Faktor-faktor penyebab masalah hubungan sosial dan kesulitan belajar pada mata pelajaran ekonomi (Studi kasus di kelas VII SMPN 4 Malang) / Meishinta Dwi Nurmala Sari

 

Kata Kunci : Masalah hubungan sosial, faktor internal kesulitan belajar, faktor eksternal kesulitan belajar. Latar belakang penelitian ini berdasarkan fakta yang terjadi di SMP Negeri 4 Malang yaitu terdapat siswa-siswi yang kurang bisa beradaptasi dengan lingkungannya atau memiliki masalah dalam hubungan sosialnya yang secara tidak langsung berdampak pada proses dan hasil belajarnya. Selain itu hasil belajar yang diperoleh kurang memenuhi standar SKM yang ditetapkan untuk mata pelajaran ekonomi yaitu 75. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab masalah hubungan sosial dan kesulitan belajar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian studi kasus. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Malang. Informan terdiri dari 3 siswa dari kelas VII, satu guru BK, dan satu guru mata pelajaran ekonomi. Hasil temuan di lapangan menunjukkan faktor penyebab masalah hubungan sosial meliputi kesalahpahaman antar sesama teman, adanya kelompok besar yang menguasai kelas, masalah di dalam keluarga, dan kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua. Masalah sosial juga saling terkait dengan masalah kesulitan belajar yang dialami siswa. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya perhatian siswa pada saat mata pelajaran ekonomi, kurangnya minat siswa pada mata pelajaran ekonomi, rendahnya motivasi pada saat mengikuti pelajaran ekonomi, dan kesiapan belajar yang kurang pada saat menerima materi. Sedangkan faktor eksternalnya meliputi metode mengajar yang digunakan guru kurang variatif, cara mendidik orang tua, relasi antar anggota keluarga, keadaan ekonomi yang kurang, relasi guru dan siswa yang kurang erat, alat pelajaran yang kurang memadai, dan tidak adanya pengawasan orang tua dalam penggunaan teknologi.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMPN 1 Singosari / Gugus Ady Santoso

 

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Jigsaw, Motivasi Belajar, Hasil belajar Pembelajaran kooperatif dengan model Jigsaw merupakan salah satu pembelajaran kooperatif dimana kegiatan belajar mengajar dipusatkan pada siswa. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis di SMPN 1 Singosari, diketahui bahwa siswa cenderung memiliki sifat yang egois dan metode yang biasa digunakan oleh guru adalah metode konvensional yaitu ceramah, maka rasa kerjasama antar siswa kurang terlihat dan potensi yang dimiliki siswa kurang tergali karena siswa jarang diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Cara belajar ini belum memberikan hasil belajar yang memuaskan pada siswa dan siswa cenderung merasa bosan dengan pengajaran tersebut. Oleh karena itu, penulis menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Singosari. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Singosari pada materi pokok bahasan Pasar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22-26 November 2012 dan 28-29 November 2012 dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar penilaian motivasi belajar siswa dan angket pendapat siswa mengenai penerapan pembelajaran kooperatif melalui model Jigsaw. Analisis hasil penelitian di deskripsikan dengan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunujukkan adanya peningkatan persentase ketercapaian guru dalam menerapkan langkah-langkah model Jigsaw dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 84.6%, sedangkan dari observasi kegiatan siswa pada siklus I ke siklus II ada peningkatan sebesar 27,27%. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar penilaian motivasi silus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 21,43%, sedangkan berdasarkan angket motivasi belajar siswa siklus I dan silus II mengalami peningkatan sebesar 10,57%. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari kenaikan nilai rata-rata post test siklus I dan siklus II sebesar 5,2% dan meningkatkan aktifitas siswa dalam mempresentasikan, bertanya, menjawab pertanyaan, dan menanggapi permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, maka dapat dikatakan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 21,43% berdasarkan lembar penilaian motivasi, sedangkan berdasarkan angket motivasi belajar mengalami peningkatan sebesar 10,57% dan hasil belajar siswa sebesar 5,2%, dalam proses belajar mengajar siswa menjadi lebih tertarik karena adanya variasi pembelajaran oleh guru, sehingga siswa tidak lagi merasa bosan. Selain itu, dalam proses pembelajaran siswa lebih berperan aktif. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan : (1) Bagi guru matapelajaran Ekonomi di SMPN 1 Singosari disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw sebagai salah satu alternatif pembelajaran didalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif model Jigsaw hendaknya dilakukan dengan menyesuaikan materi yang akan diajarkan dan ketersediaan waktu yang cukup. (3) Penelitian ini hendaknya dilakukan peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi mata pelajaran ekonomi yang berbeda.

Pengaruh masa kerja terhadap produktivitas kerja guru pada guru yang telah bersertifikat profesional (Studi pada guru SMA Negeri Se-Kota Kediri) / Reta Anggriana

 

Kata Kunci : Masa Kerja, Produktivitas Kerja Guru Pada Guru Yang Telah Bersertifikat Profesional. Peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah khususnya, serta tujuan pendidikan pada umumnya sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan jaman. Kemampuan sumber daya manusia dalam organisasi begitu penting, sehingga dibutuhkan banyak cara untuk selalu meningkatkan produktivitasnya karena sumber daya inilah organisasi dapat lebih maju dan sukses. Pengalaman kerja atau masa kerja seseorang pada bidang pekerjaan tertentu akan sangat menunjang bagi produktivitas yang dihasilkan. Adanya pengalaman kerja dari guru dipandang mampu melaksanakan pekerjaan atau cepat menyesuaikan dengan pekerjaannya sekaligus tanggung jawab yang telah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masa kerja terhadap produktivitas kerja guru pada guru yang telah bersertifikat profesional. Responden dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri se Kota Kediri yang telah bersertifikat profesional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif sedangkan data yang digunakan adalah data primer yang berupa angket total masa kerja guru dan produktivitas kerja guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masa kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja guru pada guru yang telah bersertifikat profesional. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi guru setiap waktu dalam masa mengajar harus digunakan guru sebagai bagian dari proses belajar sehingga dengan sendirinya akan didapat nilai positif untuk kemajuan profesi guru, kepala sekolah hendaknya melakukan pengawasan terhadap guru yang telah tersertifikasi dengan melakukan pemeriksaan secara berkala mengenai hasil kerja yang dicapai agar produktivitas kerja guru yang telah tersertifikasi terus meningkat, peneliti selanjutnya sebaiknya lebih mengembangkan kuesionernya agar permasalahan yang dikaji lebih mendetail. Selain itu, hendaknya menambah variabel lain selain masa kerja dan sebaiknya ada angket penilaian dari kepala sekolah atau dapat berupa portofolio agar didapat hasil penelitian yang lebih baik dan lebih objektif.

Faktor-faktor kesulitan yang dialamai meahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam menyelesaikan studi tepat waktu / Andi Suhandi

 

Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Studi tepat waktu. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah salah satu proses pembinaan sumber daya manusia yang ditekankan pada upaya pengembangan aspek-aspek pribadi peserta didik dari segi jasmani maupun rohani. Pendidikan juga memegang peranan penting karena dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan merupakan cara suatu negara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan Nasional itu sendiri bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan yang dialami mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam menyelesaikan studi tepat waktu. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2008 yang berjumlah 86 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling sebanyak 30 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor kesulitan internal dan faktor kesulitan eksternal yang dialami mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam penyelesaian studi tepat waktu terkadang menjadi penghambat dalam menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil analisis faktor internal sebesar (46,92%) terletak pada kategori kadang-kadang menjadi faktor kesulitan dalam menyelesaikan studi, sedangkan faktor eksternal sebesar (45,92%) terletak pada kategori kadang-kadang menjadi faktor kesulitan dalam menyelesaikan studi tepat waktu.

Studi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan di Jurusan Teknologi Industri / Nina Hardiana

 

Kata Kunci : Kepuasan mahasiswa, Layanan Pendidikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan meliputi: Layanan Kegiatan Belajar Mengajar, Layanan Bimbingan Skripsi, Layanan Sarana Prasarana, Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium. Teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel 50 mahasiswa, teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif, pengambilan data dilakukan di Jurusan Teknologi Industri khususnya Tata Busana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengatakan tingkat kepuasan tinggi terhadap Kegiatan Belajar Mengajar sebesar (80%) tingkat kepuasan rendah (68%) terhadap Layanan Bimbingan Skripsi, tingkat kepuasan rendah (68%) terhadap Layanan Sarana Prasarana, tingkat kepuasan tinggi terhadap Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium. Hasil penelitian dengan pembahasan mengenai Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan di Jurusan Teknologi Industri Khususnya Tata Busana diketahui bahwa Sarana Prasarana dan Layanan Bimbingan Skripsi di jurusan Teknologi Industri memperoleh tingkat kepuasan rendah, namun layanan Kegiatan Belajar Mengajar dan Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium memperoleh tingkat kepuasan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar mahasiswa mmampu memanfaatkan perlengkapan lain dan menambah pengetahuan mengenai peralatan yang kurang lengkap, Dosen pengajar mampu mengembangkan potensi yang telah ada, pihak Jurusan perlu melengkapi fasilitas yang mendukung Proses Kegiatan Belajar Mengajar seperti peralatan praktik, koleksi buku di perpustakaan, jumlah kamar mandi, serta layanan bimbingan skripsi.

Pengetahuan dan pelaksanaan sak etap bagi usaha mikro kecil dan menengah (Studi kasus pada usaha kecil dan menengah keripik tempe Sanan Malang yang tergabung dalam koperasi Bangkit usaha / Zaza Rosi Windradini

 

Kata kunci : SAK ETAP, UMKM Pendidikan Akuntansi adalah pendidikan yang tidak hanya dibutuhkan pada dunia pendidikan namun juga oleh masyarakat secara umum. Setiap entitas usaha pasti membutuhkan pengelolaan keuangan untuk keberlangsungan usaha, termasuk UMKM. SAK ETAP adalah standar yang wajib digunakan oleh UMKM dalam pengelolaan keuangan. Namun, kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh UMKM masih rendah, sehingga perlu diketahui pengetahuan pelaku UMKM mengenai SAK ETAP. Penerapan SAK ETAP juga perlu diteliti untuk mengetahui implementasi SAK ETAP di UMKM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif karena bertujuan untuk untuk menggambarkan suatu gejala, kondisi, atau keadaan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pelaksanaan SAK ETAP bagi UMKM Keripik Tempe Sanan yang tergabung dalam Koperasi Bangkit Usaha. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku UMKM Keripik Tempe Sanan yang tergabung dalam Koperasi Bangkit Usaha. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuisioner, wawancara, dan analisis dokumen. Data sekunder diperoleh dari analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Dari hasil analisis penelitian diketahui bahwa pada umumnya pengetahuan pelaku UMKM Keripik Tempe Sanan yang tergabung dalam Koperasi Bangkit Usaha terhadap SAK ETAP adalah cukup. Pengetahuan yang rendah berada pada SAK ETAP kategori laporan keuangan serta unsur-unsurnya. Penerapan SAK ETAP di UMKM Keripik Tempe Sanan yang tergabung dalam Koperasi Bangkit Usaha tidak ada yang menerapkan SAK ETAP dalam pembuatan laporan keuangan. Penerapan SAK ETAP hanya terdapat dalam sebagian kecil kegiatan operasi UMKM tanpa diadakan pencatatan.

Pengembangan model-model latihan gerak dasar lokomotor jalan dan lari melalui permainan untuk anak tunagrahita kelas I,II dan III SDLB Sumber Dharma Kota Malang / Wayan Nana Anggarkasiana

 

Kata Kunci: penelitian dan pengembangan, model latihan, gerak dasar lokomotor, jalan dan lari. Berdasarkan penelitian awal berupa wawancara informal kepada guru SDLB Sumber Dharma Kota Malang diketahui bahwa di sana tidak terdapat guru yang berkompeten di bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Selanjutnya penelitian awal berupa analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti terhadap tiga guru, diperoleh informasi bahwa: (1) selama proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan selama ini hanya bersifat bermain bebas dan belum ada model permainan yang kreatif dan inovatif, (2) Guru SDLB Sumber Dharma Kota Malang setuju jika dilakukan pengembangan model-model latihan gerak dasar lokomotor jalan dan lari melalui permainan untuk siswa tunagrahita. Spesifikasi produk model latihan gerak dasar lokomotor jalan dan lari yang dikembangkan yaitu: (1) menggunakan bola tenis, (2) menggunakan dadu kayu berangka, (4) menggunakan papan kayu, (5) menggunakan kapur tulis untuk membuat garis lapangan, (5) menggunakan kardus bekas, (6) jarak yang bervariasi sesuai dengan model latihan. Dalam penelitian dan pengembangan ini, digunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi lebih sederhana yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pembuatan produk awal, (3) evaluasi produk awal oleh ahli permainan dan ahli pengembangan media pembelajaran, (4) uji coba kelompok kecil kemudian dilakukan revisi, (5) uji coba kelompok besar kemudian dilakukan revisi, (6) revisi produk akhir berdasrkan saran dan masukan dari para ahli dan para observer, (7) hasil akhir produk beupa model-model latihan gerak dasar lokomotor jalan dan lari. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari analisis kebutuhan, evaluasi para ahli dan uji kelompok. Produk awal telah dievaluasi oleh ahli permainan dan ahli pengembangan media pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa model-model latihan ini dapat diujicobakan setelah direvisi berdasarkan saran dan masukan. Uji coba kelompok kecil menggunakan 6 subyek dan 3 observer. Diperoleh hasil bahwa model-model latihan ini dapat dilanjutkan pada uji coba kelompok besar setelah dilakukan revisi. Uji coba kelompok besar menggunakan 11 subyek dan 3 observer. Diperoleh hasil bahwa model-model latihan ini dapat digunakan di SDLB Sumber Dharma Kota Malang.

Evaluasi pembagian waktu simpang bersinyal di Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura Kota Malang / Defi Maharani

 

Kata Kunci: evaluasi, simpang bersinyal Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di kota Malang hampir tiap tahun bertambah. Akibat dari peningkatan jumlah kendaraan tersebut, mengakibatkan kenaikan volume lalu lintas yang menyebabkan kemacetan lalu lintas disetiap ruas jalan kota Malang. Kemacetan lalu lintas banyak terjadi pada persimpangan, karena di persimpangan terjadi pertemuan antara dua atau lebih arus lalu lintas. Salah satu simpang yang kinerja simpangnya perlu di evaluasi adalah simpang Jl. Panglima Sudirma-Jl. Patimura, Kota Malang. Pada simpang tersebut sering terjadi kemacetan yang disebabkan tidak adanya evaluasi dari pihak terkait sehingga menimbulkan tundaan dan panjang antrian pada jam-jam puncak. Oleh karena itu dalam penelitian ini dicoba untuk mengevaluasi pada simpang tersebut. Evaluasi simpang dilakukan berdasarkan data primer dan data sekunder. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui kinerja simpang dan pembagian waktu yang terjadi pada simpang bersinyal di Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura pada jam sibuk atau jam puncak. Metode perhitungan evaluasi kinerja simpang ini berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, dan dengan menggunakan program KAJI. Data penelitian dihitung tiga hari, pada hari Senin, Rabu, dan Sabtu mulai jam 06.00-09.00 dan jam 15.00-18.00. Setelah data terkumpul dilakukan perhitungan untuk mencari jam puncak, didapat hasil volume arus lalu lintas jam puncak 1621,6 smp/jam pada hari Rabu mulai jam 07.15-08.15, dilanjutkan dengan mengentri data pada program software KAJI. Dari hasil perhitungan kinerja simpang dan pembagian waktu berdasarkan jam puncak adalah sebagai berikut: Pendekat Utara, arus jenuh (S) 5035,4 smp/jam, arus lalu lintas (Q) 1621,6 smp/jam, waktu hijau (g) 38 detik, kapasitas (C) 1824,855 smp/jam, derajat jenuh (ds) 0,889. Pendekat Selatan, arus jenuh (S) 5726,6 smp/jam, arus lalu lintas (Q) 777.5 smp/jam, waktu hijau (g) 17.5 detik, kapasitas (C) 874,9535 smp/jam, derajat jenuh (ds) 0,889. Pendekat Timur, arus jenuh (S) 3812,1 smp/jam, arus lalu lintas (Q) 1032,7 smp/jam, waktu hijau (g) 22,5 detik, kapasitas (C) 874,9535smp/jam, derajat jenuh (ds) 0,889. Pendekat Barat, arus jenuh (S) 6722,9 smp/jam, arus lalu lintas (Q) 777,5 smp/jam, waktu hijau (g) 9 detik, kapasitas (C) 874,9535 smp/jam, derajat jenuh (ds) 0,889. Hasil penelitian menunjukan nilai DS (Derajat Kejenuhan) diperoleh 0,889 > 0,75, maka simpang tersebut mengalami kondisi jenuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, misalnya memperhatikan arus lalu lintas dengan mengatur waktu siklus yang ada sesuai LHR dan jam puncak pada simpang bersinyal di Jl. Panglima Sudirman-Jl. Patimura Kota Malang.

Pengembangan variasi latihan dribbling dan passing dalam permainan sepak bola usia 12-14 tahun di sekolah sepakbola (SSB) Angkatan Muda Sawunggaling (AMS) Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang / Dameika Suryantoro

 

Kata kunci: pengembangan, variasi latihan, dribbling dan passing dalam permainan sepakbola Kemampuan dribbling dan passing sangat penting bagi pemain sepakbola, karena dribbling dan passing merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola dengan cara melindungi bola dari jangkauan lawan dan memberi ruang untuk bisa melakukan operan kepada teman satu tim.Dengan memvariasi latihan dribbling dan passing yang bermacam-macam atau tidak monoton dapat membuat seorang pemain sepakbola untuk lebih mengasah kemampuan pemain dalam mengatur serangan, menciptakan peluang dan membuat gol kegawang lawan. Sehingga hal tersebut menjadi alasan mengapa dalam latihan di sekolah sepakbola dribbling dan passing lebih banyak diajarkan. Dribbling dan passing paling baik dilakukan dengan menggunakan kaki. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya pada SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang, variasi latihan, dribbling dan passing masih belum mendapatkan perhatian secara khusus, sehingga diperlukan variasi latihan, dribbling dan passing yang jelas dan terprogram. Untuk itu peneliti akan mengembangkan variasi latihan, dribbling dan passing dalam permainan sepakbola yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan oleh pelatih dalam menerapkan model-model latihan yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan dribbling dan passing dalam permainan sepakbola usia 12-14 tahun di SSB AMS Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan latihan dribbling dan passing. Prosedur pengembangan variasi latihan dribbling dan passing dalam permainan sepakbola ini menggunakan research and development dari Borg dan Gall yang dimodifikasi melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi awal termasuk observasi lapangan sampai kajian teoritik, (2) Mengembangkan bentuk produk awal (berupa variasi latihan dribbling dan passing sepakbola dalam bentuk teks dilengkapi gambar), (3) Kegiatan evaluasi para ahli yaitu, 2 ahli kepelatihan sepakbola, 1 ahli sepakbola, (4) Uji coba kelompok kecil, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal. Uji coba dilakukan pada pemain sepakbola di SSB AMS Usia 12-14 Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dengan menggunakan 15 subjek yang akan diteliti dengan menggunakan teknik kuesioner yang kemudian dianalisis, (5) Revisi produk dari hasil uji coba kelompok kecil, (6) Uji lapangan dengan menggunakan 30 subjek. Uji coba dilakukan pada pemain sepakbola di SSB AMS Kepanjen Usia 12-14 Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang diteliti dengan menggunakan teknik kuesioner yang kemudian dianalisis, (7) Hasil produk pengembangan variasil latihan dribbling dan passing yang dihasilkan setelah melalui revisi uji lapangan. Lokasi penelitian dilakukan di lapangan sepakbola Zipur Kec. Kepanjen, Kab Malang. Tinjauan para ahli terdiri dari 3 orang ahli yaitu 2 ahli Kepelatihan dan 1 ahli Sepakbola, subyek uji coba terdiri dari: (1) uji coba kelompok kecil adalah menggunakan 15 orang pemain sepakbola SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang yang diambil secara random sampling, dan (2) uji coba kelompok besar atau uji coba lapangan yang terdiri dari 30 orang pemain sepakbola SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan variasi latihan dribbling dan passing permainan sepakbola usia 12-14 tahun di SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada sekolah sepakbola yang ada di sekitar tempat pengembangan produk, peneliti sendiri dan peneliti lain untuk dikembangkan ke arah lebih lanjut.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments untuk meningkatkan keaktifan, motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika pada pokok bahasan bilangan bulat semester 1 untuk siswa kelas VII SMPN 1 Kunjang Kabupaten Kediri Tahun Ajaran

 

Kata Kunci: Teams Games Tournamen,keaktifan dan motivasi serta hasil belajar Pengalaman belajar bagi siswa merupakan salah satu tugas guru sebagai fasilitator yang bertugas menyediakan lingkungan belajar bagi siswa. Ketidak sesuaian metode yang dipilih oleh guru dalam pembelajaran akan berdampak pada prestasi belajar siswa, hal ini terjadi di sekolah-sekolah salah satunya adalah sekolah yang saya ketahui SMPN 1 KUNJANG. Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan tujuan; Bagaimanakah penerapan pembelajaran cooperative learning tipe TGT (Teams Games Tournaments) untuk meningkatkan Keaktifan, Motivasi dan Hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Kunjang Kediri pada pelajaran matematika terutama pada pokok bahasan Bilangan Bulat tahun pelajaran 2012/2013? Pembelajaran koorperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) adalah pembelajaran koorperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 sampai 5 orang yang memiliki kemampuan heterogen dan dalam pelaksanaanya terdapat tahap-tahap antara lain: (a) penyajian kelas (class presentations), (b) belajar kelompok ( team study), (c) turnamen (tuornaments), (d) penghargaan kelompok (teams recognition). Jenis dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpilan data dilakukan dengan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Nilai rata-rata hasil tes evaluasi juga terlihat meningkat dari yang semula 54,5 pada siklus II meningkat menjadi 72,9 persentase ketuntasan belajar pada siklus I adalah 33,3% terjadi peningkatan pada siklus II yaitu 87,5%. Dalam tindakan siklus II peneliti mengambil kesimpulan bahwa proses pembelajaran kooperatif model TGT berjalan dengan baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan Dengan adanya motivasi yang dilakukan oleh guru ketika pemebelajaran seperti membacakan tujuan pemebelajaran yang menarik minat siswa dalam mengikuti pelajaran akan membuat siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Dengan adanya interaksi anatar guru dan siswa seperti Tanya jawab saat memberikan materi akan membuat siswa menjadi termotivasi untuk merespon guru ketika guru menjelaskan materi. Dengan adanya control guru ketika pembagian kelompok diskusi akan membuat siswa tidak ramai berebut anggota kelompok dan tidak membuat gaduh dalam kelas. Dengan adanya control guru ketika kegiatan diskusi sehingga membuat siswa lebih aktif dalam berdiskusi Pada saat diskusi kelompok. Dengan pengorganisasian waktu membuat dalam pertandingan membuat siswa lebih termotivasi dalam menyelesaikan persoalan dan lebih aktif dalam menjawab pertanyaan.

Evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran ekonomi di SMA RSBI, Kota Malang / A. Waluyanto Nugroho

 

Keywords: KTSP, evaluasi kurikulum, standar penilaian, model stake. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran ekonomi di SMA RSBI, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran ekonomi yang dilaksanakan dalam sekolah dengan kategori RSBI, apakah sudah sesuai dengan kriteria atau standar yang ditetapkan. 2) Mengetahui proses penyesuaian yang dilakukan dalam penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran ekonomi pada sekolah RSBI di Kota Malang, agar sesuai dengan standar penelitian yang telah ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi-kualitatif. Penelitian dilaksanakan memakai model Councatenate Stake dengan standar penilaian yang berasal dari Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2009. Penelitian dilaksanakan di SMAK St. Albertus Malang dan SMA Negeri 5 Malang. Sumber data penelitian berasal dari siswa, guru mata pelajaran ekonomi, kepala sekolah, waka. Kurikulum, dan dokumen. Dalam mengumpulkan data melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini, trianggulasi sumber data, data, teori, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran ekonomi, secara keseluruhan, sudah sesuai standar yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi, Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan, Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses, dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian. Namun jika dibandigkan dengan standar penilaian sebagai sekolah kategaori RSBI yaitu Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2009, kedua sekolah yang dievaluasi masih memerlukan banyak penyesuaian, apalagi sebagai sekolah dengan kategori RSBI. Proses penyesuaian yang perlu dibuat dalam penyempurnaan pelaksanaan KTSP mata pelajaran ekonomi dilakukan dengan perbaikan sumber daya manusia. Selain itu perbaikkan yang paling mendasar adalah dengan memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran ekonomi agar generasi muda mendatang menjadi generasi yang berkarakter Pancasila. Sedangkan untuk perbaikkan penilaian, sebagai sekolah RSBI, dilakukan dengan perbaikkan standar penilaian yang ada. Standar penilian tersebut diperkaya dengan standar-standar penilaian dari negara maju atau negara anggota OECD yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pendidikan di Indonesia.

Pengaruh jumlah wajib pajak, kepatuhan wajib pajak, dan penerbitan surat ketetapan pajak WP Badan terhadap penerimaan PPH Pasal 25 Badan tahun 2008-2011 (Studi kasus pada KPP Prtama Malang Utara) / Aulia Norma Noviani

 

Kata kunci: Jumlah Wajib Pajak, Kepatuhan, Surat Ketetapan Pajak, PPh pasal 25 Badan Pajak merupakan salah satu unsur terbesar dalam pendapatan negara yang digunakan untuk alokasi APBN maupun APBD. Jumlah Wajib Pajak Badan adalah salah satu hal yang penting dalam penerimaan pajak, karena WP Badan memiliki peredaran bruto yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan WP Orang Pribadi. Jumlah Wajib Pajak (WP) Badan yang semakin meningkat ternyata tidak seimbang dengan jumlah pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa yang dilakukan setiap bulan, sehingga dapat membuat WP tersebut menjadi tidak patuh. SPT Masa yang telah dilaporkan oleh WP terkadang tidak sesuai atau salah, sehingga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat melakukan pemeriksaan yang nantinya akan menghasilkan Surat Ketetapan Pajak (SKP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dan kontribusi jumlah WP, kepatuhan WP, dan penerbitan SKP WP Badan terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda, karena menguji dan menelaah hubungan antar variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Sebelum dilakukan uji regresi linear berganda, harus dilakukan uji asumsi klasik yang berguna untuk mengetahui koefisien pada persamaan regresi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang berarti. Tahap terakhir adalah melakukan pengujian hipotesis yang dilihat berdasarkan hasil uji regresi linear berganda pada kolom B, unstandarized coefficients. Hasil uji regresi menyatakan bahwa variabel jumlah WP Badan memiliki pengaruh postif atau searah terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan. Sedangkan dua variabel independen yang lain, yaitu tingkat kepatuhan WP Badan dan penerbitan SKP WP Badan memiliki pengaruh negatif atau terbalik terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan. Kontribusi variabel independen terhadap variabel dependennya sebesar 28,5%, namun 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal, diantaranya adalah (1) KPP Pratama Malang Utara diharapkan lebih meningkatkan program ekstensifikasi dan intensifikasi pajak; dan (2) Peneliti selanjutnya agar memperbanyak variabel lain agar nantinya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya lebih kuat, selain itu, diharapkan dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan lebih memperluas cakupan data, lokasi penelitian, periode data dan teknik pengumpulan data.

Pengaruh model pembelajaran levels of inquiry tahap discovery learning dan interactive demonstration terhadap kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep fisika bagi siswa SMA kelas X SMA Muhammadiyah 3 Batu / Anisak Intan Eka Prani

 

ABSTRAK Prani, Anisak Intan Eka. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Levels of Inquiry Tahap Discovery Learning dan Interactive Demonstration terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep Fisika Bagi Siswa SMA Kelas X SMA Muhammadyah 3 Batu. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. HM.Wartono, M.Pd., (II) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D. Kata Kunci: model pembelajaran discovery learning, model pembelajaran interactive demonstration, kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep Model pembelajaran levels of Inquiry tahap discovery learning dan interactive demonstration merupakan model pembelajaran yang menyediakan sebuah kerangka kerja untuk penyelidikan terbimbing pada kelas ilmiah pengantar. Model pembelajaran tersebut dapat menunjang penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran levels of inquiry tahap discovery learning dan interactive demonstration terhadap kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep Fisika siswa. Kedua model pembelajaran ini terdiri dari lima tahapan, yaitu observasi, manipulasi, generalisasi, pengecekan hasil, dan penerapan. Penelitian ini berlandaskan tuntutan kurikulum tingkat satuan pendidikan yaitu menuntut agar pembelajaran Fisika dilaksanakan secara inkuiri ilmiah sehingga dapat menumbuhkan kemampuan berpikir dan mengembangkan kompetensi siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen semu dan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Muhammadyah 3 Batu yang terdiri dari dua kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen terdiri dari 16 siswa dan kelas kontrol terdiri dari 17 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan berupa silabus, RPP, dan LKS, serta instrumen pengukuran berupa tes tulis Fisika. Analisis terhadap kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep Fisika dilakukan dengan uji U-Mann Whitney Test. Berdasarkan analisis, hasil uji hipotesis kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan hasil Uhitung sebesar Uhitung = 2 < 81 = Utabel, maka Ho ditolak. Selanjutnya melalui analisis uji lanjut hipotesis menggunakan Uji Scheffe, Fhitung = 109,02 > 4,16 = Ftabel, maka Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning dan interactive demonstration lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning. Hasil uji hipotesis penguasaan konsep Fisika siswa menunjukkan hasil Uhitung sebesar Uhitung = 0 < 81 = Utabel, maka Ho ditolak. Selanjutnya melalui analisis uji lanjut hipotesis menggunakan Uji Scheffe, Fhitung = 406,43 > 4,16 = Ftabel, maka Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa penguasaan konsep Fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning dan interactive demonstration lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning.

Analisis faktor-faktor kualitas layanan pada EdOtel (Education Hotel) SMKN 3 Malang / Lia Fauziah Rachman

 

Kata kunci: Kualitas Layanan, Bukti Fisik, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati. Peluang bisnis di bidang pariwisata mengalami peningkatan. Adanya peluang tersebut membuat industri perhotelan di Indonesia mencoba untuk meningkatkan kualitas pelayanan untuk tetap mempertahankan pelanggan. Kualitas layanan pada perusahaan harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi kesenjangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas indikator dalam variabel kualitas layanan dan mengetahui indikator yang dipertimbangkan dalam kualitas layanan di edOTEL SMKN 3 Malang. Penelitian ini dilakukan di edOTEL SMKN 3 Malang pada bulan Maret sampai September 2012. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis faktor konfirmatori. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling. Sedangkan teknik yang digunakan adalah sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan namun harus memenuhi syarat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden dan menggunakan populasi yang tak terhingga (infinite population). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor kualitas layanan yang diadopsi oleh pihak edOTEL SMKN 3 Malang berupa bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Setiap faktor memiliki indikator yang memiliki peran terbesar dan dipertrimbangkan. Selain itu, juga dapat diketahui bahwa faktor bukti fisik memiliki rata-rata dan presentase varian terendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pihak edOTEL SMKN 3 Malang untuk meningkatkan kualitas layanan terutama indikator yang dipertimbangakan pada setiap faktornya dan meningkatkan kualitas pada faktor bukti fisik. Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan dimensi kualitas layanan yang lain selain bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati.

Pengembangan modul kultur jaringan tumbuhan pada mata pelajaran agribisnis produksi tanaman di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Malang / Anggun Ningtiyas

 

Upaya meningkatkan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan metode pakem pada siswa kls x-6 SMA NEGERI 1 Paiton Kabupaten Probolinggo /Alex Juwanda Pratama

 

Kata kunci: Peningkatan Pembelajaran, Lompat Jauh Gaya Jongkok, Metode PAKEM. Pembelajaran lompat jauh salah satu cabang atletik yang tercantum dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar nomor 8 yang tersedia dalam butir 8.3. dimana pembelajaran lompat jauh gaya jongkok diSMA Negeri 1 Paiton kurang mencapai nilai sempurna terutama pada siswa kelas X-6. Banyak siswa yang kurang menguasai teknik-teknik lompat jauh gaya jongkok, terbukti dengan hasil observasi awal dengan persentase keberhasilan yaitu, teknik awalan 32%, teknik tolakan 32%, teknik melayang 36%, dan teknik mendarat 28%. Pembelajaran yang kurang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang menyebabkan semua itu terjadi. Lompat Jauh adalah hasil dari kecepatan horizontal yang dibuat sewaktu awalan dengan daya vertikal yang dihasilkan dari kekuatan kaki menolak. Berdasarkan hasil observasi awal diperoleh hasil bahwa tingkat keberhasilan penguasaan keterampilan lompat jauh gaya jongkok kelas X-6 SMA Negeri 1 Paiton Kabupaten Probolinggo masih belum baik, masih ditemukan beberapa kesalahan dalam melakukan teknik awalan, tolakan, melayang danmendarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan metode PAKEM. Penelitian yang digunakan tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Paiton yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi dan tes. Pemberian metode PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok setelah diberikan tindakan dari siklus1 dan siklus 2 hasilnya, pada tiap-tiap aspek sudah terjadi peningkatan, dari aspek psikomotor pada teknik awalan sebesar 100% (25 siswa), teknik tumpuan sebesar 96% (24 siswa), teknik melayang sebesar 92% (23 siswa) dan teknik mendarat sebsar 100% (25 siswa), peningkatan juga terjadi pada aspek kognitif dengan rata-rata 92,44 dan afektif dengan rata-rata 92,16. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dengan pemberian metode PAKEM dapat meningkatkan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Paiton. Saran berdasarkan penelitian ini: (1) Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat menggunakan metode PAKEM untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa. (2) Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat menggunakan metode PAKEM untuk meningkatkan kedisiplinan siswa saat proses pembelajaran berlangsung. (3) Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat menggunakan metode PAKEM untuk menimbulkan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. (4) Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan metode PAKEM untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.

Perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan PG.Krebet baru: perilaku ekonomi petani tebu di desa Krebet 1998-2011 / Fadila Maulidiah

 

Kata Kunci: Kemitaraan, Masyarakat Petani Tebu, Hubungan Kerja. Masyarakat Desa Krebet sebagian besar bermatapenacaharian sebagai petani. Petani dalam menjalankan kegiatan produksinya terutama penanaman tebu tidak mungkin terlepas dari pihak-pihak lain yang membantu jalannya proses produksi tebu. Petani akan menjalin kerjasama ekonomi dengan pihak-pihak lain antara lain; pemilik tanah, kelompok tani, mandor angkut, KUD dan pabrik gula.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan PG. Krebet serta bagaimana pertimbangan petani dalam memutuskan dengan siapa saja mereka melakukan kerjasama usaha demi mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan Pabrik Gula Krebet Baru 1998-2011? (2) Bagaimana perilaku ekonomi petani tebu di Desa Krebet dalam melakukan kemitraan? (3) Bagaimana kontribusi nilai pendidikan perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan PG. Krebet Baru: perilaku ekonomi petani tebu di Desa Krebet 1998-2011?Adapun tujuan penelitian: (1) Menganalisis perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan Pabrik gula Krebet 1998-2011 (2) Menjelaskan bagaimana perilaku ekonomi petani tebu di Desa Krebet dalam melakukan kemitraan (3) Mendeskripsikan implikasi perkembangan kemitraan antara petani tebu dengan PG. Krebet Baru dan perilaku ekonomi para petani tersebut 1998-2011 terhadap pendidikan.Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun tahap penelitiannya, yaitu; tahap persiapan, tahap penelitian lapangan dan tahap penyelesaian. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa: (1) kebijakan-kebijakan pemerintah tentang industri gula dari tahun-ketahun mengalami perubahan. (2) Pengelompokan petani berdasarkan usaha pertanian yang meraka lakukan yaitu petani pemilik, petani penggarap, petani, penyewa, buruh tani dan buruh tebang angkut. Hubungan yang tercipta dari beberapa komponen tersebut dapat kita sebut dengan hubungan saling menguntungkan dan antara satu dan yang lainnya terdapat saling ketergantungan. (3) Nilai-nilai pendidikan bisa dipelajari dari penelitian ini adalah sikap rasional, nilai kerjasama dan nilai saling percayan. Kajian sejarah mengenai Perkembangan Kemitraan antara Petani Tebu dengan PG. Krebet Baru: Perilaku Ekonomi Petani Tebu Di Desa Krebet 1998-2011 dibahas pada tahun 1998 sampai 2011, sedangkan tahun yang akan datang akan ada perkembangan-perkembangan terhadap kemitraan, lahan perkebunan dan petani tebu sendiri.

Pemetaan nilai suseptibilitas magnetik pada top soil sebagai indikator penyebaran logam berat di sekitar jalan Soekarno-Hatta Malang / Sivia Candra Wahyuni

 

Kata kunci: Suseptibilitas magnetik, logam berat, polutan. Pencemaran tanah merupakan salah satu ancaman yang mempengaruhi kualitas lingkungan hidup dan kesehatan. Polutan tersebut dapat membawa logam berat yang dapat mengganggu manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rentang nilai suseptibilitas magnetik top soil di Jalan Soekarno-Hatta Malang serta memetakan nilai suseptibilitas magnetik dan penyebaran logam berat di sekitar Jalan Soekarno-Hatta Malang. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik dengan frekuensi rendah (low frequency susceptibility) menunjukkan rentang nilai 592.7 x 10-8 m3/kg 9827 x 10-8 m3/kg. Sementara itu, nilai suseptibilitas magnetik dengan menggunakan frekuensi tinggi (high frequency susceptibility) berada dalam rentang 584.2 x 10-8 m3/kg to 9681.1 x 10-8 m3/kg. Pemetaan nilai suseptibilitas magnetik di sekitar Jalan Soekarno-Hatta Malang dilakukan dengan menggunakan software Surfer 8.0. Berdasarkan hasil pemetaan nilai suseptibilitas magnetik, dapat diketahui bahwa nilai suseptibilitas magnetik terbesar terletak pada jarak (200-300) meter dari titik awal pengukuran yang merupakan area ruko Soekarno-Hatta. Sementara itu, nilai suseptibilitas magnetik terendah terletak pada jarak (0-150) meter dari titik awal pengukuran yang merupakan area lapangan Politeknik Negeri Malang.

Implementasi lesson study pada praktik pengalaman lapangan(PPL)untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelasa VII-B SMP Negeri 4 Malang serta meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP / Yuanita Noviantari

 

Peengaruh struktur kepemilikan terhadap kebijakan hutang perusahaan (Studi pada saham-saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) / Harry Anugerah Pradana

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Penyebaran Kepemilikan dan Kebijakan Hutang Perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan penyebaran kepemilikan terhadap kebijakan hutang perusahaan. Penelitian difokuskan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode tahun 2007-2010. Pemilihan sampel berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pooling data, sehingga diperoleh sebanyak 30 data observasi. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pertama, kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang (debt ratio) perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar komposisi saham kepemilikan manajerial perusahaan akan diikuti oleh kecenderungan penurunan hutang perusahaan. Kedua, kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pihak institusional dapat memonitor kebijakan pihak manajemen, sehingga pihak manajemen akan bekerja untuk kepentingan pemegang saham. Ketiga, penyebaran kepemilikan tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang, dengan arah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pada perusahaan manufaktur mayoritas kepemilikan saham dipegang oleh kepemilikan manajerial, sehingga memiliki pola penyebaran yang kurang merata.

Penerapan metode pendidik sebaya bagi perubahan perilaku wanita pekerja seks (WPS) dalam upaya mencegah HIV dan AIDS di Lokalisasi Suko Kabupaten Malang / Guntur Tri Cahyono

 

Kata Kunci: penerapan, metode pendidik sebaya, perubahan perilaku Wanita Pekerja Seks Penerapan pendidik sebaya merupakan salah satu alternatif untuk menekan angka penyakit IMS, HIV dan AIDS. Pendidik sebaya merupakan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang hampir seluruhnya sama dengan kelompok dampingan, yang membedakan hanya pada perilakunya. Penelitian ini memfokuskan pada penerapan metode pendidik sebaya yang diterapkan di lokalisasi untuk perubahan perilaku teman sebaya atau WPS. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan metode pendidik sebaya bagi perubahan perilaku Wanita Pekerja Seks (WPS) dalam upaya mencegah HIV dan AIDS di Lokalisasi Suko Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa human instrument, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan uji credibility dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi data dan melakukan kegiatan uji confirmability. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penyajian data, tahap reduksi data, dan tahap menarik kesimpulan data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut (1) keberadaran outlet kondom dan layanan kesehatan mempengaruhi perubahan perilaku WPS. Selain itu pemberian hadiah kepada pendidik sebaya memicu perilaku pendidik sebaya lebih meningkat, (2) faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk perilaku WPS ke arah yang menyimpang, (3) penerapan pendidik sebaya yang dilakukan Lembaga Paramitra di Lokalisasi Suko cukup sukses. Hal ini terbukti dengan menurunnya angka IMS setiap bulannya. Pemilihan pendidik sebaya di lokalisasi dilakukan secara seleksi dan diutamakan yang bisa baca tulis, berpengalaman atau pernah berorganisasi. Untuk meningkatkan kapasitas sebagai pendidik sebaya pihak dari lembaga memberikan pelatihan. Tugas pendidik sebaya di Lokalisasi Suko adalah memberikan informasi tentang kesehatan, memberi contoh yang baik (role model) bagi teman sebaya serta menjadi penghubung informasi yang belum didapatkan PL. Selain itu pendidik sebaya di Lokalisasi Suko mempunyai tugas mengkoordinir teman sebaya (WPS) saat pemeriksaan, pertemuan, dan kegiatan senam, (4) perubahan perilaku WPS yang terjadi di Lokalisasi Suko seperti konsisten dalam menawarkan kondom kepada tamu, mempunyai kesadaran untuk mengakses layanan kesehatan di Puskesmas, tidak menggunakan antibiotik ketika sakit, dan kesadaran mengikuti pertemuan dan kegiatan senam.

Aplikasi model Arcswat 2009 untuk perhitungan erosi dan sedimentasi pada sub daerah aliran sungai Metro Hulu / Arief Abdurrahman Hakim

 

i Keywords: ArcSWAT 2009, upper Metro subwatershed, erosion, sedimentation Upper Metro subwatershed is part of the Brantas watershed system that included in the Critical Watershed Priority I by decree of the Minister of Forestry and Plantation number 284/Kpts-II/1999. Landuses that do not fit the designation be a major factor to decline in the carrying capacity of environment in Upper Metro subwatershed. Located in 3 (three) administrative areas, opening the possibility of ambiguity management policy. Therefore, a more comprehensive approach is required that is not bound with administrative boundaries in the management of a watershed area. ArcSWAT 2009 model used in this study aims to determine amount of erosion and sedimentation in the watershed as an indicator of environmental quality. The device works by modeling research units in form of a watershed. Calculation of erosion and sedimentation using simulation models ArcSWAT 2009 is something new that needs to be developed to determine the level of accuracy. This study used a quantitative approach and is non-experimental because the data used are available. The research was based on the objectives to be obtained is descriptive. This study fully using secondary data, like rainfall, maximum- minimum temperatures, flow, types of soil, and land use data. Soil type and landuse have data of physical and chemical parameters which not entirely available. So it must be combined with data provided from ArcSWAT 2009. Required comparative data from field measurements to test the accuracy of simulation results. In this study, field data were successfully obtained only data flow from Dam Mergan Limitations of field measurement data in this study led to the simulation results for the erosion and sedimentation cannot be compared to test its accuracy. Values were compared in this study only the amount of flow, assuming that if close to reality simulation of flow field, then the amount of erosion and sedimentation will also be closer to reality. Different test using t Test Two-Sample Assuming Unequal Variances method for data flow simulation results and measurement results from 2004 to 2010 show the results of t Stat is always smaller than t Crit. At the 85%, 90%, and 95% significance level. Significance level of 85% produces t Stat (1,480) ≤ t Crit (1538), 90% significance level produce value t Stat (1,480) ≤ t Crit (1782), and the 95% significance level t Stat (1,480) ≤ t Crit (2179). Can be concluded that there are significant differences between the data flow simulation results with flow field measurements. The simulation results of ArcSWAT 2009 for erosion tend to fluctuate each year. The total value of smallest annual erosion occurred in 2005, which amounted to 11.27 tons/ha/year. While the value of greatest erosion occurred in 2001, which amounted to 221.23 tons/ha/year. Value erosion in 2001 is far above mean years the other in the range of 11.27 to 21.04 tons/ha/year. This indicates a possible anomaly in the data base used. If referring to the provisions of the rate of soil loss can be tolerated by 12.5 tons/ha, almost all the erosion that occurs each year is above the threshold. Except in 2005 under the tolerance limit soil loss, which amounted to 11.27 tons/ha. Modeling for sedimentation process using ArcSWAT 2009 gave results that have a similar pattern to value of erosion. In 2001, there was a sedimentation of 16,315,979 metric tons, this is well above the amount of sediment to the other years ranged between 1450411-725712 metric tons. ArcSWAT Model 2009 requires very large data to produce an accurate output. If will be conducted similar research, should consider the availability of data for the area that will be the subject of research.

Pengembangan media promosi brosur pariwisata Pantai Kondang Merak sebagai salah satu tujuan bagi turis berbahasa Jerman / Vicky Meinarul Ilham

 

Kata Kunci : Pengembangan, Brosur, Pantai Kondang Merak, Turis Jerman Pantai Kondang Merak merupakan salah satu dari gugusan Pantai Selatan di Pulau Jawa. Pantai ini berada di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Bantur. Tempat wisata ini berada kurang lebih 65 kilometer dari pusat kota Malang. Pantai Kondang Merak memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan wisata pantai di pulau Bali. Di pantai ini terdapat karang besar, area memancing dan fasilitas umum lainnya. Namun media promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang tentang wisata ini sangat kurang sehingga tidak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Selain itu, kondisi jalan menuju wisata ini masih rusak. Pengembangan media brosur ini menggunakan model perancangan prosedural yang merupakan model rasional atau penalaran. Model prosedural ini bersifat deskriptif naratif. Model tersebut berusaha untuk menuturkan (menggariskan langkah-langkah) pemecahan masalah yang ada berdasarkan data empirik dan data referensi, menganalisis dan mengintrepetasikannya untuk menghasilkan konsep perancangan. Hasil pengembangan ini adalah media promosi berbentuk brosur yang akan memberikan informasi tentang pariwisata pantai Kondang Merak dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman. Brosur ini akan disebarkan dengan cara menaruh di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing khususnya wisatawan yang berbahasa Jerman seperti di pusat informasi wisata atau di hotel. Keterbatasan dari media promosi brosur ini adalah hanya menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Jerman.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan menu makanan seimbang balita di Desa Gunungsari Kota Batu / Yuli Astuti

 

Kata Kunci: faktor-faktor penyelenggaraan menu, Makanan Seimbang, Anak Balita Penyelenggaraan menu makanan seimbang balita dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah pengetahuan gizi ibu dan sosial budaya. Kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat terpenuhi jika konsumsi makan balita terpenuhi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan menu makanan seimbang balita di desa Gunungsari Kota Batu. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh balita berusia 36-60 bulan di Desa Gunungsari Kota Batu yang berjumlah 58 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (angket), food recall dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda faktor pengetahuan gizi ibu berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, terbukti dengan sig. (p < 0,05) dan thitung (7,983) > ttabel (2,004), dan faktor sosial budaya juga perpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, terbukti dengan sig. (p < 0,05) dan thitung (2,673) > ttabel (2,004), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan gizi ibu dan sosial budaya berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, hal ini berarti bahwa pengetahuan gizi ibu dan keadaan sosial budaya yang baik akan menjadikan penyelenggaraan menu makanan seimbang balita juga lebih baik.

Campur kode pada naskah pidato Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono / Abdul Kholiq

 

Kata Kunci : bilingualisme, campur kode, pidato, Penelitian ini adalah kajian sosiolinguistik yang merupakan kajian tentang bahasa yang dihubungkan dengan faktor sosial. Objek penelitian ini adalah transkrip naskah pidato Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penelitian ini difokuskan pada penggunaan campur kode pada naskah pidato Presiden SBY. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk,jenis,dan fungsi campur kode yang terdapat pada naskah pidato Presiden SBY. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena data yang terkumpul berupa tataran bahasa pada naskah pidato Presiden SBY. Penelitian dimaksudkan untuk mendeskripsikan penggunaan campur kode yang terdapat pada naskah pidato Presiden SBY berupa paparan bahasa dan menjelaskan data dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif.Instrumen pada penelitian ini menggunakan ceklis yang disajikan dalam bentuk tabel untuk mengidentifikasi campur kode. Tabel identifikasi campur kode ini digunakan sebagai alat penelitian saat pengumpulan data dan analisis data. Data penelitian ini diambil dari transkrip pidato presiden SBY yang diunduh dari situs resmi kepresidenan Republik Indonesia www.presidenri.go.id.Data penelitian berupa paparan bahasa pada naskah pidato Presiden SBY yang mengandung campur kode yang meliputi bentuk, jenis, dan fungsi. Data yang diambil dibatasi pada transkrip pidato yang disajikan dari bulan Oktober 2011 sampai dengan bulan Mei 2012. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menemukan lima bentukcampur kode yang terdapat dalam naskah pidato Presiden SBY. Lima bentuk campur kode ituadalah (1) campur kode berbentuk kata dalam wujud kata benda (nomina), kata kerja (verba), kata ganti (pronomina), kata sifat (ajektiva), kata penghubung (konjungsi), dan kata keterangan (adverbia), (2) campur kode berbentuk frase dalam wujud frase eksosentrik, frase endosentrik, dan frase koordinaif, (3) campur kode berbentuk baster,berupa penyisipan afiksasi bahasa Indonesia dengan unsur-unsur bahasa Inggris,(4) campur kode berbentuk perulangan kata,dan (5) campur kode berbentuk klausa. Jenis campur kode yang terdapat dalam naskah pidato PresidenSBY adalah campur kode ke dalam (inner code-mixing) dan campur kode keluar (outer code-mixing). Fungsi penggunaan campur kode yang terdapat dalam naskah pidato Presiden SBY adalah untuk identifikasi peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Saran peneliti berkenaan dengan penggunaan campur kode dalam naskah pidato Resmi Presiden hendaknya dimaksudkan untuk memperjelas pemahaman tentang makna pidato tersebut sesuai dengan pasal 16 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010, tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden Serta Pejabat Negara Lainnya.

Penerapan model Creatif Learning berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan minat belajar dan kreatifitas berfikir siswa kelas X SMAN 3 Malang pada pelajaran ekonomi / Novita Sri Lestari

 

Lestari, Novita Sri. 2012. Penerapan Creative Learning Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kreativitas Berpikir Siswa Kelas X SMAN 3 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono, M.Pd (2) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata kunci: Creative Learning, Multimedia Interakti, Minat Belajar, Kreativitas Berpikir. Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran ekonomi di sekolah menengah atas sebagai respons semakin lemahnya minat belajar dan kreativitas berpikir siswa.Pada umumnya guru masih melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional. Walaupun telah disediakan fasilitas belajar berupa LCD oleh pihak sekolah, akan tetapi kurang dimanfaatkan secara maksimal untuk dipadukan dengan metode belajar. Keadaan tersebut berpotensi menimbulkan kejenuhan, kebosanan, serta menurunkan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran. Peningkatan kreativitas mengajar guru mutlak perlu dikembangkan. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana penerapan creative learning berbasis multimedia interaktif dalam meningkatkan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa kelas X SMAN 3 Malang ? 2) Apakah creative learning berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa kelas X SMAN 3 Malang ? Penelitian tindakan kelas ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data penelitian ini berasal dari wawancara, observasi, pre-test dan post-test, angket siswa serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Penerapan pembelajaran didasarkan pada data – data informasi dari guru, siswa, observasi, dokumentasi serta angket siswa, dan setting sosial kelas secara alamiah melalui 4 tahapan siklus penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Untuk meningkatkan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa dalam pembelajaran ekonomi dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran kreatif (creative learning) berbasis multimedia interaktif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Malang dengan 2 siklus. Pada siklus I prosentase kemampuan mengajar guru sebesar 71,53% dan terjadi peningkatan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa, hal ini dapat dilihat melalui pre-test untuk nilai rata-rata kelas sebesar 69,18 dan post-test untuk nilai rata – rata kelas sebesar 80,56, lembar observasi minat belajar aspek afektif prosentase minat belajar siswa sebesar 67,69, minat belajar aspek psikomotor prosentase minat belajar siswa sebesar 60% dan lembar observasi kreativitas berpikir siswa prosentasenya sebesar . Pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru yakni prosentase kemampuan mengajar guru sebesar 83,07% dan terjadi peningkatan ii minat belajar dan kreativitas berpikir siswa, hal ini dapat dilihat melalui pre-test untuk nilai rata-rata kelas sebesar 78,37 dan post-test untuk nilai rata – rata kelas sebesar 84,12, lembar observasi minat belajar aspek afektif prosentase minat belajar siswa sebesar 86,15%, prosentase minat belajar aspek sebesar 70% dan lembar observasi kreativitas berpikir siswa prosentasenya sebesar. Penerapan pembelajaran kreatif (creative learning) berbasis multimedia interaktif disini diterapkan melalui teknik – teknik pembelajaran diantaranya : Kuis cerdas cermat, rangking 1, are you smarter than 5th grader, dan ujian singkat. Melalui teknik – teknik pembelajaran kreatif tersebut minat belajar dan kreativitas berpikir siswa mengalami peningkatan. Creative learning berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas berpikir siswa karena selama menerapkan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tersebut siswa menjadi antusias dan rasa ingin tahunya tinggi dalam proses pembelajaran serta mampu memecahkan persoalan dengan gagasan masing – masing siswa, Berdasarkan keberhasilan pemberian perlakuan tindakan untuk mengobati penyakit siswa kelas X-1 terhadap proses pembelajaran ekonomi maka penulis dapat memberikan saran bagi guru bahwa penerapan creative learning berbasis multimedia interaktif sangat dianjurkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Bagi peneliti dapat mengembangkan inovasi pembelajaran yang lain, sebagai referensi pelaksanaan pembelajaran bagi sekolah dan bagi universitas negeri malang dapat menambah kasanah pengetahuan.

Perancangan buku berbasis fotografi kesenian tari topeng betawi / Tri Cahyo Maulida Susilo

 

Kata kunci : Perancangan, Buku, Fotografi, Kesenian Tari Topeng, Betawi Kesenian Tari Topeng Betawi merupakan salah satu dari sekian banyak kesenian di Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Kesenian Tari Topeng Betawi merupakan kesenian tari tradisonal yang penyebaran di DKI Jakarta dan disekitarnya. Kesenian ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dulu ini mulai memudar karena perkembangan jaman. Maka dari itu Buku tentang Kesenian Tari Topeng Betawi yang disajikan dengan media fotografi diharapkan mampu mengangkat kembali rasa kepedulian terhadap kesenian lokal karena fotografi merupakan hal yang menjadi tren di masyarakat akhir-akhir ini. Metode perancangan deskriptif kualitatif ini diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, studi pustaka atau dokumentasi. Dalam buku ini foto-foto yang disajikan adalah elemen-elemen yang terkandung dalam kesenian Tari Topeng Betawi. Konsep fotografi pada buku ini menyajikan fotografi dokumentasi, portrait, still life, dan esai. Diharapkan dengan adanya buku tentang kesenian tari topeng Betawi sebagai media pengenalan kesenian tari topeng Betawi pada masyarakat umum terutama pada para pecinta fotografi, dapat menjadikan sebuah wawasan tentang sejarah, tokoh, karakter, ciri khas, fungsi dan bentuk dari kesenian tari topeng Betawi dengan harapan dapat menimbulkan kepedulian terhadap kelestarian kesenian tari topeng Betawi di Indonesia.

Pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan media kokami terhadap prestasi belajar fisika ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah siswa SMA Negeri 1 Jember / Suryadi

 

Abstrak: Pembelajaran fisika tidak cukup hanya mempelajari produk melainkan juga menguasai cara memperoleh produk tersebut. Produk fisika cenderung bersifat abstrak dan dalam bentuk pengetahuan fisik dan logika matematik. Pembelajaran berbasis masalah (PBM) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Penggunaan PBM memerlukan media yang mampu membuat motivasi dan aktivitas siswa untuk dapat melaksanakan dengan penuh semangat dan menyenangkan. Media KOKAMI merupakan alternatif yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis masalah terhadap prestasi belajar fisika ditinjau dari kemampuan penyelesaian masalah siswa. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2x2. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jember yang berjumlah 190 siswa pada 5 kelas. Sampel pada penelitian ini adalah dua kelas yang diambil dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh satu kelas eksperimen menggunakan PBM+KOKAMI dan satu kelas kontrol menggunakan PBM. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Uji homogenitas dan uji normalitas data menggunakan bantuan spss-16.0 for windows, pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalur dan dilanjutkan uji Tukey’s. Hasil penelitian dapat dituliskan: (1) prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan PBM+KOKAMI lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan PBM, (2) prestasi belajar fisika siswa yang berkemampuan pemecahan masalah tinggi lebih tinggi belajar menggunakan PBM+KOKAMI dari pada menggunakan PBM, (3) prestasi belajar fisika siswa yang berkemampuan pemecahan masalah rendah lebih rendah belajar menggunakan PBM+KOKAMI dari pada menggunakan PBM, dan (4) terdapat interaksi antara prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan PBM+KOKAMI dan kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, media KOKAMI, pemecahan masalah, prestasi belajar.

Efektifitas penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baurejo Bojonegoro / Himatul Ulya

 

Kata kunci:empati, media film Empati adalah suatu aktifitas untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta apa yang dipikirkan oleh yang bersangkutan terhadap kondisi yang sedang dialami orang lain tanpa yang bersangkutan kehilangan kontrol dirinya. Empati siswa dapat ditingkatkan melalui aplikasi media film. Media film dapat memberikan pengalaman keterampilan pemecahan masalah dengan kondisi remaja yang riil dan mudah dipahami siswa yaitu melalui tayangan film.Masalah penelitian ini adalah penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baureno Bojonegoro. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswa SMP yang berjumlah 10 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian the one-group pretest-postest design. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala empati siswa SMP yang diberikan pada awal (pretest) dan akhir (postest) perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film pendek efektif untuk meningkantkan empati siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor postest di akhir pertemuan. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) konselor perlu memberikan jeda waktu selama 30 menit antara treatment satu dengan treatment berikutnya agar hasil yang diperoleh sesuai dengan hasil treatment, dan mempersiapkan film pendek yang memiliki karakteristik dapat menarik perhatian siswa dan sesuai dengan kematangan siswa. (2) peneliti selanjutnya, jika menggunakan media film pendek harus lebih memperhatikan kualitas film dari treatment yang diberikan. Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya peneliti melakukan kegiatan need assessment terlebih dahulu mengenai kasus-kasus yang sering dijumpai pada siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Developing cross cultural understanding (CGU) material by interporating character building for english program at ma bilingual Batu / Risky Ayu Dewi Cahyani

 

Penggunaan Piridinium Klorokromat sebagai oksidator selektif pada minyak Jarak Cina (Castor oil) sebagai upaya penyediaan pelumas berbahan minyak nabati / Catur Dedy Desiawan

 

Kata kunci: gliserida asam risinoleat, PCC, oksidator selektif. Tanaman jarak merupakan tanaman yang sudah dikenal masyarakat berbagai daerah di Indonesia, tetapi hanya sebatas sebagai tanaman pagar atau pembatas sawah petani, karena dianggap tidak ekonomis. Isolasi jarak cina dapat menghasilkan minyak jarak yang terdapat beberapa senyawa diantaranya yaitu asam risinoleat. Asam risinoleat (asam 12-hidroksi-cis-9 oktadekenoat) adalah asam lemak yang merupakan penyusun utama (87,8%) minyak jarak (Fieser, 1960:408). Salah satu kegunaan asam risinoleat adalah sebagai minyak pelumas. Penggunaan asam risinoleat sebagai pelumas terbatas pada mesin hidroulik karena memiliki viskositas cukup tinggi. Ikatan hidrogen antar molekul terbentuk dari interaksi gugus-gugus –COOH dan –OH. Pengubahan salah satu gugus dalam hal ini gugus –OH menjadi gugus karbonil akan menurunkan nilai viskositasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PCC dapat digunakan sebagai oksidator selektif terhadap minyak jarak dan karakterisasi senyawa hasil dari oksidasi minyak jarak dengan menggunakan oksidator selektif piridinium klorokromat (PCC) dalam pelarut dikloro metana. Hasil oksidasi gliserida asam risinoleat adalah gliserida asam 12-ketooleat. Reaksi oksidasi dilakukan dengan mereaksikan gliserida asam risinoleat dengan PCC pada perbandingan mol 1:3, 1:4, dan 1:5 mol selama 2 jam pada temperatur 40oC. Hasil oksidasi diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT), dan dipisahkan melalui kromatografi kolom alumina dengan eluen n-heksana. Senyawa-senyawa hasil pemisahan dianalisis dengan menggunakan spektrometer IR. Karakteristik campuran hasil dari oksidasi minyak jarak dengan piridinium klorokromat terdiri dari viskositas yang diperoleh pada variasi 1:3 mol yaitu 533,58 CP, densitas yang diperoleh pada variasi 1:3 yaitu 0,940 g/cm3 dan indeks bias yang diperoleh pada variasi 1:3 yaitu 1,4769. Piridinium klorokromat dapat digunakan sebagai oksidator selektif untuk oksidasi minyak jarak hal ini di buktikan dengan spektrum IR yang dihasilkan.

Kerupuk dengan sibtitusi tepung cangkang kerang hijau ( Perna Vividis) menggunakan metode Boling dan Steaming makanan ringan yang berkalsiul / Lailatul Fitria

 

Fitria, Lailatul. 2012. Kerupuk dengan Subtitusi Tepung Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) menggunakan Metode Boiling dan Steaming sebagai Makanan Ringan yang Berkalsium. Progam Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rini Sudjarwati, M. Pd. (II) Laili Hidayati, S. Pd., M. Si. Kata kunci: kerang hijau, kerupuk, tepung cangkang kerang hijau, kalsium. Kerang hijau (Perna viridis) adalah salah satu komoditas dari kelompok shellfish, yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin). Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Tepung cangkang kerang hijau adalah hasil olahan cangkang kerang hijau yang diproses dengan cara perebusan dalam larutan NaOH, pengeringan, dan dibuat serbuk dengan dihancurkan dan diayak. Kalsium adalah mineral yang penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan kerupuk dengan subtitusi tepung cangkang kerang hijau prosentase 5% dan 10% dengan metode boiling dan steaming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik (warna dan tekstur), kandungan kalsium, dan uji organoleptik/uji kesukaan (warna, terkstur, dan rasa). Penelis pada penelitian ini adalah panelis tidak terlatih yaitu masyarakat di Desa Tambak Rejo Pantai Sendang Biru sebanyak 25 orang. Data dianalisa menggunakan analisa ragam ANOVA dan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil sifat fisik warna kerupuk dengan subtitusi tepung cangkang kerang hijau (Perna viridis) diperoleh nilai rerata dengan warna L (kecerahan) antara 40,07 sampai dengan 36, warna a+ (kemerahan) antara 1,57 sampai dengan1,13, warna b+ (kekuningan) antara 5,23 sampai dengan 4,2. Sifat fisik tekstur nilai rerata paling tinggi pada perlakuan P3 (Metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 5%) dengan nilai rerata 23,067. Kandungan kalsium nilai rerata paling tinggi terdapat pada perlakuan P4 (Metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) dengan nilai rerata 396,81. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna perlakuan P2 (metode steaming dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) adalah warna kerupuk yang paling disukai (3,64). Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur perlakuan P1 (metode steaming dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 5%) adalah tekstur kerupuk yang paling disukai oleh panelis (3,99). Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa perlakuan P4 (metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) adalah rasa kerupuk yang paling disukai oleh panelis (3,27). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan tepung cangkang kerang hijau dengan prosentase yang lebih tinggi akan mempengaruhi hasil produk yang akan dibuat

Pengaruh persepsi wajib pajak atas efektivitas Account Representative (AR) dan sanksi pajak terhadap kepatuhan pembayaran PPh badan di KPP Pratama Malang Utara

 

Kata Kunci: Persepsi, acccount representative, sanksi, kepatuhan Guna meningkatkan pendapatan negara dalam sektor pajak, Direktorat Jenderal Pajak(DJP) melakukan reformasi dan modernisasi terhadap sistem administrasi perpajakan dengan menerapkan peran Account Representative (AR) yang efektif yang berfungsi sebagai pihak yang memberikan konsultasi, pelayanan, dan kontrol kepada Wajib Pajak (WP). Selain itu Direktorat Jenderal Pajak juga menerapkan sanksi pajak bagi wajib pajak yang melanggar peraturan perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Wajib Pajak atas efektivitas Account Representative dan sanksi pajak yang mempengaruhi kepatuhan membayar PPh Badan secara parsial dan simultan. Populasi dari penelitian sebanyak 4.648 Wajib Pajak. Data diperoleh dengan membagikan kuisioner kepada 100 Wajib Pajak sebagai responden di KPP Pratama Malang Utara. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa: (1) persepsi WP atas efektivitas AR berpengaruh signifikan negatif terhadap kepatuhan pembayaran PPh Badan, (2) tidak ada pengaruh signifikan antara persepsi WP atas sanksi pajak terhadap kepatuhan pembayaran PPh Badan dan (3) persepsi WP atas efektivitas AR dan persepsi WP atas sanksi pajak berpengaruh signifikan secara simultan tehadap kepatuhan pembayaran PPh Badan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya adalah: (1) DJP memberikan reward kepada WP yang patuh dalam urusan perpajakannya agar WP termotivasi untuk patuh membayar pajak, (2) DJP lebih meningkatkan sosialisasi peran pajak bagi negara dengan mengadakan workshop atau melalui media cetak dan elektronik secara berkala untuk meningkatkan kesadaran pajak, (3) Peneliti selanjutnya tidak hanya melakukan penelitian melalui angket saja, tetapi juga melaksanakan proses wawancara dan pemantauan langsung kepada responden

Pengembangan modul pembelajaran IPA (KIMIA) dengan pendekatan Inkuiri terbimbang pada materi asam-basa untuk siswa Kelas VII RSMP-BI / Hasnawati

 

Kata kunci: modulpembelajaran, pendekataninkuiriterbimbing, materiasam, basadangaram, rintisansekolahbertarafinternasional. DirektoratPembinaanSekolahMenengahPertama (PSMP) telahmenerbitkanbukupeganganuntuksiswaRSBI yang menggunakanbahasapengantarberbahasaInggrispada matapelajaran IPA Terpaduyaitubuku yang berjudul“Science”.Analisisterhadapbuku yang berjudul“Science” yang dikeluarkanoleh PSMP padatopikasam, basadangaramtelahdilakukan. Menurut hasil analisis buku tersebut memiliki beberapa kekurangan diantaranya, yaitu:contoh asam yang diberikansangat abstrak pada buku ini memberikan contoh asam yaitu asam laktat yang dihasilkan ketika berolahraga,pemaparanmaterinyatidakterurutdenganbaik,lebihmenekankanpadaaspekmakroskopisdansimbolis,lebihmenekankansegiisi (content) daripada proses dalampemahamansuatukonsep. Untuk itupengembanganbahan ajarperludilakukan, salahsatucara yang dapatdilakukanyaitudenganmengembangkanmodulpembelajaran yang sesuaidengankebutuhansiswa RSBI, yaitu modul pembelajaran yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing.Adapun alasan mengapa dikemas dalam bentuk modulkarena pembelajaran dengan modulsangatrelevandengankurikulum RSBI yang akanmenerapkansistemSatuanKredit Semester (SKS), dengan modulsiswa dapat mengontrol kemampuan dan intensitas belajarnya serta dapat dipelajari dimana saja dan kapan saja, modul sebagaibahanpembelajaranmandiriatau individual pada proses pembelajarandapatmeningkatkankeaktifansiswa. Selain itu ditinjau dari struktur bahan ajar modul memiliki struktur yang lengkap dibandingkan dengan bahan ajar lain.Pemilihanmateriasam, basadangaramdalampengembanganmoduldikarenakanmaterinya sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, bersifat eksperimen sehingga sangat sesuai diajarkan dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing, selain itu sebagian besarkonsepasam, basadangarambersifatabstrak dan sehinggasangatsulitdipahamiolehsiswa SMP, karenasiswa SMP kelas VII perkembanganinteleknyaberadapadaperalihanantaratingkatoperasikonkritdantingkatoperasi formal. Perkembanganintelek (kesanggupanberpikir formal/abstrak) dapatditingkatkanapabilapengajarandilakukandenganberorientasikanpada proses inkuiri.Pengembanganmodulasam, basa dan garam ini menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing karenapendekatan inkuiri terbimbing memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan menumbuh kembangkan sikap ilmiah dengan sedikit bimbingan dari guru sehingga pembelajaran akan lebih berpusat pada siswa. Pengembanganmodulasam, basa dan garam mengadopsi model 4D yang dikembangkanolehThiagarajan, Semmel, danSemmel yang terdiriatas 4 tahap.Tahappertamayaitupendefinisian(define) yang terdiri dari analisis keadaan awal lapangan dan analisis kebutuhan siswa,tahapkeduamembuatperancangan(design), tahapketigaadalahmengembangkan(develope)dantahapkeempatdistribusi(disseminate)modul yang akandikembangkan. Sebelummasukpadatahapkeempat, modulpembelajaranhasilpengembangandinilaiolehdua orang dosenkimiaUniversitasNegeri Malang dandua orang guru kimia.Penilaianinibertujuanuntukmengetahuitingkatkelayakanmodulpembelajaranhasilpengembanganberdasarkankriteriaisi, bahasadanpenyajian.Untukmengetahuitingkatefektifitasmodulpembelajaranhasilpengembangandilakukanujicobapada 29siswakelas VII RSMP-BI Negeri 3 Balikpapan.Data yang dikumpulkanterdiriatas data kualitatifdan data kuantitatif.Data kualitatifterdiriatastanggapandan saranperbaikanterhadapmodulpembelajaranhasilpengembangandaridosenkimia, guru kimiasiswaRSMP-BINegeri 3 Balikpapan.Data kualitatifdikumpulkanmenggunakaninstrumenpenilaianmodulpembelajaran yang dikembangkanberdasarkanstandarpenilaianbahan ajar yang dirumuskanolehBadanStandarNasionalPendidikan (BSNP).Data kuantitatifterdiriatasjawabanterhadapangketdanskortesprestasibelajarsiswa RSMP-BI Negeri 3 Balikpapansetelahmenggunakanmodulpembelajaranhasilpengembangan.Data kuantitatifdikumpulkanmenggunakaninstrumenangketdaninstrumentesprestasibelajar.Data yang terkumpuldianalisismenggunakanteknikdeskriptifdanstatistik.Instrumentesprestasibelajarsiswa yang digunakanterdiriatas 28 item soal memiliki validitas isi sebesar 0.96dankoefisienkorelasireliabilitassebesar 0,71 dengan menggunakan metode belah dua (split-half method). Modulpembelajaranhasilpengembanganterdiriatasduakegiatanbelajaryaitukegiatanbelajarutamadanpengayaan.Penilaiandosenkimiamenunjukanbahwatingkatkelayakanmodulpembelajaranhasilpengembangansebesar 90,0% darisegiisi, sebesar 87,5% darisegikebahasaan, dansebesar 87,5% darisegipenyajian. Penilaian guru kimiamenunjukantingkatkelayakanmodulpembelajaranhasilpengembangansebesar 90,0% darisegiisi, sebesar 85,0% darisegikebahasaandan 87,5% darisegipenyajian.Berdasarkanpenilaianahliisidanmateritersebutmodulpembelajaranhasilpengembanganlayakdigunakandalampembelajaranpadamateriasam, basadangaram.Keefektifanmoduldilihatdaripersepsisiswadiperolehsebesar 84,8% dengankriteriaefektifdanhasiltesprestasibelajarsiswamenunjukan93,1% siswamemperolehnilaidiatasKriteriaKetuntasan Minimal (KKM), yaitu 76. Berdasarkanhasilprestasibelajarsiswadanpersepsisiswatersebutmodulpembelajaranhasilpengembanganefektifmembantumerekadalampembelajaranpadamateriasam, basadangaram.Dengandemikianhasilpenilaiandanujicobamenunjukanhasilprodukpengembangandapatdigunakandalampembelajaran.

Pengembangan media pembelajaran Tari Topeng Patih Senggreng dalam pembelajaran seni tari Kelas VIII kompetensi ekspresi berupa VCD di SMP Negeri 2 Sumberpucung / Elita Dwi Rahmawati

 

Kata kunci: Tari Topeng Patih, media pembelajaran ekspresi seni tari daerah setempat, SMPN 2 Sumberpucung. Untuk mengatasi kendala guru seni budaya di SMP Negeri 2 Sumberpucung dalam standar kompetensi ekspresi pada kompetensi dasar mengekspresikan diri melalui seni tari Topeng Patih yang masih belum menggunakan media dalam pembelajarannya, diperlukan sebuah media pembelajaran berupa audio visual yang mampu mempermudah pelaksanaan pembelajaran dan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa dalam mempelajari tari Topeng Patih. Penelitian dan pengembangan ini dirancang dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk VCD, untuk pencapaian standar kompetensi mengekspresikan diri melalui karya tari daerah setempat dengan materi Topeng Patih yang merupakan seni tari tradisional berasal dari tarian khas Desa Senggreng, Sumberpucung Malang. Metode penelitian pengembangan yang digunakan untuk pembuatan media pembelajaran ini adalah metode prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menitik beratkan langkah-langkah yang harus di ikuti untuk menghasilkan produk. Uji validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba kelompok dilakukan di SMPN 2 Sumberpucung kelas VIII. Proses uji validasi dan uji coba dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kevalidan dalam hasil pembuatan media pembelajaran. Hasil pengembangan ini adalah VCD pembelajaran tari Topeng Patih yang meliputi tujuan pembelajaran, sejarah, tata busana, gerak tari, detail gerak dan profil. Berdasarkan uji validasi dari ahli media memperoleh nilai dengan prosentase 90% dengan kriteria valid tidak perlu revisi. Hasil uji validasi ahli materi memperoleh nilai dengan prosentase 95% dengan kriteria valid tidak perlu revisi. Dari hasil uji kelompok memperoleh nilai dengan prosentase 98% dengan kriteria valid tidak perlu revisi. Dari hasil prosentase menunjukan bahwa VCD pembelajaran Tari Topeng Patih Senggreng layak digunakan dalam pembelajaran siswa SMP Negeri 2 Sumberpucung. Saran dari hasil pengembangan ini, (1) VCD pembelajaran tari Topeng Patih dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran tari Topeng Patih, (2) Guru dapat memanfaatkan VCD ini dalam proses pembelajaran tari Topeng Patih.

R-Sman-Bi teacher's and students' perceptions on english as a medium of instruction / Retno Fitri Habsari Juniar Ayun

 

Pengembangan melompat jauh berbasis kecakapan hidup (Life Skills) Kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang / Endie Nurwantono

 

Kata Kunci: pengembangan, melompat jauh, berbasis, kecakapan hidup (life skills). Kecakapan hidup merupakan inti dari kompetensi dan hasil pendidikan adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema kehidupan secara proaktif dan kreatif. Setelah itu mencari solusi sehingga pada akhirnya mampu menyelesaikan problema kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran melompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang melalui bahan ajar yang sesuai dengan karakter anak kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang. Adapaun produk yang dikembangkan adalah model-model pembelajaran berupa permainan gerak dasar melompat bagi kelas VII G. Sehigga, dengan adanya bahan ajar ini, dapat membantu dan bisa memberikan peningkatan kemampuan gerak dasar lompat jauh yang dapat di refleksikan kekehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) ini adalah: 1) penelitian dan pengumpulan data dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assessment) dengan cara wawancara secara lisan kepada 40 siswa kelas VII G dan satu orang pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, 2) menyusun rancangan produk model pembelajaran lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills), 3) mengembangkan rancangan produk model pembelajaran kecakapan hidup (life skills), 4) uji coba lapangan awal, menggunakan 1 sekolah dengan 20 subyek dan 3 observer, 5) merevisi hasil uji coba (sesuai dengan saran-saran dari hasil uji lapngan awal), 6) uji coba lapangan utama, dilakukan pada 1 sekolah dengan 40 subyek dan 3 observer, 7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan utama (revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan utama). Hasil pengembangan ini adalah permainan melompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) yang terdiri dari 5 spesifikasi produk dan pada masing-masing spesifikasi produk terdiri dari 3 model permainan. Spesifikasi produk pengembangan lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills), yaitu: 1) melompat melewati rintangan, dengan model: (a) lmr endie 1, (b) lmr endie 2, (c) lmr endie 3. 2) melompat dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi, dengan model: (a) loncak mejeh 1, (b) loncak mejeh 2, (c) loncak mejeh 3. 3) melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat rendah, dengan model: (a) loncak kabebe 1, (b) loncak kabebe 2, (c) loncak kabebe 3. 4) melompat rendah-tinggi-rendah, dengan model: (a) lrtr endie 1, (b) lrtr endie 2, (c) lrtr endie 3. 5) melompat tinggi ke tinggi, dengan model: (a) ltt endie 1, (b) ltt endie 2, (c) ltt endie 3. Permainan-permainan tersebut dikemas dalam bahan ajar yang berupa buku. Cara bermain permainan ini menggunakan peraturan yang dirancang sesederhana mungkin agar siswa mudah melakukannya.

Studi tentang pengelolaan prasarana olahraga gelanggang olahraga Ken Arok berdasarkan tugas pokok dan fungsi Unit pelaksana teknis gelanggang olahraga Ken Arok kota Malang / Angga Loka Maruta

 

Kata Kunci: pengelolaan, prasarana olahraga, GOR Ken Arok Semakin berkembangnya olahraga di Indonesia maka diimbangi dengan semakin banyak pula dibangun prasarana olahraga yang menunjang terselenggaranya kegiatan olahraga tersebut. Di Kota Malang terdapat Gelanggang Olahraga Ken Arok yang tepatnya di kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. GOR Ken Arok merupakan satu-satunya GOR tipe A di Jatim. Dengan tersedianya fasilitas prasarana olahraga indoor di GOR Ken Arok, GOR Ken Arok dipilih sebagai venue untuk menggelar pertandingan dan perlombaan olahraga level Nasional. Tidak sedikit klub dari berbagai cabang olahraga yang memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada tersebut dengan cara menyewa, diantaranya adalah dari cabang olahraga bolabasket dan bolavoli. Namun masih terdapat keluhan dari pengguna GOR Ken Arok mengenai prasarana olaharga yang ada di GOR Ken Arok. Seperti lampu padam saat pertandingan dan kenyamanan penggunaan prasarana olahraga di GOR. Hal ini menimbulkan anggapan dari pengguna bahwa pengelolaan prasarana GOR Ken Arok tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pengelolaan prasarana olahraga GOR Ken Arok berdasarkan tugas pokok dan fungsi Unit Pelaksana Teknis GOR Ken Arok Kota Malang. Subjek UPT GOR Ken Arok Kota Malang. Instrumen penelitian mengunakan daftar cek, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari daftar cek tentang tugas dan fungsi pokok UPT GOR Ken Arok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tugas pokok dan fungsi UPT GOR telah berjalan dengan baik namun masih banyak yang belum berjalan kurang baik. Dan fungsi GOR Ken Arok juga tidak sesuai dengan yang disebutkan dalam UU RI Th 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal I ayat 21 bertentangan dengan PERDA Kota Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang fungsi penggunaan Gelanggang Olahraga Ken Arok Kota Malang karena masih sering digunakan untuk kegiatan selain olahraga. UPT GOR Ken Arok juga kurang memperhatikan perawatan prasarana olahraga outdoor. Disarankan agar Unit Pelaksana teknis selaku pengelolaan prasarana olahraga di GOR Ken Arok Kota Malang lebih ditingkatkan. Diantaranya Pengelola lebih meningkatkan perawatan dan pemeliharaan prasarana olahraga yang ada di luar gedung (outdoor), kenyamanan fasilitas indoor dan kebersihan dari fasilitas penunjang seperti mushola, kamar mandi dan tempat parkir. Dan agar Unit Pelaksana Teknis membatasi penggunaan GOR Ken Arok hanya boleh digunakan untuk kegiatan yang menyangkut kegiatan Olaharaga.

Perbandingan kinerja portofolio saham-saham dengan metode Sharpe, Treynor dan Jensen pada perusahaan LQ-45 tahun 2009-2011 / Hanif Satya Wicaksono

 

Kata Kunci: indeks tunggal, indeks sharpe, indeks treynor, indeks jensen, kinerja portofolio saham Investor sebagai pemilik modal dana secara rasional akan memilih saham-saham yang dinilai efisien sebagai bentuk investasi dana yang dimiliki di pasar modal. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk portofolio yang optimal adalah dengan menggunakan model indeks tunggal. Setelah itu ada beberapa metode untuk mengevaluasi kinerja suatu portofolio yang dikaitkan dengan tingkat resiko yaitu metode Sharpe,Treynor dan Jensen. Ketiga metode tersebut memiliki karakteristik pengukuran yang berbeda. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ukuran kinerja yang diukur melalui ketiga metode tersebut memiliki kesamaan. Penelitian ini menggunakan data portofolio bulanan yang diperoleh dari data saham harian dari perusahaan-perusahaan yang selama periode januari 2009 hingga desember 2011 selalu tampil dalam saham-saham yang masuk dalam LQ 45. Data yang diperoleh untuk penelitian ini terdiri dari 31 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut. Analisis yang dipergunakan untuk pembuktian hipotesis penelitian adalah uji beda Kruskall Wallish untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada ketiga nilai kinerja portofolio yakni nilai Sharpe, Treynor dan Jensen. Portofolio dibentuk secara bulanan selama periode tiga tahun (2009-2011) dan menghasilkan 36 portofolio berdasarkan metode indeks tunggal. Hasil penelitian menghasilkan 36 bentuk portofolio selama 3 tahun. Transformasi z-score (standardized) digunakan terhadap skor kinerja pada ketiga metode pengukuran kinerja portofolio karena ketiganya tidak memiliki batasan skor yang sama. Pengujian dengan kruskal wallish mendapatkan tidak adanya perbedaan yang bermakna terhadap ketiga metode tersebut. Saran yang diberikan pada penelitian selanjutnya adalah perlunya penelitian yang dilakukan oleh peneliti selanjutnya terhadap kinerja pada dasar industri atau dunia usaha yang berbeda seperti misalnya pada reksa dana dan lain sebagainya. Kemudian bagi perusahaan yang bergerak di industri jasa investasi yakni lembaga reksadana dapat menelaah mengenai kehandalan dari metode pengukuran kinerja portofolio sebagai bahan perbandingan untuk pengambilan keputusan investasi optimal. Saran selanjutnya adalah bagi investor individual dapat mengukur kinerja portofolio dengan lebih luas, yakni, selain pada saham-saham perusahaan LQ45, untuk kemudian dibandingkan hasilnya bagaimana kinerja portofolio investasinya pada perusahaan non-LQ45.

Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik dengan metode bermain pada siswa kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Lukman Khakim

 

Katakunci: metodebermain, siswa aktif, pembelajaran variasi gerak dasar atletik Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan diperoleh informasi bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran. Pembelajaranpendidikan jasmani dan kesehatan di SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan masih sering menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi dan modellinguntukmemberikan contoh kepada siswa.Peneliti menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman dan tingkat penerapan informasi pada setiap siswa yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain. Salah satu ciri pembelajaran dengan menggunakan metodebermain adalah siswa senang dan banyak bergerak. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa diharapkan dapat lebih aktif dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik sehingga hasil belajar meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan menggunakan metodebermain. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwapersentasekeaktifandari 20 siswaterdapat10% atau 4 siswa yang tidak aktif, 5% atau1siswa yang tidak sungguh-sungguh, 10% atau siswatidaktekun dan 5% atau 1 siswa tidak senang. Secaraumumkeaktifansiswadalampembelajaranvariasi gerak dasar atletikpadasiklus 1 meningkatpadasikus 2, dandari data diatasmakapembelajarandikatakansukseskarenaketuntasan minimal yang dibuatsekolahadalah70% . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metodebermain dan variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.

Penerapan media permainan monopoli untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita pada siswa kelas VI SDN Karangbesuki 1Malang / Holifatul Fitri

 

Fitri, Holifatul. 2012. Penerapan Media Permainan Monopoli untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Cerita pada Siswa Kelas VI SDN Karangbesuki 1 Malang. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H. S, S. H, M.Hum, (II) Dr. Kusubakti Andajani, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Unsur Cerita, Media Pembelajaran, Permainan Monopoli Menyimak merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menyimak dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dalam banyak hal, di antaranya menyimak berita, menyimak cerita, menyimak pembicaraan. Berbagai informasi pun didapatkan dengan menyimak. Cerita merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang perlu disimak. Menyimak membutuhkan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan membaca dan berbicara. Menyimak merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki setiap orang. Pembelajaran menyimak masih belum mendapatkan perhatian lebih. Kegiatan pembelajaran menyimak di kelas masih belum bisa menarik minat siswa. Siswa cenderung merasa bosan apabila diminta menyimak sebuah cerita, apalagi jika cerita terlalu panjang dan penyajiannya kurang menarik. Oleh karena itu diperlukan sebuah kreativitas agar bisa membangkitkan minat siswa untuk menyimak. Perlu penyajian yang berbeda dari kegiatan menyimak sebelumnya. Salah satu cara untuk menarik perhatian siswa dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran. Permainan merupakan salah satu media yang cukup menarik. Salah satu media permainan yang dapat digunakan adalah permainan monopoli. Permainan monopoli dipilih karena permainan ini cukup dekat dengan anak-anak. Siswa pada umumnya menyukai permainan. Permainan ini dapat merangsang kinerja otak. Secara umum, penelitian ini berupaya menjawab masalah mengenai proses dan hasil peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita pada siswa kelas VI SDN Karangbesuki 1 Malang melalui penerapan media permainan monopoli. Sesuai dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita melalui penerapan media permainan monopoli. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data proses belajar siswa berupa keaktifan dan kerjasama siswa selama di kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan soal tes. Kegiatan analisis data dilakukan dengan pemilihan data yang telah terkumpul, kemudian pendeskripsian hasil data, dan penarikan kesimpulan. Penerapan media permainan monopoli mampu meningkatkan proses mengidentifikasi unsur cerita yang meliputi keaktifan dan kerjasama siswa. Siswa yang memperhatikan pembelajaran dengan sungguh-sungguh semula 74% pada pratindakan menjadi 70% siklus I, serta 72% siklus II. Terjadi peningkatan kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas yang awalnya 74% pada pratindakan menjadi 79% siklus I, dan 93% pada siklus II. Siswa yang bersemangat mengerjakan tugas yang semula 56% pada pratindakan meningkat menjadi 70% siklus I, serta 88% siklus II. Keberanian siswa menjawab, bertanya, mengungkapkan pendapat perihal materi pembelajaran semula 58% pada pratindakan meningkat menjadi 70% siklus I, dan 70% siklus II. Siswa yang segera mengerjakan tugas semula 77% pada pratindakan, menjadi 70% siklus I, dan 74% siklus II. Pada proses kerjasama, siswa saling membantu anggota kelompok semula 70% pada pratindakan menjadi 70% siklus I, dan 74% siklus II. Terjadi peningkatan siswa memberikan kesempatan kepada teman kelompok mengemukakan pendapat yang awalnya 74% pada pratindakan, menjadi 79% di siklus I, serta 86% siklus II. Siswa yang tidak mendominasi kelompok semula 65% pada pratindakan meningkat menjadi 67% di siklus I, dan 72% siklus II. Siswa yang berbagi pendapat dengan kelompok semula 67% pada pratindakan, menjadi 72% di siklus I, dan 77% siklus II. Siswa yang memecahkan masalah bersama-sama semula 58% pratindakan, meningkat menjadi 77% di siklus I, serta 81% siklus II. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan media permainan monopoli mampu meningkatkan keaktifan dan kerjasama siswa mengidentifikasi unsur cerita pada siswa kelas VI SDN Karangbesuki 1 Malang. Penerapan media permainan monopoli mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita yang meliputi tokoh, watak, latar, tema, dan amanat cerita. Pada aspek mengidentifikasi tokoh cerita, terjadi peningkatan yang semula 64% pada pratindakan menjadi 90% di siklus I, serta 89% siklus II. Aspek mengidentifikasi watak tokoh mengalami peningkatan yang awalnya 34% pada pratindakan, 40% siklus I, dan 71% siklus II. Kemampuan mengidentifikasi latar cerita mengalami peningkatan yang semula 51% pada pratindakan menjadi 73% di siklus I, serta 81% siklus II. Pada aspek mengidentifikasi tema cerita, peningkatan yang semula 37% pada pratindakan, 36% di siklus I, dan 78% siklus II. Aspek mengidentifikasi amanat cerita mengalami peningkatan yang awalnya 52% pada pratindakan, 57% siklus I, serta 73% siklus II. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kemampuan mengidentifikasi unsur cerita mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media permainan monopoli mampu meningkatkan kemampuan siswa mengidentifikasi unsur cerita pada siswa kelas VISDN Karangbesuki 1 Malang. Agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang berbeda dari biasanya, salah satunya dengan menggunakan media permainan dalam pembelajaran. Diharapkan guru dapat mempertimbangkan penggunaan media permainan monopoli dalam pembelajaran. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian serupa, dapat meneliti penggunaan media permainan tersebut pada KD yang lain.

Comparing the God of small things to Hansel and Gretel and Romeo and Juliet / Monik Chaisar Widyaningsih

 

Key tags: Formalism, Elements of Literature, Comparative Study, Plot, Setting, Character The God of Small Things is one of the best novels, which have been recognized in the world. The novel, written by Arundhati Roy, an Indian female writer, tells about the life of dzygotic-twin siblings: Rahel and Estha, and their childhood hard life. In addition to expose the life of the siblings, the novel pictures on the social life and the culture of India also. This thesis mainly argues that The God of Small Things somehow similar to Hansel and Gretel and Romeo and Juliet. The comparison appears obviously in several characters, setting, and plot of the novel by Arundhati Roy. This research is implemented to explore the comparison involved in the novel of The God of Small Things. The analysis employed Formalist Criticism. Formalism itself is a term that only analyzes the form of certain literary work. The comparison foundthe similarities and the differences in the characters, plots and setting in two story of TGOST,Rahel – Estha and Ammu – Velutha to Hansel and Gretel and Romeo and Juliet. The similarities that is found leads to a metaphor, which shows the message of satire to criticize, a message and Irony. The analysis shows that the comparison between Rahel – Estha and Hansel – Gretel is the metaphor of the condition in each story to represent the post-war situation and a challenge against patriarchy. In Ammu – Velutha and Romeo – Juliet, the metaphor itself brings the message from the comparison of Romeo and Juliet is that love is the greatest feelings than any other feelings. Life can be built by love that is why love cannot be blamed, especially in Ammu-Velutha and Romeo-Juliet cases.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang / Citra Dewi Astutik

 

Kata Kunci: faktor internal, faktor eksternal, prestasi belajar, mahasiswa Jurusan AP Prestasi belajar akademik adalah hasil yang dicapai dalam proses belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang dinyatakan dengan skor/nilai yang dilakukan oleh pendidik melalui evaluasi atau penilaian yang diberikan kepada subjek didik yaitu siswa/mahasiswa. Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa yang terdiri dari Faktor Jasmani, kemampuan dasar, sikap, bakat, minat, dan motivasi. Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri mahasiswa yang terdiri dari lingkungan Sosial dan non-sosial. Faktor internal dan faktor eksternal harus saling mendukung demi tercapainya prestasi belajar yang maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Faktor internal apa saja yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (2) Faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (3) Faktor apa yang paling dominan yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (4) Apakah ada perbedaan antara mahasiswa regular dan non regular dalam prestasi belajar yang tidak sama, sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa Jurusan AP FIP UM? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur secara kuantitatif yaitu tingkat prestasi mahasiswa berdasarkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi prestasi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengambilan sampel secara terkombinasi yaitu Teknik Statified Proportional Random Sampling. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner/angket, sedangkan data sekunder berupa hasil nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa. Uji kualitas data yang dipakai adalah validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Angkatan 2007, 2008 dan 2009. Hasil Penelitian pada mahasiswa Jurusan AP FIP UM menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar diperoleh nilai F hitung 17.736 dengan taraf signifikansi 0,030 atau < 0,05, maka faktor internal berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap prestasi belajar. F hitung 17,736 dengan taraf signifikansinya 0,014 atau < 0,05, maka faktor eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan kata lain faktor internal dan faktor eksternal secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal yang terdiri dari (Faktor Jasmani, sikap, bakat, minat dan motivasi) mempunyai hubungan sebesar 0,193 terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM. Sedangkan faktor eksternal (lingkungan sosial dan non sosial) mempunyai hubungan sebesar 0,202 dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa faktor eksternal lebih dominan mempunyai hubungan yang lebih signifikan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa jurusan AP FIP UM. Dari Penelitian ini yang dilakukan melalui Uji t Sampel Bebas juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan untuk mahasiswa kelas Reguler (Reg) dan mahasiswa Non Reg Jurusan AP FIP UM ditinjau dari IP nya. Saran penelitian selanjutnya diharapkan meneliti faktor lain seperti kemampun dasar, cacat Tubuh, bakat, keadaan gedung, metode belajar, metode mengajar, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat dan masih banyak lagi

Peranan kepala sekolah dalam manajemen APM (Alat Peraga Murah): studi kasus di SDN Kedawungkulon 2 Kabupaten Pasuruan / Yudha Arie Syaputra

 

Penerapan model-model latihan kelentukan tubuh untuk meningkatkan pembelajaran senam lantai guling ke belakang bagi siswa kelas VII-A SMP Negeri 3 Nganjuk / Willian Adi Pratama

 

Kata kunci: Pelatihan Kelentukan Tubuh, Senam Guling ke Belakang. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan khususnya materi senam guling ke belakang belum berjalan dengan baik, hal tersebut dikarenakan bahwa dalam pelaksanaan senam guling ke belakang perlu dipersiapkan pemanasan yang benar terutama pemanasan yang menuju pada kelentukan tubuh. Berdasarkan observasi awal pada mata pelajaran roll guling ke belakang di SMPN 3 Nganjuk, diperoleh hasil pemberian pemanasan yang menuju pada pelaksanan guling belakang saat awal pembelajaran kurang maksimal, 2) jumlah pembelajaran efektif untuk senam guling belakang ada 2 kali tatap muka yang terdiri dari 1 kali pemberian materi dan 1 kali tes, 3) kurang variatif materi yang diberikan, 4) tidak adanya pendinginan dan evaluasi setelah pelajaran. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan yang sistematis.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran senam guling ke belakang dengan penerapan model-model latihan kelentukan tubuh pada 30 Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 3 Nganjuk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus yang terdiri dari 4 tahappada setiap siklusnya yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan kelentukan tubuh. Hasil pada siklus I melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%, melakukan jongkok dengan kedua tangan lurus kedepan 90%, menempelkan pantat ke matras 63,3%, melakukan guling belakang dengan cara menempelkan punggung ke matras berguling, disertai ayunan lengan dari depan ke belakang sampai menjadi tumpuhan 53,3%, melakukan jongkok sebagai gerak lanjutan sebelum melakukan sikap akhir 53,3%, melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 80%. Hasil pada siklus II melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%, melakukan jongkok dengan kedua tangan lurus kedepan 100%, menempelkan pantat ke matras 100%, melakukan guling belakang dengan cara menempelkan punggung ke matras berguling, disertai ayunan lengan dari depan ke belakang sampai menjadi tumpuhan 76,6%, melakukan jongkok sebagai gerak lanjutan sebelum melakukan sikap akhir 100%, melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%. Peneliti menyarankan dalam pembelajaran senam guling ke belakang dengan menggunakan latihan kelentukan tubuh dapat diterapkan dalam pembelajaran senam guling ke belakang, karena dengan menggunakan latihan tersebut terbukti dapat meningkatkan keterampilan senam guling ke belakang di SMP Negeri 3 Nganjuk menjadi lebih baik.

Pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada program keahlian teknik gambar bangunan SMK di Kota Malang / Firman Akhla

 

Kata kunci: pelaksanaan, penilaian hasil belajar. Penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Informasi yang didapat dari proses penilaian tidak saja penting untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa, tetapi juga untuk mengukur efektifitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tidak hanya bertumpu pada hasil yang dicapai, tetapi juga mempertimbangkan segi proses. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan persiapan penilaian hasil belajar siswa; (2) mendeskripsikan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru produktif Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang berjumlah 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh atau sensus sehingga seluruh populasi sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan angket dengan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Siswa pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang adalah sangat baik, yang dapat dilihat dari: (1) persiapan penilaian hasil belajar siswa dalam kategori sangat baik; (2) pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa dalam kategori sangat baik Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) guru lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa terutama yang berkaitan dengan instrumen portofolio agar lebih banyak digunakan dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa; (2) diharapkan sekolah selalu melakukan supervisi dan evaluasi pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada guru Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan agar dapat mengontrol objektifitas penilaian dan sebagai pengendalian mutu pelaksanaan hasil belajar siswa; (3) bagi para peneliti yang berminat melakukan penelitian berkaitan dengan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa diharapkan dapat melaksanakan penelitian pada semua Program Keahlian SMK di Kota Malang, agar dapat mengetahui tingkat pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada setiap program keahlian.

Pengaruh model pembelajaran pemecahan masalah terhadap prestasi belajar fisika ditinjau dari kemampuan berpikir logis siswa kelas X SMKN 6 Malang / Haris Mahmudi

 

Perbedaan perilaku disiplin remaja saat berada di asrama dan saat berada di sekolah / Mutiara Petrina

 

Kata kunci: remaja, disiplin di asrama, disiplin di sekolah Dalam perjalanan masa anak-anak hingga masa dewasa, masa remaja adalah jembatannya. Sayangnya, masa remaja adalah masa yang rawan oleh pengaruh negatif dan perilaku yang menyimpang. Penerapan disiplin adalah hal yang sangat penting karena memberikan efek langsung pada pembentukan pola hidup. Oleh karena itu, peran dari semua pihak sangat diperlukan dalam rangka mencetak pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kedisiplinan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama, (2) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di sekolah SMPK Pamerdi, (3) perbedaan perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama dan saat berada di sekolah SMPK Pamerdi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian adalah remaja penghuni Asrama Griya Kinasih yang bersekolah di SMPK Pamerdi, berjumlah 34 orang. Alat pengumpul data berupa (1) skala disiplin di asrama, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.869, dan menggunakan pengasuh asrama sebagai rater; (2) skala disiplin di sekolah, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.748, dan menggunakan guru sekolah sebagai rater. Hasil penelitian menunjukkan (1) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (67.65% atau 23 orang) saat berada di asrama; (2) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (70.58% atau 24 orang) saat berada di sekolah; (3) uji hipotesis dengan menggunakan uji-t memperoleh nilai koefisien t-hitung -3.170 dengan taraf signifikansi 0.006, dan nilai t-tabel(df:34, α:0.05) = 2.034. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku disiplin remaja penghuni asrama saat berada di asrama dan saat berada di sekolah. Disarankan kepada pihak asrama untuk membangun kedekatan interpersonal dan menetapkan konsistensi pelaksanaan aturan. Bagi pihak sekolah disarankan untuk memperbaharui dokumen pengukur tingkat kedisiplinan, memperhatikan persyaratan kualitas guru, maupun mendatangkan konselor pendidikan. Remaja disarankan agar selalu mempertimbangkan kehendak super-ego dalam mengendalikan tingkah laku.

Prasangka Aremania terhadap Bonekmania / Happy Pratama

 

Kata Kunci: prasangka, aremania, bonekmania Aremania adalah julukan bagi seluruk warga Malang Raya terutama yang mendukung kesebelasan Arema. Aremania memiliki musuh bebuyutan yang sejak lama bentrok dan hingga saat ini belum menemukan kesepakatan untuk berdamai dengan Bonekmania. Permusuhan antara Malang-Surabaya tersebut menimbulkan Prasangka negatif diantara kedua belah pihak yang bermusuhan yaitu Aremania dan Bonekmania. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang prasangka yang ada pada setiap diri Aremania terhadap Bonekmania yang menjadi musuh bebuyutannya, selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk prasangka apa saja yang ada pada Aremania. Peneliti ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis deskriptif kualitatif dimulai dengan pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: subjek penelitian menunjukkan adanya prasangka negatif terhadap Bonekmania dengan bersikap kurang bersahabat bila bertemu dengan bonekmania. Prasangka yang dilakukan ketiga subjek penelitian dilatar belakangi oleh adanya sejarah permusuhan yang telah berlangsung lama diantara masyarakat Malang dan Surabaya, selain itu ketiga subjek merasa Bonekmania selalu memupuk permusuhan dengan cara memicu bentrokan saat Aremania tour ke luar kota dalam mendukung kesebelasan Arema bertanding di luar kandang. Subjek menunjukkan adanya tindakan strereotip dengan mengganggap semua Bonekmania memiliki perilaku yang sama yaitu brutal serta tidak memiliki modal uang dan hanyalah modal nekat, subjek menunjukkan adanya tindakan diskriminasi dengan cara memusuhi siapa saja yang mengenakan atribut Bonekmania, subjek menunjukkan adanya tindakan jarak sosial dengan menjaga jarak dalam bergaul, bekerja, dan memilih jodoh selama ada atribut Bonekmania, subjek tidak menunjukkan tindakan prasangka dimensi diskriminasi maupun tindakan tipe diskriminasi selama tidak ada yang menunjukkan adanya atribut Bonekmania. Subjek penelitian menerangkan bahwa Aremania bukanlah organisasi resmi atau instansi sehingga tidak ada tipe diskriminasi institusional langsung maupun tak langsung.

Pengaruh persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) tentang profesi guru terhadap motivasi untuk menjadi guru (studi pada mahasiswa UM angkatan 2007-2009) / Tomy Suherdiyanto

 

Kata kunci: persepsi, profesi guru, motivasi Banyak mahasiswa lulusan PTB FT UM yang tidak menjadi guru, namun berprofesi dibidang lain misalnya tenaga ahli pada konstruksi bangunan, kontraktor, pengembang, drafter dan lain sebagainya. Hal ini mungkin disebabkan persepsi mereka terhadap profesi guru kurang baik. Beberapa ahli menyatakan bahwa persepsi akan menghasilkan dorongan untuk melakukan sesuatu hal yang dipersepsi tersebut. Oleh karena itu penelitian ini berjudul pengaruh persepsi mahasiswa PTB tentang profesi guru terhadap motivasi untuk menjadi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi mahasiswa PTB angkatan 2007-2009 tentang profesi guru, (2) motivasi mahasiswa PTB angkatan 2007-2009 untuk menjadi guru, (3) pengaruh persepsi mahasiswa PTB angkatan 2007-2009 tentang profesi guru terhadap motivasi untuk menjadi guru. Hasil penelitian ini bermanfaat informasi yang lebih jelas bagi lembaga kependidikan Universitas Negeri Malang, khususnya bagi Jurusan Teknik Sipil Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan tentang minat dan motivasi mahasiswanya untuk menjadi guru sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan baru demi kemajuan mutu pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan eksplanatory dengan variabel bebas persepsi mahasiswa tentang profesi guru dan variabel terikat motivasi menjadi guru. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PTB angkatan 2007-2009 dengan jumlah 279 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 (25% dari total populasi), instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, teknik analisis regresi dengan menggunakan deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) 65,8% responden mempunyai skor diatas rata-rata (mean) 64,71 yaitu mempunyai persepsi yang baik dan sangat baik terhadap profesi guru, 2) 55,76% responden mempunyai skor diatas rata-rata (mean) 52,56 yaitu mempunyai motivasi yang tinggi dan sangat tinggi untuk menjadi guru, 3) persepsi tentang profesi guru berpengaruh positif, kuat dan signifikan terhadap motivasi untuk menjadi guru (R = 0,967 ; F = 89,041 ; p = 0,000) dengan sumbangan efektif variabel bebas terhadap variabel terikat R2 = 0,935. Sedangkan persamaan regresi dirumuskan Y = 10,482 + 1,109X. Perlu diupayakan secara kontinyu untuk menumbuhkan dan mengembangkan persepsi yang baik terhadap profesi guru agar dapat meningkatkan motivasi dikalangan mahasiswa PTB untuk menjadi guru.

Pengaruh blended learning terhadap penguasaan konsep dan penalaran fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batu / Hermawanto

 

Abstrak : Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang mempengaruhi bidang pendidikan. E-learning merupakan salah satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet. E-learning memiliki banyak kelebihan. Kelebihan itu antara lain: meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik melalui media forum, memiliki banyak sumber belajar yang up-to-date, membuat peserta didik lebih mandiri dan aktif, guru dapat memberikan layanan kepada peserta didik tanpa berhadapan langsung dengan peserta didik, memberikan pendalaman materi ataupun remedial, tidak terbatas oleh waktu, pembelajar dapat menentukan kapan saja waktu untuk belajar. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh pembelajaran blended learning terhadap pengguasaan konsep fisika 2) Mengetahui pengaruh pembelajaran blended learning terhadap penalaran fisika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal Tahun Pelajaran 2012-2013. Rancangan yang digunakan adalah Randomized Posttest only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batu. Sampel penelitiannya sebanyak 4 kelas yaitu kelas X-6 dan X-10 sebagai kelas eksperimen, kelas X-11 dan X-12 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini berupa tes pengguasaan konsep dan penalaran fisika dalam bentuk pilihan ganda. Sebelum instrumen digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui daya beda, tingkat kesukaran, validitas, dan reliabilitas. Pengumpulan data pengguasan konsep dan penalaran menggunakan posttest. Analisis data menggunakan analisis diskriptif dan uji t kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Sebelum dilakukan uji statistik, dilakukan uji prasyarat analisis yaitu normalitas dan homogenitas. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dirumuskan kesimpulan sebagai berikut. 1) Ada pengaruh pembelajaran blended learning terhadap penguasaan konsep fisika, 2) Ada pengaruh pembelajaran blended learning terhadap penalaran fisika. Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan penguasaan konsep fisika dan penalaran fisika. Pembelajaran Blended learning melatih peserta didik untuk mandiri, aktif, serta efektif dan efisien. Kata Kunci: blended learning, penguasaan konsep fisika, penalaran fisika.

Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang / Titik Mujiwardani

 

Kata Kunci : Motivasi, Kepuasan Kerja, Kinerja Keberhasilan organisasi mencapai tujuan dapat diperlihatkan melalui kinerja yang tinggi dan efektif dari setiap anggota organisasi. Indikasi kinerja yang tinggi dan efektif nampak dalam motivasi dan kepuasan kerja yang tinggi. Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuannya dalam melaksanakan suatu tugas atau tanggung jawab. Kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan positif atau negatif yang dimiliki karyawan terhadap kinerjanya. Kinerja adalah hasil dari proses kerja seseorang atau kelompok organisasi sesuai dengan tanggung jawab yang dimiliki sehingga tujuan organisasi tercapai yang dapat dilihat dari kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, dan prakarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi motivasi, kepuasan kerja dan kinerja guru (SDN) Kecamatan Kalipare, (2) Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja, (3) variabel yang dominan mempengaruhi kinerja. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi (X1), Kepuasan (X2), dan kinerja (Y). Penelitian ini dilakukan selama bulan September – Oktober 2012. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Proportionate Statified Random Sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan terhadap 126 responden dari 234 guru SDN Kecamatan Kalipare. Skala Likert digunakan untuk memberikan skor dalam instrumen. Jawaban dapat diberi skor berikut ini: sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1, tidak setuju (TS) dengan skor 2, cukup setuju (CS) dengan skor 3, setuju (S) dengan skor 4, sangat setuju (SS) dengan skor 5.Untuk menguji validitas dan reliabilitas sebelumnya diadakan try out pada 30 sampel. Pengisian angket variabel motivasi dan kepuasan kerja dilakukan oleh guru, sedangkan untuk kinerja diisi oleh kepala sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan menggunakan program SPSS For Window seri 16.0. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa:(1) responden yang menyatakan setuju terhadap motivasi mennduduki peringkat tertinggi yaitu sebanyak 82,53% responden, (2) responden yang menyatakan sangat setuju terhadap kepuasan menduduki peringkat tertinggi yaitu sebanyak 68,35% responden, (3) responden yang menyatakan sangat setuju terhadap kinerja menduduki peringkat tertinggi yaitu sebanyak 68,25% responden. Signifikasi F adalah 0,202 > 0,05 , maka dapat disimpulkan Ha ditolak dan Ho diterima, Nilaisignifikasi t untuk X1 adalah 0,284 > 0,05, signifikasi t untuk X2 adalah 0,508> 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah): (1) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dan kepuasan kerja secara parsial terhadap kinerja guru SDN Kecamatan Kalipare, (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dan kepuasan kerja secara simultan terhadap kinerja guru SDN Kecamatan Kalipare, (3) jika dibandingkan dengan variabel motivasi dan kepuasan kerja, variabel motivasi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja guru SDN Kecamatan Kalipare. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi guru SDN Kecamatan Kalipare untuk menambah dan selalu memperbaharui ilmu dan pengetahuan untuk menunjang profesi sebagai guru, meningkatkan kerjasama untuk meningkatkan mutu anak didik, meningkatkan kedisiplinan, misalnya datang dan pulang tepat pada waktunya, (2) bagi UPTD TK SD dan PLS Kecamatan Kalipare Kabupaten yaitu melengkapi fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara merata, memberikan pelatihan dan seminar yang dapat meningkatkan kinerja para guru, membangun relasi yang baik antara staf UPTD dengan para guru sehingga kebutuhan guru dan proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan lancar, (3) bagi peneliti selanjutnya, supaya menambah jumlah variabel atau meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja, selain motivasi dan kepuasan kerja.

Analisis faktor brand equity pada toko Rizqi Gresik / Muhammad Farizal Rizki

 

Kata kunci: Faktor Brand Equity Pertumbuhan sektor industri di Indonesia semakin meningkat sehingga mendorong adanya persaingan antar perusahaan yang semakin tajam. Banyaknya persaingan memacu perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, tapi didalam perkembangannya persepsi konsumen yang menentukan akan kualitas produk tersebut dan konsumen saat ini menganggap produk yang ada dipasaran itu sama, sehingga barang yang ada akan menjadi barang komoditas. Disinilah konsep brand equity mulai diunakan guna mengetaui sejauh mana faktor-faktor ekuitas merek yang ada pada produknya di kenal oleh konsumen. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor dari brand equity apa saja yang terdapat pada Toko Rizqi Gresik . Penelitian ini menggunakan dua puluh satu faktor yaitu konsumen tidak mengenal merek , mengingat merek dengan bantuan, mengingat merek tanpa bantuan, sangat paham dan mengenal elemen merek, memberikan informasi merek, membedakan merek, alasan membeli merek, sikap positif pada erek, perluasan merek, personality, organization, difrensiasi posisi, merek popular, kualitas aktual atau objektifitas, kualitas manufaktur, merek bermanfat, komit, menyukai merek, puas biaya peralihan, kebiasaan, berpindah-pindah. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Toko Rizqi Gresik dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden, Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis faktor. Hasil penelitian ini adalah: dari dua puluh satu faktor ada tuju belas yang diterima dan dikelompokkan menjadi enam faktor : (1) Faktor Kesadaran Merek I, Asosiasi Merek I dan Persepsi Kualitas I dengan nilai eigenvalue 4,342, (2) Faktor Kesadaran Merek II, Persepsi Kualitas II dan Loyalitas Merek I dengan nilai eigenvalue 2,039, (3) Faktor Asosiasi II dan Faktor Loyalitas II dengan nilai eigenvalue 1,705, (4) Faktor Asosiasi Merek III dan Loyalitas Merek III dengan nilai eigenvalue 1,436, (5) Faktor Asosiasi Merek IV dengan nilai eigenvalue 1,323, (6) Faktor Persepsi Kualitas III dengan nilai eigenvalue 1.153. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk Toko Rizqi Gresik adalah menambah produk yang digandrumi perempuan dan hendaknya pihak Toko Rizqi Gresik lebih memperhatikan tentang nama atau merek yang kurang di ketahui oleh pembeli, serta memperhatikan barang barang yang diminati perempuan karena pengunjung kebanyakan ibu rumah tangga dan barang-barang yang biasanya di cari oleh konsumen umur sekitar 31-40 tahun. .

Ketaatan dan komitmen sumber daya manusia sekolah terhadap penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMA Negeri 1 Malang / Aditya Ramadhaniar

 

Kata Kunci : Ketaatan, Komitmen, Sistem Manajemen Mutu, ISO 9001:2008 Dewasa ini, tuntutan atas peningkatan kualitas produk dan jasa terus meningkat seiring perkembangan dan tuntutan pasar yang semakin pesat. Salah satu cara perusahaan dan organisasi menjawab tuntutan tersebut adalah meningkatkan mutu produk/layanan serta melakukan perbaikan berkelanjutan di dalam manajemen. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah sistem yang sesuai untuk digunakan karena fokus pada efektivitas proses perbaikan berkelanjutan. Hampir semua jenis organisasi atau perusahaan bisa mengimplementasi sistem manajemen mutu ini, tidak terkecuali pada lembaga pendidikan, yaitu sekolah. Agar sistem yang telah ditentukan dapat berjalan dengan baik, hal yang menjadi syarat utama adalah ketaatan para pelaku organisasi terhadap penerapan sistem tersebut dan komitmen dari pihak manajemen untuk selalu melakukan perbaikan. Jika ketaatan dan komitmen SDM belum sepenuhnya baik, maka perbaikan berkelanjutan tidak akan tercapai dan penerapan ISO 9001:2008 tidak akan berjalan dengan baik. Berangkat dari masalah tersebut, peneliti memiliki kuriositas yang lebih untuk meneliti bagaimana sebenarnya penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di SMA Negeri 1 Malang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketaatan dan komitmen SDM terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif karena penelitian tidak bertujuan untuk mengeksplanasi hubungan antar variabel, melainkan untuk mengeksplorasi keadaan yang sebenarnya terjadi. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwasanya ketaatan SDM sekolah terhadap penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 SMAN 1 Malang masih kurang, Penyebabnya adalah kurangnya kemauan dan kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), padahal pemahaman dan kesadaran atas pentingnya SOP sudah baik. Manajemen masih belum memiliki komitmen yang baik dalam melakukan continuous improvement sesuai ISO 9001:2008 di SMAN 1 Malang. Kemampuan yang sudah ada sayangnya tidak didukung kemauan untuk melaksanakannya. Saran untuk SMAN 1 Malang adalah perlu adanya pacta integritas yang berisi target, kualitas dan ketercapaian oleh semua bidang dengan pihak kepala sekolah. Sehingga jika target tersebut tidak terpenuhi, kepala sekolah dapat memiliki dasar yang jelas untuk memberikan sanksi.

Pengembangan modul dan buku teks mata pelajaran kejuruan produktif memperbaiki sistem rem kelas XII Teknik Kendaraan Ringan di SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo / Erwin Komara Mindarta

 

Kata Kunci: pengembangan, komponen modul, komponen buku teks Penggunaan modul dan buku teks pada era globalisasi informasi ini kurang banyak diminati karena pembelajaran di sekolah menengah kejuruan sudah banyak menggunakan media pembelajaran berbasis online. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan komponen modul dan buku teks meliputi: (1) tujuan pembelajaran, (2) kerangka isi pembelajaran, (3) petunjuk penggunaan modul, (4) prasyarat, (5) gambar atau ilustrasi, (6) prates, (7) bahan pembelajaran, (8) rangkuman, (9) soal latihan, dan (10) tes sisipan. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji hipotesis (H0), yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara kualitas modul dan buku teks pra pengembangan dengan modul dan buku teks pasca pengembangan serta hipotesis kerja yang berbunyi modul pasca pengembangan lebih baik daripada buku teks pasca pengembangan dan nilai siswa pasca pengembangan lebih baik daripada nilai siswa pra pengembangan. Model penelitian pengembangan ini diadaptasi dan diadopsi dari model 5 langkah Borg dan Gall (1983). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan observasi. Kuesioner diisi oleh sampel penelitian sebanyak 86 siswa. Pengambilan sampel menggunakan formula Krejcie, dan Morgan, D. Data yang diperoleh berupa data hasil penilaian siswa terhadap modul dan buku teks pra pengembangan, data hasil penilaian siswa terhadap modul dan buku teks pasca pengembangan, dan data hasil penilaian ahli sumber belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara nilai modul pra pengembangan = 2,9322 dengan nilai modul pasca pengembangan = 4,5709. Nilai t = -393,025 dengan taraf signifikansi 0,000. Dengan demikian H0 ditolak. Hal ini berarti pengembangan modul efektif. Kedua, ada perbedaan yang signifikan antara nilai buku teks pra pengembangan = 2,9709 dengan nilai buku teks pasca pengembangan = 4,5151. Nilai t = -432,592 dengan taraf signifikansi 0,000. Dengan demikian H0 ditolak. Hal ini berarti pengembangan buku teks efektif. Ketiga, terbukti nilai rata-rata modul pasca pengembangan = 4,5709 lebih baik daripada nilai rata-rata buku teks pasca pengembangan = 4,5151. Nilai t = 4,038 dengan signifikansi 0,000. Perbedaan rata-rata nilai modul dan buku teks pasca pengembangan signifikan. Keempat, terbukti nilai rata-rata siswa kelompok pasca pengembangan = 79,72 lebih baik daripada nilai rata-rata siswa kelompok pra pengembangan = 75,26. Nilai t = 3,914 dengan signifikansi 0,000. Perbedaan rata-rata nilai siswa kelompok pra dan pasca pengembangan signifikan.

Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen / Fitri Putri Kartini

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together, Hasil Belajar Pembelajaran di sekolah saat ini masih banyak yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran satu arah yang sangat tergantung pada kemampuan guru. Biasanya guru hanya menggunakan metode ceramah dalam mengajar siswa. Hal ini dapat mengakibatkan siswa menjadi pasif dan sulit berkembang. Sehingga hal itu dapat menyebabkan hasil belajar siswa menjadi menurun. Model pembelajaran Numbered Head Together merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menyenangkan. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir, menghargai pendapat orang lain, dan meningkatkan rasa percaya diri berbicara di depan umum. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana keadaan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen; (2) Apakah model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi pada siswa kelas XI APK SMKN 1 Turen; (3) Apa saja kendala-kendala dan bagaimana solusi-solusi dalam pelaksanaan pembelajaran Numbered Head Together pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK SMKN 1 Turen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen yang terdiri dari 35 siswa. Mata pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Melakukan Prosedur Administrasi. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, peneliti membandingkan nilai siswa dari nilai ulangan terdahulu, nilai pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan nilai siswa ketika mengikuti pre-test dan post-test. Sebelum memberikan tindakan, hasil belajar siswa dilihat dari pre-test pada Siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa adalah 65, dengan nilai terendah adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 80. Dari hasil post-test Siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa adalah 78 dengan nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 90. Pada Siklus II terjadi kenaikan ketuntasan belajar secara signifikan. Ketuntasan belajar Siklus I setelah tindakan yang mencapai 74,29% meningkat menjadi 94.29% pada Siklus II. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 20%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini antara lain: (1) Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi siswa kelas XI APK 2 SMKN 1 Turen. Penggunaan model pembelajaran ini dapat diterapkan dengan lancar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya;(2) Penggunaan model pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (3) Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran Numbered Head Together. Sedangkan saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Guru hendaknya dapat menerapkan metode pembelajaran kooperatif, khususnya Numbered Head Together (NHT), karena dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Siswa hendaknya dapat menyiapkan materi yang akan diajarkan, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) hendaknya dapat menyiapkan media maupun skenario yang matang dalam pembelajaran.

The adaptation of the children folktale "Kacil Mencuri Timun" as supplementary reading material for the 8th graders / Gusti Aisyah Putri

 

Keywords: Mengadaptasi, Folktale, Kancil Mencuri Timun, Penelitian dan pengembahan, bahan bacaan tambahan, Murid-murid SMP Kelas VIII. Pengajaran bahasa Inggris untuk SMP / MTS bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris fungsional seperti membaca koran atau panduan. Oleh karena itu, mereka perlu melatih diri dengan membaca berbagai teks sebanyak mungkin. Memang buku teks sudah menyediakan beberapa teks naratif, tapi jumlahnya sangat sedikit. Di sini peneliti menawarkan dongeng Kancil Mencuri Timun untuk diadaptasi menjadi bahan bacaan tambahan untuk para siswa kelas 8 SMP. Cerita rakyat dipilih karena dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral, nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan. Kancil Mencuri Timun dipilih karena merupakan cerita rakyat yang paling terkenal di Indonesia. Untuk pembelajar di tingkat pemula, akan lebih mudah dan menyenangkan bagi mereka untuk membaca teks yang sudah familiar. Namun, nilai-nilai dalam Kancil Mencuri Timun masih diperdebatkan karena karakternya yang licik. Oleh karena itu, peneliti ingin membuat adaptasi baru cerita Kancil yang memiliki nilai-nilai yang lebih positif bagi siswa. Versi yang baru ini mencoba membawa isu lingkungan hidup kepada siswa dimana Kancil mencuri tanaman dari petani karena petani telah menebangi dan membakar hutan. Selain itu, dalam mengembangkan latar belakang karakter peneliti diinspirasi Serat Kancil. Jenis studi yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan karena dilakukan untuk menciptakan produk tertentu dalam rangka untuk memecahkan beberapa masalah dalam pengajaran bahasa inggris yaitu kurangnya materi bacaan tambahan untuk murid-murid SMP kelas VIII. Desain penelitiannya adalah kualitatif deskriptif karena dilakukan untuk menafsirkan dan untuk menyusun temuan. Setelah materi divalidasi dan diujicobakan kepada beberapa siswa, penelitian dilanjutkan dengan meninjau jawaban siswa dari kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian: (1) analisis isi yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari komentar ahli dan (2) rekomendasi dan pengolahan data hasil uji coba materi. Setelah mengadakan penelitian, didapatkan beberapa hasil: poin-poin positif dari materi adalah pengembangan plot dan cerita sudah lumayan enak untuk diikuti, jenis font menarik dan mudah untuk dibaca, layout, background, dan ilustrasi menarik dan penyampaian nilai-nilai moral dianggap sudah cukup sukses. Walaupun begitu, terdapat beberapa kelemahan yaitu: beberapa nilai moral sepertinya tidak terlalu dimengerti oleh murid, penggunaan kata-kata sulit yang banyak, kesalahan gramatikal dan salah ketik serta beberapa pertanyaan yang dianggap terlalu sulit karena membutuhkan pemikiran kritis yang terlalu banyak. Untuk mengembangkan materi, ada beberapa saran. Pertama untuk membuat materi bacaan tambahan bagi pembaca yang masih muda terutama anak- vi anak SMP kelas VIII, lebih baik tidak menggunakan terlalu banyak kata-kata sulit di awal cerita karena itu bisa menurunkan kepercayaan diri mereka. Kedua, gunakan gambar-gambar yang cukup dan kombinasi warna yang bagus untuk membuat presentasi materi lebih menarik. Ketiga, jika materi terdiri lebih dari 1 bab, karakterisasi dan nilai moral dari cerita seharusnya sudah kelas dari awal cerita. Keempat, jika materi diadaptasi dari cerita rakyat, tidak apa-apa jika menambahkan beberapa istilah khusus yang berasal dari bahasa daerah. Namun, jika terlalu banyak, hal itu justru akan mengganggu pembaca yang tidak mengerti bahasa daerah tersebut. Kelima, karena keterbatasan waktu, peneliti hanya mampu mengujicobakan 2 dari 6 bab yang ada kepada para murid. Akan lebih baik jika ada peneliti lain di masa depan yang ingin melanjutkan penelitian ini dan bisa mengujicobakan bab-bab lainnya. Sehingga semua bab bisa direview dari sudut pandang murid. Yang terakhir, akan lebih baik jika tes keterbacaan dilakukan terlebih dahulu sebelum peneliti menulis materi.

Pengaruh DER terhadap return saham melalui ROE, ROA, dan EVA pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2009-2011 / Hesty Tri Budiharti

 

Kata kunci: DER, ROE, ROA, EVA, Return Saham Dunia bisnis identik dengan persaingan demi mewujudkan tujuan perusahaan, memakmurkan kesejahteraan pemegang saham. Di pasar modal harga saham merupakan salah satu tolok ukur dan signal mengenai suatu perusahaan. Return saham merupakan imbal hasil yang diperoleh seorang investor atas risiko yang ditanggungnya dalam berinvestasi, yang tercermin dari selisih harga saham pada periode tertentu. Penggunaan struktur modal yang optimal dapat memberikan hasil yang baik bagi kelangsungan hidup perusahaaan, sehingga keputusan perusahaan dalam memilih komposisi hutang dan modal perlu dicermati. Tujuan dari peneliatian ini adalah mengetahui tingkat return saham, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA) dan untuk mengetahui pengaruh DER terhadap return saham melalui Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011, dengan jumlah sampel 13 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap analisis deskriptif, analisis statistik inferensial, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat return saham meng-alami kenaikan secara landai (elastis); DER menurun secara landai (elastis); ROE meningkat secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; ROA menurun secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; EVA mengalami kenaikan secara landai (elastis), (2) variabel ROE berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, (3) DER berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, (4) variabel DER, ROA, dan EVA tidak berpengaruh terhadap return saham. Peneliti menyarankan agar pemegang saham lebih menekankan pada teknik fundamental, calon investor harus menentukan dirinya termasuk tipe investor jangka panjang atau sebagai trader, kreditor perlu mewaspadai akan penurunan rasio DER di perusahaan food and beverages, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel diluar penelitian ini dan menambahkan tahun amatan penelitian, paling tidak 5 tahun amatan.

Identifikasi spesis katak di Universitas Negeri Malang berdasarkan karakter morfologi dan DNA barcoding / Dian Ratri Wulandari

 

Kata Kunci: identifikasi katak, DNA Barcoding, cytochrome-c oxidase subunit-I (COI) Universitas Negeri Malang (UM) yang terletak di Kota Malang telah mengalami perkembangan yang pesat. Pembangunan berbagai fasilitas penunjang sedang dilakukan untuk mendukung hal tersebut. Pembangunan tersebut menyebabkan berkurangnya area asri yang merupakan habitat dari katak. Katak memiliki peran di alam, salah satunya adalah sebagai indikator lingkungan. Keberadaan katak menunjukkan bahwa tempat tersebut belum tercemar, karena katak memiliki kulit yang permeabel dan siklus hidup yang kompleks. Jika lingkungan tercemar, maka kehidupan katak akan terganggu bahkan bisa membunuh katak yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap spesies katak yang hidup di UM berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik. Selain itu, untuk mengungkap hubungan kekerabatan antar spesies katak yang hidup di lingkungan UM berdasarkan DNA Barcoding gen Cytochrome-c oxidase subunit I (COI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengamatan morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan hubungan kekerabatan genetik dianalisis dengan menggunakan DNA Barcoding gen COI. Berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, ditemukan lima jenis (bentuk), dan dikelompokkan menjadi empat spesies, yaitu: Duttaphrynus melanostictus (jenis 1), Hylarana chalconota (jenis 2 dan 3), Polypedates leucomystax (jenis 4), dan Kaloula baleta (jenis 5). Dari empat spesies tersebut, tiga spesies sama dengan spesies yang ditemukan pada tahun 1995 yaitu Duttaphrynus melanostictus, Polypedates leucomystax, Kaloula baleta dan satu spesies baru yaitu Hylarana chalconota. Isolasi sekuens barcode gen COI hanya berhasil dilakukan pada spesies Hylarana chalconota yang memiliki dua bentuk yang disebut dengan jenis 2 dan jenis 3. Jenis 2 memiliki corak hitam di kulitnya (bernoktah) dan jenis 3 tidak memiliki corak hitam di kulitnya (tidak bernoktah). Analisis genetik yang dilakukan pada jenis 2 dan jenis 3 dilakukan dengan menggunakan beberapa software yaitu: DNA Baser, BioEdit, BLAST, Clustal X, dan MEGA 5. Konstruksi topologi pohon filogenetik dilakukan dengan menggunakan metode Maximum Likelihood, Neighbor Joining, Minimum Evolution dan Maximum Parsimony. Dari keempat motode tersebut hasil terbaik ditunjukkan oleh metode Maximum Likelihood yang menunjukkan jenis 2 dan jenis 3 berkerabat dekat dengan Rana rugosa dan berada dalam kelompok famili Ranidae. Selain itu, jenis 2 dan jenis 3 berada dalam satu clade dengan jarak evolusi yang berbeda.

Pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya terhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang / Taofan Yogi Pradana

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pergaulan Teman Sebaya, Perilaku Ekonomi Perilaku ekonomi remaja saat ini cenderung mengarah ke perilaku konsumtif yang berlebihan dan didukung dengan sifat remaja yang labil. Lingkungan pergaulan mereka dengan teman sebaya juga menyumbangkan pengaruh dalam mempengaruhi pemikiran mereka baik positif maupun negatif dalam berperilaku ekonomi. Pelajaran ekonomi yang diberikan di sekolah seharusnya dapat menjadi pedoman siswa dalam berperilaku ekonomi secara rasional, namun kenyataanya banyak siswa yang masih belum mengaplikasikan materi yang diberikan di sekolah kedalam berperilaku ekonomi setiap hari. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi terhadap perilaku ekonomi siswa (2) pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap perilaku ekonomi siswa dan (3) pengaruh hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya tehadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang. Dalampenelitianinimenggunakananalisisdeskriptifuntukmenggambarkantentangkondisihasil belajar, pergaulan teman sebaya, dan perilaku ekonomi siswa.Sedangkananalisisregresi linier bergandauntukmengetahuibesarnyapengaruhhasil belajardanpergaulan teman sebayaterhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1Tumpang.PopulasidalampenelitianiniadalahseluruhsiswakelasXI IPS SMA Negeri1 Tumpang yang berjumlah156siswadansampelnyasebesar112siswa.TeknikpengambilansampelmenggunakanProportional Random Sampling. Hasilanalisissecaraparsialterdapatpengaruh yang signifikanterhadapprestasibelajarterbuktidaribesaranprobabilitas (sig) 1) hasil belajar mata pelajaran ekonomi = 0.018 di bawah 0.05 maka Ho ditolakdan Ha diterima 2) pergaulan teman sebaya = 0.000 di bawah 0.05 maka Hoditolakdan Ha diterima. Sedangkansecarasimultandarihasiluji F diketahuibesaranprobabilitas (sig) 0.000 < 0.05 menunjukkanbahwa hasil belajar mata pelajaran ekonomi dan pergaulan teman sebaya berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku ekonomi siswa. Sedangkan kontribusi pengaruh yang diberikan oleh variabel hasil belajar mata pelajaran dan pergaulan dengan teman sebaya adalah sebesar 36,9% (R square =0,369) terhadap perilaku ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang. Kesimpulandarihasilpenelitianiniadalahterdapatpengaruhhasilbelajarmatapelajaranekonomidanpergaulantemansebayaterhadapperilakuekonomisiswakelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang.

Persepsi dan kepuasana mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana 2009 terhadap layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI Universitas Negeri Malang / Tri Aprilia Romadhani

 

Kata kunci:persepsi siswa, layanan jasa pendidikan, kepuasan,pembelajaran praktikum TPBI Persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan jasa pendidikan, khususnya pada matakuliah praktikum TPBI di JurusanTeknologi Industri, merupakan hasil kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dalam mendapatkan layanan jasa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan kepuasan mahasiswa S1-2009 tata busana terhadap aspek layanan jasa pendidikan pada praktikum TPBI yang terdiri dari ; (1) Keaktifan Kuliah, (2) Penilaian Tugas dan kehadiran, (3) Pokok/materi Pembelajaran, (4) Objek/Peristiwa Pembelajaran (5) Kondisi Laboratorium, (6) Jadwal Kuliah, (7) Suasana Belajar, (8) Lingkungan Ruang Belajar, (9) Kelengkapan Fasilitas PBM, (10) Kesiapan Dosen dan Laboran, (11) Ketanggapan Dosen dan Laboran, (12) Kontrak Kuliah, (13) Perilaku Dosen dan Laboran, (14) Problem Solvingdi jurusan Teknologi Industri. Dari populasi 49 mahasiswa, seluruhnya digunakan sebagai sample. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik instrumen berupa angket yang ditujukan pada mahasiswa. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi mahasiswa S1-Pendidikan Tata Busana 2009 terhadap layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran TPBI Universitas Negeri Malang dianggap hampir sebagian besar dari jumlah subjek penelitian (53,26%). Jadi persepsi mahasiswa terhadap layanan jasa pendidikan tersebut sudah cukup terpenuhi namun kondisi laboratorium masih belum memenuhi kebutuhan perkuliahan dengan nilai (38,10%) dan ini ditinjau dari jabaran indikator dari tiap sub variabel, (a) Keaktifan Kuliah, (b) Penilaian Tugas dan Kehadiran, (c) Pokok Materi Pembelajaran, (d) Objek/Peristiwa Pembelajaran, (e) Kondisi Laboratorium, (f) Jadwal Kuliah dan (g) Suasana Belajar. (2) Kepuasan mahasiswa dalam memperoleh layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang cenderung puas (52,55%), berarti dapat disimpulkan tingkat kepuasan mahasiswa memperoleh layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI yang terdiri dari , (a) Ruang Belajar, (b) Layanan alat Penunjang Perkuliahan, (c) Peran Dosen dan Laboran, (d) Ketanggapan dosen dan Laboran, (e) Kesesuaian dengan Kontrak Perkuliahan, (f) Perilaku Dosen dan Laboran dan (g) Problem Solvingtelah memenuhi kebutuhan perkuliahan dan dianggap sebagian besar dari jumlah subjek penelitian. Namun layanan alat penunjang perkuliahan praktikum masih kurang memadai dan dirasa belum mencukupi kebutuhan dengannilai (38.37%)

Studi kasus fenomenologis konsep diri dan interaksi sosial pria homoseksual / Zhenda Prima Putra

 

Kata kunci : konsep diri, interaksi sosial, homoseksual. Homoseksual menjadi bahasan yang sensitif di tengah-tengah masyarakat Indonesia dikarenakan masih kuatnya norma agama dan norma sosial. Respon yang diterima para pelaku homoseksual bermacam-macam, dari yang mendukung sampai yang menentang. Respon-respon tersebut merupakan salah satu faktor kuat yang membentuk konsep diri mereka. Konsep diri tersebut yang akhirnya mempengaruhi perilaku mereka dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang konsep diri pria homoseksual, interaksi sosial pria homoseksual, serta bagaimana konsep diri akhirnya mempengaruhi bagaimana interaksi sosial mereka. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka pengambilan data dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komperehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pada subjek penelitian yang pertama, memiliki konsep diri positif. Konsep diri positif diperoleh dari pola asuh orang tua, interaksi dengan masyarakat, pergaulan dengan kawan sebaya dan dari hasil belajarnya. Subjek penelitian memiliki interaksi yang positif dengan lingkungannya, dan hal tersebut didapat dengan proses yang cukup lama. Subjek penelitian yang kedua juga memiliki konsep diri positif yang diperolehnya dari pola asuh orang tua, pergaulannya dengan kawan sebaya, hasil belajarnya dan interaksi dengan masyarakat. Subjek penelitian juga memiliki interaksi positif dan hal tersebut didapatnya dari proses yang panjang. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah dengan konsep diri yang positif, dapat diperoleh pula interaksi sosial yang positif. Jika seseorang mampu menerima dirinya dan mampu merespon tanggapan-tanggapan dari orang lain dengan baik, pada akhirnya mampu berinteraksi dan berperan dengan baik di lingkungan sosialnya. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk mengambil subjek penelitian yang memiliki latar belakang yang berbeda, seperti memiliki konsep diri negatif, sehingga dapat melihat gambaran konsep diri dan bagaimana perilakunya dalam berinteraksi di lingkungannya.

Developing English performance assessments for tenth grade students of SMA Negeri 4 Malang / Riska Mareitha

 

Keywords: Penilaian tindakan, materi pengajaran, rubrik, tulisan siswa Penelitian ini bertujuan mengembangkan penilian tindakan untuk kemampuan menulis pelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas X di SMA Negeri 4 Malang yang bisa digunakan guru untuk mendapatkan informasi yang lebih baik tentang apa yang bisa dilakukan siswa dengan apa yang telah mereka pelajari dalam hal menulis sehingga guru dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang apa yang siswa butuhkan untuk belajar lebih baik lagi dalam menulis. Spesifikasi produk dibuat dalam bentuk enam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta lembar kerja siswa. Tiap RPP dilengkapi dengan penilaian tindakan menulis. Ada delapan unit dari penilaian tindakan yang dibuat. Tiap set penilaian tindakan meliputi kisi-kisi penilaian tindakan, desain tugas penilaian tindakan, tugas penilaian tindakan meliputi petunjuk and rubric penilaian, sistem penilaian dan kesimpulan. Topik dari tugas meliputi menulis pengumuman resmi, pengumuman tak resmi, iklan, undangan resmi, undangan tak resmi, cerita pendek, biografi, dan poster cara membuat atau melakukan sesuatu. Model penelitian dan pengembangan dilakukan untuk mengembangkan penilaian tindakan ini. Langkah-langkah pengembangan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan kisi-kisi, validasi ahli untuk kisi-kisi, pengembangan awal penilaian, validasi ahli untuk penilaian, revisi produk berdasarkan masukan ahli, uji coba penilaian, dan revisi penilaian berdasarkan hasil uji coba hingga produk akhir didapatkan. Uji coba dilakukan di SMA Negeri 4 Malang dan subyek uji coba adalah tiga kelas anak kelas sepuluh. Yaitu X-akselerasi, X-7, dan X-1 tahun pelajaran 2012-2013 semester 1. Seluruh kelas tersebut dipilih secara acak dan diajar oleh tiga guru yang berbeda. Guru-guru tersebut mengajar materi yang ada di RPP kemudian penilaian tindakan dilakukan. Guru-guru menjelaskan prosedur penilaian kepada siswa tentang penilaian tindakan termasuk rubrik penilaian, bagaimana cara hasil kerja dinilai dan bagaimana siswa diminta untuk memenuhi kriteria yang diharapkan. Hasil tulisan siswa kemudian diskor berdasarkan rubrik penilaian yang ada oleh dua orang penilai. Skor yang dihasilkan dari para penilai diproses dengan Spearman Rho Correlation Coefficient untuk mendapatkan reliabilitas antar penilai.Setelah uji coba, siswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap produk dan uji coba dengan cara mengisi skala perilaku yang ada. Guru juga diminta untuk memberikan tanggapan terhadap produk dan uji coba dengan mengisi kuisener. Hasil dari signifikansi tes membuktikan bahwa reliabilitas antar penilai yang memberikan skor tulisan siswa tentang pengumuman sekolah dan cerita pendek tercapai secara signifikan. Nilai yang didapat (ρ) lebih tinggi dari nilai kritis maka disimpulkan bahwa reliabilitas skor yang didapat dari para penilai hasil tulisan siswa berkorelasi secara signifikan. Nilai dari ρ signifikan pada tingkat 1 persen atau kurang dari itu. Data yang didapat dari tanggapan siswa menunjukkan bahwa untuk setiap pertanyaan yang diberikan, siswa memberikan tanggapan positif terhadap penilaian tindakan. Lebih dari 65% dari 93 siswa merasa sangat senang atau senang dengan penilaian yang siswa alami selama uji coba. Guru-guru juga menyatakan bahwa penilaian tindakan sangat baik bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka dalam mempraktekkan materi tertentu dan memberikan siswa kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian tindakan untuk ketrampilan menulis bahasa Inggris bagi kelas sepuluh di SMA Negeri 4 Malang reliabel dan valid. Reliabilitas atau konsistensi dalam perencanaan, implementasi, dan penyekoran hasil kerja siswa memberikan andil dalam penilaian yang valid. Hasilnya, penilaian tindakan untuk ketrampilan menulis bahasa Inggris bagi kelas sepuluh di SMA Negeri 4 Malang ini dikembangkan untuk memberikan alternatif dalam penilaian kemampuan siswa. Produk ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru dan pendidik yang merasa tidak puas dengan tes tulis saja dalam menilai kemampuan siswa. Guru disarankan untuk menjadikan penilaian tindakan sebagai salah satu pilihan dalam menilai siswa. Guru dapat memakai penilaian tindakan sebagai alat yang lebih baik untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan kesulitan siswa dalam penguasaan pembelajaran. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menemukan ketrampilan yang lebih sulit yang sekolah seharusnya ajarkan, membuat alat diagnostik, dan menemukan potensi siswa Mengacu pada keterbatasan penelitian ini, peneliti menyarankan agar peneliti menggali lebih dalam analisis kebutuhan dari cakupan yang lebih luas sehingga dasar untuk melakukan pengembangan penilaian tindakan bisa lebih kuat. Mengacu pada keterbatasan waktu dan kepraktisan, produk ini didisain hanya untuk satu semester dan hanya untuk ketrampilan menulis saja meliputi semua kompetensi dasar menulis untuk kelas sepuluh SMA Negeri 4 Malang seperti yang tercantum dalam KTSP 2011. Peneliti lain juga disarankan untuk mengembangkan penilaian tindakan untuk siswa di sekolah secara umum dan pada semua level. Uji coba penilaian tindakan difokuskan pada ketrampilan menulis siswa dalam pengumuman sekolah resmi dan cerita pendek. Hasil uji coba mungkin akan berbeda bila fokus uji coba pada jenis teks lain seperti recount, procedure, atau teks fungsional lain seperti undangan atau iklan. Peneliti menyarankan untuk melibatkan jenis teks lain dalam penelitian lebih lanjut sehingga hasil yang beragam dapat diperoleh. Waktu yang digunakan untuk uji coba dalam penelitian ini relatif pendek dan subyek uji coba juga terbatas. Waktu uji coba yang lebih panjang dan lebih banyak subyek uji coba yang terlibat dalam penelitian lebih lanjut memungkinkan hasil penelitian yang berbeda.

Analisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 (studi pada mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Rohman Bangkit Pratama

 

Kata Kunci : faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen, keputusan pembelian Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat terlepas pada era saat ini. Hal ini mengakibatkan bisnis seluler berkembang dengan sangat pesat. PT. Indosat sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia dengan kartu seluler prabayar IM3 yang merupakan produk andalannya berusaha untuk menjadi market leader dalam bisnis ini. Semakin banyaknya kartu seluler yang beredar di pasaran membuat persaingan dalam bisnis operator seluler semakin ketat. PT. Indosat dalam hal ini perlu mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam membeli kartu seluler, khususnya kartu seluler prabayar IM3 agar tetap bisa eksis dari para pesaingnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Penelitian ini bersifat confirmatory yang artinya peneliti mengkonfirmasi apakah variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sesuai untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen. Variabel-variabel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teori-teori dan juga penelitian terdahulu yang meliputi product, harga, promosi, distribusi, dan kelompok acuan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, yaitu mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2010. Teknik analasis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis faktor confirmatory dan Data yang diperoleh melalui kuesioner diolah dengan software SPSS versi 16.0 for windows Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa faktor produk, harga, promosi, distribusi, dan kelompok acuan dipertimbangkan responden dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 dengan nilai variance yang dihasilkan sebesar 60.771%. Faktor produk terdiri dari masa aktif , jaringan, fitur telebanking, fitur call conference, manfaat fitur call conference dalam pergaulan, serta fitur call hold . Faktor harga terdiri dari harga kartu perdana, biaya telepon, biaya sms, harga isi ulang pulsa, serta biaya jelajah internet. Faktor promosi terdiri dari aneka ragam promo tarif, intensitas promo tarif, iklan media cetak dan iklan media televisi. Faktor distribusi terdiri dari ragam cara pengisian pulsa, kemudahan pengisian pulsa, tempat pengisian pulsa yang mudah dijangkau, serta stock pulsa yang selalu tersedia. Faktor kelompok acuan terdiri dari kesamaan dengan teman, kesamaan dengan keluarga, manfaat yang diberikan dalam pergaulan, serta himbauan keluarga untuk menggunakan kartu seluler.

Penyelesaian Open Vehicle Routing Problem (OVRP) menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) / Moh. Syarif Muslim

 

Kata Kunci: Vehicle Routing Problem (VRP), Open Vehicle Routing Problem (OVRP), Algoritma Ant Colony System (ACS). Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan permasalahan optimasi penentuan rute dengan kapasitas kendaraan. Open Vehicle Routing Problem (OVRP) merupakan masalah kombinatorial yang kompleks dalam masalah optimalisasi dan salah satu varian dari permasalahan VRP dimana dalam pencarian rute dari beberapa unit kendaraan yang berangkat dari depot pusat untuk melayani kebutuhan konsumen yang tersebar di sejumlah tempat yang berbeda, namun kendaraan tidak kembali ke depot pusat setelah selesai melakukan pelayanan melainkan berhenti di konsumen terakhir atau kembali ke tempat penyewaan kendaraan. Dalam tugas akhir ini, OVRP diselesaikan dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) yang merupakan permasalahan optimasi yang mengadopsi sistem jalan semut dalam pencarian makanan. Lebih tepatnya, semut dapat menemukan jalur terpendek dalam mencari makanan dari sarang mereka ke sumber makanan dan sebaliknya. Penyelesaian beberapa contoh permasalahan pada Bab 3 yang dikerjakan dengan menggunakan algoritma ACS, pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 96 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 115 km, dan untuk contoh ketiga menghasilkan 3 rute dengan total jarak tempuh 34 km. Sedangkan penyelesaian contoh permasalahan yang diselesaikan dengan algoritma Clark and Wright pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 102 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 140 km, dan pada contoh ketiga menghasilkan 3 rute dengan total jarak tempuh 47 km. Dari hasil ketiga penyelesaian contoh permasalahan terlihat bahwa algoritma ACS menghasilkan rute dengan total jarak tempuh yang lebih minimum dibandingkan dengan algoritma Clark and Wright. Kelebihan dari algoritma ACS mampu memberikan solusi yang lebih baik karena digunakannya banyak iterasi dan pemilihan konsumen pertama dipilih secara acak, dan untuk konsumen selanjutnya dipilih dengan nilai feromon yang terbesar karena nilai feromon yang paling besar merupakan jarak yang terpendek. Namun waktu proses dalam mendapatkan hasil yang paling optimal sangat tergantung dari jumlah iterasi yang digunakan.

Agresivitas siswa dan implikasi BK: sebuah studi dalam perspektif fenomenologi Erich Fromm pada SMK Negeri 2 Malang / Megawati Pratiwi

 

Kata Kunci: agresivitas siswa, implikasi BK, perspektif fenomenologi Agresi adalah suatu tindakan manusia sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman yang dapat merugikan/menyakiti dirinya sehingga menimbulkan perusakan/kekejaman yang bersifat jahat untuk menyakiti orang lain. Fokus masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang, dominasi antara pria dan wanita dalam hal agresivitas siswa di SMKN 2 Malang, latar belakang sosial budaya siswa yang berperilaku agresif di SMKN 2 Malang, makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang, dan implikasi Bimbingan dan Konseling di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Teknik yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan Pengalaman Hidup/Life History. Prosedur analisis data yang digunakan adalah prosedur analisis data fenomenologi, meliputi: Reduksi Data, Display Data, dan Pengambilan Kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan: Memperpanjang keikutsertaan, Ketekunan pengamatan, Triangulasi, dan Pengecekan anggota. Beberapa tahap yang digunakan: (1)Tahap Pra Lapangan, (2) Tahap Pekerjaan Lapangan, (3) Tahap Analisis Data, (4) Penarikan Kesimpulan, dan (5) Tahap Penyelesaian. Pemilihan informan dilakukan dengan mengambil sampel 1 kelas yang dianggap paling agresif di SMKN 2 Malang menurut beberapa guru dan konselor yakni kelas X AP 2. Karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang dapat dikatakan sebagai perilaku agresif aksidental/agresi yang reflek dilakukan oleh siswa berupa fisik atau verbal yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain terjadi sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu hal yang mengusik kenyamanannya. Tidak ada yang mendominasi agresivitas antara wanita dan pria di sekolah ini karena agresivitas yang ditunjukkan sama, namun terlihat lebih dominan wanita karena jumlah wanita lebih banyak dari jumlah pria. Mayoritas siswa SMKN 2 Malang yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah berpengaruh pada agresivitas siswa. Selain itu, latar belakang serta identitas keluarga siswa dapat mempengaruhi perilaku agresif siswa. Makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang yaitu perilaku agresif dianggap merupakan sesuatu hal yang wajar dan biasa oleh beberapa siswa terutama bagi siswa pria baik terhadap siswa pria maupun wanita, salah satu agresivitas yang ditunjukkan beberapa siswa adalah agresi permainan. Implikasi BK dilihat dari kondisi yang ada, maka perlu adanya program BK komprehensif yang berdimensi Biopsikososiospritual. Konselor juga harus merekonstruksi makna/klarifikasi nilai agresivitas pada diri siswa yang dianggap bahan/media bercandaan. Saran kepada pihak sekolah agar dapat bekerjasama dengan konselor dalam memberikan layanan BK dan konselor lebih kreatif dalam memberikan layanan. Bagi mahasiswa BK mampu untuk lebih peka terhadap agresifitas siswa di sekolah dan dapat memberikan solusi serta pelayanan-pelayanan BK yang sesuai. Serta peneliti selanjutnya untuk lebih fokus meneliti aspek-aspek lain yang berkaitan dengan agresifitas sehingga dapat menciptakan model bimbingan yang tepat.

Peningkatan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok menggunakan metode bermain pada siswa kelas VII B SMP Negeri 02 Sukodono Lumajang / Andi Eko Prasetyo

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lompat Jauh Gaya Jongkok, Metode Bermain. Pada kompetensi dasar kelas VII semester 1 yaitu mempraktikan keterampilan salah satu nomor atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras, dan percaya diri. Pada observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan teknik lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang, dari keempat teknik dasar yang diamati tingkat kegagalan pada tekink awalan dengan jumlah persentase 41,67%, tumpuan 42,22%, melayang 69,44%, mendarat 50%. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan menggunakan permainan untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan peningkatan keterampilan lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang dengan menggunakan metode bermain. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa, sikap siswa, dan pengetahuan siswa, serta kinerja guru dan suasana akademik dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 terjadi peningkatan yaitu pada teknik awalan dari 63,88% menjadi 83,33%, tumpuan 61,11% menjadi 77,78%, melayang 36,11% menjadi 55,56%, mendarat 61,11% menjadi 80,56%. Siklus 2 pada teknik awalan dari 88,89% menjadi 100%, tumpuan 83,33% menjadi 97,22%, melayang 64,44% menjadi 91,67%, mendarat 86,11% menjadi 97,22%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sukodono Lumajang. Selain itu dapat juga meningkatkan sikap dan pengetahuan siswa. Saran bagi guru Pendidikan Jasmani dapat menggunakan permainan untuk meningkatkan keterampilan lompat jauh. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan lagi permainan-permainan olahraga untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di SDN Kesatrian 2 Malang / Diki

 

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif Model NHT, Hasil Belajar, IPS Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Sutrisniwati selaku guru mata pelajaran IPS dikelas V SDN Kesatrian 2 Malang pada hari rabu, tanggal 26 September 2012, saat menggunakan model diskusi diperoleh gambaran bahwa siswa kelas V kurang fokus pada guru yang menyampaikan materi. Apabila guru mengajukan pertanyaan sehubungan dengan materi, siswa cenderung ramai, hal ini membuat kelas gaduh, banyak siswa yang berbicara dengan teman sebangku. Apabila ada tugas dari guru, siswa juga tampak kurang antusias mengerjakan, sehingga menunda untuk mengerjakan tugas. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (a) apakah penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, melalui 2 siklus dengan melakukan penyesuaian terhadap langkah-langkah pelaksanaannya, (b) apakah penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (a) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, (b) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan tersebut didukung oleh hasil analisis data yakni rata-rata nilai yang diperoleh pada siklus I adalah 74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 70%. Dan pada akhir siklus II rata-rata nilai adalah 80 dengan ketuntasan klasikal sebesar 86%.

Kemampuan menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI Program Studi Bahasa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tahun pelajaran 2011/2012 / Mukhlis Imam Bashori

 

Kata kunci: pembelajaran menulis, pengalaman pribadi, kemampuan menulis puisi Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif. Kemampuan menulis puisi adalah kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam bentuk puisi dengan memperhatikan unsur atau struktur pembangunnya. Rangsangan menulis puisi dapat diperoleh dari beragam cara, salah satunya melalui pengalaman pribadi, baik pengalaman batin (rohani) maupun pengalaman fisik. Menulis puisi berdasarkan pengalaman merupakan kemampuan yang harus dicapai oleh siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang karena terdapat dalam kompetensi dasar mata pelajaran Sastra Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengukur dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang berdasarkan pengalaman pribadi. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Manfaat penelitian ini adalah diperoleh deskripsi tingkat kemampuan menulis puisi siswa berdasarkan pengalaman pribadi. Apabila kemampuan siswa masih di bawah standar ketuntasan minimal, maka dapat dilakukan remedial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu memaparkan kejadian yang ada di lapangan apa adanya tanpa ada perlakuan terhadap variabel. Penggambaran data dilakukan dengan angka dan persentase yang kemudian dipaparkan. Sumber data berupa naskah puisi hasil karya siswa. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data menggunakan tabel konversi skala dan rumus f%. Langkah analisis data meliputi persiapan, tabulasi, dan penafsiran. Urutan pertama dalam tingkat ketercapaian penilaian yang diperoleh siswa ialah aspek diksi dilihat dari ketepatan dan kerapatan variasi diksi, yaitu sebesar 72,1%; siswa berkategori sangat baik mencapai seperempat bagian (22,2%), kategori baik mencapai separuh (44,4%), dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan kedua aspek sarana retorika dilihat dari keterpolaan dan kerapatan variasi sarana retorika, yaitu sebesar 66,7%; siswa berkategori baik lebih dari separuh (66,7%) dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan ketiga aspek penataan bunyi dilihat keselarasan dan kerapatan variasi bunyi, yaitu sebesar 63,8%; siswa berkategori baik berjumlah separuh (55,5%) dan sisanya berkategori cukup (44,4%). Urutan keempat aspek citraan dilihat dari penghadiran citraan secara variatif, yaitu sebesar 61,1%; siswa berkategori baik mencapai separuh (44,4%) dan sisanya berkategori cukup (55,6%). Urutan kelima aspek tema dilihat dari kebaruan, keunikan, dan kespesifikan tema, yaitu sebesar 55,6%; siswa berkategori baik mencapai sepertiga bagian (33,3%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (11,1%). Urutan keenam aspek majas dilihat dari kebaruan dan kerapatan variasi pembentukan majas, yaitu sebesar 52,8%; siswa berkategori sangat baik dan baik masing-masing berjumlah sebagian kecil (11,1%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (22,2%). Secara totalitas dapat diketahui bahwa sebesar 22% (nilai 75—89) atau 2 siswa yang berkategori baik, sebesar 22% (nilai 60—74) atau 2 siswa yang berkategori cukup, dan sisanya 55,6% (nilai 0—59) atau 5 siswa yang berkategori kurang. Kemampuan totalitas rata-rata kelas diperoleh sebesar 62,0%. Kemampuan tersebut masih di bawah standar ketuntasan minimal, yakni sebesar 75% sehingga dapat dikatakan bahwa siswa Kelas XI Program Bahasa MAN 3 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012 tidak mampu menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi dengan baik. Berdasarkan hasil analisis data pendukung, ada beberapa faktor yang menyebabkan kemampuan menulis puisi siswa di bawah SKM. Pertama, pembelajaran menulis puisi tidak dengan tahapan yang mengarahkan siswa agar mampu menulis puisi dengan baik yaitu memperhatikan sarana atau unsur puitika. Kedua, lembar kerja yang dirancang untuk mengakomodasi proses menulis puisi tidak dimanfaatkan dengan baik untuk mendaftar pengalaman pribadi, mendaftar kosakata (diksi), memilih kata/frasa untuk membentuk majas, menulis pola sarana retorika, serta menghadirkan citraan secara variatif. Berdasarkan temuan penelitian, guru disarankan melakukan pembelajaran yang mampu melatih siswa untuk mencapai tahapan dalam menulis puisi dengan baik seperti menentukan tema yang benar-benar bersumber dari pengalaman pribadi siswa, membentuk majas secara orisinal (baru), memperkaya kosakata, memilih dan memilah kata yang mampu menimbulkan keselarasan rima dan penataan bunyi yang baik, menghadirkan imaji secara variatif, serta membuat sarana retorika dengan pola yang baik.

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar ekonomi (studi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Geger Madiun) / Irmawati

 

Kata kunci: Model Problem Based Learning, kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Pembelajaran Ekonomi di SMA menekankan pemberian pengalaman belajar secara langsung, dengan kata lain metode pembelajaran dengan teacher-centered harus diubah menjadi student-centered. Tujuannya agar siswa mampu berpikir kritis dan kreatif serta lebih peka menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. KTSP menekankan pembelajaran Ekonomi di sekolah harus mampu mengarahkan siswa untuk berpikir, diterapkan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Tujuannya agar siswa mampu berpikir, bekerja dan bersikap serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup (life skill). Standar isi memuat keharusan bagi guru mampu menyusun silabus serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri yang disesuaikan dengan keadaan pada tiap-tiap sekolah, hal ini menunjukkan bahwa sekolah harus mampu menjadikan lingkungannya sebagai media pembelajaran yang efektif bagi siswa. Di SMA Negeri 1 Geger Madiun siswa belum aktif, kualitas proses pembelajaran belum dilatihkan dan hasil belajar kognitif di bawah KKM, sehingga penelitian ini ingin menerapkan pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei sampai 22 Mei 2012. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Ekonomi siswa kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan kriteria baik sekali (BS) dan baik (B) dari siklus I sebanyak 25 siswa (78%) dan siklus II sebanyak 32 siswa (100%). Meningkatnya hasil belajar Ekonomi siswa di kelas XA SMA Negeri 1 Geger Madiun, hal ini didasarkan pada peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II sebanyak 30 siswa (94%). Rata-rata nilai hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan 7,6% dari 77,7 di siklus I dan 85,3 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti dapat memberikan saran yaitu: 1) bagi guru bidang studi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai, yaitu yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan kehidupan siswa; 2) para peneliti lain yang ingin menggunakan model pembelajaran yang sama hendaknya juga meneliti aspek lain selain aspek kognitif pada hasil belajar siswa yaitu aspek afektif dan aspek psikomotor; 3) para peneliti lain hendaklah menampilkan masalah dari pengamatan langsung agar siswa melihat permasalahan secara langsung dengan penugasan di luar jam pelajaran. Pada penelitian ini masalah berasal dari tayangan foto, tujuannya untuk menghemat waktu.

Pengaruh informasi lapran arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap harga saham pada perusahaan automotive and allied yang go public di BEI periode tahun 2007-2009 / Emmilia Pramita Puspitaran

 

Kata Kunci: Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Harga Saham. Perkembangan dunia automotif yang sangat pesat menuntut perusahaan-perusahaan automotive and allied products di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya agar tetap bertahan dan semakin berkembang. Salah satu komponen laporan keuangan secara keseluruhan yang menjadi pertimbangan bagi investor dalam mengambil keputusan adalah laporan arus kas yang terdiri dari arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan. Harga saham dapat dikatakan sebagai indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan. Perubahan harga saham di Bursa Efek Indonesia dipengaruhi banyak faktor, salah satunya yaitu faktor fundamental, yang merupakan gambaran tentang kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Arus kas merupakan salah satu faktor fundamental yang diduga berpengaruh terhadap harga saham, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh secara parsial antara variabel arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap variabel harga saham pada perusahaan automotive and allied products periode tahun 2007—2009. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan automotive and allied products yang go public di BEI periode 2007—2009 sebanyak 57 perusahaan dan diambil sampel sebanyak 45 perusahaan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji hipotesis t. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini telah menguatkan teori yang telah ada yaitu signalling theory. Nilai perusahaan berhubungan dengan kemampuannya menghasilkan arus kas sehingga jika arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan meningkat, nilai perusahaan akan naik, yang selanjutnya juga akan meningkatkan harga saham. Penelitian yang dilakukan memiliki keterbatasan yaitu, penelitian hanya dilakukan pada perusahaan automotive and allied products. Faktor yang dianggap mempengaruhi harga saham dalam penelitian ini hanya 3 variabel yaitu arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan, dan pada kenyataannya masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham dari faktor fundamental lainnya. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode penelitian dan variabel bebas lainnya dari faktor fundamental seperti laba, dividen, penjualan dan lain sebagainya.

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif IPA terpadu untuk siswa SBI kelas VIII / Anggi Citra Rini

 

Kata Kunci : Media Pembelajaran, CD Interaktif, IPA Terpadu Multimedia CD interaktif berbasis komputer dapat membantu siswa Secondary International Laboratory School University of Malang kelas VIII dalam mempelajari prinsip, konsep, dan proses pada materi sistem respirasi dan sistem sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran CD interaktif IPA terpadu untuk siswa kelas VIII. Penelitian ini termasuk penelitian Research & Development dengan menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian sikap siswa, dan nilai pre test-post test; data kualitatif berupa masukan dari validator. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, lembar soal pre test-post test, dan angket sikap siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VIII reguler Secondary International Laboratory School University of Malang yang berjumlah 7 orang. Hasil validasi produk menunjukkan kriteria valid baik dari segi media dengan skor 92,92% maupun dari segi materi dengan skor 90,25%. Sedangkan hasil validasi dari ahli pendidikan mendapat skor 89,47% dan dari guru dengan skor 91,28%, yang keduanya menunjukkan kriteria valid. Berdasarkan data uji coba, rerata nilai tes kognitif siswa secara klasikal adalah 80,05; sedangkan rerata nilai hasil belajar psikomotor siswa secara klasikal adalah 86,91; rerata hasil belajar afektif siswa secara klasikal adalah 80,19% dengan kriteria baik. Pembelajaran dengan menggunakan CD interaktif IPA terpadu terbukti dapat mengefisiensikan waktu pembelajaran.

Penerapan metode pembelajarn kooperatif dengan menggabungkan teknik Numbered Heads Together (NHT) dan Example non example untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas VII A SMPN 1 Malang / Novarida Ermaningsih

 

Kata Kunci : Metode Kooperatif, Teknik Numbered Heads Together, Teknik Example non Example, hasil belajar Berdasarkan hasil Obeservasi awal diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas VIIA SMPN 1 Malang masih banyak yang belum mencapai KKM di bandingkan kelas-kelas lain seperti kelas VIIB, C, dan D dengan guru mata pelajaran yang sama. Hasil angket juga menunjukkan jika siswa merasa kurang tertarik apabila belajar IPS. Guru sudah menerapkan beberapa metode pembelajaran yang kooperatif , akan tetapi guru belum menemukan metode yang tepat dan sesuai dengan karakteristik kelas VIIA yaitu pada saat diskusi berlangsung siswa cenderung pasif, belum bisa bekerja sama dengan baik dan membuat kegaduhan sendiri. Beberapa hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa masih banyak yang belum mencapai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 80. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan pada latar belakang masalah peneliti memutuskan untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan teknik pembelajaran Numbered Heads Together dan Example non Example. Rumusan masalah ini adalah untuk mengetahui : (1) Apakah penerapan Penerapan Metode pembelajaran Kooperatif Dengan Menggabungkan Teknik Numbered Together (NHT) Dan Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIIA SMPN 1 Malang?, (2) Bagaimanakah respon siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang terhadap penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Dengan Menggabungkan Teknik Numbered Together (NHT) Dan Example Non Example? Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung 2 siklus, subyek penelitian ini ialah siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang yang terdiri dari 29 siswa. Pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, angket dan catatan lapangan. analisis data yang digunakan ialah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan jika penerapan metode Pembelajaran Numbered Heads Togetether dan Example non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar dari siklus 1 ke siklus 2 10,35%, dari siklus 1 hasil belajar sebesar 82,75% menjadi 93,10% pada siklus II. Beradasarkan pada hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan yaitu : (1) Penerapan metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan Teknik Numbered Heads Together dan Example non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang; (2) Penerapan metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan Teknik Numbered Heads Together dan Example non Example untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang mendapatkan respon yang positif dari guru mata pelajaran ekonomi dan siswa kelas VIIA SMPN 1 Malang.

Pengaruruh cash ratio, total assets turnover, working capital turnover dan net profit margin terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kotaq Malang tahun 2009-2011 / Dwi Au Rhonita Ningrum

 

Kata Kunci : Koperasi Serba Usaha, Perolehan SHU, Rasio Keuangan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cash ratio, total asset turnover, working capital turnover dan net profit margin terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Serba Usaha di Kota Malang tahun 2009-2011.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan KSU di Kota Malang tahun 2009-2011. Sampel yang digunakan adalah 15 KSU yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data dengan mengunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan secara simultan cash ratio, total asset turnover, working capital turnover dan net profit margin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Serba Usaha di Kota Malang tahun 2009-2011 sebesar 59,4%. Sedangkan secara parsial cash ratio dan net profit margin berpengaruh positif signifikan terhadap perolehan SHU pada KSU di Kota Malang tahun 2009-2011. Untuk TATO dan working capital turnover dinyatkan tidak memiliki pengaruh yang signikan terhadap perolehan SHU pada KSU di Kota Malang. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan, (1) bagi koperasi untuk meningkatkan kinerjanya dan efisiensi manajemen, (2) untuk peneliti selanjutnya agar memperluas sampel dan menambah variabel penelitian, (3) bagi peneliti agar menambah wawasan tentang perkoperasian dan analisis rasio keuangan, (4) bagi Dinas KUKM untuk lebih meningkatkan pengawasan dalam penilaian kesehatan koperasi, (5) dan bagi anggota koperasi untuk lebih meningkatkan partisipasi jasa.

Pengembangan model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain pada anak usia 6-8 tahun di SDN Bandulan I Malang / Yeni Fatmawati

 

Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, model latihan, pendekatan bermain, gerak dasar lokomotor lari dan lompat. Berdasarkan penelitian awal berupa analisis kebutuhan (need assessment) yang dilakukan peneliti di SDN Bandulan I Malang terhadap guru pendidikan jasmani dan orangtua siswa diperoleh informasi bahwa: (1) Guru pendidikan jasmani setuju jika pengembangan model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain diterapkan untuk siswanya karena sebelumnya tidak ada model latihan yang bervariasi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif model latihan melalui permainan dalam proses pembelajaran. (2) 88,48% orangtua setuju jika anak mereka diberi model permainan gerak dasar untuk mengembangkan gerak dasar lokomotor khususnya lari dan lompat melalui pendekatan bermain. Dalam penelitian pengembangan ini peneliti menggunakan model pengembangan Bord dan Gall yang dimodifikasi peneliti menjadi lebih sederhana yaitu: (1) Penelitian awal dan pengumpulan data informasi dengan wawancara terhadap guru pendidikan jasmani SDN Bandulan I Malang dan memberikan angket analisis kebutuhan kepada guru pendidikan jasmani dan orangtua siswa. (2) Pengembangan bentuk produk awal model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui permainan untuk anak usia 6-8 tahun kemudian dievaluasi oleh ahli. (3) Melakukan uji coba kelompok kecil, menggunakan 1 sekolah dan 10 subyek dengan 6 observer. (4) Revisi produk awal (sesuai dengan saran dari observer pada uji kelompok kecil). (5) Uji coba kelompok besar dilakukan pada 1 sekolah menggunakan 30 subyek dan 9 observer. (6) Revisi produk akhir sesuai hasil uji lapangan (kelompok besar). (7) Hasil akhir produk berupa model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui permainan pada anak usia 6-8 tahun di SDN Bandulan I Malang yang diperoleh dari hasil uji coba kelompok besar. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk awal telah dijustifikasi oleh ahli perkembangan motorik dan ahli pendidikan jasmani yang hasil akhirnya menunjukkan bahwa model-model permainan sebagai latihan pemanasan ini dapat diuji cobakan. Dari hasil uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 10 subyek uji coba yang diperoleh dari observer adalah 81,41% dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 subyek uji coba diperoleh hasil persentase 92,94% sehingga model latihan gerak dasar lokomotor lari dan lompat melalui pendekatan bermain pada anak usia 6-8 tahun dapat digunakan di SDN Bandulan I Malang.

Perancangan jembatan beton di Desa Duren Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Irwan Ardiyanto

 

Kata Kunci: Perancangan, Jembatan Beton, Balok T Jembatan ini di buat dengan kontruksi beton bertulang dengan bentang 8 m, gelagar – gelagar memanjang dibuat dari balok beton bertulang yang merupakan satu kesatuan dengan lantai kendaraan. Desa Duren dan Desa Duwet merupakan bagian dari Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Desa tersebut dipisahkan oleh sungai Mlalo dengan lebar 8 m. masyarakat Desa Duren untuk menuju ke Desa Duwet dan masyarakat desa Duwet untuk menuju Desa Duren harus memutar dahulu yang jaraknya ± 2 km, warga masyarakat agar dapat memotong jarak tempuh harus menyeberang sungai Mlalo. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, sungai Mlalo tersebut hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki dan sungai tersebut hanya bisa di lalui binatang-binatang ternak dan warga kedua desa tersebut. Biasanya pada musim penghujan sungai Mlalo tersebut banjir dan warga masyarakat tidak bisa menyeberang sungai tersebut. Dengan masalah seperti diatas perlu di rencanakan jembatan untuk mengatasi masalah tersebut. dengan tugas akhir ini saya merencanakan jembatan beton tujuannya adalah mengetahui cara menentukan jenis pembebanan yang akan digunakan dalam desain jembatan beton bertulang, mengetahui analisis perhitungan, Untuk mengetahui cara perencaaan jembatan yang aman dan kuat yang standart jembatan beton, dan biaya yang dibutuhkan. Jembatan ini di rencanakan dengan panjang 8 meter dan lebar 5,22 meter. Dimensi hasil perhitungan struktur utama berupa balok gelagar adalah 40 cm x 80 cm dengan tulangan utama 6Ø16 dan tulangan geser Ø10-150 , balok diafragma adalah 25 cm x 50 cm dengan tulangan utama 6Ø16 dan tulangan geser Ø10-150, dan tebal plat lantai adalah 20 cm dengan tulangan arah lx Ø10-150 dan tulangan arah ly Ø16-200 . Dimensi hasil perhitungan struktur pendukung berupa tiang sandaran adalah 16 cm x 10 cm dengan tulangan utama 2Ø12 dan tulangan geser Ø 8-150, sedangkan ukuran kerb adalah 60 cm x 25 cm. Dimensi hasil perhitungan Abutment menggunakan pondasi plat beton dengan lebar 2.50 m,panjang 5,22 m dan tinggi 4.15 m. Biaya total jembatan beton adalah sebesar Rp. 559.621.500.

Pengaruh tindakan perataan laba terhadap reaksi pasar dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi (Studi kasus pada perusahaan manufaktur go public di BEI 2009-2011) / Afif Hidayatullah

 

Kata Kunci : Perataan Laba, Kepemilikan Manajerial, Reaksi Pasar Laporan keuangan merupakan penghubung antara pihak manajemen dengan pihak diluar perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Asimetri informasi yang terjadi antara manajemen dengan pihak diluar perusahaan telah dimanfaatkan manajemen untuk melakukan pertaan laba dengan berbagai maksud dan tujuan. Tindakan perataan laba tersebut dapat dikendalikan atau diminimalkan dengan kepemilikan manajerial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar dan menguji pengaruh kepemilikan manajerial dalam memperkuat pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan total sampel sebanyak 15 perusahaan yang diteliti untuk tahun 2009 dan 2010. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear dan analisis regresi moderat. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis menujukkan bahwa perataan laba tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar secara langsu ng, namun dalam pengujian pengaruh kepemilikan manajerial dapat memperkuat pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar menunjukkan pengaruh signifikan positif. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh terhadap reaksi pasar dikarenakan adanya kepemilikan manajerial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial adalah pure moderat bagi hubungan antara manajemen laba dengan reaksi pasar. Saran penelitian ini bagi investor hendaknya memperhatikan kepemilikan manajerial sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan berhati-hati terhadap laporan keuangan perusahaan yang terindikasi manajemen laba. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menguji terlebih dahulu model manajemen labayang tepat untuk kondisi di Indonesia.

Pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian (Studi konsumen Indovisian Cabang Malang) / Briantono Putra Wijaya

 

Kata kunci : Harga, Kualitas produk, Keputusan Pembelian Indovision adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT. MNC Sky Vision (sebelumnya bernama PT. Matahari Lintas Cakrawala). Melalui satelit, Indovision memberikan layanan pendistribusian tayangan saluran televisi berlangganan baik lokal dan mancanegara yang disajikan kepada masyarakat di Indonesia. Dengan semakin ketatnya bisnis penayangan saluran televisi berlangganan, indovision sebagai penyedia jasa penayangan semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan minat beli konsumen untuk berlangganan indovision. Beberapa variabel yang diperhatikan indovision adalah harga, kualitas produk, dan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision Penelitian ini memiliki tiga variabel, yaitu variabel bebas (harga, kualitas produk, dan iklan). Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen indovision di kota Malang, yaitu sebesar 15.246. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial: (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga variabel yaitu harga, kualitas produk dan iklan terhadap keputusan pembelian. Variabel harga, kualitas produk dan iklan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh sebesar 46,9% sedangkan sebesar 54,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Selain itu variabel yang dominan dalam penelitian ini adalah kualitas produk dengan tingkat SE = 29,68. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada Indovision cabang Malang adalah: Variabel harga pada penelitian ini tidak signifikan dimana bisa disimpulkan bahwa pelanggan indovision tidak mempermasalahkan harga yang ditarifkan karena pelanggan lebih berfikir bahwa indovision sangat dipercaya kualitasnya sehingga Perusahaan harus mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk.

Keefektifan kalimat dan kesantunan berbahasa dalam memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang / Widodo

 

Kata Kunci : kalimat efektif, bahasa santun, memo Memo merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk berkomunikasi di samping surat pribadi/resmi. Memo sebenarnya dapat digolongkan sebagai surat, hanya saja bentuk penulisannya tidak sepanjang surat. Memo ditulis dalam rangkaian kata-kata yang singkat, jelas, dan padat sehingga penggunaannya lebih efisien dibandingkan dengan surat. Dalam salah satu Standar Kompetensi (SK) dinyatakan bahwa berbagai informasi dapat diungkapkan dalam bentuk narasi dan memo yang kemudian dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD) berkode 12.2, yaitu menulis memo sesuai dengan isi dengan menggunakan kalimat efektif dan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dan kesantunan berbahasa pada memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keefektifan kalimat yang dikemukakan oleh Putrayasa (2007), Sumadi (2009), dan Keraf (1984), kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Suparno dan Yunus (2005), dan Muslich (2007), dan memo yang dikemukakan oleh Suharma dkk (2010), Suparno dan Yunus (2005), Maryati dan Sutopo (2008), dan Nurjamal, Sumirat dan Darwis (2011). Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data penelitian ini berupa teks memo siswa kelas VIIB Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Ditinjau dari aspek keefektifan kalimat, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memo resmi terdapat 5 atau sekitar 19,23% menggunakan kalimat efektif dan 21 atau sekitar 80,76% menggunakan kalimat tidak efektif, sementara pada memo tidak resmi ditemukan data 5 atau sekitar 19,23% menggunakan kalimat efektif dan 5 atau sekitar 80,76% menggunakan kalimat tidak efektif. Faktor penyebab ketidakefektifan kalimat pada memo siswa MTs Mambaul Ulum yaitu kerancuan, ketidakjelasan unsur kalimat, dan pemakaian kata yang berlebihan/kemubaziran kata. Ditinjau dari aspek kesantunan berbahasa, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada memo resmi tidak ditemukan penggunaan bahasa santun, tetapi terdapat 21 atau sekitar 80,76% berbahasa kurang santun, dan 5 atau sekitar 19,23% berbahasa tidak santun, sementara pada memo tidak resmi terdapat 1 atau 3,84% berbahasa santun, 9 atau 32,07% berbahasa kurang santun, dan 16 atau sekitar 61,53% berbahasa tidak santun. Faktor penyebab ketidaksantunan bahasa yaitu tidak menggunakan kata sapaan, tidak menggunakan pilihan kata yang sesuai dengan hirarki sosial, dan tidak menggunakan kata terima kasih sebagai bentuk ungkapan rasa menghargai kepada orang lain. Berkenaan dengan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar dalam pembelajaran menulis memo pada siswa kelas VII hendaknya guru menyampaikan materi secara bertahap, artinya pembelajaran difokuskan terlebih dahulu pada indikator pertama yakni menulis memo sesuai dengan isi sampai siswa dapat memahami, kemudian beralih ke indikator kedua yakni menulis memo dengan menggunakan kalimat efektif, dan selanjutnya beralih ke indikator ketiga yakni menulis memo dengan menggunakan kesantunan berbahasa. Hal ini dimaksudkan agar siswa betul-betul memahami dan dapat menerapkan setiap indikator yang telah direncanakan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Untuk penelitian lanjutan disarankan untuk meneliti memo ditinjau dari cara penulisan yang benar.

Pengembangan media VCD pembelajaran dengan model Borg and Gall pada proses keselamatan dan kesehatan kerja dalam pembelajaran pengelasan di kelas X semester I SMK negeri 1 Singosari / Indra Agung Prasetiawan

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Model Borg And Gall, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dalam Proses Pengelasan Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelasan adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan dalam proses pengelasan dan hasil pengelasan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat terjadinya kecelakaan kerja. Metode pembelajaran di kelas X semester 1 SMK Negeri 1 Singosari saat ini, lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah tanpa menggunakan media gambar, video ataupun media yang lain. pembelajarannya hanya menggunakan alat evaluasi berupa lembar kerja siswa (LKS). Penggunaan media VCD pembelajaran interaktif sebagai salah satu solusi media pembelajaran yang sangat tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan; (I) Menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berupa VCD pembelajaran yang telah dikembangkan dan diujicobakan kelayakan pada materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pengelasan kelas X semester 1. (2) Mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berupa VCD pembelajaran pada materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pengelasan kelas X semester 1. Dalam pengembangan ini, peneliti mengacu model pengembangan (research and development) Borg dan Gall (1983:775) dalam Sukamadinata (2005:170) yang terdiri dari sepuluh langkah. Model pengembangan ini melalui uji validasi ahli materi dan ahli media. Validasi ahli materi, diperoleh persentase 87,5 %, dan dari validasi ahli media, diperoleh persentase 83,75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini masuk pada kriteria valid/layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat uji perorangan terhadap siswa, uji kelompok kecil diperoleh 85,38% untuk validasi instrument. Dan kemudian terdapat uji coba kelompok besar yang diperoleh persentase 84,75%. Kesimpulannya bahwa media pem¬belajaran berbasis multimedia audio video ini dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa akan materi keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelasan karena media pembelajaran ini menarik dari segi penyampaian materi dan mudah digunakan dalam pengoperasian program. Media yang telah divalidasi dan direvisi, selanjutnya disimpan dalam bentuk VCD dikemas dalam box VCD beserta sampul identitas. Media video ini berbentuk kepingan CD (compact disk) yang sangat praktis, dimana dalam pemanfaatannya cukup menggunakan VCD dan televisi, sehingga dapat dengan mudah untuk di operasikan oleh semua orang. Media VCD ini hanya terbatas pada media pembelajaran sebagai sumber belajar. Salah satu kelemahan dari media audiovisual ini adalah hanya menayangkan video tanpa adanya demontrasi, sedangkan dalam pembelajaran keterampilan dibutuhkan demonstrasi dan penayangan berulang-ulang. Sehingga peran guru dalam proses pembelajaran masih aktif sebagai pengelolah pembelajaran.

Karakteristik morfologi lorong sistem Perguruan Bagus-Jembrot di Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo / Mohammad Ainul Labib

 

Kata kunci: Karakteristik, Morfologi lorong, Sistem Perguaan Malang Selatan yang sebagai besar berupa daerah pantai sangat sesuai digunakan sebagai kawasan pariwisata. Namun pengembangan kawasan pantai di Malang Selatan masih sangat kurang sehingga dalam pengembangannya masih terhambat. Dengan temuan yang ada di dalam gua dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pengunjung yang ada. Temuan-temuan tersebut berupa ornamen gua dan bentukan lorong gua. Sistem perguaan Bagus-Jebrot tidak hanya sebatas penelusuran gua saja, namun dapat pula dijadikan sebagai kawasan ekowisata mengingat sistem perguaan ini dapat menunjang pariwisata di Pantai Jonggring Salaka. Sistem perguaan ini terdapat keberagaman ornament yang ada di dalam gua tersebut. Keberagaman tersebut dapat terlihat dari lorong sistem perguaan Bagus-Jebrot. Dengan demikian terlihat jelas terdapat keberagaman yang ada pada lorong gua berupa ornamen, ukuran dan karakteristik bentukan lorong Gua Bagus dan Gua Jebrot yang dapat menunjang kawasan ekowisata di gua tersebut. Namun, permasalahan data dan informasi mengenai keberagaman ornamen, ukuran, dan karakteristik bentukan lorong gua pada sistem perguaan Bagus-Jebrot masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskiripsikan karakteristik morfologi lorong Sistem Perguaan Bagus-Jebrot. Diskripsi bentukan lorong-lorong gua, perhitungan mengenai lorong gua serta sebaran ornament yang ada di Gua Bagus-Jebrot Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Berdasarkan jenisnya penelitian ini kualitatif dengan analisis spasial dan deskriptif. Sampel penelitian di dalam gua diambil pada setiap stasiun, sampel yang akan diambil meliputi tinggi lorong, lebar lorong pada setiap stasiun, kedalaman/kemiringan, ornamen gua dan panjang lorong. Hasil penelitian menunjukkan Sistem Perguaan Bagus-Jebrot merupakan gabungan dari Gua Bagus dan Gua Jebrot dengan enterence berupa lorong horizontal yang berada di lembahan. Elemen lorong yang dimiliki Sistem Perguaan Bagus-Jebrot berupa Single Conduit Passage dengan jenis elemen lorong Angulate Passage. Chamber yang terdapat pada Sistem Perguaan Bagus-Jebrot terdapat pada Gua Bagus dengan ketinggian 6,42 m dan 4 m. Sistem Perguaan Bagus-Jebrot berdasarkan klasifikasi Palmer (2003) memiliki pola morfologi lorong Curvilinear Branchwork. Berdasarkan klasifikasi Sweeting (1972) Sistem Perguaan Bagus-Jebrot merupakan gua yang termasuk ke dalam tipe Vadose Cave. Bedasarkan kondisi hidrologis lorong, Sistem Perguaan Bagus-Jebrot dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu lorong fosil dan vadose. Morfometri lorong Sistem Perguaan Bagus-Jebrot memiliki panjang Gua Bagus yang terpetakan 123,06 m dan Gua Jebrot yang terpetakan 289,73 m. Luas lorong Gua Bagus 548,54 m² dan Gua Jebrot 527,84 m². Volume Gua Bagus 4083,82 m³ dan Gua Jebrot 3575,43 m³. Luas area Gua Bagus 6347,43 m² dan Gua Jebrot 16937,62 m². volume spesifik Gua Bagus 33,19 m³/m dan 12,34 m³/m, kerapatan jaringan lorong Gua Bagus 51,58 m/m² dan Gua Jebrot 58,46 m/m², cakupan area Gua Bagus dan gua Jebrot sebesar 3,1%. Ornamen yang dapat ditemui di Gua Bagus yaitu Stalagmite, Stalactite, Coulumn/pillar, Flowstone, Gourdam, dan Soda straw. Gua Jebrot yaitu stalagtit, flowstone, dan gourdam

Pengaruh varietas belimbing (Averrhoa carambola L) dan macam gula terhadap kualitas nata de belimbi ditinjau berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat sebagai booklet penyuluhan bagi masyarakat petani belimbing dan pengusaha home industri di Kota Blitar / Yudha Kristia

 

Kata Kunci: Varietas belimbing, macam gula, nata de belimbi, booklet penyuluhan, petani belimbing, home industri. Belimbing manis (Averrhoa carambolla L) memiliki banyak kelebihan dari segi ekonomi dan kesehatan. Masyarakat pada umumnya memanfaatkan buah belimbing hanya sebagai buah meja, minuman sari buah, dodol belimbing dan keripik belimbing. Salah satu cara pemanfaatan buah belimbing yang melimpah pada musim panen adalah melalui diversifikasi pangan dengan menggunakan sari belimbing sebagai bahan dasar pembuatan nata dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Pembuatan Nata dari sari buah belimbing dapat memperpanjang masa simpan, lebih menarik, dapat meningkatkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mensukseskan program pemerintah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan produk lokal unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh perbedaan variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi, (2) menguji pengaruh perbedaan variasi jenis gula terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi, (3) menguji pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap tebal nata de belimbi, (4) menguji pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap berat nata de belimbi, (5) menguji perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap kadar serat nata de belimbi, (6) mengimplementasikan hasil penelitian untuk pengembangan Booklet penyuluhan terhadap masyarakat petani belimbing di kota Blitar. Penelittian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2012 sampai Desember 2012, di laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang menggunakan desain faktorial 2x2. Variabel bebas ada dua macam, yaitu: varietas belimbing yang terdiri dari varietas belimbing Karangsari dan Siwalan, dan jenis gula, yang terdiri dari gula tebu/putih dan gula aren/brown sugar. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak delapan kali ulangan. Data penelitian ini adalah kualitas nata ditinjau berdasarkan berat, tebal dan kadar serat lapisan nata. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Varians dua arah. Jika terdapat perbedaan signifikan diantara perlakuan, dilanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh perbedaan variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi. Belimbing varietas Karangsari memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata, (2) ada pengaruh perbedaan variasi jenis gula terhadap berat, tebal dan kadar serat nata de belimbi. Gula aren memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata, (3) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap tebal nata de belimbi. Belimbing Karangsari dengan penambahan gula aren memberikan hasil nata de belimbi yang terbaik ditinjau berdasarkan tebal lapisan nata, (4) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap berat nata de belimbi. Belimbing Karangsari dengan penambahan gula aren memberikan hasil nata de belimbi yang terbaik ditinjau berdasarkan berat lapisan nata, (5) ada pengaruh perbedaan interaksi antara variasi varietas belimbing Karangsari dan belimbing Siwalan dengan variasi jenis gula terhadap kadar serat nata de belimbi. Belimbing varietas Karangsari dengan gula aren maupun gula tebu/putih memberikan hasil terbaik terhadap kadar serat lapisan nata de belimbi, (6) hasil penelitian tentang pengaruh variasi varietas belimbing dan macam gula terhadap kualitas nata belimbng berdasar tebal, berat dan kadar serat nata dapat diimplementasikan dalam bentuk Booklet penyuluhan terhadap masyarakat petani belimbing di kota Blitar. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan (1) kepada para peneliti, khususnya bidang mikrobiologi pangan supaya melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan varietas belimbing, macam gula dan jenis buah yang lain. (2) kepada guru dan siswa di kota Blitar,agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan untuk pembelajaran bioteknologi, life skill dan kewirausahaan yang kontekstual dengan berdasar pada produk lokal unggulan di kota Blitar.(3) kepada Pemerintah kota Blitar agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu rujukan dan referensi bagi penyuluh pertanian di lingkup Dinas Pertanian Daerah Kota Blitar untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat petani belimbing dan pengusaha home industry, (4) kepada Masyarakat kota Blitar dan masyarakat petani belimbing agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan taraf hidup, membuka lapangan pekerjaan baru melalui kegiatan pembuatan produk makanan olahan dengan bahan dasar produk unggulan lokal, yaitu belimbing Karangsari yang digunakan sebagai bahan dasar pembentuk nata de belimbi, (5) kepada Pemerintah kota Blitar agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan untuk menambah keanekaragaman produk makanan khas dari kota Blitar yang berbahan dasar belimbing Karangsari, dalam rangka mewujudkan program kampung wisata agroindustri belimbing Karangsari di kelurahan Karangsari, kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Studi produk Kerajinan Gerabah Maron Jaya Art Shop milik Bapak Ngadiono di Sentra Kerajinan Gerabah Betek Kota Malang / Reza Anshari Azmi

 

Kata Kunci: produk kerajinan gerabah, Maron Jaya Art Shop, Malang Kerajinan gerabah merupakan kerajinan yang telah lama dikenal masyarakat nusantara. Sentra kerajinan gerabah di kota Malang terletak di Betek, salah satunya adalah Maron Jaya Art Shop milik Bapak Ngadiono. Produk kerajinan gerabah Maron Jaya Art Shop terbilang unik, serta belum banyak penelitian mengenai produk kerajinan gerabah itu sendiri, sehingga menarik untuk dikaji dalam penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu mencakup (1) produk kerajinan keramik gerabahMaron Jaya Art Shop, (2) bahan dan alat produksi kerajinan keramik Maron Jaya Art Shop, (3) proses dan teknik produksi kerajinan keramik gerabah Maron Jaya Art Shop. Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data penelitian mencakup paparan produk kerajinan gerabah dalam bentuk visual yang terdapat di Maron Jaya Art Shop. Data diperoleh dari dokumentasi produk dan kegiatan berkaitan dengan produksi kerajinan gerabah Maron Jaya Art Shop. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, produk yang dihasilkan Maron Jaya Art Shop memiliki jenis benda hias/souvenir, dapat dibedakan secara visual dalam 4 jenis, yaitu gerabah berbentuk flora dan fauna dekoratif, gerabah dengan dekorasi flora dan fauna, gerabah bentuk benda sehari-hari dan gerabah dengan dekorasi loro blonyo. Kedua, bahan baku produksi yaitu tanah liat tidak dibuat sendiri oleh pengrajin melainkan dibeli dari produsen tanah liat dari daerah Wagir dan bahan baku pewarna menggunakan cat waterbase dan cat solvenbase, alat-alat produksi kerajinan keramik gerabah Maron Jaya Art Shop dibuat sendiri oleh pengrajin berdasarkan kebutuhan produksi. Ketiga, proses dan teknik produksi di Maron Jaya Art Shop dipaparkan sebagai berikut. (1) proses persiapan bahan baku tanah liat diuleni sebelum dibentuk, (2) proses pembentukan dilakukan menggunakan teknik putar cepat dengan meja putar miring dan cetak tekan, (3) Proses dekorasi menggunakan teknik dekorasi tempel dengan menggunakan cetak tekan, Pilin, plototan dan penambahan dekorasi dengan tali mendong, (4) proses pengeringan menggunakan rak pengeringan di ruang yang tidak terkena sinar matahari langsung, (5) proses pembakaran menggunakan tungku berbentuk oval berbahan bakar kayu denngan pemanasan api langsung, dan (6) proses pewarnaan menggunakan teknik blorok dan teknik saput.

Kajian implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional ke dalam Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) IPA kelas VII SMP untuk MTs Negeri Model Trenggalek / Lenti Nucifera

 

Kata Kunci : kebijakan kementerian pendidikan nasional, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, IPA SMP Standar Nasional Pendidikan yang telah disusun oleh pemerintah perlu di-te¬rapkan dalam pengembangan kurikulum di Indonesia. Kurikulum Tingkat Satu¬an Pendidikan (KTSP) dikembangkan berdasarkan standar isi yang diatur da¬lam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan standar kompetensi lulusan yang di¬atur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006. Berkaitan dengan peren¬canaan pembelajaran, pengembangan kuriku¬lum juga perlu mengacu pada Per¬men¬diknas Nomor 41 Ta¬hun 2007 tentang standar proses dan Permendiknas No¬mor 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Penyusunan RPP hendaknya mengacu pada kebijakan kementerian pendidikan nasional yang ter¬cantum dalam Permen-diknas Nomor 22 Tahun 2006, Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006, Permendik-nas Nomor 41 Tahun 2007, dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 dengan me-nyesuaikan pada satuan pendidikan masing-masing dan karakteristik pembelajaran IPA di SMP untuk penyusunan RPP IPA SMP. Berdasarkan hasil observasi, guru pada beberapa SMP dan 1 MTs negeri di kecamatan Trenggalek menyatakan bah-wa telah menyusun silabus dan RPP dengan mengacu pada kurikulum yang diten-tukan oleh pemerintah. Akan tetapi praktik pelaksanaan kurikulum terpadu ma¬sih belum tepat bahkan dengan sengaja ditinggalkan. Berdasarkan permasalahan ter-sebut, peneliti mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui imple-mentasi keempat permendiknas tersebut ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trengga¬lek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian evaluatif. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Popu-lasi penelitian adalah seluruh RPP IPA kelas VII MTsN Model Trenggalek ber-jumlah 26 RPP yang disusun oleh 2 guru. Sampel penelitian adalah 6 RPP yang disusun oleh Guru 1 dan 6 RPP yang disusun oleh Guru 2. Sampel ditentukan de-ngan cara bukan acak. Instrumen penelitian untuk metode dokumentasi berupa ru-brik asesmen RPP dan instrumen penelitian untuk metode angket berupa angket. Data yang di¬peroleh berupa data hasil asesmen RPP yang digunakan sebagai data uta¬ma dan data hasil penyebaran angket yang digunakan sebagai data pendukung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tingkat imple¬men¬tasi Permendik¬nas Nomor 22 Tahun 2006 ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar menunjukkan kriteria kurang baik. Kedua, tingkat implementasi Permen¬dik¬nas Nomor 23 Tahun 2006 ke dalam RPP IPA ke¬las VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar me¬nunjukkan kriteria cukup baik. Ke¬tiga, tingkat implemen¬tasi Permendik¬nas Nomor 41 Tahun 2007 ke dalam RPP IPA ke-las VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian be¬sar me-nunjukkan kriteria kurang baik. Keempat, ting¬kat implementasi Permendik¬nas Nomor 20 Tahun 2007 ke dalam RPP IPA kelas VII SMP yang disusun oleh guru MTsN Model Trenggalek sebagian besar menun¬jukkan kriteria kurang baik. Secara umum, kri¬teria-kriteria keterlaksanaan pada masing-masing aspek penting yang dinilai im¬ple¬mentasinya dalam masing-masing Per¬mendiknas belum terim-plementasikan secara keseluruhan ke dalam RPP. Ber¬dasarkan hasil tersebut, ma¬ka penyusunan RPP IPA hendaknya lebih memperhatikan as¬pek-aspek penting dalam Permendik¬nas Nomor 22 Tahun 2006, Permendiknas No¬¬¬mor 23 Tahun 2006, Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007, serta Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penyusunan RPP IPA kemudian mengim¬plementasikannya ke dalam RPP.

Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, dan account receivable turnover terhadap rentabilitas KPRI di Kabupaten Jombang tahun 2007-2011 / Deis Soraya Anja Andika

 

Kata kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Account Receivable Turnover, Rentabilitas. Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui:(1)kondisicurent ratio, debt to equity ratio, accountreicevable turnover danrentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011(2)pengaruhcurent ratioterhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011 (3) pengaruhdebt to equity ratioterhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011 (4) pengaruhaccountreicevable turnover terhadaprentabilitasKPRI di kabupatenjombangtahun 2007-2011. Populasidalam penelitian iniadalah 27KPRI yang ada di kabupaten Jombang dengan tahun penelitian 2007-2011.Sampel yang digunakanadalah8 KPRIyang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data dengan mengunakan teknik analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian ini adalah curent ratiotidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas, debt to equity ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap rentabilitas, dan accountreicevable turnoverberpengaruh signifikan positif terhadap rentabilitas. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis menyarankan (1) bagi KPRI Pengelola KPRI agar lebih memperhatikan analisis laporan keuangan terutama rasio-rasio keuangan yang ada dengan melihat debt to equity ratio dan account receivable turnover karena dua variabel ini yang memiliki pengaruh terhadap rentabilitas untuk memperbaiki rentabilitas yang masih berada pada standar cukup baik (ROA) dan kurang baik (ROE), (2) bagi peneliti Peneliti sebaiknya menambah wawasan dan pengetahuan tentang analisi rasio dan diimplikasikan dalam hal pengetahuan yang berhubungan dengan rentabilitas KPRI, (3) bagi akademisi Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya memperpanjang periode pengamatan, memperluas jenis sampel yang digunakan dalam penelitian, dan juga menambah variabel di luar model penelitian ini.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan m inat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA "Islam" Malang / Atik Surya Ningsih

 

Kata Kunci: kondisi sosial ekonomi orang tua, minat belajar siswa, prestasi belajar siswa Kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa adalah dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa dengan kondisi sosial ekonomi orang tua yang baik dan minat belajar yang tinggi akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA "Islam" Malang, baik pengaruh secara parsial maupun secara simultan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional. Data penelitian tentang kondisi sosial ekonomi orang tua, minat belajar siswa, maupun prestasi belajar siswa berupa data kuantitatif yang berskala interval.pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan nilai rapot. Angket digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa. Sedangkan rapot digunakan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa. Aalisis data menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh data sebagai berikut: pertama dengan menggunakan uji t diketahui bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan positif searah dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa yaitu dengan t hitung sebesar 4,390. Kedua, minat belajar siswa memiliki hubungan positif searah dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa yaitu ditunjukkan dengan t hitung sebesar 9,331. Ketiga, dari uji ANOVA atau F test didapat nilai F hitung sebesar 53,438 dengan probabilitas 0,000, karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua (x1) dan minat belajar siswa (x2) secara bersama - sama dapat berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (y) sebesar 56,8%. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi orang tua dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang mampu peneliti sampaikan pertama kepada guru adalah guru sebaiknya mengupayakan pembelajaran ekonomi yang efektif dan menarik demi meningkatkan minat balajar siswa pada setiap pelajaran yang diadakan di sekolah. Kedua kepada siswa diharapkan dapat meningkatkan minat dalam belajar dalam iii kondisi apapun karena fasilitas dari orang tua hanya satu dari banyak faktor pendukung keberhasilan pendidikan, selebihnya ada dalam kemauan siswa itu sendiri. Ketiga bagi peneliti lain diharapkan mencari variabel lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa untuk diteliti, sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan seputar faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar atau varibel lain dan memberikan hasil dari temuan penelitian yang lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengembangan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten malang / Meynur Fatkur Rohman

 

Kata kunci: penelitian pengembangan, model, latihan, dribbling, permainan sepakbola Berdasarkan penelitian awal yang sudah dilakukan peneliti di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dengan pelatih dan para pemain diperoleh beberapa permasalaha bahwa: (1) Pelatih di SSB Diponegoro FC belum pernah menggunakan bnuku panduan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. (2) Pelatih setuju apabila dikembangkan model latihan dasar dribbling menggunakan buku panduan untuk pemain di SSB Diponegoro FC untuk usia 12-14 tahun. sedangkan para pemain di SSB Diponegoro FC menyatakan: (1) Pemain belum pernah mendapatkan media latihan berupa buku panduan model latihan dasar dribbling, (2) pemain setuju apabila dikembangkan media latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Peneliti menggunakan model Pengembangan Borg dan Gall dengan mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada, yaitu penelitian dan mengumpulkan data, mengembangkan produk, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi produk, uji coba kelompok besar, revisi produk akhir dengan menghasilkan produk akhir yang berupa buku panduan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun. Tempat penelitian dilakukan di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, subjek uji coba terdiri dari (1) Tinjauan ahli dengan dosen sepakbola, (2) ahli pelatih sepakbola, (3) ahli media. Hasil evaluasi dan persentase dari ahli sepakbola menyatakan 88% produk pengembangan valid sehingga dapat digunakan. Dari ahli media menyatakan 83,33% produk buku panduan pengembangan model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun valid sehingga produk dapat digunakan. Kemudian dari hasil uji coba kelompok kecil terdapat presentase sebesar 87,02 sehingga produk dapat digunakan, sedangkan presentase dari uji coba kelompok besar terdapat penilaian sebesar 85,37% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kesimpulan produk model latihan dasar dribbling dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di SSB Diponegoro FC Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang adalah valid dan produk tersebut dapat digunakan untuk menunjang keterampilan bermain sepakbola.

Optimaslisasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Studi kasus pada DivisiMunisi PT. Pindad (Persero) Turen) / Yanuar Rizali Al'rosyid

 

Kata Kunci : Optimalisasi, Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu : 1) Pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja; 2) Faktor–faktor yang menghambat pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja; 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teori. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Divisi Munisi PT. PINDAD (PERSERO) Turen. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bahwa optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan dengan mangacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, keputusan Direksi PT. PINDAD (PERSERO) dengan surat keputusan tahun 2003 tentang kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, pemberian alat pelindung diri (APD), dan audit internal serta eksternal. Kedua, bahwa dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terdapat hambatan-hambatan yang pada dasarnya disebabkan oleh tenaga kerja itu sendiri, yaitu masih kurangnya komunikasi antara pihak manajemen dan tenaga kerja terutama anggota P2K3 dalam penyampaian seluruh informasi yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, masih banyak tenaga kerja yang kurang memahami masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang dikarenakan kesibukan produksi, masih banyaknya tenaga kerja yang tidak disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri karena merasa tidak nyaman saat digunakan dan kurang leluasa dalam pergerakannya. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan-hambatan dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan sosialisasi atau diklat masalah keselamatan dan kesehatan kerja, pemenuhan kompetensi kualifikasi pekerja terhadap pekerjaan yang dilakukan (job description), rekayasa engineering dengan penggantian bahan berbahaya dengan bahan yang tidak berbahaya, menjauhkan bahan berbahaya dari pekerja dengan menerapkan lay out tata ruang atau alur proses, savety patrol, kegiatan atau lomba 5R, serta pemberian punishment dan reward. Kemudian saran dari hasil analisis data tersebut ialah sebagai berikut. Pertama, dalam penambahan tenaga kerja baru harus benar-benar selective dan kemampuan calon tenaga kerja baru harus sesuai dengan job description yang dibutuhkan perusahaan. Kedua, perlu juga diadakannya pelatihan khusus atau pelatihan secara bertahap kepada setiap tenaga kerja terutama tenaga kerja baru. Ketiga, pihak manajemen maupun anggota P2K3 selaku penanggungjawab agar lebih tegas terhadap setiap tenaga kerja yang melanggar aturan-aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Keempat, perusahaan harus menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lebih aman dan nyaman dari yang ada sekarang terhadap tenaga kerja yang bekerja dalam tingkat bahaya yang tinggi. Kelima, perusahaan agar terus berusaha mencari mesin-mesin baru yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Pengembangan desain pembelajaran matematika berdasarkan whole brain teaching di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember / Saadah Ismi

 

Kata Kunci : Desain Pembelajaran Matematika Berdasarkan Whole Brain Teaching Pembelajaran dengan Whole Brain Teaching (WBT) dicirikan oleh kemampuan guru dalam membuat pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga tercipta pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Pembelajaran ini didasarkan kepada prinsip mengenali cara belajar siswa yang terdiri dari tiga bagian yaitu visual, verbal dan kinestetik. Desain pembelajaran yang disusun berdasarkan Whole Brain Teaching memungkinkan guru dan siswa untuk mengintegrasikan sistem manajemen kelas yang efektif dengan pendekatan belajar yang memanfaatkan otak secara keseluruhan. Desain ini dapat meningkatkan sistem penyimpanan informasi siswa terhadap konsep-konsep dasar materi pembelajaran sampai dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching memiliki langkah-langkah 1) seruan sapa class-yes, 2) gesture, 3) teach-ok, 4) mirror, 5) switch-ok, 6) scoreboard, dan 7) comprehension check yang dikembangkan berdasarkan teknik menggunakan Whole Brain Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Pembelajaran Matematika berdasarkan Whole Brain Teaching yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan ini bersandar pada Model Umum Pemecahan Masalah Pendidikan, Plomp sampai dengan fase implementasi secara terbatas. Untuk mengetahui keterlaksanaan kriteria yang ditetapkan, maka dilakukan validasi dan uji coba lapangan. Untuk mengembangkan desain, dikembangkan perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan digunakan untuk melaksanakan desain di kelas. Instrumen terdiri dari (1) lembar observasi aktivitas guru, (2) lembar observasi aktivitas siswa, (3) tes penguasaan bahan ajar (TPBA), dan (4) pedoman wawancara siswa. Prototipe RPP dan LKS yang telah disusun divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa, prototipe RPP dan LKS memenuhi syarat kevalidan. Hasil validasi yang valid juga ditunjukkan pada hasil validasi Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Validasi TPBA dilakukan oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan memenuhi syarat validitas isi, tetapi dari segi redaksi masih ada revisi. Subyek uji coba pengembangan Desain Pembelajaran ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013. Prototipe perangkat pembelajaran yang telah divalidasi diuji melalui uji coba lapangan. Uji coba bertujuan untuk mengukur ketercapaian dua kriteria, yaitu; (1) kepraktisan dan (2) keefektifan. Pada uji coba ini kepraktisan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata ketercapaian dari hasil observasi aktivitas guru (keterlasanaan desain) yaitu 94.00%. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat kepraktisan. Keefektifan desain diukur berdasar pada dua indikator, yaitu; (a) penguasaan bahan ajar, dan (b) persentase rata-rata ketercapaian observasi aktivitas siswa. Penguasaan bahan ajar mencakup dua aspek, yaitu; (1) nilai WBT, dan (2) hasil tes penguasaan bahan ajar (TPBA). Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan diperoleh data bahwa 93.33% siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan siswa secara klasikal tercapai dengan sangat baik. Disamping diukur melalui penguasaan bahan ajar, keefektifan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata observasi aktivitas siswa. Aktivitas siswa mempunyai rata-rata ketercapaian 90.83%. Aktivitas siswa secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat keefektivan. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan desain pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013 valid, praktis dan efektif. Oleh karena itu disarankan kepada para guru matematika untuk menggunakan desain ini dalam pembelajaran. Bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan menggunakan desain yang sama pada materi dan kelas yang berbeda.

Hubungan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja tukang bangunan proyek hotel OJ di Kota Malang / Reza Setyo Prayogi

 

Kata Kunci: Hubungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kinerja Tukang Bangunan Dalam implementasi pada pekerjaan konstruksi, sering kali pekerja lapangan tidak menghiraukan berbagai ketetapan yang harus dilakukan oleh tukang itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan K3 pada tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang, mengetahui kinerja tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang dan mengetahui hubungan penerapan K3 terhadap kinerja tukang bangunan Proyek Hotel OJ di Kota Malang. Dalam penelitian ini populasinya adalah tenaga kerja (tukang bangunan) Proyek Hotel OJ di Kota Malang yaitu berjumlah 100 tukang dan sampel yang digunakan adalah 30 tukang bangunan. Pemilihan sampel dengan menggunakan metode random diambil antara 20-25% dari jumlah populasi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan membagikan kuesioner yang telah divalidasi kepada para pekerja yang menjadi sampel penelitian ini. Hasil data yang terkumpul dimasukkan ke dalam tabel data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik distribusi frekuensi dan prosentase dengan bantuan program SPSS versi 20 untuk mengetahui normalitas dan korelasi antara kedua variabel tersebut. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Tukang Bangunan di Proyek Hotel OJ di Kota Malang berdasarkan hasil observasi sebagian besar responden memberikan penilaian yang menyatakan sering dilakukan / baik sebanyak 20 responden dari 30 responden, berdasarkan hasil wawancara sebagian besar responden memberikan penilaian sangat sering dilakukan / baik sebanyak 16 responden dari 30 responden. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek Proyek Hotel OJ di Kota Malang berdasarkan hasil angket/kuisioner sebagian besar responden memberikan penilaian yang menyatakan dilakukan / cukup baik 20 responden. Sedangkan untuk Kinerja Tukang Bangunan di proyek Proyek Hotel OJ di Kota Malang responden memberikan penilain sangat sering dilakukan / sangat baik sebanyak 17 responden dari 30 responden. Terdapat hubungan yang signifikan antara Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kinerja Tukang Bangunan. Jadi ada hubungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja tukang bangunan proyek hotel OJ di kota Malang. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mengindikasikan penerapan K3 memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap tukang bangunan. Selain itu juga ada pengaruh positif pada penerapan K3 terhadap tukang bangunan yang memberikan dampak pada proses terselesaikannya suatu proyek jasa konstruksi.

Penerapan strategi REACT dengan setting Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan pemahaman persamaan garis lurus bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Blitar / Mirza Azizah

 

Kata Kunci : REACT, TSTS, Pemahaman siswa Berdasarkan observasi pendahuluan serta wawancara kepada guru pengajar matematika di SMP Negeri 4 diketahui bahwa dalam proses pembelajaran jarang menerapkan metode atau model pembelajaran yang bermacam-macam. Metode ekspositori atau ceramah masih menjadi pilihan utama beliau dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika di dalam kelas yang mengakibatkan siswa cenderung pasif. Metode yang diterapkan di sekolah tersebut masih perlu dikembangkan lagi agar dapat bervariasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan metode belajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) dengan setting TSTS (Two Stay Two Stray). Penelitian ini mendeskripsikan tentang langkah-langkah pembelajaran strategi REACT dengan setting TSTS yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-B SMP Negeri 4 Blitar pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjalan dalam 1 siklus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 2) hasil catatan lapangan, 3) hasil tes akhir siklus. Data penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditetapkan sekolah pada siklus I yakni 81.81 % siswa kelas VIII-B memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75. Berdasarkan penelitian tersebut, langkah-langkah penerapan strategi REACT dengan setting Two Stay Two Stray (TSTS) yaitu (1) relating, guru mengulang kembali materi prasyarat kemudian memberi motivasi kepada siswa, (2) experiencing, siswa melakukan kegiatan yang terdapat pada LKS yang akan menuntun siswa dalam menemukan rumus, (3) applying, siswa mengaplikasikan rumus yang didapat kan setelah mengalami pada tahap experiencing untuk mngerjakan soal, (4) cooperating, siswa melakukan diskusi kelas dengan setting TSTS (dengan langkah-langkah yaitu, siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa, setelah selesai, dua dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok yang lain untuk bertanya dan mencari informasi (Two Stray), dua siswa yang tinggal bertugas membagikan hasil kerja dan informasi serta menjawab pertanyaan ke tamu (Two Stay), tamu mohon diri dan kembali ke kelompok asal dan melaporkan hasil temuan dari kelompok lain) dan dilanjutkan dengan kegiatan mempresentasikan hasil diskusi kelompok, (5) transferring, siswa diberikan soal tantangan dalam konteks yang baru tetapi masih terkait dengan materi.

Penerapan metode activity based costing dalam perhitungan harga pokok produksi non pupuk di PT Petrokimia Gresik / Emilia Khoirunissa

 

Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Metode Activity Based Costing Startegi-strategi yang dilakukan oleh perusahaan dapat bersaing adalah dengan efisiensi biaya, meningkatkan produktifitas, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kemampuan untuk memberikan respon terhadap berbagai kebutuhan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing dan menjelaskan perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi di PT Petrokimia Gresik dengan harga pokok produksi activity based costing Penelitian ini merupakan studi kasus di PT Petrokimia Gresik. Teknik analisis data yang digunakan untuk menentukan harga pokok produksi dengan menggunakan activity based costing yang mengkonsumsi overhead pabrik melalui dua tahap alokasi yaitu tahap pertama, mengidentifikasi biaya ke berbagai aktivitas dan tahap kedua, menentukan biaya ke berbagai masing-masing produk. Setelah dua tahap itumenghasilkan biaya overhead pabrik kemudian hasilnya dijumlahakan dengan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, setelah itu dijumlahkan dengan BDP awal, dan dikurangi dengan persediaan BDP akhir, sehingga menghasilkan perhitungan harga pokok produksi. Hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing menunjukan hasil per unitnya yaitu pada produk Asam Phospat sebesar Rp153,862.17, produk Alumunium Flurida sebesar Rp 513,470.92, sedangkan produk Cement Retarder sebesar Rp 6,280.11 dan produk Purified Gypsium sebesar Rp 59,428.11. Dari hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing harga pokok produksi pada produk Purified Gypsium mengalami undercost, sedangkan sebaliknya pada produk Asam Phospat, Alumunium Flurida dan Cement Retarder mengalami overcost. Meskipun activity based costing dibandingakan dengan sistem konvensional, maka tetap saja activity based costing dalam menentukan harga pokok produksi lebih tepat dan akurat dari pada metode konvensional. Berdasarkankesimpulan di atas, dapat disarankan bahwa sebaiknya PT Petrokimia Gresik meninjau kembali penggunaan metode konvensional dan mempertimbangkan penggunaan metode activity based costing pada perhitungan harga pokok produksi hasil yang lebih cermat dan akurat selain itu dapat memberikan informasi yang jelas tentang tingkat laba dan menetapkan harga jual pasar.

Pengaruh kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan Range Of Motion (ROM) sendi ekstremitas supoerior lansia di Desa Junrejo, Kota Batu / Priyo Prasantoso

 

Kata Kunci: lansia, senam pivot, jalan kaki, rentang gerak sendi/ range of motion (ROM),sendi ekstremitas superior. Pendengaran mulai menurun, penglihatan kabur, dan kekuatan fisiknya pun mulai melemah. Kenyataan itulah yang dialami oleh orang yang sudah lanjut usia (lansia). Kelompok lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Dengan diberikannya perlakuan kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki pada kelompok lansia diharapkan akan dapat mengurangi penurunan kualitas fisik dan psikologis, dalam hal ini mengenai nilai rentang gerak sendi/ range of motion (ROM) sendi ekstremitas superior. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan rentang gerak sendi/ range of motion (ROM) sendi ekstremitas superior yang diberikan pada kelompok lansia sebanyak 15 lansia di Desa Junrejo, Kota Batu, Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra tes dan pasca tes eksperimental. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimental, tepatnya metode eksperimental semu yaitu dengan metode yang memberikan atau menggunakan suatu treatment (perlakuan), dengan tujuan ingin mengetahui dan membandingkan pengaruh suatu kondisi terhadap gejala yang timbul. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan pengukuran rentang gerak sendi, untuk memperoleh data yang objektif tentang hasil latihan kelompok lansia. Kegiatan analisis data menggunakan analisis statistik yang telah dihitung menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan =95%(α=0,05). Berdasarkan hasil analisis data uji beda menggunakan Paired Samples T- Test, diperoleh hasil analisis data yang telah dihitung menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis penelitian diterima,ada perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir. Yaitu pada sendi bahu ketika fleksidan hiperekstensi, sendi siku ketika fleksi, serta sendi pergelangan tangan ketika fleksi dan hiperekstensi dengan nilai simp(2-tailed)<0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Sehingga, ada pengaruh pemberian perlakuan kombinasi senam pivot lansia dan jalan kaki terhadap peningkatan Range Of Motion sendi ekstremitas superior lanjut usia di Desa Junrejo, Kota Batu, Malang.

Pengaruh Economic Value Added (EVA), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan real estate and property yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 / Julianto Hadi Wibowo

 

Kata kunci: EVA, ROA, ROE, dan Return Saham Salah satu alat penilaian kinerja keuangan adalah dengan analisis rasio. Rasio-rasio keuangan yang terkandung dalam laporan keuangan digunakan untuk memprediksi return saham yang akan diperoleh investor. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: ROA dan ROE. Analisis rasio keuangan dalam proses investasi bermanfaat sebagai alat komunikasi, namun penggunaannya punya kelemahan utama, yakni belum memperhatikan biaya modal sehingga sulit mengetahui apakah suatu perusahaan telah menciptakan nilai perusahaan, sehingga muncul pendekatan EVA. Konsep EVA ini mengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya modal yang ditimbulkan sebagai akibat investasi yang dilakukan atas laba bersih perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi EVA, ROA, ROE, dan return saham serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari EVA, ROA, ROE terhadap Return Saham pada perusahaan real estate and property yang listing di BEI periode 2009-2011. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan real estate and property yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 yang berjumlah 123 perusahaan dan diperoleh sebanyak 34 perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian, dimana sampel tersebut dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel Economic Value Added (EVA), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE) terhadap variabel return saham pada perusahaan real estate and property yang listing di BEI periode 2009-2011 dengan nilai signifikansi kurang dari 5% yaitu 0,046, 0,026, dan 0,011. Variabel dependen return saham dapat dipengaruhi oleh variabel independen (EVA, ROA dan ROE) sebesar 29,7% sedangkan sisanya 70,3% disebabkan oleh variabel lainnya. Dari hasil penelitian di atas dapat disarankan (1) bagi Investor, dalam berinvestasi, sebaiknya perlu memperhatikan dan mempertimbangkan tingkat return, pendekatan EVA, serta rasio-rasio keuangan seperti ROA dan ROE sebagai bahan dalam pengambilan keputusan investasi. (2) bagi Peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pengaruh-pengaruh lain yang dapat mempengaruhi return saham atau dapat dengan menambah jumlah sampel dan mencoba pada kelompok perusahaan yang lain serta periode waktu yang lain.

The effectiveness of debate in the speaking class of third semester students of English Letters Department at IAIN Sunan Ampel Surabaya / Fikri Yanda

 

Kata kunci: debat, presentasi, kemampuan berbicara Bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektifitas debat pada kelas speaking Jurusan Sastra Inggris IAIN Sunan Ampel Surabaya pada mahasiswa semester tiga untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka. Debat diharapkan menjadi metode pembelajaran speaking alternatif selain presentasi. Rumusan masalah penelitian adalah “Apakah mahasiswa yang diajari dengan metode debat berbicara Bahasa Inggris lebih baik daripada mereka yang diajari dengan metode presentasi?” Desain penelitian adalah quasi-eksperimen dengan grup pengendali beraturan. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa semester tiga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan pengendali. Kelompok eksperimen sebanyak 19 mahasiswa, kelompok pengendali 17 mahasiswa. Data penelitian diambil dari nilai pra-tes dan pasca-tes mahasiswa. Pra-tes diadakan pada tanggal 12 Oktober 2012. Pasca-tes pada 14 Desember 2012. Pembelajaran menggunakan debat (kelompok eksperimen) dan presentasi (kelompok pengendali) diadakan selama delapan pertemuan atau dua bulan mulai 19 Desember 2012 hingga 7 Desember 2012. Untuk tujuan validitas data, aktifitas pembelajaran direkam dalam bentuk video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajari dengan metode debat memiliki kemampuan berbicara lebih baik daripada mereka yang menggunakan presentasi. Dalam kata lain, metode debat lebih efektif daripada presentasi. Tingkat signifikansi (∞)signifikan pada p (0.006) < .05 dan thitung (2,901) > ttabel (2,032). Rata-rata Postest siswa kelas eksperimen (82.8772) lebih tinggi dari pada rata-rata Postest siswa kelas kontrol (77.8824). Dengan begitu, hasil penelitian member bukti bagi para pengajar bahwa metode debat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menganjurkan para mahasiswa program Bahasa Inggris untuk menggunakan metode debat demi meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka. Semakin mereka berdebat (dalam Bahasa Inggris), semakin lancar mereka berbicara. Bagi para pengajar yang hendak menggunakan metode debat di dalam kelas speaking, mereka diharapkan mengetahui konsep debat yang harus memiliki dua sisi yang setuju dan tidak setuju terhadap topik yang diperdebatkan. Debat dalam konteks ini bukan untuk mencari siapa yang paling benar, tapi siapa yang memberikan argument paling rasional serta menyuguhkan bukti kuat untuk mendukung argumen-argumen yang disampaikan. Bagi para peneliti di masa yang datang, mereka bisa menggunakan metode dan instrumen yang berbeda untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif tentang objek penelitian yang sama. Mereka juga bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai titik awal penelitian mereka.

Pengaruh kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakn dividen (Studi pada perusahaan publik yang terdaftar di BEI tahun 2009) / Muhammad Iqbal Al Muchlisun

 

Kata kunci: nilai perusahaan, kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Maksimalisasi nilai perusahaan merupakan tujuan utama bagi perusahaan publik. Dalam memaksimalkan nilai perusahaan, pihak manajemen dihadapkan pada tiga kebijakan keuangan yang sangat penting, yaitu kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Ketiga kebijakan tersebut saling berkaitan dan setiap kebijakan keuangan yang diambil akan mempengaruhi kebijakan keuangan lainnya, sehingga nantinya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji (1) pengaruh langsung kebijakan investasi, kebijakan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan; (2)pengaruh kebijakan investasiterha-dap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta (3) pengaruh tidak langsung kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 402 perusahaan publik yang ter-daftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan publikasi Indonesian Capital Market Directory 2010. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 41 perusahaan yang telah meme-nuhi kriteria penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Variabel endogen yang digunakan adalah nilai perusahaan, variabel peran-tara menggunakan kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen, sedangkan variabel eksogen menggunakan kebijakan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara langsung kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebija-kan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (2) kebijakan investasi ber-pengaruh terhadap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta(3) secara tidak langsung kebijakan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen. Penulis menyarankan kepada para investor di Bursa Efek Indonesia agar memberikan perhatian lebih terhadap informasi laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Bagiperusahaan sebaiknya harus memberi perhatian lebih terhadap kebijakan keuangannya, karena berkaitan de-ngan nilai perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankanuntuk menambah jumlah sampel dengan waktu pengamatan yang lebih lama, menggunakan analisis SEM, sertamemperkaya indikator kebijakan keuangan perusahaan.

Perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI SMP Negeri se-kota Malang / Kartika Nur Viana

 

Kata kunci: Tanggung Jawab Berprestasi, siswa Akselerasi, Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Anak berbakat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan akselerasi tidak akan berhasil dalam tujuan mencapai prestasi jika siswa tidak memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa akselerasi dituntut untuk mencapai standar kelulusan minimal dan dapat menyelesaikan waktu belajarnya lebih cepat dibandingkan dengan siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dituntut untuk dapat mencapai standar kelulusan Internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri se-Kota Malang. Tanggung jawab berprestasi merupakan kesediaan menangggung konsekuensi atas perilaku yang telah dilakukan untuk mencapai hasil maksimum. Adapun ciri siswa yang memiliki tanggung jawab beprestasi yaitu bekerja keras mencapai sesuatu yang diinginkan, berusaha melakukan terbaik yang bisa dilakukan, menerima kritikan dengan lapang dada, berani mengakui kesalahan sendiri,berani menanggung resiko atas usaha yang telah dilakukan, mengakui kelebihan yang ada pada diri sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua buah kelompok data. Metode yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI ini dengan uji Indepenedent Sampel t-test atau uji dua buah kelompok yang tidak memiliki hubungan. Dari pengujian uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan tanggung jawab berprestasi yang signifikan antara siswa Akselerasi dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Perbedaan tersebut ditunjang oleh perbedaan inteligensi, tuntutan dan harapan dari sekolah pada siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disarankan bagi guru untuk turut menunjang keberhasilan siswa dengan memberi penguatan misalnya dengan pujian, pemberian hadiah agar siswa termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun yang menjadi kewajibannya. Bagi orang tua hendaknya memantau perkembangan anak, mendukung setiap kegiatan positif anak dan berusaha memberikan perhatian terhadap belajar anak dirumah.

Pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang / David Leonardo Hutomo

 

Kata Kunci: keterampilan mengajar guru, motivasi belajar, prestasi belajar. Keterampilan mengajar guru merupakan seperangkat kemampuan atau kecakapan guru dalam melatih atau membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Sedangkan motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif dari dalam diri sehingga menimbulkan dorongan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan, kebutuhan atau keinginan belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam belajarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru (X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar (Y). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA NEGERI 1 Tumpang angkatan 2012 yang berjumlah 157 siswa. Data diperoleh dari hasil kuesioner atau angket. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar, 2) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar, 3) Secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi sekolah, Pihak sekolah khususnya kepala sekolah hendaknya dapat mengikutkan dan menghimbau para guru untuk mengikuti diklat pendidikan atau workshop untuk menambah wawasan dan kemampuan mengajar.(2) Bagi guru akuntansi SMA NEGERI 1 Tumpang, Guru diharapkan untuk lebih memperhatikan kondisi belajar di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Diharapkan dengan terjaganya kondisi belajar dengan baik maka siswa akan lebih termotivasi dalam belajar.(3) Bagi orang tua dan guru, Diharapkan orang tua, guru menggunakan pendekatan yang berbeda dengan memberikan penghargaan bisa berupa pujian atau hadiah kepada siswa ketika mendapat nilai yang baik pada mata pelajaran akuntansi.(4) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik pada masalah atau topik yang berkaitan dengan prestasi belajar, hendaknya menambah variabel atau indikator sehingga penelitian dapat lebih bervariasi dan dapat lebih mengkaji hal – hal yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Manajemen sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI dan Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang / Heru Totok Tri Wahonoi

 

Kata Kunci : Manajemen, Sumber Daya Manusia, Perguruan Tinggi Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Sumber daya manusia adalah pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi dan tujuannya. Sumber daya manusia harus didefinisikan bukan dengan apa yang sumber daya manusia lakukan, tetapi apa yang sumber daya manusia hasilkan. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan memasok suatu organisasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manajemen sumber daya manusia (SDM) di STKIP PGRI dan di UNIPDU Jombang ditinjau dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan, 2) Untuk mengetahui manajemen terhadap jumlah mahasiswa yang mendaftar dan kualitas kelulusan di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan harapan data yang diperoleh bersifat representative atau mewakili. Data penelitian berupa : data deskriptif yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam bentuk catatan lapangan. Langkah yang diambil dalam teknik pengumpulan data adalah dengan menentukan obyek penelitian dan mengadakan wawancara secara mendetail dan mendalam. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta, (3) studi dokumen. Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah STKIP PGRI Jombang, merupakan perguruan tinggi swasta dan berlokasi di Jl. Pattimura III/20, Jombang, Jawa Timur, Telp. : 0321 – 861319. Tenaga akademik dan non akademik yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang secara keseluruhan adalah 195 orang, yang terdiri dari 71 orang dosen kopertis, 33 dosen tetap yayasan dan 62 dosen tidak tetap. Sedangkan tenaga nonakademiknya berjumlah 29 orang. Jumlah dosen yang berkualifikasi S1 sebanyak 20 orang dan S2 sebanyak 146 orang. Jurusan yang ada di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang terdiri dari 6 program studi. ii UNIPDU memiliki enam (6) fakultas dengan 13 program studi dan satu (1) program pasca sarjana yang sebagian besar telah terakreditasi. Tenaga pendidik sampai dengan bulan Oktober 2011berjumlah 118 dengan klasifikasi sebagai berikut: Dosen Tetap 89 Orang, Dosen Tidak Tetap 25 Orang, Asisten Dosen 4 Orang, Administrasi 53 orang dan Karyawan/Tenaga Penunjang 50 orang.. Manajemen Sumber Daya Manusia di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dilakukan dengan memberikan dukungan yang terus menerus melalui pemberian kesempatan bagi tenaga akademik dan non akademik yang berprestasi untuk terus melanjutkan studi kejenjang S2 maupun S3. Dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun stafnya, dengan lebih mengaktifkan kegiatan-kegiatan pengembangan sumber daya manusia seperti seminar, lokakarya, pelatihan, workshop dan kuliah umum. Pengawasan dilakukan dengan membentuk unit penjaminan mutu yang dilakukan oleh auditor dari dosen yang ditunjuk lembaga dan Majelis Pendidikan Tinggi Pesantren agar kualitas SDM di perguruan tinggi semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan saran-saran sebagai berikut: 1) Dalam hal ini perencanaan dalam pengembangan sumber daya manusia ke depan di lembaga STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang untuk merekrut tenaga akademik dan tenaga non-akademik dengan cara selektif dan prestasi telah menjalankan sesuai dengan visi dan misinya, 2) pentingnya peberdayaan tenaga akademik dan tenaga non-akademik sehingga tenaga akademik yang berprestasi diberi kesempatan untuk menduduki jabatan (pimpinan), begitu juga tenaga adiministrasi diberi kesempatan untuk meningkatkan umumnya baik ke Strata Satu maupun Pasca, 3) Secara terus menerus dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia baik tenaga akademik maupun tenaga non-akademik, 4) para peneliti yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis, hendaknya melakukan penelitian lanjutan dan mengkaji secara mendalam pada penelitian ini.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |