Supervisi pengajaran kepala sekolah berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan profesionalisme guru (studi multisitus pada SMAN 1 Kota Bima, SMAN 1 Bolo Kabupaten Bima dan SMAN 1 Dompu Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat) / Ruslan

 

Pengaruh pendidikan koperasi, persepsi, dan kepercayaan anggota terhadap manfaat anggota koperasi melalui partisipasi anggota pada Koperasi Wanita di Kota dan Kabupaten Blitar tahun 2013 / Endang Sungkawati

 

Endang Sungkawati, 2013. Pengaruh Pendidikan Koperasi, Persepsi, dan Kepercayaan Anggota terhadap Manfaat Anggota Koperasi melalui Partisipasi Anggota pada Koperasi Wanita di Kota dan Kabupaten Blitar Tahun 2013. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. (III) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D. Kata Kunci: Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Koperasi, Persepsi Anggota Koperasi, Kepercayaan Anggota Koperasi, Partisipasi Anggota Koperasi, dan Manfaat Koperasi bagi Anggota     Alasan utama seseorang menjadi anggota koperasi adalah harapan untuk mendapatkan ”manfaat” atau ”faedah” dari koperasi, khususnya manfaat dalam bidang ekonomi. Keikusertaan wanita menjadi anggota Kopwan tidak terlepas dari keinginan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keinginan ini sejalan dengan tujuan Kopwan, yaitu memenuhi kepentingan-kepentingan anggotanya dan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup. Hambatan dalam pencapaian tujuan koperasi tersebut biasanya disebabkan oleh tingkat pengetahuan rendahnya partisipasi, rendahnya citra koperasi, dan rendahnya kepercayaan dalam pandangan masyarakat.     Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis: 1)Apakah pendidikan koperasi, persepsi dan kepercayaan angggota berpengaruh positif terhadap partisipasi anggota Kopwan di Kota dan Kabupaten Blitar? 2) Apakah pendidikan koperasi, persepsi dan kepercayaan anggota berpengaruh positif terhadap manfaat anggota Kopwan di Kota dan Kabupaten Blitar? 3) Apakah partisipasi anggota berpengaruh positif terhadap manfaat anggota Kopwan di Kota dan Kabupaten Blitar? 4) Apakah pendidikan koperasi, persepsi, dan kepercayaan anggota berpengaruh terhadap manfaat anggota yang dimoderasi/diperkuat oleh partisipasi anggota Kopwan di Kota dan Kabupaten Blitar?     Untuk mencapai tujuan di atas dikembangkan digunakan pendekatan kuantitatif. Adapun penelitian ini dilakukan pada koperasi wanita (Kopwan) yang dibentuk pada tahun 2009 yang berada di kota dan kabupaten Blitar, dengan unit analisis anggota koperasi. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik proporsional random sampling, dengan jumlah sampel 251 anggota. Analisisis data yang digunakan untuk membuktikan adanya pengaruh positif signifikan antar variabel adalah Structural Equation Modeling (SEM).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) variabel pendidikan koperasi, persepsi dan kepercayaan anggota berpengaruh positif terhadap partisipasi anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar, (2) variabel pendidikan koperasi dan kepercayaan anggota berpengaruh positif terhadap manfaat anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar, (3) variabel persepsi anggota tidak berpengaruh terhadap manfaat anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar, (4) variabel partisipasi anggota berpengaruh positif terhadap manfaat anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar, (5) variabel partisipasi merupakan variabel moderator/ memperkuat pengaruh variabel pendidikan koperasi dan kepercayaan anggota terhadap manfaat koperasi bagi anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar, (6) variabel partisipasi merupakan variabel mediator dalam pengaruh variabel persepsi terhadap manfaat koperasi bagi anggota Kopwan Kota dan Kabupaten Blitar,     Berdasarkan temuan tersebut, maka sebaiknya: (1) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif maupun pengembangan, sehingga ada kedalaman permasalahan. (2) Disarankan kepada pengurus Kopwan supaya secara sungguh-sungguh mengelola organisasi, manajemen, permodalan dan bisnis (3) Bagi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun program pendidikan dan pembinaan koperasi khususnya koperasi wanita. Untuk melakukan pembinaan anggota dalam bentuk pendidikan, pelatihan, disarankan pembinaan selanjutnya tidak hanya dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM, perlu adanya kerja sama dengan pihak lain, misalnya perguruan tinggi. (4) Pendidikan koperasi bagi anggota perlu memperhatikan: a) setiap aplikasi paket-paket pendidikan perkoperasian harus memperhatikan aspek lokasi pelaksanaannya, kemampuan, umur, latar belakang pendidikan kelompok sasaran. dan harus menggunakan pendekatan andragogi (pendidikan bagi orang dewasa), b) Dibuat ketentuan agar setiap anggota koperasi minimal sudah pernah mengikuti kursus dasar, c) memperbanyak frekuensi diklat dengan memperhatian aspek alokasi waktu, penyebaran lokasi, dan daya tampung prasarana Diklat.

Pengembangan skenario pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society and Enviroment (STSE) untuk meningkatkan sikap positif calon guru SD terhadap lingkungan / M.A Muazar Habibi

 

M.A Muazar Habibi, 2013. Pengembangan Pelatihan Tentang Pendidikan Lingkungan dengan Model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) Diintegrasikan pada Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Sikap Positif Calon Guru SD terhadap Lingkungan. Disertasi, Program Studi Psikologi Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana (II) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, (III) Dr. Dany M. Handarini, MA Kata Kunci: pelatihan, pendidikan lingkungan, model Science,Technology, Society, Enviroment (STSE), pelajaran IPA, sikap positif terhadap lingkungan.      Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yaitu mengembangkan skenario pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, serta menguji efektifitas produk terhadap sikap positif calon guru terhadap lingkungan. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah berupa skenario pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA untuk calon guru SD. Pengembangan produk ini mempergunakan metode pengembangan model Borg & Gall (1983) sedangkan pada uji efektifitas produk yang telah dikembangkan dengan mempergunakan uji t (t-test) dengan melakukan pre-test dan post-test. Langkah-langkah pengembangan produk meliputi : 1) penelitian dan pengumpulan data awal, 2) perencanaan, 3) pembuatan produk awal, 4) uji coba awal/uji coba ahli, 5) perbaikan produk awal, 6) uji coba lapangan dan 7) perbaikan produk operasional. Sedangkan 3 langkah lainnya, yaitu 8) uji coba operasional, 9) perbaikan produk akhir, dan 10) deseminasi, langkah-langkah ini tidak dipergunakan karena disesuaikan dengan kebutuhan, waktu dan tujuan dari pengembangan produk ini. Sedangkan uji efektitas adalah menguji kegunaan produk ini untuk meningkatkan sikap positif calon guru terhadap lingkungan.      Analisa hasil pengembangan diperoleh dari indikator penilaian ahli, meliputi : aspek kegunaan (utility), aspek kelayakan (feasibility), dan aspek ketepatan (accuracy, yang dilakukan oleh 3 ahli yaitu ahli KePGSDan, ahli Pendidikan Lingkungan, dan ahli Teknologi Pendidikan. Ketiga ahli tersebut mengemukakan bahwa produk ini layak digunakan untuk pelatihan dalam rangka meningkatkan sikap positif calon guru terhadap lingkungan, produk ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut, dan produk ini cukup tepat dipergunakan untuk kalangan calon guru SD. Selain itu juga dilakukan uji terhadap subyek kelompok pengguna yaitu mahasiswa S1 PGSD dengan mempergunakan metode wawancara dan pengisian kuisioner berupa tanggapan terhadap produk. Hasil analisa dari penilaian yang dilakukan oleh subyek kelompok pengguna adalah ; 83,3 % mmberikan jawaban setuju terhadap produk yang dikembangkan ini, artinya bahwa sebagian besar setuju, paham dan menyatakan produk bermanfaat. Selain itu subyek juga memberikan masukan yang dapat dikelompokkan menjadi: 1) tentang isi produk, 2) tentang sistematika penulisan, 3) tentang tata letak, dan 4) tentang tindak lanjut. Secara garis besar masukan yang diberikan hampir sama dengan masukan dari subyek uji ahli, namun pada kelompok pengguna lebih menekankan pada keinginannya untuk diikutsertakan dalam pelatihan setelah model ini selesai dikembangkan.      Hasil uji efektifitas adalah adanya keberhasilan pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, terlihat dari peningkatan rata-rata skor dari 2,80 menjadi 3,71 yaitu sebesar 32,44%. Artinya, dengan adanya pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA untuk meningkatkan sikap positif calon Guru SD terhadap lingkungan, dapat meningkatkan 32,44% keseluruhan aspek sikap positif calon guru terhadap lingkungan. Secara spesifik hasil uji efektifitas dapat dijabarkan sebagai berikut (sesuai dengan istrumen yang dikembangkan dari Harlen (1993), yaitu: 1) pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, dapat meningkatkan 21,95% kepedulian calon guru terhadap lingkungan, 2) pelatihan tentang pendidikan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, dapat meningkatkan 36,40% penghargaan calon guru terhadap lingkungan, 3) pelatihan tentang pendidikan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, dapat meningkatkan 34,94% tanggung jawab calon guru terhadap lingkungan, dan 4) pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, dapat meningkatkan 37,69% sikap calon guru untuk menjaga lingkungan, 5) pelatihan tentang pendidikan lingkungan dengan model Science, Technology, Society, Enviroment (STSE) diintegrasikan pada pelajaran IPA, dapat meningkatkan 32.44% keseluruhan aspek sikap positif calon Guru SD terhadap lingkungan.

Kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan (studi multi kasus pada tiga SMK swasta di Kota Malang) / Suyitno

 

Suyitno. 2014. Kepemimpinan Kepala Sekolah Berwawasan Kewirausahaan (Studi Multi Kasus pada Tiga SMK Swasta di Kota Malang).Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H.A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, dan (III) Prof. Dr. Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, kewirausahaan, daya saing, SMK. Pengangguran telah menjadi salah satu masalah serius bagi Indonesia, terutama sejak krisis ekonomi tahun 1997 hingga saat ini.Selain itu Indonesia juga dihadapkan pada permasalahan kemiskinan dan persaingan global.Untuk mengatasi ketiga masalah tersebut, maka Indonesia harus mampu memperkuat sumberdaya manusia melalui investasi di bidang pendidikan.Pendidikan kejuruan yang merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM tingkat menengah.SMK sebagai salah satu bentuk pendidikan kejuruan menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran seiring dengan tujuan penyelenggaraan SMK. Perkembangan SMK semakin pesat seiring dengan adanya program Kota Vokasi. Sebagai salah satu Kota Vokasi, SMK di Kota Malang juga mengalami pertumbuhan yang pesat, sementara jumlah lulusan SMP/MTs tidak sebanding dengan pagu pada sekolah tingkat menengah. Untuk itulah persaingan ketat terjadi.Dalam situasi persaingan tersebut maka diperlukan entrepreneurial leadership (kepemimpinan berwawasan kewirausahaan) yang menerapkan prinsip-prinsip pemasaran dalam pengelolaan sekolah dalam menghadapi persaingan, sehingga sekolah mampu bertahan dan berdaya saing. Penelitian ini difokuskan pada empat hal, yang terdiri dari: (1)karak-teristik sekolah yang berdaya saing berwawasankewirausahaan, dilihat dari aspek jumlah siswa,kurikulum, tingkat kelulusan, keterserapan tamatan, dan prestasi sekolah; (2) karakteristik kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan, yang meliputi visioner; kreatif; inovatif; mandiri, disiplin, kerja keras, komitmen, kerja tim, bertanggung jawab, berani mengambil risiko, dan memiliki naluri kewirausahaan; (3) strategi kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan, yang mencakup strategi promosi sekolah, strategi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dan strategi penelusuran dan pemasaran tamatan; dan (4) hubungan sekolah dengan stakeholders dalam memperkuat praktik kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus dengan metode komparatif konstan (the constant comparative method).Penelitian dilakukan di tiga SMK Swasta di Kota Malang, yakni SMK PGRI 3 Malang, SMK Muhammadiyah 2 Malang, dan SMK Telkom Sandhy Putra Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: (1) wawancara mendalam; (2) observasi berperan serta; dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu: analisis data kasus individu (individual cases), dan analisis data lintas kasus (cross-case analysis). Untuk menjamin keabsahan data, maka dilakukan uji keabsahan data, yang teridiri dariderajat keterpercayaan (credibility), keteralihan (transferability),dan kepastian (confirmability). Temuan-temuan yang diperoleh sebagai hasil penelitian ini meliputi: (1) SMK yang berdaya saing berwawasan kewirausahaan memiliki keunggulan dibandingkan dengan SMK sejenis yang ditandai dengan peningkatan jumlah siswa, kemampuan mempertahankantingkat kelulusan 100% dari tahun ke tahun, kemudahan tamatan memperoleh pekerjaan, berwirausaha, atau melanjutkan studi, adanya peningkatan soft skill siswa dan alumni, dan citra sekolah yang baik; (2) kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan memiliki karakteristik yang mencerminkan nilai-nilai kewirausahaan, sehingga mendukung kepemimpinannya dalam mewujudkan sekolah yang berdaya saing; (3) kepala sekolah menggunakan strategi tertentu dalam mempromosikan sekolah yang membedakan teknik promosi dan jalur penerimaan peserta didik, mampu melakukan inovasi dalam bidang kurikulum dan pembelajaran, pembinaan siswa, dan pemberdayaan guru dan karyawan, sehingga dapat menghasilkan tamatan yang kompeten, dan mengoptimalkan kegiatan penelusuran dan pemasaran tamatan, sehingga tamatannya dapat terserap dan terpantau; dan (4) kepala sekolah berwawasan kewirausahaan mampu menjalin dan meningkatkan hubungan antara sekolah dan stakeholders internal dan stakeholders eksternal, sehingga memperkuat praktik kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka peneliti menyarankan beberapa hal kepada: (1)SMK PGRI 3 Malang, SMK Muhammadiyah 2 Malang, dan SMK Telkom Sandhy Putra Malang agar terus melakukan inovasi dalam pengembangan sekolah; (2) SMK Swasta lainnya agar meningkatkan kerjasama antar SMK; (3) Dinas Pendidikan Kota Malang agar memberikan dukungan dengan mengefektifkan kerja pengawas; (4) Direktorat Pembinaan SMK agar memberikan program-program inovatif dalam hal manajemen sekolah, sarana prasarana, kesiswaan, maupun bentuk program yang lain; (5) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) agar melakukan penguatan kompetensi kepala sekolah bidang kewirausahaan; (6) bagi peneliti berikutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut terutama terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan kewirausahaan pada jenis dan jenjang pendidikan yang berbeda dengan metode kuantitatif atau metode lainnya yang sesuai; dan (7) bagi pengembang ilmu bidang Manajemen Pendidikan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai paradigma baru dalam model kepemimpinan kepala sekolah terutama di SMK.

Using thematic word search game to improve the eight graders' reading ability of SMPN 7 Malang / Dwi Zain Musofa

 

Musofa, Dwi Zain. 2013. Using Thematic Word Search game to Improve the Eight Graders’ Reading Ability of SMPN 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Sastra Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci: kosakata, game, thematic word search game     Kosakata sebagai salah satu aspek dari komponen bahasa yang bisa membantu siswa dalam kegiatan membaca. Namun, masih banyak tantangan yang muncul dalam pelaksanaan belajar kosakata dalam kegiatan membaca. Pengajaran kosakata dalam membaca di SMP Negeri 7 Malang dapat digunakan sebagai salah satu contohnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa guru bahasa Inggris di sekolah tersebut masih memiliki masalah dalam pengajaran kosa kata dalam pelajaran membaca. Kemampuan membaca siswa masih di bawah harapan dikarenakan kurangnya penguasaan kosa kata. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk membantu siswa untuk mengatasi kesulitan membaca mereka melalui penerapan Thematic Word Search game. Melalui Thematic Word Search game sebagai media yang menarik dalam teknik mengajar, siswa akan belajar kosakata dalam suasana belajar yang menyenangkan dan santai.          Desain penelitian ini sendiri adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari satu siklus. Siklus ini terdiri dari empat pertemuan, yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 36 siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, pedoman wawancara, ceklis observasi, catatan lapangan dan rubrik penilaian. Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah penelitian ini berhasil adalah: 75% siswa lulus SKBM dengan nilai minimal 75 di tahap kuis kosakata dan 80% siswa terlibat dalam proses belajar mengajar.          Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Thematic Word Search game terbukti meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui pengajaran teks deskriptif dalam kegiatan membaca. Dibandingkan dengan skor siswa di sesi pre -test, akor siswa dalam tes kosakata di akhir siklus meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata siswa terbukti meningkat setelah peneliti menggunakan Thematic Word Search game sebagai media pembelajaran dalam pengajaran membaca terutama teks deskriptif . Hasil pre-test yang dilakukan dalam studi awal menunjukkan bahwa hanya ada 19,4 % siswa yang nilainya melewati SKBM. Pada akhir siklus 1, jumlah siswa yang berhasil mendapatkan nilai di atas SKBM naik menjadi 86,1%. Selain itu , tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan di dalam kelas juga meningkat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kriteria keberhasilan telah berhasil dicapai .          Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti ingin memberikan beberapa saran kepada guru bahasa Inggris dan peneliti selanjutnya. Disarankan agar guru bahasa Inggris SMP dapat menerapkan Thematic Word Search game dalam pengajaran kosakata dalam kegiatan membaca untuk membuat kegiatan belajar menyenangkan dan lebih menarik minat siswa. Selain itu , peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian serupa, tetapi dalam tingkat pendidikan yang berbeda seperti Sekolah Dasar dengan aturan yang dapat dimodifikasi dari permainan awal dan jenis kosakata yang bisa diubah-ubah dengan tujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa.

Pengembangan media pembelajaran IPA terpadu berbahasa Inggris berbasis multimedia interaktif pada materi sistem peredaran darah manusia untuk siswa kelas VIII SMPN 1 Jetis Ponorogo / Winda Karnila Sari

 

Sari, Winda Karnila. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran IPA Terpadu Berbahasa Inggris Berbasis Multimedia Interaktif Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Jetis Ponorogo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes. Kata kunci: media pembelajaran, IPA terpadu, multimedia interaktif, materi sistem peredaran darah, tekanan dan hukum fisika     Pembelajaran IPA di SMP seharusnya dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) dan Kurikulum. Tetapi kebanyakan sekolah masih memisahkan pelajaran IPA menjadi Biologi, Fisika, dan Kimia. Pendidik melakukan proses pembelajaran dengan media yang kurang menarik, sehingga siswa tidak tertarik pada proses pembelajaran dan berimbas pada rendahnya hasil belajar siswa. Multimedia dengan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar masih jarang, sehingga sekolah dengan konsep bilingual agak kesulitan mencari media yang tepat untuk proses pembelajaran. Materi sistem peredaran darah manusia adalah salah satu materi yang memiliki konsep fisika dan sulit dipahami siswa. Sehubungan dengan hal tersebut salah satu alternatif untuk mengatasi masalah adalah berupa media pembelajaran IPA terpadu berbahasa inggris berbasis multimedia interaktif yang dapat menjelaskan konsep IPA secara terpadu dengan mengintegrasikan teks, grafik, gambar, animasi, dan video.     Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbahasa inggris berbasis multimedia interaktif dengan materi sistem peredaran darah dipadu dengan tekanan dan hukum fisika untuk siswa kelas VIII SMPN 1 Jetis Ponorogo. Pengembangan produk berdasarkan prosedur pengembangan Thiagarajan, dkk (1974) yang sering disebut dengan model 4D dengan 4 tahapan. Penelitian ini dibatasi sampai tahapan ke 3 yaitu tahapan Develop. Langkah terakhir pada tahapan develop adalah expert appraisal (validasi produk) dan developmental testing (uji coba produk). Validasi produk dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli praktisi lapangan, sedangkan uji coba lapangan dilakukan oleh 19 siswa kelas VIII yang telah mengikuti proses pembelajaran dengan produk multimedia interaktif.     Hasil penelitian pegembangan ini sudah menghasilkan produk media pembelajaran berbahasa inggris berbasis multimedia interaktif dengan materi sistem peredaran darah dipadu dengan tekanan dan hukum fisika. Multimedia pembelajaran interaktif ini telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan dengan hasil sangat valid, sehingga layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh tersebut disarankan supaya media pembelajaran ini diteliti lebih lanjut dengan diterapkan pada pembelajaran di kelas untuk melihat pengaruhnya pada motivasi dan ketertarikan siswa.

Pengaruh perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap jumlah penyaluran kredit (studi pada Bank Umum Pemerintah tahun 2012) / Rizky Fadilla Prayoga

 

Prayoga, Rizky. F. 2013. Pengaruh Perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap Jumlah Penyaluran Kredit (Studi pada Bank Umum Pemerintah Tahun 2012). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Keuangan, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si., (II) Fadia Zen, S.E., M.M. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loan (NPL), Jumlah Penyaluran Kredit.      Bank sebagai lembaga intermediasi memiliki fungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana (surplus) dan menyalurkannya pada masyarakat yang membutuhkan dana (defisit). Berdasarkan fungsi tersebut bank memiliki tanggung jawab untuk menyalurkan dananya dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Penelitian ini menguji tentang pengaruh faktor internal terhadap jumlah penyaluran kredit. Faktor internal yang digunakan dalam penelitian ini adalah CAR, DPK dan NPL.      Penelitian ini menggunakan dua macam statistik yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum pemerintah, sedangkan sampel diambil secara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kondisi rata-rata penyaluran kredit pada bank umum pemerintah tahun 2012 mengalami tren naik, CAR mengalami tren turun, DPK mengalami tren naik, sedangkan NPL mengalami tren turun; (2) perubahan CAR secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap jumlah penyaluran kredit; (3) perubahan DPK secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap jumlah penyaluran kredit; (4) perubahan NPL secara parsial berpengaruh signifikan dan negatif terhadap jumlah penyaluran kredit; (5) perubahan CAR, DPK dan NPL secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit. Kontribusi variabel CAR, DPK dan NPL terhadap jumlah penyaluran kredit adalah sebesar 84,9%.      Dalam penelitian ini, peneliti juga memberikan beberapa saran. Pertama bagi Bank Indonesia diharapkan agar melakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh aspek internal/eksternal perbankan terhadap jumlah penyaluran kredit pada bank-bank yang ada di Indonesia. Kedua bagi peneliti diharap menambah rantan waktu penilitian, mengembangkan objek penelitian, dan menggunakan variabel-variabel lain yang mempengaruhi jumlah penyaluran kredit. Ketiga bagi perbankan diharap dapat memperhatikan aspek-aspek CAR, DPK dan NPL terhadap penyaluran kredit. Keempat dengan mengetahui hasil dari penelitian ini diharapkan investor dan kreditur dapat mempertimbangkan keputusannya dalam berinvestasi maupun pengajuan kredit.

Pengaruh ciprofloxacin terhadap ginjal mencit (Mus musculus) galur balb C / Miftahus Sholekha

 

Sholekha, Miftahus. 2013. Pengaruh Ciprofloxacin terhadap Ginjal Mencit (Mus musculus) Galur Balb C. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M.S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata kunci: ciprofloxacin, ginjal, mencit     Ciprofloxacin adalah salah satu dari golongan florokuinolon yang banyak digunakan. Ciprofloxacin memiliki spektrum yang luas terhadap bakteri gram negatif. Ginjal merupakan jalur utama ekskresi toksik, mengkonsentrasi toksik pada filtrat, dan membawa toksik melalui sel tubulus, sehingga ginjal merupakan organ sasaran utama dari efek toksik ciprofloxacin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Ciprofloxacin terhadap ginjal mencit (Mus musculus) galur Balb C.     Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan, tiap perlakuan diulang lima kali. Bahan uji berupa ciprofloxacin yang dilarutkan dengan aquades dengan dosis 0; 0,065; 0,13; 0,195 dan 0,26 g/kg bb. Perlakuan diberikan 2x sehari selama 14 hari. Ginjal dibuat sediaan histologis menggunakan metode paraffin, dengan ketebalan 8 μm, dan diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin. Data kerusakan ginjal dilihat dari persentase piknosis sel tubulus kontortus proksimal dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikansi 5% dan menyusutnya glomerolus pada Badan Malphigi, yang dianalisis secara deskriptif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ciprofloxacin berpengaruh terhadap ginjal mencit (Mus musculus) yaitu meningkatkan persentase piknosis sel pada tubulus kontortus proksimal dan menyusutkan glomerolus pada Badan Malphigi. Dosis ciprofloxacin yang mulai berpengaruh adalah 0,13 g/kgbb, semakin besar dosis ciprofloxacin yang diberikan makin besar pengaruhnya terhadap peningkatan piknosis sel tubulus kontortus proksimal dan menyusutnya glomerolus pada Badan Malphigi ginjal mencit.

Perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model Think Pair Share (TPS) dengan model konvesional pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas X SMK Ardjuno 2 Malang) / Umar Maulana Hariez

 

Maulana , Umar. 2012. Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang diajarkan Menggunakan Metode TPS (think pair share) dengan Metode Konvesional Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X Di SMK Arjuna 2 Malang . Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M (II) Dr. Sopiah, M,Pd, MM. Kata Kunci : Model Konveional, Model Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar     Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selalu monoton. Dalam setiap pembelajaran guru selalu menggunakan metode ceramah. Dengan metode ceramah ini, guru selalu menguasi kelas sedangkan siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan dari guru dan siswa tidak dituntut aktif. Padahal dalam proses pembelajaran yang sebenarnya, guru diharapkan mampu mengembangkan suatu kondisi kelas yang kondusif dalam arti bahwa guru mampu mengajak dan memotivasi para siswa untuk turut berpartisipasi dalam tiap kegiatan pembelajaran dalam kelas. Dalam hal ini guru harus lebih kreatif lagi untuk menggunakan model-model pembelajaran dalam kelas. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memperhatikan hal tersebut adalah pembelaran model Think Pair Share (TPS) Dengan menerapkan model Think Pair Share (TPS) siswa tidak hanya duduk diam. Siswa harus menjadi lebih aktif lagi sehingga mereka bisa menguasai materi dan mereka dituntut untuk bisa bekerjasama dengan teman sekelas.     Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kewirausahaan dengan menerapkan pembelajaran Think Pair Share (TPS) Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yaitu membandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvesional dan pembelajaran Think Pair Share (TPS). Penelitian ini dilakukan di kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Ardjuna 2 Malang, pada bulan Oktober-November 2012, dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif.     Dari hasil tes kemampuan akhir pada kelas (kontrol) terlihat nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 95 dan nilai terendah adalah 65 dan rata-trata nilai kelas yaitu 77. Sedangkan pada kelas (ekperimen) nilai tertinggi 100 dan terendah 70 dengan nilai rata-rata 82. Jadi, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas ekperimen lebih unggul dibandingkan dari kelas kontrol dan sesuai dari hasil wawancara singkat dengan para siswa, metode TPS lebih menyengkan, siswa lebih mudah memahami pelajaran, siswa tidak bosan dan mengantuk pada saat pembelajaran berlangsung dan siswa juga bisa bertukar pendapat dengan teman sekelompoknya maupun dengan kelompok lain pada saat presentasi di kelas. Dengan demikian maka siswa menjadi termotivasi untuk belajar dan hasil belajarnyaakan meningkat. Namun disamping itu, dalam pembelajaran yang menggunakan metode TPS tidak semua siswa aktif dalam kelas hal tersebut dimungkinkan siswa sudah terbiasa pasif dalam pembelajaran sebelumnya dan belum adanya penyesuaian terhadap model pembelajaran yang baru diterapkan, sehingga bagi siswa yang tidak aktif akan tertinggal dengan siswa yang aktif, selain itu juga banyak siswa yang belum bisa mempertahankan atau mengemukakan pendapatnya sendiri, cenderung masih tergantung dengan teman lainnya, sehingga siswa kurang percaya diri ketika presentasi di depan kelas. Dengan demikian, hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa “terdapat perbedaan hasil belajar siswa setelah mengalami proses pembelajaran menggunakan metode TPS dengan metode konvesional pada mata pe;ajaran kewirausahaan kelas X di SMK Arjuna 2 Malang’ telah teruji kebenarannya. Hal ini sekaligus mempertegas posisi keunggulan metode TPS daripada konvesional.     

Implementasi model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas XI APK SMK Negeri 1 Sooko-Mojokerto pada mata pelajaran kearsipan) / Robin Christian Simatup

 

Simatupang, Robin Christian. 2013. Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas XI APK 2 SMK Negeri 1 Sooko-Mojokerto pada Mata Pelajaran Kearsipan). Skripsi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. Suharto. S.M., M.Pd., M.M (2) Dr. H. Agung Winarno., M.M. Kata Kunci : Implementasi Model Pembelajaran CIRC dan GI. Hasil Belajar Siswa     Dunia pendidikan telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dengan diterapkannya berbagai kurikulum yang hampir di setiap periode dikembangkan dan diperbaharui hingga mencapai pendidikan Indonesia yang mampu bersaing pada arus global. Kebutuhan pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah pendekatan kooperatif, yang lebih menekankan siswa berperan aktif dalam proses belajar pembelajaran. Di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto kebutuhan siswa lebih pada peningkatan motivasi dan keaktifan siswa pada proses belajar pembelajaran di dalam kelas. Pendekatan kooperatif sangat cocok untuk keadaan tersebut dan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) diharapkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa XI APK 2 pada mata pelajaran kearsipan. Rumusan masalah dari penilaian ini adalah : (1) Bagaimana penerapan metode pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) pada mata pelajaran kearsipan siswa kelas XI APK 2 SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto?, (2) Apakah metode pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa?. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : (1) observasi; (2) tes kemampuan baik pre test maupun post test; (3) angket; (4) catatan lapangan; (5) dokumentasi dan; (6) wawancara. Sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dalam 3 tahap yaitu (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto menunjukkan bahwa pada siklus 1 kegiatan pre test yang dilakukan oleh peneliti hanya 5 siswa yang memenuhi SKM atau lebih dari nilai 75, dengan nilai rata – rata sebesar 65,85. Sedangkan untuk post test terdapat 21 siswa yang memenuhi SKM dengan nilai rata – rata 72,9. Prosentase ketuntasan sebesar 12,82% untuk pre test dan untuk post test sebesar 53,84%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari nilai pre test dan post test pada siklus 1. Hasil penelitian pada siklus 2 dapat diketahui bahwa terdapat 20 siswa tuntas pada pre test dengan nilai rata – rata 73,46. Sedangkan untuk post test terdapat 35 siswa tuntas dengan nilai rata – rata 79,51. Hal ini juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dari pre test ke post test pada siklus 2 secara signifikan serta penelitian Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Hubungan pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah dengan kinerja guru di SDN se-Kecamatan Blimbing Kota Malang / Tri Murniansyah

 

Murniansyah, Tri. 2013. Hubungan Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru di SDN Se-Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd. (II) Drs. Syaiful Imam, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Supervisi Kepala Sekolah, Kinerja Guru, Sekolah Dasar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nilai UNAS di Kota Malang tahun 2013 yang masih terdapat nilai dibawah rata-rata yaitu 1,6. Hal ini dikarenakan banyaknya problem yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugas khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Dari hasil observasi masih ditemukannya guru hanya menggunakan metode ceramah, media yang digunakan untuk kelas 1 dan 2 hanya buku penunjang dan papan tulis, administrasi guru yang kurang lengkap. Dengan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini dapat dirumuskan: (1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi oleh kepala, (2) untuk mendeskripsikan kinerja guru, (3) untuk mendeskripsikan hubungan pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah dengan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang diambil seluruh SDN di Kecamatan Blimbing yang berjumlah 45 sekolah dari 303 guru dengan menggunakan teknik random sampling dan koefisien 5% sehingga sampel diperoleh sebanyak 160 guru negeri dari 20 sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrumen berupa angket tertutup dan APKG yang diisi secara langsung oleh kepala sekolah dan guru. Selanjutnya dianalisis secara statistik dengan analisis korelasi Rank Spearman menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa hubungan supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru menghasilkan angka r hitung sebesar 0, 697 dan rtabel sebesar 0,154. Hal tersebut menunjukkan rhitung > r tabel dengan kata lain Ho ditolak sehingga terdapat hubungan antara supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru besarnya hubungan yang sangat kuat karena r > 0,60. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian bahwa hasil frekuensi sebanyak 84 orang dari 160 sampel menunjukkan pelaksaan supervisi sering terlaksana, sedangkan 91 orang dari 160 sampel menunjukkan kinerja guru tampak. Saran yang dapat disampaikan bahwa karena pengumpulan data hanya menggunakan satu instrumen sehingga kelemahan angket tidak dapat dikontrolnya jawaban responden yang tidak menunjukkan keadaan yang sesungguhnya dalam penelitian ini.

Analisis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan kelas II SDN Gugus 02 UPT Pendidikan dasar Kecamatan Buduran Sidoarjo / Kuswatul Khasanah

 

Khasanah, Kuswatul. 2013. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Penjumlahan dan Pengurangan Kelas II Gugus 02 UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Buduran Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata Kunci: analisis kesalahan, mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan. Materi penjumlahan dan pengurangan menjadi fokus dalam penelitian ini. Hal ini berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 10 September 2013 di kelas II SDN Siwalanpanji Kecamatan Buduran ditemukan masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan. Oleh karena itu peneliti ingin melihat lebih dalam dan luas pemahaman siswa terkait materi penjumlahan dan pengurangan. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan serta penyebab siswa melakukan kesalahan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II Gugus 02 UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Buduran Sidoarjo jumlah populasi 415 siswa dengan sampel sebanyak 165 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Data kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tertulis. Penyajian hasil analisis deskriptif pada penelitian ini berupa tabulasi data yang berisi frekuensi dan persentase. Melalui hasil penyajian ini dapat diketahui persentase banyaknya sampel yang bisa mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan. Analisis data berupa persentase dengan menggunakan rumus . Jawaban siswa yang salah diidentifikasi ke dalam jenis kesalahan. Setelah itu dipilih beberapa siswa untuk diwawancarai. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan jawaban siswa yang beranekaragam dengan berbagai jenis kesalahan yang berbeda. Berdasarkan temuan tersebut dilakukan analisis data dan identifikasi jawaban siswa sehingga diperoleh jenis-jenis kesalahan siswa sedangkan penyebab dari kesalahan siswa diperoleh dengan melakukan wawancara kepada siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan wawancara dapat disimpulkan bahwa: (1) kesalahan konseptual yang dilakukan siswa meliputi kesalahan dengan tidak memperhatikan simbol penjumlahan atau pengurangan, kesalahan menuliskan bentuk penjumlahan ( pemahaman nilai tempat), (2) kesalahan prosedural yang dilakukan siswa meliputi kesalahan dalam melakukan proses pengerjaan, kesalahan karena penyelesaian tidak dilanjutkan, kesalahan menuliskan soal, Kesalahan perhitungan yang dilakukan siswa meliputi kesalahan siswa dalam perhitungan akhir (hasil hitung yang dilakukan siswa tidak tepat), (3) penyebab kesalahan siswa kelas II Sekolah Dasar dalam mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan yaitu: (a) siswa belum menguasai konsep penjumlahan dan pengurangan, (b) siswa belum menguasai prosedur pengerjaan operasi penjumlahan teknik menyimpan dan pengurangan teknik meminjam, (c) siswa kurang teliti saat mengerjakan soal ( misalnya: salah dalam perhitungan dan tidak menyelesaikan pengerjaan sampai tuntas ), dan (d) siswa salah membaca perintah soal ( misalnya: soal pengurangan tetapi dikerjakan dengan operasi hitung penjumlahan). Berdasarkan hasil dan kelemahan penelitian ini disarankan: (1) agar siswa lebih menguasai pemahaman tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan terutama penjumlahan teknik menyimpan dan pengurangan teknik meminjam, guru disarankan menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran matematika, (2) guru disarankan membimbing siswa dalam menemukan langkah-langkah penyelesaian operasi hitung penjumlahan dan pengurangan baik dengan cara bersususn panjang ataupun bersusun pendek, dan (3) bagi peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan. Hasil penelitian ini bisa ditindaklanjuti untuk penelitian berikutnya sebagai pengembangan pembelajaran matematika, misalnya langkah mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan.

Hubungan persepsi dan ekspektasi dengan kepuasan nasabah asuransi pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang / Suci Handayani

 

Handayani, Suci. 2014. “Hubungan Persepsi dan Ekspektasi dengan Kepuasan Nasabah Asuransi Pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang”. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, ekspektasi, dan kepuasan nasabah asuransi pendidikan Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, yaitu pemerintah, sekolah, dan orangtua. Sebagai orangtua wajib memberikan bimbingan dan kesempatan kepada anak-anaknya untuk memperoleh pendidikan yang layak dengan tujuan jaman. Permasalahan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia belakangan ini adalah rendahnya mutu pendidikan yang berakibat pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tinggi-rendahnya mutu pendidikan tidak terlepas dari peran orangtua dalam dunia pendidikan. Salah satu peran orangtua dalam pendidikan anak, adalah menanggung biaya pendidikan. Pendidikan anak dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan orangtua, maka para orangtua mulai menabung/menginvestasikan sebagian pendapatannya untuk biaya pendidikan yang semakin meningkat seiring berkembangnya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Masyarakat dapat memilih suatu asuransi untuk merencanakan dan memenuhi kebutuhan pendidikan anak mendatang dapat dilihat dari persepsi dan ekspektasi mereka terhadap asuransi. Persepsi dan ekspektasi masyarakat atau nasabah yang baik memungkinkan masyarakat mempunyai kepuasan terhadap suatu asuransi yang dipilihnya, karena suatu persepsi dan ekspektasi mengenai suatu hal pastinya akan menimbulkan suatu sikap. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) tingkat persepsi nasabah terhadap Asuransi Pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang, (2) tingkat ekspektasi nasabah terhadap Asuransi Pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang, (3) tingkat kepuasan nasabah terhadap Asuransi Pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang, (4) hubungan persepsi dan ekspektasi dengan kepuasan nasabah Asuransi Pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang. Penelitian ini menggunakan motode kuantitatif dan rancangan penelitian yang digunakan yaitu dekriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh nasabah asuransi pedidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang dengan jumlah 68.000 orang dan sampel 398 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan angket. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dan regresi. Kesimpulan yang diperoleh, yaitu: (1) persepsi nasabah asuransi terhadap asuransi pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang yang berada pada kategori tinggi, (2) ekspektasi nasabah asuransi terhadap asuransi pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang termasuk dalam kategori tinggi, (3) kepuasan nasabah asuransi terhadap asuransi pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang termasuk dalam kategori tinggi, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan ekspektasi dengan kepuasan nasabah asuransi terhadap asuransi pendidikan di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang. Apabila persepsi dan ekpektasi nasabah asuransi pendidikan tinggi, maka kepuasan yang ditunjukkan nasabah asuransi pendidikan juga akan tinggi. Begitu juga sebaliknya, apabila persepsi dan ekpektasi nasabah asuransi pendidikan rendah, maka kepuasan yang ditunjukkan nasabah asuransi pendidikan juga rendah. Implikasi Penelitian ini adalah: (1) Memperhatikan hasil penelitian bahwa persepsi dan ekspektasi terhadap asuransi pendidikan termasuk dalam kategori tinggi, maka persepsi dan ekspektasi yang tinggi itu menunjukkan kesadaran para orangtua murid dalam tanggungjawab membiayai pendidikan melalui lembaga keuangan semacam asuransi. Implikasi dari kesadaran yang sedemikian tinggi menjadi peluang bagi setiap murid untuk dapat menentukan pilihan sekolah lebih lanjut sesuai dengan minat dan bakatnya, tanpa dibebani oleh persoalan pembiayaan sekolahnya. Hal ini disebabkan oleh kesadaran sejak dini dari orangtua dalam merencanakan pembiayaan pendidikan bagi anak-anaknya, (2) Mengingat ekspektasi nasabah memiliki hubungan lebih besar dengan kepuasan nasabah asuransi pendidikan daripada persepsi, kiranya perlu adanya sosialisasi dari pihak Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Kantor Wilayah Malang.yang lebih banyak dan lebih baik lagi kepada masyarakat, (3) Tingkat kepuasan nasabah asuransi pendidikan dapat menjadi landasan bagi pihak Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Kantor Wilayah Malang untuk lebih memperhatikan, meningkatkan mutu dan kualitas asuransi pendidikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan asuransi pendidikan yang lebih baik lagi. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini diantaranya, bagi: (1) Pimpinan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Malang, hendaknya dapat mensosialisasikan akan pentingnya asuransi pendidikan dan lebih mengenalkan kepada masyarakat luas mengenai asuransi pendidikan akan perencanaan suatu biaya pendidikan yang lebih baik bagi keluarganya, (2) Nasabah Asuransi Pendidikan/Masyarakat, agar lebih memperhatikan dan menyikapi akan pentingnnya suatu pendidikan sehingga dapat merencanakan sejak dini mengenai biaya pendidikan, karena salah satu tercapainya pendidikan yang berkuaitas tenntunya tidak terlepas dengan adanya perencanaan pembiayaan pendidikan yang baik pula, (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan bahan informasi atau kajian dan literatur dalam mengembangkan pengetahuan dalam bidang manajemen pembiayaan, manajemen sarana dan prasaranan, dan manajemen hubungan dengan masyarakat (Humas).

Korelasi gaya kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan tingkat pendidikan guru dengan etos kerja guru di SMPN Kecamatan Pujut tahun pelajaran 2013/2014 / Nurawan

 

Nurawan, 2013. Korelasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Sekolah, dan Tingkat Pendidikan Guru dengan Etos Kerja Guru di SMPN Kecamatan Pujut Tahun Pelajaran 2013/2014. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (2) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd. Kata kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, tingkat pendidikan, etos kerja, guru     Pencapaian tujuan pendidikan, memerlukan tenaga kepemimpinan yang memiliki dasar-dasar kepemimpinan yang kuat dan tenaga-tenaga kependidikan yang memenuhi standar kualifikasi kependidikan serta memiliki semangat professionalisme yang tinggi. Kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan masalah untuk meningkatkan kesempatan kepada staf dan pegawai dalam mendorong kinerja dengan menunjukkan iklim sekolah yang kondusif, baik secara individu maupun kelompok untuk mengarahkan dan memotivasi diri dan pegawainya untuk meningkatkan etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.     Rumusan masalah dalam penelitianini adalah sebagai berikut: 1) bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, tingkat pendidikan guru dan etos kerja guru, 2) apakah ada korelasi  gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan etos kerja guru, 3) apakah ada korelasi iklim sekolah dengan etos kerja guru, 4) apakah ada korelasi tingkat pendidikan guru dengan etos kerja guru, dan 5) apakah ada korelasi bersama-sama gaya kepemimpinan, iklim sekolah dan tingkat pendidikan dengan etos kerja guru.    Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN Kecamatan Pujut, Dengan menggunakan metode penetuan sampel yaitu area sampling (Cluster Sampling) maka diambil tiga sekolah dengan populasi guru berjumlah 143 orang. Untuk menentukan sampel guru ditentukan dengan teknik Proportional Random Sampling. Dari 143 orang guru jumlah sampel adalah 60 orang guru. Penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner dari data. Untuk menganalisa data dipergunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi dengan menggunakan program komputer (SPSS 16 for windows).    Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi menunjukkan bahwa: 1) Secara umum gaya kepemimpinan kepala sekolah termasuk dalam kategori baik, secara umum iklim sekolah termasuk dalam kategori baik, secara umum tingkat pendidikan termasuk dalam kategori baik, dan secara umum etos kerja guru termasuk dalam kategori baik, 2) ada korelasi yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan etos kerja guru, 3) ada korelasi yang positif dan signifikan antara iklim sekolah dengan etos kerja guru, 4) ada korelasi yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan guru dengan etos kerja guru, dan 5) ada korelasi yang positip dan signifikan secara bersama-sama antara gaya kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan tingkat pendidikan guru dengan etos kerja guru.    Bertolak dari hasil penelitian ini ada beberapa saran dalam upaya meningkatkan etos kerja guru yang ditujukan kepada: 1) berdasarkan hasil penelitian bahwa iklim sekolah di SMPN Kecamatan Pujut secara umum berada pada kategori baik. Bagi sekolah keadaan dan kondisi ini seyogyanya dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi serta mendapat perhatian karena iklim sekolah yang baik dan kondusif bagi sekolah akan menghasilkan interaksi edukatif yang efektif sehingga iklim sekolah yang kodusif dapat meningkatkan etos kerja guru. 2) berdasarkan hasil penelitian bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMPN Kecamatan Pujut pada umumnya masih berada pada kategori baik. Bagi kepala sekolah diharapkan untuk tetap mempertahankan dan memilih gaya kepemimpinan yang sesuai dan bisa diterapkan di sekolah yakni gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. 3) berdasarkan hasil penelitian ini bahwa tingkat pendidikan guru di SMPN Kecamatan Pujut berada pada kategori baik. Maka disaran kepada rekan-rekan guru untuk dapat meningkatkan pendidikannya agar mampu mengembangkan kualitas diri dan kemampuan profesinya dalam bekerja serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di sekolah. Dengan demikian tingkat pendidikan seorang guru dapat meningkatkan daya saing dan memperbaiki etos kerja guru dalam sekolah. 4) kepada pihak UPTD Kecamatan Pujut, hendaknya memberikan perhatian dalam hal membantu para kepala sekolah, rekan-rekan guru dalam terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan dapat meningkatkan pendidikan guru-guru untuk mencapai tujuan pendidikan secara umum, serta dapat meningkatkan etos kerja guru secara khusus di SMPN Kecamatan Pujut. 5) kepada LPMP, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan, penilaian dan evaluasi dalam meningkatkan etos kerja guru melalui gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat dan sesuai, iklim sekolah yang kodusif dan tingkat pendidikan yang tinggi. Dan 6) kepada peneliti lain di harapkan untuk menambah variabel-variabel dan metodelogi penelitian digunakan yang lebih mendalam baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi etos kerja guru selain gaya kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan tingkat pendidikan guru karena masih banyak variabel lain yang dapat mempengaruhi etos kerja. Dengan demikian khasanah ilmu pengetahuan semakin diperkaya dengan fakta-fakta yang bersifat emferik.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar (studi multi kasus di SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 2 Kota Malang) / Sutirah

 

Sutirah, 2013, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Studi Multikasus di Sekolah Dasar Islam Surya Buana dan Sekolah Dasar Negeri Tlogomas 2 Kota Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Huda A. Y, M.Pd. , (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Guru, Sekolah Dasar.          Kepemimpinan memiliki posisi strategis dalam organisasi dan sangat mempengaruhi kinerja organisasi, sehingga rasional jika keterpurukan pendidikan salah satunya disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak dapat membuat strategi pendidikan yang dapat mempengaruhi perubahan. Kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki peranan yang kuat dalam menggerakkan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar melalui program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.     Berdasarkan konteks tersebut, peneliti merumuskan fokus penelitian yang terdiri atas: (1) Tipe kepemimpinan kepala SDI Surya Buana dan Kepala SDN Tlogomas 02 dalam menjalankan kepemimpinan, (2) Peran Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, (3) Faktor pendukung dan penghambat Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, dan (4) Strategi kepemimpinan Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam upaya meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar . Untuk dapat mendeskripsikan keempat fokus tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multikasus.Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Islam Surya Buana dan SDN Tlogomas 2 Kota Malang. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru-guru, direktur yayasan,.Data penelitian berupa data deskriptif.. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu: (1) analisis data kasus individu, dan (2) analisis data lintas kasus, analisis menggunakan metode komparatif konstan, yaitu membandingkan dan mempertentangkan temuan pada kedua kasus penelitian kemudian dipadukan untuk membentuk suatu kesimpulan substantif. Pengecekan keabsahan data melalui: (1) triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data, (2) pengecekan anggota dan (3) diskusi sejawat serta arahan dosen pembimbing. Beberapa temuan yang dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah (1) Tipe kepemimpinan kepala SDI Surya Buana dan Kepala SDN Tlogomas 02 dalam menjalankan kepemimpinan adalah demokratis religius. (2) Peran Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, adalah sebagai; (a) koordinator, (b) motivator, (c) penanggung jawab, (d) penentu kebijakan, (e) penentu tugas-tugas guru, (f) supervisor, (g) berkontribusi memberikan pengalaman kepada guru untuk memimpin organisasi dalam suatu kepanityaan, (h) kepala sekolah memberikan kepercayaan kepada guru yang mendapat tugas sebagai ketua untuk menentukan ketua dalam kegiatan di tahun berikutnya. (3) Faktor pendukung Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar meliputi: (a)adanya motivasi dari yayasan, (b) adanya motivasi dari dalam diri guru itu sendiri, (c) faktor SDM sudah memenuhi kualifikasi, (d) adanya sarana prasarana yang berasaldari dana pemerintah, yayasan, dan orang tua siswa. Faktor penghambat Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar meliputi: (a) adanya faktor penghambat yang berasal dari guru itu sendiri(kurang kemauan), (b) masih adanya peran yayasan dalam pengontrolan sekolah, (c) peran kepala sekolah mandiri. (4) Strategi kepemimpinan Kepala SDI Surya Buana dan SDN Tlogomas 02 dalam upaya meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, terdiri atas (a) pelatihan, (b) workshop, (c) pembinaan dari yayasan, (d) Pembinaan dari pengawas, kepala sekolah, (e) pembinaan kompetensi kepribadian, (f) supervisi silang, (g) studi banding, (h) kerjasama dengan lembaga lain, (i) memperingati hari besar agama, (j) pembiasaan shalat berjamaah, shalat dhuha, (k) KKG, (l) KKG mini melalui tutor sebaya.     Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat memberikan saran bagi (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, terkait dengan hasil penelitian dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, maka disarankan kepada kepala dinas untuk memberikan motivasi kepada guru sekolah dasar agar selalu meningkatkan kompetensinya, (2) Bagi Departemen Agama Kota Malang, dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk memutuskan suatu kebijakan dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar di Kota Malang, (3) Ketua Yayasan Bahana Cita Persada, terkait dengan hasil penelitian sebagai bahan masukkan dalam memotivasi, dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan para guru dalam meningkatkan kompetensinya, (4) Kepala Sekolah Sekolah Dasar Islam Surya Buana dan Kepala Sekolah Dasar Negeri Tlogomas 02, Kepala sekolah perlu meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, seminar, workshop, promosi, dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, (5) Guru seyogyanya memahami kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki sebagai pendidik dan terus berupaya untuk selalu meningkatkan kompetensinya, serta perlu menjaga hubungan kerja antara teman sejawat, dan dengan kepala sekolah untuk menciptakan keharmonisan, (6) Untuk peneliti lain, penelitian ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang diharapkan, dan disarankan dapat dikembangkan dalam penelitian selanjutnya, dalam konteks kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru pada latar yang berbeda dan pendekatan penelitian yang lain.

Manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan (studi kasus di SD Negeri Galunggung Kota Tasikmalaya) / Rudi Nuryadi

 

Nuryadi, Rudi. 2013. Manajemen Strategik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Kasus di SD Negeri Galunggung Kota Tasikmalaya). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.A Sonhadji KH, MA, Ph.D, (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd. Kata kunci : manajemen strategik, meningkatkan mutu pendidikan, sekolah dasar Sekolah dapat dikatakan bermutu apabila prestasi sekolah (khususnya prestasi siswa) menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam bidang akademik. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan penyempurnaan secara sistemik dan sistematis terhadap seluruh komponen pendidikan seperti peningkatan dan penyebaran guru, penyempurnaan kurikulum, sumber belajar, sarana dan prasarana yang memadai, iklim pembelajaran yang kondusif, serta peningkatan mutu manajemen sekolah menjadi faktor yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Sehingga strategi khusus diperlukan untuk peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di SDN Galunggung Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Penelitian ini mengungkap beberapa fokus, antara lain: (1) Gambaran kondisi sekolah yang meliputi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan tantangan (threats) di SD Negeri Galunggung; (2) Formulasi strategi dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Galungung; (3) Implementasi strategi dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Galungung; (4) Evaluasi kinerja sekolah di SD Negeri Galungung; (5) Faktor-faktor yang menjadi kunci keberhasilan implementasi strategi peningkatan mutu pendidikandi SD Negeri Galungung; dan (6) Faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam implementasi strategi peningkatan mutu pendidikandi SD Negeri Galungung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hal ini didasarkan pada orientasi penelitian ini adalah untuk memahami secara komprehensif dengan menggambarkan realitas empiris mengenai manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN Galunggung. Kehadiran peneliti untuk melakukan penelitian cukup signifikan, peneliti hadir dua hingga tiga hari seminggu untuk melakukan pengumpulan data. Informan yang dipilih oleh peneliti antara lain Kepala SDN Galunggung, Wakil Kepala SDN Galunggung, guru kelas, dan Kepala Bagian Tata Usaha SDN Galunggung. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini antara lain: (1) Analisis SWOT menunjukkan sekolah ini memiliki beberapa keunggulan yang melebihi sekolah lain seperti prestasi akademik dan non akademik yang berhasil diraih. Namun kekurangan terdapat pada weakness dan threat yang dapat menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan SDN Galunggung; (2) Formulasi strategi adalah tahap pertama dalam manajemen strategi yang dilakukan di SDN Galunggung. Formulasi strategi merujuk pada penyusunan strategi oleh Kepala SDN Galunggung, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Humas (Hubungan Masyarakat), PKS Kurikulum, PKS Sapras (Sarana Prasarana), PKS Kesiswaan, Guru, Dewan Sekolah/ Komite Sekolah. Formulasi strategi terdiri dari dua tahapan besar, yaitu pemindai lingkungan dan perumusan strategi; (3) Implementasi strategi di SDN Galunggung dilakukan oleh semua personel sekolah yang juga sebelumnya berperan dalam formulasi strategi, antara lain kepala sekolah, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Humas (Hubungan Masyarakat), PKS Sapras (Sarana Prasarana), PKS Kesiswaan, Dewan Sekolah/ Komite Sekolah, guru, siswa, serta seluruh karyawan sekolah. Implementasi strategi SDN Galunggung dilaksanakan secara maksimal agar peningkatan mutu dapat tercapai; (4) Evaluasi strategi dilakukan oleh kepala SDN Galunggung, Pembantu Kepala Sekolah, dan Dewan/Komite Sekolah. Evaluasi ini dilakukan pada saat akhir program dan digunakan untuk mengetahui perkembangan dan kekurangan atau permasalahan dalam pelaksanaan strategi. Selain itu perbaikan dilaksanakan dalam dua waktu, apabila dapat langsung dilaksanakan tanpa membutuhkan waktu yang lama, maka dapat langsung diperbaiki; (5) Kunci keberhasilan implementasi strategi di SDN Galunggung, bersumber dari lingkungan internal dan eksternal. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain faktor geografis lingkungan sekolah, faktor kondisi sosial ekonomi masyarakat, faktor demografi masyarakat sekitar, dan faktor kebijakan / regulasi di bidang pendidikan. Kemudian faktor internal meliputi kepemimpinan sekolah yang menguasai manajemen sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompetensi; (6) Faktor penghambat di SDN Galunggung terkait dengan penguasaan bahasa Inggris dan IT yang masih kurang di kalangan guru dan tenaga administrasi, selain itu dukungan komite sekolah (RKAS) untuk penyediaan sarana prasarana yang kurang. Masalah selanjutnya adalah jaringan internet JARDIKNAS belum berfungsi secara maksimal, dan aplikasi SIAS (Sistem Informasi Akademik Sekolah) belum menyeluruh. Saran peneliti dalam penelitin ini adalah: (1) Bagi Kepala SDN Galunggung dapat meningkatkan kesadaran dan meningkatkan motivasi personil sekolah untuk senantiasa berupaya meningkatkan mutu pendidikan SDN Galunggung; (2) Bagi Dewan Sekolah dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah dengan mengusahakan dana untuk kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, serta lebih peduli mengenai upaya peningkatan mutu SDN Galunggung; (3) Bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya dapat memberikan bantuan pengembangan guru dan pegawai untuk memperbaiki kekurangan setiap SD negeri yang ada di Kota Tasikmalaya; (4) Bagi pengembang keilmuan dapat memberikan kontribusi nyata yang aplikatif bagi sekolah dalam bidang manajemen pendidikan; dan (5) Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian lanjutan dari penelitian ini, mengenai manajemen strategi yang lebih mendalam. Manajemen pendidikan sendiri tak lepas dari bagian manajemen strategi yang penting untuk penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan.

Manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter (studi multikasus di SD Negeri Model dan SD Katolik Cor Jesu Kota Malang) / Wihelmus Jehadung

 

Jehadung, Wihelmus. 2013. Manajemen Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter (Studi Multikasus di SD Negeri Model dan SD Katolik Cor Jesu Kota Malang). Tesis, program studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetoepo, M.Pd., (2) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata Kunci: manajemen kurikulum, pendidikan karakter, sekolah dasar. Pendidikan karakter bangsa adalah upaya yang dilakukan oleh Negara atau pemerintah, masyarakat, keluarga, dan satuan pendidikan untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter luhur. Karakter yang baik adalah perilaku hidup dengan benar yang sesuai falsafah hidup bangsa Indonesia (Pancasila). Indonesia dewasa ini sedang dihadapkan pada persoalan dekadensi moral dan karakter yang sangat serius. Pergeseran orientasi kepribadian yang mengarah pada berbagai perilaku amoral semakin jelas dan tampak terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sekolah dasar sebagai wahana pendidikan karakter merupakan kunci dari proses transformasi nilai-nilai luhur kepada peserta didik untuk menjadi bagian dari masyarakat yang berkarakter. Kurikulum yang dirancang harus mencerminkan visi, misi dan tujuan sekolah serta mengintegrasikan konten kurikulum berdasarkan nilai agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Karakter luhur bangsa menjadi ciri perilaku manusia Indonesia dalam hubungan manusia dengan: Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, alam lingkungan hidupnya, bangsa dan negaranya, serta dengan diri sendiri. SD Negeri Model dan SD Katolik Cor Jesu Kota Malang merupakan sekolah yang melaksanakan pendidikan karakter sebagai bagian dari pendidikan nasional untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, memberikan wawasan baik-buruk, memelihara yang baik dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan manajemen kurikulum pendidikan karakter, (2) pelaksanaan manajemen kurikulum pendidikan karakter, (3) evaluasi manajemen kurikulum pendidikan karakter di SD Negeri Model dan SD katolik Cor Jesu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipatif, dan (3) studi dokumen. Informan diambil melalui teknik purposive. Wujud data adalah kata-kata, catatan, laporan dan dokumen yang diperoleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan peserta didik di SD Negeri Model dan SD Katolik Cor Jesu. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan derajat kepercayaan, derajat keteralihan, derajat ketergantungan dan derajat kepastian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan perencanaan manajemen kuriukulum pendidikan karakter di sekolah dasar berdasarkan landasan hukum dari pemerintah dengan melibatkan seluruh guru, komite, dewan pakar pendidikan, dan stakheholder berdasarkan visi, misi, tujuan, dan kekhasan sekolah. Kurikulum pendidikan karakter yang diprogramkan mengintegrasikan nilai-nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional berdasarkan grand design pendidikan karakter bangsa, kurikulum formal, maupun hidden curriculum. Penyusunan kurikulum sekolah (KTSP) meliputi: (a) kegiatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, (b) kegiatan ekstrakurikuler, (3) pengembangan budaya sekolah. (2) Pelaksanaan kurikulum pendidikan karakter merupakan bagian yang terintegrasi ke dalam setiap mata pelajaran mengacu pada kurikulum sekolah dan kegiatan pembiasaan atau habituasi. Materi pembelajaran dan kegiatan yang berkaitan dengan norma dan nilai-nilai inti (core values) pada setiap mata pelajaran dikembangkan dalam RPP berkarakter, sehingga pelaksanaan kurikulum pendidikan karakter tidak hanya pada tataran kognitif tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengalaman nyata bagi kehidupan peserta didik. Pelaksanaan kurikulum pendidikan karakter di sekolah dilakukan melalui pendekatan komprehensif yaitu: (a) melalui kegiatan pengintegrasian ke dalam semua mata pelajaran, (b) kegiatan ekstrakurikuler, (c) hubungan sosial kultural sekolah. (3) Evaluasi pelaksanaan pendidikan karakter dilaksanakan dalam dua cara yaitu: (a) evaluasi proses dengan sistem manajemen partisipatif (melibatkan semua civitas sekolah), (b) evaluasi pencapaian hasil pendidikan karakter terhadap pengembangan diri dan pembiasaan yang dinyatakan dalam rapor semester berdasarkan kriteria penilaian sikap pada kurikulum sekolah. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar sangat diperlukan, agar pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dasar dapat mencapai tujuan yang direncanakan. Oleh karena itu diperlukan kreatifitas pemimpin atau kepala sekolah dalam menerapkan manajemen kurikulum pendidikan karakkter sehingga tidak terjebak pada kegiatan rutinitas, pemberdayaan sarana dan prasarana, tetapi diutamakan nilai-nilai karakter yang didukung oleh semua warga sekolah secara terintegrasi dengan melibatkan perserta didik, tenaga kependidikan, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Analisis pengaruh efisiensi operasi, kualitas aktiva, permodalan, dan likuiditas terhadap profitabilitas bank umum di Indonesia (studi pada bank umum yang listing di BEI periode 2011-2012) / Veronica Sri Budiarti

 

Budiarti, Veronica S. 2013. The Effect Of Operating Efficiency, Quality Assets, Capital, Liquidity on Profitability of Commercial Banks in Indonesia  (Study on Commercial Bank Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2011-2012). Sarjana’s Thesis, Department of Accounting, Faculty of Economics State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Tuhardjo., S.E., M.Si.,AK (2) Drs. Sumadi, S.E., M.M Keyword: Beban Operasi pada Pendapatan Operasi (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio, and Return On Asset (ROA)     The bank conditions in Indonesia after the financial crisis pushed the parties involved to conductan assessment of the performance of the bank. Financial ratio analysis can help businesses, governments and other users of financial statements in assessing the financial condition and the bank performance. Determination of financial performance can be influenced by Beban Operasi pada Pendapatan Operasi (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), and Return On Asset (ROA).     This study aims to determine whether there is a significant relationship between Beban Operasi pada Pendapatan Operasi (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) on Return On Asset (ROA) in companies listed on the Indonesia Stock Exchange period 2011-2012. The population in this study is all banks in Indonesia in 2011-2012 consisting of 120. Then, the criteria used for companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 201-2012, the sample company is company which presenting its financial statements in 2011 - 2012, based on criteria specified number of samples acquired 58 companies. The method of analysis used is multiple regression analysis.     The results showed that the variables BOPO, NIM significant effect on ROA, while the variable NPL, CAR and LDR insignificant effect on ROA. It is clear that the banking system at the time had good profitability, the quality of productive assets (NPL) are well preserved, BOPO is quite high, disbursement of funds in the form of loans not yet effective LDR has no significant effect on ROA. The commercial banks at that time did not make optimal use of the whole potential capital, but because of the level of capital adequacy can be said to be high, then the CAR insignificant effect on ROA.

Pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 8 Malang / Lastri Defani Sinambela

 

Sinambela, Lastri Defani, 2014. Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Suparti,M.P. (2) Bety Nur Achadiyah, S.Pd.M,Sc Kata Kunci : Media Audiovisual, Pembelajaran Akuntansi, Hasil Belajar. Media Audiovisual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) meliputi media yang dapat dilihat dan didengar. Stimulus Audiovisual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas mengingat, mengenali, dan menghubungkan fakta dan konsep. Masalah yang ditemukan pada saat observasi menunjukkan bahwa siswa kurang aktif dan cenderung bosan dalam proses pembelajaran akuntansi di kelas. Persoalan tersebut mendorong perlunya dilakukan penelitian pengggunaan media Audiovisual pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 8 Malang. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen (Nonequivalent Control Design). Latar dan Subjek penelitian siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 8 Malang dengan jumlah siswa 34 untuk kelas eksperimen dan 33 untuk kelas kontrol, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah pre tes dan post tes, instrumen penelitian ini menggunakan tes dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis data deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang menggunakan media audiovisual memiliki rata-rata sebesar dua puluh delapan koma sembilan puluh tujuh dan siswa yang tidak menggunakan media audiovisual memiliki rata-rata sebesar dua belas koma tujuh puluh tiga. Selain itu respon sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media audiovisual sangat baik dengan persentase sangat tinggi yaitu empat puluh tujuh koma nol enam persen. Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran akuntansi meningkatkan hasil belajar siswa. Sedangkan masih dibutuhkan perbaikan dari segi media dan teknik agar diperoleh hasil yang lebih maksimal. Sebagai implikasi dari penelitian ini guru disarankan agar lebih kreatif dalam menerapkan media pembelajaran, karena dengan menggunakan media dalam kelas dapat memebuat suasana pembelajaran lebih menyenangkan sehingga menimbulkan motivasi bagi siswa. Penggunaan media audiovisual ini dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru untuk diterapkan dalam pembelajaran akuntansi.

Analisis perbedaan harga saham dan volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award (ICA), dan Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) 2011 pada perusahaan pemenang award yang listing di Bursa Efek Indonesi

 

Hafid, Zainul. 2010. Analisis Perbedaan Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Sebelum dan Sesudah Pengumuman Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award (ICA), dan Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) 2011 Pada Perusahaan Pemenang Award Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Hj. Yuli widi Astuti, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak. Kata kunci: harga saham, volume perdagangan saham, Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award, dan Indonesian Sustainability Reporting Award 2011 Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award, dan Indonesian Sustainability Reporting Award 2011 merupakan penghargaan yang diberikan oleh instansi-instansi tertentu kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendorong penerapan Good Corporate Governance dan meningkatkan kualitas keterbukaan dalam informasi keuangan, tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan. Dengan adanya penilaian ini, diharapakan dapat menjadi tambahan motivasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan dalam informasi tentang perusahaan. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap adanya pengumuman Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award, dan Indonesian Sustainability Reporting Award 2011. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu harga saham yang diproksikan melalui closing price dan volume perdagangan saham yang diproksikan melalui Trading volume activity (TVA) saham. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian komparatif dimana penelitian ini membandingkan harga saham dan volume perdagangan saham sebelum dan sesudah diselenggaranya event Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award, dan Indonesian Sustainability Reporting Award 2011 pada perusahaan pemenang award yang listing di Bursa Efek Indonesia. Periode pengamatan dilakukan selama 10 hari bursa, yaitu 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah event. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah harga saham harian (closing price) selama periode pengamatan, jumlah saham yang diperdagangkan selama periode pengamatan, serta jumlah saham yang beredar selama periode pengamatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcloxon Signed Ranks test dengan taraf signifikansi α= 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman diselenggaranya event Annual Report Award (ARA) 2011, tetapi pada event Indonesian CSR Award, dan Indonesian Sustainability Reporting Award 2011 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan harga saham sebelum dan sesudah event. Sedangkan volume perdagangan sebelum dan sesudah event tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing saham pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI periode 2009-2011 / Fara Riyadna Ramandita

 

Pengaruh Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV) dan Debt Equity Ratio (DER) terhadap harga saham (perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2012) / Nur Sailah

 

Sailah, Nur. 2010. Pengaruh Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), dan Debt Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan LQ-45 di BEI Periode 2010-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumadi, S.E., M.M, (II) Dr. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), Debt Equity Ratio (DER), harga saham.    Harga saham mencerminkan nilai suatu perusahaan. Apabila kinerja suatu perusahaan meningkat maka nilai perusahaan akan semakin tinggi, kemudian diapresiasi dengan kenaikan harga saham. Prestasi baik yang dicapai perusahaan dapat dilihat di laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham. Berkaitan dengan itu, penelitian ini dilaksankan bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), dan Debt Equity Ratio (DER) yang diduga mempengaruhi variabel harga saham.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 periode 2010-2012 sebanyak 45 perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling sehingga diperoleh sampel 25 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda.    Berdasarkan hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), dan Price Earning Ratio (PER) mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Semakin tinggi nilai Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), dan Price Earning Ratio (PER) maka semakin tinggi pula harga saham. Kemudian Price Book Value (PBV) mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Sedangkan Debt Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap harga saham.    Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu hanya menggunakan variabel bebas Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), dan Debt Equity Ratio (DER), sehingga masih banyak faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar: (1) perusahaan hendaknya meningkatkan nilai Net Profits Margin (NPM), Return On Equity (ROE), dan Price Earning Ratio (PER) dan menurunkan nilai Price Book Value (PBV) karena faktor-faktor tersebut dapat mendorong kenaikan harga saham. (2) investor sebelum memutuskan investasi sebaiknya memperhatikan faktor yang mempengaruhi harga saham. (3) penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang lebih potensial mempengaruhi pergerakan harga saham yang belum terdapat dalam penelitian ini sehingga diperoleh cakupan yang lebih luas.

Pengaruh persepsi wajib pajak atas realisasi drive thru dan tarif Pergub no. 39 tahun 2012 terhadap kepatuhan wajib pajak (studi pada Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap/SAMSAT Banyuwangi) / Novi Candra Wirani

 

Wirani, Novi Candra. 2014. Pengaruh Persepsi Wajib Pajak atas Realisasi Drive Thru dan Tarif PERGUB No.39 Tahun 2012 Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap / SAMSAT Banyuwangi). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M. Pd., M.Si., Ak., CA (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: drive thru, tarif PERGUB No.39 tahun 2012, kepatuhan wajib pajak. Pendapatan Kabupaten Banyuwangi terbesar bersumber dari penerimaan pajak. Pajak sebagai alokasi pendapatan terbesar faktanya masih belum cukup optimal untuk mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial yang dihadapai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia misal yaitu pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Salah satu solusi yang diambil sebagai langkah strategis untuk mengupayakan meratanya kontribusi PKB bagi masyarakat adalah dengan adanya peraturan baru mengenai Pajak Kendaraan Bermotor yaitu Peraturan Gubernur (PERGUB) No.39 tahun 2012, serta menetapkan fasilitas drive thru. Hal tersebut ditetapkan oleh Pemerintah Daerah hanya untuk mempermudah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak bagi yang mempunyai kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara parsial apakah persepsi wajib pajak atas realisasi drive thru dan tarif PERGUB No.39 tahun 2012 berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Populasi yang digunakan adalah wajib pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor yang telah membayar pajak kendaraan bermotor di drive thru SAMSAT Banyuwangi bulan Oktober 2013 sebanyak 481 orang. Sampel yang digunakan yaitu Wajib Pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor yang telah membayar pajak kendaraan bermotor di drive thru SAMSAT Banyuwangi bulan November 2013 sebanyak 35 orang dengan Convinience sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan analisis statistik regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak atas realisasi drive thru tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan persepsi wajib pajak atas tarif PERGUB No.39 tahun 2012 berpengaruh sebesar 44,3% terhadap kepatuhan wajib pajak. Keterbatasan penelitian ini adalah pernyataan-pernyataan yang disajikan dalam kuisioner kurang konsisten terhadap variabel yang digunakan, sehingga hal tersebut mempengaruhi hasil dari penelitian. Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya yakni harus banyak referensi untuk menyusun pernyataan-pernyataan sehingga pernyataan yang dihasilkan dalam kuisioner lebih konsisten terhadap variabel yang digunakan.

Keefektifan konseling kelompok kognitif behavioral untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP / Novita Ayu Safitri

 

Safitri, Novita Ayu. Keefektifan Konseling Kelompok Kognitif Behavioral untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa SMP, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nurhidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: konseling kelompok, kognitif behavioral, perilaku agresif Aksi kekerasan remaja banyak terjadi di sekolah, termasuk SMP Negeri 4 Malang. Aksi-aksi kekerasan yang tampak, disebabkan remaja tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan dengan baik. Apabila tuntutan penyesuaian sosial sebagai salah satu tugas perkembangan remaja tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku agresif. Perilaku agresif adalah tindakan yang dilakukan untuk melukai, menyakiti, dan melecehkan orang lain, bahkan merusak barang atau hasil kemarahan. Perilaku agresif pada remaja ditunjukkan melalui empat aspek, yang terdiri dari aspek agresif fisik, agresif verbal, ekspresi marah, dan permusuhan. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan di sekolah memilki kewenangan untuk membantu siswa mencapai perkembangan diri yang optimal. Oleh karena itu, salah satu bantuan yang diberikan adalah layanan Konseling Kelompok Kognitif Behavioral dengan teknik yang disesuaikan dengan aspek perilaku agresif. Aspek agresif fisik, aspek agresif verbal, aspek permusuhan menggunakan teknik behavioral kontrak dan aspek ekspresi marah menggunakan modeling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok Kognitif Behavioral untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Berdasarkan banyaknya perilaku agresif yang dilakukan siswa, namun belum mendapat perhatian lebih dari konselor sekolah maka dibutuhkan bantuan yang dapat mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan interrupted time series. Subjek penelitian adalah siswa SMP yang memilki skor agresivitas tinggi. Instrumen penelitian berupa inventori perilaku agresif dan panduan eksperimen. Inventori perilaku agresif dibuat sesuai dengan permasalahan dan keadaan siswa kelas VIII dan diujicobakan di kelas VIII. Hasil uji validitas dan reliabilitas menghasilkan 51 item valid dan reliabilitas 0.944. Analisis data yang digunakan adalah anilisis Wilcoxon Sign Rank Test dan analisis grafik. Analisis Wilcoxon Sign Rank Test bertujuan untuk mengatahui perbedaan rata-rata kelompok eksperimen sebelum dan sesudah treatment. Hasil analisis Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkkan nilai beda – 2.032 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,042. Untuk memperjelas teknik analisis data peneliti juga menggunakan anlisis grafik. Dirumuskan pada analisis grafik DL=0=Ho diterima, artinya apabila Ho= 0 maka Ho diterima, jika Ho tidak sama dengan 0 maka H1 diterima. Hasil analisis grafik menunjukkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest. Dari hasil analisis Wilcoxon Sign Rank Test dan analisis grafik dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok Kognitif Behavioral efektif untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran, konselor SMP dapat menggunakan konseling kelompok Kognitif Behavioral untuk membantu mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Peneliti lanjut dapat menggunakan konseling Kognitif Behavioral untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP dengan menggunakan rancangan penelitian lain, khususnya time series repeted desain.

Efektivitas kombinasi modeling dan token ekonomi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMA kelas XI / Riska Virgiyanti

 

Virgiyanti, Riska. 2013. Efektivitas Kombinasi Modeling dan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata kunci: Efektivitas, modeling, token ekonomi, komunikasi interpersonal. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak lepas dari adanya aktivitas sosial yang salah satunya adalah komunikasi interpersonal. keterampilan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling sering dilakukan oleh manusia untuk menjalin hubungan sosial dengan lingkungan di sekitarnya. Untuk mempelajari keterampilan ini, diterapkan kombinasi dari dua teknik yakni modeling dan token ekonomi. Dengan menggunakan teknik modeling diharapkan siswa dapat mencontoh keterampilan komunikasi interpersonal sebelum terjun di masyarakat, disertai pemberian token ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji efektivitas dari kombinasi modeling dan token ekonomi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain eksperimen non randomized pretest-posttest control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan, adalah inventori keterampilan komunikasi interpersonal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kegiatan analisis data dilakukan dengan pengujian beda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mengenai hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapatkan bahwa hasil uji beda posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukkan bahwa kombinasi modeling dan token ekonomi efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukapura. Sebagai saran bagi konselor untuk menggunakan kombinasi teknik modeling dan token ekonomi ini untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Peneliti selanjutnya disarankan meningkatkan variasi teknik yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Begitu juga dengan subjek penelitian, disarankan agar subyek dari penelitian selanjutnya lebih banyak lagi. Peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan subjek yang berbeda, tujuannya agar penggunaan kombinasi modeling dan token ekonomi ini dapat digeneralisasikan

Pengembangan bibliokonseling untuk menghindari tindakan pelecehan seksual pada siswa SMP / Anjar Ravita Sari

 

Sari, Anjar Ravita. 2013. Pengembangan Bibliokonseling untuk Menghindari Tindakan Pelecehan Seksual pada Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lassan, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, bibliokonseling, pelecehan seksual, siswa SMP Maraknya pelecehan seksual yang terjadi dibawah umur karena kurangnya perhatian dari orang tua dan ketidak beranian korban pelecehan seksual untuk melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, keluarga, maupun kepada pihak sekolah. Bentuk pelecehan seksual anak yaitu meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual. Pengaruh pelecehan seksual anak termasuk rasa bersalah dan menyalahkan diri, kenangan buruk, mimpi buruk, dan lain sebagainya. Maka dari itu diperlukan bibliokonseling yang dapat membantu siswa untuk menghindari tindakan pelecehan seksual dikalangan siswa SMP tanpa harus selalu didampingi oleh konselor maupun guru. Dengan adanya bibliokonseling ini diharapkan siswa memiliki rasa peduli untuk menjaga dirinya dari segala macam tindakan yang melecehkan harkat dan martabatnya. Penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan bibliokonseling mengenai cara menghindari tindakan pelecehan seksual pada siswa SMP. Model penelitian dan pengembangan mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis rerata, dan data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif. Spesifikasi dari instrumen uji ahli meliputi ketepatan produk, kelayakan produk, kegunaan produk, serta kemenarikan produk. Hasil penilaian rerata dari uji ahli bimbingan dan konseling adalah 3,5, hasil penilaian rerata dari uji ahli media adalah 3,4, sedangkan hasil penilaian rerata dari calon pengguna produk ialah 3,3. Dengan demikian menurut para ahli dan calon pengguna produk, untuk spesifikasi produk dapat diinterpretasikan sangat tepat, sangat berguna, sangat layak, dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan calon pengguna produk, dapat disimpulkan produk yang dihasilkan berupa bibliokonseling untuk menghindari tindakan pelecehan seksual pada siswa SMP ini dapat diterima (acceptable) secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah konselor harus memahami prosedur dan memahami materi didalam bibliokonseling ini sebelum mengaplikasikannya kepada siswa, agar siswa mampu menjaga dirinya dari tindakan pelecehan seksual. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan bibliokonseling ini dalam membantu siswa untuk menghindari dari tindakan pelecehan seksual.

Keefektifan teknik metafora menggunakan media film pendek dalam konseling kelompok realitas untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMP / Artharini Edisi Pratama

 

Pratama, Artharini Edisi. 2013. Keefektifan Teknik Metafora menggunakan Media Film Pendek dalam Konseling Kelompok Realita untuk Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Belajar Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Triyono, M. Pd, (2) Drs. H. Widada, M. Si. Kata Kunci: metafora film pendek, konseling kelompok realitas, tanggung jawab belajar     Perilaku bertanggung jawab belajar dapat menunjang keberhasilan siswa dalam mencapai cita-cita yang ingin dicapai. Siswa sering melakukan perilaku yang menunjukkan kurang bertanggung jawab di sekolah. Bentuk perilaku siswa yang menunjukkan kurang bertanggung jawab belajar di sekolah antara lain menyontek ketika ujian, mengobrol ketika guru menerangkan di depan kelas, bermain pulpen ketika guru menerangkan di depan kelas, tidak mendengarkan ketika guru menerangkan di depan kelas, tertidur ketika proses pembelajaran di kelas. Konselor di sekolah berperan membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dialami.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik metafora menggunakan media film pendek dalam konseling kelompok realitas yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMP. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP yang berjumlah lima siswa.     Metafora merupakan salah satu metode yang inspiratif digunakan dalam meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar. Salah satu media yang digunakan teknik metafora adalah menggunakan film pendek yang dikaji sehingga muncul pandangan-pandangan dari siswa mengenai tanggung jawab belajar. Pelaksanaan proses konseling ini mengikuti tahapan model WDEP, yang meliputi enam tahap yaitu involvement (keterlibatan), wants (eksplorasi kebutuhan), doing and direction (tindakan), evaluation (evaluasi), planning (perencanaan), dan termination (pengakhiran). Penggunaan media film pendek dan panduan pelaksanaan konseling kelompok realita sudah diuji kelayakan ahli.     Jenis rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest–Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMP yang diberikan sebelum diberikan perlakuan (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 20.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa teknik metafora melalui media film pendek dalam konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor posttest dan pernyataan serta perilaku siswa yang menunjukkan perubahan untuk bertanggung jawab belajar.     Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor dan peneliti selanjutnya. Saran bagi konselor dapat menggunakan teknik metafora melalui film pendek dalam konseling kelompok realita untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa, memilih metafora melalui film pendek yang lain sesuai dengan permasalahan siswa. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah eksperimen metafora melalui film pendek yang dilakukan dalam konseling individu dan eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol di beberapa kelas.

Pengaruh inkuiri terbimbing pada pembalajaran pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar kognitif serta sikap hidup bersih dan sehat siswa kelas X SMA Tamansiswa Malang / Priangga Budi Wiharja

 

ABSTRAK Wiharja, Priangga B. 2015.Pengaruh Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Pencemaran Lingkungan terhadap Hasil Belajar Kognitif serta Sikap Hidup Bersih dan Sehat Siswa Kelas X di SMA Tamansiswa Malang. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Manahal, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing, sikap hidup bersih dan sehat, hasil belajar kognitif Lingkungan hidup mempunyai masalah semakin kompleks dan dilematis. Kesadaran hidup bersih dan sehat Indonesia khususnya lingkup pendidikan menunjukkan masih dibutuhkan pengetahuan, motivasi, dan teladan, walau tidak mudah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, serta pembiasaan pada diri manusia. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang memperoleh pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan siswa yang memperoleh pembelajaran Konvensional. (2) untuk mengetahui adanya perbedaan sikap hidup bersih dan sehat antara siswa yang memperoleh pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan siswa yang memperoleh pembelajaran Konvensional. Penelitian menggunakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest Non equivalent Control Group Design. Kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif materi pencemaran lingkungan dan lembar angket kuisioner untuk mengetahui sikap hidup bersih dan sehat. Hipotesis penelitian ini dianalisis dengan teknik statistik uji-t dua pihak. Setelah melalui uji normalitas dan homogenitas, data dinyatakan normal dan berasal dari sampel yang homogen kemudian diuji dengan uji-t dua pihak. Hasil uji-t sebagai berikut : (1) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang belajar dengan pembelajaran konvensional. (2) tidak terdapat perbedaan sikap hidup bersih dan sehat antara siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang belajar dengan pembelajaran konvensional.

The students' English achievement of ex-Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Unternasional and of Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional in East Java / Tanzil Huda

 

Tanzil Huda. 2013. Prestasi Bahasa Inggris Siswa ex-Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Internasional dan Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional di Jawa Timur. Disertasi, Program Studi Penddikan Bahasa Inggris, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Prof. H. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D., (III) Dr. Sri Rachmajanti, Dip TESL, M.Pd. Keywords: Prestasi Bahasa Inggris, ex-Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Internasional, Sekolah Standar Nasional. Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Pasal 50, Pemerintah Indonesia mengembangkan sebuah model sekolah yang dinamakan Sekolah Bertaraf International atau RSBI yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang diakui atau memiiki kompetensi standar internasional. Meskipun Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk membatalkan pasal tersebut pada Januari 2013, pemerintah diperblhkan untuk menyelenggarakan sekolah tersebut sampai menemukan model sekolah penganti atau paling tidak pada akhir tahun pelajaran 2012/2013. Salah satu isu utama pada penyelenggaraan RSBI/SBI adalah penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, dan Teknologi sebagaimana diatur dalam UU Sisdiknas No. 20, Pasal 33, Ayat 3. Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) perbedaan prestasi bahasa Inggris siswa-siswa yang belajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan bahasa Inggris di eks Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Internasional atau eks SMP RSBI dan Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional atau SMP SSN, (2) faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap prestasi bahasa Inggris siswa-siswa eks Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Internasional atau eks SMP RSBI dan Sekolah Menengah Pertama atau SMP SSN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan metode campuran yaitu metode kuantitatif yang didukung oleh metode kualitatif. Penelitian yang mirip dengan ex post facto ini mengkaji prestasi bahasa Inggris siswa ex SMP RSBI dan SMP SSN serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap prestasi tersebut. Populasi penelitian ini adalah SMP di Jawa Timur. Karena besarnya populasi, sampel klaster acak diterapkan berdasarkan kategori penggunaan bahasa pembelajaran yaitu penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar pembelajaran atau pembelajaran berbantu bahasa Inggris yang direpresentasikan oleh eks SMP RSBI dan bahasa Indoensia sebagai pengantar pembelajaran yang direpresentasikan oleh SMP SSN. Selanjutnya, hanya eks SMP RSBI yang sudah menerapkan pembelajaran Matematika dan IPA selama 5 tahun saja digunakan sebagai sampel (stratified). Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes, interview, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Uji T. Selanjutnya hasil analisis dibandingkan dengan data kualitatif.

Penerapan manajemen mutu total pada lembaga pendidikan swasta 9studi multi kasus pada Yayasan Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, Yayasan Pendidikan Islam Al Huda Kediri, dan The Naff Sidoarjo) / Hamam

 

Hamam. 2013. Penerapan Manajemen Mutu Total pada Lembaga Pendidikan Swasta (Studi Multi Kasus pada Yayasan Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, YPI Al Huda Ngadirejo Kota Kediri dan The Naff Sidoarjo Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing:(I) Prof. H.Ahmad Sonhadji KH, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (III) Prof. Dr.H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata-kata kunci: penerapan manajemen, manajemen mutu total, lembaga pendidikan swasta. Sebuah penelitian dengan temuan menarik dan cukup mengejutkan pernah dipaparkan oleh dua pakar yaitu Deming dan Juran tahun 1950-an, yang diperbaharui tahun 1986. Deming membentuk suatu kerangka implementasi manajemen mutu total, yang telah diterapkan pada lingkungan akademik berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari The Air Force Academy.Deming yang secara luas dikenal sebagai“Bapak” dari gerakan manajemen mutu total dengan konsep “3 C” yang berfokus pada Customer (pelanggan), Culture (budaya), dan Capacity (kapasitas) untuk perbaikan berkesinambungan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab atau mengetahui tentang penerapan manajemen mutu total pada lembaga pendidikan swasta. Pemilihan lembaga pendidikan swasta karena eksistensi lembaga swasta ditentukan oleh pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Sedangkan keberhasilan ditentukan oleh peran pimpinan dalam mengelola, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan perencanaan mutu lembaga pendidikan dalam konteks manajemen mutu total, pelaksanaan manaje-men mutu lembaga pendidikan dalam konteks manajemen mutu total. Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen mutu, dan diakhiri dengan pola peningkatan manajemen mutu total pada lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Pada yayasan Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, YPI Al Huda Ngadirejo Kota Kediri dan The Naff Sidoarjo.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisikan, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian.Teknik analisis data menggunakan analisis domain dan analisis konteks. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan mutu lembaga pendidikan diawali dengan perumusan visi misi,tujuan, kemudian merumuskan langkah-langkahnya sesuai dengan komponen manajemen mutu total yaitu produk, proses, organisasi, kepemimpinan dan komitmen. Kedua, pelaksanaan manajemen mutu total setiap lembaga mengalami proses yang berbeda sesuai dengan karakter lembaga pendidikan. Ketiga, hasil. evaluasi pelaksanaan manajemen mutu digunakan untuk melihat kelebihan dan kekurangan pelaksanaan yang menjadi pijakan untuk peningkatan manajemen mutu total pada lembaga pendidikan. Keempat pola peningkatan manajemen mutu meliputi peningkatan pelayanan kepada pelanggan yang terdiri atas peningkatan pembelajaran dan reward, pembenahan budaya meliputi budaya belajadan dan organisasi, peningkatan kapasitas dengan cara pemberian tugas dan workshop. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah penerapan manajemen mutu total dibutuhkan pemahaman aspek filosofis dalam memaknai atau merespon mutu (quality). Sebab mutu adalah sesuai yang distandarkan (conformance to requirement), yaitu sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan, baik input, proses, maupun outputnya.Selain itu, Sallis (2010:54-56) juga menekankan bahwa manajemen mutu total pendidikan umumnya berlandaskan pada kepuasan pelanggan sebagai sasaran utama. Untuk memposisikan lembaga pendidikan sebagai industri jasa, harus memenuhi standar mutu, yang ditentukan oleh dua faktor,yaitu terpenuhinya spesifikasi yang diharapkan menurut tuntutan dan kebutuhan pengguna jasa, yang disebut mutu sesungguhnya (quality in fact) dan yang kedua disebut mutu persepsi (quality in perception). Implikasi praktis bahwa lembaga pendidikan yang menerapkan manajemen mutu total sebaiknya memiliki standar yang ditetapkan dalam perencanaan. Standar tersebut meliputi: (1) standar produk; (2) standar proses; (3) standar sarana prasarana; (4) standar organisasi; dan (5) standar kepemimpinan. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu antara lain: (1) bagi ketua yayasan dituntut memiliki visi misi dan tujuan yang mendukung perencanaan masa depan untuk mengembangkan mutu yayasan, kemudian diikuti oleh komitmen yang kuat dari berbagai pihak mulai dari pimpinan sampai dengan pendidik dan tenaga kependidikan, (2) bagi Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan Kementrian Agama memberikan dorongan dan dukungan kepada lembaga pendidikan yang menerapkan manajemen mutu total, (3) bagi peneliti berikutnya sebaiknya mengkaji lebih mendalam dengan topik dan fokus pada medan kasus lain untuk memperoleh perbandingan sehingga memperkaya penelitian, (4) bagi kemajuan ilmu pengetahuan dapat menyumbangkan pemikiran bahwa penerapan manajemen mutu difokuskan pada pelanggan karena hakekatnya pelanggan adalah raja.

Implementing teacher's focused written corrective feedback to improve writing ability of eighth graders of SMP 4 Malang / Ade Sari Dewi Irma Jaya

 

Jaya, A.S.D.I. 2014. Penerapan Umpan Balik Guru Berfokus pada Koreksi Tertulis (FWCF) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis pada Siswa Kelas Delapan di SMPN 4 Malang. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Utami Widiati, M.A.,Ph.D., (II) Dr. Suharmanto, M.Pd. Kata kunci: umpan balik guru berfokus pada koreksi tertulis, kemampuan menulis, kesalahan siswa.              Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa. Hasil menulis siswa rendah disebabkan siswa tidak mengetahui bagaimana menyusun ide dan menggunakan tata bahasa yang benar. Mereka juga tidak mengerti rincian kesalahan yang ditunjukkan melalui umpan balik guru. Guru hanya memberikan umpan balik secara umum dan tidak ada rincian kesalahan tanpa tanda untuk mengedit tulisan. Hal ini disebabkan oleh guru yang tidak mempunyai strategy yang sesuai dalam kelas menulis. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan strategi yang sesuai dalam mengajar dan belajar menulis.       Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas 8E SMPN 4 Malang. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru dan kolaborator bertindak sebagai pengamat. Data yang diperoleh dari penelitian ini melalui daftar pengamatan, catatan lapangan, hasil tes menulis, daftar revisi, dan interviuw.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa meningkat. Peningkatan tulisan siswa melalui strategi FWCF didukung oleh penggunaan beberapa kode symbol dan latihan. Semua siswa mencapai 13 poin atau lebih dari hasil awal di siklus 2. Hal ini ditunjang juga oleh partisipasi dari siswa untuk mengerjakan latihan tata bahasa selama proses pembelajaran.       Keberhasilan strategi ini ditentukan oleh strategi yang diadaptasi dari Harsthorn dkk. (2010) yang telah dimodifikasi oleh peneliti menjadi beberapa langkah-langkah praktis ke dalam 6 kali periode. Strategi umpan balik guru dengan berfokus pada koreksi tertulis adalah (1) guru menerangkan dan memberikan model kode simbol dari FWCF, (2) siswa mengerjakan latihan dalam grup, (3) siswa mengerjakan latihan grammar secara perorangan, (4) siswa menulis karangan dalam 15 menit, (5) guru memberikan umpan balik langsung pada isi paragraph melalui FWCF, (6) guru memberikan umpan balik tidak langsung pada organisasi, tata bahasa, dan kosa kata melalui FWCF, (7) siswa mengedit dan memperbaiki karangan, (8) siswa mengisi daftar revisi, (9) siswa menulis kembali paragraph yang telah diedit dan mengumpulkan karangan.       Oleh karena itu, penerapan strategi guru FWCF sangatlah penting untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis khususnya untuk siswa SMP karena mereka membutuhkan umpan balik dari guru sebagai sumber yang terpercaya terhadap kesalahan mereka.       

Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-IPS SMA Kristen Setia Budi Malang pada materi pelestarian lingkungan hidup / Donatus Bomdin

 

Bomdin, Donatus, 2013. Penerapan Model Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI-IPS SMA Kristen Setia Budi Malang pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd (2) Dr. Budijanto, M.S Kata kunci: Pembelajaran model STAD, Hasil belajar, dan Pelestarian lingkungan hidup. Rendahnya hasil belajar siswa di kelas XI-IPS SMA Kristen Setia Budi Malang disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar, sehingga perhatian mereka terhadap pelajaran geografi kurang. Hal ini diduga karena pembelajaran bersifat monoton dan kurang melibatkan siswa. Mereka tidak didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, tetapi hanya diarahkan untuk menghafal informasi apa yang disampaikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar tentang konsep kualitas lingkungan hidup, kerusakan dan pelestariannya digunakan STAD (Student Team Achievement Divisions). Prosedur pembelajaran dirancang sebagai berikut: (1) persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok, (2) penyajian materi, (3) kegiatan kelompok, (4) evaluasi, dan (5) penghargaan individual dan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-IPS SMA Kristen Setia Budi Malang dengan menerapkan pembelajaran model STAD. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas pada semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini siswa kelas XI-IPS sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 9 laki-laki dan 9 perempuan. Data penelitian ini berupa skor hasil belajar setiap siklus yang dikumpulkan melalui tes individual dan pengamatan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 dan dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan. Temuan tambahan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada perasaan suka, merasa puas dengan prestasi yang dicapai,dan ada kompetisi antar kelompok/tim dengan penerapan pembelajaran model STAD pada materi pelestarian lingkungan hidup. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Beberapa saran disampaikan berkaitan dengan penerapan model pembelajaran STAD sebagai berikut: (1) menjadikan pembelajaran kooperatif model STAD sebagai suatu pembelajaran alternatif, (2) dalam penerapan pembelajaran model STAD hendaknya dijelaskan tahapannya secara detil sampai siswa benar-benar memahami, (3) guru perlu membuat ringkasan materi pelajaran agar siswa memiliki bahan untuk belajar, (4) mengontrol kesiapan siswa dalam pembelajaran baik buku pelajaran maupun aktivitasnya, dan (5) bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan penerapan pembelajaran model STAD dalam pelajaran geografi pada materi yang lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan pembelajaran kontektual bermedia manik-manik untuk meningkatkan hasil belajar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat bagi siswa kelas V SDN Karangbesuki IV Malang / Vitiarti

 

Vitiarti. 2014. Penerapan Pembelajaran Kontekstual Matematika Bermedia Manik-manik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Bagi Siswa Kelas V SDN Karangbesuki IV Kecamatan Sukun Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A., (II) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed. Kata Kunci: hasil belajar, media manik-manik, pembelajaran kontekstual    Hasil observasi dan studi dokumentasi pada pra penelitian diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa pada kompetensi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat belum memenuhi KKM yang ditentukan, maka perlu adanya terobosan baru dalam proses pembelajaran matematika pada kompetensi operasi hitung bilangan bulat dengan tepat. Ketidakoptimalan dari kualitas proses dan hasil tersebut disebabkan proses pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru (teacher centered). Metode ceramah masih sangat mendominasi kegiatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Guru kurang mengembangkan media pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dan mengkonkretkan proses penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Agar pembelajaran berpusat pada siswa (student centered), maka perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran. Pembelajan kontekstual yang dipadukan dengan penggunaan media manik-manik dapat meningkatkan keaktifan siswa sehingga hasil belajar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat meningkat.     Penelitian ini bertujuan meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui penerapan pembelajaran kontekstual matematika bermedia manik-manik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan.     Berdasarkan hasil analisis data dan refleksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat lebih tinggi setelah memperoleh pembelajaran kontekstual bermedia manik-manik daripada pemahaman siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Peningkatan hasil belajar kognitif ditandai dengan peningkatan persentase ketuntasan klasikal dan skor rata-rata uji kompetensi pada siklus II yang mampu melampaui KKM yang ditentukan. Kecenderungan ada peningkatan terhadap aktivitas siswa dalam belajar setelah memperoleh pembelajaran kontekstual bermedia manik-manik lebih tinggi pada silkus II daripada aktivitas siswa pada pratindakan yang memperoleh pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered).

Penerapan model pembelajaran STAD dan TSTS berbantuan media ice cream stick untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat bagi siswa kelas Vc SDN Tunjungsekar 1 Malang / Umi Romadiyah

 

Romadiyah, Umi. 2014. Penerapan Model Pembelajaran STAD dan Two Stay Two Stray Berbantuan Media Ice Cream Stick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat bagi Siswa Kelas VC SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Konsentrasi Guru Kelas, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A, (II) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd. Kata Kunci: Model pembelajaran STAD dan Two Stay Two Stray, media Ice Cream Stick, motivasi belajar, hasil belajar, operasi hitung bilangan bulat.      Hasil belajar matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat kelas VC SDN Tunjungsekar 1 Malang masih rendah. Hal ini dapat diketahui dari jumlah siswa yang mencapai skor ketuntasan minimal sebesar 40%. Hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas tersebut diketahui bahwa penyebab rendahnya hasil belajar, antara lain (1) siswa kesulitan memahami bilangan bulat terutama bilangan bulat negatif, (2) siswa pasif dan kurang bersemangat dalam pembelajaran, (3) model dan metode pembelajaran kurang bervariasi dengan dominasi guru melalui ceramah, (4) minimnya penggunaan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi, (5) siswa tidak berani dan takut bertanya bila menemui kesulitan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa dan penggunaan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Model Pembelajaran STAD dan Two Stay Two Stray berbantuan alat peraga Ice Cream Stick dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran STAD dan Two Stay Two Stray berbantuan media Ice Cream stick untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat bagi siswa kelas VC SDN Tunjungsekar 1 Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus ada 4 pertemuan. Subyek penelitian adalah kelas VC dengan jumlah siswa 30 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar observasi, soal tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan diskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu catatan observasi, hasil wawancara, dokumen hasil belajar dan foto kegiataan pembelajaran. Sedangkan data tentang aktivitas guru, data keaktifan siswa, motivasi belajar, dan hasil belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran STAD dan TSTS berbantuan media Ice Cream stick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata indikator motivasi pada akhir siklus I mencapai 3,3 dengan kriteria motivasi belajar cukup menjadi 4,5 dengan kriteria motivasi tinggi pada akhir siklus II, (2) penerapan model pembelajaran STAD dan TSTS berbantuan media Ice Cream stick telah dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat dimana pada akhir siklus II sebanyak 80% siswa telah mencapai ketuntasan belajar minimal, siklus I hanya 65,5% dan sebelum tindakan hanya 40%.     Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dalam pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan media pembelajaran yang dapat mempermudah penyampaian materi.

Peningkatan keaktifan, kreativitas dan prestasi belajar melalui pembelajaran tematik tema sayangi hewan dan tumbuhan sekitar dengan media bervariasi pada siswa kelas III SDN Pisangcandi 4 Kota Malang / Dila Mei Dwiharini

 

Dwiharini, Dila.Mei. 2014. Peningkatan Keaktifan, Kreativitas, dan Prestasi Belajar Melalui Pembelajaran Tematik Tema Sayangi Hewan dan Tumbuhan Sekitar dengn Media Bervariasi pada Siswa Kelas III SDN Pisangcandi 4 Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Konsentrasi Guru Kelas, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd (2) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran tematik, media bervariasi, peningkatan keaktifan, kreativitas, prestasi belajar. Tingkat perkembangan siswa usia SD khususnya anak usia kelas 3 SD berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan sehingga pembelajarannya masih bergantung pada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap pembelajaran di kelas II SDN Pisang Candi 4 Kota Malang banyak mengalami kesulitan belajar, khususnya pada tema sayangi hewan dan tumbuhan di sekitar. Hasil tes yang dilakukan menunjukkan bahwa: dari 26 siswa terdapat 8 siswa (31%) mendapat nilai di atas KKM, 4 siswa (15%) mendapat nilai pada KKM, dan 14 siswa (54%) mendapat nilai di bawah KKM, dari KKM yang ditetapkan sebesar 75. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran tematik dengan media bervariasi pada siswa kelas III SDN Pisangcandi 4 Malang; (2) Mendeskripsikan peningkatan proses belajar siswa kelas III melalui penerapan pembelajaran tematik dengan media bervariasi di SDN Pisangcandi 4 Malang; (3) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan, kreativitas, dan prestasi belajar siswa kelas III melalui penerapan pembelajaran tematik dengan media bervariasi di SDN Pisangcandi 4 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus, dan tiap siklusnya dilaksanakan selama 4 hari. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Pisangcandi 4 Kota Malang, pada semeser ganjil tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian penerapan pembelajaran tematik dengan media bervariasi menunjukkan bahwa proses dan presatasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan bahwa keaktifan siswa dari siklus I mencapai 60% meningkat pada siklus II menjadi 71%, kreativitas siswa dari siklus I sebesar 73% meningkat pada siklus II menjadi 82%, dan prestasi belajar siswa dari siklus I 65% meningkat pada siklus II menjadi 84%. Rata-rata prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu dari tes pratindakan sebesar 46% setelah proses pembelajaran tematik siklus I nilai rata-rata 62% meningkat di siklus II menjadi 84,61%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru menggunakan pembelajaran tematik dengan media dan kegiatan yang bervariatif.

Peningkatan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar IPS dengan model kooperatif Think Pair Share (studi kelas IV SDA Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar) / Ria Fajrin Rizqy Ana

 

Rizqy Ana, Ria, Fajrin. 2013. Peningkatan Motivasi, Aktivitas, dan Hasil Belajar IPS dengan Model Kooperatif Think Pair Share (Studi Kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar). Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd Kata kunci : motivasi, aktivitas, hasil belajar, model think pair share Pada umumnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD) masih konvensional, dimana guru menerangkan sedangkan siswa mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan tugas. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN Kamulan 01 menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran siswa belajar secara konvensional, yaitu pembelajaran dengan metode ceramah. Siswa masih mengalami kesulitan dan tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran. Hal itu ditandai dengan adanya siswa yang terlihat berbicara, mengantuk dan bermain sendiri dengan temannya. Selain itu, guru tidak menggunakan media pembelajaan. Dari masalah tersebut menyebabkan hasil belajar mata pelajaran IPS belum maksimal yaitu terdapat 17 siswa dari 24 siswa yang nilainya masih berada di bawah Kriteria KKM IPS yaitu 70. Untuk itu agar dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam matapelajaran IPS perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu siswa belajar secara berkelompok dengan anggota berpasangan. Penelitian ini menurut jenis datanya menggunakan penelitian kualitatif, sedangkan menurut metodenya adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dalam hal ini, peneliti berperan sebagai partisipan penuh. Data dalam penelitian ini adalah hasil motivasi belajar, hasil aktivitas belajar, dan hasil belajar IPS. Sedangkan sumber data utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kamulan 01 dan data pendukungnya adalah guru kelas IV. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share sudah baik. Hal ini didukung dengan meningkatnya motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa. Hasil angket motivasi belajar siswa menunjukkan siklus 1 memperoleh skor rata-rata 69, sedangkan siklus 2 memperoleh skor rata-rata 76. Peningkatan aktivitas belajar siswa dilihat dari lembar observasi yang diisi oleh observer. Pada siklus 1 rata-rata aktivitas belajar siswa 75 dan siklus 2 mencapai 92. Peningkatan hasil belajar IPS dilihat dari hasil tes kognitif yang dikerjakan setiap akhir siklus. Rata-rata skor akhir siswa pada pratindakan mencapai 60, pada siklus 1 mencapai 76, dan pada siklus 2 mencapai 82. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share pada tahap awal mengalami kendala baik dari siswa maupun guru. Langkah-langkah model pembelajaran think pair share yang dilakukan terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu tahap think, tahap pair, dan tahap share. Penerapan model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar. Peningkatan motivasi belajar IPS dapat dilihat dari lembar angket motivasi yang diisi oleh siswa setelah pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan sebaiknya sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif think pair share memperkenalkan dahulu langkah-langkah model pembelajaran yang diterapkan, membagi waktu sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, tidak hanya menerapkan model pembelajaran think pair share tetapi juga mengembangkan model tersebut disesuaikan dengan kondisi siswa. Selain itu, guru sebaiknya mengkondisikan kelas seefektif dan sebaik mungkin dengan memperhatikan semua. Guru hendaknya memberikan perlakuan yang berbeda bagi siswa yang memiliki keterlambatan belajar sehingga siswa aktif dan bersemangat mengikuti pembelajaran, dan pada tahap think, siswa tidak harus diberikan LKS tetapi bisa menggunakan pertanyaan lisan atau konsep berupa masalah untuk dikerjakan mandiri.

Penerapan pembelajaran kontektual bermedia obyek nyata pada operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IVB SDN Poncokusumo 01 Malang / Sri Lestari

 

ABSTRAK Sri Lestari. 2014. “Penerapan Pembelajaran Kontekstual Bermedia Obyek Nyata pada Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Poncokusumo 01.” Tesis. Progran Studi Pendidikan Dasar Guru Kelas Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A. (2) Prof. Dr.Punaji Setyosari,M.Pd., M.Ed. Kata Kunci: pembelajaran kontekstual, media obyek nyata, motivasi, hasil belajar.     Berdasarkan hasil wawancara pada siswa kelas IVB SDN Poncokusumo 01 didapatkan informasi bahwa matematika dianggap pelajaran yang paling sulit. Hasil observasi selama pembelajaran perkalian dan pembagian dilakukan menyampaikan materi lebih dahulu kemudian latihan soal-soal. Pemberian soal langsung dalam bentuk kalimat matematika, tidak dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari. Selama pembelajaran tidak digunakan alat peraga untuk membantu memperjelas konsep. Pelaksanaan pembelajaran perkalian dan pembagian siswa cenderung diberi tugas menghafalkan, bukan pemahaman konsep. Siswa kurang diberi kesempatan mengeluarkan ide karena pembelajaran didominasi oleh guru. Pada waktu pembelajaran siswa pasif dan motivasi siswa kurang. Permasalahan ini menyebabkan motivasi dan hasil belajar kurang. Nilai rata-rata kelas dari 20 siswa 58 dan jumlah siswa tuntas hanya 40%. Untuk mengatasi hal ini dilakukan penerapan pembelajaran kontekstual bermedia obyek nyata menggunakan gelas dan biji kacang pada operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar.     Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan 2 siklus, tiap siklus ada 3 pertemuan. Strategi pembelajaran meliputi relating, experincing, appliying, cooperating, dan tranferring, dan memilki tujuh komponen pembelajaran, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (inquiry), mengajukan pertanyaan (questioning), masyarakat belajar (learning community), permodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sesungguhnya (assesment).     Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu hasil observasi dan penjaringan angket motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa rata-rata jumlah siswa pada kategori Baik atau Sangat Baik pada siklus I 73,75%, siklus II 97,5% meningkat 23,75%. Hasil wawancara menunjukkan siswa senang belajar dalam kelompok, digunakannya media obyek nyata membuat mereka lebih mengerti. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan 58 siswa yang tuntas 8 (80%), siklus I 69,4 siswa tuntas 14 (70%), pada siklus II 76,9 siswa tuntas 17 (85%), belum tuntas 3. Dengan demikian nilai rata-rata dari pra tindakan sampai ke siklus II ada peningkatan 18,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual bermedia obyek nyata dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

Penerapan model role playing dalam pembelajaran tema keberagaman budaya bangsaku untuk meningkatkan kerukunan dan aktivitas siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 3 Kec. Sukun Kota Malang / Merlia Anastasia Iswantin

 

Iswantin, Merlia Anastasia. 2013. Penerapan Model Role Playing Dalam Pembelajaran Tema Keberagaman Budaya Bangsaku Untuk Meningkatkan Kerukunan Dan Aktivitas Siswa Kelas IV SDN Bandungrejosari 3 Kec. Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Imron Rosyadi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran, Kurikulum 2013, Role Playing, Budaya, Kerukunan, Aktivitas. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan di Indonesia semakin terkikis disebabkan dampak negatif globalisasi. Khususnya pada siswa sekolah dasar, guru harus berupaya menumbuhkan semangat pada siswa agar memiliki rasa memiliki dan mencintai budaya di negeri sendiri. Salah satu bentuk inovasinya adalah mengaplikasikan model yang menarik dalam pembelajaran. Hasil observasi dalam pembelajaran Tematik Terpadu pada siswa kelas IV, siswa kurang memahami materi keberagaman budaya di Indonesia. Siswa belum bisa menjelaskan keberagaman budaya dan menyebutkan penyebaran suku-suku bangsa. Pada materi ini, guru juga menemukan masalah penyebab kurangnya semangat siswa dan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini guru mencoba menerapkan model Role Playing yang belum pernah digunakan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kerukunan dan aktivitas belajar siswa agar mereka memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penerapan model bermain peran (Role Playing) dalam pembelajaran Tema Keberagaman Budaya Bangsaku pada siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 3 Malang dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) memilih situasi bermain peran; (2) mempersiapkan kegiatan bermain peran; (3) memilih pemain peran; (4) mempersiapkan penonton sekaligus pengamat; (5) memainkan peran; (6) refleksi dan evaluasi. Guru harus berupaya untuk mengatur alokasi waktu sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran menggunakan model ini dapat tercapai. Hasil penerapan model Role Playing dalam pembelajaran Tema Keberagaman Budaya Bangsaku. Pada tahap pra tindakan memperoleh nilai kerukunan dan aktivitas sebesar 58%, nilai tindakan siklus I naik menjadi 63,12%, dan tindakan siklus II mencapai nilai sebesar 73,68%. Siswa sangat senang dan tertarik dalam pembelajaran menggunakan model ini karena mereka mendapatkan hikmah dan pengalaman yang nyata sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kesadaran untuk hidup rukun. Kenaikan nilai rata-rata mencapai 10,56% dan hasil ini sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi dalam pembelajaran selanjutnya. Penerapan Model Role Playing dalam pembelajaran ini dapat membantu siswa meningkatkan kerukunan dan aktivitas belajar di sekolah. Selain itu juga dapat membantu guru kelas IV dalam menyampaikan materi kepada siswa dan layak digunakan dalam pembelajaran dengan tema yang sesuai. Maka dari itu, disarankan kepada guru agar menggunakan model Role Playing agar variasi dalam pembelajaran semakin meningkat.

Perbedaan hasil belajar IPS model project based learning berbasis outdoor study dengan konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo / Ratna Danarti

 

Danarti, R. 2014. Perbedaan Hasil Belajar IPS Model Project-Based Learning Berbasis Outdoor Study dengan Konvensional pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPS Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, (II) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd Kata kunci: hasil belajar IPS, model project-based learning berbasis outdoor study, konvensional. IPS adalah mata pelajaran yang memuat konsep-konsep abstrak bagi siswa. Pemahaman konsep yang dimiliki siswa tidak akan bermakna apabila mereka tidak mampu mengaitkannya dengan kenyataan hidup yang ada di lingkungannya. Kenyataan di lapangan menunjukkan, guru belum sepenuhnya memahami bagaimana menyampaikan materi IPS agar dapat dipahami oleh siswa dan bagaimana mengaitkan pengetahuan siswa dengan tantangan kehidupan sehari-hari. Kenyataan lain adalah hasil belajar siswa rendah. Pembelajaran IPS perlu ditunjang dengan media, sumber belajar yang sesuai sehingga siswa dapat langsung mengalami, melihat, dan mengamati segala sesuatu yang terjadi pada lingkungannya. Pendekatan pembelajaran IPS yang sejalan dengan pemikiran ini adalah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah penerapan model Project Based Learning berbasis Outdoor Study serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS pada kelas model Project Based Learning berbasis Outdoor Study dan konvensional. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan teknik pretes-posttest nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah kelas VII A dan VII B SMP Negeri 2 Ponorogo. Data penelitian dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif, penilaian sikap, dan uji petik kerja. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan lembar observasi dan angket respon siswa. Validasi instrumen penelitian menggunakan validasi internal dan eksternal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji t (paired samples t-test, independent samples t-test), dengan menggunakan program SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran dengan model Project-Based Learning Berbasis Outdoor Study dapat berjalan dengan sangat baik. Sintaks model Project-Based Learning Berbasis Outdoor Study adalah: planning, creating, dan processing. Respon siswa terhadap model pembelajaran sangat baik, 2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah pembelajaran model Project-Based Learning berbasis Outdoor Study, dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS model Project-Based Learning berbasis Outdoor Study dengan model konvensional. Model Project Based Learning berbasis Outdoor Study berhasil dengan baik ketika tujuan pembelajaran berorientasi pada ranah afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Sedangkan untuk tujuan pembelajaran yang berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan), model konvensional lebih baik. Disarankan bagi guru: 1) hendaknya guru menerapkan model-model pembelajaran kontekstual secara aktif dan kreatif, 2) pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik materi, siswa, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan 3) hendaknya guru dapat mengelola waktu, bahan pelajaran, dan persiapan yang cukup serta perlu membangun komitmen yang kuat dengan siswa. Bagi sekolah, disarankan mengambil kebijakan-kebijakan dengan mengedepankan pemanfaatan dan pengembangan model pembelajaran yang bersifat kontekstual, yakni pembelajaran yang aktif, inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, dan menarik. Untuk peneliti lanjut disarankan untuk melakukan penelitian dengan kompetensi dasar lain yang mempunyai karakteristik konten dan subjek berbeda dengan penelitian ini.

Menelisik nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara tradisi larung sesaji di telaga Sarangan Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan / Dicky Reza Romadhon

 

Romadhon, Dicky Reza. 2013. Menelisik Nilai – Nilai Kearifan Lokal Dalam Upacara Tradisi Larung Di Sesaji Telaga Sarangan Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwarno Winarno (II) Yuni Astuti, S.H , M.Pd Kata kunci : larung sesaji, kearifan lokal, telaga sarangan.    Ritual adalah teknik, cara atau metode membuat suatu kebiasaan menjadi suci. Ritual menciptakan dan memelihara mitos, adat sosial dan agama. Larung Sesaji merupakan salah satu contoh ritual yang ada di desa Sarangan yang dilakukan setahun sekali pada bulan Ruwah Jum’at Pon. Dalam ritual ini tumpeng Gono Bahu setinggi 2,5 meter diarak kemudian dilarungkan ke telaga Sarangan. Selain ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, melalui ritual ini masyarakat berharap agar telaga Sarangan tetap lestari, warganya hidup sejahtera, tentram, damai dan penolak bala’ agar terhindar dari bencana.    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Asal – usul upacara Larung Sesaji telaga Sarangan, (2) tujuan diadakannya upacara Larung Sesaji telaga Sarangan, (3) pelaksanaan upacara Larung Sesaji telaga Sarangan, (4) nilai – nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara Larung Sesaji telaga Sarangan, (5) kendala yang dihadapi dalam melakukan upacara Larung Sesaji telaga Sarangan.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Kehadiran peneliti di lapangan adalah untuk mengumpulkan data dari kasus yang diangkat dengan menggunakan prosedur pengumpulan data yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan berasal dari wawancara para informan, hasil observasi proses upacara Larung Sesaji tertulis berupa dokumentasi desa. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.    Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, Asal mula diadakannya Larung Sesaji karena dahulu putri dari Raja Surakarta Hadiningrat yang bernama Kusumo Werdi Ningsih hilang di Telaga Sarangan baik jasmani maupun rohaninya. Semenjak kejadian itu Raja Surakarta Hadiningrat memerintahkan warga Desa Sarangan setiap bulan Ruwah untuk melakukan Larung Sesaji untuk mendoakan putri Raja Surakarta Hadiningrat yang bernama Kusumo Ayu Werdi Ningsih, Selain itu upacara tradisi Larung Sesaji merupakan suatu wujud terima kasih kepada Tuhan atas limpahan rejeki, sekaligus kirim doa untuk menghormati Kyai dan Nyai Pasir yang telah membuka lahan yang sekarang menjadi tempat hidup dan mencari rejeki bagi warga Sarangan    Upacara Larung Sesaji bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadirat Tuhan YME berkat limpahan nikmat yang telah diterima berupa telaga Sarangan yang telah memberikan penghidupan bagi warga Sarangan. Selain itu untuk kirim doa kepada Kyai dan Nyai Pasir yang telah membuka lahan bagi warga Sarangan.    Upacara Larung Sesaji dilakukan setahun sekali pada bulan Ruwah Jumat Pon menjelang bulan Ramadhan. Pada hari kamis pahing pagi diadakan penyembelihan kambing kendit, sorenya slamatan di tengah pulau Telaga Sarangan dan pada malam harinya diadakan malam tirakatan dilanjut dengan Pager Desa. Pada hari jumat warga melakukan bersih desa. Pada hari minggu merupakan kegiatan puncak dari bersih desa yaitu tumpeng Gono Bahu setinggi 2,5meter yang berisi hasil bumi diarak menuju Kepunden kemudian dilarung ke tengah Telaga.    Kebudayaan daerah seperti Larung Sesaji mempunyai makna dan nilai – nilai kearifan lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat yang melakukannya. Nilai – nilai kearifan lokal dalam upacara Larung Sesaji adalah (a) nilai religi, (b) nilai kekerabatan, (c) nilai rendah hati, (d) nilai keindahan, (e) nilai simbolik.    Pada saat pelaksanaan Larung Sesaji tidak ada kendala yang berarti, namun ada kendala kecil yang saat ini butuh kesadaran dari para warga Desa Sarangan dan Pemkab Magetan, yaitu tentang lahan parkir. Pada saat membludaknya pengunjung di Sarangan, lahan parkir yang ada tidak cukup untuk menampung kendaraan para pengunjung, sehingga banyak kendaraan yang parkir di tepi telaga yang menimbulkan kesan semrawut dan mengganggu jalannya prosesi Larung Sesaji.

Analisis hambatan pengelolaan kelas yang dihadapi mahasiswa PPL Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang di SMK Kota Malang / Anna Chrystiana

 

Chrystiana, Anna. 2013. Analisis Hambatan Pengelolaan Kelas Yang Dihadapi Mahasiswa PPL Jurusan Teknik Mesin Fakultas teknik Universitas Negeri Malang Di SMK Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Yoto, M.Pd., M.M (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd. Kata Kunci: Hambatan, Pengelolaan Kelas, PPL.     Berdasarkan hasil observasi terhadap mahasiswa PPL Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang masih mengalami banyak hambatan dalam melaksanakan PPL di sekolah-sekolah SMK. Hambatan tersebut antara lain kurangnya persiapan mahasiswa PPL sebelum melaksanakan praktik mengajar, sulitnya mengatur peserta didik saat mengajar, kurangnya fasilitas media pengajaran, sulitnya pengaturan ruang kelas, dll. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pengalaman mahasiswa PPL Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang dalam hal pengelolaan kelas di lapangan dan persiapan sebelum melaksanakan praktik mengajar sehingga pengalaman yang didapatkan dalam praktik mengajar tidak dapat diperoleh secara maksimal.     Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian yaitu mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan 2009 sebanyak 76 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan angket yang berkaitan dengan hambatan pengelolaan kelas yang dihadapi mahasiswa dalam melaksanakan PPL. Selanjutnya analisis data dengan menghitung persentase jawaban responden.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PPL mengalami hambatan pada kegiatan pengelolaan kelas pengaturan siswa: (1) tingkah laku siswa sebanyak 100%, (2) kedisiplinan siswa 92,1%, (3) minat/perhatian siswa 94,7%, (4) gairah belajar siswa 98,7%, (5) dinamika kelompok 92,1%, (6) mengumpulkan hasil pekerjaan siswa 73,7%, (7) memberikan tugas/PR kepada siswa 84,2%, (8) menyampaikan materi pelajaran kepada siswa 98,7%. Faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dari kelas kondisi fisik: (1) ruang kelas tempat belajar siswa 90,8%, (2) pengaturan tempat duduk siswa 97,4%, (3) ventilasi dan cahaya ruang kelas 96,1%, (4) media/sumber pengajaran 94,7%, (5) pengaturan penyimpanan barang-barang 100%, sedangkan dari faktor kondisi sosio-emosional: (1) tipe kepemimpinan 98,7%, (2) pembinaan hubungan baik 97,4%. Prinsip pengelolaan kelas: memberikan sifat hangat dan antusias terhadap siswa 96,1%, memberikan tantangan terhadap siswa 100%, memberikan hal-hal yang positif terhadap siswa 100%, penanaman disiplin diri terhadap siswa 96,1%. Komponen keterampilan pengelolaan kelas: (1) sikap tanggap terhadap siswa 92,1%, (2) membagi perhatian terhadap siswa 92,1%, (3) memusatkan perhatian kelompok 73,7%, (4) memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas ketika siswa mengalami kesulitan 84,2%, (5) menegur siswa ketika melakukan pelanggaran 98,7%, (6) memberikan penguatan terhadap siswa 90,8%.     Berdasarkan penelitian tersebut disarankan (1) Bagi mahasiswa PPL hendaknya lebih siap dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar baik dari segi materi maupun metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta kelas yang optimal, berusaha meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan siswa melalui sistem pengajaran yang efektif, (2) Bagi guru pamong dalam membimbing mahasiswa PPL hendaknya lebih intensif dalam proses bimbingan terutama dalam hal pengelolaan kelas, (3) Bagi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang hendaknya juga memberikan pengajaran dalam bidang pengetahuan tata cara pengajaran tidak hanya memberikan teori tentang mata pelajaran saja, (4) Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini masih terbatas pada deskriptif hambatan dalam pengelolaan kelas, oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut lagi pada masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa PPL dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Pengaruh temperatur media pendingin untuk quenching terhadap kekerasan baja ST 42 dan ST 60 / Ahmad Fikri

 

Fikri, Ahmad. 2013. Pengaruh Temperatur Media Pendingin untuk Quenching terhadap Kekerasan Baja ST 42 dan ST 60. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd., (2) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. Kata kunci: Temperatur, Media Pendingin, Quenching, Kekerasan, Baja     Indikator perlakuan panas yang baik adalah ketepatan hasil mekanik yang dinginkan dan keefektifan proses perlakuan panas. Ketepatan hasil mekanik yang diinginkan adalah hasil mekanik yang didapatkan setelah proses perlakuan panas tidak memiliki toleransi yang tinggi. Sifat kekerasan merupakan sifat mekanik baja yang erat kaitannya dengan perlakuan panas. Salah satu teknik untuk mendapatkan nilai kekerasan dengan toleransi yang rendah adalah dengan memanipulasi temperatur media pendingin. Memanipulasi media pendingin akan mengurangi nilai toleransi kekerasan yang akan menyebabkan tingkat kegetasan suatu baja berkurang.     Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur media pendingin untuk quenching terhadap baja ST 42 dan ST 60. Temperatur media pendingin ini dimulai dari temperatur rendah sampai dengan temperatur tinggi.     Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian berupa baja ST 42 dan ST 60. Pemilihan baja tersebut karena sering digunakan pada komponen mesin perkakas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Instrumen data yang digunakan berupa lembar observasi. Pengujian kekerasan menggunakan microvikers dengan satuan HV. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana yang sebelumnya diuji normalita datanya. Proses analisis data menggunakan SPSS 16.0 for Windows.     Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh temperatur media pendingin untuk quenching terhadap baja ST 42 dan ST 60. Baja yang telah dipanaskan sampai suhu 900oC diquenching kedalam media pendingin oli SAE 10W-30 dengan temperatur 27oC, 40 oC, 60 oC, 80 oC, 100 oC. Hasil kekerasan pada baja ST 42 adalah 152,8 HV, 156,7 HV, 158,7 HV, 166,5 HV,181,4 HV, 206,4 HV. Analisis data pada baja ST 42 menunjukan nilai signifikansinya adalah 0,2 (>0,05), nilai regresinya adalah 0,92 (mendekati 1) dan persentase pengaruhnya sebanyak 84,6%. Hasil kekerasan baja ST 60 adalah 190,3 HV, 201,1 HV, 202,5 HV, 209,7 HV, 217,7 HV 248,1 HV. Analisis data pada baja ST 42 menunjukan nilai signifikansinya adalah 0,2 (>0,05), nilai regresinya adalah 0,92 (mendekai 1) dan persentase pengaruhnya sebanyak 85,2%. Hasil ini menunjukan adanya peningkatan kekerasan baja mulai dari quenching dengan media pendingin bertemperatur rendah hingga bertemperatur tinggi.     Penelitian ini disarankan kepada para praktisi perlakuan panas agar ketika melakukan proses quenching dilakukan sebaiknya dipanaskan terlebih dulu sehingga menghasilkan nilai kekerasan yang meningkat. Temperatur media pendingin mengubah viskositas media pendingin. Oleh karena itu, bagi peneliti sejenis perlu adanya penelitian terkait viskositas yang menghasilkan kekerasan maksimal pada baja.

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis masalah top[ik energi, makanan dan sistem pencernaannya untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa SMP kelas VIII / Kurniati

 

Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Masalah Topik Energi, Makanan dan Sistem Pencernaannya untuk Meningkatkan Pe-nguasaan Konsep Siswa SMP Kelas VIII. Tesis, Pogram Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA SMP, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (II) Dra. Sri Rahayu, M.Ed, Ph.D. Kata Kunci: Bahan ajar, IPA Terpadu, Berbasis masalah Mata pelajaran IPA di SMP seharusnya dipelajari siswa secara terpadu, yaitu keterpaduan antara kajian biologi, fisika dan kimia. Bahan ajar terpadu dapat dikemas dengan tema atau topik yang memiliki keterkaitan konsep bidang kajian IPA yang relevan sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang utuh. Pada hakikatnya pembelajaran IPA sangat membutuhkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam memecahkan suatu masalah. Hasil observasi dan wawancara awal menunjukkan bahwa guru selama ini masih belum mengajarkan IPA secara terpadu disebabkan oleh silabus IPA belum terpadu, latar belakang pendidikan guru yang berasal dari kajian ilmu fisika dan biologi sehingga pemahaman guru terhadap kesatuan IPA belum komprehensif, serta buku pelajaran IPA yang digunakan siswa belum terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis masalah topik energi, makanan dan sistem pencernaanya yang layak dan efektif digunakan dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa pada pembelajaran IPA terpadu. Bahan ajar ini dikembangkan menggunakan langkah pengembangan dari Sukmadinata. Langkah penelitian pengembangan terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama yaitu penelitian pendahuluan terdiri dari studi kepustakaan, survai lapa¬-ngan dan penentuan spesifikasi produk. Tahap kedua yaitu pengembangan terdiri dari penyusunan produk awal atau draf 1, validasi ahli dan praktisi, revisi draf 1 menjadi draf 2, uji coba kelompok kecil, revisi draf 2 menjadi produk. Tahap ketiga pengujian yaitu me¬nerapkan bahan ajar yang dikembangkan pada uji coba lapangan terbatas. Produk hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar IPA terpadu untuk siswa dan panduan guru. Bahan ajar yang dikembangkan menyajikan masalah besar di awal sajian, masalah-masalah kecil yang menggiring siswa menjawab masalah besar di awal. Bahan ajar juga menyajikan aktivitas siswa untuk mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, penyajian gambar yang menarik dan menyediakan aktivitas Lab Mini agar siswa lebih aktif dalam belajar. Hasil validasi oleh ahli dan praktisi pada kelayakan isi dan penyajian bahan ajar adalah 3,63 dari 4,0 masuk pada kriteria sangat layak. Penguasaan konsep siswa menggunakan bahan ajar IPA terpadu lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan siswa yang tidak menggunakan bahan ajar IPA terpadu. Hasil ini menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran. Hasil angket presepsi siswa juga menunjukkan respon positif pada bahan ajar IPA yang dikembangkan.

Pengembangan detektor temperatur mesin berbasis mikrokontroler ATMEGA 16 / Ichwani Darmawan

 

Darmawan, Ichwani. 2013. Pengembangan Detektor Temperatur Mesin Berbasis Mikrokontroler ATmega16. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Sudjono, M.T. Kata Kunci: Detektor, Mikrokontroler ATmega16, Temperatur Mesin. Pentingnya mengetahui kondisi temperatur mesin dikarenakan, panas yang dihasilkan memiliki pengaruh signifikan pada kondisi kerja mesin. Dengan banyaknya panas yang diserap oleh mesin maka diperlukan detektor temperatur yang akurat guna mengetahui kondisi dan gangguan yang dialami mesin dengan cepat. Tujuan pengembangan adalah untuk mendapatkan produk yakni berupa perangkat lunak dan perangkat keras yang diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pengembangan sistem pemantau temperatur mesin berbasis mikrokontroler Atmega 16. Pengembangan produk ini mengunakan model Brog dan Gall yang termodifikasi. Tahapan-tahapan pengembangan antara lain (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) validasi ahli, (5) pengujian, dan (6) revisi produk akhir. Berdasarkan hasil penelitian produk, rata-rata validitas adalah 98,6 %. Dengan rincian 100% untuk LCD, 75% untuk sensor thermocouple, 100% untuk rangkaian alarm, dan 100% untuk MAX232. Sedangkan rata-rata hasil pengujian produk adalah 95%. Nilai-nilai tersebut mengimplikasikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kriteria sebagai instrument pengukuran. Dari hasil penelitian ini, detektor temperatur mesin berbasis mikrokontroler ATmega 16 dapat digunakan sebagai alternatif dalam sistem pendinginan mesin otomotif. Untuk mendapatkan produk yang lebih optimal penyempurnaan terhadap detektor temperatur ini perlu dilakukan pada penelitian lebih lanjut.

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis masalah tema "sport and health" untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP / Hamzah Ramdhani

 

Ramdhani, Hamzah. 2014. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Masalah Tema “Sport and Health” untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd., (II) Dra. Sri Rahayu, M.Ed, Ph.D. Kata Kunci : pengembangan bahan ajar, berbasis masalah, prestasi belajar Bahan ajar IPA Terpadu yang dikembangkan pada penelitian ini adalah bahan ajar berbasis ma¬salah. Berdasarkan analisis standar kompetensi (SK) dan kompetensi da¬sar (KD), bahan ajar di¬kembangkan dengan menggunakan webbed model. Tujuan pe¬nelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar IPA Terpadu ber¬basis masalah yang teruji efektivitasnya. Bahan ajar dikemas dalam bentuk buku teks berbasis masalah dan disusun berdasarkan karakteristik siswa. Bahan ajar digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode R & D (research and deve¬lop¬ment) ber-dasarkan Borg and Gall (1983). Produk yang dikembangkan adalah bahan ajar IPA Ter¬padu tema “Sport and Health” kelas VIII Sekolah Menengah Pertama dalam ben¬tuk buku teks. Ins¬trumen penelitian berupa angket, lembar observasi, dan tes prestasi be¬lajar. Angket terdiri atas angket analisis ketersediaan dan kebutuhan bahan ajar, ang¬ket validasi kelayakan bahan ajar dari ahli materi dan pengembangan bahan ajar, ang¬ket penilaian bahan ajar dari guru IPA, dan angket penilaian keterbacaan dan ke¬tertarikan bahan ajar dari siswa kelas IX. Hasil validasi bahan ajar dari ahli materi dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar sudah cukup valid dan penilaian dari empat guru IPA menunjukkan bahwa bahan ajar secara umum sudah baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan ha¬sil analisis keterbacaan dan ketertarikan bahan ajar oleh dua pu¬luh siswa kelas IX diperoleh hasil bahwa bahan ajar yang di-kembangkan sangat mu¬dah terbaca dan sangat menarik bagi siswa. Uji efektivitas bahan ajar dilakukan de¬ngan menggunakan desain posttest only control group. Pelaksanaan pengujian efek¬tivitas bahan ajar dilakukan selama 9 kali pertemuan dengan menggunakan me¬tode pembelajaran koo¬peratif. Hasil tes prestasi belajar setelah perlakuan me¬nunjukkan perbedaan yang signifikan an¬tara kedua kelas. Nilai rata-rata prestasi be¬lajar pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata prestasi belajar kelas kon¬trol.

Studi tentang profil Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) menjahit di Kota Malang / Baiq Winda Aristiani

 

Aristiani, Baiq Winda. 2013. Studi tentang Profil Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Menjahit di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata kunci: profil, LKP menjahit, kota Malang    Profil LKP menjahit adalah gambaran lengkap tentang LKP menjahit di Kota Malang yang telah memiliki nomor induk lembaga kursus (nilek) nasional meliputi aspek manajemen lembaga, kurikulum, sarana dan prasarana, peserta didik, personalia,kemitraan, pembiayaan, serta sistem evaluasinya. LKP menjahit merupakan salah satu program pemerintah dalam memperhatikan ketersediaan pendidikan keterampilan di bidang nonformal. Hal tersebut adalah sebagai wujud pemerintah dalam rangka menerapkan layanan pendidikan seumur hidup (long life education) bagi semua lapisan masyarakat, sebab tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal.    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui profil LKP menjahit di Kota Malang meliputi aspek manajemen lembaga, kurikulum, sarana dan prasarana, peserta didik, personalia, kemitraan, pembiayaan, dan evaluasi. Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan memberikan informasi tentang LKP menjahit di Kota Malang sehingga memudahkan masyarakat yang berminat untuk mengikuti kursus di LKP menjahit. Sebagai motivasi dan sumber inspirasi untuk siapa saja yang ingin mendirikan LKP menjahit. Sebagai bahan pengembangan pada jurusan Teknologi Industri Prodi Tata Busana khususnya untuk menghidupkan kembali lembaga kursus kampus yang dulu pernah terbentuk. Membantu Dinas Pendidikan Kota Malang, khususnya bagian Pendidikan Nonformal dan Informal yang menangani pembinaan kursus dan pelatihan untuk mendata profil terbaru dari setiap LKP menjahit yang ada di Kota Malang.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner yang diadopsi dari instrumen akreditasi 2008 dan penilaian kinerja LKP tahun 2011 yang telah dibakukan oleh Badan Akreditasi Nasional PNF serta Kementrian Pendidikan Nasional. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.    Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh enam simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, manajemen lembaga LKP menjahit di Kota Malang cukup lengkap hanya saja masih diperlukan penataan dan perbaikan sistem pada aspek administrasinya. Kedua, kurikulum yang ada sudah dijadikan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan LKP sesuai dengan UU Sisdiknas yang berlaku, namun ada satu LKP belum memiliki kurikulum yang lengkap. Ketiga, sarana dan prasarana yang ada cukup lengkap dan sesuai dengan jumlah peserta didik yang masuk pada lembaga tersebut. Keempat, personalia yang ada (pendidik, tenaga kependidikan dan pengelola kursus) sudah memenuhi kualifikasi dengan jumlah yang dirasakan cukup dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Peserta didik yang ada jumlahnya masih fluktuatif setiap tahunnya disebabkan terbatasnya minat masyarakat untuk mengikuti kursus menjahit. Adapun kemitraan dapat dikatakan sudah terjalin dengan cukup baik hanya saja ada LKP yang tidak bermitra dengan pihak DU/DI sehingga kemitraanya kurang lengkap. Kelima, pembiayaan sudah terlaksana dengan baik yang sumbernya terdiri dari dana mandiri dan ada pula dari BOP. Alokasi pembiayaan pada LKP untuk biaya operasional berkisar antara 40-75% dan 25-60% untuk biaya personal. Pengaturan anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing LKP tanpa patokan tertentu dari pihak Dinas. Keenam, sistem evaluasi cukup lengkap dan sesuai dengan teori yang ada, namun ditemukan bahwa tidak semua peserta didik LKP yang mengikuti uji kompetensi disebabkan keterbatasan dana dan kesadaran dari peserta didik.

Pengembangan bahan ajar berbasis pemecahan masalah dan komunikasi matematis pada materi sistem persamnaan linier du variabel untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jerowaru Kabupaten Lombok Timur / Alep

 

Alep. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jerowaru. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. (II) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A. Kata kunci: bahan ajar, pemecahan masalah, komunikasi matematis.    Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya diawali dengan pengenalan masalah yang sesuai. Dengan pengenalan masalah siswa dibimbing untuk memahami konsep matematika.    Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sangat ditentukan oleh kemampuan komunikasi. Siswa yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan memiliki kemampuan untuk menyajikan masalah dengan lebih sederhana, mengaitkan konsep-konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah serta dapat memberikan argumen terhadap keputusan-keputusan yang dipilih dalam proses penyelesaian masalah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu upaya yang dapat memfasilitasi siswa agar dapat mengembangkan kedua kemampuan tersebut. Salah satu upaya yang dimaksud adalah mengembangkan bahan ajar berbasis pemecahan masalah dan komunikasi matematis.    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang valid, praktis dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) di SMP Negeri 2 Jerowaru.    Model penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah model penelitian 4D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Tetapi penelitian ini hanya sampai pada tahap develop. Tahap Define dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan yang ada di lapangan untuk membantu pengembangan. Kemudian dilanjutkan dengan pendefinisian produk yang dikembangkan, yaitu lembar kerja siswa (LKS). Tahap Design dilakukan dengan merancang bentuk dasar dari produk yang akan dikembangkan. Sedangkan tahap develop dilakukan dengan validasi dan uji coba produk untuk memperoleh produk yang valid, praktis, dan efektif.    Hasil validasi dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan valid, praktis dan efektif, sehingga LKS yang dihasilkan dapat digunakan di SMP Negeri 2 Jerowaru dalam pembelajaran SPLDV di kelas VIII.    

Cara belajar mahasiswa dalam menempuh perancangan gedung 1 yang selesai satu semester pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang / Christiawan Nur Hadi Sisworo

 

Sisworo, Christiawan Nur Hadi. 2013. Cara Belajar Mahasiswa Dalam Menempuh Perancangan Gedung 1 yang Selesai Satu Semester Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T. (II) Drs. N. Bambang Revantoro, S.T., M.T. Kata kunci: cara belajar mahasiswa, strategi belajar, perancangan gedung 1 Dalam kegiatan belajar banyak faktor yang mempengaruhi cara belajar mahasiswa dalam menempuh Perancangan Gedung 1 yang selesai satu semester. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui cara belajar mahasiswa dalam menempuh matakuliah perancangan gedung 1 yang selesai dalam satu semester, (2) Mengetahui strategi belajar mahasiswa dalam menempuh matakuliah perancangan gedung 1 yang selesai dalam satu semester, serta (3) Mengetahui matakuliah prasyarat yang paling berpengaruh dalam menempuh matakuliah perancangan gedung 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan data yang diperoleh dari menyebarkan angket/kuisoner. Populasi penelitian adalah mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang angkatan 2009 dan angkatan 2010 . Populasi dalam penelitian ini sebanyak 59 mahasiswa angkatan 2009 dan angkatan 2010. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 17.00 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) cara belajar dengan mengikuti bimbingan belajar sangat mendukung bagi mahasiswa dalam menyelesaikan matakuliah PG1, (2) strategi belajar dengan penguasaan software gambar Auto Cad mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan matakuliah PG1, suasana tempat belajar mendukung dalam menyelesaikan matakuliah PG1 dan merencanakan pekerjaan mendukung responden dalam menyelesaikan matakuliah PG1, (3) pemahaman mata kuliah Teknik Pondasi mendukung responden dalam menyelesaikan matakuliah Perencanaan Gedung 1. Adapun saran yang dapat diberikan diantaranya: (1) Sebaiknya pertemuan matakuliah Perancangan Gedung 1 di optimalkan, maka mahasiswa dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik., (2) Mahasiswa yang akan memprogram Perancangan Gedung 1 disarankan menguasai matakuliah menggambar teknik 2, jika menguasai menggambar teknik 2 mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menggambar gambar kerja menggunakan software Auto Cad., (3) Mahasiswa yang akan memprogram Perancangan Gedung 1 disarankan menguasai matakuliah Teknik Pondasi, karena matakuliah ini merupakan matakuliah yang penting dalam menyelesaikan Perancangan Gedung 1.

Penggunaan kemasan minuman melalui joyful learning untuk memahamkan siswa bangun ruang sisi datar di kelas VIII-A SMP Negeri 2 Sikur Lombok Timur / Muhamad Kamharudin

 

Kamharudin, Muhamad. 2014. Penggunaan Kemasan Minuman Melalui Joyful Learning Untuk Memahamkan Siswa Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII-A SMP Negeri 2 Sikur Kabupaten Lombok Timur. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Dra. Santi Irawati, M,Si, Ph.D. Kata kunci: Kemasan Minuman, Joyful Learning, Bangun Ruang Sisi Datar. Pembelajaran matematika yang dilaksanakan selama ini umumnya pembelajaran konvensional, dimana siswa tidak bebas mengeluarkan ide-idenya karena pembelajaran didominasi oleh guru dan menyelesaikan masalah secara prosedural. Akibatnya pemahaman siswa terhadap suatu konsep dan penerapannnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran melalui joyful learning menggunakan kemasan minuman yang dapat memahamkan siswa tentang materi kubus dan balok di kelas VIII-A SMP Negeri 2 Sikur Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian meliputi: (1) pengamatan terhadap proses pembelajaran, (2) tes kompetensi siswa untuk aspek pemahaman dan aplikasi, dan (3) respon siswa terhadap proses pembelajaran metode joyful learning. Berdasarkan pengamatan selama penelitian ditemukan bahwa siswa merasa senang belajar melalui metode joyful learning. Hal ini ditunjukkan dengan motivasi, aktivitas dan sikap antusias siswa dalam menemukan konsep-konsep dan membuat strategi-strategi penyelesaian tentang kubus dan balok menggunakan kemasan minuman. Selanjutnya dari hasil belajar siswa yang diukur melalui tes setiap akhir tindakan telah menunjukkan bahwa siswa telah memahami materi dengan baik. Pada siklus I diperoleh hasil ketuntasan siswa dalam pembelajaran kubus dan balok adalah 84,85%. Sedangkan pada siklus II mencapai 90,91%. Dengan demikian terjadi peningkatan terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,06%. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan pembelajaran sebagai berikut. (1) menjadikan pembelajaran menyenangkan (joyful learning) sebagai salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan. (2) untuk kelancaran proses pembelajaran sebaiknya dibentuk kelompok kecil yang heterogen dengan anggota 4-5 siswa. (3) membantu siswa dalam belajar menggunakan media atau alat peraga, seperti penggunaan kemasan minuman memungkinkan siswa terlibat secara fisik dan mental sehingga dapat menjadikan siswa lebih cepat memahami konsep matematika dengan baik. (4) penyusunan LKS harus secara cermat dan hati-hati. Sebaiknya LKS hanya memuat secara garis besar saja dan tidak terlalu menuntun langkah yang harus dilakukan siswa. (5) bagi para peneliti yang menginginkan penelitian yang serupa, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Sehingga diperoleh gambaran lebih lanjut mengenai efektifitas pembelajaran melalui joyful learning.

Perbedaan hasil belajar menggunakan media internet dan metode penugasan dengan makalah pada materi sistem hidrolik siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Erik Wahyu Meswantoro

 

Meswantoro, Erik Wahyu. 2013. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Media Internet Dan Metode Penugasan Dengan MakalahPada Materi Sistem Hidrolik Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. Paryono, S.T, M.T. Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran, Media Internet, Metode Penugasan Dua unsur yang sangat penting dalam proses pembelajaran yaitu metode mengajar dan penggunaan media. Penggunaan media internet dalam pembelajaran merupakan salah satu jenis media yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungkan computer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Selain media internet, pemilihan metode pembelajaran juga sangat penting untuk dipertimbangkan oleh guru karena metode pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam mempelajari materi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pemberian tugas Penelitian ini bertujuan untuk(1) mendapatkan data hasil belajar siswa kelas X yang diajar menggunakan media internet (2) mendapatkan data hasil belajar siswa kelas X yang diajar menggunakan metode penugasan,serta (3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang diajar menggunakan media internet dengan menggunakan metode penugasan pada materi sistem hidrolik di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini adalah jenis eksperimen yang menggunakan Posttest Only Control Groub Design. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan media internet (X1) dan pembelajaran menggunakan metode penugasan (X2). Sedangkan variabel terikat dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa (Y). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 276 siswa. Sampel yang diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X TKR 2 dan X TKR 3 dengan total sampel 60 siswa. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis oleh peneliti menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa kelas internet kurang memberikan hasil yang maksimal dengan perolehan rata-rata kelas internet yang hanya mencapai nilai 63 dengan 17 siswa atau sebesar 56,67% dari jumlah siswa belum tuntas. (2) Hasil belajar siswa kelas penugasan memberikan hasil yang cukup maksimal dengan perolehan nilai rata-rata kelas penugasan mencapai nilai 69 dengan 8 siswa atau sebesar 26,67% dari jumlah siswa belum tuntas. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang diajar dengan menggunakan pembelajaran menggunakan media internet dengan yang diajar menggunakan metode penugasan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut saran yang ditunjukkan kepada: (1) bagi lembaga pendidikan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan; (2) bagi guru agar menjadi tambahan penggunaan metode pembelajaran dalam kelas (3) bagi peneliti selanjutnya agar lebih mengembangkan lagi penelitian ini.

Pengembangan modul pembelajaran segitiga dengan pendekatan kontekstual pada siswa SMP kelas VII / Yapi Jowa Rauta

 

Rauta, Yapi J., 2014, Pengembangan Modul Pembelajaran Segitiga dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa SMP Kelas VII. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana (S2) Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Mulyati, M.Pd., (2) Dra. Santi Irawati, M.Si., Ph.D Kata Kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran Segitiga, Pendekatan Kontekstual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma pembelajaran dari paham behaviorisme ke paham konstruktivisme yang mengharapkan siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki dan dapat mengaitkannya dengan kehidupannya sehari-hari. Sehingga perlu dirancang suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan guru hanya berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu produk berupa modul pembelajaran segitiga dengan pendekatan kontekstual pada siswa SMP kelas VII yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas VII A SMPK Mardi Wiyata Malang. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, lembar penilaian praktisi, lembar observasi keterlaksanaan, angket respon siswa, dan tes. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi: modul pembelajaran segitiga dan panduan guru yang dilengkapi dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kualitas perangkat pembelajaran ditinjau dari tiga aspek, yaitu uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Validitas perangkat pembelajaran ditentukan berdasarkan pendapat ahli, kepraktisan ditentukan berdasarkan penilaian praktisi dan observasi keterlaksanaan, sedangkan keefektifan ditentukan berdasarkan hasil belajar siswa dan respon siswa. Pengembangan produk ini mengikuti prosedur pengembangan model four-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk dalam Hobri (2010:12-16). Model pengembangan ini meliputi 4 (empat) tahap, yaitu : (1) tahap pendefinisian (define); (2) tahap perancangan (design); (3) tahap pengembangan (develop); dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Karakteristik modul yang dikembangkan dengan mempertimbangkan 3 (tiga) komponen dari 8 (delapan) komponen pembelajaran kontekstual menurut Jhonson (2002:24), yaitu: (1) making meaningful connections (membuat keterkaitan-keterkaitan bermakna), (2) doing signifikant work (melakukan pekerjaan berarti), dan (3) self regulated learnig (pembelajaran mandiri). Data hasil uji lapangan terhadap produk pengembangan dianalisis untuk menentukan kualitas produk, yaitu tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk. Uji kevalidan terhadap modul, panduan guru, dan RPP masing-masing diperoleh nilai berturut-turut Va1 = 3,28, Va2 = 3,29, dan Va3 = 3,29 dengan kualifikasi valid. Sedangkan uji kepraktisan berdasarkan penilaian praktisi terhadap modul diperoleh nilai IP1 = 3,88 dengan kualifikasi tinggi, untuk panduan guru diperoleh nilai IP2 = 4 dengan kualifikasi sangat tinggi, dan untuk RPP diperoleh nilai IP3 = 4 dengan kualifikasi sangat tinggi. Uji kepraktisan berdasarkan observasi keterlaksanaan diperoleh IO = 3,375 dengan kualifikasi tinggi. Uji keefektifan berdasarkan respon siswa diperoleh RS = 3,4 dengan kualifikasi positif. Sedangkan uji keefektifan berdasarkan persentasi ketuntasan siswa secara klasikal diperoleh bahwa 85,36 % siswa dinyatakan tuntas. Dengan demikian produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran dan panduan guru yang dilengkapi RPP dikatakan valid, praktis, dan efektif. Saran untuk pemanfaatan dan pengembangan produk lebih lanjut, yaitu: (1) Modul pembelajaran ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu-satunya sumber belajar dalam pembelajaran segitiga pada siswa SMP kelas VII, (2) Modul ini dikembangkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan siswa SMPK Mardi Wiyata Malang sehingga bila digunakan pada siswa lain diperlukan penyesuaian seperlunya, (3) Untuk pengembangan lebih lanjut, modul pembelajaran sebaiknya dikembangkan juga untuk materi matematika lainnya bahkan jika memungkinkan juga untuk mata pelajaran lainnya.

Pengembangan multimedia interaktif dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas IV SDN percobaan 1 Malang / Ismiatul Fadillah

 

ABSTRAK Fadillah, Ismiatul. 2013. Pengembangan Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas IV SDN Percobaan Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. DediKuswandi, M.Pd, (II) Henry Prahardiono, S.Si., M.Pd, Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, matapelajaranbahasainggris      Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Produk modul multimedia interaktif ini dikembangkan dan diuji di SDN Percobaan Malang pada standar kompetensi memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.      Tujuan penelitian ini adalah: menghasilkan produk. Produk berupa modul multimedia interaktif pelajaran bahasa inggris kelas IV semester II materi pokok animal. Selain itu juga menguji keefektifan serta kevalidan produk yang telah dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model William W.Leedan Diana L.Owens yang terdiri dari empat tahapan: (1) analisis dan penilaian, (2) desain, (3) pengembangan dan implementasi, (4) evaluasi. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada satu satu ahli media, satu ahli materi, uji coba kelompok kecil dengan 10 orang siswa dan uji lapangan dengan 32 orang siswa.     Hasil validasi isi terhadap kelayakan modul multimedia interaktif ini menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan skor dari validasi ahli media 73%, validasi ahli materi 81,6%, uji dan uji coba kelompok kecil 93,5%, uji lapangan 95,9 %. Hasil pengembangan modul pembelajaran telah direvisi meliputi : (1) navigasi yang terdapat di media sudhdisesuaikan, (2) mengubah suara narrator menjadi lebih jelas.            

Efektivitas teknik modelling simbolis untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMAN 1 Plemahan Kabupaten Kediri / Dasita Nurfiria

 

Nurfiria, Dasita. 2013. Efektivitas Teknik Modelling Simbolis untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa SMA N 1 Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M. Si., (II) Arbin Janu Setyowati, S. Pd, M. Pd. Kata kunci: Penerimaan Diri, Modelling Simbolis, Siswa SMA Remaja membutuhkan kemampuan untuk dapat menerima dirinya. Hal ini karena penerimaan diri dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku mereka dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, penerimaan diri juga merupakan elemen penting bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri. Masalah yang sering muncul pada masa remaja adalah masih banyaknya remaja yang kurang bisa menerima kondisi diri sendiri. Dampak yang dapat ditimbulkan adalah siswa akan menarik diri dari lingkungan. Hal ini berdampak pula pada proses belajar dan hasil belajar siswa. Prestasi yang diperoleh kurang maksimal karena siswa akan selalu diliputi rasa cemas, gelisah, serta rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modelling simbolis dalam meningkatkan penerimaan diri bagi siswa SMA N 1 Plemahan kabupaten Kediri. Modelling simbolis adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling dengan menggunakan slide atau film sebagai media untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini, teknik modelling simbolis menggunakan tayangan film untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMA. Rancangan penelitian adalah eksperimen semu, dengan one group pre test, post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Plemahan dengan tingkat penerimaan diri sedang. Jumlah subyek yang diambil sebanyak 5 orang siswa. Data yang diperoleh melalui subjek, menggunakan instrumen penerimaan diri yang telah diuji validitasnya dengan menggunakan analisis butir dan uji reliabilitas, sehingga didapatkan r alpha lebih besar daripada r table dengan tingkat reliabilitas 0,936 yang berarti reliabel atau dapat dipercaya. Hasil penelitian adalah: (1) penerimaan diri siswa sebelum pemberian treatment berada pada kategori sedang, nilai mean pre test sebesar 101,2 ; (2) penerimaan diri siswa setelah pemberian treatment berada pada kategori tinggi, nilai mean post test sebesar 135,8 ; (3) Melalui hasil uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dihasilkan nilai Zhitung sebesar -2,060 dengan signifikansi 0,039. Oleh karena signifikansi Zhitung sebesar 0,039 (sig < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik konseling modelling simbolis efektif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Atas dasar hasil penelitian, penulis mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) konselor dapat menggunakan teknik modelling simbolis sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Atas; (2) diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen, sehingga efektivitas modelling simbolis lebih meyakinkan.

Penggunaan teknik homeroom untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa kelas XI RPL-4 SMK Negeri 5 Malang / Aliefia Kristanti

 

Kristanti, Aliefia.2014. Penggunaan Teknik Homeroom dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi Siswa Kelas XI RPL-4 SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd Kata Kunci: keterampilan komunikasi antarpribadi, homeroom    Keterampilan komunikasi antarpribadi dibutuhkan oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memasuki dunia kerja. Komunikasi yang baik di lingkungan kerja akan membuat siswa dapat beradaptasi dengan baik dan membuka kemungkinan untuk promosi jabatan. Keterampilan komunikasi yang baik juga akan membantu siswa untuk dapat memahami diri sendiri dan lingkungan dengan lebih baik. Namun, dengan semakin majunya teknologi komunikasi, kegiatan diskusi dan pembicaraan tatap muka menjadi kurang diminati siswa. Hal ini juga yang menjadi penyebab berkurangnya pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Maka dari itu, diperlukan kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa.    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dua hal, yang pertama adalah mengenai penggunaan teknik homeroom sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa, yang kedua adalah mengenai peningkatan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa.    Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Empat tahapan yang dilalui peneliti, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 orang siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)-4 SMK Negeri 5 Malang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar pengamatan/ observasi dan pedoman wawancara/ interviu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik homeroom dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas XI RPL-4 SMK Negeri 5 Malang. Hal ini didukung oleh hasil perbandingan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa pada kedua siklus. Data tersubut juka diperkuat oleh hasil wawancara dengan konselor yang menunjukkan peningkatan ketertiban siswa di kelas.    Berdasarkan hasil penelitian diharapkan adanya keberlanjutan dan pengembangan oleh peneliti selanjutnya. Hal ini disebabkan banyaknya keuntungan dari pelaksanaan homeroom, serta masih belum banyaknya penelitian yang membahas mengenai teknik homeroom. Dari pihak sekolah pun, penelitian ini hendaknya diterapkan sebagai salah satu program rutin. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi, komunikasi tatap muka cenderung ditinggalkan. Melalui homeroom, siswa dan guru dapat menjalin hubungan yang lebih baik. masalah waktu dan temapat pelaksanaan yang selama ini menjadi kendala, juga dapat menjadi pertimbangan bagi sekolah maupun peneliti selanjutnya untuk dicari pemecahannya bersama. Namun, diperlukan peningkatan keterampilan komunikasi dari konselor agar hasilnya lebih maksimal.

Pengaruh kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar dalam mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2013/2014 / Mohammad Bastomi A.R.

 

Romadhon, Mohammad Bastomi Attaj’ri. 2013. Pengaruh Kecerdasan Spiritual Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aniek Indrawati, S.Si, M.M, (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata kunci: kecerdasan spiritual, kebiasaan belajar, prestasi belajar    Prestasi belajar yang berdasarkan IQ sering kali menjadi tolak ukur siswa dalam mencapai nilai, akan tetapi teori tersebut telah tergeser karena kemampuan siswa tidak terpaku pada IQ melainkan ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti kecerdasan spiritual. Dengan adanya kecerdasan spiritual ini, maka pondasi siswa akan kuat dengan karena mengacu pada nilai-nilai agama untuk mencapai hasil maksimal. Hal tersebut juga didukung oleh kebiasaan belajar yang baik, karena dengan kebiasaan yang baik, maka siswa akan mengingat apa yang telah dipelajari.    Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) kecerdasan spiritual, kebiasaan belajar, dan prestasi belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2, (2) pengaruh antara kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar terhadap prestasi siswa kelas XI SMK PGRI 2, baik secara parsial dan simultan.    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2013/2014 dengan sampel penelitian sebanyak 123 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang adalah cukup baik, hal ini dapat dilihat bahwa nilai jawaban responden untuk kecerdasan spiritual 3,7205 dan kebiasaan belajar 3,6148, dimana nilai tersebut di bawah angka 4,0, (2) prestasi belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang adalah kurang baik, hal ini dpat dilihat bahwa nilai prestasi belajar responden adalah 65, dimana nilai tersebut kurang dari KKM, yaitu 75, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menunjukkan besarnya pengaruh kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar adalah sebesar 83,4% dan sisanya 16,6% ditentukan oleh variabel lain di luar penelitian.    Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru mata pelajaran kewirausahaan, orang tua dan siswa supaya membina, membimbing, mengawasi, mengarahkan dan meningkatkan kecerdasan spiritual dan kebiasaan belajar siswa agar nantinya dapat berdampak pada prestasi belajar.

Peningkatan kemampuan membuat kalimat tanya melalui model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas II SDN Sukoanyar 01 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang / Martha Wijayaningtyas

 

Wijayaningtyas, Martha. 2013. Peningkatan Kemampuan Membuat Kalimat Tanya melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing pada Siswa Kelas II SDN Sukoanyar 01 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi Program S1 PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Rumidjan M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S. Pd, M.Pd Kata Kunci: kalimat tanya, model pembelajaran snowball throwing Membuat kalimat tanya merupakan salah satu kemampuan yang penting selain kemampuan menjawab pertanyaan. Dengan kemampuan membuat kalimat tanya maka siswa akan aktif dalam pembelajaran, siswa memiliki rasa ingin tahu dan berani mengungkapkan gagasannya dalam bentuk pertanyaaan untuk menggali informasi lebih banyak. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SDN Sukoanyar 01 Wajak Kabupaten Malang ditemukan banyak siswa kesulitan dalam membuat kalimat tanya. Hal ini disebabkan karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan pembelajaran masih bersifat satu arah. Tujuan penelitian ini, antara lain: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran model snowball throwing dalam meningkatkan kemampuan membuat kalimat tanya siswa kelas II SDN Sukoanyar 01 Wajak Kabupaten Malang, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membuat kalimat tanya dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas II SDN Sukoanyar 01 Wajak Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Sukoanyar 01 Wajak Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam membuat kalimat tanya dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing tiap siklus. Untuk keaktifan siswa pada siklus I 65, dan siklus II 75. Pada siklus II siswa aktif dalam kegiatan diskusi dan telah memahami kegiatan snowball throwing. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan kemampuan rata-rata siswa dalam membuat kalimat tanya pada pra tindakan memperoleh nilai 48, siklus I memperoleh nilai 64 dan siswa masih kesulitan dalam membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya mengapa. Dan siklus II memperoleh nilai 80,8. Pada siklus II siswa telah mampu memilih kata tanya yang tepat dan membuat kalimat tanya yang sesuai dengan cerita, selain itu kata tanya yang digunakan beragam seperti kata tanya mengapa dan bagaimana. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan kemampuan dalam membuat kalimat tanya pada siswa kelas II SDN Sukoanyar 01 Wajak Kabupaten Malang. Hal-hal yang disarankan, antara lain: (1) guru hendaknya menggunakan model pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran kalimat tanya, (2) guru hendaknya memperhatikan keberagaman kata tanya yang digunakan siswa dalam membuat kalimat tanya agar informasi yang digali lebih banyak selain itu dalam pengelolaan kelas guru juga harus memperhatikan agar siswa tidak gaduh sehingga hasil belajar siswa dapat optimal.

Penggunaan kartu bilangan untuk meningkatkan keterampilan siswa tentang perkalian bilangan bulat melalui metode kooperatif STAD di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang / Tatik Retno Murniasih

 

Murniasih, Tatik Retno, 2013, Penggunaan Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Tentang Perkalian Bilangan Bulat melalui Metode Kooperatif STAD di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang. Tesis. Program StudiPendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M,Sc, (II) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Keterampilan, Kartu Bilangan, Perkalian Bilangan Bulat Perkalian bilangan bulat mempunyai peranan penting dalam bidang matematika dan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan dalam perkalian bilangan bulat diperlukan agar siswa dapat dengan cepat, benar dan tepat dalam menyelesaikan perkalian bilangan bulat. Agar keterampilan mengalikan bilangan bulat dapat ditingkatkan diperlukan pembelajaran yang menggunakan media berupa kartu bilangan untuk membangun keterampilan siswa terhadap perkalian bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan kartu bilangan untuk meningkatkanan keterampilan siswa tentang perkalian bilangan bulat di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII sebanyak 16 siswa. Subjek wawancara 4 siswa yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang dan 1 siswa berkemampuan rendah. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan hasil rata-rata kuis dan tes akhir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) pembelajaran menggunakan kartu bilangan dapat meningkatkan keterampilan siswa tentang perkalian bilangan bulat dengan ciri-ciri tertentu, 2) respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan kartu bilangan pada materi perkalian bilangan bulat adalah positif.     Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam dua tindakan. Hasil penelitian menunjukkan persentase nilai rata-rata hasil observasi pembelajaran tindakan I sebesar 80% dan pada tindakan II sebesar 88%. Hasil penyelesaian LKS kelompok pada tindakan I sebesar 81% dan meningkat menjadi 88% pada tindakan II. Berdasarkan rata-rata kuis dan tes akhir maka: a) siswa yang sudah mencapai KKM sebesar 88% pada tindakan I dan meningkat menjadi 94% pada tindakan II, b) siswa yang mencapai kategori minimal cukup terampil pada tindakan I sebesar 63% dan meningkat menjadi 81% pada tindakan II.

Studi pola distribusi polychaeta di muara sungai Lawean kawasan pantai Ujung Pangkah Kulon Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik / Jeffrey Long Hendrikus

 

Hendrikus, Jeffrey Long. 2012. Studi Pola Distribusi Polychaeta Di Muara Sungai Lawean, Kawasan Pantai Ujung Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S (II) Drs. Agus Dharmawan M.Si Kata Kunci: Distribusi, Polychaeta, Redundancy Analysis Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui komposisi taksa polyhaeta, pola sebaran internalnya, dan hubungannya faktor lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan bertempat di Muara Sungai Lawean, Kawasan Pantai Ujung Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Metode sampling yang digunakan adalah teknik transek kuadrat linier. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menentukan garis transek sebanyak 10 transek dengan jarak 50 m dan 5 plot dengan jarak 20 m. Setiap plot berukuran 1 m2 dengan kedalaman 30 cm. Lumpur di setiap plot disaring dengan mesh 0,5 mikron dan dilanjutkan identifikasi Polychaeta dengan bantuan mikroskop stereo hingga tingkat taksa. Faktor lingkungan yang diukur meliputi salinitas, pH dan suhu. Data jumlah kepadatan kemudian dianalisis dengan uji varian untuk mengetahui pola distribusi internal polychaeta. Hubungan kepadatan taksa polychaeta dengan faktor abiotik dianalisis dengan menggunakan analisis Biplot Redundancy Analysis (RDA). Dari hasil penelitian, ditemukan empat familia Polychaeta yaitu Nereidae, Phyllodocidae, Lumbrineridae, dan Eunicidae. Pola distribusi internal untuk keempat familia polychaeta adalah merata. Diketahui juga faktor lingkungan pH berpengaruh signifikan terhadap kepadatan taksa polychaeta. pH juga memiliki korelasi sangat kuat dengan kepadatan familia Lumbrineridae, korelasi kuat dengan kepadatan familia Phyllodocidae dan familia Eunicidae, dan korelasi cukup kuat dengan kepadatan taksa Nereidae.

Pengembangan media monopoli biologi pada sub materi rangka untuk menunjang motivasi peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang / Bulan Permitasari Santina Putri

 

Permitasari S.P, Bulan. 2013. Pengembangan Media Monopoli Biologi Pada Sub Materi Rangka untuk Menunjang Motivasi Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S (II) Dra. Susilowati, M.S.      Kata Kunci: permainan monopoli, rangka, validasi, uji coba          Media sangat penting dalam pembelajaran. Salah satu media pembelajaran adalah monopoli biologi. Setelah dilakukan observasi di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang, diketahui bahwa terdapat 20% peserta didik dengan hasil belajar di bawah KKM untuk materi sistem gerak manusia yang di dalamnya terdapat sub materi rangka. Permasalahan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu: karakteristik materi yang bersifat hafalan, motivasi peserta didik yang rendah, model pembelajaran yang kurang tepat dengan karakter materi, dan media pembelajaran yang terbatas. Oleh karena itu, dikembangkan media monopoli biologi yang divalidasi oleh validator untuk mengetahui kelayakannya sebelum digunakan oleh peserta didik.     Model pengembangan media yang digunakan adalah model pengembangan Thiagarajan. Ada empat tahap dalam model pengembangan ini yaitu: define, design, develop, dan disseminate, tetapi dalam penelitian ini hanya terbatas hingga tahap ketiga. Tahap define meliputi front-end analysis, leaner analysis, task analysis, concept analysis, dan specifying instructional. Tahap design meliputi constructing criterion-referenced tests, media selection, format selection, dan initial design. Sementara itu, tahap develop meliputi expert appraisal dan developmental testing.     Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan diperoleh rata-rata persentase 96%. Hasil validasi ini menunjukkan bahwa media monopoli biologi yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran. Motivasi peserta didik cukup baik selama pembelajaran berlangsung. Hal ini diketahui dari hasil observasi langsung dan angket yang diisi peserta didik. Berdasarkan hasil uji coba peserta didik diperoleh nilai motivasi sebesar 86,15. Ini termasuk kategori A ditinjau dengan pedoman penilaian acuan patokan Universitas Negeri Malang. Motivasi peserta didik yang baik ini menunjukkan bahwa media monopoli biologi dapat menunjang kegiatan pembelajaran.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada materi petidaksamaan linear satu variabel untuk siswa SMP kelas VII / Lusiana Mahwil

 

Mahwil Lusiana, 2014. Pengembangan Lembar Kerja Siswa ( LKS ) Pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Matematika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Susy Kuspambudi A., M. Kom Kata Kunci : Lembar Kerja Siswa, Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu bentuk perangkat pembelajaran bagi peserta didik untuk mendukung berlangsungnya proses belajar secara mandiri, baik secara individu maupun kelompok.      LKS adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik dimana tugas-tugas tesebut menuntun siswa menambah informasi tentang konsep suatu materi. Selain itu LKS juga berguna sebagai penunjang pelaksanaan RPP.     LKS berupa lembaran kerja siswa yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat baik digunakan untuk keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan. Dalam proses pembelajaran matematika, Lembar Kerja Siswa bertujuan untuk menemukan konsep atau prinsip dan aplikasi konsep atau prinsip

Pengembangan modul pembelajaran berbasis masalah untuk siswa SMP kelas VII yang mengacu pada kemampuan komunikasi matematika tentang pokok bahasan himpunan / Mihel Gelandjidjinay

 

Galandjindjinay, Mihel. 2003. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Siswa SMP Kelas VII Yang Mengacu Pada Kemampuan Komunikasi Matematika Tentang Pokok Bahasan Himpunan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matemaika FMIPA Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Eddy Budiono, M.Pd. Kata Kunci: modul berbasis masalah, untuk kemampuan, komunikasi Pokok bahasan himpunan Perkembangan ilmu pengetahuan, teknolgi dan informasi yang semakin pesat menurut adanya perubahan dan perkembangan di segala bidang termasuk dalam dunia pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk meggunakan berbagai macam stategi pembelajaran yang mengaktifkan interaksi antar guru dan siswa, siswa dengan siswa, serta siswa dengan lingkunganya. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tesebut adalah model pembelajaran berbasis masalah yaitu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran. Dalam memahami konsep himpunan kelasVII SMP Lab Negeri Malang pada materi irisan dari himpunan A dan himpunan B adalah himpunan yang anggotanya merupakan himpunan A sekaligus anggota himpunan B. proses Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan orientasi siswa kepada masalah, selanjutnya guru mengorganisasi siswa untuk belajar dan membimbing dalam menyelidiki individual maupun kelompok kemudian diakhiri dengan penyajian hasil karya dan evaluasi serta refleksi.

Pengembangan blended learning berbasis website dengan materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP / Fitria Ayu Wulansari

 

Wulansari, Fitria Ayu. 2013. Pengembangan Blended Learning Berbasis Website dengan Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Mimiep Setyowati Madja, M. Kom, (II) Mohamad Yasin, S. Kom, M. Kom. Kata kunci: Blended Learning, Website, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Kelas IX Dunia pendidikan pada saat ini telah berada pada abad pengetahuan (abad 21), yaitu abad yang berbasis TI (Teknologi dan Informasi). Salah satu unsur pembelajaran abad 21 yaitu menekankan pada pengembangan keterampilan belajar. Pengembangan keterampilan terkait informasi dan komunikasi salah satunya dapat guru ciptakan dengan mengembangkan pembelajaran berbasis blended learning. Blended learning adalah pembelajaran yang memadukan pembelajaran tatap muka dan online. Salah satu cara melakukan pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan website. Pembelajaran dengan menggunakan website dengan materi bangun ruang sisi lengkung dapat membantu guru dalam penyampaian materi sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Materi yang sulit dipahami akan menjadi mudah untuk dipahami dan suasana belajar yang menegangkan akan menjadi menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan blended larning berbasis website dengan materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP. Pengembangan blended learning berbasis website dengan materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP menggunakan perangkat Learning Management System (LMS) open source moodle versi 2.2. Materi bangun ruang sisi lengkung ditampilkan dalam bentuk web page. Selain itu website yang digunakan dalam blended learning ini juga dilengkapi dengan gambar dan video yang dapat menunjang pembelajaran. Aktifitas yang dapat digunakan pada website adalah forum diskusi dan chat room yang dapat melatih siswa menyampaikan ide/ pendapat dan menanyakan hal yang belum dipahami, sehingga dapat mengatasi permasalahan siswa dalam berkomunikasi dengan guru maupun antar siswa. Selain itu juga ada kuis dan latihan soal yang dapat membantu guru dalam mengukur pemahaman siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan Thiagarajan (4D) yang terdiri dari: define, design, develop, dan dissiminate, tetapi tanpa tahap dissiminate. Subyek uji coba terdiri dari validator ahli materi, ahli media, dan 9 responden uji coba. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert. Data hasil uji coba terdiri dari data kuantitatif yang diperoleh dari skor angket dan data kualitatif berupa kritik dan saran. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik analisis persentase, sedangkan data kualitatif dipertimbangkan untuk merevisi produk. Hasil validasi blended learning berbasis website dengan materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP dari ahli materi menyatakan tingkat kelayakan dengan persentase 97,5% dan ahli media menyatakan tingkat kelayakan dengan persentase 86,9%. Sedangkan dari responden uji coba menyatakan tingkat kelayakan dengan persentase 96,2%. Berdasarkan hasil angket validasi tersebut dapat dikatakan bahwa blended learning berbasis website dengan materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP termasuk kriteria valid/ layak sehingga sesuai jika digunakan dalam pembelajaran matematika.

Analisis perbedaan kinerja perusahaan dan kualitas implementasi corporate governance pada perusahaan yang menerapkan ESOP dan perusahaan yang tidak menerapkan ESOP (studi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012) / Wayaniar Rahmadani

 

Rahmadani, Wayaniar. 2013. Analisis Perbedaan Kinerja Perusahaan dan Kualitas Iplementasi Corporate Governance pada Perusahaan yang Menerapkan ESOP dan Perusahaan yang Tidak Menerapkan ESOP (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd, M.Si.Ak, (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed Kata Kunci : ESOP, kualitas implementasi, corporate governance, kinerja keuangan, kinerja pasar      Kenyataanya, seringkali ditemukan perbedaan kepentingan antara manajemen sebagai agen dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham sebagai prinsipal. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya preferensi tujuan kerja dan risiko yang berbeda dari agen dan prinsipal Perbedaan ini dikenal dengan agency problem. Banyak inovasi yang dilakukan dalam bisnis yang dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mengurangi masalah keagenan. Salah satunya adalah dengan menerapkan Employee Stock Ownership Program (ESOP). Prinsip-prinsip dalam penerapan ESOP yang didasarkan pada teori keagenan dapat digunakan sebagai alat kontrol manajemen serta sebagai solusi untuk mengatasi konflik kepentingan antara agent dan principal.     Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris adanya perbeaan kinerja perusahaan dan kualitas implementasi corporate governance perusahaan yang menerapkan dan tidak menerapkan ESOP. Kinerja perusahaan diukur menggunakan rasio keuangan yaitu ROA dan ROE serta menggunakan rasio pasar yaitu EPS dan PER. Faktor kepemilikan saham karyawan sangat diperlukan bagi perusahaan untuk mengurangi adanya masalah keagenan dan nantinya akan meningkatkan kinerja perusahaan dan kualitas implementasi corporate governance. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 sedangkan pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga sampel yang digunakan terdiri dari 5 perusahaan yang menerapkan ESOP dan 5 perusahaan yang tidak menerapkan ESOP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uju beda rata-rata untuk membandingkan kedua kelompok populasi.     Hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan ROA, ROE, EPS, PER dan kualitas implementasi corporate governance pada perusahaan yang menerapkan ESOP dan perusahaan yang tiak menerpakan ESOP. Dengan kata lain hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA, ROE, EPS, PER dan kualitas implementasi corporate governance pada perusahaan yang menerapkan ESOP tidak lebih tinggi dibandingkan ROA, ROE, EPS, PER dan kualitas implementasi corporate governance pada perusahaan yang tidak menerapkan ESOP.

Pengaruh perputaran modal kerja terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Ponorogo tahun 2010-2012 / Prima Yulia Rendy

 

Rendy PrimaYulia. 2013. Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Sisa Hasil Usaha (Studi pada Koperasi Unit Desa Se-Kabupaten Ponorogo Tahun 2010-2012). Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si.Ak (II) Dr. H Cipto Wardoyo, S.E, M.si, Ak, CA Kata Kunci: Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Sisa Hasil Usaha, KUD     Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam kegiatannya untuk memperoleh laba. Koperasi seperti badan usaha yang lain juga memiliki tujuan untuk memperoleh laba. Namun kegiatan usaha yang dilakukan koperasi bukan hanya berorientasi pada laba. Di dalam koperasi istilah laba ini disebut dengan Sisa Hasil Usaha (SHU). Sisa hasil Usaha adalah surplus hasil usaha atau defisit hasil usaha yang diperoleh dari hasil usaha pendapatan koperasi dalam satu tahun buku dikurangi dengan pengeluaran atas berbagai beban usaha, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak tahun buku yang bersangkutan. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha pada KUD di Kabupaten Ponorogo, antara lain yaitu perputaran modal kerja (perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi perputaran modal kerja dan pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap rentabilitas (SHU).     Berdasarkan data dokumentasi dari Dinas INDAKOP dan UKM Kabupaten Ponorogo pada Tahun 2012 terdapat 26 KUD yang masih aktif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 18 KUD. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tingkat alpha sebesar 0.05.     Hasil analisis deskriptif pada Koperasi Unit Desa di Kabupaten Ponorogo Tahun 2010-2012 menunjukan bahwa Sisa Hasil Usaha KUD dalam kondisi sangat buruk, perputaran kas dalam kondisi sangat buruk, perputaran piutang dalam kondisi sangat buruk, dan perputaran persediaan dalam kondisi buruk. Hasil analisis menunjukan variabel bebas berupa perputaran kas dan perputaran piutang berpengaruh signifikan positif terhadap Sisa Hasil Usaha, sedangkan perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha. Berdasarkan hasil penelitian, KUD di Kabupaten Ponorogo disarankan lebih memperhatikan pengendalian arus kas dan kebijakan proporsi pembagian kas, sehingga KUD dapat menjaga kondisi keuangan dengan lebih selektif dalam penggunaan kas, selalu selektif dalam pemberian kredit sehingga tidak terjadi risiko piutang tak tertagih, dengan mempelajari dan meneliti latar belakang calon debitur yang akan mengajukan kredit. Selain itu perlu ditetapkan kebijakan dalam penetapan jumlah pinjaman dan jangka waktu yang diberikan. KUD perlu melakukan kebijakan penagihan piutang yang lebih aktif, sehingga dapat memperkecil risiko piutang tak tertagih dan menyediakan barang dagangan dengan harga yang lebih rendah dan kondisi barang yang lebih baik daripada yang ditawarkan di pasaran.

Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan nilai pasar pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2012 / Abdillah Rivandi

 

Rivandi, Abdillah. 2013. Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Dan Nilai Pasar Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2010-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. (2) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Intellectual Capital, Return On Asset, Return On Equity, Employee Productivity, Market to Book Value     Intellectual capital dapat diidentifikasi sebagai perbedaan nilai pasar dan nilai buku aset perusahaan atau dapat juga disebut sebagai nilai yang tersembunyi. Manfaat dari adanya intellectual capital adalah sebagai penciptaan nilai (value creation) yang nantinya akan memberikan suatu nilai tambah bagi perusahaan. Nilai tambah yang dihasilkan oleh intellectual capital akan membuat perusahaan mempunyai keunggulan kompetitif yang berdampak pada peningkatan kinerja keuangan dan nilai pasar perusahaan. Hubungan antara intellectual capital dengan kinerja perusahaan dan nilai pasar dapat dijelaskan dengan Resource Based Theory yang berpendapat bahwa perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif dan kinerja keuangan yang baik dengan cara memiliki, menguasai dan memanfaatkan aset-aset strategis yang dimiliki oleh perusahaan.     Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan nilai pasar perusahaan. Model yang digunakan dalam penilaian intellectual capital adalah calculated intangible value (CIV). Kinerja keuangan diukur dengan return on asset, return on equity, employee productivity, sedangkan nilai pasar diukur dengan market to book value. Pada penelitian ini sampel perusahaan yang digunakan sebanyak 66 perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2012. Data penelitian di uji menggunakan analisis korelasi kanonik.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital tidak berpengaruh terhadap return on asset, return on equity, employee productivity dan juga market to book value. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan untuk penelitian selanjutnya: (1) menambah variabel kontrol atau variabel seperti: biaya penelitian dan pengembangan, biaya periklanan dan pertumbuhan perusahaan, (2) diharapkan dapat menambah kurun waktu penelitian, (3) menggunakan model penilaian intellectual capital yang lebih bervariasi.

Pengaruh pengukuran kinerja dengan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Operating Cash Flow (OCF), dan Economic Value Added (EVA) terhadap Rate Of Return (ROR) pada perusahaaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009 / Reny Rahmawati

 

Rahmawati, Reny. 2011. Pengaruh Pengukuran Kinerja dengan Return On Asset (ROA), Return On Equit (ROE), Operating Cash Flow (OCF), dan Economic Value Added (EVA) terhadap Rate Of Return (ROR) pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI tahun 2007-2009. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si. Ak. (2) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata Kunci: Pengukuran Kinerja, Teori Persinyalan (Signaling Theory), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Operating Cash Flow (OCF), Economic Value Added (EVA), Rate Of Return (ROR).     Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal tersebut berupa informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik ataupun pihak yang berkepentingan. Salah satu informasi penting dari laporan keuangan yang sering digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasi adalah kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan ini memcerminkan kekuatan perusahaan. Kinerja perusahaan diketahui dari laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengukuran kinerja dengan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Operating Cash Flow (OCF), dan Economic Value Added (EVA) terhadap Rate Of Return (ROR) dalam kaitannya dengan teori signaling.     Variabel independen dalampenelitian ini adalah ROA, ROE, OCF, dan EVA sedangkan variabel dependen adalah ROR. Populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2007-2009 dan tercatat dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD) pada tahun 2010. Kriteria sampel yang diambil adalah perusahaan manufaktur yang sahamnya aktif diperdagangkan serta membagikan dividen selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2007-2009.     Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial pengukuran kinerja dengan ROA, ROE, dan OCF tidak berpengaruh terhadap ROR sedangkan EVA berpengaruh positif signifikan terhadap ROR. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap ROR seperti Return On Investment (ROI), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Market Value added (MVA). Periode penelitian juga sebaiknya menggunakan periode pengamatan lebih dari tiga tahun sehingga menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi.

Pengaruh managerial ownership, profitability, firm size dan kurs terhadap debt policy (studi pada perusahaan manufaktur yang listed di BEI periode 2011-2012) / Dwi Wahyu Novitasari

 

Novitasari, Dwi Wahyu. 2013. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Kurs terhadap Kebijakan Hutang (Studi pada Perusahaan manufaktur yang Listed di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dodik Juliardi, S.E. M.M. (2) Diana Tien Irafahmi, S.Pd. M.Ed. Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Kurs, Kebijakan Hutang. Dalam usahanya untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya suatu perusahaan dihadapkan pada kondisi yang mendorong mereka untuk lebih kreatif dalam memperoleh sumber pendanaan yang paling efektif. Keputusan pengambilan hutang merupakan sebuah keputusan yang penting bagi perusahaan. Penggunaan hutang yang tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak sehingga penggunaan hutang harus berada pada tingkat yang optimal. Agency theory menyatakan bahwa adanya kepemilikan manajerial menyebabkan manajer lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pendanaan. Selain kepemilikan manajerial, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kurs merupakan faktor lain yang mempengaruhi kebijakan hutang. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kurs terhadap kebijakan hutang. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listed di BEI tahun 2011-2012. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 26 sampel. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, kepemilikan manajerial dan kurs tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang, sedangkan profitabilitas berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kebijakan hutang dan ukuran perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Hasil analisis juga menunjukkan besarnya adjusted R square sebesar 18,5% . Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kurs berpengaruh sebesar 18,5% sedangkan sisanya sebesar 81,50% disebabkan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Seperti set peluang investasi, free cash flow dan juga diduga masih terdapat variabel eksternal perusahaan seperti suku bunga, pajak, inflasi yang mempengaruhi kebijakan hutang perusahaan.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian bakso kota Cak Man Malang / Rizqi Maulana

 

Maulana, Rizqi. 2013 Faktor Faktor Yang Dipertimbangkan Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Bakso Kota Cak Man Malang. Skripsi, Program Studi S1 Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Suwarni, M.M, (2) Dr. Aniek Indrawati, S.Si , M.M. Kata Kunci: Faktor Kebudayaan, Faktor Sosial, Faktor Pribadi, Faktor Psikologis, Faktor Marketing Mix. Persaingan bisnis yang semakin ketat dalam kegiatan perekonomian Pemasaran sangat dipengaruhi oleh customer sebagai target utama dalam penjualan Seiring dengan inovasi yang dilakukan oleh pengusaha dalam memahami perilaku konsumen , banyak pengusaha tidak terkecuali pengusaha bisnis makanan Bakso Kota Cak Man , merupakan salah satu bisnis waralaba asli kota Malang yang telah memiliki lebih dari 70 gerai diseluruh Indonesia, keberhasilan bisnis ini tidak dapat ditempuh dalam waktu singkat banyak faktor yang banyak mendukung dalam kegiatan usaha bisnis Bakso Kota Cak Man. Dalam penelitian ini tujuan yang akan di bahas meliputi. (1) faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologis dan faktor marketing mix dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk bakso pada Bakso Kota Cak Man Malang (2) Faktor paling dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk bakso pada Bakso Kota Cak Man Malang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data analisis faktor. Sampel yang dijadikan objek penelitian sebanyak 138 responden yang telah melakukan pembelian di Bakso Kota Cak Man dan pengambilan data dengan kuesioner. Sedangkan untuk pengolahan data dianalisis dengan alat bantu SPSS 17.0 for windows. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunkan analisis faktor. Dari hasil analisis didapatkan bahwa variabel faktor kebudayaan , faktor sosial, faktor pribadi , faktor Psikologis, dan Faktor Marketing Mix merupakan faktor faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian Bakso Kota Cak Man. Dan Faktor paling dominan dalam pengambilan keputusan pembelian adalah Faktor Kebudayaan. Saran karena faktor budaya itu sendiri dimana kosumen yang memilih bakso sebuah makanan sederhana tetapi dapat di konsep menjadi sebuah bentuk makanan modern dimana Bakso Kota Cak Man dapat melakukan mengembangkan trend kuliner yang sedang diminati masyarakat untuk saat ini, kemudian membeikan pelayanan sesuai pada masyarakat modern yang lebih di dominasi oleh SelfService.

Analisis komparasi kinerja keuangan perbankan konvensional dengan perbankan syariah (studi kasus pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. periode tahun 2005-2012) / Gilang Permatasari

 

Permatasari, Gilang. 2013. Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dengan Perbankan Syariah (Studi Kasus pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk Periode Tahun 2005-2012). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, Bank Konvensional, Bank Syariah Kinerja keuangan merupakan tolak ukur perbankan dalam menjalankan manajemen dan sistem operasionalnya dalam satu periode (satu tahun). Kinerja keuangan dapat dinilai melalui rasio keuangannya. Semakin terpenuhinya nilai rasio keuangan dengan standar Bank Indonesia, semakin baik pula kinerja keuangan bank tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perbankan konvensional dengan perbankan syariah berdasarkan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan antara lain CAR, LDR, NPL, BOPO, dan ROA. Objek penelitian ini adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT. Bank Mumalat Indonesia Tbk. Data yang digunakan diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Bank Umum periode dari tahun 2005-2012 (secara triwulan) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan bank yang bersangkutan. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan CAR, LDR, BOPO, dan ROA antara Bank Rakyat Indonesia dengan bank Muamalat Indonesia memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan kinerja keuangan NPL tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kinerja keuangan CAR, NPL, BOPO, dan ROA Bank Rakyat Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan Bank Muamalat Indonesia, sedangkan kinerja keuangan LDR Bank Muamalat Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia

Pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi (studi pada siswa kelas XI SMK Wisnuwardhana Malang Jurusan Administrasi Perkantoran tahun pelajaran 2012/2013) / Rizky Dian Nugraha

 

Nugraha, Rizky Dian. 2013. Pengaruh Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi (Studi Pada Siswa Kelas XI SMK Wisnuwardhana Malang Jurusan Administrasi Perkantoran Tahun Pelajaran 2012/2013). Skripsi, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M, (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci: Cara Belajar, Hasil Belajar. Keberhasilan belajar seorang siswa dalam menguasai pelajaran di sekolah tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah cara belajar. Cara belajar sangat berperan dalam rangka mencapai tujuan belajar. Tanpa cara belajar yang baik maka ia tidak akan dapat mencapai tujuan belajar dengan maksimal. Berdasarkan latar belakang yang ada, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara belajar dan hasil belajar siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Wisnuwardhana Malang, serta menganalisis pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Wisnuwardhana Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah diskriptif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah cara belajar. Sedangkan variabel terikat (Y) adalah hasil belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Wisnuwardhana Malang tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampel Jenuh karena jumlah populasi hanya 37 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu angket (kuesioner) dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara belajar siswa kelas XI jurusan APK SMK Wisnuwardhana Malang tergolong kurang baik. Sedangkan hasil belajar siswa kelas XI jurusan APK SMK Wisnuwardhana Malang juga tergolong kurang baik. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan cara belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi di SMK Wisnuwardhana Malang. Berdasarkan temuan penelitian ini maka disarankan untuk memaksimalkan cara belajar siswa dengan bantuan orang tua, guru maupun diri siswa itu sendiri sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar bagi siswa.

Pengaruh motivasi belajar dan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK Kosgoro 1 Lawang / Andriarso Wibowo

 

Wibowo, Andriarso. 2013. Pengaruh Motivasi Belajar dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X SMK Kosgoro I Lawang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suwarni, M.Si (II) Handri Dian Wahyudi, S.Pd., M.Sc. Kata Kunci: motivasi belajar, fasilitas di sekolah, prestasi belajar Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan suatu negara. Pendidikan tidak lepas dari kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar motivasi merupakan daya penggerak atau pendorong dalam diri siswa yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu dan senang melakukan aktivitas-aktivitas belajar. Selain itu dukungan berupa pemenuhan fasilitas belajar sangatlah diperlukan, karena dengan adanya fasilitas yang baik dapat mempermudah siswa dalam belajar. Sehingga dapat tercapai prestasi belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi motivasi belajar siswa, fasilitas di sekolah dan prestasi belajar, (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar, (3) pengaruh pemanfaatan fasilitas di sekolah terhadap prestasi belajar, (4) pengaruh motivasi belajar siswa dan pemanfaatan fasilitas di sekolah terhadap prestasi belajar siswa, dan (5) variabel bebas manakah yang lebih dominan yang mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini bersifat eksplanasi dengan teknik analisis regresi linear berganda. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Kosgoro I Lawang yang berjumlah 128 siswa dan teknik sampel yang digunakan yaitu simple random sampling sebanyak 97 siswa. Skala pengukuran menggunakan skala likert. Pengujian kelayakan instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Angket dan dokumentasi digunakan dalam pengumpulan data. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa tergolong tinggi sedangkan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah tergolong sedang serta prestasi belajar yang dilihat dari nilai ulangan akhir semester pada mata pelajaran KWU tahun 2012/2013 tergolong cukup, (2) terdapat pengaruh positif signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa, (3) terdapat pengaruh positif signifikan antara pemanfaatan fasilitas di sekolah terhadap prestasi belajar siswa, (4) terdapat pengaruh positif signifikan antara motivasi belajar dan pemanfaatan fasilitas di sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan: (1) bagi sekolah untuk lebih memperhatikan dalam mengelola ruang kelas seperti memperbarui peralatan yang ada di ruang kelas sehingga siswa fokus terhadap pelajaran, (2) bagi siswa untuk lebih memotivasi diri dalam menambah wawasan atau literatur tentang materi-materi yang diberikan oleh guru sehingga siswa bisa menambah pengetahuan dan mencapai prestasi yang lebih baik, (3) bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sejenis yang sifatnya lebih luas dengan subjek yang berbeda dengan tujuan menambah penemuan lainnya.

Manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) pada Sekolah Satu Atap (studi multisitus pada SMPN Satap Merjosari dan SMPN Satap Lesanpuro 2 Malang) / Dariyanto

 

Dariyanto, 2013.Manajemen Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Sekolah Satu Atap (Studi Multisitus pada SMPN Satap Merjosari dan SMPN Satap Lesanpuro 2 Kota Malang).Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembiming: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. (II) Dr.H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si. Kata kunci: manajemen pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sekolah satu atap, SMP Kualitas pendidik dan tenaga kependidikan sekolah satu atap menjadi sa-lah satu faktor kualitas pengembangan sekolah satu atap. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan diperlukan guna mendukung terselenggaranya pendidikan pada sekolah satu atap secara efektif dan efisien.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah satu atap sebagai alternatif peningkatan profesional pendidik dan tenaga kependidikan. Deskripsi meliputi: 1) perencanaan kebutuhan, 2) pengorganisasian, 3) pemberdayaan, dan 4) penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah satu atap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi multisitus.Informan kunci sebagai sumber data meliputi, kepala sekolah, komite sekolah, guru-guru dan stakeholders. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan : (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan derajat kepercayaan atau kredibilitasdan konfirmabilitas. Analisis data dilakukan dengan induksi analitik yang dimodifikasi (modified analytic induction). Temuan penelitian ini adalah: 1) Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah satu atap digolongkan menjadi dua yaitu kebutuhan kuantitas dan kualitas PTK. Perencanaan kebutuhan PTK digunakan assessment kebutuhan.Untuk memenuhi kebutuhan digunakan program ekstensifikasi dan intensifikasi.Ekstensifikasi melalui pengaryakan tenaga dari luar (SD atau SMA/SMK). Intensifikasi melalui program lesson study dan pendekatan religi. 2) pengorganisasian pendidik dan tenaga kependidikan diawali dengan penyusunan desain kerangka organisasi/struktur organisasi dan tata kerja organisasi/job descriptions oleh kepala sekolah, pengalokasian tenaga sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan PTK melalui musyawarah, 3) pemberdayaan pendidik dan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dilaksanakan dengan strategi pemberdayaan individu, pemberdayaan kelompok, pelibatan dalam mengambil keputusan, memberikan motivasi, dan menciptakan iklim sekolah kondusif. Aspek pemberdayaan meliputi kompetensi (competency) dan kepemimpinan (leadership). 4) penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, penilaian kinerja PTK dilaksanakan dalam dua jalur, yaitu formal (terstruktur dengan menggunakan prosedur resmi) dan informal (tidak terstruktur dan tanpa menggunakan prosedur). Berdasarkan temuan direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait. Saran-saran penelitian ini antara lain: 1) Bagi kepala sekolah, dalam melakukan perencanaan kebutuhan pendidikan disarankan melibatkan semua unsur dari sekolah. Dimulai dengan mengidentifikasi semua potensi yang dimiliki dengan mempertimbangkan perubahan-perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal. Dalam proses manajemen selanjutnya adalah pengorganisasian PTK, disarankan dalam melakukan pengorganisasian menempatkan seseorang baik guru atau staf sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimilikinya (the right man on right place dan the right man in the right job). Memberikan penghargaan tidak hanya material sebagai wujud penghargaan langsung bagi guru atau staf yang berprestasi sehingga motivasi dan dedikasinya dapat terjaga.Memberikan otoritas kepada guru atau staf dalam mengambil keputusan berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban serta memperhatikan prinsip keadilan dan pemerataan jabatan. Pengambilan keputusan Konsisten memegang komitmen dengan menerima para lulusan SD khususnya warga di wilayah Merjosari atau Lesanpuro menjadi siswa SMPN Satap demi mewujudkan tercapainya wajar 9 tahun, 2) Bagi pendidik dan tenaga kependidikan, disarankan agar berupaya meningkatkan kompetensi dan kemampuan individu dalam pengajaran dan kepemimpinan untuk menjadi guru yang unggul serta membantu mewujudkan tata kelola sekolah yang baik sehingga terwujud sekolah yang efektif. Membantu teman sejawat dalam memberikan kelebihan ilmu yang dimilikinya.Memegang amanah dengan penuh tanggung jawab atas otoritas yang diberikan oleh kepala sekolah.Konsisten menyusun program kerja harian (lesson study) sesuai poksinya. 3) Bagi pendidik dan tenaga kependidikan dari lembaga lain, manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah satu atap dapat dijadikan rujukan untuk mengelola sekolah yang efektif.Dalam peningkatan kompetensi dan kemampuan guru dapat menimba ilmu pelaksanaan lesson study dari sekolah satu atap. Memberikan persepsi bahwa sekolah satu atap merupakan sekolah terpadu yang memiliki kelebihan yang tidak dimilki oleh sekolah lainnya. 4) Bagi Dinas Pendidikan Kota Malang, disarankan menyederhanakan sistem dan prosedur pelaporan manajemen sekolah satu atap agar mudah dan sederhana terutama bagi sekolah yang pengelolaanya SD dan SMP menjadi satu. Menempatkan tenaga PTK dengan kualifikasi dan kompetensi yang lebih baik daripada yang ada di tengah kota. Memberikan tambahan insentif dan kesejahteraan bagi para PTK yang mengajar di sekolah satu atap.Mempertahankan dan mengembangkan SMPN Satap karena sangat baik dan bermanfaat untuk menuntaskan wajar 9 tahun. Seyogyanya dikembangkan menjadi sekolah terpadu unggulan SD SMP atau SD SMP dan SMK terpadu dalam menyongsong Indone-sia emas 2045. Mengingat sekolah satu atap merupakan sekolah terpencil yang memiliki banyak keterbatasan khususnya sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan disarankan melengkapi dan meningkatkan sarana dan prasarana belajarnya. Dengan demikian mengurangi gap/kesenjangan yang terlalu jauh antara sekolah di tengah kota dengan di pinggiran kota. Bagi Dinas Pendidikan Propinsi atau Pusat turut serta memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada sekolah SD SMP Satap menjadi sekolah terpadu unggulan dan tidak menyerahkan pembinaan kepada daerah. 5) Bagi peneliti lain, disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut terkait manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), sehingga hasil penelitian dapat digunakan oleh banyak pihak sebagai referensi dalam mengelola sekolah yang efektif.

Defragmenting proses berpikir melalui pemetaan kognitif untuk memperbaiki berpikir pseudo siswa dalam memecahkan masalah limit fungsi / Kadek Adi Wibawa

 

Wibawa, K. A. Defragmenting Proses Berpikir Melalui Pemetaan Kognitif Untuk Memperbaiki Berpikir Pseudo Siswa Dalam Memecahkan Masalah Limit Fungsi. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Subanji, M.Si., (2) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata kunci: Proses Berpikir, Berpikir Pseudo, Defragmenting, Limit Fungsi, empat langkah Polya Penelitian tentang upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah limit fungsi telah dikaji oleh banyak peneliti, seperti Pons, Valls, & Llinares (2011); Hariyono (2010); Juter (2007); Huillet (2005), namun kajian tersebut belum sampai pada pengkajian proses berpikir siswa ketika memecahkan masalah limit fungsi. Dalam memecahkan suatu masalah kemungkinan siswa mengalami berpikir-Pseudo. Berpkir Pseudo terjadi karena siswa tidak melakukan refleksi terhadap jawaban yang diberikan, sehingga kemungkinan siswa memberikan jawaban yang salah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dikaji restrukturisasi (defragmenting) proses berpikir melalui pemetaan kognitif untuk memperbaiki berpikir Pseudo-salah siswa dalam memecahkan masalah limit fungsi. Siswa diberi dua masalah limit fungsi. Masalah pertama bertujuan untuk mengetahui terjadinya berpikir Pseudo-salah siswa dan langkah-langkah Defragmenting yang dilakukan. Masalah yang kedua bertujuan untuk mengetahui efektifitas Defragmenting. Dalam memecahkan masalah limit fungsi, proses berpikir siswa dikaji berdasarkan empat langkah Polya, yaitu: 1) memahami masalah 2) merencanakan cara penyelesaian 3) melaksanakan rencana dan 4) melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terjadinya proses berpikir Pseudo siswa dalam memecahkan masalah limit fungsi 1) diawali dengan kesalahan siswa dalam membuat asumsi pada saat melakukan proses memahami masalah 2) diakibatkan karena ketidaklengkapan substruktur berpikir siswa dalam proses merencanakan cara penyelesaian. Melalui temuan ini, peneliti melakukan Defragmenting, yaitu meminta siswa untuk mengingat dan menjelaskan 1) bangun yang terbentuk dari koordinat-koordinat yang terhubung 2) konsep yang bisa diterapkan untuk mencari panjang sisi segiempat 3) strategi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan soal limit fungsi dan 4) arti dari jawaban yang ditemukan. Efektifitas Defragmenting yang dilakukan oleh peneliti dapat ditunjukkan bahwa: siswa mampu 1) mengingat, menjelaskan, dan memahami materi atau konsep yang diperlukan untuk memecahkan masalah 2) membuat hubungan setiap konsep yang diperlukan yang terkait dengan masalah yang diberikan, dan 3) memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat dan menemukan jawaban yang benar. Defragmenting selain dapat memperbaiki proses berpikir Pseudo-salah siswa juga dapat merestrukturisasi proses berpikir siswa menjadi proses berpikir yang benar.

Pengaruh citra merek terhadap proses keputusan pembelian melalui faktor psikologis konsumen (pengguna smartphone Samsung di PTN Kota Malang) / Joefri Mulyana

 

ABSTRAK Mulyana, J. 2016. Pengaruh Citra Merek Terhadap Proses Keputusan Pembelian Melalui Faktor Psikologis (Pengguna Smartphone Samsung di PTN Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T., S.Pd., SE., M.M. (II) Lohana Juariyah, S.E., M.Si. Kata kunci: Citra Merek, Faktor Psikologis, Proses Keputusan Pembelian Samsung merupakan salah satu produsen smartphone terkemuka di dunia terutama di negara Indonesia. Samsung sebagai pemimpin pasar persaingan smartphone di Indonesia saat ini memiliki penantang pasar yang cukup berat yaitu produsen Xiomi, Huawei, dan Lenovo, terbukti dari menurunnya market share smartphone Samsung pada kuartal 3 tahun 2015 dibandingkan dengan kuartal 2 tahun 2015.Market share yang dibentuk oleh konsumen didapatkan dari proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah citra merek dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap proses keputusan pembelian melalui faktor psikologis konsumen pengguna smartphone Samsung. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa/i di perguruan tinggi negeri (PTN) di kota Malang yang menggunakan smartphone Samsung. Teknik sampling yang digunakan adalah mutistage random sampling, yaitu menggunakan purposive sampling yang kemudian menggunakan proportionate random sampling sehingga didapatkan total 139 sampel yang tersebar pada 5PTN di kota Malang. Cara mendapatkan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner online dan kuesioner hardcopy yang di dalamnya terdapat instrumen-instrumen yang diukur dengan skala Likert. Pengolahan data dilakukan menggunakan program aplikasi SPSS 16.0 dengan metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Citra merek berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap proses keputusan pembelian; 2)Faktor psikologis berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap proses keputusan pembelian; 3)Citra merek berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap faktor psikologis; dan 4) Citra merek berpengaruh positif signifikan terhadap proses keputusan pembelian melalui faktor psikologis. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berfungsi sebagai variabel intervening yang kuat dimana nilai pengaruh citra merek terhadap proses keputusan pembelian melalui faktor psikologis adalah sebesar 0,283 dan pengaruh total sebesar 0,522. Hasil analisis jalur tersebut menunjukkan bahwa variabel faktor psikologis hanya memediasi hubungan citra merek terhadap proses keputusan pembelian secara sebagian (partially mediation). Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, untuk mempengaruhi proses keputusan pembelian, sebaiknya Samsung memperkuat penanaman citra merek dibenak konsumen untuk meningkatkan proses keputusan pembelian konsumen yang kemudian pengaruhnya akan diperkuat oleh faktor psikologis konsumen.

Faktor-faktor penghambat dalam penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan kanak-kanak Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
oleh Choirul Anam

 

Perbedaan hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan komputer menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas X Jrusan Multimedia SMKN 5 Malang / Nita Oktiningsih

 

Oktiningsih, Nita. 2011. Perbedaan Hasil Belajar dalam Matapelajaran Perakitan Komputer Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Pada Siswa Kelas X Jurusan Multimedia SMKN 5 Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto. Kata kunci: siswa, hasil belajar, multimedia Untuk meningkatkan mutu dan hasil belajar dalam pengajaran seorang guru dituntut supaya menguasai dan menerapkan berbagai metode pengajaran. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan, atau sikap yang dibutuhkan siswa. Pada penelitian ini khususnya pada matapelajaran perakitan komputer siswa masih mengalami kesulitan memahami materi. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional. Metode yang menyebabkan siswa pasif dan hanya menerima informasi dari guru saja. Metode pembelajaran yang secara teoritis dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dialami siswa SMKN 5 Malang adalah menerapkan meode pembelajaran jigsaw dan NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran jigsaw dan NHT pada dua kompetensi dasar yaitu memahami pencarian kesalahan hardware pada komputer dan memahami prosedur perawatan pada komputer. Rancangan penelitian ini yang digunakan adalah sampling jenuh. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Multimedia SMKN 5 Malang tahun ajaran 2014/2015 dan sampelnya adalah 70 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas X MM1 dan X MM2. Kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah kelas yang diperlakukan menggunakan model pembelajaran jigsaw dan kelas kontrol adalah kelas yang diperlakukan menggunakan model pembelajaran NHT. Kedua kelas tersebut diberi soal pre-test dan postest dengan soal yang sama pada kedua materi tersebut. Hasil penelitian eksperimen ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh, rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 83,56 dan rata-rata hasil belajar kelas kontrol adalah 79,13. Rata-rata nilai hasil belajar kedua kelas tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Pengaruh model pembelajaran quantum teaching berpendekatan saintifik terhadap hasil belajar dan retensi siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Dallin Dheaghufiraningrum

 

ABSTRAK Dheaghufiraningrum, Dallin. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Berpendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar dan Retensi Siswa pada Mata Pelajaran IPAKelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D. , (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci: Quantum Teaching, Pendekatan Saintifik, hasil belajar, retensi Latar belakang penelitian ini adalah profil prestasi belajar IPA siswa SMPsekota Malang masih rendah(Ulfah, 2009). Berdasarkan hasil observasi, siswa SMP Negeri 8 Malang masih memiliki retensi yang rendah. Retensi merupakan salah-satu indikator bermutunya hasil belajar, sehingga bila retensi rendah maka hasil belajar pun rendah (Hartati, 2013). Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya motivasi pada siswa untuk melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model pembelajaran inovatif yang mampu membuat anak lebih termotivasi untuk belajar dan menjadikan proses pembelajaran tersebut lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran tersebut yaitu, model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik yang berpusat pada siswa, sehingga siswa dapat menentukan sendiri bagaimana proses belajar yang mereka inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik terhadap hasil belajar dan retensi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat adalah hasil belajar dan retensi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 8 Malang tahun ajaran 2014/2015. Teknik sampling adalah teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperolah dengan melaksanakan pretes dan postes di awal dan di akhir penelitian, serta tes retensi yang dilaksanakan 14 hari setelah pelaksanaan postes.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik (analisis kovarian dan analisis perbandingan uji T) menggunakan program SPSS for Ms Window 16.0. Hasil uji prasyarat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Levene’s Test menunjukkan semua data telah berdistribusi normal dan bersifat homogen (kedua kelas tidak berbeda varian). Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis kovarian untuk hasil belajar sikap, hasil belajar pengetahuan, dan retensi dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 (P<0,05) menggunakan skor pretes, postes, dan retensi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,577 untuk hasil belajar sikap, 0,002 untuk hasil belajar pengetahuan, dan 0,766 untuk retensi. Analisis perbandingan uji T digunakan untuk menguji hasil belajar keterampilan dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 (P<0,05). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukkan: 1) model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kompetensi pengetahuan dan keterampilan, serta tidak berpengaruh terhadap hasil belajar kompetensi sikap. 2) model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik tidak berpengaruh terhadap retensi siswa.Guru perlu memperhatikan alokasi waktu dan materi pelajaran dengan tepat dan disertai rencana yang matang, sehingga seluruh sintaks dapat dijalankan secara maksimal dan dapat meningkatkan hasil belajar dan retensi siswa.

Hubungan sarana prasarana, keterampilan mengajar, dan motivasi belajar dengan kompetensi siswa di SMK Negeri 1 Singosari / Deny Istanto Tresnorumawan

 

Tresnorumawan, D.I. 2013. Hubungan Sarana Prasarana, Keterampilan Menga-jar, Dan Motivasi Belajar Dengan Kompetensi Siswa Di SMK Negeri 1 Singosari. Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. Keywords: sarana prasarana, keterampilan mengajar, motivasi belajar, kompetensi siswa. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara memberi dorongan dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Proses memperoleh SDM yang tangguh diperlukan suatu program pendidikan yang dapat mengembangkan potensi manusia. Dalam dunia pendidikan formal, pengukuran kompetensi siswa sangat penting, dan diukur dari dua faktor yaitu faktor fisik (motivasi) dan faktor psikologis (sarana dan prasara-na). Oleh karena itu, sarana prasarana dan keterampilan mengajar guru memiliki peranan penting dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar akan berdampak pada tinggi rendahnya kompetensi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti kompetensi belajar siswa yang dipengaruhi oleh sarana prasarana, keterampilan mengajar, dan motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) kualifikasi sarana prasarana, keterampilan mengajar, motivasi, dan kompetensi siswa; 2) ada atau tidaknya hubungan langsung sarana prasarana dan keterampilan mengajar dengan kompetensi siswa; dan 3) ada atau tidaknya hubungan tidak langsung sarana prasarana dan keterampilan mengajar dengan kompetensi melalui motivasi belajar siswa SMKN 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan rancangan hubungan kausal (cause-effect rela-tionship) bersifat eksplanasi (explanatory) untuk menjawab pertanyaan di atas. Data penelitian ini adalah penilaian yang diberikan oleh siswa atau responden. Dalam mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, sumber data, data, teori, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Teknik pengambilan sampel dari populasi mengguna-kan teknik sampel jenuh, dan analisis yang digunakan adalah deskriptif, analisis jalur (path analysis) dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan, 1) kompetensi belajar siswa dalam tingkat-an cukup baik; 2) sarana prasarana pembelajaran dalam kondisi yang baik; 3) ke-terampilan mengajar guru tergolong sangat baik; 4) motivasi belajar siswa tergo-long cukup baik; 5) sarana prasarana dan keterampilan mengajar berhubungan positif signifikan terhadap kompetensi belajar siswa; 6) terdapat hubungan lang-sung dan tidak langsung sarana prasarana dengan kompetensi siswa melalui moti-vasi belajar siswa; dan 7) terdapat hubungan langsung dan tidak langsung kete-rampilan mengajar guru terhadap kompetensi belajar melalui motivasi belajar sis-wa di SMKN 1 Singosari. Penelitian ini dapat memberi rekomendasi kepada lem-baga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi siswa demi perkembangan lem-baga dimasa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga bisa dikembangkan untuk mengetahui hubungan-hubungan lain yang mempengaruhi kompetensi belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas VIII.A SMPN 14 Mataram tahun pelajaran 2012/2013) / Tohirin

 

Tohirin. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Inkuiri pada Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas VIII.A SMPN 14 Mataram Tahun Pelajaran 2012/2013) Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (II) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, MM. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, inkuiri, berfikir kritis, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa keterampilan berpikir kritis di SMPN 14 Mataram belum menjadi prioritas dalam pembelajaran. Padahal siswa setiap hari berhadapan dengan berbagai permasalahan sosial di lingkungannya. Selain itu hasil belajar siswa juga tergolong masih belum memuaskan. Untuk mengatasi itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa secara logis dan ilmiah. Atas dasar itu peneliti dan guru IPS kelas VIII bersepakat untuk melaksanakan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri karena dipandang tepat untuk mengatasi masalah kemampuan berfikir kritis sekaligus menanamkan prinsip-prinisp ilmiah bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar siswa.     Pendekatan penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Peneliti sebagai partisipan penuh dengan dibantu oleh 2 guru IPS sebagai observer. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 14 Mataram dengan subyek penelitian siswa kelas VIII.A semester genap tahun 2012/ 2013 yang berjumlah 29 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, tes, angket dan wawancara.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri oleh guru dan siswa dilaksanakan dengan baik melalui tahapan: (a) mengorientasi siswa pada masalah, (b) mengorganisasikan siswa untuk belajar melalui LKS dan sumber belajar tentang pranata keluarga dan sekolah sehingga dapat merumuskan suatu hipotesis, (c) membantu penyelidikan mandiri/ kelompok berupa kegiatan wawancara dengan guru maupun sesama siswa untuk mengumpulkan data/informasi dan menganalisisnya, (d) membimbing siswa mengembangkan dan menyajikan hasil karya berupa laporan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan untuk menjawab hipotesis serta membandingkannya dengan kelompok lain, dan (e) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Selain itu, siswa juga diberikan penghargaan (reward) agar lebih termotivasi dan tertarik dengan model pembelajaran berbasis masalah (2) kemampuan berfikir kritis siswa kelas VIII.A meningkat terutama kemampuan mengidentifikasi masalah, kemampuan memberikan alasan/argumen, kemampuan melakukan hipotesis dan kemampuan menilai atau mengevaluasi pemecahan masalah. Disamping itu keterampilan sosial siswa juga berkembang, khususnya rasa kepedulian sosial terhadap permasalahan orang lain dan keterbukaan untuk mengungkapkan permasalahan sendiri. (3) hasil belajar siswa kelas VIII.A pada ranah kognitif meningkat dari siklus I ke siklus II baik secara individu maupun klasikal, (4) respon siswa kelas VIII.A terhadap pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri sangat bagus dimana sebagian besar siswa merespon sangat bagus dan menginginkan pembelajaran berbasis masalah pada materi yang lainnya, (5) faktor pendukung pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri antara lain : keragaman latar belakang siswa, kemudahan dalam memperoleh sumber belajar, jumlah siswa per kelas dan karakteristik materi IPS. Sedangkan faktor penghambatnya: rendahnya kepedulian/ kepekaan sosial siswa, terbatasnya sarana, karakteristik pembelajaran berbasis masalah yang kurang disenangi guru dan kurang beraninya siswa.     Saran yang diberikan adalah (1) hendaknya guru mata pelajaran yang lain berupaya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah guna mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa sekaligus meningkatkan kepekaan dan kepedulian mereka terhadap permasalahan sosial di sekitarnya, (2) hendaknya penerapan model pembelajaran berbasis masalah juga dapat dikombinasikan dengan model-model pembelajaran kooperatif yang bersifat permainan (game) agar lebih menyenangkan bagi siswa, (3) hendaknya guru berupaya untuk mengembangkan modul atau bahan ajar sehingga dapat membantu siswa dalam pembelajaran (4) hendaknya guru dapat memanfaatkan organisasi profesi seperti MGMP atau PGRI untuk mengkaji lebih mendalam tentang model-model pembelajaran aktif, (5) sekolah hendaknya mendukung dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dapat mendorong guru lebih kreatif dalam pembelajaran, (6) dinas terkait dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam pembinaan peningkatan mutu sekolah dan peningkatan profesi guru, dan bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian-penelitian sejenis di masa-masa yang akan datang, terutama dalam hal pengembangan model pembelajaran.

Pengembangan media flyer lab berbasis TIK untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IX SMPN 1 Palopo / Wahyudin Wahid

 

Wahid, Wahyudin. 2014. Pengembangan Media Flyer Lab Berbasis TIK untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IX SMPN 1 Palopo. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar IPA, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si., (II) Dr. Munzil, M.Si. Kata Kunci: Flyer Lab, Kesiapan Belajar, Prestasi Belajar. Salah satu upaya meningkatkan prestasi belajar IPA dapat dilakukan dengan penggunaan media untuk mendukung siswa dalam mempersiapkan diri dalam belajar. Flyer Lab merupakan media yang disusun untuk menyiapkan siswa sebelum kegiatan pembelajaran ekperimen. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media Flyer Lab dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi Listrik Dinamis. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model 4-D Thiagarajan dan Semmel. Prosedur pengembangan terdiri dari tiga tahapan, yaitu define, desain, dan development. Data yang telah dikumpulkan melalui serangkaian evaluasi dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: (1) data hasil validasi ahli, (2) data hasil validasi pengguna, dan (3) data hasil uji efektivitas. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil validasi ahli bidang studi didapatkan nilai 88%, termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil validasi ahli media didapatkan nlai 94%, termasuk dalam kriteria sangat baik. Secara umum tanggapan validator pengguna terhadap media Flyer Lab ini berada dalam kriteria sangat baik. Setelah melalui serangkaian uji coba, menunjukkan bahwa media Flyer Lab yang dikembangkan ini layak digunakan dalam pembelajaran pada materi listrik dinamis. Hasil uji efektivitas diperoleh nilai kesiapan belajar siswa pada kelompok eksperimen didapatkan nilai rata-rata sebesar 79,47 dengan 39 siswa dari 47 yang dinyatakan siap belajar, sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan nilai rata-rata sebesar 64,03 dengan 19 siswa dari 47 yang dinyatakan siap belajar. Berdasarkan hasil analisis kuatitatif (uji t) untuk perolehan nilai kesiapan belajar memperlihatkan terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Pada perolehan nilai prestasi belajar (post test) siswa yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siknifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol berdasarkan hasil analisis kuantitatif (uji t). Jika di analisis secara deskripsi rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 81,35 dan 72,22 untuk kelompok kontrol. Berdasarkan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM didapatkan 40 siswa dari 47 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 24 siswa dari 47. Dengan demikian, produk media Flyer Lab yang dihasilkan telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

Proses perubahan keadaan pada gas ideal / oleh Alex Chisbiantoro

 

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui media gambar seri di kelas IV SDN Turi 2 Kota Blitar / Debel Erubun

 

Erubun, Debel. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Media Gambar Seri Di Kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sutansi, M. Pd, dan (II) Dra. Srimurdiyah, M. Pd Kata kunci: menulis, karangan deskripsi, gambar seri    Berdasarkan observasi awal yang telah dilaksanakan, ditemukan beberapa penyebab kegiatan pembelajaran menulis deskripsi tidak sesuai dengan harapan. Dari 39 siswa, 23 siswa belum bisa menentukan kerangka karangan dengan benar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar, dan meningkatkan keterampilan menulis deskripsi.    Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 39 siswa. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, dan kemudian melakukan tindak lanjut.    Diketahui skor aktivitas siswa pada siklus II pertemuan I yang diperoleh sebesar 100%. Dari hasiltersebut menunjukan bahwa dari 7 aspek keseluruhan aspek telah dilakukan oleh siswa, ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan dan ketercapaian hasil dibanding siklus I. Sedangkan aktivitas guru diketahui bahwa skor diperoleh sebesar 100%. Berdasarkan tabel tersebut menunjukan bahwa dari 8 aspek keseluruhan aspek telah dilakukan oleh guru, ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan dan ketercapaian hasil dibanding siklus II pertemuan I. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadinya peningkatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dari pratindakan ke siklus I peningkatannya mencapai 65% dan dari siklus I ke Siklus II peningkatannya mencapai 75%. Hasil belajar siswa dari pratindakan 41% siswa tuntas meningkat pada siklus I menjadi 87% siswa tuntas dan siklus II menjadi 100% siswa tuntas belajar dari 39 siswa.    Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar seri dapat meningkatkan aktivitas siswa dan guru dalam keterampilan menulis deskripsi dan penggunaan media gambar seri juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga 39 siswa dapat tuntas dalam belajar. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan pihak sekolah agar menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD).

Penerapan metode SQ3R untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SDN II Kendalbulur Tulungagung / Frita Devi Asriyanti

 

Asriyanti, Frita Devi. 2013. Penerapan Metode SQ3R Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV SDN II Kendalbulur Tulungagung. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (2) Prof.Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed. Kata Kunci: Metode SQ3R, Aktivitas, Hasil Belajar     Berdasarkan hasil observasi di sekolah peneliti menemukan anak-anak yang tidak gemar membaca, sehingga mereka sulit untuk bisa memahami isi bacaan apalagi untuk menemukan sesuatu informasi yang dianggap penting pada bacaan. Hal ini mengakibatkan hasil belajar yang tidak memuaskan menimpa sebagian besar siswa utamanya pada siswa kelas IV. Dari 21 siswa di kelas IV hanya 2-3 siswa saja yang dapat mencapai nilai KKM 70% yang ditentukan oleh sekolah. Dikarenakan latar belakang itulah, peneliti akhirnya mengambil penelitian tindakan kelas yang berjudul “Penerapan Metode SQ3R Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV SDN II Kendalbulur Tulungagung”.     SQ3R merupakan suatu metode membaca yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Metode membaca ini baik untuk keperluan studi yang dianjurkan oleh seorang guru besar psikologi dari Ohio State University, yaitu Prof. Francis P. Robinson, tahun 1941.     Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor.     Hasil belajar merupakan suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang dan akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar ikut membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berfikir serta menghasilkan perilaku yang lebih baik.     Metode pembelajaran SQ3R pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara garis dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus I pertemuan pertama, kedua, dan ketiga serta siklus II pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga dengan nilai rata-rata pada pra tindakan 58,86, setelah diberi tindakan pada siklus I pertemuan pertama 62,86; pada siklus I pertemuan kedua 61,90; dan pada siklus I pertemuan ketiga 73,33. Pada tahap pelaksanaan siklus II pertemuan pertama nilai rata-rata kelas mencapai 67,38; siklus II pertemuan kedua nilai rata-rata kelas mencapai 73,33; siklus II pertemuan ketiga rata-rata kelas mencapai 78,57. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar IPS siswa dengan menggunakan metode pembelajaran SQ3R.

Implementasi perpaduan problem based learning dengan kooperatif tipe CIRC untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar kognitif IPA siswa kelas VIII-A SMPN 4 Malang / Mastini

 

Mastini, S.Pd. 2014. Implementasi Perpaduan Problem Based Learning dengan Kooperatif Tipe CIRC Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VIII-A SMPN 4 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D,, (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D Kata-kata kunci: Problem Based Learning, CIRC, kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar kognitif IPA.     Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelas VIII-A SMPN 4 Malang, terdapat permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan hasil belajar kognitifnya. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya kemampuan memecahkan masalah (50,85), hasil belajar kognitif rendah (64,95), dan ketuntasan klasikal rendah (37,18). Upaya yang telah dilakukan oleh guru antara lain dengan menerapkan metode Group Investigation, namun belum berhasil. Tujuan penelitian ini adalah membantu memecahkan masalah tersebut dengan cara mengimplementasikan PBL yang dipadukan dengan pembelajaran kooperatif tipe CIRC.     Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus dari bulan September sampai November 2013. Masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, (3) evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan PTK ini juga mengimplementasikan lesson study yang mempunyai tahapan plan – do – see. Perpaduan PBL dengan kooperatif tipe CIRC memiliki 7 langkah: (1) pembentukan kelompok, (2) memberikan orientasi permasalahannya, (3) mengorganisasi siswa untuk meneliti, (4) membimbing investigasi kelompok, (5) mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya, (6) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan (7) refleksi.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar kognitif IPA siswa kelas VIII-A SMPN 4 Malang dapat ditingkatkan melalui implementasi perpaduan PBL dan kooperatif tipe CIRC. Pada siklus 1, hasil tes pemecahan masalah sebesar 68,06 dan kemampuan kerja kooperatif siswa dalam kelompoknya sebesar 3,05 (baik). Rata-rata hasil belajarnya mencapai 78,26 dengan ketuntasan kasikal 66,67%. Pada siklus 2, hasil tes pemecahan masalah sebesar 86,86 dan kemampuan kerja kooperatif siswa dalam kelompoknya sebesar 3,70 (sangat baik). Rata-rata hasil belajarnya mencapai 78,36 dengan ketuntasan kasikal 64,10%. Pada siklus 3, hasil tes pemecahan masalah sebesar 95,73 dan kemampuan kerja kooperatif siswa dalam kelompoknya sebesar 4,00 (sangat baik). Rata-rata hasil belajarnya mencapai 87,44 dengan ketuntasan kasikal 87,18%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi perpaduan PBL dan kooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar kognitif IPA siswa.

Perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS menggunakan model Student Team Achievement Divisions (STAD) dipadu quiz-quiz trade dengan pembelajaran konvensional (studi pada siswa kelas VII SMPN 5 Sikur Lombok Timur) / Rohiyana Astuti

 

Astuti, Rohiyana. 2014. Perbedaan Sikap Sosial dan Hasil Belajar IPS Menggunakan Model Student Team Acvievement Divisions (STAD) Dipadu Quiz-quiz Trade dengan Pembelajaran Konvensional (Studi pada Siswa Kelas VII SMPN 5 Sikur Lombok Timur). Tesis.JurusanPendidikanDasar Konsentrasi IPS,PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. Sudarmiatin, M. Si,(II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata Kunci: Sikap Sosial, Hasil Belajar, Model STAD dipadu Quiz-Quiz Trade, Mata pelajaran IPS mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat yang begitu menarik dan didukung oleh banyak disiplin ilmu dan dapat disampaikan menggunakan beragam model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot.Kegiatan pembelajaran akan berhasil jika banyak melibatkan keaktifan siswa. Perlu pemilihan model pembelajaran yang dapat membuat siswa bekerjasama, belajar dan berinteraksi dengan baik. Salah satu model yang dikembangkan yaitu pembelajaran kooperatif. Model yang dimaksud adalah model Student Team Achievement Divisions(STAD) dipadu Quiz-quiz Trade. Pembelajaran model STAD dipadu Quiz-quiz Tradeini diharapkan dapat menjadi sarana yang tidak hanya dapat mengembangkan hasil belajar namun juga sikap sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS pada kelas yang menggunakan model STAD dipadu Quiz-quiz Trade, STAD,dan pembelajaran konvensional Penelitian ini dirancang menggunakan model eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengandesainpretest-postest control group design.Subjekpenelitianadalahseluruh siswa kelas VII SMPN 5 Sikur Lombok Timur tahun ajaran 2012/2013 sebanyak tiga kelas. Kelas eksperimen 1menggunakan model STADdipadu Quiz-quiz Trade, kelas eksperimen 2 menggunakan modelSTAD dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Model pembelajarandengandimensiberupamodelSTADdipaduQuiz-quiz Trade, STADdanpembelajarankonvensionalmerupakanvariabelbebas, sedangkanvariabelterikatnyaadalahsikapsosialdanhasilbelajarIPS.Data hasil penelitian merupakan data sikap sosial yang diukur menggunakan angket dan hasil belajar IPS yang diukurmenggunakansoalpilihanganda.Data yang diperolehdianalisissecaradeskriptifdan dianalisismenggunakanOne Way AnovadenganbantuanSPSS 20 for Windows. Hasilpenelitianmenunjukkan: (1) ada perbedaan sikap sosial pada kelas yang menggunakan model STAD dipadu Quiz-quiz Trade dengan STAD, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,003, (2)ada perbedaan sikap sosial pada kelas yang menggunakan model STAD dipadu Quiz-quiz Trade dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (3) ada perbedaan sikap sosial pada kelas yang menggunakan model STAD dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikan sebesar 0,039 (4) ada perbedaan hasil belajar menggunakan model STAD dipadu Quiz-quiz Tradedengan STAD yang ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,005 (5) adaperbedaan hasil belajar pada kelas yang menggunakan model STAD dipadu Quiz-quiz Trade dengan pembelajaran konvensional dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (6)ada perbedaan hasil belajar pada kelas yang menggunakan model STAD dengan pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,032. Atasdasarhasilpenelitian tersebut, direkomendasikanpenggunaan model STAD dipdu Quiz-quiz Tradeuntukmemberdayakansikap sosial dan hasilbelajarIPS di SMPN 5 Sikur, sedangkan untuk penggunaan di sekolah lain perlu adanya penyesuaian terkait kondisi sekolah yang berbeda. Rekomendasi ini berdasarkan pada temuan bahwamodel STAD dipadu Quiz-quiz Trademampu menciptakan suasana belajar aktif, memotivasi siswa untuk berkompetisi, membiasakan bekerjasama dan membentuk sikap sosial antara siswa yang satu dengan yang lainnya tanpa melihat adanya perbedaan diantara mereka sehingga dapat memberikan hasil belajar yang tinggi. Meskipun model STAD dipadu Quiz-quiz Trade menunjukkan dominasi dalam meningkatkan sikap sosial dan hasil belajar IPS namun perlu diperhatikan dan disadari bahwa tidak semua materi IPS harus diajarkan dengan model STAD dipadu Quiz-quiz Trade. Bagi penelitian selanjutnya perlu memperhatikan kemungkinan munculnya internal threat dan interaksi kelas antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sehingga tidak mengganggu eksperimen yang dilakukan. Penelitian iniperludikembangkanpadamateri yang lain dengan tidak hanya melihat sikap dan hasil belajar karena dalam pembelajaran koopertaif banyak hal yang dapat diamati seperti self estem, sosial skill, self efikasi, dll.

Penerapan metode bermain berbantuan media manipulatif dalam pembelajaran penjumlahan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II A SDN Blimbing 3 Malang / Sri Wahyuni

 

Wahyuni, Sri. 2013. Penerapan Metode Bermain Berbantuan Media Manipulatif dalam Pembelajaran Penjumlahan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas II A SDN Blimbing 3 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A(2) Dr. Subanji, M.Si Kata Kunci: metode bermain, madia manipulatif, motivasi belajar, hasil belajar Penerapan pembelajaran matematika di kelas umumnya diawali dengan guru menyampaikan materi kemudian diselingi dengan tanya jawab dan diakhiri dengan menyelesaikan soal latihan. Siswa kurang terlibat, kurang berani bertanya dan atau menjawab, serta lambat dalam menyelesaikan tugas. Siswa cenderung pasif, berperan sebagai penerima pengetahuan dari guru. Siswa kurang termotivasi untuk belajar. Akibatnya hasil belajar yang dicapai kurang dari standar minimal yang diinginkan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode bermain berbantuan media manipulatif dalam pembelajaran penjumlahan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bermain berbantuan media manipulatif pada pembelajaran penjumlahan yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II A SDN Blimbing 3 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain berbantuan media manipulatif dalam pembelajaran penjumlahan yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II A SDN Blimbing 3 Malang, dilakukan dalam dua siklus. Siklus I bermain “ Nilai Huruf” dengan langkah (1) menentukan huruf; (2) menuliskan bilangan sesuai nilai huruf yang dirancang; (3) menuliskan model penjumlahan; (4) melakukan penjumlahan; dan (5) menghitung hasil penjumlahan. Siklus II bermain “Acak Bilangan” dengan langkah kegiatan (1) mengambil kartu bialngan secara acak; (2) menyusun bilangan sesuai dengan bilangan pada kartu; (3) menuliskan model penjumlahan cara bersusun; (4) melakukan penjumlahan; dan (5) menghitung hasil penjumlahan. Dalam melakukan dan menghitung hasil penjumlahan dilakukan dengan menggunakan media bantu Stick Ice Cream dan Gelas Plastik. Tiap kelompok berdiskusi, bereksplorasi, dan memanipulasi media yang telah dipersiapkan dengan bermain. Hasil kerja kelompok dipresentasikan di depan kelas. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang sangat tinggi, sebelum tindakan tampak kurang menjadi 82% pada siklus I dan 90% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar juga meningkat dari sebelum tindakan, tindakan siklus I dan II dapat ditunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas dari 76 menjadi 87 dan 91, siswa yang tuntas dari 20 menjadi 26 dan 30, dan ketuntasan klasikal dari 61% menjadi 79% dan 91%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru kelas II hendaknya menggunakan metode bermain berbantuan media manipulatif untuk mengurangi kelemahan dalam pembelajaran matematika. Bagi sekolah dapat dijadikan sebagai bahan inspirasi dalam pembinaan untuk peningkatan mutu pembelajaran. Bagi peneliti lanjut disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dalam penelitian sejenis.

Rancang bangun sistem informasi Jurusan Teknik Mesin berbasis web / Arif Stya Wira Laksana

 

Laksana, Arif Stya Wira Laksana. 2013. Rancang Bangun Sistem Informasi Jurusan Teknik Mesin Berbasis Web. Tugas Akhir. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes, (II) Prihanto Tri Hutomo ST., M.T. Kata Kunci : Sistem Informasi, Universitas Negeri Malang, PHP, MySQL.     Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Universitas ternama di Kota Malang dengan program keahlian teknik permesinan. Pembangunan sistem informasi sekolah berbasis web ini mengacu pada beberapa sistem manual yang sedang berjalan pada Jurusan Teknik Universitas Negeri Malang. Sistem yang sedang berjalan adalah dalam penyampaian informasi antara dosen dengan mahasiswa atau jurusan teknik dengan mahasiswa masih berjalan secara manual padahal di universitas tersebut sudah terdapat jaringan komputer dan internet sehingga mahasiswa belum banyak yang mengetahui dan mengenal Jurusan Teknik Universitas Negeri Malang.     Proses pembangunan sistem informasi sekolah berbasis web ini menggunakan teknik pengembangan secara waterfall. Sedangkan metode aliran data system menggunakan metode terstruktur, dimana desainnya menggunakan DFD (Data Flow Diagram) untuk menggambarkan model fungsional dan ERD (Entity Relationship Diagram) untuk menggambarkan model data. Sistem informasi ini dibangun dengan menggunakan aplikasi CMS Wordpress, databasenya menggunakan MySQL, dan web server yang digunakan adalah XAMPP.     Tujuan yang ingin dicapai dari pembangunan sistem informasi sekolah ini adalah memperkenalkan profil jurusan teknik mesin kepada publik dan sebagai media komunikasi antara sekolah dengan pihak luar.

Hubungan antara self efficacy karier dengan pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang / Farida Yeni Giarti

 

Giarti, Farida Yeni. 2013. Hubungan antara Self Efficacy Karier dengan Pilihan Kelanjutan Studi Siswa Kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: self efficacy, karier, kelanjutan studi Self efficacy karier merupakan keyakinan untuk sukses, ketegasan dalam memilih karier, dan keuletan mengahadapi situasi kariernya. Sedangkan Pilihan kelanjutan studi merupakan kemampuan siswa terhadap berbagai pilihan karier yang mereka sesuaikan dengan keterampilan dan bakat mereka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy karier siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang, mengetahui gambaran pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang dan mengetahui adakah hubungan antara self efficacy karier dengan pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Rancangan penelitian ini deskriptif dan korelasional, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 89 siswa. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel total, yaitu sampel diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada di SMP Brawijaya Smart School Malang, yang mana jumlah responden kurang dari 100. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan teknik presentase dan korelasi product moment. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel. Variabel data ini meliputi variabel X yaitu self efficacy karier dan variabel Y yaitu pilihan kelanjutan studi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui tingkat self efficacy karier siswa yang cenderung berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 58,4%. Untuk pilihan kelanjutan studi siswa berada pada kategori cukup sebesar 48,3. Sedangkan analisis korelasi product moment antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0,542 dengan signifikansi sebesar 0,000, sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi. Dengan demikian semakin tinggi tingkat self efficacy karier seorang siswa maka pilihan kelanjutan studi siswa semakin baik, sebaliknya jika tingkat self efficacy karier rendah maka semakin buruknya pilihan kelanjutan studi. Sebagai seorang konselor hendaknya memberikan bimbingan karier yang kepada siswa agar siswa semakin memahami diri terkait masalah karier. Selain itu konselor perlu memperhatikan komponen layanan dukungan sistem dalam kegiatan manajemen dan pengembangan. Hal ini secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau dapat memfasilitasi kelancaran perkembangan, salah satunya perkembangan karier siswa. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya mempertimbangkan self efficacy karier dalam mendukung kesempatan siswa memilih kelanjutan studi, selain itu dalam pemilihan kelanjutan studi dapat dikaitkan dengan variabel lain seperti tingkat inteligensi dan pola asuh orang tua siswa, sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik.

Pengaruh capital adequacy ratio, earning per share, net profit margin, dan return on assets terhadap return saham pada perbankan yang listing di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2009-2012 / Tutus Veronika

 

Veronika, tutus. 2013. Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Earning Per Share, Net Profit Margin, dan Return On Assets terhadap ReturnSaham pada Perbankan yang Listing di BEI (Bursa Efek Indonesia) Periode 2009-2012. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Heri Pratikto, M.Si, (II) Subagyo S.E., S.H., M.M. Kata kunci: Capital Adequacy Ratio, Earning Per Share, Net Profit Margin, Return On Assets dan Return saham Pasar modal merupakan jembatan untuk mendistribusikan kesejahteraan masyarakat, khususnya pemegang saham yang menerima dividen dan capital gain atau return. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return saham selama periode penelitian mengalami perkembangan yang fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh Capital Adequacy Ratio, Earning Per Share, Net Profit Margin, dan Return On Assets. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruhCapital Adequacy Ratio, Earning Per Share, Net Profit Margin, dan Return On Assets terhadap return saham pada Perbankan yang listing di BEI periode 2009-2012. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dari perusahaan perbankan yang listing di BEI dengan sampel penelitian terdapat 12 perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik dokumentasi dan jenis datanya sekunder. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan dukungan program SPSS 16.0 for Windows Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi Capital Adequacy Ratio dan Earning Per Share selama periode penelitian mengalami ketidakstabilan. Sedangkan kondisi Net Profit Margin, dan Return On Assets cenderung mengalami kenaikan. Untuk return saham selama periode penelitian ditahun 2011 mengalami capital loss dikarena faktor fundamental maupun kondisi pasar; 2) Capital Adequacy Ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini ditunjukkan signifikansi 0,094 lebih kecil dari 0,10; 3) Earning Per Share tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini ditunjukkan signifikansi 0,641 lebih besar dari 0,10; 4) Net Profit Margin tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini ditunjukkan signifikansi 0,602 lebih besar dari 0,10; 5) Return On Assets tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini ditunjukkan signifikansi 0,721 lebih besar dari 0,10. Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1) bagi nasabah sebaiknya nasabah mengambil keputusan apapun janganlah mengikuti isu-isu yang tidak benar, dan lihatlah faktor-faktor lainnya; 2) bagi manajemen perusahaan, berusaha meningkatkan kinerja keuangan perusahaan seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan keuntungan yang selanjutnya dapat meningkatkan return sahamnya; 3) bagi investor, dalam melakukan investasi agar mendapatkan return saham yang lebih optimal atau mendapat keuntungan dengan risiko yang lebih minimal sebaiknya memperhatikan faktor kinerja keuangan perusahaan untuk menentukan investasinya; 4) bagi peneliti lanjut sebaiknya meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi return saham yang belum termasuk ke dalam model penelitian ini dan menggunakan sampel penelitian dengan wilayah populasi yang lebih besar serta mengembangkan permasalahan dan pemakaian indikator-indikator yang lebih handal.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Student Facilitator and Explaining untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Srengat tahun 2012/2013 / Winda Persiana Malary

 

Malary, Winda Persiana. 2013. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Facilitator and Explaininguntuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Srengat Tahun 2012/2013.Skripsi, Prodi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1). Drs. KasimanuddinIsmain, M. Pd, 2). Deny YudoWahyudi, S. Pd, M. Hum Kata Kunci: Penerapan, Pembelajaran Kooperatif, Student Facilitator and Explaining, Prestasi Belajar,Mata PelajaranSejarah Pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu dari model pembelajaran kooperatif yaitu Student Facilitator and Explaining. Alasan penulis tertarik untuk melakukan penelitian di sekolah ini karena SMANegeri 1Srengat tergolong salah satu sekolah favorit di kecamatan Srengat dan juga sebagai salah satu sekolah RSBI. Walaupun sudah memiliki nama favorit, proses kegiatan pembelajaran didalamnya masih menggunakan model pembelajaran konvensional, oleh karena itu peneliti menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE). Tujuan dari model ini supaya siswa lebihaktif dalam menyampaikan ide ataupun gagasan yang mereka milikisertameningkatkanprestasibelajarpadamatapelajaranSejarah. Penerapan model pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif dalam bekerjasama dengan kelompok kecil serta mampu menjelaskan konsep yang telah dipahami melalui sebuah peta konsep, baganataupunlainnya yang disediakan oleh siswa itu sendiri. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada mata pelajaran Sejarah kelas XI IPS?, (2) Apakah penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada mata pelajaran Sejarah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS?. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.Penelitianinidilakukandalamduasiklus, pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu (1) perencanaan tindakan awal, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan penelitian yang dilakukandiperolehhasilsebagaiberikut: (1) Nilaikognitifsiswasebelumdilakukantindakan (pre test) padasiklus I rata-rata 68,82 dan rata-rata post test adalah 74,70. Terdapat 10(29,41%) siswa yang belumtuntasdan 24 (70,59%)siswa yang tuntas.Sedangkanpadasiklus II nilaisiswasebelumtindakan (pre test) rata-ratanya 81,47. Nilaisetelahtindakan (post test)keseluruhansiswatelahmemenuhiStandarKetuntasan Minimum dengannilai rata-rata 88,68. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa prestasi belajar bidang kognitif siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 29,41%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Srengat pada pada mata pelajaran Sejarah mengalami peningkatan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Student Facilitator and Explaining (SFAE). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan agar dilakukan penelitian lagi mengenai model Student Facilitator and Explaining (SFAE)pada mata pelajaran sejarah untuk memantapkan hasil yang telah diperoleh sebelumnya.

Hubungan pola asuh authoritative terhadap perilaku prososial siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang / Dian Febriyani

 

Dian, Febriyani. 2013. Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: pola asuh authoritative, perilaku prososial Pola asuh authoritative merupakan pola pengasuhan orang tua yang memberikan kebebasan pada anak sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan bersama. Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi orang lain dan orang yang menolong akan merasa bahwa seseorang yang ditolongnya lebih sejahtera. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah pola asuh orang tua terutama pola asuh authoritative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya perilaku prososial remaja seperti tidak bersedianya meminjami alat tulis, tidak bersedia berbagi makanan, atau tidak peduli pada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang dengan sampel sebanyak 142 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode skala dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial. Hasil penelitian ini menunjukkan 5 siswa (3%) memiliki pola asuh authoritative sangat tinggi, 42 siswa (30%) memiliki pola asuh authoritative tinggi, 48 siswa (34%) memiliki pola asuh authoritative sedang, 37 siswa (26%) memiliki pola asuh authoritative rendah dan 10 siswa (7%) memiliki pola asuh authoritative sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran pola asuh authoritative (α=0,942). Sedangkan 6 siswa (4%) memiliki perilaku prososial sangat tinggi, 35 siswa (25%) memiliki perilaku prososial tinggi, 47 siswa (33%) memiliki perilaku prososial sedang, 46 siswa (32%) memiliki perilaku prososial rendah dan 8 siswa (6%) memiliki perilaku prososial sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran skala prososial (α=0,927). Perolehan koefisien korelasi anatar X dan Y sebesar 0,368 dengan probabilitas Phitung≤Pstandar (0,000 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala pola asuh authoritative maupun skala perilaku prososial sehingga dapat mengurangi kemungkinan untuk subjek memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi perilaku prososial anak. Serta diadakan penelitian kembali dengan sampel yang lebih luas dan pengukuran yang lebih akurat dan reliabel.

Pengaruh ketidakamanan kerja (job insecurity) terhadap keterlibatan kerja (job involvement) dan keinginan pindah kerja (intensi turnover) pada karyawan outsourcing di RS. Wava Husada Kepanjen / Arik Exstrada

 

    Exstrada, Arik . 2013. Pengaruh Ketidakamanan Kerja (Job Insecurity) terhadap Keterlibatan Kerja (Job Involvement) dan Keinginan Pindah Kerja (Intensi Turnover) pada Karyawan Outsourcing di RS. Wava Husada Kepanjen. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi,M.Psi.      Kata kunci : ketidakamanan kerja, keterlibatan kerja, keinginan pindah kerja.     Ketidakamanan kerja merupakan persepsi pekerja tentang kontinuitas masa depan pekerjaan yang meliputi persepsi terhadap kemungkinan kehilangan pekerjaan, rasa takut atau khawatir kehilangan pekerjaan, dan kekhawatiran tentang promosi jabatan, kenaikan gaji, penurunan pangkat atau jabatan pada pekerjaan. Keterlibatan kerja merupakan tingkat sejauh mana seseorang terlibat dalam pekerjaannya dan secara aktif berpartisipasi di dalamnya. Selain itu keinginan pindah kerja merupakan tingkat seberapa besar karyawan berfikir dan berniat untuk pindah kerja atau keluar dan mencari alternatif pekerjaan lain.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif regresional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 dari 36 karyawan outsourcing di RS.Wava Husada Kepanjen dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ketidakamanan kerja yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,887, skala keterlibatan kerja terdiri dari 39 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,935, dan skala keinginan pindah kerja sebanyak 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,964. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur.     Hasil penelitian adalah bahwa (1) Tingkat ketidakamanan kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing di RS. Wava Husada berada dalam kategori sedang sebesar 63%. 2). Tingkat keterlibatan kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing berada dalam kategori sedang sebesar 60%. (3) Tingkat keinginan pindah kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing berada dalam kategori tinggi yaitu sebesar 50%. (4) Ketidakamanan kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keterlibatan kerja. (5) Ketidakamanan kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja. (6) Keterlibatan kerja memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja. (7) Ketidakamanan kerja dan keterlibatan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja.     Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:1) bagi karyawan: agar lebih meningkatkan lagi keterlibatan kerjanya. 2) bagi perusahaan : agar lebih terbuka dan menjaga hubungan baik dengan karyawan. 3) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkannya dengan membedakan dan mengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan serta menambah jumlah subyek.     

Pengembangan instrumen asesmen membaca intensif siswa kelas XI SMA / Heny Puji Lestari

 

Lestari, Heny Puji. 2013. Pengembangan Instrumen Asesmen Membaca Intensif Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M. Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M. Pd. Kata kunci: instrumen asesmen, membaca intensif. Salah satu komponen terpenting dalam pembelajaran membaca intensif adalah penilaian. Asesmen merupakan kegiatan terpenting untuk mengetahui hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru dapat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran membaca intensif melalui kegiatan penilaian. Hal yang melatarbelakangi pengembangan instrumen asesmen membaca intensif siswa kelas XI SMA adalah instrumen asesmen yang ada saat ini kurang mendeskripsikan cara penilaian membaca intensif dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan instrumen asesmen membaca intensif siswa kelas XI SMA. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan instrumen asesmen yang berupa tes subjektif dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA dan (2) mengembangkan instrumen asesmen yang berupa portofolio dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model prosedural dan memodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Dalam penelitian ini terdapat empat tahap utama prosedur penelitian pengembangan, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan produk, dan (3) tahap validasi dan revisi. Untuk mengetahui kelayakan produk, dilakukan uji kepada ahli asesmen, praktisi atau guru bahasa dan sastra Indonesia, dan siswa kelas XI SMA. Jenis data yang dikumpulkan pada kegiatan pengembangan ini adalah data verbal dan data nominal. Data verbal tentang kekurangan instrumen asesmen membaca intensif meliputi data tertulis dan tidak tertulis. Data tertulis berupa catatan uji coba, saran, koreksi, dan komentar para subjek uji coba. Data tidak tertulis berupa rekaman wawancara dan saran secara lisan dari subjek uji coba. Data nominal berupa skor uji validasi dan skor uji lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, angket uji ahli, angket uji lapangan, dan panduan penilaian. Data prapengembangan dianalisis dengan cara mendeskripsikan secara keseluruhan data. Data pascapengembangan atau data uji coba dianalisis dengan cara (1) mengumpulkan data kualitatif yang diperoleh dari angket dan mentranskrip data lisan, (2) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data kualitatif dan kuantitatif berdasarkan aspek yang dinilai, (3) menghitung data kuantitatif dengan menggunakan rumus Arikunto, dan (4) menganalisis data serta merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Berikut hasil uji produk instrumen asesmen membaca intensif yang berupa soal objektif dan esai. Pertama, hasil uji produk kepada praktisi I diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 87,5%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 95%. Kedua, hasil uji produk kepada praktisi II diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 100%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Ketiga, hasil uji produk kepada siswa kelas XI SMA sebesar 83,49%. Hasil uji instrumen asesmen pembelajaran membaca intensif menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan. Berikut hasil uji produk instrumen asesmen membaca intensif berupa portofolio. Pertama, hasil uji produk kepada praktisi I diperoleh validitas perwajahan sebesar 95,83%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Kedua, hasil uji produk kepada praktisi II diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 100%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Hasil uji instrumen asesmen membaca intensif berupa portofolio menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk dapat memanfaatkan instrumen asesmen membaca intensif ini untuk keperluan menilai kemampuan siswa dalam hal membaca intensif. Bagi peneliti lain, instrumen asesmen membaca intensif ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dan sumber bacaan untuk mengembangkan instrumen asesmen pembelajaran bahasa Indonesia dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang lain demi mempermudah penilaian siswa.

Pengembangan lembar kerja kegiatan siswa dengan pendekatan penemuan terbimbing pada pkok bahasan logaritma untuk siswa SMA kelas X / Wahyu Kusumawardana

 

Kusumawardana, Wahyu. 2013. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing pada Pokok Bahasan Logaritma untuk Siswa SMA Kelas X. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dra. Ety Tejo D.C., M.Pd Kata Kunci: Lembar Kegiatan Siswa, penemuan terbimbing, logaritma Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas X SMA Negeri di daerah kabupaten Malang, menyatakan bahwa logaritma merupakan salah satu pokok bahasan yang dianggap sulit. Banyak siswa yang kurang memahami materi tersebut karena guru memberikan konsep pada materi logaritma dengan diberikan secara langsung. Sumber belajar yang sering digunakan dalam belajar mengajar hanya berisi materi dan soal-soal rutin sehingga tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan pemahamannya sendiri. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS). LKS memiliki kelebihan untuk melatih peserta didik dalam menentukan dan mengembangkan keterampilan proses. Agar lebih memunculkan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar, diperlukan suatu metode pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode penemuan terbimbing. Metode penemuan terbimbing dapat melatih siswa untuk belajar secara terarah dan terkonsep. Dengan demikian, tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan LKS pada materi logaritma dengan metode penemuan terbimbing. Berdasarkan hasil penilaian validator yang terdiri dari satu dosen dan dua guru pada setiap aspek lembar validasi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan dikategorikan valid. Sementara itu, hasil uji coba pada kelompok kecil, yaitu enam orang siswa diperoleh kesimpulan bahwa LKS yang dikembangkan menarik dan peserta didik dapat mengerjakan LKS pada bagian soal evaluasi dengan memenuhi Standar Ketuntasan Minimal yang ditentukan. Oleh karena itu, LKS materi logaritma dengan metode penemuan terbimbing ini dapat dikatakan valid. Dari uraian di atas, pengembangan LKS ini mendapat beberapa saran dari validarot dan siswa sehingga dapat digunakan dalam proses perbaikan agar lebih layak digunakan saat kegiatan pembelajaran. Diharapkan dengan produk akhir tersebut, kegiatan pembelajaran materi logaritma lebih menyenangkan dan dapat menjadi referensi guru dalam mengembangkan bahan ajar.

Penerapan model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA kelas IV SDN Pesantren 2 Kota Kediri / Esti Setyorini

 

Setyorini, Esti. 2013. The Implementation of Teams Games Tournament (TGT) Model to Improve Natural Science Learning Quality of Grade IV Students o f State Elementary School of Pesantren 2 Kediri. Thesis. Elementary School and Pre-School Department. Faculty of Education. State University of Malang. Advisors: (1) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd, (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Keywords: learning, natural science, TGT model     Based on the observations made ​​on natural science learning in fourth grade students of State Elementary School of Pesantren 2 Kediri, it’s found that some problems occurred in the class: (1) the learning process was centralized on the teachers that lead to the conventional lecturing method, (2) the learning process made the students passive because they only listened, took notes and did the exercises, (3) the use of learning media was not optimized. Those problems made the learning process less interesting for the students. Based on these facts, this research was conducted that aimed at improving the quality of natural science learning in the fourth grade students of State Elementary School of Pesantren 2 Kediri that covered the implementation of learning methods, student activities, and students learning outcomes using Teams Games Tournament model.     The approach used in this study was a qualitative approach, while the research type used was the Classroom Action Research (CAR) conducted collaboratively between the researcher and the teachers. The study was conducted in two cycles, of which consists of 4 stages namely planning, implementation, observation, and reflection. The instruments used were the individual test sheets, group worksheets, observation guidelines, field notes, and documentation, while the data analysis used was the descriptive qualitative analysis. The study results showed an increase in the students’ activities and learning outcomes of natural science after the implementation of Teams Games Tournament model in Grade IV students of State Elementary School of Pesantren 2 Kediri. The students’ activities in the cycle I achieved classic clearance percentage for 56.52 % and in cycle II increased by 78.26 %. The students’ learning outcomes also showed an increase; the students' learning outcomes in cycle I achieved classic clearance percentage for 34.78 %, whereas in cycle II, it reached 78.26 %. This increase indicated that the learning was completed because it reached more than 70 %. Based on the results, it can be concluded that the implementation of Teams Games Tournament learning model on natural science learning in the fourth grade students of State Elementary School of Pesantren 2 Kediri was successfully conducted and could improve the quality of natural science learning in the fourth grade students of State Elementary School of Pesantren 2 Kediri

Penerapan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran IPS terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pogalan Kabupaten Trenggalek / Niken Karlina Saputri

 

Saputri, Niken Karlina. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pogalan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec, Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Snowball Throwing, Hasil Belajar      Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pogalan Kabupaten Trenggalek, menunjukkan bahwa selama ini siswa pada kelas tersebut mayoritas terdiri dari siswa yang kurang memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapatnya. Dimana peserta didik pada kelas tersebut cenderung lebih pasif dibandingkan peserta didik di kelas lain. Apabila hal ini didiamkan terus-menerus maka daya pikir dan hasil belajar siswa akan menjadi rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti memberikan inovasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada kelas VIII SMP Negeri 1 Pogalan, (2) menjelaskan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang terjadi secara alami dan data yang diperoleh dijabarkan dengan kalimat sesuai dengan subyek dan obyek penelitian. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai pre-test dan post-test. Tahapan-tahapan dari Penelitian Tindakan Kelas yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) tes, (2) lembar observasi, (3) angket, (4) catatan lapangan, (5) wawancara, (6) dokumentasi nilai.     Hasil penelitian pada penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik dari ranah kognitif maupun afektif. Dari ranah kognitif siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pogalan mengalami peningkatan ketuntasan nilai siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 34,6% pada pre-test dan 6,9% pada post-test sedangkan dari ranah afektif juga mengalami peningkatan dari semula hanya 6 siswa yang tergolong dalam kategori sangat baik, 10 siswa kategori baik, dan 13 siswa kategori cukup baik menjadi 16 siswa yang tergolong sangat baik dan 13 siswa pada kategori baik.

Hubungan kematangan emosi dengan konsep diri pada anak jalanan di Kota Malang / Mazuin Kusuma Ningtyas

 

Mazuin, Kusuma. 2013. Hubungan Kematangan Emsi dengan Konsep Diri Pada Anak Jalanan Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Psi., (2) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kematangan emosi, konsep diri Kematangan emosi adalah kemampuan individu untuk menerima perasaan yang dialaminya, mampu mengkontrol emosinya untuk meredam amarah, dan dapat menyatakan emosinya secara konstruktif dan kreatif sehingga emosi tersebut dapat diekspresikan secara tepat dan wajar.. Konsep diri adalah persepsi keseluruhan aspek pribadi individu yang disadari atas dasar persepsi, pendapat, perasaan, dan penilaian individu terhadap diri sendiri yang dapat melahirkan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian adalah anak jalanan di Kota Malang dengan sampel sebanyak 30 anak jalanan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala yaitu skala kematangan emosi dan skala konsep diri. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara kematangan emosi dan konsep diri. Dari hasil tersebut diperoleh reliabelitas intrumen skala kematangan emosi diperoleh Cronbach Alpha 0,814 dan reliabelitas instrumen skala konsep diri 0,842. Sedangkan perolehan koefisien korelasi antara X dan Y sebesar 0,465 dengan probabilitas 0,010 Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa 20 anak jalanan (67%) memiliki kematangan emosi yang tinggi, 10 anak jalanan (33%) memiliki kematangan emosi yang rendah. Sedangkan 20 anak jalanan (67%) memiliki konsep diri yang tinggi, 10 anak jalanan (33%). Dari hasil analisis juga menujukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan konsep diri pada anak jalanan di Kota Malang. Hasil tersebut menunjukan bahwa sebagian besar anak jalanan memiliki kematangan emosi yang tinggi dan konsep diri yang tinggi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan fokus pada variabel berbeda atau menambahi variabel lain yang dapat mempengaruhi konsep diri pada anak jalanan di Kota Malang. Serta diadakan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan kualitatif, sehingga bisa didapatkan pemahaman yang lebih luas tentang konsep diri dari sudut pandang yang berbeda.

Pengembangan model latihan smash bolavoli untuk atlet di Club Bolavoli Gajah Mada - Mojosari Kabupaten Mojokerto / Fitria Putri

 

Putri, Fitria. 2013. Pengembangan Model Latihan Smash Bolavoli untuk Atlet Pemula di Klub Bolavoli Gajah Mada-Mojosari Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. E. Winarno. M.Pd, (2) Dra. Sulistyorini. M.Pd. Kata Kunci: model latihan, smash, bolavoli. Berdasarkan hasil observasi, dalam permainan bolavoli pada hari kamis tanggal 18 juli 2013 pukul 15.00 di Klub Bolavoli Gajah Mada-Mojosari kabupaten Mojokerto dari 22 kali smash yang muncul hanya 4 smash yang melampaui net dan 18 tidak melampaui net. Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih, pelatih belum pernah melakukan pengembangan bentuk latihan smash untuk menemukan variasi latihan yang baru. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bentuk model-model latihan smash bolavoli untuk atlet pemula. Sehingga dengan model latihan yang telah dikembangkan tersebut menjadikan atlet antusias dalam mengikuti latihan dan menguasai teknik smash bolavoli dengan baik dan benar. Spesifikasi produk pengembangan model latihan smash bolavoli ini terdiri dari tujuh model latihan yaitu Model latihan memukul-mukul bola ke lantai dengan gerakan pols, Model latihan memukul-mukul bola ke dinding, Model latihan pukulan melewati net, Model latihan berhadapan dengan teman, Model latihan pukulan tegak lurus, Model latihan memakai awalan dan lompatan, Model latihan bola gantung. Keseluruhan latihan menarik untuk dilakukan. Selain itu, latihan yang dikembangkan bervariasi dan bermanfaat bagi atlet. Prosedur penelitian ini melalui berbagai tahap, antara lain: (1) penelitian awal (analisis kebutuhan) terhadap pelatih dan angket kepada atlet di klub bolavoli Gajah Mada-Mojosari Kabupaten Mojokerto, (2) perencanaan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) merevisi hasil uji coba produk awal (sesuai hasil evaluasi ahli), (5) uji coba kelompok kecil menggunakan 10 subyek, (6) uji coba kelompok besar menggunakan 25 subyek, (7) merevisi hasil uji coba kelompok besar berdasarkan hasil evaluasi ahli sekaligus menyempurnakan produk. Dari hasil analisis uji ahli semua model latihan dinyatakan sesuai dan uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 80,45% dengan klasifikasi persentase baik , sedangkan dari hasil analisis uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 80,71% dengan klasifikasi persentase baik sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran servis bawah bolavoli dapat diterapkan pada atlet di Klub Bolavoli Gajah Mada-Mojosari kabupaten Mojokerto Saran yang dapat diberikan terkait penelitian ini meliputi tiga aspek. Ketiga aspek tersebut, yakni (1) pemanfaatan, (2) diseminasi, dan (3) pengembangan produk lebih lanjut. Pertama, saran pemanfaatan terkait teknis penggunaan media yang sebaiknya digunakan dengan memperhatikan situasi dan kondisi sebaiknya sebelum latihan atlet melihat dan mempelajari variasi latihan terlebih dahulu. Kedua, sebelum produk ini disebarluaskan saran peneliti adalah untuk melakukan evaluasi ulang dan disesuaikan dengan sasaran yang dituju.

Pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan manjerial dan kepemilikan institusional sebagai variabel pemoderasi / Afrian Bayu Widagdo

 

Widagdo, Afrian Bayu. 2013. Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan dengan Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Pemoderasi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Sulastri, S.Pd., M.SA., (II): Dr. Nurika R, S.E., M.Si., Ak, CA Kata Kunci : Debt To Equity Ratio, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusonal, Nilai Perusahaan, Nilai perusahaan penting bagi perusahaan karena menggambarkan keadaan perusahaan secara umum, untuk meningkatkan hal tersebut manajer akan mengambil beberapa keputusan .Salah satu keputusan yang diambil manajer adalah penggunaan hutang. Hutang yang dimiliki perusahaan akan dianggap oleh calon investor sebagai pertanda baik karena perusahaan akan mampu melakukan investasi lain dan melunasi hutang tersebut. Pendanaan melalui hutang akan dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan, investor pada umumnya tidak menyukai resiko gagal bayar yang timbul dari penggunaan hutang. Institusi lain sebagai pemegang saham terbesar dapat membatasi penggunaan hutang untuk meminimalkan resiko terhadap saham mereka. Manajer meskipun memiliki saham dalam perusahaan yang dipimpinnya, tapi prosentase kepemilikannya masih tidak dapat menandingi kepemilikan oleh institusi yang mengakibatkan keputusan yang diambil manajer selain untuk kepentingan perusahaan juga harus mempertimbangkan pemegang saham yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap hubungan DER dan Tobin’s Q. Populasi penelitian adalah perusahaan Real Estate dan Properties yang terdaftar di BEI periode 2008-2012 sebanyak 34 perusahaan. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 9 perusahaan. Penelitian ini menggunakan Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk hipotesis 1 dan analisis regresi linear berganda dengan uji Moderated Regression Analysis (MRA) untuk hipotesis 2 dan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER berpengaruh terhadap Tobin’s Q, sedangkan dengan metode MRA menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak mampu memoderasi hubungan DER terhadap Tobin’s Q. Kepemilikan institusional juga bukan merupakan variabel moderating yang mampu memoderasi hubungan antara DER dan nilai perusahaan walaupun menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan hubungan terbalik. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan antara lain pengujian nilai perusahaan selain menggunakan DER, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional dapat pula menambahkan variable yang diduga dapat meningkatkan nilai perusahaan semisal kebijakan deviden dan profitabilitas. Serta peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel penelitian dengan wilayah populasi yang lebih besar agar mengungkap lebih banyak permasalahan yang ada dan memberikan hasil temuan yang lebih terperinci.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |