Rancang bangun mesin press sandal dengan pneumatik / Aminudin Ajiz, Sidqi Faris

 

Kata kunci: Pneumatik, Produktivitas Tujuan membuat Mesin Press sandal dengan pneumatik ini yaitu untuk membantu para pengusaha pengerajin sandal untuk meningkatkan kapasitas produksi kepada pengusaha pengerajin sandal. Pembuatan Mesin pres sandal dengan pneumatik ini dimulai dari proses desain gambar, dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin, mesin press sandal ini menggunakan silinder dengan diameter 20 cm. Setelah diketahui komponen mesin maka dilanjutkan dengan pemasangan komponen mesin yaitu meliputi landasan pemotong, pengarah landasan, pisau potong, silinder pneumatik, dan dudukan pisau. Perawatan dan pemeliharan Mesin Pres sandal dengan pneumatik, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Pisau Pemotong dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dengan cara diberi pelumas minyak goreng pada waktu selesai digunakan.Perawatan untuk rangka yaitu dengan memeriksa bagian-bagian yang mungin terjadi korosi serta melapisi cat yang terkupas untuk menghindari terjadimya korosi.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa materi Permutasi dan Kombinasi dengan pensekatan inkuiri / Nurlaila Tri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Nurlaila 2016. Pengembangan Lembar Kerja Siswa materi Permutasi dan Kombinasi dengan Pendekatan Inkuiri. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Erry Hidayanto, M.Si Kata kunci: lembar kerja siswa, permutasi dan kombinasi, pendekatan inkuiri Matematika merupakan mata pelajaran yang perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk membekali mereka kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Berdasarkan penelitian sebelumnya, pada materi permutasi dan kombinasi peserta didik kesulitan dalam membedakannya. Peserta didik bingung dalam menerapkan dalam soal. Hal itu dikarenakan peserta didik hanya menggunakan metode menghafal tanpa memahami perbedaan dari permutasi dan kombinasi itu sendiri. Bahan ajar yang dikembangkan berupa Lembar Kerja Siswa untuk materi permutasi dan kombinasi dengan pendekatan inkuiri. Lembar Kerja Siswa dengan pendekatan inkuiri adalah Lembar Kerja Siswa yang berisi kegiatan penemuan konsep maupun latihan permasalahan permutasi dan kombinasi yang membantu siswa untuk aktif berpikir melalui pertanyaan-pertanyaan arahan yang sifatnya membimbing. Lembar Kerja Siswa ini memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari pokok bahasan permutasi dan kombinasi secara mandiri dalam pengawasan dan bimbingan guru. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Thiagarajan. Model Thiagarajan dalam Hobri (2010:12-16) ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-D, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Thiagarajan 4-D yang telah di adaptasi menjadi tiga tahap, yaitu Define, Design, dan Develop dengan pertimbangan terbatasnya waktu, biaya serta produk yang dikembangkan hanya dapat digunakan untuk beberapa kalangan yang sesuai dengan kriteria pengembangan. Dalam penleitian ini dilakukan tiga uji coba terhadap kualitas produk pengembangan yang terdiri dari uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh dua orang validator yang terdiri dari satu orang dosen matematika dan satu orang praktisi. Uji kepraktisan dilakukan dengan mengambil skor dari hasil pengerjaan Lembar Kerja Siswa yang telah dikerjakan oleh peserta didik. Uji keefektifan dilakukan dengan mengambil skor dari tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 kesimpulan. Pertama, untuk uji kevalidan terdapat tiga instrumen yang divalidasi oleh validator. Instrumen yang pertama adalah Lembar Kerja Siswa yang memperoleh skor rata-rata hasil validasi sebesar 3,32 sehingga Lembar Kerja Siswa termasuk pada kriteria valid namun dengan revisi. Instrumen yang kedua adalah RPP yang memperoleh skor rata-rata hasil validasi sebesar 3,67 sehingga RPP termasuk pada kriteria valid namun tetap dengan revisi. Instrumen yang terakhir adalah tes hasil belajar yang memperoleh skor rata-rata hasil validasai sebesar 3,36 sehingga tes hasil belajar termasuk pada kriteria valid. Kedua, Lembar Kerja Siswa ini dapat dikatakan praktis karena sebanyak 100% peserta didik memperoleh nilai di atas kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Ketiga, Lembar Kerja Siswa ini dapat dikatakan efektif karena sebanyak 100% peserta didik telah tuntas dalam menyelesaikan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa Lembar Kerja Siswa yang dikembangan merupakan media yang valid, efektif, dan praktis sehingga dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran pada materi permutasi dan kombinasi.

Pengembangan bahan ajar fisika berbasis masalah untuk mendukung pembelajaran fisika kelas XI semester 2 Program RSBI/SBI dengan tema fluida / Ambar Sari

 

Kata Kunci:bahan ajar fisika, berbasis masalah, RSBI/SBI, fluida statik dan dinamik. Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing, pemerintah mengembangkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif yang disebut sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).Untuk mendukung pembelajaran program RSBI/SBI diperlukan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum KTSP yang diadaptasi dengan kurikulum Cambrigde. Bahan ajar yang telah diterbitkan ternyata masih kurang sesuai untuk mendukung pembelajaran program RSBI/SBI. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan bahan ajar fisika yang sesuai dengan kriteria SMA program RSBI/SBI. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan bahan ajar fisika berbasis masalah dan mendeskripsikan kelayakan bahan ajar fisika berbasis masalah dengan tema fluida untuk mendukung pembelajaran fisika kelas XI Semester 2 program RSBI/SBI. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development). Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan isi dan penyajian isi, serta bahasa bahan ajar. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari validasi dosen dan gurufisika, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui pengisian komentar dan saran baik dari ahli maupun siswa, serta hasil keterbacaan siswa kelas XI SMAN 1 Krian.Analisis data kuantitatif menggunakan teknik analisis nilai rata-rata yaitu jumlah skor jawaban penilaian dibagi dengan jumlah validator. Hasil dari ujikelayakan isi dan penyajian isi, bahan ajar mendapatkan nilai rata-rata 3,50 dengan kriteria valid, sedangkan dari uji bahasa, bahan ajar mendapatkan nilai rata-rata 3,46 dengan kriteria valid. Dengan demikian, bahan ajar fisika berbasis masalahdengan tema fluida (fluida statik dan fluida dinamik) valid dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran fisika program RSBI/SBI. Meskipun bahan ajar ini termasuk dalam kriteria valid, namun bahan ajar ini perlu diuji secara empirik dengan cara menerapkan bahan ajar berbasis masalah dalam pembelajaran di kelas.

Analisis respon dan sikap guru terhadap penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SMk Negeri 2 Trenggalek / Rivana Arisanti

 

ABSTRAK Arisanti, Rivana. 2007. Analisis Respon dan Sikap Guru Terhadap Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMKN 2 Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Heru Muryanto, (2) Drs. Mujiyono, M.Pd Kata kunci : respon, sikap, guru, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Masalah pendidikan adalah merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan atau dengan cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Dalam konteks inilah pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dilaksanakan dan tidak pernah berhenti (never ending process). Kurikulum sering dinilai tidak hanya menjadi momok, tetapi juga menggangu dunia pendidikan. Pendidikan kita seperti di sandera oleh sistem kurikulum yang tak kunjung menghasilkan apa yang ada dalam cita-cita ideal kita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar respon dan sikap guru, serta ada tidaknya hubungan antara respon dan sikap guru terhadap penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMKN 2 Trenggalek. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan kuesioner berstruktur, interview atau wawancara dan dokumentasi, yang kemudian dari hasil penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Analisis statistik sesuai dengan karakteristik penelitian yang bersifat kuantitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik analisis deskriptif dan analisis Product Moment. Analisis deskriptif sendiri digunakan untuk memperoleh informasi dan menguraikan gambaran tentang variabel yang diteliti. Sedangkan analisis Product Moment digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara respon dan sikap guru terhadap penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa guru mempunyai respon serta sikap yang tinggi terhadap penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang ditunjukkan dengan tingginya tingkat respon dan sikap guru dalam mengembangkan silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan prinsip-prinsipnya, peran dan tanggungjawab guru dan prosedur pengembangan silabus. Tingginya tingkat respon dan sikap guru dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), mulai dari prinsip pengembangan, cara pengembangan dan kinerja guru dalam pengembangan RPP tersebut. Tingginya tingkat respon dan sikap guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), mulai dari melakukan pre test, pembentukan kompetensi, post test dan melakukan tindak lanjut dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Dari hasil analisis Product Moment juga ditemukan bahwa terdapat hubungan antara respon dan sikap guru terhadap penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Pengaruh minat pada profesi guru ekonomi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang / Umi Muawanah

 

ABSTRAK Muawanah, Umi. 2008. Pengaruh Minat pada Profesi Guru Ekonomi dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agung Haryono, S.E. Ak. M.P., (II) Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd. Kata Kunci : minat pada profesi Guru Ekonomi, motivasi belajar, prestasi belajar Prestasi belajar yang maksimal merupakan jalan yang dapat memudahkan proses kelanjutan studi dan dalam mencapai cita-cita. Sama halnya dengan usaha untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal, usaha untuk mengatasi kesulitan belajar pun tidak mudah dilakukan karena proses belajar merupakan suatu proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain minat dan motivasi. Jika minat dan motivasi belajar mahasiswa tidak maksimal maka prestasi belajarpun juga tidak maksimal dan sebaliknya. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh antara minat pada profesi Guru Ekonomi terhadap prestasi belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM), 2) pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM), 3) pengaruh antara minat pada profesi Guru Ekonomi dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2005, 2006, 2007 dengan jumlah sampel 122 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan cara pemberian angket/kuesioner kepada responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eks post facto dengan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini bahwa secara simultan maupun parsial minat pada profesi guru ekonomi dan motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, sumbangan efektif variabel sebesar 28,73% dan untuk variabel memberikan sumbangan efektif sebesar 21,72%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disarankan agar mahasiswa meningkatkan minatnya pada profesi Guru Ekonomi dengan cara antara lain mempelajari dan menyenangi hal-hal yang berhubungan dengan profesi Guru dan dosen diharapkan menanamkan jiwa-jiwa idealisme guru sehingga merasa bangga terhadap profesi guru. Untuk mendukung hal tersebut, pihak FE dapat meningkatkan kualitas sarana pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang nyaman sebagai tempat belajar sehingga mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar.

Dampak kebijakan penataan pedagang kaki lima terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar Alun-alun Kota Batu / Ema Fitri Purwanti

 

Kata kunci: Kebijakan Penataan PKL, Pedagang Kaki Lima, Kesejahteraan Pedagang kaki lima Kota Batu yang terus bertambah dari tahun ketahun, selalu menjadi sorotan dan seiring dijadikan penyebab kesemerawutan lalu lintas maupun tidak bersihnya lingkungan. Transaksi jual beli pedagang kaki lima di sekitar tempat keramaian membuat kondisi kumuh dan tidak teratur. Pedagang kaki lima dalam menjajakan dagangannya banyak meninggalkan sampah berserakan dan menumpuk di beberapa tempat, kondisi itu sangat tidak bagus untuk pemandangan dan kondisi tata kota yang ramai seperti dipandang oleh pemerintah. Pemerintah daerah mempunyai peranan tertentu dalam mengatasi masalah pedagang kaki lima melalui kebijakan penataan pedagang kaki lima yang berada di kawasan alun-alun. Kebijakan tersebut memuat penataan kota untuk memberi fasilitas penempatan dagang terhadap pedagang kaki lima, sehingga memberi kesadaran yang memungkinkan berpartisipasi dalam pembangunan kota yang dinamis. Oleh karena itu Kota Batu melakukan upaya kebijakan penataan pedagang kaki lima dengan cara mengeluarkan Perda No. 5 tahun 2005 tentang Pengaturan dan Penertiban Pedagang Kaki Lima serta Keputusan Walikota Batu No. 18 tahun 2011 tentang Kawasan Bebas Pedagang Kaki Lima. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kebijakan pemerintah Kota Batu terhadap penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Batu?, Apakah dampak kebijakan dari pemerintah Kota Batu dalam penataan pedagang kaki lima (PKL) terhadap kesejahteraan PKL di sekitar alun-alun Kota Batu?,Apakah kendala dan upaya yang ditimbulkan dari adanya kebijakan pemerintah Kota Batu tentang penataan PKL? Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kebijakan penataan pedagang kaki lima, untuk mendeskripsikan dampak yang akan ditimbulkan dari adanya kebijakan penataan PKL terhadap kesejahteraan PKL, untuk mendeskripsikan kendala dan upaya pemerintah dalam menibgkatkan kesejahteraan para PKL. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini ada 3 sumber data (1) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (2) Satpol PP (3) Para pedagang kaki lima di sekitar alun-alun Kota Batu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan penggunaan dokumen. Analisis data yang digunakan melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Dari hasil temuan penelitian dikemukakan bahwa: kebijakan penataan PKL Kota Batu dituangkan dalam Perda No. 5 tahun 2005 tentang pengaturan dan penertiban pedagang kaki lima. Sedangkan dasar dari kebijakan penataan pedagang kaki lima berpedoman keputusan Walikota Batu No. 18 tahun 2011 tentang kawasan bebas pedagang kaki lima. Dalam kebijakan penataan pedagang kaki lima Kota Batu sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang kaki lima dalam hal penyelenggara kebijakan pedagang kaki lima oleh Disperindag Kota Batu dan mengenai penertiban pedagang kaki lima dilakukan Satpol PP Kota Batu. kebijakan penataan PKL terbagi menjadi 3 tempat (1) di BTC berada dijalan Kartini (2) rumah tua berada dijalan Sudiro (3) dan kuburan sisir. Kebijakan penataan pedagang kaki lima berdampak kurang mensejahterakan bagi pedagang kaki lima, tingkat kesejahteran mereka terus menurun dibandingkan dengan sebelum adanya kebijakan penataan. Hal ini di sebabkan oleh hambatan dari kebijakan penataan pedagang kaki lima yaitu kurangnya dukungan dari para pedagang kaki lima, adanya masalah dari luar(adanya pihak yang tidak bertanggung jawab membawa lari uang subsidi pedagang kaki lima) dan dalam pedagang kaki lima( masalah pribadi para pedagang), tempat yang disediakan jauh dari alun-alun, sedangkan upaya untuk mengatasi kendala pemerintah membuat program yang melibatkan para pedagang. Berdasarkan temuan penelitian diatas disarankan: Pemerintah Kota Batu hendaknya lebih mempertegas peraturan pemerintah tentang wilayah yang seharusnya tidak boleh ditempati para pedagang kaki lima, memberikan solusi terhadap dampak yang ditimbulkan dengan adanya kebijakan, kebijakan tidak hanya menguntungkan investor melainkan menguntungkan para pedagang kaki lima, mencatat kembali pedagang kaki lima sehingga keindahan Kota tertib.

Pengaruh konsentrasi ekstrak buah terung Belanda (Cyphomandra betacea) terhadap sifat kimia, sifat fisik dan sifat organoleptik permen jelly / Dewi Asidah Mayanti

 

ABSTRAK Mayanti, Dewi Asidah. 2016. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Buah Terung Belanda (Cyphomandra Betacea) Terhadap Sifat Kimia, Sifat Fisik dan Sifat Organoleptik Permen Jelly. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si, (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Terung Belanda, Permen Jelly, Ekstrak. Buah terung belanda (Cyphomandra Betacea) merupakan sumber makanan yang baik bagi kesehatan karena mengandung senyawa antioksidan seperti antosianin, β-karoten, vitamin C dan fenol, juga mengandung pektin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah terung belanda terhadap sifat kimia (aktivitas antioksidan, kandungan antosianin, kandungan β-karoten dan kadar air), sifat fisik (warna dan tekstur), dan tingkat kesukaan (warna, rasa, aroma dan tekstur) permen jelly buah terung belanda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan konsentrasi ekstrak buah terung belanda menggunakan konsentrasi 40%, konsentrasi 60% dan konsentrasi 80%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali dan dianalisis menggunakan ANOVA dengan dilanjutkan uji LSD. Ekstrak buah terung belanda mempunyai aktivitas antioksidan ( sebesar 46,1075 ppm, kandungan antosianin sebesar 349,97 mg/100g, serta kandungan β-karoten sebesar 61,049 mkg/100g. Permen jelly ekstrak buah terung belanda konsentrasi 80% paling disukai panelis dari aspek warna, rasa, dan aroma. Permen jelly ekstrak buah terung belanda konsentrasi 80% mempunyai aktivitas antioksidan ( sebesar 96,96 ppm, kandungan antosianin sebesar 107,141 mg/100g, kandungan β-karoten sebesar 2,7255 mkg/100g, kadar air sebesar 35,693%, sifat fisik warna yaitu kecerahan (L*) sebesar 52,85, warna kemerahan (a*) sebesar 64,55,warna kekuningan (b*) sebesar 12,85, sifat fisik tekstur sebesar 4,85 mm/50g.5s, sedangkan dari aspek tekstur yang paling disukai panelis adalah permen jelly ekstrak buah terung belanda konsentrasi 40%.

Analisis buku sekolah elektronik (BSE) matematika kelas V semester 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Pasuruan / Khikmatul Jannah

 

Kata kunci: Analisis Buku, BSE, Matematika. Banyaknya buku yang beredar termasuk buku Matematika, memberikan banyak pilihan bagi para pengguna buku dalam menentukan buku yang digunakan. Hal tersebut menyebabkan timbulnya permasalahan dimana guru dan siswa seringkali bingung untuk menentukan buku teks mana yang sesuai untuk digunakan. Dari hasil wawacara dan angket peneliti dengan guru kelas V di 5 madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Pasuruan diketahui bahwa buku teks yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran Matematika yaitu BSE karangan RJ. Soenarjo. Perlu diadakannya analisis yang lebih mendalam terhadap buku ajar tersebut, dalam hal ini BSE karangan RJ. Soenarjo apakah BSE tersebut benar-benar memenuhi kriteria buku ajar yang baik Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendiskripsikan tingkat relevansi isi materi dengan kurikulum; (2) mendiskripsikan kebenaran konsep pada buku teks; (3) mendiskripsikan kebenaran bahasa dan penulisan dalam buku teks serta; (4) mendiskripsikan kesesuaian ilustrasi yang disajkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitataif dengan jenis penelitian analisis isi, karena yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini yaitu dokumen yang berupa buku teks. Dari hasil survey di 5 MI di Kabupaten Pasuruan didapatkan buku yang banyak digunakan yaitu BSE Matematika Kelas V terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional karangan RJ. Soenarjo. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase (%). Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa relevansi isi materi dengan kurikulum masih terdapat ketidaksesuaian dengan indikator yang dicapai. Untuk kebenaran konsep pada materi masih terdapat konsep yang tidak benar. Ketepatan bahasa dan penulisan masih ada yang tidak sesuai dengan kaidah dan tata bahasa Indonesia. Kesesuaian ilustrasi masih terdapat kekurangan karena terdapat gambar yang tidak sesuai dengan keterangan pada buku. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa relevansi isi materi dengan kurikulum sudah sesuai, sedangkan muatan materi berdasarkan konsep tergolong cukup sesuai. Untuk ketepatan bahasa dan penulisan sudah sesuai dengan kaidah dan tata bahasa Indonesia, dan kesesuaian ilustrasi sudah sesuai untuk pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan meskipun masih ada beberapa ilustrasi yang kurang sesuai. Dari hasil kesimpulan disarankan apabila menggunakan buku teks yang sudah ada hendaknya ditelaah terlebih dahulu agar kesalahan yang ada dalam buku ajar tersebut tidak disajikan dalam pembelajaran. Hal tersebut supaya tidak terjadi kesalahpahaman siswa dalam mempelajari materi pelajaran.

Efek ekstrak etanol daun tahi kotok (Tagetes erecta L.) terhadap penghambatan aktivitas makan belalang hijau (Oxya chinensis Thunb) pada tanaman padi (Oryza sativa L.) / Tiara Dwi Nurmalita

 

ABSTRAK Nurmalita, Tiara Dwi. 2016. Efek Ekstrak Etanol Daun Tahi Kotok (Tagetes erecta L.) terhadap Penghambatan Aktivitas Makan Belalang Hijau (Oxya chinensis Thunb) pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.).Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. FatchurRohman, M.Si, (II) Sofia EryRahayu, S.Pd.,M.Si. Kata Kunci:Ekstraketanol,daunTahiKotok (TageteserectaL.), penghambatanaktivitasmakan, BelalangHijau (OxyachinensisThunberg). BelalangHijau (OxyachinensisThunberg) merupakansalahsatuhama yang menyerangtanamanpadi (Oryza sativa L.).Salah satubahanalamyang dapatdigunakansebagaipengendalihamaBelalangHijau (O.chinensis) yaitutumbuhanTahiKotok (TageteserectaL.).Tujuanpenelitianiniyaitu mengujiekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.), menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) yang efektifterhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (O. sativa), danmenentukanbesarpersentasipenghambatanaktivitasmakanBelalangHijau (O.chinensis) padapadi (O. sativa)setelahdidedahkandenganekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta). JenispenelitianeksperimentaldengandesainPenelitianmenggunakanRancanganAcakKelompok.Variabelbebasberupapemberiankonsentrasiekstrak etanoldaun Tahi Kotok (T. erecta) dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%.Sedangkanvariabelterikatberupaluas daun padi yang dimakan oleh Belalang Hijau dengan satuan mm2.Setiapperlakuandiulangsebanyak 5 kali.ObyekpenelitianyaituBelalangHijau (O. chinensis) sebanyak 125 ekor.EkstrakdaunT. erectadioleskanpadadaunpadi yang berumur 25—30 hari.Penghambatanaktivitasmakandiamatisetelah 24 jam pendedahanekstraketanoldaunTahiKotokpadadaunpadi. HambatanaktivitasmakanO. chinensisdilakukandengancaramenghitungluasdaunpadi yang dimakanO. chinensispadakertas millimeter blok.Data yang didapatberupaluasdaunpadi yang dimakanolehO. chinensiskemudiandianalisisdengan ANAVA non faktorialuntukmelihatefekekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.).PersentasehambatanaktivitasmakanO. chinensisdianalisissecaradeskriptifdenganmenggunakanrumusdariAbdelgaliel& El-Aswad (2005). HasilpenelitianmenunjukkanbahwaekstraketanoldaunTahiKotok (T. erecta) memilikiefekpenghambatanaktivitasmakanBelalangHijau (O. chinensis).KonsentrasiekstraketanoldaunT. erecta5% hingga 20% tidakberbedasecarasignifikandalammenghambataktivitasmakanO. chinensis.Konsentrasi yang efektifsebagaipenghambataktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada yaitukonsentrasi 5%.PersentasepenghambatanaktivitasmakanO. chinensistertinggipadakonsentrasi 20% sebesar 93,32%, danterendahpada 5% denganpersentasehambatanmakansebesar 83,90%.

Perbedaan persepsi antara guru SD yang sudah bersertifikat pendidik dan yang belum bersertifikat pendidik tentang kompetensi guru di Kabupaten Blitar / Widya Rachmawati

 

Kata Kunci: Persepsi, SD, kompetensi guru Anggapan sebagian masyarakat akademis mengatakan bahwa guru yang sudah lulus sertifikasi dan yang belum sertifikasi tidak ada perbedaan pemahaman tentang kompetensi guru. Sedangkan hasil wawancara dari guru SD yang sudah pensiun di Kabupaten Blitar mengatakan bahwa hanya sebagian guru SD yang sudah lulus sertifikasi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, maka perlu adanya masalah yang diteliti adalah perbedaan persepsi antara guru SD yang sudah bersertifikat pendidik dan yang belum bersertifikat pendidik tentang kompetensi guru di Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian komparasi dengan metode survei pada guru SD yang sudah bersertifikat pendidik dan yang belum bersertifikat pendidik di Kabupaten Blitar sejumlah 5655 orang. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan Nomogram Harry King pada taraf signifikansi 5% dan didapat sampel sejumlah 355 orang. Instrumennya adalah kuesioner persepsi kompetensi guru SD jenis skala Likert yang dimodifikasi dengan rentang jawaban 1 sampai 4. Hasil penghitungan dengan menggunakan Independent Sample Test pada Equal Variance Assumed diketahui bahwa (1) kompetensi pedagogik thit = 0,935; (2) kompetensi profesional thit = 0,789; (3) kompetensi kepribadian thit = 0,958; (4) kompetensi sosial thit = 0,712; (5) kompetensi total thit = 0,126. Sedangkan ttab = 1,966. Hasil penghitungan pada kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, dan total menunjukkan bahwa thit < ttab artinya H0 diterima. Berdasarkan hasil penghitungan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi secara signifikan antara guru SD yang sudah bersertifikat pendidik dan yang belum bersertifikat pendidik tentang kompetensi guru di Kabupaten Blitar. Selain itu, hasil wawancara dengan guru SD yang sudah pensiun di Kabupaten Blitar juga didapat bahwa tidak ada perbedaan antara guru SD yang sudah bersertifikat pendidik dan yang belum bersertifikat pendidik tentang kompetensi guru di Kabupaten Blitar. Maka, saran yang dapat diberikan diantaranya (1) sebaiknya pemerintah mengadakan evaluasi 2 atau 4 tahun sekali kepada guru SD yang sudah bersertifikat pendidik melalui uji kompetensi; (2) guru SD yang sudah bersertifikat pendidik sebaiknya memiliki kesadaran untuk meningkatkan pemahamannya tentang kompetensi guru; (3) guru SD yang belum bersertifikat pendidik sebaiknya memiliki kemauan untuk meningkatkan pemahamannya tentang kompetensi guru.

Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemberdayaan pengrajin batik baronggung di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung / Sesaria Vivi Susanti

 

Kata kunci : Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pemberdayaan, pengrajin Kabupaten Tulungagung memiliki 7 perusahaan batik yang masih eksis sampai saat ini, perusahaan batik tersebut adalah Batik Gajah Mada, Baronggung, Satrio Manah, Sido Mukti, Kalang Kusuma, Sigit Batik dan Batik Majan. Batik Baronggung didirikan sebagai usaha untuk melestarikan budaya dan melanjutkan warisan nenek moyang. Melalui potensi Tulungagung yang tertuang dalam kain batik Baronggung, diharapkan juga kedepan mampu menggelorakan roda perekonomian dan mengangkat kualitas kehidupan masyarakat.Pengrajin batik Baronggung yang mayoritas berusia lanjut dan minimnya minat generasi muda menekuni kerajinan membatik menjadi kendala dalam pelestarian kelangsungan kerajinan batik Baronggung.Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan beberapa usaha untuk mempertahankan batik, yaitu dengan menetapkan seragam batik untuk pelajar, juga bagiPNS sebagai seragam dinasnya, memberikan bantuan peralatan membatik.

Hubungan antara inflasi dengan tingkat profitabilitas industri pangan dan non pangan
oleh Ika Agustina

 

Pada saat te{adi inflasi yang diindikasikan dengan te{adinya kenaikkan hargab arang-baranmg akab iayap roduksij uga meningkatD. engand emikian hargajual juga meningkat. Tapi pendapatanp erusahaanb elum tentu meningkat karena barang yang diproduksinyabelum tentu laku. Oleh sebab itu dilakukan penelitian hubungan antara inflasi dengan tingkat profitabilitas pada industri pangan dan non pangan. Hd ini dilal

Perkembangan pembangunan olahraga ditinjau dari partisipasi masyarakat di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember tahun 2013 / Yuke Rukandi

 

Rukandi, Yuke. 2013. Perkembangan Pembangunan Olahraga Ditinjau dari Partisipasi Masyarakat di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember tahun 2013. Skripsi. Jurusan Ilmu keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes (II) dr. Rias Gesang kinanti, M.Kes. Kata Kunci: Partisipasi masyarakat Hakikat yang sebenarnya dari proses pebangunan olahraga tidak terletak pada hal-hal simbolik, melainkan pada aspek lain yang terkait dengan upaya atas segenap potensi daerah dalam mewujudkan arah pembangunan keolahragaan.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan pembangunan olahraga bila dilihat dari variabel partisipasi masyarakat dengan subvariabel waktu melakukan, sarana dan prasarana, dan motivasi melakukan di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, rancangan penelitian ini menggunakan teknik survei. Penelitian ini dilaksanakan di tiga Desa di Kecamatan Kalisat, yang meliputi: Desa Ajung, Desa Kalisat, dan Desa Glagahwero. Penentuan wilayah di dasarkan pada Indek Pembangunan Manusia (IPM), dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat dengan usia 2 tahun ke atas, yang dikelompokkan menjadi: anak-anak (2-11 tahun), remaja (11-21 tahun) dan dewasa (21-60 tahun). Sampel penelitian diambil 27 orang pada setiap desa, dengan demikian terdapat 81 orang untuk tiga Desa yang diteliti. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Dokumentasi, (2) Wawancara, (3) Angket. Data yang dikumpulkan berupa data: Partisipasi masyarakat.     Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai partisipasi: Masyarakat Desa Ajung 85,18%, Desa Kalisat 48,15%, dan Desa Glagahwero 62,96%.     Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai partisipasi masyarakat Kecamatan Kalisat terhadap kegiatan olahraga dalam kategori sedang dan cukup. Saran untuk peningkatan nilai partisipasi masyarakat lebih perhatikan karena tidak menutup kemungkinan bibit atlet di tingkat nasional dapat di hasilkan dari kecamatan kalisat.

Perbedaan antara hasil belajar IPS yang diajar menggunakan metode mind mapping dengan metode konvensional di kelas V SDN Lowokwaru 3 Kota Malang / Agung Wibowo Putro

 

Kata kunci: mind mapping,hasil belajar. Seorang guru memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan program pendidikan.Guru tidak hanya mentransfer, mencurahkan dan menyuplai berbagai ilmu pengetahuan kepada siswa tetapi juga diharapkan mampu menjadi motivator, mediator, fasilitator, pembimbing, konsultan dan mitra belajar siswa.Guru harus mampu mengejawantahkan potensi, bakat, dan minat siswa sehingga mampu mencari dan menemukan makna dari apa yang dipelajari. Salah satu metode pembelajaran yang Menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat adalah metode mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar IPS siswa yang menggunakan metode mind mapping dengan metode konvensional di Kelas V SDN Lowokwaru 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasi eksperimen). Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SDN Lowokwaru 3 Kota Malang.tahun ajaran 2011/2012 dengan sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN Lowokwaru 3Kota Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari silabus, RPP, LKS, dan metode mind mapping Instrumen pengukuran penelitian yaitu intrumen hasil belajar pre-tes dan post-tes. Masing- masing intrumen terdiri dari 25 soal. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan metode mind mapping lebih baik daripada kelas control yang menggunakan metode konvensional.Rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen adalah sebesar 81,79 dengan persen ketuntasan 90, 90%, sedangkan kelas kontrol sebesar 74,33 dengan persen ketuntasan 83,33% . Uji t juga menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dari paparan data di atas disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS, siswa kelas V SDN Lowokwaru 3 yang diajar menggunakan metode Mind Mapping dengan yang tanpa menggunakan metode Mind Mapping pada materi pokok Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kesimpulan yang dapat berikan dalam penelitian ini yaitu, metode Mind Mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas v di SDN lowokwaru 3 dengan materi pokok proklamasi kemerdekaan indonesia.

Pengaruh metode pembelajaran kooperatif model jigsaw, ceramah bervariasi dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas I SMPN I Sumbergempol Tulungagung

 

Kontribusi wewenang kepala sekolah terhadap prestasi kerja guru pada SMK Swasta teknologi industri di Kota Malang / oleh Muhammad Singgih Winoto

 

Pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar mata diklat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Edi Purnama

 

ABSTRAK Purnama,Edi. 2008. Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar Mata Diklat Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Muhammadiyah ! Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd, M.M. (II) Drs. H. Suharmanto, M.Pd. Kata kunci: fasilitas belajar, motivasi belajar, minat berwirausaha. Fasilitas belajar dan motivasi belajar merupakan salah satu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat siswa untuk berwirausaha. Fasilitas belajar dan motivasi belajar yang baik tentu akan meningkatkan minat siswa untuk berwirausaha. Dalam penelitian ini untuk variabel fasilitas belajar dibatasi untuk fasilitas belajar yang ada disekolah sedangkan untuk variabel motivasi belajar dibagi menjadi dua faktor yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Kedua variabel tersebut sangat diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan minat siswa untuk berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa jurusan teknik pemesinan kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen periode 2007/2008. Sedangkan sampel yang diambil menggunakan cara acak proporsional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferesial regresi linier berganda. Fasilitas belajar di sekolah mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung = 2,665 dan nilai t tabel = 2,571, dan sig t = 0,023 nilai ini lebih kecil dari alpha 0,05, berdasarkan kualifikasi bahwa apabila t hitung > t tabel dan sig t < 0,05 maka Ha diterima berbunyi “ terdapat pengaruh yang signifikan dari fasilitas belajar terhadap minat berwirausaha. Dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar disekolah mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat berwirausaha. Motivasi belajar mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung = 3,758 dan nilai t tabel 2,571, dan nilai sig t = 0,001 nilai ini lebih kecil dari alpha 0,05 dalam kualifikasi apabila t hitung > t tabel dan sig t < 0,05 maka Ha diterima, berbunyi “terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi belajar terhadap minat berwirausaha. Dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi belajar disekolah mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat berwirausaha. Berdasarkan hasil analisis statistik inferesial dapat diperoleh bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap minat berwirausaha, terbukti bahwa nilai sig t = 0,023<0,05. Secara parsial juga terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap minat berwirausaha. Hal ini dpat dibuktikan dengan nilai sig t =0,001<0,05. Sedangkan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap minat berwirausaha. Ini terbukti bahwa nilai sig F = 0,02<0,05. Diharapkan bagi sekolah agar dapat meningkatkan fasilitas belajar yang baik dan bagi siswa agar meningktkan motivasi belajar agar dapat menciptakan minat berwirausaha yang tinggi.

Kapasitas kolom beton ringan dari abu ampas tebu terhadap beban aksial eksentris / Rahmad Satrio Widodo

 

ABSTRAK Widodo, Rahmad Satrio. 2016. Kapasitas Kolom Beton Ringan dari Abu Ampas Tebu terhadap Beban Aksial Eksentris. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nindyawati, S.T., M.T., (II) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd. Kata Kunci : abu ampas tebu, beton ringan, uji simpangan kolom Penggunaan Semen Portland semakin meningkat seiring dengan pembangunan di desa maupun kota yang mengakibatkan bahan baku semen berkurang dan meningkatnya pencemaran lingkungan akibat produksi semen sehingga dipilihlah abu ampas tebu sebagai pengganti sebagian semen untuk beton ringan. Beton normal umumnya mempunyai berat yang cukup besar sehingga kurang efisien dari segi material dan biaya maka pemakaian beton ringan diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan material dan biaya dengan mengurangi berat sendiri beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bahan pozzolan seperti abu ampas tebu dengan pemakaian 10% dari berat semen sebagai pengganti sebagian semen mampu menggantikan fungsi dari semen serta untuk mengetahui nilai daktilitas pada kolom beton ringan abu ampas tebu dengan pengujian simpangan kolom beton ringan yang mengalami beban aksial eksentris yang didasarkan pada nilai beban dan simpangan yang didapat dan pola retak yang terjadi. Metode yang digunakan yaituuntuk pengujian kuat tekan beton ringan sesuai ASTM C 39-04a yang menggunakan silinder Ø15 x 30 cm sebanyak 5 sampel untuk beton ringan biasa dan 5 sampel untuk beton ringan abu ampas tebu sedangkan untuk uji simpangan menggunakankolom ukuran 10 x 10 x 70 cm berjumlah 3 sampel untuk beton ringan biasa dan 3 sampel untuk beton ringan abu ampas tebu dengan titik beban pada kolom diberi jarak 100 mm dari titik sumbu kolom dan dikenai beban interval sebesar 5 kN dan dihentikan saat kolom mengalami penurunan kuat tekan. Pengujian yang telah dilakukandidapati bahwa beton ringan biasa dan beton ringan abu ampas tebumemenuhi ketentuan yang diisyaratkan untuk beton ringan kategori struktural yaitu diatas 17,24 MPa pada kuat tekan dan berat volume kurang dari 1850 kg/m3. Pada pengujian simpangan, kolom beton ringan biasa mendapatkan rata-rata beban sebesar 30,43 kN dan simpangan sebesar 5,02 mm sedangkan pada beton ringan abu ampas tebu mendapat rata-rata beban sebesar 23,53 kN dan simpangan sebesar 5,78 mm serta diketahui bahwa pada kolom beton ringan biasa mengalami penurunan sebesar 14% dari kuat tekan rencana sedangkan pada kolom beton ringan abu ampas tebu mengalami penurunan sebesar 33% dari kuat tekan rencana dan didapati pola retak akibat lentur terjadi pada semua sampel kolom.Dinyatakan bahwa kolom beton ringan biasa lebih baik dalam menahan beban aksial eksentris daripada kolom beton ringan abu ampas tebu.

Implementasi model pembelajaran ARIAS-Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi (studi pada siswa kelas X AK SMK Muhammadiyah 03 Singosari) / Nur Rohmatul Maulida

 

ABSTRAK Maulida, Nur Rohmatul. 2016. Implementasi Model Pembelajaran Arias-Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Akuntansi (Studi Pada Siswa Kelas X AK SMK Muhammadiyah 03 Singosari. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi, FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak.., (II) Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, model Arias-Jigsaw, motivasi, hasil belajar siswa. Tingkah laku setiap siswa dalam belajar bersifat heterogen, tidak dapat disamaratakan. Pembelajaran kooperatif lebih efektif untuk diimplementasikan dalam kelas yang heterogen karena dapat menimbulkan suasana belajar yang kondusif yaitu dengan saling berinteraksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran Arias-Jigsaw, siswa dihadapkan untuk memiliki rasa tanggung jawab sesuai dengan tugas yang diberikan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Arias-Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas X AK SMK Muhammadiyah 03 Singosari sebanyak 47 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif untuk meningkatkan motivasi dan kuantitatif untuk hasil belajar siswa. Data pada penelitian ini berupa paparan deskriptif mengenai catatan lapangan untuk mengamati motivasi belajar pada siswa dan nilai dari post test untuk evaluasi hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Arias-Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi siswa terlihat saat analisa respon siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, sejumlah 16 siswa menunjukkan respon positif terhadap peningkatan motivasi belajar. Setelah dilaksanakan siklus II, sejumlah 19 siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar. Hasil belajar siswa dapat diketahui melalui post test siklus I dan siklus II. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sejumlah 7 siswa, sedangkan yang belum tuntas 40 siswa, sehingga diperoleh rata-rata 61,425532, dan ketuntasan belajar klasikal 14,89 % yang berarti ketuntasan belajar siswa dalam kategori sangat rendah. Setelah dilaksanakan post test II, diketahui siswa yang mencapai ketuntasan 31 siswa sedangkan yang belum mencapai ketuntasan sejumlah 16 siswa. Sehingga diperoleh rata-rata 76,48936. Presentase ketuntasan belajar klasikal meningkat menjadi 65,95 % yang berarti ketuntasan belajar siswa dalam kategori cukup baik. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada guru dapat menerapkan, memberikan panduan, dan mengembangkan model pembelajaran Arias-Jigsaw, khususnya pada materi ajar Akuntansi ataupun pada materi pelajaran yang lain. Kepada para peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian tentang implementasi model pembelajaran Arias-Jigsaw dengan memahami keadaan siswa dalam belajar kemudian mengembangkannya. Hal ini dikarenakan cara belajar tiap-tiap siswa berbeda.

Inteligent tutoring system untuk identifikasi tingkat pemahaman materi fungsi siswa SMP kelas VIII / Yuni Rosita Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Yuni Rosita. 2016. Intelligent Tutoring System untuk Identifikasi Tingkat Pemahaman Materi Fungsi Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Mohamad Yasin, S.Kom., M.Kom., (II) Dra. Rini Nurhakiki, M.Pd. Kata kunci : Intelligent Tutoring System, sistem pakar, adobe flash, fungsi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia membentuk kurikulum baru yang disebut Kurikulum 2013 atau K13 untuk meningkatkan prestasi peserta didik. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi prestasi peserta didik selain kurikulum, antara lain yaitu faktor guru, faktor pemahaman siswa serta alat bantu yang mendukung, misalnya komputer. Komputer yang diberi kecerdasan buatan berupa Intelligent Tutoring System (ITS) berbasis sistem pakar bisa dimanfaatkan di dunia pendidikan bahkan di materi matematika misalnya fungsi. Fungsi dijadikan masalah karena merupakan materi dasar yang akan digunakan di materi selanjutnya bahkan di mata pelajaran lainnya. Dengan adanya ITS, siswa bisa belajar mandiri bahkan ketika guru berhalangan hadir karena kepakaran guru sudah dipindah ke ITS. Tujuan pengembangan program Intelligent Tutoring System adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman materi fungsi siswa SMP kelas VIII yang valid dan praktis. Proses penelitian dan pengembangan dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan aplikasi adobe flash dengan metode Four D-Model yang direkomendasikan oleh Thiagarajan dkk (1974). Tahap-tahap dalam model pengembangan ini terdiri dari mendefinisikan (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan menyebarluaskan (disseminate). Tahap keempat yaitu menyebarluaskan (disseminate) hanya dilakukan lingkup terbatas pada SMP Laboratorium UM karena masih dalam tahap penelitian. Produk yang dihasilkan berupa Prototype aplikasi bernama Function Crush. Aplikasi ini telah diuji kevalidan dan kepraktisannya oleh validator dan pengguna selama penelitian. Hasil validasi ahli materi dan ahli media didapatkan nilai 4,495 dari nilai valid sempurna 5, atau sekitar 89,9%. Sedangkan hasil uji kepraktisan dari segi guru matematika SMP Laboratorium UM didapat tingkat kepraktisan 4,44 dari nilai praktis sempurna 5, atau sekitar 88,8%. Sementara hasil uji kepraktisan dari segi siswa adalah 4,325 dari nilai praktis sempurna 5 atau sekitar 86,5%. Berdasarkan hasil dan presentase tersebut, diketahui bahwa aplikasi Function Crush dengan Intelligent Tutoring System yang dikembangkan valid dan praktis serta layak digunakan di dunia pendidikan.  

Penyelesaian beberapa masalah optimisasi dengan menggunakan program dinamik
oleh Ira Cahyarini

 

Penerapan model pembelajaran PAIKEM dengan pendekatan Question Student Have (QSH) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) mata pelajaran visual basic di SMK N 11 Malang / Cita Uki Wahyuniyati

 

Wahyuniyati, Cita Uki. 2013. Penerapan Model Pembelajaran PAIKEM dengan Pendekatan Question Student Have untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak(RPL) Mata Pelajaran Visual Basicdi SMK N 11 Malang Pembimbing (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : PAIKEM, Question Student Have, Keaktifan dan hasil belajar. Keberhasilan dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh berberapa faktor, salah satunya adalah model pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru harusnya dapat menarik minat siswa dalam belajar dan memahami materi. Dengan menerapkan model pembelajaran yang baik diharapkan dapat memancing siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan juga mendapatkan hasil belajar yang baik pula. Model pembelajaran yang diterapkan baiknya menyesuaikan dengan kebutuhan dan materi pelajaran. Menurut Agus Supirijono dalam Cooperative Learning, Teori dan Aplikasi PAIKEM, model pembelajaran PAIKEM adalah pembelajaran bermakna yang dikembangkan dengan cara membantu peserta didik membangun keterkaitan antara informasi(pengetahuan) baru dengan pengalaman(pengetahuan lain) yang telah dimiliki dan dikuasai peserta didik, sedangkan metode pembelajaran Question Student Haveadalah salah satu metode pembelajaran yang menuntut peran aktif siswa dalam pembelajaran. Peran aktif siswa ditunjukkan melalui daftar pertanyaan atau materi yang dimiliki oleh siswa yang ingin ditanyakan dan dibahas. Hal tersebut dimaksudkan untuk melatih kemampuan dan keterampilan siswa dalam bertanya. Sehingga model pembelajaran PAIKEM dengan pendekatan Question Student Have merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan aspek mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Siklus yang dirancang adalah 3 siklus dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart (1997). Setiap siklus terdiri dari empat tahap : (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan dan observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI RPL SMK N 11 Malang sebanyak 24 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PAIKEM dengan pendekatan Question Student Have dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Deskriptor keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan setiap siklus. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 44.39 menjadi 67.63 pada siklus II dan 77.1pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran, pendekatan Question Student Have dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap teori pelajaran sebelum melaksanakan kegiatan praktikum.

Studi tentang pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang terhadap tugas-tugas perkembangan remaja / Aditya Arikuncahyo

 

Kata kunci: Pemahaman, tugas-tugas perkembangan, siswa SMA. Jenjang Sekolah Menengah Atas merupakan jenjang pertengahan untuk remaja dalam melaksanakan berbagai tugas perkembangannya. Pemahaman tugas perkembangan remaja sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Agar pelaksanaan tugas perkembangan berjalan dengan baik, maka perlu adanya bantuan dari konselor sekolah untuk membantu pelaksanaan tugas perkembangan yang dilaksanakan oleh siswa. Remaja sebagai bagian dari masyarakat mempunyai tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhinya, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan pada tugas-tugas berikutnya. Sebaliknya, bila gagal maka ia menjadi tidak bahagia, dan mengalami kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan seberapa besar pemahaman siswa terhadap tugas-tugas perkembangan remaja yang berkaitan dengan (1) keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME; (2) menerima keadaan fisik/jasmani; (3) memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya; (4) memperoleh peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing; (5) mencapai kebebasan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya; (6) mencapai kebebasan ekonomi; (7) memperoleh seperangkat nilai hidup dan falsafah hidup; (8) mencapai tingkah laku secara moral dan sosial; (9) mengembangkan ketrampilan dan konsep-konsep intelektual bagi warga negara yang berkompeten; (10) memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan; dan (11) mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang. Jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data penelitian dianalisis dengan perhitungan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak terhadap tugas-tugas perkembangan remaja secara keseluruhan adalah sebagai berikut: 1) sebagian besar (56%) siswa memahami tugas perkembangan aspek beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME pada klasifikasi sedang; 2) sebagian besar (72%) siswa memahami tugas perkembangan menerima keadaan fisik/jasmani pada klasifikasi sedang; 3) pada umumnya (84%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya pada klasifikasi sedang; 4) sebagian besar (58%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing pada klasifikasi sedang; 5) pada umumnya (87%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai kebebasan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya pada klasifikasi sedang; 6) pada umumnya (76%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai kebebasan ekonomi pada klasifikasi sedang; 7) sebagian besar (62%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh seperangkat nilai hidup dan falsafah hidup pada klasifikasi sedang; 8) sebagian besar (59%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai tingkah laku secara moral dan sosial pada klasifikasi sedang; 9) pada umumnya (89%) siswa memahami tugas perkembangan mengembangkan ketrampilan dan konsep-konsep intelektual bagi warga negara yang berkompeten pada klasifikasi sedang; 10) pada umumnya (79%) siswa memahami tugas perkembangan memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan pada klasifikasi sedang siswa memahami tugas perkembangan ini dengan klasifikasi sedang; dan 11) sebagian besar (67%) siswa memahami tugas perkembangan mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga pada klasifikasi sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada konselor sekolah agar mengembangkan program Bimbingan dan Konseling yang memprioritaskan layanan yang bersifat perkembangan dan penanggulangan guna membantu siswanya dalam perkembangan secara optimal. Bimbingan yang bersifat perkembangan ditujukan kepada siswa yang memahami tugas perkembangan remaja ini pada klasifikasi tinggi dan sedang. Bimbingan ini bersifat pengayaan, layanan yang dapat diberikan misalnya informasi dengan topik peran sosial antara laki-laki dan perempuan, cara bergaul dengan lawan jenis, cara menyikapi perbedaan nilai dalam keluarga. Bimbingan yang bersifat penanggulangan ditujukan kepada siswa yang memahami tugas perkembangan remaja pada klasifikasi rendah, layanan yang diberikan misalnya konseling individu, konseling kelompok, dan juga bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama yang temanya disesuaikan dengan permasalahan yang dialami oleh siswa. Kemudian bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memperluas jumlah populasi penelitian sehingga didapat data dan hasil yang valid.

Pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap kebijakan hutang pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia / Ratih Alfirani Yunita

 

ABSTRAK Alfirani Yunita, Ratih. 2009. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing DR. Puji Handayati Kata Kunci : Kebijakan Hutang (Debt Ratio), kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional Pada agency theory, pemisahan antara pihak manajer dengan pemegang saham sering menimbulkan konflik. Hal ini mendorong perlunya suatu mekanisme untuk mengurangi konflik yang terjadi. Pendanaan melalui hutang dan kepemilikan manajerial serta kepemilikan institusional dianggap mampu mensejajarkan kepentingan antara pihak manjemen perusahaan dengan pemilik perusahaan.serta mengurangi adanya konflik keagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap variabel terikat yaitu kebijakan hutang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia, sedangkan periode penelitiaanya adalah tahun 2005-2007. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini sampel adalah purposive sampling dengan kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 59 perusahaan non keuangan yang menjadi sampel penelitian ini. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Hal ini terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai sig t = 0.001 yang jauh lebih kecil dari taraf sig 0.05. Kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Hal ini terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai sig t =0.000 yang jauh lebih kecil dari taraf sig 0.05. Sedangkan secara simultan kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan hutang. Hal ini membuktikan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan pendanaan melalui hutang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengurangi konflik keagenan.

Efektivitas model siklus belajar 5E terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Batukliang Utara Lombok Tengah / Akmal Gazali

 

Gazali, Akmal. 2014. Efektivitas Model Siklus Belajar 5E terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan IPA. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si. (2) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata Kunci: model siklus belajar 5E, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen. Oleh karena itu diperlukan cara pembelajaran yang lebih menekankan pada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK dan apakah ada hubungan antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis.    Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu, dengan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Batukliang Utara Lombok Tengah, penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sehingga terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIb sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Instrumen penelitian berupa tes tulis, tes praktik dan lembar observasi keterampilan proses sains serta tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data digunakan statistik deskriptif dan inferensial parametrik uji t-test dan korelasi product moment,    Hasil penelitian ini menunjukkan(1) keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (2) kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (3) ada hubungan yang signifikan, positif dan searah antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis pada siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) sebagai upaya peningkatan kemandirian belajar akuntansi siswa kelas XII IS 2 SMA Negeri 3 Blitar / Tatik Zulaikah

 

ABSTRAK Zulaikah, Tatik. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Belajar Akuntansi Siswa Kelas XII IS 2 SMA Negeri 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sawitri Dwi Prastiti, SE., Msi., AK. (2) Dr. Bambang Sugeng, MA., MM., Ak Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Model TAI, Kemandirian Belajar Pemilihan metode pembelajaran sebagai variasi dalam pengajaran sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran, untuk mencapai kualitas pengajaran yang tinggi setiap mata pelajaran khususnya akuntansi harus digabungkan dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat pula. Berdasarkan hasil diketahui bahwa metode pembelajaran yang diterapkan di SMA Negeri 3 Blitar adalah pembelajaran dengan metode ceramah. Dengan metode seperti itu dapat menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang mandiri dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah kemandirian belajar siswa kelas XII IS 2 SMA Negeri 3 Blitar Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IS 2. Data yang diambil adalah data kemandirian belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi unjuk kerja kelompok dan unjuk kerja individu. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Waktu penelitian ini berlangsung pada bulan Nopember 2008. Hasil penelitian pada siklus I dari pembelajaran model TAI yang diamati yaitu kemandirian siswa yang diukur dengan unjuk kerja kelompok dan unjuk kerja individu siswa serta nilai pembelajaran selama proses pembelajaran menunjukkan kriteria kurang mandiri mandiri, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya. Pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa baik unjuk kerja kerja individu maupun unjuk kerja individu hingga mencapai kriteria sangat mandiri Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TAI dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas XII IS 2 SMA Negeri 3 Blitar. Oleh karena itu disarankan bagi guru bidang studi akuntansi untuk menggunakan model pembelajaran TAI sebagai alternatif dalam pembelajaran. Keterbatasan penulisan dalam skripsi ini adalah jangka waktu yang terlalu lama antara observasi awal dengan pelaksanaan penelitian.

The English syllabus for primary schools: Indonesia and Thailand viewpoints / Ervinda Iskarima

 

ABSTRAK Iskarima, Ervinda. 2016. SilabusBahasaInggrisuntukSekolahDasar: Sudut Pandang Indonesia dan Thailand. SastraInggris, PendidikanBahasaInggris, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. MirjamAnugerahwati, M. A, (II) Prof. Dr. Gunadi H. Sulistyo, M. A. Kata Kunci: KurikulumBahasaInggris, sekolahdasar Indonesia dan Thailand termasukdalamanggota ASEAN, tetapicarapemerintah di kedua Negara menerapkansilabusBahasaInggristentunyaberbeda. Pesertadidik di Indonesia dan Thailand mempelajariBahasaInggrissejakmerekaberada di bangkusekolahdasar, Silabusdigunakanoleh para guru sebagaipetunjukdanacuanuntukmemberikanperubahanbagipesertadidik. TujuandaripenelitianiniialahuntukmengidentifikasiperbedaanisidarikomponendankompetensisilabusBahasaInggrissekolahdasar di Indonesia dan Thailand danbagaimanapenyusunankomponendarisilabus yang disiapkanolehpemerintah. Silabuskeduanegara yang dibandingkanialahsilabusBahasaInggris2006milik Indonesia danBasic Education Core Curriculum B.E 2551 milik Thailand. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatifdanceklisdigunakansebahaiintrumentambahanuntukmengetahuiisidarikomponendankompetensikeduasilabus. Untukmengetahuihasilnya, proses yang dilakukandalammenganalisa data ialahmengidentifikasi, menyusun, danmenjabarkan. HasildaripenelitianmenunjukkanbahwadalamsilabusBahasaInggrisuntuksekolahdasarditemukanbeberapakomponen. Komponen yang diidentifikasiialahtujuan, rationale, objectives and performance, materi, penilaian, konteks (umurpesertadidik, kelas), karakteristik, instruksi, danlogistik. Penyusunanisikomponendarisilabusjugamenunjukkanbahwa Thailand memilikipoin-poinisi yang lebihlengkapdaripadasilabus di Indonesia. Berdasarkanhasilpenelitiandandiskusi, isikomponensilabus di Indonesia dan Thailand memilikibeberapapersamaandanperbedaan. Beberapakomponensilabus yang samaialah: tujuan, penilaian, alokasiwaktu/jadwal. Komponendarisilabus yang berbedaialah: Indonesia memilikirationalesedangkan Thailand tidak, Silabus Indonesia menjelaskantentangmateri, lingkuppembelajaran, danperalatan yang dibutuhkan, sedangkansilabus Thailand tidak, Thailand menjelaskantentangkonteksdanstrategipembelajaransedangkan Indonesia tidak, dankeduasilabusjugatidakmenjelaskanmengenaikarakteriskiksiswadanbiaya yang dibutuhkan. Kompetensi yang tertuangdalamkeduasilabusjugamenunjukkanpersamaan, yaknisilabusmenekankankemampuanBahasaInggrissiswa; silabus Indonesia dengankemampuanmendengarkan, berbicara, membacadanmenulis, Thailand dengankemampuanberkomunikasi.

Penggunaan kartu kata dan kartu bergambar untuk meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab di SD Muhammdiyah 1 Malang / Fidia Listiani

 

Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa terhadap pelajaran bahasa Arab, salah satunya adalah dengan menggunakan media. Banyak media yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Arab di antaranya media gambar dan kartu kata. Media cocok diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk siswa usia MI kelas IV-VI, karena pada usia tersebut, siswa berfikir berdasarkan rangsangan-rangsangan kongkret dan tentang hal-hal yang kongkret, bukan abstrak. Oleh karena itu, dalam pengajaran kosa kata bahasa Arab untuk anak ini, penggunaan media kartu kata dan kartu bergambar perlu dimanfaatkan. Adapun penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IV dalam pembelajaran bahasa Arab di SD Muhammadiyah 1 Malang dengan menggunakan media kartu kata dan kartu bergambar, dengan rancangan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah untuk memperoleh informasi tentang: (1) prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab sebelum digunakan kartu kata dan kartu bergambar, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab dengan kartu kata dan kartu bergambar, dan (3) prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab sesudah digunakan kartu kata dan kartu bergambar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 35 siswa terdiri atas 18 perempuan dan 17 laki-laki. Data dikumpulkan dari nilai Pre test (nilai pelajaran bahasa Arab semester ganjil 2007/2008 sebagai ganti tes awal), pos test, angket, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis dan dilaporkan. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab berbasis kosakata pada masing-masing siklus terdiri atas tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan untuk pengenalan dan drill kosakata baru, sedangkan pada pertemuan ketiga digunakan untuk ulangan harian dan tanya jawab seputar materi yang telah diajarkan Sebagaimana yang telah diamati selama proses pemberian tindakan, baik melalui angket, observasi, wawancara dan nilai pos test dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan media kartu kata dan gambar terhadap prestasi belajar siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Malang. Dengan kata lain, terdapat peningkatan prestasi pada pelajaran bahasa Arab kelas IV SD Muhammadiyah 1 Malang sesudah menggunakan media kartu kata dan kartu bergambar. Oleh karena itu, pelajaran bahasa Arab dengan media kartu kata dan kartu bergambar perlu ditindak lanjuti dan dikembangkan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

Meningkatkan keterampilan berbicara melalui percakapan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagai siswa kelas IV SDN Selotambak Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Basaria Voth

 

Pengajaran bahasa di SD mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan, sikap, serta kemampuan dasar yang diperlukan siswa untuk perkembangan selanjutnya. Bertolak dari hal tersebut, siswa diharapkan memiliki kemampuan komunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Permasalahan yang terjadi di kelas adalah siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar mengalami kesulitan dalam berbicara, sehingga perlu adanya inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Selotambak yang mencakup kelancaran berbicara, intonasi, struktur kalimat, ketepatan pilihan kata, kontak mata yang sesuai dengan situasi dan konteks. Metode penelitian ini dirancang dengan rancangan class room action research (penelitian tindakan kelas) melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 32 orang siswa di SDN Selotambak Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, dan wawancara selama proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, percakapan diterapkan dalam matapelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SDN Selotambak. Hasil penelitian keterampilan berbicara siswa yang dilakukan di kelas IV SDN Selotambak sebagai berikut. Dinilai dari hasil proses pembelajaran dengan nilai observasi pada pra tindakan yaitu siswa di ajak untuk melakukan percakapan dengan teman di depan kelas, tindakan siklus I siswa membuat denah kemudian menjelaskan tempat pada denah serta menjelaskan cara penggunaan suatu alat dan tindakan siklus II siswa diajak untuk melakukan wawancara dengan nara sumber di lingkungan sekitar sekolah. Dengan peningkatan nilai rata-rata kelas dalam persentasenya sebagai berikut. Pra tindakan 7,2%, tindakan siklus I 8,32% meningkat lagi pada tindakan siklus II yaitu 11,25% dengan nilai standar keterampilan berbicara minimal 8%. Nilai wawancara atau tes lisan dengan rata-rata kelas pada tindakan siklus I 5,56% mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 6,84%. Secara keseluruhan hasil keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran melalui percakapan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar guru menerapkan pembelajaran dengan percakapan dalam mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan metode atau pendekatan lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Studi tata guna lahan Kota Mojokerto tahun 1992-2003 / oleh Ani Sunjayani

 

Penatagunaan lahan di perkotan sangat penting untuk mendukung pertumbuhadna n perkembangakno ta.P ertumbuhanp enduduky angt inggi dan lahan yangr elatif statism enjadip embahasayna ng seriusd ewasai ni. Kota padad asarnya akan selalu tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan aktivitas penduduky ang ada di kota tersebut.A gar perkembangank ota dapat terkendali denganb aik, makap erlu disusunr encanak ota,y angp adad asamyam erupakana cuan pokok untuk mengarahkadna n mengendalikanp erkembangakno ta padam asay ang akan datang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuai rah pemekarank ota Mojokerto, pola pemekarank ota Mojokertos ertat ingkat kesesuaiapne mekarank ota Mojokerto saat ini dibanding pemekaran kota Mojokerto yang ideal, diharapkan agar dapat bergunas ebagadi asarp ertimbangadna lamp enyusunaRn UTRK selanjutnya. Dalam penelitian ini data diambil dari kantor Bappeda kota Mojokerto dan kantorB PN kota Mojokerto. Datas kunderd alamp enelitianin i diambil dari Bappeko Mojokerto, BPN kota Mojokerto berupa peta administratit peta Rtl-IRK tahun 1992- 2003 dan peta eksistinga tau peta penggunaanla han kota Mojokerto tahun 2001. Pengambiland ata primer dilakukand engano bsewasid an wawancarap. engambilan Adapuna nalisisd atay angd igunakany akni berupaa nalisisp etam elaluio verlapping ataut umpangs usund and eskriptif Dari hasil penelitiand an pembahasand iperoleh kesimpulanb ahwa kota Mojokertom engalamip emekarank ota secaraf isik yang cenderungb erkembangk e arahs elatan( Blootod an Surodinawand)a n timur (GunungG edanganK, edundung dan Meri). Pola pemekaranp enggunaanla hannyab erpola linear sehinggat erjadi perbedaanin tensitasp erkembanganko ta antarap usat kota dan sekitarp usat kota. Tingkat kesesuaianp emekarank ota Mojokerto yang te{adi saat ini masih sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota (RUTRK) meskipun belum mencapai target rencanay angb erakhirp adat ahun2 003.

Selesaian sistem persamaan diferensial X=AX
oleh Yuni Astutik

 

sistem persamrurnd iferensialo rde duay ang berbentuk x - AX diselesaikan dapat denganm enggunakanm etode.utritr, dengant erlebih dahulum encari nilai eigend ari matriksk oefisienl. Teori-teoryi angb eriakup aoup e.r"--n diferensialb iasao rde duajlga berlaku padas isfemp ersamaan diferensial tersebut. "^_,.^_31,y pry.s:sp enyelesaians istemp ersamaand iferensialo rde dua yang Derbentukx : AX, dijumparb eberapak asusy ang berkenaan matriks dengann ilar eigend ari koefisienl . Kasus-kasuste rsebutm empengaruhbi ent'k-bentuk sistemt erseb't. selesaian Berdasarkann ilai eigeny ang diperoleh,b entuk-bentuks eresaian umumd ari sistemp ersamaand iferensiar* = Ax ,adarah sebagabi erikut: 1. Untuk nilai eigenr ealb erbeda(L > 0, t, >0),adatah: x = krBrefi'+ krBre &' * k.,Br"Ji'+ koBne,[ E,, - dengank t (i = l, .,+; adalahk onstantsae barangd arrB ,(i = t, . ,4)adalahv ektor selesaiany ang bersesuaiand engann ilai eigeny ang diperoleh. 2. Untukn ilai eigenr ealb erbeda(4 <0, X, 0 ), adalah: x = krBffi' + k2fBJe{i' + Brea'1+ krBre J'' + knlB,tr-fi' * Ror-5'1, dengank ,(i -- t, ,4)adalahk onstantsae barangd,a n B,(i :1,. ,4) adalahv ektor selesaiany angb ersesuaiand engann ilai eigeny ang diperoleh Untuk nilai eisen real sama ( 2 <0) adalah: X = kr(P.co,Fs ,l,t - 0 sinJ p,tr>+ t,(P.sin, lllJ,. g.cosJ i-,[1+ k3[(P.t"o.l"- 1l"-3e .ts;rrJ V.J,>+(R .co^sl t^,1-,s .sin/ z,p)l + ko[(P.sti n, F,V . Q.tc osJ WO+ (R.sin^ [r,V* s cosf{ r;1, dengank tU = 1,...+, ; adalahk onstantas ebarangd,a n .B= p + ie dwr C = R + ts adalahv eklor selesaiayna ngb ersesuaiadne ngann ilai eigeny ang diperoleh. 6 . Untuk nilai eigen kompleks konjugate ( ). - a L i B ), adalah: X -kre""(P.cos prt -p.sin P,!)+kre"{(P.sin B,t +B.cos Frt)+ kreo' '( R.cosp r t - S.sinf , t ) + koe" l( R.sinp r t + S. cosp r t ) . denganf r,(, = 1,...+, ; adalahk onstantas ebarangd,a n I : F + ;e dan C = R + rs adalahv eklor selesaiayna ngb ersesuaiadne ngann ilai eigeny ang diperoleh.

Pengaruh likuiditas dan provitabilitas terhadap kebijakan dividen kas di lingkungan Perusahaan go Publik di Bursa Efek Indonesia (Studi pada perusahaan jasa keuangan) / Indah Wati

 

ABSTRAK Wati, Indah. 2008. Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Kas Di Lingkungan Perusahaan Go Publik Di Bursa Efek Indonesia (Studi pada perusahaan jasa keuangan). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) DR. Bambang Sugeng (II) Hj. Yuli Widiastuti, SE, M.Si, Ak. Kata Kunci: Likuiditas, Profitabilitas, Kebijakan Dividen Kas Dividen dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham dapat dijadikan signal atau tanda baik buruknya kinerja perusahaan. Pembayaran dividen yang stabil akan menimbulkan kesan kepada investor bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang. Kebijakan dividen merupakan keputusan perusahaan untuk menentukan besarnya laba yang akan dibagikan oleh perusahaan dalam bentuk dividen. Indikator untuk mengukur besarnya dividen diantaranya yaitu Likuiditas dan Profitabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Likuiditas (Current Ratio, Cash Ratio, TALTA) dan Profitabilitas (Return On Investment) terhadap variabel Kebijakan Dividen Kas. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa keuangan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia 2007. Sampel yang digunakan adalah perusahaan jasa keuangan yang membagikan dividen kas sebanyak 33 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Current Ratio, Cash Ratio, TALTA dan Return On Investment terhadap variabel Kebijakan Dividen Kas baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Current Ratio yang berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen kas, ROI berpengaruh negatif sedangakan variabel Cash Ratio dan TALTA tidak berpengaruh terhadap variabel Kebijakan Dividen Kas, sedangkan secara simultan varabel likuiditas dan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijkan dividen kas. Adanya pengaruh ini juga mendukung keberlakuan dari agency cost theory yang menggunakan dividen untuk mengharmoniskan hubungan antara manajemen dengan pemegang saham khususnya pada perusahaan jasa keuangan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain yang potensial memberikan kontribusi terhadap pembayaran dividen kas, menambah periode observasi, dan jumlah sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TKJ pada mata pelajaran kewirausahaan di SMK PGRI Wlingi / Dian Permanasari

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah agar aktivitas belajar siswa meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan model Problem Based Learning? (2) Bagaimana aktivitas belajar setelah diterapkan Model Problem Based Learning? (3) Apakah model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa? (4) Apakah kendala-kendala dan solusi selama pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning ? Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi dan tes. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK PGRI Wlingi tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah 38 orang siswa dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan aktivitas dengan rublik penilaian dan hasil belajar siswa dilihat dari hasil ulangan dan post test. Peningkatan taraf keberhasilan dapat ditinjau dari aspek aktivitas siswa dan guru pada siklus I dan siklus II, aktivitas belajar siswa serta hasil belajar siswa aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif yang dilihat dari hasil ulangan dan post test sedangkan aspek afektif dilihat dari rublik penilaian. Kesimpulan yang diperoleh dari Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa. Saran yang dapat disampaikan, yaitu: 1) Bagi Guru mata pelajaran kewirausahaan, dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, 2) Bagi Kepala Sekolah SMK PGRI Wlingi, sarana dan prasarana pembelajaran ditingkatkan, 3) Bagi peneliti selanjutnya: hendaknya dapat memadukan model pembelajaran yang lain, pembentukan kelompok dengan anggota yang lebih sedikit, serta dalam menyusun RPP alokasi waktu pointnya lebih terinci.

Penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran heuristik Vee dengan umpan balik formatif pada materi suhu dan kalor / Tiara Intan Cahyaningtyas

 

ABSTRAK Cahyaningtyas, Tiara Intan. 2017. Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Heuristik Vee dengan Umpan Balik Formatif pada Materi Suhu dan Kalor. Tesis. Program StudiPendidikanFisika, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. SentotKusairi, S.Pd, M.Si, (II) Nandang Mufti, S.Si,M.T,Ph.D. Kata Kunci : heuristik vee, keterampilan proses sains, penguasaan konsep, suhu dan kalor, umpan balik formatif. Fisikamencakupduadimensiyaitu proses danproduk, keduanyaharusadadansalingmempengaruhisatusama lain. Faktanya, pembelajaranlebihmemfokuskansegiprodukdanmengesampingkan proses, sehinggasiswakurangterlatihuntukmelakukanprosedurpengetahuanlayaknyaseorangilmuwan. Penguasaankonsepdanketerampilan proses siswapadamaterisuhudankalordapatdikembangkanmelaluipendekatankonstruktivis, salahsatunyaadalahpembelajaranHeuristikVeedenganumpan balik formatif. Umpan balik formatif dalam penelitian ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau perkembangan pengetahuan siswa setiap pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran heuristik vee dengan umpan balik formatif. Penelitian ini merupakan penelitian mix method dengan tipe embeded design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 5 SMAN 7 Malang. Instrumen penelitian berupa RPP, soal pilihan ganda beralasan, LKSveemap, panduan wawancara, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, catatan lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara. Data kuantitatif penguasaan konsep didapatkan dari uji statistik, sementara data kualitatif didasarkan pada nilai KKM dan kategori jawaban siswa yang terdiri dari menguasai, miskonsepsi dan tidak menguasai konsep. Data keterampilan proses didapatkan dari analisis LKSveemap berdasarkan rubrik penilaian Schneider. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa yang belajar menggunakan pembelajaran heuristik vee dengan umpan balik formatif mengalami peningkatan. Penguasaan konsep meningkat pada fase pengkonstruksian pengetahuan dan evaluasi karena adanya umpan balik guru yang berkesinambungan. Walaupun demikian masih ditemukan beberapa kesulitan maupun miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor yaitu mengenai sifat termometrik zat, penerapan soal matematis pemuaian, konsep suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari, perubahan wujud dalam teoritis dan matematis, Azas Black dan radiasi. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan bimbingan dan penguatan intensif dari guru setelah adanya penemuan konsep baru oleh siswa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa vee map mampu mengasah keterampilan proses sains siswa. Mencatat dan menganalisis data merupakan keterampilan proses dengan skor tertinggi sedangkan menyimpulkan merupakan keterampilan proses dengan skor terendah. Keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan secara bertahap pada setiap pertemuan karena adanya LKSveemap yang mampu melatih keterampilan proses sains siswa.

Pengaruh relationship marketing terhadap loyalitas nasabah tabungan BRI Simpedes (Studi pada nasabah BRI pengguna tabungan Simpedes di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. cabang Malang Mardinata) / Yeni Adiningrum

 

ABSTRAK Adiningrum, Yeni. 2008. Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Loyalitas Nasabah Tabungan BRI SIMPEDES. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Hermawan, Msi, MBus ; (II) Afwan Hariri Prohimi, SE, Msi. Kata Kunci : Relationship Marketing, Loyalitas Nasabah Tabungan BRI SIMPEDES. Tabungan merupakan salah satu produk perbankan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik beroriantasi jangka pendek atau panjang. Tabungan pada saat ini sudah merupakan kebutuhan primer dari sebagian besar masyarakat kita, hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung untuk menunjang masa depan. Bagi dunia perbankan, keberadaan nasabah merupakan asset penting dan ditengah persaingan yang ketat dan dinamis. BRI sebagai salah satu penyedia jasa layanan keuangan menyadari bahwa loyalitas nasabah adalah hal yang harus diraih dan perlu dijaga. Salah satu cara yang digunakan BRI sebagai penyedia jasa layanan keuangan adalah dengan menerapkan strategi pemasaran yang menfokuskan diri pada membina hubungan dengan nasabah ini, memilki tujuan akhir yaitu untuk mendapatkan loyalitas nasabah, dengan harapan nasabah ini dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada nasabah Tabungan BRI SIMPEDES di PT. BRI (persero) Tbk. Cabang Malang MARTADINATA. Dalam penelitian ini data diperoleh dengan menggunakan teknik kuesioner tertutup. Jumlah populasi sebanyak 1741 rekening, teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, sedangkan jumlah minimal sample yang diambil menggunakan rumus Daniel dan Terrel diperoleh 70 responden. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows 11,0 ,dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian yang menyatakan (1) Nilai β1 = 0,099, nilai t = 2,717 dan signifikan t – nya = 0,008, SE = 3,96%, membuktikan bahwa ada pengaruh positif dengan tingkat signifikan 5% antara kualitas pelayanan dengan loyalitas nasabah; (2) Nilai β1 = 0,810, nilai t = 12,294 dan signifikan t – nya = 0,000, SE = 48,79%, membuktikan bahwa ada pengaruh positif dengan tingkat signifikan 5% antara komitmen dengan loyalitas nasabah; (3) Nilai β1 = 0,759, nilai t = 8,965 dan signifikan t – nya = 0,000, SE = 27,74%, membuktikan bahwa ada pengaruh positif dengan tingkat signifikan 5% antara komunikasi dengan loyalitas nasabah. Sedangkan pengaruh secara simultan variabel Relationship marketing yang terdiri dari kualitas pelayanan, komitmen, dan komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas nasabah pengguna Tabungan BRI SIMPEDES, dengan nilai F hitung = 90,694 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,796. Dari ketiga variabel tersebut, komitmen merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah pengguna Tabungan BRI SIMPEDES. 7 Berdasarkan pemaparan hasil penelitian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan, komitmen, dan komunikasi secara parsial dan simultan terhadap loyalitas nasabah telah terbukti. Saran yang dapat diajukan berkaitan dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) meningkatkan pelayanan khususnya pengembangan fisik atau banking hall, harus terus dilakukan hal ini guna menjaga kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi, (2) lebih mensosialisasikan penggunaan teknologi Internet Banking BRI guna menciptakan komunikasi dua arah antara nasabah dengan BRI.

Upaya penyelesaian masalah kewarganegaraan bagi warga etnis Tionghoa berdasarkan Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 di Kota Malang / Budi Satria Abdi Negara

 

Salah satu persyaratan berdirinya sebuah negara adalah adanya unsur warga negara yang diatur menurut ketentuan hukum tertentu, sehingga warga negara yang bersangkutan dapat dibedakan dengan warga negara lain. Pengaturan mengenai kewarganegaraan ini biasanya ditentukan berdasarkan salah satu dari dua prinsip, yaitu prinsip “ius soli” atau prinsip “ius sanguinis”. Yang dimaksud dengan “ius soli” adalah prinsip yang mendasarkan diri pada pengertian hukum mengenai tanah kelahiran, sedangkan “ius sanguinis” mendasarkan diri pada prinsip hubungan darah. Adanya perbedaan penggunaan prinsip atau asas penentuan kewarganegaraan antara suatu negara dengan negara lain, meyebabkan timbulnya berbagai masalah kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana status kewarganegaraan warga etnis Tionghoa di Kota Malang, faktor penyebab adanya masalah kewarganegaraan yang dialami warga etnis Tionghoa di Kota Malang, dan upaya untuk menyelesaikan masalah kewarganegaraan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang ditinjau dari aspek yuridis, sosilogis dan politis yang mengkaji perilaku masyarakat Tionghoa di Kota Malang berkenaan dengan permasalahan kewarganegaraan. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah studi kasus karena kajian yang diteliti merupakan permasalahan yang sudah lama terjadi dan perlu segera diselesaikan. Proses pengambilan data dilakukan di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang dan Klenteng Eng An Kiong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Jumlah penduduk Kota Malang pada tahun 2007 sebanyak 801.967 jiwa. Jumlah warga etnis Tionghoa di Kota Malang antara 40.000 sampai 50.000 jiwa atau 4,98% sampai 6,23% dari keseluruhan total jumlah penduduk Kota Malang. Dari jumlah tersebut diperkirakan yang berstatus WNA jumlahnya tidak sampai 5% dari keseluruhan jumlah warga Tionghoa di Kota Malang. (2) Faktor penyebab terjadinya masalah kewaragnegaraan ini adalah faktor administratif dan psikologis yang antara faktor satu dengan faktor lainnya saling terkait. (3) Upaya penyelesaian masalah kewarganegaraan di Kota Malang dilakukan oleh Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang dan warga etnis Tionghoa dengan mengajukan permohonan menjadi WNI kepada DepKum HAM. Waktu yang diperlukan sekitar tiga bulan dan biaya gratis. Selain itu warga Tionghoa di Kota Malang dapat pula mengajukan status kewarganegaraan menjadi WNI melalui Klenteng Eng An Kiong yang nantinya akan diserahkan ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi warga etnis Tionghoa yang memiliki masalah kewarganegaraan untuk segera mengurus dokumen status kewarganegaraanya di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil guna memperoleh status kewarganegaraan yang jelas sehingga memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara yang lain, diharapkan pula Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan ini dapat disosialisasikan secara menyeluruh agar bisa diketahui oleh semua masyarakat dan khususnya petugas atau pejabat yang berkaitan dengan proses pengurusan pewarganegaraan, agar tidak terjadi lagi proses pewarganegaraan yang memakan waktu lama dan biaya besar karena undang-undang ini sudah menentukan secara definitif, proses pewarganegaraan seseorang memakan biaya waktu berapa lama.

Studi relevansi lingkup pekerjaan praktik kerja industri siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan kompetensi DU/DI tempat praktik kerja industri / Emma Romadhoni

 

Romadhoni, Emma. 2013. Studi Relevansi Lingkup Pekerjaan Praktik Kerja Industri Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kompetensi Du/Di Tempat Praktik Kerja Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Kata Kunci: Relevansi, tempat praktik kerja industri, siswa prakerin      Relevansi berarti kesesuaian antar komponen tujuan, isi/pengalaman belajar, organisasi, dan juga sesuai kebutuhan masyarakat baik dalam pemenuhan tenaga kerja maupun warga masyarakat yang diidealkan. Kesesuaian dalam penelitian ini adalah kesesuaian antara kompetensi program keahlian tata busana dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana. Studi tentang Relevansi Lingkup Pekerjaan Praktik Kerja Industri Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kompetensi Du/Di Tempat Praktik Kerja Industri dibagi menjadi dua sub variabel custom-made dan garmen. Kesesuaian antara kompetensi program keahlian tata busana dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana sesuai dengan SKKNI dan teori teknik pembuatan busana, meliputi: membuat pola, memotong, menjahit, menghias busana, membuat pelengkap busana, dan penyelesaian/ finishing (pada kompetensi bidang custom-made), pembuatan sampel, memotong, bundling, menjahit, dan penyelesaian/ finishing (pada kompetensi bidang garmen).      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi lingkup pekerjaan yang dilakukan siswa SMK Program Keahlian Tata Busana di DU/DI tempat praktik kerja industri dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI tempat praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian siswa SMK program keahlian tata busana yang melaksanakan program prakerin pada tahun ajaran 2012/2013, yaitu siswa SMK N 3 Malang, SMK N 5 Malang, dan SMK n 7 Malang . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 45 item untuk bidang custom-made dan 43 item untuk bidang garmen. Validitas instrumen angket diuji mengunakan validitas konstruk, dan uji reliabiltasnya menggunakan test retest.      Hasil penelitian ini menunjukkan relevansi lingkup pekerjaan praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana pada bidang custom-made, responden sebanyak 39 siswa, sebesar 43,59% menyatakan sangat relevan dan sebesar 38,46% menyatakan relevan untuk lingkup pekerjaan pada bidang custom-made dengan keterangan siswa prakerin sangat relevan dalam lingkup pekerjaan membuat pola, memotong, menjahit, penyelesaian dan menyatakan relevan dalam lingkup pekerjaan menghias busana dan membuat pelengkap busana. Relevansi lingkup pekerjaan praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana pada bidang garmen, responden sebanyak 8 siswa, sebesar 50% menyatakan kurang relevan dan sebesar 12,50% menyatakan tidak relevan untuk lingkup pekerjaan pada bidang garmen dengan keterangan siswa prakerin menyatakan tidak relevan dalam lingkup pekerjaan pembuatan sampel, memotong, bundling, dan menyatakan relevan dalam lingkup pekerjaan menjahit dan penyelesaian. Simpulan: relevansi tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana sangat relevan pada bidang custom-made dan kurang relevan pada bidang garmen. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah kompetensi bidang garmen untuk dimasukkan dalam kurikulum SMK Program Keahlian Tata Busana karena kurikulum yang sudah ada lebih mengarah pada kompetensi bidang cutom-made sehingga siswa sudah mendapatkan pengalaman belajar sebelum terjun prakerin.

Penerapan pembelajaran model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan pemahaman konsep geografi siswa kelas XI IPS-2 SMAN 1 Purwosari Kab. Pasuruan / Ica Ayyu Maraqonita

 

ABSTRAK Maraqonita, Ica Ayyu. 2016. Penerapan Pembelajaran Model Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas XI Ips-2 Sman 1 Purwosari. Skripsi. Pendidikan Geografi, Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray (TSTS), Pemahaman Konsep. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2015 diperoleh gambaran kondisi siswa di kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Purwosari. Kemampuan memahami konsep masih tergolong rendah baik secara lisan maupun tertulis. Hanya 12% siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan dikaitkan dengan pengetahuan yang diketahui. Sisanya 88% hanya diam dan mendengarkan. Kelas ini memiliki nilai rata-rata paling rendah daripada kelas yang lain. Faktor penyebabnya adalah pembelajaran masih didominasi guru, guru hanya memberikan soal yang ada di LKSdan model pembelajaran guru yang membosankan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI IPS-2 semester ganjil di SMA Negeri 1 Purwosari. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah model TSTS dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Subyek penelitian adalah 33 siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Purwosari dengan materi di semester ganjil yaitu Persebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai tes pemahaman konsep pada siklus I dan siklus II. Hasil tes diperoleh kenaikan dari pratindakan ke siklus I yaitu 2,15%. Kenaikanpada siklus I ke siklus II 4,57. Rata-rata nilai hasil tes kemampuan memahami konsep pada siklus I yaitu 79,15 menjadi 83,72 pada siklus II. Persentase peningkatan pada penelitian ini sebanyak 5,77%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memfokuskkan penggunaan model pembelajaran TSTS dalam peningkatan pemahaman konsep untuk mengungkapkan ide/pendapat, (2) bagi peneliti selanjutnya yang berminat menggunakan pembelajaran dengan model TSTS agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi lain dan pada mata pelajaran lain agar dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.

Kemampuan membaca cepat teks aksara Jawa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalipare tahun ajaran 2013/2014 / Orienda Wulansari

 

Wulansari, Orienda. 2013. Kemampuan Membaca Cepat Teks Aksara Jawa Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Kalipare Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si. Kata kunci: kemampuan membaca, membaca cepat, teks aksara Jawa     Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika siswa memiliki kemampuan membaca, maka ia tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang. Salah satu kemampuan membaca pada bidang studi adalah kemampuan membaca cepat teks aksara Jawa. Kemampuan membaca cepat teks aksara Jawa adalah kemampuan siswa untuk memahami informasi dalam sebuah teks aksara Jawa dengan waktu sesingkat-singkatnya. Kemampuan ini merupakan salah satu kemampuan membaca yang terus dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia, tepatnya pembelajaran bahasa Jawa. Pembelajaran bahasa Jawa merupakan muatan lokal yang diajarkan pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan menengah, salah satunya adalah siswa kelas IX SMP. Dengan demikian, siswa kelas IX SMP sudah memperoleh pengalaman belajar membaca cepat teks aksara Jawa yang lebih intensif karena telah diajarkan sejak sekolah dasar.     Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan 1) kecepatan membaca, 2) kemampuan mengenal huruf Jawa, 3) kemampuan mengingat, 4) kemampuan membuat kategori, dan 5) kemampuan menjawab pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan, dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalipare yang berjumlah 94 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sample. Kelas dipilih sebagai sampel adalah kelas IX C dengan jumlah sampel sebanyak 12 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yaitu tes membaca cepat. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes membaca cepat dan lembar penilaian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, tahap pengkodean, dan tahap penilaian data yang kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, persentase kecepatan membaca yang dinyatakan rendah. Sebesar 100% sampel kecepatan membacanya <175 kpm. Kedua, persentase kemampuan mengenal huruf Jawa dinyatakan cukup, yaitu sebesar 52,5%. Ketiga, persentase kemampuan mengingat dinyatakan cukup, yaitu sebesar 58,33%. Keempat, persentase kemampuan membuat kategori dinyatakan cukup, yaitu sebesar 66,67%. Kelima, persentase kemampuan menjawab pertanyaan dinyatakan rendah, yaitu sebesar 44,44%.     Saran penelitian ini disampaikan pada peneliti selanjutnya, hendaknya mengembangkan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat teks aksara Jawa. Pada guru bahasa Jawa, hendaknya memberikan banyak latihan membaca cepat dan memantau kemampuan membaca cepat tiap siswa. Pada siswa, hendaknya lebih banyak berlatih membaca aksara Jawa agar dapat memperbaiki kemampuan membaca cepat teks aksara Jawa.

Pengaruh kemampuan berpikir kreatif dan kritis terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA Negeri 2 Madiun / Adetya Dewi Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Adetya Dewi. 2008. Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kritis terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Madi-un. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Ma-tematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pem-bimbing: (1) Drs. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd., M.A (2) Drs. Eddy Supramono Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar fisika. Berdasarkan hasil observasi lapangan, pembelajaran fisika di SMA Negeri 2 Madiun belum mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan kri-tis sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar fisika. Hal ini masih merupakan kajian studi pendahuluan yang memerlukan pembuktian lebih lanjut, se-hingga untuk mengetahui seberapa tinggi kemampuan berpikir kreatif dan kritis sis-wa mempengaruhi prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Madiun diadakanlah penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 233 orang, pengambilan sampel meng-gunakan teknik cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 149 siswa yang dihitung dengan formula Slovin. Pengambilan data menggunakan tes berpikir kreatif, tes berpikir kritis, dan tes prestasi belajar fisika. Hasil uji validitas didapatkan butir valid variabel kemam-puan berpikir kreatif sebanyak 7 butir, kemampuan berpikir kritis 15 butir, dan pres-tasi belajar fisika 10 butir. Hasil uji reliabilitas pada skor uji coba didapatkan nilai Cronbach's Alpha variabel kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,610, kemampuan berpikir kritis 0,884, dan prestasi belajar fisika 0,687. Hasil uji taraf kesukaran dida-patkan soal mudah, sedang, dan sukar sebanyak 1 butir, 8 butir, dan 6 butir. Hasil uji daya beda menunjukkan bahwa 12 butir dapat membedakan siswa pandai dan kurang pandai. Hubungan antar variabel dianalisis dengan teknik korelasi product moment dari Pearson. Sumbangan efektif dari kemampuan berpikir kreatif dan kritis terhadap prestasi belajar fisika diketahui dari analisis regresi ganda setelah dilaku-kan uji normalitas, linearitas, dan homogenitas. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mean kemampuan berpikir kreatif yaitu 14,75 atau 40,97%, kemampuan berpikir kritis 20,76 atau 30,53%, dan prestasi belajar 3,85 atau 32,08%. Variabel kemampuan berpikir kreatif dan kritis mempengaruhi variabel prestasi belajar secara signifikan (β1 = 0,082 dan β2 = 0,062). Sumbangan relatif kemampuan berpikir kreatif dan kritis terhadap prestasi belajar fisika sebesar 49,14%, dan 50,78%, sedangkan sumbangan efektifnya sebesar 20,20% dan 20,87%, sisanya yaitu 58,9% merupakan kontribusi variabel lain di luar penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Madiun masih rendah dan memerlukan pengembangan dan peningkatan lebih lanjut, serta kemampuan berpi-kir kreatif dan kritis mempengaruhi secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Madiun. i

Pertanyaan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Malang / Novita Alfatana

 

Alfatana, Novita. 2013. Pertanyaan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (2) Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata Kunci: pertanyaan guru, interaksi belajar-mengajar, pembelajaran bahasa Indonesia     Bertanya merupakan salah satu aspek penting dalam belajar. Guru memegang kendali dan peran penting di dalam kegiatan bertanya. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru aktif dalam memunculkan pertanyaan. Pertanyaan yang dimunculkan guru beragam bentuk dan fungsi. Oleh karena itu, perlu dibahas lebih lanjut tentang ragam bentuk pertanyaan, fungsi pertanyaan, serta kesesuaian pertanyaan dan jawaban yang muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia.     Secara umum, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pertanyaan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Secara khusus, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan ragam bentuk pertanyaan, fungsi pertanyaan, serta kesesuaian pertanyaan dan jawaban dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII dan siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Malang. Data penelitian berupa pertanyaan guru, jawaban siswa, serta konteks munculnya pertanyaan dan jawaban. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman observasi dan lembar pencatatan pertanyaan guru, jawaban siswa, serta konteks munculnya pertanyaan dan jawaban. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi data, pengkodean data, klasifikasi data, penjabaran, dan penyajian data.     Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan. Pertama, ragam pertanyaan dilihat dari isinya diketahui bahwa pertanyaan mengingat, pertanyaan pemahaman, pertanyaan aplikasi, dan pertanyaan evaluasi muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan ragam pertanyaan dilihat dari bentuknya ditemukan pertanyaan dengan kata tanya di akhir kalimat, pertanyaan dengan jawaban tertutup dan pendek, serta pertanyaan tanpa didahului ilustrasi. Jenis-jenis pertanyaan tersebut lebih sering muncul dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Kedua, pertanyaan yang muncul dalam pembelajaran bermacam fungsi. Fungsi pertanyaan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pelacak, perintah, meminta konfirmasi, meminta informasi, dan menggali. Ketiga, kesesuaian pertanyaan dan jawaban dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat dari kualitas jawaban. Dari data yang diperoleh, ditemukan empat jawaban yaitu jawaban yang sesuai/tepat, kurang sesuai/tepat, tidak menjawab, dan tidak sesuai/salah.     Saran ditujukan kepada peneliti lanjut untuk mengadakan penelitian lanjut tentang munculnya pertanyaan dan jawaban dari guru maupun siswa dalam interaksi pembelajaran. Hal ini ditujukan untuk lebih menyempurnakan dan memperoleh data yang lebih mendalam dari penelitian sebelumnya.

Analisis pengaruh suku bunga Bank Indonesia (BI rate) terhadap obligasi negara RI melalui trading volume (studi pada obligasi negara RI seri Fixed Rate (FR) yang listing di BEI periode 2009) / Suhartatik

 

Kata Kunci: BI Rate, Trading Volume Obligasi, Harga Obligasi Latar belakang penelitian ini dimulai dari kondisi Obligasi Negara RI Seri Fixed Rate (FR) yang Listing di BEI pasca krisis keuangan yang melanda AS. Dimana sebagian besar trend harga obligasi dan trading volume obligasi mengalami peningkatan, dan kondisi ini berbeda dengan kondisi saham dipasar modal yang mengalami trend negatif. Dengan menggunakan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh fluktuasi suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) terhadap harga obligasi Negara RI melalui trading volume Volume (Studi Pada Obligasi Negara RI Seri Fixed Rate (FR) yang Listing di BEI Periode 2009) serta untuk membantu para investor yang baru pertama kali terjun di pasar modal dan investor yang menghindari resiko khususnya yang single. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh obligasi Negara RI seri fixed rate yang listing di BEI periode 2009 sebanyak 38 obligasi yang listing. Berdasarkan teknik purposive sampling maka sampel penelitian sebanyak 3 obligasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis diketahui bahwa (1) kondisi dari variabel-variabel suku bunga Bank Indonesia (BI rate) mengalami pergerakan dengan tren menurun, trading volume mengalami pergerakan dengan tren naik, harga obligasi mengalami pergerakan dengan tren naik (2) suku bunga Bank Indonesia (BI rate) tidak berengaruh terhadap harga obligasi (3) suku bunga Bank Indonesia (BI rate) berpengaruh negatif terhadap trading volume obligasi dan (4) trading volume obligasi berpengaruh signifikan positif terhadap harga obligasi. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) Bagi investor yang melakukan investasi sebaiknya mempertimbangkan faktor fundamental yang menjadi dasar dalam berinvestasi seperti suku bunga Bank Indonesia (BI rate), dan trading volume obligasi agar mampu mengurangi resiko investasi yang terjadi. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu meneliti variabel-variabel lain yang mempengaruhi harga obligasi seperti inflasi, nilai tukar, maturity serta dengan rentang waktu penelitian yang sama.

Pelaksanaan strategi produk pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar / Mei Yanti

 

ABSTRAK Yanti, Mei. 2008. Pelaksanaan Strategi Produk Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar. Tugas Akhir, Program Studi D- III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mohammad Hari, MSi Kata kunci : Strategi Produk Pelaksanaan strategi produk yang tepat merupakan salah satu kunci kesuksesan seorang pemasar. Dalam menawarkan sebuah produk haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pelaksanaan strategi produk merupakan salah satu langkah penting dalam pemilihan jenis produk di pasar sasaran. Strategi produk merupakan suatu cara yang menyediakan produk yang tepat bagi pasar yang dituju sehingga dapat memuaskan konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan. Selain strategi produk yang handal juga perlu didukung dengan mutu yang lebih baik. Mutu yang baik menghasilkan kepuasan yang tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi produk yang dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Jaringan Blitar, terdapat tiga masalah yang dikaji yaitu: (1) Produk-produk PLN (2) Pelaksanaan strategi produk pada PLN (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi produk pada PLN. Dalam pengumpulan data penulis mendapat pelayanan dari pegawai, dengan metode wawancara dan mencari data sendiri secara langsung. PT. PLN (Persero) UPJ Blitar merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan masyarakat (listrik). Dalam hal ini PT. PLN (Persero) UPJ Blitar memberikan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, walaupun produk-produk tersebut tidak berwujud melainkan berupa listrik. Didalam mengembangkan strategi produk, setiap perusahaan haruslah terlebih dahulu menganalisis situasi, penentuan tujuan produk , penentuan pasar sasaran, penentuan anggaran, penetapan strategi produk dan pelaksanaan strategi. Hasil dari penulisan ini, (1) Produk-produk PT. PLN (Persero) adalah MENYALA ”R450”, MENYALA ”R900”, BERSINAR (2) Perencanaan strategi yang pertama analisis situasi pada PT. PLN dilakukan melalui beberapa permintaan konsumen atau pelanggan maupun calon pelanggan untuk mengembangkan dan menciptakan suatu produk yang baru sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada, kedua penentuan tujuan produk, PT. PLN juga perlu mempertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan, ketiga PT. PLN harus menetukan target sasaranya pada masing-masing produk, keempat penetuan anggaran yang talah ditetapkan dari PT. PLN, kelima pelaksanaan strategi produk pada PT. PLN dilakukan untuk menilai keunggulan dan kelemahan, sehingga PT. PLN dapat memberikan produk atau jasa yang berkuwalitas bagi pelanggan, keenem evaluasi pelaksanaan strategi pada PT. PLN dilaksanakan dengan sesuai edaran direksi tentang petunjuk pelaksanaan tarif listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi. (3) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan perencanaan strategi produk. Faktor pendukung pada PT. PLN dalam melaksanakan strategi produk yaitu adanya analisis yang dapat membantu dalam menyusun strategi produk sehingga untuk melakukan tahap berikutnya PT. PLN dapat melaksanakan kegiatannya secara tepat dan efektif guna tercapainya tujuan dalam melaksanakan strategi produk. PT. PLN (Persero) UPJ Blitar telah sesuai dengan target dan sasaran karena telah ada layanan tambahan yaitu call center 123, CMS (Customer Manajemen System), SIGO (Sistem Informasi Geografis), SOPP (Sistem Online Payment Point), PRAQTIS (Pembayaran Rekening Listrik Lewat SMS Line). Faktor penghambat pada PT. PLN dalam melaksanakan strategi produk yaitu belum semua sumber daya manusianya menguasai teknologi yang ada serta kurangnya kesadaran akan disiplin pegawai, tidak da pengawasan secara langsung terhadap pegawai yang bertugas untuk melaksanakan produk dan komunikasi antara oprator dengan petugas lapangan.

Peranan kartu ATM sebagai kartu mahasiswa dalam menunjang dunia pendidikan (studi pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Malang) / Atika Trisna R.P.

 

Kata Kunci: Kartu ATM sebagai Kartu Mahasiswa Kebutuhan masyarakat pada saat ini terus meningkat sehingga menuntut bank untuk dapat menyediakan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan bank adalah mahasiswa. Pada waktu melakukan pembayaran SPP atau biaya pendidikan lainnya, mahasiswa harus melakukan proses yang panjang dan lama. Untuk itu mahasiswa membutuhkan produk dan jasa perbankan yang dapat memberikan pelayanan dengan cepat dan mudah dalam pelaksanaannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendapatkan produk dan jasa perbankan yang dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah. Untuk itu, Bank Negara Indonesia (BNI) mengeluarkan produk berupa kartu mahasiswa. Produk ini dikeluarkan untuk menyempurnakan sistem pembayaran yang ada serta untuk meningkatkan dan memaksimalkan penggunaan ATM. Kartu Mahasiswa ini selain dapat digunakan untuk tujuan berbagai aktivitas akademis di lingkungan kampus, juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi penarikan dan pengambilan uang tunai di seluruh ATM BNI dan sebagai cashing card untuk penarikan uang tunai di seluruh cabang online dari BNI. Selain itu penulisan ini juga untuk memberikan gambaran mengenai peranan perbankan dalam dunia pendidikan. Dari hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kartu ATM-KTM ini, mahasiswa dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam hal melakukan pembayaran SPP atau biaya pendidikan lainnya. Mahasiswa tidak perlu mengantri dan menunggu proses yang panjang dan lama, karena transaksi atau pembayaran biaya pendidikan dapat dilakukan di mesin ATM BNI manapun. Selain itu Perbankan memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Saat ini peran perbankan lebih dikembangkan lagi. Terbukti dengan adanya campur tangan perbankan, pendidikan di Indonesia menjadi semakin maju melalui pemberian kredit untuk biaya pendidikan, beasiswa dan lain sebagainya.

Analisis soal try out Program Intensifikasi Belajar (PIB) tahun ajaran 2011/2012 mata pelajaran geografi semester I kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Grati Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Bije Dewi Forestrya

 

Kata kunci: tingkat kesukaran soal, daya beda soal, validitas item soal, reliabilitas soal, dan analisis opsi pilihan ganda soal. Evaluasi hasil belajar diperlukan untuk mengukur dan menilai seberapa besar tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa. Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur dan menentukan nilai keberhasilan siswa dalam evaluasi hasil belajar adalah tes. Dalam ujian atau tes ini terdiri dari beberapa soal yang harus dibuat dengan baik. Soal dikategorikan baik apabila berfungsi sebagai alat ukur. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa soal Try Out Program Intensifikasi Belajar (PIB) Geografi di SMA Negeri 1 Grati belum pernah diujicobakan dan dianalisis. Berdasarkan observasi awal terhadap lembar soal Try Out Program Intensifikasi Belajar (PIB) Geografi ditemukan beberapa soal yang diulang dua kali dan opsi jawaban kunci yang salah. Kelemahan dari soal tersebut adalah adanya kesalahan pernyataan soal sehingga tidak dapat ditentukan opsi jawaban kuncinya. Selain itu, butir-butir dari soal tersebut juga jarang menggunakan butir-butir soal yang sudah diujicobakan, dianalisis, dan direvisi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis soal Try Out PIB tahun ajaran 2011/2012 mata pelajaran Geografi semester I kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Grati Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan yang meliputi tingkat kesukaran soal, daya beda soal, validitas item soal, reliabilitas soal, dan analisis opsi pilihan ganda soal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat kesukaran, daya beda, validitas item, reliabilitas, dan analisis opsi pilihan ganda soal. Data yang digunakan adalah soal, lembar jawaban siswa, dan skor jawaban siswa. Pengumpulan datanya dilakukan dengan memasukkan skor jawaban siswa ke dalam tabel tabulasi skor jawaban siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan tabulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh bahwa soal Try Out PIB Geografi dengan kode soal A memiliki tingkat kesukaran soal jelek, daya beda soal jelek, validitas item soal jelek, tergolong reliabel, dan analisis opsi pilihan ganda soal jelek. Sedangkan soal Try Out PIB Geografi dengan kode soal B memiliki tingkat kesukaran soal baik, daya beda soal jelek, validitas item soal jelek, tergolong reliabel, dan analisis opsi pilihan ganda soal jelek. Adapun saran yang dapat diberikan antara lain melakukan uji coba dan analisis soal dalam menyusun soal, membuat kunci jawaban yang benar agar tidak merugikan siswa, merevisi pernyataan soal agar dapat ditentukan jawabannya, dan merevisi soal yang kurang baik dari segi tingkat kesukaran, daya beda, validitas item, reliabilitas, dan analisis opsi pilihan ganda soal.

Pengembangan pembelajaran ekonomi berbasis potensi daerah / Andi Zulitsnayarti Mardhani Syam

 

Pengaruh pembelajaran berbasis masalah melalui investigasi kelompok berbantuan media 6M pengelolaan sampah terhadap hasil belajar kognitif, afrktif, dan keterampilan kerja ilmiah mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura / Dyah Ayu Fajarianingtyas

 

Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah melalui Investigasi Kelompok, Media 6M Pengelolaan Sampah, Hasil Belajar Kognitif, Hasil Belajar Afektif, Keterampilan Kerja Ilmiah. Perkembangan sains dan teknologi sangat pesat sehingga keterampilan berpikir dan keterampilan kerja ilmiah penting diberdayakan kepada mahasiswa selama proses pembelajaran. Salah satu peranan mahasiswa dalam berpartisipasi membentuk masyarakat yang berwawasan lingkungan dapat diperoleh melalui jalur pendidikan. Pengelolaan sampah merupakan persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian dari waktu ke waktu. Salah satu strategi untuk memahamkan mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan sampah adalah dengan menggunakan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) melalui Investigasi Kelompok (IK). Pembelajaran ini menggunakan bantuan media 6M pengelolaan sampah dalam bentuk DVD. Media pembelajaran berisi upaya pengelolaan sampah rumah tangga meliputi mengurangi, menggunakan kembali, mengganti, memisahkan, mendaur ulang, dan mengomposkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah pada mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura, (2) mengetahui pengaruh PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura, (3) mengetahui pengaruh PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah terhadap hasil belajar afektif mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura, dan (4) mengetahui pengaruh PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah terhadap keterampilan kerja ilmiah mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura. Penelitian ini merupakan quasi experimen. Subjek penelitian yang digunakan meliputi seluruh populasi yaitu mahasiswa Program Studi IPA kelas A dan B di Universitas Wiraraja Sumenep Madura tahun akademik 2011/2012. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis dengan analisis statistik kovarian (ANAKOVA) serta dilanjutkan dengan uji beda LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif, dan keterampilan kerja ilmiah mahasiswa IPA Universitas Wiraraja Sumenep Madura. Mahasiswa IPA yang diperlakukan dengan model pembelajaran PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 29% dibandingkan kelas kontrol, hasil belajar afektif menunjukkan peningkatan 24% dibandingkan kelas kontrol, dan keterampilan kerja ilmiah sebesar 60% dibandingkan kelas kontrol. Kesimpulan penelitian adalah model pembelajaran PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif, dan keterampilan kerja ilmiah. Saran yang dapat diajukan sebagai berikut: (1) model pembelajaran PBM melalui IK berbantuan media 6M pengelolaan sampah direkomendasikan dalam pembelajaran biologi di tingkat Perguruan Tinggi, (2) perlu dilakukan penelitian serupa untuk dikaji pada materi lain dan institusi lain, (3) program 6M dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dimasukkan dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Lingkungan, dan (4) perlu pertimbangan alokasi waktu yang efektif dalam proses pembelajaran.

Analisis pengaruh pengungkapan lingkungan terhadap kinerja ekonomi dengan menggunakan variabel kontrol predeterminated variable (Studi empiris pada Perusahaan Pertambangan Umum dan pemegang HPH/HPHTI yang listing di Bursa Efek Jakarta) / Lala Resyan Nanda Putra

 

ABSTRAK Putra, Lala Resyan Nanda. 2008. Analisis Pengaruh Pengungkapan Lingkungan terhahap Kinerja Ekonomi dengan Menggunakan Variabel Kontrol Predeterminated Variable (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan Umum dan Pemegang HPH/HPHTI yang Listing di Bursa Efek Jakarta). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih,SE,Ak,M.Si (II) Dr. Sunaryanto M.Ed. Kata kunci: pengungkapan lingkungan, kinerja ekonomi, variabel kontrol predeterminated variable Pentingnya pengungkapan lingkungan pada dasarnya menuntut kesadaran penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Manfaat yang diambil ternyata telah berdampak pada maju dan berkembangnya bisnis perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan-perusahaan atau organisasi-organisasi lainnya agar dapat meningkatkan usaha dalam mempertimbangkan konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan lingkungan perusahaan pertambangan dan pemegang HPH/HPHTI terhadap kinerja ekonomi dengan menggunakan variabel kontrol predeterminated variable. Alasan pemilihan sektor-sektor tersebut karena PSAK telah secara khusus mengatur standar pengungkapan akuntansi limgkungan bagi kedua sektor tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan umum dan pemegang HPH/HPHTI yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ), kemudian di gunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Dalam penelitian ini terdapat 21 perusahaan sampel yang listing di BEJ dan menerbitkan laporan keuangan (annual report) selama periode 2004-2006. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa secara simultan dan parsial pengungkapan lingkungan dengan menggunakan variabel kontrol predeterminated variable tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekonomi. Hal ini berarti Pengungkapan Lingkungan tersebut ternyata bukanlah salah satu faktor yang menentukan tingginya Kinerja Ekonomi perusahaan industri pertambangan umum dan pemegang HPH/HPHTI. Disarankan untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja ekonominya yang berkaitan dengan lingkungan supaya tidak memperhatikan pengungkapan lingkungan saja tetapi memperhatikan faktor-faktor lainnya misalnya kinerja lingkungan. Selain itu disarankan untuk melakukan penelitian ulang pada masa mendatang dengan menambah sampel penelitian.

Penerapan teknik klarifikasi nilai dan dialog socratic dalam peningkatan efikasi diri karier siswa Sekolah Menengah Kejuruan / Renggo Asih Widarti

 

ABSTRAK Widarti, Renggo Asih. 2016. Penerapan Teknik Klarifikasi Nilai dan Dialog Socratic dalam Peningkatan Efikasi Diri Karier Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare-AT., M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata kunci: klarifikasi nilai, dialog socratic, efikasi diri karier Teknik konseling yang dapat digunakan dalam peningkatan efikasi diri karier adalah teknik klarifikasi nilai dan dialog socratic. Rendahnya efikasi diri karier merupakan permasaahan serius bagi para siswa dalam kemantapan pengambilan keputusan karier. Efikasi diri karier merupakan keyakinan seseorang untuk melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pilihan karier, sebagai faktor penting yang dimiliki siswa dalam pengambilan keputusan karier. Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi peningkatan efikasi diri karier dalam penerapan teknik klarifikasi nilai; (2) memperoleh deskripsi peningkatan efikasi diri karier dalam penerapan teknik dialog socratic; dan (3) memperoleh perbedaan peningkatan efikasi diri karier dalam penerapan intervensi teknik klarifikasi nilai dan dialog socratic. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan pretest-posttest two treatment designs. Teknik klarifikasi nilai sebagai kelompok eksperimen I dan teknik dialog socratic sebagai kelompok eksperimen II. Setiap kelompok eksperimen memiliki tingkat efikasi karier rendah. Instrumen yang digunakan adalah skala efikasi diri karier, panduan konseling teknik klarifikasi nilai dan dialog socratic. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji peningkatan efikasi diri karier siswa SMK yang diintervensi dengan teknik klarifikasi nilai maupun dialog socratic adalah analisis nonparametrik The Wilcoxon Matched-pairs Signed-ranks Test dan untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan analisis The Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri karier meningkat tidak signifikan dalam penerapan intervensi teknik klarifikasi nilai. Efikasi diri karier meningkat signifikan dalam penerapan intervensi teknik dialog socratic. Jika dibedakan, maka efikasi diri karier meningkat lebih signifikan dalam penerapan intervensi teknik dialog socratic daripada teknik klarifikasi nilai. Kesimpulannya, ada perbedaan efikasi diri karier yang diintervensi dengan teknik klarifikasi nilai dan dialog socratic. Saran penelitian: (1) bagi konselor perlu menerapkan teknik dialog socratic untuk meningkatkan efikasi diri karier; (2) peneliti selanjutnya sebaiknya menerapkan teknik dialog socratic untuk meningkatkan efikasi diri karier.

Peningkatan pendapatan asli Daerah dari sektor parkir (Studi kasus daerah parkir barat Pasar Besar Malang) / Yan Isna Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Yan, Isna. 2009. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Parkir (Studi Kasus Daerah Parkir Barat Pasar Besar Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T. Kata kunci: karakteristik parkir, pendapatan asli daerah Parkir merupakan fasilitas penting pada pusat perbelanjaan. Lahan parkir yang tersedia seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan area yang dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Salah satu aspek yang mempengaruhi karakteristik lalu lintas juga parkir, oleh sebab itu parkir menjadi perhatian utama bila terjadi kemacetan di suatu pusat kota. Selain itu parkir juga merupakan sumber pemasukan bagi pemerintah, dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permasalahannya adalah belum terukurnya karakteristik parkir yang meliputi akumulasi parkir, durasi parkir, parking turn over (tingkat pergantian parkir) dan indeks parkir serta bagaimana pendapatan parkir di Parkir Barat Pasar Besar Malang yang memberikan kontribusi pada peningkatan PAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir kendaraan bermotor pada daerah Parkir Barat Pasar Besar Malang, serta untuk mengetahui seberapa besar kontribusi parkir terhadap PAD. Hasil penelitian ini didapatkan hasil akumulasi maksimum terjadi pada hari Sabtu yaitu pada interval waktu 10.31-10.45 sebanyak 123 sepeda motor dan pada pukul 07.46-08.00 sebanyak 65 mobil. Untuk durasi parkir rata-rata pemarkir memarkir kendaraannya dalam jangka waktu 0-30 menit. Tetapi juga ada kendaraan yang parkir sampai dengan empat jam bahkan lebih. Angka pergantian parkir (parking turn over) yang terjadi pada hari Jumat realatif lebih rendah dibandingkan dengan hari Sabtu yaitu pada angka 0,26 kend/petak/jam. Sedangkan yang terjadi pada hari Sabtu relatif tinggi, yaitu sebesar 0,37 kend/petak/jam. Dan hari libur atau hari Minggu ternyata lebih rendah dari hari-hari sebelumnya yaitu pada angka 0,21/kend/petk/jam. Untuk nilai indeks parkir yang terjadi di Parkir Barat Pasar Besar Malang rata-rata dibawah 100%. Seperti indeks parkir yang terjadi pada hari Jumat menunjukkan angka dibawah 100% yaitu 62,38%. Kemudian didapatkan prakiraan pendapatan dari sektor parkir (khususnya parkir Barat Pasar Besar Malang) sebesar Rp 283.752.000,- selama satu tahun. Besarnya jumlah target retribusi yang masuk dibagi dengan pembagian untuk petugas parkir sebesar 40%, yaitu sebesar Rp 113.500.800,- dan untuk disetorkan ke Pemerintah Daerah sebesar 60% yaitu sebesar Rp 170.251.200,-. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan perlu dilakukan pengaturan konfigurasi kendaraan baik hanya dengan merapatkan jarak antar kendaraan ataupun merubah pola parkir serta sudut posisi kendaraan dan studi lanjutan untuk menganalisis tarif parkir progresif.

Abalisis butir soal obyektif UAS semester gasal kelas IV pada mata pelajaran IPA tahun pelajaran 2011/2012 di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri / Yusnia Dwi Maharani

 

Kata kunci: analisis butir soal, UAS, IPA. Melalui penilaian terhadap hasil belajar, akan diketahui tingkat pencapaian hasil belajar terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Pentingya penilaian hasil belajar tersebut, membuat alat penilaian yang digunakan juga harus berkualitas. Artinya berkualitas yaitu bila dilihat dari segi validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan fungsi pengecoh memiliki kategori yang baik. Dimana kualitas alat penilaian berdampak pada baik atau buruknya hasil penilaian tersebut. Soal ulangan akhir semester ini dibuat oleh guru dari perwakilan masing-masing SD atas nama UPTD SD setempat. Pada proses pembuatan soal, soal yang telah selesai dibuat langsung digunakan tanpa proses ujicoba. Padahal, pada pengujicobaan soal tes akan terlihat tingkatan kualitas soal tes yang telah dibuat. Akhirnya, kualitas soal tes sebagai alat penilaian akan berpengaruh terhadap hasil penilaian yang dilakukan. Penelitian ini hendak menguji sebuah produk yaitu soal UAS gasal kelas IV sekolah dasar pada mata pelajaran IPA tahun pelajaran 2011/2012 yang digunakan di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Pengujian tersebut berfokus pada analisis butir soal yang bertujuan untuk melihat bagaimanakah validitas butir soal, reliabilitas, tingkat kesukaran soal, daya beda soal, dan fungsi distraktor soal obyektif UAS Gasal kelas IV pada mata pelajaran IPA tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini mempunyai obyek populasi lembar jawaban UAS gasal IPA tahun pelajaran 2011/2012 siswa kelas IV se-Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Penentuan jumlah obyek sampel penelitiannya menggunakan bantuan tabel kesalahan yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael. Pada tabel tersebut peneliti menggunakan taraf kesalahan 1% sehingga didapat sampel berjumlah 301 lembar jawaban UAS gasal IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas butir sebagian besar berkategori rendah yaitu mencapai 77,1%; soal telah 100% mencapai reliabel; tingkat kesukaran berkategori mudah dengan persentase 54,3%; daya beda soal sebagian besar berkategori jelek yaitu mencapai 45,7%; dan fungsi distraktor masih mencapai keberfungsian sebesar 40%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kualitas soal kurang baik. Adapun saran yang dapat dilakukan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu sebaiknya soal yang akan dipakai untuk mengukur hasil belajar siswa harus melalui proses ujicoba sehingga dapat diketahui kualitas soal tersebut.

Penggunaan media film "Redaktion-D" untuk pengajaran peralatan Bahasa Jerman dalam mata kuliah Dutsche Phonologie / M. Dinu Imansyah

 

ABSTRAK Imansyah, Muhammad Dinu. Penggunaan Media Film ”Redaktion-D” Untuk Pengajaran Pelafalan Bahasa Jerman dalam Mata Kuliah Deutsche Phonologie. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Edy Hidayat, S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: Media Film, Pelafalan, Bahasa Jerman, Deutsche Phonologie Media Film adalah salah satu media pembelajaran yang memiliki banyak kelebihan, yakni memberikan materi pembelajaran dengan menarik dan tidak membosankan. Banyak mahasiswa Jurusan Pendidikan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang yang mengalami kesulitan dalam memahami cara pelafalan kosa kata bahasa Jerman tertentu walau telah mengikuti mata kuliah Deutsche Phonologie, mata kuliah yang memberikan materi tentang bunyi bahasa atau lebih tepatnya pelafalan kosa kata bahasa Jerman yang baik. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai penggunaan media film ”Redaktion-D” sebagai media pengajaran pelafalan bahasa Jerman dalam mata kuliah Deutsche Phonologie. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media film „Redaktion-D” dalam pengajaran pelafalan bahasa Jerman dalam mata kuliah Deutsche Phonologie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data-data yang berasal dari instrumen catatan penelitian, angket, dan tes bicara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media film „Redaktion-D” sangat cocok untuk digunakan sebagai media bantu pengajaran pelafalan bahasa Jerman di mata kuliah Deutsche Phonologie, karena dengan film ini mahasiswa dapat memahami cara pelafalan kosa kata bahasa Jerman yang mengandung fonem /sch/, /ch/, akhiran /-t/, /ä/, /ü/, dan /ö/ dengan baik. Hal ini dikarenakan film ini menggunakan bahasa percakapan yang sederhana dan mudah dipelajari. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada para dosen pengajar mata kuliah Deutsche Phonologie agar memanfaatkan media film „Redaktion-D“ sebagai media bantu pengajaran pelafalan kosa kata bahasa Jerman. Selain itu, dosen pengajar mata kuliah Deutsche Phonologie hendaknya lebih menekankan pada penjelasan simbol-simbol fonetis seperti [8], [1:], [X], [D] beserta pengucapannya agar mahasiswa bisa mempelajari sendiri cara pelafalan kosa kata bahasa Jerman yang baik dari buku-buku sumber yang ada.

Pengembangan media pembelajaran berbasis EPUB pada mata pelajaran pemrograman berorientasi obyek untuk siswa kelas XII di SMK Negeri 6 Malang / Margareth Novelita H.

 

ABSTRAK Hapsari, Margareth Novelita. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Epub pada Mata Pelajaran Pemrograman Berbasis Objek untuk siswa kelas XII SMK Negeri 6 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2)Heru Wahyu H, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pemrograman Berorientasi Obyek, Epub. Salah satu cara agar tujuan pembelajaran tercapai adalah dengan memfasilitasi keragaman gaya belajar siswa antara lain Visual, Auditorial, Read/Write, dan Kinestetik. Keragaman ini dapat diatasi salah satunya dengan memanfaatkan multimedia dalam media pembelajaran. Namun, bahan ajar yang saat ini digunakan pada mata pelajaran PBO kelas XII di SMKN 6 Malang belum mengakomodasi berbagai tipe belajar siswa. Berdasarkan angket yang disebar secara acak pada 50 siswa kelas XII yang mengikuti mata pelajaran PBO, 92% siswa membutuhkan bahan ajar digital. Berdasarkan uraian di atas, dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menyajikan materi yang dapat memvisualisasikan materi dan mengakomodasi berbagai tipe balajar siswa. Penelitian pengembangan ini mengacu pada metode penelitian pengembangan Terdapat sepuluh langkah dalam metode Research and Development ini antara lain: (1) Potensi dan Masalah; (2) Pengumpulan Data; (3) Desain Produk; (4) Validasi Desain; (5) Revisi Desain; (6) Ujicoba Produk; (7) Revisi Produk; (8) Ujicoba Pemakaian; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Massal. Dalam pengembangan ini, hasil uji coba yang didapatkan dari tiga kelompok responden antara lain: (1) Ahli media menyatakan produk ini layak digunakan dengan persentase 92%; (2) Ahli materi menyatakan produk ini layak digunakan dengan persentase 85.1%; (3) 8 siswa responden pada uji coba skala kecil dan 23 siswa responden pada uji skala besar menyatakan media ini layak digunakan dengan persentase masing-masing 85.1% dan 91.4%.  

Efektivitas proses pembelajaran pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 8 Malang / Azhar Kurniawan Hamka

 

Metode think pair share dan numbered head together dalam pemvelajaran Bahasa Jerman di SMA Negeri Gondanglegi / Zuhriyatus Sa'adah

 

ABSTRAK Sa’adah, Zuhriyatus. 2008. Metode Think Pair Share dan Numbered Head Together dalam Pembelajaran Bahasa Jerman di SMA Negeri Gondanglegi. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Herri Akhmad Bukhori, M. A., M. Hum. dan Dra. Primardiana H. W., M. Pd. Kata Kunci : metode, Think Pair Share, Numbered Head Together Metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar mempunyai andil besar pada prestasi belajar siswa. Banyak sekali metode pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas, diantaranya adalah metode struktural. Metode ini dikembangkan oleh Kagan dengan maksud agar para siswa bekerjasama dalam kelompok. Metode struktural yang dapat meningkatkan penguasaan akademik terdiri atas metode Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT). Kedua metode pembelajaran kooperatif ini merupakan strategi belajar mengajar yang mengedepankan kerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1)prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode Think Pair Share(TPS), 2)prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode Numbered Head Together(NHT), 3)perbedaan metode Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran Bahasa Jerman di SMA Negeri Gondanglegi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X E, F, dan G SMA Negeri Gondanglegi yang masing-masing berjumlah 37 orang. Data dalam penelitian ini berupa nilai hasil kemampuan awal siswa (pretest), hasil observasi, nilai hasil belajar siswa (posttest), dan hasil angket. Instrumen yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), panduan observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon siswa tentang penerapan metode Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT) cukup positif. Dari hasil pretest dan posstest diketahui adanya peningkatan, untuk kelas kontrol nilai rata-rata pretest adalah 62,5, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 66, 72. Untuk kelas eksperimen A dan B nilai rata-rata pretest adalah 65,37 dan 65,54, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 77,36 dan 84,14. Setelah data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney diketahui p-value = 0,030 lebih kecil dari α = 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai siswa yang diajar menggunakan metode NHT lebih baik dibandingkan nilai siswa yang diajar menggunakan metode TPS. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Numbered Head Together(NHT) lebih baik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dari pada metode Think Pair Share(TPS). Oleh karena itu, hendaknya guru bidang studi dapat menerapkan metode Numbered Head Together(NHT) agar lebih dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri Gondanglegi.

Isolasi minyak atsiri dari bunga sirih (Piper betle Linn), karakterisasi dan identifikasi komponen-komponennya dengann GC-MS / Maria Florentina Bria

 

Kata-kata kunci: isolasi, minyak atsiri, bunga sirih. Sirih merupakan jenis tanaman yang merambat pada batang pohon lain. Bagian yang paling bermanfaat dari tanaman sirih adalah daunnya yang mempunyai aroma dan rasa yang pedas. Daun sirih biasanya digunakan untuk menginang dan dimanfaatkan juga dalam dunia pengobatan. Hal ini karena sirih mengandung senyawa aktif khususnya minyak atsiri. Minyak atsiri banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain daun, bunga sirih juga mempunyai aroma dan rasa yang mirip seperti daun sirih. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan tujuan mengisolasi, mengkarakterisasi dan mengidentifikasi komponen-komponen penyusun minyak atsiri dari bunga sirih. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratories, meliputi persiapan sampel yang merupakan bunga sirih basah dan bunga sirih yang dikeringkan selama ±1 minggu di bawah sinar matahari. Setelah itu sampel diisolasi minyak atsirinya dengan menggunakan metode destilasi uap-air. Minyak atsiri yang dihasilkan dihitung rendemennya, dikarakterisasi yang meliputi massa jenis, indeks bias dan uji kelarutan dalam beberapa pelarut, serta diidentifikasi lima komponen utamanya dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri bunga sirih basah sebesar 0,150%, sedangkan rendemen minyak atsiri bunga sirih kering sebesar 0,106%. Karakter dari minyak atsiri bunga sirih basah adalah berwarna kuning dan lebih jernih, massa jenisnya 0,939 g/mL dan indeks bias pada suhu 20 °C adalah 1,496781. Karakter dari minyak atsiri bunga sirih kering adalah berwarna kuning dan lebih keruh, massa jenisnya 0,933 g/mL dan indeks bias pada suhu 20 °C adalah 1,495850. Kedua minyak tersebut mempunyai bau sirih yang khas serta larut dalam pelarut alkohol, kloroform dan KOH alkoholis. Hasil identifikasi lima komponen utama minyak atsiri bunga sirih basah adalah copaene (9,39%), caryophyllene (12,89%), ledene (9,43%), delta cadinene (7,09%) dan 4-alil-1,2-diasetoksibenzena (6,77%) . Lima komponen utama minyak atsiri bunga sirih kering adalah copaene (8,01%), caryophyllene (11,28%), germacrene-d (11,99%), ledene (9,30%) dan 4-alil-1,2-diasetoksibenzena (6,05%).

Developing "inquisitive dartboard" game as a teaching medium for teaching speaking to eighth graders / M. Setiawan Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, MuhammadSetiawan. 2016. Pengembangan“Inquisitive Dartboart” game untuk mengajar speaking pada murid kelas delapan. Skripsi S1, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd., M.Ed., (II) Nur Hayati S.Pd., M.Ed. Keywords: permainan papan dart, kemampuan berbicara, siswa kelas 8, media. Peneliatian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk yang digunakan sebagai sebuah media pembelajaran untuk mengajarkan “speaking” kepada siswa kelas 8 di SMPN 25 Malang. Media pembelajaran berbasis game ini dinamai “Inquisitive Dartboard”yang terdiri darisebuah papan dart, beberapa dart, kartu bergambar, panduan pengguna, dan kotak display. Materi yang disajikan dalam media ini dirancang berdasarkan silabus kurikulum 2013 dan lebih fokus pada KD 3.2 dan 4.2 yaitu tentang menyatakan dan menanyakan kemampuan seseorang. Dalam mengembangkan produk ini, peneliti mengadaptasi desain Penelitian dan Pengembangan(R &D) dari Borg dan Gall (1983). Kemudian peneiliti memodifikasi 10 langkah dalam pengembangan menjadi 8 langkah yaitu: (1) need analysis, (2) planning, (3) product development, (4) product try-out, (5) product revision I, (6) product validation, (7) product revision II, (8) final product. Media ini telah dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh dari need analysis. Hasil observasi kegiatan kelas pada saat need analysis menunjukkan hanya sedikit murid yang terlihat aktif dalam kegiatan speaking dan interaksi hanya terjadi pada guru dan murid sedangkan interaksi antara sesama murid hampir tidak pernah terjadi. Selain itu, hasil kuisioner menunjukkan bahwa mereka menyukai game untuk pembelajaran speaking di kelas. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam need analysis adalah lembar observasi, kuisioner siswa, dan panduan wawancara guru. Dalam validasi produk, peneliti membuat lembar validasi berupa chek list yang dipergunakan untuk menilai ke-valid-an media dan memperoleh saran atau masukan untuk perkembangan media. Validasi produk dipercayakan kepada salah seorang dosen di Universitas Negeri Malang dan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 25 Malang. Dari hasil validasi, peneliti disarankan untuk membuat warna dartboard lebih kontras dan memperbesar ukuran font pada tulisan di dartboard. Peneliti merevisi produk sebanyak dua kali; revisi pertama dilakukan setelah validasi, revisi ke-dua setelah produk di try-out. Pada try-out, instrument pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi, kuisioner siswa, dan panduan wawancara guru. Try-out dilaksanakan satu kali selama 45 x 2 menit. Pada akhirnya, produk ini telah layak digunakan sebagai sebuah media untuk mengajar speaking kepada siswa kelas 8 SMP karena produk ini telah melewati beberapa tahapan penting seperti need analysis, product validation,try-out, dan beberapa revisi. Berdasarkan data yang berhasil terkumpul setelah try-out, semuanya menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari hasil observasi saat try-out berlangsung, hampir seluruh siswa dapat membuat dan mengucapkan kalimat dengan benar. Dari kuisioner yang dibagikan setelah try-out, diketahui bahwa lebih dari Sembilan puluh persen murid mengatakan bahwa game menggunakan “inquisitive dartboard” dapat memperbaiki pronunciation, kelancaran berbicara, dan membantu mereka menyusun kalimat tentang menyatakan dan menanyakan kemampuan seseorang.Keseluruhan dari subjek juga menyatakan bahwa mereka suka belajar “speaking” dengan menggunakan media “inquisitive dartboard”. Media ini telah menjawab kebutuhan subjek dalam pembelajaran speaking. Hal ini telah membuktikan bahwa dengan menggunakan media yang tepatseperti “Inquisitive Dartboard” dan melalui kegiatan yang menyenangkan dapat mendorong kemauan siswa untuk berbicara serta dapat meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Meski demikian, beberapa revisi masih diperlukan; yaitu beberapa poin dalam aturan permainan. Peneliti menyarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menciptakan media yang lebih baik dengan cara meningkatkan tingkat kerumitan materi agar lebih menantang bagi subjek, atau merancang media dengan kompetensi dasar yang berbeda.

Penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan media poer point untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (studi pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Palu) / Rahmat

 

Rahmat. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan Media Power Point untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi pada Siswa Kelas VIII.F SMP Negeri 1Palu) Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, Ph.D. Kata Kunci: Numbered heads Together, power point, motivasi, hasil belajar. Masalah aktual yang selalu menjadi pembicaraan adalah upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil observasi di kelas VIII.F SMP Negeri 1 Palu menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa tergolong rendah karena siswa yang pasif dan kurang inisiatif, (2) hasil belajar menunjukkan bahwa siswa yang mencapai KKM hanya 30% atau 9 anak dari 29 siswa, dengan rata-rata nilai 60. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar.     Pendekatan penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Peneliti sebagai paritisipan penuh dan dibantu oleh 2 guru IPS sebagai observer. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palu dengan subyek penelitian siswa kelas VIII.F semester genap tahun 2012/2013 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, tes, angket dan dokumen.     Hasil penelitian penerapan model pembelajaran NHT dengan media power point yaitu: (1) penerapan model pembelajaran NHT dengan media power point oleh guru dan siswa terlaksana dengan baik melalui tahapan penomoran, penugasan, diskusi, pemanggilan nomor siswa, tanggapan dan penyimpulan sehingga dapat menumbuhkan sikap dan keterampilan sosial anak seperti kerjasama, empati dan sabar, (2) penerapan model pembelajaran NHT dengan media power point dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya hasrat untuk berhasil, dorongan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan terhadap belajar dan ketertarikan dalam belajar serta (3) hasil belajar siswa meningkat dimana ketuntasan klasikal siklus I mencapai 65,51% meningkat menjadi 89,93% pada siklus II atau meningkat sebesar 26,64%.     Saran yang diberikan adalah (1) penerapan model pembelajaran NHT hendaknya dikombinasikan dengan model-model lainnya yang bersifat permainan (game), (2) hendaknya guru berupaya menerapkan model pembelajaran kooperatif yang lain karena diharapkan dapat menekan sifat anarkis khususnya pada siswa, (3) sekolah hendaknya mampu merumuskan kebijakan yang mengarah pada peningkatan profesionalisme guru dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran, dan (4) peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian-penelitian sejenis di masa-masa yang akan datang.

Perbedaan hasil belajar siswa melalui pendekatan kerja kelompok dengan individu mata pelajaran IPS kelas IV SDD Barang 3 Kota Malang / Siti Rohmawati

 

Kata Kunci: Hasil belajar, Kelompok, Individu, IPS. Pada saat dilaksanakan observasi peneliti melihat ada perbedaan pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas IV. Yaitu ada yang menggunakan pendekatan pembelajaran kelompok ada pula dengan menggunakan pembelajaran individu. Oleh karena itu untuk mengetahui keefektifan kedua pendekatan tersebut. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan bagaimana hasil belajar siswa melalui pembelajaran kelompok dengan pembelajaran individu, (2) untuk menjelaskan apakah terjadi perbedaan hasil belajar antara pembelajaran melalui kerja kelompok dan individu. Jenis penelitian ini adalah peneltian Kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian yaitu Eksperimen. Eksperimen yang digunakan taitu eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Bareng 3 Kota Malang, sedangkan sampel yang digunakan ayaitu kelas IVA dan IVC. Sebelum melakukan uji hipotesis, maka dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji homogenitas dan normalitas. Setelah uji prasyarat dilakukan, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar tersebut. Beradasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberikan perlakuan secara individu maupun secara kelompok. Hal ini bisa terlihat dari hasil belajar yang telah dilakukan oleh siswa kelas IV SD Negeri Bareng 3. Pada kelas Eksperimen dengan diberikan perlakukan pembelajaran kelompok memperoleh hasil rata-rata 82,18. Sedangkan pada kelas Kontrol yang diberikan perlakuan secara individu memperoleh hasil belajar dengan rata-rata 76,40 . Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya: (1) guru mencoba menerapkan pembelajaran kelompok karena dari respon siswa, diperoleh data bahwa siswa sangat senang dengan pembelajaran kelompok, karena dengan pembelajaran kelompok siswa dapat belajar berinteraksi dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan suatau masalah dalam kelompok. Menggunakan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memvariasi cara guru dalam mengajar sehingga siswa tidak bosan hanya dengan menggunakan metode ceramah saja. (2) Peserta didik lebih meningkatkan keberaniannya, rasa tanggung jawab dan pandai dalam bersosialisasi dengan temannya.

Pengaruh modernitas individu dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa (Studi pada mahasiswa S-1 Akuntansi Program studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Farida Ariyani

 

ABSTRAK Ariyani, Farida. 2008. Pengaruh Modernitas Individu dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa S-1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Makaryanawati, S.E., M.Si., (II) Bambang Sugeng, Drs., S.E.Ak, M.A., M.M.Dr. Kata kunci : modernitas individu, fasilitas belajar, prestasi belajar. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan era globalisasi telah membawa perubahan di semua aspek kehidupan manusia, misalnya pada pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Dengan berbagai teknologi, mahasiswa dapat belajar tidak hanya bersumber dari buku dan penjelasan dari dosen, tetapi dengan mencari sumber-sumber lain yang lebih relevan. Dengan pemanfaatan berbagai fasilitas belajar yang tersedia baik di rumah maupun di kampus serta pemanfaatan berbagai teknologi secara maksimal akan membentuk modernitas individu mahasiswa dalam belajar. Dengan ini mahasiswa akan mendapatkan hasil prestasi yang lebih baik daripada hanya belajar dengan satu sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modernitas individu dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi mahasiswa S-1 pendidikan akuntansi angkatan 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sejumlah 150 mahasiswa, dan yang merupakan sampel penelitian sejumlah 52 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan menggunakan angket. Hasil penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian dianalisis. Analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda. Berdasarkan nilai t hitung (4,003) > t tabel (1,684) dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa secara parsial modernitas individu berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis fasilitas belajar nilai t hitung (2,820) > t tabel (1,684) dengan tingkat signifikan 0,007 < 0,05 . Disimpulkan bahwa fasilitas belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hasil uji F pada penelitian ini didapatkan F hitung (8,234) > F tabel (3,23) dengan tingkat signifikansi 0,001< 0,05 , sehingga disimpulkan bahwa modernitas individu dan fasilitas belajar berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar mahasiswa S-1 pendidikan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Berdasarkan R square diperoleh sebesar 0,252 atau berpengaruh 25,2 % modernitas individu dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa S-1 pendidikan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Berdasarkan perhitungan sumbangan efektif dihasilkan modernitas individu (40,80 %) dan fasilitas belajar (31,59 %). Jadi disimpulkan modernitas individu lebih dominan pengaruhnya terhadap prestasi belajar mahasiswa daripada variabel lainnya. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan : (1) peningkatan kualitas modernitas individu mahasiswa terus ditingkatkan dengan lebih aktif mengikuti dan memanfaaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) penyediaan fasilitas belajar di rumah dan di kampus yang memadai dan sesuai dengan perkembangan yang ada sehingga akan mempengaruhi peningkatan prestasi belajar mahasiswa.

Penerapan model pembelajaran number head together untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran kesekretariatan pada siswa kelas XII APK SMK PGRI 6 Malang / Faiqotun Ni'mah

 

ABSTRAKSI Ni’mah, Faiqotun, 2008. Penerapan Model Pebelajaran Numer Head Together untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Kesekretariatan pada Siswa Kelas XII APK 2 SMK PGRI 6 Janti. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran. Universitas negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Supriyanto, M.M, (2) Imam Bukhori,S.Pd, M.M Kata Kunci: Number Head Together, aktivitas siswa, hasil belajar Pendidikan merupakan suatu kebutuhan hidup yang sangat penting. Hal ini sangat mendasar mengingat pendidikan dijadikan sebagai salah satu tolok ukur tingkat kesejahteraan manusia. Usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang tercantum dalam kurikulum 2004 diperlukan penguasaan terhadap metode pembelajaran yang diantaranya memberi kesempatan pada siswa belajar secara aktif mengkonstruksi (membangun) pengetahuannya. Akan tetapi pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran masih disampaikan dengan metode ceramah dan pemberian tugas. Hal ini juga terjadi di kelas XII APK 2 SMK PGRI 6 Janti pada mata pelajaran Kesekretariatan. Sehingga siswa mengalami kejenuhan dan kurang aktif dalam kelas. Hal ini sangat berpengaruh pada aktivitas siswa yang sangat rendah di kelas dan siswa tidak bisa mencapai hasil belajar memenuhi standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Dalam penelitian ini salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk bisa mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran Number Head Together. Model pembelajaran ini melibatkan lebih banyak siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa dituntut untuk aktif di kelas karena siswa harus saling bekerjasama dalam kelompok, menyumbangkan pikiran, dan adanya tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar baik individu maupun kelompok. Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 6 Janti pada semester ganjil dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII APK 2. Peelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember dan berakhir pada tanggal 27 Desember.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi tes, observasi, wawancara, angket, dan catatan lapangan. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan memperoleh hasil bahwa model pembelajaran Number Head Together bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Prosentase peningkatan aktivitas hasil belajar pada tiap indikatornya adalah Saling ketergantungan positif mengalami peningkatan sebasar 25%, Interaksi tatap muka meningkat mengalami peningkatan sebasar 50% , Akuntabilitas individual/tanggung jawab individu mengalami peningkatan sebasar 25%, Ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi mengalami peningkatan sebasar 37%. Prosentase rata-rata hasil belajar kognitif mengalami peningkatan sebasar 3.58%. Sedangkan prosentse hasil belajar afektif meningkat pada setiap aspek meliputi aspek berpikir bersama dalam kelompok mengalami peningkatan sebasar 14.82%, kehadiran mengalami peningkatan sebasar 5,56% , kemampuan berkomunikasi mengalami peningkatan sebasar 12,97% , kejujuran mengalami peningkatan sebasar 1,85%, keaktifan mengalami peningkatan sebasar 23,15%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Number Head Together bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran Kesekretariatan siswa kelas XII APK 2 SMK PGRI 6 Janti. Pada penerapannya disarankan lebih memotivasi siswa untuk saling membantu dalam mengerjakan tugas diskusi, memotivasi siswa untuk lebih bersaing dengan kelompok lain, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.

Implementing story mapping strategy to improve the reading comprehension of narrative texts of the ninth grade students of SMPN 1 Bantaran Probolinggo / Nurul Chotimah

 

Chotimah, Nurul, 2014. Penerapan Strategi Story Mapping Untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Pada Teks Naratif Siswa Kelas IX SMPN 1 Bantaran Probolinggo.Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph.D. (II) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Kata Kunci: Strategi Story Mapping, Pemahaman Membaca, Teks Naratif       Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan di SMPN 1 Bantaran Probolinggo pada tanggal 15-16 Juli 2013, ditemukan bahwa siawa kelas IX SMPN 1 Bantaran Probolinggo tahun pelajaran 2013-2014 mempunyai masalah dalam pemahaman membaca yang diindikasikan dengan hasil nilai yang rendah dan kurangnya partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian strategi yang diterapkan guru di kelas dan juga motivasi siswa yang rendah. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas IXB SMPN 1 Bantaran.       Sehubungan dengan tujuan dalam penelitian ini, strategi Story Mapping diterapkan untuk membantu siswa meningkatkan pemahaman bacaan dalam teks naratif. Dalam penelitian ini, strategi Story Mapping diterapkan dalam satu siklus yang terdiri dari empat pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk pelaksanaan tes. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes membaca pemahaman, lembar observasi, kuesioner dan lembar catatan.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Story Mapping sukses. Hal ini ditunjukkan dengan hasil ketercapaian dari dua jenis kriteria kesuksesan. Setelah peneliti melaksanakan kegiatan di siklus pertama, didapatkan hasil ada 16 siswa mencapai peningkatan di atas 7 poin, 5 siswa yang mencapai peningkatan 7 poin dan 5 siswa mencapai kurang dari 7 poin tetapi 4 siswa diantaranya bisa mencapai KKM 75 atau di atasnya. Sehingga hanya ada 1 siswa yang tidak dapat mencapai peningkatan minimal 7 poin atau KKM minimal 75. Jadi, prosentase siswa yang mencapai peningkatan minimal 7 poin atau KKM minimal 75 adalah 96,15%. Disamping itu, hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa strategi Story Mapping berhasil meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Partisipasi siswa mencapai 78.2% selama dalam penerapan strategi. Selain itu respon siswa terhadap penerapan strategi berdasarkan hasil kuisioner juga bagus. Hal ini dapat dilihat dari prosentase respon siswa yang menyatakan sangat setuju dan setuju sebesar 80%-100%.       Penemuan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan strategi Story Mapping sukses dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa khususnya dalam teks naratif. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penerapan strategi Story Mapping yang dimulai dengan pre-reading phase: (1) mengaktifkan pengetahuan siswa dengan menunjukkan gambar, (2) memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan gambar, (3) meminta siswa untuk memprediksi topik yang akan dibahas dan kemudian mengenalkan topik, dan (4) membagi siswa ke dalam kelompok, di whilst-reading phase: (1)mengenalkan teks/cerita yang akan dibaca dan memberikan Story Map yang kosong kepada masing-masing kelompok, (2) memberi contoh bagaimana membaca teks, (3) meminta siswa untuk membaca teks dan mencari arti dari kata-kata sulit, (4) meminta siswa untuk mencatat judul dari cerita yang dibaca ke dalam Story Map, (5) meminta siswa untuk menganalisa dan mencatat bagian tertentu dari cerita dengan berdiskusi dengan teman sekelompoknya, (6) meminta siswa untuk mengisi Story Map dengan informasi-informasi tersebut , (7) meminta siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka, dan (8) meminta siswa mengerjakan tugas-tugas lain berkenaan dengan materi terkait secara kelompok, dan post-reading phase: (1) memberikan kuis/tes secara individu, (2) memberikan tanggapan terhadap penampilan siswa, (3) menanyakan kesulitan siswa, and (4) memberikan refleksi.     Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, pertama, strategi Story Mapping dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi untuk guru-guru bidang studi Bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar khususnya belajar pemahaman bacaan. Kedua, siswa dapat memanfaatkan strategi ini sebagai strategi pembelajaran mereka dalam membaca teks berbahasa Inggris khususnya teks naratif. Ketiga, Kepala Sekolah seharusnya mendorong guru-guru untuk menerapkan strategi Story Mapping dalam pengajaran bidang studi yang lain atau merangsang guru-guru bidang studi non Bahasa Inggris untuk melakukan penelitian yang sama pada bidang studi yang berbeda. Yang terakhir, para peneliti yang lain dapat melakukan penelitian yang sama pada ketrampilan yang sama atau berbeda (berbicara dan menulis) dengan setting yang berbeda atau menggunakan jenis teks yang berbeda. Mereka bisa juga melakukan penelitian menggunakan strategi Story Mapping dengan disain penelitian yang berbeda.                        

Penerapan model Team assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Gandekan 01 Kabupaten Blitar / Zuliati

 

Kata Kunci: Model TAI, Aktivitas belajar, Hasil belajar, IPS Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat diketahui bahwa pembelajaran IPS kelas IV di SDN Gandekan 01 masih menggunakan pembelajaran konvensional. Pembelajaran lebih berpusat pada guru (teacher centered) sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menawarkan model Team Assisted Indivdualization (TAI) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Gandekan 01 Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model TAI pada pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Gandekan 01, (2) aktivitas siswa kelas IV SDN Gandekan 01 selama pembelajaran IPS dengan model TAI, (3) hasil belajar siswa kelas IV SDN Gandekan 01 setelah diterapkan model TAI. Penelitian ini dilakukan di SDN Gandekan 01 Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dengan subyek siswa kelas IV sebanyak 29 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 15 sisa perempuan. Jenis yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggrat, meliputi 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan kolaborasi dengan guru kelas IV di SDN Gandekan 01. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, catatan lapangan, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunkan tiga cara, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Gandekan 01 dengan kompetensi dasar "mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya". Hal ini ditunjukkan dengan adanya perolehan keberhasilan guru dalam penerapan model TAI pada pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 74,075% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,29 %. Aktivitas siswa meningkat yaitu pada siklus I rata-rata ketuntasan belajar klasikal sebesar 65,5%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87,9%. Aktivitas ini meliputi kegiatan dalam belajar mandiri, menyampaikan pendapat, kerja sama dan menjawab soal kuis. Hasil belajar juga meningkat pada siklus I rata-rata ketuntasan belajar klasikal sebesar 74,1% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 86,15%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan kepada guru untuk menerapkan model TAI serta memperhatikan kekurangan yang dipaparkan dalam penelitian ini seperti pengelolaan kelas dan pengalokasian waktu harus diperhatikan dan bagi siswa hendaknya terlibat aktif dalam pelaksanaan setiap tahap dari model TAI.

The Awareness-raising training on oral communication strategies to improve the speaking ability of the students of history Departement, State University of Malang / Teguh Hadi Saputro

 

ABSTRACT Saputro, T.H. 2008. The Awareness-Raising Training on Oral Communication Strategies to Improve Students’ Speaking Ability. Thesis, Department of English Education. Faculty of Letters. Sarjana Program. State University of Malang. Advisor: Dra. Nunung Suryati, M. Ed. Key Words: Metacognitive training, oral communication strategies, conversation task or practice, strategy diary, students’ awareness, retrospective verbal report protocol Most students find many problems in speaking. Some of the problems faced by the students in expressing their idea orally, especially conversation, are nervousness, lack of confidence, and lack of linguistic supports including vocabulary, grammar, pronunciation, etc. Those problems make communication breakdown whenever the students have to deal with English conversation. College students of Pendidikan Sejarah of State University of Malang were identified faced similar problems. Moreover, it was found that they did not know anything about the oral communication strategies that could help them to improve their speaking ability. Therefore, it would be worthwhile to give them those strategies and raised their awareness on the use of them. The awareness-raising training was in form of metacognitive training. Metacognitive training on oral communication strategies has been proven to solve their problems and improve students’ speaking ability. An action research study was conducted to answer whether there is improvement in students’ speaking ability, especially conversation skill, after the students of Pendidikan Sejarah, academic year 2008, were given metacognitive training on oral communication strategies. This study was conducted in two cycles. Each cycles consisted of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Cycle 1 consisted of three meetings while Cycle 2 consisted of two meetings. The data obtained from field notes, students’ strategy diary, conversation task or practice and retrospective verbal report protocol. Field notes gave the data of description of students’ activity. Strategy diary provided the data of students’ awareness that had to reach at least 75 percent of the total number of students included in high and moderate level to meet the criteria of success of this study. The data of students’ performance were provided by scoring the students’ conversation task or practice using Oral Communication Assessment Scale. Students’ score had to reach 75 percent of total number of students who got band 3 to meet the criteria of success. Lastly, the retrospective verbal report protocol provided data of students’ use of oral communication strategies presented in form of description. The results showed that there was improvement in students’ speaking ability. It was shown by the improvement in students’ awareness through the strategy diary and students’ scores. The oral communication strategies were reported to be effectively used by the students. It means the metacognitive training that raised students’ awareness on how they should apply oral communication strategies consciously in the conversation has been able to improve students’ score of speaking performance. Based on the findings, it is suggested that English teachers or lecturers use metacognitive training on oral communication strategies in teaching speaking to help students improve their speaking ability and solve their most problems in speaking by using oral communication strategies. Besides, the practical suggestions for further study are suggested. First, it is important for the further researchers to spend one or two meetings to explain the procedure of the metacognitive training and the strategy diary, the oral communication strategies and the retrospective verbal report protocol. Second, it is recommended for further researcher to apply the training on different level of students, such as elementary, junior or senior high students. Lastly, since in this study, the researcher did not analyze deeper the retrospective verbal report protocol, further research can analyze it deeper to investigate which oral communication strategies mostly used by the students and the reasons.

Upaya lembaga PAUD dalam meningkatkan pendidikan moral anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 1 Malang / Miftahus Sholiha

 

Kata Kunci: Upaya Lembaga PAUD, Pendidikan Moral, Anak Usia Dini Lembaga Pendidikan anak usia dini sebagai sumber belajar salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan program pendidikan anak usia dini. Lembaga pendidikan anak usia dini berperan dalam peningkatan mutu pendidikan anak usia dini serta berperan dalam proses pengajaran untuk menambah wawasan orang tuanya. Partisipasi orang tua bagi pendidikan anak adalah memberikan dasar pendidikan, sikap dan ketrampilan dasar seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar untuk memenuhi peraturan, dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan Upaya lembaga PAUD dalam meningkatkan pendidikan moral anak usia dini (2) mendeskripsikan tingkat pendidikan moral anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dengan sampel 32 orang yaitu menggunakan sampel total. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan wawancara. Dari hasil penelitian diketahui bahwa data keseluruhan upaya lembaga PAUD dalam meningkatkan Pendidikan Moral Anak Usia Dini memiliki nilai persentase 37,50% dengan kriteria cukup baik. Sedangkan dari hasil penelitian data keseluruhan tingkat pendidikan moral anak usia dini memiliki nilai persentase 58,12% dengan kriteria baik. Berdasarkan temuan data tersebut maka disarankan (1) Bagi Orang Tua, Orang tua sebagai pendidik utama dan yang pertama sebaiknya lebih aktif dalam kegiatan yang diadakan sekolah serta memberikan partisipasinya kepada anaknya. Agar pendidikan anak usia dini lebih bermakna. (2) Bagi lembaga kelompok bermain RESTU, untuk memperluas kegiatan-kegiatan yang berkaitan tentang parenting education. Sehingga nantinya orang tua tidak kesulitan dalam mendidik anaknya. Dan lembaga kelompok bermain Restu semakin berkembang. (3) Bagi Jurusan PLS, untuk memperluas dan mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan program Pendidikan Luar Sekolah dapat semakin berkembang dan semakin dikenali oleh masyarakat luas. Hasil penelitian ini dapat dijadikan kontribusi dalam bidang pengembangan pembelajaran terutama pada pendidikan anak usia dini. (4) Bagi Peneliti lanjut yang ingin mengembangkan penelitian sejenis hendaknya dikembangkan dengan ruang lingkup yang lebih luas baik variabelnya atau populasinya, dengan demikian dapat dijadikan acuan peneliti dimasa yang akan datang.

Hubungan atara kesesakan (crowding) dan stres lingkungan masyarakat di kawasan pemukiman padat penduduk Kelurahan Kidul Dalem Embong Brantas Kota Malang / Karlina Siti Aisyah Kharismaharani Putri

 

ABSTRAK Putri, Karlina S.A.K. 2016. HubunganAntaraKesesakan(Crowding) danStresLingkunganMasyarakat di KawasanPemukimanPadatPendudukKelurahanKidulDalemEmbongBrantas Kota Malang.Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Ed., M.Si, (II) Indah YasminumSuhanti, M.Psi. Kata Kunci :streslingkungan, kesesakan(crowding), masyarakat di kawasanpemukimanpadatpenduduk Streslingkunganmerupakanreaksi (respon) organisme terhadap rangsang (stimulus) yang dianggap tidak menyenangkan yangdihasilkanketikaindividudanlingkunganbertransaksi, baiknyataatautidaknyata, antaratuntutansituasidansumber-sumber yang dimilikiindividu yang dapatdiamatidarisegiemosional, kognitif, perilakusosial, danfisiologis. Kesesakan(crowding)merupakansebuahperasaansubyektifindividuterhadapketerbatasanruang yang ada.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuihubunganantarakesesakan(crowding)danstreslingkunganmasyarakat di kawasanpemukimanpadatpendudukKelurahanKidulDalemEmbongBrantas Kota Malang. Penelitianinimerupakanpenelitiankuantitatifdenganmetodekorelasional, denganjumlahsubjekpenelitian100 masyarakat yang tinggal di kawasanpemukimanpadatpendudukKelurahanKidulDalemEmbongBrantas Kota Malang.Instrumenpenelitianadalahskalastreslingkungandanskalakesesakan(crowding).Skalastreslingkungandiperoleh 27aitem valid denganreliabilitassebesar0,925.Skalakesesakan (crowding) diperoleh 29 aitem valid denganreliabilitassebesar0,922.Analisisdeskriptifdenganpengkategorianberdasarkanskor Z, sedangkan data penelitianmenggunakanteknikkorelasiPearson Product Moment. Hasilpenelitianinimenunjukkanmasyarakat yang tinggal di kawasanpemukimanpadatpendudukKelurahanKidulDalemEmbongBrantas Kota Malang (1) sebanyak 51%mengalamistreslingkungantinggi(2)sebanyak 55 % mengalamikesesakan(crowding)(3) terdapathubunganpositifantarakesesakan (crowding) danstreslingkungandengannilaikorelasi0,313dannilaisignifikansisebesar0,002. Saran yang dapatdiberikandaripenelitianiniadalah (1) bagimasyarakat yang tinggal di kawasanpemukimanpadatpenduduk: beradaptasidengankeadaanpemukiman yang padat, beranekaragam, banyakperaturan, dansosialisasidalammasyarakatsertaikutaktifdalamkegiatansosialwargasetempat(2) bagipemerintah: melibatkanwargasetempatpadakegiatan-kegiatansosial yang dapatmenimbulkandampakpositifataumenghibursepertipenyuluhantentang KB, pengobatan gratis atau pun perayaan lain dankegiatantersebutharusdilaksanakansecararutinterjadwal(3) bagipenelitiselanjutnya: mengkajilebihdalammengenaifaktor-faktorlain, sepertikebersihanlingkungan, faktortingkatekonomi, danfaktorkebisinganyang dapatmempengaruhistreslingkunganmasyarakat yang tinggal di kawasanpemukimanpadatpenduduk.

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Trenggalek / Chandra Setyoningrum

 

ABSTRAK Setyoningrum, Chandra. 2008. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Trenggalek. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Mulyoso, SE., M.Si, (II) Drs. Mohammad Arief. M.Si. Kata kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan. Seiring dengan bergulirnya perdagangan bebas di masyarakat dalam era globalisasi ini, masalah kualitas merupakan salah satu bagian penting dan sangat perlu mendapat perhatian yang sangat serius bagi perusahaan untuk tetap bisa bertahan dalam lingkungan bisnis. PDAM merupakan perusahaan yang dikelola oleh pemerintah daerah yang dalam pengoperasiannya sebagai badan pelayanan urusan penyediaan dan pelayanan air bersih kepada masyarakat. PDAM sebagai organisasi sektor publik mengutamakan kepuasan masyarakat melalui penyediaan barang dan pelayanan publik yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi kualitas layanan serta kepuasan pelanggan di PDAM Trenggalek, (2) pengaruh kualitas layanan (X) baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4) dan empati (X5) dan variabel terikatnya adalah kepuasan pelanggan (Y). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan PDAM Kecamatan Trenggalek, diambil dari total pelanggan PDAM sampai dengan bulan Agustus 2008 sebanyak 2164 pelanggan. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 96 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 alternatif jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis statistik inferensial regresi linear berganda. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) 73 (76,04%) responden menyatakan baik terhadap kualitas bukti langsung pada PDAM Kecamatan Trenggalek, (2) 57 (59,37%) responden menyatakan baik terhadap kualitas keandalan pada PDAM Kecamatan Trenggalek, (3) 56 (58,33%) responden menyatakan baik terhadap kualitas daya tanggap pada PDAM Kecamatan Trenggalek, (4) 46 (47,92%) responden menyatakan baik terhadap kualitas jaminan pada PDAM Kabupaten Trenggalek, (5) 45 (46,87%) responden menyatakan baik terhadap kualitas empati pada PDAM Kecamatan Trenggalek, dan (6) 53 (55,21%) responden menyatakan puas pada PDAM Kecamatan Trenggalek. Ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan dilihat dari bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap, (X3), dan jaminan (X4) secara parsial terhadap kepuasan pelanggan di PDAM Trenggalek dengan nilai B1 = 0,150, thitung 2,578, dan nilai sig t = 0,012; B2 = 0,253, thitung 4,175, dan nilai sig t = 0,000; B3 = 0,165, thitung 2,878, dan nilai sig t = 0,005; B4 = 0,198, thitung 3,925. Tidak ada pengaruh signifikan antara kualitas layanan dilihat dari empati terhadap kepuasan pelanggan di PDAM Kecamatan Trenggalek dengan nilai sig t = 0,207; B5 = 0,064, thitung 1,271. Ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan dilihat dari bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4) dan empati (X5) secara simultan terhadap kepuasan pelanggan di PDAM Kecamatan Trenggalek. Berdasarkan nilai Fhitung sebesar 22,388 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,530. Hal ini berarti bahwa 53,0% kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Sedangkan sisanya sebesar 47% dipengaruhi faktor lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk meningkatkan kualitas layanan agar lebih mempertahankan tingkat layanan yang memuaskan, pihak manajemen PDAM Kecamatan Trenggalek sebaiknya tetap mempertahankan kondisi seperti pada kualitas bukti langsung, keandalan, daya tanggap, dan jaminan, (2) Pihak manajemen PDAM Kecamatan Trenggalek perlu meningkatkan kualitas layanan berupa empati yang menurut pelanggan masih belum sesuai dengan yang diharapkan pelanggan. Agar empati menjadi lebih efektif apabila perhatian terhadap kebutuhan dan keluhan pelanggan serta komunikasi yang baik dari pihak manajemen PDAM Kecamatan Trenggalek dengan pelaksana pelayanan perlu ditingkatkan serta adanya keterbukaan kepada pelanggan. (3) Perlu peningkatan mutu sumber daya manusia di PDAM Kecamatan Trenggalek melalui pelatihan disiplin kerja, pembinaan dan motivasi agar kinerja karyawan menjadi semakin baik. (4) Untuk pemasaran air PDAM lebih ditingkatkan dengan menyesuaikan harga pemasangan maupun harga penggunaan dengan kondisi pendapatan penduduk. Hal ini diharapkan dalam pembayaran pemasangan maupun penggunaan air dapat terjangkau oleh kemampuan pelanggan. (5) Kepada pihak pemerintah khususnya PDAM, diharapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Terutama pelanggan yang kondisi airnya kurang baik. Pipa saluran air PDAM diusahakan jaringan distribusinya semakin dekat dengan konsumen dengan harapan semua pelanggan yang memerluka air PDAM dapat terlayani.

Penggunaan Praposition Nach dan Zu pada karangan mahasiswa Jurusan Bahasa Jerman angkatan 2009 Universitas Negeri Malang / Vidya Adinarti

 

Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis kreatif / Fransiskus Sanda

 

PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF Fransiskus sanda, Punaji Setyosari, Utami Widiati, Dedi Kuswandi UniversitasNegeri Malang E-mail:sandafransiskus@gmail.com ABSTRAK: Penelitian dengan judul Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Menulis Kreatif, dilatari oleh suatu kenyataan bahwa menulis kreatif merupakan suatu kompetensi berbahasa Indonesia yang sulit untuk dicapai siswa, khususnya siswa di satuan tingkat SMP. Kesulitan ini disebabkan oleh rendahnya motivasi siswa untuk menulis dan sulitnya menata pikiran lisan ke dalam wacana Bahasa Indonesia tulis dengan pilihan kata yang kreatif, struktur kalimat yang efektif, dan gaya bahasa yang menarik untuk dibaca. Untuk mencapai kompetensi semacam itu, guru hendaknya memilih pendekatan dan strategi pembelajaran yang dapat meminimaslisasi kesulitan-kesulitan itu. Berdasarkan latar belakang dimaksud, maka kondisi pembelajaran, strategi pembelajaran, hasil pembelajaran menulis kreatif dengan pendekatan kontekstual diangkat sebagai fokus dalam penelitian ini. Berkiblat pada fokus tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam pengalaman guru Bahasa Indonesia membelajarkan pokok bahasan menulis kreatif kepada siswa kelas VIII SMPN 4 Taebenu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengalaman membimbing dan mendampingi para siswa menulis kreatif dengan pendekatan kontekstual lebih dapat memecahkan kesulitan yang dialami para siswa dari pada pengalaman para membimbing dan mendampingi siswa menulis kreatif dengan pendekatan yang masih bersifat konvensional. Suatu keunikan dari pendekatan kontekstual dalam menulis kreatif adalah ketika para siswa dibimbing dan didampingi guru melalui kerja sama antarkelompok dalam suasana constructivism, inquiry, questioning, learning community, modelling, refflection, dan authentic assessment. Melalui suasana-suasana seperti itu imajinasi dan kreativitas para siswa dapat diwujudnyatakan dalam menulis karya-karya kreatif seperti puisi-puisi kontemporer, esei, dan naskah drama sederhana. Berdasarkan temuan tersebut, maka pendekatan kontekstual dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran menulis kreatif. Walaupun demikian, ada sejumlah suasana pembelajaran yang masih perlu didampingi guru secara lebih baik yakni suasana questioning, refflection, dan authentic assessment. Kata Kunci: Pembelajaran, kontekstual, menulis kreatif.

Penggunaan internet sebagai media pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sawojajar 4 Kota Malang / Efi Sutrisnawati

 

Kata Kunci: Internet, Media Pembelajaran, IPS SD. Hasil wawancara dan observasi pada pelaksanaan PPL 1 di SDN Sawojajar 4 diketahui bahwa guru sering tidak menggunakan media saat pembelajaran mata pelajaran IPS dikarenakan guru kesulitan dalam menentukan dan mengadakan media pembelajaran. Dari wawancara peneliti dengan guru kelas IV tanggal 18 Januari 2012, diketahui bahwa metode yang umum digunakan guru dalam pembelajaran adalah ceramah. Tanggal 21 Januari 2012 peneliti melihat langsung pembelajaran mata pelajaran IPS di kelas IV dengan menggunakan metode ceramah. Siswa terlihat bosan dan berbicara dengan temannya. Pernyataan tersebut terbukti dengan rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Sawojajar 4 tahun ajaran 2011/2012. Hasil analisis dokumentasi hasil ujian akhir semester I menunjukkan 17 siswa dari 37 siswa berada di bawah KKM yang ditentukan yaitu 60. Hasil wawancara tanggal 18 Januari 2012 dengan guru kelas IV, peneliti mengetahui saat pembelajaran tentang “mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya”, guru hanya meminta siswa melihat bahan ajar yang dimilikinya. Banyak media yang bisa dimanfaatkan guru tetapi tidak digunakan contohnya adalah handphone milik guru, sepeda milik siswa, sepeda motor milik guru, lonceng manual maupun lonceng elektronik sekolah, enam buah komputer walaupun belum berada pada ruangan khusus, bahkan di sekolah ada layanan akses ke dunia global yaitu internet yang biasa digunakan petugas tata usaha sekolah untuk memperlancar kinerjanya. Hasil wawancara peneliti dengan siswa kelas IV tanggal 23 Januari 2012, mereka tidak asing dengan internet walaupun belum pernah menggunakan sarana tersebut dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan internet sebagai media pembelajaran IPS di kelas IV SDN Sawojajar 4 Kota Malang, (2) mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Sawojajar 4 Kota Malang selama menggunakan internet sebagai media pembelajaran, (3) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sawojajar 4 Kota Malang selama menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc. Taggart, meliputi empat tahap yaitu 1) planning, 2) acting & observing, 3) reflecting, dan 4) revise plan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan internet sebagai media pembelajaran IPS kelas IV di SDN Sawojajar 4 Kota Malang dapat dilaksanakan dengan baik. Persentase kesesuaian RPP yang dibuat dan pelaksanaan pembelajaran siklus 1 sebesar 86,67%, pada siklus 2 sebesar 98,34%, dan pada siklus 3 mencapai 100%. Pembelajaran pada siklus 1 ke siklus 2 meningkat sebesar 11,67% dan pada siklus 2 ke siklus 3 meningkat sebesar 1,66%. Penggunaan internet sebagai media pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus 1 adalah 68,47 menjadi 83,78 pada siklus 2, dan 96,28 pada siklus 3. Peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 20,31dan 12,5 dari siklus 2 ke siklus 3. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari rata-rata 69,12 pada siklus 1 menjadi 87,3 pada siklus 2 dan 95,88 pada siklus 3. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 18,18 pada siklus 1 ke siklus 2 dan peningkatan dari siklus 2 ke siklus 3 sebesar 8,58. Persentase ketuntasan belajar klasikal 86,5% (32 siswa) pada siklus 1 dan 100% (37 siswa) dicapai pada siklus 2 dan siklus 3. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai berikut: (1) Hasil observasi peggunaan internet sebagai media pembelajaran IPS pada siklus 1, siklus 2, sampai siklus 3 selalu mengalami peningkatan. (2) Penggunaan internet sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok perkembangan teknologi. (3) Penggunaan internet sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok perkembangan teknologi.

Peningkatan prestasi belajar matematika melalui penggunaan kartu bilangan di kelas II SDN Cangkringmalang III Kecamatan Beji-Pasuruan / Mbiarut Latar

 

Sebagai tenaga profesional, seorang guru dituntut mampu menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pengajaran. Untuk itu, guru perlu menyiasati agar pelajaran yang akan diberikan menjadi menyenangkan dan dapat diterima oleh siswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika dengan menggunakan kartu bilangan dan cara penggunaan kartu bilangan dalam pelajaran matematika. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti melakukan penelitian sesuai tahapan; observasi, pra tindakan, siklus I, siklus II, pengumpulan data dan analisis data. Teknik yang digunakan yaitu dengan observasi, tanya jawab, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi bersama dengan teman sejawat dan guru kelas. Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Cangkringmalang III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, dengan jumlah siswa 27, 13 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Berdasarkan tabel penilaian terhadap proses kegiatan belajar yang dilakukan siswa pada tindakan pembelajaran Matematika dalam mengurutkan bilangan pada siklus I menunjukkan dari 27 siswa terdapat 22 siswa (81,4%) menunjukkan tergolong baik dengan nilai berkisar 6 – 8, dan terdapat 5 orang siswa dengan nilai 60 menunjukkan tergolong cukup. Kesimpulan dari penelitian ini : 1) Pada pra tindakan menunjukkan 2 orang siswa dari 27 siswa mempunyai nilai di atas 70, sedangkan 25 siswa dibawah 70. Pada siklus I terdapat 4 siswa memperoleh nilai di atas 70 sedangkan 21 siswa memperoleh nilai di bawah 70. 3. Pada siklus II terdapat 19 siswa memperoleh nilai di atas 70, sedangkan 8 orang mempunyai nilai di bawah 70. 2) Penilaian proses kegiatan belajar siswa. Pada penilaian proses kegiatan belajar siswa pada siklus I dapat dikemukakan bahwa tingkat keaktifan siswa menjukkan 4 orang siswa (14,8%) menunjukkan baik dengan nilai berkisar 7-8 dan terdapat 21 yang memperoleh nilai di bawah 60, hal ini menunjukkan tergolong rendah. Pada siklus II terjadi peningkatan dimana 19 (33,3%) orang siswa memperoleh nilai berkisar 7-18 dan terdapat 8 orang yang memperoleh nlai di bawah 60. 3) Penilaian ketrampilan mengajar guru.

Errors in using simple past tense in recount texts writen by the eighth graders of SMP Lab UM / Ansyar

 

Key Words: errors, simple past tense, recount text. This study investigates the errors in using simple past tense in recount texts written by the eighth graders of SMP Lab UM. Most of the students consider writing as the most difficult skill of all. Therefore, the students often make errors, particularly when they use simple past tense in writing recount texts. This study was conducted under the consideration that simple past tense plays an important role in writing a recount text. The problems of this study are what dominant errors in recount texts written by the eighth graders of SMP Lab UM are and what types of errors that occur in using simple past tense in recount texts are. The purposes of this study are to find out the dominant errors in simple past tense in recount texts made by the eighth graders of SMP Lab UM and to find out the types of errors that occur in using simple past tense in recount text. The population of this study was the eighth year students of SMP Lab UM in the academic year of 2011/20012 which consisted of six classes; they were 8A, 8B, 8C, 8D, 8E, and 8F. The total number of the population was 185 students in which 28 students were chosen as the samples. Cluster random sampling was used to collect the data to represent each class, so that they were all well represented. The samples were 15% of the whole population to collect the data. The instrument used is a writing task consisting of an outline in writing a recount text. In analyzing the data, error analysis is used in which there are five steps; they are identifying the errors, classifying the errors, calculating the errors, putting the result in tables and the drawing conclusions. Finally, the result of the analysis shows that there were 11 types of errors. They are omission of to be as many as 9.46%, wrong form of to be as many as 13.96%, wrong form of infinitive to as many as 1.80%, addition of to be (before and after verb) as many as 6.76%, wrong form of verb as many as 53.60%, wrong form of modal auxiliary 6.31%, omission of verb 0.90%, wrong form of negative sentence as many as 2.25%, wrong form of question sentence as many as 0.45%, omission of subject pronoun as many as 2.25%, and wrong form of subject pronoun as many as 2.25%. It is concluded that the dominant errors lie on the wrong form of verb in the students’ recount texts whose proportion of the errors is 53.60%. Based on the result of the research, it is suggested that the eighth graders of SMP Lab UM should be given intensive exercises on the correct structure of simple past tense in their writing. The teacher also should give feedback on the students’ recount texts.

Pengembangan multimedia interaktif dengan menggunakan sparkol videoscribe pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa di SMK / Fitria Aristasari

 

ABSTRAK Aristasari, Fitria. 2016. Pengembangan Multimedia InteraktifdenganMenggunakanSparkolVideoscribepada Mata PelajaranAkuntansi Perusahaan Jasa di SMK. Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suparti, M.P (II) Dr. SatiaNur Maharani, S.E., M.SA.,Ak. Kata Kunci: MultimediaInteraktif, SparkolVideoscribe, SiklusAkuntansiPerusahaanJasa Media pembelajaran yang saatinisudahbanyakdikembangkanadalah media pembelajaranberbasismultimedia interaktif, yaitupengembangan media pembelajarandenganmenggunakan video. Dalam proses belajar mengajar, guru sudah memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran seperti microsoft powerpoint akan tetapi media yang digunakan masih belum menarik perhatian dan memotivasi siswa dalam belajar akuntansi. Oleh karena itu, pemanfaatan multimedia interaktif dengan menggunakan Sparkol Videoscribe dapat dijadikan sebagai inovasi untukmenarik perhatian siswa dalam belajar dan menjadi sebuah alternatif dalam mengatasi permasalahan kejenuhan dalam proses pembelajaran. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model Borg & Gall (1989) yang telah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan keadaan lapangan, keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya yang terdiri dari (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) pengembangan produk awal, (3) uji coba lapangan awal, (4) merevisi hasil uji coba, (5) uji coba lapangan, (6) penyempurnaan produk, dan (7) produk akhir. Kegiatan uji coba produk dilaksanakan pada kelas X AKSMK PGRI 2 Malang sejumlah 15 siswa yang dipilih secara acak. Jenis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrimen yang digunakan berbentuk kuesioner atau angket. Hasil validasi oleh ahli media memperoleh persentase sebesar 92,8%, ahli materi sebesar 86,15%, uji coba pengguna guru sebesar 86,25%, dan uji coba pengguna siswa sebesar 88%, sehingga rata-rata keseluruhan validasi sebesar 88,3%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mutimedia interaktif dengan menggunakan Sparkol Videoscribe pada mata pelajaran akuntansi di SMK dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas maupun secara mandiri.Berdasarkanhasilpenelitiandisarankankepada guru khususnya, untukmemanfaatkanproduk multimedia interaktifdenganbantuanbukupetunjukpenggunaandalam proses pembelajaran. Saran kepadapengembangselanjutnyadapatmembuatprodukdengankonsepdanmateriyang lebih luas.

Pengaruh kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, demografi, perawatan balita, dan lingkungan biofisik terhadap morbiditas balita di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri / Wahyu Shobirin

 

Kata Kunci: morbiditas balita, hubungan, pengaruh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah bahwa Kecamatan Puncu termasuk dalam kecamatan yang memiliki tingkat mortalitas dan morbiditas tertinggi di Kabupaten Kediri. Kejadian mortalitas balita pada tahun 2011 sebanyak 32 balita dan kejadian morbiditas balita sebanyak 4081 dari 4416 balita di Kecamatan Puncu. Hal ini berarti hampir semua balita di Kecamatan Puncu pernah mengalami sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat morbiditas balita di Kecamatan Puncu (2) besarnya pengaruh kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, kondisi demografi, lingkungan biofisik, dan perawatan balita terhadap morbiditas balita di kecamatan puncu (3) nilai bobot sumbangan masing-masing variabel terhadap tingkat morbiditas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita sakit dalam tiga bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, sedangkan data primer dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan observasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tabulasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) morbiditas balita di Kecamatan Puncu termasuk tinggi 2) tidak ada pengaruh antara kondisi demografi dengan morbiditas balita, 3) ada pengaruh antara kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, perawatan balita, dan lingkungan biofisik dengan morbiditas balita, 4) perawatan balita merupakan penyumbang terbesar dalam mempengaruhi morbiditas balita. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar meningkatkan sanitasi lingkungan, lebih memperhatikan kebutuhan balita baik gizi maupun perawatan. Disamping itu untuk ibu-ibu balita lebih mencari dan menambah pengetahuan tentang kesehatan balita, gizi balita, dan perawatan balita

Evaluasi program pembelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kota Blitar / Lia Andharini P.

 

Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia tidak kunjung menemukan hasil yang menggembirakan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui evaluasi. Evaluasi atau penilaian merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Pengembangan alat evaluasi merupakan bagian intergral dalam pengembangan sistem instruksional. Oleh sebab fungsi evaluasi adalah untuk mengetahui apakah tujuan yang dirumuskan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah sebagai pertimbangan pengambilan kebijaksanaan yang tepat sekaligus untuk melihat keterlaksanaan program sebagai suatu realisasi kebijakan, untuk menentukan tindak lanjut dari program di SMAN se-Kota Blitar dalam: (1) penyusunan RPP, (2) proses pembelajaran di kelas, dan (3) evaluasi hasil belajar. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru ekonomi di SMAN se-Kota Blitar, yang meliputi enam guru dimana masing-masing SMAN diambil dua orang guru. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi, wawancara, dan angket. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation research) karena penelitian ini ingin menggambarkan kualitasprogram pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan guru ekonomi dari SMAN 1 dalam penyusunan RPP dengan nilai rata-rata yaitu 58,75 persen, kemudian guru ekonomi dari SMAN 2 mendapat nilai rata-rata yaitu 67,5 persen, sedangkan kemampuan guru ekonomi dari SMAN 3 dalam penyusunan RPP dengan nilai rata-rata yaitu kemampuan guru ekonomi dari SMAN 1 dalam penyusunan RPP dengan nilai rata-rata yaitu 58,75 persen. Maka kemampuan guru ekonomi dari SMAN 2 dalam penyusunan RPP lebih baik dari pada guru ekonomi dari SMAN 1 dan SMAN 3 Kota Blitar, (2) kemampuan guru ekonomi dari SMAN 1 dalam proses pembelajaran dengan nilai rata-rata yaitu 69,32 persen, guru ekonomi dari SMAN 2 dengan nilai rata-rata yaitu 75 persen, sedangkan guru ekonomi dari SMAN 3 dengan nilai rata-rata yaitu 67,18 persen. Maka kemampuan guru ekonomi dari SMAN 2 dalam proses pembelajaran lebih baik dari pada guru ekonomi dari SMAN 1 dan SMAN 3 Kota Blitar, dan (3) evaluasi hasil belajar rata-rata sudah dilaksanakan cukup baik akan tetapi karena dengan alasan keterbatasan waktu maka ketuntasan belajar siswa hanya dilakukan tidak maksimal dan tidak terdapat pengulangan materi pada siswa yang masih belum tuntas belajarnya.

Pengaruh etika praktik kerja industri dan prestasi bidang produktif terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK di Blitar / Indah Kurniawati

 

Kata kunci: Etika prakerin, prestasi bidang produktif, perencanaan pilihan karier. Perencanaan pilihan karier yaitu suatu proses kegiatan menyusun rencana dan mengambil keputusan karier yang ingin digelutinya di masa yang akan datang. Mengingat misi dari SMK yaitu menyiapkan peserta didiknya untuk ke dunia kerja, maka berbagai upaya peningkatan mutu telah banyak dilakukan, diantaranya: menyesuaian kurikulum dengan dunia kerja dan mengikuti program praktik kerja industri. Dalam pelaksanaan prakerin ini, segala perilaku, sikap dan moral siswa dalam bekerja menjadi aspek yang penting dalam penilaian yang dilakukan oleh industri terkait. Sesuai dengan latar belakang tersebut dirumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) bagaimanakah signifikansi pengaruh etika prakerin terhadap perencanaan pilihan karier siswa pasca sekolah, (2) bagaimanakah signifikansi pengaruh prestasi bidang produktif terhadap perencanaan pilihan karier siswa pasca sekolah, (3) bagaimanakah signifikansi pengaruh secara simultan etika prakerin dan prestasi bidang produktif terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa program keahlian TKJ SMK di Blitar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu etika prakerin dan prestasi bidang produktif serta variabel terikat yaitu perencanaan pilihan karier pasca sekolah. Subyek penelitian adalah siswa program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK di Blitar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling menghasilkan sampel berjumlah 180 siswa dari empat sekolah, yaitu: SMKN 1 Blitar, SMKN 2 Blitar, SMKN 1 Doko dan SMK Katolik Santo Yusup Blitar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan: (1) ada pengaruh yang signifikan etika prakerin terhadap perencanaan pilihan karier siswa pasca sekolah, diperoleh thitung (13,314) > ttabel (1,973), (2) ada pengaruh yang signifikan prestasi bidang produktif terhadap perencanaan pilihan karier siswa pasca sekolah, diperoleh thitung (13,821) > ttabel (1,973), (3) ada pengaruh secara simultan yang signifikan antara etika prakerin dan prestasi bidang produktif terhadap perencanaan pilihan karier siswa pasca sekolah, diperoleh Fhitung (130,065) > Ftabel (3,05).

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa mata pelajaran Geografi SMA kelas XI menurut Hadi Soekamto / Ria Ayu Ekaningtyas

 

ABSTRAK Ekaningtyas, Ria Ayu. 2016. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Menurut Hadi Soekamto. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Hadi Soekamto SH, M.Pd, M.Si (II) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd Kata Kunci : LKS, LKS Menurut Hadi Soekamto, Dinamika Kependudukan Dalam melakukan penelitian pengembangan LKS perlu dilakukan analisis kebutuhan berdasarkan Kurikulum 2013, karakteristik peserta didik, materi, dan kelemahan LKS yang sudah ada. Kurikulum 2013menitikberatkan prinsip pembelajaran dari peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu dan penyempurnaan pola pikir dari pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif. Selain itu, Kurikulum 2013 menekankan pada penerapan pendekatan ilmiah yang dapat meningkatkan aktivitas siswa. Karakteristik siswa SMA mampu berfikir abstrak dan logis, sehingga diperlukan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat berpikir abstrak. Karakteristik materi pelajaran geografi yang cocok dalam pengembangan LKS yaitu materi yang mengembangkan ketrampilan proses. LKS yang digunakan di sekolah memiliki kekurangan dari segi format, tampilan, dan isi. Berdasarkan analisis kebutuhan, maka dikembangkan LKS Geografi menurut Hadi Soekamto sebagai perbaikan kualitas LKS konvensional yang digunakan di sekolah saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS dengan format menurutHadi Soekamto pada materi Dinamika Kependudukan sesuai dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Dick and Carey yang dimodifikasi sesuai dengan tujuan penelitian. Dari 10 tahap pengembangan dimodifikasi menjadi 3 tahap yaitu : (1) tahap analisis, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap evaluasi.Desain uji coba terdiri dari uji coba validasi dan uji coba kelompok kecil. Uji coba validasi dilakukan untuk mengetahui kekurangan LKS dengan menunjuk ahli bahan ajar dan ahli materi sebagai validator. Uji kelayakan LKS untuk mengukur kelayakan LKS dilakukan pada 20 siswa kelas XII IIS1 dan 1 guru pengampu mata pelajaran geografi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan analisis dat kuantitatif. LKS hasil pengembangan divalidasi oleh dosen ahli materi dan dosen ahli bahan ajar Universitas Negeri Malang. Berdasarkan lembar validasi ahli materi dan ahli bahan ajar LKS dinyatakan “Layak dengan revisi”. Penilaian berdasarkan ahli materi memperoleh nilai 80,8 dengan kriteria “Sangat Layak” dan penilaian berdasarkan ahli bahan ajar memperoleh nilai 75,3 dengan kriteria “Layak”. Hasil uji coba kelompok kecil (pengguna) yaitu 20 siswa kelas XII IIS1 dan 1 guru pengampu mata pelajaran geografi memperoleh nilai 77,5 dengan kriteria “Sangat Layak”. LKS Geografi dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa yang menekankan pada aktivitas belajar. Selain itu, LKS diharapkan menjadi bahan ajar tambahan bagi guru yang berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), current ratio (CR) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007 / Ana Imroatul Habibah

 

ABSTRAK Habibah, Ana Imroatul. 2009. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR) dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. F. Danardana Murwani, M. M, (II) Fadia Zen, SE, M. M Kata kunci: debt to equity ratio (DER), current ratio (CR), net profit margin (NPM), return saham Tujuan utama seorang investor menginvestasikan dananya pada saham adalah untuk mendapatkan return yang maksimal dengan risiko tertentu. Return saham merupakan tingkat kembalian dari investasi sekuritas saham yakni terdiri dari dividen dan capital gain. Harga saham merupakan harga jual suatu saham di bursa efek yang berkaitan dengan prestasi yang dicapai perusahaan. Informasi yang relevan bagi investor sebagai dasar pengambilan keputusan dalam berinvestasi dapat diperoleh melalui penilaian terhadap harga saham dengan menilai kinerja keuangan perusahaan menggunakan analisis rasio yang diwakili oleh debt to equity ratio (DER), current ratio (CR), dan net profit margin (NPM). Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara debt to equity ratio (DER), current ratio (CR), dan net profit margin (NPM) sebagai variabel bebas terhadap return saham sebagai variabel terikat pada perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007 sebanyak 153 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 14 perusahaan yang diambil secara purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari internet (www.idx.co.id). Sedangkan analisis yang digunakan adalah uji hipotesis dengan analisis regresi linear berganda. Dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial variabel debt to equity ratio (DER) dan net profit margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Sedangkan variabel current ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara simultan variabel debt to equity ratio (DER), current ratio (CR), dan net profit margin (NPM) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu (1) bagi perusahaan, sebaiknya memperhatikan keadaan variabel debt to equity ratio (DER) dan net profit margin (NPM) untuk meningkatkan harga dan return saham perusahaan, (2) bagi investor, variabel debt to equity ratio (DER), current ratio (CR) dan net profit margin (NPM) dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan dalam berinvestasi, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis agar menambah jumlah variabel dan sampel penelitian serta menggunakan periode waktu yang lebih panjang agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Efektivitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) terhadap penguasaan materi siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 9 Malang / Ririn Kusnawati

 

Peningkatan kualitas pembelajaran mutlak diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Di SMA Negeri 9 Malang metode mengajar yang dilaksanakan hanya melalui ceramah. Salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam rangka mengaktifkan dan mengembangkan potensi siswa dalam pembelajaran ekonomi adalah dengan menerapkan model pembelajaran TGT. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah: (1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) di SMA Negeri 9 Malang. (2) Untuk mengetahui hasil penguasaan materi siswa kelas X yang diajarkan dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Sampel kelas X.6 dan X.7 dengan jumlah siswa masing-masing kelas adalah 41 siswa kelas X.6 dan 40 siswa kelas X.7. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu:(1) Penggunaan metode kooperatif model TGT sebagai variabel bebas (variabel independen). (2) Penguasaan materi sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian adalah (1) Instrumen Pembelajaran yang terdiri dari silabus/ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS, kartu soal dan kartu jawaban (2) Instrumen untuk mengukur penguasaan materi siswa yaitu tes kognitif. Tes ini terdiri dari pretes untuk mengukur kemampuan awal siswa dan post tes untuk mengetahui hasil penguasaan siswa. Uji hipotesis dengan menggunakan uji t dua pihak, sebelum dilakukan uji t dilakukan uji prasarat analisis yaitu dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil dari penelitian ini adalah tedapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan metode ceramah dan siswa yang diajar dengan metode kooperatif model TGT. Rata-rata kelas yang diajar dengan metode TGT adalah 79,75 sedangkan kelas yang diajar dengan ceramah adalah 66,22. Hal ini memberikan gambaran bahwa penguasaan materi pada kelas yang diajar dengan model TGT lebih tinggi daripada kelas yang diajar dengan metode ceramah. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode kooperatif berjalan dengan efektif. Peningkatan unsur berada pada riteria cukup bagus sampai bagus. Saran sebaiknya dilakukan pengawasan dalam pelaksanaan metode ini agar tercipta suasana belajar yang lebih lancar.

Pembelajaran lingkaran melalui pemecahan masalah model polya di kelas II SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Aiyub

 

Pengembangan e-module berbasis WEB sebagai media pembelajaran interaktif untuk standar kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi bagi siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Kartikadyota Kusumaningtyas

 

Kata Kunci: pengembangan, e-module, web, media pembelajaran interaktif. Dalam proses belajar mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran, diantaranya adalah pendidik, peserta didik, lingkungan, metode, serta media pembelajaran. Pemilihan media yang tepat diupayakan oleh guru untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu media yang memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan belajar yang dimiliki serta dapat memberikan gambaran nyata dalam membelajarkan materi adalah e-module berbasis web. Dengan mengoptimalkan ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai, e-module berbasis web dirancang sebagai media pembelajaran interaktif sesuai dengan penyajian materi pada standar kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi dimana dapat memberikan gambaran nyata dalam mem-perkenalkan perangkat keras komputer, menunjukkan cara kerja jaringan tele-komunikasi, modem dan satelit, serta memperkenalkan perangkat lunak aplikasi komputer. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menyusun materi, merancang aplikasi e-module berbasis web yang menekankan pada sistem pembelajaran tuntas (mastery learning) dan menguji kelayakan aplikasi e-module berbasis web. Aplikasi e-module berbasis web terdiri dari tiga menu utama, yaitu: (1) Modul Materi, (2) Modul Evaluasi, dan (3) Record Nilai. Model pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah model pengembangan variasi yang berasal dari model pengembangan menurut Sadiman, yang digunakan sebagai model pengembangan materi, serta model pengembangan perangkat lunak Incremental, yang digunakan sebagai model pengembangan perangkat lunaknya. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan kepada ahli materi dan ahli media menyatakan bahwa aplikasi e-module berbasis web mencapai tingkat validitas sebesar 85% dan 97,83%. Hasil uji coba perorangan siswa dan kelompok kecil yang dilakukan mencapai tingkat validitas sebesar 85,83% dan 86,56%. Sedangkan hasil uji lapangan yang dilakukan menyatakan tingkat validitas sebesar 89,09%. Merujuk pada kriteria validitas analisis persentase menurut Akbar dan Sriwiyana (2010:212), maka dapat diketahui bahwa aplikasi e-module berbasis web sangat valid sehingga aplikasi e-module berbasis web dikatakan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran di SMA Negeri 9 Malang terutama pada standar kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi. 

Pengaruh strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kawedanan / Agus Hadi Nuryanto

 

ABSTRAK Nuryanto, Agus Hadi. 2016. Pengaruh Strategi Think Pair Share pada Pem-belajaran Guided Inquiry terhadap Penguasaan Konsep Fisika dan Ke-mampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kawedanan. Te-sis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Parno, M.Si. (2) Dr. Wartono, M.Pd. Kata kunci: think pair share, guided inquiry, penguasaan konsep, kemampuan berpikir kritis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa guided inquiry mampu me-ningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran guided inquiry akan lebih efektif jika dilakukan secara kooperatif. Oleh karena itu penting memasukkan startegi think pair share ke dalam sintaks guided inquiry dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dan memaksimalkan hasil diskusi. Strategi think memberikan waktu untuk membangun kerangka pikir masalah yang akan diselidiki. Strategi pair memberikan kesempatan siswa men-curahkan hasil pemikiran secara verbal kepada pasangannya, dan strategi share memberikan waktu untuk menyampaikan kesimpulan hasil penyelidikan kepada seluruh siswa di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest and posttest control group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Ka-wedanan berjumlah 34 siswa setiap kelas. Pemilihan kelas dilakukan secara acak sehingga diperoleh satu kelas eksperimen satu yang diberi strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry, satu kelas eksperimen dua yang diberi pembelajaran guided inquiry tanpa strategi think pair share dan satu kelas kontrol yang diberi pembelajaran konvensional. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes penguasaan konsep fisika (r = 0,68) dan tes kemampuan berpikir kritis (α = 0,78) dan instrumen perlakuannya berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran materi suhu dan kalor. Uji prasyarat normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas varian menggunakan uji Bartlett. Pengujian hipotesis menggunakan MANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Lebih lanjut didapatkan bahwa penguasaan konsep fisika siswa yang belajar dengan strategi strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar tanpa strategi think pair share dan lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan pem-belajaran konvensional. Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibanding-kan siswa yang belajar tanpa strategi think pair share dan lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa stra-tegi think pair share pada pembelajaran guided inquiry mempunyai pengaruh positif terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Pergulatan tafsir dan proses belajar masyarakat dusun Binangun Desa Bumiaji terhadap tradisi suruhan dalam Slametan Gadeso / Denok Dwi Krestanti

 

Indonesia mempunyai berbagai macam kebudayaan, tradisi, juga kebiasaan yang berkembang di masyarakat, yang masingmasing mempunyai ciri khas dan keunikan yang bisa ditonjolkan. Masingmasing daerah dan suku mempunyai kebudayaan yang berasal dari warisan nenek moyang dan dilestarikan secara turunmenurun. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis mengulas tentang tradisi yang berkembang dalam masyarakat Jawa yaitu tradisi suruhan dalam upacara selametan Gadeso yang terdapat di desa Bumiaji kota Batu, kabupaten Malang. Skripsi ini membahas tiga permasalahan yaitu: (1) Bagaimana asalusul tradisi Suruhan (2) Bagaimana pergulatan tafsir yang terjadi dalam masyarakat Bumiaji tentang tradisi Suruhan (3) Bagaimana masyarakat belajar kebudayaan melalui pergulatan tafsir terhadap tradisi Suruhan. Penulisan ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui asalusul tradisi Suruhan (2) Untuk mengetahui pergulatan tafsir yang terjadi pada masyarakat Bumiaji tentang tradisi Suruhan. (3) Untuk mengetahui pembelajaran kebudayaan masyarakat melalui pergulatan tafsir terhadap tradisi Suruhan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti memakai metode kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu penelitian ini juga menggunakan data pengalaman individu karena peneliti adalah salah satu komunitas dalam masyarakat yang akan diobservasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama terkait sejarahnya, tradisi suruhan ini sendiri sudah mulai kabur dikalangan masyarakat karena umurnya yang sudah sangat lama. Tidak ada generasi yang mengetahui secara pasti kapan tradisi suruhan mulai diadakan. Sedangkan generasi sekarang hanya menerima suatu warisan budaya yang merupakan sebuah amanat agar tetap dijaga dan dilestarikan seterusnya. Kedua tentang pergulatan tafsir yang secara tidak langsung menimbulkan clash diantara warga masyarakatnya. Ada tiga kelompok yang dapat dibedakan terkait pergulatan tafsir dalam tradisi suruhan yaitu; kelompok yang pro, kelompok yang kontra, dan kelompok netral, yang cenderung mengikuti mainstream yang dirasa aman. Perbedaan pemikiran tersebut tidak menimbulkan konflik yang berarti, karena masyarakat lebih mementingkan harmoni sosial dan kerukunan. IV Ketiga, proses pembelajaran terkait dalam hal ini adalah bagaimana masyarakat menyikapi sebuah perbedaan tafsir atau cara pandang dalam tradisi suruhan. Masyarakat menyikapi perbedaan tafsir tersebut dengan cara yang cukup dewasa, dan mereka menghargai perbedaan satu sama lainnya, sehingga dapat memperkecil terjadinya konflik yang ada. Masyarakat dusun Binangun yang notabene masyarakat Jawa lebih mementingkan pengakuan nilai bersama dalam hal harmoni sosial sehingga menutupi perbedaanperbedaan, dan dapat meredam konflik yang ada.

Sifat organoleptik minyak wijen yang dekstrak dengan menggunakan pelarut minyak yang berbeda / Nurul Laili Maulidiah

 

ABSTRAK Maulidiah, Nurul Laili. 2009. Sifat Organoleptik Minyak Wijen yang Diekstrak dengan Menggunakan Pelarut Minyak yang Berbeda. Tugas Akhir, Program Studi Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. (II) Ir. Issutarti. Kata kunci: minyak wijen, minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak kacang tanah, organoleptik. Minyak wijen adalah minyak yang diekstrak dari biji-biji wijen. Minyak ini banyak digunakan di Jepang sebagai pengganti minyak salad. Sedangkan di Indonesia dan Cina minyak wijen digunakan sebagai penambah rasa dan aroma masakan. Ada dua jenis minyak wijen, yakni native oil dan refined oil. Jenis pertama (native oil) cocok digunakan untuk saus salad dan masakan yang diolah pada suhu dibawah titik didih. Jenis kedua (retined oil) tahan pada suhu tinggi sehingga sering digunakan untuk menggoreng. Pembuatan minyak wijen dapat dilakukan dengan proses pres dingin, sangrai dan pres panas. Minyak wijen yang banyak dijual di Indonesia adalah minyak wijen dengan proses penyangraian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan minyak wijen yang diekstrak dengan menggunakan pelarut minyak nabati yang berbeda, yaitu minyak kelapa sawit, minyak jagung, dan minyak kacang tanah. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik yang meliputi warna, kekeruhan, dan aroma melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Eksperimen dilakukan pada bulan November sampai Desember 2008 di Laboratorium Pastry dan Bakery Tata Boga Gedung H4 lantai dua Universitas Negeri Malang. Data diperoleh dari panelis agak terlatih sebanyak 20 orang, yaitu mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005-2006 secara acak. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap warna dan aroma antara minyak wijen yang diekstrak dengan minyak kelapa sawit, minyak jagung, dan minyak kacang tanah. Hasil uji mutu hedonik terhadap warna, kekeruhan, dan aroma minyak wijen menunjukkan bahwa minyak wijen yang diekstrak dengan menggunakan minyak kacang tanah menempati skor tertinggi. Untuk kekeruhan minyak wijen yang diekstrak dengan menggunakan minyak jagung mempunyai skor tertinggi. Sedangkan dari uji hedonik panelis menyukai warna, kekeruhan, dan aroma minyak wijen yang diekstrak dengan menggunakan minyak kacang tanah.

Hubungan antara kadar tanah liat pada cetakan pengecoran alumunium dengan kehalusan permukaan hasil cetak dan kekuatan tarik / Andhika Dwi Anggara

 

Kualitas benda hasil produk pengecoran sangat ditentukan oleh material cetakan, komposisi kimia logam cair maupun proses pengecoran yang dilakukan. Untuk mengetahui pengaruh kadar tanah liat pada cetakan terhadap pengecoran logam alumunium tingkat kehalusanya dan tingkat uji kekuatan tariknya, kami ambil sampel pada pengecoran logam AL. Dengan proses yang baik maka proses finishing hasil pengecoran logam alumunium dapat berkurang. Sehingga penggunaan bahan logam dapat digunakan secara maksimal. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif eksperimental dimana pengumpulan data melalui hasil pengujian di laboratorium. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah besarnya kadar tanah liat pada pasir cetak: 6%, 8%, 10%, 12%, dan 14%. Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah tingkan kehalusanya dan kekuatan tarik hasil pengecoran logam alumunium. Dari pengolahan data hasil penelitian untuk tingkat kehalusan hasil pengecoran ditemukan bahwa: nilai Fhitung = 131,605 dan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah: ada perbedaan yang signifikan pada besarnya kadar tanah liat yang terdapat pada pasir cetak terhadap tingkat kehalusanya.Sedangkan data hasil penelitian untuk tingkat kekuatan tarik hasil pengecoran ditemukan bahwa: Nilai Fhitung = 50,076 dengan taraf signifikansi < 0,01, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa H1 diterima artinya ada perbedaan yang signifikan pada kadar tanah liat yang terdapat pada pasir cetak terhadap tingkat kekuatan tariknya.

Muatan pendidikan karakter dalam lirik lagu anak tahun 1990-an / Latifah, Isma

 

Latifah, Isma. 2013. Muatan Pendidikan Karakter dalam Lirik Lagu Anak Tahun 1990-an. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kata Kunci: pendidikan karakter, lirik lagu anak. Lagu anak merupakan salah satu bagian dari sastra anak yang digemari oleh anak-anak. Lagu anak merupakan lagu yang memiliki isi dan bentuk yang dapat dijangkau dan dipahami anak sesuai dengan tingkat perkembangan jiwanya. Lagu anak mengandung banyak nasihat, nilai, dan pendidikan yang diperlukan anak. Di Indonesia, lagu anak memasuki masa keemasan pada tahun 1990-an. Berbeda dengan saat ini, lagu anak memiliki porsi yang cukup besar dalam dunia permusikan di Indonesia pada periode tersebut. Dalam kurun waktu terakhir ini, belum ditemukan penelitian yang membahas muatan pendidikan karakter dalam lagu anak tahun 1990-an. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan lingkungan, dan dengan kebangsaan yang terdapat dalam lirik lagu anak tahun 1990-an. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu lagu anak tahun 1990-an. Data penelitian berupa frasa, klausa, atau kalimat dalam lirik lagu anak tahun 1990-an yang memuat pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen secara intesif. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri, namun peneliti menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data dan tabel panduan analisis data. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai dengan nilai karakter yang sesuai, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh lima hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam lirik lagu anak tahun 1990-an, wujud nilai tersebut berupa melaksanakan perintah agama dan menghindari larangan agama, senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan, serta mencintai Tuhan beserta ciptaan-Nya. Kedua, nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri. Dalam lirik lagu anak tahun 1990-an terdapat wujud nilai jujur, tanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berjiwa wirausaha, kreatif, mandiri, ingin tahu, dan cinta ilmu.     Ketiga, nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama. Dalam lirik lagu anak tahun 1990-an, wujud nilai tersebut, yaitu menghargai prestasi, bersahabat, dan demokratis.     Keempat, dalam lirik lagu anak tahun 1990-an, nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan diwujudkan dengan peduli lingkungan dan peduli sosial.     Dan yang terakhir, kelima, nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan kebangsaan. Dalam lirik lagu anak tahun 1990-an, nilai-nilai tersebut diwujudkan dengan adanya semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, dan toleransi.     Berdasarkan kelima hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelima kelompok nilai perilaku manusia terdapat dalam lirik lagu anak tahun 1990-an. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada guru TK serta SD, orang tua yang memiliki anak-anak balita hingga usia sekolah dasar, serta para pencipta lagu anak.

Peranan jurnalistik dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (Studi kasus di Kalimantan Selatan tahun 1945-1949) / Dessy Handayani

 

Abstrak Handayani, Dessy. 2008. Peranan Jurnalistik dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (Studi Kasus di Kalimantan Selatan Tahun 1945-1949). Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (2) Drs. Marsudi, M.Hum Kata Kunci: Peranan Jurnalistik, Kalimantan Selatan Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan RI dilakukan oleh berbagai kalangan, salah satunya adalah para jurnalis. Dengan menggunakan media massa, para jurnalis berusaha untuk membengkitkan semangat rakyat untuk ikut dalam usaha mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Usaha untuk mempertahankan kemerdekaan melalui jurnalistik ini juga terjadi di Kalimantan Selatan. Para jurnalis di Kalimantan Selatan menggunakan jurnalistik sebagai sarana perjuangan pada masa revolusi fisik dengan tulisannya yang berupa propaganda, penerangan, serta kritik terhadap pemerintah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kondisi sosial politik di Kalimantan Selatan pasca proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, 2) Bagaimana perkembangan jurnalistik di Kalimantan Selatan tahun 1945-1949, 3) Bagaimanakah peranan jurnalistik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan tahun 1945-1949. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kondisi sosial politik di Kalimantan Selatan, 2) Untuk mengetahui perkembangan jurnalistik di Kalimantan Selatan tahun 1945-1949, 3) Untuk mengetahui peranan jurnalistik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan Tahun 1945-1949. Dalam penelitian sejarah metode yang digunakan ada lima tahap yaitu 1) pemilihan topik, 2) heuristik, 3) kritik, 4) interpretasi, dan 5) Historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini adalah status Kalimantan Selatan pada masa revolusi fisik yang masih dipermasalahkan, membuat perjuangan rakyat Kalimantan terus berjalan. Keinginan untuk menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia dihalangi oleh NICA dengan rencana membuat negara Kalimantan. Para jurnalis yang pada saat itu berhasil membangkitkan kembali kegiatan jurnalistik di Kalimantan Selatan, menggunakan jurnalistik sebagai alat untuk menuangkan segala pikiran, informasi, serta semangat perjuangan bagi rakyat di Kalimantan Selatan melalui tulisan-tulisannya dalam surat kabar dan majalah. Materi ini merupakan materi yang penting terutama sebagai pengetahuan tambahan siswa terhadap media massa atau jurnalistik. Materi yang telah disatukan dengan hasil penelitian ini dapat diterapkan pada sekolah-sekolah yang berada di Kalimantan Selatan karena materi ini merupakan bagian dari sejarah lokal selain masuk dalam bagian sejarah nasional juga. Materi ini dapat membantu siswa untuk mengetahui bahwa perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dapat diraih melalui perang atau diplomasi tetapi juga melalui pikiran dan semangat yang dituangkan dalam surat kabar ataupun majalah. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah, perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai tema ini. Penambahan bisa dilakukan dari segi objek kajian, ruang lingkup spasial dan temporalnya. Arsip-arsip dan surat kabar yang merupakan sumber primer dalam penelitian ini dapat diperoleh di Arsip Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Indonesia.

Pelaksanaan strategi diversifikasi produk dalam upaya menarik perhatian konsumen pada rumah makan lesehan dan galeri joglo Dau Kabupaten Malang / Achmad Chamdani

 

ABSTRAK Chamdani, Achmad. 2009. Pelaksanaan Strategi Diversifikasi Produk dalam Upaya Menarik Perhatian Konsumen pada Rumah Makan Lesehan dan Galeri Joglo Dau Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata kunci: strategi diversifikasi produk, menarik perhatian konsumen. Memasuki dunia usaha yang semakin berkembang pesat pada saat ini membuat persaingan usaha semakin ketat sehingga mendorong perusahaan untuk mampu bersaing dan menarik konsumen. Dalam persaingan yang semakin ketat tersebut, produsen harus mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga, produk yang dihasilkan merupakan produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Oleh karena itu, strategi produk perlu dilakukan produsen. Salah satu strategi produk yang dapat dilakukan oleh produsen yaitu strategi diversifikasi produk. Dengan strategi diversifikasi produk, produsen dapat menarik perhatian konsumen untuk meningkatkan penjualan. Pada saat ini di kota Malang banyak sekali bermunculan rumah makan, ini akan semakin memperketat persaingan. Salah satu dari rumah makan yang ada di kabupaten Malang adalah Lesehan & Galeri “Joglo Dau”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Lesehan & Galeri “Joglo Dau”. (2) Tujuan pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Lesehan & Galeri “Joglo Dau”. (3) Faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Lesehan & Galeri “Joglo Dau”. Pelaksanaan dari Praktikum Manajemen Pemasaran III yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dilakukan mulai tanggal 6 Oktober 2008 dan berakhir pada tanggal 6 November 2008. Untuk sistem praktik di Lesehan & Galeri “Joglo Dau”, dilakukan sesuai dengan perencanaan kegiatan, yaitu: mencari data yang ada dalam Lesehan & Galeri “Joglo Dau” dengan bekerja langsung sesuai pekerjaan apa yang dilakukan karyawan Lesehan & Galeri “Joglo Dau”. Sesuai dengan judul yang telah diambil maka penulis melakukannya dengan terjun langsung bersama para karyawan. Dari hasil laporan ini dapat diketahui bahwa pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Lesehan & Galeri “Joglo Dau” yaitu strategi diversifikasi konsentris dan konglomerat. Tujuan dari strategi diversifikasi tersebut untuk meningkatkan daya saing perusahaan, penyebaran resiko, memberi kepuasan pada konsumen, meningkatkan omset penjualan. Faktor pendorong dalam pelaksanaan strategi diversifikasi produk yaitu kebutuhan dan keinginan konsumen yang heterogen dan persaingan usaha. Sedangkan faktor penghambatnya karena adanya ketergantugan dalam menciptakan menu baru dan barang yang dijual adalah tergolong bahan yang tidak tahan lama. Berdasarkan hasil laporan ini, dapat disarankan agar Lesehan & Galeri “Joglo Dau”, yaitu: (1) Perlunya peningkatan skill pada bagian dapur agar penciptaan menu produk tidak tergantung pada satu orang saja. (2) Dalam menciptakan menu produk seharusnya dilakukan sesuai dengan tren kebutuhan dan keinginan konsumen. (3) Menjaga dan meningkatkan kualitas produk. (4) Dalam buku menu makanan dan minuman agar terlihat lebih menarik perlu diberi gambar menu produk.

Penerapan gerak senam dan lagu untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK-PAUD Gaya Baru, Desa Sumberrejo, Gedangan-Malang / Dwi Erni Wijayanti

 

Kata Kunci: Gerak senam dan lagu, kemampuan motorik kasar, anak usia dini Pendidikan anak usia dini pada hakekatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak serta kemampuan fisik motoriknya. Namun kenyataannya menunjukkan, bahwa kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK-PAUD Gaya Baru masih rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang begitu memperhatikan perkembangan fisik motorik yang dibutuhkan anak. Dengan demikian, diperlukan suatu macam strategi dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar yaitu dengan penerapan gerak senam dan lagu. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan langkah-langkah gerak senam dan lagu untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK-PAUD Gaya Baru, Desa Sumberejo-Malang, serta dengan penerapan gerak senam dan lagu diharapkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK-PAUD Gaya baru, desa sumberrejo-Malang meningkat. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang digunakan untuk memperoleh informasi dan gambaran tentang aktivitas dan hasil belajar anak selama pembelajaran yang dilakukan secara bersiklus. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A berjumlah 25 anak yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Instrumen yang digunakan pedoman observasi penilaian, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dihitung dari nilai rata-rata dan aspek kemampuan motorik kasar, serta nilai rata-rata ketuntasan belajar dari keseluruhan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gerak senam dan lagu dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK-PAUD Gaya Baru, desa Sumberrejo, Gedangan-Malang. Peningkatan kemampuan motorik kasar ditunjukkan dengan pencapaian ketuntasan klasikal sebesar 55,5% pada siklus 1 menjadi 81,5 % pada siklus 2. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan melalui penerapan gerak senam dan lagu, kualitas yang diperoleh anak mampu menirukan senam fantasi, mampu mengekspresikan diri dalam gerakan bervariasi, mampu menari/senam menurut musik yang didengar dan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK-PAUD Gaya Baru, Gedangan-Malang. Saran bagi guru dapat memberikan inspirasi lebih bervariatif lagi dalam menciptakan gerakkan-gerakkan senam dan lagu, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kemampuan yang lainnya yaitu, kemampuan moral, sosial kemandirian, motorik halus, sehingga mendapatkan temuan baru yang lebih signifikan.

Pembelajaran materi prisma dengan pendekatan belajar kooperatif model STAD pada siswa kelas III semester I SMPN Baktiya Kabupaten Aceh Utara Propinsi Nangroe Aceh Darussalam oleh Rizwan

 

Evaluasi sistem akuntansi penerimaan dan pengluaran kas sebagai alat pengendalian intern di PT. PLN (Persero) APJ Kediri Unit Pelayanan Jaringan Srengat / Yufita Ayu Anggraeni

 

Pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan free cash flow terhadap kebijakan hutang perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2009-2011 / Risqi Nefiansyah Habibi

 

Nefiansyah, Risqi. 2013. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan dan Free Cash Flow terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI tahun 2009-2011. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak (2) CiptoWardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan, Free Cash Flow, Kebijakan Hutang. Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan perimbangan hutang dan ekuitas. Keputusan pengambilan hutang merupakan sebuah keputusan yang penting bagi perusahaan. Penggunaan hutang yang tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak sehingga penggunaan hutang harus pada tingkat yang optimal. Berdasarkan Agency theory, adanya kepemilikan manajerial menyebabkan manajer lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pendanaan. Selain kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, danfree cash flowmerupakan faktor lain yang memperngaruhi kebijakan hutang melalui Pecking order theory. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, danfree cash flow terhadap kebijakan hutang. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2009-2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 30 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial danfree cash flowtidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang, sedangkan ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh secar positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain seperti, kepemilikan institusionaldan kebijakan dividen yang mungkin juga berepngaruh terhadap kebijakan hutang.

Pengaruh gaya pembelajaran guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran mikroprosesor (studi kasus siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2012/2013) / Setiyo Joko Permadi

 

Joko Permadi, Setiyo. 2013.Pengaruh Gaya Pembelajaran Guru dan Minat Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar (Studi kasus siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen).Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Suyono, M.T. (II) Mohamad Rodi Fais,S.T.,M.T Kata Kunci : Gaya Pembelajaran, Minat Belajar, Hasil Belajar Gaya pembelajaran guru sangat berperan penting dalam menentukan pemahaman konsep siswa. Apabila gaya pembelajaran guru sudah sesuai dengan yang diinginkan siswa maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru, dan pemahaman konsep siswa tentang materi yang diajarkan sudah cukup kuat sehingga Kompetensi dasar Mikroprosesor dapat dicapai dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui adanya signifikasi pengaruh antara gaya pembelajaran guru (X1) dengan hasil belajar siswa (Y), (2) mengetahui adanya signifikasi pengaruh antara minat belajar siswa (X2) dengan hasil belajar siswa (Y) dan (3) mengetahui adanya signifikasi pengaruh antara gaya pembelajaran guru (X1) dan minat belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y). penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI teknik otomasi industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan teknik otomasi industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang berjumlah 70 orang siswa dan keseluruhan dari populasi ini selanjutnya akan dijadikan sampel sehingga penelitian yang dilakukan adalah penelitian populasi. Dari hasil penelitian diketahui: 1) persepsi siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tentang gaya pembelajaran guru secara personalisasi dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 26 responden (74,3%), memiliki perbedaan 11,45% dari gaya pembelajaran guru secara interaksional dengan kategori sangat tinggi sebanyak 22 responden (62,85%). 2) Minat belajar siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berada dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 65,7% . 3) Hasil belajar siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berada dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 46 dari 70 responden (65,7%). Dari hasil uji hipotesis diketahui: 1) adanya pengaruh yang signifikan antara gaya pembelajaran guru dengan hasil belajar siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah Kepanjen, 2) adanya pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dengah hasil belajar siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan 3) adanya pengaruh yang signifikan antara gaya pembelajaran guru dan minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa kelas XI jurusan Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Perbedaan pengaruh antara gaya pembelajaran personalisasi dan interaksional adalah 1,8% dengan demikian gaya pembelajaran guru secara interaksional lebih berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Penggunaan alat peraga garis bilangan dari rel tirai pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat untuk siswa kelas V SDN Bumiayu III Malang / Elisabeth Sofa Matriana

 

ABSTRAK Matriana, Elisabeth Sofa. 2008. Penggunaan Alat Peraga Garis Bilangan dari Rel Tirai pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat untuk Siswa Kelas V SDN Bumiayu III Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Muchtar Abdul Karim, M.A. dan (II) Drs. Erry Hidayanto, M.Si. Kata Kunci: Alat Peraga, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penggunaan alat peraga garis bilangan dalam pembelajaran matematika mempunyai peran penting, sebab dengan menggunakan alat peraga siswa lebih tertarik untuk mempelajari matematika. Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN Bumiayu III Malang karena pemahaman siswa kurang dalam pembelajaran matematika tentang konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan alat peraga garis bilangan dari rel tirai. Pada penelitian ini diambil 4 orang siswa sebagai subjek penelitian yang difokuskan dalam kelompok I untuk diwawancarai. Keempat siswa ini diambil berdasarkan tes awal yang telah dilakukan dengan 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah. Penelitian ini terdiri dari dua pembelajaran yaitu Pembelajaran I materi penjumlahan bilangan bulat dan Pembelajaran II materi pengurangan bilangan bulat. Penggunaan alat peraga garis bilangan dari rel tirai dilakukan secara kelompok. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga garis bilangan dari rel tirai dapat membantu siswa kelas V dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Siswa sangat senang belajar matematika dengan menggunakan alat peraga garis bilangan dari rel tirai. Skor persentasi hasil observasi kegiatan siswa Pembelajaran I adalah 94,29%, taraf keberhasilan sangat baik dan skor persentasi Pembelajaran II adalah 95,71%, dan taraf keberhasilan juga sangat baik. Walaupun demikian penelitian ini tidak selalu lancar, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh peneliti. Namun kendala-kendala tersebut dapat diatasi oleh peneliti dengan membantu siswa dalam pembelajaran. Keterbatasan kemampuan peneliti dan belum sempurna hasil penelitian ini maka disarankan kepada peneliti berikutnya untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang alat peraga yang dapat digunakan untuk pembelajaran pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Peningkatan kemampuan menulis paragraf naratif dengan menggunakan metode resource-based learning siswa kelas X MA Nurul Badri Kabupaten Pasuruan / Wiwit Wihandoko

 

Wihandoko, Wiwit. 2013. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Naratif dengan Menggunakan Metode Resource−Based Learning Siswa Kelas X Ma Nurul Badri Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum. Kata kunci: kemampuan menulis paragraf nararif, paragraf naratif, Metode Resource−Based Learning. Pembelajaran menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif sudah diajarkan di Madrasah Aliyah Nurul Badri Kabupaten Pasuruan. Terkait pembelajaran menulis karangan naratif, dilakukan studi pendahuluan dengan hasil (1) interaksi siswa dengan guru atau interaksi siswa dengan siswa kurang teramati, (2) strategi yang digunakan guru kurang sesuai yaitu ceramah, dan (3) pembelajaran menulis paragraf naratif tidak tercapai esensi KD-nya. Permasalahan tersebut dikarenakan media atau sumber belajar yang digunakan guru belum dapat membantu siswa menulis karangan naratif dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kualitas proses dan kualitas hasil pembelajaran menulis paragraf naratif siswa kelas X Madrasah Aliyah Nurul Badri Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan metode resource-based learning. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan desain PTK yang meliputi (1) identifikasi masalah umum, (2) studi pendahuluan, (3) perencanaan umum, (4) implementasi tindakan, (5) observasi, dan (6) refleksi. Adapun sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X-B MA Nurul Badri, Kabupaten Pasuruan yang terdiri 15 siswa. Instrumen penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman catatan lapangan untuk rumusan masalah mengenai kualitas proses dan perintah beserta petunjuk menulis paragraf naratif dengan rubrik penskorannya untuk rumusan masalah mengenai kualitas hasil. Teknik pengumpulan data proses adalah melalui observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik pengumpulan data hasil adalah perintah dan petunjuk menulis paragraf naratif dan rubrik penskorannya. Wujud data penelitian ini adalah data verbal tentang kualitas proses yang berupa interaksi siswa dengan guru, keseriusan siswa, ketepatan waktu, dan data numerik yang berupa skor hasil belajar yang menggambarkan kemampuan siswa menulis paragraf naratif. Analisis data proses dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan menjabarkan hasil observasi kegiatan proses pembelajaran siswa. Analisi data hasil belajar dilakukan dengan cara mengumpulkan hasil menulis paragraf naratif, mengoreksi, menentukan skor, dan mengolah skor Hasil penelitian menunjukkan peningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis paragraf naratif pada siklus I dan II. Peningkatan proses pada siklus I dan siklus II merupakan distribusi dari kegiatan pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Berdasarkan analisis pada siklus I, peningkatan proses pembelajaran sebesar 32%. Peningkatan proses pembelajaran pada siklus II adalah sebesar 75,7%. Peningkatan proses yang dialami siswa meliputi interaksi dengan guru, keseriusan, dan ketepatan waktu. Berdasarkan hasil analisis, peningkatan hasil pada siklus I adalah sebanyak 7 siswa (46,7%) mendapatkan nilai ≥70. 8 siswa (53,3%.) mendapatkan nilai ≤70. Peningkatan hasil pada siklus II adalah sebanyak 14 siswa mendapatkan nilai ≥70 (93,3 %), dan 1 siswa mendapatkan nilai ≤70 (6,7%). Metode resource-based learning berhasil diterapkan dalam penelitian tindakan ini. Oleh karena itu, Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan metode resource-based learning dalam pembelajaran menulis karangan naratif atau pembelajaran menulis yang lainnya. dikarenakan metode resource-based learning dapat membantu guru untuk menggali kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran menulis. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran lainnya yang lebih kreatif dan inovatif. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan ketrampilan menulis.

Peningkatkan pendapatan perusahaan melalui minimalisasai pembatalan polis asuransi surety bond sebagai asuransi penjamin kegiatan proyek pada PT Jasaharja Kantor Unit Layanan Kediri / Dwi Dian Prastyaningtyas

 

ABSTRAK Prastyaningtyas, Dwi Dian. 2009. Peningkatan Pendapatan Perusahaan Melalui Minimalisasi Pembatalan Polis Asuransi Surety Bond Sebagai Asuransi Penjamin Kegiatan Proyek Pada PT Jasaraharja Putera Kantor Unit Layanan Kediri. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci : Asuransi surety bond, Pembatalan polis, Pendapatan perusahaan Asuransi surety bond merupakan salah satu jenis asuransi kerugian PT Jasaraharja Putera yang memberikan jaminan dalam kegiatan pembangunan proyek. Asuransi ini merupakan perjanjian tertulis dimana surety (perusahaan asuransi) memberikan jaminan kepada principal (kontraktor) untuk kepentingan obligee (pemilik proyek). Asuransi surety bond sangat penting dalam pembangunan proyek sebab setiap pelaksanaan proyek sangat membutuhkan adanya surat jaminan yang merupakan syarat mutlak dalam melaksanakan proyek. Pembahasan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui akibat dari pembatalan polis asuransi surety bond terhadap pendapatan perusahaan. Serta upaya apa saja yang telah dilakukan perusahaan untuk meminimalisasi pembatalan polis asuransi surety bond agar pendapatan perusahaan bisa bertambah. Dalam penulisan Tugas Akhir ini masalah yang dibahas meliputi: (1) apa saja karakteristik surety bond, (2) bagaimana cara pengajuan surety bond, (3) apa pengaruh dari pembatalan polis surety bond dan (4) bagaimana upaya untuk meminimalisasi pembatalan polis surety bond. Metode pengumpulan data pada Tugas Akhir ini dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Tata cara pengajuan surety bond formulir permohonan serta membawa dokumen yang dibutuhkan dan membayar sejumlah premi. Pembatalan polis asuransi surety bond sangat merugikan perusahaan sebab pembatalan polis akan mengurangi pendapatan perusahaan dan biaya pembatalan polis akan diakumulasikan ke beban kantor cabang yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan. Untuk meminimalisasi pembatalan polis asuransi, perusahaan melakukan pelatihan lebih intensif kepada karyawan dalam pembuatan polis asuransi dan penanggung jawab lebih berhati-hati dalam memeriksa kelengkapan dokumen principal. Dari penulisan Tugas akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa pembatalan polis sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan. Adapun saran yang dapat diajukan untuk meminimalisasi pembatalan polis yaitu dengan menambah karyawan yang ditempatkan sebagai pembuat polis sehingga bagian keuangan tidak berperan ganda yaitu sebagai bendahara dan pembuat polis asuransi surety bond. sangat mudah. Yaitu dengan mengisi

Analisis kinerja pendapatan daerah melalui rasio kemandirian keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan / Bagus Rahmad Vitanto

 

ABSTRAK Rahmad V, Bagus. 2009. Analisis Kinerja Pendapatan Daerah Melalui Rasio Kemandirian Keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan. Tugas Akhir. Program Studi : DIII Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Suparti M.P. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Pendapatan Daerah, Rasio Kemandirian. Indonesia adalah negara yang menganut azas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Dengan demikian setiap daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (otonomi daerah). Sebagai daerah otonom harus mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan perundang-undangan sendiri, keuangan sendiri, serta pegawai sendiri. Penyelenggaraan keuangan sendiri dimaksudkan agar setiap daerah dapat menghasilkan pendapatan daerah sendiri (Pendapatan Asli Daerah) dan tidak hanya tergantung dari dana transfer pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pembahasan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pendapatan daerah di Kabupaten Magetan dan untuk mengetahui tingkat kemandirian keuangan daerah di Kabupaten Magetan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. Metode pengumpulan data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, metode pustaka dan juga observasi. Perkembangan pendapatan daerah di Kabupaten Magetan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 mengalami peningkatan yang berfluktuatif. Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2006, pendapatan Kabupaten Magetan meningkat hingga lebih dari 50%, penyebab utamanya adalah karena pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi juga meningkat hampir 50% dari tahun 2005. Kontribusi PAD di Kabupaten Magetan masih dibilang cukup rendah yaitu sekitar 7% dari total pendapatan daerah di Kabupaten Magetan. Sedangkan rasio kemandirian keuangan di Kabupaten Magetan bisa dibilang cukup rendah yaitu berkisar antara 6% sampai 9%. Rasio kemandirian keuangan di Kabupaten Magetan terus mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2006 dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan yang tidak terlalu besar. Dari penulisan tugas akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kemandirian keuangan Kabupaten Magetan masih dibilang cukup rendah dan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Untuk itu disarankan agar PAD di Kabupaten Magetan lebih bisa ditingkatkan antara lain dengan cara pembangunan BUMD, melihat kontribusi laba BUMD terhadap PAD dari tahun ke tahun masih cukup rendah. Dengan pembangunan BUMD, maka lapangan pekerjaan di Kabupaten Magetan pun juga akan bertambah.

Prosedur perhitungan dan pelaporan pajak pengahasilan (PPh) pasal 21 atas gaji pegawai pada Sekretariat DPRD Tulungagung / Siti Ismiati Saleqa

 

ABSTRAK Saleqa, Siti Ismiati. 2008. Prosedur Perhitungan dan Pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 atas Gaji Pegawai Pada Sekretariat DPRD Tulungagung. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widiastuti,SE.Msi,Ak. Kata kunci : Pajak Penghasilan pasal 21. Pajak merupakan salah satu sumber penghasilan negara dalam membiayai pembangunan nasional. Salah satunya adalah Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21. Di Indonesia menganut “Self Assessment system” dimana wajib pajak untuk menghitung, memotong, dan menyetor jumlah pajak yang terhutang. Sekretariat DPRD merupakan instansi pemerintahan dimana setiap pegawainya merupakan wajib pajak. Bendahara selaku pemotong dan penyetor PPh 21 pegawai bertanggungjawab atas perhitungannya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui sistem penggajian pegawai, tata cara dalam perhitungan PPh pasal 21, prosedur pemungutan PPh Pasal 21 yang dilakukan oleh Kantor Sekretariat DPRD Tulungagung. Metode pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Perhitungan PPh pasal 21 pada Sekretariat DPRD sesuai dengan UU perpajakan No 17 Tahun 2000. Walaupun masih terdapat kesalahan perhitungan iuran pensiun dapat mempengaruhi pembayaran PPh pasal21. Bendahara Keuangan merupakan wajib pajak karena selaku pemotong / pemungut pajak-pajak negara termasuk perhitungan PPh pasal 21 atas gaji pegawai. Oleh karena itu Bendaharawan wajib mendaftarkan untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apabila terdapat kesalahan Apabila tejadi kesalahan maka sebagai wajib pajak juga mendapatkan sanksi berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku.Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pentingnya pembayaran pajak khususnya PPh pasal 21. Dengan membayar PPh pasal 21 sesuai dengan ketetapan yang berlaku maka secara langsung akan mendukung pembangunan nasional di Indonesia. Saran untuk Sekretariat DPRD lebih teliti dalam penjumlahan karena apabila terjadi kesalahan maka akan berpengaruh pada besar PPh pasal 21 yang disetorkan. Selain itu bendaharawan juga disarankan terus mengikuti perkembangan UU Perpajakan.

Penguasaan konsep mekanika mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2013 sebelum dan sesudah mengikuti perkuliahan fisika dasar I / Andika Rudita

 

Rudita, Andika. 2014. Penguasaan Konsep Mekanika Mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2013 Sebelum dan Sesudah Mengikuti Perkuliahan Fisika Dasar I. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutopo, M.Si, (II) Sulur, S.Pd, M.Si, MTD. Kata Kunci: Mekanika, Fisika Dasar I, Penguasaan Konsep, Mechanics Baseline Test (MBT), Nilai Ujian Nasional (NUN) Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penguasaan konsep mekanika pada mata kuliah Fisika Dasar I untuk mahasiswa jurusan Fisika FMIPA UM. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap konsep-konsep mekanika yang belum dikuasai mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Instrumen penelitian untuk pre-test dan post-test yang digunakan adalah Mechanic Baseline Test (MBT). Data penelitian ini berupa hasil pre-test, post-test, NUN Fisika, Jalur masuk Universitas Negeri Malang, dan hasil wawancara. Data tersebut kemudian diolah menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif berupa uji beda dan uji korelasi. Sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Hasil analisis data memberi kesimpulan sebagai berikut, tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,84 > 0,05) antara hasil pre-test mahasiswa program studi Pendidikan Fisika maupun program studi Fisika. Namun sebagian besar (99%) mahasiswa termasuk kategori kurang kompeten (nilai pre-test < 60%). Mahasiswa masih terbiasa dengan soal-soal hitungan. Selain itu, hubungan antara Nilai Ujian Nasional (NUN) Fisika dengan hasil pre-test termasuk dalam kriteria lemah (rho = 0,19, p = 0,07 > 0,05). Setelah mengikuti mata kuliah Fisika Dasar I, mahasiswa mengalami peningkatan. Rata-rata keseluruhan mahasiswa mengalami peningkatan N-gain sebesar 0,16 termasuk kategori rendah (N-gain < 0,25). Sebagian besar mahasiswa masih belum menguasai dengan baik konsep percepatan pada gerak melingkar, gaya normal, gaya tegangan tali pada gerak bandul sederhana, serta hubungan usaha dengan energi kinetik.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |