Pengaruh temperatur pemanasan media pendingin terhadap kekerasan pada proses pengerasan celup baja Assab DF-2
oleh Dian Fajar Prasetyanto

 

Kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika bentuk uraian pokok bahasan gesekan siswa kelas I SMUN / oleh Erik Sri Indrawati

 

Perancangan animasi 2 dimensi mengenai pelestarian ekosistem laut / Katon Muhammad Samodra S.

 

ABSTRAK Susetyo, Katon, Muhammad Samudra. 2016. PerancanganAnimasi2 DimensiMengenaiPelestarianEkosistemLaut.TugasAkhir. Program Studi Game Animasi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Moch. Abdul Rochman, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan,Animasi, Media Sosialisasi, PencemaranLaut, PelestarianLaut Sepertihalnyahutan, lautjugasebagaisumberdayaalampotensial.Kerusakanekosistem di lautdanpantaibanyakdisebabkanolehulahmanusia.Pengambilanpasirpantai, karang di laut, pengrusakanhutanbakau, merupakankegatan-kegiatanmanusia yang mengancamkelestarianlautdanpantai.Kerusakanterumbukarangmisalnyaseringterjadiakibataktivitasparapengebomikansertapemburukarang.Untukmenjagasistemkeseimbangandalamekosistemlautataupuneksotismenyadibutuhkanupayauntukmelestaikannya.Peningkatankualitasdankuantitaskeruskanekosisemdisebabkanmasihrendahnyakepedulianmasyarakatterhadapbahayaakankerusakanekosistemlautsepertikecerobohandalampembuangansampahsembarangan di aliran air, eksploitasilautsecaraberlebihan, sertakurangnya SDM masyarakatdalammelestarikanlautsangatlahkecil. Olehkarenaitu, dibutuhkan media sosialisasitentangpelestarianlautbagimasyarakat. Data perancangananimasidiperolehdaripengumpulan data websitedanbuku-buku.Perancangandesaininimenggunakanberbagaisoftwaregrafisyaitu, Adobe Flash CS5, Adobe Photoshop CS5, Adobe After Effect CS6danAdobe Premier CS6. Bentukakhirdarianimasi 2D iniberupafilm aimasipendekdengan format Mp4. Perancangan media terdiridaribeberapa media pendukungyaitu, DVD animasiCeritadariLaut, brosur, tempat CD serta label CD dan media alternatifpendukunglainnya. Media pendukungtersebutantara lain berupa poster, dan sticker. Animasi 2D iniberdurasi3menitdengan format HD (high definition) widescreen 16:9.Resolusi monitor yang dipakaiadalah 1280x720 pixel.

Kajian buku penunjang pelajaran fisika SMU kelas I cawu I / oleh Elfi Hidayati

 

Agihan kualitas air sungai Brantas dan penggunaan oleh masyarakat sekitarnya di Kotamadya Malang / oleh Subaidah

 

Pengembangan LKS Tematik berbantuan komik kontekstual subtema "Keindahan Alam Negeriku" kelas IV SDN Dadaprejo 01 Batu / Suci Amalia

 

ABSTRAK Amalia.S. 2016.Pengembangan LKS TematikBerbantuanKomikKontekstualSubtema “KeindahanAlamNegeriku” Kelas IV SDN Dadaprejo 01.Tesis. Program StudiPendidikanDasar,Program PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Prof. Dr. HeriSuwignyo, M.Pd Kata kunci: pengembangan LKS, tematik, komik, pembelajarankontekstual Inovasidalampembelajarandenganmengembangkan LKS tematikberbantuankomikkontekstual.Karenapembelajaranmelalui media cetakmerupakansalahsatuupaya guru untukmemudahkansiswabelajar. Tujuandaripenelitianini, pertamamenghasilkanprodukberupa LKS tematikberbantuankomikberbasiskontekstualuntuksubtem “KeindahanAlamNegeriku” kelas IV di SDN Dadaprejo 01 Batu.Keduadenganhasilproduk LKS tersebutdiharapkandapatmeningkatkankemenarikan, kepraktisandankeefektifanpembelajarantematik di SDN Dadaprejo 01 Batu. Penelitianinimenggunakan model penelitian R n D denganmenggunakandesainpengembangan Borg and Gall yang terdiridari 9 tahapanpengembangan. Proses pengembanganmeliputi: perencanaan, mengembangkanprodukawal, evaluasiprodukolehparaahli (satuahlimateridansatuahli media), revisiproduk I, kegiatanujicobakelompokkecil yang dilakukandenganmelibatkan 6 subjek, revisiproduk II, kegiatanujicobakelompokbesar (ujilapangan) denganmenggunakan 20 subjek, hasilprodukakhirberupa LKS tematikberbantuankomikkontekstualsubtema “KeindahanAlamNegeriku” untuksiswa SD kelas IV. Setelahdikonversikandengantingkatvaliditas, ahli media menilaibahwa LKS initermasukdalamkriteria valid, sedangkanmenurutpenilaianahlimateri LKS initermasukdalamkriterisangat valid. Dari hasilpre-testdanpost-test, kelas yang menggunakan LKS tematikberbantuankomikberbasiskontekstuallebihbesarpersentasenya, yakni 84%, dibandingdengankelas yang tidakmenggunakan LKS tematikberbantuankomikberbasiskontekstual, yaknisebesar 72,36%. Setelahmelakukanpengamatanulangmelaluiuji t-tesdenganmenggunakantarafsiginifikan. Data yang diperolehsignifikannya 0,00 < 0,05 sehingga data termasuksignifikandandapatdisimpulkanbahwaterdapatperbedaannilaiantarakelas yang menggunakan LKS tematikberbantuankomikkontektualsubtema “keindahanalamnegeriku” kelas IV SD dengankelas yang tidakmenggunakan LKS tematikberbantuankomikberbasiskontektualsubtema “keindahanalamnegeriku” kelas IV SD.  

Trayektori selesaian sistem persamaan diferensial linier
oleh Lilik Masruro

 

Analisis soal ulangan umum fisika kelas I dan kelas II cawu III SLTP di Kotamadya Malang tahun ajaran 1998/1999 / oleh Mohsin

 

Kritik seni terhadap karikatur karya Wahyu Kokkang yang termuat dalam harian Jawa Pos pada kolom opini dengan judul klekit / oleh Rini Windayanti

 

Pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian studi kualitatif-fenomologis di Sekolah Dasar gunung Brintik, Semarang, Jawatengah / Irene Evy Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Irene Evy. 2009. Pembelajaran yang Menumbuhkan Kepedulian: Studi Kualitatif Fenomenologis di Sekolah Dasar Gunung Brintik, Semarang, Jawa Tengah. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. Dimyati, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (III) Prof. Dr. Nyoman S. Degeng. Kata kunci: Kepedulian, Sekolah Dasar, model pembelajaran Kepedulian dipahami sebagai suatu kondisi sosial dan emosional positif yang menjadi katalisator pertumbuhan pribadi dan pencapaian akademik. Aktualisasi dan penanaman kepedulian dicirikan dengan pemodelan peran, relasi, dialog, konfirmasi dan latihan. Kepedulian diangkat sebagai etika karena merupakan pemikiran kritis serta pertimbangan hati nurani tentang moralitas kepedulian yang memampukan seseorang untuk berkomitmen dan melaksanakan moralitas tersebut tanpa takut dan ragu. Peran kepedulian dalam rangka pendidikan bagi anak-anak berlatar keluarga dan lingkungan miskin dianggap penting karena dalam lingkaran kemiskinan anak-anak kurang dipedulikan dan menghadapi resiko besar untuk jatuh dalam kegagalan pendidikan dan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran tentang peran kepedulian dalam rangka pendidikan bagi siswa berlatar keluarga dan lingkungan miskin. Setelah memperoleh gambaran tersebut, mendeskripsikan sebuah model pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian. Penelitian ini dilaksanakan di SD Gunung Brintik, Semarang, Jawa Tengah yang merupakan sekolah dasar di lingkungan miskin perkotaan yang hampir seluruh siswanya berlatar keluarga dan lingkungan miskin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2006 hingga Juli 2007, dengan melibatkan para pendidik, siswa, dan pihak-pihak yang terkait dengan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan proses analisis fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumbuhan kepedulian merupakan tujuan dan prioritas pendidikan di SD Gunung Brintik, dan menjadi kebijakan sekolah. Pembelajaran diselenggarakan agar para siswa merasa dipedulikan, kemudian dapat bertumbuh rasa percaya dirinya, motivasi belajarnya, kepedulian terhadap diri dan masa depannya, sesamanya, Sang Pencipta, dan alam semesta. Para administratur mengupayakan kepedulian dengan menciptakan iklim kerja yang penuh kepedulian, para pengajar menerapkan metode-metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan kepedulian, dan para staf non pengajar berusaha untuk bekerja seprofesional mungkin dan dapat bertindak sebagai orangtua juga teman bagi siswa. Kepedulian yang ditumbuhkan oleh para pendidik menghasilkan suatu pengakuan dari para siswa, orangtua, dan pihak-pihak terkait bahwa SD Gunung Brintik adalah sekolah yang bermutu karena para pendidiknya yang memiliki komitmen kepedulian dan berhasil menghantar para siswanya untuk dapat berperilaku lebih baik di masyarakat serta memperbaiki nasib mereka. Sebagai penelitian bidang studi Teknologi Pembelajaran, penelitian ini mendeskripsikan suatu model pembelajaran yang bersifat preskriptif dan kontekstual. Model pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian dideskripsikan melalui komponen orientasi model yang mendeskripsikan sasaran, fondasi dasar, dan tujuan pembelajaran, komponen sistem pendukung yang mendeskripsikan pengaturan sistem sekolah yang diperlukan untuk mendukung terwujudnya model, komponen sistem sosial yang mendeskripsikan lingkungan pembelajaran dimana model dapat diterapkan, sintak yang mendeskripsikan prinsip-prinsip metode dan prinsip-prinsip reaksi yang dapat dipergunakan oleh guru, komponen dampak pembelajaran yang mendeskripsikan dampak jangka pendek dari digunakannya metode, dan komponen dampak pengiring yang mendeskripsikan dampak jangka panjang yang dapat dicapai dari penggunaan model. Model pembelajaran tersebut memberikan prinsip-prinsip metode yang dapat digunakan secara tunggal atau merupakan variasi yang dapat digunakan secara bergantian, tergantung pada kebutuhan, situasi, dan respon siswa. Metode-metode tersebut adalah metode dialog dan pembangunan relasi, metode naratif eksperensial, metode observasi dan refleksi obyek pengetahuan, metode pembangunan komunitas yang demokratis, berdisiplin, dan apresiatif, metode guru sebagai model peran positif, metode latihan kerjasama dan pengendalian diri, dan metode latihan-latihan kepedulian baik kepada sesama, Tuhan, dan alam semesta. Model pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian diharapkan dapat menjawab kebutuhan bidang studi Teknologi Pembelajaran tentang pembelajaran yang dapat merajutkan pesan substantif kepedulian sebagai dampak pengiring, disamping penguasaan kemampuan akademis sesuai dengan amanat kurikulum sebagai dampak pembelajaran. Sebagai saran penelitian, peneliti menganjurkan para pengelola sekolah, staf pengajar, dan teknolog pembelajaran, hal-hal sebagai berikut sebagai berikut: 1) Kepedulian hendaknya menjadi salah satu kebijakan sekolah terutama pada sekolah-sekolah yang sebagian besar siswanya berlatar kemiskinan dan menghadapi kondisi rawan. Sekolah juga hendaknya mempertimbangkan struktur dan kebijakan-kebijakan sekolahnya agar iklim kepedulian dapat tumbuh dan berkembang dengan subur. 2) Kepedulian hendaknya menjadi salah satu kualifikasi tenaga pendidik. Lembaga-lembaga pendidikan calon tenaga pendidikan hendaknya menyelenggarakan kurikulum dan pembinaan yang memampukan para calon pendidik menjadi pendidik yang peduli. 3) Para administratur sekolah, lembaga pemerintahan, dan perguruan tinggi pendidikan hendaknya menyelenggarakan program-program on going formation kepada para pendidik di sekolah agar dapat meningkatkan mutu profesinya sebagai pendidik yang peduli. 4) Para pengajar diharapkan dapat mempertimbangkan model atau rancangan pembelajarannya sedemikian rupa agar iklim kepedulian dan kemampuan peduli dapat bertumbuh dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun melampaui ruang kelas. 5) Para teknolog pembelajaran diharapkan dapat menindaklanjuti penelitian ini dengan mengembangkan model pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian pada komunitas dan konteks yang berbeda. 6) Para peneliti yang dalam kesempatan lain ingin menjangkau pemberian perlakuan atau eksperimentasi hendaknya memikirkan adanya para aktor yaitu guru yang dapat menyampaikan dampak instruksional maupun dampak pengiring. ABSTRACT Wulandari, Irene Evy. 2009. Instruction that Nurtures Care: A Phenomenological-Qualitative Study at Gunung Brintik Elementary School, Semarang, Central Java, Indonesia. Dissertation. Instructional Technology Study Program. Malang State University. Postgraduate Program. Advisors: (I) Prof. Dr. M. Dimyati, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A. (III) Prof. Dr. Nyoman S. Degeng. Keywords: Caring, elementary school, instructional model Caring is a positive social and emotional condition that can be a catalyst for the development of personality and academic achievement. Modelling, relationship, dialogue, confirmation, and practise characterize actualisation and investment of care. Caring is an ethical act that involves critical thinking and conscience of care morality that enables one to commit to applying this morality without fear and doubt. Education based on caring for children in poverty is very important because in the cycle of poverty (socioeconomically disadvantaged children), these children face the risks of failing in their studies and future lives. This research intended to find out about the phenomenal role of caring in the educational process for children who live in poverty. After arriving with a clear picture of the concept of caring, the researcher developed urgent and relevant guidelines to help in the development of suitable caring actualization in schools with an instructional model that directs the course of nurturing a caring behaviour. The research was conducted in Gunung Brintik Elementary School, Semarang, Central Java. The Gunung Brintik Elementary School is situated in a poor neighbourhood of Semarang and attended by students living in poverty. This research was carried out between December 2006 and July 2007. Educators, students, and people related to the school were involved in the research. The research used a qualitative phenomenological method, and phenomenological analyses. The result of research shows caring is an educational priority that has a central role in the school’s policies. Instruction is programmed to enable students feel they are cared for and are able to develop self-confidence, learning motivation, and as people with caring attributes for the future. The administrators show caring by creating caring climates in their daily work, teachers show by applying caring methods in instructional activities, and administrative staff contribute towards care by showing professionalism in their daily interactions with the students and also acting as friends or parents to students. Students, parents, and others who come in contact with the school recognize these enormous contributions of the school because the caring commitments have enabled many of the students to succeed in their studies and ultimately shaped them for succeeding in life. As an instructional technology research, this research yields a prescriptive-contextual instructional model. The model is explained through some components. The orientation component describes the aim, foundations, and goals of the model. The supporting system component describes the school system that supports the model. The social system component describes the environment in which the model can be used. The syntax component describes the principles of methods and teacher’s reaction. The instructional effect component describes the short-term effect of using the model, and the nurturing effect component describes the long-term effect of using the model. The model advises some principles of the following methods: dialogue and relationship development; narrative-experiential; object of knowledge observation and reflection; democratic, discipline, and appreciative community development; the teacher as a role model, and caring practises. The model meets the need of the models in the Instructional Technology field dealing with an instructional model that leads students to acquiring academic competencies as an instructional effect and to becoming caring people as a nurturing effect. This research suggests that: 1) caring should be a policy of school with children living in poverty, 2) caring capability is one of the requirements for recruiting teachers in schools, therefore, educational institutions for teachers should consider including this in their curricular activities, 3) school administrators, government institutions, and universities should arrange on-going activities to increase teachers caring attributes, 4) teachers should create/provide caring climates in their instructional design activities, 5) instructional designers should develop an instructional model that encourages caring in a different context and different communities, 6) a researcher who wants to use the experimental methodology for this research topic should involve teachers who have the ability to deliver both instructional effects and nurturing effects.

Variasi motif shundhuk kentang dan proses pembatikan di Industri kerajinan batik tulis sari Desa Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo / oleh Heru Sulistyo Budi

 

Analisis dampak federal fund rate terhadap BI rate dan implikasinya pada indikator makro ekonomi Indonesia / Nora Ria Retnasih

 

ABSTRAK Retnasih, Nora Ria. 2016. Analisis Dampak Federal Fund Rate terhadap BI Rate dan Implikasinya pada Indikator Makro Ekonomi Indonesia. Tesis. Program Studi Ilmu Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M.Sc., (II) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.E. Keywords: Federal Fund Rate, BI Rate, Nilai Tukar (Rp/USD), Produk Domestik Bruto, dan Indeks Harga Konsumen. Sesuai dengan teori perekonomian terbuka kecil, Indonesia termasuk kategori negara yang perekonomiannya rentan terhadap pengaruh negara lain yang memiliki hubungan kerjasama erat, seperti Amerika Serikat (AS). Tujuan penelitian ini adalah 1) mengukur pengaruh federal fund rate (FFR) terhadap penetapan BI rate; 2) mengukur implikasi BI rate terhadap nilai tukar, pertumbuhan ekonomi (PDB), dan indeks harga konsumen (IHK); 3) mengukur respon BI rate, nilai tukar, PDB, dan IHK akibat guncangan federal fund rate; 4) mengukur kontribusi BI rate, nilai tukar, PDB, dan IHK terhadap pembentukan variabel itu sendiri maupun lainnya akibat guncangan federal fund rate. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Dokumen yang digunakan adalah data publikasi yang disediakan Federal Reserve Data (FRED), Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistika (BPS). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji stasioneritas, uji stabilitas model, penentuan lag, uji kointegrasi, Structural Vector Autoregressive (SVAR), Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji SVAR diperoleh hasil bahwa FFR berpengaruh positif signifikan terhadap BI rate. Implikasinya, BI rate berpengaruh positif signifikan terhadap nilai tukar. Namun, BI rate berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDB. Begitupula pada IHK, pengaruhnya negatif dan tidak signifikan. Hasil uji IRF menunjukkan bahwa BI rate, nilai tukar, PDB dan IHK merespon baik secara positif maupun negatif terhadap guncangan FFR. Hasil uji VD menunjukkan bahwa variasi pada BI rate lebih besar dipengaruhi oleh FFR dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka menengah lebih dipengaruhi oleh IHK dan dalam jangka panjang dipengaruhi oleh nilai tukar. Selanjutnya, variasi nilai tukar dalam jangka pendek lebih besar dipengaruhi oleh FFR, sedangkan dalam jangka menengah dan panjang lebih dipengaruhi oleh BI rate. Disisi lain, variasi PDB lebih besar dipengaruhi oleh IHK sepanjang periode penelitian daripada variabel lainnya. Dan terakhir, variasi IHK dalam jangka pendek lebih besar dipengaruhi oleh FFR, sedangkan dalam jangka menengah dan panjang dipengaruhi oleh FFR dan PDB.

Pengembangan inventori kecerdasan adversitas untuk siswa SMA / Erni Nila Wati

 

Kata Kunci: Pengembangan, Inventori, Kecerdasan Adversitas Kecerdasan adversitas merupakan jenis kecerdasan dalam menghadapi kesulitan hidup. Seseorang yang memiliki kecerdasan adversitas tinggi mampu memandang kesulitan sebagai peluang untuk mengembangkan potensi diri, selalu optimis, pantang menyerah, mampu membuat rencana untuk maju. Kecerdasan ini perlu dimiliki oleh siswa supaya mampu mengubah kesulitan yang dihadapinya sebagai pendorong untuk menggapai kesuksesan. Fenomena di lingkungan persekolahan saat ini, terutama di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) memperlihatkan bahwa ada beberapa siswa SMA bereaksi menghindar jika kesulitan menimpanya. Bentuk perilaku menghindar yaitu dengan melakukan tindakan negatif seperti membolos sekolah, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, tawuran/kenakalan remaja bahkan ada beberapa yang melakukan tindakan bunuh diri. Fenomena ini memperlihatkan bahwa beberapa siswa SMA memiliki tingkat kecerdasan adversitas yang rendah. Untuk melakukan deteksi dini terhadap tindakan negatif siswa SMA tersebut, dibutuhkan instrumen pengumpul data berupa inventori kecerdasan adversitas. Oleh karena instrumen tersebut belum ada untuk siswa SMA, maka tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan inventori kecerdasan adversitas yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai. Prosedur pengembangan inventori kecerdasan adversitas ini mengadaptasi rancangan penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983) yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) uji coba permulaan, (5) analisis data, seleksi butir pernyataan dan revisi, (6) uji coba lapangan utama, (7) analisis data, seleksi butir pernyataan dan revisi, (8) draft III berupa produk akhir inventori kecerdasan adversitas untuk siswa SMA. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang dan kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Data dikumpulkan dengan angket penilaian siswa, skala penilaian ahli, dan inventori kecerdasan adversitas untuk siswa SMA. Analisis data penilaian ahli dilakukan dengan statistika deskriptif. Analisis validitas butir pernyataan dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment pearson, uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach, dan penormaan dengan menggunakan norma persentil. Pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS 16.0. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa inventori kecerdasan adversitas yang dikembangkan, telah memenuhi syarat dari segi validitas, reliabilitas dan penormaan. Berdasarkan penilaian dua ahli isi dan instrumentasi mengenai kesesuaian subvariabel dengan konstruk, indikator dengan subvariabel, deskriptor dengan indikator, pernyataan dengan deskriptor, didapatkan hasil “sangat sesuai”. Validitas butir menunjukkan indeks korelasi 0,200 s.d. 0,716. Reliabilitas menunjukkan nilai α = 0,898. Penormaan persentil ii adalah sebagai berikut: persentil ke-81 s.d. 100 kategori “sangat tinggi”, 61 s.d. 80 kategori “tinggi”, 41 s.d. 60 kategori “sedang”, 21 s.d. 40 kategori “rendah”, 0 s.d. 20 kategori “sangat rendah”. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan sebagai berikut: (1) Konselor, hendaknya menggunakan inventori kecerdasan adversitas untuk mengungkapkan ketegaran siswa dalam menghadapi kesulitan yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling yang sesuai dengan karakteristik siswa, (2) Peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas populasi penelitian sehingga hasilnya dapat digunakan pada populasi yang lebih luas, hendaknya melakukan uji validitas konstruk dengan analisis faktor, dan hendaknya mengembangkan inventori kecerdasan adversitas pada jenjang pendidikan menengah yang lain, misalnya SMK, MA, SMP, dan MTs.

Hubungan antara pengelolaan kelas dan motivasi berprestasi berdasarkan persepsi siswa SMP Negeri Ngronggot Kabupaten Nganjuk
oleh Tutik Utami

 

Penggunaan teknik pemodelan untuk meningkatkan kemampuan membacakan berita siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Malang I / oleh Olany Agus Widiyani

 

Pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri I Sumenep pascapelaksanaan kurikulum 2004 / oleh Arviana Kurniyawati

 

Hubungan perhatian orang tua dan ketersediaan sumber belajar di rumah dengan hasil belajar siswa kelas V SDN Segugus VI Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Nurriza Budiastri

 

Budiastri, Nurriza. 2015.Hubungan antara Perhatian Orang Tua dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah dengan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Segugus VI Kecamatan Turen Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd. Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah, Hasil Belajar, Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perhatian orang tua, (2) ketersediaan sumber belajar dirumah,(3) hasil belajar, (4) hubungan antara perhatian orang tua dengan hasil belajar, (5) hubungan antara ketersediaan sumber belajar di rumah dengan hasil belajar, (6) hubungan antara perhatian orang tua dan ketersediaan sumber belajar di rumah dengan hasil belajar siswa kelas V SDN Segugus VI Kecamatan Turen Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancanganpenelitian Korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN Segugus VI Kecamatan Turen Malang yang berjumlah 174 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 67 siswa. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, korelasi dan korelasi ganda dengan bantua program SPSS 18 for Windows Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) besarnya skor rata-rata perhatian orang tua siswa (X1) sebesar 56,5 termasuk dalam kategori sedang. (2) Skor rata-rata untuk ketersediaan sumber belajar di rumah siswa (X2) sebesar 34,8 termasuk dalam kategori cukup. (3) Nilai rata-rata hasil belajar siswa (Y) sebesar 66,8 termasuk dalam kategori baik. (4) Besarnya nilai rhitung untuk hubungan antara perhatian orang tua (X1) dengan hasil belajar (Y) siswa sebesar 0,521 menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan. (5) Besarnya nilai rhitung untuk hubungan antara ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) dengan hasil belajar (Y) siswa sebesar 0,592 menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan. (6) Besarnya nilai rhitung hubungan perhatian orang tua (X1) dan ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) dengan hasil belajar (Y) siswa sebesar 0,632 menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan. Di sarankan bagi orang tua untuk lebih meningkatkan perhatiannya kepada siswa utamanya berkaitan dengan hal-hal yang dapat menunjang aktivitas belajar siswa ketika di rumah, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas belajar, pengawasan kegiatan belajar serta membantu siswa mengatasi kesulitan belajarnya. Selain itu orang tua diharapkan dapat mendorong siswa untuk dapat memanfaatkan segala macam sumber belajar yang ada di rumah karena dengan adanya sumber belajar dan pemanfaatan sumber belajar hal tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan memperoleh pengetahuan yang lebih luas. Saran kepada peneliti selanjutnya agar memperdalam penelitian tentang faktor-faktor selain dalam penelitian ini yang mempengaruhi hasil belajar.

Pengoptimalan kemampuan membaca puisi dengan pendekatan emotif siswa kelas II SMPN 2 Dagangan Kabupaten Madiun / oleh Mamik Pirnawati

 

Pengklasifikasian faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga di Jawa Timur menggunakan metode Classification and Regression Trees (CART) / Maretha Septiyani Dwi Astutik

 

Astutik, Maretha Septiani Dwi. 2014. Pengklasifikasian Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Rumah Tangga di Jawa Timur Menggunakan Metode Classification And Regression Trees (CART). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Abadyo, M.Si. Kata Kunci: kesejahteraan rumah tangga, jawa timur, klasifikasi, Classification And Regression Trees Dari berbagai penelitian mengenai kesejahteraan rumah tangga yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor yang paling berpengaruh agar dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan sehingga pembangunan lebih terarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Provinsi Jawa Timur sebagai contoh daerah yang masih mempunyai tingkat kesejahteraan rumah tangga rendah yang ditunjukkan dengan angka kemiskinan yang tinggi Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan klasifikasi kesejahteraan rumah tangga di Provinsi Jawa Timur dengan metode CART (Classification and Regression Tree) untuk melihat karakteristik dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga masyarakat Jawa Timur. CART merupakan metode nonparametrik yang tidak mensyaratkan asumsi distribusi sebagaimana pada metode parametrik. CART merupakan metodologi yang dikembangkan untuk topik analisis klasifikasi. Selain itu, dengan menggunakan metode CART akan dihasilkan beberapa kelompok rumah tangga dengan karakteristik yang lebih rinci dan mudah diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yang berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga adalah Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Usia Kepala Rumah Tangga, Ijazah Tertinggi, Jumlah Anggota Rumah Tangga dan Kegiatan Utama kepala rumah tangga dimana variabel Kegiatan Utama Kepala Rumah Tangga merupakan variabel yang paling berpengaruh, dengan tingkat ketepatan klasifikasi 94,6%.

Perbedaan Antara Persepsi Tentang Penggunaan Kaset Rekaman Audio Terhadap Motivasi Belajar Siswa SLTP Terbuka di SLTP II (Induk) kota Malang oleh Mujiarti

 

Modul sebagami ediac etaky angd igunakand i SLTPT erbukam empunyai karakteristiyka ngm enguntungkanM. eskipunm ediac etakm empunyabi eberapa keuntungans,e ringkalmi ediac etaks ajab elumm encukupki ebutuhanD. alam pelajarabna hasam isalnya,m ediac etaks ajab elumc ukup,s ebabm ediat ersebuti dak dapamt encontohu capant,e kanand, an laguk alimat.U ntuk keperluante rsebumt edia cetakp erlud itunjangd and ilengkapio leh mediaa udio,m isalnyak asetr ekaman audio. Kasetr ekamana udios ebagami ediap enunjangm odul dapatd imanfaatkan dengasne baik-baiknybai,la programp engajaramn elaluik asetr ekamana udio tersebudt apatd ikemasd alamb entuky angd apatm erangsanpgi kiran,p erasaan, perhatiand ank emampuans iswau ntukm elakukank egiatanb elajar,s ehinggate rjadi prosesp erubahand alamd iri siswa. Padap enelitiani ni masalahp okoky angh endakd iungkapkana dalahp erbedaan persepstei ntangp enggunaakna setr ekamana udios ebagami ediap enunjangm odul terhadapm otivasib elajarS iswaS LTPS LTPI I (induk)K ota Malang.P opulasdi alam penelitianin i adalahS iswak elasI II SLTPT erbukaK odyaM alangt ahuna jaran 19991200s0e banya6k 0 orang.M etodea taut eknik analisisd atam enggunakaunj i-t (ttest), s edangkaunn tuki nterpretasdi atah asilp enelitianm enggunakatn-t abel.D ari analisisd atad enganm enggunakaunj i-t makas ecaras ignifikanm enunjukkana danya perbedaapne rsepssi iswaS LTPT erbukaa ntaras isway angm enggunakakna set rekamaanu diod engans isway angt idakm enggunakakna sert ekamana udio, sedangkaunn tukm otivasib elajars iswaS LTPT erbukat idak adanyap erbedaan antaras isway angm enggunakakna setr ekamana udiod engans isway angt idak menggunakakna setr ekamana udio. Berdasarkahna sila nalisisd atah ipotesisn ol (H6)d itolak,y angb erarti hipotesisa lternatifd iterima.D engand emikiand apatd isimpulkanb ahwaa da pengaruhp ositifperbedaanp ersepssi iswaS LTPT erbukad alamp enggunaakna set rekamana udio,s edangkaunn tukm otivasib elajars iswaS LTPT erbukah asila nalisis datah ipotesisn ol (He)d iterima,y angb erartih ipotesisa lternatifd itolak.D engan demikiand apatd isimpulkanb ahwat idak adap enganrhp ositif dalamp erbedaan motivasbi elajars iswaS LTPT erbukad alamp enggunaakna setr ekamana udio. vi Berdasarkahna silp enelitiani ni, dapatd isarankana gard ilakukanp enelitian lanjudt engamn emperhatikatinn gkatanu sia,s elainit u untukm emperollhh asily ang lebihb aik,p erlud ilakukanp enelitiand engans ubyeky angs amat eiapic akupannya lebihlu as. vll

Problematika guru bahasa Indonesia SMAN 6 Malang dalam melaksanakan kurikulum 2004 dan Alternatif pemecahannya / oleh Junaidah

 

Struktur dan pola diksi artikel harian sore Surabaya Post edisi Maret 2005 / oleh Maisyatul Maidah

 

Visualisasi gaya yang bekerja pada sistem kesetimbangan / oleh Afrizal Andritian Kurnia Ramdhan

 

Pengembangan media pembelajaran Kantong Ajaib untuk pembelajaran kognitif anak usia 4-6 tahun di Taman Kank-Kanak Kecamatan Gondanglegi / Nikmahtul Khoir Tri Yulia

 

ABSTRAK Yulia.,N.K.T. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Kantong Ajaib Untuk Pembelajaran Kognitif Anak Usia 4-6 Tahun Kelas B di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Gondanglegi-Malang. Skripsi, Program Studi S1 PG-PAUD , Jurusan KSDP, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Media, kantong ajaib, kognitif, TK Penggunaan media pembelajaran kantong ajaib sangat berpengaruh pada proses pembelajaran peserta didik. Hal ini mendorong peneliti menggunakan media pembelajaran kantong ajaib sebagai penyampaian informasi mengenai pembelajaran konsep bilangan. Terbukti pada pengamatan 10 anak dari 40 siswa dengan hasil belajar siswa mengenai konsep bilangan yang relatif rendah. dikarenakan kurangnya konsentrasi siswa dan kemandirian siswa dalam menerima pembelajaran yang di berikan oleh pendidik Tujuan Penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran kantong ajaib yang valid, praktis, menarik, dan efektif pada pembelajaran kognitif dalam materi konsep bilangan dengan memenuhi hasil uji kelayakan media pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Gondanglegi-Malang. Peneliti ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan Pendekatan deskriptif kualitatif, kuantitatif , dasar rancangan pengembangan media pembelajaran kantong ajaib, uji coba produk yang dilakukan meliputi (1) Studi Pendahuluan, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan Produk, (4) Validasi Produk, (5) Revisi I, (6) Uji Coba Produk (7) kelompok kecildengan subjek 10 anak dan (8) kelompok besar dengan subjek 40 anak, (9) Revisi II, (10) Hasil Akhir Hasil pengembangan media pembelajaran kantong ajaib antara lain (1) uji kelayakan oleh ahli media menyatakan valid dengan prosentase 94,46%, (2) uji kelayakan oleh ahli kognitif menyatakan valid dengan prosentase 94,46%, (3) uji kelayakan oleh ahli materi menyatakan valid dengan prosentase 78,6%, (4) uji kelayakan oleh ahli kemampuan mengajar menyatakan valid dengan prosentase 80,6% dan sesuai dengan harapan pada perencanaan pengembangan media. Saran dalam produk pengembangan ini adalah media pembelajaran kantong ajaib yang dapat digunakan sebagai rujukan oleh pendidik anak usia dini. Sebelum diserbaluaskan sebaiknya produk ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang akan dituju serta dapat disosialisasikan pada pihak-pihak yang terkait. hal ini dapat disarankan agar media pembelajaran kantong ajaib dikembangkan secara meluas.

As-sirul balaghi min hamzatil istifhami fi bi'dhi ayatid di'ati ila at-tau hidil ilahi
Nur Hidayati

 

Penerapan metode quantum learning dengan teknik mencatat peta pikiran (mind mapping) untuk meningkatkan hasil belajar fisika bagi siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang / Mualima

 

Kata Kunci: Metode Quantum Learning, Peta Pikiran (Mind Mapping), Hasil Belajar. Berdasarkan observasi awal pada kelas VII-I SMP Negeri 20 Malang tampak bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru, siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Cara penerimaan informasi juga kurang efektif, hasil belajar siswapun masih banyak yang dibawah KKM. Salah satu metode pembelajaran yang dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas tersebut adalah metode Quantum Learning dengan teknik mencatat mind mapping. Penelitian bertujuan untuk menerapkan metode Quantum Learning dengan teknik mencatat Peta Pikiran (mind mapping) untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-I SMPN 20 Malang tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah 38 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi lembar keterlaksanaan pembelajaran, soal tes kognitif, lembar observasi aspek afektif, lembar observasi aspek keterampilan membuat mind mapping, RPP dan handout. . Analisis data yang digunakan melimputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Quantum learning dengan teknik mencatat mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VII-I SMP Negeri 20 Malang. Hasil belajar aspek kognitif meningkat sebesar 13,42% dari siklus I ke siklus II, hasil belajar aspek afektif meningkat dari siklus I sebesar 10,53% ke siklus II, hasil belajar aspek ketrampilan membuat mind mapping meningkat dari siklus I sebesar 12,58% ke II. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya motivasi pada diri siswa yang lebih aktif di kelas agar mendapatkan nilai yang maksimal dan hasil belajarnya meningkatfektif, guru membimbing kelompok tertentu dan cenderung memberikan penye lesaian terhadap masalah siswa secara langsung tanpa memberikan pertanyaan arahan terlebih dahulu

Efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah pada SD negeri dan swasta se Kecamatan Sedati di Kabupaten Sidoarjo / oleh Dyah Tri Astanti

 

Pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan utang melalui kebijakan dividen (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014) / Puspa Devi Maharani

 

ABSTRAK Devi Maharani, Puspa. 2016. Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Utang Melalui Kebijakan Dividen (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012—2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., Ak. (II) Fadia Zen, S.E., M.M. Kata Kunci: Kebijakan Utang, Profitabilitas, Kebijakan Dividen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi profitabilitas, kebijakan utang, dan kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012—2014. Serta mengetahui pengaruh profitabilitas secara langsung terhadap kebijakan utang dan pengaruh secara tidak langsung profitabilitas terhadap kebijakan utang melalui kebijakan dividen. Populasi penelitian ini seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012—2013 sebanyak 152 perusahaan dan sampel penelitian ini sebanyak 27 perusahaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis jalur (Path Analysis) dengan program SPSS versi 16.0. Hasil deskripsi data menunjukan bahwa kebijakan utang perusahaan manufaktur pada tahun penelitian mengalami trend naik, kebijakan dividen mengalami trend yang turun, dan profitabilitas mengalami trend yang turun.Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan hutang, variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen, kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap kebijakan utang, profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan utang melalui kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur. Saran bagi perusahaan yaitu perusahaan diharapkan dapat memilih instrumen pendanaan dari dana ekternal yang dapat meningkatkan profitabilitas dan kesejahteraan para pemegang saham serta meningkatkan kinerja keuangan melalui monitoring dan bonding terhadap seluruh kegiatan perusahaan secara intensif. Supaya kebijakan perusahaan mengenai pendanaan akan sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham dan dapat mencapai tujuan perusahaan. Peningkatan kesejahteraan para pemegang saham akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar.

Perencanaan sistem hidrolik untuk bumper mobil Mazda E2000 / oleh Nur Hidayat

 

Perencanaan mesin penggerak pemarut dan pemeras kelapa dengan penggerak motor / oleh Idris

 

Perencanaan mesin pemecah batu granit jenis roll kapasitas 106,26 m3/jam / oleh Moh. Puguh Prasetiyo

 

Efektivitas pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) ekonomi sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 6 Malang / Ayidah Habibah

 

Kata Kunci: efektifitas, sumber belajar, Lembar Kerja Siswa (LKS) Sumber belajar merupakan sarana atau alat bantu siswa dalam menunjang proses pembelajaran, dengan memanfaatkan sumber belajar maka siswa dapat mengembangkan pola pikir belajarnya sendiri, tidak hanya tergantung dari ajaran guru. Dari hasil observasi di SMA Negeri 6 Malang diketahui bahwa sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ekonomi adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). Pemanfaatan sumber belajar yang sesuai sebagaimana mestinya maka akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjawab rumusan masalah: (1) Bagaimana keberadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) ekonomi dalam proses pembelajaran ekonomi? (2) Bagaimana pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) ekonomi sebagai sumber belajar siswa? (3) Bagaimana hasil pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) ekonomi sebagai sumber belajar siswa SMA Negeri 6 Malang? Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X.1 dan X.4 beserta 1 guru ekonomi di SMA Negeri 6 Malang pada bulan April-Mei 2011. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian adalah simbolic interactionisme. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survei, wawancara dan dokumen. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi teknik dan member cek. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Keadaan fisik LKS yang dimanfaatkan pada pembelajaran di kelas X SMA Negeri 6 Malang sudah baik. anya sampul LKS yang dianggap kurang menarik karena menggunakan kertas buram, permasalahn yang dihadapi siswa pada setiap bab yaitu pada bahasa yang digunakan tetapi permasalahan tersebut dapat diatasi. Hal ini sesuai dengan teori bahwa LKS yang baik harus memenuhi persyaratan konstruksi. Persyaratan konstruksi tersebut meliputi syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan, kosakata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang hakekatnya harus tepat guna dalan arti dapat dimengerti oleh pihak pengguna LKS yaitu peserta didik. Dalam teknis penulisan LKS menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi. (2) Dalam pemanfaatan LKS guru selalu berpedoman pada SK, KD, indikator dan alokasi waktu. Siswa dan guru selalu menggunakan LKS dalam proses pembelajaran. Setelah guru menerangkan materi siswa ditugaskan untuk mengerjakan latihan soal guna mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Ketika mengerjakan soal ternyata dijumpai permasalahan yaitu jawaban dari pertanyaan tidak ada pada materi. Akibatnya siswa harus mencari sumber belajar lain yang bisa digunakan dalam menyelesaikan soal latihan LKS. Teori yang mendukung pernyataan iniadalah Proses pembelajaran ekonomi dengan LKS salah satunya dilaksanakan dengan ketentuan yaitu Guru menerangkan materi pembahasan sesuai dengan SK, KD, dan indikator. Tugas-tugas sebuah lembar kerja tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. (3) Ketika nilai siswa dalam mengerjakan latihan soal kurang dari KKM maka yang dilakukan adalah meminta remedi kepada guru. Tugas yang diberikan guru untuk perbaikan nilai berupa mencari artikel di internet disesuaikan dengan pokok bahasan yang belum tuntas. Berdasarkan hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pendidikan ekonomi di sekolah menengah maka saran yang ditujukan kepada: (1) Guru, Guru sebagai enaga pendidik yang mengarahkan siswa pada keberhasilan pendidikan hendaknya bisa memanfaatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) ekonomi sebagaimana mestinya yang tidak telepas dari fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sebenarnya. (2) Sekolah, Penelitian ini dilakukan hanya pada 1 sekolah saja sehingga untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian dengan responden yang lebih banyak sehingga nantinya akan ada perbandingan antara antara satu sekolah dengan sekolah yang lain yang sama-sama memanfaatkan LKS sebagai sumber belajar.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia pada artikel siswa kelas VII SMPN 3 Kediri / oleh Niken Yulianti

 

Perencanaan mixer paving stone
oleh Ahmad Anwar

 

Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu pada materi listrik dinamis / Lisa Ainun Najihah

 

Kata kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, prestasi belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi Pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau keterampilan kognitif tingkat tinggi sangatlah penting bagi siswa dalam rangka membantu siswa untuk berpikir lebih baik dalam menyelesaikan masalah. Informasi yang dipelajari melalui proses berpikir tingkat tinggi diingat lebih lama dan lebih jelas dari pada informasi yang diproses melalui kemampuan berpikir tingkat rendah, dan menghafal. Salah satu metode yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penggunaan model pembelajaran inkuiri memberikan peluang pada siswa untuk mencari, meneliti, dan memecahkan masalah menggunakan teknik pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dipercaya dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa karena dalam proses pembelajaran ini melibatkan hampir semua aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimental semu ( quasy eksperimental- design). Desain ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Faktor- faktor luar yang dapat mempengaruhi hasil penelitian ini tidak dapat dikontrol. Berdasarkan hasil penelitian, prestasi belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dari pada prestasi belajar siswa yang belajar dengan model konvensional. Perbedaan prestasi belajar siswa ditunjukkan dari hasil uji-t data yang menunjukkan (2- tailed) <αtabel (0,000<0,05) sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar siswa. Jika nilai rata- rata prestasi belajar siswa kedua kelas dibandingkan, maka nilai prestasi belajar siswa kelas eksperimen (77,71 dengan ketuntasan 75 %) , lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata- rata kelas kontrol (69,60 dengan ketuntasan 32%), perbedaan nilai rata- rata kedua kelas adalah sebesar 8,108. Selain itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa diperoleh dari hasil analisis uji-t yang menunjukkan (2- tailed) <αtabel (0,000<0,05). Setelah nilai rata- rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dibandingkan, maka diperoleh nilai rata- rata siswa kelas eksperimen (78,92) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (56,56), perbedaan nilai rata- rata kedua kelas adalah sebesar 22,357.

Studi tentang aplikasi pembelajaran biologi berbasis inkuiri di SMA negeri se Kota Malang oleh mahasiswa PPL tahun ajaran 2010/2011 / Asri Puji Kuswanti

 

Kata Kunci : Pembelajaran Biologi Berbasis Inkuiri, Mahasiswa PPL. Biologi sebagai bagian dari IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pada hakikatnya, pembelajaran biologi merupakan proses untuk menjadikan siswa berinkuiri dalam rangka memecahkan masalah kehidupannya.Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan aplikasi pembelajaran Biologi berbasis inkuiri di SMA Negeri se kota Malang oleh mahasiswa PPL tahun ajaran 2010/2011. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi angket. Observasi dilakukan terhadap pembelajaran oleh mahasiswa PPL di SMAN 2 Malang. Sedangkan angket diberikan kepada mahasiswa yang PPL di SMAN se Kota Malang selain SMAN 2 Malang. Populasi penelitian yaitu mahasiswa PPL jurusan Biologi semester genap tahun ajaran 2010/2011 di SMA Negeri Se Kota Malang. Sampel penelitian yaitu sampel total. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2011. Lokasi penelitian dengan teknik observasi adalah di SMA Negeri 2 Malang, Jl. Laksamana Laut RE Martadinata 84 Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan angket. Data dari hasil observasi dan angket dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pembelajaran Biologi berbasis inkuiri diaplikasikan melalui kegiatan eksperimental dan noneksperimental. Kegiatan eksperimental diaplikasikan oleh enam mahasiswa secara terpimpin dengan langkah-langkah meliputi perumusan masalah, pengajuan hipotesis, penentuan variabel, perancangan dan perakitan instrumen, pelaksanaan investigasi, penyajian dan penafsiran data secara sistematis, penyusunan kesimpulan, serta pengkomunikasian data. Kegiatan noneksperimental diaplikasikan oleh 23 mahasiswa dengan langkah-langkah meliputi perumusan masalah, perancangan dan perakitan instrumen (pengamatan, diskusi, studi pustaka, pembuatan peta konsep, melihat fenomena sehari-hari, browsing internet, dan penyusunan bagan), pelaksanaan investigasi, penyajian dan penafsiran data secara sistematis, penyusunan kesimpulan, serta pengkomunikasian data. Kegiatan noneksperimental diaplikasikan secara (1) terpimpin; (2) bebas yang dimodifikasikan; dan (3) bebas.

Perencanaan modifikasi sistem pengapian konvensional menjadi capacity discharge ignition (CDI) dengan pemicu induktif pada Honda C70
oleh Lilis Suryani

 

Pengembangan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi untuk siswa SMA di Malang / Irnawati

 

Kata Kunci: Audio Visual, Persamaan Dasar Akuntansi Proses pembelajaran perlu mendapatkan perhatian penuh, karena kualitas belajar saat ini masih dikatakan cukup rendah, artinya peran aktif dari siswa maupun guru untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar masih kurang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut adalah memberdayakan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Media pembelajaran audio-visual merupakan salah satu media pembelajaran yang menghasilkan rupa dan suara dalam satu unit. Sehingga lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh siswa dalam proses pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran audio-visual ini dirancang sebagai media pembelajaran akuntansi untuk SMA dengan pokok bahasan persamaan dasar akuntansi. Karena, pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi persamaan dasar akuntansi, sebab tidak semua contoh-contoh kegiataan persamaan dasar akuntansi yang ada dalam buku teks disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti karena seringkali minim pembahasan. Persamaan dasar akuntansi merupakan materi yang membahas dan menarik kesimpulan tentang prinsip keseimbangan antara aset dan ekuitas, menjelaskan rumus aset harus sama dengan kewajiban ditambah ekuitas dan hubungannya dengan konsep kesatuan usaha, mengkaji pengaruh transaksi keuangan terhadap persamaan akuntansi, mencatat transaksi keuangan ke dalam persamaan akuntansi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model pengembangan deskriptif adalah model pengembangan dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Digunakan validasi dari ahli media, ahli materi, dan uji coba produk untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Data yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah instrumen berbentuk angket tertutup. Berdasarkan analisis data hasil uji coba berdasarkan kriteria kelayakan diketahui bahwa item pertanyaan yang berklasifikasi layak/tidak revisi sebanyak 13 item, item yang berklasifikasi cukup layak/revisi sebanyak 3 item dan item yang berkualifikasi tidak layak /revisi sebanyak 0 item. Secara keseluruhan, hasil uji coba media memiliki skor 1278 dengan tingkat kelayakan 87% sehingga berdasarkan krteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut layak/tida revisi dan tidak dilakukan uji coba ulang dari audiens (siswa kelas X dan XI SMA Wachid Hasyim).

Perencanaan mesin potong besi profil dengan sistem eksentrik
oleh Dardja Hardjanto

 

Penerapan model pembelajaaran kooperatif Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran menangani surat/dokumen kantor siswa kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Blitar / Sari Kusumawati

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share, Hasil Belajar Siswa Dalam pembelajaran kooperatif, lingkungan belajar dan sistem manajemen dalam pembelajaran dicirikan dengan sifatnya yang terbuka, ada proses demokrasi, dan peranan siswa yang aktif. Guru dan siswa sama-sama melakukan pembelajaran terstruktur dan bebas mengemukakan pendapat pribadi. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk lebih memberdayakan siswa agar tidak hanya menghafalkan fakta, tetapi juga mengkonstruksikan pengalaman dan pengetahuan siswa adalah model pembelajaran Think Pair Share. Model think pair share memberikan waktu kepada para siswa untuk berpikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran Menangani Surat/Dokumen Kantor kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Blitar sudah dapat diterapkan sesuai dengan rencana apa belum, 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Blitar setelah mengikuti model pembelajaran kooperatif think pair share (TPS) pada mata pelajaran Menangani Surat/Dokumen Kantor, 3) Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share (TPS) pada mata pelajaran Menangani Surat/ Dokumen Kantor kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang telah diamati. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai awal hingga akhir penelitian. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Blitar, dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Blitar yang mengikuti mata pelajaran Menangani Surat/Dokumen Kantor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi terhadap guru dan siswa, catatan lapangan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share di SMKN 2 Blitar khusunya kelas X APK 4 berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini dapat ditunjukkan dari prestasi belajar siswa ternyata dapat ditingkatkan. Pada siklus I yang tuntas belajar 78,06% sedangkan pada siklus II sebanyak 86,18%. Demikian pula dengan aktivitas belajar siswa dan guru dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif Think Pair Share. ii Aktivitas belajar siswa aspek afektif meningkat 5,89%. Hal ini terbukti pada siklus I rata-rata kelas sebesar 85,50%, sedangkan pada siklus II rata-rata kelas mencapai 91,39%. Untuk aspek psikomotorik juga terdapat peningkatan 14,95%. Hal ini terbukti pada siklus I rata-rata kelas sebesar 75,44%, sedangkan pada siklus II rata-rata kelas sebesar 90,39%. Untuk aktivitas guru meningkat sebesar 3,13%. Hal ini terbukti pada siklus I rata-rata sebesar 96,87%, sedangkan pada siklus II rata-rata mencapai 100%. Dari angket yang disebarkan kepada 34 siswa, setelah mengikuti model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran Menangani Surat/Dokumen Kantor respon yang dihasilkan adalah sangat positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan kepada pihak sekolah SMKN 2 Blitar untuk menyediakan media pembelajaran dan menghimbau kepada 70% guru untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif disamping model konvensional, bagi guru mata pelajaran Menangani Surat/Dokumen Kantor dianjurkan menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) karena hasil penelitian ini membuktikan adanya peningkatan hasil belajar siswa, bagi siswa disarankan agar tidak hanya memanfaatkan sumber dari modul yang sudah ada, tetapi juga harus mencari dari sumber lain, dan bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian tentang model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share dalam proses pembelajaran.

Perencanaan radiator motor bensin 4 tak 4 silinder untuk mobil Timor S515
oleh Nurul Muklison

 

Studi tentang beberapa indikator dalam pengembangan sosial di beberapa desa lomba tingkat kabupaten di Daerah Tingkat II Kabupaten Malang / oleh Aisyah Ibrahim

 

Penggunaan peta konsep dalam pembelajaran lingkungan dan pelestarian sumber daya alam hayati untk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 MAN 3 MAlang oleh Jufri

 

Identifikasi rembesan polutan sampah menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi dipole-dipole di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Tlekung Kota Batu / Laili Noor Okvitasari

 

Okvitasari, Laili Noor. 2014. Identifikasi Rembesan Polutan Sampah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Dipole Dipole Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Tlekung Kota Batu. Skripsi. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito, S.Pd., M.Si., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Lindi, Geolistrik, Dipole-Dipole, Res2Dinv, Surfer 9    Tersedianya air permukaan dan air tanah mempunyai peranan yang penting sebagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi berlangsungnya hidup manusia. Air bawah tanah menjadi sumber alternatif untuk berbagai keperluan, seperti untuk perkotaan, industri, irigasi, jasa dan sebagainya. Karena menipisnya lahan pemukiman, semakin banyak penduduk di kota yang tinggal di daerah sekitar TPA. Mereka memanfaatkan air sumur sebagai sumber air minum karena tidak terjangkau oleh pelayanan yang disediakan Pemerintah. Namun, sumur di sekitar TPA cenderung keruh atau tercemar. Lindi dari TPA sebagai bahan pencemar mengganggu kesehatan manusia dan mencemari lingkungan serta biota perairan. Hal ini karena dalam lindi terdapat berbagai senyawa kimia organik, anorganik dan sejumlah patogen. Selain itu, lindi mengandung amoniak, timbal dan mikroba parasit seperti kutu air (sarcoptes sp) yang menyebabkan gatal air.     Tujuan penelitian ini adalah mengetahui letak akumulasi rembesan, pola rembesan polutan cair (lindi) dan luasan area yang tercemar lindi di sekitar TPA Tlekung. Metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi dipole dipole. Pertama yang dilakukan adalah survei awal lokasi agar didapat lokasi penelitian yang tepat. Kemudian pengambilan data dengan 5 lintasan di sekitar TPA Tlekung menggunakan Resistivitymeter. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software Res2dinv. Data yang diperoleh digunakan untuk menginterpretasikan hasil berdasarkan resistivitas batuan, sehingga diketahui letak akumulasi dan pola sebaran lindi. Software Surfer 9.0 digunakan untuk menghitung pendugaan luasan area yang tercemar lindi.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran lindi tampak secara vertikal. Lindi menyebar ke arah timur, yaitu ke arah pemukiman penduduk terdekat. Hasil perhitungan menunjukkan luasan area yang tercemar lindi di wilayah tersebut sebesar 1143,6061 m2 atau 9,356% dari total luasan yang diteliti.

Implikasi Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Jombang / Ikhlasia Fitri

 

Kata Kunci : Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah Pemberlakuan Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2003 memberikan dampak pada perubahan dalam pengelolaan keuangan daerah khususnya Kabupaten Jombang. Dalam peraturan Undang-Undang tersebut, laporan keuangan diharuskan memiliki prinsip akuntabel, transparan, serta terinci. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah serta mengetahui perbedaan laporan keuangan daerah sebelum dan sesudah adanya peraturan tersebut. Data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data-data yang berhubungan dengan pelaksanaan sistem pengelolaan daerah sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 yang diperoleh selama PKL di Dinas Pendapatan, Pengeloalaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jombang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis terhadap pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 yang berhubungan dengan sistem pengelolaan keuangan daerah serta membandingkan laporan keuangan daerah antara sebelum dan sesudah peraturan tersebut berlaku. Hasil penulisan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa tujuan yang dicapai dalam pemberlakuan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 dalam pelaksanaan sistem pengelolaan keuangan daerah serta mengetahui perbedaan laporan keuangan daerah sebelum dan sesudah Undang-Undang diberlakukan. Peraturan UU tersebut dalam pengelolaan laporan keuangan daerah sudah dilaksanakan sepenuhnya oleh instansi tersebut. Selain itu, pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ini memberikan dampak positif bagi laporan keuangan daerah yaitu terwjudnya mekanisme yag transparan, akuntabel, serta terinci. Berdasarkan temuan yang dipaparkan, dapat disarankan agar dalam mengelola keuangan daerah harus dicatat lagi secara akuntabel, transparan, dan terinci sehingga para pengguna laporan keuangan dapat menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik, dilakukan penyempurnaan aturan tentang pengelolaan keuangan daerah, serta sosialisasi dalam perbaikkan sistem pengelolaan keuangan tersebut sehingga dapat benar-benar dipahami oleh instansi.

Pengaruh penerapan jobsheet sistem pengapian dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Kendarangan Ringan di SMK Negeri 11 Malang / Putra Prisma Lestari

 

Lestari, Putra Prisma. 2014. Pengaruh Penerapan Jobsheet Sistem Pengapian dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. Kata Kunci: jobsheet, motivasi belajar, hasil belajar     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan 1) hasil belajar Praktik Sistem Pengapian siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang yang menggunakan jobsheet dengan yang tidak menggunakan jobsheet, 2) perbedaan hasil belajar Praktik Sistem Pengapian siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan yang memiliki motivasi belajar rendah, dan 3) interaksi antara jobsheet dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang.     Penelitian ini menggunakan jenis Factorial Design 2x2 dengan faktor 1) kelas Eskperimen Motivasi Belajar Tinggi, 2) kelas Eksperimen Motivasi Belajar Rendah, 3) kelas Kontrol Motivasi Belajar Tinggi, 4) dan kelas Kontrol Motivasi Belajar Rendah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang yang terdiri dari dua kelas, yaitu TKR 1 = 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan TKR 2 = 32 siswa siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini berbentuk tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan non-tes berupa angket untuk mengukur motivasi belajar. Sedangkan analisis data yang digunakan 1) deskriptif untuk mendeskripsikan data hasil penelitian dan 2) inferensial untuk menguji hipotesis menggunakan two-way anova.     Dari pengujian normalitas data menggunakan SPSS diketahui P-value untuk Uji Normalitas Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov) dan Uji Normalitas Shapiro-Wilk lebih besar dari α = 0,05 sehingga H0 : data berasal dari populasi yang terdistribusi normal tidak dapat ditolak. Pada uji homogenitas data, angka signifikansi yang ada menunjukkan probabilitas (Nilai) > 0,05 artinya data Nilai memiliki varian yang homogen, atau data berasal dari populasi-populasi dengan varian yang sama. Dari statistika deskriptif menunjukkan purata (mean) 1) kelas kontrol motivasi belajar tinggi: 64,38, 2) kelas kontrol motivasi belajar rendah: 47,81, 3) kelas eksperimen motivasi belajar tinggi: 83,91, dan 4) kelas eksperimen motivasi belajar rendah: 73,91.     Analisis ragam dua arah menguji hipotesis sekaligus menyimpulkan dari penelitian ini: 1) ada perbedaan hasil belajar Praktik Sistem Pengapian siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang yang menggunakan jobsheet dengan yang tidak menggunakan jobsheet, 2) ada perbedaan hasil belajar Praktik Sistem Pengapian siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan yang memiliki motivasi belajar rendah, dan 3) ada interaksi antara jobsheet dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang.

Penyegaran udara ruang aula gedung Wisma Asri Jakarta
oleh Bambang Haryanto

 

Implementasi model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kepercayaan diri siswa (studi pada siswa SMP Muhammadiyah 4 Malang kelas IX) / Jesy Diah Rokhmawati

 

ABSTRAK Rokhmawati, Jesy Diah. 2016. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kepercayaan Diri Siswa Di SMP Muhammadiyah 4 Malang (Studi Pada Kelas IX Materi Lembaga keuangan). Tesis. Jurusan Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W., M.A, M.Si., (II) Dr. Ludiwishnu Wardana, S.T, S.E, S.Pd, M.M. Kata kunci: problem based learning, kemampuan pemecahan masalah, kepercayaan diri Model pembelajaran PBL cocok membantu siswa menjadi pembelajar aktif karena siswa belajar di masalah dunia nyata dan membuat siswa bertanggung jawab untuk pembelajaran mereka. Siswa bisa belajar berpikir secara kritis dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan suatu permasalahan dengan tepat. Kemampuan memecahkan masalah sangat dibutuhkan siswa untuk membantu siswa dalam menghadapi perubahan dan penyesuaian dalam kehidupannya. Dan secara tidak langsung akan menambah kepercayaan diri karena siswa mampu mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian kelas IX sebanyak 22 siswa. Metode pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah dalam bentuk soal pilihan ganda yang diberikan pada pre tes dan post tes setiap siklus, tes kemampuan pemecahan masalah, tes kepercayaan diri, RPP, lembar pengamatan aktivitas mengajar guru, dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat peningkatan hasil pre tes dan post tes siswa dengan rata-rata persentase hasil tes pemecahan masalah siswa sebesar 54% dari pre tes 14% menjadi 68% pada post tes. Rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 69% siswa setuju dengan pernyataan mengenai kemampuan pemecahan masalah. Rata-rata persentase kepercayaan diri siswa sebesar 45%. Rata-rata persentase observasi aktivitas guru berdasarkan observer I pada pertemuan 1 sebesar 79% dan 73% berdasarkan observer 2. Peningkatan aktivitas guru pada pertemuan ke 2 sebesar 89% berdasarkan observer 1 dan 87% berdasarkan observer 2. Rata-rata persentase tanggapan siswa sebesar 69% siswa setuju penerapan model PBL dalam proses pembelajaran. Temuan pada siklus II, rata-rata persentase hasil tes pemecahan masalah siswa meningkat sebesar 9% dari pre tes sebesar 86% menjadi 95% pada post tes. Persentase kemampuan pemecahan masalah siswa naik 4% menjadi 73%. Rata-rata persentase kepercayaan diri siswa 68%. Rata-rata persentase observasi aktivitas guru berdasarkan observer I pada pertemuan 1 sebesar 94% dan 92% berdasarkan observer 2. Peningkatan aktivitas guru pada pertemuan ke 2 sebesar 94% berdasarkan observer 1 dan 94% berdasarkan observer 2 yang menunjukkan bahwa guru sudah baik dalam menerapkan model PBL. Untuk rata-rata persentase tanggapan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II sebesar 78% siswa setuju dalam penerapan model PBL dalam proses pembelajaran.

Meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial melalui pembelajaran kontekstual pada siswa kelas IV SDN Kedungringin IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Kasiono

 

ABSTRAK Kasiono. 2009. Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Pembelajaran Kontekstual Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kedungringin IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moch. Shochib, M.Pd., (II) Drs. M. Imron Rosyadi H. Sy, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Prestasi Belajar IPS. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuiya. Pembelajaran yang berorentasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangkah panjang. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan suatu bentuk pembelajaran yang efektif dan efesien yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Pemilihan pendekatan pembelajaran sangat menentukan kualitas pembelajaran, karena dengan pendekatan yang sesuai siswa akan lebih memahami hasil belajar yang akan bertahan dalam waktu yang relatif lama. Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu yang dapat menjelaskan kemampuhan siswa terhadapa keadaan sosial. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran komtekstual pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Kedungringin IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan, ( 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Kedungringin IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilasanakan sebanyak 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa. Secara klasikal terjadi peningkatan rata-rata sebesar 27,0 dari pra-tindakan dengan nilai 40,3 menjadi 67,3 pada siklus I dengan nilai 67,3 dan kenaikan rata-rata 13,9 dari siklus I dengan nilai 67,3 menjadi 81,2 pada siklus II. Prosentase jumlah siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan sebesar 35,3 % dari pra-tindakan dengan prosentase ketuntasan 17,6 % menjadi 52,9 % pada siklus I dan kenaikan sebesar 41.2 % dari siklus I dengan prosentase ketuntasan 52,9 % menjadi 94, 1 % pada siklus II. Dari hasil tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan presatasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Kedungringin IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) bagi guru diharapkan dapat menerapkan pendekatan kontekstual ini pada materi yang lain, (2) bagi penelitian lanjut diharapkan dapat melakukan penelitian pada mata pelajaran lain.

Perencanaan mesin pengupas kulit kopi sistim lengan pemukul kapasitas 250 kg/jam
oleh Rinawati

 

Analisis dampak perusahaan rokok Alfi Putra terhadap kesejahteraan masyarajat di Desa Gembleb Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek / Viva Tafjura Ni'mah

 

Kata Kunci : Industri Perusahaan, Kesejahteraan Masyarakat Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah pandangan bahwa setiap industri yang tumbuh, baik itu berupa industri rokok maupun industri yang lainnya memiliki dampak tertentu terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitarnya. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan dampak industri rokok terhadap kesejahteraan masyarakat. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimanakah akibat yang ditimbulkan oleh perusahaan rokok Alfi Putra terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh industri perusahaan rokok Alfi Putra terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, lokasinya di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sumber datanya informan, peristiwa, lokasi dan dokumen, datanya primer dan sekunder, teknik pengumpulan data dengan observasi partisipatif, interview mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan alir model Miles Huberman, sedangkan pengecekan keabsahan datanya dengan menggunakan diskusi sejawat dan triangulasi. Hasil penelitian adalah: 1) Peningkatan pendapatan masyarakat.2) Peningkatan pengeluaran masyarakat di dorong oleh bertambahnya pendapatan. Hal ini memberikan informasi bahwa industri rokok Alfi Putra mampu meningkatkan pendapatan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. 3) Industri perusahaan rokok Alfi Putra mempunyai akibat yang positif terhadap peningkatan pendidikan masyarakat. Peningkatan pendidikan tersebut dibuktikan dengan adanya kemampuan masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kemampuan mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan mereka. 4) Industri perusahaan rokok Alfi Putra mempunyai akibat yang cukup baik terhadap peningkatan kesehatan dan kehidupan masyarakat seperti kondisi perumahan serta fasilitas yang dimiliki dalam rumah tangga. Karena dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, maka masyarakat akan terus menerus meningkatkan kesehatan keluarganya dan merenovasi tempat tinggalnya supaya lebih baik

Sejarah keluarga Emi Pangesti dan perannannya terhadap eksistensi batik karan g Tuban (1981-2010) / M. Ma'arif Rakmatullah

 

Kata kunci: Sejarah Keluarga, Batik Karang, Tuban. Batik merupakan salah satu hasil kerajinan yang dijumpai hampir seluruh wilayah di Indonesia khususnya di salah satu wilayah yang memiliki kerajinan Batik yaitu Tuban. Kabupaten Tuban memiliki beberapa varian batik salah satu diantaranya yaitu Batik Karang. Keunikan dari Batik Karang adalah perkembangan bentuk inovasi dari batik motif klasik ke batik motif kontemporer. Disinilah peran penting keluarga Emi Pangesti dalam mengembangkan bentuk perubahan motif Batik Karang dalam kurun tahun 1981-2010. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yang akan dikaji yaitu (1) Bagaimana perkembangan batik di Indonesia, (2) Bagaimana peran keluarga Emi Pangesti dalam mengembangkan perubahan motif Batik Karang (1981-2010). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) untuk mengetahui perkembangan batik di Indonesia, (2) peranan keluarga Emi Pangesti dalam mengembangkan perubahan motif Batik Karang (1981-2010). Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah meliputi heuristik yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber yaitu menguji kebenaran informasi baik dari segi materi maupun substansi, meliputi kritik ekstern untuk menilai keautentikan sumber dan kritik Intern untuk menilai kebenaran isi sumber dan kesaksian. Interpretasi yaitu mencari makna dari fakta-fakta yang telah diperoleh dan Historiografi yaitu penulisan sejarah. Sedangkan metode sejarah lisan digunakan karena masih memungkinkan untuk menggali informasi dari pelaku sejarah melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ragam hias motif batik di Indonesia telah berkembang sejak masa Kerajaan Hindu-Budha di abad XVII Masehi. Batik mulai memperoleh kedudukan yang tinggi setelah pada abad XVIII saat penguasa keraton Yogyakarta dan Kasunanan Solo mulai melegitimasi motif-motif batik yang hanya boleh digunakan oleh Raja dan kalangan bangsawan. Tujuannya adalah untuk membedakan batik buatan rakyat dengan buatan keraton. Penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa eksistensi dan keberadaan Batik Karang Tuban tidak lepas dari peran keluarga Emi. Emi melestarikan Batik Karang dengan cara tetap mempertahankan pembuatan batik tulis, melakukan inovasi motif batik karang, mengikuti pameran seni budaya di dalam dan di luar negeri serta memberi pelatihan membuat batik. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu peneliti dapat mengkaji sejarah keluarga dengan tema industri lainnya dan latar belakang wilayah yang berbeda. Sehingga ada keunikan tersendiri mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri dan munculnya tokoh perintis tersebut.

Pelaksanaan penjuruan siswa SMU Negeri Kabupaten Lamongan
oleh Sri Indartin

 

Penerapan pembelajaran model kontektual untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS SDN Oro-oro Omba Kulon II Kecamatan Rembang Pasuruan / Yulia Andriana

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Aktivitas, Hasil belajar, IPS SD. Berdasarkan observasi dengan siswa siswi kelas IV diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup komplek pada pembelajaran IPS di kelas tersebut yaitu hasil belajar siswa rendah, sulitnya materi pokok pada pembelajaran kurangnya komunikasi diantara mereka baik antara siswa dengan siswa, maupun siswa dengan guru dan juga proses pembelajaran yang bukan berdasar pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu pada penelitian ini di coba untuk menangani masalah rendahnya hasil belajar dengan model pembelajaran kontekstual melalui tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian adalah 1) mendiskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan Aktivitas siswa kelas IV dan 2) mendriskripsikan peningkatan Hasil belajar IPS pada pokok bahasan jenis-jenis kegiatan ekonomi masyarakat melalui penerapan pembelajaran kontektual di kelas IV SDN Oro-oro Ombo Kulon II Rembang kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus, Standar nilai ketuntasan minimal 70 dengan ketuntasan belajar kelas belajar kelas 90% dari jumlah subyek penelitian.Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Penerapan pembelajaran kontekstual pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh siswa sebelum penerapan pembelajaran kontekstual, post test siklus I, post test siklus II yang terus mengalami peningkatan, yaitu pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 58,5, pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,9, pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa 81,0, dalam minat belajar siswa mengalami peningkatan yaitu siklus I hanya 54% yang ingin mengikuti pembelajaran, sedangkan siklus II sebanyak 89% yang ingin mengikuti pembelajaran, begitu juga pada partisipasi, pada siklus I hanya 14% yang benar-benar menemukan jawaban dan menuliskan di LKS sedangkan pada siklus II, hampir 54% yang berpartisipasi, kemudian dalam hal berkomunikasi menurut kelompok jigsaw pada siklus I hanya 7% sedangkan pada siklus II71% yang dapat berkomumkasi dengan baik.

Pengaruh penambahan sorbitol terhadap sifat poliblend kitosan dan pati jagung / Luluk Mufidah

 

ABSTRAK Mufidah, Luluk. 2009. Pengaruh Penambahan Sorbitol terhadap Sifat Fisik Poliblend Kitosan dan Pati Jagung. Skripsi, Program Studi Kimia, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumari, M.Si, (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata Kunci: kitosan, pati jagung, sorbitol, poliblend. Sampah plastik menimbulkan masalah yang sangat serius bagi lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat plastik biodegradabel. Dalam penelitian ini, usaha untuk membuat plastik biodegradabel dipelajari dengan membuat poliblend kitosan dan pati jagung. Bahan pemlastis (plasticizer) sorbitol ditambahkan untuk memperbaiki sifat mekanis bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat poliblend kitosan dan pati jagung dan mengetahui pengaruh penambahan sorbitol terhadap poliblend kitosan dan pati jagung. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap utama. Tahap pertama adalah pembuatan poliblend kitosan dan pati jagung. Kitosan dibuat gel terlebih dahulu dengan menambahkan larutan asam asetat 2% sambil diaduk dengan mechanic stirer. Selanjutnya pati jagung digelatinisasi dengan menambahkan aquades sambil diaduk dan dipanasi pada suhu 62-70°C. Gel kitosan dan gelatin pati kemudian dicampur, diaduk, dicetak, dan diangin-anginkan sampai kering. Tahap kedua adalah membuat poliblend kitosan dan pati jagung dengan penambahan sorbitol 1%, 3%, dan 5% dari berat kering poliblend. Tahap ketiga adalah karakterisasi poliblend yang meliputi: pengamatan fisik, uji kelarutan, uji kekuatan tarik, dan uji spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa poliblend yang dihasilkan merupakan campuran secara fisik, berbentuk lembaran tipis, buram, berwarna kekuningan, lentur, tidak tembus oleh minyak, tidak larut dalam air maupun asam asetat, mempunyai kekuatan tarik 60,4 MPa dan regangan sebesar 6,0 %. Penambahan sorbitol pada poliblend menyebabkan poliblend lebih halus, lebih transparan, lebih lentur, meningkatkan adsorpsi air, menurunkan kekuatan tarik (sorbitol 1% 58,9 MPa, 3% 57,4 MPa, 5% 53,8 MPa) dan regangan (sorbitol 1% 5,5%; 3% 4,5%; 5% 4,6%), dan menyebabkan puncak serapan poliblend bergeser ke arah frekuensi (bilangan gelombang) vibrasi yang lebih kecil. Saran yang bisa diberikan adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keefektifan poliblend kitosan dan pati jagung sebagai bahan pembungkus makanan atau obat dan kemampuan degradasinya. Selain itu juga perlu diteliti mengenai penambahan bahan aditif yang sesuai untuk memperbaiki sifat poliblend kitosan dan pati jagung.

Sulfonasi minyak jarak pagar (Jatropha curcas) dan uji potensinya sebagai wetting agent / Yulia Rahma Sari

 

Sari, Yulia Rahma. 2014. Sulfonasi Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas) dan Uji Potensinya sebagai Wetting Agent. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. H. Parlan, M.Si, (2) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. Kata-kata kunci: minyak jarak pagar, sulfonasi, dan wetting agent. Wetting agent merupakan surfaktan yang efektivitasnyadiukur denganpeningkatanpenyebarancairandi permukaanatausudut kontakcairandenganpermukaan. Wetting agent diaplikasikan dalam banyak industri seperti vernis, cat, farmasi, dan kosmetik. Surfaktan yang selama ini banyak digunakan berasal dari turunan minyak bumi dan gas alam, namun proses pembuatan surfaktan tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Alternatif yang dapat diambil adalah menggunakan minyak nabati sebagai bahan baku pembuatan surfaktan. Bahan baku surfaktan yang diperoleh dari minyak nabati menghasilkan surfaktan yang ramah lingkungan, dapat terurai, dan dapat diperbaharui. Tujuan dari penelitian adalah (1) Mengetahui proses sulfonasi minyak jarak pagar dengan pereaksi asam sulfat, (2) Mengetahui karakter hasil sulfonasi minyak jarak pagar, (3) Mengetahui potensi hasil sulfonasi minyak jarak pagar sebagai wetting agent. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Univeritas Negeri Malang. Langkah-langkah dalam penelitian iniyaitu (1) Karakterisasi minyak jarak pagar, meliputi: Penentuan massa jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan iod, (2) Sulfonasi minyak jarak pagar, (3) Karakterisasi hasil sulfonasi, meliputi: Penentuan massa jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan iod, (4) Analisis hasil sulfonasi dengan Kromatografi Lapis Tipis, (5) Identifikasi gugus fungsi hasil sulfonasi dengan menggunakan spekrofotometri FT-IR, dan (6) Uji penurunan tegangan permukaan hasil sulfonasi, dan (7) Penentuan nilai HLB (Hydrophile Lypophile Balance). Proses sulfonasi minyak jarak pagar dilakukan dengan menambahkan asam sulfat pekat berlebih pada suhu 35°C yang selanjutnya dicuci dengan akuades dan ditambahkan dengan larutan NaOH 0,1 N. Hasil sulfonasi mempunyai karakter yaitu massa jenis sebesar 0,944 g/mL, indeks bias sebesar 1,47539, bilangan penyabunan sebesar 161,76 mg KOH/g minyak, dan bilangan iod sebesar 1,27g I2/100 g minyak. Hasil sulfonasi mempunyai sifat sebagai penurun tegangan permukaan dan mempunyai nilai HLB sebesar 9 sehingga berpotensi sebagai wetting agent.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran siswa kelas III SDN Sumbersari 03 Kabupaten Blitar / Suprih Hartini

 

Kata kunci: IPS, lingkungan, media Pembelajaran IPS sampai sekarang ini ada yang berpendapat hanya sekedar menghafalkan fakta-fakta yang disampaikan secara monoton, hal ini perlu dihindari. Guru harus berupaya untuk memberikan materi dengan cara yang berbeda, yang disukai dan dekat dengan siswa agar hasil belajar yang diperoleh meningkat. Guru dapat menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Media lingkungan banyak terdapat disekitar siswa sehingga cocok digunakan sebagai wahana untuk menyampaikan materi kepada siswa. Hal ini merupakan latar belakang dari judul skripsi yang disusun. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimanakah penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan apakah penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas III SDN Sumberasri 03 Kabupaten Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan mendeskripsikan penggunaan lingkungan sekolah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas III SDN Sumberasri 03 Kabupaten Blitar Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas III SDN Sumberasri 03 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2010/2011. Data yang diperoleh berupa hasil soal evaluasi, lembar observasi kegiatan belajar mengajar (aktivitas guru dan siswa di dalam kegiatan pembelajaran). Dari hasil analisis, penggunaan media lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti dengan pra siklus 63,15%, siklus I menjadi 71,05%, naik sebesar 7,9% dan siklus II menjadi 81,05% naik sebesar 10%. Pembahasan hasil penelitian, bahwa penggunaan media lingkungan sekolah dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa sejumlah 19 orang sehingga dapat mencapai ketuntasan secara klasikal. Berdasarkan dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan lingkungan sekitar di dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami ketuntasan baik secara perorangan maupun klasikal.

Analisis kualitas rancangan pembelajaran berbasis internet (webquest) yang disusun oleh mahasiswa peserta mata kuliah perencanaan pengajaran akuntansi / Prizilia Kusuma Wardhany

 

Kata kunci:rancangan pembelajaran berbasis internet (WebQuest) Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia untuk meningkatkan kualitas hidup agar tidak tertinggal oleh negara lain. Untuk itu, pembaharuan pendidikan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan cara menyusun rancangan pembelajaran berbasis internet (WebQuest). Penyusunan WebQuest ini harus berdasarkan standar atau kriteria yang ditetapkan oleh para ahli WebQuest(Conlaw, Dodge, Pastore, Vandervelde, dan Wood) agar benar-benar efektif dan berkualitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas WebQuest yang disusun oleh mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang angkatan 2007. Obyek penelitian ini adalah rancangan pembelajaran (WebQuest) yang disusun oleh mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang angkatan 2007.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar analisis WebQuest dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis), yang digunakan untuk menganalisis penjabaran dari setiap bagian atau komponen WebQuest yang disusun dan kemudian dikategorikan ke dalam kualitas high, medium, dan low. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WebQuest yang disusun oleh mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi cukup bervariasi yaitu: ada yang dikategorikan high, medium, bahkan low jika berdasarkan standar atau kriteria para ahli WebQuest dalam menjabarkan setiap bagian-bagiannya. Adapun hal yang paling lemah dalam WebQuest adalah pada bagian inti WebQuest. Kekurangan dalam penyusunan WebQuest ini dikarenakan penyusun tidak mengetahui adanya standar yang telah ditetapkan oleh para ahli WebQuest. Dari penelitian ini, penulis memberikan saran yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, adalah sebagai berikut: Untuk guru atau calon guru yang akan menyusun rancangan pembelajaran berbasis internet hendaknya lebih memperhatikan kriteria-kriteria apa yang telah ditentukan dalam proses penyusunannya agar dapat dihasilkan WebQuest yang baik dan berkualitas.

Dampak strategi pembelajaran Dual Safeguard Web-based Interactive (dgwi) dengan model Problem Based Learning (PBL) terhadap penguasaan konsep dan pola penalaran ilmiah pada materi suhu dan kalor / Elfa Ma'rifah

 

ABSTRAK Ma’rifah, Elfa. 2016. Dampak Strategi Dual Safeguard Web-Based Interactive Learning (DGWI)dengan Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Penguasaan Konsep dan Pola Penalaran Ilmiah Siswa pada Materi Suhu dan Kalor. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Parno, M.Si, (II) Nandang Mufti, M.T., Ph.D. Suhu dan Kalor merupakan materi yang penting untuk dikuasai siswa. Materi ini sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan pembelajaran yang kontekstual, autentik, dan bermakna. Selain itu, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai konsep dan bernalar ilmiah pada materi Suhu dan Kalor. DGWI merupakan strategi pembelajaran berbasis web dengan memasukkan tugas pemanasan dan tugas rumah secara online. Strategi DGWI dapat membantu siswa dalam menguasai konsep dan bernalar ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep siswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran melalui DGWI dengan model PBL pada materi Suhu dan Kalor. Selain itu juga untuk mengetahui pola penalaran ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain Embedded Experimental Model. Subyek penelitian adalah 31 siswa SMAN 4 Malang kelas XB2. Data penelitian diambil melalui tes uraian, pengamatan selama proses pembelajaran, kuis, dan wawancara. Analisis dilakukan secara kuantitatif pada pilihan jawaban siswa melalui statistik deskriptif, uji beda, N-gain dan effect size. Analisis data kualitatif meliputi empat langkah yaitu reduksi data, pengkodean, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa antara sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran melalui strategi DGWI dengan model PBL pada materi Suhu dan Kalor. Rata-rata penguasaan konsep siswa post-test lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test, yaitu meningkat dari 41,955% menjadi 69,637% dengan nilai d-effect size sebesar 2,667 dikategorikan kuat dan N-gain 0,48 dikategorikan sedang. Strategi DGWI dengan model PBL mampu memperbaiki pola penalaran ilmiah siswa menuju level kategori yang lebih tinggi. Terjadi peningkatan menuju level yang lebih tinggi baik pada correlational reasoning, probabilistic reasoning, dan proportional reasoning untuk tiap subtopik dalam pembelajaran. Kata Kunci: DGWI, PBL, penguasaan konsep, suhu dan kalor, pola penalaran ilmiah.

Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah pemerintah kabupaten Blitar tahun 2002-2009 / Muhammad Hafidh Ali Shofi

 

Kata Kunci: Pajak Daerah, Dana Alokasi Umum (DAU), Belanja Daerah. Dengan dilaksanakannya otonomi daerah, kepada daerah diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat untuk mengatur rumah tangganya sendiri termasuk kewenangan untuk memanfaatkan sumber pendapatan daerahnya sendiri dan mampu memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri. Untuk menjalankan kewenangan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat tersebut, daerah memerlukan suatu instrumen kebijakan. Instrumen kebijakan yang paling utama bagi daerah adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk itu APBD harus disusun dengan memperhatikan aspek ekonomis, efisiensi, efektivitas. Salah satu syarat terselenggaranya desentralisasi fiskal adalah ada kewenangan pemerintah daerah yang cukup longgar dalam memungut pajak daerah. Masalah desentralisasi fiskal akan menjadi suatu yang sangat penting sebab akan berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masayarakat yang ada. Pada satu sisi, pajak akan mengurangi pendapatan dan daya beli masyarakat, tetapi pada sisi lain jika hasilnya oleh pemerintah digunakan dengan baik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, dalam hal ini yaitu penyediaan barang-barang dan jasa publik, juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memanfaatkan otonomi daerah ini, maka diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan sumber penerimaan keuangan, salah satunya yaitu dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dengan cara meningkatkan penerimaan sumber PAD yang ada maupun menggali potensi ekonomi masyarakat sebagai sumber PAD yang baru. Selain dari PAD tersebut, DAU merupakan sumber penerimaan daerah yang besar peranannya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (I) Bagaimana pengaruh pajak daerah terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. (II) Bagaimana pengaruh DAU terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. (III) Bagaimana pengaruh pajak daerah dan DAU terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. ii Penelitian ini dilakukan pada Pemerintah Kabupaten Blitar dengan melihat laporan realisai APBD triwulan periode 2002-2009. Data tersebut diperoleh dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Blitar dan dari situs Dirjen Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah dipublikasikan melalui www.djpk.depkeu.go.id. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pajak daerah dan DAU. Sedangkan variabel dependen yaitu belanja daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah berpengaruh signifikan positif terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. Begitu juga dengan DAU yang berpengaruh signifikan positif terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. Secara simultan, variabel pajak daerah dan DAU berpengaruh signifikan positif terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten Blitar. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi tambahan bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian serupa. Di samping itu diharapkan penelitian ini berguna sebagai masukan bagi Pemerintah Kabupaten Blitar terutama dalam menggali potensi PAD, DAU dan pengeluaran pemerintah sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan di masa yang akan datang.

Pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian (Studi konsumen Indovisian Cabang Malang) / Briantono Putra Wijaya

 

Kata kunci : Harga, Kualitas produk, Keputusan Pembelian Indovision adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT. MNC Sky Vision (sebelumnya bernama PT. Matahari Lintas Cakrawala). Melalui satelit, Indovision memberikan layanan pendistribusian tayangan saluran televisi berlangganan baik lokal dan mancanegara yang disajikan kepada masyarakat di Indonesia. Dengan semakin ketatnya bisnis penayangan saluran televisi berlangganan, indovision sebagai penyedia jasa penayangan semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan minat beli konsumen untuk berlangganan indovision. Beberapa variabel yang diperhatikan indovision adalah harga, kualitas produk, dan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh harga, kualitas produk, dan iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision Penelitian ini memiliki tiga variabel, yaitu variabel bebas (harga, kualitas produk, dan iklan). Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen indovision di kota Malang, yaitu sebesar 15.246. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial: (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara iklan terhadap keputusan pembelian pada konsumen indovision. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga variabel yaitu harga, kualitas produk dan iklan terhadap keputusan pembelian. Variabel harga, kualitas produk dan iklan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh sebesar 46,9% sedangkan sebesar 54,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Selain itu variabel yang dominan dalam penelitian ini adalah kualitas produk dengan tingkat SE = 29,68. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada Indovision cabang Malang adalah: Variabel harga pada penelitian ini tidak signifikan dimana bisa disimpulkan bahwa pelanggan indovision tidak mempermasalahkan harga yang ditarifkan karena pelanggan lebih berfikir bahwa indovision sangat dipercaya kualitasnya sehingga Perusahaan harus mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk.

Pengembangan bahan ajar fisika SMA dengan pendekatan multi representasi untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMA Negeri 2 Balikpapan / Yuvita Widi Astuti

 

Kata kunci: bahan ajar, multi representasi, dinamika rotasi Pembelajaran Fisika sering dianggap kurang menarik dan sulit dipahami, hingga berdampak pada kurangnya pemahaman konsep dan kemampuan memecahkan soal. Kesulitan tersebut dapat terjadi karena karakteristik materi pembelajaran Fisika yang abstrak, rumit, atau asing, serta menuntut kemampuan untuk menguasai dan mengelola perubahan diantara representasi-representasi yang berbeda secara bersamaaan. Representasi yang paling sering digunakan oleh guru adalah representasi matematis sehingga representasi lainnya sering terabaikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan memecahkan masalah dalam pembelajaran Fisika adalah dengan menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan memudahkan siswa dalam belajar. Oleh sebab itu, guru diharapkan dapat mengembangkan bahan ajar yang tepat sebagai salah satu sumber belajar yang dapat memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengembangkan bahan ajar Fisika SMA khususnya materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar menggunakan pendekatan multi representasi untuk meningkatkan pemahaman konsep Fisika, (2) menguji efektifitas bahan ajar hasil pengembangan. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Dick & Carey yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Secara garis besar proses pengembangan ini terdiri dari tahap-tahap: (1) studi pendahuluan, (2) merumuskan langkah-langkah pengembangan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba produk, dan (5) revisi produk pengembangan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan. Uji kelayakan dilakukan oleh 2 Dosen Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang dan 2 Guru Fisika SMA. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa angka-angka dari angket dan hasil pretes-postes siswa pada uji coba lapangan. Data kualitatif berupa tanggapan, kritik, dan saran dari validator dan siswa. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan dapat dikategorikan sangat layak dengan nilai rata-rata 3,63. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa: (1) lebih dari 80% siswa pada kelas eksperimen memperoleh hasil tes diatas KKM, yaitu 75, (2) ada perbedaan hasil postes antara kelas kontrol (7,07) dan kelas eksperimen (8,36), sehingga bahan ajar dikatakan efektif, namun tidak signifikan untuk meningkatkan pemahaman konsep Fisika. Saran yang diberikan adalah: (1) menggunakan teknik menggambar dan penyusunan tata letak yang lebih baik, (2) mengadakan eksperimen lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas produk secara signifikan, dan (3) mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan multi representasi dengan topik yang lain.

Pengembangan multimedia interaktif pembelajaran menyusun ransum ternak ruminansia di SMK Negeri Tutur Kabupaten Pasuruan / Tri Widayah

 

Tesis. Program Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sulton, M.Pd (II) Dr. Waras Kamdi, M.Pd. Kata Kunci : Multimedia interaktif, menyusun ransum ternak ruminansia Hasil belajar mata pelajaran menyusun ransum dinilai masih kurang memuaskan, karena hasil belajar siswa belum memenuhi Standar Kelulusan Minimal (SKM). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan multimedia interaktif menyusun ransum. Tujuan pengembangan adalah menghasilkan media pembelajaran yang dapat memotivasi siswa serta dapat membelajarkan siswa kapanpun dan dimanapun mereka inginkan. Pengembangan multimedia interaktif ini menggunakan model pengembangan Hannafian Peck. Model ini terdiri dari tiga fase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain serta fase pengembangan dan implementasi, dalam model ini evaluasi dan revisi perlu dilakukan pada setiap fase. Produk yang dihasilkan merupakan model hybrid yaitu penggabungan model Tutorial dengan model Drill and Practice dengan tujuan untuk memperkaya kegiatan siswa, menjamin ketuntasan belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses pengumpulan data yaitu melalui wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua penilaian yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil dari uji coba kelompok kecil dan kelompok besar masing-masing adalah 71% dan kelompok besar adalah 92% yang berarti layak sebagai media pembelajaran. Penilaian sumatif merupakan penilaian dari para ahli. Para ahli dalam penilaian produk multimedia interaktif menyusun ransum adalah ahli materi, ahli media dan ahli desain. Hasil penilaian dari ahli materi adalah 94% yaitu sangat layak sebagai media pembelajaran, penilaian dari ahli media adalah 94% yaitu sangat layak sebagai media pembelajaran, serta penilaian dari ahli desain adalah 95% yaitu sangat layak sebagai media pembelajaran. Ketiga ahli secara umum memberikan penilaian bahwa produk multimedia interaktif menyusun ransum sangat layak sebagai media pembelajaran. Produk multimedia interaktif menyusun ransum memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari produk ini merupakan hasil pengembangan yang telah melalui beberapa tahap penilaian dari para ahli sehingga sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kelemahan dalam multimedia interaktif menyusun ransum adalah media ini dibuat untuk pembelajaran individu sehingga diperlukan kesiapan fasilitas maupun keterampilan dari pengguna

Pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap perilaku konsumen di CV Cahaya Tani Abadi Kediri / oleh Rifki Hanif

 

Pelaksanaan CBSA bidang studi fisika kelas satu cawu III di SLTP Kodya Malang / oleh Masluchah

 

The vocbulary in composition of the English Departement students of Widya Mandala Catholic University Surabaya / by Vincentius Luluk Prijambodo

 

Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar teknik menera untuk meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan IV Kersikan Bangil / Nunik Mufidah

 

Kata Kunci : Metode Demonstrasi, Menggambaar Teknik Menera, Kemampuan Seni Anak Kelompok B. Menggambar dan melukis merupakan kegiatan anak dalam berekspresi karena dengan cara seperti itu anak dapat menuangkan perasaan sesuai dengan imajinasinya dengan cara membuat gambar menggunakan pewarna cair. Arti dari menera adalah membuat gambar secara tidak langsung yaitu, memindahkan gambar melalui bantuan teknik atau alat tera/klise (istilah percetakan) yang telah dilakukan, kemampuan seni pada anak kelompok B masih mencapai 50% dari kemampuan yang diharapkan. Anak kurang tertarik terhadap kegiatan menggambar karena guru hanya menyuruh anak untuk mewarnai gambar saja. Sehingga anak tidak bisa mengekspresikan perasaan, emosi, dan pengalamannya ke dalam bentuk gambar. Untuk mengatasi masalah kurang berkesempatan tersebut, maka peneliti mencoba memilih kegiatan yang tepat untuk mengatasi rendahnya seni melalui penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar teknik menera. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian yaitu 1) untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar teknik menera dalam upaya pengembangan seni amak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan IV Kersikan Bangil, 2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan seni dan setelah menerapkan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar teknik menera. Metode pemilihan yang digunakan disini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan PTK yang terdiri atas 2 siklus. Masing-masing siklus memiliki 4 tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini ialah 17 anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan IV Kersikan Bangil. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan seni anak pada pra tindakan sebesar 50% meningkat 62% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 81% pada siklus II. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan IV Kersikan Bangil. Dari pengalamannya, anak dapat berekspresi ke dalam bentuk gambar. Ada beberapa saran yang dikemukakan adalah agar para guru hendaknya menggunakan menerapkan metode demonstrasi dalam pembelajaran menggambar teknik menera untuk meningkatkan kemampuan seni, bagi sekolah yang ingin mengubah pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada anak.

Pemberian tindakan pada pelaksanaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika pada siswa kelas I2 SMU Wisnu Wardhana Malang tahun ajaran 1998/1999 / oleh Sulistyowati

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi siswa kelas 1 SMP Annur Bululawang Malang / oleh Anik Masruroh

 

Pengembangan penilaian sikap sosial dengan teknik observasi, self assessment, dan peer assessment pada pembelajaran tematik kelas V SDN Arjowinabun 02 (implementasi kurikulum 2013) / Tulus Pamuji Wicaksono

 

ABTRAK Wicaksono, Tulus Pamuji. 2015. Pengembangan Penilaian Sikap Sosial dengan Teknik Observasi, SelfAssessment, dan Peer Assessment pada Pembelajaran Tematik Kelas V SDN Arjowinangun 02 (Implementasi Kurikulum 2013). Pembimbing : Dr. Muhardjito. M.S., dan Dr. Titik Harsiati, M.Pd Katakunci: sikap, observasi, self assessment, peer assessment, pembelajaran tematik. Cara penilaian sikap pada implementasi kurikulum 2013, membuat guru harus fokus terhadap kegiatan menilai siswa. Di samping itu guru harus memberikan perhatian dan menjelaskan materi kepada siswa. Guru masih kesulitan melaksanakan penilaian pada aspek sikap terutama pada saat proses penilaian atau pengambilan data dan pengolahan hasil penilaian. Hal ini mengakibatkan penilaian sikap tidak dilaksanakan sesuai proses penilaian. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan alat penilaian yang mudah digunakan guru serta membiasakan siswa menilai dirinya sendiri dan orang lain secara objektif. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji kelayakan alat penilaian sikap yang praktis, valid, dan reliabel. Penelitian pengembangan ini didasarkan pada model pengembangan ADDIE yang dilaksanakan pada lima langkahyaituanalisismasalahdankebutuhan; desaindanperencanaanbentukproduk; pengembanganbentukproduk; penerapanproduk di lapangan; danevaluasi. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil uji coba instrumen penilaian sikap yang berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji lapangan produk awal dilaksanakan sebelum uji coba lapangan dengan meminta validasi ahli bahasa dan evaluasi. Hasil validasi ahli evaluasi diperoleh persentase 80%. Menurut kriteria tingkat kevalidan dapat dikatakan bahwa produk pengembangan penilaian sikap memiliki tingkat kevalidan yang tinggi. Kepraktisan produk dilakukan oleh ahli bahasa, guru, dan siswa kelas V SDN arjowinangun 02. Persentase data angket ahli bahasa, guru dansiswaberturut-turutadalah92%, 93%, dan 90%. Berdasarkan hasil analisis hasil data diperoleh persentase kepraktisan rata-rata adalah 92%. Jika disesuaikan tabel kriteria kepraktisan, maka produk tersebut termasuk pada kriteria sangat praktis atau dapat digunakan tanpa revisi. Ujireliabilitasmenunjukkanbahwaterdapat 12 instrumen penilaian sikap yang telah dianalisis dengan kriteria reliabel. Pada teknik observasi terdiri dari penilaian jujur, tanggung jawab, dan disiplin. Pada teknik peer assessmentmencakup penilaian sikap peduli, percaya diri, dan menghargai. Pada teknik self assessmentmencakup penilaian sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, peduli, percaya diri, dan menghargai.

Perbandingan keefektifan metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran konvensional untuk pokok bahasan sifat koligatif larutan studi kasus pada siswa kelas III cawu I SMUN 1 Gresik tahun ajaran 1998/1999 / oleh Sevie Noer Rochmainy

 

Pengembangan model latihan jump shoot untuk peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung / Muhammad Faishol Harun

 

ABSTRAK Harun, Muhammad Faishol. 2016. Pengembangan Model Latihan Jump Shoot Untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Peneidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes., (II) Usman Wahyudi, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: penelitian dan pengembangan, model latihan, jump shoot Jump shoot adalah tembakan yang sering dilakukan dibandingkan tembakan lainya, tembakan ini dapat dilakukan dengan dua tangan ataupun dengan satu tangan dan tembakan ini sulit dihalangi karena dilakukan di titik tertinggi lompatan vertikal jump. Berdasarkan penyebaran angket kepada pelatih dan 38 peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung didapatkan hasil diantaranya: (1) pelatih menyatakan peserta sering mengalami kesulitan dalam melakukan jump shoot. (2) pelatih jarang memberikan model latihan jump shoot, (3) 100% peserta menyatakan model latihan yang diberikan pelatih tidak menarik, (4) 89% peserta menyatakan memilih model latihan jump shoot dikemas dalam bentuk buku saku. Penelitan ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan jump shoot untuk peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya pengembangan model latihan ini diharapkan peserta dapat memahami dan menguasai teknik jump shoot dengan baik dan benar serta dapat meningkatkan keterampilan para peserta ekstrakurikuler. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan model dari Borg dan Gall. Namun menurut Ardhana, karena disesuaikan dengan keterbatasan waktu, biaya, tenaga, serta karekteristik produk yang dikembangkan maka dapat dimodifikasi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu: (1) melakukan observasi dan penelitian untuk mengumpulkan data awal dan analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal, (3) evaluasi 3 ahli yaitu 1 ahli permainan bolabasket, 1 ahli kepelatihan permainan bolabasket, 1 ahli media, (4) revisi produk pertama dari para ahli, (5) uji coba kelompok kecil, (6) revisi produk kedua berdasarkan uji coba kelompok kecil, (7) uji coba kelompok besar, (8) revisi produk akhir berdasarkan uji coba kelompok besar, (9) hasil akhir dari produk ini berupa pengembangan model latihan jump shoot. Pada uji coba kelompok kecil menggunakan 8 peserta ekstrakurikuler bolabasket dan hasil analisis data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 83,2% dengan kriteria cukup baik, pada uji coba kelompok besar menggunakan 30 peserta ekstrakurikuler bolabasket dan diperoleh persentase rata-rata 89,3% dengan kriteria sangat baik,sehingga pengembangan model latihan jump shoot untuk ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar dan diharapakan dapat disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait dengan cabang olahraga bolabasket, dan penelitian ini dapat dikembangkan ke arah lebih lanjut.

Mustafa Kemal and Sukarno a comparison of views regarding relations between state and religion / by Ibnu Anshori

 

Persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas oleh guru praktikan sejarah dan hubungannya dengan prestasi belajar siswa pada semester genap 2010/2011 di SMP Negeri 6 Malang / Anik Rahayu Ningrum

 

Kata Kunci: pengelolaan kelas, guru praktikan, prestasi belajar Selama guru praktikan melaksanakan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) mereka harus menguasai semua keterampilan mengajar. Salah satu keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh setiap guru adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas merupakan beberapa tindakan yang dilakukan oleh guru untuk mencegah gangguan di dalam kelas dan menciptakan serta memelihara situasi yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik akan berdampak pada tercapainya kegiatan pembelajaran yang efektif dan tercapainya tujuan pembelajaran.Tanpa guru melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik, bisa dipastikan bahwa kondisi kelas akan menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran yang akan berakibat pada rendahnya prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas yang dilaksanakan oleh guru praktikan sejarah di SMP Negeri 6 Malang, (2) Mengetahui hubungan antara pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel pengelolaan kelas (X) dan variabel prestasi belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang diajar oleh guru praktikan sejumlah 242 siswa dengan jumlah sampel sebesar 70 siswa. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket sebagai instrumen utama, lembar observasi sebagai instrumen pendukung bagi hasil penyebaran angket, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment Pearson dengan bantuan komputer SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas yang dilaksanakan oleh ibu Afit: penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat preventif terkadang dilaksanakan sebesar 40,9%, penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat kuratif terkadang dilaksanakan sebesar 36,4%, penerapan pendekatan modifikasi perilaku terkadang dilaksanakan sebesar 37,9%, penerapan pendekatan iklim sosio-emosional terkadang dilaksanakan sebesar 34,4%, dan penerapan pendekatan proses kelompok selalu dilaksanakan sebesar 32,7%. (2) Persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas yang dilaksanakan oleh Bapak Yudha: penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat preventif terkadang dilaksanakan sebesar 50%, penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat kuratif terkadang dilaksanakan sebesar 34,7%, penerapan pendekatan modifikasi perilaku terkadang dilaksanakan sebesar 40,9%, penerapan pendekatan iklim sosio-emosional terkadang dilaksanakan sebesar 39,7%, dan penerapan pendekatan proses kelompok terkadang dilaksanakan sebesar 41,4%. (3) Persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas yang dilaksanakan oleh Ibu Septian: penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat preventif terkadang dilaksanakan sebesar 37,5%, penerapan upaya pengelolaan kelas yang bersifat kuratif terkadang dilaksanakan sebesar 40,3%, penerapan pendekatan modifikasi perilaku terkadang dilaksanakan sebesar 38,2%, penerapan pendekatan iklim sosio-emosional terkadang dilaksanakan sebesar 35,6%, dan penerapan pendekatan proses kelompok sering dilaksanakan sebesar 32,5%. (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan rhitung 0,516 > rtabel 0,235 Saran dalam penelitian adalah (1) Bagi guru praktikan harus lebih menguasai teknik dan pendekatan pengelolaan kelas dan terampil dalam menerapkannya pada kegiatan pembelajaran, (2) Bagi Kepala sekolah harus memonitoring kegiatan guru-guru dalam mengelola kelas karena terbukti adanya hubungan antara kegiatan pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa, (3) Bagi peneliti lanjutan, hendaknya menambah atau mengembangkan teori mengenai kegiatan pengelolaan kelas dan teori mengenai hubungan pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa sehingga hasil penelitian semakin detail dan akurat.

Pengaruh strategi pembelajaran problem solving dan daya belajar Kolb terhadap hasil belajar bidang mekanika rekayasa mahasiswa Jurusan Teknik Sipil / Tri Kuncoro

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45 periode 2005-2007 / Risa Rosiana

 

ABSTRAK Rosiana, Risa. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Pada Perusahaan Yang Masuk Dalam Indeks LQ-45 Periode 2005-2007. Skripsi. Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Puji Handayati S.E., M.M., Ak., (II) Drs H. Sumadi M.M. Kata kunci : Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Return On Equity (ROE), dan harga saham. Kondisi perusahaan dapat tercermin dari harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi harga saham, maka biasanya menunjukkan kondisi perusahaan yang baik. Investor perlu mengetahui semua informasi yang akurat tentang fluktuasi harga saham agar investor bisa mengambil keputusan yang tepat. Indikator untuk mengukur harga saham diantaranya yaitu Earning Per Share yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih per lembar saham, Price Earning Ratio (PER) menunjukkan bahwa investor mengharapkan pertumbuhan dividen yang tinggi, Price to Book Value Ratio (PBV) yang menggambarkan kepercayaan pasar akan prospek perusahaan tersebut, tingkat efisiensi perusahaan dalam menggunakan dana untuk tujuan mendapatkan keuntungan dicerminkan oleh besar kecilnya Return On Equity (ROE) perusahaan. Harga saham masa lalu memiliki suatu pola tertentu dan berulang yang dapat digunakan untuk memprediksi harga saham. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara EPS, PER, PBV, ROE, dan harga saham masa lalu terdahap harga saham. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ-45 periode 2005-2007 sebanyak 45 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh EPS, PER, PBV, ROE, dan harga saham masa lalu terdahap harga saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel EPS, PER, PBV, dan harga saham masa lalu berpengaruh signifikan terhadap harga saham sedangkan variabel ROE tidak berpengaruh. Secara simultan EPS, PER, PBV, ROE, dan harga saham masa lalu berpengaruh signifikan terdahap harga saham sekarang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode penelitian dan mengganti objek penelitian, misalnya semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia agar hasil penelitian lebih mencerminkan kondisi pasar modal secara keseluruhan.

Developing a prototype of listening materials on monologue texts for the lower secondary students / Mahfud

 

Mahfud. 2014. Developing a Prototype of Listening Materials on Monologue Texts for the Lower Secondary Students. Tesis tidak diterbitkan. Universitas Negeri Malang. Program Pascasarjana dalam Pengajaran Bahasa Inggris . Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL. M.Pd (2) Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Kata kunci : pengembangan materi, menyimak, teks monolog, SMP Listening merupakan kemampuan berbahasa yang tidak bisa dihindari dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris. Namun, materi menyimak yang sesuai dengan siswa SMP sangat sulit didapat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan model materi menyimak teks monolog pada sekolah menengah pertama. Desain penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R & D). Prosedur penelitian ini ada tujuh langkah: analisa kebutuhan, pengembangan bahan, validasi ahli, revisi materi, tryout bahan, revisi setelah try out, dan menerbitkan produk akhir. Pada tahap analisa kebutuhan, kuesioner ditujukan kepada 97 siswa dan 6 guru bahasa Inggris. Wawancara juga dilakukan kepada guru bahasa Inggris. Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan bahwa responden memerlukan materi listening bahasa Inggris untuk teks deskripsi, teks recount dan teks naratif. Responden juga tertarik pada bentuk latihan dua jawaban, pilihan ganda, menjodohkan, melengkapi dan jawaban singkat pada ketrampilan pengucapan, intonasi, menemukan ide pokok maupun informasi rinci. Setelah analisa kebutuhan, produk materi menyimak dikembangkan berdasarkan hasil analisa kebutuhan tersebut. Produk dari penelitian ini adalah CD audio listening, buku siswa dan buku guru. CD audio listening berisi satu paket rekaman materi menyimak. Buku siswa terdiri dari 38 halaman utama berisi 5 unit, buku guru terdiri dari 48 halaman utama berisi 5 unit dan transkrip rekaman dilengkapi dengan cara penggunaan buku dan kunci jawaban. Produk tersebut diabsahkan oleh guru IT, guru Bahasa Inggris dan dosen. Data yang diperoleh dari validasi ahli menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan sudah baik, namun pembenahan pada grammar, pilihan kata dan rekaman dilakukan untuk perbaikan produk. Kemudian hasil pengembangan diuji-cobakan kepada kelas sesungguhnya. Unit 1 diuji-cobakan ke 32 siswa kelas VII, Unit 2 ke 35 siswa kelas VII, Unit 3 ke 30 siswa kelas VIII, Unit 4 ke 29 siswa kelas IX dan Unit 5 ke 30 siswa kelas IX. Observasi, kuesioner untuk siswa dan lembar penilaian untuk guru digunakan untuk pengumpulan data. Hasil uji coba menunjukkan bahwa materi menyimak yang dikembangkan sesuai untuk siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk akhir pengembangan materi menyimak ini sesuaiuntuk dipakai di SMP. Hal itu juga berarti bahwa produk materi menyimak ini dapat menjadi solusi ketiadaan materi menyimak yang sesuai untuk siswa SMP.

Ahl al-kitab in the Qur'an an analysis of selected classical and modern exegesis / by Jarot Wahyudi

 

Pengembangan bahan ajar pendidikan agama Islam SMP kelas VIII dengan model Dick, Carey & Carey di SMPN 04 Ampelgading Malang / Khoirul Effendiy

 

Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Pendidikan Agama Islam (PAI) Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar cetak berupa buku ajar PAI. Prosedur pelaksanaan pengembangan bahan ajar ini mengunakan sembilan langkah yang diadopsi dari model Dick, Carey & Carey (2001), di antaranya: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan umum, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) menganalisa siswa dan konteks, (4) merumuskan tujuan khusus, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan ajar, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi bahan ajar. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis data statistik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahan ajar PAI ini memenuhi kriteria sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, hal ini berdasarkan perolehan hasil dari analisis data secara keseluruhan dari penilaian ahli isi, ahli media, ahli desain, penilaian guru, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Hasil keseluruhan menunjukkan bahan ajar memperoleh 93%, panduan guru memperoleh 87%, dan panduan siswa memperoleh 89%. Berdasarkan temuan pengembang, beberapa saran dapat diberikan, di antaranya: (1) penggunaan bahan ajar hendaknya disesuaikan dengan buku panduan,(2) apabila bahan ajar digunakan di lembaga lain hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa yang ada, (3) bahan ajar ini, hendaknya disertai suplemen berupa CD pembelajaran.

Pengembangan sistem informasi pendukung pengambilan keputusan menggunakan data historis bidang akademik melalui teknilogi penambangan data (Studi pengembangan di Polinema) / Andriani Parastiwi

 

ABSTRAK Parastiwi, Andriani. 2009. Pengembangan Sistem Informasi Pendukung Pengambilan Keputusan Menggunakan Data Historis Bidang Akademik Melalui Teknologi Penambangan Data (Studi Pengembangan di Polinema). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. H.A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.; (II)Prof. Dr. Salladien; (III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, sistem informasi pendukung pengambilan keputusan, data historis, penambangan data. Pembangunan pendidikan di Indonesia saat ini lebih diarahkan pada peningkatan mutu agar mampu bersaing secara global. Persaingan global telah menimbulkan kompetisi global. Bila dalam bidang ekonomi, kompetisi global ditandai dengan pasar bebas yang akan memberikan kesempatan pada negara manapun untuk memasarkan produknya baik berupa barang dan jasa di negara manapun tanpa adanya batasan, maka dunia pendidikan menyikapinya dengan kolaborasi. Hal ini sudah mulai dirasakan akhir-akhir ini dengan semakin aktifnya para agen lembaga pendidikan luar negeri menawarkan kolaborasi program-programnya secara profesional dan proporsional. Masyarakat dapat lebih memilih lembaga pendidikan yang bermutu. Demikian pula lembaga pendidikan dapat lebih membidik calon peserta didik dengan segmen tertentu. Penjaringan calon peserta didik menjadi lebih terfokus. Penjaringan calon siswa terpadu dapat menaikkan kinerja institusi dan meningkatkan kompetitifnes dari institusi. Hal ini juga berlaku untuk pendidikan tinggi. Kunci pokok dari penjaringan calon peserta didik disini adalah mahasiswa, karena mahasiswa yang akan menerima layanan dan mahasiswa yang harus bekerja keras untuk sukses belajar dengan nilai akademis yang baik. Oleh karena itu sangatlah perlu diketahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Siapa mahasiswa yang diterima dan mendaftar ulang selama ini? Bagaimana segmentasi mahasiswa selama ini? Semua pertanyaan diatas dapat dijawab dengan mencermati data akademik mahasiswa yang ada mulai dari saat institusi didirikan sampai saat ini dimana telah terjadi timbunan data dalam berbagai bentuk data sumber. Dengan menggudangkan data sumber ke dalam Gudang Data, maka selanjutnya informasi/pengetahuan dapat digali dengan menggunakan teknologi penambangan data. Penambangan data dapat digunakan untuk menemukan pengetahuan guna melihat pola dan hubungan dalam satu set data mahasiswa yang besar dan kompleks. Dengan penambangan data segmentasi mahasiswa dapat diketahui, karakteristik mahasiswa yang diterima dan sukses belajar juga dapat dibuat. Dari jawaban tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk merencanakan satu bentuk kebijakan terkait layanan kepada mahasiswa Dalam pengembangan ini dikembangkan satu sistem informasi pendukung pengambilan keputusan bidang akademik melalui teknologi penambangan data dengan menggunakan data historis bidang akademik Polinema tahun 2001 sampai tahun 2004 yang sudah menggunung dan tidak digunakan lagi. Kegiatan yang dilakukan dalam mengembangkan produk penelitian ini diawali dengan studi kebutuhan informasi para pengelola institusi pendidikan yang menggunakan produk, sambil mengumpulkan semua data sumber dari berbagai pihak terkait yang ada di organisasi terkait sarana dan prasarana teknologi informasi. Infrastruktur jaringan dan komputer yang dimiliki organisasi juga didokumentasikan untuk menyesuaikan produk dengan lingkungan penerapan nantinya. Hasil studi kebutuhan informasi dan dokumentasi infrastruktur data dan sumberdaya dijadikan landasan pembentukan tim pengembang dan model produk yang dikembangkan. Tim pengembang terdiri dari 4 (empat) unsur organisasi, yaitu pimpinan tertinggi institusi, pimpinan bagian pengelola infrastruktur komputer dan jaringan, wakil ketua jurusan, dan sistem analis. Sistem analis sebagai fasilitator menggambarkan pentingnya pengembangan produk dan memfasilitasi diskusi dalam pengembangan produk. Data sumber yang bervariasi bentuk dan tempatnya selanjutnya siap untuk masuk ke tahapan penggudangan data. Gudang Data dikembangkan dengan memodelkan dimensi dengan menggunakan model dimensi snowflake-schema. Data sumber yang sudah dimodelkan kemudian dilakukan proses pembersihan data dan proses pemasukkan data ke gudang data. Model dimensi snowflake-schema digunakan karena memiliki keunggulan dalam kemampuannya menampilkan informasi/pengetahuan dengan teknologi penambangan data menggunakan algoritma pengelompokkan yang sederhana. Informasi/pengetahuan ini merupakan hasil dari produk yang selanjutnya dapat digunakan oleh pimpinan institusi pendidikan tinggi sebagai tambahan landasan dalam pengambilan keputusan. Ketepatan keputusan yang diambil tidak masuk dalam pengembangan ini. Ujicoba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik dari produk yang dihasilkan. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa kekuatan produk hasil pengembangan terletak pada kemudahan operasi. Produk memiliki menu pull-down yang jelas pemanfaatannya, struktur penampilan tiap layar teratur dan lebih menarik daripada tampilan manual. Hasil laporan analisis sangat bermanfaat mempercepat proses pengambilan keputusan terkait layanan ke mahasiswa dan dosen. Selain itu, volume laporan analisis yang disajikan relevan dengan kebutuhan. Keterbatasan produk yang dirasakan oleh para pengguna dalam hal lebih banyak informasi (pengetahuan) yang bisa digali dari sistem. Selain itu, semua pengguna merasa bahwa proses-refresh untuk data tahun berikutnya belum dikembangkan dalam produk ini. Dengan dikembangkannya algoritma penambahan data pada gudang data dan penambahan algoritma untuk penggalian informasi/pengetahuan dari gudang data akan menambah manfaat dari produk. ABSTRACT Parastiwi, Andriani. 2009. Development in Decision Support System using Historical Academics Data with Data Mining Technology (Development Study in Polinema). Dissertation, Educational Management Study Program, Graduate School, State University of Malang. Advisors: (I)Prof. H.A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.; (II)Prof. Dr. Salladien; (III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Keywords: research and development, decision support information system, historical academics data, data mining. Indonesia’s educational development is directed to the enhancement of quality in order to participate in global education. Globalization has lead to the global competitive. In the economics, global competitive in the form of open market which give no boundaries for marketing products, whwreas education using colaborations in facing globalization. This can be seen several foreign education’s institution offer their programs profesionally and proporsionally. Society can choose educational institution which suit their standard. So is the educational institution can choose their prospect’s student with excact segmentation in order to be more focus segmented’s recruitment. Integrated educational recruitment can increase the institution’s competence and increase competitiveness as well. This also important for higher education institution.The key factor in educational recruitment is students, because the students will use the services and students will have to work real hard to succeed with good grade. Therefore it’s important knowing the answer of these questions: who were the students accepted? How was the student’s segmentation? All of the above questions can be answered by insemining student’s academics data from the first entrance’s students up to now, hwereas the data are already a huge amount with a various forms. These source of data can be warehoused in a special form of database call data warehouse. The data warehouse can be digged using data mining technology to get knowledge. Data mining can be used to discover knowledge in viewing patterns and relations of a bunch of students’ data. Students’ segmentation using data mining can show the characteristics of the student’s admission and student’s succeed. From the answers of the above questions the planning on students’ services can be developed. This research and development is performed on developing a academics decision supprt system using data mining technology using Polinema’s historical academics data from the year of 2001 up to the year of 2004 which is not used any longger whereas the data are stored in various forms. The study is started with the information requirement of the institution’s managers who will use the product and collecting all data’s sources at the same time. The existance of the computer and network’s infrastructures were documented in order to accomodate the product in the exixting environment. The result of the information requirement and the documentations of the data’s form and resources are the foundation on forming the Development Team and modelling the product. Development Team consist of 4(four), they are: the director as a top manager, manager of the computer and network infrastuctures, head of department as a middle level manager, and a system analyst. System analyst as a facilitator draw the importance of product’s development and facilitate discussion. The various data’s sources forms and places now is ready to the next phase, that is data warehousing. Data warehouse was developed with snowflake-schema dimentional model and the data sources were then cleaned and store them in the warehouse database. The snowflake-schema dimentional model provides a structure that is easier to change as requirement is change and also provide a good ability in finding knowledge using simple data mining’s classification algorithm. The knowledge as a product of the system is now can be used as an additional facts in planning a new policy for the managers. The correctness of the policy taken is not the subject on this research. Product’s testing is used in collecting data on effectiveness, efficiency, and performance of the product. The testing’s results shows that the strength of the product is easiness on operating the product. The product use pulldown menu, every menu’s layer has a self documented name. The structure of every report has a better arangement than the manual reports. The analitical reports from the product are usefull in enhacing decision making process in the issue of making policy for students and lecturers’ services. The users’ eager on getting more knowledge from the product is one obstacle that can be done with more effort on digging more from the warehouse. On the other hand, refresh algorithm is not developed yet in this research. Therefore refresh’s algorithm and more algoritm on digging more information using data mining algorithm from a warehouse database are recommended in getting more usage of the product.

Pengaruh ROE dan arus kas operasi terhadap underpricing (studi pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015) / Mohamad Hadi Suseno

 

ABSTRAK Suseno, Mohamad Hadi. 2016. Pengaruh Return On Equity dan Arus Kas Operasi terhadap Underpricing (Study pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) Periode 2011-2015). Skripsi. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Yuli Soesetyo, S.E,. M.M. (II) Ruly Wiliandri, S.E,. M.M. Kata Kunci: Underpricing,Return On Equity, Arus Kas Operasi, Initial Public Offering Pada dasarnya perusahaan membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha dan membayar hutangnya. Perusahaan yang membutuhkan dana dapat melakukan Initial Public Offering. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya underpricing pada saat perusahaan melakukan penawaran perdana (IPO). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi variabel penelitian, serta pengaruh Return On Equity dan Arus Kas Operasi terhadap Underpricing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penetian ini sebanyak 111 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering periode 2011-2015. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 74 perusahaan. Instrumen data yang digunakan adalah format dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kondisi Underpricing, Return On Equity, dan Arus Kas Operasi perusahaan yang melakukan Initial Public Offeringperiode 2011-2015 berada pada klasifikasi rendah, 2) Return On Equity tidak berpengaruh terhadapUnderpricing, 3) Arus Kas Operasi tidak berpengaruh terhadapUnderpricing. Tidak berpengaruhnya Return On Equity dan Arus Kas Operasi disebabkan oleh tidak digunakannya prospectus oleh investor dalam melakukan investasi. Saran Pihak investor dalam mengambil keputusan investasinya sebaiknya mempertimbangkan informasi diluar rasio profitabilitas agar investor dapat mengetahui prospek perusahaan tersebut di masa depan serta return yang didapatkan sesuai dengan apa yang di harapkan.serta bagi peneliti selanjutnya sebaiknya tidak hanya memperhatikan variabel profitabilitas, tetapi lebih memperhatikan variabel lain seperti rasio likuiditas, leverage, dan arus kas, serta variabel yang mencerminkan kondisi ekonomi makro. Selain itu, perusahaan yang diteliti sebaiknya perusahaan di sektor yang sama dan menambah jangka waktu penelitian.

Islam and nation formation in Indonesia / by Andi M. Faisal Bakti

 

Penerapan model modified Problem BAsed Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri mahasiswa (studi pada mahasiswa Ekonomi Manajemen Universitas Malang) / Brahma Wahyu Kurniawan

 

, S2 Pendidikan Ekonomi, Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si, (II) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si Kata Kunci: modified problem based learning, berpikir kritis, efikasi diri Kurangnya kemampuan berfikir kritis dan efikasi diri yang rendah pada mahasiswa S1 Manajemen adalah masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan model pembelajaran Modified Problem Based Learning pada mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan peningkatan efikasi diri mahasiswa. Subyek penelitian ini adalah 46 mahasiswa manajemen. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif–kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi,wawancara dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri mahasiswa selama pemberian tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri mahasiswa selama pemberian tindakan pada tiap siklus rata-rata kemampuan berpikir kristis mahasiswa adalah: pertama, untuk aspek merumuskan masalah rata-rata skor kelompok untuk aspek ini meningkat 34.62%. Aspek yang kedua yaitu memberikan argumen dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 21.15%. Aspek yang ketiga adalah melakukan deduksi dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 26.28. Aspek yang keempat adalah melakukan induksi dengan rata-rata skoor kelompok meningkat sebesar 29.49%. Aspek yang kelima adalah melakukan evaluasi dengan skor kelompok meningkat sebesar 19.23%. Dan aspek yang terakhir adalah memutuskan dan melaksanakan dengan perolehan skor rata-rata kelompok mengalami peningkatan sebesar 32.69%. Sedangkan untuk efikasi diri tiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I skor rata-rata sebesar 75%, siklus II dengan skor rata-rata 85%, dan pada siklus III skor rata-rata 88%. Ini berarti model pembelajaran modified problem based learning dapat meningkatkan efikasi diri mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dengan metode modified problem based learning, bagi guru atau pengajar yang berminat mererapkan pembelajaran dengan metode ini harap memperhatikan pengelolaan kelas, dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mencari subyek penelitian/sekolah yang belum pernah dilakukan penelitian tindakan kelas, juga bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggunakan waktu yang tersedia.

Keefektifan diagram alir (Flow diagram) dalam pembelajaran ketrampilan proses untuk meningkatkan pemahaman konsep asam-basa dan prestasi siswa kelas II SMUN 5 Malang terhadap penggunaan diagram alir oleh Jelita

 

Pengaruh model pembelajaran 5-E learning cycle terhadap kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika bagi siswa kelas X MIA SMA Laboratorium UM / Nur Lutfia Afifah

 

Afifah, Nur Lutfia. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran 5-E Learning Cycle terhadap Kerja Ilmiah dan Prestasi Belajar Fisika Bagi Siswa Kelas X MIA SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Asim, M.Pd, (II) Dr. Muhardjito, M.S. Kata Kunci: model pembelajaran 5-E Learning Cycle, kerja ilmiah, prestasi     belajar Fisika     Model pembelajaran 5-E Learning Cycle merupakan model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik. Konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan dibentuk dalam pikiran manusia sendiri. Model pembelajaran 5-E Learning Cycle terdiri dari beberapa tahapan, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, evaluation.     Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen semu dan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA Laboratorium UM yang terdiri dari empat kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol. Setiap kelas yang menjadi sampel penelitian terdiri dari 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan berupa RPP dan LKS, dan instrumen pengukuran berupa lembar observasi kerja ilmiah dan tes tulis Fisika.     Berdasarkan hasil analisis terhadap kerja ilmiah dan prestasi belajar Fisika Fisika dengan uji-t. Hasil uji hipotesis kerja ilmiah siswa menujukkan hasil thitung = 6,666 > 2,0042 ( t56; .05), maka H0 ditolak. Selanjutnya rerata kerja ilmiah siswa 76,65 > 65,14. Karena thitung > ttabel, maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kerja ilmiah siswa yang belajar dengan model pembelajaran 5E Learning Cycle lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction. Hasil uji hipotesis prestasi belajar Fisika siswa menujukkan hasil thitung sebesar 0,939 < 2,0042 (t56; .05), maka H0 diterima. Selanjutnya rerata prestasi belajar Fisika siswa 74,27 > 71,89. Karena thitung < ttabel, maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran 5E Learning Cycle lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction.

Pengembangan multimedia berbantuan papan interaktif tentang peta kekayaan kebudayaan daerah-daerah di Indonesia untuk anak sekolah dasar / Fajar Ilman Aulia

 

ABSTRAK Aulia, Fajar.I. 2016. PengembanganMultimedia Berbantuan PapanInteraktif tentang Peta Kebudayaan Daerah-Daerah di Indonesia untuk Anak Sekolah Dasar.Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd., (II) Yerry Soepriyanto, S.T, M.T. Kata Kunci:Multimedia, Peta Kebudayaan, AnakSekolah Dasar. Pada kegiatan belajar mengenal kebudayaan daerah, siswa menghadapi beberapa kendala. Kendala tersebut misalnya gambar rumah adat, tarian yang terbuat dari kertas sehingga mudah sobek dan terkadang juga tidak jelas gambarnya. Kendala selanjutnya yaitu ketika guru menjelaskan dengan hanya memberikan contoh gambar, siswa kurang memperhatikan guru. Kebanyakan siswa asik bermain sendiri karena sebagian gambar tidak jelas. Selain itu, siswa kurang bisa terlibat langsung dalam belajar kebudayaan daerah jika hanya dengan memberi contoh gambar dan menjelaskan sehingga sangat membosankan. Tujuan dari pengembangan ini untuk menghasilkan suatu produk multimediainteraktifberbantuanpapanyang layak dan valid sebagai sumberbelajarpadatemabangga menjadi bangsa Indonesiakhususnyamengenalkebudayaan daerah-daerah di Indonesia. Penelitian inimenggunakan model pengembanganLee dan Owens. Subjek penelitian dalam pengembangan ini adalah siswa kelas 5-A SD Negeri Polehan 2 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif (instrumen ahli media, ahli materi, dan siswa). Media inidivalidasi oleh seorang ahli media, seorang ahli materi, dan diujicobakan kepada 29 siswa.Berdasarkan hasil angket ahli media danahlimaterimenunjukkanpersentase sebesar 85% dan 94%menunjukkanbahwa media ini valid danlayakdigunakansebagai media pembelajaran.Uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 87%, sehingga didapat kesimpulan bahwa dari segi kemenarikan dan keefektifan media sudah terpenuhi tetapi dari segi kelancaran penggunaan alat cukupterpenuhi. Saran untuk guru adalah perlu memberikan pendampingan anak ketika mengoperasikan multimedia interaktif berbantuan papan tentang peta kebudayaan daerah-daerah di Indonesia. Untuk sekolah adalah sebelum disebarluaskan sebagai media penunjang pebelajaran sebaiknya disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait seperti guru SD, dan sekolah untuk memperoleh pengakuan dan perijinan sebagai media yang valid dan layak digunakan. Bagi pengembang selanjutnya adalah dalam mengembangankan lebih diperhatikan tingkat keamanan terutama peletakan dan pengemasan perangkat keras yang dipergunakan, pelatakan posisi WII Remote dan LED infrared yang digunakan didesain sedemikian rupa agar pada saat penggunaan multimedia interaktif peta kebudayaan daerah-daerah di Indonesia sensor infrared tidak mudah terhalang oleh tangan.

Karakterisasi watak aluminium berdasarkan perubahan suhunya / oleh Eni Sri Wahyuni

 

Keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kepanjen pada materi koloid / Abdul Barri

 

Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif TPS, media pembelajaran, hasil belajar, minat belajar, koloid. Model pembelajaran kooperatif TPS yang terdiri dari tahapan think, pair, dan share tidak dapat berjalan efektif dalam penerapannya disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal dari siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dapat berdampak pada hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor serta minat belajar siswa. Beberapa upaya dapat dilakukan sebagai alternatif peningkatan keefektifan penerapan model kooperatif TPS salah satunya penggunaan media pembelajaran sebagai media bantuan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media pembelajaran siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kepanjen pada materi Koloid, (2) mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media pembelajaran siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kepanjen pada hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor serta minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu. Penelitian ini menggunakan dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yaitu kelas yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media pembelajaran. Kelas kontrol diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen tahun ajaran 2010/2011. Pengambilan sampel dengan cara tidak diacak. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari silabus, RPP, LKS dan hands-out) dan instrumen pengukuran yang terdiri dari tes, lembar observasi untuk menilai kemampuan afektif dan psikomotor siswa serta angket. Analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney U dan uji t pada signifikansi α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen (82,0) hampir sama dengan kelas kontrol (80,8). Hasil tersebut sama secara signifikan α = 0,99 > 0,05 pada taraf signifikansi 5%. Sedangkan hasil belajar afektif (87), psikomotor (93), dan minat belajar (47) siswa kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar afektif (82), psikomotor (88), dan minat belajar (43) siswa kelas kontrol. Hasil tersebut secara signifikan berbeda berturut-turut α = 0,006 < 0,05, α = 0,001< 0,05, dan α = 0,018< 0,05 pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan media pembelajaran lebih tinggi daripada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada hasil belajar afektif, psikomotor, dan minat belajar siswa.

Sebaran deposit piropilit di Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Novita Kartika Sari

 

ABSTRAK Sari, Novita Kartika. 2015. Sebaran Deposit Piropilit di Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Daeng Achmad Suaidi S.Si, M.Kom, (II) Sujito, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Piropilit, Resistivitas, Geolistrik, Konfigurasi Dipole-dipole Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tepatnya di wilayah Gunung Kitiran merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang mengandung mineral piropilit. Terdapat suatu perusahan pertambangan yang akan memperluas wilayah pertambagannya di salah satu bukit yang terdapat di wilayah Gunung Kitiran, karena daerah ini diduga juga terdapat mineral piropilit di lapisan bawahnya. Lokasi ini belum pernah dilakukan penelitian maupun proses penambangan sebelumnya, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar potensi mineral piropilit sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam proses penambangan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mineral piropilit berdasarkan luasan area yang disurvei. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi dipole-dipole yang memiliki penetrasi lebih dalam dari metode yang lainya. Tahapan metode yang digunakan adalah persiapan, survei lapangan, pengambilan data, pengolahan data dengan software Res2dinv, software Surfer 10, dan software Voxler, dan intrepetasi data. Interpretasi data meliputi prediksi kedalaman tiap lintasan, prediksi persentase luasan, dan prediksi volum mineral piropilit. Panjang lintasan 1 adalah 150 meter, lintasan 2 dan lintasan 3 adalah 110 meter, lintasan 4 adalah 120 meter dengan masing-masing spasi elektroda sebesar 10 meter. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan mineral piropilit antara lain pada lintasan 1 (S 08°19’05,4” dan E 112°41’19,2” sampai S 08°19’10,1” dan E 112°41’20,0”) memiliki luasan sebesar 862,049 dengan persentase sebesar 59,59% . Lintasan 2 (S 08°19’07,5” dan E 112°41’18,2” sampai S 08°19’11,0” dan E 112°41’17,7”) memiliki luasan sebesar 625,425 dengan persentase sebesar 9,38%. Lintasan 3 (S 08°19’11,5” dan E 112°41’15,5” sampai S 08°19’09,4” dan E 112°41’13,0”) memiliki luasan sebesar 16,834 dengan persentase sebesar 1,16%. Lintasan 4 (S 08°19’09,6” dan E 112°41’14,7” sampai S 08°19’09,4” dan E 112°41’10,8”) memiliki luasan sebesar 492,184 dengan persentase sebesar 37,01%. Potensi volum mineral piropilit dari empat lintasan yang digabungkan adalah 1.239.562,55 m3 dengan persentase sebesar 51,88%.

Penerapan metode Question Student Have (QSH) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata diklat kewirausahaan (studi kasus pada siswa kelas X B Akuntansi di SMK PGRI Pakisaji Malang) / Endang Irsyadah

 

Kata Kunci: Question Have (QSH), Motivasi, Hasil Belajar, Kewirausahaan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, berbagai upaya pendidikan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian-kajian dan pengembangan kurikulum di Indonesia secara bertahap, konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Salah satu strategi yang dapat memberikan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satu metode pembelajaran yang berkembang pada saat ini adalah pembelajaran aktif. Salah satu bentuk pembelajaran aktif adalah metode Question Student Have (QSH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran QSH pada kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji pada mata pelajaran Kewirausahaan, mengetahui motivasi belajar siswa pada kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji setelah menerapkan metode QSH pada mata diklat Kewirausahaan, mengetahui hasil belajar siswa pada kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji setelah menerapkan metode QSH pada mata pelajaran Kewirausahaan, mengetahui kendala-kendala dan solusi yang dihadapi dalam menerapkan model pembelajaran QSH pada kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji pada mata pelajaran Kewirausahaan, penerapan model pembelajaran QSH pada kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di SMK PGRI Pakisaji pada mata pelajaran Kewirausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi B SMK PGRI Pakisaji Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, catatan lapangan dan angket motivasi siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I skor tertinggi yang diperoleh adalah 45 dan skor maksimalnya adalah 52, dengan presentasi nilai rata-rata 86,54% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapatkan poin B. Sedangkan skor terendah adalah 34 dengan skor maksimal 52, dengan presentase nilai rata-rata yaitu 65,38% dan termasuk dalam kategori cukup dan mendapat poin C. Pada siklus II skor tertinggi yang diperoleh adalah 52 dengan nilai rata-rata 100% dan termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapat poin A. Sedangkan skor terendah adalah 35 dengan skor maksimal 52, presentasi nilai rata-rata yaitu 67,3% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapat poin B. Peningkatan yang signifikan dan secara keseluruhan pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi dan aktifitas belajar. Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang terlihat dari perbandingan hasil pre test dan post test sebelum penerapan metode QSH dan jumlah siswa yang tuntas belajar pada saat pre test dan post test. Hasil pre test terdapat sebanyak 6 siswa (15,8%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 32 siswa (84,2%). Hasil setelah tindakan (post test) menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan siswa yang tuntas sebanyak 33 siswa (86,8%) dan yang belum tuntas sebanyak 5 siswa (13,1%). Walaupun pada setelah tindakan masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah hal yang wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua.

Islamic law and adat encounter the experience of Indonesia / by Ratno Lukito

 

Korelasi antara nilaitest masuk Matematika dengan prestasi studi siswa jurusan IPS dalam mata pelajaran Matematika, Tata Buku dan Hitung Dagang di SMA Katholik Diponegoro Blitarr angkatan tahun 1976 / Yoni Ismiyati

 

Pengaruh citra merek terhadap minat beli konsumen (studi pada Warung Lesehan Cak Jais Jalan Yos Sudarso Bedali Lawang) / Jadi Ksatria

 

ABSTRAK Ksatria, Jadi 2015. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Pada Warung Lesehan Cak Jais di Jalan Yos Sudarso Bedali Lawang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. F Danardana M, M.M, (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M Kata Kunci : Citra Merek dan Minat Beli Seiring dengan perkembangan zaman, persaingan di bidang bisnis menjadi semakin ketat. Salah satu bidang usaha yang sangat ramai pelaku bisnisnya adalah usaha menjual makanan. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya bermunculan pelaku bisnis baru. Hal tersebut membuat para produsen makanan berusaha bagaimana caranya agar usaha rumah makan mereka bisa tetap berjalan dan mendapatkan konsumen, salah satunya yaitu dengan membuat merek dagang yang bisa melekat di benak konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) pengaruh dukungan asosiasi merek terhadap minat beli konsumen, 2) pengaruh kekuatan asosiasi merek terhadap minat beli konsumen, 3) pengaruh keunikan asosiasi merek terhadap minat beli konsumen pada warung lesehan Cak Jais. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen yaitu mengenai citra merek dan variabel terikatnya yaitu minat beli konsumen pada warung lesehan Cak Jais di Jalan Yos Sudarso Bedali Lawang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh konsumen warung lesehan Cak Jais periode April 2014. Karena jumlah populasi yang tidak dapat diketahui secara pasti jumlahnya, maka hal ini termasuk infinite population.. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) dukungan asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. 2) kekuatan asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli 3) keunikan asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. 4) variabel dimensi keunikan asosiasi merek mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel yang lainnya maka variabel dimensi keunikan asosiasi merek mempunyai pengaruh yang dominan terhadap minat beli konsumen.

Penerapan contextual teaching and learning untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bagi siswa kelas 5 SDN Ketawanggede 1 Kota Malang / Betty Rosmalina Pribadi

 

Kata kunci: Model Contextual Teaching and Learning, Menulis Puisi, Keterampilan Menulis. SDN Ketawanggede 1 Kota malang merupakan sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diperlakukan mulai tahun ajaran 2006. Berdasarkan hasil observasi awal ditemukan kondisi tentang siswa kurang mampu menulis secara runtut dengan menggunakan kalimat efektif yaitu dalam memilih kata yang tepat dan belum menggunakan ejaan yang benar. Terutama dalam menulis puisi siswa kelas 5 masih menemukan kesulitan dalam pemilihan kata. Siswa cenderung terlihat jenuh setiap kali pembelajaran yang hanya dilakukan di ruang kelas. Permasalahan ini dicoba diatasi dengan penerapan model contextual teaching and learning dan mencoba pula pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Kegiatan belajarnya dilakukan di luar kelas dan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk meningkatkan keaktifan siswa sehingga keterampilan siswa akan terlihat. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran contextual teaching and learning bagi siswa kelas 5, (2) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa serta cara mengatasinya dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran contextual teaching and learning bagi siswa kelas 5. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang meliputi beberapa tahap yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokementasi. Data yang dianalisis pada penelitian ini berupa keterampilan menulis yang diperoleh melalui hasil penilaian proses belajar mengajar dan hasil penilaian terakhir pembelajaran yang didapat dari nilai test akhir, dan aktivitas siswa diperoleh dari keaktifan siswa selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 5 SDN Ketawanggede 1 Kota Malang, dengan jumlah siswa sebanyak 25 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2010-2011, jenis data yang dipakai dalam penelitian ini berupa nilai Bahasa Indonesia, lembar kerja siswa, dan lembar penilaian proses menulis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa SDN Ketawanggede 1 Kota Malang pada pelajaran bahasa Indonesia; 2) Setelah diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning pada siklus I materi menulis puisi naik dari rata-rata nilai sebelum tindakan yaitu 63,2 menjadi 71,56, dan pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus I menjadi 77,08. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning dan pembelajaran di luar kelas perlu diterapkan di kelas, karena dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Dengan melaksanakan pembelajaran di luar kelas, siswa dapat mengamati lingkungan sekitar sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dengan cara mengalami sendiri dan membantu siswa karena membuat siswa lebih aktif dan tidak jenuh saat pembelajaran berlangsung.

Muhammad ibn Idris Al-Shafi'i and his role in the development of Islamic legal theory / by Ahmad Hakim

 

Pengembangan digital magazine bermuatan nilai karakter sebagai media pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa pada mahasiswa akuntansi / Layly Dwi Rohmatunnisa'

 

ABSTRAK Rohmatunnisa’, LaylyDwi. 2016. Pengembangan Digital Magazine BermuatanNilaiKarakterSebagai Media PembelajaranSiklusAkuntansi Perusahaan JasaPadaMahasiswaAkuntansi.Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) NujmatulLaily, S.Pd., M.SA, (II) Sulastri, S.Pd., M.SA. Kata Kunci: media bermuatannilaikarakter, digital magazine, siklusakuntansi. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembangan media pembelajarandigital magazine.Penelitianinibertujuanuntukmenghasilkan media pembelajaranberupa digital magazinebermuatannilaikarakter yang diaplikasikanuntukmahasiswa semester pertamajurusanakuntansiUniversitasNegeri Malang. Materi yang disajikanadalahmaterimengenaisiklusakuntansiperusahaanjasa. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembangan yang mengacupadametode model Research and Development (R&D). Dalampenelitianiniterdapat 7 (tujuh) tahapanyaitu (1) analisiskebutuhan, (2) pengembanganprodukawal, (3) validasiahli, (4) revisiproduk I, (5) ujicobalapanganterbatas, (6) revisiproduk II, (7) produkakhir. Data yang diperolehdalampenelitianinibersifatkuantitatifdankualitatif.Data kuantitatifdiperolehdaripenelitianprodukpengembangan yang disusundenganskalalikert, sedangkan data kualitatifdiperolehdarikritikdan saran olehahlidanpengguna yang dituangkandalamangket.Sumber data penelitianantaralain 2 dosensebagaiahli media pembelajarandanahlimateripembelajaran, 36 mahsiswa program studiakuntansi, dan 35 mahasiswa program studipendidikanakuntansiUniversitasNegeri Malang. Teknikanalisis data yang digunakandalampenelitianiniadalahanalisisdeskriptifpersentase, yaituteknikuntukmengubah data kuantitatifmenjadibentukpersentasekemudiandiinterpretasikandengankalimat yang bersifatkualitatif. Bedasarkanpenilaianahli media pembelajaran, ahlimateripembelajaran, danujilapanganterbatasolehpengguna, kualitas media pembelajaran yang telahdikembangandikategorikan valid danlayakdigunakanuntuk proses pembelajarandenganskor rata-rata 93.8% olehahli media pembelajaran, 94.1% olehahlimateri, dan 82% olehpengguna.

Pengaruh metode pembelajaran akuntansi dengan pendekatan problem solving terhadap hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas 2 di SMK Bhakti Mulia Pare / oleh Anik Puji Astutik

 

Perancangan desain komunikasi visual sebagai media promosi lembaga I Love Brilliant di Kota Malang / Iwan Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Iwan. 2009. Perancangan Media Promosi Lembaga I Love Brilliant Malang. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Pranti Sayekti S.Sn, M.Si. Kata Kunci: media promosi, perancangan, pra sekolah. Banyak berdirinya lebaga pendidikan pra sekolah di Malang, membuat para pemilik lembaga pendidikan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuhkembangkan antusiasme masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini dengan melalui perancangan media promosi. Media promosi merupakan suatu bentuk langkah rancangan periklanan, dimana hal tersebut dapat digunakan untuk menciptakan maupun meningkatkan citra positif dari lembaga, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan keuntungan lembaga. Perancangan disini merupakan perancangan media promosi bagi Lembaga I Love Brilliant Malang. Lembaga I Love Brilliant Malang adalah lembaga pendidikan pra sekolah yang bertujuan mempersiapkan generasi yang memiliki wawasan luas yang mampu bersaing dimasa yang akan datang. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif terhadap Lembaga I Love Brilliant Malang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi (3) kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus penelitian ini yaitu: (1) konsep perancangan komunikasi visual (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan media komunikasi visual. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah perancangan media promosi Lembaga I Love Brilliant Malang sebagai media promosi dengan bentuk visualisasi yang sesuai dengan karakter produk beserta media yang digunakan. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk lebih meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Lembaga I Love Brilliant Malang. Dalam pelaksanaannya, pemasaran lembaga diharapkan bisa lebih luas jangkauanya pada khalayak umum sebagai konsumen maupun calon konsumen.

Pola asuh orang tua dan kemandirian anak (studi kasus pada ananda dan dinda di TK Permatan Iman 3 Malang) / Rini Suharti

 

ABSTRAK Suharti, Rini. 2015. Pola Asuh Orangtua Dan Kemandirian Anak (Studi Kasus Pada Ananda Dan Adinda di TK Permata Iman 3 Malang). Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd M.Pd. Kata Kunci: anak usia dini, pola asuh, kemandirian Ada gejala anak-anak mengalami keterlambatan kemandirian. Keterlambatan kemandirian diduga ada kaitanya dengan penerapan pola asuh yang dilakukan oleh orangtua. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan pola asuh orangtua Ananda, (2) mendeskripsikan kemandirian Ananda, (3) mendeskripsikan pola asuh orangtua Adinda, dan (4) mendeskripsikan kemandirian Adinda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek/sasaran penelitian ini adalah pola asuh orangtua Ananda, kemandirian Ananda, pola asuh orangtua Adinda dan kemandirian Adinda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan kegiatan triangulasi, member chek dan peer debreefing. Kegiatan analisis data dimulai dengan pemaparan data, mereduksi data, mengkategorisasi data dan interpretasi data. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, Pola asuh dari orangtua Ananda lebih condong kearah pola asuh permissive-indifferent atau kurang memperhatikan perkembangan anak, dikarenakan orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya, hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kemandirian Ananda. Kedua, kemandirian Ananda masih sangat kurang dalam hal kemampuan berinteraksi dengan oranglain, tidak bergantung pada orang lain, bertanggung jawab, punya rasa percaya diri, maupun kemampuan dalam memecahkan masalah. Ketiga, pola asuh orangtua Adinda lebih kearah pola asuh permissive-indulgen atau yang terlalu lemah dan memanjakan anak, hal ini juga berpengaruh sekali dalam perkembangan kemandirian Adinda. Keempat, kemandirian Adinda masih sangat kurang dalam hal kemampuan dalam mengendalikan emosi, bertanggung jawab, berinteraksi dengan orang lain, tidak bergantung pada orang lain, mempunyai rasa percaya diri, serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Pola asuh kedua orangtua Ananda dan Adinda sangat berpengaruh terhadap kemandirian dari Ananda dan Adinda, sehingga kedua anak tersebut mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemandirian. Disarankan bagi para Orangtua hendaknya mencari tahu mengenai pola asuh yang tepat untuk anaknya. Sehingga tidak terjadi kesalahan yang signifikan. Apabila sudah terlanjur melaksanakan pola asuh yang kurang baik, maka hendaknya mengganti pola asuh dengan yang lebih baik. Bagi guru Hendaknya guru membantu dalam meningkatkan kemandirian Ananda dan Adinda yang telah terdeteksi mengalami keterlambatan dalam perkembangannya. Sehingga anak bisa mencapai tingkat kemandiriannya setara dengan anak-anak lain pada umumnya.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |