranmenginstalasisistemoperasijaringanberbasis GUI dantext di sekolahini. Bahan ajar yang tersediahanyamilikpribadi guru atausiswa yang berinisiatifmencarisendiri, itupunberasaldaribuku yang berbeda-beda. Sedangkan guru menuntutsiswauntukdapatbelajarmandiri, padahalbelumtersediabahan ajar mandiri (modul) di sekolahini. Hal tersebutmembuatsiswaharusmencarisendirimateriatauprosedurpraktikum yang akandilakukan. Hal tersebutmembuatsiswamerasakesulitandanmerasabelumtuntasdalammempelajarimateriini. Penelitianinimenggunakan model pengembanganBorg and Gall yang telahdimodifikasiolehSukmadinata (2013 : 189) menjadi 3 tahap, yaitu : (1) StudiPendahuluan, (2) PengembanganProduk, (3) UjiCobaProduk. Pengumpulan data dilakukandenganteknikwawancaradanobservasi. Subjekujicoba media initerdiridariahlipembelajaran,ahlimateri, danpengguna. Produk yang dihasilkanpadapengembanganiniberupamodulcetak. Moduliniterdiridariduaversiyaitumodulpegangan guru danmodulpegangansiswa. Hasilvalidasidanujicobapadamodulpegangansiswamenunjukkanhasil93,3% dariahlipembelajaran, 92,5% dariahlimateri, 89,69% darikelompokkecildan 91,45% darikelompokbesar. Sedangkanvalidasidanujicobapadamodulpegangan guru menunjukkanhasil93% dariahlipembelajaran, 92,4% dariahlimateri, dan 92% daripengguna (guru). Berdasarkankriteriakelayakanmenurut Akbar, modulinidinyatakansangat valid (dapatdigunakantanparevisi) karenatelahmencapaikriteriakelayakanlebihdari 85%.

Hubungan kemampuan membaca pemahaman buku teks Bahasa Arab dengan penguasaan kosa kata dan penguasaan tata bahasa Arab siswa kelas II Madrasah Alliyah (MA) Swasta se Kodya Malang tahun 1987/1988 / oleh Moh. Asikin

 

Penerapan strategi think-talk-write untuk meningkatkan keterampilan komunikasi matematis tulis siswa SMP BSS / Dwi Handayani Setyarini

 

ABSTRAK Setyarini, Dwi Handayani. 2016. Penerapan Strategi Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Matematis Tulis Siswa SMP BSS. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. RustantoRahardi, M.Si Kata Kunci: Think-Talk-Write, komunikasi matematis tulis Komunikasi merupakan salah satu keterampilan penting untuk mencapai kesuksesan kerja di abad 21. Individu yang terampil dalam berkomunikasi sangat diperhitungkan dalam berbagai profesi. Keterampilan komunikasi yang baik didapatkan melalui proses panjang, oleh sebab itu perlu dilatihkan sejak anak usia sekolah. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib di sekolah turut memegang peran dalam melatih keterampilan komunikasi sebagaimana termuat dalam Permendikbud. Menurut NCTM, aspek komunikasi juga sama pentingnya dengan aspek matematika lain yang perlu dikembangkan di sekolah. Berdasarkan hasil observasi, siswa pandaimasih mendominasi jalannya diskusi kelompok. Selain itu, berdasarkan tes terhadap 21 siswa hanya 7 yang mengkomunikasikan jawabannya dengan baik. Dari uraian tersebut, perlu diterapkan strategi yang melatih komunikasi matematis tulis siswa. Salah satunya adalah strategi TTW yakni think(berpikir), talk(berbicara), dan write(menulis). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi TTW yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi matematis tulis siswa kelas 7B SMP BSS Malang sebanyak 21 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dan data yang diambil berupa hasil observasi aktivitas guru, hasil observasi aktivitas siswa, dan hasil kuis siswa. Kuis dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai perolehan seluruh siswa berdasarkan pedoman penskoran dan secara kualitatif dengan mengambil 3 dari 21 siswa yang mewakili kemampuan rendah, sedang, dan tinggi untuk dideskripsikan keterampilan komunikasi matematisnya dan levelnya. Strategi TTW yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi matematis tulis meliputi (1) pendahuluan dengan apersepsi dan motivasi, kemudian dilanjutkan dengan pembagian LKS dan lembar think untuk setiap siswa, (2) tahap inti yaitu berpikir, diskusi, dan menulis jawaban, (3) tahap pembahasan atau presentasi jawaban, (4) refleksi terhadap pembelajaran, baik mengenai materi maupun proses pembelajaran yang telah dilalui. Hasil tindakan pada siklus I, aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa mencapai kategori baik, dan 24% siswa mencapai nilai minimal yaitu 70. Tiga siswa yang dideskripsikan hasil kuisnya, belum ada yang mampu menyelesaikan soal analisis dengan level paling rendah 1 dan paling tinggi 6. Hasil penelitian pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan sehingga perlu diadakan siklus II. Hasil penelitian tindakan kelas pada siklus II meningkat dari siklus I. Hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa termasuk kategori sangat baik. 80% siswa mendapat nilai di atas kriteria minimum. Sedangkan hasil deskripsi komunikasi matematis tulis, ketiga siswa mampu mengerjakan soal analisis dengan level terendah 5 dan level tertinggi 6. Ketiga siswa meningkat level keterampilan komunikasi matematis tulisnya di siklus II ini. Saran bagi peneliti berikutnya adalah agar menyusun setiap soal kuis yang dapat memuat seluruh aspek komunikasi matematis tulis, memasukkan konsep kesejajaran dalam analisis jawaban siswa jika menggunakan topik persegi panjang, dan penerapan strategi TTW pada materi lain.  

Analisis kelayakan finansial dan efisiensi untuk mempertahankan kelangsungan usaha mebel (studi kasus di UD Mutiara dan UD As'ad Kabupaten Bojonegoro) / Siti Mukharomah

 

ABSTRAK Mukharomah, Siti. 2016. Analisis Kelayakan Finansial dan Efisiensi untuk Mempertahankan Kelangsungan Usaha Mebel (Studi Kasus di UD Mutiara dan UD Asa’ad Kabupaten Bojonegoro). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd., (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si Kata Kunci: analisis kelayakan finansial, efisiensi, kelangsungan usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. UD Mutiara dan UD Asa’ad adalah UMKM mebel yang ada di Desa Sukorejo Bojonegoro. Usaha mebel dipilih sebagai mata pencaharian karena tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan mebel dari tahun ke tahun dan mebel sudah menjadi fashion dan gaya hidup bagi masyarakat. Alasan lain yang mendasari hal tersebut adalah adanya fasilitas yang memadai, adanya ketersediaan dan kemudahan untuk memperoleh bahan baku berupa kayu jati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha mebel pada UD Mutiara dan UD Asa’ad di Sukorejo Bojonegoro dengan menggunakan analisis Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of return (IRR), efisiensi usaha diukur dengan analisis Revenue Cost ratio (R/C rasio), dan kelangsungan usaha diukur dari pendapatan yang diterima oleh UD Mutiara. Penelitian ini merupakan jenis penilitian kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan berbagai pertimbangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Hasil yang ditunjukkan pada penelitian ini mengidentifikasi bahwa usaha mebel yang dijalankan UD Mutiara lebih layak dari segi finansial daripada UD Asa’ad. Hal ini didasarkan atas perolehan NPV UD Mutiara sebesar Rp575.681.356,2 sedangkan NPV UD Asa’ad sebesar Rp537.450.512 dan perolehan IRR UD Mutiara sebesar 13,96% sedangkan IRR UD Asa’ad sebesar 11,43%. Usaha mebel yang dijalankan UD Mutiara juga lebih efisien daripada UD Asa’ad. Hal ini didasarkan atas hasil R/C rasio tertinggi UD Mutiara sebesar 1,8, sedangkan R/C rasio tertinggi UD Asa’ad sebesar 1,6. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa usaha mebel UD Mutiara mempunyai prospek yang lebih bagus untuk dipertahankan maupun dikembangkan. Hal tersebut didasarkan atas besarnya keuntungan yang diperoleh tiap tahun. Keuntungan yang diperoleh UD Mutiara pada tahun 2006-2012 berada pada kisaran seratus juta, sedangkan keuntungan UD Asa’ad pada tahun 2006-2012 berada pada kisaran sembilan puluh juta. Besarnya keuntungan yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa UD Mutiara dan UD Asa’ad termasuk dalam kategori usaha mikro yaitu hasil penjualan tahunan paling banyak tiga ratus juta rupiah.

Upaya pengadilan agama di Kabupaten Bojonegoro untuk memperkecil tingkat perceraian antara tahun 1996-1999 (studi di Pengadilan Agama Bojonegoro)
oleh Sulistyorini

 

Pada dasarnya perkawinan bertujuan untuk membentuk suatu keluarga yang bahagrad an kekal. Hal ini dapat diarrikan bahwa perhawinanh aruslahb erlangsung seumuhr idup dan tidak boleh diputuskanb egitu saja.Namund alam kenyataalrnya, dalamk ehidupanle rdapatb anyakf aktor yangd apatm enyebabkapne rceraianD. alam pencapaiacni ta-cita umunnya pasangans uami istri mengalamib anyak hambatan yangk adangti dak mudahu ntuk diatasi,s ehinggam erusakr umaht anggay angs udah dibinad an berakhir dengan perceraian-MenuruAt gama Islam, perselisihand an penengketaayna ng terjadi antaras uami istri harusd iselesaikanm elalui Pengadilan Agamayna ng merupakans alah satu wowenangP engadilanA gama dalam masalah perkawnan, Adapunt ujuanp enelitiani ni adalahu ntukm engetahu(il ).Penyebabp erceraran diKabupatenB ojonegoroa ntarat ahun 1996-1999(;2 ).Upaya-upayyaa ng dilakukan PengadilaAng amad i KabupatenB ojonegorou ntuk memperkecitli ngkat perceraian antaratahun1 996-1999(;3 ). Kendala-kendalyaa ngm smpengraruuhpi ayaP engadilan Agamau ntukm emperkecitli ngkatp erceraiana ntarat ahun1 996-1999. Penelitianin i menggunakapne ndekatank ualitatif, denganl okasi penelitiand i wilayah kerja Pengadilan /rgama Kabupaten Bojonegoro. Data dan sumber data yang digunakana dalahd ata yang diperolehd ari : wakil ketua, wakil panitera,2 (dua) Hakim, 2 (dua) orang yang berperkara. Sedangkan teknik pengumpulan data yang drgunakante rdiri dari wawancar4 observasi,d okumentasiT. eknis Analisis Data yangd igunakana dalaht eknisa nalisisd eskriptifataud isebutll eknik PengolahaDn ata Non Statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Pengadilan Agama di KabupatenB ojonegorou ntuk memperkecilt ingkat perceraiana ntarat ahun 1996- 1999 dapat dilaksanakan pada waktu sidang yaitu adanya anjuran damai yang terwuludp adaw aktu sidangp ertamay angd ilakukanh akims ecarate rus-menerus sebelump erkara diputus. Anjuran damai wajib dilaksanakanp ada waktu sidang portamaD. alam kenyataannyaa njuran damai kecil sekali terjadi pada waktu sidang p€nama. Kesimpulany ang diperolehd ari penelitiani ni adalah:( t).Fahor penyebab terjadinya perceraian di Kabupaten Bojonegoro antata tahun 1996-1999 antara lain:poligamtii dak sehat,k risis akhlak,c emburu"k awin paksa,E konomi,t idak ada tanggung jawab, kawin dibawah umur, penganiayaan, dihukum, cacat biologis, politis,g angguanp ihak ketiga, tidak ada keharmonisanF. aktory ang paling banyak adalahfa ktor tidak ada keharmonisan.(2).Upayyan g dilakukanP engadilanA gama KabupatenB ojonegoro untuk memperkecil tingkat perceraiana ntara tahun 1996- 1999 antara lain: Perdamaian, Meminta ke.luarga dari pihak yang berperkara", Mengadakank erjasamad engan instansi-instansil ain yang terkait dengan perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama, Mengadakan penyuluhan-penyuluhan hukum,M emasyarakatkaUn U No. 1 Tahun 1974 maupun UU No. 7 'Iahun 1989.Upayyaa ng dilakukan PengadilanA gama KabupatenB ojonegorob elum berhasils ecaram aksimal.(3).Kendala-kendaylaa ng mempengaruhiu paya yang dilakukan Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro untuk memperkecil tingkat perceraiana ntarat ahun 199G1999a ntara lain: Kurang berfungsinyaB P-4 yang berkedudukadni PemerintahT ingkatK ecamatand anD esa/K elurahanP, ernikahand i bawahu mur,t ingkatp endidikana, danyap ihak ketiga. Saran yang diberikan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah: (l). Melihat angka perceraian yang teqadi setiap tahun selalu meningkat di Kabupaten Bojonegoro dibanding dengan angka perceraian yang tercatat di Kabupaten Bojonegorom, aka upaya-upayay ang dilakukan PengadilanA gama Kabupaten Bojonegorpoe rlu lebih ditingkatkant,e rutamau payan yataP engadilanA gamas endiri denganm engadakanke rjasamad engani nstansil ain yang terkait denganm asalah yang ditangani PengadilanA gama.(2).Untukm engatasi kendala-kendalay ang dihadapPi engadilanA gam4 perlu diperhatikanf ungsi BP4 di PemerintahT ingkat Kecamatadna n Desa/K elurahanu, siap ernikahans esuaikand enganU U No.| 'Iahun 1974t,i ngkatp endidikanc alonm empelaia, danyap ihakk etiga.

Pengaruh tingkat kesehatan bank dan aksesibilitas terhadap dana pihak ketiga pada bank umum periode tahun 2010-2014 / Qamara

 

ABSTRAK Qamara, Siti Nur. 2016. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank dan Aksesibiitas terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Bank Umum Periode Tahun 2010-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M. Sc, (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoaming Loans (NPL), Return On Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), Kantor Cabang, Dana Pihak Ketiga Bank umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Pemerintah melalui Bank Indonesia membuat kebijakan mengenai pengawasan terhadap tingkat kesehatan perbankan dan jumlah kantor cabang, agar fungsi dan tugas perbankan sebagai pihak yang menjembatani pihak yang kekurangan dana dan pihak yang kelebihan dana berjalan dengan baik dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang tercermin dari meningkatnya dana pihak ketiga. Faktor-faktor yang mempengaruhi dana pihak ketiga pada bank umum dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoaming Loans (NPL), Return On Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan jumlah kantor cabang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoaming Loans (NPL), Return On Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan jumlah kantor cabang terhadap dana pihak ketiga pada bank umum. Data panel yang digunakan yaitu data time series 2010-2014 dan data cross section 4 Bank Umum. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder dan menggunakan analisis regresi data panel dengan metode PLS (Pooled Least Square). Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif signifikan terhadap dana pihak ketiga, Non Perfoaming Loans (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap dana pihak ketiga, Return On Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga, Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif signifikan, dan jumlah kantor cabang berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoaming Loans (NPL), Return On Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan jumlah kantor cabang berpengaruh secara simultan terhadap dana pihak ketiga.

Equipping students with a dictionary using skill to enlarge their vocabulary size for a better reading skill / by Bambang Harmanto

 

Pengaruh latihan ladder drill two in two out terhadap kecepatan lari (speed) pada pemain futsal di SMK Negeri 8 Malang / Cahyo Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Cahyo. 2016. Pengaruh Latihan Ladder drill two in two out terhadap Kecepatan Lari (Speed) pada Pemain Futsal di SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes., (II) Dra. Desiana Merawati, M.S. Kata Kunci : latihan ladder drill two in two out, kecepatan lari, futsal. Kecepatan lari (speed) merupakan kondisi fisik yang sangat diperlukan dan dimaksimalkan dalam cabang olahraga futsal, karena pada cabang olahraga futsal dituntut bergerak lebih aktif dalam permainan menyerang dan bertahan. Pada pemain SMK Negeri 8 Malang masih belum bisa memaksimalkan kemampuan fisik terutama kecepatan lari, akibatnya dalam setiap pertandingan yang sudah dilaksanakan pada observasi awal para pemain kesulitan untuk mengejar lawan.sehingga untuk mencapai kemenangan masih sangat sulit. Untuk menunjang atlet atau pemain futsal memiliki kemampuan fisik terutama pada kecepatan lari, perlu adanya latihan khusus untuk memaksimalkan kemampuan dalam berlari salah satunya dengan latihan ladder drill two in two out yang secara teori dapat meningkatkan kecepatan lari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan ladder drill two in two out terhadap kecepatan lari (speed) pada pemain futsal di SMKN 8 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa rancangan eksperimen design yaitu one group pree test-post test design. Subjek dalam penelitian ini seluruh pemain futsal di SMKN 8 Malang. Proses pengambilan data pretes dan postes menggunakan tes lari 60 Meter yang mengacu pada TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia). Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan uji t one sample group menggunakan SPSS seri 22.0. Berdasarkan dari hasil analisis SPSS uji t dengan menggunakan one sample test didapatkan probability eksperimen = 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan p < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan memiliki arti bahwa adanya pengaruh. Berdasarkan dari analisis SPSS yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian latihan ladder drill two in two out terhadap kecepatan lari pada pemain futsal di SMKN 8 Malang. Dengan demikian penelitian ini dapat dijadikan refrensi untuk pelatih atau tim futsal SMKN 8 Malang sebagai latihan untuk melatih kecepatan lari (speed). Penelitian ini diharapkan berguna setiap pelatih futsal di Indonesia agar menerapkan latihan ladder drill two in two out untuk meningkatkan kecepatan pemain futsal di Indonesia.

Hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pemenuhan gizi, perawatan, dan keadaan lingkungan perumahan dengan mortalitas bayi di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang / oleh Yuni Satiarini

 

Cukupb anyakk eberhasilanp embangunayna ngd icapaiI ndonesiak, hususnya padam asao rdeb arut ermasukp eningkatans tatuse konomi-sosiaml asyarakaAt. kibal kisism oneteyr angm elandaIn donesiab erlanjumt enjadki risise konomyi ang menyebabkating katp endapalanm asyarakaItn donesiam enurunt ajam.r endahnya pendapatapne r kapitam enurunkanp ula derajatk esehatanm asyarakayt,a ng tergambadra ri Angka KematianB ayi danA ngka Kematianlb u. KecamataKn abuhb ila dilihatd arit ingkatp endidikanp enduduknylae bihc iari "50%be rpendidikand i bawahp endidlkand asar" 9t ahun,d arj seklore konomj perkembangannsyaan gatla mbat,y angd isebabkank arenak ondisil ahanp ertaniannya kurangs ubrud anu ntuk keadaank ondisil ingkungand i beberapad aerahju ga ma-sih kuranbga ika lauk urangm emenuhsi yaratk, arenap engaruhko ndisig eografisnya yangb erupap eglrnungakna pur.D ari latarb elakangte rsebupt enelitim erasap erlu rnengadakpaenn elitiand engantu juanu ntuk mengetahuhiu bungatnin gkat pendidikalnin, gkatp endapatanp,e menuhagni zi,p erawatand,a nk eadaanlin gkungan perumahadne nganm ortalitasb ayi di KecamalanK abuhK abupatenJ ombang. Penelitianin i menggunakamn etodes urveid enganp endekatanku antitatif yangb ersifakt orelatif.P opulasdi alamp enelitianin i adalahp asangauns ias ubrrr berusila5 -49l ahuny angb erstalupse rnahk awind anm elahirkanb ayid i Kecamalan KabuhK. riteriad aerahy angt erpilihm enrpakadna erahy angm empunyakie matian bayiD. alamp engambiladna ernhs ampejlu gam enggunakaler knjkp urposives ampt:1. Besarnysaa mpedl alamp enelitianin i ditetapkan1 00s amperle spondend,i mana ma*sing-masidnegs ad iambil secarap roporsionalK. uesionerin i lerdjri dari hr.lrrh bagiany,a itui dentitarse spondemn,o rtalitabsa yi,t ingkapt endidikanti,n gkat pendapatapne, menuhang izi, perawatand, ank eadaanli ngkunganp erumahan. Pengunrpuldaant anyad iarnbild ari datap rimerd and atas ekunders,e dangkatne knik pengrmpualn d alam enggunaakn o bservasdi,o ku menal si,d anw awancara. Analisisnymae nggunakarne gresgi anda. Hasilp enelitianm enunjukkabna hwav nriahepl erlamad ank elimal iclak terdapahtu bungadne nganm ortalilasb ayi,y aitup adat ingkatp endidikand ank eadaan lingkungapne rumahanS. edangkavna riabekl eduay aitut ingkit pendapatan mempunyahiu bungan egatiflyantgid aks ignifikand enganm orfalitasbayiV. ariabel yangm ernpunyahj ubrmgann egatifyangs ignifikana da,lahp emenuhang izi dan perawataLnl.n tukb obots umtrangatne rhesadr iberikano lehv ariabepl emenuhagni z-i, Sqp yangb jsa diberikano lehp enulis,y aitu mengingapl ernCnuhagnz j pacta ibuh amild anb ayim empunyapi engaruhte rbesatre rhadapm ortalitash ayih endiknya pemerintamh eningkatkadna nm engonlroal kanp elaksaakne giatanp enyuluhan kesehatamne laluik egiatanp osyandu.

Perangkap cahaya hama serangga dengan energi matahari berbasis mikrokontroler / Wrenda Wira Pradana

 

ABSTRAK Wira, Wrenda. 2016. Perangkap Cahaya Hama Serangga dengan Energi Matahari Berbasis Mikrokontroller. Tugas Akhir, D3 Teknik ELektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: M. Sholihul Hadi, S.T., M. Eng. Kata Kunci: Perangkap Cahaya, Energi Matahari,Mikrokontroler Perangkap cahaya adalah salah satu perangkap dan pemantau populasi hama serangga dalam suatu lahan pertanian. Dengan menggunakan perangkap cahaya populasi hama serangga dapat dikontrol dan dipantau sejak dini untuk menghindari serangan yang lebih besar. Kebanyakan perangkap cahaya saat ini masih menggunakan sumber listrik dari PLN dan proses penangkapan yang dilakukan alat masih sederhana. Inilah yang menyebabkan perangkap cahaya tidak dapat digunakan secara efektif serta diletakkan di tempat yang jauh dari sumber listrik. Perangkap Cahaya Hama Serangga dengan Energi Matahari Berbasis Mikrokontroler menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai pengatur kerja sistem perangkap cahaya. Alat ini bertujuan untuk mengembangkan perangkap cahaya yang sudah ada serta meningkatkan efektifitas kerja perangkap cahaya. Tahapan dalam perancangan alat ini terdiri dari: (1) blok diagram, (2) proses perancangan, (3) hardware,(4) software, dan (5) hasil pengujian. Alat ini dilengkapi dengan sensor cahaya, keypad, LCD, serta motor DC yang digunakan sebagai penghisap dalam wadah perangkap. Pengujian perangkap dilakukan dengan menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan sensor cahaya akan mendeteksi kondisi cahaya disekitar yang akan mengaktifkan sistem jika kondisi gelap serta input dari keypad yang ditampilkan LCD mengatur bagaimana sistem akan bekerja secara otomatis atau manual. Jumlah energi yang dikeluarkan saat sistem bekerja secara otomatis atau manual berbeda yaitu untuk otomatis sebesar 550 J sedangkan manual lebih besar yaitu 950 J. Dengan demikian perangkap yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan.

Pengaruh financial literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku menabung siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2015/2016 / Ditta Kristanti

 

ABSTRAK Kristanti, Ditta. 2016. Pengaruh Financial Literacy, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, dan Kelompok Teman Sebaya Terhadap Perilaku Menabung Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono, M.Si. (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: financial literacy, status sosial ekonomi orang tua, kelompok teman sebaya, dan perilaku menabung siswa. Siswa kelas XI IPS SMAN 8 Malang memiliki perilaku menabung yang berbeda-beda. Perilaku menabung dipengaruhi oleh faktor internal yaitu financial literacy dan faktor eksternal yaitu status sosial ekonomi orang tua dan kelompok teman sebaya. Rendahnya financial literacy mengakibatkan pengelolaan keuangan yang kurang baik dan masalah yang sering dihadapi adalah pengeluaran tidak terkontrol sehingga menyebabkan siswa kesulitan menabung. Status sosial ekonomi orang tua yang berbeda-beda dan terciptanya kelompok teman sebaya di kelas XI IPS SMAN 8 Malang juga dapat mempengaruhi pembentukan perilaku menabung siswa. Financial literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan kelompok teman sebaya yang baik akan menciptakan perilaku menabung siswa yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel financial literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku menabung siswa kelas XI IPS SMAN 8 Malang Tahun Ajaran 2015/2016 baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif eksplanasi. Jumlah populasi sebanyak 104 siswa dan diambil sampel sebanyak 83 siswa berdasarkan rumus Slovin dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan program SPSS 16.00 for Windows.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwafinancial literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan kelompok teman sebaya berpengaruh positif terhadap perilaku menabung siswa kelas XI IPS SMAN 8 Malang Tahun Ajaran 2015/2016 baik secara parsial maupun simultan. Saran yang diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) Bagi guru Ekonomi, hendaknya memberikan pendidikan keuangan yang berhubungan dengan menabung seperti cara berhemat, membelanjakan uang berdasarkan anggaran keuangan yang telah di buat, dampak hidup boros pada kehidupan, dan sebagainya sehingga dapat membentuk perilaku menabung siswa; (2) Bagi peneliti selanjutnya, apabila hendak melakukan penelitian dengan topik yang sama hendaknya melakukan penelitian dengan mengembangkan indikator dari variabel bebas maupun variabel terikat yang telah diteliti serta dapat menemukan variabel lain yang belum dikaji dalam penelitian ini seperti pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga, pembelajaran ekonomi di sekolah, dan wirausaha.

Peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 3-4 tahun melalui permainan sirkuit mengenal binatang di PAUD Ciluk-Baa Tulungagung / Elok Dwi Kusumowardani

 

ABSTRAK Kusumowardani, Elok Dwi. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 3-4 Tahun melalui Permainan Sirkuit Mengenal Binatang di PAUD Ciluk-baa Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd, (II) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, motorik kasar, permainan sirkuit Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di PAUD Ciluk-Baa Tulungagung pada kelompok usia 3-4 tahun ditemukan bahwa kemampuan motorik kasar anak belum berkembang dengan baik. Permasalahan yang ditemukan dalam perkembangan motorik kasar sebagai berikut: (1) beberapa anak masih takut melakukan aktivitas melompat menggunakan satu kaki, (2) aktivitas motorik kasar yang sering dilakukan sebatas senam bersama dan bermain sendiri saat istirahat, (3) kurangnya latihan aktivitas motorik kasar yang membuat anak menjadi ragu-ragu saat akan melakukan kegiatan, (4) kegiatan motorik kasar yang diberikan guru kurang bervariasi karena keterbatasan halaman sekolah dan hanya mengandalkan alat main yang tersedia yaitu perosotan dan rumah panggung. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendiskripsikan penerapan permainan sirkuit mengenal binatang dan peningkatan kemampuan motorik kasar kekuatan kaki, keseimbangan, kelincahan, ketepatan dan koordinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan sirkuit mengenal binatang dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan kemampuan motorik kasar anak. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari kriteria cukup (66,6%) menjadi sangat baik (100%), aktivitas anak mengalami peningkatan juga dari kriteria kurang (55,7%) menjadi sangat baik (100%). Ketuntasan klasikal kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan melalui tiga tahap yaitu dari kriteria kurang (36,3%) kemudian cukup (72,7%) menjadi sangat baik (100%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan sirkuit mengenal binatang aktivitas guru yang sangat baik diikuti anak dengan sangat baik pula dan juga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar kekuatan kaki, keseimbangan, kelincahan, ketepatan dan koordinasi anak usia 3-4 tahun PAUD Ciluk-baa Tulungagung. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menerapkan permainan sirkuit mengenal binatang dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar.

Muatan nilai pendidikan karakter tokoh Indrajit dalam lakon Ramayana versi Jawa Timuran / Astrid Wangsagirindra Pudjastawa

 

ABSTRAK Pudjastawa, Astrid Wangsagirindra. 2015. Muatan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh Indrajid Dalam Lakon Ramayana versi Jawa Timuran. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M. Pd., (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M. Si. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, Indrajit, ramayana, Jawa-Timuran Muatan pendidikan karakter pada lakon Ramayana versi Jawa Timurandapat berfungsi sebagai sarana media pembelajaran karakter bagi siswa. Tokoh Indrajit yang diposisikan sebagai tokoh antagonis, ternyata saat meninggal jenazahnya mendapat perlakuan khusus dengan cara dirukti. Selain itu, salah satu bagian dari cerita tentang kehidupannya dijadikan suluk oleh para dalang. Dengan diungkapnya muatan pendidikan karakter pada tokoh Indrajit dalam babon lakon Ramayana, dapat mengetahui tentang maksud perlakuan khusus pada tokoh Indrajit dan kemungkinan munculnya muatan pendidikan yang dapat sebagai contoh perilaku positif sesuai dengan pendidikan karakter menurut UU Nomor 20 Tahun 2003. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengetahui apakah ada muatan pendidikan karakter tokoh Indrajit dalam babon lakon Ramayana versi Jawa Timuran. Subyek penelitian adalah buku “Layang Kandha Kelir” yang merupakan babon lakon wayang purwa versi Jawa Timuran. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode Hermeunetik atau “tafsir sastra”. Berdasarkan permasalahan penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggambaran tokoh Indrajit dalam balungan lakon terkait materi pendidikan karakter dapat digolongkan berdasarkan riwayat hidup menjadi (1) masa kecil, (2) masa remaja, dan (3) masa dewasa. Muatan nilai pendidikan karakter tokoh Indrajit dalam balungan lakon sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang pendidikan karakter yang dijabarkan dalam 18 poin nilai pendidikan karakter. Tokoh Indrajit dapat dijadikan suri tauladan dalam bersikap sesuai dengan harapan UU Nomor 23 Tahun 2003.  

Perbedaan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja ditinjau dari jenis kelamin pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang / Nugraha Dwi Widayanto

 

Kata kunci: kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, jenis kelamin, mahasiswa tingkat akhir. Setiap individu mempunyai persepsi tersendiri terhadap kerja. Mahasiswa laki-laki masih menganggap kegiatan mencari pekerjaan adalah sebagai langkah selanjutnya yang utama setelah menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya. Sedangkan untuk mahasiswa perempuan, kebanyakan dari mereka tidak memandang kegiatan mencari kerja sebagai langkah selanjutnya yang harus mereka tempuh. Dan kecemasan menghadapi dunia kerja merupakan fenomena yang akan dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengetahui (1) bagaimana tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa laki-laki tingkat akhir Universitas Negeri Malang, (2) bagaimana tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa perempuan tingkat akhir Universitas Negeri Malang, (3) apakah ada perbedaan kecemasan menghadapi dunia kerja ditinjau dari jenis kelamin mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian adalah deskriptif dan komparatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir tahun akademik 2007 Universitas Negeri Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa. Alat pengumpulan data berupa skala kecemasan yang dikhususkan dalam menghadapi dunia kerja yang dikembangkan berdasarkan teori dari Atkinson, sedangkan jenis kelamin diketahui melalui data isian kuisioner yang diisi oleh subyek. Skala yang digunakan adalah model Likert. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t atau t-test. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa laki-laki tingkat akhir Universitas Negeri Malang adalah sedang. (2) kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa perempuan tingkat akhir Universitas Negeri Malang adalah sedang. (3) kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa laki-laki tingkat akhir lebih kecil (M=103,64) dibandingkan dengan mahasiswa perempuan tingkat akhir (M=113,57). (4) ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan menghadapi dunia kerja ditinjau dari jenis kelamin (p = 0,013 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi (1) mahasiswa laki-laki tingkat akhir diharapkan tidak menyembunyikan atau menekan kecemasan tersebut, akan tetapi lebih diharapkan untuk mengatasinya dengan cara-cara yang positif. Sedangkan untuk mahasiswa perempuan diharapkan untuk bisa mengekplorasi kemampuan diri secara maksimal. (2) Bagi pihak Universitas Negeri Malang disarankan mengembangkan program-program yang dapat mengurangi tingat kecemasan mahasiswa, misalnya dengan cara memberi penghargaan pada mahasiswa berprestasi dan mengadakan seminar atau workshop tentang pengenalan dunia kerja. (3) Bagi peneliti selanjutnya bisa membahas hubungan kecemasan dan jenis kelamin terhadap dunia kerja, memperluas ruang lingkup penelitian, menggabungkan teknik penelitian kualitatif dan kuantitatif, dan hendaknya memperhatikan variabel lain yang memiliki keterkaitan dengan variabel kecemasan.

Pembelajaran kosakata bahasa Arab dengan media kartu untuk anak kelompok B PAUD Bunga Mulia Bedali Kediri / Ana Cholifaturohmah

 

ABSTRAK Cholifaturohmah, Ana. 2015. Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Media Kartu Untuk Anak Kelompok B di PAUD Bunga Mulia Bedali Kediri. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Nurhidayati, M.Pd. (II) Dr. Lilik Nur Kholidah, M.Pd.I. Kata Kunci : Pembelajaran Kosakata, Kartu Kata, PAUD Pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat pendidikan anak usia dini di beberapa lembaga belum mendapatkan perhatian secara khusus. Sebagaimana hasil observasi yang telah peneliti lakukan, terdapat 2 PAUD, 4 Roudlotul Athfal (RA), 2 Taman Kanak-kanak (TK) dan 1 Tapas (Taman Pendidikan Anak Sholeh) di desa bedali. Beberapa lembaga tersebut (kecuali TK) telah mengajarkan bahasa Arab, namun belum secara rutin. Hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang harus dihadapi anak didik saat memasuki pendidikan formal (SDI/MI yang dituntut untuk dapat menguasai kosakata bahasa Arab dengan baik. Hal tersebut merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di PAUD Bunga Mulia. Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti menyatakan bahwa guru pengajar di kelompok ini dituntut untuk dapat menyampaikan pembelajaran kosakata bahasa Arab untuk anak didiknya secara intensif. Namun kurangnya media serta tenaga pengajar yang profesional merupakan faktor mendasar yang menjadikan bahasa Arab belum diajarkan secara rutin di PAUD ini. Sehingga perlu adanya tindakan yang nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab dengan media kartu dan mendeskripsikan peningkatan pemerolehan kosakata bahasa Arab anak kelompok B PAUD Bunga Mulia Bedali Kediri melalui media kartu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklusnya dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Langkah –langkah penelitian dilaksanakan melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian didapat dengan wawancara, observasi, dan pemberian tes. Analisis dilakukan dengan data kualitatif yang didapat dari aktifitas saat proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil tes yang telah didapat dari setiap anak serta untuk melihat peningkatan kemampuan kosakata yang telah dicapai. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam pretes dengan tanya jawab menunjukkan kosakata yang telah dikuasai oleh anak kelompok B PAUD Bunga Mulia hanya meliputi kosakata angka. Setelah diadakan postes pada siklus I menghasilkan 61,5% dari jumlah keseluruhan anak telah dapat mencapai kriteria ketuntasan belajar. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,8%. Penerapan media dan permainan dengan kartu dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab terlaksana dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan antusias anak untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran secara intensif serta dapat meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Arab anak didik kelompok B di PAUD Bunga Mulia Bedali Kediri.

Perbandingan hasil belajar dengan pendekatan kontekstual (CTL) dan pembelajaran konvensional dalam materi kas kecil siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang / Siti Halimatus Sakdiyah

 

ABSTRAK Halimatus, Siti. 2009. Perbandingan Hasil Belajar Dengan Pendekataan Kontekstual (CTL) dan pembelajaran Konvensional dalam Materi Kas Kecil Siswa Kelas XII SMK PGRI 6 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Nergeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak; (2) Dra. Suparti, MP Kata Kunci: Pembelajaran kontekstual (CTL), Hasil Belajar Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan ynag dimiklikinya dengan penerapannya. Dengan konsep tersebut hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa Belajar dengan menggunakan pembelajaran ini dapat memacu dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam menerima mata pelajaran karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan proses belajar mengajar Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran kas kecil antara hasil belajar yang menggunakan pembelajaran kontekstual dengan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa SMK PGRI 6 Malang Subjek penelitian ini menggunakan siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang, yaitu kelas XII APK 1 dan XII APK 2. Dimana kelas APK 1 sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional dan APK 2 sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran kontekstual Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbandingan hasil belajar dengan pendekataan kontekstual (CTL) dan pembelajaran konvensional dalam materi kas kecil siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang, yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran kontekstual lebih tinggi dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional, yaitu thitung > t tabel ( 3,759 > 1,668) . Dengan demikian, pembelajaran kontekstual ini dapat digunakan atau diterapkan pada materi kas kecil atau yang lainnya di SMK PGRI 6 Malang sebagai alternatif pembelajaran yang biasanya digunakan Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbandingan antara hasil belajar belajar siswa yang menggunakan pembelajaran kontekstual dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional

Studi pembuatan blus dengan menggunakan pola dasar sistem praktis pada tugas akhir (project work) di SMK Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2008/2009 / Aminah

 

Kata Kunci: pembuatan blus, pola sistem praktis Teknik pembuatan pola dasar blus menggunakan beberapa sistem yaitu: Sistem Danckaerts, Sistem Charmant, Sistem Meyneke, Sistem Cuppens, Sistem Dress Making, Sistem So’en, dan Sistem Praktis. SMK Negeri 1 Bangil menggunakan Pola Dasar Sistem Praktis. Pola sistem praktis merupakan pola dasar yang sudah disederhanakan sistem pembuatannya dari pola yang sudah ada dan pola dasar sistem praktis belum diteliti. Pola ini diharapkan dapat menghasilkan ketepatan letak bagian-bagian blus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penggunaan pola dasar sistem praktis untuk ketepatan letak bagian blus pada tugas akhir kelas XII di SMK Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2008/2009. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada seluruh populasi yaitu siswa kelas XII Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Bangil sebanyak 24 siswa. Instrumen penelitian menggunakan lembar obsevasi. Uji validitas instrumen diketahui distribusi valid. Pola dasar sistem praktis dikualifikasikan “kurang baik", pada bagian kerung leher, garis bahu dan kerung lengan, sehingga perlu perbaikan; Letak kerung leher longgar maka sebaiknya menggunakan rumus 1/8 x 1/2 lingkar badan + 2 cm bagian muka dan 1/8 x ½ lingkar badan + 1 cm bagian belakang dihasilkan kerung leher longgar, jika dibandingkan dengan pola sistem meyneke dengan rumus 1/6 lingkar leher + 2 ½ bagian muka dan 1/6 lingkar leher naik 1 cm bagian belakang hasilnya lebih pas.maka pada bagian kerung leher pola dasar sistem praktis dinaikkan 1 cm atau menggunakan rumus 1/6 lingkar leher + 2 cm dan 1/6 lingkar leher + 1 cm bagian belakang. Ketepatan letak garis bahu menunjukkan klasifikasi tertarik dan tidak lurus sebaiknya pada pola bagian belakang dinaikkan 1 cm atau menggunakan rumus pada garis bahu muka turun 3 cm dan garis bahu belakang turun 2 cm, sehingga letak posisi bahu lebih tinggi bagian belakang dari pada bagian muka. Letak kerung lengan yang sempit dan tertarik pada pola sistem praktis, maka pada bagian panjang sisi diturunkan 3-4 cm atau menggunakan rumus panjang muka dibagi 2 sehingga ketemu letak lingkar badan. Dari penelitian tersebut maka siswa diharapkan agar lebih memahami dan terampil dalam pembuatan pola dasar sistem praktis, dan untuk guru pengajar diharapkan dalam memberikan materi pembuatan pola dasar sistem praktis dapat menyempurnakan atau memodifikasi pola dasar tersebut mempunyai tingkat ketepatan pada bagian-bagian blus.

Peningkatan hasil belajar PKn melalui metode bermain peran (role playing) siswa kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar / M. Ubaidillah Al Ayyubi

 

ABSTRAK Al Ayyubi, M. Ubaidillah. 2016. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran (Role Playing) Siswa Kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar. Skripsi, Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Widayati, M.H., (II) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si. Kata kunci: PKn, hasil belajar, bermain peran (role playing) Observasi yang dilakukan peneliti pada kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar ditemukan (1) rendahnya keaktifan siswa dalam menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan, (2) siswa kesulitan mengerjakan LKS, (3) proses pembelajaran yang didominasi guru dengan menggunakan metode ceramah, dan (4) nilai siswa yang masih rendah, dari 25 siswa hanya 9 siswa (36%) yang mencapai KKM. Penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode bermain peran (role playing) pembelajaran PKn kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar, dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar dengan menerapkan metode bermain peran (role playing). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan guru dan siswa. Pada siklus I keaktifan guru 86,6%, pada siklus II 100%. Keaktifan siswa pada siklus I rata-rata 60,38, pada siklus II menjadi 83,58. Hasil belajar juga meningkat, pada aspek kognitif siklus I 72,6, siklus II 84,8. Aspek afektif siklus I 67,33, siklus II 82. Aspek psikomotorik siklus I 74,6, siklus II 94. Disimpulkan bahwa penerapan metode bermain peran (role playing) dapat meningkatkan keaktifan guru, keaktifan siswa, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn kelas IV SDN Tuliskriyo 02 Blitar. Bagi guru PKn yang ingin meningkatkan hasil belajar, hendaknya menggunakan metode bermain peran (role playing).

Pengaruh penambahan zeolit terhadap kadar persenyawaan fenol dalam asap air dan aplikasinya pada pengawetan ikan / oleh Nurhasanah

 

Pengasapatenl ahl amad ikenalu ntukm engawetkadna nm embelkanc ita rasa khasp adab ahanu rakanante rutamad agingd ani kin. prosesp engasapasne cara tradisionadle nganm enggunakaans app embakarasne carara ngsunmg empunyal beberapkae lernahand,i antaranykau alitasa sapy angk urangk insisfent,e idepositnya terp adab ahanm akanans, ehinggad apatm embahayakaknJ sehatanD. engana danya kelemahatne rsebutp, erlua danyau sahau ntukm engatasinydaa, lamh al ini dengan menggunakaans apc air yaitu campuranla rutand an dispersik ayud alama ir yang dibuatd enganm engkondensasikaasna ph asilp embakaiakna yutersebuDt.a iama sap carrm engandunsge nyaway angb ersifatk arsinogeniky aitub inzo(a)pyreney, angd ari penelitians ebelumnyad iketahubi ahwak adamyi berkurangd engan'penggrnuan zeolit Disampings enyawad i atast erkandungp urap "rr"r,y-u**i fenoti an turunannyyaa ngb ersifabt akteriostatikS.u atuh al yangm enjadpi ertanyaaand alah apakahp enarnbahazne olit aktif dalama sapc air tiiakire.ni*ngu^t i iuau. persenyawafaenn old i dalamnyak,a renad ilihatd arif ungsinyam empunyapie ranan yangs angapt enting.B erdasarkafna ktad i atas,p enulisi nginmengungkapkakna dar persenyawaafenn old alama sapc airs etelahm elewati.eoiitu ktiflun-urup.u,,t unpu melewatzi eolit,s ertaa plikasinypaa dap engawetainka n,y angd alamh al ini berdasarkaunti kadarp roteinnya. rangb erasadl ari daerahS umbermanling rkant ongkoly angd igunakanb erasadl ari patkand ari pembakaratne mpurung kuand ilewatkanp adaz €olit aktif dan tanpaz eolit.P erlakuatne rakhirasadpi kondensasikasenh inggbae rubahw ujud 1111adi_asacRai r. Asapc air yangd idapatkand iuji dengan,i inggunatan alatc c-MS SHIMADZU QP 5000 dengan kolom DBI panjang 30 meter, d"-tlkto. yung digunakaFnI D dengans uhu3 0oc,s uhui njekror2 g0.c dans uhuk olom4 0 - 290"c dengante kananl 5 Kpa, untukm engetahuki adard ari persenyawaafne nol dalama sap cairt ersebutU ;i proteinm enggunakamne todefj eldatrt denganp rinsip mendestrukssia mpels ampabi eningd and ilakukand estilasri ilu-u auaiam aan dilanjutkand enganm elakukatnit rasit erhadaps ampel. HasiI peneilt ia n menu nju kkan,b ahwak adarp ersenyawaafenn ol( g uaiakol dalama sapc airt anpar nelewati ) zeolits ebesa2r. 22%d ankadapr ersenyaiaafne nol (guaiakol)d alama sapc air yangm elewatiz eolit aktif sebe sar4 .'56yo(.a dar protern padap erendamadne ngana sapc airt anpaz eolitp adah arik e-0,h arik e-2d anh ari r ke-O, tran ke_2, dan \rari ke_5 ada\al,. lZ 3B%,\$ 2a% San ' penelitianin i adarahbahwaas apc ai(y angmerewaztei olita ktif r --__ ./ ---E' awvrrt 4l\l l\ ke-5b erturut-turut6.25o/o,2.2d4a%nr, .32yodanu ntukp erendamadna

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada mata pelajaran IPS ekonomi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Trowulan Kabupaten Mojokerto / Rosalina Binarni

 

ABSTRAK Binarni, Rosalina. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ( Student Teams Achievement Division ) Pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-F SMP Negeri 1 Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sapir, S.Sos., M.Si., (2) Dr. Sugeng Hadi Utomo., M.Ec. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD), Hasil Belajar Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa dalam pembelajaran IPS Ekonomi melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Trowulan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara guru IPS Ekonomi kelas VIII-F SMP Negeri 1 Trowulan dengan peneliti. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 September 2015 dengan guru IPS Ekonomi SMP Negeri 1 Trowulan di Kabupaten Mojokerto diketahui bahwa sebagian siswa di kelas VIII-F nilai hasil belajar IPS Ekonomi masih dibawah nilai standart ketuntasan minimum yaitu dibawah 70. Sebagian proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih cenderung pasif, sedangkan kurikulum KTSP menuntut agar siswa lebih aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator saja. Sebagian siswa masih kesulitan dalam menguasai materi karena siswa hanya menggunakan LKS sebagai sumber belajar, menyebabkan ranah berpikir mereka konvensional dan kurang aktif. Mereka malas untuk mencari sumber belajar lain sehingga kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang mengandung unsur analisis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang variatif yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-F.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Trowulan yang berjumlah 31 siswa. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari soal tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pada siklus I terdapat 22 siswa yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan 9 siswa yang belum tuntas. Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 29 siswa dan yang tidak tuntas menjadi 2 siswa. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga mengalami peningkatan dari 89,7% menjadi 100%. Dan presentase ketercapaian hasil belajar afektif siswa pada saat pembelajaran STAD juga mengalami peningkatan. Pada siklus I presentase ketercapaian hasil belajar afektif siswa sebesar 78,92% dan pada siklus II presentase ketercapaian hasil belajar afektif siswa sebesar 89,03%.  

Gaya arsitektur dan ornamentasi Keraton Sumenep: tinjauan akulturasi budaya oleh Dyah Tri Yuniarsih

 

Analisis kemampuan menyelesaikan soal-soal stoikiometri larutan asam basa siswa kelas II SMUN I Pamekasan / oleh Walijah Taufiq

 

Salahs atut ujuanp engajaranki mia di SMU adalahp enguasaakno nsepk imia, namuns eringd ijumpaik esulitany angd ialamio leh siswa.G unam engetahusi ejauh manap €ngrxrsaasni swat erhadaps uatuk onsepd apatt ercermind ari caraa taut eknik yangd ilakukans iswad alamm emecahkapne rsoalank imia, terutamap ersoalany ang bersifamt atematis(s toikiometri).T eknik pemecahapne rsoalano lehU tomo( dalam Ernawatid) ibagim enjadi4 tahapp enyelesaiasno al,y aitu tahapa nalisist,a hap perencanaatna,h app enyelesaiand,a nt ahapp enilaian. Penelitianin i merupakanp enelitiann on eksperimentaPl. opulaspi enelitianin i siswak elasI I SMLINI Pamekasatna huna jaran1 999/2000ya ngt erdiri dari 7 kelas. Sampepl enelitiand iambil sebanyak3 kelasy angb e{umlah 126s iswa.l nstrumen yangd igunakana dalaht ese ssayte ntangk onsepa samb asak uat,a samb asal emah danp engenceraans amb asa.D ari hasilp enelitiand iperoleh( l) Persentaskee mampuanm enyelesaikasno al-soasl toikiometril arutana samb asab erdasarkatna hap-khap pnyelesaians oaly aitu tahapa nalisis8 8,58 %, tahapp erencanaa4n7 , 83Vot,a hap penyelesaia3n5 ,00o/od,a nt ahapp enilaian2 6,970/o(2. ) Persentaskee mampuansi swa menyelesaikasno al-soasl toikiometril arutana samb asa5 1,67%s, edangkapna dat iap subp okokb ahasany aitu asamb asak uat 53,00%a, samb asal emah5 3,00%,d an pengenceraans amb asa4 9,00%. Berdasarkahna silp enelitiand iperolehk esimpulabna hwak etidakmampuan yangte ryadpi adas iswad isebabkanka renas iswak urangm emahamki onsep sebelumnyyaa itu konsepm ol danr eaksik esetimbanganH.a l ini terlihatd ari pekerjaasni swap adat ahapp erencanaanya, ngm engakibatkapna dat ahapb erikutnya siswam engalamki esalahan.

Pengembangan media pembelajaran kecerdasan buatan berbasis Moodle pada Program STudi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang / Abdul Aziz Muslim

 

Muslim, Abdul Azis. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Kecerdasan Buatan Berbasis Moodle Pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) M. Jauharul Fuady, S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Media, Kecerdasan Buatan.          Program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika merupakan salah satu program studi di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Terdapat beberapa matakuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa program studi tersebut. Salah satunya adalah matakuliah kecerdasan buatan. Berdasarkan observasi ditemukan masalah yaitu kesulitan dalam pemahaman materi pada matakuliah kecerdasan buatan sehinggan dirasa mahasiswa memerlukan media penunjang lain berupa e-learning menggunakan CMS (Content Management System) Moodle.     Pengembangan media pembelajaran berbasis Moodle ini merupakan solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri malang. Selain itu dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar bagi mahasiswa Teknik Elektro, khususnya prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika pada matakuliah kecerdasan buatan.     Kecerdasan Buatan adalah aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal - yang dalam pandangan manusia adalah – cerdas. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Kinight [1991]).     Dalam pengembangan produk media pembelajaran ini, metode penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan Sugiyono. Model tersebut mempunyai langkah-langkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi desain, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal.     Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi maka diperoleh persentase dari validator yaitu sebesar 88,16% untuk ahli media, 97,83% untuk ahli materi. Rata – rata yang diperoleh dari validator sebesar 93,00%. Berdasarkan uji coba yang dilakukan pada mahasiswa, maka diperoleh presentase sebesar 82,81% untuk uji coba kelompok kecil, dan 78,66% untuk uji coba kelompok besar. Sedangkan rata – rata yang diperoleh dari hasil uji coba, yaitu sebesar 80,74%. Nilai – nilai yang diperoleh tercantum dalam grafik validator dan grafik uji coba di bab 4. Berdasarkan tabel kriteria validitas yang diadaptasi dari Arikunto (1996), maka dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis moodle valid dan layak untuk digunakan.

Analisis kemampuan guru mata pelajaran ekonomi dalam pengelolaan kelas X SMAN 8 Malang / Puji Irawati

 

ABSTRAK Irawati, Puji. 2016. Analisis Kemampuan Guru Mata pelajaran Ekonomi dalam Pengelolaan Kelas X SMAN 8 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sri Umi Mintarti W. S.E., M.P., Ak., (2) Drs. Prih Hardinto., M.Si. Kata kunci: Kemampuan pengelolaan kelas, Pengelolaan kelas X SMAN 8 Malang. Kemampuan guru dalam mengelola kelas sangat penting, dimana guru akan menciptakan dan memelihara kondisi belajar menjadi optimal dan mengembalikan kegiatan belajar agar kembali optimal apabila terjadi gangguan-gangguan selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam pengelolaan kelas yang meliputi kemampuan memberikan sikap tanggap, membagi perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur, memberi penguatan, modifikasi tingkah laku, mengelola kelompok, menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah, dan menghindari beberapa kekeliruan dalam kelas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologi, karena dalam pelaksanaannya pengamatan bertujuan untuk mengamati peristiwa atau fenomena yang terjadi dilapangan mengenai fakta tentang kemampuan guru mata pelajaran ekonomi dalam pengelolaan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah salah satu guru mata pelajaran ekonomi di kelas X SMAN 8 Malang yang bersertifikasi dan siswa kelas X. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode pengumpulan data menggunakan teknik obserasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Menarik Kesimpulan Dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru mata pelajaran ekonomi dalam pengelolaan kelas X SMAN 8 Malang sudah efektif. Pada indikator sikap tanggap, membagi perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur siswa, memberi penguatan, modifikasi tingkah laku, mengelola kelompok, menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah, dan menghindari beberapa kekeliruan dalam kelas sudah efektif.

Meningkatkan keterampilan menulis narasi melalui model pakem bagi siswa kelas V SDN Rejoso 03 Kabupaten Blitar / Tutin Setyo Rini

 

Kata Kunci: meningkatkan keterampilan, menulis narasi, PAKEM. Proses pembelajaran di SDN Rejoso 03 masih bersifat tradisional, yaitu dengan menggunakan ceramah dan penugasan. Pada pembelajaran menulis karangan, guru hanya memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengarang tanpa mengarahkan langkah-langkah dalam menulis karangan. Hampir 75% dari jumlah siswa dalam satu kelas, hasil karangan siswanya belum dapat dikatakan baik. Karena masih mengalami pengulangan kata yang disebabkan karena siswa belum menguasai langkah-langkah menulis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan menulis narasi dan mendeskripsikan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran model PAKEM dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi pada siswa V SDN Rejoso 03 Kabupaten Blitar Berdasarkan hasil observasi, dalam pembelajaran menulis, siswa belum mencapai ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah. Kriteria Ketuntasan Minimal dari sekolah adalah 75%, namun secara klasikal. Pada pelaksanaan siklus I, siswa hanya mampu mencapai 46,1%. Dari 13 siswa, 6 siswa yang mampu mencapai 75% penguasaan materi. Pada siklus II, hamper seluruh siswa telah mencapai KKM yang ditentukan, keberhasilan penelitian ini adalah siswa telah 92,3% mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi para guru untuk menggunakan model PAKEM pada pembelajaran menulis narasi. Hal ini dimaksudkan untuk memacu semangat guru untuk lebih memahami karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswa dan guru akan lebih terpacu lagi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dialami siswa. Selain itu, hubungan antara guru dengan siswapun juga akan semakin erat.sehingga pembelajaran menulis narasi akan mampu mencapai KKM yang telah ditentukan.

Manajemen program adiwiyata sekolah (studi multikasus pada SMA Glonal Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala, SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar, dan SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin) / Agus Rifani Syaifuddin

 

ABSTRAK Syaifuddin, A. R. 2015. Manajemen Program Adiwiyata Sekolah (Studi Multikasus pada SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala, SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar dan SDN Pengambangan 5 Banjarmasin). Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. Dr. Wahjoedi, ME., dan (III) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd Kata kunci: manajemen, program adiwiyata, sekolah Program adiwiyata sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah untuk turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia telah menuangkan Program Adiwiyata melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2013. Program adiwiyata perlu manajemen sebagai suatu fungsi meliputi usaha merencanakan, mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi agar tercapai tujuan secara efesien dan efektif. Berdasarkan studi pendahuluan bahwa manajemen program adiwiyata sekolah baik di SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala, SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar, dan SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin telah memberikan prestasi yang membanggakan bagi Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Manajemen Program Adiwiyata Sekolah yang meliputi: (1) Perencanaan program adiwiyata sekolah, (2) Pengorganisasian program adiwiyata sekolah, (3) Pelaksanaan program adiwiyata sekolah, dan (4) Pengendalian program adiwiyata sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif, dilakukan pada tiga kasus, yaitu SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala, SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar, dan SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin. Berdasarkan latar perbedaan jenjang sekolah dan kekhasan penyelenggaraan program adiwiyata digunakan rancangan penelitian multikasus, dengan metode komparatif konstan dan induksi analisis termodifikasi dalam analisis data. Orientasi teoretik yang digunakan adalah pendekatan fenomenalogis, sedangkan sampel ditetapkan secara proporsif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara, (2) observasi partisipan dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir, ditafsirkan dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus (within case analysis) maupun analisis lintas kasus (cross case analysis), guna penyusunan konsep dan abstraksi temuan lapangan. Kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, pengecekan anggota, diskusi teman sejawat dan pengecekan mengenai kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dicapai dari pengeditan oleh para pembimbing. Temuan penelitian ini adalah: (1) Perencanaan program adiwiyata sekolah mengacu pada visi, misi, dan tujuan sekolah, program adiwiyata dibuat dalam periode jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (2-3 tahun) dan jangka panjang (4-5 tahun), terdapat pada visi lembaga pendidikan bernuasa keagamaan dan mewujudkan kepedulian kebersihan dan budaya lingkungan, terdapat pada misi manajemen partsisipatif, konsep green school, tumbuhkembang semangat dan kecintaan kebersihan lingkungan dan membina siswa melestarikan lingkungan hidup, menerapkan hidup bersih, dan sehat. (2) Pengorganisasian program adiwiyata sekolah dibentuk dalam susunan personalia/ketenagaan pelaksana dan pembagian tanggungjawab tugas, terdapat persamaan dalam pembagian tugas-tugas menuju wawasan lingkungan hidup, melibatkan guru, wali kelas dan siswa mengerjakan tugas kebersihan, penanaman pohon dan pemeliharaan, dibentuk dalam jumlah dan komposisi orang-orang melalui peran tugas mengkoordinir guru, siswa dan para pekerja. (3) Pelaksanaan program adiwiyata sekolah pada pembuatan kebijakan dan norma dasar sekolah, pelaksanaan fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam, pola pengembangan pendidikan dan aktivitas pelaksanaan kegiatan adiwiyata di sekolah, pola pelaksanaan tugas dan pelaksanaan peran, pembuatan peraturan pelaksanaan berwawasan lingkungan yang disepakati bersama, pelaksanaan program dan pelaksanaan membina lingkungan berbasis partisipatif. (4) Pengendalian program adiwiyata sekolah terdapat pada waktu pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pengawasan menunjang kegiatan program adiwiyata, pelimpahan wewenang dan pengawasan menunjang program pelaksanaan sekolah berwawasan lingkungan, supervisi pembelajaran dan penerapan kurikulum berwawasan lingkungan menunjang pengendalian program adiwiyata. Saran-saran: (1) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disarankan membuat petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan adiwiyata kepada kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, pengawas sekolah serta kepala sekolah,, melakukan MOU antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mengembangkan dan membina sekolah–sekolah adiwiyata. (2) Pemerintah Daerah disarankan membentuk Peraturan Daerah (Perda), sehingga memiliki dasar yang hukum yang kuat dalam menganggarkan pendanaan untuk pengembangan sekolah adiwiyata secara intensif dan berkelanjutan. (3) Kepada Dinas Pendidikan disarankan membuat MOU dan kerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah untuk pengembangan pembinaan dan penganggaran sekolah adiwiyata secara terintegrasi, memberikan bantuan teknis dan non teknis kepada kepala sekolah- kepala sekolah. (4) Kepada Kepala Sekolah SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) Kabupaten Barito Kuala, SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar dan SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin, disarankan untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, kelompok pecinta Lingkungan, Komite Sekolah dan masyarakat peduli lingkungan lainnya, khusus Kepada kepala SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) Kabupaten Barito Kuala hendaknya memperjelas perencanaan pada visi sekolah program adiwiyata, mengembangkan manajemen partsisipatif. Kepada SMPN 4 Martapura Kabupaten Banjar dan SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin hendaknya mengembangkan landscape dalam program adiwiyata di sekolah. (5) Kepada guru-guru disarankan mengintegrasikan konsep program adiwiyata dalam pembelajaran, berperan sebagai model dalam mengimplementasikan program adiwiyata di sekolah, selalu menumbuh kembangkan semangat dan kecintaan kebersihan lingkungan dan membina siswa dalam melestarikan lingkungan hidup di sekolah, siswa menjadi pelopor dalam pengembangan lingkungan hidup di tempat tinggal masing–masing.

Penerapan strategi Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan peluang kejadian di MTs Sultan Agung Prigen kelas IX / Syehuddin Noer

 

Kata kunci: Strategi Think Talk Write (TTW), Aktivitas Belajar, Hasil Belajar,Peluang Kejadian Di MTs SULTAN AGUNG Prigen diperoleh informasi bahwa prosentase aktivitas belajar siswa sebelum pembelajaran dengan strategi TTW sebesar 37,5%. Sehingga masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajarimateri mata pelajaran matematika pada tahun ajaran 2008/2009, termasuk pokok bahasan peluang kejadian pada kelas IX. Salah satu strategi pembelajaran yang secara teoritis dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dialami siswa MTs SULTAN AGUNG Prigen untuk materi peluang kejadian adalah strategi Think Talk Write (TTW). DalamThink Talk Write (TTW), pembelajarandipusatkan pada siswa dengan melalui pemberian masalah di awal pembelajaran yang nantinya mampu membawa siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan mempunyai keterampilan memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep dasar dari materi yang diajarkan tersebut. Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi Think Talk Write (TTW) untuk melihat aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IXdi MTs SULTAN AGUNG Prigen pada materi Peluang Kejadian. Proses pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pemberian masalah untuk dipikirkan oleh siswa, selanjutnya guru mengorganisasi siswa untuk belajar dalam suatu diskusi kelompok kemudian diakhiri dengan siswa menuliskan kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa hasilobservasi aktivitas siswa masuk dalam kategori “Baik” pada siklus 1 dengan rata-rata skor 63,54dan “Sangat Baik” pada siklus2dengan rata-rata skor82,81sudah berada di atas nilai 75 atau 75% dari skor taraf keberhasilan tindakan, serta dari hasil angket respon siswa dan hasil wawancara terhadap siswa yang menunjukkan bahwa secara umum siswa senang terhadap pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW). Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) dalam penelitian ini meningkat. Sedangkan persentase banyak siswa yang tuntas belajar pada siklus 1dan siklus 2 adalah 92,31% dengan rata-rata nilai 87,69 pada siklus1 dan 81,15 pada siklus 2. Pelaksanaan pembelajaran dikatakan mendukung atau berhasil apabila sekurang-kurangnya 75%siswa mendapat nilai minimal 64dan rata-rata nilai tes berada di atas rata-rata nilai tes sebelum penelitian yaitu 67 sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) dalam penelitian ini meningkat dan berhasil.

Pengaruh penggunaan media peraga kartu dalam pembelajaran fisika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas III di SLTP Negeri 3 Pare Kediri / oleh Dul Basri

 

Berbagai macam metode pembelajaran fisika sudah pernah dilaksanakan, bahkan didukung penyediaan media sumber bahan ajaran yang lebih lengkap,agar peserta didik mudah menerima, memahami serta memotivasi belajar.

Efektivitas penggunaan model Problem Based Learning (PBL) - Team Game Tournamen (TGT) terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang / Rizki Anas Hapsari

 

Kata Kunci: prestasi belajar, problem based learning, team game tournament Sistem pendidikan Indonesia telah mengalami perubahan. Saat ini pemerintah hanya memberikan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, sehingga setiap sekolah memiliki kesempatan besar untuk mengembangkannya. Hal itu dilakukan agar potensi yang ada dalam diri siswa dapat tersalurkan dengan baik. Dalam mengimbangi perkembangan itu, guru harus mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik, yaitu dengan memanfaatkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah PBL dan TGT. Kedua model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran yang mampu mewadahi siswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Apabila keduanya dipadukan, maka diharapkan manfaat positif dari setiap model pembelajaran tersebut dapat diperoleh dalam waktu bersamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model PBL-TGT terhadap pencapaian prestasi belajar fisika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 5 Malang. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas, Satu kelas sebagai kelas eksperimen, dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel dilakukan dengan random, agar setiap kelas memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, LKS, dan soal tes kemampuan kognitif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah data kemampuan awal siswa, dan data prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t dengan sampel independen. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan pencapaian prestasi belajar fisika antara siswa yang belajar dengan model PBL-TGT dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Selanjutnya dari harga rerata posttest diketahui bahwa = 87.77 > 77.64 ( ). Dengan demikian disimpulkan bahwa prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model PBLTGT lebih tinggi dibandingkan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jadi, penggunaan model PBL-TGT dalam pembelajaran fisika lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional.

Identifikasi faktor pendorong dan penarik mahasiswa asal Sumbawa mengikuti pendidikan tinggi di kota Malang (kajian mobilitas geografis) / oleh Bakti Adisyah

 

Salahs afua lasans eseoranmg erakukanm igrasia dalahk arenas eseoranign gin melanjutkpaenn didikank e .yenjangy ang lebih tinggi, tetapi tidak bersedii t"iup lFguJa i daerahnyaD.a lamb eberapatu risanm aupunh asilp enelitiany angt elaha da, diketahbuar_h wab erbagaif aktor dapatm empengaruhsi esiorangu niuk melakukan migrasSi.e caruam umf aktort ersebudt apatd ikelompokkanm enlaoid uab agiany aitu fahopr endorondga nf akor penarik.P enelitianin i birtujuan untukr nengetalufi iktor pendoroynagn g ada di daeraha sar dan faktor penarik yang ada di iaerah tu.luan mahasisawsaa lS umbawam engikutip endidikanti nggi di KotiMalang. Populasdi alam penelitian ini adarahp ara mahasiswaa sal iurnbawa yang mengikuptie ndidikant inggi yang tersebard i berbagaip erguruant inggi di koti MalangB.e sarnyas ampely ang diambil ditetapkans euanyalto mahasil-wad engan llitian yangd ipakaia dalahte knika nalisis indikatord enganc araa nalisisp ersentase. telah dipersentasdei hitungd enganr umus

Pengaruh jintan hitam (Nigella sativa) terhadap motilitas dan konsentrasi spermatozoa mencit (Mus muscullus) galur Balb-C setelah diberi minyak jelantah / Ayu Sulistiyowati

 

ABSTRAK Sulistiyowati, Ayu. 2014. Pengaruh Jintan Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Motilitas Dan Konsentrasi Spermatozoa Mencit (Mus Musculus) Galur Balb-C Setelah Diberi Minyak Jelantah. Skripsi, Program Studi Biologi, Program Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Umie Lestari, M.Si dan (II) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si. Kata Kunci: jintan hitam, spermatozoa, minyak jelantah Minyak jelantah dapat membentuk radikal bebas dan senyawa toksik yang bersifat racun sehingga kemungkinan dapat mengganggu sistem reproduksi terutama spermatogenesis. Thymoquinone yang terkandung dalam minyak Nigella sativa memiliki aktivitas antioksidan, yang dapat membantu memperbaiki abnormalitas spermatozoa akibat radikal bebas sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas spematozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jintan hitam (Nigella sativa) terhadap motilitas dan konsentrasi spermatozoa mencit dan dosis awal jintan hitam (Nigella sativa) yang mempengaruhi peningkatan motilitas dan konsentrasi spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C setelah diberi minyak jelantah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan model rancangan acak kelompok (RAK). Sampel yang digunakan adalah 25 ekor mencit dengan rentangan umur 2-3 bulan, berat badan 25-30 gram. 25 ekor mencit dibagi dalam 5 kelompok, semua mencit dalam kelompok tersebut diberi minyak jelantah dengan dosis 0,09ml/30gbb selama 18 hari dan 18 hari berikutnya pada kelompok P1, P2, P3 dan P4 diberi minyak jintan hitam dengan dosis masing-masing 0,1ml/30gbb; 0,2ml/30gbb; 0,3ml/30gbb dan 0,4ml/30gbb, sedangkan kelompok P0 sebagai kelompok kontrol yang diberi pelarut minyak goreng. Uji parametrik Oneway ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada motilitas dan konsentrasi spermatozoa antar kelompok (p<0,05). Uji lanjut dilakukan dengan Uji Duncan yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada motilitas dan konsentrasi spermatozoa antar kelompok. Jintan hitam (Nigella sativa) dapat meningkatkan motilitas dan konsentrasi spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C kembali setelah diberi minyak jelantah. Dosis 0,1ml/30gbb merupakan dosis awal yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motilitas dan konsentrasi spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C setelah diberi minyak jelantah.

Pengaruh minat masuk dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang angkatan 2011 / Yusia Romanitayana

 

Kata Kunci : minat masuk, motivasi, prestasi belajar Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik di Universitas Negeri Malang merupakan program studi yang mampu mencetak sarjana-sarjana pendidik yang berkompeten di bidangnya. Setiap mahasiswa mempunyai cita- cita tertentu. Untuk mencapai cita-cita tersebut mahasiswa sebaiknya mempunyai minat masuk dan motivasi agar tercapai tujuan yang diinginkan. Peneliti melakukan penelitian ini dengan berbagai pertimbangan yaitu mahasiswa yang masuk di dalam Program Pendidikan Seni Tari dan Musik lulusannya menjadi seorang pendidik atau sebagai guru seni budaya, setiap tahun mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik meningkat minimal 40%, pentingnya mengetahui minat masuk dan meningkatnya motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik. Jika minat dan motivasi belajar mahasiswa pada Seni Tari dan Musik tinggi, maka diharapkan prestasinya dapat meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan minat masuk terhadap prestasi belajar mahasiswa, untuk mendeskripsikan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa, untuk mendeskripsikan minat masuk dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang angkatan 2011. Populasinya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik angkatan 2011, selanjutnya pengambilan sampel dilakukan secara acak dan jumlah keseluruhan sampel adalah 58 mahasiswa. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi ganda dengan bantuan komputer SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian skripsi ini adalah semakin tinggi tingkat minat masuk program studi, maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya, semakin tinggi motivasi, maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya, dari hasil data minat masuk dan motivasi dapat mempengaruhi prestasi belajar, dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi secara bersama-sama dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa karena mahasiswa yang memiliki minat masuk dan motivasi yang baik umumnya akan memiliki tingkat prestasi yang baik pula. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, pada Mahasiswa sebaiknya menyadari minat masuk Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik dan senantiasa meningkatkan motivasi belajar seni tari dan musik sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, bagi Dosen atau Staf Pengajar, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan alternatif untuk memacu minat masuk dan motivasi mahasiswa sehingga diharapkan dapat ii meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, bagi Peneliti Lain, peneliti lainnya terutama mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik yang tertarik pada penelitian yang sejenis, disarankan mengembangkan teori mengenai minat masuk dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa, serta menggunakan sampel yang lebih luas sehingga hasil penelitian semakin detail, bagi Universitas Negeri Malang, melalui penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan terhadap instansi terkait agar dapat lebih mengembangkan pembelajaran yang mampu meningkatkan minat masuk dan motivasi mahasiswa.

Pengembangan media pembelajaran berbasis animasi pada mata kuliah literaturgeschichte Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Muhamad Abdul Hafidz Annu'man

 

Kata Kunci : pengembangan, media animasi, Literaturgeschichte. Mata kuliah Literaturgeschichte merupakan mata kuliah yang memuat pengetahuan tentang sejarah sastra Jerman. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan mahasiswa Sastra Jerman yang telah menempuh mata kuliah Literaturgeschichte, selama proses pembelajaran mereka masih bersifat pasif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang sastra dan jumlah sks mata kuliah Literaturgeschichte hanya dua sks per minggu. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran alternatif berbasis animasi yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran sejarah sastra Jerman. Selain itu, dengan adanya media pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan menjadi lebih termotivasi untuk belajar tentang sastra terutama kesusastraan Jerman dan membuat proses belajar mengajar menjadi lancar dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggabungkan metode antara Sukmadinata dan Sugiyono. Penggunaan metode penelitian ini untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berbasis animasi pada mata kuliah Literaturgeschichte kemudian mengujikan keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang sudah divalidasi sehingga layak untuk digunakan sebagai media representatif dalam pembelajaran Literturgeschichte. Data pada penelitian ini berupa angket dari subjek uji coba yang meliputi validator ahli media, ahli materi dan mahasiswa dari offering A, B, dan AA angkatan 2009. Hasil penelitian adalah telah tersusun media pembelajaran untuk mata kuliah Literaturgeschichte yang memuat materi mulai dari zaman Mittelalter sampai dengan zaman Romantik. Angket disajikan secara deskriptif kualitatif. Berdasrkan ahli media, media yang telah dikembangkan 73, 53% valid, sehingga media tersebut bisa digunakan dalam pembelajaran, namun dengan revisi. Ahli materi berpendapat bahwa materi dalam media 80% valid, sehingga media ini bisa digunakan. Ahli materi memberikan saran sebagai perbaikan untuk kesempurnaan media. Berdasarkan hasil uji coba kepada 42 mahasiswa yang telah mencoba produk ini, media ini 78,25% valid dengan revisi. Berdasarkan hasil rata-rata validasi didapat 77, 26 %, sehingga dapat dikonversikan bahwa media pembelajaran valid dengan sedikit revisi. Berdasarkan hasil kajian terhadap produk media pembelajaran diatas, media tersebut bagus digunakan dalam pembelajaran Literaturgeschichte. Mahasiswa dapat pergi ke Mediothek untuk menggunakan media tersebut. Saran yang diajukan untuk peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan materi dengan tema bahasan untuk satu semester. Selain itu, peneliti menyarankan untuk mengembangkan media animasi pada pembelajaran Literaturgeschichte yang bersifat online agar bisa diakses melalui internet.

Tinjauan organisasi koperasi Ko Ang Dam VII/Brawijaya Malang / oleh Agus Yusuf Idris

 

Grammatical errors made by the seventh graders of international class program at International Laboratory School of UM / Vivi Elsa

 

Key Words: Grammar, Grammatical Errors, Recount Writing. This study is intended to find out and describe the grammatical errors in students’ recount writing. It was conducted at International Laboratory School of UM and took the seventh graders of International Class Program as the subject. This study employed a descriptive qualitative approach. The data of this study are 10 of the students’ recount writing on a memorable moment in their life. The grammatical errors found are classified based on the surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1982); they are errors of omission, errors of addition, errors of misformation, and errors of misordering. The data show that there are 255 errors. The type of error with the highest frequency is misformation errors (43.52%) that consist of misformation of verb, misformation of be, misformation of noun, misformation of adjective, misformation of subject pronoun, misformation of gerund, misformation of infinitife, misformation of object pronoun, misformation of arictle, misformation of preposition, misformation of possessive pronoun, misformation of auxiliary, misformation of passive voice, misformation of refletive pronoun, misformation of conjuction, and misformation of quantifier. The second highest frequency of errors is error of omission (32.94%) including omission of be, omission of plural marker, omission of article, omission of suffix –ed , omission of preposition, omission of verb, omission of subject pronoun, omission of conjuction, omission of noun, omission of s-v agreement, omission of apostrope’s, omission of possessive pronoun, omission of auxiliary, omission of phrase. The third highest frequency is errors of addition (15.66%) that comprise addition of suffix –ed, addition of be, addition of preposition, addition of article, addition of adjective, addition of adverb, and addition of quantifier. The next error with the lowest frequency is errors of misordering (7.83%) which include misordering of noun phrase, misordering of clause, and misordering of verb phrase. Based on the research findings, there are some suggestions given to the English teacher, the students, and the next researchers. The teacher is suggested to give the students more exposures to the English structures that are different from Bahasa Indonesia and to pay more attention to the part of English structures that are difficult for the students. The students are advised to read more sources about English. Moreover, it is important for the students to do more exercises on the structures that are considered difficult and to remember the different structures between English and Bahasa Indonesia. For future researchers, they can conduct study on error analysis by analyzing other text types using other taxonomies.

Peranan transportasi angkutan penumpang umum bagi masyarakat di Kota Blitar / oleh Nur Rohman

 

Peranan transportasi sangat penting untuk aktifitas manusia. Transportast merupakaSn aranap erhubungana ntar manusiad an antar tempat dalam suatuk arvasan kota. Saat ini Kota Blitar belum mempunyai angkutan khusus dalam kota. Untuk memenuhkie butuhanm asyarakakt ota dalarnm engadakanp erjalananm asihd ilayani oleh jasa angkutan mobil penumpang umum (MPU) antar kota yang masuk di wilayahk otaB litar, Karenalangkauanru tenyas angat erbatasm, aka padad aerahdaerahte rtentum asih belum terjangkauo leh angkutanu mum tersebut,s ehinggaa kan menimbulkanp enilaian yang berbedat erhadapk eberadaant ransportasta ngkutan penumpanugm um. Permasalahayna nga dad alam penelitiana dalahb agaimanap eranan transportasain gkutanp enumpangu mum bagi masyarakat.P enelitian ini bertuju an untuk mengetahui peran transportasi angkutan penumpang umum bagi masyarakat yangm eliputi penggunaantr ansportasra ngkutanp enumpangu mum dan penilaian terhadaptr ansportasia ngkutanp enumpangu mur. Penelitianin i bersifats urvey.S ubVekp enelitiani ni adalahm asyarakayt ang tinggadl i wilayahk ota Blitar Sampeld alam penelitiani ni terdiri dari sampeld aerah yangt erdirid ari tiga kelurahany aitu kelurahanP akundenk, elurahanK arangsardi an kelurahaBn endogent;s ampelr espondend alamp enelitiani ni adalahI l0 KK tintuk menentukabne sars ampelm enggunakante knik proporsionarl andoms ampling. Dilihatd aric arap embahasannypae nelitianin i merupakanp enelitiand eskriptif. Hasil dan penelitian ini menunjukkanl2,'7oh masyarakat mempunyai tingkat penggunaatrna nsportasai ngkutanp enumpangu mum tinggi, 77,2%om asyuakat mempunyatii ngkat penggunaant ransportasia ngkutanp enumpangu mum sedangd an 9,1%m asyarakamt empunyait ingkat penggunaantr ansportasai ngkutanp enumpang umumr endah.5 07om asyarakamt empunyaip enilaiant erhadaptr ansportasai ngkutan penumpanugm um baik, 40||-om asyarakamt empunyapi enilaiant erhadaptr ansportast angkutanp enumpangu mum cukup dan3 ,6o/om asyarakamt empunyaip enilatan terhadaptr ansportasia ngkutanp enumpangu mum jelek. Dari hasilt ersebutd apatd iketahuib ahwas ebaglanb esarm asyarakakt ota mempunyait ingkat penggunaante rhadapt ransportasia ngkutanp enumpangu mum yang sedang dan penilaian masyarakat terhadap transportasi angkutan penumpang umumb aik. Hal ini berartip eranant ransportasai ngkutanp enumpangu mum sangat p€nting untuk kelancaran mobilitas masyarakat. Walaupun penyediaan sarana transportasain gkutanp enumpangu mum memadait etapiy ang masihp erlu adanya perhatiana dalahr ute/jalura ngkutanp enumpangu mum yangd inilai masyarakat kurangs esuadi an perlu penambahan.

Pengaruh kualitas layanan koperasi terhadap loyalitas anggota (studi pada anggota Koperasi Unit Desa Argopuro Krucil Probolinggo) / Mohammad Ismail

 

Kata kunci: Kualitas Layanan, Loyalitas Anggota Saat ini, arah perekonomian yang lebih cenderung pada ekonomi global telah memberikan jalan bagi semua perusahaan untuk bersaing dan memasuki pasar di luar batas-batas negara. Kehadiran koperasi adalah sebagai sarana reformasi sosial dengan misi untuk mentransformasikan dari masyarakat yang penuh dengan kesenjangan dan penuh ketidakadilan ke masyarakat yang penuh dengan keharmonisan dan keadilan. Kualitas layanan yang meliputi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik yang baik dari koperasi dapat menciptakan rasa nyaman dan loyalitas pada anggota sehingga merangsang minat anggota untuk berperan aktif dalam kegiatan koperasi karena manfaat yang diperolehnya. Sebuah perusahaan dapat mengetahui kemajuan dan perkembangan usahanya dengan melihat loyalitas pelanggannya, demikian juga koperasi kemajuannya dapat dilihat dari loyalitas anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas layanan dan loyalitas anggota pada KUD ARGOPURO, mengetahui pengaruh secara parsial kualitas layanan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO, mengetahui pengaruh secara simultan kualitas layanan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO, dan dimensi kualitas layanan mana yang memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, subyek dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo, yang berjumlah 100 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan Kuesioner, dan Dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, uji hipotesis (uji t dan uji f), dan uji asumsi klasik, serta menghitung dimensi variabel kualitas layanan yang dominan mempengaruhi loyalitas anggota koperasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kualitas layanan di Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo adalah tergolong cukup baik, hal ini dibuktikan dengan empat dimensi kualitas layanan yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik dinilai cukup tinggi oleh anggota, sedangkan dimensi empati adalah satu-satunya dimensi yang dinilai tinggi oleh anggota. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial semua dimensi variabel kualitas layanan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas anggota, dengan koefisien regresi yaitu keandalan sebesar 0,244, daya tanggap sebesar 0,357, jaminan sebesar 0,296, empati sebesar 0,365, dan bukti fisik sebesar 0,283. Secara simultan Berdasarkan hasil analisis uji t, diketahui bahwa Adjusted R Square = 0,657, artinya bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh yang kuat terhadap loyalitas anggota. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan variabel Keandalan (reliability) (X1), Daya Tanggap (responsiveness) (X2), Jaminan (assurance) (X3), Empati (empathy) (X4), dan Bukti fisik (tangibles) (X5) secara bersama-sama berpengaruh terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo sebesar 65,7%, sedangkan sisasnya sebesar 34,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Kondisi kualitas layanan yang diberikan oleh KUD ARGOPURO berdasarkan penilaian anggota pada dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan kategorinya, dan bukti fisik kategori cukup tinggi, sedangkan empati kategorinya tinggi,; (2) Variabel keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik secara parsial berpengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo; (3) Dimensi-dimensi kualitas layanan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo; (4) Dimensi Variabel kualitas layanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo adalah empati. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Manajemen Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo sebaiknya selalu berupaya meningkatkan kemampuan karyawannya sesuai dengan bidang atau posisinya di koperasi melalui pelatihan-pelatihan dan menambah sarana dan prasarana yang dimilki, sehingga dapat memperlancar proses pelayanan anggota; (2) Anggota koperasi, harus berperan aktif dalam usaha koperasi sehingga dapat mencapai tujuan; (3) Bagi penelitian lin yang sejenis yang akan datang diharapkan menambahkan variabel lain dalam judul penelitiannya, untuk memperkaya hasil penelitian dan memperkaya referensi jurnal internasional.

Pemanfaatan permainan sulap untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan anak kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari Kabupaten Malang / Koko Diana

 

ABSTRAK Diana, Koko. 2016. Pemanfaatan Permainan Sulap untuk Meningkatkan PemahamanKonsep Bilangan Anak Kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.I Made Seken, M.Pd., (II) Suryadi S. Sn., M. Pd. Kata Kunci: permainan sulap, konsep bilangan, pendidikan anak usia dini Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK Wisnuwardhana Wonosari, diketahui bahwa kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan masih kurang optimal. Penyebab dari rendahnya kemampuan anak adalah pembelajaran yang masih konvensional, media yang digunakan kurang menarik, dan kegiatan yang kurang mampu membangun keaktifan dan minat anak Penelitianinimendeskripsikan pembelajaran dalam pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A TK Wisnuwardhana Wonosari dengan memanfaatkan permainan sulap. Selain itu juga mendeskripsikan peningkatan kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan setelah pelaksanaan permainan sulap. Penelitianinimenggunakan rancanganPenelitianTindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam 2 siklusyang setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi, revisi . Subyek penelitian ini adalah 21 anak kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembarobservasi, lembarpenilaian, pedomanwawancara, dokumentasi, dancatatanlapangan. Pelaksanaan permainan sulap berjalan sesuai rencana dengan beberapa perbaikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan persentase ketuntasan kelas yang pada pratindakan sebesar 42,9% meningkat menjadi 57,1% pada siklus I. Pada siklus II dilakukan perbaikan terhadap kekurangan pembelajaran yang ditemukan pada refleksi sehingga kemampuan anak meningkat menjadi 85,7%. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian, peneliti menyimpulkanbahwa tindakan pada permainan sulap dalam penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep bilangan pada anak kelompok A. Tindakan yang dimaksud meliputi: 1)memotivasianaksebelummemasuki area bermain, 2)memperlihatkanpermainansulap di depananak, 3) mengaitkanpermainansulapdengankonsepbilangan, 4) pelaksanaan permainansulap yang berkaitandengankonsepbilangansecarabertahap, 5) pemberianlembarkegiatan yang barudanberbedadaribiasanya.Penelitimenyarankanpermainan sulap dapatdimanfaatkan dan di revisi untuk menyempurnakan kekurangan yang ditemukan pada data yang ada dalam refleksi.

Peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Laboratorium UM melalui penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing / Deniar Wulandari

 

Wulandari, Deniar. 2014. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Supeno, M. Si. Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Penemuan Terbimbing.     Berdasarkan hasil observasi awal di kelas X-IPS-2 SMA Laboratorium UM Malang, banyaknya siswa yang tuntas atau mencapai SKM yang ditentukan pada materi persamaan dan fungsi kuadrat masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang baru dipelajari oleh siswa. Selain itu sering ditemukan kesalahan siswa dalam menggunakan rumus dan konsep-konsep yang telah dipelajari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang mampu mengarahkan siswa untuk menemukan konsep-konsep baru yaitu dengan cara membimbing siswa agar dapat memahami dan mengerti konsep tersebut sehingga dapat menerapkan secara tepat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing. Dalam pembelajaran penemuan terbimbing, siswa terlibat aktif dalam menemukan konsep dan juga mengaplikasikan konsep yang telah ditemukan. Dengan menerapkan pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.     Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan aktivitas menemukan dalam kegiatan pembelajaran penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pembelajaran ini melalui tahap: diskusi kelompok, diskusi kelas atau presentasi, dan penarikan kesimpulan. Data peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari skor akhir siklus yang merupakan skor tes akhir siklus, serta hasil pengamatan aktivitas siswa dan guru. Peningkatan hasil belajar matematika siswa dalam penelitian ini ditunjukkan dengan (1) ketuntasan klasikal skor akhir siswa siklus II telah memenuhi SKM dan mengalami peningkatan dari skor akhir siklus I (prosentase ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 48,57 % , sedangkan pada siklus II adalah 68,57%), (2) hasil pengamatan aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik sekali”, dan hasil catatan lapangan telah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Laboratorium UM Malang.

Penggunaan network planning dengan metode lintasan kritis
oleh Ahmad Agus Fanani

 

Sebuah permasalahan penting dalam pembangunan proyek dari awal sampai akhir adalah jadwal pelaksanaan proyek yang efektif dan efisien sehinggga penyelesaian minimal proyek dapat diperkirakan. Untuk menjawab permasalahan di atas di perlukan sebuah metode.

Modelling dan rigging katakter fil animasi pendek 3 dimensi tentang proses pembuatan tempa / Nimas Arum

 

Kata Kunci: Modelling, Rigging, Animasi 3 dimensi, Proses Pembuatan Tempe Indonesia memiliki beragam jenis makanan yang khas, salah satunya adalah tempe. Tempe adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan. Mayoritas masyarakat belum mengetahui proses pembuatan tempe. Salah satu cara untuk memberikan informasi tentang proses pembuatan tempe adalah melalui media. Media animasi 3 dimensi merupakan media yang menarik untuk digunakan sebagai penyampaian informasi proses pembuatan tempe. Metode pembuatan film animasi pendek 3 dimensi melalui 4 tahap yaitu develponment, pre-production, post production dan shot production. Tugas akhir ini merupakan proses modelling dan rigging karakter yang terdapat dalam tahapan pre-production. Modelling karakter merupakan membuat visualisasi karakter dari bentuk gambar 2 dimensi menjadi objek 3 dimensi. Setelah modelling maka karakter melalui proses rigging, rigging merupakan proses pemberian tulang pada model karakter 3 dimensi yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh karakter. Modeling dan rigging karakter dalam Tugas Akhir ini menggunakan software 3D Blender. Tugas Akhir ini menghasilkan 3 model karakter beserta rigging karakter sebagai media utama. Model karakter 3 dimensi yang dihasilkan adalah karakter Profesor Tempe, Remaja Tempe dan Bayi Kacang Kedelai. Tugas Akhir ini juga menghasilkan media pendukung yaitu Character Demo Video, label CD, papertoys dan packaging. Disarankan karakter dalam film animasi ini diberi variasi, bentuk karakter tempe tidak harus berbentuk kotak, proses modelling dan rigging dapat menggunakan software selain Blender dan Tugas Akhir ini perlu melalui proses validasi dan uji coba.

Pengembangan media audio rekaman matapelajaran ilmu pengetahuan sosial kelas V cawu II di Sekolah Dasar Negeri Bumiaji II Batu-Malang
oleh Sumarlik

 

Methods of teaching reading comprehension at MAN II Malang / by Ida Isnawati

 

Thep resenst tudya imsa t describingth e methodso f teachingr eading comprehensioanp pliedb y the Englisht eachersin MAN 3 Malangw hich includes teachingp roceduresre, adingm aterials electiona, ndu seo finstructionalm edia.I t also aimsa tfindingt he studentsp' ercepiono f their teachersm' ethodso f teachingr eading comprehension. Besidesth e readingt eacherst,e achingm ethoda lsop laysa significantr ole in readingc lasss incew ithoutm ethod,a teacherw ill not be ablet o achGvet he desired learning.I n readingi nstruction,t here are many methodst hat can be appliedb y the readingte achersS. omeo f thema rep roposedb y Hayes( 1992).H is mlitrodsg enerally havet he samec haracteristicsw ith the communicativea pproacha nd are useda st he primaryr eferenceo fthis study. Thes ubjectso f this studyw eret he threeE nglisht eacherso f MAN 3 Malang andt het hreec lasseos f studentso f MAN 3 Malangw hich weret akenr andomlyT. his {udy wasd escriptivew ith the designo f singlec ases tudy.T he dataw erec olletted througho bservationi"n terview, documentationa nd studentq uestionnairesT. he data obtainedf rom observationi,n terview, and documentationw ere analvsedu sins an analysisg uidelinew, hile the dataf rom the studenqt uestionnairewse rea nalys-ed usingt ally systemto find out the percentage. Thef indingss howt hat in generalt,h e methodo f teachingr eading compreherniona ppliedb y the threet eachersi n MAN 3 Malang ii in tinJwittr ttre theoryo freadingi nstructione speciallyth at proposedb y thec 6nnectiong uestion methodI.n generalt,h et eachingp rocedureos fthe threet eachersc anb e rited from goodt o veryg oodb ecauseth ey did variousa ctivitiesi n eachs tage.T heir selectiono f readingm aterialsc an be ratedf air becauseth ey took the readinginaterialsf rom one textbooko nly, exceptt eacherc who was ratedg ood sinces hes ometimesm adeu seo f materialsfr om others ourcesT. heir useo f instructionalm edia can be ratedf air except teacheAr whoseu seo finstructional media is rateda s poor sinceh e neveru seda ny instructionaml ediai n the readingc lass. Anotherf indings howst hat the studentsp' erceptiono f their teachersm' ethod of teachingis positive,e xceptf or teacherc . Thoset eachersc oulds uccessfullryn ake the studentsin teresteda nd motivated,w hile teacherc failed to do so becauseb fher low voicet hat madeh ert eachingm onotonous. Basedo n the findings,i t is suggestetdh at the readingt eachersn ot to useo ne rnethod only, but also other methods with more variations on teaching procedures, materiasl electiona ndu seo f instructionaml edia. In selectingth e readingm aterials, I theya res uggestetdo be morec reativet hanjust relyingo n ones ourceo freading materialsB. ecauseo f the importanceo f the instructionaml edia,i t is suggestefdo r the teachertso usea nd prepareth em well. In ordert o maket he readingc lassi nteresting andt he studentsm otivatedt,h e readingt eachersa rea lsos uggestetdo makes uret hat their voice is clear to all ofthe students.

Penggunaan artikel pada majalah Juma dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang / Maimun Fariziah

 

Kata kunci: keterampilan membaca, artikel, majalah Juma Pembelajaran membaca merupakan pembelajaran yang paling sering diajarkan daripada keterampilan yang lainnya. Akan tetapi masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bahasa Jerman. Berdasarkan wawancara dengan guru pengajar, peneliti mengetahui bahwa pembelajaran membaca di kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang selalu menggunakan teksteks yang bersumber dari buku ajar yang relatif sama. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang kemungkinan besar menyebabkan kurangnya minat baca siswa, karena itu peneliti berinisiatif menerapkan artikel dari majalah Juma sebagai variasi teks bacaan dalam pembelajaran membaca di kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan artikel pada majalah Juma dalam pembelajaran membaca bahasa Jerman, kemampuan membaca global dan detil siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang. Deskriptif kualitatif adalah rancangan penelitian yang digunakan. Sumber data penelitian ini yaitu guru dan siswa di kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan lembar tes. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan artikel dari majalah Juma dalam pembelajaran membaca siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang berjalan dengan baik. Akan tetapi kemampuan membaca global siswa lebih baik daripada kemampuan membaca detil. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai yang diperoleh dari setiap bagian tes. Jumlah siswa yang memperoleh nilai sempurna pada tes bagian I lebih banyak daripada tes bagian II. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui pula bahwa penggunaan artikel dari majalah Juma dapat membantu siswa menambah perbendaharaan kosakata, menambah pengetahuan tentang kebudayaan Jerman, memperoleh lebih banyak variasi teks, dan juga mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Absurditas dalam naskah drama TAI karya Putu Wijaya oleh Winartin

 

Absurditasd alam sebuahk arya sastr4 khususnyad rama,d iwujudkand engan adnyaac ollagey ang mencampuradukkaann tarar ealita dan imajinasi.H al ini membuakt aryaa bsurds ulit untuk dipahamis ebabb anyakk ejadiand i dalamnyayang tidak logis. Pemicul ahirnyaa bsurditasd alam sastraa dalahk etidakseimbangaann tara hasramt anusiawid an kenyataanh idup yang membenturkanm anusiap adak eadaan yang tidak masuk akal. Sebagasr ebuahk arya sastra,d ramaa bsurdm emiliki dua dimensip embentuk, yakni: dimensii ntrinsik dan ekstrinsik.D imensi intrinsik merupakanp embangun karyas astray angm eliputi aspekp enokohana, lur, bahasad, ant ema.K eseluruhan aspekt ersebuts ecaraf ungsionals aling berkaitanm embentukk esatuanm akna. Dimensi kedua adalah dimensi ekstrinsik yang meliputi aspek sosial, budaya, ideologis, filosofis, dan lain-lain. Dalam memahami karya sastra, perlu diadakan pengkajiante rhadapd ua dimensit ersebuts ecarau tuh. Berkenaand engand imensie kstrinsik,p eneliti menggunakanp endekatan eksistensialismsee bagaiin strumend alamm engkajia spekp enokohand ant emay ang terdapatd alamn askahl ai. Adapunm etodey ang dipergunakanb ersifatd eskriptif kualitatif Denganm etodein i penelitim endeskripsikadni alog-dialogm aupunn arasi yangt clahd iidentifikassi ebagadi atad engand isertaip embahasan. Berdasarkanin strumenp endekatane ksistensialismep, enokohana bsurdd ikaji melalui aspekp enokohanir rasionald an anti hero. Penokohanin asional dapatd ilihat dari:( a)jalan pikirant okoh,d an( b) fisik tokoh.J alanp ikirani rrasionadl iperlihatkan olehi ndikatora ntarala in:( a) beradad i lua.rk ontrola kal sehat;( b) bertentangan dengan konvensi kewajaran umum baik secara moral, religi, maupun etika; dan (c) tidak memiliki dasarp ijakan pemikirans ecaral ogis. Sedangkana spekf isik irrasional dapatd ilihatd ari indikatomyaa ntaral ain: (a) bertentangadne ngank onsepf isik manusiay angb erdarahd agrngd an( b) memiliki kekuatany angm elampauki odrat manusias ebagami akhluk Aspek penokohana bsurdy ang keduaa dalaha nti hero. Indikatory ang menunjukkana spekp enokohanin i antaral ain: (a) penentangan terhadapk aidahtokoh eros ebagapi enggeracke rita,d an( b) penggambaratonk ohtokoht anpak ejelasana sal-ususl ebagariv ujudp embangune ksistensgi agasasne cara otonom. Untuk tema absurd berupa sub tema kematian, indikator yang dipergunakan antaralain(:a ) kematianm erupakanke gagalanm embentukk esatuajna smanid an rohanid alamd iri manusia(,b ) kematianm erupakank eadaany angt idak dapat dipahamhi akikatnyao leh manusiad' an( c) kematianm erupakanb atase ksistensi manusiad i duniay angt idak dapatd iperkirakank edatangannySa edangkasnu bt ema penderiganm emiiihlndikator antaral ain: (a) penderitaanm erupakank eadaany ang iiaut oupu,d ipertukarkar(qb ) penderitaaune radad alamd iri manusiad ant idak selalu Jfut aii*,ut berdasarkatn a t_ta t yangk asarm ata,d an( c) kemunculanp enderitaan tlaat dapatd iperkirakand, anjalank e.-luadra ri penderitaatnid ak dapatd itentukan secarat€ par. Berdasarkanhasilanalisis,dapatdisimpulkanbahwadramaTaimerupakan dramaa bsurdH. al ini dapatd ilihat dari unsur-unsupr embentuknyyaa nga ntaral ain terdiria tasp enokohana bsurdd ant emaa bsurd'

Analisis tabrakan dua mobil pada model car following / Annisa Rahmah

 

Dalam bidang transportasi, pemodelan matematika digunakan untuk menggambarkan kondisi pergerakan lalu lintas jalan raya yang diperoleh dari berbagai asumsi hasil pengamatan. Pemodelan matematika tentang arus lalu lintas ini, berupa sebuah persamaan diferensial, yang kemudian dari persamaan tersebut akan dicari selesaiannya. Skripsi ini membahas bagaimana dinamika pergerakan mobil di sekitar lampu Traffic Light. Hal menarik yang ingin diamati adalah bagaimana dinamika mobil sekitar lampu Traffic Light hingga menyala lampu hijau. Deskripsi sederhana dari permasalahan di atas, dimodelkan secara matematis dalam bentuk persamaan diferensial biasa delay (waktu tunda). Model ini dibangun dengan asumsi pergerakan mobil satu arah dan badan jalan hanya memuat satu mobil. Metode yang digunakan dengan menghasilkan selesaian persamaan diferensial biasa delay car-following adalah dengan transformasi Laplace. Utamanya adalah penggunaan teorema Shifting. Dengan meneganalisis parameter yang muncul dalam penyelesaian tersebut, dapat dideskripsikan beberapa hal 1. Jarak antar mobil berpengaruh pada kemungkinan terjadinya tabrakan. Yaitu jika jarak antar mobil semakin kecil, maka kemungkinan tabrakan akan semakin besar. 2. Jika diasumsikan bahwa lebar badan jalan dapat memuat dua mobil, maka tabrakan tidak akan terjadi melainkan terjadi mobil yang saling mendahului. 3. Tabrakan akan terjadi lebih cepat jika (sensitivitas mobil untuk bergerak) lebih besar dan posisi tabrakan akan semakin dekat dengan lampu traffic light jika besarnya (percepatan mobil pertama) semakin kecil. 4. Model sederhana car-following belum dapat mendeskripsikan secara lengkap untuk dinamika mobil di jalan raya.

Pengembangan modul administrasi humas dan keprotokolan berbasis masalah pada kompetensi dasar mendeskripsikan ruang lingkup perjalanan dinas pimpinan untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas XII APK di SMK Negeri 1 Pasuruan) / Sadha Fikriyatul Choi

 

ABSTRAK Fikriyatul, S.C. 2017. Pengembangan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan Berbasis Masalah Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Perjalanan Dinas Pimpinan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XII APK di SMK Negeri 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Moh. Arief, M.Si. Kata kunci: Administrasi Humas dan Keprotokolan, berbasis masalah, hasil belajar, modul pembelajaran Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia kerap kali dilakukan. Pemerintah telah melakukan perubahan terhadap Kurikulum yang di kenal dengan Kurikulum 2013. Diberlakukannya Kurikulum 2013, menuntut siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum 2013. Salah satunya adalah kurangnya bahan ajar yang menggunakan Kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar sehingga bahan ajar yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah; (1) menghasilkan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan berbasis masalah pada kompetensi dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Perjalanan Dinas Pimpinan untuk siswa SMK kelas XII program keahlian Administrasi Perkantoran, (2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi, (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rancangan penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974) (dalam Trianto, 2007:65) yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate atau diadaptasi menjadi model 4-P. Berdasarkan hasil validasi, nilai dari ahli modul sebesar 97,85%, ahli materi sebesar 97,39%, dan uji kelompok kecil 91,72%, diketahui bahwa modul dinyatakan valid dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar. Modul juga dikatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditinjau dari peningkatan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 4,42 dibandingkan peningkatan kelas kontrol sebesar 2,05. Saran yang diberikan untuk pengembangan modul selanjutnya adalah: (1) perlu dikembangkan modul pada kompetensi dasar lainnya, (2) pengembangan modul lebih menarik dengan metode yang bervariatif.

Hubungan latar belakang pendidikan dan kreativitas dengan pretasi kerja koperasi unit desa (KUD) se-Kodya Malang / oleh Addiniyah

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |