Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen / Fitri Putri Kartini

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together, Hasil Belajar Pembelajaran di sekolah saat ini masih banyak yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran satu arah yang sangat tergantung pada kemampuan guru. Biasanya guru hanya menggunakan metode ceramah dalam mengajar siswa. Hal ini dapat mengakibatkan siswa menjadi pasif dan sulit berkembang. Sehingga hal itu dapat menyebabkan hasil belajar siswa menjadi menurun. Model pembelajaran Numbered Head Together merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menyenangkan. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir, menghargai pendapat orang lain, dan meningkatkan rasa percaya diri berbicara di depan umum. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana keadaan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen; (2) Apakah model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi pada siswa kelas XI APK SMKN 1 Turen; (3) Apa saja kendala-kendala dan bagaimana solusi-solusi dalam pelaksanaan pembelajaran Numbered Head Together pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK SMKN 1 Turen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen yang terdiri dari 35 siswa. Mata pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Melakukan Prosedur Administrasi. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, peneliti membandingkan nilai siswa dari nilai ulangan terdahulu, nilai pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan nilai siswa ketika mengikuti pre-test dan post-test. Sebelum memberikan tindakan, hasil belajar siswa dilihat dari pre-test pada Siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa adalah 65, dengan nilai terendah adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 80. Dari hasil post-test Siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa adalah 78 dengan nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 90. Pada Siklus II terjadi kenaikan ketuntasan belajar secara signifikan. Ketuntasan belajar Siklus I setelah tindakan yang mencapai 74,29% meningkat menjadi 94.29% pada Siklus II. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 20%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini antara lain: (1) Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen. Penggunaan model pembelajaran ini dapat diterapkan dengan lancar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya;(2) Penggunaan model pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (3) Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran Numbered Head Together. Sedangkan saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Guru hendaknya dapat menerapkan metode pembelajaran kooperatif, khususnya Numbered Head Together (NHT), karena dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Siswa hendaknya dapat menyiapkan materi yang akan diajarkan, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) hendaknya dapat menyiapkan media maupun skenario yang matang dalam pembelajaran.

The adaptation of the children folktale "Kacil Mencuri Timun" as supplementary reading material for the 8th graders / Gusti Aisyah Putri

 

Keywords: Mengadaptasi, Folktale, Kancil Mencuri Timun, Penelitian dan pengembahan, bahan bacaan tambahan, Murid-murid SMP Kelas VIII. Pengajaran bahasa Inggris untuk SMP / MTS bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris fungsional seperti membaca koran atau panduan. Oleh karena itu, mereka perlu melatih diri dengan membaca berbagai teks sebanyak mungkin. Memang buku teks sudah menyediakan beberapa teks naratif, tapi jumlahnya sangat sedikit. Di sini peneliti menawarkan dongeng Kancil Mencuri Timun untuk diadaptasi menjadi bahan bacaan tambahan untuk para siswa kelas 8 SMP. Cerita rakyat dipilih karena dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral, nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan. Kancil Mencuri Timun dipilih karena merupakan cerita rakyat yang paling terkenal di Indonesia. Untuk pembelajar di tingkat pemula, akan lebih mudah dan menyenangkan bagi mereka untuk membaca teks yang sudah familiar. Namun, nilai-nilai dalam Kancil Mencuri Timun masih diperdebatkan karena karakternya yang licik. Oleh karena itu, peneliti ingin membuat adaptasi baru cerita Kancil yang memiliki nilai-nilai yang lebih positif bagi siswa. Versi yang baru ini mencoba membawa isu lingkungan hidup kepada siswa dimana Kancil mencuri tanaman dari petani karena petani telah menebangi dan membakar hutan. Selain itu, dalam mengembangkan latar belakang karakter peneliti diinspirasi Serat Kancil. Jenis studi yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan karena dilakukan untuk menciptakan produk tertentu dalam rangka untuk memecahkan beberapa masalah dalam pengajaran bahasa inggris yaitu kurangnya materi bacaan tambahan untuk murid-murid SMP kelas VIII. Desain penelitiannya adalah kualitatif deskriptif karena dilakukan untuk menafsirkan dan untuk menyusun temuan. Setelah materi divalidasi dan diujicobakan kepada beberapa siswa, penelitian dilanjutkan dengan meninjau jawaban siswa dari kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian: (1) analisis isi yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari komentar ahli dan (2) rekomendasi dan pengolahan data hasil uji coba materi. Setelah mengadakan penelitian, didapatkan beberapa hasil: poin-poin positif dari materi adalah pengembangan plot dan cerita sudah lumayan enak untuk diikuti, jenis font menarik dan mudah untuk dibaca, layout, background, dan ilustrasi menarik dan penyampaian nilai-nilai moral dianggap sudah cukup sukses. Walaupun begitu, terdapat beberapa kelemahan yaitu: beberapa nilai moral sepertinya tidak terlalu dimengerti oleh murid, penggunaan kata-kata sulit yang banyak, kesalahan gramatikal dan salah ketik serta beberapa pertanyaan yang dianggap terlalu sulit karena membutuhkan pemikiran kritis yang terlalu banyak. Untuk mengembangkan materi, ada beberapa saran. Pertama untuk membuat materi bacaan tambahan bagi pembaca yang masih muda terutama anak- vi anak SMP kelas VIII, lebih baik tidak menggunakan terlalu banyak kata-kata sulit di awal cerita karena itu bisa menurunkan kepercayaan diri mereka. Kedua, gunakan gambar-gambar yang cukup dan kombinasi warna yang bagus untuk membuat presentasi materi lebih menarik. Ketiga, jika materi terdiri lebih dari 1 bab, karakterisasi dan nilai moral dari cerita seharusnya sudah kelas dari awal cerita. Keempat, jika materi diadaptasi dari cerita rakyat, tidak apa-apa jika menambahkan beberapa istilah khusus yang berasal dari bahasa daerah. Namun, jika terlalu banyak, hal itu justru akan mengganggu pembaca yang tidak mengerti bahasa daerah tersebut. Kelima, karena keterbatasan waktu, peneliti hanya mampu mengujicobakan 2 dari 6 bab yang ada kepada para murid. Akan lebih baik jika ada peneliti lain di masa depan yang ingin melanjutkan penelitian ini dan bisa mengujicobakan bab-bab lainnya. Sehingga semua bab bisa direview dari sudut pandang murid. Yang terakhir, akan lebih baik jika tes keterbacaan dilakukan terlebih dahulu sebelum peneliti menulis materi.

Pengaruh DER terhadap return saham melalui ROE, ROA, dan EVA pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2009-2011 / Hesty Tri Budiharti

 

Kata kunci: DER, ROE, ROA, EVA, Return Saham Dunia bisnis identik dengan persaingan demi mewujudkan tujuan perusahaan, memakmurkan kesejahteraan pemegang saham. Di pasar modal harga saham merupakan salah satu tolok ukur dan signal mengenai suatu perusahaan. Return saham merupakan imbal hasil yang diperoleh seorang investor atas risiko yang ditanggungnya dalam berinvestasi, yang tercermin dari selisih harga saham pada periode tertentu. Penggunaan struktur modal yang optimal dapat memberikan hasil yang baik bagi kelangsungan hidup perusahaaan, sehingga keputusan perusahaan dalam memilih komposisi hutang dan modal perlu dicermati. Tujuan dari peneliatian ini adalah mengetahui tingkat return saham, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA) dan untuk mengetahui pengaruh DER terhadap return saham melalui Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011, dengan jumlah sampel 13 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap analisis deskriptif, analisis statistik inferensial, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat return saham meng-alami kenaikan secara landai (elastis); DER menurun secara landai (elastis); ROE meningkat secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; ROA menurun secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; EVA mengalami kenaikan secara landai (elastis), (2) variabel ROE berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, (3) DER berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, (4) variabel DER, ROA, dan EVA tidak berpengaruh terhadap return saham. Peneliti menyarankan agar pemegang saham lebih menekankan pada teknik fundamental, calon investor harus menentukan dirinya termasuk tipe investor jangka panjang atau sebagai trader, kreditor perlu mewaspadai akan penurunan rasio DER di perusahaan food and beverages, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel diluar penelitian ini dan menambahkan tahun amatan penelitian, paling tidak 5 tahun amatan.

Identifikasi spesis katak di Universitas Negeri Malang berdasarkan karakter morfologi dan DNA barcoding / Dian Ratri Wulandari

 

Kata Kunci: identifikasi katak, DNA Barcoding, cytochrome-c oxidase subunit-I (COI) Universitas Negeri Malang (UM) yang terletak di Kota Malang telah mengalami perkembangan yang pesat. Pembangunan berbagai fasilitas penunjang sedang dilakukan untuk mendukung hal tersebut. Pembangunan tersebut menyebabkan berkurangnya area asri yang merupakan habitat dari katak. Katak memiliki peran di alam, salah satunya adalah sebagai indikator lingkungan. Keberadaan katak menunjukkan bahwa tempat tersebut belum tercemar, karena katak memiliki kulit yang permeabel dan siklus hidup yang kompleks. Jika lingkungan tercemar, maka kehidupan katak akan terganggu bahkan bisa membunuh katak yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap spesies katak yang hidup di UM berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik. Selain itu, untuk mengungkap hubungan kekerabatan antar spesies katak yang hidup di lingkungan UM berdasarkan DNA Barcoding gen Cytochrome-c oxidase subunit I (COI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengamatan morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan hubungan kekerabatan genetik dianalisis dengan menggunakan DNA Barcoding gen COI. Berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, ditemukan lima jenis (bentuk), dan dikelompokkan menjadi empat spesies, yaitu: Duttaphrynus melanostictus (jenis 1), Hylarana chalconota (jenis 2 dan 3), Polypedates leucomystax (jenis 4), dan Kaloula baleta (jenis 5). Dari empat spesies tersebut, tiga spesies sama dengan spesies yang ditemukan pada tahun 1995 yaitu Duttaphrynus melanostictus, Polypedates leucomystax, Kaloula baleta dan satu spesies baru yaitu Hylarana chalconota. Isolasi sekuens barcode gen COI hanya berhasil dilakukan pada spesies Hylarana chalconota yang memiliki dua bentuk yang disebut dengan jenis 2 dan jenis 3. Jenis 2 memiliki corak hitam di kulitnya (bernoktah) dan jenis 3 tidak memiliki corak hitam di kulitnya (tidak bernoktah). Analisis genetik yang dilakukan pada jenis 2 dan jenis 3 dilakukan dengan menggunakan beberapa software yaitu: DNA Baser, BioEdit, BLAST, Clustal X, dan MEGA 5. Konstruksi topologi pohon filogenetik dilakukan dengan menggunakan metode Maximum Likelihood, Neighbor Joining, Minimum Evolution dan Maximum Parsimony. Dari keempat motode tersebut hasil terbaik ditunjukkan oleh metode Maximum Likelihood yang menunjukkan jenis 2 dan jenis 3 berkerabat dekat dengan Rana rugosa dan berada dalam kelompok famili Ranidae. Selain itu, jenis 2 dan jenis 3 berada dalam satu clade dengan jarak evolusi yang berbeda.

Pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya terhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang / Taofan Yogi Pradana

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pergaulan Teman Sebaya, Perilaku Ekonomi Perilaku ekonomi remaja saat ini cenderung mengarah ke perilaku konsumtif yang berlebihan dan didukung dengan sifat remaja yang labil. Lingkungan pergaulan mereka dengan teman sebaya juga menyumbangkan pengaruh dalam mempengaruhi pemikiran mereka baik positif maupun negatif dalam berperilaku ekonomi. Pelajaran ekonomi yang diberikan di sekolah seharusnya dapat menjadi pedoman siswa dalam berperilaku ekonomi secara rasional, namun kenyataanya banyak siswa yang masih belum mengaplikasikan materi yang diberikan di sekolah kedalam berperilaku ekonomi setiap hari. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi terhadap perilaku ekonomi siswa (2) pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap perilaku ekonomi siswa dan (3) pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya tehadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang. Dalampenelitianinimenggunakananalisisdeskriptifuntukmenggambarkantentangkondisihasil belajar, pergaulan teman sebaya, dan perilaku ekonomi siswa.Sedangkananalisisregresi linier bergandauntukmengetahuibesarnyapengaruhhasil belajardanpergaulan teman sebayaterhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1Tumpang.PopulasidalampenelitianiniadalahseluruhsiswakelasXI IPS SMA Negeri1 Tumpang yang berjumlah156siswadansampelnyasebesar112siswa.TeknikpengambilansampelmenggunakanProportional Random Sampling. Hasilanalisissecaraparsialterdapatpengaruh yang signifikanterhadapprestasibelajarterbuktidaribesaranprobabilitas (sig) 1) hasil belajar mata pelajaran ekonomi = 0.018 di bawah 0.05 maka Ho ditolakdan Ha diterima 2) pergaulan teman sebaya = 0.000 di bawah 0.05 maka Hoditolakdan Ha diterima. Sedangkansecarasimultandarihasiluji F diketahuibesaranprobabilitas (sig) 0.000 < 0.05 menunjukkanbahwa hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku ekonomi siswa. Sedangkan kontribusi pengaruh yang diberikan oleh variabel hasil belajar mata pelajaran dan pergaulan dengan teman sebaya adalah sebesar 36,9% (R square =0,369) terhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang. Kesimpulandarihasilpenelitianiniadalahterdapatpengaruhhasilbelajarmatapelajaranekonomidanpergaulantemansebayaterhadapperilakuekonomisiswakelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang.

Persepsi dan kepuasana mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana 2009 terhadap layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI Universitas Negeri Malang / Tri Aprilia Romadhani

 

Kata kunci:persepsi siswa, layanan jasa pendidikan, kepuasan,pembelajaran praktikum TPBI Persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan jasa pendidikan, khususnya pada matakuliah praktikum TPBI di JurusanTeknologi Industri, merupakan hasil kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dalam mendapatkan layanan jasa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan kepuasan mahasiswa S1-2009 tata busana terhadap aspek layanan jasa pendidikan pada praktikum TPBI yang terdiri dari ; (1) Keaktifan Kuliah, (2) Penilaian Tugas dan kehadiran, (3) Pokok/materi Pembelajaran, (4) Objek/Peristiwa Pembelajaran (5) Kondisi Laboratorium, (6) Jadwal Kuliah, (7) Suasana Belajar, (8) Lingkungan Ruang Belajar, (9) Kelengkapan Fasilitas PBM, (10) Kesiapan Dosen dan Laboran, (11) Ketanggapan Dosen dan Laboran, (12) Kontrak Kuliah, (13) Perilaku Dosen dan Laboran, (14) Problem Solvingdi jurusan Teknologi Industri. Dari populasi 49 mahasiswa, seluruhnya digunakan sebagai sample. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik instrumen berupa angket yang ditujukan pada mahasiswa. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi mahasiswa S1-Pendidikan Tata Busana 2009 terhadap layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran TPBI Universitas Negeri Malang dianggap hampir sebagian besar dari jumlah subjek penelitian (53,26%). Jadi persepsi mahasiswa terhadap layanan jasa pendidikan tersebut sudah cukup terpenuhi namun kondisi laboratorium masih belum memenuhi kebutuhan perkuliahan dengan nilai (38,10%) dan ini ditinjau dari jabaran indikator dari tiap sub variabel, (a) Keaktifan Kuliah, (b) Penilaian Tugas dan Kehadiran, (c) Pokok Materi Pembelajaran, (d) Objek/Peristiwa Pembelajaran, (e) Kondisi Laboratorium, (f) Jadwal Kuliah dan (g) Suasana Belajar. (2) Kepuasan mahasiswa dalam memperoleh layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang cenderung puas (52,55%), berarti dapat disimpulkan tingkat kepuasan mahasiswa memperoleh layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI yang terdiri dari , (a) Ruang Belajar, (b) Layanan alat Penunjang Perkuliahan, (c) Peran Dosen dan Laboran, (d) Ketanggapan dosen dan Laboran, (e) Kesesuaian dengan Kontrak Perkuliahan, (f) Perilaku Dosen dan Laboran dan (g) Problem Solvingtelah memenuhi kebutuhan perkuliahan dan dianggap sebagian besar dari jumlah subjek penelitian. Namun layanan alat penunjang perkuliahan praktikum masih kurang memadai dan dirasa belum mencukupi kebutuhan dengannilai (38.37%)

Studi kasus fenomenologis konsep diri dan interaksi sosial pria homoseksual / Zhenda Prima Putra

 

Kata kunci : konsep diri, interaksi sosial, homoseksual. Homoseksual menjadi bahasan yang sensitif di tengah-tengah masyarakat Indonesia dikarenakan masih kuatnya norma agama dan norma sosial. Respon yang diterima para pelaku homoseksual bermacam-macam, dari yang mendukung sampai yang menentang. Respon-respon tersebut merupakan salah satu faktor kuat yang membentuk konsep diri mereka. Konsep diri tersebut yang akhirnya mempengaruhi perilaku mereka dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang konsep diri pria homoseksual, interaksi sosial pria homoseksual, serta bagaimana konsep diri akhirnya mempengaruhi bagaimana interaksi sosial mereka. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka pengambilan data dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komperehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pada subjek penelitian yang pertama, memiliki konsep diri positif. Konsep diri positif diperoleh dari pola asuh orang tua, interaksi dengan masyarakat, pergaulan dengan kawan sebaya dan dari hasil belajarnya. Subjek penelitian memiliki interaksi yang positif dengan lingkungannya, dan hal tersebut didapat dengan proses yang cukup lama. Subjek penelitian yang kedua juga memiliki konsep diri positif yang diperolehnya dari pola asuh orang tua, pergaulannya dengan kawan sebaya, hasil belajarnya dan interaksi dengan masyarakat. Subjek penelitian juga memiliki interaksi positif dan hal tersebut didapatnya dari proses yang panjang. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah dengan konsep diri yang positif, dapat diperoleh pula interaksi sosial yang positif. Jika seseorang mampu menerima dirinya dan mampu merespon tanggapan-tanggapan dari orang lain dengan baik, pada akhirnya mampu berinteraksi dan berperan dengan baik di lingkungan sosialnya. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk mengambil subjek penelitian yang memiliki latar belakang yang berbeda, seperti memiliki konsep diri negatif, sehingga dapat melihat gambaran konsep diri dan bagaimana perilakunya dalam berinteraksi di lingkungannya.

Developing English performance assessments for tenth grade students of SMA Negeri 4 Malang / Riska Mareitha

 

Keywords: Penilaian tindakan, materi pengajaran, rubrik, tulisan siswa Penelitian ini bertujuan mengembangkan penilian tindakan untuk kemampuan menulis pelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas X di SMA Negeri 4 Malang yang bisa digunakan guru untuk mendapatkan informasi yang lebih baik tentang apa yang bisa dilakukan siswa dengan apa yang telah mereka pelajari dalam hal menulis sehingga guru dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang apa yang siswa butuhkan untuk belajar lebih baik lagi dalam menulis. Spesifikasi produk dibuat dalam bentuk enam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta lembar kerja siswa. Tiap RPP dilengkapi dengan penilaian tindakan menulis. Ada delapan unit dari penilaian tindakan yang dibuat. Tiap set penilaian tindakan meliputi kisi-kisi penilaian tindakan, desain tugas penilaian tindakan, tugas penilaian tindakan meliputi petunjuk and rubric penilaian, sistem penilaian dan kesimpulan. Topik dari tugas meliputi menulis pengumuman resmi, pengumuman tak resmi, iklan, undangan resmi, undangan tak resmi, cerita pendek, biografi, dan poster cara membuat atau melakukan sesuatu. Model penelitian dan pengembangan dilakukan untuk mengembangkan penilaian tindakan ini. Langkah-langkah pengembangan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan kisi-kisi, validasi ahli untuk kisi-kisi, pengembangan awal penilaian, validasi ahli untuk penilaian, revisi produk berdasarkan masukan ahli, uji coba penilaian, dan revisi penilaian berdasarkan hasil uji coba hingga produk akhir didapatkan. Uji coba dilakukan di SMA Negeri 4 Malang dan subyek uji coba adalah tiga kelas anak kelas sepuluh. Yaitu X-akselerasi, X-7, dan X-1 tahun pelajaran 2012-2013 semester 1. Seluruh kelas tersebut dipilih secara acak dan diajar oleh tiga guru yang berbeda. Guru-guru tersebut mengajar materi yang ada di RPP kemudian penilaian tindakan dilakukan. Guru-guru menjelaskan prosedur penilaian kepada siswa tentang penilaian tindakan termasuk rubrik penilaian, bagaimana cara hasil kerja dinilai dan bagaimana siswa diminta untuk memenuhi kriteria yang diharapkan. Hasil tulisan siswa kemudian diskor berdasarkan rubrik penilaian yang ada oleh dua orang penilai. Skor yang dihasilkan dari para penilai diproses dengan Spearman Rho Correlation Coefficient untuk mendapatkan reliabilitas antar penilai.Setelah uji coba, siswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap produk dan uji coba dengan cara mengisi skala perilaku yang ada. Guru juga diminta untuk memberikan tanggapan terhadap produk dan uji coba dengan mengisi kuisener. Hasil dari signifikansi tes membuktikan bahwa reliabilitas antar penilai yang memberikan skor tulisan siswa tentang pengumuman sekolah dan cerita pendek tercapai secara signifikan. Nilai yang didapat (ρ) lebih tinggi dari nilai kritis maka disimpulkan bahwa reliabilitas skor yang didapat dari para penilai hasil tulisan siswa berkorelasi secara signifikan. Nilai dari ρ signifikan pada tingkat 1 persen atau kurang dari itu. Data yang didapat dari tanggapan siswa menunjukkan bahwa untuk setiap pertanyaan yang diberikan, siswa memberikan tanggapan positif terhadap penilaian tindakan. Lebih dari 65% dari 93 siswa merasa sangat senang atau senang dengan penilaian yang siswa alami selama uji coba. Guru-guru juga menyatakan bahwa penilaian tindakan sangat baik bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka dalam mempraktekkan materi tertentu dan memberikan siswa kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian tindakan untuk ketrampilan menulis bahasa Inggris bagi kelas sepuluh di SMA Negeri 4 Malang reliabel dan valid. Reliabilitas atau konsistensi dalam perencanaan, implementasi, dan penyekoran hasil kerja siswa memberikan andil dalam penilaian yang valid. Hasilnya, penilaian tindakan untuk ketrampilan menulis bahasa Inggris bagi kelas sepuluh di SMA Negeri 4 Malang ini dikembangkan untuk memberikan alternatif dalam penilaian kemampuan siswa. Produk ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru dan pendidik yang merasa tidak puas dengan tes tulis saja dalam menilai kemampuan siswa. Guru disarankan untuk menjadikan penilaian tindakan sebagai salah satu pilihan dalam menilai siswa. Guru dapat memakai penilaian tindakan sebagai alat yang lebih baik untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan kesulitan siswa dalam penguasaan pembelajaran. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menemukan ketrampilan yang lebih sulit yang sekolah seharusnya ajarkan, membuat alat diagnostik, dan menemukan potensi siswa Mengacu pada keterbatasan penelitian ini, peneliti menyarankan agar peneliti menggali lebih dalam analisis kebutuhan dari cakupan yang lebih luas sehingga dasar untuk melakukan pengembangan penilaian tindakan bisa lebih kuat. Mengacu pada keterbatasan waktu dan kepraktisan, produk ini didisain hanya untuk satu semester dan hanya untuk ketrampilan menulis saja meliputi semua kompetensi dasar menulis untuk kelas sepuluh SMA Negeri 4 Malang seperti yang tercantum dalam KTSP 2011. Peneliti lain juga disarankan untuk mengembangkan penilaian tindakan untuk siswa di sekolah secara umum dan pada semua level. Uji coba penilaian tindakan difokuskan pada ketrampilan menulis siswa dalam pengumuman sekolah resmi dan cerita pendek. Hasil uji coba mungkin akan berbeda bila fokus uji coba pada jenis teks lain seperti recount, procedure, atau teks fungsional lain seperti undangan atau iklan. Peneliti menyarankan untuk melibatkan jenis teks lain dalam penelitian lebih lanjut sehingga hasil yang beragam dapat diperoleh. Waktu yang digunakan untuk uji coba dalam penelitian ini relatif pendek dan subyek uji coba juga terbatas. Waktu uji coba yang lebih panjang dan lebih banyak subyek uji coba yang terlibat dalam penelitian lebih lanjut memungkinkan hasil penelitian yang berbeda.

Penyelesaian Open Vehicle Routing Problem (OVRP) menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) / Moh. Syarif Muslim

 

Kata Kunci: Vehicle Routing Problem (VRP), Open Vehicle Routing Problem (OVRP), Algoritma Ant Colony System (ACS). Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan permasalahan optimasi penentuan rute dengan kapasitas kendaraan. Open Vehicle Routing Problem (OVRP) merupakan masalah kombinatorial yang kompleks dalam masalah optimalisasi dan salah satu varian dari permasalahan VRP dimana dalam pencarian rute dari beberapa unit kendaraan yang berangkat dari depot pusat untuk melayani kebutuhan konsumen yang tersebar di sejumlah tempat yang berbeda, namun kendaraan tidak kembali ke depot pusat setelah selesai melakukan pelayanan melainkan berhenti di konsumen terakhir atau kembali ke tempat penyewaan kendaraan. Dalam tugas akhir ini, OVRP diselesaikan dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) yang merupakan permasalahan optimasi yang mengadopsi sistem jalan semut dalam pencarian makanan. Lebih tepatnya, semut dapat menemukan jalur terpendek dalam mencari makanan dari sarang mereka ke sumber makanan dan sebaliknya. Penyelesaian beberapa contoh permasalahan pada Bab 3 yang dikerjakan dengan menggunakan algoritma ACS, pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 96 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 115 km, dan untuk contoh ketiga menghasilkan 3 rute dengan total jarak tempuh 34 km. Sedangkan penyelesaian contoh permasalahan yang diselesaikan dengan algoritma Clark and Wright pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 102 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 140 km, dan pada contoh ketiga menghasilkan 3 rute dengan total jarak tempuh 47 km. Dari hasil ketiga penyelesaian contoh permasalahan terlihat bahwa algoritma ACS menghasilkan rute dengan total jarak tempuh yang lebih minimum dibandingkan dengan algoritma Clark and Wright. Kelebihan dari algoritma ACS mampu memberikan solusi yang lebih baik karena digunakannya banyak iterasi dan pemilihan konsumen pertama dipilih secara acak, dan untuk konsumen selanjutnya dipilih dengan nilai feromon yang terbesar karena nilai feromon yang paling besar merupakan jarak yang terpendek. Namun waktu proses dalam mendapatkan hasil yang paling optimal sangat tergantung dari jumlah iterasi yang digunakan.

Agresivitas siswa dan implikasi BK: sebuah studi dalam perspektif fenomenologi Erich Fromm pada SMK Negeri 2 Malang / Megawati Pratiwi

 

Kata Kunci: agresivitas siswa, implikasi BK, perspektif fenomenologi Agresi adalah suatu tindakan manusia sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman yang dapat merugikan/menyakiti dirinya sehingga menimbulkan perusakan/kekejaman yang bersifat jahat untuk menyakiti orang lain. Fokus masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang, dominasi antara pria dan wanita dalam hal agresivitas siswa di SMKN 2 Malang, latar belakang sosial budaya siswa yang berperilaku agresif di SMKN 2 Malang, makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang, dan implikasi Bimbingan dan Konseling di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Teknik yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan Pengalaman Hidup/Life History. Prosedur analisis data yang digunakan adalah prosedur analisis data fenomenologi, meliputi: Reduksi Data, Display Data, dan Pengambilan Kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan: Memperpanjang keikutsertaan, Ketekunan pengamatan, Triangulasi, dan Pengecekan anggota. Beberapa tahap yang digunakan: (1)Tahap Pra Lapangan, (2) Tahap Pekerjaan Lapangan, (3) Tahap Analisis Data, (4) Penarikan Kesimpulan, dan (5) Tahap Penyelesaian. Pemilihan informan dilakukan dengan mengambil sampel 1 kelas yang dianggap paling agresif di SMKN 2 Malang menurut beberapa guru dan konselor yakni kelas X AP 2. Karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang dapat dikatakan sebagai perilaku agresif aksidental/agresi yang reflek dilakukan oleh siswa berupa fisik atau verbal yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain terjadi sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu hal yang mengusik kenyamanannya. Tidak ada yang mendominasi agresivitas antara wanita dan pria di sekolah ini karena agresivitas yang ditunjukkan sama, namun terlihat lebih dominan wanita karena jumlah wanita lebih banyak dari jumlah pria. Mayoritas siswa SMKN 2 Malang yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah berpengaruh pada agresivitas siswa. Selain itu, latar belakang serta identitas keluarga siswa dapat mempengaruhi perilaku agresif siswa. Makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang yaitu perilaku agresif dianggap merupakan sesuatu hal yang wajar dan biasa oleh beberapa siswa terutama bagi siswa pria baik terhadap siswa pria maupun wanita, salah satu agresivitas yang ditunjukkan beberapa siswa adalah agresi permainan. Implikasi BK dilihat dari kondisi yang ada, maka perlu adanya program BK komprehensif yang berdimensi Biopsikososiospritual. Konselor juga harus merekonstruksi makna/klarifikasi nilai agresivitas pada diri siswa yang dianggap bahan/media bercandaan. Saran kepada pihak sekolah agar dapat bekerjasama dengan konselor dalam memberikan layanan BK dan konselor lebih kreatif dalam memberikan layanan. Bagi mahasiswa BK mampu untuk lebih peka terhadap agresifitas siswa di sekolah dan dapat memberikan solusi serta pelayanan-pelayanan BK yang sesuai. Serta peneliti selanjutnya untuk lebih fokus meneliti aspek-aspek lain yang berkaitan dengan agresifitas sehingga dapat menciptakan model bimbingan yang tepat.

Peningkatan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok menggunakan metode bermain pada siswa kelas VII B SMP Negeri 02 Sukodono Lumajang / Andi Eko Prasetyo

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lompat Jauh Gaya Jongkok, Metode Bermain. Pada kompetensi dasar kelas VII semester 1 yaitu mempraktikan keterampilan salah satu nomor atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras, dan percaya diri. Pada observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan teknik lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang, dari keempat teknik dasar yang diamati tingkat kegagalan pada tekink awalan dengan jumlah persentase 41,67%, tumpuan 42,22%, melayang 69,44%, mendarat 50%. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan menggunakan permainan untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan peningkatan keterampilan lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang dengan menggunakan metode bermain. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa, sikap siswa, dan pengetahuan siswa, serta kinerja guru dan suasana akademik dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 terjadi peningkatan yaitu pada teknik awalan dari 63,88% menjadi 83,33%, tumpuan 61,11% menjadi 77,78%, melayang 36,11% menjadi 55,56%, mendarat 61,11% menjadi 80,56%. Siklus 2 pada teknik awalan dari 88,89% menjadi 100%, tumpuan 83,33% menjadi 97,22%, melayang 64,44% menjadi 91,67%, mendarat 86,11% menjadi 97,22%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang. Selain itu dapat juga meningkatkan sikap dan pengetahuan siswa. Saran bagi guru Pendidikan Jasmani dapat menggunakan permainan untuk meningkatkan keterampilan lompat jauh. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan lagi permainan-permainan olahraga untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di SDN Kesatrian 2 Malang / Diki

 

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif Model NHT, Hasil Belajar, IPS Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Sutrisniwati selaku guru mata pelajaran IPS dikelas V SDN Kesatrian 2 Malang pada hari rabu, tanggal 26 September 2012, saat menggunakan model diskusi diperoleh gambaran bahwa siswa kelas V kurang fokus pada guru yang menyampaikan materi. Apabila guru mengajukan pertanyaan sehubungan dengan materi, siswa cenderung ramai, hal ini membuat kelas gaduh, banyak siswa yang berbicara dengan teman sebangku. Apabila ada tugas dari guru, siswa juga tampak kurang antusias mengerjakan, sehingga menunda untuk mengerjakan tugas. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (a) apakah penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, melalui 2 siklus dengan melakukan penyesuaian terhadap langkah-langkah pelaksanaannya, (b) apakah penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (a) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, (b) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan tersebut didukung oleh hasil analisis data yakni rata-rata nilai yang diperoleh pada siklus I adalah 74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 70%. Dan pada akhir siklus II rata-rata nilai adalah 80 dengan ketuntasan klasikal sebesar 86%.

Kemampuan menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI Program Studi Bahasa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tahun pelajaran 2011/2012 / Mukhlis Imam Bashori

 

Kata kunci: pembelajaran menulis, pengalaman pribadi, kemampuan menulis puisi Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif. Kemampuan menulis puisi adalah kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam bentuk puisi dengan memperhatikan unsur atau struktur pembangunnya. Rangsangan menulis puisi dapat diperoleh dari beragam cara, salah satunya melalui pengalaman pribadi, baik pengalaman batin (rohani) maupun pengalaman fisik. Menulis puisi berdasarkan pengalaman merupakan kemampuan yang harus dicapai oleh siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang karena terdapat dalam kompetensi dasar mata pelajaran Sastra Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengukur dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang berdasarkan pengalaman pribadi. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Manfaat penelitian ini adalah diperoleh deskripsi tingkat kemampuan menulis puisi siswa berdasarkan pengalaman pribadi. Apabila kemampuan siswa masih di bawah standar ketuntasan minimal, maka dapat dilakukan remedial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu memaparkan kejadian yang ada di lapangan apa adanya tanpa ada perlakuan terhadap variabel. Penggambaran data dilakukan dengan angka dan persentase yang kemudian dipaparkan. Sumber data berupa naskah puisi hasil karya siswa. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data menggunakan tabel konversi skala dan rumus f%. Langkah analisis data meliputi persiapan, tabulasi, dan penafsiran. Urutan pertama dalam tingkat ketercapaian penilaian yang diperoleh siswa ialah aspek diksi dilihat dari ketepatan dan kerapatan variasi diksi, yaitu sebesar 72,1%; siswa berkategori sangat baik mencapai seperempat bagian (22,2%), kategori baik mencapai separuh (44,4%), dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan kedua aspek sarana retorika dilihat dari keterpolaan dan kerapatan variasi sarana retorika, yaitu sebesar 66,7%; siswa berkategori baik lebih dari separuh (66,7%) dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan ketiga aspek penataan bunyi dilihat keselarasan dan kerapatan variasi bunyi, yaitu sebesar 63,8%; siswa berkategori baik berjumlah separuh (55,5%) dan sisanya berkategori cukup (44,4%). Urutan keempat aspek citraan dilihat dari penghadiran citraan secara variatif, yaitu sebesar 61,1%; siswa berkategori baik mencapai separuh (44,4%) dan sisanya berkategori cukup (55,6%). Urutan kelima aspek tema dilihat dari kebaruan, keunikan, dan kespesifikan tema, yaitu sebesar 55,6%; siswa berkategori baik mencapai sepertiga bagian (33,3%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (11,1%). Urutan keenam aspek majas dilihat dari kebaruan dan kerapatan variasi pembentukan majas, yaitu sebesar 52,8%; siswa berkategori sangat baik dan baik masing-masing berjumlah sebagian kecil (11,1%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (22,2%). Secara totalitas dapat diketahui bahwa sebesar 22% (nilai 75—89) atau 2 siswa yang berkategori baik, sebesar 22% (nilai 60—74) atau 2 siswa yang berkategori cukup, dan sisanya 55,6% (nilai 0—59) atau 5 siswa yang berkategori kurang. Kemampuan totalitas rata-rata kelas diperoleh sebesar 62,0%. Kemampuan tersebut masih di bawah standar ketuntasan minimal, yakni sebesar 75% sehingga dapat dikatakan bahwa siswa Kelas XI Program Bahasa MAN 3 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012 tidak mampu menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi dengan baik. Berdasarkan hasil analisis data pendukung, ada beberapa faktor yang menyebabkan kemampuan menulis puisi siswa di bawah SKM. Pertama, pembelajaran menulis puisi tidak dengan tahapan yang mengarahkan siswa agar mampu menulis puisi dengan baik yaitu memperhatikan sarana atau unsur puitika. Kedua, lembar kerja yang dirancang untuk mengakomodasi proses menulis puisi tidak dimanfaatkan dengan baik untuk mendaftar pengalaman pribadi, mendaftar kosakata (diksi), memilih kata/frasa untuk membentuk majas, menulis pola sarana retorika, serta menghadirkan citraan secara variatif. Berdasarkan temuan penelitian, guru disarankan melakukan pembelajaran yang mampu melatih siswa untuk mencapai tahapan dalam menulis puisi dengan baik seperti menentukan tema yang benar-benar bersumber dari pengalaman pribadi siswa, membentuk majas secara orisinal (baru), memperkaya kosakata, memilih dan memilah kata yang mampu menimbulkan keselarasan rima dan penataan bunyi yang baik, menghadirkan imaji secara variatif, serta membuat sarana retorika dengan pola yang baik.

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar ekonomi (studi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Geger Madiun) / Irmawati

 

Kata kunci: Model Problem Based Learning, kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Pembelajaran Ekonomi di SMA menekankan pemberian pengalaman belajar secara langsung, dengan kata lain metode pembelajaran dengan teacher-centered harus diubah menjadi student-centered. Tujuannya agar siswa mampu berpikir kritis dan kreatif serta lebih peka menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. KTSP menekankan pembelajaran Ekonomi di sekolah harus mampu mengarahkan siswa untuk berpikir, diterapkan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Tujuannya agar siswa mampu berpikir, bekerja dan bersikap serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup (life skill). Standar isi memuat keharusan bagi guru mampu menyusun silabus serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri yang disesuaikan dengan keadaan pada tiap-tiap sekolah, hal ini menunjukkan bahwa sekolah harus mampu menjadikan lingkungannya sebagai media pembelajaran yang efektif bagi siswa. Di SMA Negeri 1 Geger Madiun siswa belum aktif, kualitas proses pembelajaran belum dilatihkan dan hasil belajar kognitif di bawah KKM, sehingga penelitian ini ingin menerapkan pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei sampai 22 Mei 2012. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Ekonomi siswa kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan kriteria baik sekali (BS) dan baik (B) dari siklus I sebanyak 25 siswa (78%) dan siklus II sebanyak 32 siswa (100%). Meningkatnya hasil belajar Ekonomi siswa di kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun, hal ini didasarkan pada peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II sebanyak 30 siswa (94%). Rata-rata nilai hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan 7,6% dari 77,7 di siklus I dan 85,3 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti dapat memberikan saran yaitu: 1) bagi guru bidang studi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai, yaitu yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan kehidupan siswa; 2) para peneliti lain yang ingin menggunakan model pembelajaran yang sama hendaknya juga meneliti aspek lain selain aspek kognitif pada hasil belajar siswa yaitu aspek afektif dan aspek psikomotor; 3) para peneliti lain hendaklah menampilkan masalah dari pengamatan langsung agar siswa melihat permasalahan secara langsung dengan penugasan di luar jam pelajaran. Pada penelitian ini masalah berasal dari tayangan foto, tujuannya untuk menghemat waktu.

Pengaruh informasi lapran arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap harga saham pada perusahaan automotive and allied yang go public di BEI periode tahun 2007-2009 / Emmilia Pramita Puspitaran

 

Kata Kunci: Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Harga Saham. Perkembangan dunia automotif yang sangat pesat menuntut perusahaan-perusahaan automotive and allied products di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya agar tetap bertahan dan semakin berkembang. Salah satu komponen laporan keuangan secara keseluruhan yang menjadi pertimbangan bagi investor dalam mengambil keputusan adalah laporan arus kas yang terdiri dari arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan. Harga saham dapat dikatakan sebagai indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan. Perubahan harga saham di Bursa Efek Indonesia dipengaruhi banyak faktor, salah satunya yaitu faktor fundamental, yang merupakan gambaran tentang kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Arus kas merupakan salah satu faktor fundamental yang diduga berpengaruh terhadap harga saham, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh secara parsial antara variabel arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap variabel harga saham pada perusahaan automotive and allied products periode tahun 2007—2009. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan automotive and allied products yang go public di BEI periode 2007—2009 sebanyak 57 perusahaan dan diambil sampel sebanyak 45 perusahaan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji hipotesis t. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini telah menguatkan teori yang telah ada yaitu signalling theory. Nilai perusahaan berhubungan dengan kemampuannya menghasilkan arus kas sehingga jika arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan meningkat, nilai perusahaan akan naik, yang selanjutnya juga akan meningkatkan harga saham. Penelitian yang dilakukan memiliki keterbatasan yaitu, penelitian hanya dilakukan pada perusahaan automotive and allied products. Faktor yang dianggap mempengaruhi harga saham dalam penelitian ini hanya 3 variabel yaitu arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan, dan pada kenyataannya masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham dari faktor fundamental lainnya. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode penelitian dan variabel bebas lainnya dari faktor fundamental seperti laba, dividen, penjualan dan lain sebagainya.

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif IPA terpadu untuk siswa SBI kelas VIII / Anggi Citra Rini

 

Kata Kunci : Media Pembelajaran, CD Interaktif, IPA Terpadu Multimedia CD interaktif berbasis komputer dapat membantu siswa Secondary International Laboratory School University of Malang kelas VIII dalam mempelajari prinsip, konsep, dan proses pada materi sistem respirasi dan sistem sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran CD interaktif IPA terpadu untuk siswa kelas VIII. Penelitian ini termasuk penelitian Research & Development dengan menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian sikap siswa, dan nilai pre test-post test; data kualitatif berupa masukan dari validator. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, lembar soal pre test-post test, dan angket sikap siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VIII reguler Secondary International Laboratory School University of Malang yang berjumlah 7 orang. Hasil validasi produk menunjukkan kriteria valid baik dari segi media dengan skor 92,92% maupun dari segi materi dengan skor 90,25%. Sedangkan hasil validasi dari ahli pendidikan mendapat skor 89,47% dan dari guru dengan skor 91,28%, yang keduanya menunjukkan kriteria valid. Berdasarkan data uji coba, rerata nilai tes kognitif siswa secara klasikal adalah 80,05; sedangkan rerata nilai hasil belajar psikomotor siswa secara klasikal adalah 86,91; rerata hasil belajar afektif siswa secara klasikal adalah 80,19% dengan kriteria baik. Pembelajaran dengan menggunakan CD interaktif IPA terpadu terbukti dapat mengefisiensikan waktu pembelajaran.

Penerapan metode pembelajarn kooperatif dengan menggabungkan teknik Numbered Heads Together (NHT) dan Example non example untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas VII A SMPN 1 Malang / Novarida Ermaningsih

 

Kata Kunci : Metode Kooperatif, Teknik Numbered Heads Together, Teknik Example non Example, hasil belajar Berdasarkan hasil Obeservasi awal diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas VIIA SMPN 1 Malang masih banyak yang belum mencapai KKM di bandingkan kelas-kelas lain seperti kelas VIIB, C, dan D dengan guru mata pelajaran yang sama. Hasil angket juga menunjukkan jika siswa merasa kurang tertarik apabila belajar IPS. Guru sudah menerapkan beberapa metode pembelajaran yang kooperatif , akan tetapi guru belum menemukan metode yang tepat dan sesuai dengan karakteristik kelas VIIA yaitu pada saat diskusi berlangsung siswa cenderung pasif, belum bisa bekerja sama dengan baik dan membuat kegaduhan sendiri. Beberapa hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa masih banyak yang belum mencapai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 80. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan pada latar belakang masalah peneliti memutuskan untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan teknik pembelajaran Numbered Heads Together dan Example non Example. Rumusan masalah ini adalah untuk mengetahui : (1) Apakah penerapan Penerapan Metode pembelajaran Kooperatif Dengan Menggabungkan Teknik Numbered Together (NHT) Dan Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIIA SMPN 1 Malang?, (2) Bagaimanakah respon siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang terhadap penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Dengan Menggabungkan Teknik Numbered Together (NHT) Dan Example Non Example? Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung 2 siklus, subyek penelitian ini ialah siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang yang terdiri dari 29 siswa. Pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, angket dan catatan lapangan. analisis data yang digunakan ialah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan jika penerapan metode Pembelajaran Numbered Heads Togetether dan Example non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar dari siklus 1 ke siklus 2 10,35%, dari siklus 1 hasil belajar sebesar 82,75% menjadi 93,10% pada siklus II. Beradasarkan pada hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan yaitu : (1) Penerapan metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan Teknik Numbered Heads Together dan Example non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang; (2) Penerapan metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan Teknik Numbered Heads Together dan Example non Example untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang mendapatkan respon yang positif dari guru mata pelajaran ekonomi dan siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang.

Pengaruruh cash ratio, total assets turnover, working capital turnover dan net profit margin terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kotaq Malang tahun 2009-2011 / Dwi Au Rhonita Ningrum

 

Kata Kunci : Koperasi Serba Usaha, Perolehan SHU, Rasio Keuangan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cash ratio, total asset turnover, working capital turnover dan net profit margin terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Serba Usaha di Kota Malang tahun 2009-2011.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan KSU di Kota Malang tahun 2009-2011. Sampel yang digunakan adalah 15 KSU yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data dengan mengunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan secara simultan cash ratio, total asset turnover, working capital turnover dan net profit margin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Serba Usaha di Kota Malang tahun 2009-2011 sebesar 59,4%. Sedangkan secara parsial cash ratio dan net profit margin berpengaruh positif signifikan terhadap perolehan SHU pada KSU di Kota Malang tahun 2009-2011. Untuk TATO dan working capital turnover dinyatkan tidak memiliki pengaruh yang signikan terhadap perolehan SHU pada KSU di Kota Malang. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan, (1) bagi koperasi untuk meningkatkan kinerjanya dan efisiensi manajemen, (2) untuk peneliti selanjutnya agar memperluas sampel dan menambah variabel penelitian, (3) bagi peneliti agar menambah wawasan tentang perkoperasian dan analisis rasio keuangan, (4) bagi Dinas KUKM untuk lebih meningkatkan pengawasan dalam penilaian kesehatan koperasi, (5) dan bagi anggota koperasi untuk lebih meningkatkan partisipasi jasa.

Pengembangan model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain pada anak usia 6-8 tahun di SDN Bandulan I Malang / Yeni Fatmawati

 

Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, model latihan, pendekatan bermain, gerak dasar lokomotor lari dan lompat. Berdasarkan penelitian awal berupa analisis kebutuhan (need assessment) yang dilakukan peneliti di SDN Bandulan I Malang terhadap guru pendidikan jasmani dan orangtua siswa diperoleh informasi bahwa: (1) Guru pendidikan jasmani setuju jika pengembangan model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain diterapkan untuk siswanya karena sebelumnya tidak ada model latihan yang bervariasi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif model latihan melalui permainan dalam proses pembelajaran. (2) 88,48% orangtua setuju jika anak mereka diberi model permainan gerak dasar untuk mengembangkan gerak dasar lokomotor khususnya lari dan lompat melalui pendekatan bermain. Dalam penelitian pengembangan ini peneliti menggunakan model pengembangan Bord dan Gall yang dimodifikasi peneliti menjadi lebih sederhana yaitu: (1) Penelitian awal dan pengumpulan data informasi dengan wawancara terhadap guru pendidikan jasmani SDN Bandulan I Malang dan memberikan angket analisis kebutuhan kepada guru pendidikan jasmani dan orangtua siswa. (2) Pengembangan bentuk produk awal model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui permainan untuk anak usia 6-8 tahun kemudian dievaluasi oleh ahli. (3) Melakukan uji coba kelompok kecil, menggunakan 1 sekolah dan 10 subyek dengan 6 observer. (4) Revisi produk awal (sesuai dengan saran dari observer pada uji kelompok kecil). (5) Uji coba kelompok besar dilakukan pada 1 sekolah menggunakan 30 subyek dan 9 observer. (6) Revisi produk akhir sesuai hasil uji lapangan (kelompok besar). (7) Hasil akhir produk berupa model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui permainan pada anak usia 6-8 tahun di SDN Bandulan I Malang yang diperoleh dari hasil uji coba kelompok besar. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk awal telah dijustifikasi oleh ahli perkembangan motorik dan ahli pendidikan jasmani yang hasil akhirnya menunjukkan bahwa model-model permainan sebagai latihan pemanasan ini dapat diuji cobakan. Dari hasil uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 10 subyek uji coba yang diperoleh dari observer adalah 81,41% dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 subyek uji coba diperoleh hasil persentase 92,94% sehingga model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain pada anak usia 6-8 tahun dapat digunakan di SDN Bandulan I Malang.

Perancangan jembatan beton di Desa Duren Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Irwan Ardiyanto

 

Kata Kunci: Perancangan, Jembatan Beton, Balok T Jembatan ini di buat dengan kontruksi beton bertulang dengan bentang 8 m, gelagar – gelagar memanjang dibuat dari balok beton bertulang yang merupakan satu kesatuan dengan lantai kendaraan. Desa Duren dan Desa Duwet merupakan bagian dari Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Desa tersebut dipisahkan oleh sungai Mlalo dengan lebar 8 m. masyarakat Desa Duren untuk menuju ke Desa Duwet dan masyarakat desa Duwet untuk menuju Desa Duren harus memutar dahulu yang jaraknya ± 2 km, warga masyarakat agar dapat memotong jarak tempuh harus menyeberang sungai Mlalo. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, sungai Mlalo tersebut hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki dan sungai tersebut hanya bisa di lalui binatang-binatang ternak dan warga kedua desa tersebut. Biasanya pada musim penghujan sungai Mlalo tersebut banjir dan warga masyarakat tidak bisa menyeberang sungai tersebut. Dengan masalah seperti diatas perlu di rencanakan jembatan untuk mengatasi masalah tersebut. dengan tugas akhir ini saya merencanakan jembatan beton tujuannya adalah mengetahui cara menentukan jenis pembebanan yang akan digunakan dalam desain jembatan beton bertulang, mengetahui analisis perhitungan, Untuk mengetahui cara perencaaan jembatan yang aman dan kuat yang standart jembatan beton, dan biaya yang dibutuhkan. Jembatan ini di rencanakan dengan panjang 8 meter dan lebar 5,22 meter. Dimensi hasil perhitungan struktur utama berupa balok gelagar adalah 40 cm x 80 cm dengan tulangan utama 6Ø16 dan tulangan geser Ø10-150 , balok diafragma adalah 25 cm x 50 cm dengan tulangan utama 6Ø16 dan tulangan geser Ø10-150, dan tebal plat lantai adalah 20 cm dengan tulangan arah lx Ø10-150 dan tulangan arah ly Ø16-200 . Dimensi hasil perhitungan struktur pendukung berupa tiang sandaran adalah 16 cm x 10 cm dengan tulangan utama 2Ø12 dan tulangan geser Ø 8-150, sedangkan ukuran kerb adalah 60 cm x 25 cm. Dimensi hasil perhitungan Abutment menggunakan pondasi plat beton dengan lebar 2.50 m,panjang 5,22 m dan tinggi 4.15 m. Biaya total jembatan beton adalah sebesar Rp. 559.621.500.

Pengaruh tindakan perataan laba terhadap reaksi pasar dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi (Studi kasus pada perusahaan manufaktur go public di BEI 2009-2011) / Afif Hidayatullah

 

Kata Kunci : Perataan Laba, Kepemilikan Manajerial, Reaksi Pasar Laporan keuangan merupakan penghubung antara pihak manajemen dengan pihak diluar perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Asimetri informasi yang terjadi antara manajemen dengan pihak diluar perusahaan telah dimanfaatkan manajemen untuk melakukan pertaan laba dengan berbagai maksud dan tujuan. Tindakan perataan laba tersebut dapat dikendalikan atau diminimalkan dengan kepemilikan manajerial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar dan menguji pengaruh kepemilikan manajerial dalam memperkuat pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan total sampel sebanyak 15 perusahaan yang diteliti untuk tahun 2009 dan 2010. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear dan analisis regresi moderat. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis menujukkan bahwa perataan laba tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar secara langsu ng, namun dalam pengujian pengaruh kepemilikan manajerial dapat memperkuat pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar menunjukkan pengaruh signifikan positif. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh terhadap reaksi pasar dikarenakan adanya kepemilikan manajerial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial adalah pure moderat bagi hubungan antara manajemen laba dengan reaksi pasar. Saran penelitian ini bagi investor hendaknya memperhatikan kepemilikan manajerial sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan berhati-hati terhadap laporan keuangan perusahaan yang terindikasi manajemen laba. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menguji terlebih dahulu model manajemen labayang tepat untuk kondisi di Indonesia.

Pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian (Studi konsumen Indovisian Cabang Malang) / Briantono Putra Wijaya

 

Kata kunci : Harga, Kualitas produk, Keputusan Pembelian Indovision adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT. MNC Sky Vision (sebelumnya bernama PT. Matahari Lintas Cakrawala). Melalui satelit, Indovision memberikan layanan pendistribusian tayangan saluran televisi berlangganan baik lokal dan mancanegara yang disajikan kepada masyarakat di Indonesia. Dengan semakin ketatnya bisnis penayangan saluran televisi berlangganan, indovision sebagai penyedia jasa penayangan semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan minat beli konsumen untuk berlangganan indovision. Beberapa variabel yang diperhatikan indovision adalah harga, kualitas produk, dan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision Penelitian ini memiliki tiga variabel, yaitu variabel bebas (harga, kualitas produk, dan iklan). Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen indovision di kota Malang, yaitu sebesar 15.246. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial: (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga variabel yaitu harga, kualitas produk dan iklan terhadap keputusan pembelian. Variabel harga, kualitas produk dan iklan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh sebesar 46,9% sedangkan sebesar 54,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Selain itu variabel yang dominan dalam penelitian ini adalah kualitas produk dengan tingkat SE = 29,68. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada Indovision cabang Malang adalah: Variabel harga pada penelitian ini tidak signifikan dimana bisa disimpulkan bahwa pelanggan indovision tidak mempermasalahkan harga yang ditarifkan karena pelanggan lebih berfikir bahwa indovision sangat dipercaya kualitasnya sehingga Perusahaan harus mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk.

Keefektifan kalimat dan kesantunan berbahasa dalam memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang / Widodo

 

Kata Kunci : kalimat efektif, bahasa santun, memo Memo merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk berkomunikasi di samping surat pribadi/resmi. Memo sebenarnya dapat digolongkan sebagai surat, hanya saja bentuk penulisannya tidak sepanjang surat. Memo ditulis dalam rangkaian kata-kata yang singkat, jelas, dan padat sehingga penggunaannya lebih efisien dibandingkan dengan surat. Dalam salah satu Standar Kompetensi (SK) dinyatakan bahwa berbagai informasi dapat diungkapkan dalam bentuk narasi dan memo yang kemudian dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD) berkode 12.2, yaitu menulis memo sesuai dengan isi dengan menggunakan kalimat efektif dan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dan kesantunan berbahasa pada memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keefektifan kalimat yang dikemukakan oleh Putrayasa (2007), Sumadi (2009), dan Keraf (1984), kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Suparno dan Yunus (2005), dan Muslich (2007), dan memo yang dikemukakan oleh Suharma dkk (2010), Suparno dan Yunus (2005), Maryati dan Sutopo (2008), dan Nurjamal, Sumirat dan Darwis (2011). Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data penelitian ini berupa teks memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Ditinjau dari aspek keefektifan kalimat, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memo resmi terdapat 5 atau sekitar 19,23% menggunakan kalimat efektif dan 21 atau sekitar 80,76% menggunakan kalimat tidak efektif, sementara pada memo tidak resmi ditemukan data 5 atau sekitar 19,23% menggunakan kalimat efektif dan 5 atau sekitar 80,76% menggunakan kalimat tidak efektif. Faktor penyebab ketidakefektifan kalimat pada memo siswa MTs Mambaul Ulum yaitu kerancuan, ketidakjelasan unsur kalimat, dan pemakaian kata yang berlebihan/kemubaziran kata. Ditinjau dari aspek kesantunan berbahasa, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada memo resmi tidak ditemukan penggunaan bahasa santun, tetapi terdapat 21 atau sekitar 80,76% berbahasa kurang santun, dan 5 atau sekitar 19,23% berbahasa tidak santun, sementara pada memo tidak resmi terdapat 1 atau 3,84% berbahasa santun, 9 atau 32,07% berbahasa kurang santun, dan 16 atau sekitar 61,53% berbahasa tidak santun. Faktor penyebab ketidaksantunan bahasa yaitu tidak menggunakan kata sapaan, tidak menggunakan pilihan kata yang sesuai dengan hirarki sosial, dan tidak menggunakan kata terima kasih sebagai bentuk ungkapan rasa menghargai kepada orang lain. Berkenaan dengan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar dalam pembelajaran menulis memo pada siswa kelas VII hendaknya guru menyampaikan materi secara bertahap, artinya pembelajaran difokuskan terlebih dahulu pada indikator pertama yakni menulis memo sesuai dengan isi sampai siswa dapat memahami, kemudian beralih ke indikator kedua yakni menulis memo dengan menggunakan kalimat efektif, dan selanjutnya beralih ke indikator ketiga yakni menulis memo dengan menggunakan kesantunan berbahasa. Hal ini dimaksudkan agar siswa betul-betul memahami dan dapat menerapkan setiap indikator yang telah direncanakan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Untuk penelitian lanjutan disarankan untuk meneliti memo ditinjau dari cara penulisan yang benar.

Pengembangan media VCD pembelajaran dengan model Borg and Gall pada proses keselamatan dan kesehatan kerja dalam pembelajaran pengelasan di kelas X semester I SMK negeri 1 Singosari / Indra Agung Prasetiawan

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Model Borg And Gall, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dalam Proses Pengelasan Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelasan adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan dalam proses pengelasan dan hasil pengelasan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat terjadinya kecelakaan kerja. Metode pembelajaran di kelas X semester 1 SMK Negeri 1 Singosari saat ini, lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah tanpa menggunakan media gambar, video ataupun media yang lain. pembelajarannya hanya menggunakan alat evaluasi berupa lembar kerja siswa (LKS). Penggunaan media VCD pembelajaran interaktif sebagai salah satu solusi media pembelajaran yang sangat tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan; (I) Menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berupa VCD pembelajaran yang telah dikembangkan dan diujicobakan kelayakan pada materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pengelasan kelas X semester 1. (2) Mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berupa VCD pembelajaran pada materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pengelasan kelas X semester 1. Dalam pengembangan ini, peneliti mengacu model pengembangan (research and development) Borg dan Gall (1983:775) dalam Sukamadinata (2005:170) yang terdiri dari sepuluh langkah. Model pengembangan ini melalui uji validasi ahli materi dan ahli media. Validasi ahli materi, diperoleh persentase 87,5 %, dan dari validasi ahli media, diperoleh persentase 83,75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini masuk pada kriteria valid/layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat uji perorangan terhadap siswa, uji kelompok kecil diperoleh 85,38% untuk validasi instrument. Dan kemudian terdapat uji coba kelompok besar yang diperoleh persentase 84,75%. Kesimpulannya bahwa media pem¬belajaran berbasis multimedia audio video ini dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa akan materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelasan karena media pembelajaran ini menarik dari segi penyampaian materi dan mudah digunakan dalam pengoperasian program. Media yang telah divalidasi dan direvisi, selanjutnya disimpan dalam bentuk VCD dikemas dalam box VCD beserta sampul identitas. Media video ini berbentuk kepingan CD (compact disk) yang sangat praktis, dimana dalam pemanfaatannya cukup menggunakan VCD dan televisi, sehingga dapat dengan mudah untuk di operasikan oleh semua orang. Media VCD ini hanya terbatas pada media pembelajaran sebagai sumber belajar. Salah satu kelemahan dari media audiovisual ini adalah hanya menayangkan video tanpa adanya demontrasi, sedangkan dalam pembelajaran keterampilan dibutuhkan demonstrasi dan penayangan berulang-ulang. Sehingga peran guru dalam proses pembelajaran masih aktif sebagai pengelolah pembelajaran.

Karakteristik morfologi lorong sistem Perguruan Bagus-Jembrot di Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo / Mohammad Ainul Labib

 

Kata kunci: Karakteristik, Morfologi lorong, Sistem Perguaan Malang Selatan yang sebagai besar berupa daerah pantai sangat sesuai digunakan sebagai kawasan pariwisata. Namun pengembangan kawasan pantai di Malang Selatan masih sangat kurang sehingga dalam pengembangannya masih terhambat. Dengan temuan yang ada di dalam gua dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pengunjung yang ada. Temuan-temuan tersebut berupa ornamen gua dan bentukan lorong gua. Sistem perguaan Bagus-Jebrot tidak hanya sebatas penelusuran gua saja, namun dapat pula dijadikan sebagai kawasan ekowisata mengingat sistem perguaan ini dapat menunjang pariwisata di Pantai Jonggring Salaka. Sistem perguaan ini terdapat keberagaman ornament yang ada di dalam gua tersebut. Keberagaman tersebut dapat terlihat dari lorong sistem perguaan Bagus-Jebrot. Dengan demikian terlihat jelas terdapat keberagaman yang ada pada lorong gua berupa ornamen, ukuran dan karakteristik bentukan lorong Gua Bagus dan Gua Jebrot yang dapat menunjang kawasan ekowisata di gua tersebut. Namun, permasalahan data dan informasi mengenai keberagaman ornamen, ukuran, dan karakteristik bentukan lorong gua pada sistem perguaan Bagus-Jebrot masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskiripsikan karakteristik morfologi lorong Sistem Perguaan Bagus-Jebrot. Diskripsi bentukan lorong-lorong gua, perhitungan mengenai lorong gua serta sebaran ornament yang ada di Gua Bagus-Jebrot Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Berdasarkan jenisnya penelitian ini kualitatif dengan analisis spasial dan deskriptif. Sampel penelitian di dalam gua diambil pada setiap stasiun, sampel yang akan diambil meliputi tinggi lorong, lebar lorong pada setiap stasiun, kedalaman/kemiringan, ornamen gua dan panjang lorong. Hasil penelitian menunjukkan Sistem Perguaan Bagus-Jebrot merupakan gabungan dari Gua Bagus dan Gua Jebrot dengan enterence berupa lorong horizontal yang berada di lembahan. Elemen lorong yang dimiliki Sistem Perguaan Bagus-Jebrot berupa Single Conduit Passage dengan jenis elemen lorong Angulate Passage. Chamber yang terdapat pada Sistem Perguaan Bagus-Jebrot terdapat pada Gua Bagus dengan ketinggian 6,42 m dan 4 m. Sistem Perguaan Bagus-Jebrot berdasarkan klasifikasi Palmer (2003) memiliki pola morfologi lorong Curvilinear Branchwork. Berdasarkan klasifikasi Sweeting (1972) Sistem Perguaan Bagus-Jebrot merupakan gua yang termasuk ke dalam tipe Vadose Cave. Bedasarkan kondisi hidrologis lorong, Sistem Perguaan Bagus-Jebrot dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu lorong fosil dan vadose. Morfometri lorong Sistem Perguaan Bagus-Jebrot memiliki panjang Gua Bagus yang terpetakan 123,06 m dan Gua Jebrot yang terpetakan 289,73 m. Luas lorong Gua Bagus 548,54 m² dan Gua Jebrot 527,84 m². Volume Gua Bagus 4083,82 m³ dan Gua Jebrot 3575,43 m³. Luas area Gua Bagus 6347,43 m² dan Gua Jebrot 16937,62 m². volume spesifik Gua Bagus 33,19 m³/m dan 12,34 m³/m, kerapatan jaringan lorong Gua Bagus 51,58 m/m² dan Gua Jebrot 58,46 m/m², cakupan area Gua Bagus dan gua Jebrot sebesar 3,1%. Ornamen yang dapat ditemui di Gua Bagus yaitu Stalagmite, Stalactite, Coulumn/pillar, Flowstone, Gourdam, dan Soda straw. Gua Jebrot yaitu stalagtit, flowstone, dan gourdam

Pengaruh varietas belimbing (Averrhoa carambola L) dan macam gula terhadap kualitas nata de belimbi ditinjau berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat sebagai booklet penyuluhan bagi masyarakat petani belimbing dan pengusaha home industri di Kota Blitar / Yudha Kristia

 

Kata Kunci: Varietas belimbing, macam gula, nata de belimbi, booklet penyuluhan, petani belimbing, home industri. Belimbing manis (Averrhoa carambolla L) memiliki banyak kelebihan dari segi ekonomi dan kesehatan. Masyarakat pada umumnya memanfaatkan buah belimbing hanya sebagai buah meja, minuman sari buah, dodol belimbing dan keripik belimbing. Salah satu cara pemanfaatan buah belimbing yang melimpah pada musim panen adalah melalui diversifikasi pangan dengan menggunakan sari belimbing sebagai bahan dasar pembuatan nata dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Pembuatan Nata dari sari buah belimbing dapat memperpanjang masa simpan, lebih menarik, dapat meningkatkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mensukseskan program pemerintah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan produk lokal unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh perbedaan variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi, (2) menguji pengaruh perbedaan variasi jenis gula terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi, (3) menguji pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap tebal nata de belimbi, (4) menguji pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap berat nata de belimbi, (5) menguji perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap kadar serat nata de belimbi, (6) mengimplementasikan hasil penelitian untuk pengembangan Booklet penyuluhan terhadap masyarakat petani belimbing di kota Blitar. Penelittian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2012 sampai Desember 2012, di laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang menggunakan desain faktorial 2x2. Variabel bebas ada dua macam, yaitu: varietas belimbing yang terdiri dari varietas belimbing Karangsari dan Siwalan, dan jenis gula, yang terdiri dari gula tebu/putih dan gula aren/brown sugar. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak delapan kali ulangan. Data penelitian ini adalah kualitas nata ditinjau berdasarkan berat, tebal dan kadar serat lapisan nata. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Varians dua arah. Jika terdapat perbedaan signifikan diantara perlakuan, dilanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh perbedaan variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi. Belimbing varietas Karangsari memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata, (2) ada pengaruh perbedaan variasi jenis gula terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi. Gula aren memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata, (3) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap tebal nata de belimbi. Belimbing Karangsari dengan penambahan gula aren memberikan hasil nata de belimbi yang terbaik ditinjau berdasarkan tebal lapisan nata, (4) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap berat nata de belimbi. Belimbing Karangsari dengan penambahan gula aren memberikan hasil nata de belimbi yang terbaik ditinjau berdasarkan berat lapisan nata, (5) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap kadar serat nata de belimbi. Belimbing varietas Karangsari dengan gula aren maupun gula tebu/putih memberikan hasil terbaik terhadap kadar serat lapisan nata de belimbi, (6) hasil penelitian tentang pengaruh variasi varietas belimbing dan macam gula terhadap kualitas nata belimbng berdasar tebal, berat dan kadar serat nata dapat diimplementasikan dalam bentuk Booklet penyuluhan terhadap masyarakat petani belimbing di kota Blitar. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan (1) kepada para peneliti, khususnya bidang mikrobiologi pangan supaya melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan varietas belimbing, macam gula dan jenis buah yang lain. (2) kepada guru dan siswa di kota Blitar,agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan untuk pembelajaran bioteknologi, life skill dan kewirausahaan yang kontekstual dengan berdasar pada produk lokal unggulan di kota Blitar.(3) kepada Pemerintah kota Blitar agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu rujukan dan referensi bagi penyuluh pertanian di lingkup Dinas Pertanian Daerah Kota Blitar untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat petani belimbing dan pengusaha home industry, (4) kepada Masyarakat kota Blitar dan masyarakat petani belimbing agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan taraf hidup, membuka lapangan pekerjaan baru melalui kegiatan pembuatan produk makanan olahan dengan bahan dasar produk unggulan lokal, yaitu belimbing Karangsari yang digunakan sebagai bahan dasar pembentuk nata de belimbi, (5) kepada Pemerintah kota Blitar agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan untuk menambah keanekaragaman produk makanan khas dari kota Blitar yang berbahan dasar belimbing Karangsari, dalam rangka mewujudkan program kampung wisata agroindustri belimbing Karangsari di kelurahan Karangsari, kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Studi produk Kerajinan Gerabah Maron Jaya Art Shop milik Bapak Ngadiono di Sentra Kerajinan Gerabah Betek Kota Malang / Reza Anshari Azmi

 

Kata Kunci: produk kerajinan gerabah, Maron Jaya Art Shop, Malang Kerajinan gerabah merupakan kerajinan yang telah lama dikenal masyarakat nusantara. Sentra kerajinan gerabah di kota Malang terletak di Betek, salah satunya adalah Maron Jaya Art Shop milik Bapak Ngadiono. Produk kerajinan gerabah Maron Jaya Art Shop terbilang unik, serta belum banyak penelitian mengenai produk kerajinan gerabah itu sendiri, sehingga menarik untuk dikaji dalam penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu mencakup (1) produk kerajinan keramik gerabahMaron Jaya Art Shop, (2) bahan dan alat produksi kerajinan keramik Maron Jaya Art Shop, (3) proses dan teknik produksi kerajinan keramik gerabah Maron Jaya Art Shop. Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data penelitian mencakup paparan produk kerajinan gerabah dalam bentuk visual yang terdapat di Maron Jaya Art Shop. Data diperoleh dari dokumentasi produk dan kegiatan berkaitan dengan produksi kerajinan gerabah Maron Jaya Art Shop. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, produk yang dihasilkan Maron Jaya Art Shop memiliki jenis benda hias/souvenir, dapat dibedakan secara visual dalam 4 jenis, yaitu gerabah berbentuk flora dan fauna dekoratif, gerabah dengan dekorasi flora dan fauna, gerabah bentuk benda sehari-hari dan gerabah dengan dekorasi loro blonyo. Kedua, bahan baku produksi yaitu tanah liat tidak dibuat sendiri oleh pengrajin melainkan dibeli dari produsen tanah liat dari daerah Wagir dan bahan baku pewarna menggunakan cat waterbase dan cat solvenbase, alat-alat produksi kerajinan keramik gerabah Maron Jaya Art Shop dibuat sendiri oleh pengrajin berdasarkan kebutuhan produksi. Ketiga, proses dan teknik produksi di Maron Jaya Art Shop dipaparkan sebagai berikut. (1) proses persiapan bahan baku tanah liat diuleni sebelum dibentuk, (2) proses pembentukan dilakukan menggunakan teknik putar cepat dengan meja putar miring dan cetak tekan, (3) Proses dekorasi menggunakan teknik dekorasi tempel dengan menggunakan cetak tekan, Pilin, plototan dan penambahan dekorasi dengan tali mendong, (4) proses pengeringan menggunakan rak pengeringan di ruang yang tidak terkena sinar matahari langsung, (5) proses pembakaran menggunakan tungku berbentuk oval berbahan bakar kayu denngan pemanasan api langsung, dan (6) proses pewarnaan menggunakan teknik blorok dan teknik saput.

Kajian implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional ke dalam Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) IPA kelas VII SMP untuk MTs Negeri Model Trenggalek / Lenti Nucifera

 

Kata Kunci : kebijakan kementerian pendidikan nasional, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, IPA SMP Standar Nasional Pendidikan yang telah disusun oleh pemerintah perlu di-te¬rapkan dalam pengembangan kurikulum di Indonesia. Kurikulum Tingkat Satu¬an Pendidikan (KTSP) dikembangkan berdasarkan standar isi yang diatur da¬lam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan standar kompetensi lulusan yang di¬atur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006. Berkaitan dengan peren¬canaan pembelajaran, pengembangan kuriku¬lum juga perlu mengacu pada Per¬men¬diknas Nomor 41 Ta¬hun 2007 tentang standar proses dan Permendiknas No¬mor 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Penyusunan RPP hendaknya mengacu pada kebijakan kementerian pendidikan nasional yang ter¬cantum dalam Permen-diknas Nomor 22 Tahun 2006, Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006, Permendik-nas Nomor 41 Tahun 2007, dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 dengan me-nyesuaikan pada satuan pendidikan masing-masing dan karakteristik pembelajaran IPA di SMP untuk penyusunan RPP IPA SMP. Berdasarkan hasil observasi, guru pada beberapa SMP dan 1 MTs negeri di kecamatan Trenggalek menyatakan bah-wa telah menyusun silabus dan RPP dengan mengacu pada kurikulum yang diten-tukan oleh pemerintah. Akan tetapi praktik pelaksanaan kurikulum terpadu ma¬sih belum tepat bahkan dengan sengaja ditinggalkan. Berdasarkan permasalahan ter-sebut, peneliti mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui imple-mentasi keempat permendiknas tersebut ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trengga¬lek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian evaluatif. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Popu-lasi penelitian adalah seluruh RPP IPA kelas VII MTsN Model Trenggalek ber-jumlah 26 RPP yang disusun oleh 2 guru. Sampel penelitian adalah 6 RPP yang disusun oleh Guru 1 dan 6 RPP yang disusun oleh Guru 2. Sampel ditentukan de-ngan cara bukan acak. Instrumen penelitian untuk metode dokumentasi berupa ru-brik asesmen RPP dan instrumen penelitian untuk metode angket berupa angket. Data yang di¬peroleh berupa data hasil asesmen RPP yang digunakan sebagai data uta¬ma dan data hasil penyebaran angket yang digunakan sebagai data pendukung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tingkat imple¬men¬tasi Permendik¬nas Nomor 22 Tahun 2006 ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar menunjukkan kriteria kurang baik. Kedua, tingkat implementasi Permen¬dik¬nas Nomor 23 Tahun 2006 ke dalam RPP IPA ke¬las VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar me¬nunjukkan kriteria cukup baik. Ke¬tiga, tingkat implemen¬tasi Permendik¬nas Nomor 41 Tahun 2007 ke dalam RPP IPA ke-las VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian be¬sar me-nunjukkan kriteria kurang baik. Keempat, ting¬kat implementasi Permendik¬nas Nomor 20 Tahun 2007 ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar menun¬jukkan kriteria kurang baik. Secara umum, kri¬teria-kriteria keterlaksanaan pada masing-masing aspek penting yang dinilai im¬ple¬mentasinya dalam masing-masing Per¬mendiknas belum terim-plementasikan secara keseluruhan ke dalam RPP. Ber¬dasarkan hasil tersebut, ma¬ka penyusunan RPP IPA hendaknya lebih memperhatikan as¬pek-aspek penting dalam Permendik¬nas Nomor 22 Tahun 2006, Permendiknas No¬¬¬mor 23 Tahun 2006, Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007, serta Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penyusunan RPP IPA kemudian mengim¬plementasikannya ke dalam RPP.

Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, dan account receivable turnover terhadap rentabilitas KPRI di Kabupaten Jombang tahun 2007-2011 / Deis Soraya Anja Andika

 

Kata kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Account Receivable Turnover, Rentabilitas. Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui:(1)kondisicurent ratio, debt to equity ratio, accountreicevable turnover danrentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011(2)pengaruhcurent ratioterhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011 (3) pengaruhdebt to equity ratioterhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011 (4) pengaruhaccountreicevable turnover terhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011. Populasidalam penelitian iniadalah 27KPRI yang ada di kabupaten Jombang dengan tahun penelitian 2007-2011.Sampel yang digunakanadalah8 KPRIyang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data dengan mengunakan teknik analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian ini adalah curent ratiotidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas, debt to equity ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap rentabilitas, dan accountreicevable turnoverberpengaruh signifikan positif terhadap rentabilitas. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan (1) bagi KPRI Pengelola KPRI agar lebih memperhatikan analisis laporan keuangan terutama rasio-rasio keuangan yang ada dengan melihat debt to equity ratio dan account receivable turnover karena dua variabel ini yang memiliki pengaruh terhadap rentabilitas untuk memperbaiki rentabilitas yang masih berada pada standar cukup baik (ROA) dan kurang baik (ROE), (2) bagi peneliti Peneliti sebaiknya menambah wawasan dan pengetahuan tentang analisi rasio dan diimplikasikan dalam hal pengetahuan yang berhubungan dengan rentabilitas KPRI, (3) bagi akademisi Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya memperpanjang periode pengamatan, memperluas jenis sampel yang digunakan dalam penelitian, dan juga menambah variabel di luar model penelitian ini.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan m inat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA "Islam" Malang / Atik Surya Ningsih

 

Kata Kunci: kondisi sosial ekonomi orang tua, minat belajar siswa, prestasi belajar siswa Kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa adalah dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa dengan kondisi sosial ekonomi orang tua yang baik dan minat belajar yang tinggi akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA "Islam" Malang, baik pengaruh secara parsial maupun secara simultan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional. Data penelitian tentang kondisi sosial ekonomi orang tua, minat belajar siswa, maupun prestasi belajar siswa berupa data kuantitatif yang berskala interval.pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan nilai rapot. Angket digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa. Sedangkan rapot digunakan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa. Aalisis data menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh data sebagai berikut: pertama dengan menggunakan uji t diketahui bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan positif searah dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa yaitu dengan t hitung sebesar 4,390. Kedua, minat belajar siswa memiliki hubungan positif searah dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa yaitu ditunjukkan dengan t hitung sebesar 9,331. Ketiga, dari uji ANOVA atau F test didapat nilai F hitung sebesar 53,438 dengan probabilitas 0,000, karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua (x1) dan minat belajar siswa (x2) secara bersama - sama dapat berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (y) sebesar 56,8%. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang mampu peneliti sampaikan pertama kepada guru adalah guru sebaiknya mengupayakan pembelajaran ekonomi yang efektif dan menarik demi meningkatkan minat balajar siswa pada setiap pelajaran yang diadakan di sekolah. Kedua kepada siswa diharapkan dapat meningkatkan minat dalam belajar dalam iii kondisi apapun karena fasilitas dari orang tua hanya satu dari banyak faktor pendukung keberhasilan pendidikan, selebihnya ada dalam kemauan siswa itu sendiri. Ketiga bagi peneliti lain diharapkan mencari variabel lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa untuk diteliti, sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan seputar faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar atau varibel lain dan memberikan hasil dari temuan penelitian yang lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengembangan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten malang / Meynur Fatkur Rohman

 

Kata kunci: penelitian pengembangan, model, latihan, dribbling, permainan sepakbola Berdasarkan penelitian awal yang sudah dilakukan peneliti di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dengan pelatih dan para pemain diperoleh beberapa permasalaha bahwa: (1) Pelatih di SSB Diponegoro FC belum pernah menggunakan bnuku panduan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. (2) Pelatih setuju apabila dikembangkan model latihan dasar dribbling menggunakan buku panduan untuk pemain di SSB Diponegoro FC untuk usia 12-14 tahun. sedangkan para pemain di SSB Diponegoro FC menyatakan: (1) Pemain belum pernah mendapatkan media latihan berupa buku panduan model latihan dasar dribbling, (2) pemain setuju apabila dikembangkan media latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Peneliti menggunakan model Pengembangan Borg dan Gall dengan mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada, yaitu penelitian dan mengumpulkan data, mengembangkan produk, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi produk, uji coba kelompok besar, revisi produk akhir dengan menghasilkan produk akhir yang berupa buku panduan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. Tempat penelitian dilakukan di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, subjek uji coba terdiri dari (1) Tinjauan ahli dengan dosen sepakbola, (2) ahli pelatih sepakbola, (3) ahli media. Hasil evaluasi dan persentase dari ahli sepakbola menyatakan 88% produk pengembangan valid sehingga dapat digunakan. Dari ahli media menyatakan 83,33% produk buku panduan pengembangan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun valid sehingga produk dapat digunakan. Kemudian dari hasil uji coba kelompok kecil terdapat presentase sebesar 87,02 sehingga produk dapat digunakan, sedangkan presentase dari uji coba kelompok besar terdapat penilaian sebesar 85,37% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kesimpulan produk model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang adalah valid dan produk tersebut dapat digunakan untuk menunjang keterampilan bermain sepakbola.

Optimaslisasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Studi kasus pada DivisiMunisi PT. Pindad (Persero) Turen) / Yanuar Rizali Al'rosyid

 

Kata Kunci : Optimalisasi, Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu : 1) Pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja; 2) Faktor–faktor yang menghambat pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja; 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teori. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Divisi Munisi PT. PINDAD (PERSERO) Turen. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bahwa optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan dengan mangacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, keputusan Direksi PT. PINDAD (PERSERO) dengan surat keputusan tahun 2003 tentang kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, pemberian alat pelindung diri (APD), dan audit internal serta eksternal. Kedua, bahwa dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terdapat hambatan-hambatan yang pada dasarnya disebabkan oleh tenaga kerja itu sendiri, yaitu masih kurangnya komunikasi antara pihak manajemen dan tenaga kerja terutama anggota P2K3 dalam penyampaian seluruh informasi yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, masih banyak tenaga kerja yang kurang memahami masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang dikarenakan kesibukan produksi, masih banyaknya tenaga kerja yang tidak disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri karena merasa tidak nyaman saat digunakan dan kurang leluasa dalam pergerakannya. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan-hambatan dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan sosialisasi atau diklat masalah keselamatan dan kesehatan kerja, pemenuhan kompetensi kualifikasi pekerja terhadap pekerjaan yang dilakukan (job description), rekayasa engineering dengan penggantian bahan berbahaya dengan bahan yang tidak berbahaya, menjauhkan bahan berbahaya dari pekerja dengan menerapkan lay out tata ruang atau alur proses, savety patrol, kegiatan atau lomba 5R, serta pemberian punishment dan reward. Kemudian saran dari hasil analisis data tersebut ialah sebagai berikut. Pertama, dalam penambahan tenaga kerja baru harus benar-benar selective dan kemampuan calon tenaga kerja baru harus sesuai dengan job description yang dibutuhkan perusahaan. Kedua, perlu juga diadakannya pelatihan khusus atau pelatihan secara bertahap kepada setiap tenaga kerja terutama tenaga kerja baru. Ketiga, pihak manajemen maupun anggota P2K3 selaku penanggungjawab agar lebih tegas terhadap setiap tenaga kerja yang melanggar aturan-aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Keempat, perusahaan harus menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lebih aman dan nyaman dari yang ada sekarang terhadap tenaga kerja yang bekerja dalam tingkat bahaya yang tinggi. Kelima, perusahaan agar terus berusaha mencari mesin-mesin baru yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Pengembangan desain pembelajaran matematika berdasarkan whole brain teaching di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember / Saadah Ismi

 

Kata Kunci : Desain Pembelajaran Matematika Berdasarkan Whole Brain Teaching Pembelajaran dengan Whole Brain Teaching (WBT) dicirikan oleh kemampuan guru dalam membuat pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga tercipta pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Pembelajaran ini didasarkan kepada prinsip mengenali cara belajar siswa yang terdiri dari tiga bagian yaitu visual, verbal dan kinestetik. Desain pembelajaran yang disusun berdasarkan Whole Brain Teaching memungkinkan guru dan siswa untuk mengintegrasikan sistem manajemen kelas yang efektif dengan pendekatan belajar yang memanfaatkan otak secara keseluruhan. Desain ini dapat meningkatkan sistem penyimpanan informasi siswa terhadap konsep-konsep dasar materi pembelajaran sampai dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching memiliki langkah-langkah 1) seruan sapa class-yes, 2) gesture, 3) teach-ok, 4) mirror, 5) switch-ok, 6) scoreboard, dan 7) comprehension check yang dikembangkan berdasarkan teknik menggunakan Whole Brain Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Pembelajaran Matematika berdasarkan Whole Brain Teaching yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan ini bersandar pada Model Umum Pemecahan Masalah Pendidikan, Plomp sampai dengan fase implementasi secara terbatas. Untuk mengetahui keterlaksanaan kriteria yang ditetapkan, maka dilakukan validasi dan uji coba lapangan. Untuk mengembangkan desain, dikembangkan perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan digunakan untuk melaksanakan desain di kelas. Instrumen terdiri dari (1) lembar observasi aktivitas guru, (2) lembar observasi aktivitas siswa, (3) tes penguasaan bahan ajar (TPBA), dan (4) pedoman wawancara siswa. Prototipe RPP dan LKS yang telah disusun divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa, prototipe RPP dan LKS memenuhi syarat kevalidan. Hasil validasi yang valid juga ditunjukkan pada hasil validasi Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Validasi TPBA dilakukan oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan memenuhi syarat validitas isi, tetapi dari segi redaksi masih ada revisi. Subyek uji coba pengembangan Desain Pembelajaran ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013. Prototipe perangkat pembelajaran yang telah divalidasi diuji melalui uji coba lapangan. Uji coba bertujuan untuk mengukur ketercapaian dua kriteria, yaitu; (1) kepraktisan dan (2) keefektifan. Pada uji coba ini kepraktisan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata ketercapaian dari hasil observasi aktivitas guru (keterlasanaan desain) yaitu 94.00%. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat kepraktisan. Keefektifan desain diukur berdasar pada dua indikator, yaitu; (a) penguasaan bahan ajar, dan (b) persentase rata-rata ketercapaian observasi aktivitas siswa. Penguasaan bahan ajar mencakup dua aspek, yaitu; (1) nilai WBT, dan (2) hasil tes penguasaan bahan ajar (TPBA). Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan diperoleh data bahwa 93.33% siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan siswa secara klasikal tercapai dengan sangat baik. Disamping diukur melalui penguasaan bahan ajar, keefektifan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata observasi aktivitas siswa. Aktivitas siswa mempunyai rata-rata ketercapaian 90.83%. Aktivitas siswa secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat keefektivan. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan desain pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013 valid, praktis dan efektif. Oleh karena itu disarankan kepada para guru matematika untuk menggunakan desain ini dalam pembelajaran. Bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan menggunakan desain yang sama pada materi dan kelas yang berbeda.

Hubungan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja tukang bangunan proyek hotel OJ di Kota Malang / Reza Setyo Prayogi

 

Kata Kunci: Hubungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kinerja Tukang Bangunan Dalam implementasi pada pekerjaan konstruksi, sering kali pekerja lapangan tidak menghiraukan berbagai ketetapan yang harus dilakukan oleh tukang itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan K3 pada tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang, mengetahui kinerja tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang dan mengetahui hubungan penerapan K3 terhadap kinerja tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang. Dalam penelitian ini populasinya adalah tenaga kerja (tukang bangunan) Proyek Hotel OJ di Kota Malang yaitu berjumlah 100 tukang dan sampel yang digunakan adalah 30 tukang bangunan. Pemilihan sampel dengan menggunakan metode random diambil antara 20-25% dari jumlah populasi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan membagikan kuesioner yang telah divalidasi kepada para pekerja yang menjadi sampel penelitian ini. Hasil data yang terkumpul dimasukkan ke dalam tabel data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik distribusi frekuensi dan prosentase dengan bantuan program SPSS versi 20 untuk mengetahui normalitas dan korelasi antara kedua variabel tersebut. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Tukang Bangunan di Proyek Hotel OJ di Kota Malang berdasarkan hasil observasi sebagian besar responden memberikan penilaian yang menyatakan sering dilakukan / baik sebanyak 20 responden dari 30 responden, berdasarkan hasil wawancara sebagian besar responden memberikan penilaian sangat sering dilakukan / baik sebanyak 16 responden dari 30 responden. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek Proyek Hotel OJ di Kota Malang berdasarkan hasil angket/kuisioner sebagian besar responden memberikan penilaian yang menyatakan dilakukan / cukup baik 20 responden. Sedangkan untuk Kinerja Tukang Bangunan di proyek Proyek Hotel OJ di Kota Malang responden memberikan penilain sangat sering dilakukan / sangat baik sebanyak 17 responden dari 30 responden. Terdapat hubungan yang signifikan antara Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kinerja Tukang Bangunan. Jadi ada hubungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja tukang bangunan proyek hotel OJ di kota Malang. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mengindikasikan penerapan K3 memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap tukang bangunan. Selain itu juga ada pengaruh positif pada penerapan K3 terhadap tukang bangunan yang memberikan dampak pada proses terselesaikannya suatu proyek jasa konstruksi.

Penerapan strategi REACT dengan setting Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan pemahaman persamaan garis lurus bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Blitar / Mirza Azizah

 

Kata Kunci : REACT, TSTS, Pemahaman siswa Berdasarkan observasi pendahuluan serta wawancara kepada guru pengajar matematika di SMP Negeri 4 diketahui bahwa dalam proses pembelajaran jarang menerapkan metode atau model pembelajaran yang bermacam-macam. Metode ekspositori atau ceramah masih menjadi pilihan utama beliau dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika di dalam kelas yang mengakibatkan siswa cenderung pasif. Metode yang diterapkan di sekolah tersebut masih perlu dikembangkan lagi agar dapat bervariasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan metode belajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) dengan setting TSTS (Two Stay Two Stray). Penelitian ini mendeskripsikan tentang langkah-langkah pembelajaran strategi REACT dengan setting TSTS yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-B SMP Negeri 4 Blitar pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjalan dalam 1 siklus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 2) hasil catatan lapangan, 3) hasil tes akhir siklus. Data penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditetapkan sekolah pada siklus I yakni 81.81 % siswa kelas VIII-B memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75. Berdasarkan penelitian tersebut, langkah-langkah penerapan strategi REACT dengan setting Two Stay Two Stray (TSTS) yaitu (1) relating, guru mengulang kembali materi prasyarat kemudian memberi motivasi kepada siswa, (2) experiencing, siswa melakukan kegiatan yang terdapat pada LKS yang akan menuntun siswa dalam menemukan rumus, (3) applying, siswa mengaplikasikan rumus yang didapat kan setelah mengalami pada tahap experiencing untuk mngerjakan soal, (4) cooperating, siswa melakukan diskusi kelas dengan setting TSTS (dengan langkah-langkah yaitu, siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa, setelah selesai, dua dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok yang lain untuk bertanya dan mencari informasi (Two Stray), dua siswa yang tinggal bertugas membagikan hasil kerja dan informasi serta menjawab pertanyaan ke tamu (Two Stay), tamu mohon diri dan kembali ke kelompok asal dan melaporkan hasil temuan dari kelompok lain) dan dilanjutkan dengan kegiatan mempresentasikan hasil diskusi kelompok, (5) transferring, siswa diberikan soal tantangan dalam konteks yang baru tetapi masih terkait dengan materi.

Penerapan metode activity based costing dalam perhitungan harga pokok produksi non pupuk di PT Petrokimia Gresik / Emilia Khoirunissa

 

Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Metode Activity Based Costing Startegi-strategi yang dilakukan oleh perusahaan dapat bersaing adalah dengan efisiensi biaya, meningkatkan produktifitas, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kemampuan untuk memberikan respon terhadap berbagai kebutuhan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing dan menjelaskan perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi di PT Petrokimia Gresik dengan harga pokok produksi activity based costing Penelitian ini merupakan studi kasus di PT Petrokimia Gresik. Teknik analisis data yang digunakan untuk menentukan harga pokok produksi dengan menggunakan activity based costing yang mengkonsumsi overhead pabrik melalui dua tahap alokasi yaitu tahap pertama, mengidentifikasi biaya ke berbagai aktivitas dan tahap kedua, menentukan biaya ke berbagai masing-masing produk. Setelah dua tahap itumenghasilkan biaya overhead pabrik kemudian hasilnya dijumlahakan dengan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, setelah itu dijumlahkan dengan BDP awal, dan dikurangi dengan persediaan BDP akhir, sehingga menghasilkan perhitungan harga pokok produksi. Hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing menunjukan hasil per unitnya yaitu pada produk Asam Phospat sebesar Rp153,862.17, produk Alumunium Flurida sebesar Rp 513,470.92, sedangkan produk Cement Retarder sebesar Rp 6,280.11 dan produk Purified Gypsium sebesar Rp 59,428.11. Dari hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing harga pokok produksi pada produk Purified Gypsium mengalami undercost, sedangkan sebaliknya pada produk Asam Phospat, Alumunium Flurida dan Cement Retarder mengalami overcost. Meskipun activity based costing dibandingakan dengan sistem konvensional, maka tetap saja activity based costing dalam menentukan harga pokok produksi lebih tepat dan akurat dari pada metode konvensional. Berdasarkankesimpulan di atas, dapat disarankan bahwa sebaiknya PT Petrokimia Gresik meninjau kembali penggunaan metode konvensional dan mempertimbangkan penggunaan metode activity based costing pada perhitungan harga pokok produksi hasil yang lebih cermat dan akurat selain itu dapat memberikan informasi yang jelas tentang tingkat laba dan menetapkan harga jual pasar.

Pengaruh kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan Range Of Motion (ROM) sendi ekstremitas supoerior lansia di Desa Junrejo, Kota Batu / Priyo Prasantoso

 

Kata Kunci: lansia, senam pivot, jalan kaki, rentang gerak sendi/ range of motion (ROM),sendi ekstremitas superior. Pendengaran mulai menurun, penglihatan kabur, dan kekuatan fisiknya pun mulai melemah. Kenyataan itulah yang dialami oleh orang yang sudah lanjut usia (lansia). Kelompok lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Dengan diberikannya perlakuan kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki pada kelompok lansia diharapkan akan dapat mengurangi penurunan kualitas fisik dan psikologis, dalam hal ini mengenai nilai rentang gerak sendi/ range of motion (ROM) sendi ekstremitas superior. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan rentang gerak sendi/ range of motion (ROM) sendi ekstremitas superior yang diberikan pada kelompok lansia sebanyak 15 lansia di Desa Junrejo, Kota Batu, Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra tes dan pasca tes eksperimental. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimental, tepatnya metode eksperimental semu yaitu dengan metode yang memberikan atau menggunakan suatu treatment (perlakuan), dengan tujuan ingin mengetahui dan membandingkan pengaruh suatu kondisi terhadap gejala yang timbul. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan pengukuran rentang gerak sendi, untuk memperoleh data yang objektif tentang hasil latihan kelompok lansia. Kegiatan analisis data menggunakan analisis statistik yang telah dihitung menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan =95%(α=0,05). Berdasarkan hasil analisis data uji beda menggunakan Paired Samples T- Test, diperoleh hasil analisis data yang telah dihitung menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis penelitian diterima,ada perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir. Yaitu pada sendi bahu ketika fleksidan hiperekstensi, sendi siku ketika fleksi, serta sendi pergelangan tangan ketika fleksi dan hiperekstensi dengan nilai simp(2-tailed)<0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Sehingga, ada pengaruh pemberian perlakuan kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan Range Of Motion sendi ekstremitas superior lanjut usia di Desa Junrejo, Kota Batu, Malang.

Pengaruh Economic Value Added (EVA), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan real estate and property yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 / Julianto Hadi Wibowo

 

Kata kunci: EVA, ROA, ROE, dan Return Saham Salah satu alat penilaian kinerja keuangan adalah dengan analisis rasio. Rasio-rasio keuangan yang terkandung dalam laporan keuangan digunakan untuk memprediksi return saham yang akan diperoleh investor. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: ROA dan ROE. Analisis rasio keuangan dalam proses investasi bermanfaat sebagai alat komunikasi, namun penggunaannya punya kelemahan utama, yakni belum memperhatikan biaya modal sehingga sulit mengetahui apakah suatu perusahaan telah menciptakan nilai perusahaan, sehingga muncul pendekatan EVA. Konsep EVA ini mengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya modal yang ditimbulkan sebagai akibat investasi yang dilakukan atas laba bersih perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi EVA, ROA, ROE, dan return saham serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari EVA, ROA, ROE terhadap Return Saham pada perusahaan real estate and property yang listing di BEI periode 2009-2011. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan real estate and property yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 yang berjumlah 123 perusahaan dan diperoleh sebanyak 34 perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian, dimana sampel tersebut dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel Economic Value Added (EVA), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE) terhadap variabel return saham pada perusahaan real estate and property yang listing di BEI periode 2009-2011 dengan nilai signifikansi kurang dari 5% yaitu 0,046, 0,026, dan 0,011. Variabel dependen return saham dapat dipengaruhi oleh variabel independen (EVA, ROA dan ROE) sebesar 29,7% sedangkan sisanya 70,3% disebabkan oleh variabel lainnya. Dari hasil penelitian di atas dapat disarankan (1) bagi Investor, dalam berinvestasi, sebaiknya perlu memperhatikan dan mempertimbangkan tingkat return, pendekatan EVA, serta rasio-rasio keuangan seperti ROA dan ROE sebagai bahan dalam pengambilan keputusan investasi. (2) bagi Peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pengaruh-pengaruh lain yang dapat mempengaruhi return saham atau dapat dengan menambah jumlah sampel dan mencoba pada kelompok perusahaan yang lain serta periode waktu yang lain.

The effectiveness of debate in the speaking class of third semester students of English Letters Department at IAIN Sunan Ampel Surabaya / Fikri Yanda

 

Kata kunci: debat, presentasi, kemampuan berbicara Bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektifitas debat pada kelas speaking Jurusan Sastra Inggris IAIN Sunan Ampel Surabaya pada mahasiswa semester tiga untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka. Debat diharapkan menjadi metode pembelajaran speaking alternatif selain presentasi. Rumusan masalah penelitian adalah “Apakah mahasiswa yang diajari dengan metode debat berbicara Bahasa Inggris lebih baik daripada mereka yang diajari dengan metode presentasi?” Desain penelitian adalah quasi-eksperimen dengan grup pengendali beraturan. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa semester tiga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan pengendali. Kelompok eksperimen sebanyak 19 mahasiswa, kelompok pengendali 17 mahasiswa. Data penelitian diambil dari nilai pra-tes dan pasca-tes mahasiswa. Pra-tes diadakan pada tanggal 12 Oktober 2012. Pasca-tes pada 14 Desember 2012. Pembelajaran menggunakan debat (kelompok eksperimen) dan presentasi (kelompok pengendali) diadakan selama delapan pertemuan atau dua bulan mulai 19 Desember 2012 hingga 7 Desember 2012. Untuk tujuan validitas data, aktifitas pembelajaran direkam dalam bentuk video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajari dengan metode debat memiliki kemampuan berbicara lebih baik daripada mereka yang menggunakan presentasi. Dalam kata lain, metode debat lebih efektif daripada presentasi. Tingkat signifikansi (∞)signifikan pada p (0.006) < .05 dan thitung (2,901) > ttabel (2,032). Rata-rata Postest siswa kelas eksperimen (82.8772) lebih tinggi dari pada rata-rata Postest siswa kelas kontrol (77.8824). Dengan begitu, hasil penelitian member bukti bagi para pengajar bahwa metode debat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menganjurkan para mahasiswa program Bahasa Inggris untuk menggunakan metode debat demi meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka. Semakin mereka berdebat (dalam Bahasa Inggris), semakin lancar mereka berbicara. Bagi para pengajar yang hendak menggunakan metode debat di dalam kelas speaking, mereka diharapkan mengetahui konsep debat yang harus memiliki dua sisi yang setuju dan tidak setuju terhadap topik yang diperdebatkan. Debat dalam konteks ini bukan untuk mencari siapa yang paling benar, tapi siapa yang memberikan argument paling rasional serta menyuguhkan bukti kuat untuk mendukung argumen-argumen yang disampaikan. Bagi para peneliti di masa yang datang, mereka bisa menggunakan metode dan instrumen yang berbeda untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif tentang objek penelitian yang sama. Mereka juga bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai titik awal penelitian mereka.

Pengaruh kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakn dividen (Studi pada perusahaan publik yang terdaftar di BEI tahun 2009) / Muhammad Iqbal Al Muchlisun

 

Kata kunci: nilai perusahaan, kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Maksimalisasi nilai perusahaan merupakan tujuan utama bagi perusahaan publik. Dalam memaksimalkan nilai perusahaan, pihak manajemen dihadapkan pada tiga kebijakan keuangan yang sangat penting, yaitu kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Ketiga kebijakan tersebut saling berkaitan dan setiap kebijakan keuangan yang diambil akan mempengaruhi kebijakan keuangan lainnya, sehingga nantinya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji (1) pengaruh langsung kebijakan investasi, kebijakan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan; (2)pengaruh kebijakan investasiterha-dap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta (3) pengaruh tidak langsung kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 402 perusahaan publik yang ter-daftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan publikasi Indonesian Capital Market Directory 2010. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 41 perusahaan yang telah meme-nuhi kriteria penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Variabel endogen yang digunakan adalah nilai perusahaan, variabel peran-tara menggunakan kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen, sedangkan variabel eksogen menggunakan kebijakan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara langsung kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebija-kan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (2) kebijakan investasi ber-pengaruh terhadap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta(3) secara tidak langsung kebijakan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen. Penulis menyarankan kepada para investor di Bursa Efek Indonesia agar memberikan perhatian lebih terhadap informasi laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Bagiperusahaan sebaiknya harus memberi perhatian lebih terhadap kebijakan keuangannya, karena berkaitan de-ngan nilai perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankanuntuk menambah jumlah sampel dengan waktu pengamatan yang lebih lama, menggunakan analisis SEM, sertamemperkaya indikator kebijakan keuangan perusahaan.

Perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI SMP Negeri se-kota Malang / Kartika Nur Viana

 

Kata kunci: Tanggung Jawab Berprestasi, siswa Akselerasi, Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Anak berbakat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan akselerasi tidak akan berhasil dalam tujuan mencapai prestasi jika siswa tidak memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa akselerasi dituntut untuk mencapai standar kelulusan minimal dan dapat menyelesaikan waktu belajarnya lebih cepat dibandingkan dengan siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dituntut untuk dapat mencapai standar kelulusan Internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri se-Kota Malang. Tanggung jawab berprestasi merupakan kesediaan menangggung konsekuensi atas perilaku yang telah dilakukan untuk mencapai hasil maksimum. Adapun ciri siswa yang memiliki tanggung jawab beprestasi yaitu bekerja keras mencapai sesuatu yang diinginkan, berusaha melakukan terbaik yang bisa dilakukan, menerima kritikan dengan lapang dada, berani mengakui kesalahan sendiri,berani menanggung resiko atas usaha yang telah dilakukan, mengakui kelebihan yang ada pada diri sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua buah kelompok data. Metode yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI ini dengan uji Indepenedent Sampel t-test atau uji dua buah kelompok yang tidak memiliki hubungan. Dari pengujian uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan tanggung jawab berprestasi yang signifikan antara siswa Akselerasi dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Perbedaan tersebut ditunjang oleh perbedaan inteligensi, tuntutan dan harapan dari sekolah pada siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disarankan bagi guru untuk turut menunjang keberhasilan siswa dengan memberi penguatan misalnya dengan pujian, pemberian hadiah agar siswa termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun yang menjadi kewajibannya. Bagi orang tua hendaknya memantau perkembangan anak, mendukung setiap kegiatan positif anak dan berusaha memberikan perhatian terhadap belajar anak dirumah.

Pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang / David Leonardo Hutomo

 

Kata Kunci: keterampilan mengajar guru, motivasi belajar, prestasi belajar. Keterampilan mengajar guru merupakan seperangkat kemampuan atau kecakapan guru dalam melatih atau membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Sedangkan motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif dari dalam diri sehingga menimbulkan dorongan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan, kebutuhan atau keinginan belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam belajarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru (X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar (Y). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA NEGERI 1 Tumpang angkatan 2012 yang berjumlah 157 siswa. Data diperoleh dari hasil kuesioner atau angket. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar, 2) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar, 3) Secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi sekolah, Pihak sekolah khususnya kepala sekolah hendaknya dapat mengikutkan dan menghimbau para guru untuk mengikuti diklat pendidikan atau workshop untuk menambah wawasan dan kemampuan mengajar.(2) Bagi guru akuntansi SMA NEGERI 1 Tumpang, Guru diharapkan untuk lebih memperhatikan kondisi belajar di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Diharapkan dengan terjaganya kondisi belajar dengan baik maka siswa akan lebih termotivasi dalam belajar.(3) Bagi orang tua dan guru, Diharapkan orang tua, guru menggunakan pendekatan yang berbeda dengan memberikan penghargaan bisa berupa pujian atau hadiah kepada siswa ketika mendapat nilai yang baik pada mata pelajaran akuntansi.(4) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik pada masalah atau topik yang berkaitan dengan prestasi belajar, hendaknya menambah variabel atau indikator sehingga penelitian dapat lebih bervariasi dan dapat lebih mengkaji hal – hal yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Manajemen sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI dan Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang / Heru Totok Tri Wahonoi

 

Kata Kunci : Manajemen, Sumber Daya Manusia, Perguruan Tinggi Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Sumber daya manusia adalah pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi dan tujuannya. Sumber daya manusia harus didefinisikan bukan dengan apa yang sumber daya manusia lakukan, tetapi apa yang sumber daya manusia hasilkan. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan memasok suatu organisasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manajemen sumber daya manusia (SDM) di STKIP PGRI dan di UNIPDU Jombang ditinjau dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan, 2) Untuk mengetahui manajemen terhadap jumlah mahasiswa yang mendaftar dan kualitas kelulusan di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan harapan data yang diperoleh bersifat representative atau mewakili. Data penelitian berupa : data deskriptif yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam bentuk catatan lapangan. Langkah yang diambil dalam teknik pengumpulan data adalah dengan menentukan obyek penelitian dan mengadakan wawancara secara mendetail dan mendalam. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta, (3) studi dokumen. Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah STKIP PGRI Jombang, merupakan perguruan tinggi swasta dan berlokasi di Jl. Pattimura III/20, Jombang, Jawa Timur, Telp. : 0321 – 861319. Tenaga akademik dan non akademik yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang secara keseluruhan adalah 195 orang, yang terdiri dari 71 orang dosen kopertis, 33 dosen tetap yayasan dan 62 dosen tidak tetap. Sedangkan tenaga nonakademiknya berjumlah 29 orang. Jumlah dosen yang berkualifikasi S1 sebanyak 20 orang dan S2 sebanyak 146 orang. Jurusan yang ada di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang terdiri dari 6 program studi. ii UNIPDU memiliki enam (6) fakultas dengan 13 program studi dan satu (1) program pasca sarjana yang sebagian besar telah terakreditasi. Tenaga pendidik sampai dengan bulan Oktober 2011berjumlah 118 dengan klasifikasi sebagai berikut: Dosen Tetap 89 Orang, Dosen Tidak Tetap 25 Orang, Asisten Dosen 4 Orang, Administrasi 53 orang dan Karyawan/Tenaga Penunjang 50 orang.. Manajemen Sumber Daya Manusia di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dilakukan dengan memberikan dukungan yang terus menerus melalui pemberian kesempatan bagi tenaga akademik dan non akademik yang berprestasi untuk terus melanjutkan studi kejenjang S2 maupun S3. Dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun stafnya, dengan lebih mengaktifkan kegiatan-kegiatan pengembangan sumber daya manusia seperti seminar, lokakarya, pelatihan, workshop dan kuliah umum. Pengawasan dilakukan dengan membentuk unit penjaminan mutu yang dilakukan oleh auditor dari dosen yang ditunjuk lembaga dan Majelis Pendidikan Tinggi Pesantren agar kualitas SDM di perguruan tinggi semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan saran-saran sebagai berikut: 1) Dalam hal ini perencanaan dalam pengembangan sumber daya manusia ke depan di lembaga STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang untuk merekrut tenaga akademik dan tenaga non-akademik dengan cara selektif dan prestasi telah menjalankan sesuai dengan visi dan misinya, 2) pentingnya peberdayaan tenaga akademik dan tenaga non-akademik sehingga tenaga akademik yang berprestasi diberi kesempatan untuk menduduki jabatan (pimpinan), begitu juga tenaga adiministrasi diberi kesempatan untuk meningkatkan umumnya baik ke Strata Satu maupun Pasca, 3) Secara terus menerus dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia baik tenaga akademik maupun tenaga non-akademik, 4) para peneliti yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis, hendaknya melakukan penelitian lanjutan dan mengkaji secara mendalam pada penelitian ini.

Penerapan model pembelajaran carousel feedback sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa studi pada SMK Negeri 1 Pamekasan kelas XI keuangan mata diklat kewirausahaan / Shofiyani, Syarif

 

Kata Kunci: model pembelajaran Carousel Feedback, hasil belajar, Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil wawancara guru dan pengamat awal di kelas menunjukkan bahwa selama ini guru mata diklat Kewirausahaan kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan belum pernah menggunakan model pembelajaran Carousel Feedback. Oleh karena itu, dengan melihat permasalahan yang dialami saat proses belajar di kelas perlu dilakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran Carousel Feedback. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan. Teknik pengambilan dan pengumpula data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, tes, catatan lapangan, da dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model alur. Tujuan dilakukan penelitian dalam penerapan model pembelajaran Carousel Feedback pada mata diklat Kewirausahaan adalah: (1) Peneliti menerapkan kepada siswa di kelas tentang model pembelajaran Carousel Feedback, (2) Peneliti melihat adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah model pembelajaran Carousel Feedback di kelas, (3) Peneliti mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran Carousel Feedback. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Carousel Feedback yang dilakukan pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan. Menunjukkan hasil belajar siswa siklus I ke siklus II, dilihat dari aspek kognitif yaitu pada siklus I prosentase i berdasarkan pre test dapat diketahui rata-rata hasil belajar siswa aspek kognitif adalah sebesar 58,66%. Sedangkan untuk ketuntasan belajar pada siklus II berdasarkan post test dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar sisiwa mengalami peningkatan yaitu menjadi 84,16%. Berdasarkan hasil penemuan pada penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran Carousel Feedback dapat menjadi metode alternative dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk siswa agar lebih dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Sedangkan bagi peneliti sendiri adanya penelitian menggunakan model pembelajaran Carousel Feedback dapat dijadikan refrensi ketika menjadi guru nantinya.

Implementasi standar sarana dan prasarana berdasarkan KTSP untuk Progran Studi Keahlian Teknik Otomotif di SMK Kota Malang / Ismanto Setyabudi

 

Kata Kunci:implementasi,standar,sarana,prasarana Kemajuanilmupengetahuandanteknologiuntukmemenuhikebutuhan di masyarakat yang semakinberkembangmenuntutduniapendidikannasionalmelakukanupayapembaharuanmenujupendidikan yang kompetitifdaninovatif. SaranadanprasaranapadaProgramStudiKeahlianTeknikOtomotifmerupakankomponen yang pentingdalammenghantarkananakdidikmenujuduniakerja yang diinginkan, sesuaidengankompetensikeahliannya. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan pada pendidikan menengah kejuruan di dalam sistim pendidikan kita. SMK diselenggarakan dalam rangka untuk memberi pengetahuan, melatih ketrampilan dan etos kerja, serta akhlak mulia untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Sejalandenganperkembangandankemajuanilmupengetahuandanteknologi, sertadigulirkannya era reformasidenganotonominya, makasistempendidikannasionalpunberubahditandaidenganlahirnyaUndang-UndangRepublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional. Perubahan yang mendasarinipemerintahmengantisipasidenganmengeluarkanPeraturanPemerintahNomor 19 Tahun 2005 tentangStandarNasionalPendidikan, yang di dalamnyamengaturKTSP.Kehadiran KTSPsebagaikurikulumoperasional yang disusundandilaksanakan di masing-masingsatuanpendidikandiharapkanmampumenjawabperubahandanmengatasiberbagaipermasalahanpendidikan di tanah air.Secarakhusus KTSP mampumenjawabdanmerubahsekolahbeserta guru-gurunya yang selamainiterbiasamenggunakankurikulumsentralistikmenjadikurikulumdesentralistik, danbagaimana KTSP mengakomodirkepentingandaerahdannasionaldalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitianinibertujuanuntukmengungkapdan mendeskripsikankelayakansaranadanprasarana SMK pada program studikeahlianteknikotomotifkota Malang. Rancanganpenelitianinimenggunakanrancanganpenelitian deskriptif, yang akanmenggambarkankelayakansaranadanprasarana. Pengumpulandata menggunakanangket. Analisis data denganstatistikdeskriptifdanpelaksanaannyamenggunakan SPSS.12 for windows. TemuanpenelitianmengindikasikanbahwasecaraumumkelayakansaranadanprasaranaruangteoripadaProgramStudiKeahlianTeknikOtomotifSMK Kota Malang sudahlayak, sedangkankondisisaranadanprasarana area bengkelkhususnyapada SMK swastakuranglayak.Kesenjangankelayakanantarasaranadanprasaranaruangteori SMK Negeridan SMK SwastakotaMalangtidakada, sedangkankelayakan sarana dan prasarana bengkel antaraSMK Negeridengan SMK Swastakota Malang ada perbedaan. Berdasarkantemuan di atas, penelitimengajukanbeberapa saran sebagaiberikut: (1) bagipengambilkebijakandalamhaliniDinasPendidikan Kota MalangdalammenyusunRenstraperlumemperhatikansaranadanprasarana di SMK kota Malang khususnyapadaProgramStudiKeahlianTeknikOtomotif. (2) bagikepala SMK kota Malang dalammenyusunrencana program perlumemperhatikandanmeningkatkansaranadanprasaranakhususnyapada program studikeahlianteknikotomotif. (3) bagipeneliti yang akandatangbisamengkajiataumenambahkanvariabellain, misalhubunganantarasaranadanprasaranadengankompetensisiswa SMK.

Peran Serikat Pekerja dalam membangun hubungan industrial (Studi kasus pada Serikat Pkerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT. Ekamas Fortuna Malang) / Hendrik Eko Aprilianto

 

Kata kunci: Serikat Pekerja, Hubungan Industrial, PHK Tenaga kerja merupakan elemen yang penting dalam proses pembangunan. Pembangunan ketenagakerjaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kontribusi tenaga kerja dalam pembangunan. Sering munculnya permasalahan antara pekerja dan majikan di Indonesia membuat peran serikat pekerja menjadi sangat krusial. Tujuan dibentuknya Serikat Pekerja adalah untuk menyeimbangkan posisi buruh dengan majikan, memperjuangkan dan juga melindungi hak-hak para pekerja. Oleh karena adanya Serikat Pekerja di PT. Ekamas Fortuna Malang, peran pekerja dalam kinerja perusahaan diwakili dalam serikat pekerja tersebut. Terbukti dengan sikap Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang menolak secara tegas terhadap keputusan pihak manajemen perusahaan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tiga karyawan anggota SPSI dengan alasan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peran serikat pekerja dalam memperjuangkan hak karyawan dalam membangun hubungan industrial di PT. Ekamas Fortuna Malang, (2) Langkah-langkah yang diambil SPSI untuk memperjuangkan hak karyawan yang di PHK PT. Ekamas Fortuna Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan datanya menggunakan metode wawancara semiterstruktur, dengan empat orang informan, yakni, (1) Ketua SPSI UK PT. Ekamas Fortuna Malang, (2) HRD PT. Ekamas Fortuna Malang, (3) Pengurus SPSI, (4) Karyawan anggota SPSI. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peran yang sangat dominan dari SPSI UK PT. Ekamas Fortuna Malang adalah sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya. Dalam penyelesaian permasalahan PHK, pihak SPSI dan manajemen perusahaan telah melakukan perundingan secara musyawarah di tingkat Bipartit. Namun tidak menemukan sebuah kata mufakat. Oleh sebab itu, SPSI dan manajemen perusahaan meminta pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang sebagai pihak ke tiga menunjuk Mediator untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Dalam perundingan secara Mediasi, dihasilkan sebuah Keputusan Bersama yaitu membatalkan PHK tiga orang karyawan anggota SPSI dengan alasan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: (1) Dikarenakan peran SPSI dalam memperjuangkan hak-hak anggotanya sejauh ini sudah sangat baik, diharapkan kedepannya pengurus SPSI tetap membela dan berpihak kepada anggotanya, (2) Sebagai perwakilan anggotanya didalam perusahaan, diharapkan SPSI tidak takut dan ragu dalam memperjuangkan hak-hak yang telah diciderai oleh manajemen perusahaan meskipun harus menempuh jalur hukum. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk meneliti lebih lanjut mengenai: hal-hal yang melatarbelakangi PHK dengan alasan efisiensi yang bisa mengakibatkan PHK massal.

Pemanfaatan Short Message Service (SMS) dalam remedial teaching dengan menggunakan scaffolding pada materi peluang di SMK PGRI 3 Malang / Kawakibul Qamar

 

Kata Kunci: SMS, Remedial Teaching, Scaffolding Pembelajaran matematika telah memiliki banyak model, strategi dan metode. Namun ironisnya, hal ini tidak serta merta memastikan hasil belajar semua siswa tinggi, karena masih selalu saja ditemukan beberapa siswa yang masih mendapatkan hasil belajar yang rendah. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam belajar seperti pernyataan Cooney (1975) bahwa kesulitan belajar tidak dialami hanya oleh siswa yang berkemampuan di bawah rata-rata atau yang dikenal sungguh memiliki learning difficulties, tetapi dapat dialami oleh siswa dengan tingkat kemampuan manapun dari kalangan atau kelompok manapun. Untuk itu perlu dilakukan remedial teaching yang disusun dengan prinsip-prinsip yang dapat menyelesaikan kesulitan siswa. Namun pelaksanan remedial teaching di SMK PGRI 3 Malang terkendala oleh waktu dan tempat. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu desain remedial teaching yang memanfaatkan Short Message Service (SMS) dengan metode scaffolding. Kesulitan siswa yang dapat ditangani secara langsung adalah kesulitan siswa yang dipengaruhi oleh faktor intelektual dan pedagogis. Penelitian ini difokuskan kepada kesulitan siswa yang dipengaruhi oleh faktor intelektual. Penggunaan tes diagnostik tipe A dengan pendekatan pengetahuan terstruktur adalah teknik diagnosis yang paling sesuai untuk mengetahui kesulitan siswa pada kompetensi tertentu. Setelah letak kesulitan siswa diketahui, selanjutnya membuat desain remedial teaching yang memanfaatkan SMS. SMS merupakan bagian dari Mobile Learning yang dapat dikatakan sebagai “anytime, anywhere learning” (Kukulska-Hulme, 2005:59). Strategi yang sesuai dengan SMS adalah scaffolding khususnya verbal scaffolding yang terdiri dari empat bagian yaitu Questioning, Prompting, Cueing dan Explaining. Hasil analisis hasil ulangan materi peluang dan tes diagnostik diperoleh data bahwa terdapat siswa yang belum menguasai kompetensi dasar 1 yaitu tentang mendeskripsikan kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi serta kompetensi dasar 2 yaitu tentang menghitung peluang suatu kejadian. Pada siklus I diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan remedial teaching melebihi waktu yang telah ditentukan yaitu 60 menit, serta hanya dapat dibahas satu soal saja. Penyebabnya adalah SMS yang tertunda (pending), dan untuk mengatasinya adalah dengan merevisi durasi remedial teaching. Pada siklus II diperoleh kesimpulan bahwa remedial teaching dapat terlaksana dengan baik dan analisis hasil tes remedial diperoleh bahwa partisipan telah memenuhi KKM. Dari wawancara dengan semua partisipan diperoleh data bahwa ternyata ada respon positif terhadap remedial teaching, meskipun hampir semua partisipan masih terkendala SMS yang tertunda. Berdasarkan dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut, (1) Desain remedial teaching yang memanfaatkan SMS pada materi peluang di SMK PGRI 3 Malang meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (a) menentukan letak kesulitan siswa dengan tes diagnostik tipe A (berdasarkan hasil ulangan), (b) melaksanakan remedial teaching di luar jam pelajaran dan berdasarkan kebutuhan siswa, biasanya malam hari atau pada hari libur serta menggunakan metode scaffolding khususnya verbal scaffolding yaitu pertanyaan arahan dengan Questioning, Prompting, Cueing dan Explaining, (2) Siswa dapat mengatasi kesulitan belajar dengan baik, karena kegiatan remedial teaching ini berdasarkan atas respon masingmasing siswa.

Pengembangan media CD interaktif mata pelajaran CNC pkok bahasan memahami instruksi kerja mesin CNC TU-2A di SMK PGRI 3 Malang / Khoirul Huda

 

Kata Kunci: pengembangan media pembelajaran, CD interaktif, memahami instruksi kerja mesin CNC TU-2A Media CD interakatif merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran CNC pokok basan memahami instruksi kerja mesin CNC TU-2A. berdasarkan hasil observasi di SMK PGRI 3 Malang, penyampaian materi memahami instruksi kerja mesin CNC TU-2A masih menggunakan metode ceramah. Padahal dengan menggunakan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang di berikan dan cepat bosan karena banyak bagian-bagian mesin CNC yang begitu kompleks dan memiliki banyak istilah-istilahyang sulit dihafalkan dan dipahami. Tujuan dari pengembangan media CD interaktif ini adalah mengembangkan suatu media CD interaktif yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga bisa memberikan salah satu alternatif bagi guru dalam menyampaikan meteri pokok bahasan memahami instruksi kerja mesin CNC TU -2A. Subjek uji coba dalam pengembangan media CD interaktif ini adalah siswa kela X SMK PGRI 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media CD Interaktif ini kepada ahli media, ahli materi, dan siswa atau audiens. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi ahli media, ahli materi, dan audiens adalah prosentase. Hasil pengembangan media CD interaktif ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 80%, dan audiens mencapai tingkat kevalidan 9,28%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media CD interaktif yang disajikan secara variatif dapat merangsang minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran CNC pokok bahasan memahami instruksi kerja mesin CNC TU-2A, serta dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Saran yang diberikan berdasarkan hasil pengembangan media CD interaktif ini adalah diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenaj efektifitas penggunaan media CD interaktif yang telah dikembangkan. Sehingga pengembang berikutnya dapat menghasilkan media CD interaktif yang lebih efektif dan efisien.

Pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu dengan tema peredaran sari makanan untuk siswa kelas VIII SMP Internasional Laboratorium Universitas Negeri Malang / Silvia Nur Imamiasih

 

Kata Kunci : Bahan Ajar, Modul Pembelajaran, IPA Terpadu Bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA terpadu membantusiswaSecondary International LaboratorySchoolUniversity of Malangkelas VIII dalammempelajariprinsip, konsep, dan proses pada materisistempencernaan dan sistemperedaran darah. Kedua sistem dalam tubuh manusia tersebut disajikan secara lebih bermakna dalam tema peredaran sari makanan.Penelitianinibertujuanuntukmengembangkanmodul pembelajaran IPA terpadu untuk siswa kelas VIII. PenelitianinitermasukpenelitianResearchandDevelopmentdenganmenggunakanmodifikasi modelpengembangan 4-D Thiagarajan, dkk. Data kuantitatifberupaskorangketpenilaiandarivalidator, skorangketpenilaiansikapsiswa, dan nilaiworksheet siswa; data kualitatifberupasaran dan komentardarivalidator dan siswa sebagai pengguna modul. Instrumentpengumpulan data yang digunakanadalahangketvalidasiproduk, lembarkegiatan siswa, dan angketsikapsiswa. Uji coba dilakukankepadasiswakelas VIII regulerSecondary International LaboratorySchoolUniversity of Malangyang berjumlah6orang. Hasilvalidasiprodukmenunjukkankriteriavaliddarisegipendidikan dan penerapan lapangandenganskor88,31% untuk modul guru dan skor 85,98% untuk modul siswa, begitu pula darisegimaterimenunjukkan kriteria yang valid denganskor100%. Berdasarkan data uji coba, reratanilaikognitifsiswa secara klasikaladalah83,88; reratanilaihasilbelajarafektifsiswa secara klasikaladalah74,28 dengan kriteria A (sangat baik); dan reratahasilbelajarpsikomotor siswa secara klasikaladalah87,50. Pembelajarandenganmenggunakanmodul pembelajaran IPA terpaduterbuktidapatmengefisiensikanwaktupembelajaran dan membuat pembelajaran lebih bermakna.

Inhibisi xantin oksidase oleh ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon) relatif terhadap allopurinol / Sri Wulandari

 

Kata kunci: xantin oksidase, inhibisi, kulit melinjo, allopurinol Penyakit gout (asam urat) disebabkan oleh kelebihan kadar asam urat yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Xantin oksidase adalah enzim yang berperan penting dalam pembentukan asam urat dan dapat diisolasi dari susu sapi segar. Penderita penyakit gout seringkali menggunakan allopurinol sebagai obat penurun kadar asam urat dengan mekanisme kerja sebagai inhibitor xantin oksidase. Allopurinol memiliki efek samping seperti mual, diare, hingga kulit kemerahan disertai gatal, sehingga perlu dicari senyawa bioaktif tanaman sebagai inhibitor alami xantin oksidase untuk dijadikan alternatif pengobatan yang aman. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa kulit melinjo mengandung polifenol, senyawa fenolik, tokoferol, dan asam askorbat yang diduga mampu menghambat aktivitas xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol kulit melinjo, 2) daya inhibisi ekstrak etanol kulit melinjo dengan variasi usia buah dan perebusan terhadap xantin oksidase relatif terhadap allopurinol, dan 3) massa kulit melinjo yang diperlukan untuk menghasilkan ekstrak dengan aktivitas setara dengan 1 tablet allopurinol (100 mg). Penelitian ini dilakukan dengan tahapan: 1) ekstraksi serbuk kulit melinjo dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, 2) uji fitokimia meliputi uji tanin dan polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid, 3) isolasi enzim xantin oksidase menggunakan metode fraksinasi ammonium sulfat 0 - 40%, dan 4) uji enzimatik xantin oksidase tanpa dan dengan inhibitor menggunakan xantin sebagai substrat, dan spektrofotometri UV pada 290 nm untuk mendeteksi produksi asam urat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol kulit melinjo adalah golongan flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Perebusan mampu meningkatkan kadar saponin, polifenol, dan alkaloid sedangkan kadar flavonoid menurun, 2) daya inhibisi 100 ppm ekstrak etanol kulit melinjo adalah 54,55% (biji muda, mentah atau rebus) yang setara dengan allopurinol 19,9 ppm dan sebesar 45,46% (biji tua, mentah atau rebus) yang setara dengan allopurinol 16,7 ppm, dan 3) untuk mendapatkan ekstrak etanol yang mengandung zat aktif dengan daya inhibisi setara dengan 1 tablet allopurinol (100 mg), diperlukan kulit melinjo muda mentah segar sebanyak 20,3 g.

Studi tentang minat berwirausaha di bidang otomoitif dan faktor pendukungnya pada siswa Jurusan Teknik Otomotif SMK Negeri I Trenggalek / Ahmad Dwi Cahya Husada

 

Kata Kunci: minat, faktor-faktor pendukung, dan bidang wirausaha otomotif Salah satu penyebab tingginya angka penganguran di Indonesia adalah kurangnya minat berwirausaha pada output sekolah menengah, di mana mereka cenderung untuk mencari pekerjaan bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian diperlukan adanya program menumbuhkembangkan minat berwirausaha dalam skala nasional Manusia wirausaha adalah manusia yang berkepribadian kuat. Kepribadian yang kuat ini menjadi sumber motivasi yang kuat untuk berprestasi. Selanjutnya potensi berprestasi ini dipakai untuk mengatasi permasalahan hidupnya dalam arti menolong dirinya sendiri. Manusia wirausaha perlu peka terhadap lingkungan. Selain mata pelajaran produktif, normatif dan adaptif SMK jurusan teknik otomotif juga dengan mata pelajaran kewirausahaan. Matapelajaran kewirausahaan adalah matapelajaran yang memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan, selain itu matapelajaran produktif yang memberikan keterampilan, keahlian yang berkaiatan dengan otomotif. Artinya setelah siswa lulus dari SMK, maka ia akan siap untuk berkarya di masyarakat. Untuk itu , penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana besarnya minat berwirausaha di bidang otomotif, jenis bidang wirausaha yang diminati, dan faktor pendukungnya pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK kelas XII jurusan teknik mekanik otomotif yang berjumlah 144 siswa dan diambil 25% dari populasi didapat 36 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel random atau random sampel. Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis prosentase menunjukkan bahwa minat berwirausaha di bidang otomotif dan faktor pendukungnya pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek dengan variabel minat , faktor-faktor yang mendukung, dan jenis wirausaha di bidang otomotif yang telah didapat dapat disimpulkan. Berdasarkan penelitian tentang minat siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif untuk berwirausaha di bidang otomotif dari 36 siswa yang dijadikan sampel yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 15 dengan persentase 41,66 %, pada kategori tinggi adalah 20 dengan persentase 55,55 %, pada kategori sedang adalah 1 dengan persentase 2,77 %, dan pada kategori rendah adalah 0 dengan persentase 0,00 %. Kedua berdasarkan penelitian tentang faktor-faktor yang mendukung minat siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif untuk berwirausaha di bidangotomotif yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 1 dengan persentase 2,77 %, pada kategori tinggi adalah 27 dengan persentase 75 %, pada kategori sedang adalah 8 dengan persentase 22,22 %, dan pada kategori rendah adalah 0 dengan persentase 0,00 %. Ketiga berdasarkan penelitian tentang bidang wirausaha otomotif yang diminati siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 4 dengan persentase 11,11 %, pada kategori tinggi adalah 20 dengan persentase 55,55 %, pada kategori sedang adalah 11 dengan persentase 30,55 %, dan pada kategori rendah adalah 1 dengan persentase 2,77 %. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat berwirausaha di bidang otomotif dan faktor pendukungnya, serta jenis-jenis bidang wirausaha otomotif yang diminati pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek termasuk dalam katagori tinggi. Maka dapat dilihat dari minat yang berkatagori tinggi adalah bersedia belajar dari kegagalan untuk meraih kesuksesan, faktorfaktor pendukung yang mempunyai prosentase kategori tinggi adalah dengan bertambahnya kedewasaan membuat saya untuk bersikap mandiri,dan jenis wirausaha di bidang otomotif yang mempunyai prosentase kategori tinggi adalah bidang wirausaha penjualan asesoris dan suku cadang mobil Saran berdasarkan temuan penelitian diatas adalah sebagai berikut; 1. Bagi pihak sekolah, supaya lebih mendukung minat yang telah dimiliki oleh siswa SMK untuk mendirikan suatu wirausaha dengan membentuk atau mendirikan UPS (Unit Produksi Sekolah) dan diharapkan untuk menambah jam pelajaran kewirausahaan sehingga siswa memperoleh lebih banyak pengetahuan kewirausahaan serta mengadakan praktek dilapangan; 2. Bagi pihak sekolah dan guru, agar lebih meningkatkan dan memaksimalkan praktikum yang berhubungan dengan ketrampilan seperti diadakannya ektrakurikuler praktik sepeda motor, pengecatan, balancing dan sporing, praktik mobil, praktik sistem kelistrikan dan lain – lain sehingga diharapkan nanti setelah lulus siswa SMK bisa mengaplikasikan sebagai salah satu bentuk wirausaha yang dapat diwujudkan oleh para siswa setelah lulus; 3. Bagi peneliti sejenis, hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan penelitian yang sejenis atau yang berhubungan dengan penelitian ini.

Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia dengan menggunakan Swishmax 4 pada materi kinematika gerak lurus untuk siswa SMA / Kharisma Resi Pradipta

 

Kata Kunci: media pembelajaran fisika, kinematika gerak lurus, swishmax 4 Pada pelajaran fisika kelas x, ada materi yang membahas kinematika gerak lurus. Bab ini membahas tentang kedudukan, gerak, perpindahan, kecepatan, percepatan, GLB, GLBB, gerak jatuh bebas, dan gerak vertikal ke atas. Kinematika gerak lurus merupakan bab yang harus dikuasai siswa karena akan dibutuhkan pada materi-materi selanjutnya misalnya pada dinamika, perpaduan gerak, dan gerak paralabola. Untuk memotivasi siswa supaya mau belajar, maka dibuat media pembelajaran yang mampu menarik siswa untuk belajar. Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia ini menggunakan softwere SwishMax 4. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa CD (Compact Disk) pembelajaran. Media ini menampilkan konsep-konsep fisika pada materi kinematika gerak lurus dengan teknik gambar bergerak (animasi). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan sesuai yang dikemukakan Brog dan Gall dengan langkah-langkah penelitian : tahap pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba, dan revisi. Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap uji coba validasi. Pengambilan data uji coba validasi media pembelajaran dilakukan menggunakan instrumen berupa angket/ kuiseoner kepada ahli media dan ahli materi untuk mengetahui persentase kelayakan media. Dari hasil analisis data uji coba terbatas diketahui tingkat kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan menurut ahli media sebesar 82,3% dan menurut ahli materi 91,9 %. Media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan secara keseluruhan dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam pembelajaran.

Pengelolaan arsip di Sub Bagian Administrasi dan Umum Kantor Inspektorat Kabupaten Malang / Herwinda Ismawati

 

Kata Kunci : pengelolaan, arsip Setiap pekerjaan dan kegiatan di perkantoran memerlukan data dan informasi. Data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui arsip, arsip merupakan bukti dan rekaman dari kegiatan terdepan sampai pada kegiatan-kegiatan pengambilan keputusan. Pengelolaan arsip adalah pengaturan kegiatan yang harus dilakukan terhadap arsip-arsip yang diterima, dimana arsip tersebut memiliki nilai guna yang berbeda-beda, sehingga ada arsip yang memiliki waktu penyimpanan yang lama, bahkan permanent. Tetapi ada juga arsip yang harus segera dimusnahkan. Dengan demikian, pengelolaan arsip harus disertai kewenangan dan tanggung jawab yang jelas, serta pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib dan teratur. Penelitian yang berjudul ”Pengelolaan Arsip di Sub Bagian Administrasi dan Umum Kantor Inspektorat Kabupaten Malang Tahun 2012” bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip yang telah dilaksanakan dan diterapkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang. Adapun sistem kearsipan yang diteliti meliputi : (1) pengelolaan surat masuk dan surat keluar, (2) sistem penyimpanan arsip, (3) azas penyimpanan arsip, (4) prosedur penyimpanan arsip, (5) peminjaman arsip, (6) prosedur pemeliharaan arsip, (7) penyusutan dan pemusnahan arsip, (8) sarana dan prasarana kearsipan, (9) prosedur penemuan kembali arsip, serta (10) latar belakang pegawai kearsipan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang yang beralamat di Jl. Raya Mondoroko No. 17B Singosari Malang, mulai bulan November sampai Desember 2011. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yaitu dengan menggambarkan bagaimana pengelolaan arsip yang diterapkan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes kecepatan dan pemberian kuisioner kepada responden. Teknik analisis data yaitu teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 75% responden menyatakan bahwa pelaksanaan sistem kearsipan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang berjalan dengan sangat baik, (1) Jenis arsip yang disimpan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang terdiri dari surat masuk dan surat keluar. Sebagian besar merupakan surat dinas yang pengelompokannya berdasarkan subyek/perihal surat, (2) Pengelolaan surat masuk dan surat keluar di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang menerapkan sistem buku agenda, (3) Sistem penyimpanan arsip yang diterapkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang adalah kombinasi antara beberapa sistem penyimpanan arsip yaitu kombinasi antara sistem nomor, sistem wilayah, sistem subyek dan sistem tanggal, (4) Azas penyimpanan yang diterapkan adalah azas kombinasi yaitu gabungan dari sentralisasi dan desentralisasi, (5) Prosedur/langkah-langkah penyimpanan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang yaitu menerima dan membaca arsip yang akan disimpan, kemudian mencatatnya ke dalam buku agenda, setelah itu menyimpan arsip sesuai klasifikasi, (6) Peralatan dan perlengkapan kearsipan yang digunakan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang antara lain : map ordner sebanyak 30, lemari arsip yang terbuat dari kayu sebanyak 5 buah khusus untuk menyimpan arsip yang masih aktif, komputer sebanyak 12 unit, laptop sebanyak 6 unit dan filling cabinet sebanyak 4 buah. Semua perlengkapan dan peralatan yang ada telah digunakan secara maksimal oleh petugas kearsipan untuk menyelenggarakan kegiatan kearsipan sebaik mungkin, (7) Perawatan dan pemeliharaan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang dilakukan dengan cara yang terbilang sederhana yaitu selalu memperhatikan tata letak penyimpanan arsip serta membersihkannya apabila banyak debu yang menempel, arsip-arsip ditata dengan rapi sehingga memudahkan untuk membersihkannya serta memberi kapur barus di dalam lemari penyimpanan arsip untuk menghindari gangguan serangga atau tikus. Sirkulasi udara dan cahaya di ruang penyimpanan juga diperhatikan agar ruangan tidak pengap dan lembab, (8) Peminjaman arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang dilakukan dengan menggunakan tanda bukti pinjaman, (9) Prosedur penemuan kembali arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang adalah sebagai berikut : (a) mengetahui subyek atau judul dan alamat surat yang ada pada kepala surat, (b) mencari nomor agenda surat dan (c) mencari arsip surat di dalam map ordner sesuai dengan subyek surat dan alamat surat. Jangka waktu penemuan kembali arsip pada kriteria sangat cepat, hal ini ditunjukkan dari besarnya angka efisiensi waktu penemuan kembali arsip sebesar 52,5 detik untuk menemukan sepuluh arsip, (10) Penyusutan dan pemusnahan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang telah dilakukan setiap tahun secara rutin dengan mengacu kepada Jadwal Retensi Arsip yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan disarankan bagi Kantor Inspektorat Kabupaten Malang untuk : (1) mengelompokkan jenis-jenis arsip lebih detail dan spesifik, (2) lebih memaksimalkan penggunaan fasilitas media elektronik seperti komputer dan laptop untuk menyimpan file/arsip kantor, karena lebih hemat tenaga, biaya dan tempat. Serta (3) penambahan petugas kearsipan untuk meringankan beban tugas kearsipan yang dijalankan selama ini.

Kajian butir soal ujian sekolah matematika SMA Negeri 1 Gondanglegi tahun 2012 / M. Zuhdi Rachman

 

Kata kunci: Kajian butir soal, Ujian Sekolah matematika. Ujian Sekolah (US) merupakan salah satu penentu kelulusan siswa dari setiap jenjang pendidikan. US dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Penyusun US adalah guru atau kelompok guru mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. Namun, soal US buatan guru jarang diujicobakan terlebih dahulu. Selain itu, matematika masih dianggap mata pelajaran yang sulit. Hal ini mengakibatkan kualitas soal US belum dapat diketahui pada saat diujikan. Sejauh ini, analisis yang dilakukan hanya sebatas analisis butir soal. Berkaitan dengan itu, dilakukan kajian terhadap butir soal US matematika tersebut yang dilengkapi dengan analisis terhadap kinerja siswa dan analisis tingkat kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah soal US matematika IPA SMAN 1 Gondanglegi tahun 2012. Data penelitian yang dihimpun adalah jawaban dan kinerja siswa. Analisis data pada penelitian ini meliputi analisis butir soal, analisis kemampuan kognitif siswa, dan analisis kinerja siswa. Analisis butir soal dilakukan dengan bantuan software ITEMAN. Tingkat kemampuan kognitif siswa dianalisis berdasarkan revisi taksonomi Bloom. Analisis kinerja siswa dilakukan berdasarkan standar proses NCTM disertai dengan kesulitan yang mungkin dialami siswa. Berdasarkan analisis data tersebut, didapatkan simpulan sebagai berikut. Dalam US matematika, terdapat 4 soal yang tidak dapat dikerjakan sehingga hanya 36 soal yang dapat dianalisis. Berdasarkan hasil analisis butir soal, terdapat 20 soal sulit, 10 soal dengan tingkat kesukaran sedang, dan 6 soal mudah. Soal dengan daya pembeda baik sebanyak 16. Soal dengan daya pembeda cukup sebanyak 9 soal. Soal dengan daya pembeda jelek sebanyak 11 soal. Selain itu, didapatkan sebanyak 17 soal mempunyai pilihan jawaban belum efektif dan 19 soal dengan pilihan jawaban efektif. Berdasarkan tingkat kemampuan kognitif siswa, US Matematika IPA SMAN 1 Gondanglegi terdiri atas soal mengingat sebanyak 7 soal, soal memahami sebanyak 21 soal, soal menerapkan sebanyak 6 soal, dan soal menguraikan sebanyak 2 soal. Hasil analisis kinerja siswa menunjukkan bahwa US Matemarika IPA SMAN 1 Gondanglegi memiliki beberapa karakteristik. Berdasarkan standar proses NCTM, kemampuan yang harus dikuasai siswa untuk menyelesaikan soal-soal US matematika terdiri atas kemampuan problem solving, representasi, dan koneksi. Beberapa kesulitan yang mungkin terjadi dalam mengerjakan US matematika ini adalah menggunakan rumus, melakukan manipulasi dan operasi, melakukan perhitungan, menyusun dan menyelesaikan model matematika, memahami konsep atau karakteristik konsep, dan menyusun ilustrasi. Kesalahan yang dilakukan siswa sering terjadi dalam manipulasi atau penerapan konsep persamaan dan fungsi kuadrat, trigonometri, eksponen dan logaritma. Hasil analisis kinerja siswa dapat mendukung hasil analisis butir soal. Pada beberapa soal yang mempunyai pilihan jawaban efektif dengan daya pembeda cukup atau baik, kinerja siswa pada soal tersebut telah baik. Namun, pada beberapa soal dengan pilihan jawaban yang belum efektif dan daya pembeda jelek, kinerja siswa tergolong jelek. Langkah kerja yang tidak mengarah pada jawaban dan banyak kesalahan yang dilakukan menyebabkan terlalu banyak siswa yang menjawab salah. Akibatnya adalah soal tergolong menjadi soal sulit dengan daya pembeda jelek dan pilihan jawaban yang belum efektif. Padahal langkah kerja yang perlu dilakukan dalam soal tersebut siswa cukup sederhana. Beberapa soal juga mempunyai kemungkinan menebak lebih tinggi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya langkah kerja yang terarah pada suatu jawaban di lembar kerja siswa. Hasil analisis butir soal seperti ini menjadi kurang valid karena soal hanya ditinjau dari jawaban akhir tanpa dilihat dari sudut pandang proses kerja dan kemampuan siswa.

Peningkatan pembelajaran gerak dasar lempar dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas V di SD Negeri Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Denny Hendrawan

 

Kata kunci: Metode bermain, siswa aktif, pembelajaran gerak dasar lempar. Gerak Dasar Lempar merupakan salah satu dasar dari pembelajaran gerak pada olahraga atletik yang diajarkan di sekolah dasar. Berdasarkan hasil dari observasi awal yang dilakukan diperoleh keterangan bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif saat pembelajaran dilakukan. Pada pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan guru masih sering menggunakan metode ceramah pada saat penyampaikan materi untuk memberikan contoh kepada siswa. Peneliti menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman dalam hal pembelajaran dan tingkat penerapan informasi pada setiap siswa yang kedepannya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Disamping itu guru dituntut untuk lebih inovatif serta mempunyai strategi pendekatan pembelajaran yang tepat, agar dapat terciptanya suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa, atau yang lebih jelasnya guru dapat menerapakan dengan pendekatan pembelajaran model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Maka dari itu dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain. Tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain adalah siswa senang dan banyak bergerak. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa diharapkan dapat lebih aktif dalam pembelajaran gerak dasar lempar sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar kelas V SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan menggunakan metode bermain. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, Ahli Atletik, Ahli Permainan, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan dari 15 siswa terdapat 20% atau 3 siswa yang tidak bersemangat, 13,33% atau 2 siswa yang tidak berusaha keras, dan siswa tidak serius 6,66% atau 1 siswa. Secara umum keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar mulai dari siklus 1 sudah mengalami peningkatan yang signifikan dan pada siklus 2 hampir keseluruhan siswa sudah mengalami peningkatan hanya ada beberapa siswa saja yang belum mencapai standar minimal ketuntasan, dari data di atas maka pembelajaran disimpulkan berhasil karena ketuntasan minimal adalah 75% . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar kelas V SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.

Penerapan part-whole methdos dalam bentuk bermain untuk meningkatkan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas IV SDN Blimbing Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang / Eko Mukti Prabowo

 

Kata kunci: Penerapan Part-Whole Methods, Bentuk Bermain, Meningkatkan, Keterampilan, Lompat Jauh Gaya Jongkok. Pada kompetensi dasar kelas IV semester 2 yaitu mempraktikan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat, loncat, dan lempar, dengan memperhatikan nilai-nilai pantang menyerah, sportifitas, percaya diri, dan kejujuran. Pada observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan teknik lompat jauh gaya jongkok siswa kelas IV SDN Blimbing Gudo Jombang, dari keempat teknik dasar yang diamati tingkat kegagalan pada tekink awalan dengan jumlah persentase 55%, tumpuan 53%, melayang 65%, mendarat 71%. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan menggunakan penerapan part-whole methods dalam bentuk bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang semangat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas IV SDN Blimbing Gudo Jombang dengan menggunakan penerapan part-whole methods dalam bentuk bermain. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Blimbing Gudo Jombang. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa, sikap siswa, dan pengetahuan siswa, serta kinerja guru dan suasana akademik dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 terjadi peningkatan yaitu pada teknik awalan dari 42,4% menjadi 80,4%, tumpuan 37% menjadi 69,4%, melayang di udara 36,4% menjadi 65,7%, mendarat 33% menjadi 58,4%. Siklus 2 pada teknik awalan dari 90,7% menjadi 100%, tumpuan 90% menjadi 100%, melayang di udara 82,7% menjadi 100%, mendarat 65% menjadi 94,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan part-whole methods dalam bentuk bermain dapat meningkatkan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok siswa kelas IV SDN Blimbing Gudo Jombang. Selain itu dapat juga meningkatkan sikap siswa (afektif) dan pengetahuan siswa (kognitif). Saran bagi guru Pendidikan Jasmani dapat menggunakan permainan untuk meningkatkan keterampilan lompat jauh. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan lagi permainan-permainan olahraga untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani.

Analisis earning per share, price earning ratio price to book value, dan kurs rupiah terhadap return saham (Studi kasus pada perusahaan pertambangan yang listing di BEI periode 2007-2010 / Erwa Yonanda

 

Kata kunci: Earning Per Share, Price Earning Ratio, Price To Book Value, Kurs Rupiah terhadap Dollar US, Stock Return (Return Saham). Investor merupakan salah satu pelaku pasar yang menyediakan dan memasok dana ke pasar modal dengan membeli berbagai sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Melalui transaksi tersebut investor melakukan aktivitas investasi dan menjadi pihak sentral di pasar modal. Sebelum melakukan investasi, investor perlu mengetahui dan memilih perusahaan yang memiliki saham yang dapat memberikan keuntungan secara optimal. Analisis fundamental merupakan salah satu cara untuk mengetahui prospek suatu industri. Selain itu faktor lain seperti ekonomi makro juga perlu dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh faktor fundamental (Earning Per Share, Price Earning Ratio, Price To Book Value) dan faktor ekonomi makro (Kurs Rupiah terhadap Dollar US) baik secara parsial maupun simultan terhadap Return Saham perusahaan pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Rancangan penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007 – 2010. Penentuan sample dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling berdasarkan ketersediaan data selama periode penelitian dan jenis datanya adalah data sekunder, adapun metode analisa yang digunakan adalah regresi liner berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Earning Per Share, Price Earning Ratio, Price To Book Value, dan Kurs Rupiah Terhadap Dollar US secara simultan sebesar 72,2 % mempengaruhi return saham. Sedangkan Secara parsial pengaruhnya berbeda-beda. Price Earning Ratio dan Price To Book Value secara parsial masing masing sebesar 62,8 % dan 11,5 % mempengaruhi return saham. Sedangkan Earning Per Share dan Kurs Rupiah Terhadap Dollar US secara parsial tidak berpengaruh terhadap return saham. Saran penelitian lebih lanjut untuk menambah periode penelitian, memperbesar sampel, menggunakan data fundamental dan ekonomi makro yang lain.

Pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya / Indah Dwi Kartika Ningrum

 

Kata kunci: outdoor study, tugas kelompok, makalah, hasil belajar Geografi Outdoor study merupakan suatu model dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan mengakrabkan siswa dengan lingkungannya sebagai sumber belajar. Melalui pembelajaran survei lapangan, lingkungan di luar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar sehingga siswa lebih termotivasi dan tidak cepat bosan dalam mengikuti kegiatan belajar. Pembelajaran survei lapangan (outdoor study) pada pengajaran pemberian tugas kelompok ini menjadi sarana memupuk kreatifitas inisiatif kemandirian, kerjasama pada materi pelajaran serta melatih siswa untuk membuat karya ilmiah (makalah). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran pemberian tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya di SMP Negeri 1 Durenan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi yang dirancang untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi dibandingkan dengan pembelajaran tugas kelompok berdasarkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan media data monografi desa (indoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar Geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai karya ilmiah (makalah) pada pengujian hipotesis makalah diperoleh nilai Fhitung (7,114) > Ftabel (4,00) yang berarti ada pengaruh pembelajaran kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah (makalah). Sedangkan hasil belajar Geografi kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang ditunjukan dengan perolehan nilai Fhitung (7,114) > Ftabel (4,00) yang berarti ada pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap hasil belajar siswa Geografi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi guru dalam mengajar agar siswa lebih antusias dan tidak bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dapat dijadikan acuan untuk peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian terkait dengan pembelajaran outdoor study.

Pengembangan media kartu bergambar untuk pembelajaran menulis cerpen siswa kelas VII SMP/MTs / Lamda Alif

 

Kata Kunci: pengembangan media, menulis cerpen, kartu bergambar. Kegiatan menulis melatih siswa untuk berkomunikasi melalui bahasa tulis. Kegiatan menulis juga dapat mendorong siswa untuk menuangkan ide-ide atau gagasan baik yang bersifat ilmiah maupun imajinatif. Menulis cerpen merupakan salah satu bentuk kompetensi yang harus dimiliki siswa. Seseorang dapat mengekspresikan gagasan kreatif yang dimilkinya, melalui kegiatan menulis kreatif. Pada umunya siswa merasa kesulitan pada penentuan ide kreatif, padahal ide pokok dalam cerpen merupakan awal untuk memulai sebuah tulisan. Media bergambar berguna sebagai umpan untuk memancing daya kretifitas siswa dalam penentuan tema sebuah cerpen yang akan dibuat. Media bergambar dibuat lebih menarik dan lebih mudah untuk dicermati siswa. Penentuan tema pada media ini juga berdasarkan kegiatan yang sering dijumpai oleh siswa SMP kelas VII. Penelitian ini juga dilatarbelakangi adanya strategi belajar yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan kreatif secara terkontrol, dengan cara mengubah metode pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher oriented) menjadi beerpusat pada siswa (student oriented). Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang dilakukan secara umum bertujan ntuk mengembangkan produk. Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, penelitian pengembangan lebih banyak berfokus pada desain, model, bahan ajar, media, dan strategi. Pada tahap pengembangan, skenario media belajar yang dikembangkan akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun media ini.dalam pengembangan media ini, melewati serangkaian proses yaitu sebagai berikut: (1) melakukan penataan isi an struktur isi media belajardengan cara menentukan alur media belajar menulis cerpenmenggunakan media kartu bergambar. (2) memilih gambar dan memasukkannya ke dalam komputer untuk dicetak menjadi media. Hasil produk awal terlebih dahulu melalui tahap uji produk, yang dilakukan oleh ahli media pembelajaran dan ahli materi menulis cerpen. Data dari hasil uji coba diolah menggunakan rumus pengembangan, kemudian hasilnya akan dijadikan acuan untuk merevisi produk agar lebih matang. Tahap berikutnya adalah mengujicobakan ke dalam kelompok kecil, siswa kelas VII SMP secara acak. Berdasarkan tahap demi tahap pengembangan tersebut membuktikan bahwa dalam pembelajaran menulis cerpen dapat terbantu dengan adanya media kartu bergambar. Dengan demikian media ini telah layak untuk digunakan dalam pengajaran menulis cerpen.

Survei kinerja wasit sepak bola Pengcab PSSI Kota Malang dalam pelaksanaan turnamen formula U-15 di Kota Malang tahun 2012 / Febrian Ananto

 

Kata Kunci: Kinerja, wasit sepakbola PENGCAB PSSI Kota Malang, Turnamen FORMULA U-15 di Kota Malang. Kinerja wasit sepak bola adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang wasit dalam memimpin suatu pertandingan. Wasit harus memiliki sikap disiplin, memahami dan menerapkan peraturan permainan, tegas dalam mengambil keputusan untuk mewujudkan permainan yang sportive dan fair play. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tentang kinerja wasit sepak bola Pengcab PSSI Kota Malang dalam pelaksanaan turnamen FORMULA U-15 di kota Malang tahun 2012. Diharapkan, hasil penelitian ini bisa membantu untuk meningkatkan kinerja wasit sepak bola agar lebih baik lagi. Maka diharapkan Komisi Wasit Sepak bola Pengcab PSSI Kota Malang lebih banyak melakukan penyegaran berupa latihan rutin maupun penyegaran tentang peraturan permainan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap variabel mandiri, tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Langkah penelitian sebagai berikut: (1) tahap persiapan pengumpulan data, (2) tahap pelaksanaan. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah Wasit Sepakbola Pengcab PSSI Kota Malang tahun 2012 sebanyak 78 orang wasit yang masih aktif dalam memimpin turnamen FORMULA U-15 di kota Malang. Hasil analisis persentase lembar observasi dengan judge yang dilakukan dari pengamatan observer A ada 30 pertandingan terjadi 1200 keputusan tindakan yang telah dilakukan oleh wasit sepakbola Pengcab PSSI Kota Malang. Wasit Pengcab PSSI kota Malang yang mengambil tindakan iya (benar) adalah 97,75% wasit dan yang mengambil tindakan tidak (salah) 2,25% wasit. Sedangakan dari pengamatan observer B ada 30 pertandingan terjadi 1200 keputusan tindakan yang telah dilakukan oleh wasit sepakbola Pengcab PSSI Kota Malang. Wasit Pengcab PSSI kota Malang yang mengambil tindakan iya (benar) adalah 98% wasit dan yang mengambil tindakan tidak (salah) 2% wasit. Dan dari 2 pengamat/judge dapat disimpulkan bahwa wasit Pengcab PSSI kota Malang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan analisis persentase hasil tes tulis, yang telah disebarkan kepada 78 responden, diketahui bahwa wasit sepakbola Pengcab PSSI Kota Malang yang menjawab benar adalah 94,18% wasit dan yang menjawab salah 5,81%. Maka dapat disimpulkan bahwa 94,18% wasit sepakbola Pengcab PSSI kota Malang sudah memahami Peraturan Permainan dan 5,81% wasit belum memahami beberapa indikator Peraturan Permainan Sepakbola. Dengan hasil tersebut maka, wasit sepakbola Pengcab PSSI kota Malang termasuk dalam kategori baik . Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kinerja wasit sepak bola Pengcab PSSI Kota Malang agar menjadi lebih baik lagi dalam memimpin pertandingan serta diharapkan seorang wasit dituntut untuk dapat mengerti dan memahami peraturan permainan yang telah dibuat FIFA tapi harus bisa menerapkan dan mengaplikasikan di dalam pertandingan.

Pengembangan permainan online edukatif berbasis web pada materi topologi jaringan / Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu

 

Kata kunci: onlinegame, permainan edukatif,HTML5 game, topologijaringan. Saatini, permainanonlinebukanhalasinglagi di Indonesia.Permainanonlinemerupakansuatupermainankomputer yang memungkinkanbeberapapemainbermainbersamadenganterhubungkeinternet.DenganteknologiMassive MultiplayerOnline (MMO), pemaindapatmengirimpesandanmemanfaatkanfiturchatting.Karenakelebihantersebut, permainanonlineberteknologi MMO dapatdijadikansuatupermainanedukatif.Pemaindapatbekerjasamadenganpemain lain menyelesaikansuatumasalah yang diberikandanmenanyakankepada guru secaralangsungmelaluifiturchatting. Merujukpadapotensi yang ada, skripsiinibertujuanuntukmengembangkansuatupermainanonlineberbasiswebyang edukatifdenganmateri yang dipilihadalahtopologijaringan. Model pengembanganpermainanonlineedukatifiniberorientasipada model pengembanganperangkatlunakwaterfall.Permainaninidikembangkanmenggunakan HTML5dan JavaScript.DenganmemanfaatkanJavaScriptdanfiturcanvasdari HTML5, ukurangamedapatdiminimalisirkarena HTML5 dan JavaScript disimpandalambentukteks. Selainitu, JavaScript didukungsecaralangsungolehbrowsertanpamemerlukanplugintertentu.Permainaninimenggunakanmoduldari Node.js yaitu socket.io yang menanganikoneksiantaraclientdanserverpermainansehinggapemaindapatbermainsecaraonlinedenganpemainlainnya. Pada proses validasi, dipilihsatuahli media dansembilanpengguna. Berdasarkanhasilanalisis data, dapatdinyatakanbahwaPermainan OnlineEdukatif Berbasis Web pada Materi TopologiJaringanlayakdigunakandenganpersentasekelayakan 100% olehahli media dan rata-rata persentasekelayakan97.2% olehpengguna.Permainanyang diberinamaTopoIslandsinidapatdiaksessecaraonlinedi http://topoislands.firecreature.com. Produkinidiharapkandapatmembantu guru dalammengenalkanmateritopologijaringandanmenjadiinspirasipembelajaran yang interaktif.Sedangkanuntukpenelitilain, diharapkanprodukinidapatmemberikaninspirasiuntukmengembangkanpermainanonlineedukatiflainnya.

Dampak pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM dan ketahanan keluarga tenaga kerja Indonesia purna (kasus pada keluarga TKI di Kabupaten Tulungagung) / Nur Aini Latifah

 

Kata Kunci: Dampak, Pendidikan Pelatihan, Kualitas SDM, TKI Purna. Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir banyak dilingkupi permasalahan, antara lain jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, tingginya angka pengangguran, tingkat upah yang rendah dan rendahnya kualitas sumber daya manusia menyebabkan permasalahan kependudukan semakin kompleks. Globalisasi telah meningkatkan lalu lintas barang, jasa, dan tenaga kerja melintasi batas-batas kenegaraan. Jumlah penganggur dan pencari kerja di Indonesia cukup tinggi, sementara penciptaan kesempatan kerja di dalam negeri tidak mampu menyerapnya. Pasar kerja di luar negeri menjadi alternatif bagi tenaga kerja dan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu dengan bekerja di luar negeri diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, mendiskripsikan, dan memahami makna dampak kegiatan pendidikan dan latihan bagi kehidupan pribadi, kehidupan sosial, keberdayaan ekonomi, ketahanan keluarga TKI purna serta fenomena faktor-faktor yang turut mendukung dan menghambat ketahanan keluarga TKI purna. (kasus Paguyuban TKI PERMITA Tulungagung). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kasus komunitas TKI di Tulungagung. Metode Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis isi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan Model penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diberikan pada TKI purna adalah dalam bentuk kegiatan diklat, seminar, sarasehan, focus group discussion (FGD), dan sosialisasi, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM TKI baik dari aspek keberdayaan ekonomi keluarga, aspek kualitas kehidupan pribadi TKI purna, aspek kualitas kehidupan sosial TKI purna, dan aspek ketahanan keluarga. Berdasar hasil temuan penelitian terdapat perubahan kearah yang lebih positif dari pemberian pendidikan dan pelatihan keterampilan pada terhadap kehidupan pribadi, kehidupan sosial, keberdayaan ekonomi dan ketahanan keluarga TKI purna. Dari temuan penelitian dapat diketahui terdapat beberapa faktor yang mendukung ketahanan keluarga TKI, yaitu faktor: Ketaatan pada ajaran agama, Komitmen dan Kesetiaan pada Keluarga, Kesejahteraan Ekonomi, Kasih sayang dan Cinta Keluarga, Kepedulian institusi pemerintah dan kelompok-kelompok elemen masyarakat terhadap masalah TKI dan keluarganya. Sedang beberapa faktor yang menghambat ketahanan keluarga TKI adalah sebagai berikut: Kebutuhan Biologis, Sikap Permisif Dan Hedonisme Masyarakat, Gaya Hidup Konsumtif, dan d. Gaya Hidup Bebas.

Pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan yang tercatat sebagai anggota LQ-45 yang listing di BEI periode 2008-2010) / Fathoni Nugroho

 

Kata Kunci: Good Corporate Governance, Nilai Perusahaan Good Corporate Governace merupakan salah satu kunci sukses perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Pelaksanaan mekanisme corporate governance diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Salah satu tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini Mekanisme Good Corporate Governance diproksikan dengan kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi dan komisaris independen sedangkan untuk nilai perusahaan dengan price book value (PBV). Analisis data yang digunakan adalah uji regresi berganda. Penelitian ini dilakukan secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data laporan indeks LQ-45. Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang tercatat sebagai anggota LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2010 yaitu sebanyak 16 perusahaan yang diperoleh dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Begitu juga dengan variabel komisaris independen yang menunjukkan hasil negatif signifikan terhadap perusahaan. Sementara variabel ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan bidang usaha sampel dan memperpanjang rentang waktu penelitian. Selain itu penelitian selanjutnya juga menambahkan mekanisme dari good corporate governance seperti kepemilikan manajerial,ukuran perusahaan dan komite audit.Variabel bebas seperti ROE, ROI, EPS dan Tobin’s Q dapat juga ditambahkan untuk mendapatkan hasil yang lebih komplek.

Using task-based language teaching to improve the twelfth graders' reading ability at SMAN 1 Srengat-Blitar / Suprayoga

 

Kata Kunci: meningkatkan, kemampuan membaca, TBLT Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan penelitian, “Bagaimana Task-Based Language Teaching mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa klas XII di SMAN 1 Srengat-Blitar”. Strategi ini dipilih karena keunggulannya mendorong siswa untuk lebih aktif didalam proses belajar mengajar dan membantu siswa untuk memahami isi bacaan dan bentuk bahasa. Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut, Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan melalui empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama terdiri dari empat pertemuan dan siklus kedua dilaksanakan dalam dua pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa klas XII SMAN 1 Srengat-Blitar tahun pelajaran 2012-2013, yang terdiri dari 30 siswa. Dalam penelitian ini siswa diberi tugas-tugas yang berhubungan dengan bacaan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa reading test, observation checklist dan field notes. Langkah-langkah dari Task-Based Language Teaching adalah sebagai berikut: pertama brainstorming, kedua guru menyuruh siswa mendata kata-kata yang berhubungan dengan topik bacaan, ketiga siswa disuruh mengidentifikasi topik bacaan, informasi tersurat dan tersirat, informasi rinci dan makna kata, keempat siswa mencatat hasil temuannya, kelima siswa memaparkan temuannya, keenam siswa yang lain memberikan umpan balik, ketujuh siswa mendata kalimat tertentu yang digunakan didalam bacaan, kedelapan guru memandu siswa menentukan pola kalimat yang mereka temukan, kesembilan siswa menyusun kalimat menggunakan kata-kata yang tersedia, kesepuluh siswa mempresentasikan pekerjaannya, kesebelas guru memberikan umpan balik Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Task-Based Language Teaching mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa untuk jenis bacaan explanation. Peningkatan kemampuan membaca tersebut ditunjukkan oleh peningkatan jumlah siswa yang mendapat nilai yang kenaikannya mencapai10 poin atau lebih pada siklus 2. Pada siklus 1, 14 siswa mendapat nilai yang kenaikannya mencapai10 poin atau lebih dibandingkan test pendahuluan. Pada siklus kedua 27 siswa mendapat nilai yang kenaikannya mencapai10 poin atau lebih dibandingkan test pendahuluan. Sementara itu kriteria keberhasilan menyatakan bahwa penelitian dinyatakan berhasil apabila minimal 60% siswa mendapat nilai 10 poin diatas nilai tes pendahuluan. Ini artinya pada siklus 2 penelitian ini berhasil mencapai kriteria keberhasilan. Penelitian telah dilaksanakan dengan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran untuk guru bahasa Inggris. Pertama, guru bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan Task-Based Language Teaching didalam mengajarkan bacaan. Kedua, didalam menggunakan Task-Based Language Teaching, guru bahasa Inggris harus memperhatikan bagaimana menyusun rencana pembelajaran yang sesuai, memilih latihan membaca yang sesuai, mempresentasikan latihan, memberikan umpan balik dan memberikan penilaian. Ketiga guru bahasa Inggris harus mempertimbangkan membaca sebagai proses mencapai ketrampilan memahami text tulis. Untuk mencegah siswa patah semangat, guru perlu memberikan pancingan atau panduan untuk menemukan jawaban latihan. Bagi para peneliti dianjurkan untuk melakukan penelitian tindakan klas pengajaran membaca pada klas yang berbeda misalnya klas sepuluh atau sebelas. Selanjutnya para peneliti dianjurkan melakukan penelitian tindakan klas untuk jenis bacaan yang berbeda.

Analisis kinerja pelayanan dan tanggapan penumpang terhadap pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar di Kabupaten Situbondo / Alfian Zaki Ghufroni

 

Modernisasi sistem pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tahun 1915-1971 / Hanik Izzah Fitriana

 

Kata kunci: Modernisasi, Sistem Pendidikan, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki keunikan. Lembaga ini, sebagai wadah mempergiat usaha pendidikan, pengajaran dan penyebaran agama Islam. Ciri fisik yang membentuk suatu sistem dari pondok pesantren terdiri atas: kyai, santri, masjid, pondok dan kitab Islam klasik. Kelima unsur tradisional ini, dalam perkembangan selanjutnya selalu ada dan mengalami perkembangan terutama berhubungan dengan perkembangan sistem pendidikan modern. Tujuan utama dari pendidikan di pondok pesantren adalah melestarikan pembentukan nilai-nilai moral “Ahlaqul Al-Karimah”. Pada sebagian pondok pesantren sistem penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang seperti ini makin lama semakin berubah karena dipengaruhi oleh perkembangan pendidikan di tanah air serta tuntutan dari masyarakat di lingkungan pondok pesantren itu sendiri. Salah satunya adalah PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, yang dirintis oleh Kyai Abdussalam, pada tahun 1825 M. Dalam perkembangannya mengalami pergantian kepemimpinan dan nama. Permasalahan yang diajukan adalah (1) bagaimana sejarah berdirinya PP Bahrul Ulum Tambakberas; (2) bagaimana perkembangan modernisasi sistem pendidikan di PP Bahrul Ulum tahun 1915-1971; (3) bagaimana pengaruh modernisasi sistem pendidikan madrasah terhadap perkembangan madrasah di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Tulisan ini merupakan kajian historis maka metode yang digunakan adalah metode sejarah. Metode penelitian sejarah yang meliputi lima langkah yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, historiografi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Disamping itu melalui wawancara dan mencermati tradisi lisan yang berkembang di kalangan pondok pesantren, serta artefaktual, sehingga kekurangan sumber tertulis bisa diatasi. Adapun hasil penelitian sebagai berikut (1) Berdirinya PP Bahrul Ulum dirintis oleh Kyai Abdussalam yang lebih dikenal dengan nama Mbah Soichah pada tahun 1825 dengan sebutan Pondok Selawe, Pondok Selawe mengalami perkembangan mulai pada masa kepemimpinan KH Abdul Wahab yang merubah pondok menjadi Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas pada tahun 1965. Sistem kepemimpinan PP Bahrul Ulum yang awalnya perorangan berubah menjadi sistem kepemimpinan kolektif yang berlanjut sampai sekarang ini; (2) Berdirinya Madrasah Mubdil Fan pada tahun 1915 yang dipelopori oleh KH Abdul Wahab merupaka wujud terjadinya modernisasi sistem pendidikan di PP Bahrul Ulum Tambakberas. Modernisasi pendidikan ini kemudian dilanjukan oleh KH Abdul Fattah. Modernisasi sistem pendidikan ini berwujud sistem madrasah yang ii diterapkan dalam pengajaran pondok yang awalnya masih menggunakan sistem tradisional yaitu halaqoh, dengan metode sorogan dan bandongan/weton. Madrasah Mubdil Fan merupakan cikal bakal berdirinya Madrasah Ibtida’iyah PP Bahrul Ulum yang masih bertahan hingga sekarang. (3) Pengaruh modernisasi sistem pendidikan madrasah Pondok Pesantren Bahrul Ulum antara lain: a. peran kyai dalam kepemimpinan pesantren; b. peran pemerintah yaitu Departemen Agama dalam sistem pendidikan Islam. Madrasah sebagai wujud modernisasi sistem pendidikan di pesantren. Salam perkembangan suatu madrasah terdapat unsur-unsur penting didalamnya antara lain:a. Tujuan; b. Kurikulum; c. Proses Pembelajaran; d. Evaluasi Berdasar penelitian ini, terdapat beberapa saran: Kajian sejarah pendidikan Islam di PP Bahrul Ulum belum dibahas secara mendetail dalam penelitian ini. Kajian pendidikan Islam hanya berpusat pada pengembangan pendidikan yang dilakukan oleh KH Abdul Wahab. Pada penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengungkap tentang perjuangan pendidikan yang dilakukan oleh kelompok tradisional maupun kelompok modern sehingga kajian tentang pendidikan Islam di PP Bahrul Ulum semakin lengkap.

Peningkatan kemampuan mendeklamasikan puisi melalui model pembelajaran arias pada siswa kelas III SDN Pendem 01 Batu semester 2 tahun 2011/2012 / Puspito

 

Kata kunci: Model ARIAS, kemampuan, mendeklamasikan puisi. Hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas IIIA SDN Pendem 01 Batu pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi mendeklamasikan puisi didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik minat belajar siswa karena tidak menggunakan model pembelajaran yang bervariasai/monoton, sehingga hasil belajar siswa rendah. Rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 57,95 dengan ketuntasan belajar siswa 43 %, sedangkan SKM yang ditentukan adalah 70,00 untuk hasil belajar dan 70% untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi dapat meningkat, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction). Penelitian ini dilakukan yaitu dengan rumusan masalah; (1) bagaimana penerapan model ARIAS dalam meningkatkan kemampuan siswa mendeklamasikan puisi; dan (2) apakah kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi dapat meningkat melalui penerapan model ARIAS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIIA SDN Pendem 01 Batu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, test unjuk kerja, dan wawancara. Data yang berupa angka dianalisis secara kuantitatif, sedangkan data berupa kalimat dianalisis secara kualitatif. Penerapan model ARIAS untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan RPP. Hal itu terlihat dari perolehan hasil pengamatan kinerja guru dengan skor 22 dari total 23 indikator (95,65%). Kegiatan pembelajaran tersebut terdiri dari memperhatikan video puisi, latihan, permodelan, pendeklamasian, dan penilaian. Efektifitas pembelajaran juga terlihat dari aktivitas belajar dan kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi yang meningkat. Kemampuan mendeklamasikan puisi pada penelitian ini meliputi intonasi, pelafalan, dan ekspresi. Hasil belajar pada siklus I rata-rata 75,79 dan ketuntasan kelas 74%, meningkat pada siklus II menjadi 81,85 untuk rata-rata kelas dan 89% untuk ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi dapat meningkat melalui model pembelajaran ARIAS. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana rujukan penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan dan melakukan persiapan yang matang, membuat aturan-aturan yang jelas, dan menggunakan media yang lebih menarik.

Evaluasi profesionalitas guru Sekolah Luar Biasa (SLB) pasca sertifikasi se-kota Malang / Revy Krisnanti

 

Kata Kunci: evaluasi, profesionalitas, sertifikasi. Keberhasilan dari tujuan pendidikan merupakan tanggungjawab seluruh warga Indonesia. Guru memiliki peranan penting sebagai penentu keberhasilan pendidikan. Kenyataan ini mengharuskan guru untuk selalu meningkatkan kemampuan, terutama memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pembelajaran guna meraih keberhasilan dalam pendidikan. Sertifikasi di Indonesia memiliki posisi yang sangat penting sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Harapan dari adanya sertifikasi adalah mampu menjamin kualitas guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, sebab kehadiran sertifikasi guru akan mendorong peningkatan kompetensi, profesionalitas, dan kualitas guru dalam mengemban tugas. Penelitian terdahulu yang terkait dengan kinerja guru, lebih banyak menyoroti kinerja guru TK, SD, SMP dan SMA. Sementara itu untuk guru TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB belum banyak mendapat sorotan untuk diteliti. Penelitian ini mencoba mengungkap profesionalitas guru SLB di Kota Malang yang juga memiliki peran penting dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengukur tingkat kemampuan profesional guru SLB Se-Kota Malang yang lulus mengikuti program sertifikasi, (2) Mengukur tingkat kemampuan profesional guru SLB Se-Kota Malang yang belum lulus program sertifikasi, dan (3) Mengetahui perbandingan tingkat kemampuan profesional guru SLB Se-Kota Malang yang telah lulus mengikuti program sertifikasi dengan guru SLB Se-Kota Malang yang belum lulus program sertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif kausal (sebab-akibat). Responden dalam penelitian ini adalah guru SLB Se-Kota Malang. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Hasil penelitian diperoleh: (1) Nilai mean untuk guru SLB Se-Kota Malang yang lulus dalam sertifikasi kemampuan profesionalnya sebesar 92,37507294, (2) Kemampuan profesional guru SLB Se-Kota Malang yang belum lulus sertifikasi sebesar 93,40748920, (3) Selisih nilai mean dari uji ANOVA sebesar -1,03241626. Artinya, program sertifikasi tidak berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan profesional guru SLB Se-Kota Malang. Selain itu nilai Fhitung = 0,157 dengan P = 0,693 > α = 0,05, sehingga antara guru SLB Se-Kota Malang yang sudah mengikuti program sertifikasi dan guru yang belum mengikuti program sertifikasi terbukti tidak terdapat perbedaan tingkat profesionalitas. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah: (1) Bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, hendaknya memperketat pengawasan terhadap kinerja i guru yang sudah bersertifikasi serta mengadakan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan guna memantau peningkatan kualitas pendidikan di Kota Malang, (2) Bagi Guru SLB Se-Kota Malang, hendaknya terus meningkatkan profesionalitas diri dengan sering menambah wawasan/pengetahuan, sering mengikuti pelatihan atau kursus untuk menambah ketrampilan, dan bertukar pengalaman dengan teman sejawat, (3) Bagi Akademisi Manajemen Pendidikan, setiap proses pastilah ada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Berdasarkan implikasi yang ada, para akademisi manajemen pendidikan perlu merumuskan kembali kebijakan-kebijakan yang terkait masalah sertifikasi guru, memperketat atau menaikkan kriteria penilaian sertifikasi agar proses sertifikasi benar-benar bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, (4) Bagi Peneliti Lain, diharapkan dengan adanya penelitian ini bisa menjadi referensi bagi peneliti lain dan bisa mengembangkan penelitian lain dengan tema pengembangan instrumen sertifikasi guru yang tepat.

Integrasi pendidikan karakter melalui inkuiri dengan lesson study dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Singosari / Elly Lailatul Budur

 

Kata Kunci: pendidikan karakter, inkuiri, Lesson Study, sikap ilmiah, hasil belajar kognitif. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran, termasuk dalam pembelajaran biologi. Pembelajaran biologi memerlukan kegiatan penyelidikan baik melalui observasi maupun eksperimen, sebagai bagian dari kerja ilmiah yang melibatkan sikap ilmiah. Pendekatan inkuiri memungkinkan siswa dilibatkan secara aktif berpikir dan menemukan pengertian yang ingin diketahuinya. Pembelajaran ini melibatkan siswa dalam proses penemuan melalui pengumpulan data dan tes hipotesis. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat fakta-fakta, tetapi hasil dari penemuan sendiri. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa di SMP Negeri 1 Singosari masih cenderung menghafal pelajaran sehingga kurang memiliki keterampilan proses. Mereka mengerti dan memahami materi pelajaran tetapi belum dapat melakukan kerja ilmiah yang diperlukan dalam pembelajaran IPA. Hal ini terjadi mungkin disebabkab oleh metode pembelajaran yang diterapkan masih belum memberikan peluang bagi siswa untuk melakukan kerja ilmiah. Siswa yang telah mencapai KKM ketika diberi tugas untuk melakukan kerja ilmiah seperti merumuskan masalah, menginterpretasikan data maupun menyimpulkan data masih belum mampu dan hanya sekedar menghafal materi. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa melalui integrasi pendidikan karakter dengan metode inkuiri terbimbing dan lesson study siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. Ada 8 karakter yang diintegrasikan untuk dapat membentuk sikap ilmiah siswa yaitu ingin tahu, jujur, bekerja sama, teliti, hati-hati, terbuka, ulet/tekun, dan rasa percaya diri. Jenis Penelitian adalah penelitian dengan model Lesson Study menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari peneliti dan seluruh siswa kelas VII A, B, dan C SMP Negeri 1 Singosari se¬ba¬¬¬gai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa lem¬¬bar observasi keterlaksanaan integrasi pendidikan karakter, lem¬¬bar observasi keterlaksanaan pembelajaran inkuiri, lem¬¬bar observasi keterlaksanaan plan dalam lesson study, lem¬¬bar observasi keterlaksanaan do dalam lesson study, lem¬¬bar observasi keterlaksanaan see dalam lesson study, lembar penilaian sikap ilmiah siswa, tes hasil belajar kognitif siswa. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahap-tahap me¬reduksi data, paparan da¬ta, dan penyimpulan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan integrasi pendidikan karakter terjadi peningkatan sebesar 2,3%. Keterlaksanaan pembelajaran inkuiri oleh guru juga mengalami peningkatan sebesar 1,9%. Keterlaksanaan pembelajaran inkuiri oleh siswa juga meningkat sebesar 3,8%. Persentase keterlaksanaan implementasi lesson study juga meningkat rata-rata di 3 kelas sebesar 2,1%. Berdasarkan temuan penelitian didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pada masing-masing sikap ilmiah. Hasil rekapitulasi dari 3 kelas untuk hasrat ingin tahu mengalami peningkatan sebesar 1,6%, sikap jujur mengalami peningkatan sebesar 0,2%, bekerja sama meningkat sebesar 1,2%, teliti meningkat sebesar 0,4%, hati-hati meningkat sebesar 0,3%, terbuka meningkat sebesar 1,2%, ulet/tekun meningkat sebesar 0,9%, dan rasa percaya diri meningkat sebesar 2,2%. Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif siswa juga terjadi peningkatan. Hasil belajar kognitif siswa di kelas VII A mengalami peningkatan sebesar 60%, di kelas VII B mengalami peningkatan sebesar 37,9% dan di kelas VII C mengalami peningkatan sebesar 26,7%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa integrasi pendidikan karakter melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan lesson study dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Dengan demikian disarankan 1) pembelajaran dengan menggunakan inkuiri dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu variasi metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, 2) Lesson study perlu diterapkan secara efektif dan menjadi budaya sekolah, sehingga kepala sekolah perlu mengambil kebijakan dan mensosialisasikan kepada semua guru untuk menerapkan model ini dalam setiap pembelajaran, 3) Hasil penelitian ini hendaknya menjadi dasar pengembangan keprofesionalan dan menambah wawasan baru bagi guru-guru yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) IPA baik lingkup sekolah maupun Kabupaten Malang tentang metode pembelajaran inkuiri dan juga lesson study sehingga dapat mengembangkan pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing.

Implementasi lesson study untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran membaca gambar teknik siswa kelas X-TPC SMK PGRI 3 Malang / Zulkarnaen

 

Kata kunci : lesson study, kualitas pembelajaran, hasil belajar Pembelajaran dengan lesson study merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Prinsip utama lesson study adalah peningkatan kualitas pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam lesson study bukan hanya guru yang melaksanakan pembelajaran yang dapat memetik manfaat, namun terlebih lagi para observer (guru lain, mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lain) yang hadir pada saat pembelajaran. Dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, observer didorong untuk merefleksikan pembelajaran yang dilaksanakan dengan lesson study dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, lesson study sesungguhnya merupakan forum belajar bersama untuk saling belajar dari pengalaman guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran tentunya berdampak pada peningkatan hasil belajar Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan implementasi lesson study terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran membaca gambar teknik siswa kelas X-TPC SMK PGRI 3 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-TPC SMK PGRI 3 Malang. Intrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan lesson study (plan, do, dan see), lembar observasi pembelajaran lesson study, lembar observasi kualitas pembelajaran, Angket respon siswa terhadap pembelajaran dengan lesson study, tes tertulis, lembar penilaian afeksi, lembar penilaian psikomotorik, dan kamera digital. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa implementasi lesson study dapat meningkatan kualitas pembelajaran siswa kelas X-TPC SMK PGRI 3 Malang yang dapat diketahui dari lembar observasi kualitas pembelajaran yang diberikan setiap • • akhir siklus lesson study. Selain itu, implementasi lesson study dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Membaca Gambar Teknik siswa kelas X-TPC SMK PGRI 3 Malang yang diketahui dari hasil tes tertulis, lembar penilaian aspek afeksi dan lembar penilaian aspek psikomotorik. Saran: pembelajaran dengan lesson study dapat dipergunakan sebagai salah-satu kegiatan guru yang dilakukan secara kolaborasi dan berkesinambungan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kajian tentang kualitas betonhurt dari biji nangka (Artocarous heterophyllus) varietas bubur dan salak dengan variasi starter ditinjau berdasarkan tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat sebagai materi handout biologi di SMA / Sri Utaminingsih

 

Kata Kunci: Betonhurt, Beton, starter, tekstur, aroma, rasa, kadar asam laktat, dan bahan ajar Biologi Beton ialah biji nangka yang keberadaannya masih belum banyak dimanfaatkan, sehingga menjadi limbah yang dapat mengganggu lingkungan, padahal kandungan gizi yang terdapat pada beton sangat tinggi. Beton memiliki kandungan protein, zat besi, vitamin B1, karbohidrat, kalsium, fospor dan vitamin C yang diperlukan oleh tubuh. Beton berpotensi untuk dibuat menjadi minuman fermentasi sejenis susu asam, yaitu betonhurt. Pemanfaatan beton menjadi bahan olahan minuman diperoleh dari hasil fermentasi melalui aktivitas bakteri asam laktat. Salah satu materi pembelajaran Biologi di SMA ialah tentang Bioteknologi. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dirancang pembuatan bahan ajar Biologi khususnya tentang materi pembuatan betonhurt (yoghurt dari biji nangka) sebagai salah satu cara pemanfaatan limbah beton untuk minuman fermentasi melalui penyusunan bahan ajar berbentuk handout. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji perbedaan tekstur, aroma, dan rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda, (2) menguji perbedaan tekstur, aroma, dan rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda, (3) menguji perbedaan tekstur, aroma, dan rasa betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter, (4) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda, (5) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda, (6) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter, dan (7) merancang hasil penelitian tentang kualitas betonhurt dari biji nangka varietas Bubur dan Salak dengan variasi starter ditinjau berdasarkan tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat sebagai Bahan Ajar Biologi di SMA dalam bentuk handout. Jenis penelitian ini ialah, penelitian eksperimen murni yang hasilnya diimplementasikan dalam bentuk bahan ajar Biologi berupa handout. Obyek penelitian eksperimen terdiri dari dua varietas beton nangka, yaitu varietas Bubur dan varietas Salak yang diperoleh dari pasar nangka Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar serta jenis starter yang terdiri dari Yakult dan Biokul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan September 2012 di Laboratorium Mikrobiologi ruang 305, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Kualitas betonhurt ditentukan berdasarkan hasil uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, aroma, dan rasa yang dilakukan oleh 20 responden terlatih, dan kadar asam laktat betonhurt yang diuji dengan metode Spectrophotometri. Teknik pengambilan data kadar asam laktat masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian untuk uji organoleptik dan kadar asam laktat dianalisis menggunakan analisis varians ganda dan dilanjutkan dengan uji DMRT0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt yang dibuat dengan mengunakan varietas beton nangka yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka Salak, (2) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Aroma betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter Yakult. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan starter Yakult, (3) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang terbuat dari beton nangka varietas Salak dan jenis starter Yakult, (4) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Kadar asam laktat yang tertinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka Bubur, (5) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Kadar asam laktat betonhurt yang tertinggi ialah betonhurt yang terbuat dari jenis starter Biokul, (6) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Kadar asam laktat betonhurt yang tertinggi ialah betonhurt yang terbuat dari beton nangka Bubur dan jenis starter Biokul, dan (7) hasil penelitian diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah melalui penyusunan bahan ajar dalam bentuk Handout Biologi di SMA pada materi Bioteknologi. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan sebagai berikut, (1) Kepada masyarakat dapat memanfaatkan limbah beton sebagai alternatif pengolahan limbah untuk pembuatan dan diversifikasi minuman fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan, (2) kepada peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan jenis biji-bijian yang lain seperti biji kluwih, waluh, mangga dan lain-lain, diharapkan pula meneliti aspek gizi pada produk betonhurt.

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Center for Indonesia Studies (CIS) Universitas Negeri Malang / Wahyuni

 

Kata kunci: pembelajaran, BIPA, Center for Indonesian Studies. Sebagai salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar (KBM), pembelajaran BIPA mempunyai tugas umum yaitu untuk membimbing pelajar agar mempunyai pengetahuan yang sahih tentang Bahasa Indonesia. Secara khusus, pembelajaran BIPA mempunyai tugas untuk membina pelajar supaya dapat terampil menggunakan bahasa Indonesia secara tulis maupun lisan. Dua aspek tersebut hendaknya tertuang secara utuh dalam setiap pembelajaran yang ada. Berkaitan dengan pentingnya pembelajaran BIPA di Indonesia, yang perlu mendapat perhatian adalah pelaksanaan pengajarannya. Bila dilihat dari kondisi pelajarnya, pengajaran BIPA di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Pelajar BIPA adalah pelajar asing yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan budaya bahasa yang dipelajarinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini memfokuskan tentang bagaimana pembelajaran BIPA dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran BIPA, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran BIPA. Dalam penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan penelitian deskriptif ini adalah melukiskan variabel/kondisi “apa yang ada” dalam suatu situasi. Penelitian ini merupakan studi kasus karena dilakukan secara intensif dan terinci terhadap suatu organisasi atau lembaga. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-20 Mei 2010. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Adapun data primer yang digunakan berupa hasil analisis dokumen dan hasil observasi kelas menggunakan lembar pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pembelajaran yang disusun pengajar terdiri dari beberapa aspek meliputi (1) identitas, (2) target pembelajaran, (3) tujuan pembelajaran, (4) tujuan khusus pembelajaran, (5) media pembelajaran, (6) materi pembelajaran, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, dan (9) evaluasi pembelajaran. Dalam menyusun RPP, pengajar masih kurang memperhatikan detail seperti pencantuman nama lembaga, penulisan metode, penulisan media, dan penulisan alokasi waktu. Hal- hal seperti itu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran terkesan kurang dipersiapkan dan belum sepenuhnya dapat dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran karena tidak sepenuhnya mencerminkan persiapan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran BIPA terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran dilakukan dengan membuka pelajaran meliputi pengucapan salam, menanyakan keadaan pelajar, dan mengadakan game. Dalam membuka pelajaran pengajar mengutamakan bagaimana suasana berlangsung hangat dan komunikatif sehingga pengajar dapat mengetahui seberapa banyak kata yang telah dikuasai pelajar. Namun ada beberapa hal yang kurang diperhatikan pengajar yaitu pengajar tidak menjelaskan terlebih dahulu hal-hal apa yang akan dilakukan hari itu dan hari selanjutnya terkait dengan pokok bahasan yang akan dipelajari. Tahapan yang dilakukan pengajar pada kegiatan inti yaitu(1) pelajar diminta untuk membacakan teks surat, (2) mengidentifikasi kata-kata sulit yang terdapat dalam teks surat dengan pembahasan secara lisan, (3) pengajar menjelaskan mengenai surat pembaca dan surat resmi, (4) pelajar ditugasi secara individual untuk membuat surat pembaca dan surat resmi,(5) pengajar memberikan balikan dengan memeriksa tugas pelajar dan merevisi bagian-bagian yang kurang tepat, (6) pengajar menjelaskan tentang subtitusi dengan terlebih dahulu meminta pelajar untuk membacakan contoh-contoh subtitusi, (7) pelajar diminta untuk mengerjakan latihan soal subtitusi, dan (8) pembahasan soal subtitusi dengan meminta pelajar untuk membacakan hasil pekerjaannya dan langsung dibahas oleh pengajar apabila terdapat kesalahan. Kegiatan penutup hanya sebatas pada pengucapan salam untuk mengakhiri pelajaran. Pengajar tidak melakukan refleksi, membuat kesimpulan atau pemantapan materi. Evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi hasil dan evaluasi proses. Evaluasi proses dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung sedangkan evaluasi hasil didapatkan dari tes tulis yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali (minimal dua unit materi). Evaluasi proses yang dilakukan pengajar cukup baik dari segi monitoring perkembangan pelajar dalam penguasaan materi, namun dari segi afektif pelajar, pengajar masih belum memperhatikan karena tidak adanya rubric untuk menilai ranah afektif pelajar sehingga tidak ada dokumen tertulis mengenai respon dan sikap pelajar dalam pembelajaran BIPA. Sedangkan untuk evaluasi hasil hanya terbatas pada tes tulis, pengajar kurang memaksimalkan pada bentuk-bentuk tes yang lain misalnya tes lisan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pengajar lebih memperhatikan setiap detail pembelajaran baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam perencanaan, pengajar diharapkan dapat lebih mempersiapkan pembuatan RPP yang lebih lengkap dan jelas seperti pencantuman nama lembaga, jenjang yang dituju, dan alokasi waktu untuk setiap langkah pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, diharapkan pengajar dapat merefleksi pembelajaran yang telah berlangsung tidak sekedar dengan pengucapan salam untuk menutup pelajaran. Sedangkan dalam evaluasi diharapkan pengajar dapat lebih memaksimalkan pada bentuk tes yang lain dan adanya rubrik penilaian untuk evaluasi pembelajaran.

Pengaruh total asset turnover, cash turnover, dan working capital turnover terhadap sisa hasil usaha Koperasi Wanita di Banyuwangi tahun 2011 / Sri Ayu Risna Dewi

 

Kata Kunci: Koperasi wanita, SHU, total asset turnover, cash turnover, working capital turnover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi SHU, total asset turnover, cash turnover, dan working capital turnover koperasi wanita; (2) pengaruh total asset turnover terhadap SHU; (3) pengaruh cash turnover terhadap SHU; (4) pengaruh working capital turnover terhadap SHU. Populasi dalam penelitian ini adalah 219 koperasi wanita yang terdaftar pada Dinas Koperasi dan UKM Banyuwangi tahun 2011. Sampel yang digunakan adalah 55 koperasi wanita yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data dengan mengunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan: (1) kondisi SHU, total asset turnover, cash turnover, dan working capital turnover koperasi wanita di Banyuwangi tahun 2011 tergolong dalam klasifikasi sangat rendah; (2) total asset turnover berpengaruh negatif signifikan terhadap SHU; (3) cash turnover berpengaruh positif signifikan terhadap SHU; (4) working capital turnover berpengaruh positif signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan: (1) bagi koperasi wanita, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anggota dan meningkatkan penggunaan aktiva yang dimiliki serta menambah anggota lagi agar partisipasi anggota meningkat sehingga SHU, total asset turnover, cash turnover, dan working capital turnovernya tinggi; (2) bagi Dinas Koperasi dan UKM Banyuwangi, perlu dilakukan lagi evaluasi terhadap seluruh kopwan mengenai partisipasi anggota dan aktivitas kopwan agar mampu menciptakan kesejahteraan kopwan, serta melakukan pengawasan dan pembinaan kepada kopwan yang bernaung pada Dinas Koperasi dan UKM di Banyuwangi; (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar menambah variabel lain baik dependen maupun independen variabelnya.

Pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada kelas VII semester genap tahun ajaran 2011/2012 di SMPN 2 Pace Nganjuk / Dimas Ari Kurniawan

 

Pengembangan pembelajaran keseimbangan gerak melalui Compact Disc/CD pada kegiatan outbond siswa kelas III SDN Sladi Kabupaten Pasuruan / Oni Sigit Permana

 

Kata kunci : pengembangan, pembelajaran, keseimbangan gerak, outbond Pembelajarn keseimbangan gerak yang selama ini dilakukan oleh para siswa kurang mendapatkan antusias yang baik didalam melakukan pembelajaran tersebut. Untuk itulah perlu adanya sebuah inovasi baru di dalam melakukan pembelajaran keseimbangan gerak agar para siswa menjadi antusias dalam mengikuti pembelajaran keseimbangan gerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajran keseimbangan gerak yang ada di sekolah dasar (SD) tersebut.Serta diharapkan dengan adanya kegiatan pembelajaran keseimbangan gerak melalui outbond,bisa memberi inovasi dan alternative pembelajaran bagi pendidik. Pengembangan pembelajaran “keseimbangan gerak melaui outbond” Ini mengacu pada model pengembangan Brog and Gall. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain; 1) penelitian awal (need assessment), 2) perencanaan berupa penyusunan rencana pengembangan permainan, 3) rancangan produk permainan dievaluasi oleh para ahli, 4) melakukan uji coba kelompok kecil, 5) merevisi hasil uji coba, 6) melakukan uji coba kelompok besar, dan 7) penyempurnaan hasil uji lapangan. Instrument yang digunakan adalah berupa wawancara, observasi dan kuesioner untuk para ahli, subyek uji coba kelompok kecil dan uji lapangan (kelompok besar).Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari evaluasi para ahli, yaitu satu ahli pembelajaran, dan satu ahli senam, diperoleh rata-rata nilai sebesar 3,6 yang artinya cukup baik dan bisa dilanjutkan ke uji coba kelompok kecil.Hasil dari uji coba kelompok kecil adalah baik sehingga dapat dilanjutkan untuk uji lapngan (kelompok besar).Pada uji lapangan (kelompok besar) secara keseluruhan mendapat hasil baik. Setelah menyempurnakan produk maka pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran senam keseimbangan gerak untuk siswa kelas III SDN Sladi Kabupaten Pasuruan. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan perlu adanya kajian untuk mengetahui keefektifan pembelajaran keseimbangan gerak melalui outbond

Manajemen pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar (studi kasus pada SD Negeri Wedoro II Pandaan) / Marina Eva Susanti

 

Susanti, E. M. 2013. Manajemen Pembelajaran dalam Peningkatan Mutu Akademik Sekolah Dasar (Studi kasus pada SD Negeri Wedoro II Pandaan). Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Bambang Budi Wiyono M.Pd., (II) Prof. Hj Nurul Ulfatin M.Pd. Kata kunci: manajemen pembelajaran, mutu akademik, sekolah dasar Manajemen pembelajaran merupakan pengaturan semua kegiatan pembelajaran. Manajemen pembelajaran dalam arti luas berisi proses kegiatan mengelolaan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pengendalian dan penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan segenap fenomena dan peristiwa yang terjadi berkaitan dengan manajemen pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar, yang meliputi: (1) perencanaan pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar, (2) implementasi pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar, (3) evaluasi pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar. Data penelitian berupa : data deskripsi yang di peroleh melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi tentang penyelenggaraan pembelajaran. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan/verifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wedoro II Pandaan dengan alamat di Desa Wedoro Kecamatan pandaan Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Data primer yang diperoleh dalam bentuk verbal berupa kata-kata, informasi dari guru kelas dan Kepala Sekolah, Sedangkan data skunder bersumber dari dokumen-dokumen, foto-foto, benda-benda yang dapat digunakan sebagai pelengkap data primer. Karakteristik data sekunder yaitu tulisan-tulisan, rekaman-rekaman, gambar-gambar, foto-foto yang berhubungan dengan manajemen pembelajaran di SD Negeri Wedoro II Pandaan. pengumpulan data penelitian ini digunakan tiga teknik, yaitu (1) wawancara mendalam (in depth interview); (2) observasi partisipasi (participant observation), dan (3) studi dokumentasi (study of documents).Data penelitian berupa: data deskripsi yang di peroleh melalui wawancara, data dokumentasi, dan data observasi mengenai penyelenggaraan pembelajaran.Analisa data yang dilakukan adalah: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut : (1) perencanaan pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar disusun melalui proses sebagai berikut: (a) perencanaan pembelajaran dilakukan oleh pihak sekolah setiap tahun ajaran baru, (b) guru merencanakan program yang relevan dengan program sekolah.(2) implementasi pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar meliputi kegiatan sebagai berikut : (a) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran: rombongan belajar, beban kerja minimal guru, buku teks pelajaran pengolahan kelas, (b) pelaksanaan pembelajaran meliputi proses kegiatan belajar, pelaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (c) penilaian pembelajaran, (d) pengawasan proses pembelajaran meliputi: pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut.(3) evaluasi pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar dilakukan dengan cara sebagai berikut: evaluasi pembelajaran dalam peningkatan mutu akademik sekolah dasar dilakukan dengan cara sebagai berikut: (a) melalui tes dan non tes, (b) penilaian sikap, (c) penilaian portofolio, (d) penilaian proyek, (e) penilaian kinerja. Saran-saran yang dapat kami sampaikan dalam penelitian ini adalah:(a) Bagi guru diharapkan agar lebih aktif dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang dapat menyebabkan siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, (b) Bagi kepala sekolah diharapkan agar lebih mengembangkan dan meningkatkan keadaan dari sekolah dan para gurunya, dan meningkatkan kesadaran dan hubungan kerja sama kepala sekolah dengan guru dalam mendukung mutu pendidikan khususnya dalam mutu akademik (c) Bagi Dinas pendidikan Pasuruan diharapkan agar ikut serta dalam manajemen pembelajaran baik disekolah inti dan sekolah imbas, (d) Bagi sekolah lain diharapkan ikut berlomba-lomba dalam meningkatkan proses pembelajaran sekolahnya agar lebih kreatif dan maju.

Pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VIII D SMPN 1 Banyuwangi / Sugeng Lukito Yuwono

 

Kata kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing, berpikir kritis, keterampilan proses, pemahaman konsep. Kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses adalah dua hal yang penting dalam mempelajari IPA. Berpikir kritis berguna untuk membangun penalaran, memberikan alasan dan mengevaluasi alasan yang berkaitan dengan materi pembelajaran IPA. Sedangkan keterampilan proses IPA diperlukan untuk memahami konsep IPA secara utuh. Berdasarkan hasil observasi pada kelas VIII D SMPN 1 Banyuwangi, kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa tergolong rendah. Hal itu juga diikuti oleh rendahnya penguasaan konsep IPA siswa. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkat kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa. Oleh karena itu pembelajaran inkuiri terbimbing dipilih untuk menyelesaikan permasalahan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsepIPA siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VIII D SMPN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2012 – 2013. (2) Bagaimana pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VIII D SMPN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2012 – 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif, jenisnya adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, sedang materi yang dibahas dalam pembelajaran adalah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Pelaksanaan penelitian pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. Data dalam penelitian ini meliputi data keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing, data kemampuan berpikir kritis siswa, data keterampilan proses siswa, serta data pemahaman siswa terhadap konsep pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Instrumen penelitian terdiri atas observasi, tes, dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan inkuiri terbimbing dan keterampilan proses IPA siswa. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Sedangkan hasil wawancara untuk menambahkan informasi tentang kondisi lingkungan belajar guna mendukung pelaksanaan pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VIII D Tahun Pelajaran 2012/2013 SMPN 1 Banyuwangi telah terlaksana dengan sangat baik. Menurut hasil observasi yang dilakukan semua tahap pembelajaran inkuiri telah dilaksanakan sangat baik oleh guru dan siswa.(2) Pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VIII D Tahun Pelajaran 2012/2013 SMPN 1 Banyuwangi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa. Pembelajaran inkuiri terbimbing tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa karena dalam setiap tahap pembelajaran inkuiri memuat aspek-aspek dari kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses IPA. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa. Dari hasil penelitian ini disarankan agar guru sebisa mungkin menerapkan pembelajaran inkuiri setiap mengajarkan materi IPA. Agar siswa tidak mengalami kebosanan dengan sintaks inkuiri yang monoton guru sebaiknya menggunakan teknik yang berbeda untuk setiap pertemuan.  

Perbandingan temper dengan quenching media pendingin oli Mesran SAE 40 dan garam dapur (NaCl) terhadap sifat fisis dan mekanis baja St60 / Muhamad Fakhri

 

Kata kunci: tempering, quenching, hardening, baja St60. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, banyak kalangan dunia industry yang menggunakan logam sebagai bahan utama operasional atau sebagai bahan baku produksinya. Baja karbon banyak digunakan terutama untuk membuat alat-alat perkakas, alat-alat pertanian, komponen-komponen otomotif ataupun kebutuhan rumah tangga. Aplikasi pemakainnya, semua struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar berupa tegangan-tegangan gesek sehingga menimbulkan deformasi atau perubahan bentuk. Usaha menjaga agar logam lebih tahan gesekan atau tekanan adalah dengan cara perlakuan panas pada baja, hal ini memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan kekerasan baja sesuai dengan kebutuhan. Proses ini meliputi pemasanasan baja pada suhu tertentu, ditahan pada waktu tertentu dan didinginkan dengan media tertentu pula. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara baja yang mengalami proses quenching dengan media pendingin oli mesran SAE 40 dan garam dapur dengan baja yang mengalami proses temper-quenching dan didinginkan diudara bebas. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dimana data yang didapatkan pada saat penelitian dirangkum dan digambarkan secara grafis dalam histogram atau polygon sehingga mudah dibaca. Baja yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja St60 yang memiliki kadar karbon sebesar 0.452% dan termasuk dalam kategori baja karbon menengah atau medium carbon steel. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa spesimen yang di quenching garam dapur memiliki kekerasan paling tinggi yaitu sebesar 408,73 HV atau mengalami peningkatan sebesar 81,53% dari raw materials, sedangkan pada spesimen quenching garam dapur yang di temper pada suhu 6000C mengalami penurunan sebesar 30,61% atau 250,9 HV. Untuk spesimen yang di quenching dengan oli mesran SAE 40 mengalami peningkatan sebesar 280,3 HV atau 24,80% dari raw materials serta mengalami penurunan sebesar 25,41% setelah di temper pada suhu 6000C. Mikrostruktur pada raw materials terdiri dari perlit dan ferit, untuk spesimen yang di quenching garam dapur terdapat struktur matensit dan retained austenite. Pada specimen quenching oli mesran SAE 40 terdapat struktur bainit serta terdapat struktur perlit, ferrit dan sementit pada spesimen temper-quenching garam dapur dan terdapat struktur perlit dan ferrit pada spesimen temper-quenching oli mesran SAE 40. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah variasi suhu tempering dan variabel kontrol yang lebih lengkap seperti uji tarik dan uji impact untuk mengetahui sifat dari baja tersebut.

Persatuan sepakbola Arema Malang tahun 1987-2010 kajian konstruksi identitas sosial / Muhamad Lukman Hakim

 

Kata Kunci: Arema, identitas, konstruksi Sepakbola di Indonesia menjadi olahraga terpopuler di masyarakat sehingga menarik untuk dikaji. Melihat hal itu penulis melakukan penelitian tentang sejarah Persatuan Sepakbola Arema Malang sebagai konstruksi identitas sosial. Penelitian ini mencoba memperlihatkan sepakbola sebagai salah satu sarana yang mempengaruhi perkembangan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Malang. Sebelum PS Arema berdiri, Kota Malang dikenal sebagai Kota Apel, Kota Musik Rock, dan Kota Pendidikan. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan tentang Sejarah Persatuan Sepakbola Arema tahun 1987-2010 kajian: konstruksi identitas masyarakat Malang. Masalah pokok kajian ini adalah: 1) Menjelaskan sejarah sepakbola Malang Raya tahun 1987-2010. 2) Mendeskripsikan konstruksi identitas sosial masyarakat Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (historical research). Langkah-langkah dalam penelitian sejarah adalah: pemilihan topik, pencarian sumber (heuristik), verifikasi (kritik sejarah/keabsahan sumber), interpretasi (analisis dan sintesis), dan historiografi (penulisan). Pengkajian menunjukkan beberapa hal: Kota Malang terdiri dari berbagai suku, menjadikan Kota Malang daerah yang heterogen masyarakatnya. Malang juga menjadi kota pendidikan, aktivitas ekonomi, dan pariwisata. Sehingga membutuhkan identitas yang bisa diterima oleh masyarakat Malang yang heterogen salah satunya melalui olahraga. Pertama,masyarakat Malang mempunyai sejarah dalam persepakbolaan yakni: a) Sejarah sepakbola Malang , b) Sejarah PS Arema mulai Galatama 1987 hingga Liga super Indonesia 2010 dan Piala Indonesia. Kedua, perjalanan PS Arema dalam persepakbolaan nasional mempunyai peran dalam konstruksi identitas sosial masyarakat Malang yaitu melalui: 1) kebijakan pemeritah Kota Malang, 2) suporter sepakbola Malang, 3) media massa, 4) Yuli Sumpil, 5) atribut PS Arema dan 6) PS Arema sebagai penggerak ekonomi. Perjalanan PS Arema di kompetisi nasional mempunyai peran dalam konstruksi identitas sosial masyarakat Malang. Penelitian tentang sepakbola sangat penting untuk pengelolaan pontensi sebuah klub sepakbola di Indonesia. Penelitian selanjutnya diharapkan mengangkat tema lain yang berhubungan dengan sepakbola. Sejarah sebuah klub sepakbola dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam kehidupan masyarakat. Pada akhirnya penelitian ini bermafaat pada masyarakat Indonesia yang mayoritas menyukai sepakbola.

Hubungan antara manajemen konflik oleh kapala sekolah dan kinerja guru sekolah dasar negeri se-kecamatan Kepung Kabupaten Kediri / Ema Grafika Rahayu

 

Kata kunci: manajemen konflik, kinerja guru Sebuah organisasi merupakan wadah yang terdiri atas banyak orang, berkumpul dan saling berinteraksi. Organisasi juga terbentuk karena adanya kesamaan visi, misi, dan motivasi yang sama. Setiap individu atau unsur yang terdapat di dalam organisasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung harus memegang teguh apa yang menjadi pedoman dan prinsip di dalam organisasi tersebut. Segala usaha dilakukan oleh organisasi untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia yakni modal, skill, teknologi dan juga peran sumber daya manusia yang handal. Salah satu faktor penentu keberhasilan organisasi adalah kinerja dan produktivitas karyawan. Para anggota dari suatu organisasi adalah para individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, mereka berlatar belakang yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. Dalam organisai itulah mereka saling bekerja sama dan berinteraksi satu sama lain. Tidak sedikit dalam proses interaksi tersebut terjadi kesenjangan-kesenjangan maupun perbedaan-perbedaan dalam memandang suatu masalah yang terjadi. Situasi seperti ini bisa menimbulkan konflik. Kesenjangan dan perbedaan tersebut bisa mengganggu aktivitas yang berlangsung di organisasi jika dibiarkan dan berpengaruh pada kinerja bahkan bisa juga berdampak pada pencapian tujuan organisasi. Oleh karena itu diperlukan manajemen konflik agar konflik bisa dikendalikan, tidak destruktif, dan tidak mengganggu kinerja anggota organisasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Seberapa tingkat manajemen konflik oleh kepala sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri? (2) Seberapa tingkat kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri? dan (3)Apakah ada hubungan antara manajemen konflik oleh kepala sekolah dan kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Tingkat manajemen konflik oleh kepala sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri; (2) Tingkat kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri; dan (3) Hubungan antara manajemen konflik oleh kepala sekolah dan kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Variabel penelitian ini adalah manajemen konflik sebagai variabel bebas meliputi sub variabel identifikasi fenomena konflik, strategi manajemen konflik, gaya manajemen konflik, dan peran pemimpin sebagai pengelola konflik. Kinerja guru sebagai variabel terikat meliputi sub variabel tugas pokok guru yang terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan disiplin tugas. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Jumlah populasinya 36 orang. Penelitian ini adalah penelitian populasi sehingga tidak memerlukan sampel. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sebagai pelaksana manajemen konflik dan penilai kinerja guru. Hasil korelasi Product Momen Pearson Two Tailled dengan menggunakan SPSS 16.0 tentang hipotesis, dalam penelitian ini menyatakan bahwa hipotesis nol (H1) diterima. Hasil perhitungan yang dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 36, diketahui r hitung = 0,769 sedangkan r tabel dengan jumlah responden 36 dan tingkat kesalahan 5% (sign 0,05) menunjukkan hasil = 0,329. Dengan demikian r hitung lebih besar dari pada r tabel yaitu 0,769 > 0,329, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Oleh karena itu ada hubungan antara manajemen konflik dan kinerja guru. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat implementasi manajemen konflik oleh kepala sekolah di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri berada pada kualifikasi baik; (2) Tingkat kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri berada pada kualifikasi baik; dan (3) Ada hubungan yang signifikans antara manajemen konflik oleh kepala sekolah dan kinerja guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut beberapa hal yang disarankan bagi: Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kepung, sebagai pemberi pelatihan bagi para kepala sekolah dalam hal manajemen konflik dan implementasinya di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung agar lebih ditingkatkan; Kepala sekolah dasar negeri se-Kecamatan Kepung, berusaha meningkatkan kemampuan dalam hal manajemen konflik di sekolah agar konflik tidak menjadi desktruktif yang dapat mempengaruhi kinerja guru; Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian dapat dijadikan sumber informasi yang digunakan sebagai salah satu bahan kajian dalam mengembangkan ilmu manajemen khususnya manajemen konflik dalam perkuliahan maupun di masyarakat; Peneliti lain, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan penelitian sejenis dengan subtansi yang sama atau penelitian lanjutan dengan mengembangkan variabel lainnya.

Perbandingan pengaruh model pembelajaran STAD dengan GI terhadap motivasi, aktivitas kooperatif, dan hasil belajar pada materi pengelolaan lingkungan di kelas VII MTs Syke Subakir Nglegok Blitar / Siti Famuji

 

Kata Kunci: STAD, GI, motivasi, aktivitas kooperatif, dan hasil belajar. Pembelajaran yang efektif akan membantu dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan memecahkan masalah yang dihadapi. Salah satu sebab belum tercapainya tujuan pembelajaran adalah karena pembelajaran sejauh ini belum banyak melibatkan siswa secara aktif. Sistem pembelajaran yang masih didominasi oleh guru menyebabkan siswa tidak dapat membangun dan menguasai sendiri konsepnya. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Pada penelitian ini digunakan model pembelajaran kooperatif GI yang menekankan pada partisipasi dan keaktifan siswa untuk mencari sendiri informasi pelajaran yang akan dipelajari dan model pembelajaran kooperatif STAD sebagai pembandingnya, karena model STAD ini adalah model pembelajaraan kooperatif yang paling sederhana.Tujuan penelitian ini ialah: 1) mengetahui perbedaan motivasi belajar antara siswa kelas STAD dan GI pada materi Pengelolaan Lingkungan, 2) mengetahui perbedaan aktivitas kooperatif antara siswa kelas STAD dan GI pada materi Pengelolaan Lingkungan, dan 3) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa kelas STAD dan GI pada materi Pengelolaan Lingkungan Rancangan penelitian yang digunakan ialah Quasi Exsperiment dengan Postest-Only Control Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII C yang menggunakan model pembelajaran STAD dan siswa kelas VII D yang menggunakan model pembelajaran GI. Motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan angket dan lembar observasi, aktivitas kooperatif siswa diukur dengan lembar observasi, dan hasil belajar siswa meliputi hasil belajar kognitif diukur dengan tes akhir pembelajaran, hasil belajar psikomotorik dan afektif diukur dengan lembar observasi. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan uji t (p < 0,05). Sebelum uji t, dilakukan uji prasyarat, yaitu uji homogenitas varian. Hasil penelitian menunjukkan: 1) motivasi belajar siswa kelas GI lebih tinggi dibanding kelas STAD, 2) aktivitas kooperatif siswa kelas GI lebih tinggi dibanding kelas STAD, dan 3) hasil belajar kognitif siswa kelas GI lebih tinggi dibanding kelas STAD. Disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran GI dalam pembelajaran khususnya dalam materi pembelajaran yang erat kaitannya dengan lingkungan sekitar karena dapat menghasilkan motivasi, aktivitas kooperatif, dan hasil belajar yang lebih baik.

Peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN Banggle 02 Kanogoro Blitar dengan startegi pemetaan pikiran / Tri Murti

 

Kata kunci : pemetaan pikiran, menulis puisi, sekolah dasar. Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi pemetaan pikiran bermula dari studi pendahuluan bahwa kemampuan menulis puisi 50% siswa kelas V SDN Banggle 02 masih di bawah kriteria kemampuan minimal (KKM). Pembelajaran menulis puisi, guru tidak melaksanakan tahap pramenulis. Pada tahap menulis guru memberikan tugas mengamati lingkungan sekolah, kemudian siswa disuruh berimajinasi. Kegiatan pembelajaran tersebut kurang riil dan terlalu luas, sehingga siswa mengalami kesulitan untuk mengeluarkan ide. Guru juga tidak membimbing siswa untuk mengeluarkan ide/gagasan. Selain itu, penilaian yang dilakukan oleh guru kurang sesuai dengan unsur-unsur puisi. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang mengikuti tahap-tahap proses menulis, serta dapat membantu siswa untuk memunculkan ide dalam menulis puisi. Adapun salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan pemetaan pikiran. Strategi pemetaan pikiran adalah suatu teknik grafis untuk memperesentasikan gagasan dengan menggunakan kata-kata, imajinasi, lambang dan warna dalam menulis puisi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan (1) kemampuan siswa menentukan tema, (2) kemampuan menulis kata-kata dengan membuat pemetaan pikiran pada tahap pramenulis, (3) kemampuan mendeskripsikan kata dari kata kunci menjadi frasa kemudian mengubahnya menjadi puisi pada tahap menulis, (4) kemampuan siswa dalam membacakan puisi pada pascamenulis, dan (5) kemampuan menulis puisi yakni pengembangan tema, memilih kata yang tepat, pencitraan, kemampuan menuliskan rima dan irama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas V SDN Banggle 02 Kanigoro Blitar pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Model penelitian kolaboratif, guru sebagai pelaksana tindakan. Peneliti dan guru bersama-sama menyusun rancangan pembelajaran, megumpulkan data, melakukan refleksi, dan memperbaiki rancangan. Peneliti menganalisis data, menafsirkan, dan melaporkan hasil penelitian. Data diperoleh dari hasil observasi kegiatan guru, observasi kegiatan siswa, dan analisis hasil belajar siswa. Kegiatan hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi pemetaan pikiran dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada proses dan hasil. Pada proses pembelajaran siswa aktif, antusias, dan senang dalam menulis puisi. Pada pramenulis siklus I siswa mengalami kesulitan dalam memilih tema, ada kecenderungan siswa memilih tema yang sama dengan teman sebangku, dan tema yang ada di papan tulis. Pada siklus II siswa lebih mandiri. Untuk pemetaan pikiran, siklus I siswa masih memerlukan bimbingan yang intensif, sedangkan untuk siklus ke II pembimbingan sudah berkurang. Tema yang terpilih berjumlah 15 buah, sedangkan hasil pemetaan pikiran berjumlah 18 buah. Peningkatan kemampuan dalam memilih tema adalah 9%, dan peningkatan kemampuan dalam membuat pemetaan pikiran sebesar 4%. Pada tahap menulis kemampuan mendeskripsikan kata/mengumpulkan relasi makna dari sebuah kata kunci menjadi sebuah frasa kemudian mengubahnya menjadi larik dan bait puisi, secara umum siswa tidak mengalami kesulitan, tetapi beberapa siswa memerlukan bimbingan pada siklus I, untuk siklus II kelompok lambat masih memerlukan bimbingan. Hasil deskripsi dan puisi masing-masing berjumlah 18 buah. Sedangkan peningkatan kemampuan pada tahap menulis ini adalah 11%. Pada pascamenulis siswa juga aktif membacakan hasil karyanya dan dibacakan di depan kelas dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang baik. Rata-rata peningkatan kemampuan pada pascamenulis adalah 8%. Peningkatan kemampuan menulis puisi sebagai berikut: (1) pengembangan tema rata-rata meningkat 28%, (2) pemilihan kata yang tepat meningkat 22%, (3) membuat pencitraan meningkat 13%, (4) menuliskan rima meningkat 11%, dan (5) menuliskan irama meningkat 9%. Secara kualitatif peningkatan kemampuan menulis puisi pada tahap proses siklus I nilai rata-rata 77, sedangkan siklus II 85. Rata-rata peningkatan 4%. Hasil rata-rata nilai prasiklus 62, siklus I, 72, dan siklus II 80. Rata-rata peningkatan sebesar 17%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) guru Bahasa Indonesia yang memiliki masalah pembelajaran menulis puisi hendaknya melaksanakan peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi pemetaan pikiran, karena dapat meningkatkan proses dan hasil menulis puisi, (2) pelaksanaan strategi pemetaan pikiran hendaknya mengikuti langkah-langkah yang dilakukan peneiti, (3) cara meletakkan gambar hendaknya tidak diacak, (4) gambar yang sudah digunakan pada siklus I hendaknya tidak digunakan pada siklus II, (5) guru hendaknya memberikan bimbingan yang intensif pada saat pembuatan pemetaan pikiran, 6) siswa yang belum tuntas hendaknya diberikan remidi dan (7) peneliti lain yang merujuk penelitian ini hendaknya menggunakan gambar yang lebih bervariasi, dan disarankan untuk menggunakan kertas bergaris dalam proses penulisan puisi.

Efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi think pair share dengan simulasi dalam pembelajaran ekonomi terhadap hasil belajar siswa (studi eksperimen pada siswa di SMP Negeri 5 Probolinggo) / Sandi Purwanto

 

Kata Kunci: TPS, Simulasi, kooperatif kolaborasi, hasil belajar kognitif. Hasil belajar kognitif dapat ditingkatkan melalui penerapan strategi pembelajaran yang memiliki karakteristik student centered. Penelitian menggunakan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi. Penelitian merupakan penelitian Eksperimen Semu (quasi experiment) yang bertujuan mengungkap efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi terhadap hasil belajar kognitif siswa pada siswa berinteligensi tinggi dan rendah di SMP Negeri 5 Probolinggo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan nonequivalen (Pre- Test and Post-Test Design) dengan faktorial 2 x 2. Uji hipotesis menggunakan uji beda dan ANOVA 2 arah pada taraf signifikansi 0,05. Sebelum dilakukan uji varian dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Dalam penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan sampel non acak, karena peneliti biasanya menggunakan kelompok-kelompok yang sudah terbentuk secara alami (seperti, sebuah kelas, organisasi atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. Pada penelitian ini akan dipilih 2 (dua) kelas dari total 6 (enam) kelas VIII di SMP Negeri 5 Kota Probolinggo pada tahun pelajaran 2012/2013. Kelas VIIIC sebagai kelas kontrol dan kelas VIIID sebagai kelas eksperimen. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai pre-test dan post-test hasil belajar kognitif strategi TPS dan Simulasi pada siswa berinteligensi tinggi. Berdasarkan uji-t terhadap rata-rata nilai pre-test dan post- test diperoleh nilai -t hitung < -t tabel (-25,796 < -2,160) dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Nilai rata-rata nilai post-test (92,64) lebih tinggi dari pre-test (53,64). Hal ini dapat diartikan bahwa adanya perlakuan strategi TPS dan Simulasi memberikan andil dalam peningkatan nilai tes pada siswa berinteligensi tinggi, 2) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai pre-test dan post-test hasil belajar kognitif strategi TPS dan Simulasi pada siswa berinteligensi rendah. Berdasarkan uji-t terhadap rata-rata nilai pre-test dan post-test diperoleh nilai -t hitung < -t tabel (-25,796 < -2,160) dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Nilai rata-rata nilai post-test (92,64) lebih tinggi dari pre-test (53,64). Hal ini dapat diartikan bahwa adanya perlakuan strategi TPS dan Simulasi memberikan andil dalam peningkatan nilai tes pada siswa berinteligensi tinggi, 3) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai pre-test dan post-test hasil belajar kognitif strategi konvensional i (ceramah) pada siswa berinteligensi tinggi. Berdasarkan uji-t terhadap rata-rata nilai pre-test dan post-test diperoleh nilai -t hitung < -t tabel (-28,556 < -2,160) dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Nilai rata-rata nilai post-test (92,64) lebih tinggi dari pre-test (53,64). Hal ini dapat diartikan bahwa adanya perlakuan strategi TPS dan Simulasi memberikan andil dalam peningkatan nilai tes pada siswa berinteligensi tinggi, 4) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai pre-test dan post-test hasil belajar kognitif strategi konvensional (ceramah) pada siswa berinteligensi rendah. Berdasarkan uji-t terhadap rata-rata nilai pre-test dan post- test diperoleh nilai -t hitung < -t tabel (-21,166 < -2,160) dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Nilai rata-rata nilai post-test (92,64) lebih tinggi dari pre-test (53,64). Hal ini dapat diartikan bahwa adanya penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi memberikan andil dalam peningkatan nilai tes pada siswa berinteligensi tinggi, 5) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai hasil belajar kognitif pada penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi dengan strategi konvensional (ceramah). Berdasarkan analisis statistik ANOVA 2 arah variabel terikat hasil belajar strategi kooperatif kolaboratif Simulasi dengan TPS terlihat bahwa strategi pembelajaran diperoleh signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu signifikansi sebesar 0,000, 6) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai hasil belajar kognitif pada siswa berinteligensi tinggi dan siswa berinteligensi rendah. Berdasarkan sumber keragaman tingkat inteligensi siswa diperoleh signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu signifikansi 0,000, 7) Ada perbedaan rata-rata (mean) nilai hasil belajar kognitif antara siswa berinteligensi tinggi pada penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi dan strategi konvensional (ceramah). Berdasarkan sumber keragaman interaksi strategi pembelajaran dengan tingkat inteligensi siswa diperoleh signifikansi lebih besar dari 0,05 dengan signifikansi sebesar 0,043, 8) Ketuntasan belajar pada penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi lebih tinggi dari strategi konvensional (ceramah), hal ini menandakan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi lebih efektif daripada strategi ceramah, 9) Selisih rata-rata post-test dengan pre- test pada penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi lebih tinggi daripada selisih rata-rata post-test dengan pre-test strategi ceramah sehingga penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa, 10) Berdasarkan hasil perolehan data pengisian angket untuk efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi yang diikuti oleh responden atau guru tersebut dapat disimpulkan bahwa respon guru menilai efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi adalah "Sangat Efektif", 11) Berdasarkan data yang diperoleh dari pengisian angket yang dilakukan terhadap siswa sebagai responden, dapat disimpulkan bahwa respon siswa menilai efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi dan simulasi adalah "Efektif". Penerapan strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi meningkatkan hasil belajar kognitif. Strategi ini dapat melatih ii siswa untuk bekerjasama dan meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan memakai strategi pembelajaran kooperatif kolaborasi Think Pair Share dengan Simulasi serta memperhatikan tingkat inteligensi siswa.

Pengembangan modul elektronik senyawa hidrokarbon berbasis mind map dengan pendekatan learning cycle untuk siswa kelas X SMA / Fenti Eka Nurulia

 

Developing English word formation materials for undergraduate students at State Islamic University "Alauddin" Makassar / Sukirman

 

Keywords: Pengembangan Materi, and Materi Pembentukan Kata Bahasa Inggris Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa permasalahan yang terkait dengan pengajaran materi pembentukan kata bahasa Inggris (English word formation materials) di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, baik dosen maupun mahasiswa tidak memiliki materi pembentukan kata bahasa Inggris yang tepat dan mudah dimengerti. Selain itu, tidak ada dosen yang ahli dalam bidang tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut dengan mengembangkan materi pembentukan kata bahasa Inggris berupa buku teks yang cocok dengan kebutuhan siswa dan objektif dari pengajaran materi tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Prosedur pengembangannya adalah menganalisis materi yang dibutuhkan oleh siswa, merancang blueprint, mengembangkan materi yang tercantum dalam blueprint dalam bentuk buku teks, menerapkan materi-materi yang telah dikembangkan di dalam kelas, dan mengevaluasi produk tersebut dengan mengujicobakannya kepada pengguna. Desain try-out adalah field try-out. Produk ini diujicobakan kepada mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dari para ahli dianalisis secara kualitatif, sedangkan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil uji coba dianalisis secara deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik dan worksheet. Dalam penelitian ini, dua alhi dilibatkan untuk memvalidasi produk tersebut. Ada sepuluh aspek yang divalidasi oleh ahli: organisasi materi, tujuan instruksional, contoh materi, latihan, kegiatan, instruksi, cakupan materi, content materi, bahasa, dan ringkasan. Produk tersebut divalidasi oleh ahli dua kali. Untuk validasi pertama, para ahli menyatakan bahwa tujuh aspek dari produk tersebut telah dikembangkan dengan baik, namun ada tiga aspek dari produk yang harus direvisi yaitu bahasa, latihan dan rangkuman. Bahasa yang digunakan membingungkan dan ditemukan beberapa kesalahan tatabahasa, latihannya tidak menantang mahasiswa, dan rangkumannya terlalu panjang dan bertele-tele. Untuk validasi kedua, para ahli menyatakan bahwa produk yang dihasilkan bagus dan sesuai dengan tujuan pembelajaran pembentukan kata bahasa Inggris. Setelah divalidasi, kesepuluh aspek produk yang telah divalidasi diujicobakan kepada pengguna. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa semua aspek produk tersebut memuaskan. Tabel kualifikasi menunjukkan bahwa kualitas produk yang dikembangkan sangat baik. Oleh karena itu, kesemua aspek dari produk tersebut tidak perlu untuk direvisi.

Pengaruh leverage keuangan dan penerapan good corporate governance terhadap biaya modal pada perusahaan go publik yang terdaftar dalam CGPI periode 2007-2011 / Anis Ayu Ningsih

 

Kata Kunci: Leverage Keuangan, Good Corporate Governance, Biaya Modal Perusahaan memiliki beberapa alternatif dalam melakukan pendanaan, diantaranya adalah dengan menggunakan hutang atau menerbitkan saham. Pendanaan yang digunakan oleh perusahaan tersebut menimbulkan biaya yang disebut dengan biaya modal. Jika leverage keuangan suatu perusahaan tinggi maka perusahaan menanggung biaya modal yang tinggi dan secara otomatis akan meningkatkan risiko baik risiko perusahaan maupun risiko yang ditanggung kreditor dan investor. Oleh karena itu, selain mempertahankan leverage keuangan yang optimal, perusahaan juga harus menerapkan Good Corporate Governance sebagai upaya pengelola perusahaan untuk memperkecil risiko sehingga pihak kreditor dan investor tidak meminta tingkat pengembalian yang tinggi dan perusahaan dapat meminimalkan biaya modalnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penjelas yang menguji hubungan antar variabel bebas yaitu leverage keuangan dan penerapan Good Corporate Governance terhadap variabel terikat yaitu biaya modal. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik untuk mengetahui apakah model regresi layak dipakai untuk variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini mengunakan sampel perusahaan go publik yang terdaftar dalam CGPI periode 2007-2011 dan terpilih sebanyak 34 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap biaya modal. Sedangkan penerapan Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya modal. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.501 atau 50.1% menunjukkan bahwa variabel independen yang diuji mampu mempengaruhi variabel dependen sebesar 50.1% sedangkan sisanya 49% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya memasukkan variabel terikat lain dengan aspek yang mempengaruhi biaya modal dan memperluas obyek penelitian agar tingkat objektivitas sampel lebih tinggi dan lebih akurat.  

Pengembangan media video pembelajaran penatalaksanaan atonia uteri Jurusan Kebidanan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang / Hellen Sungging Hasthagina

 

Kata Kunci : Pengembangan, video pembelajaran, penatalaksanaan atonia uteri Media merupakan salah satu bagian dari sistem pembelajaran, bahkan media dapat dikatakan sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran. Media video merupakan media informasi yang menarik. Penggunaan media video dalam proses belajar akan mampu mengarahkan terjadinya respon tertentu dari peserta didik sesuai dengan yang diharapkan.Video pembelajaran penatalaksanaan atonia uteri adalah video yang berisi tentang penanganan pendarahan pasca persalinan dengan tindakan penatalaksanaan atonia uteri yaitu kompresi bimanual interna, kompresi bimanual eksterna, kompresi aorta abdominalis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran penatalaksanaan atonia uteri dan melaksanakan validasi produk hasil rancangan media video pembelajaran penatalaksanaan atonia uteri dan mengetahui kelayakan produk hasil media video Penatalaksanaan Atonia Uteri di Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Model pengembangan ini menggunakan beberapa proses yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap pasca produksi. Data penelitian yang berupa prosentase hasil dari responden yang diberikan oleh ahli media, ahli materi, dan audiens setelah melihat video pembelajaran. Saran yang diberikan untuk media video pembelajaran ini banyak diperoleh dari audiens, sebagian audiens memberikan saran yaitu teks dalam video yang ditanyangkan durasinya terlalu cepat sehingga kesulitan memahami isi teks namun keseluruhan isi video sudah bagus secara audiovisual dan sudah sesuai dengan urutan materi. Dalam hal ini pengembang melakukan perbaikan durasi teks yang terlalu cepat menjadi durasi teks yang sedang agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami isi teks yang ditampilkan dalam media video pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh beberapa simpulan hasil pengembangan sebagai berikut. Pertama, hasil validasi dari ahli media adalah menyebutkan bahwa media video pembelajaran ini 100 %, dalam kriteria valid atau di kualifikasi layak digunalan untuk proses pembelajaran, kedua, menurut hasil validasi ahli materi menyebutkan bahwa media video pembelajaran ini 97,5%, valid ii atau di kualifikasi layak digunakan untuk proses pembelajaran dan ketiga, berdasarkan angket dari audiens diperoleh hasil uji coba siswa satu lawan satu diperoleh 96,25% valid atau kualifikasi Layak digunakan untuk proses pembelajaran, uji coba audiens/ siswa kelompok kecil diperoleh 97,08% valid atau kualifikasi Layak digunakan untuk proses pembelajaran, dan siswa kelas klasikal diperoleh 90,27% valid atau kualifikasi Layak digunakan untuk proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan ini dapat disarankan sebagai berikut : (1) Bagi mahasiswa, dalam menggunakan media video pembelajaran tentang Penatalaksanaan Atonia Uteri sebaiknya membaca dan mempelajari petunjuk pemanfaatan sebelum menggunakan video pembelajaran.,(2) Bagi dosen, Media video pembelajaran Penatalaksanaan Atonia Uteri bisa digunakan sebagai suplemen pembelajaran yang membantu dosen dalam proses belajar mengajar, karena begitu banyak materi serta tahapan praktek yang rumit dan detail,(3) Bagi jurusan Kebidanan, dengan adanya pengembangan media video Penatalaksanaan Atonia Uteri dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai alternatif media yang digunakan untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.

Pelaksanaan strategi bauran promosi pada CV. Gracia Ofset Malang / Yanuar Arif Perdana

 

Kata kunci : Strategi Promosi, bauran Promosi merupakan sebuah upaya,cara ataupun kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, produsen atau pemasar untuk menginformasikan produk barang/jasa yang dihasilkannya, kemudian mempengarui dan membujuknya agar konsumen tertarik untuk membeli, mengkonsumsi serta menggunakannya. Kegiatan ini merupakan salah tau penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna baginya nanti, maka tidak akan membelinya. Tujuan utama dari promosi ini adalah menginformasikan kepada konsumen agar melakukan pembelian terhadap barang yang ditawarkan . jenis promosi yang dinamakan disebut bauran promosi. Bauran promosi adalah serangkaian upaya yang dilakukan perusahaan dalam mempromosikan produknya dengan elemen-elemen di dalamnya adalah periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan pribadi setra penjualan langsung. Praktek manajemen pemasaran ini dilakukan di CV.Gracia Ofset Malang pada tanggal 16 Mei s/d 16 Juni 2010. Dalam menyusun makalah yang dimulai dari praktikum penulis berusaha untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi bauran promosi di CV.Gracia Ofset Malang, mengetahui pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi bauran promosi tersebut, saat mengetahui altenatif solusi yang dilakukan oleh CV.Gracia Ofset Malang. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa CV.Gracia Ofset Malang melaksanakan tiga dari semua elemen bauran promosi yaitu periklanan yang menggunakan beberapa media diantaranya media cetak, media elektronik berupa radio, media lini berupa kalender serta imbol dan loho. Personal selling yaitu dengan memberikan informasi produk kepada konsumen dengan tanya jawab. Promosi penjualan yaitu dengan memberikan contoh produk dan potongan harga. Berdasarkan hasil pengamatan di CV.Gracia Ofset Malang dapat dijelaskan bahwa strategi bauran promosi yang diterapkan sudah efektif karena disesuaikan dengan dituasi dan kondisi perusahaan, sehingga tujuan dari penggunaan promosi itu bisa dicapai sehingga kesejahteraan perusahaan bisa dijaga dengan baik karena promosi perusahaan sangan berpengaruh dalam tingkat penjualan perusahaan.

Penerapan metode problem posing berlatar kooperatif untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA biologi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Singosari / Isnani Rohayati

 

Kata kunci: problem posing, kooperatif, proses, hasil belajar. Metode problem posing merupakan metode yang berbasis konstruktivistik yang pada prinsipnya mewajibkan siswa untuk mengajukan soal sendiri, namun tidak menutup kemungkinan dilaksanakan secara berkelompok (kooperatif). Peningkatan proses merupakan peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Aktivitas yang diamati adalah aktivitas kooperatif, yaitu sejumlah aktivitas siswa yang bercirikan kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah 1) meningkatkan aktivitas kooperatif siswa, 2) meningkatkan keterampilan bertanya siswa, 3) meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan 4) meningkatkan sikap siswa terhadap konsep materi sistem gerak dan sistem pencernaan makanan pada manusia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas lima kali pertemuan. Pengambilan data dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November pada semester 1 tahun pelajaran 2012-2013. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Singosari yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 11 laki-laki dan 18 perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari aktivitas kooperatif dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian berupa catatan lapangan, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, pedoman wawancara, lembar problem posing, lembar observasi aktivitas kooperatif, dan soal tes penguasaan konsep, serta angket pengukuran sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode problem posing berlatar kooperatif, aktivitas kooperatif siswa meningkat dari 85,9% pada siklus I menjadi 92,7% pada siklus II. Keterampilan bertanya siswa juga mengalami peningkatan sebesar 11,4%, pemahaman konsep siswa meningkat sebesar 38% dan sikap siswa meningkat sebesar 4%. Secara keseluruhan, rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 17,8% meningkat dari 71% pada siklus I menjadi 88,8% pada siklus II. Guru disarankan untuk sering berlatih dalam memadukan beberapa metode mengajar, agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, serta lebih kreatif dalam mengembangkan strategi pembelajarannya, khususnya dalam mengunakan metode problem posing. Guru dapat menerapkan metode problem posing untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa. Metode problem posing memerlukan waktu yang relatif lama, sehingga menuntut guru untuk menggunakan alokasi waktu secara lebih efisien. Guru diharapkan selalu melakukan evaluasi secara berkala dan terjadwal yang difokuskan pada evaluasi proses dan hasil. Evaluasi proses diarahkan pada tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran kooperatif STAD berbasis inkuiri untuk meningkatkan kreativitas dan ketuntasan hasil belajar ekonomi siswa kelas VIII SMP Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi tahun pelajaran 2012-2013 / Yuli Puspitasari

 

Kata Kunci:Kreativitas, Pembelajaran Kooperatif, STAD, inkuiri terbimbing, Pelaku Ekonomi Berwawasan lingkungan. Pelajaran Ekonomi di SMP Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiry) tentang persoalan ekonomi, sehingga pelajaran ekonomi bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Peserta didik belumdibiasakan untuk memahami informasi dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan ekonomi di sekolah SMP diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ekonomi menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik memiliki kreativitas dan hasil belajar yang memuaskan. Pendidikan ekonomi diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang perekonomian. Pembelajaran inkuiri dipilih karena mampu memfasilitasi peserta didik dalam menguasai aspek produk dan proses pembelajaran ekonomi. Sintak inkuiri dikembangkan berdasar langkah metode ilmiah yang mampu memfasilitasi peserta didik menginvestigasi proses sebagaimana ilmuwan menemukan ilmu, sehingga inkuiri berpotensi memberdayakan kemampuan berfikir peserta didik (Corebima, 2010). Strategi inkuiri memberikan landasan pedagogik kepada guru bagaimana memberikan tahapan bantuan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru memberikan tahapan bantuan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok untuk menggunakan kemampuan berpikir mengkonstruksi cara menyelesaikan masalah. Peserta didik akan berperan aktif melatih keberanian, berkomunikasi dan berusaha mendapatkan pengetahuannya sendiri untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Perancangan animasi tentang tuntunan sholat5 wajib bagi anak sekolah dasar / Moch. Hamdan Isnanini

 

Using Student Teams-Achievement5 Divisions (STAD) strategy to improve the students' speaking skill at SMK Negeri 1 Madiun / Rumiarsih

 

Kata kunci: kemampuan berbicara, Strategi Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan bagaimana strategi Student Teams-Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan kemampuan siswa berbicara di SMK Negeri 1 Madiun. Peningkatan diindikasikan dengan meningkatnya nilai rata-rata dari nilai berbicara siswa. Nilai rata-rata dari nilai berbicara siswa harus sama atau lebih dari 75 sebagai KKM. Peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menerapkannya pada pengajaran berbicara pada kelas XII TKR 2 di SMK Negeri 1 Madiun. Kelas tersebut meliputi 34 siswa. Penelitian ini dilakukan dalan dua siklus. Tiap-tiap siklus pada penelitian ini meliputi 2 pertemuan untuk penerapan strategy dan satu pertemuan untuk test berbicara. Data dari penelitian ini diperoleh melalui test berbicara, ceklis observasi dan catatan lapangan dan penerapan strategi Student Teams-Achievement Divisions (STAD) pada proses belajar mengajar. Penemuan pada penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi STAD berhasil meningkatkan kemampuan siswa berbicara di SMK negeri 1 Madiun. Strategi STAD yang diterapkan pada penelitian ini meliputi lima tahapan, yaitu (1)Pembentukan tim; (2) Presentasi kelas; (3)Kuis; (4)Peningkatan nilai individu; and (5) Penentuan tim. Guru membentuk kelompok-kelompok siswa pada tahapan tim, kemudian menyampaikan materi pada presentasi kelas. Siswa bekerja bersama dalam kelompok untuk mengerjakan kuis sebelum menanpilkan pembicaraan mereka untuk mendapatkan nilai individu. Guru memberikan penghargaan bagi tim yang menang pada tahapan terakhir yaitu, penentuan tim. Aktifitas-aktifitas pada kelima tahapan tersebut meningkatkan baik pada nilai siswa dan juga partisipasi siswa selama pengajaran berbicara. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa . nilai rata-rata dari nilai berbicara siswa dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat secara signifikan. Nilai rata-rata dari nilai berbicara siswa adalah 72.5 pada penelitian awal meningkat ke 73.82 pada siklus 1 dan akhirnya pada siklus 2 meningkat menjadi 76.76 dan memenuhi kriteria keberhasilan. Karena itu, peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakan lain. Berdasarkan hasil dari temuan-temuan pada penelitian, disarankan bahwa untuk perbaikan pengajaran bahasa Inggris, guru bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan strategi STAD dalam mengajarkan berbicara dan mengembangkan prosedur mereka sendiri dalam menerapkan strategi STAD. Guru juga direkomendasikan untuk memberikan kegiatan siswa yang dapan meningkatkan kemampuan siswa berbicara. Disamping itu, bagi para peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian yang sama dan dengan topik yang sama, diharapkan untuk melakukan beberapa tahapan pada persiapan mereka, menggunakan kegiatan-kegiatan yang bervariasi, dan presentasi kelas yang menarik untuk keberhasilan penelitian.

Pengembangan modul pendidikan seks bagi siswa SMP Laboratorium Um / Imam Suhaji

 

Kata kunci: layanan informasi, bimbingan pribadi-sosial, pendidikan seks, HIV-AIDS Banyaknya kejadian-kejadian akibat dari berbagai masalah seksual baik berupa pelecehan seksual, pemerkosaan, aborsi, hamil di luar nikah, homoseksual, lesbian, penyakit HIV-AIDS dan masalah seksual lainnya memberikan suatu gambaran bahwa pendidikan seks sangat sedikit diketahui oleh remaja. Masalah-masalah tersebut muncul sebagai akibat kurangnya pendidikan seks yang diketahui oleh remaja. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja dalam mengenali perkembangan dirinya sendiri, dunia remaja, penghindaran diri dari free sex dan bahayanya, dan juga mengenai HIV-AIDS. Namun, siswa SMP Laboratorium UM belum memiliki modul pendidikan seks dalam bimbingan konseling, sehingga perlu dikembangkan modul yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi, dan dapat digunakan siswa dalam menambah informasi mengenai pendidikan seks dan HIV-AIDS. Tujuan pengembangan modul layanan informasi ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM yang memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM yang terdiri atas (1) modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM (untuk siswa), yang terdiri atas 3 penggalan yaitu (a) mengenal siapa itu remaja; (b) free sex dikalangan remaja; (c) HIV-AIDS, (2) panduan modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM (untuk konselor). Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall (1983) yang terdiri atas tahap (1) penilaian kebutuhan; (2) penetapan prioritas kebutuhan; (3) perumusan tujuan bimbingan; (4) menyusun isi materi; (5) penilaian produk; (6) revisi produk; (7) penilaian calon pengguna produk; (8) revisi; (9) produk akhir. Subjek uji ahli adalah ahli materi Bimbingan dan Konseling, ahli media. Subjek calon pengguna produk adalah satu konselor dan 4 orang siswa SMP Laboratorium UM. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket dianalisis persentase. Untuk uji ahli dan calon pengguna produk instrumen yang menggunakan angket, kemudian angket dianalisis menggunakan modus (mode) kemudian didiskriptifkan. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli dan uji calon pengguna produk menunjukkan bahwa modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Modul dapat digunakan sebagai media dalam pemberian bimbingan pribadi sosial, dan atau layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP laboratorium UM pada khususnya. Saran pemanfaatan yang diberikan untuk konselor adalah (1) konselor dapat melengkapi penggunaan modul bimbingan ini dengan menggunakan tampilan power point, cerita, media cetak ataupun film yang mendukung topik bimbingan; (2) konselor harus memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar konselor dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; (3) Apabila modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS ini digunakan oleh selain siswa SMP Laboratorium UM, maka perlu adanya adaptasi dengan kebutuhan siswa pada sekolah tersebut; (4) Sebaiknya konselor menindaklanjuti hasil evaluasi diri siswa dengan melakukan konseling individu ataupun konseling kelompok apabila diperlukan. Saran yang diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah (1) Perlu diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga modul layanan informasi ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa; (2) Disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan modul terhadap pemahaman siswa; (3) Validasi pada ahli media dan ahli materi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna; (4) Peneliti selanjutnya sebaiknya lebih memfokuskan pada perkembangan remaja; (5) Peneliti selanjutnya dapat menambahkan kompetensi ranah psikomotorik pada modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS.

Pengembangan CD pembelajaran interaktif IPA kelas V semester I materi pokok perubahan sifat benda di SDN Karang Besuki I Malang / Anggelina Ester Jesica

 

Kata Kunci: Pengembangan, CD Pembelajaran Interaktif, IPA. CD pembelajaran interaktif merupakan salah satu perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya disamping memadukan unsur audio, visual, teks, gambar, dan video yang dapat menarik minat dan memenuhi berbagai gaya belajar siswa, juga terdapat unsur interaktifitas, sehingga ada kebebasan siswa dalam memilih materi dan mendapatkan kepastian apa yang dipelajari yang nantinya akan meningkatan hasil belajar siswa. CD pembelajaran interaktif juga suatu media yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi di SDN Karang Besuki I Malang kelas V, hal yang melandasi dari pengembangan CD pembelajaran interaktif ini yaitu penggunaan media berupa buku teks dan LKS serta pembelajaran konvensional dengan menggunakan metode ceramah pada mata pelajaran IPA materi pokok perubahan sifat benda yang tidak dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran. Tujuan dari pengembangan yaitu untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran interaktif yang layak dan valid yang dikemas menarik dalam bentuk CD Interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas V, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasi belajar. Subyek penelitian dalam uji coba pengembangan ini adalah siswa SD Negeri Karang Besuki I Malang kelas V. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh dari tanggapan ahli media, ahli materi, dan siswa tetang produk yang dihasilkan. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari angket serta hasil pre-test dan post-test. Media ini divalidasi untuk mengetahui kualitas teknis diperoleh dari ahli media, ahli materi, dan audiens. Sedangkan untuk mengetahui pemanfaatan hasil belajar diperoleh dari audiens sebanyak 20 orang. Setelah dianalisis hasil validasi dari CD pembelajaran interaktif ini dinyatakan valid dengan hasil perhitungan ahli media 97,02%, ahli materi 95,83, perseorangan 95,83%, uji coba kelompok kecil 93%, uji coba lapangan 91%. Hal ini menunjukan bahwa CD pembelajaran interaktif ini sangat memberikan efek yang cukup positif dalam peningkatan hasil belajar, dan dapat disimpulkan bahwa CD pembelajaran interaktif ini cukup efektif digunakan siswa khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa CD pembelajaran interaktif ini layak digunakan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA dan disarankan guru dan siswa dalam pemanfaatan CD pembelajaran interaktif bisa memilih dan memiliki software yang dbutuhkan. Bagi pengembang selanjutnya dapat memilih jenis tujuan dan mengenal jenis materi.

Analisis penerapan sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (Simda Keuangan) dalam pengolahan data keuangan pada organisasi pemerintah daerah (Studi kasus pada Dinas Kesehatan Kabupanten Nganjuk) / Harmadhani Adi Nugraha

 

Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah, SIMDA Keuangan, Pengelolaan Data Keuangan Organisasi Pemerintah Daerah, Perkembangan teknologi yang berkembang pesat merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakangi dikembangkanya suatu sistem informasi berbasis komputer. Untuk memudahkan pengelolaan keuangan pada organisasi pemerintah daerah maka dikembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah atau SIMDA Keuangan. SIMDA telah diterapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk sejak tahun 2007 sebagai sistem informasi pengelola keuangan dan sistem informasi pelaporan keuangan. Pada tahun 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk ditetapkan sebagai SKPD dengan anggaran prioritas kedua di Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, sehingga penerapan SIMDA keuangan akan membantu Dinas Kesehatan dalam mengelola dan menatausahakan data keuangan dengan jumlahnya yang cukup besar. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan dan pengendalian intern atas pengelolaan data keuangan melalui aplikasi SIMDA Keuangan serta untuk menganalisa kualitas informasi yang dihasilkan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan menggunakan variabel relevan, akurat dan tepat waktu untuk menganalisa kualitas informasi yang dihasilkan oleh aplikasi SIMDA Keuangan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan SIMDA Keuangan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk telah dilakukan secara optimal. Pengolahan data keuangan dilakukan dengan membagi fungsi pengelolaan keuangan menjadi tiga fungsi yaitu fungsi penganggaran, penatausahaan keuangan,dan pembukuan/akuntansi. Penerapan pengelolaan keuangan pada fungsi penganggaran dan fungsi penatausahaan sudah dilaksanakan secara maksimal. Namun penerapan fungsi pembukuan/akuntansi tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan menu fungsi pembukuan dinon-aktifkan karena merupakan kewenangan pengelolaan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD). Pengendalian intern yang diterapkan untuk memastikan tujuan pengelolaan keuangan tercapai secara keseluruhan sudah sangat memadai, yakni dengan melakukan pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Kualitas informasi yang dihasilkan telah mampu menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang relevan, akurat dan tepat waktu. Untuk mampu mengoptimalkan peran pengelolaan data keuangan maka fungsi akuntansi perlu dioptimalkan dengan menempatkan personil yang benar-benar memahami bidang akuntansi.

Peran kepala sekolah dalam pelakasanaan supervisi untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Kota Malang / Moh. Mustofa T.

 

Kata Kunci : peran kepala sekolah, supervisi, motivasi kerja. Supervisi pendidikan yang baik, diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi bagi terwujudnya guru yang berintelektual dan berprestasi kerja tinggi. Selain itu juga dengan supervisi memungkinkan guru untuk mendapatkan umpan balik secara cepat dalam memperbaiki aktivitas-aktivitasnya, memotivasi guru untuk meningkatkan pekerjaannya sehari-hari. Supervisi juga dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja guru dalam memperbaiki pelaksanaan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu kepala sekolah sebagai supervisor diharapkan mampu untuk memberikan supervisi agar guru menjadi lebih termotivasi dan lebih profesional dalam bekerja dan kepala sekolah juga diharapkan agar trampil untuk menentukan dan meneliti kegiatan-kegiatan apa saja yang diperlukan untuk kemajuan sekolahnya, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab fokus penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Malang secara rinci memperoleh gambaran tentang: (1) teknik supervisi yang digunakan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMAN 2 Malang; (2) faktor-faktor penunjang kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMAN 2 Malang; (3) faktor-faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMAN 2 Malang; (4) solusi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengatasi faktor penghambat pelaksanaan supervisi pendidikan di SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Pada penelitian ini, peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data yang melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan analisis data dengan tematik, yaitu dengan cara mengumpulkan data (data collection), reduksi data (data reduction), pengkodean data, dan menyimpulkan data (Conclusing drawing/verifying). Kesimpulan penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Malang adalah: (1) teknik supervisi yang digunakan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMAN 2 Malang yaitu teknik supervisi observasi kelas, teknik supervisi pertemuan individu dan rapat guru; (2) faktor penunjang Kepala SMA Negeri 2 Malang melakukan supervisi adalah dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai kepala sekolah, menunjukkan perhatian kepada guru, menimbulkan rasa kekeluargaan antara kepala sekolah dan guru. Selain itu dengan melaksanakan supervisi maka kepala sekolah bisa mengetahui permasalahan guru dalam kegiatan mengajar dan memberikan solusi kepada guru tersebut sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru tersebut; (3) faktor-faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Malang, terutama adalah masalah waktu pertemuan untuk supervisi observasi kelas dan supervisi pertemuan individu dan (4) solusi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengatasi faktor penghambat untuk meningkatkan motivasi kerja guru adalah dengan mengatur ulang jadwal supervisi observasi kelas dan supervisi pertemuan individu di hari lain, karena kedua supervisi tersebut wajib dilakukan. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, agar proses supervisi di SMA Negeri 2 Malang dapat terlaksana dengan baik disarankan kepada: (1) Hasil penelitian menunjukkan supervisi di SMA Negeri 2 Malang sudah berjalan dengan baik, untuk ke depannya kepala sekolah diharapkan lebih meningkatkan inovasi terhadap teknik supervisi, agar guru lebih termotivasi dalam mengembangkan kemampuannya; (2) Agar kegiatan supervisi di SMA Negeri 2 Malang tidak monoton disarankan kepada guru lebih terbuka di dalam mengungkapkan masalah yang dihadapi saat mengajar pada saat supervisi dilaksanakan; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan: hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi untuk mengembangkan teknik supervisi, dan dapat digunakan untuk menambah pengetahuan di bidang supervisi khususnya dan (4) Peneliti Lain: agar dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar yang berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.

Pengaruh stock split terhadap trading volume activity dan abnormal return pada perusahaan yang listing di BEI tahun 2009-2011 / Alfiyah Syariatul Cholifah

 

Kata kunci: Stock Split, Trading Volume Activity, Abnormal Return Investor dalam berinvestasi di bursa menginginkan return yang tinggi, sehingga dibutuhkan informasi-informasi yang relevan. Informasi yang dibutuhkan dan relevan yaitu informasi mengenai corporate action, salah satunya adalah informasi mengenai stock split. Stock split merupakan kebijakan perusahaan untuk memecah saham menjadi beberapa lembar saham dengan bertujuan untuk menempatkan harga saham perusahaan pada rentang harga yang optimal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya hasil penelitian yang berbeda-beda, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana pengaruh stock split terhadap trading volume activity dan abnormal return saham. Data Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 perusahaan yang listing di BEI pada tahun 2009-2011, dan melakukan kebijakan stock split pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan confident level 95% (α = 0,05), dengan periode pengamatan (event window) adalah 11 hari yaitu 5 hari sebelum stock split, event date dan 5 hari sesudah stock split. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan trading volume activity saham sebelum dan sesudah peristiwa stock split, hal ini dikarenakan harga saham setelah stock split menjadi lebih rendah. Selanjutnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return saham sebelum dan sesudah peristiwa stock split, hal ini dikarenakan stock split tidak cukup mempunyai kandungan informasi (information content) yang bisa mempengaruhi keputusan investor. Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Wang Sutrisno et.al (2000) yang menemukan fakta bahwa terdapat perubahan volume perdagangan saham yang disebabkan kegiatan stock split oleh perusahaan dan tidak terdapat perubahan tingkat abnormal return saham yang disebabkan kegiatan stock split oleh perusahaan.

Upaya peningkatan keterampilan tolak peluru gaya menyamping menggunakan model-model bermain untuk kelas X Kayu 2 SMK Negeri 5 Kota Malang / Audia Prasofia

 

Kata kunci: Keterampilan, Pembelajaran , Tolak Peluru , Model Bermain. Tolak peluru merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan Kelas X. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri. Tolak mempunyai arti dorongan atau menolak cara melakukannya tidak dilempar seperti lempar cakram maupun lembing, namun didorong dengan menggunakan kekuatan lengan ke atas depan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kurang terampil dalam mempraktikan teknik tolak peluru gaya menyamping dikarenakan media pembelajaran yang terbatas dan pembelajaran yang monoton tanpa diselingi dengan kegiatan yang menarik sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran tolak peluru, kebanyakan siswa melakukan kesalahan pada saat teknik menolak kebanyakan siswa melempar peluru tersebut bukan di tolakkan. Jumlah siswa kelas X Kayu 2 adalah 27 siswa yang keseluruhannya adalah laki-laki. Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kesenangan dan keceriaan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya menyamping pada siswa kelas X Kayu 2 SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Kayu 2 SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes. Hasil siklus pertama didapat hasil bahwa jumlah siswa yang tidak dapat melakukan gerakan menolak dengan baik dan tidak dapat melewati nilai ketuntasan minimal yaitu 78, Dari aspek sikap tangan 6 siswa atau 22,22% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu yaitu jari-jari belum menggenggam dan posisi peluru belum diletakkan menempel pada leher, Dari aspek sikap badan 7 siswa atau 25,93% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu berat badan belum diterima kaki kanan, Dari aspek sikap badan saat awalan 4 siswa atau 14,81% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu sikap badan saat awalan kaki kanan tidak ditekuk pada saat mendarat dan badan tidak membungkuk, Dari aspek tolakan 10 siswa atau 37,04% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu peluru dilepaskan dengan cara dilempar bukan di tolakan, Dari aspek sikap akhir 9 siswa atau 33,33% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu tidak dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan tidak dilangkahkan ke depan. Pada siklus 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I, Dari aspek sikap tangan 100% siswa sudah melakukan sikap tangan yang benar yaitu jari-jari menggenggam dan posisi peluru diletakkan menempel pada leher. Dari aspek sikap badan 7,41% atau 2 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 92,59% siswa sudah melakukan sikap badan yang benar yaitu berat badan sudah diterima kaki kanan. Dari aspek sikap badan saat awalan 3,7% atau 1 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 96,30% siswa sudah benar dalam sikap badan saat awalan yaitu kaki kanan menekuk pada saat mendarat dan badan membungkuk. Dari aspek tolakan 3,7% atau 1 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 96,30% siswa yang sudah benar dalam tolakan yaitu peluru tidak dilepaskan dengan cara dilempar, tetapi dengan didorong dengan kekuatan lengan. Dari aspek sikap akhir 0% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 100% siswa yang sudah benar dalam sikap akhir yaitu dapat menjaga keseimbangan. Pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan menolak dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan tolak peluru gaya menyamping dengan menggunakan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X kayu 2 SMK Negeri 5 Malang. Pembelajaran tolak peluru gaya menyamping akan lebih mudah dikuasai siswa apabila diajarkan dengan menggunakan modifikasi permainan, antara lain permainan menolak peluru modifikasi, permainan menolak sasaran bagian 1, permaina menolak berurutan, permainan menolak melewati net, permainan menolak ke sasaran bagian 2, dan permainan menolak ke sasaran secara berkelompok.

Pengaruh faktor internal dan faktor eksternal siswa terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Kepanjen Malang / Febri Tia Rahmawati

 

Kata kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Prestasi Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan di negara kita, karena pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan nasional, sehingga peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukan agar tujuan nasional tersebut dapat diwujudkan, salah satunya melalui peningkatan prestasi belajar siswa. Secara umum prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam indifidu yang sedang belajar, yang meliputi faktor jasmaniah, dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar indifidu yang sedang belajar, yang meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan masyarakat. Agar dapat memperoleh prestasi yang baik, maka dalam kegiatan belajarnya siswa harus memperhatikan kedua faktor tersebut karena dapat memberikan pengaruh positif terhadap prestasi yang akan dicapai. Penellitian ini bertjuan mengetahui faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Kepanjen Malang baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Kepanjen yang berjumlah 226 siswa. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diperoleh dari populasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanasi (explanation research). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal dan faktor eksternal mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas X MK Kepanjen Malang baik secara parsial maupun simultan. Saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menindaklanjuti dengan menambahkan lebih banyak indikator seperti sikap siswa, latar belakang kebudayaan, kurikulum, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, dan keadaan gedung, agar diperoleh informasi yang lebih lengkap dan tepat sasaran. (2) Siswa yang tidak berminat pada jurusan akuntansi sebaiknya selalu membangun kebiasaan belajar yang baik terutama pada mata pelajaran akuntansi, dan membangun relasi yang baik, baik relasi antara siswa dengan guru, maupun relasi dengan siswa lain yang mempunyai prestasi yang baik di bidang akuntansi untuk memotivasi belajar di bidang akuntansi. Apabila motivasi belajar di bidang akuntansi telah tumbuh maka diharapkan akan menimbulkan minat untuk mempelajari akuntansi.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 |