Pengembangan instrumen penilaian pada materi PPKn sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 3 Malang / Nur Fadilah

 

Fadilah, Nur. 2014. Pengembangan Instrumen Penilaian pada Materi PPKn sebagai Upaya untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Untari M.Si (2) Siti Awaliyah S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: Instrumen Penilaian, Materi PPKn, Kelas VII SMPN 3 Malang Penilaian termasuk salah satu bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran, sebab kegiatan ini akan dijadikan cerminan untuk melihat perkembangan atau kemajuan belajar siswa dari waktu ke waktu. Pengembangan kurikulum 2013 memfokuskan pelaksanaan penilaian pada berbagai aspek penilaian dalam pencapaian tujuan pembelajaran.Guru dituntut untuk mengembangkan instrumen penilaian yang harus mencakup semua aspek dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Namun dalam pelaksanaan guru masih kesulitan dalam menentukan penilaian pada berbagai aspek penilaian baik kognitif, afektif dan psikomotor.Guru masih menekankan pada aspek penguasaan pengetahuan yang menekankan pada aspek pengulangan materi dengan cara mengingat, menghafal sejumlah konsep, walaupun sesungguhnya menyadari bahwa dalam pelaksanaan penilaian secara menyeluruh baik dari aspek afektif, kognitif, dan psikomotor tidaklah relevan jika hanya menggunakan instrumen penilaian yang hanya dapat menekankan pada aspek pengulangan materi tersebut. Kendala tersebut muncul karena belum adanya acuan yang jelas, dianggap masih belum terencana dan terstruktur, dan diperlukan persiapan dalam pelaksanaan. Berdasarkan uraian di atas tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian pada materi PPKn sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Model Penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam pengembangan instrumen penilaian adalah model pengembangan Borg and Gall 1989. Mengacu pada model pengembangan oleh Borg dan Gall dalam Sukmadinata (2013:169-170) dari maka dalam penelitian dan pengembangan ini mengambil dan menggunakan 8 langkah. Pengambilan 8 langkah-langkah pengembangan tersebut disesuaikan dengan pendapat Ardhana (2002:09) yang mengemukakan bahwa prosedur pelaksanaan penelitian dan pengembangan bukan merupakan langkah yang kaku, setiap langkah pengembangan tentunya dapat memilih serta menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengembangan produk berdasarkan kondisi khusus yang dihadapi oleh peneliti dalam proses pengembangan. Model Pengembangan dilakukan hanya sebatas pada uji prototype produk, mengingat pertimbangan waktu yang lama dan sederhana. Langkah-langkah pengembangan yang digunakan peneliti dalam mengembangkan instrumen penilaian yaitu: (1) analisis kebutuhan awal; (2) merancang produk; (3) membuat produk instrumen penilaian; (4) uji validasi ahli produk instrumen penilaian; (5) revisi produk I; (6) uji coba lapangan terbatas; (7) revisi produk II; (8) produk akhir instrumen penilaian. Hasil penelitian pada penelitian pengembangan ini adalah berupa produk yaitu instrumen penilaian yang telah divalidasi oleh ahli penilaian I & II, serta dilaksanakan uji coba lapangan terbatas pada sasaran pengguna produk yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang sebanyak 6 orang siswa. Berdasarkan hasil uji validasi dalam Bab IV, secara keseluruhan produk pengembangan instrumen penilaian yang dikembangkan memperoleh hasil validasi dari ahli penilaian I dengan presentase sebesar 75%. Hasil validasi yang dilaksanakan oleh ahli penilaian II memperoleh hasil validasi sebesar 76,67%. Hasil uji coba lapangan terbatas pengisisan angket penerapan instrumen penilaian diperoleh hasil presentase sebesar 78,33%. Dari hasil ketiga validasi instrumen penilaian pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dikategorikan hasil valid, layak, sehingga tidak perlu adanya revisi dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Hasil pengerjaan instrumen penilaian siswa menunjukkan hasil yang baik. Penilaian pada aspek kognitif dan psikomotor di atas kriteria ketuntasan minimal < 80 serta penilaian aspek sikap juga menunjukkan kriteria baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar atau referensi bagi pengembang yang lain untuk mengembangkan Instrumen penilaian untuk pembelajaran pada materi PPKn yang lain. Selain itu diharapkan pula untuk mengujicobakan instrumen penilaian yang dikembangkan pada kelompok subyek ujicoba yang lebih besar agar memperoleh kriteria yang sangat valid, layak dan efektif dalam pembelajaran.

An Analysis of paragraphs of the articles in The Indonesian Quarterly" through grice's rhetorical principles / by V. Luluk Prijambodo"

 

Pengaruh latihan pliometrik double leg hop terhadap jauh loncatan start jump (grab start) renang bagi atlet perkumpulan renang Amarta Aquatic Kota Malang / Satria Puji Kurniawan Wibowo

 

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan kognitif pelajaran Geografi siswa SMA Negeri di Kotamdya Malang tahun ajaran 1985/1986 / Sugeng Priyanto

 

Hubungan minat baca prosa fiksi dengan kemampuan mengapresiasi prosa fiksi siswa kelas II SMA Negeri III Malang tahun 1985/1986
Endah Tri Priyatni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual untuk siswa kelas VIII SMP / Indah Yulianti

 

Yulianti, Indah. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sistem Persamaan Linier Dua Variabel berciri Kontekstual untuk Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S, M.Sc. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, sistem persamaan linier dua variabel, kontekstual Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa disetiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika dengan maksimal, salah satunya diperlukan perangkat pembelajaran matematika yang inovatif. Salah satu perangkat pembelajaran matematika yang inovatif yaitu perangkat pembelajaran matematika berciri kontekstual. Dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berdasarkan pada perangkat pembelajaran matematika berciri kontekstual, siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta dapat menerapkan materi yang mereka pelajari dalam kehidupan nyata. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas VIII SMP. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa termasuk lembar tes untuk setiap kegiatan akhir pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual ini adalah model pengembangan Plomp dengan modifikasi (Hobri, 2010:17-26). Data hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh dari penilaian validator ahli dan praktisi terhadap produk pengembangan yang telah disusun. Berdasarkan analisis data hasil validasi diperoleh persentase penilaian validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebesar 87,5%, persentase penilaian validitas lembar tes sebesar p=95,8%, dan persentase penilaian validitas Lembar Kerja Siswa sebesar 87,5%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual dinyatakan valid. Data hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari respon siswa sebagai subjek uji coba lapangan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan penilaian observer terhadap keterlaksanaan pembelajaran. Berdasarkan analisis data uji kepraktisan, diperoleh persentase penilaian respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran sebesar 97,3%, persentase penilaian pengamatan aktivitas guru sebesar 87,5%, dan persentase penilaian pengamatan aktivitas siswa sebesar 90.18%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual dinyatakan praktis. Data hasil uji keefektifan diperoleh dari hasil tes evaluasi belajar subjek uji coba lapangan. Berdasarkan analisis data hasil tes evaluasi belajar siswa dapat diketahui bahwa nilai rerata semua siswa sebagai subjek uji coba di atas 75. Sehingga dapat dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel berciri kontekstual efektif untuk digunakan. Meskipun perangkat pembelajaran telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif, dilakukan beberapa revisi berdasarkan saran dari validator dan hasil uji coba lapangan untuk perbaikan produk yang dikembangkan.

Perlunya partisipasi anggota guna menunjang usaha koperasi (suatu studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Putih" Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang) / oleh Agus Priyono"

 

Pengelolaan kelas dalam pembelajaran bagi anak terpidana (studi kasus di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Anak Kota Blitar) / Devi Mariana

 

Mariana, Devi. 2014. Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran Bagi Anak Terpidana (Studi Kasus di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Anak Kota Blitar). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M. Pd, (II) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Pembelajaran, Anak Terpidana. Seringkali pengelolaan kelas dianggap sebagai pengaturan ruang kelas, padahal yang terpenting adalah pengkondisian kelas pada saat pembelajaran. Keberhasilan belajar peserta didik di kelas, disamping dipengaruhi faktor pembelajaran, dipengaruhi pula oleh faktor pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas merupakan kegiatan mengatur proses belajar mengajar di kelas agar tercipta suasana belajar yang efektif. Pengelolaan kelas yang tepat yaitu yang dapat merubah tingkah laku anak menjadi lebih baik dalam pembelajaran. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh deskripsi tentang “pengelolaan kelas dalam pembelajaran bagi anak terpidana” dengan fokus penelitian sebagai berikut: (1) karakteristik peserta didik dan pendidik di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Anak, (2) kegiatan pengelolaan kelas di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Anak, (3) pendekatan dalam pengelolaan kelas di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Anak, (4) masalah yang muncul dalam pengelolaan kelas di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Anak, dan (5) upaya dalam menyelesaikan masalah pengelolaan kelas di SD Istimewa 3 Lembaga Pemasyarakatan Anak. Untuk menjawab kelima fokus penelitian tersebut, penelitian kualitatif ini dirancang menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian di SD Istimewa 3 LPA Blitar. Pengumpulan data dilaksanakan dengan (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Sedang untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan pengecekan kredibilitas yang pelaksanaannya dilaksanakan dengan triangulasi, kecukupan referensial, dan pengecekan keanggotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peserta didik dan pendidik di SD Istimewa 3 LPA Blitar beragam, peserta didik berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan usia dan status pasal yang berbeda, jumlah peserta didik di SD Istimewa 3 saat ini yaitu 16 anak, pendidik di SD Istimewa 3 LPA Blitar berasal dari petugas LPA sendiri yang masuk pada sub bidang pembinaan dan pendidikan, serta pendidik dari luar LPA yaitu guru dari Dinas yang memiliki jam mengajar kurang sehingga mengajar di LPA, dan guru bantu dari luar, jumlah guru di SD Istimewa 3 terbatas, keseluruhan berjumlah 6 orang. Kegiatan pengelolaan kelas di SD Istimewa 3 dilakukan oleh guru diawali dengan mempersiapkan kondisi kelas dan para peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Seluruh peserta didik mendapatkan instruksi dari petugas jaga untuk bersiap – siap dan berkumpul untuk segera bersekolah dan memasuki kelas masing – masing. Setiap peserta didik yang mendapat jadwal piket kelas terlebih dahulu membersihkan kelas dengan menyapu lantai, menata bangku dan meja. Metode yang dilakukan oleh guru antara lain ceramah, tanya jawab, penugasan, kelompok dan demonstrasi. Media yang guru gunakan dari fasilitas yang diberikan sekolah seperti buku pelajaran berupa buku paket. Pendekatan yang lebih ditekankan oleh guru adalah pendekatan perubahan tingkah laku Masalah dalam pengelolaan kelas yaitu ruang kelas yang terbatas dikarenakan murid yang jumlahnya sedikit,sebagian besar peserta didik malas dan kurang berusaha dalam proses pembelajaran di dalam kelas, guru tidak dapat memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada para peserta didik sebab buku tulis dan buku paket pelajaran selalu dikembalikan di ruang guru, sarana dan prasarana seperti buku alat peraga yang tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik, banyak peserta didik yang tidak aktif di kelas, peserta didik kesulitan untuk menyampaikan pendapat. Upaya menyelesaikan masalah pengelolaan kelas, yaitu guru mengelola kelas dengan memberi metode ceramah dan diskusi kelas yang menyenangkan dengan mengajak peserta didik mengemukakan pendapat terhadap masalah yang dihadapi dari setiap materi pelajaran, guru bertindak tegas dengan memberi sanksi dan memberi tugas pada peserta didik yang melanggar peraturan, Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu: (1) Kepala SD Istimewa 3 LPA Blitar, hendaknya memberikan bimbingan dalam mengelola pendidik terutama dalam mengelola kelas yaitu selalu menggunakan rancangan pembelajaran sebelum melakuan pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien; (2) Pendidik SD Istimewa 3 LPA Blitar, hendaknya lebih serius dalam mengelola kelas agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Dalam hal ini guru seharusnya menggunakan pendekatan dalam mengelola kelas agar dapat menstabilkan proses belajar dan menjaga efektifitas pembelajaran di kelas; (3) Ketua jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya mendorong dan membimbing pendidik dan tenaga kependidikan dalam jurusan Administrasi Pendidikan untuk lebih baik dalam memanajemen kelas agar tujuan setiap matakuliah tercapai; (4) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Anak Kota Blitar hendaknya lebih memperhatikan Sub. Binadik yang mengurus masalah pendidikan anak-anak terpidana agar mereka dapat sepenuhnya memperoleh pendidikan, terutama memperhatikan pendidik agar lebih baik dalam mengelola kelas di SD Istimewa 3 LPA Blitar; (5) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Blitar, hendaknya membimbing guru di sekolah-sekolah termasuk SD Istimewa 3 yang terletak di dalam LPA untuk mengembangkan pengelolaan kelas yang baik terutama untuk pembelajaran peserta didik; dan (6) Peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian secara kualitatif atau kuantitatif dan penelitian tindakan terkait dampak pengelolaan kelas bagi kesiapan belajar peserta didik, pengaruh manajemen kelas dengan berbagai pendekatan.

Kedudukan dan peranan partai politik dan Golongan Karya dalam pembangunan politik orde baru
Petir Pudjantoro

 

Eksistensi upacara Adat Distrikan Danau Ranu berbasis nilai kearifan lokal di Desa Ranuklindungan Kecamatan Gtati Kabupaten Pasuruan / Deny Arividya Noviyanto

 

Noviyanto, Deny Arividya. 2014. Eksistensi Upacara Adat Distrikan Danau Ranu Berbasis Nilai Kearifan Lokal di Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Dr. H. M. Yuhdi Batubara, S.H., M.H Kata Kunci: Eksistensi Upacara Adat Distrikan Danau Ranu, Berbasis Nilai Kearifan Lokal. Indonesia merupakan negara multi kultural yang kaya akan kebudayaan, adat istiadat, upacara adat, dan sebagainya. Upacara adat Distrikan danau Ranu di Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kebudayan yang dimiliki oleh Indonesia. Upacara adat tersebut ditengarai memiliki keunikan yang berbeda dan di dalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang digunakan sebagai pedoman hidup masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) latar belakang sejarah dan tujuan diadakannya upacara adat Distrikan danau Ranu, (2) prosesi pelaksanaan upacara adat Distrikan danau Ranu, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam upacara adat Distrikan danau Ranu, dan (4) pandangan masyarakat tentang upacara adat Distrikan danau Ranu. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, informan terdiri dari pemerintah desa Ranuklindungan, sesepuh desa, Koordinator balai danau Ranu, dan beberapa masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data tema kultural (componential analysis). Untuk melakukan pengecekan keabsahan data dengan cara: (1) ketekunan pengamatan (2) triangulasi. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: mendeskripsikan (1) latar belakang sejarah dan tujuan diadakannya upacara adat Distrikan danau Ranu bermula pada waktu itu terjadi kemarau panjang dan danau Ranu merupakan tumpuan bagi kehidupan petani dan nelayan setempat yang mencakup tiga kecamatan. Kemudian muncul inisiatif dari masyarakat sekitar danau Ranu untuk mengadakan selamatan yang kemudian disebut dengan Distrikan. Tujuan utama dari upacara Distrikan adalah memohon kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar segera diturunkan hujan. Selain itu, upacara Distrikan juga bermaksud untuk meminta kepada sing Mbaureksa atau sang penguasa danau Ranu agar tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya yang memanfaatkan perairan atau yang melakukan kegiatan di danau tersebut. Kegiatan tersebut juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada masyarakat sekitar. (2) prosesi pelaksanaan upacara adat Distrikan danau Ranu yang dilaksanakan setiap awal bulan Muharam dilakukan dengan cara, jauh hari sebelum pelaksanaan upacara tersebut, pemerintah desa membentuk panitia persiapan upacara Distrikan. Di hari pelaksanaan upacara distrikan, diawali dengan kirab budaya pada pagi hari yang nantinya akan berakhir dipendopo danau Ranu. Setelah rombongan tiba di tempat tujuan, prosesi upacara Distrikan pun dimulai yang diawali dengan: (a) acara pembukaan, (b) pembacaan legenda, (c) sambutan-sambutan, (d) pembacaan doa, (e) di akhiri dengan acara larung sesaji. Sesaji yang dilarung adalah nasi tumpeng dan dua binatang hidup yang berupa ayam putih mulus dan itik putih mulus. (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam upacara adat Distrikan danau Ranu sangat banyak apabila masyarakat mampu memahami makna dari upacara adat Distrikan tersebut. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara adat distrikan adalah (a) nilai religius, (b) nilai gotong royong, (c) nilai kebersamaan, (c) nilai guyub (kerukunan), dan (e) nilai kesederhanaan. (4) pandangan masyarakat tentang upacara adat Distrikan danau Ranu bermacam-macam. Ada yang beranggapan kegiatan tersebut baikdemi keselamatan dan kebaikan bersama, ada pula yang beranggapan kegiatan larung sesaji tersebut merupakan kegiatan musyrik. Karena adanya kontroversi pemahaman tentang makna dari Distrikan tersebut, kegiatan tersebut sempat mengalami kekosongan yang cukup lama. Tetapi, dengan dibangunnya pendopo danau Ranu, kelompok dari generasi muda desa Ranuklindungan mempunyai komitmen untuk mengembangkan pariwisata di danau Ranu dengan memunculkan kembali Distrikan sebagai maskot budaya dari danau Ranu. Setelah melakukan musyawarah dengan para tokoh dan sesepuh desa, akhirnya upacara adat Distrikan dimunculkan kembali namun dalam versi yang berbeda. Kegiatan tersebut dikemas dengan kegiatan islami seperti diadakannya pengajian atau pembacaan tahlil, dan juga larung sesaji tetap diadakan namun dengan tujuan sebagai budaya, tidak untuk kegiatan sakral. Kemudian,dengan diadakan upacara adat Distrikan diharapkan mampu menjadimedia untuk kerukunan warga sekitar danau Ranu. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan sebagai berikut:(1) agar asyarakat sekitar danau Ranu diharapkan tetap mampu melestarikan upacara adat Distrikan beserta dengan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung, dan juga mewariskan budaya beserta nilai-nilainya tersebut kepada generasi penerus agar kebudayaan tersebut tidak hilang terkikis perkembangna zaman. (2) agar Pemerintah kabupaten pasuruan diharapkan mampu memberikan dukungan baik berupa materiil maupun moril kepada pihak-pihak yang bersangkutan agar kelestarian budaya lokal yang ada di Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati kabupaten pasuruan tetap terjaga. (3) agar kecamatan-kecamatan sekitar danau Ranu yang dulunya juga mendapatkan manfaat dari perairan danau Ranu juga ikut serta dalam memeriahkan kebudayaan tersebut. Dengan harapan, hal ini mampu mempersatukan masyarakat di sekitar danau Ranu dan juga mengangkat budaya dari nenek moyang masyarakat desa Ranuklindungan yang semakin lama semakin terkikis dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini.

Studi mengenai biaya siswa dalam menyelaikan studinya pada SMA PPSP IKIP Malang / Sri Pudjiastuti

 

Kemampuan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2011 dalam menganalisis makna semantik teks berbahasa Jerman pada matakuliah Deutsche Semantik / Paridaturrahmi

 

Paridaturrahmi. 2014. Kemampuan Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2011 dalam Menganalisis Makna Semantik Teks Berbahasa Jerman pada Matakuliah Deutsche Semantik. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A., (2) Edy Hidayat, S.Pd., M.Hum. Kata Kunci : semantik, analisis makna konotatif Sebuah kata memiliki beragam makna yang berbeda,sehingga penggunaan kata dapat dipahami dengan makna yang tepat, apabila sesuai dengan konteks dan penggunaan tata bahasa. Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2011 masih lemah dalam menganalisis, memaknai dan menerjemahkan kata, frasa, dan kalimat. Mahasiswa sering kali memaknai kata, frasa, atau kalimat dengan salah, sehingga tujuan dari teks tidak tersampaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil analisis atau terjemahan makna semantik mahasiswa, memaparkan kemampuan mahasiswa menganalisis makna semantik dan menjelaskan faktor-faktor kesulitan mahasiswa angkatan 2011 dalam menganalisis makna semantik dalam teks berbahasa Jerman. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2011 berjumlah 43 mahasiswa. Data dalam penelitian ini adalah hasil tes analisis makna konotatif, berupa kata, frasa, dan/atau kalimat dan hasil angket, berupa faktor kesulitan analisis makna semantik mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis mahasiswa dalam memaknai makna konotatif pada kata, frasa, dan atau kalimat masih kurang tepat. Mahasiswa menerjemahkan beberapa makna tidak sesuai dengan konteks kalimat. Berdasarkan hasil analisis makna konotatif mahasiswa, dapat dikatakan bahwa kemampuan mahasiswa menganalisis makna konotatif pada kata, frasa, dan atau kalimat masih kurang.Hal tersebut dibuktikan dari jumlah 43 mahasiswa yang melakukan tes analisis makna konotatif, ada 35% mahasiswa yang dapat menemukan 7-10 kata, frasa, dan/atau kalimat konotatif dan 65% mahasiswa hanya menemukan 1-6 kata, frasa, dan/atau kalimat konotatif. Ketepatan mahasiswa dalam menemukan kata, frasa, dan atau kalimat yang memiliki makna konotatif juga masih kurang tepat. Beberapa mahasiswa menemukan makna konotatif dengan pemahaman yang salah. Berdasarkan hasil angket, diketahui bahwa ada beberapa faktor kesulitan mahasiswa menganalisis makna konotatif, yaitu antara lain, kurang pemahaman tentang semantik atau makna konotatif, kurangnya kosakata, dan sulit mencari padanan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Studi tentang jamur pada daun jeruk manis / Susilo Pudjiastuti

 

Pengembangan blog sebagai media pemeblajaran PPKn di SMPN 5 Malang / Yudha Sugmawan

 

Sugmawan, Yudha.2014. Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran PPKn di SMPN 5. Skripsi,Prodi S1 PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum. Kata Kunci : Blog PPKn, Media Pembelajaran, SMPN 5 Malang     Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan dengan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahamaan yang cukup tentang media pengajaran pendidikan. Atas dasar inilah pengembang membuat suatu produk berbasis blog sebagai media pembelajaran alternatif di sekolah. Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sekedar tempat curhat online, catatan harian, media kampanye politik, hingga blog untuk hanya ditangani oleh seorang blogger, sementara sebagian lainnya oleh tim blogger. Sebuah blog umumnya memliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti memanfaatkan fasilitas buku tamu dan kolom komentar yang memungkinkan para pengunjung meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan. Meski demikian, ada juga yang sebaliknya atau bersifat non-interaktif.     Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah: (1) Menghasilkan produk berupa blog pembelajaran PPKn (2) Mengetahui sejauh mana pengembangan media blog bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan belajar peserta didik dalam mata pelajaran PPKn     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model prosedural yang megacu pada model pengembangan media pendidikan Sadiman. Langkah – langkah prosedur pengembangan yang akan dilakukan sebagai berikut : (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) penyusunan materi, (4) penyusunan alat keberhasilan/evaluasi, (5) menyusun storyboard/storyline, (6) produksi, (7) validasi, dan (8) revisi. Lokasi penelitian di SMPN 5 Malang. Subjek uji coba dalam pengembangan ini adalah : (1) Ahli media adalah seorang yang berpengalaman dalam bidang media, (2)Ahli materi adalah seoang yang berpengalaman dibidang materi, (3) Subjek kelompok kecil 32 orang siswa. Data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Instrument pengumpulan data berupa angket uji coba produk dan tes (pre tes dan post tes) untuk siswa. Angket digunakan untuk mengetahui kesesuaian dan kemenarikan produk pada kegiatan uji coba ahli media, ahli materi, dan uji kelompok. Tes ini digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Teknik analisis data dalam penelitian pengembangan ini data uji ahli dibagi menjadi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diolah dengan tekhnik deskriptif persentase     Temuan penelitian dalam penelitian ini yaitu : (1) siswa sangat tertarik untuk belajar secara mandiri dengan perantara media pembelajaran berbentuk blog (2). Perhitungan indeks gain bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan setelah memahami materi melalui media blog PPKn bagi siswa. Perhitungan tersebut diperoleh dari nilai pretes dan postes, peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran menurut Meltzer dihitung dengan rumus g-faktor (N-Gain) dari hasil penghitungan indeks gain menunjukkan perolehan nilai 0,3, dimana skor tersebut menunjukkan tingkat sedang atau cukup dalam menunjukkan peningkatan kemampuan siswa, bahwa penggunaan blog PPKn ini sangat efektif untuk sebagai media pembelajaran alternatif bagi siswa SMP Negeri 5 Malang.     Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil penelitian, maka dapat disarankan yaitu : (1). Media pembelajaran berbasis blog sebaiknya digunakan pada computer atau laptop dengan spesifikasi minimum yaitu intel Pentium 4, RAM 512 MB, Harddisk 40 GB, dan monitor, serta hardware lain yang berhubungan dengan koneksi jaringan internet agar nantinya bisa digunakan menjelajah/browsing internet.(2) Guru dapat bertindak sebagai pembimbing jika pembelajaran teori dilakukan didalam kelas dengan media laptop yang terkoneksi Internet dan LCD proyektor untuk beloajar didalam kelas.Penggunaan produk media ini terutama ditunjukkan pada siswa yang telah memiliki kemampuan dasar dalam hal pengoperasian komnputer dan internet.     Penggunaan produk media pembelajaran berbasis blog pada skala yang lebih luas perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain (1) Media pembelajaran berbasis blog ini dapat diterapkan secara bertahap. Tahap yang pertama adalahh guru menjelaskan hal-hal terkait dengan produk. Tahap yang kedua, siswa belajar mandiri melalui computer atau laptop dimana saja dengan syarat yaitu computer atau laptop harus terkoneksi internet.(2) Pengembangan produk media pembelajaran blog ini dilakukan sebagai alternative pemecahan masalah dalm proses pembelajaran di SMPN 5 Malang. Jadi, agar dapat diterapkan disekolah lain perlu diperhatikan karakteristik siswa dan lingkungan sekolah yang bersangkutan.     Beberapa saran pengembangan produk media pembelajaran berbasis blog lebih lanjut dapat dikemukakan sebagai berikut (1) Produk ini memiliki kelebihan dan kelemahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka mengeliminasi kekurangannya.(2) Media pembelajaran berbasis blog untuk materi lain perlu dikembangkan. (3)Konten materi, gambar , video maupun animasi perlu ditambahkan agar lebih bervariasi dan menarik.

Peranan Bank Rakjat Indonesia dalam pelaksanaan BIMAS Unit Desa di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan / oleh Dyah Pudjowati

 

Meningkatkan aktivitas pembelajaran tolak peluru gaya membelakang dengan pendekatan bermain untuk kelas IX di SMP Tamansiswa (Dewasa) Kota Malang / Rizki Dwi Santoso

 

Verbal sentences in Karo / Theodorus Purba

 

Dinamika manol (kuli angkut garam Madura) di Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep (1980-2013) / Zainur Ridho

 

Eksplorasi studi gerak dan studi waktu dalam pelaksanaan kerja kayu dengan tangan siswa rumpun bangunan klas I - II STM Negeri Malang pada semester I - II tahun 1986-1987
Dyah Purnawanti

 

Hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan dengan kesehatan lingkungan rumah di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang / Ockta Christy Annastasia

 

Christy Annastasia, Ockta. 2014. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kesehatan Lingkungan Rumah di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, kesehatan lingkungan rumah Dalam menjaga kesehatan lingkungan rumah, pengetahuan akan kesehatan lingkungan juga sangat berpengaruh. Jika kesehatan lingkungan rumah tidak dijaga maka akan menimbulkan beberapa masalah. Kebanyakan masyarakat baru akan menanggapi keadaan lingkungannya jika sudah terjadi suatu musibah, seperti penyakit atau bencana yang ditimbulkan. Kesehatan lingkungan rumah dipengaruhi beberapa hal antara lain tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan kepala keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan rumah di Desa Mancilan, menemukan hubungan antara tingkat pendidikan kepala keluarga di Desa Mancilan dengan kondisi kesehatan lingkungan rumah dan menemukan hubungan antara tingkat pendapatan kepala keluarga di Desa Mancilan dengan kondisi kesehatan lingkungan rumah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Sampel responden adalah 96 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi dan dianalisis menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kesehatan lingkungan rumah di Desa Mancilan termasuk dalam kriteria sangat sehat, semakin tinggi tingkat pendidikan kepala keluarga maka kesehatan lingkungan rumah cenderung semakin baik dan semakin tinggi tingkat pendapatan maka kesehatan lingkungan rumah juga cenderung semakin baik. Saran untuk penelitian kali ini khususnya untuk masyarakat Desa Mancilan agar lebih memperhatikan kembali untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

Hubungan tingkat pendidikan dan pendapatan dengan kesehatan lingkungan Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk / Muhamad Naslil Muna

 

Studi tentang pengaruh kesukaran mahasiswa dalam merencanakan program studi terhadap prestasi studi mahasiswa di FKIE IKIP Malang / oleh Endang Purwaningsih

 

AN Analysis on the selection of the vocabulary items in the English for the SLTA / M.R. Sri Purwantini

 

Tinjauan pelaksanaan fungsi staffing pada Proyek Induk Serbaguna Kali Brantas di Malang / Purwanto

 

Pendekatan strukturalisme - genetik terhadap novel Kubah karya Ahmad Tohari
(sebuah tinjauan aplikatif pandangan Lucien Goldmann)
Aries Purwanto

 

Suatu penyelidikan tentang test-test yang di adakan pada ulangan umum akhir kelas III dalam mata pelajaran ilmu kimia di SMA Negeri Kota Madya Malang / Ida Purwastuti

 

Hubungan antara jumlah simpanan dengan besarnya pinjaman yang diterima anggota dari Koperasi Simpan Pinjam Badan Usaha Dwija Indonesia" Malang
Titik Purwati"

 

Pengaruh penerapan model pembelajaran Earth Science System in the Community (EarthComm) terhadap kemampuan berpikir kristis siswa kelas X MAN Malang II Batu / Marta Putri Wahyuningsih

 

Peranan Merchandising dalam perusahaan sabun Fa Kodok" di Malang / oleh Purwijanto"

 

Al-kalaamu al-khobari fi suurotu al-qoshoshu / Faizatur Rohmah

 

Rochmah, Faizatur. 2014. Kalimat Berita dalam Surat Al-Qashash. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Hanik Mahliatussikah, S. Ag, M. Hum dan (2) Mohammad Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: kalimat berita, surat al-qashash, kisah Musa Surat Al-Qashash merupakan surat yang mengandung kisah lengkap Nabi Musa as dari lahir sampai menjadi untusan Allah, kisah mengenai kitab Taurat dan Al-Qur’an, serta kisah Qarun. Kisah di dalamnya men¬gandung hikmah untuk dijadikan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Sebagian besar ayat dalam surat tersebut merupakan kalimat berita. Adapun untuk memahami kandungan ayat Al-Qur’an, dibutuhkan pemahaman ilmu ma’ani, karena ilmu ma’ani adalah ilmu yang dipelajari untuk mengetahui keadaan kalimat berbahasa Arab dan cara menyesuaikan kalimat dengan kontekstualnya sehingga cocok dengan tujuan yang dikehendaki. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tema, bentuk kalimat berita dan tujuan penyampaiannya dalam surat Al-Qashash. Rancangan penelitian yang dipakai penelitian ini adalah rancangan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah unsur kalimat berita yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an surat Al- Qashash. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai human instrument (instrumen kunci). Untuk memperoleh data, digunakan teknik pengumpulan data yaitu membaca surat Al-Qashash, mencari unsur kalimat berita di dalamnya, serta memberi kode pada ayat yang mengandung unsur kalimat berita. Prosedur analisis data meliputi menentukan tema-tema kalimat berita dalam surat Al-Qashash, menentukan macam-macam kalimat berita, dan menjelaskan unsur kalimat berita, serta menafsirkan tujuannya. Hasil penelitian ini adalah (1) Di dalam Al-Quran surat Al-Qashash terdapat tiga tema, yaitu kisah Nabi Musa, kitab Taurat dan Al-Quran, serta kisah tentang Qarun. (2) Dalam surat Al-Qashash terdapat tiga bentuk kalimat berita, yaitu ibtidai terdapat pada 39 ayat, thalabi terdapat pada 29 ayat, dan inkari terdapat pada 6 ayat. Adapun ayat-ayat yang mengandung kalimat berita dan menyimpang dari maksud dhahirnya terdapat pada 22 ayat (3) Kalimat berita di dalam Al-Quran surat Al-Qashash mempunyai beberapa tujuan yakni faidah al-khabar sebanyak 46 ayat, lazim al-faidah 2 ayat, dan beberapa tujuan yang dikiaskan. Tujuan-tujuan yang dikiaskan tersebut adalah idhar at-tahassur sebanyak 16 ayat, al-istirham sebanyak 4 ayat, al-fakhr 8 ayat, Al-hatstsu ala assa’yi wa al-ijtihad sebanyak 4 ayat, al-madih sebanyak 2 ayat, at-tahdzir sebanyak 2 ayat, dan at-taubikh sebanyak 4 ayat. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pengajar ilmu balaghah untuk menggunakan penelitian ini dalam proses pembelajaran dan menggunakan contoh macam-macam kalimat beserta tujuannya. Untuk jurusan sastra Arab diharapkan penelitian ini berguna untuk menambah rujukan dari analisis kalimat berita hususnya pada surat Al-Qashash. Penelitian ini terbatas pada penelitian pada surat Al-Qashash, karena itu diharapkan adanya penelitian pada surat yang lain, karena kalimat berita membutuhkan penjelasan.

Presupposition in the Javanese particles 'lho-lha-kok-rak-mbok-ta-ki-je' a semantic and syntactic study / H. Bambang Kaswanti Purwo

 

Pengembangan bahan ajar praktikum relay konvensional pada matapelajaran dasar kendali elektromekanik untuk siswa SMK Islam 1 Blitar Jurusan Instalasi Tenaga Listrik / Miftakhul Huda

 

Huda, Miftakhul. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Praktikum Relay Konvensional pada Mata Pelajaran Kendali Elektromekanik untuk Siswa SMK Islam 1 Blitar Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Hari Putranto. ; (2) Drs. F.X. Budi Rahardjo M.Pd Kata Kunci : Trainer, relay konvensional, kendali elektromekanik     Trainer sebagai media pembelajaran merupakan proses simulasi dari suatu sistem yang nyata sehingga proses penyaluran informasi kepada peserta didik dapat terlaksana. Relay konvensional disebut juga dengan relay elektromekanik digunakan sebagai kendali/kontrol sistem konvensional yang umum digunakan pada industri yang masih menggunakan rangkaian kontrol konvensional.     Kendali elektromekanik merupakan salah satu pokok bahasan wajib bagi siswa SMK ISLAM 1 Blitar Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik . Pada silabus menuntut siswa untuk mengetahui, memahami dan juga unjuk kerja atau praktikum mengenai kendali elektromekanik. Namun kenyataan siswa masih merasa kesulitan ketika pembelajaran kendali elektromekanik. Hal tersebut di tunjukkan pada hasil angket yang diberikan pada siswa yang pernah menempuh matapelajaran tersebut, serta wawancara terhadap guru matapelajaran kendali elektromekanik. Sesuai dengan kondisi saat ini Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK ISLAM 1 Blitar perlu pengembangan trainer untuk mendukung kegiatan praktikum kendali elektromekanik agar lebih efektif dan efisien serta dapat membantu pemahaman siswa tentang kendali elektromekanik dengan metode yang dipakai dalam proses pembelajaran. Berkaitan dengan itu, maka di-perlukan pengembangan trainer mengenai dasar kendali elektromekanik dan diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.     Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menghasilkan trainer Kendali Elektro-mekanik menggunakan Relay Konvensional untuk pembelajaran praktikum kendali elektromekanik, dan (2) menghasilkan modul ajar sebagai petunjuk penggunaan trainer Relay Konvensional bagi guru dan siswa.     Pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan Sugiyono, memiliki sembilan tahap yaitu: 1) Potensi dan masalah; 2) Pengumpulan data; 3) Desain produk; 4) validasi desain; 5) Revisi desain; 6) Uji coba kelompok kecil; 7) Revisi produk; 8) Uji coba kelompok besar; 9) Revisi produk. Dalam model ini terdapat tiga proses revisi yang bertujuan untuk kesempurnaan trainer yang dibuat.     Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh persentase dari tiap-tiap subjek coba sebagai berikut: (1) didapatkan persentase skor keseluruhan dari ahli media sebesar 93.67 %, (2) persentase skor keseluruhan dari ahli materi sebesar 93.50 %, dan (3) persentase skor keseluruhan dari uji coba (siswa) sebesar 90.57 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer Relay Konvensional bagi siswa Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK ISLAM 1 Blitar ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Syntatic errors of the freshman students in The Natural and Exact Sciences Department of FKIE IKIP Malang a study on interlanguage phenomena in the settings of foreign language learning / Mohammad Ziman Purwohadianto

 

survey on the frequency of borrowing english textbooks by F. K. I. S. graduate students in the main library of IKIP Malang in relation to their reading ability / by Jeanne Puspowardojo

 

Penerapan metode Time Token Arends dan Debate untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran ekonomi kelas X Sosial 1 SMA Negeri 2 Batu / Rizki Amalia Rachmawati

 

Rachmawati, Rizki Amalia. 2014. Penerapan Metode Time Token Arends dan Debate Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Sosial 1 SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci : Metode Time Token Arends, Debate, Berpikir Kritis.     Strategi mengajar yang penting, yaitu perilaku, keyakinan, dan keterampilan guru yang diperlukan untuk memastikan semua peserta didik belajar sebanyak mungkin. Istilah strategi, strategi mengajar, pendekatan mengajar, dan model mengajar kadang digunakan dalam artian yang sama. Strategi adalah pendekatan umum mengajar yang berlaku dalam berbagai bidang materi dan digunakan untuk memenuhi berbagai tujuan pembelajaran.     Dalam suatu kegiatan pembelajaran, dibutuhkan metode pembelajaran untuk mengembangkan berpikir peserta didik menjadi lebih kritis dalam memecahkan masalah. Oleh sebab itu ada beberapa metode pembelajaran yang terlibat dalam pengembangannya, yaitu metode Time Token Arends dan Debate. Metode Time Token Arends dan metode Debate yang berkolaborasi dalam proses belajar peserta didik diharapkan dapat membantu mengembangkan berpikir kritis, lebih aktif dan berani dalam mengungkapkan pendapat mereka.     Peserta didik yang dibagi menjadi kelompok pro (setuju) dan kelompok kontra (tidak setuju) pada suatu masalah. Masing-masing pendapat akan beradu pendapat dan harus dapat mempertahankan pendapatnya. Sehingga metode debate ini dapat menjadi acuan peserta didik untuk berusaha lebih keras lagi dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru. Peserta didik juga belajar untuk belajar berpikir dalam melaksanakan debate yang telah mereka lakukan.     Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode Time Token Arends dan Debate pada mata pelajaran ekonomi. Selain itu, untuk mengetahui penerapan metode Time Token Arends dan Debate dalam meningkatkan berpikir kritis pada mata pelajaran ekonomi.     Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, catatan lapangan, dan tes. Sedangkan analisis data meliputi data tindakan penelitian dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Adapun subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa X Sosial 1 SMA Negeri 2 Batu yang berjumlah 37 siswa.     Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta didik X Sosial 1 SMA Negeri 2 Batu mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir peserta didik dari siklus I ke siklus II dapat dikategorikan “Baik”. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Bagi peneliti lain perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode Time Token Arends dan Debate untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. (2) Bagi Peserta didik dalam menerapkan metode Time Token Arends dan Debate ini selain dapat meningkatkan berpikir kritis juga dapat membatu siswa untuk lebih aktif dan berani dalam berpendapat. (3) Bagi guru penerapan metode Time Token Arends dan Debate ini dapat dilaksanakan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik di kelas dan berani mengungkapkan pendapatan mereka sehingga baik diterapkan. (4) Bagi sekolah, untuk kesempurnaan metode Time Token Arends dan Debate ini disediakan alokasi waktu yang cukup dan tidak terganggu dengan adanya kegiatan di luar pembelajaran.

Pengaruh pelaksanaan ritual Tarekat Naqsabandiyah Walqodiriyah terhadap perilaku santri studi kasus di pondok pesantren ngalah Purwosari Pasuruan / oleh Hasan Asy'ari

 

Pengaruh pariwisata terhadap drop out di Kecamatan Kuta Bali / oleh I Wayan Jaman Adi Putra

 

Pengembangan tes formatif berbasis game pada perangkat bergerak untuk kompetensi dasar menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus bagi siswa SMA / Eva Permata Sari

 

Sari, Eva P. 2014. Pengembangan Tes Formatif Berbasis Game pada Perangkat Bergerak untuk Kompetensi Dasar Menganalisis Hubungan Antara Gaya, Massa, dan Gerakan Benda pada Gerak Lurus bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, S.Pd, M.Si, (II) Drs. Widjianto, M. Kom. Kata Kunci: tes formatif, tes formatif berbasis game pada perangkat bergerak, hukum newton Tes seringkali digunakan untuk memberi skor kepada siswa dan untuk membedakan siswa pintar dengan siswa yang kurang pintar dalam kelas, bukan untuk memfasilitasi siswa dengan memberikan feedback yang efektif. Banyaknya siswa dan kurangnya alokasi waktu menyebabkan guru tidak dapat memperhatikan siswa secara intens dan memberikan feedback secara cepat dan tepat untuk masing-masing siswa. Perlu suatu media untuk melakukan tes formatif yang bisa memberikan feedback dengan cepat bagi siswa dan juga guru. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan suatu tes formatif berbasis game pada perangkat bergerak untuk kompetensi dasar menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus bagi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan oleh Borg & Gall. Kegiatan validasi meliputi validasi produk pengembangan dan validasi soal pilihan ganda sebagai komponen produk. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk penilaian validator dan uji kualitas produk oleh pengguna dalam uji coba terbatas. Validasi dilaksanakan oleh validator yang berasal dari pihak guru dan dosen. Uji coba terbatas dilakukan pada 10 siswa SMAN 7 Malang. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator dan tanggapan siswa berdasarkan skala Likert, serta data kualitatif berupa komentar dan saran yang diberikan oleh validator dan siswa selaku pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik sehingga tidak memerlukan revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi berdasarkan komentar dan saran validator dan siswa. Produk yang dihasilkan sudah dikatakan layak namun masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, serta uji coba yang berulang agar lebih bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran fisika.

A Proposed program for presenting selected structural patterns to the adult leaners in the English conversation course / Tony S. Rachmadie

 

Pengembangan model latihan pukulan forehand overhead lob bulutangkis bagi atlet remaja PB Nasional City Malang / Mukhammad Nurdiansyah

 

Cita-cita jabatan dan pretise jabatan siswa Sekolah Menengah Atas / Carolina Ligya Radjah

 

Kata kunci: metakognisi, konseling, konselor Konseling merupakan sebuah pekerjaan professional yang dalam pelayanan ahlinya tidak hanya sekadar menerapkan seperangkat prosedur tetap, melainkan selalu berpikir dengan mengerahkan kemampuan akademik yang dikuasainya untuk melakukan layanan konseling. Proses berpikir dan bertindak konselor dalam merespons masalah konseli dimaknai sebagai metakognisi. Penelitian yang berkaitan dengan metakognisi konselor belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, dan pertimbangan yang mendasari mengapa konselor memilih proses metakognisi tertentu dalam proses konseling serta menemukan model konseptual metakognisi konselor dalam kegiatan layanan konseling di sekolah.

Pengelolaan utang kelebihan pembayaran pensiun Pegawai negeri Sipil (PNS) pada PT Taspen (persero) Kantor Cabang Malang / Ika Riawati

 

Riawati, Ika. 2014. Pengelolaan Utang Kelebihan Pembayaran Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pada PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. CiptoWardoyo, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. CA. Kata Kunci: pengelolaan, utang kelebihan pembayaran pensiun, PNS, PT Taspen      PNS yang diberhentikan dengan hormat dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan akan mendapatkan pensiun yang dikelola oleh PT Taspen (Persero). Penerima pensiun PNS berkewajiban melakukan otentikasi atau memperbaharui data diri. PNS yang lupa atau terlambat memperbaharui data diri menyebabkan adanya keterlanjuran pembayaran uang pensiun terhadap penerima pensiun yang tidak berhak. Saat penerima pensiun PNS masih aktif bekerja seringkali juga terjadi keterlanjuran pembayaran gaji dan lainnya misalnya jumlah tunjangan yang melebihi jumlah yang seharusnya. Bagi pihak PT Taspen (Persero), keterlanjuran/kelebihan pembayaran uang pensiun/gaji terhadap penerima pensiun yang tidak berhak ini akan menimbulkan utang pensiun. PT Taspen (Persero) sebagai pihak yang mengelola dana pensiun juga harus melakukan pengelolaan utang kelebihan pembayaran pensiun atau utang pensiun.      Tujuan yang terdapat dalam Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui penyebab timbulnya utang kelebihan pembayaran pensiun PNS, untuk mengetahui pengelolaan utang kelebihan pembayaran pensiun PNS, dan untuk mengetahui pencatatan akuntansi utang kelebihan pembayaran pensiun PNS di PT Taspen (Persero). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan penelitian lapangan (observasi).      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utang pensiun adalah kerlanjuran pembayaran gaji dan lainnya pada saat PNS masih aktif bekerja dan keterlanjuran/kelebihan pembayaran uang pensiun saat PNS telah memasuki masa pensiun. Pengelolaan utang kelebihan pembayaran pensiun PNS di PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Malang meliputi proses mutasi utang pensiun PNS, pemotongan utang pensiun, penatausahaan utang pensiun kepada Kas Negara dan Kas Daerah, penyetoran utang pensiun kepada Kas Negara dan kepada Kas Pemerintah Daerah, dan pelimpahan piutang pensiun kepada KPKNL. Pencatatan akuntansi utang kelebihan pembayaran pensiun PNS di PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Malang berpedoman pada Akuntansi Dana Pensiun. Saran yang bisa diberikan adalah agar PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Malang selalu menverifikasi data peserta dan melakukan pengelolaan utang pensiun dengan sebaik-baiknya.

Pengembangan model latihan pertahanan terhadap smash pada kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Malang / Mohammad Nurkholis

 

Pengembangan media bongkar pasang lempeng pecahan pada materi pecahan kelas III sekolah dasar / Widatul Ma'rifah

 

Pengembangan pembelajaran gerak dasar jalan, lari, dan lompat menggunakan model-model permainan untu siswa kelas 3 SDN Arjosari 1 Jabung Kabupaten Malang / Agus Tunggal Adi Winarno

 

Pelaksanaan penggugusan siswa-siswa SMA PPSP IKIP Malang angkatan tahun 1977 / Rita Raharyo

 

Strategi belajar mengajar Apresiasi Sastra di SMA Negeri 2 Malang
Ami Rahayu

 

Suatu penelitihan terhadap arus dokumen keuangan pada Sekolah Mengengah Pembangunan Proyek Perintis Sekolah Pembangunan Jawa Timur di Malang / Ny. Siti Rahayu

 

Suatu studi komperatif tentang keberhasilan Belanda di Indonesia di bandingkan Portugis dan Spanyol / oleh Sri Rahayu

 

Pengembangan model pembelajaran gerak dasar lari bernuansa aktivitas bermain untuk kelas 5 SDN Pandanwangi 2 Kota Malang / Bambang Hariadi

 

Hariadi, Bambang. 2014. Pengembangan Model Pembelajaran Gerak dasar lari Bernuansa Aktivitas Bermain Untuk Kelas 5 SDN Pandanwangi 2 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siti Nurrochmah, M.Kes., (II) Drs. Mardianto, M.Kes. Kata Kunci: pengembangan, model, permainan, gerak dasar lari    Lari merupakan salah satu nomor dari cabang olahraga atletik. Di SDN Pandanwangi 2 Kota Malang materi gerak dasar lari diberikan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani kelas 5 SD. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan terhadap 42 siswa SDN Pandanwangi 2 Kota Malang, siswa kurang tertarik dan cepat bosan pada saat proses pembelajaran gerak dasar lari, guru kurang variatif dalam memberikan model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari. Maka dari itu perlu adanya model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari agar siswa senang dan tidak cepat bosan. Maka disusunlah rancangan produk pengembangan model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari. Model permainan tersebut antara lain sebagai berikut: (1) permainan bola jatuh, (2) permainan lingkaran cepat, (3) permainan touch sprint, (4) permainan building city.    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari untuk siswa kelas 5 di SDN Pandanwangi 2 Kota Malang.    Prosedur pengembangan model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) melakukan penelitian awal (need assessment), 2) menyusun rancangan produk, 3) evaluasi oleh para ahli, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 14 subyek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji coba lapangan (kelompok besar) dengan 44 subyek, 7) melakukan revisi produk. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase.    Model permainan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu satu orang ahli atletik, satu orang ahli pembelajaran, dan satu orang ahli permainan. Secara keseluruhan para ahli setuju dengan rancangan produk yang dikembangkan meskipun ada beberapa yang perlu diperbaiki. Hasil data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil mendapatkan rata-rata persentase 93,5% dan hasil data yang diperoleh dari uji coba kelompok besar mendapatkan rata-rata persentase 91,5%. Dari hasil tersebut maka produk model permainan dalam pembelajaran gerak dasar lari ini dapat digunakan dan diharapkan pengembangan model permainan ini bisa menjadi salah satu alternatif variasi pembelajaran pendidikan jasmani agar proses pembelajaran lebih menarik, sehingga siswa lebih aktif dan tidak bosan dalam kegiatan pembelajaran.

Masalah tropologi dalam puisi lama Indonesia dan sumbangannya terhadap pengajaran apresiasi puisi / Taryono A. Rahim

 

Pengembangan pembelajaran materi narkoba menggunakan media "Elektronik Book" (E.-Book) untuk siswa kelas X SMA / Wildy Suni Medisa

 

Kebutuhan pokok penduduk kota Banyuwangi tahun 2004 serta kaitannya dengan tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan / oleh Heri Rakhmat

 

Pembaharuan penyampaian pengajaran Pendidikan Moral Pancasila pada SMA-SMA di Kotamadya Surabaya / Suroso Ramelan

 

Penerapan model pembelajaran concept sentence pada matapelajaran bahasa Jerman kelas XI IPS SMAN 2 Purworejo / Evi Artha sari

 

Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence pada Matapelajaran Bahasa Jerman Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Purworejo”. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Iwa Sobara, S.Pd., M.A., (II) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata Kunci: model pembelajaran, Concept Sentence, keterampilan menulis    Model pembelajaran merupakan alat perencanaan yang digunakan oleh guru untuk proses belajar mengajar. Dalam penyampaian materi, guru membutuhkan model pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Akan tetapi, penggunaan model pembelajaran yang variatif masih jarang digunakan. Oleh karena itu, peneliti menerapkan Concept Sentence sebagai salah satu model pembelajaran di kelas. Model ini dapat digunakan dalam keterampilan menulis. Dalam model Concept Sentence, siswa menulis kalimat yang disusun menjadi paragraf berdasarkan kata kunci yang diberikan oleh guru.    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Concept Sentence pada matapelajaran bahasa Jerman kelas XI IPS 1 SMAN 2 Purworejo. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Purworejo sebanyak 30 siswa. Adapun data penelitian ini adalah hasil observasi selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Concept Sentence dan hasil karangan siswa saat menggunakan model pembelajaran Concept Sentence. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung adalah lembar observasi dan dokumentasi.    Dari hasil analisis, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Concept Sentence kelas XI IPS 1 SMAN 2 Purworejo berjalan dengan baik. Model ini dapat membuat siswa aktif, tertarik, dan bersemangat untuk belajar. Concept Sentence memudahkan dan membantu siswa untuk menulis kalimat. Siswa menulis kalimat berdasarkan kata kunci yang diberikan. Hal tersebut terbukti dari paragraf yang dibuat oleh kelompok kecil dari siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Purworejo.

Penelitian kesukaran-kesukaran calon guru Ilmu Hayat IKIP Malang dalam praktek keguruan / Dzaki Ramli

 

Pengembangan simulasi model tiga dimensi struktur dan simetri kristal menggunakan sketchup untuk menunjang perkuliahan fisika zat padat di Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang / Muhammad Amil Busthon

 

Busthon, Muhammad Amil. 2014. Pengembangan Simulasi Model Tiga Dimensi Struktur dan Simetri Kristal Menggunakan SketchUp untuk Menunjang Perkuliahan Fisika Zat Padat di Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hartatiek, M.Si, (II) Drs. H. Winarto, M.Pd Kata kunci: simulasi, sketchup, fisika zat padat, model tiga dimensi    Perkuliahan Fisika Zat Padat di Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang pada tahun ajaran 2009/2010 hanya memperoleh prestasi belajar rata-rata kelas 64,16 dan gain ternormalisasi rata-rata 0,601 dan perkuliahan 2011/2012 rata-rata kelas 64,81 dan gain 0,602. Namun, mahasiswa masih merasa sulit mempelajari Fisika Zat Padat. Beberapa alasannya yaitu materi Fisika Zat Padat dianggap kurang begitu berkait dengan matakuliah sebelumnya dan dirasakan sebagai materi yang baru dan sulit dan mencakup materi yang sangat banyak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari Fisika Zat Padat, khususnya struktur dan simetri kristal. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengembangkan simulasi model tiga dimensi struktur dan simetri kristal menggunakan SketchUp serta (2) untuk mengetahui tingkat kelayakan dari media pembelajaran tersebut.    Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merujuk kepada model Research and Development (R & D) dari Borg dan Gall. Model ini diadopsi dan dimodifikasi oleh Sukmadinata menjadi tiga langkah utama. Langkah-langkahnya yaitu (1) Studi Pendahuluan, (2) Pengembangan Produk, dan (3) Pengujian Produk. Namun, dalam penelitian ini hanya dilakukan dua langkah pertama saja. Data diperoleh dengan bantuan angket. Angket tersebut terdiri dari angket validasi ahli dan angket respons mahasiswa. Angket validasi ahli diisi oleh seorang dosen yang ahli di bidang yang relevan. Angket respons mahasiswa diisi oleh 15 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh matakuliah Fisika Zat Padat pada tahun akademik 2013/2014. Hasil validasi ahli memperoleh skor rata-rata 79,00% dan menunjukkan media pembelajaran telah valid. Sementara itu, respon mahasiswa terhadap media pembelajaran memperoleh skor rata-rata sebesar 84,83% dan menunjukkan bahwa media pembelajaran sudah baik. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa simulasi model tiga dimensi struktur dan simetri kristal yang kembangkan layak untuk diimplementasikan untuk menunjang perkuliahan fisika zat padat. Saran dari penelitian ini adalah uji empiris dari media pembelajaran untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan keefektifannya dalam pembelajaran.

Hubungan kemampuan menyimak komprehensi dengan kemampuan membaca komprehensi
sebuah studi kasus
oleh Abdul Rani

 

Implementasi penilaian proses berbasis kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Jerman di SMA Laboratorium UM / Annisa Maya Sari

 

Sari, Annisa Maya. 2014. Implementasi Penilaian Proses Berbasis Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Bahasa Jerman di SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Primardiana H.W., M.Pd., (II) Iwa Sobara, S.Pd., M.A. Kata kunci: implementasi, penilaian proses, Kurikulum 2013, pembelajaran bahasa Jerman Pada pertengahan tahun 2013, kurikulum baru mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Berdasarkan hasil pra survei, terdapat beberapa kesulitan yang dialami guru berkaitan dengan Kurikulum 2013 ini, khususnya kesulitan dalam mengimplementasikan penilaian proses. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam mengimplementasikan penilaian proses, yaitu (1) perubahan dari Standar Kompetensi (SK) menjadi Kompetensi Inti (KI), (2) perubahan pada penilaian prosesnya yang semula penilaian afektif, kognitif, dan psikomotor, berubah menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, (3) penilaian sikap pada Kurikulum 2013 lebih detail dan terdiri atas penilaian diri sendiri dan penilaian teman sejawat, (4) perbedaan pada skala penilaian yang digunakan pada penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan kurikulum sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penilaian proses berbasis Kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Jerman dan bentuk penilaian proses pada keempat kompetensi berbahasa Jerman dengan menggunakan ketiga aspek penilaian berbasis Kurikulum 2013 di SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data utama pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Jerman dan peserta didik kelas X-Bahasa di SMA Laboratorium UM. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi penilaian yang dilakukan oleh guru pada beberapa penilaian masih ada yang belum diterapkan dan ada yang belum sesuai dengan prinsip penilaian berbasis Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi guru mata pelajaran bahasa Jerman agar memperdalam pemahaman tentang impelementasi penilaian proses berbasis Kurikulum 2013 (penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan).

Korelasi antara partisipasi pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa dengan keberhasilan pelaksanaan program keluarga berencana di Kotamadya Daerah Tingkat II Pasuruan / Harun Al Rasyid

 

Peran ibu sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis abstrak / Fungki Ariadi

 

Ariadi, Fungki. 2014. Peran Ibu Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Abstrak. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. Kata Kunci: peran ibu, penciptaan, seni lukis abstrak     Perempuan merupakan sosok yang mempunyai fungsi dan peran penting dalam kehidupan. Seorang perempuan yang telah menjadi ibu memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas utamanya yaitu memelihara rumah tangga dan mengasuh serta mendidik anak-anaknya. Seorang ibu yang baik adalah ibu yang selalu ingat akan bakti kepada Tuhan. Ibu yang selalu patuh kepada suaminya, ibu yang selalu memberikan peringatan kepada suaminya ketika suaminya berbuat salah, ibu yang selalu mengajarkan kebaikan kepada anak-anaknya, serta ibu yang selalu memberikan teladan dan kehormatan.     Pada penciptaan ini, penulis mengambil ide atau gagasan berkarya dari perempuan yaitu Ibu Mistini yang merupakan ibu kandung penulis. Ide atau gagasan tersebut diwujudkan dalam karya seni lukis abstrak. Seni lukis abstrak dipilih oleh penulis sebagai media berkreasi dalam mengekspresikan jiwa.     Proses dalam penciptaan karya seni lukis abstrak ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek non representasional. Setelah itu menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Jika semuanya sudah terpenuhi untuk langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa diatas kertas lalu memindahkannya di atas kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan berbagai macam teknik yaitu teknik plakat, tuang, semprot, dan teknik cipratan. Setelah itu proses detail karya untuk penegasan cahaya gelap terang serta bentuk dan yang terakhir adalah proses melapisi karya dengan pelapis cat transparan.     Penulis menampilkan 7 karya seni lukis abstrak dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna, serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Menggunakan karakteristik karya berupa lingkaran, genangan dan lelehan, garis retakan, serta kanvas yang menonjol keluar.     Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis abstrak. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis maupun sudut pandang orang lain. Serta memberikan suatu pandangan bahwa peran ibu dalam mendidik dan membesarkan anak adalah peran yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun dan oleh apapun. Dengan mengangkat tema peran Ibu Mistini melalui sudut pandang penulis, diharapkan bisa menjadi wacana bagi setiap anak agar lebih menghormati orang tuanya termasuk ibu.     

Toward understanding lorca's Blood Wedding" / by I Gusti Agung Ayu Ratih"

 

Pengembangan model latiohan pembelajaran lompat jauh gaya melenting untuk kelas X SMK PGRI Kota Blitar / Jiwandono Kunto Wijakso

 

Wijakso, Jiwandono Kunto. 2014. Pengembangan Model Latihan Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Melenting untuk Kelas X SMK PGRI 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrocmah, M. Kes. (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd, Kata Kunci: pengembangan, model latihan pembelajaran, lompat jauh, gaya melenting Lompat jauh gaya melenting sebagai salah satu materi lompat jauh yang diberikan di SMK PGRI 3 Kota Blitar. Berdasarkan observasi terhadap satu orang pendidik dan empat puluh dua orang peserta didik kelas X SMK PGRI 3 Kota Blitar, di sekolah belum ada model latihan dalam pembelajaran atletik nomor lompat jauh, sehingga membuat proses belajar mengajar kurang menarik dan terkesan membosankan sebanyak 45,2%. Permasalahan tentang model pembelajaran yang kurang inovatif dan bervariasi dalam pembelajaran atletik tersebut menarik untuk dikaji. Peneliti tertarik mengkaji melalui penelitian dan pengembangan tentang model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting. Oleh karena itu, disusunlah rancangan produk pengembangan model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting (schepper). Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu menghasilkan produk berupa buku model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting yang bervariasi sebagai upaya memecahkan masalah tentang kurangnya minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran atletik nomor lompat jauh gaya melenting berupa model latihan dalam pembelajaran lompat jauh, sehingga dapat diperoleh solusi untuk mengatasi kondisi peserta didik yang pada saat proses pembelajaran dapat menimbulkan minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan juga proses pembelajaran lebih menarik Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan prosedural dan disederhanakan menjadi 7 langkah: langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan berupa angket berisi tentang prnyataan-pernyataan yang berhubungan dengan model latihan lompat jauh gaya melenting. Teknik analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif bentuk persentase. Model latihan dalam produk yang dibuat terdapat 4 model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting yaitu lari jingkat, jingkat melenting, lari jingkat melenting, loncat katak. Model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting ini yang dikembangkan berasal dari saran atau masukan dan evaluasi para ahli, meliputi ahli atletik dan dua orang ahli pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh bahwa model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting kelas X di SMK PGRI 3 Kota Blitar layak dan bisa digunakan oleh peserta didik serta pendidik di SMK PGRI 3 Kota Blitar. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 87,19% menyatakan bahwa produk yang dikembangkan mudah dipahami, produk sangat menarik dan peserta didik sangat membutuhkan model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting dan hasil uji coba kelompok besar adalah 92,1% menyatakan bahwa produk sangat jelas, mudah dipahami, sangat menarik, sangat bermanfaat dan peserta didik sangat membutuhkan model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting. Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan pembelajaran lompat jauh gaya melenting ini bisa menjadi salah satu alternatif pembelajaran lompat jauh agar proses pembelajaran lebih inovatif dan variasi, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Eksperimen tentang pengaruh keadaan emosional terhadap prestasi belajar / Sri Ratnawati

 

Pengaruh pemakaian ragi kismis terhadap sifat fisik dan sifat organoleptik kue apem panggang / Rizky Oktaviani Ichsan

 

Oktaviani, Rizky. 2014. Pengaruh Pemakaian Ragi Kismis Terhadap Sifat Fisik dan Sifat Organoleptik Kue Apem Panggang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd, (II) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M. Pd., M.T. Kata kunci: Kue Apem Panggang, Ragi Kismis, Ragi Instant, Sifat Fisik, Sifat Organoleptik    Kue apem panggang beragi kismis merupakan kue apem panggang yang bahan pengembangnya dari ragi instant diganti dengan ragi kismis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan fisik (warna, tekstur, dan volume pengembangan), uji mutu hedonik, uji hedonik dari kue apem panggang beragi kismis dan kue apem panggang beragi instant.    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Independent Samples T Test atau uji beda 2 rata-rata pada dua kelompok data yang berbeda, yaitu kue apem panggang beragi kismis dengan kue apem panggang beragi instant. Pengujian data menggunakan tingkat signifikansi 0,05.    Hasil penelitian uji fisik menunjukkan bahwa hasil analisis warna terhadap kue apem panggang beragi kismis dan kue apem panggang beragi instant dengan rerata warna L* (52,5) pada kue apem panggang beragi kismis (A1) yang berarti warnanya mengarah ke cerah atau putih dibanding dengan kue apem panggang beragi instant (A2). Sebaliknya kue apem panggang beragi instant (A2) memiliki L* (49,2) yang artinya lebih mengarah ke gelap atau pekat. Nilai rerata a* (15,9) pada kue apem panggang beragi kismis (A1) yang berarti warnanya lebih merah dibanding dengan kue apem beragi instant (A2). Sebaliknya kue apem panggang beragi instant (A2) memiliki a* (15,3). Kue apem beragi kismis (A1) memiliki b* (24,4) yang berarti memiliki warna yang kuning dibandingkan dengan kue apem beragi instant (A2) dengan nilai b* (22,2). Rerata tekstur pada kue apem panggang beragi kismis (11,8) dan kue apem panggang beragi instant (18.8) yang berarti lebih lembut dan berpori. Rerata volume pengembangan kue apem panggang beragi kismis (A1) 398,5 dan kue apem panggang beragi instan (A2) 503,1 yang berari memiliki volume pengembangan yang lebih tinggi. Perbedaan hasil uji fisik warna, tekstur, dan volume pengembangan dipengaruhi karena kue apem panggang mengalami pengolahan atau pemanasan yang dapat mengalami perubahan yang nyata pada bahan pangan. Proses pemanasan dan proses fermentasi pada kue apem panggang mengubah kualitas fisik dan kimianya.    Hasil uji mutu hedonik aroma menunjukan perbedaan yang nyata, rasa dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil uji hedonik aroma menunjukan perbedaan yang nyata, sedangkan rasa dan teksur tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.

Pengembangan variasi latihan teknik dasar passing bawah bolavoli bagi peserta ekstrakurikuler SMKN 11 Malang / Dwi Wahyu Agustyan

 

Agustyan, Wahyu Dwi. 2014. Pengembangan Variasi Latihan Teknik Dasar Passing Bawah Bolavoli Bagi Peserta Ekstrakurikuler SMKN 11 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. E. Winarno, M,Pd, (2) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: ekstrakurikuler, teknik dasar passing bawah, bolavoli.     Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan pelatih ekstrakurikuler bolavoli, peneliti dapat menyimpulkan bahwa diperlukan penelitian dengan mengembangkan variasi latihan teknik dasar passing bawah bolavoli yang menyenangkan dan mudah dilakukan pada saat latihan teknik dasar passing bawah bolavoli.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan teknik dasar passing bawah bolavoli SMKN 11 Malang dan digunakan sebagai bahan acuan untuk membantu proses latihan teknik dasar passing bawah agar dapat me-ningkatkan kemampuan melakukan passing bawah pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMKN 11 Malang .     Spesifikasi produk pengembangan variasi latihan teknik dasar passing bawah bolavoli ini terdiri dari tujuh latihan yaitu: (1) latihan teknik dasar passing bawah tanpa bola, (2) latihan teknik dasar passing bawah dengan bola yang dipegang, (3) latihan teknik dasar passing bawah bola yang dilempar ke depan, (4) latihan teknik dasar passing bawah bola yang dilempar kearah kanan dan kiri, (5) latihan teknik dasar passing bawah bola yang dilempar pindah ke belakang kelompok, (6) latihan teknik dasar passing bawah 2 kelompok pindah ke belakang dan, (7) latihan teknik dasar passing bawah 2 kelompok pindah ke kelompok lawan.     Prosedur metode penelitian ini melalui berbagai tahap, antara lain: (1) penelitian awal (analisis kebutuhan) terhadap siswa dan pelatih ekstrakurikuler bolavoli SMKN 11 Malang, (2) perencanaan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil menggunakan 10 subjek, (5) revisi produk berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar menggunakan 20 subjek, (7) merevisi hasil uji coba kelompok besar sekaligus menyempurnakan produk.     Hasil penelitian : (1) analisis uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 80,92% dengan klasifikasi persentase baik sekali, (2) dari hasil analisis uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 83,92% dengan klasifikasi persentase baik sekali sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan variasi latihan teknik dasar passing bawah bolavoli dapat diterapkan pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMKN 11 Malang.     Saran untuk pelatih ekstrakurikuler bolavoli yakni pada saat latihan teknik dasar passing bawah bolavoli, seharusnya pelatih memberikan materi passing bawah secara bertahap dengan latihan yang menyenangkan dan mudah dilakukan agar dapat menarik minat siswa untuk melaksanakan latihan teknik dasar passing bawah. Dalam menyebarluaskan pengembangan produk, sebaiknya produk variasi latihan teknik dasar passing bawah ini dievaluasi kembali agar produk lebih sempurna dan bermanfaan untuk masyarakat luas.

Pengaruh latar belakang pendidikan dan besarnya kebutuhan anggota terhadap partisipasinya di bidang usaha pada KPN IKIP Malang
Dyah Retno P.

 

Studi tentang korelasi antara kemampuan mahasiswa dalam matakuliah Matematika untuk Kimia dengan kemampuan mahasiswa dalam kelompok matakuliah Kimia Fisika di Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA IKIP Malang / oleh Nyoman Retug

 

Perbandingan pengajaran pendidikan moral pancasila di SMA Islam Batu dengan di SPG Negeri Blitar / Milan Rianto

 

Hubungan latar belakang tingkat hidup orang tua dengan prestasi belajar Tatabuku dan Hitung Dagang siswa SMA Negeri se Kodya Malang / Poedji Rientarsih

 

Partisipasi guru-guru SDN dalam penyelenggaraan kursus pengetahuan dasar di Wilayah Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Don F. Ringkin

 

Usaha PKK dalam meningkatkan pendidikan masyarakat di Ddesa Burneh Kabupaten Bangkalan / Risminawati

 

Pengembangan model latihan kecepatan untuk wasit futsal PSSI Kota Malang / Achmad Misbachul Anam

 

Studi tentang partisipasi tamatan kursus pembimbing masyarakat tingkat A pada kegiatan bimbingan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembangunan masyarakat desa di Desa Punten Kecamatan Batu Kabupaten Malang
Riswandi

 

Pengembangan media CD interaktif berbasis Swishmax untuk pembelajaran kosakata dan membaca bahasa Arab siswa kelas VI di MI Kahasri Probolinggo / Nur Saidah

 

Masalah penduduk dalam pembangunan Indonesia
Ihutan Ritonga

 

A Study on the structure of sentences in a number of translated textbook / Norma Rosmawati Ritonga

 

Membandingkan daya predikasi nilai-nilai test masuk dengan nilai-nilai Ijasah/STTB dalam mempredikasi keberhasilan studi mahasiswa FKIE IKIP Malang angkatan 1978 / oleh Slamet Riyadi

 

Hubungan antara motivasi kerja dengan tugas dan tanggung jawab administrasi guru kelas di SD Negeri se Kabupaten Tulungagung
Slamet Riyadi

 

Efektivitas model pembelajaran learning cycle 7E disertai resitasi terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI MAN 3 Malang / Erni Febriana

 

Febriana, Erni. 2014. Efektivitas Model Pembelajaran Learning Cycle 7E disertai Resitasi terhadap Motivasi dan Pretasi Belajar Siswa Kelas XI MAN 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wartono, M.Pd, (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata Kunci: Learning Cycle 7E, resitasi, motivasi belajar, prestasi belajar Pergeseran paradigma belajar menuntut pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa. Pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran yang bersifat student centereddengan melibatkan proses aktif dalam hal bertindak (hands-on) dan berfikir (mind-on). Banyak model pembelajaran yang cocok digunakan untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran fisika, salah satunya adalah model pembelajaran Learning Cycle 7E disertai resitasi. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui: (1) apakah ada perbedaan motivasibelajar siswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranLearning Cycle 7Edisertairesitasi dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2)apakah motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E disertai resitasi lebih tinggi daripada model pembelajaran konvensional, (3) apakah ada perbedaan prestasibelajar siswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranLearning Cycle 7Edisertairesitasi dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (4) apakah prestasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E disertai resitasi lebih tinggi daripada model pembelajarn konvensional. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA MAN 3 Malang. Sampel penelitian dipilih dengan cara diundi yang terdiri daridua kelas, yaitu kelas XI IPA1 sebagai kelas kontroldan XI IPA2. Kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional sedangkan kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E disertai resitasi. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen perlakuan dan pengukuran. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik inferensial. Uji hipotesis dianalisis menggunakan Independent Sample T- Test dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Berdasarkan hasil analisis data motivasi belajar siswa diperoleh thitung= 6,280 > 2,002 (t(0,05:58)) dengan Qhitung = 8,881 > 2,833 (Q(0,05:58:2))Berdasarkan hasil analisis data prestasi belajar siswa diperoleh thitung = 2,083 > 2,002 (t(0,05:58)) dengan Qhitung = 2,946 > 2,833 (Q(0,05:58:2)) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan motivasibelajar siswaantara kelas eksperimen dan kontrol, (2)Motivasi belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (3) Ada perbedaan prestasibelajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen, (4), Prestasi belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Upacara adat Sedudo dalam hubungannya dengan pendidikan masyarakat di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk / Milan Riyanto

 

Perancangan trainer sistem kendali PID untuk mata kuliah sistem kendali digital di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Jajang Candra Lesmana

 

A Study on the literal comprehension of the second year students of SPG Negeri Malang in 1986/1987 / by Umi Anis Ro'isatin

 

Pengembangan bentuk-bentuk latihan passing dan control pada ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 8 Malang / Dwi Putra Oky Saktian

 

Peranan edukasi sebagai salah satu unsur dalam kebangkitan nasional Indonesia
Widayati Rochibatin

 

Trainer transformator daya dilengkapi dengan sistem monitoring / Alfian Rizki Romadhoni

 

Romadhoni, Alfian Rizki. 2014. Trainer Transformator Daya Dilengkapi Dengan Sistem Monitoring. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: Transformator, Transformator Daya, Labview, Virtual Instrument. Kemajuan Teknologi dalam bidang instrumentasi telah mendorong manusia menciptakan Virtual Instrument yang memanfaatkan komputer sebagai tampilan mukanya (user interface), namun dapat berfungsi seperti layaknya alat instrumentasi sebenarnya. Untuk itulah perlu adanya pengembangan trainer yang bisa memvisualisasikan percobaan, maka dalam pembuatan trainer Transformator Daya menggunakan Virtual Instrument yang diaplikasikan untuk memvisualisasikan akuisisi data pada percobaan Transformator Daya. Mengingat transformator adalah salah satu mesin listrik yang banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti gardu induk, industri, maupun tempat menimba ilmu.     Tahapan dalam pembuatan trainer terdiri dari: (1) perancangan, (2) pembuatan alat, (3) pengujian alat. Terdapat dua panel yaitu, panel sistem monitoring serta alat ukur yang terdiri dari sensor arus, tegangan, dan panel untuk tempat tranformator uji. Transformator uji menggunakan transformator step up/down 220/110 V dengan kapasitas maksimum 1KVA. Dalam melaksanakan pengujian terdapat 3 percobaan yaitu beban nol, hubung singkat, dan paralel trafo. Dari 3 percobaan tersebut untuk mencari efisiensi transformator daya.

Kegiatan anjangsana penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke kontak tani dalam penyuluahn pertanian di wilayah Paiton Kabupaten Probolinggo / Abdul Rochim

 

A Comparison between SMA paspal and SMA non paspal graduates as to their English writing achievements in The English Language Center (ELC) Malang / Rz. Roediyanto

 

Kadar lemak air susu dariagen-agen susu yang mengambil air susu dari KUD Subur" di Kodya Malang / oleh Ainur Rofieq"

 

Hubungan antar lulusan SLTA dengan prestasi hasil belajar mahasiswa departemen ekonomi umum FKIS - IKIP Malang / oleh Endang Rohayati

 

Thomas Hardy as A Believer in fate / Delima Rosiani

 

Perancangan game 2 dimensi tentang fungsi obat dalam tubuh / Nur Wachidin Fuat Chariri

 

Hubungan kegiatan instruksional guru di kelas dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi IPS kelas V SD Negeri se wilayah Kotamadya Malang
Dian Anggono Rosliwati

 

Hubungan antara teknik-teknik supervisi yang pernah diterima oleh guru dengan ketrampilan guru melaksanakan prosedur mengajar
Khoirul Roziqin

 

Studi tentang pelaksanaan kegiatan praktikum IPA di SPG se Kotamadya Malang / Dewi Rukiati

 

Irian Jaya dalam perjanjian KMB 1949 / oleh Jannus Rumbino

 

Tinjauan mengenai hukum adat perkawinan suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah / Ikel S.Rusan

 

A Study on the techniques of presenting new vocabulary items in the Students' Books English for the SLTA / Suharmanto Ruslan

 

Perancangan buku bergambar ilustrasi digital jalak bali sebagai media pengetahuan satwa langka untuk anak sekolah dasar / Yan Wisnu Yuwono

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |