Analisis perbandingan jumlah wajib pajak dan tingkat kepatuhan dalam menyampaikan SPT masa PPh badan sebelum dan sesudah modernisasi administrasi perpajakan (studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara) / Muhammad Nizar

 

Nizar, Muhammad. 2013. Analisis Perbandingan Jumlah Wajib Pajak dan Tingkat Kepatuhan Dalam Menyampaikan SPT Masa PPh Badan Sebelum dan Sesudah Modernisasi Administrasi Perpajakan (Studi pada KPP Pratama Malang Utara). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed.,(II) Dr. CiptoWardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak Kata kunci: Modernisasi Administrasi Perpajakan, Jumlah Wajib Pajak Badan, Tingkat Kepatuhan WajibPajak Badan.     Modernisasi administrasi perpajakan pajak merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh DJP untuk meningkatkan jumlah wajib pajak dan kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT dan membayar pajak. Melalui peningkatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan modernisasi administrasi perpajakan di KPP Pratama Malang Utara, mengetahui apakah terdapat perbedan Jumlah Wajib Pajak Badan dan tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam menyampaikan SPT Masa sebelum dan sesudah pelaksanaan modernisasi administrasi perpajakan di KPP Pratama Malang Utara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis komparatif. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperoleh data dan informasi yakni melalui data sekunder Jumlah Wajib Pajak Badan dan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan yang diperoleh dari penerimaan SPT Masa PPh Badan di KPP Pratama Malang Utara selama tahun 2006 sampai 2009. Selain itu, dilakukan penghitungan dengan Uji Beda Paired Sample t-test.     Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 1) adanya modernisasi administrasi perpajakan di KPP PratamaMalang Utara berdampak positif terhadap Jumlah Wajib Pajak Badan artinya sesudah penerapan modernisasi administrasi perpajakan yang dilakukan DJP efektif menambah jumlah Wajib Pajak Badan di KPP Pratama Malang Utara. 2) tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam menyampaikan SPT Masa PPh Badan sebelum dan sesudah modernisasi administrasi perpajakan di KPP Pratama Malang Utara.     Dengan demikian pelaksanaan modernisasi administrasi perpajakan di lingkungan KPP PratamaMalang Utara perlu ditingkatkan demi tercapainya kegiatan perpajakan yang efektif dan efisien, serta perbaikan citra DJP di mata masyarakat umum, dalam hal ini Wajib Pajak. Melalui peningkatan tersebut diharapkan nantinya dapat berpengaruh terhadap Jumlah Wajib Pajak Badan, Tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam menyampaikan SPT Masa PPh Badan, serta peningkatan terhadap penerimaan pajak dapat lebih optimal.

Pengembangan media gambar dalam bentuk komik untuk keterampilan qira'ah siswa kelas VII MTs Miftahul Huda Suruhan Lor Bandung Tulungagung / Nofa Istiqlaliya

 

Istiqlaliya, Nofa. 2013. Pengembangan Media Gambar Dalam Bentuk Komik Untuk Keterampilan Qira’ah Siswa Kelas VII MTs Miftahul Huda, Bandung, Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Irhamni, M. Pd, (2) Ali Ma’sum, S. Pd, M. A. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, Media Gambar , Komik, MTs Belajar bahasa asing, khususnya bahasa Arab tidak mudah apalagi lingkungan sekitar tidak dapat mendukung. Oleh karena itu dibutuhkan keuletan, strategi, dan motivasi yang tinggi. Belajar bahasa Arab sangat memerlukan usaha dan motivasi yang kuat baik secara internal maupun eksternal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempermudah balajar bahasa Arab dengan menggunakan media. Media pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah media gambar dalam bentuk komik. Penggunaan media gambar dalam bentuk komik pembelajaran telah banyak dilakukan oleh guru pelajaran lainnya. Akan tetapi, penggunaannya dalam pembelajaran bahasa Arab masih belum banyak digunakan. Oleh sebab itu, penelitian ini mengembangkan media gambar dalam bentuk komik pembelajaran bahasa Arab khususnya keterampilan qira’ah untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pengembangan media gambar dalam bentuk komik untuk keterampilan qira’ah siswa kelas VII MTs Miftahul Huda, Suruhan Lor, Bandung, dan (2) mendeskripsikan kelayakan produk pengembangan media gambar dalam bentuk komik untuk keterampilan qira’ah siswa kelas VII MTs Miftahul Huda, Suruhan Lor, Bandung. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model penelitian dan pengembangan milik Borg and Goll –yang dimodifikasi dan disederhanakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Tahapan-tahapan pengembangan media pembelajaran ini adalah (1) analisis kebutuhan, (2) desain produk, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli, (5) uji coba lapangan, (6) revisi produk ( produk akhir pengembangan media gambar dalam bentuk komik untuk keterampilan qira’ah siswa kelas VII MTs. Hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, menganalisis kebutuhan. Pada tahapan pertama ini, mengkaji literatur yang berkaitan dengan pengembangan produk. Dalam hal ini mencermati materi LKS (Lembar Kerja Siswa) sebagai pijakan dalam pengembangan bahan isi atau materi yang dimuat dalam produk . Kedua, mendesain produk. Pada tahapan ini, kegiatan yang dilakukan adalah merancang desain produk dan menyusun materi yang akan dikembangkan. Ketiga, tahapan pengembangan produk. Kegiatan pada tahapan ini adalah mengembangkan produk dengan menggunakan perangkat pendukung yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan. Baik perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Keempat, tahapan uji ahli. Pada tahapan ini, kegiatan yang dilakukan adalah menguji produk yang telah dikembangkan kepada ahli. Kegiatan dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk, berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli yang berkompeten dalam bidang ini, baik dari aspek media maupun ASPEK materi. Kelima, setelah melewati tahapan uji ahli. Kemudian melakukan tahapan uji coba lapangan. Uji lapangan dilakukan di lokasi penelitian, guna mengetahui saran atau pendapat secara tertulis langsung dari para siswa uji coba selaku subyek uji coba. Keenam, tahapan terakhir dari rangakaian kegiatan penelitian pengembangan ini adalah revisi produk. Revisi produk dimaksudkan untuk menyempurnakan produk sehingga layak digunakan. Berdasarkan penilaian ahli media diketahui bahwa pengembangan media gambar dalam bentuk komik pembelajaran ini cukup valid (65%). Sementara itu, berdasarkan penilaian dari ahli materi, diketahui bahwa media pembelajaran media gambar dalam bentuk komik ini sangat valid ( 82,5%). Sedangkan dari hasil uji coba lapangan oleh guru, bahwa media pembelajaran media gambar dalam bentuk komik ini valid ( 75%), serta hasil uji coba pada peserta didik, diketahui bahwa media pembelajaran media gambar dalam bentuk komik ini valid (80,5%). Dengan media gambar dalam bentuk komik pembelajaran bahasa Arab kelas VII MTs semester gasal (satu) khususnya pada keterampilan qira’ah ini dinyatakan valid atau layak digunakan (80,5%). Pada penelitian pengembangan, terdapat diseminasi terhadap produk yang dikembangkan. Diseminasi adalah tindakan terakhir seorang peneliti terhadap produk yang dikembangkan. Adapun diseminasi dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) meng-hakpaten-kan produk agar peneliti memilikki wewenang yang sah untuk memproduksi secara umum dan (2) melaksanakan produksi massal produk yang berupa media gambar dalam bentuk komik.

Pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 3 Pasuruan / Muhammad Fikri Fahmi

 

Fikri, Muhammad Fahmi. 2013. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs Mardono, M.Si. (II) Drs Achmad Ali Wafa,Mp.d. Kata Kunci : Fasilitas Belajar, Hasil Belajar.      Di dalam proses pembelajaran fasilitas belajar merupakan hal yang cukup penting. Fasilitas adalah prasarana atau wahana untuk melakukan atau mempermudah proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar.      Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Dengan jumlah sampel sebanyak 106 orang siswa, data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Sedangkan untuk hasil belajar dikumpulkan berdasarkan nilai raport siswa. Analisa data di dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linear berganda.     Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fasilitas belajar di rumah berpengaruh terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Hasil dari uji t diperoleh nilai t signifikansi 0,000. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa semakin baik fasilitas belajar dirumah yang dimiliki oleh siswa maka akan semakin baik pula hasil belajar yang diperoleh. Fasilitas belajar di sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Hasil dari uji t diperoleh nilai signifikansi 0,000. Hasil uji t untuk variabel fasilitas belajar di masyarakat diperoleh nilai t hitung signifikan pada level 0,000. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan fasilitas belajar di masyarakat terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan pada hasil uji F diperoleh nilai signifikansi pada level 0,000. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan fasilitas belajar di rumah, di sekolah, dan di masyarakat terhadap Hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Adapun besarnya pengaruh tersebut adalah 89,2% dan sisanya sebesar 10,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.     Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut pihak sekolah hendaknya lebih meningkatkan keberadaan fasilitas belajar yang ada di sekolah serta mendorong siswa siswinya untuk memanfaatkan fasilitas belajar yang ada secara optimal. Untuk dapat menunjang mata pelajaran ekonomi, pihak sekolah dapat mendorong siswa untuk berperan aktif dalam koperasi siswa. Selain itu pihak sekolah hendaknya juga mendorong siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah.

Peranan pajak parkir dalam menunjang peningkatan pendapatan asli daerah Kota Malang / Nanda Kusuma Wardana

 

Wardana, Nanda Kusuma. 2013. Peranan Pajak Parkir dalam menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cipto Wardoyo, SE, MPd, M.Si, Ak. (II) Dr. Eka Ananta Sidharta, SE, MM, Ak. Kata Kunci : Peranan Pajak Parkir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Pajak Daerah merupakan salah satu elemen dari Pendapatan Asli Daerah yang potensial. Pajak Daerah ini terdiri dari beberapa macam pajak yang salah satunya adalah Pajak Parkir. Pajak Parkir merupakan pajak yang memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan keuangan daerah, dan karenanya perlu dilakukan upaya optimalisasi terhadap pemungutannya. Berangkat dari latar belakang inilah penulis kemudian ingin membahasnya dalam skripsi dengan judul "Peranan Pajak Parkir Dalam Menunjang Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Malang". Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui bagaimana peran pajak parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Malang, (2) Untuk mengetahui bagaimana dukungan pajak parkir dalam pembangunan daerah Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan data dan fakta yang tampak dengan sebagaimana mestinya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan diuji menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Analisis data menggunakan verifikasi data atau menyimpulkan, pemaparan data atau penyajian, dan reduksi data. Berdasarakan analisis tersebut diperoleh lima simpulan hasil penelitian. Pertama, perkembangan PAD Kota Malang sangat baik. Kedua, Pajak Parkir mampu memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Ketiga, selain untuk menunjang PAD, ternyata Pajak Parkir dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Malang. Keempat, hambatan yang terjadi dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Malang yang bersumber dari Pajak Parkir, yakni masih rendahnya tingkat kesadaran Wajib Pajak dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar Pajak. Kelima, upaya dalam mengatasi kendala Wajib Pajak yang tidak disiplin dalam membayar pajak, yakni memberikan sanksi berupa denda 2 % dari total parkir penerimaan Wajib Pajak.

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar geografi siswa kelas VIII sMP PGRI 1 Wagir / M. Qomarudin

 

Qomarudin, Muhammad. 2013. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VIII-D SMP PGRI I Wagir. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dr. Budijanto,M.Sos. Kata Kunci: Model Problem Based Learning (PBL), motivasi belajar, hasil belajar Hasil observasi awal peneliti di kelas VIII-D SMP PGRI I Wagir menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan lagi karena hampir seluruh siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, sedangkan hasil belajar mata pelajaran Geografi di kelas tersebut masih sangat rendah. Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar tersebut berdampak pada rendahnya Ulangan Tengah Semester (UTS) Geografi yang dilakukan pada Semester Ganjil tahun ajaran 2013/2014. Pada tes tersebut 16 siswa memiliki nilai di bawah KKM atau tidak tuntas belajar. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar pada mata pelajaran geografi kompetensi dasar: ”Lingkungan Hidup dan Pelestariaanya” melalui model pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL).Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran yang terdiri dari 2 pertemuan.Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas VIII-D SMP PGRI I Wagir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengumpulan data motivasi belajar dilakukan dengan pemberian angket pada Pra-Tindakan, siklus I dan siklus II. Pengumpulan data kemampuan memahami konsep siswa dilakukan dengan pemberian tes pada siklus I dan siklus II. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu dengan cara membandingkan rata-rata motivasi belajar dan hasil belajar siklus I dan siklus II dengan menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar geografi. Hasil analisis data motivasi belajar menunjukkan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari pra-tindakan 48,3 ke siklus I menjadi 59,7 atau sebesar 23,60%. Sedangkan dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 80,1% atau sebesar 34,17%. Hasil analisis data hasil belajar geografi mengalami peningkatan ketuntasan hasil belajar 20% dari pra-tindakan pada siklus I menjadi 65% atau meningkat 45%. Kemudian pada siklus II peningkatan ketuntasan belajar menjadi 90% atau meningkat sebesar 25% dari siklus I.

Peningkatan kemampuan kognitif melalui permainan ular tangga fantasi pada anak kelompok B di TK Dharmawanita Gedangan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung / Frischa Raafi' Wardhani

 

Wardhani, Frischa Raafi’. 2014. Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Ular Tangga Fantasi pada Anak Kelompok B di TK Dharmawanita Gedangan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd.,M.Pd. (II) Suminah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: taman kanak-kanak, kemampuan kognitif, permainan ular tangga fantasi. Kemampuan kognitif dalam mengenal lambang bilangan pada anak kelompok B TK Dharmawanita Gedangan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung relatif masih rendah dari 20 anak hanya 30% atau 6 anak yang memiliki kemampuan mengenal lambang bilangan yang cukup tinggi. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya, yaitu penggunaan media dan metode yang kurang bervariasi, sumber belajar anak masih kurang menarik, dalam pembelajaran suasana bermainnya kurang sehingga anak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini sebagai berikut: (1) mendeskripsikan penerapan Permainan Ular Tangga Fantasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Dharmawanita Gedangan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, (2) mendeskripsikan penerapan Permainan Ular Tangga Fantasi dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Dharmawanita Gedangan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Subyek penelitian anak kelompok B tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 orang. Penelitian dilakukan selama dua siklus, meliputi tahapan: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Alat pengumpul data berupa lembar penilaian kemampuan kognitif anak, catatan lapangan dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian peningkatan kemampuan kognitif pada pratindakan mencapai rata-rata 46,7 dan dari 20 anak persentase ketuntasan 30% atau 6 anak, siklus I mencapai rata-rata 61,4 dan persentase ketuntasan 50% atau 10 anak dari, siklus II mencapai rata-rata 80,6 dan persentase ketuntasan 87% atau 14 anak. Kesimpulan dari permainan ini anak sangat antusias dan bersemangat ingin mencobanya karena menggunakan media menarik dan warna yang menarik. Saran yang dikemukakan yaitu hendaknya guru menggunakan permainan ular tangga fantasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif.

Perkembangan industri kerajinan tempurung kelapa di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar (2009-2014) / Dwi Andi Wijaya

 

ABSTRAK Andi Wijaya, Dwi. 2015. Perkembangan Industri Kerajinan Tempurung Kelapa Di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar (2009—2014). Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Kata Kunci : Perkembangan, Industri Kreatif, Tempurung Kelapa. Industri kerajinan tempurung kelapa di Kelurahan Tanjungsari merupakan sebuah industri yang mengolah limbah berupa tempurung kelapa, menjadi barang-barang kerajinan seperti tas, tempat tisu, tempat perhiasan, cangkir, mangkuk, dan lampu hias. Dalam mengolah limbah tempurung kelapa, industri ini tidak menggunakan bahan-bahan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta tidak mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan. Industri ini menekankan sisi kreatif dalam membuat produk kerajinan, sehingga dapat digolongkan sebagai industri kreatif. Perkembangan industri kerajinan tempurung kelapa telah mempengaruhi kehidupan masyarakat Kelurahan Tanjungsari, baik dalam bidang sosial maupun ekonomi. Ada beberapa permasalahan yang berusaha untuk diungkap oleh peneliti, yaitu: (1) bagaimana latar belakang berdirinya industri kerajinan tempurung kelapa di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar, (2) bagaimana perkembangan pola kegiatan industri kerajinan tempurung kelapa pada tahun 2009—2014, (3) bagaimana kontribusi industri kerajinan tempurung kelapa terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan latar belakang berdirinya industri kerajinan tempurung kelapa di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar, mendiskripsikan perkembangan pola kegiatan industri kerajinan tempurung kelapa pada tahun 2009—2014, mendiskripsikan kontribusi industri kerajinan tempurung kelapa terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Di dalam metode penelitian sejarah ini meliputi beberapa tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), intepretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah (1) latar belakang munculnya industri kerajinan tempurung kelapa di Kelurahan Tanjungsari berawal diperkenalkannya produk kerajinan tempurung kelapa kepada beberapa pemuda di Kelurahan Tanjungsari oleh Bapak Anas, pada tahun 2009. Adanya keinginan untuk memperbaiki kondisi ekonomi melalui usaha kerajinan dan keinginan untuk memberdayakan masyarakat sekitar yang memerlukan pekerjaan dan sumber penghasilan, maka Bapak Anas bekerjasama dengan salah satu pemuda yang bernama Bapak Ismarofi untuk mendirikan usaha kerajinan tempurung kelapa. (2) Perkembangan industri kerajinan tempurung kelapa ditandai dengan dibentuknya kelompok usaha pada tahun 2010, yang bernama Patria Hendicraft. Selain itu, bantuan mesin produksi dari pihak kelurahan juga mendorong perkembangan pada bidang produksi. Dalam bidang pemasaran, perkembangan ditandai dengan banyaknya acara-acara dari pemerintah Kota Blitar pada tahun 2011, seperti pameran produk UKM yang membuat produk kerajinan tempurung kelapa semakin dikenal masyarakat luas. Pada tahun 2012, Patria Hendicraft mengalami perpecahan karena masing-masing perintis usaha berkeinginan untuk mendirikan usaha sendiri. Pada tahun 2013 dan 2014, industri kerajinan ini menunjukkan ketahanannya dalam menghadapi ketidakstabilan kondisi harga barang baku pendukung. (3) Kontribusi industri kerajinan tempurung kelapa dalam bidang ekonomi adalah memunculkan lapangan pekerjaan baru, pertumbuhan ekonomi, sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat Tanjungsari. Sedangkan dalam bidang sosial, industri kerajinan tempurung kelapa telah membantu dalam mengatasi masalah masyarakat kota yaitu pengangguran, adanya pemberdayaan masyarakat, mendorong masyarakat untuk bekerja keras. Berdasarkan penelitian ini, penulis mengharapkan para pelaku industri kreatif dan masyarakat Kota Blitar untuk senantiasa mengembangkan ide-ide kreatif dalam menghadapi keterbatasan kota dalam menciptakan peluang atau lapangan kerja. Penulis juga berharap pada peneliti selanjutnya dapat mendalami tentang berkurangnya industri minyak kelapa, permasalahan industri kreatif, seperti masalah modal, fasilitas, dan ketahanannya dalam menghadapi krisis ekonomi.

Pengembangan materi latihan berbasis CD pembelajaran untuk keterampilan istima' peserta didik kelas VII semester I MTsN Kota Blitar / Rissa Fetriana

 

Fetriana, Rissa. 2014. Pengembangan Materi Latihan Berbasis CD Pembelajaran Untuk Keterampilan Istima’ Peserta Didik Kelas VII Semester I MTsN Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Ainin, M.Pd., (2) Ali Ma’sum,S. Pd, M. A. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, Pengembangan Materi Latihan, Keterampilan Istima’, MTs     Keterampilan istima’ adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa Arab yang secara urutan, dipelajari lebih awal dari ketiga keterampilan lainnya. Selama ini, yang sering dilakukan oleh guru bidang studi bahasa Arab MTs adalah melatihkan keterampilan istima’ dengan model mencongak. Selain itu, secara subtansi, LKS bahasa Arab yang digunakan tidak memuat materi istima’ secara eksplisit. Oleh sebab itu, keberadaan media CD pembelajaran yang memuat audio, visual, teks, dan gambar dapat menjadi sarana yang efektif untuk melatihkan keterampilan istima’ kepada peserta didik.          Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengembangkan materi latihan istima’ (menyimak) berbasis CD pembelajaran untuk kelas VII semester 1 (gasal) Madrasah Tsanawiyah, (2) Mendeskripsikan media dan kelayakan materi latihan istima’ (menyimak) berbasis CD pembelajaran untuk kelas VII semester 1 (gasal) Madrasah Tsanawiyah, (3) Mendeskripsikan petunjuk penggunaan media pembelajaran istima’ (menyimak) untuk kelas VII semester 1 (gasal) Madrasah Tsanawiyah.          Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model penelitian dan pengembangan milik Borg and Goll yang dimodifikasi dan disederhanakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Langkah-langkah penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah sebagai berikut: (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, (4) tahap pasca pengembangan (5) produk akhir (materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran untuk keterampilan istima’ kelas VII semester gasal (satu) MTs), dan (6) diseminasi produk.          Penelitian ini menghasilkan produk yang berupa materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran bahasa Arab untuk Madrasah Tsanawiyah yang telah direvisi. Mencakup keseluruhan tema yang terdapat pada kelas VII semester satu MTs, antara lain (1) perkenalan (At-Ta’aaruf), (2) perkenalan di madrasah (At-Ta’aaruf fil Madrasah), (3) sarana umum di madrasah (Al-Maraafiqu Al-‘Ammah), dan (4) peralatan-peralatan madrasah (Al-Adawaatu Al-Madrasiyyah).          Berdasarkan penilaian ahli media diketahui bahwa materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran ini sangat valid (87,5%).Sementara itu, berdasarkan penilaian dari ahli materi, diketahui bahwa materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran ini sangat valid (92,5%). Sedangkan dari hasil uji coba lapangan oleh guru, bahwa materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran ini valid (77,3%), serta hasil uji coba pada peserta didik, diketahui bahwa materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran ini valid (76%). Dengan demikian, materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran untuk kelas VII MTs semester gasal (satu) pada keterampilan istima’ ini layak digunakan.          Bagi pengembang selanjutnya yang akan mengembangkan materi latihan istima’ berbasis CD pembelajaran seperti ini, disarankan untuk lebih memperhatikan kejelasan dan kontekstualitas gambar dan materi yang digunakan dalam pengembangan serta mengembangkannya dalam tampilan yang lebih menarik. Tindakan akhir peneliti dari penelitian ini adalah diseminasi produk. Diseminasi adalah tindakan akhir peneliti terhadap produk akhir atau final product. Adapun bentuk kegiatan diseminasi tersebut adalah (1) menginformasikan produk kepada guru bidang studi dan forum MGMP di madrasah yang menjadi lokasi penelitian dan (2) mengunggah produk ke situs internet sehingga dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan.

Pengaruh Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) terhadap prestasi belajar melalui motivasi (studi kasus siswa kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar) / Fitri Mujahidah

 

Mujahidah, Fitri. 2013. Pengaruh Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) terhadap Prestasi Belajar melalui Motivasi (Studi Kasus Siswa Kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, (II) Drs. H. Gatot Isnani, M.Si. Kata kunci: Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), Prestasi Belajar, Motivasi Keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran di sekolah ditandai dengan prestasi yang tinggi, kemampuan intelektual yang memadai, serta kepribadian yang baik dalam diri tiap siswa. Untuk mencapainya tidak hanya bisa dengan IQ saja tapi dibutuhkan kecerdasan lainnya untuk mendukung prestasi belajar, yaitu EQ dan SQ, selain itu dibutuhkan pula motivasi agar siswa siswa mampu memotivasi dirinya sendiri untuk meraih prestasi dan mensinergikannya dengan EQ dan SQ serta memaknai setiap keberhasilan yang dicapai. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui: (1) Deskripsi EQ, SQ, motivasi dan prestasi belajar siswa. (2) Pengaruh secara langsung EQ terhadap motivasi belajar siswa. (3) Pengaruh secara langsung SQ terhadap motivasi belajar siswa. (4) Pengaruh secara langsung EQ terhadap prestasi belajar siswa. (5) Pengaruh secara langsung SQ terhadap prestasi belajar siswa. (6) Pengaruh secara tidak langsung EQ terhadap prestasi belajar siswa. (7) Pengaruh secara tidak langsung SQ terhadap prestasi belajar siswa, dan (8) pengaruh secara langsung motivasi terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Udanawu yang berjumlah 133 siswa. Waktu pengedaran kuesioner dilaksanakan 3 hari pada tanggal 6-8 November 2013. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling, sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) dan skala pengukuran yang digunakan adalah skala sikap, yaitu skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa (1) 54% (54 siswa) menjawab setuju tentang EQ; 39% (39 siswa) menjawab setuju tentang SQ; 47% (47 siswa) menjawab cukup setuju tentang motivasi; dan 40% (40 siswa) memiliki prestasi belajar yang cukup tinggi, (2) EQ (X1), SQ (X2), dan Motivasi (Z) mempunyai koefisien jalur secara langsung masing masing (0,516 dan 0,350; 0,194; 0,312); EQ (X1) dan SQ (X2) mempunyai koefisien jalur tidak langsung yaitu 0,161 dan 0,061. Sedangkan nilai ԑ1; ԑ2 masing-masing (0,621; 0,568). Berdasarkan nilai tersebut disimpulkan bahwa terdapat satu jalur yang tidak signifikan, yaitu SQ terhadap prestasi belajar dan jalur yang signifikan, yaitu EQ terhadap motivasi berpengaruh langsung sebesar 26,63%; SQ terhadap motivasi berpengaruh langsung sebesar 3,76%; EQ terhadap prestasi belajar berpengaruh langsung sebesar 12,25%; motivasi terhadap prestasi belajar berpengaruh langsung sebesar 9,73%; EQ dan SQ terhadap prestasi belajar berpengaruh secara tidak langsung melalui motivasi masing-masing sebesar 2,6% dan 0,37%; EQ dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar sebesar 67,7% dan sisanya 32,26% dipengaruhi faktor-faktor lain. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Pembinaan kecerdasan emosi dan spiritual merupakan bentuk kewajiban setiap manusia, terlebih bagi para orang tua dan guru, untuk itu perlu adanya peningkatan kesadaran kembali terhadap kewajiban tersebut. (2) Untuk kemajuan SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar adalah pihak sekolah bisa menjadikan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam dunia pendidikan ke depan untuk lebih membantu dalam memperlancar kegiatan belajar siswa baik dalam bidang agama maupun umum, maka diperlukan motivasi agar siswa senantiasa memanfaatkan waktu luang untuk belajar. (3) Peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini, sebaiknya melakukan penelitian terhadap kecerdasan lainnya yang juga dapat mempengaruhi prestasi belajar seperti kecerdasan buatan, kecerdasan sosial, dan kecerdasan lainnya yang telah banyak ditemukan oleh ilmuan

Pengembangan buku ajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kelas XI semester genap di SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Yandrika Jufindra

 

Jufindra, Y. 2013. Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Kelas XI Semester Genap di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno. M.Pd, (II) Drs. Setyo Budiwanto. M.Kes. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaaran, Buku Ajar, Pendidikan jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan proses pendidikan yang dilakukan melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak bagi peserta didik. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa sering kali mengalami kesulitan ketika mempraktikkan gerakan. Di SMK Muhammadiyah 3 Singosari siswa merasa kesulitan mencari sumber belajar untuk mempermudah mempelajari materi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Oleh karena itu perlunya media pembelajaran yang sederhana, mudah dibawa, dapat dipelajari dimana saja seperti hal nya buku ajar untuk membantu siswa dalam belajar. Maka diperlukan pengembangan buku ajar pendidikan jasmani di sekolah SMK Muhammadiyah 3 Singosari Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sumber belajar bagi siswa kelas XI semester genap dan guru pendidikan jasmani pada umumnya dengan materi yang sesuai dengan KTSP sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari sepuluh langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah saja. (1) pengumpulan informasi, (2) rancangan produk awal, (3) evaluasi ahli,(4) revisi I, (5) uji coba tahap I, (6) revisi II dan uji coba tahap II, (7) revisi dan produk akhir. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner, (8) produk dikemas dengan dominan warna hijau. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 12 orang siswa diperoleh persentase 82,35% dan uji coba kelompok besar terhadap 40 orang siswa diperoleh persentase 86,20% , dari hasil persentase uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar maka pengembangan Buku Ajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Kelas XI Semester Genap di SMK Muhammadiyah 3 Singosari layak untuk digunakan. Hasil produk pengembangan buku ajar pendidikan jasmani kelas XI semester genap, antara lain: (1) materi dalam buku ajar sesuai dengan KTSP sekolah, (2) tampilan materi dalam buku ajar terdapat gambar-gambar yang menunjukkan proses sehingga memudahkan bagi pembaca dalam memahami materi, (3) setiap bab dalam buku ajar terdapat alat evaluasi berupa soal tes, (4) terdapat rubric penilaian yang dapat memudahkan guru dalam melakukan penilaian, (5) dalam setiap bab terdapat lembar kerja siswa yang isinya merupakan langkah-langkah pembelajaran.

Pembelajaran membaca permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) bagi siswa tunarungu kelas VI yang mengalami kesulitan membaca di SDLB Negeri Campurdarat / Mujiono

 

Mujiono. 2013. Pembelajaran Membaca Permulaan dengan Metode Struktural     Analitik Sintetik (SAS) Bagi Siswa Tunarungu Kelas VI yang Mengalami     Kesulitan Membaca di SDLB Negeri Campurdarat. Skripsi, Jurusan     Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri     Malang. Pembimbing (I) Drs. Zainul Abidin, M.Pd, (II) Dra.     Susilaningsih, M.Pd Kata Kunci: membaca permulaan, metode struktural analitik sintetik, sas, tunarungu, sdlb.     Membaca merupakan salah satu prasyarat agar seseorang dapat mempelajari atau memahami. Terdapat tahapan-tahapan tertentu dalam membaca, salah satunya adalah tahap membaca permulaaan yang dipelajari oleh peserta didik yang duduk di sekolah dasar kelas rendah.     SDLB Negeri Campurdarat merupakan salah satu sekolah dasar bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di Tulungagung. Berdasarkan observasi penulis pada bulan Oktober 2012, didapatkan kasus kekurang mampuan anak tunarungu kelas VI dalam membaca. Kemampuan membacanya baru sampai pada kemampuan membaca huruf, siswa mampu membaca dan melafalkan huruf vocal dengan baik tetapi pada beberapa huruf konsonan siswa terlihat bingung.     Ada berbagai macam metode atau pendekatan dalam mengatasi permasalahan membaca permulaan. Salah satunya adalah dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Metode ini lazim digunakan pada anak yang baru belajar membaca dan menulis di kelas 1 sekolah dasar.     Salah satu keunggulan metode SAS adalah menerapkan prinsip ilmu bahasa umum, bahwa bentuk bahasa yang terkecil adalah kalimat yang kemudian dianalisis hingga menjadi kata.     Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk mengkaji seberapa besar pengaruh pembelajaran membaca permulaan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) bagi siswa tunarungu.     Penelitian dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain A-B-A, dimana desain ini dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama adalah baseline 1 (A-1), tahap kedua adalah intervensi (B) dan tahap ketiga adalah baseline 2 (A-2). Setiap tahapan dilakukan sebanyak tiga kali sesi.     Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes membaca. Pengumpulan data melalui tes membaca yang berupa pretest dan posttest.     Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca permulaan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa tunarungu. Hal ini terlihat pada hasil perhitungan mean level dari tiap-tiap fase. Pada fase baseline 1 (A-1) mean level sebesar 17,73%, lalu pada fase intervensi (B) terjadi kenaikan sebesar 50,03% menjadi 67,76%. Meskipun terjadi penurunan dari fase intervensi (B) ke baseline 2 (A-2) sebesar 1,13% menjadi 66,63%.

Pengaruh jumlah kredit, jangka waktu kredit dan jumlah simpanan terhadap bagian sisa hasil usaha anggota KPRI Wira Bhakti Lumajang / Wirawan Listyo Prabowo

 

Listyo Prabowo, Wirawan. 2013, Pengaruh Jumlah Kredit, Jangka Waktu Kredit dan Jumlah Simpanan Terhadap Bagian Sisa Hasil Usaha Anggota KPRI Wirabhakti Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si (II) Fadia Zen, S.E., M.M. Kata Kunci: Jumlah Kredit, Jangka Waktu Kredit, Jumlah Simpanan dan Sisa Hasil Usaha Koperasi sebagai badan usaha mempunyai karakter tersendiri yaitu dalam kegiatan usahanya tidak hanya berorientasi dalam mencari keuntungan saja melainkan berorientasi pada manfaat bagi anggota koperasi. Karakter khusus yang dimiliki koperasi inilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain. Badan usaha koperasi pada dasarnya dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh jumlah kredit, jangka waktu kredit dan jumlah simpanan terhadap bagian sisa hasil usaha anggota. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota koperasi KPRI Wira Bhakti Lumajang tahun 2012. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan uji F dan uji t. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana kondisi jumlah kredit, jangka waktu kredit, jumlah simpanan dan bagian sisa hasil usaha Anggota KPRI Wira Bhakti Lumajang 2) Berapa besar pengaruh jumlah kredit terhadap bagian sisa hasil usaha anggota koperasi di KPRI Wira Bhakti Lumajang3) Berapa besar jangka waktu kredit terhadap bagian sisa hasil usaha anggota koperasi di KPRI Wira Bhakti Lumajang 4) Berapa besar pengaruh jumlah simpanan terhadap bagian sisa hasil usaha anggota koperasi di KPRI Wira Bhakti Lumajang 5) Apakah jumlah kredit, jangka waktu kredit, jumlah simpanan berpengaruh terhadap bagian sisa hasil usaha anggota koperasi secara simultan di KPRI Wira Bhakti Lumajang 6) Variabel apakah yang paling dominan mempengaruhi bagian sisa hasil usaha Anggota KPRI Wira Bhakti Lumajang Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa secara parsial dan simultan jumlah kredit, jangka waktu kredit, jumlah simpanan berpengaruh secara signifikan terhadap bagian sisa hasil usaha anggota di KPRI Wira Bhakti Lumajang. Variabel jumlah kredit mempunyai pengaruh dominan terhadap Sisa Hasil Usaha Anggota KPRI Wira Bhakti Lumajang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu yaitu bagi koperasi disarankan untuk memberikan dukungan kepada para anggota koperasi untuk berpartisipasi untuk menjadi anggota koperasi. Bagi anggota koperasi disarankan untuk lebih meningkatkan partisipasinya terhadap upaya pengembangan koperasi, yaitu dengan meningkatkan jumlah pinjaman serta aktif untuk menjadi anggota koperasi dengan meningkatkan jumlah simpanan pada koperasi

Efektifitas pelaporan dan pembayaran SPT masa PPh pasal 21 pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo / Heppy Meyriyani

 

A tax is the society donation for the government for the survival of a country in implementing development in all fields which is mandatory. Return period is a letter used by a taxpayer for the report and the calculation or payment of tax payable in a tax period or at any time. While Article 21 is an income tax imposed on income dealing with employment, service, or activities conducted by the personal taxpayer (WP) of the Indonesian citizen. Data collection technique in this final project is interviews, documentation and study of the theory. This final project aims to: (1) describe the effectiveness of the reporting and payment, return period of Article 21 on the Tax Office Primary Roxburgh . Problem -solving method used is to provide a description of the data obtained from the Tax Office (KPP) Pratama Ponorogo in form of a number of reports submissions and acceptance of the realization of Article 21 and return period of 2009 to 2011. Based on the analysis, reporting and payment of future returns Tax Article 21 has been effectively implemented, but it is still not running well. This will certainly have an impact on the amount of KPP revenue Ponorogo in particular and in Indonesia in general. By considering the results obtained above, the researcher suggests that Tax Office (KPP) Pratama under the auspices of the Directorate General of Taxation to constantly improve services for the taxpayers and increase socialization and education, for example, it can be done through the medium of television as public service announcements about the importance of reporting and payment functions taxes which are expected to make a major contribution toward tax compliance as well as to the state as one source of revenue that is used for development in all fields.

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis metakognisi terhadap perpikir kreatif siswa pada pembelajaran geografi kelas XI IPS SMAN 6 Malang / Siska Amalia

 

Amaliasari, Siska. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Metakognisi Terhadap Berpikir Kreatif Siswa Pada Pembelajaran Geografi Kelas XI IPS SMAN 6 MALANG. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd., M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Metakognisi, Kemampuan Berpikir Kreatif Kemampuan berpikir kreatif dapat dilatih melalui mata pelajaran Geografi dipadukan dengan memanfaatkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Metakognisi. Model pembelajaran tersebut memiliki beberapa kelebihan, yaitu (1) melatih siswa bekerja mandiri, berpikir kritis dan kreatif untuk bekerja lebih cepat dan efisien dalam mencapai tujuan yang diinginkan, (2) melatih dan membudayakan siswa untuk menggunakan kemampuan metakognisinya guna berpikir secara sistematis dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah, (3) membudayakan siswa berkolaborasi (kerjasama) dalam menyelesaikan masalah, (4) dapat meningkatkan kompetensi belajar akademik dan mengembangkan keterampilan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis metakognisi terhadap berpikir kreatif siswa Penelitian yang tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) ini mengambil subyek penelitian dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kreatif (post test). Teknik analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan yang dapat diselesaikan dengan bantuan program SPSS 16,00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen sebesar 75,82, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 68,89. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002. Dengan demikian, nilai signifikansi 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Metakognisi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran Geografi Kelas XI IPS SMAN 6 Malang. Saran yang diajukan untuk guru mata pelajaran Geografi adalah menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis metakognisi sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa. Pihak sekolah diharapkan agar menganjurkan kepada guru-guru untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis metakognisi dan memberikan informasi yang relevan terkait dengan penggunaan model pembelajaran tersebut. Saran untuk peneliti lanjutan yakni mengujicobakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis metakognisi di sekolah lain yang kemampuan awal mereka lebih rendah dan merencanakan langkah-langkah kegiatan dan waktu yang ada dalam RPP dengan cermat.

Pengaruh pengembangan karir terhadap motivasi kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Basuki Rachmat Malang / Rifky Rifanda Sakti

 

Sakti, Rifky Rifanda. 2013. Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Pada Toko Buku Gramedia Basuki Rachmat Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Sumberdaya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syihabudhin,SE, M.Si, (II) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata Kunci : Pengembangan karir, promosi, mutasi, pendidikan dan pelatihan, motivasi kerja     Sumber daya manusia merupakan aset utama bagi perusahaan yang menjadi perencana dan pelaku aktif berbagai aktifitas dalam suatu organisasi. Mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan yang dibawa kedalam suatu lingkungan organisasi perusahaan. Mereka bukan seperti uang, mesin, dan materil yang sifatnya positif dan dapat diatur sepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Salah satu strategi yang harus di implementasikan oleh pihak manajemen adalah membuat perencanaan dan pengembangan karir bagi seluruh karyawan selama mereka bekerja di perusahaan. Untuk sebagian besar karyawan kepastian karir merupakan hal yang sangat penting karena mereka akan tahu posisi tertinggi yang akan mereka capai, sehingga mereka akan termotivasi dan terus berusaha meningkatkan kemampuan serta loyal terhadap perusahaan.     Permasalahan dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana program kebijakan pengembangan karir yang ditetapkan oleh Toko Buku Gramedia Malang Basra yang mencakup promosi, mutasi dan pendidikan dan pelatihan (2) Bagaimanakah kondisi motivasi kerja karyawan Toko Buku Gramedia Malang Basra dan (3) Adakah pengaruh yang signifikan program kebijakan pengembangan karir mencakup promosi, mutasi dan pendidikan dan pelatihan terhadap motivasi kerja karyawan di Toko Buku Gramedia Malang Basra.     Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan Toko Buku Gramedia basuki rachmat malang yang berjumlah 52 orang, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Skala yang digunakan adalah Semantic differential dengan 5 (lima) skor nilai jawaban. Uji validitas dan uji realibilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrument. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi/pengamatan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 16,0 For Windows.          Hasil penelitian ini adalah: (1) Dari hasil analisis deskriptif bahwa para karyawan sudah sangat setuju dengan kebijakan pengembangan karir yang meliputi promosi, mutasi dan pendidikan dan pelatian yang diberikan oleh perusahaan. Jabaran analisis deskriptif kondisi motivasi kerja karyawan dapat disimpulkan bahwa sudah sangat baik, berdasarkan penilaian kuesioner yang dibagikan dengan prosentase jawaban sangat setuju paling dominan (2) Hasil analisis regresi secara parsial diketahui bahwa, variabel promosi berpengaruh terhadap motivasi kerja dengan nilai sig t sebesar 0,049, sehingga nilai sig t < 0,05. Variabel mutasi juga berpengaruh terhadap motivasi kerja dengan nilai sig t sebesar 0,033, sehingga nilai sig t < 0,05. Dan variabel pendidikan dan pelatihan mempunyai pengaruh terhadap motivasi kerja dengan nilai sig t sebesar 0,006, sehingga nilai sig t < 0,05. (3) Sedangkan hasil analisis regresi secara simultan pengaruh antara variabel pengembangan karir terhadap motivasi kerja diketahui bahwa nilai sig F 0,001 (sig F < 0,05), nilai R Square sebesar 0,301, hal ini berarti bahwa 30,1% motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh kebijakan promosi (X1), mutasi (X2) dan progam pendidikan dan pelatihan (X3).     Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan sebagai berikut: (1) Kebijakan pengembangan karir meliputi promosi, mutasi, pendidikan dan pelatihan terbukti dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Basuki Rachmat Malang. Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan kebijakan pengembangan karir karyawannya, dengan cara memberikan promisi, mutasi dan pendidikan dan pelatihan kepada para karyawan yang benar-benar memiliki kriteria dan sesuia. Dapat dilihat dari hasil kinerja serta prestasi kerja karyawan selama masa jabatannya, apakah seorang karyawan tersebut pantas dilakukan promosi, mutasi serta pendidikan dan pelatihan. Karena kebijakan pengembangan karir juga merupakan salah satu alat untuk mempertahankan karyawan agar memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan, sehingga memiliki motivasi kerja yang tinggi. (2) Dari hasil penjabaran asumsi kuosioner motivasi kerja karyawan yang disebarkan adalah sangat setuju, jadi dapat disimpulkan kondisi motivasi kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Basuki Rachmat Malang sudah sangat baik. Hal ini terbukti dari distribusi frekuensi tentang motivasi kerja karyawan yang telah diteliti. Oleh karena itu perusahaan diharapkan untuk mempertahankan atau meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan cara memberikan kebijakan pengembangan karir yang adil dan sesuai, seperti yang dijelaskan pada butir sebelumnya, selain itu juga dapat dilakukan dengan pemberian reward pada karyawan yang berhasil melampaui target penjualan. Dengan terpenuhinya hal-hal tersebut diharapkan motivasi kerja karyawan akan semakin meningkat. (3) Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan karena terdapat beberapa aspek yang belum tercakup dalam penelitian ini.     

Peningkatan keterampilan menulis puisi melalui pengamatan lingkungan kelas V SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar / Galih Arum Kusumaning Palupi

 

Palupi, Galih Arum Kusumaning. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Pengamatan Lingkungan Kelas V SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd, (II) Drs.Hadi Mustofa, M.Pd. Kata Kunci: menulis, puisi, pengamatan lingkungan Sesuai dengan hasil temuan observasi lapangan di SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar pada kelas V dimana rendahnya keterampilan menulis puisi pada siswa disebabkan oleh pembelajaran yang kurang variatif dan cenderung monoton. hal inilah yang menyebabkan keterampilan menulis puisi siswa sangat kurang . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pengamatan lingkungan dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar dan peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar melalui pengamatan lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Gembongan 06 Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar dengan jumlah siswa sebanyak 17 siswa yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Teknik analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa penerapan metode pengamatan lingkungan dapat berjalan baik dan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa Kelas V SDN Gembongan 06 Kabupaten Blitar terbukti hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal dari 41% pada pratindakan menjadi 71% pada siklus I dan 82% pada siklus II. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pengamatan lingkungan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Gembongan 06 dalam hal pilihan kata (diksi), pengembangan ide dan kesesuaian isi dengan judul puisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru menerapkan pengamatan lingkungan dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Selain itu, sebaiknya guru merancang RPP sesuai materi yang akan diajarkan, menggunakan metode yang inovatif sehingga bisa menarik minat siswa dalam belajar sesuai dengan karakter materi yang diajarkan, selalu mengadakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan masalah yang dihadapi sebelumnya, memiliki inovasi dan kreativitas dalam menciptakan suasana pembelajaran, mengelola kelas sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pembelajaran.

Manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan profesionalisme guru (studi multisitus pada Gugus 2 SD di Kecamatan Klojen dan Gugus 4 SD di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang) / Gerindo Wasono

 

Wasono, Gerindo. 2014. Manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru (Studi Multisitus pada Gugus 2 Sekolah Dasar di Kecamatan Klojen dan Gugus 4 Sekolah Dasar di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang). Tesis. Program studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusmintardjo, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. M. Huda, A. Y., M.Pd. Kata Kunci: manajemen, kelompok kerja guru, profesionalisme guru. Guru memiliki peranan penting dan strategis dalam membimbing peserta didik ke arah kedewasaan, kematangan dan kemandirian, sehingga guru sering dikatakan sebagai ujung tombak pendidikan. Terkait peran guru tersebut, maka untuk melaksanakan tugasnya secara efektif diperlukan pembinaan dan pengembangan profesi serta karier guru. Wadah pembinaan profesional guru sekolah dasar (SD) adalah KKG. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen KKG dalam meningkatkan profesionalisme guru sesuai fokus penelitian yaitu perencanaan, pengorganisasian, implementasi, evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan KKG pada Gugus 2 SD di Kecamatan Klojen dan Gugus 4 SD di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Objek penelitian ini Gugus 2 SD di Kecamatan Klojen dan Gugus 4 SD di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan kunci, sumber data tertulis, dan gambar atau foto. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Data dianalisis menggunakan analisis dalam situs dan analisis lintas situs. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas dan dependabilitas. Berdasarkan paparan data ditemukan hasil sesuai fokus penelitian pada tahap perencanaan antara lain: (a) menentukan jenis dan jadwal kegiatan yang akan dilakukan sesuai kebutuhan guru-guru terkait pembelajaran, waktu dan dana serta narasumber pakar pembelajaran, (b) personel yang terlibat adalah guru dan KS segugus, pengurus KKG dan dibantu Pengawas TK/SD, (c) perencanaan dilakukan setiap akhir tahun pelajaran, di SD Inti (ruang PKG), (d) perencanaan dilakukan agar programnya jelas dan terarah, menampung aspirasi dan membantu guru yang mengalami kesulitan terkait pembelajaran dan (e) proses perencanaan dilakukan dengan kesepakatan melalui musyawarah antara pengurus, KS, guru segugus dan koordinator kelas. Pada tahap pengorganisasian antara lain: (a) personel yang terlibat dalam kegiatan KKG adalah: guru dan KS segugus, pengurus KKG, guru pemandu mata pelajaran (GPMP), koordinator kelas, pengawas dan KUPT Pendidikan Dasar, (b) tanggung jawab guru sebagai anggota juga pengurus KKG, GPMP, koordinator kelas, KS sebagai pembina, pembimbing dan penanggung jawab utama, pengawas sebagai pembina dan pendamping. Pada tahap implementasi antara lain: (a) hal-hal dalam pelaksanaan KKG adalah programnya, tempat PKG, dana, keaktifan dan semangat guru, dukungan anggota KKG, (b) personel yang terlibat adalah anggota KKG, narasumber, GPMP, pengurus KKG dan KS segugus, Pengawas TK/SD dan KUPT Pendidikan Dasar, (c) waktu pelaksanaan KKG setiap hari Sabtu di SD Inti (ruang PKG) atau bergilir di SD Imbas, (d) pelaksanaan KKG untuk melayani dan memecahkan permasalahan yang dihadapi guru, sebagai sarana pengimbasan, wadah menimba ilmu dan informasi baru, (e) pelaksanaan KKG dilakukan dengan mendiskusikan sesuai program, kegiatan awal dengan pembinaan, kegiatan inti dengan dibagi kelompok perkelas/mata pelajaran dan diakhiri penutup, tetapi pada acara pengimbasan dimulai dari pembukaan, pengimbasan, penutup. Di tahap evaluasi antara lain: (a) evaluasi pelaksanaan KKG adalah programnya, pelaksanaan kegiatannya dan pendanaannya, (b) evaluator KKG adalah guru-guru, GPMP, koordinator kelas, Pengurus KKG, KS segugus dan Pengawas TK/SD, (c) waktu evaluasi KKG dilakukan setiap akhir semester dan akhir tahun pelajaran di ruang PKG SD Inti dan atau SD Imbas secara bergilir, (e) tujuan evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan program, pelaksanaan kegiatan KKG, program KKG sudah terlaksana apa belum dan menjadi acuan penyusunan program berikutnya, (f) cara mengevaluasi dengan menayangkan program tahun kemarin untuk dievaluasi bersama-sama, sharing, membuat checklist dari program yang telah terlaksana dan yang belum bersama warga guru, Pengurus KKG, KS segugus dan Pengawas TK/SD. Faktor pendukung kegiatan KKG yaitu Gugus 2 pernah menjadi juara I nasional lomba gugus, sarana dan prasarana memadai, keaktifan guru mengikuti KKG, dukungan dan motivasi KS yang tinggi, pendanaan cukup, kerja sama seluruh komponen segugus, program KKG jelas, struktur dan data-data KKG lengkap, dan jarak antar sekolah segugus berdekatan. Sedangkan faktor penghambatnya ada sebagian guru motivasinya rendah, kesulitan mengumpulkan guru-guru dalam waktu bersamaan, sarana dan prasarana pada SD Imbas kurang lengkap, ruang PKG kurang besar dan dana dalam jumlah yang relatif banyak. Saran penelitian dikemukakan kepada: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, untuk: (a) melakukan pemantauan dan evaluasi bersama UPT Pendidikan Dasar di Kecamatan terhadap pelaksanaan kegiatan KKG di kedua gugus, (b) membentuk jaringan kerja sama dengan Perguruan Tinggi. berikutnya (2) bagi Pengawas TK/SD sebagai dasar pembinaan pengembangan profesional guru dan merumuskan kebijaksanaan teknis dalam program peningkatan kualitas pendidikan SD, (3) bagi KS di SD Inti dan Imbas pada kedua gugus, untuk mempertahankan (a) manajemen sekolah yang sudah baik, kepemimpinan pendidikan dengan keterampilan manajerial (b) wawasan, pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan sarana dan prasarana kegiatan KKG di kedua gugus, (4) bagi guru pada kedua gugus SD, untuk meningkatkan (a) wawasan dan pengetahuan terkait pembelajaran dengan melanjutkan studi, penataran, pelatihan, lokakarya, atau seminar nasional, (b) kemampuan dan keterampilan dalam menyelesaikan permasalahan terkait pembelajaran, (5) bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan untuk pengembangan manajemen atau pengelolaan KKG, (6) bagi peneliti lain yang berminat terhadap topik penelitian ini, dapat mengembangkan dan menggali lebih dalam aspek-aspek terkait peningkatan profesionalisme guru melalui KKG pada dua gugus sekolah.

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui metode karyawisata di kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar / Fitria Dwi Srirahayu

 

Srirahayu, Fitria Dwi. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi melalui Metode Karyawisata Kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M. Pd, (II) Dra. Yuliwidiarti, S. Pd. Kata kunci: menulis deskripsi, peningkatan hasil belajar, metode karyawisata Observasi awal di kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar pada pembelajaran bahasa Indonesia tentang menulis deskripsi ditemukan beberapa permasalahan, antara lain siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide/gagasan dalam menulis deskripsi, siswa menggunakan pilihan kata yang kurang tepat dalam mengembangkan tulisan deskripsi, dan penggunaan kosa kata yang tidak bervariasi. Hasil belajar siswa pada tahap pratindakan belum mencapai ketuntasan yang ditentukan secara klasikal sebesar 75%. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode karyawisata dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa di kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar dan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui metode karyawisata kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yang meliputi,(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan/observasi, dan (4) refleksi. Data diperoleh dari aktivitas guru dan siswa, sedangkan instrumennya berupa lembar observasi dan lembar tes menulis deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi melalui metode karyawisata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sananwetan 3 Kota Blitar. Hal itu dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata keterampilan menulis deskripsi siswa pada tahap pratindakan adalah 70 dengan persentase sebesar 38%, persentase tersebut termasuk kualifikasi nilai sangat kurang. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 76 dengan persentase sebesar 67%, persentase tersebut termasuk kualifikasi kurang. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh sudah meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu 83 dengan persentase sebesar 86%, persentase tersebut termasuk kualifikasi baik. Keterampilan menulis deskripsi kelas V mengalami peningkatan pada setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode karyawisata dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi. Dengan demikian dapat disarankan bagi guru untuk menggunakan metode karyawisata pada pembelajaran menulis deskripsi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengembangan perangkat asesmen autentik dalam pembelajaran PKn siswa kelasa V SDN Sawojajar 2 Kota Malang / Ludfi Arya Wardana

 

Wardana, L.A. 2014. Pengembangan Perangkat Asesmen Autentik Dalam Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SDN Sawojajar 2 Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si. (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd. M.H. Kata Kunci: Asesmen Autentik, Pembelajaran PKn Mencermati tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) salah satu misi yang diemban yaitu pembentukan karakter. Selain itu, penilaian dalam mata pelajaran PKn lebih menekankan penilaian aspek afektif. Selama ini yang terjadi di lapangan guru kurang paham tentang penilaian sehingga guru kurang terampil dalam merencanakan, melaksanakan, menganalisis dan melaporkan penilaian. Berdasarkan pengumpulan informasi pada pembelajaran PKn kelas V di SDN Sawojajar 2 Kota Malang ditemukan masalah, yaitu: (1) penilaian cenderung hanya aspek kognitif sehingga aspek afektif belum terlaksana dengan baik, (2) belum ada penilaian proses yang menggambarkan kemampuan sikap siswa, dan (3) guru belum melakukan penilaian konsistensi perkembangan sikap. Tujuan pengembangan ini untuk mengatasi permasalahan di atas dengan menghasilkan perangkat asesmen autentik pada pembelajaran PKn yang mempunyai tingkat kevalidan, keterterapan dan keterbacaan tinggi. Bentuk asesmen autentik yang dipilih yaitu asesmen kinerja dan asesmen sikap karena menyesuaikan karakteristik PKn yang menekankan aspek afektif. Selain itu, dua bentuk asesmen tersebut melibatkan siswa untuk meningkatkan kinerja, pembuatan hasil karya dan sikap dalam proses kegiatan pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi: (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba lapangan, (6) produk akhir. Hasil validasi ahli dan uji coba lapangan perangkat asesmen yang dikembangkan mendapatkan nilai dalam kriteria valid dengan revisi kecil (4,11), kriteria sesuai pada keterterapan (4,27), kriteria sesuai pada keterbacaan (4). Untuk memaksimalkan penggunaannya, sebaiknya perlu memperhatikan petunjuk penggunaan dengan seksama. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini perangkat asesmen autentik mempunyai keunggulan, yaitu: (1) instrumen asesmen sikap dapat melihat konsistensi sikap dalam kegiatan pembelajaran, (2) terdapat simpulan rapor dan deskripsi dalam lembar asesmen sikap sehingga diketahui hasil konsistensi sikap siswa, dan (3) asesmen kinerja menggambarkan keadaan sesungguhnya siswa dalam membuat produk. Saran produk asesmen autentik berbasis karakter ini, yaitu: (1) guru harus memahami dengan baik panduan asesmen, (2) dilakukan penyebaran secara luas atau diseminasi, dan (3) pengembangan produk lebih lanjut sebaiknya menggunakan bentuk asesmen autentik lainnya serta dikembangkan pada Kurikulum 2013.

Promoting EFL learners' critical thingking on reading comprehension through STAD / Diah Retno Widowati

 

Widowati, Diah Retno. 2014. Promoting EFL Learners’ Critical Thinking on Reading Comprehension through STAD. Tesis, Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M. Pd; (2) Dr. Ekaning Dewanti Laksmi, M. Pd, M. A. Kata Kunci: Memperkenalkan, Berpikir Kritis, Kemampuan, Membaca, STAD Student Teams Achievement Division merupakan teknik mengajar yang melibatkan siswa untuk bekerja di dalam kelompok. Teknik ini diprakarsai oleh Slavin (1995). Penelitian ini mengaplikasikan STAD untuk pembelajaran membaca dan sebagai sarana untuk memperkenalkan kemampuan berpikir kritis dengan tujuan untuk mengetahui: (1) keefektifan teknik STAD dalam pengenalan berpikir kritis; (2) keefektifan teknik STAD dalam pembelajaran membaca; (3) interaksi antara kemampuan membaca dan pencapaian keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental tes akhir dimana data yang dianalisa berasal dari nilai tes akhir siswa yang diasumsikan memiliki kemampuan awal yang sama. Penelitian ini diadakan di SMK Islam Kepanjen Malang dengan mengambil sampel siswa kelas XI jurusan farmasi tahun pelajaran 2013/2014. Pencapaian siswa diukur dengan melakukan dua jenis tes, yaitu tes berpikir kritis dan tes kemampuan membaca. Selain itu, dua jenis kuesioner juga diberikan kepada siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai berpikir kritis dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan tes non-parametrik Mann-Whitney U, ditemukan bahwa ada perbedaan berpikir kritis dan kemampuan membaca yang signifikan antara kelas eksperimental dan kelas kontrol. Data statistik menunjukkan bahwa nilai kritis (nilai p) lebih kecil dari nilai alpha (0.004 < 0.05) pada permasalahan pertama dan data statistik pada permasalahan kedua juga menunjukkan hasil yang sama (0.024 < 0.05). Data statistik ketiga menunjukkan bahwa nilai p lebih besar daripada alpha (0.159 > 0.05). Hasil penghitungan statistik pertama dan kedua menunjukkan bahwa teknik STAD cukup efektif untuk memperkenalkan kemampuan berpikir kritis kepada siswa dan untuk diterapkan dalam pembelajaran membaca. Selain itu, hasil statistik menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kemampuan membaca siswa dan keterampilan berpikir kritis.

Hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa berkemampuan akademik berbeda pada pembelajaran biologi yang menerapkan beberapa model pembelajaran / Bea Hana Siswati

 

Siswati, Bea Hana. 2014. Hubungan Antara Keterampilan Metakognitif dengan Hasil Belajar Siswa Berkemampuan Akademik Berbeda pada Pembelajaran Biologi yang Menerapkan Beberapa Model Pembelajaran. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd., (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar, Kemampuan Akademik, Model Pembelajaran. Selama ini sudah banyak dilakukan penelitian yang berkenaan dengan model pembelajaran pada pembelajaran biologi, baik yang mengkaji pengaruh dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat atau yang mengkaji hubungan antar variabel. Berkenaan hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada pembelajaran biologi yang terkait dengan berbagai kondisi itu, belum ada kajian yang membandingkan kesamaan persamaan regresi maupun keterandalannya antara; 1) tingkat sekolah yang berbeda, 2) kelas yang sama atau berbeda pada suatu tingkat sekolah, 3) model pembelajaran yang sama atau berbeda pada suatu kelas atau tingkat sekolah, dan 4) kemampuan akademik yang sama atau berbeda pada suatu model pembelajaran, kelas, atau tingkat sekolah. Dalam rangka penulisan tesis akan dilakukan uji beda persamaan regresi terkait hubungan antara variabel keterampilan metakognitif dan variabel hasil belajar antara berbagai model pembelajaran pada pembelajaran biologi kelas XI SMA; dilakukan juga uji beda persamaan regresi termaksud antara kelompok siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah.     Tujuan penelitian ini ialah: 1) mengetahui hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa pada penerapan beberapa model pembelajaran, 2) mengungkap perbedaan persamaan regresi keterampilan metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa pada penerapan beberapa model pembelajaran, 3) mengetahui hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa pada penerapan beberapa model pembelajaran yang dibelajarkan pada kelompok siswa berkemampuan akademik berbeda, dan 4) mengungkap perbedaan persamaan regresi keterampilan metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa pada beberapa model pembelajaran yang dibelajarkan pada kelompok siswa berkemampuan akademik berbeda.     Rancangan penelitian yang digunakan ialah penelitian korelasional. Variabel bebas adalah keterampilan metakognitif. Variabel terikat adalah hasil belajar (pemahaman konsep). Populasi penelitian ialah keseluruhan siswa kelas XI-IA SMA di Malang tahun ajaran 2012/2013 semester ganjil. Sampel penelitian adalah XI-IA3 SMA Negeri 8 Malang, XI-IA3 SMA Negeri 7 Malang, XI-IA2 SMA Negeri 1 Tumpang, XI-IA1 SMA Negeri 1 Lawang, XI-IA5 SMA Negeri 5 Malang, XI-IA3 SMA Negeri 6 Malang, XI-IA3 SMA Negeri 9 Malang, XI-IA SMA Muhammadiyah 1 Malang, XI-IA3 SMA Brawijaya Smart School, XI-IA SMA Diponegoro Tumpang, XI-IA SMA PGRI Lawang, XI-IA1 SMA Brawijaya Smart School, XI-IA SMA PGRI 6 Malang, XI-IA SMA PGRI Kepanjen, dan XI-IA2 SMA Islam Al-Ma’arif Singosari.     Keterampilan metakognitif diukur menggunakan rubrik metakognitif. Hasil belajar diukur dengan menggunakan tes essay. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretes dan postes. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi dengan keterampilan metakognitif sebagai faktor X dan hasil belajar sebagai faktor Y. Sebelum uji regresi, dilakukan pula uji normalitas data.     Hasil penelitian menunjukkan: 1) terkait 7 model pembelajaran yang diterapkan pada siswa berkemampuan akademik rendah terungkap bahwa pada 6 model ada hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi, 2) ada perbedaan slope dan intercept persamaan regresi hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada 7 model pembelajaran di kalangan siswa berkemampuan akademik rendah yang ditunjukkan dengan adanya garis-garis regresi tertentu yang tidak sejajar dan tidak berimpit, 3) terkait 7 model pembelajaran yang diterapkan pada siswa berkemampuan akademik tinggi terungkap bahwa pada semua model ada hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi. 4) tidak ada perbedaan slope tetapi ada perbedaan intercept persamaan regresi hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada 7 model pembelajaran di kalangan siswa berkemampuan akademik tinggi yang ditunjukkan dengan adanya garis-garis regresi tertentu yang sejajar dan tidak berimpit. 5) ada perbedaan slope dan intercept persamaan regresi hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada 14 pembelajaran di kalangan siswa berkemampuan akademik berbeda yang ditunjukkan dengan adanya garis-garis regresi tertentu yang tidak sejajar dan tidak berimpit. 6) analisis perbedaan persamaan-persamaan regresi menunjukkan bahwa garis-garis regresi hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada model-model yang dikaji cenderung sejajar; kecenderungan kesejajaran garis-garis regresi hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada berbagai model pembelajaran di kalangan siswa berkemampuan akademik berbeda masih perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan apakah fenomena itu memang demikian atau kebetulan.     Atas dasar hasil penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar pada model pembelajaran yang sama atau berbeda, kemampuan akademik yang sama atau berbeda. Dalam hubungan ini tidak tertutup kemungkinan dilakukan juga kajian yang melibatkan hubungan antara variabel lain selain keterampilan metakognitif dan hasil belajar yang berkaitan dengan pembelajaran.

Efektivitas strategi inkuiri terbimbing berbasis portofolio terhadap penguasaan konsep fisika dan keterampilan proses sains siswa SMAN 1 Rejotangan Tulungagung / Yuddia Orbana ATP

 

Pengembangan model mulok kewirausahaan berbasis keunggulan lokal untuyk meningkatkan kecakapan vokasional siswa SMA di KOta Mataram / Sukardi

 

Sukardi. 2013. Pengembangan Model Mulok Kewirausahaan Berbasis Keunggulan Lokal untuk Meningkatkan Kecakapan Vokasional Siswa SMA di Kota Mataram. Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Danardana Murwani, M.M., (II) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (III) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: Pengembangan Model, Mulok Kewirausahaan, Keunggulan Lokal, dan Kecakapan Vokasional. Gejala yang teramati dan menjadi fokus kajian ini adalah belum terbentuknya keterampilan kerja pada lulusan SMA yang berdampak pada: ketergantungan pada pekerjaan yang ada, 9,74% lulusan menjadi pengangguran terdidik, dan menjadi Tenaga Kerja Indonesia dengan keterampilan terbatas. Permasalahan lain yang muncul, yaitu: hanya 25% lulusan yang melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi, 1,73% putus sekolah, dan belum termasuk yang rentan putus sekolah. Disisi lain, lembaga pendidikan SMA belum mampu meningkatkan mutu dan relevansinya khususnya melalui mata pelajaran muatan lokal kewirausahaan, padahal potensi untuk memberdayakan siswa terbuka luas dengan ketersediaan keunggulan lokal sebagai lapangan usaha. Mulok Kewirausahaan yang ada lebih menekankan pada pengenalan pengetahuan, nilai, norma kewirausahaan, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam memanfaatkan keunggulan lokal. Oleh karenanya, diperlukan inovasi dan rekonstruksi sosial Mulok Kewirausahaan dengan memanfaatkan keunggulan lokal sebagai instrumen pembentukan kecakapan vokasional siswa SMA agar dapat mengurangi permasalahan sosial tersebut. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan potret permasalahan dan kebutuhan model Mulok Kewirausahaan berbasis keunggulan lokal; (2) mengembangkan model Mulok Kewirausahaan berbasis keunggulan lokal; dan (3) mengetahui keefektifan model Mulok Kewirausahaan berbasis keunggulan lokal dalam meningkatkan kecakapan vokasional siswa SMA Negeri di Kota Mataram. Secara metodologis, untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam kajian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (1983) yang dipadukan dengan prisip-prinsip desain konstruktivistik, seperti kolaborasi, desain dan pengembangan yang disatukan, dan model akhir yang bersifat terbuka serta fleksibel. Tahapan utamanya meliputi: (1) studi pendahuluan yang terdiri dari pra penelitian dan survei permasalahan dan kebutuhan; (2) pengembangan produk awal yang terdiri dari penyusunan desain model, penyusunan prototipe produk model secara partisipatif, uji produk awal melalui uji validasi ahli dan uji terbatas; dan (3) uji produk akhir/uji lapangan dalam bentuk pre eksperimen dengan menggunakan rancangan static group comparison. Data pada tahap uji produk dijaring menggunakan kuesioner, panduan focus group discussion, penilaian berbasis proyek, dan penilaian penyajian lisan. Keseluruhan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, berupa persentase sederhana dan kuantitatif berupa uji t sampel independen dengan bantuan software SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Pelaksanaan Mulok Kewirausahaan SMA Negeri di Kota Mataram belum optimal, terindikasi pada materi dan pelaksanaan pembelajaran yang kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan potensi keunggulan lokal. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa produksi kerajinan perhiasan emas/perak/mutiara menjadi prioritas sebagai substansi Mulok Kewirausahaan dengan menggunakan pembelajaran berorientasi konstruktivisme sosial. (2) Desain model yang dikembangkan terdiri dari 3 komponen utama, yaitu tujuan pembelajaran (tujuan mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator), prosedur pembelajaran (pengorganisasian materi, penyampaian materi, dan pengelolaan pembelajaran), dan penilaian. Dari rancangan model, dihasilkan produk, berupa: (a) rumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar, (b) silabus, (c) buku ajar, (d) buku panduan pembelajaran, (e) media pembelajaran, (f) rencana pelaksanaan pembelajaran, dan (g) perangkat penilaian. (3) Hasil uji produk awal menunjukkan bahwa secara keseluruhan rancangan model dan produk model yang dihasilkan pada kategori sangat baik. Hasil uji lapangan melalui rancangan static group comparison menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kecakapan vokasional siswa antara kelas eksperimen dengan kelas statis. Hasil penelitian dan pengembangan mengindikasikan bahwa model Mulok Kewirausahaan berbasis keunggulan lokal efektif dalam membentuk kecakapan vokasional siswa. Selain itu, baik guru maupun siswa memberikan respon yang positif dan sangat baik terhadap model yang dihasilkan dilihat dari aspek relevance, reflection, interaction, tutor support, peer support, dan interpretation. Berdasarkan kesimpulan tersebut: (1) saran pemanfaatan, yaitu SMA yang memprogramkan Mulok Kewirausahaan agar mengadopsi model ini, SMA yang menerapkan kurikulum 2013 juga mengadaptasi model ini, pengambil kebijakan untuk mengembangkan program peningkatan relevansi pendidikan, dan siswa sebagai sumber belajar utama dan sumber praktik wirausaha secara langsung; (2) saran desiminasi ditujukan kepada SMA melalui sosialiasi, penggandaan, workshop, implementasi melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dan atau lesson study. Bagi pengambil kebijakan dapat menyebarluaskan model ini melalui penggandaan, training of trainer (TOT), menfasilitasi sekolah untuk membuat program workshop, Diklat atau workshop khusus penyebarluasan model, menfasilitasi sekolah menerapkannya melalui PTK dan atau lesson study, dan pengemasan secara digital; dan (3) saran pengembangan produk lanjut untuk peneliti, seperti pengembangan untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam kurikulum 2013, perluasan substansi model, fokus pada aspek kewirausahaan lainnya, pengembangan dalam bentuk digital, pengujian untuk lembaga pendidikan non formal, perluasan subyek, perluasan komponen model, dan lainnya.

Mantra in Baliantn in the Dayak Kanayatn society / by Regina

 

Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita melalui metode mapping pada siswa kelas V SDN Kendalbulur 01 Kabupaten Tulungagung / Vika Oktaviani

 

Oktaviani, Vika. 2014. Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Cerita Melalui Metode Mind Mapping pada Siswa Kelas V SDN Kendalbulur 01 Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M. Pd, (2) Drs. Sunyoto, S. Pd., M.Si Kata Kunci: unsur cerita, mind mapping, menyimak     Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SDN Kendalbulur 01 Kabupaten Tulungagung pada pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita, ditemukan bahwa sebagian besar belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya data bahwa dari 39 siswa kelas V SDN Kendalbulur 01 Kabupaten Tulungagung, terdapat 24 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dengan rincian 8 siswa telah mampu mengidentifikasi masing-masing unsur dengan tepat, 7 siswa telah mampu mengidentifikasi unsur cerita namun tidak semua unsur yang disebutkan benar, dan 24 siswa masih sulit untuk menentukan unsur cerita yang paling tepat. Ketidaktuntasan tersebut disebabkan oleh beberapa permasalahan, diantaranya: (1) siswa sering lupa mengenai isi cerita yang disimak terutama cerita yang panjang, (2) siswa mengalami kesulitan dalam menentukan unsur-unsur cerita tokoh dan penokohan serta latar yang berjumlah lebih dari satu dalam cerita, dan (3) siswa bingung dalam mengidentifikasi unsur cerita yang disimak terutama unsur cerita yang tersirat, seperti tema dan amanat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita dan peningkatan kemampuan megidentifikasi unsur cerita melalui penerapan metode mind mapping.     Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis hasil penelitian yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif.     Hasil penelitian dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode mind mapping dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu pada saat pratindakan persentase ketuntasan belajar kkasikal siswa sebesar 43,58 meningkat menjadi 51,28% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 94,87% pada siklus II. Selain itu penerapan mind mapping dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan aktivitas guru yaitu pada pratindakan aktivitas guru sebesar 47%, pada siklus I meningkat menjadi 92,1%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 100%.     Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Kendalbulur 01 Kabupaten Tulungagung berupa peningkatan hasil belajar siswa pada unsur cerita itu sendiri yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, serta amanat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan hendaknya guru mempersiapkan segala hal yang diperlukan sebelum pembelajaran, membimbing dalam setiap langkah pembelajaran dan lebih memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan, dan guru hendaknya lebih aktif dan kreatif dalam penyampaian pembelajaran.

Peningkatan keterampilan berbicara melalui model practice rehearsal pairs pada siswa kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar / Mohammad Zakariya

 

Zakariya, Mohammad. 2014. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Practice Rehearsal Pairs Pada Siswa Kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (II) Suwarti, S.Pd, M. Pd. Kata kunci : keterampilan berbicara, model practice rehearsal pairs     Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar ditemukan beberapa permasalahan, antara lain: (1) siswa kurang menguasai topik persoalan, sehingga mereka kesulitan dalam menyusun komentar yang tepat, (2) siswa kurang terampil dalam berbicara karena kurangnya latihan berbicara, (3) banyak siswa yang pasif dan kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, dan (4) guru masih menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran dan kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan berbicara dalam mengomentari persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model practice rehearsal pairs dalam meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar, dan mendeskripsikan model practice rehearsal pairs dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal tes.     Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbicara menggunakan model practice rehearsal pairs berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai pada pratindakan adalah 58, siklus I adalah 74, dan siklus II adalah 86. Ketuntasan belajar secara klasikal pada pratindakan sebesar 38%, pada siklus I sebesar 75%, dan pada siklus II mencapai 87%.     Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbicara dengan model practice rehearsal pairs dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Untuk itu diharapkan guru menggunakan model practice rehearsal pairs dalam pembelajaran berbicara mengomentari persoalan agar siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal, selain itu dalam pembelajaran berbicara, guru hendaknya meningkatkan intensitas aktivitas berbicara siswa sebagai bentuk latihan untuk mengembangkan keterampilan berbicara yang dimiliki siswa secara optimal.

Problematika menulis surat dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar / Isma Miftahur Rohmah

 

Rohmah, Isma Miftahur. 2014. Problematika Menulis Surat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd Kata Kunci: problematika, menulis surat, responden     Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan kasus terkait pembelajaran menulis surat di kelas V SDN Sukosewu 01 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Kasus yang muncul yaitu (1) pada saat pembelajaran guru kelas V tidak menerapkan seluruh tahapan dalam proses menulis, (2) responden secara langsung ditugaskan untuk menulis surat, (3) kalimat yang digunakan responden dalam menulis surat masih berbelit-belit, dan (4) ejaan yang digunakan responden masih salah. Permasalahan tersebut hendaknya dicermati oleh guru kelas agar pembelajaran menulis surat lebih optimal. Berkaitan dengan hal tesebut, maka diperlukan penelitian lebih mendalam mengenai problematika-problematika yang terjadi dalam pembelajaran menulis surat.     Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan dan mengungkap (1) kesesuaian surat yang ditulis responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dengan komponen surat, (2) pemahaman responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar terhadap isi surat, (3) pemahaman responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar terhadap tujuan penulisan surat, (4) ketepatan ejaan yang digunakan responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dalam menulis surat, dan (5) keefektifan kalimat yang digunakan responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dalam menulis surat.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus eksplorasitoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu teknik dokumentasi, angket (kuesioner), dan wawancara. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, meningkatkan ketekunan, dan diskusi teman sejawat.     Berdasarkan hasil analisis data diperoleh lima temuan yaitu (1) terdapat ketidaksesuaian surat yang ditulis responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dengan komponen surat yaitu pada penulisan komponen alamat yang dituju, isi surat bagian penutup, dan salam penutup; (2) Pemahaman responden SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar terhadap isi surat sudah baik, surat yang ditulis sudah mendeskripsikan acara, waktu, dan tempat pelaksanaan kegiatan; (3) Pemahaman responden SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar terhadap tujuan penulisan surat sudah baik, isi surat yang ditulis sudah meggambarkan tujuan penulisan surat yaitu mengharapkan kehadiran penerima surat pada acara, waktu, dan tempat yang telah ditentukan; (4) terdapat ketidaktepatan ejaan yang digunakan responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dalam menulis surat yaitu pada aspek penggunaan huruf kapital dan penggunaan tanda baca; dan (5) terdapat ketidakefektifan kalimat yang digunakan responden kelas V SDN Sukosewu 01 Kabupaten Blitar dalam menulis surat yaitu pada kalimatnya tidak lugas dan tidak gramatikal.     Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) sebaiknya guru kelas V menggunakan pendekatan proses menulis dan melakukan bimbingan/arahan pada responden saat proses pembelajaran menulis surat berlangsung, (2) sebaiknya responden melakukan seluruh langkah-langkah dalam menulis dengan cermat dan aktif bertanya apabila belum paham terhadap materi menulis surat, dan (3) penulis menyarankan untuk melakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan pembelajaran menulis surat di kelas V SD.

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui media lingkungan pada kelas II SDN Durenan Kabupaten Trenggalek / Nur Budi Utami

 

Utami, Nur Budi. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi melalui Media Lingkungan pada Kelas II SDN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: keterampilan menulis, menulis deskripsi, media lingkungan     Hasil studi awal di kelas II SDN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek, diperoleh informasi bahwa dari 26 siswa terdapat 10 siswa yang kurang mampu mengungkapkan gagasan atau ide dalam bentuk tulisan, 9 siswa kurang menguasai kosa kata dalam bahasa Indonesia, dan 7 siswa kurang menguasai keterampilan kebahasaan (pemilihan kata, penggunaan ejaan, penyusunan pola kalimat). Penyebab kurangnya keterampilan siswa tersebut diantaranya, siswa kurang teliti dalam menulis paragraf, siswa kurang minat untuk membaca, siswa tidak percaya diri dalam mengungkapkan gagasan atau idenya dalam bentuk tulisan. Guru hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan sehingga kurang mengaktifkan siswa dalam pembelajan. Guru juga tidak memanfaatkan media pembelajaran apapun dan hanya memanfaatkan buku paket sebagai sumber belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsika penerapan media lingkungan dalam pembelajaran menulis deskripsi, dan mendeskripsikan penerapan media lingkungan dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas II SDN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek.     Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa teknik observasi (pengamatan), dokumentasi, catatan lapangan dan tes. Penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif     Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pada tahap pratindakan terdapat 42% siswa yang tuntas belajar. Pada tindakan siklus I, aktivitas siswa atau nilai proses (NP) yang diperoleh siswa secara klasikal adalah 85. Dan persentase ketuntasan belajar siswa dalam menulis deskripsi sebanyak 89%. Pada tindakan siklus II, aktivitas siswa atau nilai proses (NP) yang diperoleh siswa secara klasikal adalah 90. Dan persentase ketuntasan belajar siswa dalam menulis deskripsi sebanyak 100%.     Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan media lingkungan dapat meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi pada kelas II SDN 1 Durenan. Siswa lebih aktif, percaya diri, bersemangat dan senang dalam mengikuti pembelajaran menulis deskripsi. Selain itu, siswa juga menjadi lebih terbiasa melakukan pengamatan, pengumpulan data, membuat kerangka, dan menyusun kerangka menjadi paragraf deskripsi. Penerapan media lingkungan dalam pembelajaran menulis deskripsi dapat meningkatkan aspek pendeskripsian objek dan kebahasaan siswa kelas II SDN 1 Durenan. Hal tersebut berdasarkan pemaparan ketuntasan belajar siswa mulai dari tahap pratindakan yaitu 42%. Pada tindakan siklus I, terdapat 89% siswa yang tuntas belajar. Pada tindakan siklus II, terdapat 100% siswa yang tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti yaitu (1) siswa hendaknya lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya di dalam pembelajaran, (2) guru hendaknya sering menunjuk siswa yang kurang percaya diri tersebut pada saat tanya jawab, mempresentasikan hasil, dan menanggapi jawaban teman, (2) guru hendaknya menggunakan media lingkungan untuk meningkatkan aktivitas dan nilai hasil siswa dalam menulis deskripsi.

Peningkatan kemampuan menulis deskripsi melalui media tiga dimensi pada siswa kelas II SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar / Alfi Zunaidah

 

Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing (talking chips) di kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar / Yuni Setyowati

 

Setyowati, Yuni. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Melalui Model Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing (Talking Chips) di Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: menulis narasi, kooperatif, kancing gemerincing, sekolah dasar     Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, siswa kelas IV SDN Bendogerit 2 mengalami kesulitan sehingga hasil belajar siswa pada keterampilan menulis narasi sangat rendah dengan rata-rata 64,78. Tingkat penguasaan kelas rata-rata dalam pemilihan kata 64,52 %, kelengkapan kalimat hanya 67,79 %, penggunaan ejaan hanya 57,44 %, dan keruntutan cerita hanya 69,37 % dengan 11 siswa tuntas dan 12 siswa tidak tuntas. Karena itulah peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing. Melalui penelitian ini dapat diketahui bagaimana penerapan pembelajaran menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing dan peningkatan keterampilan menulis narasi siswa dengan menerapkan pembelajaran menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing.     Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu jenis penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian dilakukan sesuai tahap yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek peneliti berjumlah 23 siswa. Data yang diambil adalah data tentang hasil belajar siswa, keterlaksanaan pembelajaran menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing, kegiatan guru dalam mengajar dan respon siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket, tes, wawancara, studi dokumenter, dan catatan lapangan. Teknik analisa data dilakukan setelah pelaksanaan tindakan pada setiap siklus. Analisa data merupakan proses menyeleksi, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstraksikan, dan mengorganisasi data secara sistematik dan rasional untuk menyusun jawaban terhadap tujuan penelitian. Untuk hasil belajar digunakan SKM sebagai standar ketuntasan siswa dalam belajar.     Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: hasil belajar siswa menulis narasi melalui model kooperatif tipe kancing gemerincing mengalami peningkatan dari hasil tes akhir diperoleh persentase ketuntasan belajar pada pra tindakan 47,82% dengan kategori sangat kurang, siklus I 69,57% dengan kategori baik dan siklus II 100% dengan kategori sangat baik. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan agar guru mencoba menerapkan pembelajaran menulis narasi dengan model koooperatif tipe kancing gemerincing untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi, sedangkan untuk peneliti lain diharapkan dapat menyempurnakan penelitian ini dengan menerapkannya pada ruang lingkup yang lebih luas.

Penerapan strategi bisik berantai untuk meningkatkan keterampilan menyimak pada siswa kelas II SDN Jatitengah 1 Kabupaten Blitar / Merista Dwi Selviyana

 

Analisis buku siswa kelas I SD kurikulum 2013 dengan tema Kegemaranku / Siti Anisah

 

Anisah, Siti. 2014. Analisis Buku Siswa Kelas I SD Kurikulum 2013 Dengan Tema Kegemaranku. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Analisis Buku Siswa Kelas I SD, Tema Kegemaranku, Kurikulum 2013 Bahan ajar menjadi salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Salah satu bahan ajar tertulis yaitu buku teks siswa Kurikulum 2013. Buku untuk siswa kelas I SD merupakan buku edisi pertama terbitan pemerintah pada Kurikulum 2013 yang berbasis tematik. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya analisis yang mendalam untuk mengkaji kekurangan dan kelebihan buku siswa kelas I SD dengan tema kegemaranku Kurikulum 2013. Berdasarkan kajian teori, buku teks adalah buku pelajaran dalam mata pelajaran tertentu yang merupakan buku standar, disusun oleh para ahli dibidangnya untuk tujuan instruksional. Buku teks juga dilengkapi dengan sarana pembelajaran yang serasi, mudah dipahami oleh penggunanya di sekolah atau menyuguhkan isi materi sesuai dengan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Salah satu jenis penelitian yang menggunakan penelitian deskriptif ialah analisis isi (content analysis) atau kajian isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku tematik siswa kelas I SD Kurikulum 2013 dengan tema kegemaranku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Instrumen yang digunakan berupa pedoman analisis kesesuaian materi atau kegiatan dengan Kurikulum 2013, kesesuaian materi atau kegiatan dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan, kebenaran dan ketepatan bahasa, serta kesesuaian media gambar. Hasil penelitian dapat dipaparkan sebagai berikut: pertama, kesesuaian materi atau kegiatan dengan Kurikulum 2013, dari 141 indikator terdapat 71 materi atau kegiatan yang sesuai dengan indikator atau berjumlah 50,35%. Kedua, kesesuaian materi atau kegiatan dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dengan rincian (1) dari 137 kegiatan terdapat 137 kegiatan yang sesuai dengan kompetensi keterampilan atau berjumlah 100%, (2) dari 137 kegiatan terdapat 127 kegiatan yang sesuai dengan kompetensi pengetahuan atau berjumlah 92,70%, (3) dari 137 kegiatan terdapat 137 kegiatan yang sesuai dengan kompetensi sikap atau berjumlah 100%. Ketiga, kebenaran dan ketepatan bahasa dengan rincian (1) dari 2753 kata terdapat 2730 kata yang benar atau berjumlah 99,16%, (2) dari 567 kalimat terdapat 550 kalimat yang benar atau berjumlah 97,00%, (3) dari 431 kalimat yang berpotensi menggunakan tanda baca titik dan tanda baca tanya terdapat 381 kalimat yang benar atau berjumlah 88,39%. Keempat, kesesuaian media gambar, dari 72 gambar terdapat 67 media gambar yang sesuai atau berjumlah 93,05%.

Kajian bahan ajar membaca dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas IV SD ditinjau dari tingkat keterbacaan / Mochammad Lutfi Choirulloh

 

Choirulloh, Mochammad Lutfi. 2014. Kajian Bahan Ajar Membaca dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas IV SD Ditinjau dari Tingkat Keterbacaan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: bahan ajar, buku teks SD, keterbacaan     Kajian pustaka ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan bahan ajar membaca pada tataran kata, kalimat, paragraf, dan teks dalam buku teks bahasa Indonesia kelas IV SD.Tingkat keterbacaan diukur menggunakan formula BI (Berbahasa Indonesia).     Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian studi dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan analisis isi. Instrumen yang digunakan berupa kartu pencatat data.     Hasil penelitian pada lima teks yang kaji ditemukan 4 hal, yaitu (1) tingkat keterbacaan tataran kata: kata tak lazim muncul dengan rata-rata persentase 0,7% dan memiliki tingkat keterbacaan mudah, kata abstrak muncul dengan rata-rata persentase 2,1% dan memiliki tingkat keterbacaan mudah, kata istilah muncul dengan rata-rata persentase 4,8% dan memiliki tingkat keterbacaan sedang, kata penghubung muncul dengan rata-rata persentase 11,2% dan memiliki tingkat keterbacaan sukar, kata serapan muncul dengan rata-rata persentase 3,5% dan memiliki tingkat keterbacaan sedang, kata majemuk muncul dengan rata-rata persentase 1,6% dan memiliki tingkat keterbacaan mudah, (2) tingkat keterbacaan tataran kalimat: panjang kalimat menunjukkan rata-rata sebesar 13 kata tiap kalimat dan memiliki tingkat keterbacaan sukar, kalimat perluasan muncul dengan rata-rata persentase 91,5% dan memiliki tingkat keterbacaan sedang, kalimat majemuk muncul dengan rata-rata persentase 64,6% dan memiliki tingkat keterbacaan sukar, kalimat berpolisemi muncul dengan rata-rata persentase 1,7% dan memiliki tingkat keterbacaan mudah, kalimat pasif muncul dengan rata-rata persentase 32,9% dan memiliki tingkat keterbacaan sukar, (3) tingkat keterbacaan tataran paragraf: jumlah paragraf menunjukkan rata-rata sebesar 4 paragraf dan memiliki tingkat keterbacaan mudah, rerata kalimat tiap paragraf berada pada rentang 3-21 kalimat tiap paragraf dan cenderung memiliki tingkat keterbacaan sukar, dan (4) teks bahan ajar membaca dalam buku teks bahasa Indonesia kelas IV SD memiliki rata-rata skor keterbacaan sebesar 25 dan memiliki tingkat keterbacaan sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kelima teks masih layak untuk digunakan sebagai bahan ajar membaca, walaupun untuk teks I, II, III dan IV siswa memerlukan bimbingan dari guru untuk memahami isi teks.     Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti memberikan saran: (1) bagi pengembang buku teks, sebaiknya melakukan revisi pada indikator yang memiliki tingkat keterbacaan sukar, (2) bagi guru, hendaknya memberikan perhatian lebih pada teks yang memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan (3) bagi peneliti lain, dapat melakukan penelitian sejenis dengan variabel berbeda.     

Pengaruh stimulasi modifikasi brain gym model dennison terhadap penguasaan konsep bilangan anak Kelompok B TK Diponegoro Ngajum-Malang / Ardhana Reswari

 

Pengeloaan outdoor class dalam menunjang pendidikan karakter (studi kasus di TK Al-Falah Batu) / Cici Meissa

 

Meissa, Cici. 2014. Pengelolaan Outdoor Class dalam Menunjang Pendidikan Karakter (Studi Kasus di TK Al-Falah Batu). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., Dosen Pembimbing (II) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: pengelolaan kelas, outdoor class, pendidikan karakter.     Proses pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini akan mudah diwujudkan jika dilaksanakan pada suatu lingkungan yang mampu memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan secara produktif yang salah satunya yaitu dengan belajar pada outdoor class. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, pendidik hendaknya terampil dalam menata lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didiknya untuk melaksanakan aktivitas belajar yang optimal serta dapat menunjang pendidikan karakter bagi anak-anak.     Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan tentang: (1) perencanaan outdoor class dalam menunjang pendidikan karakter, (2) pengorganisasian outdoor class dalam menunjang pendidikan karakter, (3) pelaksanaan outdoor class dalam menunjang pendidikan karakter, (4) penanaman pendidikan karakter melalui outdoor class, (5) evaluasi outdoor class dalam menunjang pendidikan karakter, dan (6) masalah-masalah serta langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan di outdoor class.     Peneliti memilih pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus digunakan karena peneliti meneliti objek yang dipandang sebagai sistem yang dibatasi dan terikat oleh tempat dan waktu tertentu. Penelitian dilakukan di TK Al-Falah Batu yang salah satunya melakukan pembelajaran di outdoor class. Informan penelitian ini antara lain: (1) kepala TK, (2) guru-guru TK, (3) anak-anak TK. Penelitian ini dilakukan secara terbuka, artinya pihak-pihak yang terkait di TK Al-Falah mengetahui kehadiran peneliti. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Agar data yang diperoleh benar-benar absah, peneliti melakukan triangulasi sumber dan metode. Analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data.     Temuan penelitian ini adalah: (1) perencanaan outdoor class yaitu: (a) kepala TK dan para guru menetapkan tujuan serta sasaran dari outdoor class, (b) perencanaan program kegiatan disesuaikan dengan metode Beyond Centers and Circle Times (BCCT), (c) penyusunan materi kegiatan serta jadwal outdoor class dilakukan diawal semester oleh para guru dan kepala sekolah, (d) persiapan mengajar guru di outdoor class dilakukan dengan mempersiapkan kegiatan yang akan diberikan; (2) pengorganisasian outdoor class yaitu dengan: (a) adanya pembagian tugas dalam membimbing anak di setiap pos-pos outdoor class, (b) pembentukan team teaching yang terdiri dari dua orang di setiap pos-pos kegiatan, (c) melakukan pengelompokan anak disesuaikan dengan kemampuan anak pada kegiatan membaca dan mengaji di outdoor class; (3) pelaksanaan outdoor class antara lain: (a) menggunakan model pembelajaran contextual teaching learning, (b) pendekatan kelas dilakukan dengan menggunakan aturan serta tata tertib, (c) pengelolaan prilaku untuk anak yang tidak disiplin di outdoor class dilakukan dengan memberikan teguran, peringatan, serta ancaman, (d) guru memberikan kebebasan kepada anak saat bermain di area Alat Permainan Edukatif, tetapi guru juga bertindak mengawasi serta mengarahkan anak ketika terjadi penyimpangan prilaku anak; (4) penanaman pendidikan karakter melalui outdoor class antara lain: (a) guru memberikan arahan dan bimbingan kepada anak secara kondisional, (b) guru menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak dengan melakukan kegiatan pembiasaan yang disesuaikan dengan budaya sekolah, (c) guru menerapkan model keteladanan kepada anak; (5) evaluasi outdoor class yaitu: (a) untuk anak-anak, evaluasi dilakukan melalui laporan buku kegiatan pagi, (b) adanya evaluasi berupa tes diakhir semester, (c) evaluasi perkembangan prilaku anak-anak melalui buku rapor yang isinya sesuai dengan prilaku anak-anak sehari-harinya di outdoor class, dan (d) untuk guru, evaluasi dilakukan oleh kepala TK dengan mengadakan kunjungan ke setiap pos outdoor class; (6) masalah-masalah dan pemecahan masalah pada outdoor class diantaranya adalah: (a) anak yang bersikap seenaknya diatasi dengan melakukan kegiatan pembiasaan secara rutin untuk anak-anak, (b) anak yang mogok sekolah diatasi dengan melakukan pendekatan personal dan orangtua, dan (c) cuaca yang kurang mendukung, cara mengatasinya adalah dengan memindahkan kegiatan di area yang nyaman serta aman untuk melakukan aktivitas outdoor.     Saran peneliti antara lain: (1) kepala TK lebih mempersiapkan guru-guru yang ditempatkan di outdoor class dengan meningkatkan kemampuan pengelolaan outdoor class yang lebih baik, (2) guru di outdoor class dalam melakukan pengelolaan outdoor class hendaknya lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, dan meningkatkan manajemen waktu secara efektif dan efisien, (3) guru kelas diharapkan untuk selalu melakukan kerjasama dan komunikasi dengan guru outdoor class dalam memantau perkembangan anak-anak, (4) ketua Jurusan Administrasi Pendidikan untuk memperdalam kajian tentang manajemen pendidikan anak usia dini khususnya pada pengelolaan outdoor class, dan (5) peneliti lain dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi sekaligus informasi awal untuk dikembangkan dalam pelaksanaan penelitian sejenis, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kulitas pengelolaan outdoor class.          

Pengaruh strategi pembelajaran kooperatif think pair share terhadap kemampuan pemecahan masalah ekologi dengan gaya kognitif berbeda / Amiruddin Kasim

 

Penelitian ini bertujuan 1) menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah ekologi antara kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif TPS dan kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran langsung; 2) menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah ekologi antara kelompok pebelajar yang memiliki gaya kognitif field independent dan field dependent pada pebelajar; 3) menjelaskan interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah ekologi pada pebelajar. Metode penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen quasi dengan desain faktorial 2x2 dan analisis data menggunakan Anova 2 jalur, subjek penelitian Mahasiswa Prog Studi Pendidikan Biologi sebanyak 80 orang yang terdiri atas 2 kelas (kelas perlakuan dan kelas kontrol). Hasil Penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah pada kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran TPS dibanding dengan kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran langsung. Kemampuan pemecahan masalah ekologi pada kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran TPS lebih tinggi dari pada kelompok pebelajar yang diajar dengan strategi pembelajaran langsung, 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok pebelajar yang memiliki gaya kognitif FI dan kelompok pebelajar yang memiliki gaya kognitif FD. Pebelajar yang memiliki gaya kognitif FI memiliki kemampuan pemecahan masalah ekologi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pebelajar yang memiliki gaya kognitif FD. 3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan gaya kognititif terhadap kemampuan pemecahan masalah ekologi pada pebelajar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif TPS tidak dipengaruhi oleh gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah ekologi pada pebelajar. Kata Kunci: Strategi kooperatif TPS, Strategi Pembelajaran Langsung, gaya kognitif, kemampuan pemecahan masalah

Pengaruh metode pembelajaran kooperatif model circ dan gaya belajar terhadap hasil belajar menulis paragraf mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris / Muh. Asri Hente

 

Strategi belajar Bahasa Indonesia mahasiswa critical language scholarsip tingkat pemula di Program BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Gatut Susanto

 

Susanto, Gatut. 2014. Strategi Belajar Bahasa Indonesia Mahasiswa Critical Language Scholarship Tingkat Pemula di Program BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascassarjana, Universitas Negeri Malang. Pembim-bing: (1) Prof. Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd., (2) Prof. Dr. Dawud, M.Pd., (3) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. Kata Kunci: strategi belajar bahasa Indonesia, mahasiswa Critical Language Scholarship, BIPA.     Strategi belajar bahasa Indonesia (SBBI) mahasiswa Critical Language Scholarship (CLS) perlu dikaji secara mendalam karena dari kajian tersebut dapat dijadikan masukan membuat kebijakan strategis dan praktis bagi penyelenggaraan program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Sementara itu, SBBI mahasiswa CLS belum diteliti. Oleh karena itu, SBBI mahasiswa CLS layak untuk diteliti. Penelitian ini memiliki tiga fokus, yaitu penggunaan strategi (1) metakognitif, (2) kognitif, dan (3) sosioafektif. Subjek penelitian adalah mahasiswa CLS tingkat pemula di program BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, terdiri atas lima mahasiswa tahun 2011 dan enam mahasiswa tahun 2012. Data ketiga strategi belajar BI tersebut adalah informasi-informasi perilaku belajar mahasiswa yang berupa (1) catatan lapangan penelitian, (2) tulisan mahasiswa, dan (3) tuturan mahasiswa. Data tersebut dikumpulkan melalui (1) observasi langsung terhadap berbagai aktivitas belajar BI, (2) membaca dokumen yang terkait akvititas belajar BI mahasiswa, dan (3) mewawancarai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan dan dianalisis secara etnografi.     Berdasarkan analisis data, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, perilaku belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula yang termasuk strategi metakognitif adalah (1) mengantisipasi, (2) merencanakan, (3) mengendalikan, (4) memantau, (5) mengevaluasi diri, dan (6) mengatur diri, serta (7) merefleksi diri terhadap proses dan hasil belajar sebagai strategi komprehensi dan produksi BI. Munculnya perilaku-perilaku belajar BI tersebut disebabkan oleh penggunaan (1) pengetahuan bahasa pertama, (2) pengalaman belajar bahasa lain sebelum belajar BI, dan (3) pengetahuan BI awal sebagai pijakan untuk memperoleh pengetahuan BI selanjutnya.     Kedua, perilaku belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula yang terklasifikasi sebagai strategi kognitif adalah (1) mengorganisasi, (2) menyusun hipotesis, (3) menganalogikan, (4) menyederhanakan, (5) mengingat, (6) menggu-nakan konteks, dan (7) melakukan transfer pola bahasa yang dikuasainya, serta (8) kreatif. Munculnya perilaku-perilaku belajar BI tersebut disebabkan oleh tujuh faktor, yaitu (1) perbedaan individu pelajar, (2) desain program, (3) variasi bahan ajar, (4) variasi media belajar, (5) strategi mengajar guru, dan (6) karakteristik BI, serta (7) latar tempat belajar.     Ketiga, perilaku belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula yang diidentifikasi sebagai strategi sosioafektif adalah (1) bekerja sama, (2) bertanya, (3) berinteraksi, dan (4) menjalin relasi, serta (5) berempati kepada penutur asli BI. Perilaku-perilaku belajar BI yang merepresentasikan strategi sosioafektif di atas disebabkan oleh faktor (1) internal individu pelajar, (2) eksternal individu pelajar, (3) variasi interaksi dan komunikasi yang dilakukan mahasiswa dalam belajar BI dan (4) desain program yang memberikan akses kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan berkomunikasi menggunakan BI dalam berbagai aktivitas sosial di kampus dan di luar kampus.     Berdasarkan temuan penelitian, dapat dibuat simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan strategi metakognitif belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula bertumpu pada manajemen mental belajar BI. Pelajar Amerika tingkat pemula melakukan manajemen mental ketika belajar BI. Kedua, peng-gunaan strategi kognitif belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula bertumpu pada mekanisme tindak belajar BI. Pelajar Amerika tingkat pemula melakukan mekanisme tindak belajar BI ketika belajar BI. Ketiga, penggunaan strategi sosioafektif belajar BI mahasiswa CLS tingkat pemula bertumpu pada kontak konteks komunikasi BI. Pelajar Amerika tingkat pemula melakukan kontak konteks komunikasi BI ketika belajar BI.     Berdasarkan temuan penelitian, dapat disarankan kepada guru BIPA dan peneliti selanjutnya sebagai berikut. Guru BIPA disarankan tiga hal, yaitu (1) memahami proses-proses mental pelajar asing tingkat pemula karena dalam belajar BI mereka menggunakan strategi metakognitif yang bertumpu pada mana-gemen mental, (2) memahami mekanisme tindak belajar BI pelajar asing tingkat pemula karena mereka menggunakan strategi kognitif yang bertumpu pada meka-nisme tindak belajar BI, dan (3) memberi kesempatan pelajar asing untuk belajar dan menggunakan BI di luar kelas supaya mereka mengalami kontak konteks komunikasi yang bervariasi. Penelitian ini menjelaskan penggunaan strategi belajar BI secara umum, tidak menjelaskan penggunaan strategi belajar BI pada setiap aspek keterampilan berbahasa. Oleh karena itu, peneliti berikutnya disarankan menyempitkan fokus penelitian yang mengerucut pada aspek keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis BI, supaya diperoleh penjelasan ilmiah tentang keberagaman strategi belajar BI yang digunakan pelajar BIPA untuk masing-masing aspek keterampilan tersebut.

The contribution of parental involvement towards students' English achievement / Fathor Rasyid

 

Rasyid, Fathor. 2013. The Contribution of Parental Involvement towards Students’ English Achievement. Dissertation. English Language Teaching, School of Graduate Studies, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. H. Ali Saukah, Ph.D., M.A., (II) Dr. H. Gunadi H. Sulistyo, M.A., (III) Prof. Dr. Hj. Nur Mukminatien, M.Pd Key words: Parental involvement, English achievement, SES The study is intended to examine the direct contribution of family background measured by parents’ education, income, and occupation to English-related parental involvement and its indirect contribution to students’ English achievement through the mediating factor of parental involvement; the contribution of English-related parental involvement to students’ English achievement. Path analysis with regression analysis is used in the study to test the likelihood of a causal connection among the three variables. That is, it seeks to explore the relationships among those three variables, and attempts to explore causation in order to provide guidance for subsequent experimental studies. Multistage sampling was employed to get the necessary representative sample from the population. Then, test was administered to elicit data about the students’ English achievement and questionnaire to obtain data about the parents’ background and their involvement in relation to English learning. The path diagram in the research is constructed through the help of software smartPLS v.2.0, while a further analysis of the data is analyzed by software PLS-Graph v.2.0. It is found out that the contribution of parents’ background to English-related parental involvement is significant with a path coefficient of 4.983; the contribution of English-related parental involvement to students’ English achievement is not significant (1.177), while the contribution of parents’ background to students’ English achievement is not significant with a path coefficient of .983. Furthermore, of two predictors of the students’ English achievement, family background has greater impact with a regression value of .088 compared to parental involvement with a regression value of .081. Interestingly, when classified into high, middle and low SES parents, the contribution varies. High and middle SES parents do not contribute significantly to English-related parental involvement with a path coefficient of .922 and .743 accordingly, while low SES parents do (2.026). Similarly, the involvement of parents from high and middle SES do not contribute significantly to students’ English achievement, while low SES parents do (1.555). Unlike the contribution of high and middle class families to English-related parental involvement and their involvement to students’ English achievement, high SES families do contribute significantly to students’ English achievement with a path coefficient of 1.461, while middle and low SES family does not (.253) and (.718). At least, there are two possible explanations for being unable to reject some of the null hypotheses. The first is mediation effect, that is English-related parental involvement may affect students’ English achievement indirectly through influencing other proximal student outcomes, such as student motivation, attitudes, and self-regulated learning. Second, English-related parental involvement has been found to be a multidimensional concept and takes many forms. For example, parental involvement in the form of behavioral supervision has shown either no association or a negative relationship with academic achievement. This negative association might be related to the fact that some parents increase their support/supervision when they become concerned with their children’s underachievement. Eventually, pedagogical implication of the findings implies that in order to increase students’ English achievement, family background needs to be increased since it contributes more to students’ English achievement than parental involvement. Of the three sub-variables of family background, parents’ occupation contributes the most; while of the four sub-variables of parental involvement, “checking English homework” contributes the most. However, regardless of the family background, most of the parents seemed to have invested their educational background in their children’s English language learning in the form of participation and provision of necessary English learning facilities. However, the quality and the quantity of involvement, knowledge and skill of the parents remain uncertain. That is to say, good parenting is not always possessed by parents from high SES. Thus, the schools should provide some programs or trainings for the parents to qualify English-related parental involvement in English learning of their children. Finally, even though the contributions are inconsistent, it does not suggest that English-related parental involvement is unimportant or ineffective. Parents need to know what involvement strategies or aspects best suit the children. Knowing this would minimize or eliminate possible negative consequences.

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VIII / Baiq Andriani Astuty

 

Pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan scffolding terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar IPA siswa SMP Negeri 17 Pontianak / Titin Agustina

 

Agustina, T., 2014, Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Scaffolding terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Negeri 17 Pontianak. Tesis, Program Pendidikan Dasar Konsenterasi Pendidikan IPA, Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd., (II) Dr. Muhardjito, M.S Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah, pembelajaran berbasis masalah, prestasi belajar, scaffolding      Kesulitan siswa dalam proses penyelesaian masalah menyebabkan kelemahan pada pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah sehingga diperlukan adanya scaffolding yang berupa bantuan sementara yang dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar IPA siswa.      Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan Postest Only Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Pontianak yang berjumlah 216 siswa pada 6 kelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh satu kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding, dan satu kelas kontrol menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen perlakuan berupa silabus, RPP, lembar kerja siswa dan instrumen pengukuran kemampuan pemecahan masalah berupa uraian, tes prestasi belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Uji homogenitas menggunakan uji F, normalitas data menggunakan uji Lilliefors, pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji Tukey.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah IPA siswa yang belajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, (2) prestasi belajar IPA siswa yang belajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Prestasi belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan scaffolding lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

Koperasi Kantor Telepon Malang / oleh Mukh. Kasbi

 

Pengaruh pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga, kampus dan intensitas mengakses informasi kewirausahaan terhadap sikap kewirausahaan (studi pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo) / Mamang Kasim

 

Kasim, Mamang. 2014. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Di Lingkungan Keluarga, Kampus dan Intensitas Mengakses Informasi Terhadap Sikap Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo. Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. (II) Dr. Sri Umi Mintarti W, SE., M.P.,Ak. Kata Kunci: Pendidikan Kewirausahaan Keluarga, Pendidikan Kewirausahaan Kampus, Akses Informasi Kewirausahaan, Sikap Kewirausahaan.     Sikap kewirausahaan merupakan konsep individual tentang kewirausahaan, penilaian dan kecenderungan kearah kewirausahaan. Pada dasarnya terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap kewirausahaan mahasiswa, antara lain dengan pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga, kampus dan intensitas akses informasi kewirausahaan. Masalah yang teridentifikasi di lapangan yakni mahasiswa lebih memilih kegiatan lain dari pada berwirausaha, kurangnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan kewirausahaan.     Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga, lingkungan kampus dan intensitas akses informasi kewirausahaan terhadap sikap kewirausahaan mahasiswa pendidikan ekonomi Universitas Negeri Gorontalo.     Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausalitas yang bersifat ex-post facto dengan menggunakan teknik analisis jalur (Path Analsys). Jumlah responden adalah 114 orang yakni mahasiswa pendidikan ekonomi Fakultas Eknomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap intensitas mengakses informasi kewirausahaan. 2) Pendidikan kewirausahaan di lingkungan kampus berpengaruh positif terhadap intensitas mengakses informasi kewirausahaan. 3) Pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga berpengaruh terhadap sikap wirausaha. 4) Pendidikan kewirausahaan di lingkungan kampus berpengaruh positif terhadap sikap kewirausahaan. 5) Pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan dalam kampus berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap sikap kewirausahaan melalui intensitas mengakses informasi kewirausahaan. Berdasarkan penelitian tersebut, maka disarankan; 1) Dibutuhkan peran serta orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kewirausahaan, berupa keteladanan orang tua, memberikan kesempatan kepada anak untuk berwirausaha, memberikan dukungan dan motivasi terhadap anak dalam rangka menumbuhkembangkan sikap kewirausahaan. 2) Dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan agar melakukan perbaikan penyajian mata kuliah. 3) Mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi perlu mamahami pentingnya akses informasi kewirausahaan dalam berwirausaha. Seseorang yang sering mengakses informasi kewirausahaan akan banyak melihat peluang usaha yang nantinya akan mendorongnya menentukan sikap kewirausahaan saat masih duduk dibangku kuliah maupun setelah selesai kuliah. 4) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo diharapkan lebih memberikan dukungan berupa fasilitas-fasilitas pendukung yang melayani bimbingan karir, bisnis dan aktivitas kewirausahaan mahasiswa.

Using mind mapping strategy to improve students' ability in writing recount text at second grade of SMPN 2 Lumbang Probolinggo / Hayati

 

Peningkatan hasil belajar dan harga diri (self esteem) melalui pembelajaran kooperatif kolaborasi model fan-pick dan team game tournament pada siswa sekolah dasar / Arief Rahman Hakim

 

Pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berorientasi strategi pembelajaran inkuiri sosial (studi pada siswa kelas V SDN sawojajar 02 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang) / Kukuh Andri Aka

 

Pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Inuversitas Negeri Malang / Dwi Fauzia Putra

 

Putra, D.F. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Tesis. Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (II) Dr. Budijanto, M. Sos. Kata kunci: model pembelajaran treffinger, berpikir kreatif. Treffinger merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang secara khusus menangani kemampuan berpikir kreatif. Dalam penelitian ini, model Treffinger digunakan membelajarkan mahasiswa berpikir kreatif melalui teknik-tek-nik kreatif. Mulai dari teknik yang sederhana pada tingkat pertama hingga yang maje-muk melalui pemecahan masalah kreatif (PMK) pada tingkat ketiga. Kreativitas bagi mahasiswa sebagai salah satu sarana untuk aktualisasi diri. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger ter-hadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian merupakan mahasiswa angkatan 2012 offering B sebagai kelas eksperimen dan offering K sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester. Penelitian di-lakukan pada mata kuliah geografi ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian eks-perimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu berpikir kreatif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran Treffinger. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir kreatif mahasiswa menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan selisih nilai pre test dan post test, rata-rata gain score kemam-puan berpikir kreatif mahasiswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan skor 29,2 di-bandingkan dengan kelas kontrol dengan skor 12,2. Hasil perhitungan analisis uji t menggunakan independen sample t test diperoleh data p-level lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) yaitu 0,00. Hasil perhitungan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Universitas Negeri Malang. Saran yang dapat diberikan bagi dosen dan peneliti selanjutnya yaitu: 1) bagi dosen, dalam penerapan model pembelajaran Treffinger sebagai alternatif model un-tuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa disarankan: (a) Menga-lokasikan waktu yang lebih untuk setiap teknik terutama pada tingkat III; (b) Mema-hami setiap teknik kreatif terutama teknik analogi sebelum menerapkannya; (c) Seba-iknya berlatih dahulu dalam menghasilkan gagasan dan membuat penalarannya sebe-lum menerapkan model ini; (d) membuat pedoman bagaimana merinci gagasan dari berbagai literatur; (e) menerima semua gagasan mahasiswa. 2) bagi peneliti selanjut-nya disarankan untuk: (a) menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap variabel lain serta pada lokasi, jenjang pendidikan, atau materi lain; (b) mengintegra-sikan atau membandingkan dengan model pembelajaran yang lain.

Penggunaan media KIT IPA untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas VI di SDN Putat Kidul 01 Kabupaten Malang / Inda Khoiriyah

 

Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan penerimaan pajak penghasilan pasal 25/29 wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan pajak Pratama Probolinggo / Anton Sapto Aji

 

Sapto Aji, Anton, 2009. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perbedaan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25/29 Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing DR.Dyah Aju Wardani MSI, Ak. Kata kunci: Perbedaan Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Terdaftar, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Saat ini pajak merupakan sumber utama penerimaan Negara untuk kelangsungan hidup suatu negara dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang, yang sifatnya wajib. Terjadinya perbedaan penerimaan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi pada tahun 2007 dan 2008 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo disebabkan oleh faktor-faktor yaitu jumlah Wajib Pajak terdaftar khususnya Wajib Pajak Orang Pribadi, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah: dokumen dan intervew. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan jumlah wajib pajak yang terdaftar khususnya orang pribadi, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam melaporkan SPT, perbedaan Undang-Undang lama dan baru dan bagaimana perbedaan penerimaan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi yang terjadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo. Metode analisa yang digunakan adalah dengan mengolah data yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Probolinggo berupa jumlah Wajib Pajak tahun 2007 dan 2008, Jumlah Wajib Pajak yang melakukan Pelaporan SPT pada tahun 2007 dan 2008, Total Penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang pribadi tahun 2007 dan 2008. Berdasarkan analisa data tersebut, dapat diperoleh bahwa Faktor-faktor seperti jumlah Wajib Pajak terdaftar Khususnya Orang Pribadi, tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan dapat menyebabkan perbedaan penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan diperoleh oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo khususnya setiap tahunnya. Dengan memperhatikan hasil yang diperoleh diatas, sebaiknya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dibawah naungan Direktorat Jenderal Pajak untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak serta meningkatkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat yang diharapkan memberikan kontribusi yang besar tehadap kepatuhan wajib pajak serta kepada negara sebagai salah satu sumber penerimaan yang dipergunakan untuk pembangunan di segala bidang.

Pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap volume penjualan (syudi pada sentra industriu keripik kentang di Kota Batu) / Evy Inda Prismawati

 

Analisis layanan purna jual untuk meningkatkan kepuasan konsumen sepeda motor Honda pada PT. Mitra Pinastika Motor (MPM) Gresik / M. Arif Syahrial

 

Arif, M, Syahrial. 2014. Analisis Layanan Purna Jual Untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen Sepeda Motor Honda Pada PT. Mitra Pinastika Motor (MPM) Gresik. Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si (II) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M Kata kunci: Layanan Purna Jual, Kepuasan Konsumen     Seiring dengan pekembangan zaman dimana persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat dan kompetitif, hal ini mengakibatkan perusahaan terus berusaha agar tetap dapat bertahan didunia bisnisnnya. Pada situasi seperti ini peran pamasaran sangat penting bagi perusahaan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dalam konsep pemasaran, perusahaan tidak cukup hanya dengan memproduksi barang dan jasa yang berkualitas dan bermutu tetapi hal penting yang harus dilakukan perusahaan adalah bagaimana layanan yang diberikan oleh perusahaan setelah menggunakan produk mereka, maka PT. Mitra Pinastika Motor (MPM) Gresik melaksanakan konsep pemasaran yang layanan purna jual.      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui diskripsi layanan purna jual dan kepuasan konsumen pada PT MPM Gresik, (2) mengetahui kepuasan konsumen mengenai layanan purna jual pada PT. Mitra Pinastika Motor (MPM) Gresik     Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel Kepercayaan yang meliputi pengiriman, konsultasi, pemeliharaan dan perbaikan, serta garansi. Serta variabel Evaluasi atribut yang meliputi pengiriman, konsultasi, pemeliharaan dan perbaikan, serta garansi.     Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen yang melakukan pembelian dan service di PT. Mitra Pinastika Motor (MPM) Gresik, Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan α = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 174 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik Analisis Multi Atribut Fishbein.     Berdasarkan hasil analisis Multi Atribut Fishbein yang di ukur melalui variabel keyakinan dan variabel evaluasi menunjukkan bahwa layanan purna jual yang terdiri dari pengiriman barang, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan serta garansi pada PT MPM Gresik memuaskan konsumennya.     Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat disampaikan adalah (1) perusahaan disarankan untuk memaksimalkan strategi tarif atau pengadaan fasilitas khusus untuk mempertahankan konsumen yang puas. Misalnya, bagi pelanggan yang sudah melakukan service lebih dari 10 kali diberi reward khusus, misalnya pelayanan gratis service sepeda motor (2) peneliti selanjutnya untuk uji populasi menggunakan market share, serta menambahkan variabel-variabel yang lain seperti kelengkapan produk, penetapan harga dan loyalitas pelangan.

Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap return saham perusahaan tambang yang listing di Bursa efek Indonesia tahun 2008-2010 / Krisnata Paskah Stefanus

 

Stefanus, Krisnata Paskah. 2013. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Return Saham Perusahaan Tambang yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, SE,M.Si,Ak, Pembimbing (II) Ika Putri Larasati, SE,Mcom Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Return Saham      Informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi semua pihak di dalam bisnis baik itu perusahaan, para investor maupun calon investor. Informasi yang baik, lengkap, dan akurat akan sangat membantu para investor dalam menilai return dan resiko yang didapat dari investasi mereka di dalam perusahaan. Informasi yang dibutuhkan oleh para investor ini dapat berupa laporan keuangan yang bersifat wajib maupun laporan pendukung seperti Corporate Social Responsibility Report, yang merupakan laporan yang mengungkapkan pengaruh kinerja perusahaan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh dari pengungkapan laporan Corporate Social Responsibility terhadap return saham perusahaan pertambangan di Indonesia.      Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat eksplanatif. Penelitian ini menggunakan perusahaan tambang yang sudah listing di BEI selama tiga (3) tahun dan perusahaan yang sudah melaksanakan CSR antara tahun 2008-2010 sebagai sampel penelitian. Variabel dependen yang digunakan adalah return saham yang dihitung dengan capital gain, sedangkan variabel independennya menggunakan informasi laporan CSR yang diukur dengan metode checklist terhadap 37 item pengungkapan menurut ISO 26000:2010. Data sekunder yang digunakan diperleh dari ICMD, CSR Report dan Laporan Tahunan Perusahaan.      Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengungkapan corporate social responsibility tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan tambang tahun 2008-2010. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian nilai sig sebesar 0,839 yang mana nilai sig tersebut masih lebih besar dari 0,05 sehingga tidak sesuai dengan hipotesis yang ditujukan oleh peneliti. Alasan yang menjadikan tidak berpengaruh adalah masih banyaknya investor yang melakukan investasi dengan menggunakan analisis teknikal bukan analisis fundamental. Selain itu perusahaan masih melakukan praktik-praktik CSR yang bersifat charity bukan sustainable atau berkelanjutan sehingga para investor menjadi enggan berinvestasi pada perusahaan. Disamping hal tersebut resesi ekonomi yang melanda dunia barat juga turut mempengaruhi pasar modal Indonesia.

Pengaruh DER, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap ROE pada perusahaan real estate and property yang listing di BEI tahun 2006-2009 / Aisyah Amini

 

Amini, Aisyah. 2013. Pengaruh DER, Kepemilikan Manajerial, dan Kepemilikan Institusional terhadap ROE Perusahaan Real Estate and Property yang Listing di BEI Periode Tahun 2006 - 2009. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si, Ak (II) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata Kunci: DER, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ROE.          Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh DER terhadap ROE, pengaruh kepemilikan manajerial terhadap ROE dan pengaruh kepemilikan institusional terhadap ROE perusahaan real estate and property yang listing di BEI periode tahun 2006 – 2009. Data yang digunakan bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) dan annual repot perusahaan tahun 2006 – 2009.     Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan real estate and property yang listing di BEI pada periode 2006 – 2009. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria (1) perusahaan real estate and property yang listed di BEI selama periode 2006 – 2009. (2) perusahaan real estate and property yang tidak delesting selama periode pengamatan. (3) perusahaan tersebut selalu melaporkan laporan keuangannya per 31 Desember selama periode pengamatan. (4) perusahaan tersebut memiliki kepemilikan manajerial sekaligus kepemilikan institusional selama periode pengamatan. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 8 perusahaan. Jenis penelitian adalah penelitian eksplanasi (explanation research). Teknik pengumpulan data menggunakan studi Cross Section - Time Series. Teknik analasis data menggunakan regresi linier berganda.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap ROE, kepemilikan manajerial terbukti tidak berpengaruh terhadap ROE, dan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap ROE perusahaan real estate and property yang listing di BEI pada periode 2006 – 2009. Adjusted R Square adalah sebesar 0.042, sehingga dapat disimpulkan bahwa 4.2% Return On Equity (ROE) perusahaan Real Estate and Property yang listing di BEI tahun 2006 – 2009 dipengaruhi oleh DER, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional, sedangkan sisanya sebesar 95.8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan dalam penelitian selanjutnya untuk menggunakan sektor lain sebagai sampel, dan memperpanjang periode penelitian. Selain itu menambahkan atau menggunakan variabel lain untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ROE perusahaan seperti misalnya net profit margin, perputaran total aktiva.

Pengaruh ukuran perusahaan, risiko bisnis, struktur aset dan profitabilitas perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan tekstil dan garmen yang lsiting di Bursa Efek Ondonesia (BEI) tahun 2010-2012 / Novita Puspitasari

 

Puspitasari, Novita. 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Risiko Bisnis, Struktur Aset dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Tekstil yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012. Skripsi, Jurusan, Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si., Ak, (II) Dr. Hj. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Risiko Bisnis, Struktur Aset, Profitabilitas dan Struktur Modal     Struktur modal merupakan suatu pembiayaan permanen yang terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi struktur modal. Namun, dalam penelitian berfokus pada ukuran perusahaan, risiko bisnis, struktur aset dan profitabilitas sebagai faktor yang mempengaruhi struktur modal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Untuk menjelaskan pengaruh ukuran perusahaan terhadap struktur modal. 2) Untuk menjelaskan pengaruh risiko bisnis terhadap struktur modal. 3) Untuk menjelaskan pengaruh struktur aset terhadap struktur modal. 4) Untuk menjelaskan pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal.     Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi yang bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh ukuran perusahaan, risiko bisnis, struktur aset dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data sekunder dengan sumber data yang berasal dari Laporan Keuangan Tahunan masing-masing perusahaan dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD) periode 2010-2012. Populasi penelitian ini adalah perusahaan tekstil dan garmen yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 17 perusahaan, metode yang digunakan adalah purposive sampling. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda.     Hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa 1) Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan tekstil dan garmen yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012. 2) Risiko bisnis berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan tekstil dan garmen yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012. 3) Struktur aset berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan tekstil dan garmen yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012. 4) Profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan tekstil dan garmen yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012. Penelitian ini terbatas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal, tetapi tidak sampai pada pemecahan masalah tentang bagaimana dampak struktur modal terhadap kinerja perusahaan. Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang menguji pengaruh struktur modal yang digunakan perusahaan terhadap kinerja perusahaan agar hasil penelitian berikutnya dapat lebih berkembang.

Penerapan pendidikan karakter bangsa oleh guru pada kegiatan belajar mengajar akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang / Muhamad Jundra Faisal

 

Pelaksanaan ekstrakurikuler Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dalam upaya menumbuhkan sikap nasionalisme siswa di SMP Negeri 3 Malang / Sakinah Meindahsari Suripto

 

Pembudayaan nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Kisno

 

Kisno, 2013. Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakutas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Untari,M.Si (2) Drs.Petir Pudjantoro M.Si Kata Kunci : Pembudayaan, Nilai-nilai Pancasila, Sekolah Dasar Pengaruh negatif globalisasi dan modernisasi, salah satunya adalah kecenderungan menurunya nilai-nilai bangsa Indonesia (Pancasila) karena tergeser oleh nilai-nilai bangsa asing, Prilaku anak anak didik yang kurang bermoral diyakini salah satu penyebabnya adalah globalisasi, banyaknya kasus kriminal yang melibatkan siswa sekolah memberi bukti jika nilai-nilai Pancasila sudah di kesampingkan dan belum seluruhnya dibiasakan oleh siswa. Untuk itu di perlukan pembudayaan nilai-nilai Pancasila terutama di sekolah dasar.Terkait hal tersebut di atas salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar nilai-nilai luhur bangsa yang sudah terumus dalam Pancasila dapat dikenal dan kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah seharusnya pendidikan menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila terutama pendikan formal dalam hal ini Sekolah Dasar, karena melalui pendidikan di Sekolah Dasar merupakan kunci utama dimana siswa dapat mengenal nilai-nilai Pancasila yang kemudian diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat masalah yang dikaji dalam skripsi ini : (1) Bagaimana Konsep Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar; (2) Bagaimana bentuk Penataan Suasana Sekolah dalam Pembudayaan Nilai -nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar; (3) Bagaimana bentuk pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan dalam Pembudayaan nilai -nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar; (4) Faktor apa yang menghambat Pembudayaan nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang1 kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar dan upaya apa saja yang sudah di lakukan dalam menyelesaikan hambatan tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembudayaan nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Kalipang 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar menggunakan dua pendektan dasar yaitu Pertama pembudayaan nilai-nilai Pancasila dengan Penataan Susana sekolah dan Kedua Pembudayaan nilai-nilai Pancasila dengan pembelajaran kewarganegaraan. Penataan susana sekolah di lakukan dengan penatan fisik sekolah dan penataan non fisik. Pembudayaan nilai Pancasila melalui Pembelajaran kewarganegaran di lakukan dengan mencantumkan nilai-nilai kedalam RPP guru yang di kaitkan dengan materi yang akan di ajarkan pada siswa, dalam praktek guru mencoba memberikan contoh nilai-nilai. Faktor penghambat Pembudayaan nilai-nilai Pancasila adalah keterbatasan dana yang masih minim, sarana dan prasarana yang belum seluruhnya memadahi, dan hambatan waktu yang terbatas kemudian upaya yang sudah dilakukan adalah pihak sekolah terus berupaya mensosialisasikan tentang pentingnya nilai-nilai, pihak sekolah lebih menegakkan tata tertib sekolah, dan mengadakan pertemuan rutin dengan pihak terkait guna membahas permasalahan sekolah. Sebagai wujud implikasi dari penelitian ini, peneliti memberikan rekomendasi kepada, seluruh komponen sekolah agar lebih mendukung pembudayaan nilai-nilai Pancasila dengan Penataan Suasana Sekolah dan praktek belajar Kewarganegaraan melalui peran masing-masing komponen sekolah karna penulis rasa Pembudayaan nilai-nilai sangat perlu dan penting bagi generasi bangsa sekarang dan yang akan datang agar bangsa ini tidak kehilangan jatidiri dan memiliki karakter sesuai yang di rumuskan dalam kelimasila.

Pengaruh model pembelajaran Student Fasilitator And Explaining (SFAE) terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa kelas X SMA Negeri Ambulu-Jember / Riza Wahyu Amriyatiningrum

 

Amriyatiningrum, Riza Wahyu. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) Terhadap Kemampuan Memahami Konsep Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri Ambulu-Jember. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (2) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. Kata Kunci: model Student Facilitator and Explaining (SFAE), kemampuan memahami konsep geografi     Proses pembelajaran yang dilakukan sebagian besar guru cenderung pada penghafalan konsep bukan pemahaman konsep. Akibatnya, siswa tidak dapat membangun konsep-konsep geografi yang fundamental pada awal mereka belajar geografi yang berdampak pada hasil belajar geografi siswa menjadi rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan memahami konsep geografi adalah Student Facilitator and Explaining (SFAE).     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa pada materi litosfer. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu menggunakan desain non-equivalent (prates dan pascates) control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri Ambulu-Jember semester genap Tahun Ajaran 2013/2014, yaitu kelas X.5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.8 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan esay. Analisis data menggunakan statistik kuantitatif berupa uji t dengan taraf signifikansi α = 0,05. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Windows.     Hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan memahami konsep geografi kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas control. Nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 83,43 sedangkan kelas kontrol sebesar 74,58. Berdasarkan uji t diperoleh nilai signifikansi 0,000, sehingga kemampuan memahami konsep geografi pada materi litosfer kedua kelas terbukti berbeda. Dapat disimpulkan ada pengaruh positif yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa.     Saran yang dapat diajukan bagi guru dan sekolah antara lain: 1) guru disarankan menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) sebagai variasi dalam mengajar untuk menghindari kebosanan siswa; 2) guru harus memilih materi yang sesuai dengan model Student Facilitator and Explaining (SFAE); dan 3) pihak sekolah (kepala sekolah) disarankan melengkapi fasilitas yang ada di sekolah guna menunjang siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lawang / Nusa Bella Arifani

 

Arifani, Nusa Bella. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI-IPS2 SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif model Numbered Heads Together, keaktifan belajar, hasil belajar. Pada hasil observasi awal yang dilaksanakan pada tanggal 19 September 2013 di kelas XI-IPS2 SMA Negeri 1 Lawang diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah atau masih banyak yang tidak memenuhi SKM yang ditentukan ≥76. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan hasil Ulangan Harian (UH) siswa kelas XI-IPS2 siswa yang memenuhi SKM atau yang mendapat nilai diatas 76 sebanyak 9 siswa dari 34 siswa dan yang lainnya mendapatkan nilai di bawah SKM. Selain itu, pembelajaran di kelas masih didominasi oleh guru dapat dilihat bahwa guru yang lebih aktif dari pada siswanya. Keantusiasan siswa dalam menerima materi sangat rendah terbukti disaat proses pembelajaran berlangsung terlihat masih banyak siswa yang melakukan aktifitas diluar konteks pembelajaran. Disini terlihat juga bahwa keaktifan siswa cendrung rendah, dalam penelitian ini keaktifan siswa dibatasi pada empat aspek, yaitu dalam hal bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat dan bekerja kelompok. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap kegiatan, yang meliputi perncanaan kegiatan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes setiap ahir siklus dan observasi yang berpedoman pada lembar observasi keaktifan siswa dan keterlaksanaan pembelajaran guru model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang kelas XI-IPS2 dengan jumlah 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan setelah diterapkan model Numbered Heads Together (NHT) ketuntasan klasikal hasil belajar siswa meningkat dibandingkan dengan data awal, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dari refleksi ahir siklus I dan perbaikan itu dilakukan pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan klasikal hasil belajar maupun ketuntasan klasikal keaktifan siswa mengalami peningkatan dan telah mencapai target yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lawang. Penerapan model pembelajaran tersebut dapat diterapkan dengan memperhatikan pengeloaan kelas yang baik dan pengaturan manajemen waktu yang tepat dengan tujuan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapannya.

Perancangan game interaktif tentang rambu lalu lintas guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara untuk generasi muda usia 17 - 20 tahun / Bangun Widoyoko

 

Pengembangan blog menulis berita untuk majalah sekolah sebagai media pembinaan ekstrakurikuler jurnalistik bagi siswa SMA / Ardi Wina Saputra

 

Saputra, Ardi Wina. 2013. Pengembangan Blog Menulis Berita untuk Majalah Sekolah sebagai Media Pembinaan Ekstrakurikuler Jurnalistik bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Malang. Pembimbing: (I) Drs. Roekhan, M.Pd, (II) Karkono, S.S, M.A. Kata kunci: blog, menulis berita, jurnalistik.     Kegiatan jurnalistik mulai diminati oleh hampir setiap jenjang pendidikan beberapa tahun terakhir, khususnya hampir setiap jenjang SMA sudah memiliki tim redaksi yang menyusun majalah, tabloit, atau koran sekolah untuk diterbitkan secara berkala dan dibaca oleh seluruh warga sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meningkat drastis beberapa dekade terakhir, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Implementasi dari internet yang paling jelas adalah dengan menggunakan electronic mail (e-mail) dan world wide web (www) yang juga sebagai dasar dalam pembuatan blog. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini menghasilkan produk berupa blog yang berisi materi menulis berita untuk majalah sekolah bagi para peserta kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMA. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan wujud blog sebagai media pembinaan ekstrakurikuler jurnalistik bagi siswa SMA, dan (2) mendeskripsikan keefektifan blog sebagai media pembinaan ekstrakurikuler jurnalistik bagi siswa SMA.     Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dari Sugiyono yang telah disederhanakan. Berdasarkan prosedur tersebut, terdapat tujuh tahap prosedur penelitian, yakni (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) uji coba pemakaian, (5) revisi desain, (6) validasi desain, dan (7) revisi produk. Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli jurnalistik, (2) ahli media, (3) pembina kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, dan (4) peserta kegiatan ekstrakurtikuler jurnalistik.     Jenis data penelitian ini adalah data numerik dan data verbal. Data numerik yakni berupa data skor yang diperoleh dari hasil angket penilaian ahli, pembina, dan peserta kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik terhadap produk. Data verbal dibedakan menjadi data tertulis dan data lisan. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument. Angket penilaian dan pedoman wawancara bebas digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, dan (3) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan.     Uji produk melibatkan ahli materi jurnalistik menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 60%, ahli media 92%, pembina kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik 100%, dan siswa 88%. Berdasarkan hasil uji melibatkan ahli materi jurnalistik dan ahli media, produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan. Berdasarkan hasil uji melibatkan pembina dan peserta ekstrakurikuler jurnalistik, produk tergolong sangat layak dan siap untuk diimplementasikan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu direvisi dan ditambahkan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli materi, dan ahli media.     Simpulan penelitian pengembangan ini adalah blog menulis berita untuk majalah sekolah, sudah layak diimplementasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik. Manfaat dari produk blog yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai alternatif dalam pemberian materi saat kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik berlangsung. Blog juga bukan sebagi bentuk pengganti guru, atau buku, namun sebagai referensi tambahan dalam memperoleh materi.

Hubungan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang / Monika Dyah Retno Kurniawati

 

Resepsi siswa terhadap legenda gong Kyai Pradah di Lodoyo Kabupaten Blitar / Agung

 

Agung. 2014. Resepsi Siswa terhadap Legenda Gong Kyai Pradah di Lodoyo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A. Kata kunci: resepsi, legenda, pembaca Legenda Gong Kyai Pradah (LGKP) merupakan bagian kebudayaan Indonesia yang sampai sekarang masih hidup dan berkembang di Desa Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Legenda ini merupakan cerita yang berhubungan dengan benda pusaka dan suatu tempat. Hal ini terbukti dengan adanya tradisi rakyat, yakni acara siraman Gong Kyai Pradah yang diadakan setiap bulan Maulud dan Syawal. Ceritanya yang belum tersebar luas di kalangan masyarakat Lodoyo, sangat perlu diketahui karena disamping sebagai wawasan baru bagi masyarakat khususnya siswa sehingga dapat mengetahui perkembangan pengetahuan siswa mengenai sastra lisan di daerahnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) resepsi siswa terhadap tokoh cerita LGKP, (2) resepsi siswa terhadap alur cerita LGKP, (3) resepsi siswa terhadap latar cerita LGKP, dan (3) resepsi siswa terhadap amanat cerita LGKP. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik, karena fokus penelitian adalah pembaca. Sementara itu, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa teks hasil resepsi siswa terhadap LGKP. Teks hasil resepsi ini tidak ada campur tangan peneliti, siswa secara bebas menuliskan hasil resepsi sesuai apa yang siswa ketahui. Sumber data penelitian ini yakni siswa SMA kelas satu. Siswa SMA dipilih, karena pada jenjang SMA terdapat pembelajaran mengenai cerita rakyat. Siswa SMA yang dipilih berasal dari daerah yang memilki cerita LGKP, yaitu SMA 1 Sutojayan Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa poin dalam empat kajian resepsi siswa terhadap LGKP (tokoh, alur, latar, dan amanat) yang telah diresepsiakan. Terdapat dua kajian dalam resepsi siswa, yakni pemahaman dan tanggapan siswa terhadap LGKP. Pemahaman dan tanggapan siswa terhadap LGKP menunjukan perbedaan dan kesamaan. Hal ini dipengaruhi oleh horison dan cakrawala setiap siswa berbeda. Perbedaan resepsi siswa juga dipengaruhi oleh letak geografis siswa yang berasal dari Lodoyo dengan siswa berasal dari luar Lodoyo. Pemahaman siswa terhadap LGKP dikatakan kurang. Terdapat beberapa data yang menunjukan resepsi siswa menyimpang dari apa yang telah difokuskan pada instrument angket yang telah dibuat oleh peneliti. Resepsi siswa dipengaruhi oleh pengetahuan siswa mengenai sastra dalam hal ini ialah unsur instrinsik. Berdasarkan penelitian ini, dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, bagi dunia pembelajaran, penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar apresiasi cerita rakyat siswa SMA kelas X semester 1. Kedua, bagi masyarakat Blitar, disarankan agar melestarikan Gong Kyai Pradah sebagai warisan leluhur serta ceritanya dapat dijadikan pemerkasa khasanah kearifan lokal sebagai edukasi masyarakat Kota Blitar khususnya pelajar siswa Lodoyo. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan atau menemukan gagasan baru pada objek yang sama, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak hal-hal yang harus dikembangkan pada penelitian ini.

Pengembangan kemampuan berpikir melalui pembelajaran berbahasa Indonesia / Much. Nuril Huda

 

Much. Nuril Huda. 2013. Pengembangan Kemampuan Berpikir melalui Pembelajaran Berbahasa Indonesia. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (2) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: Kajian pustaka, pembelajaran berbahasa, kemampuan berpikir      Pembelajaran berbahasa Indonesia di sekolah membutuhkan aspek-aspek pengembangan kemampuan berpikir karena perkembangan jaman dan globalisasi. Pengembangan kemampuan berpikir dilakukan pada pembelajaran berbahasa disebabkan bahasa mempunyai unsur-unsur yang rumit. Oleh sebab itu, perlu adanya pengkajian pengembangan kemampuan berpikir pada pembelajaran berbahasa.      Penelitian ini bertujuan: 1. mendeskripsikan konteks yang melatarbelakangi pengembangan kemampuan berpikir melalui pembelajaran berbahasa, 2. memaparkan startegi pembelajaran pengembangan kemampuan berpikir yang dapat dilakukan melalui pembelajaran berbahasa, dan 3. menunjukkan contoh aplikasi pengembangan kemampuan berpikir melalui pembelajaran berbahasa.      Metode yang digunakan adalah studi dokumen. Awalnya, peneliti akan mengumpulkan sumber berupa dokumen sebanyak mungkin sebagai perbandingan untuk akurasi data. Agar tidak menyimpang dari tujuan penelitian, selanjutnya peneliti melakukan seleksi dengan membuat instrumen penelitian pengumpulan data disesuaikan dengan rumusan masalah. Proses seleksi ini didasarkan atas pengetahuan, skeptisisme, keyakinan, common sense, dan intelektualitas. Proses seleksi ini menggunakan dua metode: metode kritik teks dan metode kritik sumber.      Pembahasan dilakukan terhadap tiga hal: 1. konteks yang melatarbelakangi pengembangan kemampuan berpikir pada pembelajaran berbahasa, 2. strategi pembelajaran pengembangan kemampuan berpikir dipadukan melalui pembelajaran berbahasa, 3. contoh aplikasi strategi pengembangan kemampuan berpikir pada pembelajaran berbahasa. Sebagai hasilnya, dalam konteks dan strategi pembelajaran berbahasa, khususnya berbahasa Indonesia, pembelajaran berbahasa Indonesia mengandung unsur-unsur pengembangan kemampuan berpikir. Kajian terhadap pengembangan kemampuan berpikir pada pembelajaran berbahasa ini menjadi acuan agar pembelajaran berbahasa, khususnya bahasa Indonesia, menjadi dapat mengembangkan aspek intelektualitas pada diri siswa.      Saran untuk penelitian selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan berbahasa, peneliti diharapkan memahami neurolinguistik. Pada proses pembuatan kurikulum, sebaiknya proses kemampuan berpikir disisipkan ke pendidikan karakter agar mental bangsa selain berkarakter juga berwawasan dan memiliki intelektualitas yang tinggi.

Kemampuan membaca pemahaman buku teks bahasa Arab siswa kelas 2 Bahasa Madrasah Aliyah Negeri Gondanglegi / Farid Shohibul Fahmi

 

Fahmi, Farid Shohibul. 2014. Kemampuan Membaca Pemahaman Buku Teks Bahasa Arab Siswa Kelas 2 Bahasa Madrasah Aliyah Negeri Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurul Murtadho, M.Pd, (II) Dr. Lilik Nur Kholidah, M.Pd.I. Kata Kunci: membaca pemahaman, bahasa Arab, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondanglegi Keberhasilan dalam belajar bahasa Arab sebagai bahasa asing tidak hanya sekedar bertumpu pada kurikulum, akan tetapi juga pada model dan strategi pembelajaran. Selain itu, terdapat 4 kemampuan berbahasa yang harus dikuasai termasuk kemampuan membaca. Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat kompleks karena melibatkan ingatan, pengalaman, otak, pengetahuan, kemampuan bahasa, keadaan psikologis dan emosional. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan secara obyektif kemampuan membaca pemahaman buku teks bahasa Arab siswa kelas 2 Bahasa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondanglegi beserta aspek-aspeknya yang terdiri atas: (1) pemahaman kosakata, (2) pemahaman kalimat, (3) pemahaman ide pokok dalam paragraf dan (4) pemahaman tema wacana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Terdapat empat jenis instrumen dalam pengumpulan data yaitu: (1) Tes, (2) Wawancara, (3) Angket dan (4) Dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Adapun Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 2 Bahasa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondanglegi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) kemampuan siswa dalam membaca pemahaman buku teks bahasa Arab secara umum dikategorikan rendah karena terdapat 26,92% siswa mendapat skor standar di atas 55, (2) sedangkan secara khusus kemampuan siswa dalam pemahaman kosakata dikategorikan rendah karena terdapat 38,47% siswa mendapat skor standar di atas 55, kemampuan siswa dalam pemahaman kalimat dikategorikan rendah karena terdapat 57,69% siswa mendapat skor standar di atas 55, kemampuan siswa dalam pemahaman ide pokok dalam paragraf dikategorikan rendah karena terdapat 42,30% siswa mendapat skor standar di atas 55 dan kemampuan siswa dalam pemahaman tema wacana dikategorikan rendah karena terdapat 30,77% siswa mendapat skor standar di atas 55.

Penerapan metode problem solving untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas XI NA Mu'allimat di Kota Malang / Iva Aliya Aini

 

Aini, Iva Aliya. 2013. “Penerapan Metode problem solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa kelas XI MA Mu’allimat di Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. (II) Dr. Budijanto, M. Sos Kata Kunci: problem solving, dan Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 19 dan 26 Agustus 2013 di kelas XI MA Mu’allimat Malang diketahui bahwa di dalam kegiatan pembelajaran guru telah mengaplikasikan beberapa metode pembelajaran misalnya diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan pemberian tugas di luar kelas, tetapi siswa masih terlihat kurang termotifasi, sehingga siswa menjadi kurang aktif di dalam kegiatan pembelajaran. Dari 48 orang siswa, yang dianggap aktif dalam kegiatan pembelajaran hanya ada 3 orang siswa, dan yang kurang aktif 45 orang siswa. Bila ada pertanyaan dari guru hanya 3 orang siswa tersebut yang menjawab, sedangkan 45 orang siswa lainnya hanya diam, dan ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada guru jarang sekali ada pertanyaan dari siswa. Situasi ini terjadi karena siswa yang menjawab pertanyaan dianggap oleh siswa lainnya hanya untuk mencari perhatian saja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Clasrom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tindakan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan selama 2 jam pelajaran. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI semester genap tahun ajaran 2013-2014 MA Mu’allimat Malang yang berjumlah 48 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa, hasil belajar siswa diukur berdasarkan selisih tes pada siklus I dengan tes pada siklus II. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes objektif dan esai, lembar observasi aktivitas siswa dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model Problem Solving dalam bidang studi IPS Geografi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MA Mu’allimat Kota Malang. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana kegiatan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan guru seharusnya memberikan arahan dan masukan-masukan serta motivasi kepada murid supaya lebih percaya diri untuk mengutarakan pendapatnya pada saat presentasi.

Marxism alienation on the main character of Chuck Phalahntuk's fight club / Denny Dewanto

 

Dewanto, Denny. 2014. Alienasi Marxisme pada Tokoh Utama novel Fight Club dari Chuck Phalahniuk. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Moch. Nasrul Chotib, S.S, M.Hum. Kata Kunci: Alienasi, Marxisme, novel Fight Club     Karya sastra telah menjadi sesuatu yang serius saat ini. Karya sastra tidak semata-mata menjadi suatu hiburan semata. Karya sastra diajarkan di banyak institusi-institusi pendidikan di seluruh dunia. Banyak kritik terhadap karya sastra telah muncul. Karya sastra terkadang mengandung kritik, ide-ide filsafat, atau bahkan sebuah propaganda. Novel Fight Club adalah sebuah novel karya Chuck Phalahniuk. Alienasi adalah tema utama dari novel Fight Club. Tujuan penelitian ini adalah menemukan alienasi dari The Anon. Penelitian ini akan mendiskusikan: apa penyebab dari alienasi The Anon; bagaimana The Anon teralienasi oleh kapitalisme; bagaimana The Anon berusaha terbebas dari alienasi; jalan yang ditempuh The Anon untuk terbebas dari alienasi, apakah hasil dari perjuangan The Anon untuk lepas dari alienasi. Peneliti menggunakan teori alienasi dari Karl Marx dan Herbert Marcuse sebagai pisau analisa penelitian ini. Teori alienasi dari Marx menjelaskan alienasi buruh di bawah model produksi kapitalisme (bentuk tradisional), sedangkan Marcuse menjelaskan alienasi manusia di bawah kapitalisme yang telah menjadi sebuah ideology dominan dalam masyarakat (bentuk canggih).     Hasil analisa menunjukkan bahwa kapitalisme telah menjadi penyebab utama alienasi dari The Anon. The Anon mengalami alienasi-diri, alienasi dari sesama manusia, alienasi oleh budaya capitalism. Jalan-jalan yang ditempuh The Anon—membentuk alter-egonya, penghancuran-diri, dan penghapusan kapitalisme tidak dapat membuatnya terbebas dari alienasi. The Anon gagal terbebas dari alienasi pada akhirnya. The Anon tidak dapat mencapai hakikatnya sebagai manusia yang bebas dan universal. Kesimpulan dari penelitian ini: terbukti bahwa The Anon teralienasi oleh kapitalisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa tema utama dari novel Fight Club adalah alienasi. Penelitian ini telah menjadi sebuah tandingan bagi penelitian sebelumnya terhadap novel Fight Club. Penelitian ini menjadi suatu sudut pandang alternatif dalam membaca novel Fight Club

Pemanfaatan ikan pari segar sebagai bahan dasar pembuatan abon / Vina Nur Indrawati

 

Brownies kukus dari tepung sukun / Gokmaria Lingga

 

Identifikasi lama masa studi mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 s/d 2009 Universitas Negeri Malang / Endah Purwaningtyas

 

Purwaningtyas, Endah. 2013. Identifikasi Lama Masa Studi Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007 s/d 2009 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakuktas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd (2) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Identifikasi Lama Masa Studi, Faktor Internal, Faktor Eksternal. Masa studi adalah waktu yang diperlukan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan program pendidikannya, terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang. Masa studi digunakan untuk menentukan kualitas lulusan mahasiswa. Jika ingin memiliki kualitas yang baik mahasiswa harus menyelesaikan studi sesuai dengan masa studi yang telah ditetapkan berdasarkan program studi yang diambil. Mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Komulatif yang cukup memiliki kualitas yang baik dibandingan dengan mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu dengan Indeks Prestasi Komulatif yang baik. Banyak mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 s/d 2009 yang menyelesaikan studi melebihi batas masa studi ideal yang ditentukan yaitu 4 tahun (delapan semester). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lama masa studi mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana jurusan Teknologi Industri angkatan 2007 s/d 2009 secara mendalam meliputi faktor internal dan eksternal. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 s/d 2009 yang berjumlah 152 mahasiswa, diambil dengan teknik proportional stratified random sampling, sehingga sampel yang didapat dalam penelitian ini secara keseluruhan berjumlah 60 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa identifikasi lama masa studi mahasiswa berkaitan dengan jumlah lulusan dan masa studi yang ditempuh mahasiswa memiliki jumlah persentase kelulusan tertinggi adalah mahasiswa angkatan 2007 yaitu berjumlah (62,50%), yang memiliki jumlah persentase kelulusan sedang adalah mahasiswa angkatan 2008 yaitu berjumlah (51,02%), dan mahasiswa yang memiliki jumlah persentase kelulusan terendah adalah mahasiswa angkatan 2009 yaitu berjumlah (0,00%). Masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase tertinggi adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 9 semester yaitu berjumlah (37,18%), Masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase sedang adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 8 semester yaitu berjumlah (14,29%), dan masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase terendah adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 13 semester yaitu berjumlah (3,17%). Berdasarkan hasil analisis, faktor internal yang menyebabkan keterlambatan masa studi mahasiswa memiliki jumlah persentase tertinggi pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah berjumlah (48,6%), jumlah persentase sedang pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah sendiri berjumlah (30%), dan jumlah persentase terendah pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah dari keluarga berjumlah (16%). Kebanyakan mahasiswa memperoleh uang biaya kuliah dari orang tua mereka (92%), dan mereka merasa kesulitan untuk membiayai praktikum dan uang kontrakan (50%). Hal ini terbaca pada data yang menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa menggunakan sebagaian waktunya untuk bekerja demi memenuhi kekurangan biaya yang dialaminya. Faktor pekerjaan memiliki jumlah persentase tertinggi yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan mahasiswa bekerja berjumlah (58%), jumlah persentase sedang pada faktor pekerjaan yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan mahasiswa tidak bisa memanage waktu berjumlah (34%), dan jumlah persentase terendah pada faktor pekerjaan yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan pekerjaan mengganggu kegiatan kuliah berjumlah (20%). Masalah kesehatan memiliki jumlah persentase tertinggi adalah berkaitan dengan penyakit kadang mengganggu kegiatan perkuliahan berjumlah (30%), jumlah persentase sedang pada masalah kesehatan adalah berkaitan dengan mahasiswa memiliki penyakit bawaan berjumlah (26%), dan jumlah persentase terendah pada masalah kesehatan adalah berkaitan dengan penyakit mengganggu kegiatan perkuliahan berjumlah (10%). Faktor internal berkaitan dengan motivasi, memiliki jumlah persentase tertinggi pada dukungan dari teman atau sahabatnya yaitu sebesar (94%), jumlah persentase sedang pada faktor motivasi adalah berkaitan dengan keluarga yang kurang mendukung kegiatan perkuliahan berjumklah (62%) dan jumlah persentase terendah pada faktor motivasi adalah berkaitan dengan orang tua terkadang mendukung kegiatan perkuliahan berjumlah (6%). Masalah pribadi memiliki jumlah persentase tertinggi adalah berkaitan dengan mahasiswa yang kadang-kadang malas berjumlah (80%), jumlah persentase sedang pada masalah pribadi adalah berkaitan dengan mahasiswa kurang bersemangat mengerjakan tugas berjumlah (38%), dan jumlah persentase terendah pada masalah pribadi adalah berkaitan dengan mahasiswa malas berjumlah (12%). Faktor eksternal berkaitan masalah penyelesaian skripsi memiliki persentase tertinggi berasal dari dukungan pembimbing berjumlah (90%), jumlah persentase sedang pada masalah penyelesaian skripsi adalah berkaitan dengan intensitas bimbingan yang kadang teratur berjumlah (46%), dan jumlah persentase terendah pada masalah penyelesaian skripsi adalah berkaitan dengan intensitas bimbingan kurang teratur berjumlah (30%). Faktor eksternal lain yang mempengaruhi keterlambatan masa studi adalah faktor administratif yang berkaitan dengan surat menyurat memiliki persentase tertinggi adalah berkaitan dengan pengurusan surat ijin penelitian berjumlah (32%), jumlah persentase sedang pada faktor administratif adalah berkaitan dengan pengurusan surat seminar berjumlah (30%), dan jumlah persentase terendah pada faktor administratif adalah berkaitan dengan pengurusan surat ujian berjumlah (26%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) Mahasiswa yang bekerja seharusnya bisa lebih memanage waktunya antara bekerja dan kuliah, sehingga tugasnya sebagai mahasiswa dan pekerja dapat berjalan beriringan dengan baik tanpa mengganggu kegiatan perkuliahannya, (2) Dukungan dari orang tua, keluarga, teman dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam kelancaran kegiatan perkuliahan, seharusnya dukungan tersebut selalu diberikan kepada mahasiswa baik secara langsung maupun tidak langsung oleh orang tua, keluarga dan teman pada khususnya, (3) Mahasiswa seharusnya menyadari bahwa tugas akhir merupakan matakuliah yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu mahasiswa harus tetap semangat untuk bimbingan walaupun menghadapi berbagai rintangan, (4) Mahasiswa yang mengalami keterlambatan studi seharusnya diberikan pembinaan sebagai langkah percepatan agar dapat lulus pada semester berikutnya.

Pengaruh model pembelajaran talking stick dengan menggunakan media video terhadap motivasi belajar geografi siswa kelas XI SMAN 1 Lawang / Berlit Septiana

 

Septiana, Berlit. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan Media Video terhadap Motivasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, SH, M.pd, M.Si, (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Talking Stick, Media Video, Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan salah satu faktor pendorong dari keberhasilan proses kegiatan pembelajaran. Media video dapat digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipadukan dengan media video adalah model pembelajaran Talking Stick. Kelebihan model Talking Stick dengan menggunakan media video dapat menguji kesiapan siswa dalam proses pembelajaran, membuat siswa lebih tertarik dengan diputarkan video, melatih siswa untuk mengungkapkan gagasan , dan menjadikan siswa termotivasi dan giat belajar. Sehingga, model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media video mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan video terhadap motivasi belajar siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain Post-test Only Control Group Design. Subjek yang digunakan kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi untuk posttest, yang diberikan kepada siswa setelah pemberian perlakuan. Pengujian instrumen melalui teknik uji validitas dan reliabiltas. Teknik analisis data yang digunakan berupa uji t tidak berpasangan (Independent Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media video berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi SMA. Hal tersebut terlihat dari rata-rata motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki rata-rata 78,00, sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata 70,20. Hasil analisis uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang singnifikan dari penerapan model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media video terhadap motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi pihak sekolah untuk memberikan informasi dan pelatihan model-model pembelajaran. Bagi guru geografi disarankan untuk dapat membuat perencanaan yang baik dan matang pada pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media video serta dapat mengendalikan kelas dengan baik. Bagi peneliti lanjutan yang berminat melakukan penelitian sejenis disarankan untuk dapat menyempurnakan penelitian ini dengan menggunakan variabel yang berbeda dan membuat instrumen serta media yang lebih baik.

Studi hasil pewarnaan alami menggunakan biji kesumba (Bixa orellana Linn) dengan fiksator berbeda pada batik motif manggur Probolinggo / Rida Wahyu Ningsih

 

Ningsih, RidaWahyu. 2013. Studi Hasil Pewarnaan Alami Menggunakan Biji Kesumba (Bixa Orellana Linn) dengan Fiksator Berbeda pada Batik Motif Manggur Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, S.T., M.T, (2) Dra. Rosanti Rosmawati, M. Sn. Kata kunci: pewarnaan alami, biji kesumba, fiksator berbeda, batik manggur Probolinggo Pewarnaan alami merupakan pewarna yang sumbernya diperoleh dari alam (natural), memiliki warna-warna khas dan tidak didapatkan dari pewarna lainnya, serta proses pencelupan yang dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan warna terbaik. Biji kesumba merupakan zat warna yang dapat dijadikan sebagai pewarna alam, dan biji kesumba kering masih belum diketahui hasil warnanya. Fiksator jeruk nipis, cuka, dan gula batu merupakan fiksator yang belum digunakan pada zat warna biji kesumba. Batik Probolinggo motif manggur (mangga dan anggur) merupakan batik yang masih dalam pengembangan pada teknik pewarnaan alami. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pewarnaan alami dari biji kesumba dengan fiksator berbeda pada batik motif manggur Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Designs (nondesigns), penelitian ini tergolong pada Intact-Group Comparison. Terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (diberi perlakuan) dan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil pewarnaan alami menggunakan biji kesumba dengan fiksator berbeda pada batik motif manggur Probolinggo. Analisa data diperoleh dari pengamatan secara visual hasil warna yang dipaparkan secara deskriptif. Data berupa deskripsi dari pengamatan visual yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah proses pewarnaan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Warna yang dihasilkan biji kesumba kering pada pencelupan pertama hingga kesepuluh adalah gradasi warna peru. (2) Fiksator jeruk nipis merubah warna asli biji kesumba kering kearah warna burly wood hingga coral. (3) Fiksator cuka merubah warna asli biji kesumba kearah warna burly wood hingga peru tua. (4) Fiksator gula batu merubah warna asli biji kesumba kearah warna burly wood hingga peru. Demi kelanjutan dari penelitian yang selanjutnya, disarankan: (1) Perlu dilakukan eksplorasi pada zat warna alam biji kesumba dengan menggunakan jenis-jenis fiksator lainnya untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan. (2) Perlu dilakukan pengembangan variasi durasi waktu pencelupan dan banyaknya jumlah pencelupan, sehingga dapat diketahui warna maksimal yang dihasilkan zat warna alam. (3) Perlu dilakukan eksplorasi terhadap Batik Probolinggo dengan menggunakan variasi zat warna alam lainnya

Penerapan quantum teaching motivasi belajar TANDUR untuk meningkatkan motivasi belajar geografi pada siswa kelas XI IPS 2 semester gasal tahun ajaran 2013/2014 SMAN 4 Sampang / Rika Syahri

 

Studi tentang nilai-nilai testing masuk calon mahasiswa program Sarjana Muda FKIE IKIP Malang dan kaitannya dengan keberhasilan studi mahasiswa program Sarjana Muda FKIE IKIP Malang angkatan tahun 1976 dan tahun 1977 / Abadyo

 

A Contrasitive analysis of Indonesian and American English prosody / Nj. Aliah Abdullah

 

Implementasi pembelajaran pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Nanda Budi Setiyawan

 

Kata Kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi Sekolah Menengah Kejuruan merupakan sekolah yang mendidik siswa-siswanya untuk dapat terjun langsung ke dunia kerja. Untuk membentuk siswa yang terampil dan siap kerja, diperlukan kecapakan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan adalah dengan implementasi pembelajaran yang benar yaitu dengan membuat perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran khususnya pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan teknik penelitian populasi. Populasi pada penelitian ini adalah guru produktif dan siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik analisa data berupa statistik deskriptif yang meliputi analisa frekuensi, prosentase, mean dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan secara keseluruhan termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Pada pelaksanaan pembelajaran mayoritas termasuk dalam kualifikasi sangat baik dan baik. Indikator lainnya yang termasuk dalam kualifikasi kurang baik atau jarang dilakukan adalah membangun suasana kelas sehingga menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dan memberi kesempatan siswa untuk melakukan self-assessment (penilaian diri sendiri) peer-assessment (penilaian antar teman). Sedangkan Evaluasi hasil belajar siswa termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Untuk indikator lainnya adalah guru lebih sering menggunakan format evaluasi pembelajaran sebagai jenis evaluasinya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru sering membangun suasana yang menyenangkan sebelum memasuki pelajaran seperti mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dengan topik/bahasan yang disukai siswa agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan dan membangkitkan motivasi siswa agar lebih giat lagi di dalam proses pembelajaran, serta memberikan kesempatan siswa untuk melakukan penilaian dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam proses pembelajaran agar guru mengetahui data-data umum tentang siswa seperti karakteristik, hobi, latar belakang individual siswa dan lain sebagainya.

Efektifitas penggunaan metode permainan simulasi dalam pemberian penerangan program keluarga berncana di desa Gunungjati Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Ny. Siti Fatimah Abdullah

 

An Introduction to Ogan Ilir morphology / Slamet Abdullah

 

Khilafath fatimiyah di Afrika Utara (909-1171) / oleh Djuwarijah Abdulsalam

 

Pandangan filsafat eksistensialis dalam novel Merahnya Merah karya Iwan Simatupang dan manfaatnya bagi pengajaran apresiasi sastra di SMA
Ihsan Abraham

 

Peningkatan hasil belajar operasi hitung campuran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share siswa kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung / Yeni Diyan Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti, Yeni, Diyan. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Campuran Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Siswa Kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Imam Hanafi, M.M. Kata kunci : Hasil belajar, kooperatif TPS, siswa Hasil observasi pembelajaran matematika diketahui bahwa dari nilai hasil ulangan materi pokok operasi hitung campuran 10 dari 15 siswa kelas IV di SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung mendapatkan nilai kurang dari rata-rata karena nilainya dibawah Standar Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM) kelas di SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung SKBM mata pelajaran matematika kelas IV adalah 65. Untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa untuk menguasai materi pembelajaran tersebut diharapkan dapat melibatkan siswa secara langsung terhadap materi pembelajaran yang diajarkan. Sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi siswa terhadap pelajaran matematika sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Karena itu diperlukan perubahan pembelajaran dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) siswa kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif Thinks Pair Share (TPS). Dengan model pebelajaran ini, siswa akan belajar bertukar pendapat dengan teman sebangkunya yang kemudian disampaikan kepada teman sekelasnya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan siswa kepada guru dalam mendapatkan pengalaman belajarnya. Rumusan masalah dalam PTK ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran kelas IV di SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan PTK. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran penelitian adalah siswa kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung dengan jumlah siswa 15 anak. Dua macam data temuan penelitian ini adalah (1) hasil belajar operasi hitung campuran dan (2) data proses belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif TPS. Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif TPS dalam pembelajaran hitung campuran, hasil belajar siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada pra tindakan sebanyak 33,3 % menjadi 60% pada siklus I, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 26,7 %. Pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 86,7%. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar sebanyak 26,7% Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran siswa kelas IV SDN I Sumberjo Wetan Tulungagung. Disarankan kepada guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif TPS di kelas yang lain atau pada mata pelajaran yang lain dan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Validation on the English entrance test 1976 sub-test vocabulary / Th. Kumala Rini Abukahar

 

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi dengan model pembelajaran example non example pada siswa kelas II SDN Bendoagung 2 Kabupaten Trenggalek / Heny Cahyaningsih

 

Tiwah sebagian upacara adat dalam kehidupan suku bangsa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah / Achyar S. Achmad

 

Penerapan model pembelajaran PQ4R untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Kabuaran Kabupaten Lumajang / Paramitha Adityaningrum

 

Penelitian tentang hasil pengajaran Fisika bagi siswa-siswa yang berasal dari SD PPSP IKIP Malang dan SMP non PPSP di SMA PPSP IKIP Malang / oleh Sumardji Adikusumo

 

Peningkatan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita melalui metode menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Kromasan Kabupaten Tulungagung / Desy Rahmawati

 

Perencanaan pembelian bahan dasar damen ke arah usaha economizing supply bahan dasar pada P.N. Kertas Leces di Probolinggo / oleh Jupri Adinata

 

Problematika penyelenggaraan pendidikan inklusi di SDN Kebonsari 2 / Husnul Khotimah Dwi Pamungkas

 

Pamungkas, Husnul Khotimah Dwi. 2014. Problems in the Implementation of Inclusive Education at SDN Kebonsari 2. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Muchtar, S.Pd., M.Si. Key Words: problems, inclusive education, primary school     Education has advanced recently and branched out to many sectors, one of which is inclusive education that provides rooms for children with special needs to experience better education. The implementation of the inclusive education in Indonesia is under the regulation of Permendiknas 70 year 2009. Moreover, SDN Kebonsari 2 is the first state primary school which implemented the inclusive education in the subdistrict of Sukun. However, the school realized that problems happened in the process of implementation of inclusive education, which led to the need of discussion towards the problem.     This research was aimed at describing the implementation of the inclusive education, problems happened within, and the attempts to solve the problems happened at SDN Kebonsari 2.     In order to achieve the aim of the research, the researcher employed qualititative research of case study method. The data were collected using some instruments, which include observation, interviews, and researcher’s documentations as the primary instrument. The data were analyzed by reducing the data, presenting the data, and inferring the conclusion of he research. To examine the validity of the findings of the research, the researcher employed some validity checks, involving credibility, dependabality, and confirmability check.     According to the research, the implementation of the inclusive education in the school was guided by the Education Department of Malang. Besides, the problems faced while implementing the inclusive education were as follows: 1) parents of students with special needs did not honestly describe their children’s special need to the school committee; 2) some parents even begged the school’s committee to allow their children to learn in the school; 3) the number of teachers for the children with special needs were limited; and 4) the students with special needs had the ability level which could not get along with the class average. To overcome the problems, some attempts were done, which were; 1) suggesting the parents to provide shadow teachers; 2) socializing and advicing parents to take their children to special schools (SLB) or joining therapies; 3) having grouped the students into two groups by the existing teachers; and 4) adjusting the materials accordingto the students’ capability, disregarding the level. According to the findings, suggestions were addressed to the Education Department of Malang to regularly provide training and evaluation to the implementation of inclusive education. Additionally, it was suggested to the principles to create regulations of increasing the number of the special teachers and the student admittance as well. Finally, for teachers, especially the special teachers were suggested to keep improving the interesting methods in teaching

Peningkatan keterampilan berbicara melalui model pembelajaran kartu arisan pada siswa kelas II SDN Pakel 01 Kabupaten Tulungagung / Ahmad Nuryakin

 

Nuryakin, Ahmad. 2014. Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Model Pembelajaran Kartu Arisan pada Siswa Kelas II SDN Pakel 01 Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd. (II) Dra. Yuliwidiarti, S.Pd. Kata kunci : berbicara, model kartu arisan Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas II SDN Pakel 01, ditemukan permasalahan antara lain: siswa tidak dapat mendeskripsikan kalimat dengan urut dan lancar, siswa tidak dapat melakukan pilihan kata yang tepat, lafal dan intonasi yang belum sesuai. Dengan demikian menyebabkan hasil belajar siswa tidak mampu mencapai ketuntasan belajar perorangan maupun ketuntasan klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelaja¬ran keterampilan berbicara melalui model kartu arisan pada siswa kelas II SDN Pakel 01 Kabupaten Tulungagung dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara pada siswa kelas II SDN Pakel 01 Kabupaten Tulungagung melalui model kartu arisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. pengum-pulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: rata-rata nilai keterampilan berbicara siswa pada tahap pratindakan adalah 58 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 35%. Setelah dilaksanakan siklus I, rata-rata nilai keterampilan berbicara siswa meningkat menjadi 76 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 65%. Selanjutnya pada siklus II, rata-rata nilai keterampilan berbicara siswa me-ngalami peningkatan menjadi 87% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 94%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ke-terampilan berbicara melalui model kartu arisan dapat membantu siswa dalam mendeskripsikan dengan lancar, menyusun kalimat, memilih kata yang tepat, menggunakan lafal dan intonasi yang sesuai. Dengan demikian dapat meningkat-kan keterampilan berbicara siswa. Untuk itu diharapkan guru menggunakan model kartu arisan dalam pembelajaran keterampilan berbicara sehingga siswa lebih ter-tarik untuk mengikuti pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal.

Implementasi keterampilan guru dalam memberi penguatan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV di SDN Sananwetan II Kota Blitar / Eriz Nadia

 

Nadia, Eriz. 2014. Implementasi Keterampilan Guru dalam Memberi Penguatan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV di SDN Sananwetan II Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Yuliwidiarti, S.Pd. Kata kunci: implementasi, keterampilan guru, penguatan, pembelajaran di SD Berdasarkan observasi ditemukan bahwa guru sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemberian penguatan. Pengetahuan yang dimiliki guru meliputi jenis penguatan, cara penggunaan penguatan dan prinsip pemberian penguatan. Selain itu, interaksi antara guru dengan peserta didik dan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru juga sudah baik. Namun, permasalahan yang timbul yaitu guru lebih banyak memberikan penguatan verbal kepada peserta didik dan tidak memberikan penguatan non verbal kepada peserta didik. Kurangnya pemberian penguatan dapat mengurangi motivasi belajar peserta didik. Untuk itu perlu adanya penelitian tentang implementasi keterampilan memberi penguatan di Sekolah Dasar. Hal tersebut disebabkan karena pemberian penguatan berperan terhadap peningkatan motivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengetahuan guru mengenai pemberian penguatan yang meliputi jenis penguatan, cara penggunaan pemberian penguatan, dan prinsip pemberian penguatan; (2) untuk mengetahui jenis penguatan muncul dalam kegiatan belajar mengajar; (3) untuk mengetahui interaksi antara guru dengan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar; dan (4) untuk mengetahui pengelolaan kelas dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN Sananwetan II Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan catatan lapangan, sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar catatan lapangan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai pemberian penguatan sudah baik. pengetahuan mengenai pemberian penguatan meliputi (1) jenis penguatan, (2) cara penggunaan pemberian penguatan, dan (3) prinsip pemberian penguatan. Jenis penguatan yang muncul dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia yaitu penguatan verbal, penguatan berupa mimik dan gerak badan, serta penguatan berupa cara mendekati. Aspek penguatan verbal yang digunakan yaitu kata ”bagus”, ”benar”, ”tepat”, “kurang tepat/sempurna”, dan ”bagus sekali”. Berikutnya aspek penguatan berupa mimik dan gerak badan yaitu “senyuman”, “acungan ibu jari”, dan “tepuk tangan”. Selanjutnya aspek penguatan dengan cara mendekati yaitu “berdiri di samping peserta didik” dan “duduk dekat seorang atau sekelompok peserta didik”. Alasan guru sering menggunakan jenis penguatan tersebut dalam kegiatan belajar mengajar adalah karena penguatan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi peserta didik dan penguatan tersebut mudah untuk dilakukan. Kesulitan yang dialami oleh guru dalam mengimplementasikan keterampilan memberi penguatan yaitu: guru belum mampu untuk menentukan jenis penguatan yang diberikan kepada peserta didik yang pasif dan tidak termotivasi dengan penguatan yang selama ini guru berikan, serta guru sulit untuk menggunakan penguatan berupa simbol dan hadiah dalam kegiatan belajar mengajar. Berkaitan dengan pemberian penguatan interaksi antara guru dengan peserta didik yaitu secara dua arah, antara guru dengan peserta didik dan antarpeserta didik sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru. Sedangkan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru sudah cukup baik. Hal itu terlihat dari empat cakupan dalam pengelolaan kelas yaitu pengorganisasian kelas, pengaturan tempat duduk, pengorganisasian peserta didik, dan tipe kepemimpinan guru. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemberian penguatan. Berkaitan dengan pemberian penguatan, interaksi antara guru dengan peserta didik dan pengelolaan kelas dapat dikatakan sudah baik. Akan tetapi guru belum menggunakan jenis penguatan secara maksimal. Guru hanya menggunakan tiga jenis penguatan dari lima jenis penguatan yang ada. Dengan demikian, guru diharapkan melatih dan membiasakan diri untuk menerapkan jenis penguatan yang belum pernah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Penyelidikan tentang kompetensi guru-guru Sekolah Dasar Negeri dalam menyelenggarakan penilaian pelajaran di wilayah kerja Kantor Departemen P & K Kecamatan Singosari Kab. Malang / Djarot Adisiswanto

 

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui metode karyawisata di kelas V SDN Sukorejo Kulon 02 Kabupaten Tulungagung / Beta Diah Pramista

 

A study on the semantic aspects of a number of translated textbooks / Sri Endah Tabiati Adisoeparno

 

Penyelewengan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 setelah Dekrit Presiden tgl. 5-Juli-1945 / Soepardi Adisutrisno

 

Penelitian kemampuan pemahaman kognitif puisi dalam rangka membaca puisi siswa kelas III SMA Negeri Kotamadya Malang / L. Winarno Adiwardoyo

 

Peningkatan kemampuan membaca intensif melalui model cooperative script pada siswa kelas IV SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar / M. Daniar Utabaya

 

Daniar Utabaya, M. 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Intensif Melalui Model Cooperative Script di Kelas IV SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd Kata Kunci: membaca, membaca intensif, cooperative script. Observasi awal yang dilakukan di SDN Gaprang 02 kelas IV semester 2 pembelajaran bahasa Indonesia membaca intensif belum memenuhi harapan dan sebagian besar siswa belum mencapai KKM yaitu dari 18 siswa hanya 7 siswa yang mencapai KKM dan 11 siswa yang belum mencapai KKM. Diantara penyebabnya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan yang mereka baca seperti memakai kata-kata sulit, menemukan ide pokok paragraf, menjawab pertanyaan dalam teks bacaan, dan menyimpulkan isi bacaan. Hal ini disebabkan metode yang digunakan kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk kemampuan memahami bacaan yang mereka baca. Sehingga diperlukan perbaikan mengenai kemampuan membaca intensif yaitu melalui pendekatan pembelajaran cooperative script. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah tentang aktifitas siswa, aktifitas guru dalam menerapkan cooperative script, dan tes akhir siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi.     Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca intensif dengan menggunakan model cooperative script dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 66, siklus I adalah 72, dan siklus II adalah 86. Ketuntasan belajar secara klasikal pada pratindakan sebesar 38%, pada siklus I sebesar 66%, dan pada siklus II mencapai 83%.     Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran membaca intensif dengan model cooperative script dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN Gaprang 02 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan model cooperative scriptdalam pembelajaran membaca karena dalam model ini menerapkan langkah-langkah yang meliputi memberikan tugas untuk membaca teks bacaan secara bergantian bersama kelompok, membimbing siswa untuk saling bertukar pendapat, menemukan ide pokok dalam paragraf dan mampu memahami bacaan sehingga dapat menyimpulkan isi bacaan.

Pengaruh konsentrasi asam indol asetat terhadap enten tanaman bougainvillea dan acalypha / Sutanaya Adnyana

 

Pengaruh penguasaan kompetensi mata pelajaran produktif dan minat siswa terhadap penilaian praktik kerja industri kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang / Siti Aisyah

 

Aisyah, Siti. 2014. Pengaruh Penguasaaan Kompetensi Mata Pelajaran Produktif dan Minat Siswa Terhadap Penilaian Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Aniek Indrawati, S.Si., M.M, (2) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata Kunci: Penguasaan Mata Pelajaran Produktif, Minat Siswa, Penilaian Praktik Kerja Industri (Prakerin) Praktik kerja industri merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meningkatnya prestasi praktik kerja industri siswa tercermin pada nilai yang baik. Nilai tersebut diperoleh dengan perpaduan dari faktor afektif, kognitif dan psikomotorik di setiap siswa. Faktor kognitif dalam penguasaan pengetahuan yang diperoleh siswa diimplikasikan kedalam faktor psikomotorik dalam praktik kerja industri dan didorong oleh minat atau keinginan siswa dalam mengikuti praktik kerja industri yang sangat berpengaruh dalam penilaian praktik kerja industri dalam program PSG di SMK PGRI 2 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penguasaan kompetensi mata pelajaran produktif dan minat siswa terhadap penilaian praktik kerja industri siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi, teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 37 siswa yang sudah melakukan praktik kerja industri. Penelitian ini adalah penelitian populasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penguasaan kompetensi mata pelajaran produktif memiliki predikat kompeten , 2) minat siswa dalam prakerin dikatakan tinggi, 3) penilaian praktik kerja industri dikategorikan baik, 4) ada pengaruh antara penguasaaan kompetensi mata pelajaran produktif secara parsial terhadap penilaian praktik kerja industri dengan nilai thitung > ttabel (2,452 >1,69) dan 5) ada pengaruh antara minat siswa secara parsial terhadap penilaian praktik kerja industri dengan nilai thitung >ttabel (2,762 > 1,69). Saran yang diberikan oleh peneliti adalah pihak sekolah (bersama guru) lebih mengembangkan proses pembelajaran yang lebih berorientasi kepada praktik tanpa meninggalkan penyampaian materi. Materi yang diajarkan juga harus lebih disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tempat praktik dan siswa diharapkan sebisa mungkin selalu meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran produktif dan minat prakerin karena kedua faktor tersebut merupakan faktor yang penting untuk penilaian prakerin.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 |