Hubungan antara pengajaran membaca sastra Indonesia, perpustakaan dan minat baca siswa kelas III SMP Kodya Malang / Sr. M. Fransiscine Tjandrawati

 

Keanekaragaman serangga parasitoid pada tumbuhan liar Synedrella nodiflora (L.) Gaertn di area kebun teh afdeling Wonosari, Singosari Kabupaten Malang / Desy Fadilah Adina Putri

 

ABSTRAK Putri, Desy Fadilah Adina. 2009. Keanekaragaman Serangga Parasitoid Pada Tumbuhan Liar Synedrella nodiflora (L.) Gaertn di Area Kebun Teh Afdeling Wonosari, Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Drs. H. Fathurrachman, M.Si. Kata kunci: keanekaragaman serangga parasitoid, Synedrella nodiflora (L.) Gaertn, faktor abiotik Serangga merupakan kelompok mahluk hidup yang beranekaragam spesiesnya serta memiliki fungsi dan peran yang beragam. Serangga Parasitoid memiliki peranan penting dalam agroekosistem kebun teh. Parasitoid merupakan agensia pengendali hayati yang baik digunakan dalam mengendalikan hama. Untuk itu, perlu kajian tentang struktur komunitas serangga parasitoid meliputi komposisi, kepadatan populasi dan keanekaragaman spesies. Kajian ini menggunakan tumbuhan liar yaitu Synedrella nodiflora (L.) Gaertn sebagai uji ketertarikan serangga parasitoid terhadap tumbuhan tertentu. Penelitian ini dilakukan di Kebun Teh Afdeling Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang pada bulan Mei 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kepadatan populasi, dan keanekaragaman spesies, mengetahui perbedaan keanekaragaman spesies serangga parasitoid pada waktu pagi, siang, dan sore serta mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan keanekaragaman spesies serangga parasitoid. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, kelembapan udara, suhu udara,dan intensitas cahaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan titik cuplikan dengan cara jelajah, hal ini berarti pengambilan sampel didasarkan adanya tumbuhan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn yang berada di dalam petak kebun Teh Afdeling Wonosari, Singosari dengan menggunakan jaring ayun serangga berukuran mata jaring 0,5 mm. Nilai keanekaragaman spesies serangga parasitoid ditentukan berdasarkan indeks keanekaragaman spesies Shanon-Wiener dan untuk membandingkan keanekaragaman antar waktu dilakukan Uji t (0,05). Dominansi spesies serangga parasitoid dianalisis berdasarkan indeks dominansi (Di). Faktor abiotik yang paling memberikan sumbangan terbesar dalam menentukan keanekaragaman serangga parasitoid dilakukan dengan analisis regresi ganda bertahap (backward multiple regression) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tumbuhan liar Synedrella nodiflora (L.) Gaertn ditemukan 2 ordo, 8 taksa serangga parasitoid. Sedangkan untuk keanekaragaman H’ pada waktu pagi hari sebesar 1,5462; keanekaragaman H’ siang hari 0,7319; dan keanekaragaman H’ sore hari 0,6002. Secara umum spesies serangga parasitoid yang mendominasi pada tumbuhan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn adalah Siphona sp. i Hasil uji statistik dengan regresi ganda bertahap terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa pagi hari faktor abiotik yang sangat menentukan terhadap keanekaragaman spesies serangga parasitoid adalah intensitas cahaya (r2 = 53,59%) dan suhu udara (r2 = 13,7 %). Faktor abiotik yang sangat menentukan pada siang hari adalah kelembaban udara (r2 = 46,2 %) dan suhu udara (r2= 28,1 %) sedangkan pada sore hari faktor abiotik yang sangat menentukan adalah kelembapan udara (r2 = 61,9%).

Analisis dekonstruksi derrida terhadap sistem stratifikasi sosial Bali dalam karya-karya Oka Rusmini / Ninik Mardiana

 

Membaca karya-karya Rusmini, akan ditemukan beragam permasalahan lokalitas Bali. Konflik dalam sistem stratifikasi sosial Bali merupakan permasalahan yang intens dihadirkan oleh Rusmini. Sistem stratifikasi sosial tersebut dikritisi sedemikian rupa melalui alur cerita yang menarik. Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah (1)bagaimanakah representasi dekonstruksi terhadap sistem stratifikasi sosial Bali dalam karya-karya Oka Rusmini, (2) bagaimanakah makna dekonstruksi terhadap sistem stratifikasi sosial Bali dalam karya-karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekonstruksi, dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan dekonstruksi menekankan pada jejak-jejak tanda yang terdapat dalam naskah, dan tidak menghubungkan antara sastra dan masyarakat atau latar belakang penulisnya. Sumber data penelitian adalah novel Tarian Bumi, cerpen Sagra, cerpen Pemahat Abad, cerpen Putu Menolong Tuhan. Data penelitian berupa pikiran, tindakan tokoh, dialog, monolog, narasi dan deskripsi. Data dianalisis menggunakan analisis unsur instrinsik, dengan langkah sebagai berikut; membaca retroaktif, pereduksian data, penyajian data berdasar kategori, penafsiran dekonstruksi, penyimpulan data. Simpulan-simpulan pada penelitian ini yaitu; representasi dekonstruksi terhadap sistem stratifikasi sosial Bali dapat dilihat dari (1) Pada keseluruhan karya Rusmini, masalah nama tokoh, tidak ditemukan adanya jejak dekonstruksi; (2) Satu dari empat karya Rusmini, yaitu Tarian Bumi, menampakkan jejak usaha untuk tidak menaati aturan panggilan oleh kasta sudra terhadap kasta brahmana, sesuai dengan sistem stratifikasi sosial Bali; (3) Dua dari empat karya Rusmini (Tarian Bumi dan Putu Menolong Tuhan) memaparkan dengan jelas suatu kepercayaan adanya kesialan bila lelaki sudra menikah dengan perempuan bangsawan; (4) Keempat karya Rusmini menampakkan jejak tanda bahwa nilai keprestisiusan kasta brahmana dapat bergeser oleh kekayaan dan pendidikan; (5) Idiom-idiom Bali menunjukkan trace yang mengarah pada differance. Perbedaan dan jarak antara sudra dengan brahmana dapat dirunut dari jejak-jejak idiom Bali, (7) Keberagaman intensitas kemunculan tokoh, mempunyai peran yang sama penting dalam menampakkan permasalahan sistem stratifikasi sosial Bali; (8) Kasta didapat secara turun temurun, bukan seperti yang diajarkan dalam agama Hindu dengan catur warnanya (kasta dilihat dari profesi seseorang). Makna dalam karya-karya Rusmini yaitu karya-karya Rusmini menyiratkan adanya usaha pengkritisan atas keberadaan sistem stratifikasi sosial Bali. Usaha ini akan lebih mudah dan cepat jika dilakukan oleh warga Bali yang memiliki kekuasaan, harta dan pendidikan. Dekonstruksi yang terdapat dalam karya-karya Rusmini cenderung bersifat evolutif. Hal ini dapat dilihat dari minimnya tokoh yang tidak patuh terhadap sistem stratifikasi sosial Bali dibnding dengan tokoh yang patuh terhadap sistem stratifikasi sosial Bali. Proses penurunan konstruk sistem stratifikasi Bali tidak bersifat destruktif, karena konstruk lama masih berjalan dan berdiri.

Dinamika status Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo 1950-2010 / Aris Wiro Pambudi

 

Pambudi, Aris Wiro. 2014. Dinamika Status Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo 1950 - 2010. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum., (II) Dra. Yuliati, M.Hum. Kata Kunci: Dinamika, Kraksaan, Ibukota Kabupaten, 1950-2010     Kota-kota di pesisir pantai pulau Jawa termasuk Kraksaan memiliki letak yang strategis. Sejak zaman Hindu-Budha kota-kota tersebut menjadi tempat transit bagi para pendatang untuk melakukan kegiatan perdagangan. Pada masa Hindia-Belanda Kraksaan menjadi tempat penting, dibuktikan hingga saat ini terdapat banyak bangunan bercirikan bangunan Indis. Kraksaan juga masuk dalam proyek pembangunan Jalan Raya Pos sebagai usaha untuk mempermudah kegiatan ekonomi, politik dan militer. Pada tahun 1948 Kraksaan pernah berdiri sebagai sebuah kabupaten. Pada tahun 1950 Kraksaan tidak muncul lagi dan ternyata menjadi kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Dalam perkembangnannya, pada tahun 2010 Kraksaan kembali dijadikan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo.     Dinamika status Kota Kraksaan sebagai ibukota kabupaten menimbulkan suatu permasalahan baru. Permasalahan mendasar yang utama adalah mengapa Ibukota Kabupaten Probolinggo kembali dipindah ke Kraksaan. Selain itu yang perlu dibahas adalah bagaimana perkembangan infrastruktur dan masyarakat kota Kraksaan yang mendukung perkembangan kota.     Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode tersebut terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi di masa lampau.     Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa fakta sebagai berikut. Pertama, Kraksaan bukanlah kota yang baru saja terbentuk karena sudah menunjukkan ciri-ciri perkotaan sejak jaman kolonial. Kedua, perkembangan Kota Kraksaan dapat dilihat dari infrastruktur dan masyarakat kotanya. Kraksaan pada akhirnya diarahkan sebagai kota berbasis pemerintahan, ekonomi dan pendidikan dengan didukung banyaknya fasilitas dan sarana prasarana. Ketiga, alasan pemindahan Ibukota Kabupaten Probolinggo ke Kraksaan karena Kraksaan sudah pernah menjadi kabupaten yang berdiri sendiri, dan telah disetujui oleh semua pihak Karena Kraksaan merupakan kecamatan yang paling memenuhi persyaratan dibanding kecamatan lain. Kesimpulan dari tulisan ini adalah Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo merupakan hasil dari kejayaan masa lampau yang dimunculkan kembali untuk mengembalikan jatidiri kabupaten. Penulis menyarankan perlunya pembahasan tentang Kraksaan masa kolonial sehingga menghasilkan kronoligi sejarah yang berkesinambungan.

Kelong dalam perspektif hermeneutika / Muhammad Ali

 

Abstrak Penelitian ini berfokus pada tiga aspek, yakni (1) struktur kelong, yang terdiri atas struktur makro, super struktur, dan struktur mikro yang meliputi penggunaan diksi dan penggunaan kalimat, (2) fungsi kelong yang meliputi (a) fungsi emotif, (b) fungsi direktif, (c) fungsi poetik, (d) estetis, (e) fungsi informasional, (3) nilai kelong yang meliputi (a) nilai religius siri na pacce, (b) nilai filosofis siri na Pacce, (c) nilai etis siri na pacce, dan (d) nilai estetis siri na pacce. Jenis penelitian, penelitian kualitatif. Teori Van Dijk sebagai kerangka teori dengan grand teori hermeneutika sebagai pisau analisis. Instrumen adalah peneliti sendiri ditambah format klasifikasi/seleksi data dan alat perekam. Analisis dilakukan dalam tiga siklus, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, penarikan simpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan beberapa hal sebagai berikut: (1) aspek struktur yang terdiri atas: (a) struktur makro yakni kelong bertemakan siri na pacce, agama, nasihat, perjuangan, percintaan, perkawinan, kasih ibu, dan kesedihan; (b) super struktur terdiri atas tampilan awal, tampilan tengah, dan tampilan akhir; (c) struktur mikro terdiri atas penggunaan diksi yang meliputi perbendaharaan kata, daya sugesti kata-kata, dan pola persajakan. Perbendaharan kata meliputi kategori human, animate, living, objek, terrestrial, substance, energi, cosmos, dan being. Selain itu untuk memperindah kelong ditemukan diksi yang menimbulkan daya sugestif bagi pendengar atau pembaca, yakni kata-kata kelong yang meliputi perasaan kecewa, marah, gembira, ragu-ragu, sedih, rindu, berani, bahagia (senang), setia, dan miskin. Pola persajakan terdiri atas rima awal, rima sejajar, rima tengah, rima aliterasi, rima kembar, rima bersilang, rima rangkai, rima mutlak, rima tak sempurna, dan rima patah. Bentuk kalimat kelong terdiri atas kalimat perintah, kalimat berita, dan kalimat tanya. Ditinjau dari aspek fungsi, kelong berfungsi sebagai fungsi informasional, fungsi emotif, fungsi direktif, fungsi poetik, dan fungsi estetis. Fungsi informasional kelong berguna untuk menyampaikan berbagai pokok persoalan yang meliputi: (1) perihal kedudukan anak didik, (2) perihal keberadan manusia, (3) perihal memurnikan kalimat Lailaha Illallah, (4) perihal penyesalan diri, (5) perihal hati-hati yang terdiri atas hati-hati terhadap godaan setan menghadapi maut, (6) perihal hati-hati dalam bertutur dan, (7) perihal peradatan. Fungsi emotif adalah fungsi untuk mengekspresikan perasaan (1) permintaan maaf, (2) rasa cinta, (3) rasa kecewa, (4) rasa sedih, (5) kesetiaan, (6) rasa humor, dan (7) rasa gembira. Fungsi direktif kelong yang berguna mempengaruhi perilaku atau sikap orang lain atau pembaca atau pendengar berkenaan dengan (1) menyuruh, (2) melarang, (3) menasihati, (4) mengharap/memohon, dan (5) meminta. Fungsi kelong yang berkenaan dengan poetik terdiri atas pesan perihal tentang pendidikan, pesan perihal tidak berlebihan, pesan perihal menasihati, pesan perihal melaksanakan shalat, pesan perihal bertobat, pesan perihal kesetiaan, pesan perihal hari akhirat, dan pesan perihal mertua. Fungsi estetis adalah fungsi untuk menciptakan efek keindahan sehingga terjadi komunikasi harmonis antara pembicara dan pendengar. Fungsi estetis kelong meliputi, (1) penggunaan kata-kata arkais, (2) gaya bahasa dalam kelong, gaya bahasa dalam kelong terdiri atas simile, metapora, metonimia, personifikasi, hiperbola, dan repetisi. Dari segi aspek nilai kelong mengandung nilai religius siri na pacce, nilai filosofis siri na pacce, nilai etis siri na pacce, dan nilai estetis siri na poacce. Nilai religius sri na pacce berkenaan dengan akidah yang meliputi (1) pengakuan akan ke- ADA-an Allah, (2) Pengakuan kepada Malaikat Allah (3) pengakuan kepada Rasul Allah, (4) pengakuan akan kebenaran kitab Allah, (5) pengakuan akan hari akhirat, dan (6) pengakuan akan qadha dan qadar. Nilai religus siri na pacce yang berhubungan ibadah meliputi (1) ibadah shalat, (2) mengelurkan zakat, (3) memberi sedekah, (4) melakukan tobat, (5) bertutur sopan, dan (6) melaksanakan ibadah haji. Nilai religius siri napacce yang berhubungan dengan muamalah meliputi (1) perihal jihat, (2) perihal pernikahan, (3) perihal kerjasama, (4) perihal nazar, (5) perihal menjauhi sifat munafik, dan (6) perihal kewajiban berusaha. Nilai filosofis siri na pacce merepresentasikan pandangan hidup orang Makassar mengenai berbagai persoalan kehidupan meliputi (1) prototipe watak orang Makassar yang terdiri atas (a) reaktif (b) militan, (c) optimis, (d) konsisten (e) loyal, (f) pemberani Nilai etis siri na pacce terdapat nilai-nilai etis meliputi (1) teguh pendirian, (2) setia, (3) tahu diri, (4) berkata jujur (5) bijak, (6) merendah, (7) ungkapan sopan untuk sang gadis, (8) cinta kepada Ibu, dan (9) empati. Nilai estetis siri na pacce meliputi (1) nilai estetis siri na pacce alam non insani terdiri atas (a) benda alam tak bernyawa, (b) benda alam nabati, (c) alam hewani (2) nilai estetis siri na pacce alam insani. Disarankan agar para pengambil kebijakan di bidang pendidikan pada tingkat pusat menghimbau kepada para penyelenggara pendidikan di tingkat Dinas Pendidikan Provinsi dan Daerah memberikan tempat yang sepadan kepada sastra daerah nusantara dalam kurikulum pendidikan umum, baik kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pada pendidikan tinggi. Disarankan pula khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar dan daerah-daerah lainnya yang berbahasa Makassar (etnik Makassar) disarankan supaya menginstruksikan para guru untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan ajar Bahasa dan Sastra Daerah Makassar, khususnya di sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama, terutama di wilayah-wilayah yang berbasis bahasa ibu bahasa Makassar.

Manifestasi tindak tutur pembelajaran among dalam wacana kelas / Heri Suwignyo

 

Dalam praktik atau pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini, sis-tem among diakui keberadaan dan kontinuitasnya. Pencantuman semboyan Tut Wuri Handayani dalam logo Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) adalah bentuk formal pengakuan pemerintah terhadap sistem among, yakni Tut Wuri Handayani sebagai ‘ideologi’ dalam pendidikan nasional (Djojonegoro, l996:41-43). Makna ideologi terentang dari ujung yang paling netral, sampai kepada konsep-konsep yang memihak. Konsep ideologi dalam konteks ini relevan dengan konsep yang netral, yakni sebagai sistem ide atau pandangan dunia atau word view, atau pelembagaan gagasan yang diartikulasikan oleh komunitas tertentu (Wareing, l999; Beard, 2000)

Struktur komunitas Collembola tanah pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman sepanjang daerah aliran sungai Brantas Hulu Kota Batu sebagai bahan pengembangan buku pengayaan ekologi hewan tanah di perguruan tinggi / Husamah

 

Husamah. 2014. Struktur Komunitas Collembola Tanah pada Tipe Habitat Hutan, Pertanian, dan Pemukiman Sepanjang Daerah Aliran Sungai Brantas Hulu Kota Batu sebagai Bahan Pengembangan Buku Pengayaan Ekologi Hewan Tanah di Perguruan Tinggi. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (2) Dr. Hedi Sutomo, S.U. Kata Kunci: struktur komunitas, Collembola, habitat, DAS, buku pengayaan     Collembola merupakan salah satu kelompok hewan yang umumnya hidup di permukaan dan di dalam tanah. Collembola memiliki peran penting dalam ekosistem karena fungsinya sebagai subsistem konsumen dan subsistem dekomposisi sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas tanah. Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi areal pertanian dan pemukiman, salah satunya di DAS Brantas Hulu Kota batu menyebabkan terganggunya komunitas Collembola tanah. Konsep tersebut harus dibelajarkan dan dikuasai oleh mahasiswa sehingga mereka memiliki kompetensi, kesadaran, dan kepekaan untuk melestarikan keanekaragaman hayati sebagai anugerah Tuhan. Selain penggunaan buku ajar, keberadaan buku pengayaan sebagai bacaan mahasiswa maupun dosen sangat penting dan menentukan keberhasilan pembelajaran. Namun, kenyataannya ketersediaan buku pengayaan yang layak untuk digunakan mahasiswa khususnya di Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang masih sangat kurang. Oleh karena itu, hasil penelitian struktur komunitas Collembola perlu dikembangkan sebagai materi buku pengayaan.     Penelitian ini dilakukan 2 tahap. (1) Penelitian deskriptif bertujuan mengungkap informasi struktur komunitas, meliputi jenis yang ditemukan, keanekaragaman, kemerataan, dan kelimpahan relatif Collembola tanah pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Penelitian komparatif bertujuan mengungkap dan menganalisis perbedaan jumlah jenis, perbedaan jumlah individu, dan pengaruh suhu, kadar air tanah, C-organik, dan pH terhadap jumlah jenis dan jumlah individu Collembola tanah. (2) Penelitian pengembangan bertujuan mengembangkan buku pengayaan Ekologi Hewan: Pengayaan Ekologi Collembola Tanah di DAS Brantas Hulu Kota Batu. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada setiap tipe habitat dengan menggunakan metode standar TBSF dan teknik Barlese-Tullgren. Identifikasi sampel Collembola tanah dilakukan di Laboratorium Biologi UMM dan diverifikasi di Laboratorium Entomologi Dasar UGM. Pengukuran suhu dan pH dilakukan langsung di setiap habitat, pengukuran C-organik dilakukan di Laboratorum Kimia UMM, dan pengukuran kadar air tanah dilakukan di Laboratorium Biologi UMM. Analisis data yang digunakan terdiri atas 2 macam. 1) Deskripsi data, bertujuan melaporkan hasil penelitian variabel jumlah jenis, jumlah individu, suhu, kadar air tanah, C-organik, dan pH yang diolah dengan teknik statistik deskriptif dalam bentuk tabel ringkasan disertai diagram batang. Variabel-variabel lain, yaitu keanekaragaman, kemerataan, dan kelimpahan relatif dilaporkan pada bagian deskripsi hasil penelitian karena merupakan data terolah sehingga tidak dapat dianalisis secara statistik. 2) Uji Hipotesis dengan Statistik Inferensial Parametrik. Penentuan perbedaan jumlah jenis dan jumlah individu Collembola tanah yang ditemukan pada 3 tipe habitat menggunakan analisis one-way ANOVA dan uji Duncan 95%. Pengaruh suhu, kadar air tanah, C-organik, dan pH terhadap jumlah jenis dan jumlah individu diketahui dengan analisis regresi ganda metode enter dilanjutkan metode stepwise. Kedua analisis tersebut dilakukan setelah uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data masing-masing variabel pada masing-masing habitat. Analisis dilakukan dengan bantuan SPSS versi 21.     Penelitian ini menunjukkan beberapa hasil. (1). Jumlah jenis Collembola yang ditemukan pada habitat hutan 21, pertanian 5, dan pemukiman 17. (2) Ada perbedaan jumlah jenis Collembola tanah yang ditemukan pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Habitat hutan memiliki perbedaan jumlah jenis nyata (7,44) dibandingkan dengan pertanian (2,47) dan pemukiman (4,26). (3) Ada perbedaan jumlah individu Collembola tanah yang ditemukan pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Jumlah individu pada hutan lebih tinggi (20,18) dari pertanian (13,28) dan pemukiman (13,12). (4) Ada perbedaan secara deskriptif keanekaragaman Collembola pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Indeks keanekaragaman jenis Collembola pada hutan lebih tinggi (2,78) dibandingkan dengan pertanian (1,16) dan pemukiman (2,42). Habitat hutan dan pemukiman memiliki keanekaragaman sedang, sedangkan pertanian memiliki keanekaragaman rendah. (5) Ada perbedaan secara deskriptif kemerataan Collembola pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Indeks kemerataan Collembola tanah pada hutan lebih tinggi (0,91) dibandingkan pertanian (0,72) dan pemukiman (0,85). Kemerataan Collembola tanah pada tipe habitat pemukiman lebih tinggi dari pada pertanian. Semua tipe habitat termasuk memiliki kemerataan tinggi. (6) Ada perbedaan secara deskriptif kelimpahan relatif Collembola tanah pada tipe habitat hutan, pertanian, dan pemukiman. Kelimpahan relatif pada hutan, pertanian, dan pemukiman bervariasi. Kelimpahan relatif tertinggi pada hutan adalah Hypogastrura consanguinea, Ascocyrtus sp, dan Homidia cingula. Kelimpahan relatif tertinggi pada pertanian adalah Pseudachorutes javanicus, Isotomurus palustris, dan Ascocyrtus sp. Kelimpahan relatif tertinggi pada pemukiman adalah Ascocyrtus sp., Cryptopygus thermophilus, dan Isotomurus palustris. (7) Tidak ada pengaruh kadar air tanah, pH, dan C-organik terhadap jumlah jenis Collembola tanah. (8) Ada pengaruh kadar air tanah dan C-organik terhadap jumlah individu Collembola tanah pada tipe habitat hutan, pertanian dan pemukiman. C-organik mempunyai peranan yang sangat dominan terhadap jumlah individu Collembola tanah pada semua tipe habitat. Kadar air tanah mempunyai pengaruh nyata terhadap jumlah individu Collembola pada habitat pertanian. (9) Buku pengayaan dikembangkan secara sistematis dari hasil penelitian dengan menggunakan model 4D Thiagarajan. Hasil penilaian semua validator dan mahasiswa menunjukkan buku pengayaan memiliki kualifikasi sangat baik dan sangat layak digunakan. Saran yang diberikan, yaitu 1) Dosen yang mengajar mata kuliah Ekologi Hewan dan guru SD-SMA dapat menggunakan buku pengayaan ini, melakukan kegiatan diseminasi, dan penelitian tindakan kelas untuk melihat efektivitas buku, 2) Mahasiswa dapat menggunakan buku pengayaan ini sebagai literatur pengayaan, selain buku ajar yang telah ada, 3) Hendaknya pemerintah melakukan upaya pemahaman, penyuluhan, pelatihan dan pemberdayaan komunitas lokal, kelompok tani, dan masyarakat secara umum tentang penggunaan lahan atau tanah secara ramah lingkungan, dan 4) Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dasar bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian lanjutan khususnya mengkaji struktur dan fungsi Collembola atau hewan tanah pada ekosistem-ekosistem yang berbeda

Profil pembelajaran tematik kelas rendah SDNBI Tlogowaru Kota Malang/ Ahmad Haris Setiawan

 

Kata kunci: profil, pembelajaran, tematik, sekolah dasar Pembelajaran tematik merupakan suatu model pembelajaran yang mengemas beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses, waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Tuntutan kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik seharusnya sudah direalisasikan di setiap satuan pendidikan dasar, sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang menyatakan bahwa pembelajaran pada kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pembelajaran tematik kelas rendah SDNBI Tlogowaru Kota malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai pengamat penuh tanpa terlibat langsung dalam pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dalam beberapa tahap, dimulai dari penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengambilan data dikhususkan pada kelas satu yang merupakan kelas paralel, terdiri dari lima kelas. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa profil pembelajaran tematik kelas rendah SDNBI Tlogowaru Kota Malang adalah sebagai berikut: sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran tematik kelas satu sangat memadai, bahkan dapat digunakan sebagai sumber belajar; penyusunan desain pembelajaran dilakukan melalui rapat KKG guru kelas, sehingga semua guru kelas satu memiliki RPP yang sama; guru tidak selalu membuat RPP saat mengajar; pembelajaran tematik dilakukan dalam berbagai macam kegiatan baik yang dilakukan di sekolah maupun yang dilakukan di luar sekolah dengan tujuan agar pembelajaran berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman langsung; penilaian pembelajaran tematik yang dilakukan masih terpisah berdasarkan mata pelajaran. Desain pembelajaran pada pembelajaran tematik kelas satu hendaknya dibuat oleh setiap guru agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Pembelajaran tematik hendaknya selalu dilakukan agar guru terbiasa, merupakan pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan memenuhi tuntutan kurikulum.

Pengaruh Giro Wajib Minimum (GWM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap jumlah penyaluran kredit / Adelia Farah Brilianty

 

Kata Kunci: Giro Wajib Minimum, Loan to Deposit Ratio, Kredit Kesehatan bank menjadi perhatian utama dalam peningkatan citra suatu bank pada masyarakat. Karena apabila suatu bank dinilai tidak sehat maka masyarakat akan enggan untuk memberikan kepercayaan kepada suatu bank tersebut. Dengan demikian penting bagi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral untuk lebih mengawasi kinerja suatu bank melalui pengawasan-pengawasan dengan menentukan kebijakan yang sesuai untuk menjaga kesehatan bank, agar masyarakat bisa memberikan kepercayaan mereka terhadap bank tersebut. Untuk mengukur tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari bagaimana suatu bank menjalankan fungsi intermesiasinya dalam menyalurkan kredit dengan sangat baik. Cara mengukur tingkat kesehatan bank dengan mempertimbangkan presentase penyaluran kredit yang dapat diukur dengan signifikan atau tidaknya faktor-faktor eksternal dan internal terhadap penyaluran kredit. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (I) Bagaimana pengaruh variabel giro wajib minimum terhadap jumlah penyaluran kredit BRI. (II) Bagaimana pengaruh variabel Loan to Deposit Ratio dalam terhadap jumlah penyaluran kredit BRI. (III) Diantara pengaruh variabel Giro Wajib Minimum, Loan to Deposit Ratio variabel mana yang paling dominan dalam mempengaruhi variabel jumlah penyaluran kredit BRI. Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank BRI (Persero) Tbk. pada periode triwulan 2001-2011. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari perpustakaan Bank Indonesia dan laporan publikasi bulanan Bank BRI. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel Giro Wajib Minimum dan Loan to Deposit Ratio. Sedangkan sebagai variabel dependen adalah jumlah penyaluran kredit BRI. Alat analisis yang digunakan adalah Eviews 5.1. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa varibel Giro Waib Mnimum dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit Bank BRI, sedangkan variabel Loan to Deposit Ratio berpengaruh signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan variabel Loan to Deposit Ratio menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi jumlah penyaluran kredit BRI. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi tambahan bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai kinerja perbankan, serta untuk Bank Sentral agar lebih dapat memperketat pengawasannya guna meningkatkan kinerja perbankan di Indonesia.

Studi tentang pelaksanaan pembelajaran team teaching mata pelajaran produktif pada siswa kelas X dan XI program keahlian busana butik SMK Negeri 7 Malang/ Nurul Aini

 

Kata kunci: team teaching, mata pelajaran produktif. Pembelajaran team teaching merupakan suatu pengajaran yang dilaksanakan oleh lebih dari satu orang guru, yang menyajikan bahan pengajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Dalam pelaksanaan pembelajaran team teaching berlandaskan asas kerjasama, sinergi, integritas moral, inovasi dan akuntabilitas sehingga tujuan untuk mengantarkan profesionalitas guru akan tercapai dengan baik dan memuaskan.Pembelajaran team teaching Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang telah dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2009/2010 sampai sekarang, dan sebagian besar digunakan pada mata pelajaran produktif yang komposisi praktiknya lebih besar, sedangkan materi pelajaran produktif yang menekankan pada pemahaman teori dan konsep maka pelaksanaan pembelajaran hanya dilakukan oleh seorang guru. Penelitian ini dilakukan untuk menetahui pelaksanaan pembelajaran team teaching mata pelajaran produktif pada siswa kelas X dan XI Program Keahlian Busana Butik.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi yaitu siswa kelas X dan XI sebanyak 48 siswa Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 7 Malang. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subvariabel pelaksanaan pembelajaran team teaching, kerjasama dan sinergi termasuk dalam kategori sangat tinggi sebanyak 0%, tinggi sebanyak 53,8%, rendah sebanyak 46,2%, dan sangat rendah sebanyak 0%. Integritas moral termasuk dalam kategori sangat tinggi sebanyak 15,4%, tinggi sebanyak 23,1%, rendah sebanyak 61,5% dan sangat rendah sebanyak 0%. Inovasi termasuk dalam kategori sangat inovatif sebanyak 0%, inovatif 61,5%, kurang inovatif sebanyak 38,5% dan tidak inovatif sebanyak o%. Akuntabilitas termasuk dalam kategori sangat akuntabel sebanyak 0%, akuntabel sebanyak 61,5%, kurang akuntabel sebanyak 30,8% dan tidak akuntabel sebanyak 7,7%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran team teaching mata pelajaran produktif pada siswa kelas X dan XI Program keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang dikatakan berjalan dengan baik, karena tiga subvariabel yang dijadikan indikator/landasan pelaksanaan pembelajaran team teaching termasuk dalam kategori tinggi, inovatif dan akuntabel.

Pengaruh atribut produksi terhadap keputusan konsumen dalam membeli air mineral aqua galon : studi pada Elnusa Mineral di Sumbersari Malang / oleh Ade Joko Nugroho

 

Penerapan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) dengan penggunaan media gambar sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X.10 SMAN 1 Mojosari Kabupaten Mojokerto / Vivi Retnosari

 

Kata kunci: TGT (Team Games Tournament), Media Gambar, Prestasi Belajar Belajar atau pembelajaran merupakan kegiatan untuk mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Oleh karena peranan pembelajaran yang begitu vital, maka menerapkan metode dan media pembelajaran yang efektif dan efisien merupakan suatu keharusan. Salah satu metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran adalah penggunaan model pembelajaran TGT (Team Games Tornament) dan media gambar. Penelitian ini menggunakan kombinasi penggunaan model pembelajaran TGT (Team Games Tornament) dan media gambar. Model TGT mampu melatih keaktifan siswa dan menciptakan pembelajaran yang menarik agar siswa mau memperhatikan dan tidak mudah bosan dengan pembelajaran. Sedangkan media gambar mampu memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran dan mudah mengingat materi yang telah dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran TGT (Team Games Tornament) dengan penggunaan media gambar terhadap prestasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang menggunakan pendekatan kualitatif. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yakni, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X.10 SMA Negeri 1 Mojosari yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi tes, observasi, catatan lapangan, dan angket. Sedangkan analisis data dalam penelitian meliputi klasifikasi data, penyajian, dan penilaian keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT (Team Games Tornament) dengan penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model dan media pembelajaran. Dari sisi aspek kognitif, pada siklus I hasil rata-rata presentase pre test siswa dari pertemuan 1 sampai 4 sebesar 49,93%, setelah diterapkannya model TGT dan media gambar hasil post test siswa sebesar 73,90%. Hal tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal minimal sebesar 80 %. Pada Siklus II, hasil rata-rata presetase pre test siswa dari pertemuan 1 sampai 3 sebesar 69,73%, dan hasil rata-rata presentase post test siswa sebesar 85,40% yang menunjukkan ketuntasan siswa mencapai kriteria ketuntasan klasikal minimal. Dari sisi aspek afektif, peneliti menggunakan observasi dan angket. Hasil observasi pada siklus I, indikator Intensitas Tatap Muka sebesar 85,41%, Tanggung Jawab Individu 88,88%, Saling Ketergantungan positif 76,39%, Keterampilan komunikasi antar individu dan kelompok 79,85%, dan Evaluasi proses kelompok 84,2%. Hal tersebut mengalami peningkatan pada siklus II, pada indikator Intensitas tatap muka 88,88%, Tanggung jawab individu 95,48%, Saling ketergantungan positif 84,71%, Keterampilan komunikasi antar individu dan kelompok 85,41%, dan Evaluasi proses kelompok 93,40%. sedangkan Hasil angket pada siklus I sebesar 66,67% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 85,41%. Adapun beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yakni, (1) bagi guru ekonomi SMAN 1 Mojosari dapat menjadikan model pembelajaran TGT serta media gambar alternatif pilihan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, (2) bagi sekolah dapat mempertimbangkan penggunaan model TGT dengan media gambar untuk dikembangkan pada mata pelajaran lain, (3) bagi peneliti lain, dapat menyempurnakan hasil penelitian dengan alokasi waktu yang lebih efisien.

Pengaruh kecerdasan emosional(EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan bangunan SMK Negeri 1 Singosari / Nisfu Amaliasani

 

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ) dan Prestasi belajar. Kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengelola perasaan diri sendiri, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dalam hubungannya dengan orang lain. Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah kemampuan manusia untuk memberikan makna ibadah kepada Allah dalam setiap aktivitasnya. Kecerdasan Spiritual (SQ) merupakan landasan yang diperlukan untuk mengfungsikan Kecerdasan Emosional (EQ). Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Bangunan SMK Negeri 1 Singosari. Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual (SQ) terhadap presatasi belajar siswa kelas XI Jurusan Bangunan SMK Negeri 1 Singosari baik secara parsial maupun simultan. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu korelasional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah EQ (X1) dan SQ (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa (Y). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Bangunan yang berjumlah 92 siswa. Teknik yang dipakai untuk pengambilan data yaitu angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran tentang Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ) dan prestasi belajar siswa. Sedangkan teknik analisis regresi digunakan untuk menganalisis pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Bangunan SMK Negeri 1 Singosari baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini didapat nilai signifikansi untuk EQ sebesar sig t 0,012 < 0,05. Dan nilai signifikansi untuk SQ sebesar sig t 0,027 < 0,05. Sedangkan nilai signifikansi untuk EQ dan SQ sebesar 0,016 kemudian angka tersebut dibandingkan dengan nilai signifikansi 0,05, ternyata nilai sig. F lebih kecil dari signifikansi (0,016 < 0,05) maka Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara EQ dan SQ terhadap prestasi belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) baik secara serentak (simultan/bersama-sama) maupun secara sendiri-sendiri (parsial) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Bangunan SMK Negeri 1 Singosari. ii Jadi selain Kecerdasan Intelegensi (IQ) ada faktor lain yang menentukan keberhasilan pendidikan yaitu Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan dengan mengedepankan nilai-nilai emosional yang sinergis dengan nila-nilai spiritual. Dengan harapan, terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dan bermakna bagi diri siswa, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama. Dalam dunia pendidikan dan dalam proses belajar mengajar, guru harus menyeimbangkan antara EQ dan SQ untuk mencapai keberhasilan tujuan pendidikan.

Hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual pada siswa SMA tidak populer / Arilia Rizqi Z. H.

 

Kata Kunci : Siswa Tidak Populer, Pengetahuan Moral Seksual, Perilaku Seksual Pengetahuan moral seksual diharapkan dapat menjadi pedoman siswa untuk tidak melakukan perilaku seksual yang melanggar moral. Namun siswa yang tidak populer dapat dengan mudah terpengaruh temannya yang lebih populer untuk berperilaku seksual. Karena keinginan untuk diterima dan disukai (populer) oleh teman sebaya sangatlah besar. Dalam hal ini muncul pertanyaan seberapa besarkah pengetahuan moral seksual yang dimiliki remaja berperan sebagai pertimbangan dalam setiap perilakunya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekskripsikan pengetahuan moral seksual siswa SMA tidak populer, dan perilaku seksual siswa SMA yang tidak populer. Serta untuk mengetahui hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri dari siswa dan siswi SMA Negeri 8 Malang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 68 orang yang kemudian disaring antara siswa populer dan tidak populer. Peneliti hanya mengambil siswa tidak populer sebanyak 57 siswa. Instrumen yang digunakan berupa alat ukur skala pengetahuan moral seksual, sosiometri, dan skala perilaku seksual. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif antara pengetahuan moral seksual siswa tidak populer dengan perilaku seksual siswa SMA(rxy= -0,555 p = 0,000 < 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi pengetahuan moral seksualnya maka semakin rendah perilaku seksualnya, dan juga sebaliknya semakin rendah pengetahuan moral seksualnya maka semakin tinggi perilaku seksualnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: Bagi para siswa SMA disarankan untuk mempertahankan moral seksual yang mereka miliki agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang melanggar moral seksual yang berlaku di masyarakat. Bagi orang tua dan pendidik hendaknya memberikan pengetahuan moral seksual yang cukup dan memadai bagi remaja, bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam, karena memperhatikan besarnya pengaruh yang diakibatkan oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian, maka diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperhatikan faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan moral seksual, faktor lain yang mempengaruhi perilaku seksual, dan subyek selain siswa tidak populer.

Keberadaan bank perkreditan rakyat dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi pelaku usaha kecil menengah melalui kredit (studi kasus PT. BPR Sukorejo Makmur) / Raisa Dian

 

ABSTRAK Raisa, Dian.2016. Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat dalam Meningkatkan Kondisi Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Kecil Menengah Melalui Kredit (Studi Kasus PT. BPR SUKOREJO MAKMUR) . Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M.Sc, (II) Thomas Soseco, S.E., M.Sc. Kata kunci : Kredit, Bank Perkreditan Rakyat, Pelaku Usaha Kecil Menengah Keberadaan sektor keuangan dalam perekonomian suatu negara memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu kegiatan di sektor perbankan adalah pemberian kredit pada masyarakat. Bank Perkreditan Rakyat memiliki spesialisasi pada retail banking dan kredit berukuran kecil yang sebagian besar ditujukan pada kelas komunitas bisnis ke bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keberadaan BPR dalam membantu penyaluran kredit di masyarakat, (2) kredit yang disalurkan tersebut apa berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi pelaku usaha kecil menengah. Ini dilakukan pada PT BPR Sukorejo Makmur yang dalam setiap harinya melakukan kegiatan penyaluran kredit di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Peneliti tidak menentukan sejumlah sampel, tetapi menentukan jumlah informan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) keberadaan BPR yang berlokasi di jalan raya Sukorejo sangat membantu dalam memberikan kredit di masyarakat yang membutuhkan untuk modal usaha, investasi dan konsumsi, (2) kredit yang diberikan oleh BPR mempunyai dampak dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi pelaku usaha kecil menengah, sebagai berikut (a) pelaku usaha yang semula mengenyam pendidikan sekolah dasar, setelah mendirikan usaha bisa menyekolahkan anaknya lebih tinggi lagi (b) pendapatan yang diperoleh dari pelaku usaha setelah mendapat bantuan kredit mengalami kenaikan karena kredit yang diperoleh digunakan untuk belanja barang yang dijual serta (c) pemasaran hasil produksi lebih luas lagi karena memperoleh tambahan kredit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan BPR Sukorejo Makmur yang berada di daerah Sukorejo ini sangat membantu pelaku usaha dalam memperoleh pinjaman guna usaha yang nantinya akan meningkatkan kondisi sosial ekonomi di masyarakat.

Penerapan metode inkuiri dipadu reciprocal teaching pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas siswa kelas V SDN Kebonsari kulon 2 Kota Probolinggo / Indah Pratiwi

 

Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe stad (Student team achievement divisions) berbantuan CD (Compact Disk) pembelajaran interaktif terhadap prstasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran KKPI di SMK Cendika Bangsa malang / Lya Tri Peni Handayani

 

Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division), CD (Compact Disc) Pembelajaran Interaktif, Prestasi Belajar. Proses pembelajaran KKPI di SMK Cendika Bangsa Malang perlu adanya inovasi metode pembelajaran yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar. Hasil diskusi dengan guru mata pelajaran, proses pembelajaran KKPI di kelas X, ditemukan permasalahan rendahnya prestasi siswa dan siswa cenderung bosan dalam proses belajar mengajar, sehingga sering muncul kegaduhan dikelas. Siswa yang tuntas belajar pada kelas tersebut belum mencapai 80%, sehingga kelas belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi Experimental Design, sampel yang digunakan adalah kelas X-B sebagai kelompok eksperimen yang di ajar dengan model STAD. Instrumen yang digunakan yaitu: instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, kisi-kisi, dan kunci jawaban soal. Instrumen pengukuran berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa kelas eksperimen, terdiri dari uji normalitas untuk mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut berdistribusi normal, uji homogenitas digunakan mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut homogen, dan uji hipotesis dengan uji regresi linear sederhana, digunakan untuk mengetahui pengaruh antara Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebesar 86,31 untuk kelas eksperimen. Nilai tertinggi untuk kelas eksperimen 93 sedangkan nilai terendah untuk kelas eksperimen sebesar 76. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa siswa yang diajar dengan mengunakan metode STAD memiliki nilai rata-rata tinggi. Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa model regresi yang didapatkan hanya mampu menjelaskan pengaruh antara Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa sebesar 79,7% dan sisanya sebesar 20,3%. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

Tingkat pengetahuan tentang reproduksi pada mahasiswa MIPA angkatan tahun 1998/1999 Universitas Negeri Malang / oleh Yumni Sulistiya Wartini

 

Struktur dan fungsi humor mahasiswa Malang
sebuah kajian folklor
oleh P. Resta Noviana

 

Pengembangan media CD pembelajaran program macromedia flash geografi SMP Kelas VIII / Merizka Listyaningrum

 

Kata Kunci: media CD pembelajaran, macromedia flash, geografi Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, media pembelajaran yang digunakan semakin canggih melibatkan peran komputer. Salah satu produk media pembelajaran yang memanfaatkan multimedia berbasis komputer adalah CD Interaktif, yakni merupakan media yang menggunakan sebuah format multimedia dan dikemas dalam sebuah CD. CD Interaktif dapat membantu mempertajam pesan yang disampaikan dengan kelebihannya menarik indera dan menarik minat, karena merupakan gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan. Penggunaan CD Interaktif ini sangat bagus untuk menerangkan proses, teori, ataupun praktek yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Salah satu contoh materi yang sulit digambarkan dengan kata-kata karena melingkupi suatu proses alam dan teori yang tidak dapat dihadirkan secara langsung ke dalam kelas yakni Kondisi Fisik Wilayah Indonesia. Banyak siswa merasa kesulitan dalam memahaminya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni dengan memanfaatkan media CD pembelajaran Macromedia Flash. Tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk memudahkan dan memperjelas pesan, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan meningkatkan pemahaman siswa. Karakteristik media pembelajaran CD Interaktif ini yakni adanya komunikasi interaktif antara pengguna dengan media, sehingga mempermudah penyampaian pesan pembelajaran. Rancangan penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model prosedural yang bersifat deskriptif ini menggariskan langkah-langkah umum yang harus diikuti untuk menghasilkan produk, yang terdiri dari kegiatan identifikasi kompetensi dasar dan indikator, analisis bahan ajar, desain media, produksi, editing, prototipe media, validasi produk, uji coba produk, dan produk akhir. Data penelitian bersifat kuantitatif yang diperoleh dari uji coba produk. Data yang dihasilkan selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mendapatkan skor akhir dengan merata-rata total jumlah skor jawaban responden dibagi dengan total jumlah skor ideal, dikalikan konstanta 100%. Hasil pengembangan media CD Interaktif ini diketahui memenuhi kriteria ”layak” dari siswa selaku audiens dengan tingkat kelayakan sebesar 90,80%. Dari hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan tergolong kriteria valid/layak, sehingga produk tidak direvisi dan tidak dilakukan uji coba ulang dari audiens, serta dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan manfaat dan pengembangan produk yang akan datang diajukan adalah: (1) guru hendaknya menggunakan media ini dalam pembelajaran di kelas khususnya untuk materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia dengan memanfaatkan LCD untuk memperoleh tampilan yang besar dan menarik, (2) agar media dapat digunakan secara luas, maka dapat disebarluaskan melalui forum MGMP, (3) untuk pengembang produk yang akan datang disarankan membuat produk untuk bahasan lainnya seperti: atmosfer, hidrosfer, pedosfer, ataupun materi lainnya dengan animasi yang lebih baik dan menarik dengan memanfaatkan program yang lebih canggih lagi.

Relevansi kurikulum jurusan Teknologi Pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja pada lembaga pengguna lulusan TEP
oleh Hadi Suwignyo

 

Kurikulums ebagaria ncangapne ndidikanm empunyaki edudukany angc ukup sentradla lams eluruhk egiatanp endidikanB. ahkanb anyakp ihakm enganggap kgrikulumse baga"ri el" yangm enentukana kank e manap endidikand iarahkan. Kunkulumm enentukanjendisa nk ualitasp engetahuasne rtap engalamayna ng memungkinkpaanr al ulusanm emiliki wawasang lobal.P usat-pusapte ndidikand an latihaand alahle mbagyaa ngd apatm enampunlgu lusanT EP untukd apatb ekerja, makap enelibtie rusahuan tukm engadakapne nelitiand enganjududl i atas. Pentingnpyae nelitianin i adalahu ntukm engetahurie levansai ntarak urikulumT EP dengakne butuhatne nagak erjap adap usdiklat-pusdiklaSt.e hinggad apat memberikmana sukabna gi.;urusaunn tukl ebih meningkatkaknu alitasl ulusanT EP dalamm emenuhkei butuhanp ekerjaanM. emberikanin formasik epadale mbaga tentanpgr ogams tudiT EP dani nformasi.K epadalu lusanT EP mengenajei nis-jenis pkerjaany angd iperlukanle mbaga. Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm engetahurie levansik, urikulumT EP dengakne butuhatne nagak erjap adal embagap enggunalu lusanT EP.P enelitianin i termasupka dara ncangapne nelitiand iskriptif kualitatify aitu menggambarkaanta u memaparkpaenr istiwak, eadaanya ngs ebenamyaIn. strumeny angd igunakana dalah wawancadra no bservasLi.o kasip enelitianp adap enelitianin i adatahli ma lembaga yaitu:B adanD iklatJ awaT imur,B LKPPTKLN,B LKI, BLPPd anD inasK esehatan kotaM alangR. espondepna dap enelitianin i adalahp arak epalal embagaa taus taf yangd itunjuks ecarake seluruhabne rjumlahli ma orang. Hasipl enelitiamn enunjukkabna hwas ebagiabne sark urikulumT eknologi Pendidikayna itu2 6 matakuliahd ari 40 matakuliahd ipandangre levanm eliputi matakuliKahe ahliaIn d anI L Daril ima lembagyaa ngd itelitim enunjukkapno s-pos jabaany angd apadt iisi olehl ulusanT EP,B adand iklat propinsiJ awaT imur 5 jabatapne kerjaanB,L KPPTKLN3 jabatanp ekerjaanB, LKI 4 jabatanp ekedaan, BLPP3 j abatanp ekerjaand anD inasK esehatakno ta Malang I jabatanp ekeqaan. Makad apadt isimpulkanb ahwak urikulump rogtams tudiT EP rel'evand engan kebutuhatenn agak erjap adal ernbagap elatihante rsebut. Berdasarkahna silp enelitianb, eberapasa rand itujukana ntarala in: (l) Perlu dilakirkarne konstrukskru rikulums ecarate rusm enerusb erdasarkakno ndisip angsa pasadre ngamn emberikamn atakuliah-matakuliadhi a niaranyam; atakuliahT eknologi Kine4aM, anajemeMn utu Terpadu( MMT), Teori OrganisasPi, engantaBr isnis, DesaiMn ediaT eknologTi inggi,O rganisasdia nP engembangannKyoam, unikasi SelajaHr i-Tech.( 2) Kegiatanb elajar rmodel Yahg terkini, tidak lagi :giatan praktikum harus lebih besar dari iunhrk mendaPatkainn formasi dan kesempatakne rjab agil ulusanT EP' (4) .m engembangkpaenn elitianin i secara I oPtimal.

Gambaran pengajaran Bahasa Indonesia di kelas IV se Kotamadya Malang (menurut keterangan guru) / Urip

 

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas I Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo dalam memahami konsep mol / oleh Siti Romlah

 

Efektifitas metode belajar kooperatif pada perkuliahan str Irawati, Santi

 

Pengembangan alat bantu dari bahan bahan bekas dalam pembelajaran kebugaran jasmani siswa kelas V SD Negeri Penarukan Kepanjen Kabupaten Malang / Ilham Atho'illah

 

Kata kunci: Pengembangan, Alat Bantu, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Kebugaran Jasmani. Di SD Negeri Penarukan Kepanjen Kabupaten Malang aktivitas kebugaran jasmani diberikan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan aspek pengembangan, berdasarkan observasi awal berupa kuesioner analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, pelaksanaan pembelajaran kebugaran jasmani meliputi sit–up, push–up, back-up, belum pernah dilakukan dengan menggunakan alat bantu, untuk itu perlu dilakukan pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan alat bantu dari bahan-bahan bekas. Tujuan pengembangan alat bantu dari bahan-bahan bekas dalam pembelajaran kebugaran jasmani siswa kelas V SD Negeri Penarukan ini adalah diharapakan guru dapat lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, efektif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah adalah sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli, 4) uji kelompok kecil, 5) revisi hasil uji kelompok kecil, 6) uji kelompok besar, 7) revisi hasil uji kelompok besar kemudian menjadi produk akhir berupa model pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu. Berdasarkan hasil analisa dari guru pendidikan jasmani SD Negeri Penarukan, 100% menyatakan sangat menarik. Dan klasifikasi persentase antara 76 – 100 % tergolong dalam klasifikasi baik (dapat digunakan). Hasil analisa uji kelompok besar (uji lapangan) terhadap 40 siswa SD Negeri Penarukan, 100% menyatakan sangat mudah untuk melakukan aktivitas kebugaran menggunakan alat modifikasi dari bahan-bahan bekas, dan 100% sangat menyenangkan melakukan aktivitas kebugaran menggunakan alat modifikasi dari bahan-bahan bekas ini. Hasil klasifikasi persentase yaitu antara 76 – 100 % tergolong dalam klasifikasi baik (dapat digunakan). Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani, 2) siswa dapat melakukan aktivitas kebugaran jasmani dengan mudah dan senang, 3) guru dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai lagi untuk dijadikan alat bantu pembelajaran kebugaran jasmani.

Pengembangan teknik bertanya melalui pertanyaan pancingan untuk meningkatkan frekuensi dan kualitas pertanyaan siswa pada pokok bahasan impuls dan momuten di SMU Negeri 5 Malang / oleh Nafisah Umul Khair

 

ABSTRAK Khair, Nafisah Umul. 2001.P engembanganT eknik BertanyaM elalui Pertanyaan PancinganU ntuk Meningkatkail FrekuensDl an KualitasP ertanyaan Slswa Pada Pokak Bahasan Impuls Dan Momenlum di SMU Negeri 5 Malang, Skripsi,J urusanP endidikanF isikaF MIPA UniversitasN egeri Malang.P embimbing(:l ) Drs. BambangT ahanS ungkowoM, . Pd , 0I) Dra.H artatiekM. .Si. Kata Kunci; bertanyaf,r ekuensik, ualitas. Selamain i kecenderungasnis wau ntukm engajukanp ertanyaaknu ranglah mendapapt erhatiany angbegitus eriusd ikalanganp cngajarU. ntuki tu upayaa gar siswat ermotivasbi eranim engajukanp ertanyaadni lakukans uatup enelitiante ntang pengembangatenk nik bertanyam elalui pertanyaapna ncinganu ntukm eningkatkan frekuensdi ank ualitasp ertanyaansi sway angn antinyad iharapkand apatm emotivasi siswaa garb eranib ertanyaD. i sisi lain penelitianin i juga dapatd igunakans ebagai bahanp etimbangagnu rudalamp engembangcaanr ab elajarm engajafris ikad i sekolah. Rancangapne nelitianya ngd ig unakana daal hp eneilt iank ualitatfi j enis tindakank elas.S umbedr ataa dalahg urub idangs tudi,s iswad anp enelitiJ. enis datanyab ersifatk ualitatifd ank uantitatiUD atay angb ersitatk ualitatif diperoleh denganm engklasifikasikapne rtanyaayna ngd iajukano leh siswas esuadi engana spek kognitif berdasakr lsifikasiB loom yaitu tingkati ngatanp, emahamana,p likasi, analisis,s intesisd ane valuasi.D atay angb ersifatk uantitatifdiperolehd engan menghitunbge sarp ertanyaayna ngd iajukano lehs iswa. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwad enganm emberikanp ertanyaan pancingand apatm endorongs iswau ntukb eranim engajukanp ertanyaanP.e rtanyaan pancingany angd iberikana dalahs uatup ertanyaamn engenapi emahamakno nsep dasard an merupakana plikatifyang terjadi padak ehidupans ehari-hari.B erdasard ari pemberianti ndakany angd iberikanb ahwak ualitasp ertanyaasni swat elahm encapai aspekk ognitiftinggi yangd itunjulikand enganp ertanyaayna ngd iajukanp aling rendaha dalahp emahamanK.u antitasp ertanyaansi swam encapa2i 7,5% od alam pemberianti ndakanu ntukd nak ali pembelajaranP.e mberiantin dakany angd iberikan mampum emotivassi iswau ntukb eranim engajukanp ertanyaan.

Cara mengevaluasi pengajaran Ilmu Hayat di SMA / Ariany Virtaniawati

 

Pembuatan, karakterisasi, dan uji aktivitas zeolit-Na sebagai adsorben ion kalsium / oleh Mokh. Arihermanto

 

Perencanaan mekanisme penggerak roda belakang
oleh Maria Zukhrufiana

 

Pengaruh metode pembelajaran dan prior knowledge terhadap kemampuan komunikasi matematika dan hasil belajar / Amma Mokh Mansyur

 

Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Ed., M.Pd., (III) Dr. Waras Kamdi, M.Pd. Kata kunci: metode pembelajaran, prior knowledge, kemampuan komunikasi matematika, hasil belajar. Sesungguhnya banyak konsep matematika yang dapat digali dari kehidupan nyata dan konsep-konsep tersebut digunakan untuk memecahkan masalah-masalah dunia nyata. Para siswa dapat dibantu untuk membangun pengetahuan matematika berdasarkan pada pengalaman nyata mereka sehari-hari dan selanjutnya membawa pemahamannya tersebut ke tahap yang lebih tinggi. Dengan demikian, perlu dilakukan suatu penelitian implementasi metode pembelajaran yang memanfaatkan pengalaman nyata siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan adalah diskusi Mathematician’s Circle. Diskusi Mathematician’s Circle menyajikan cara-cara untuk merangsang siswa dalam menuliskan masalahnya sendiri dan melakukan verifikasi maknanya dengan yang lain agar menjadi pemecah masalah matematika yang efektif. Teknik tersebut mencakup pembagian masalah yang dihasilkan sendiri pada Mathematician’s Circle dan penerbitan masalah di lembar kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan metode diskusi Biasa dan diskusi Mathematician’s Circle, (2) perbedaan hasil belajar siswa antara yang belajar dengan metode diskusi Biasa dan diskusi Mathematician’s Circle, (3) perbedaan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang memiliki prior knowledge tinggi dan rendah, (4) perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki prior knowledge tinggi dan rendah, (5) pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan prior knowledge terhadap kemampuan komunikasi matematika, (6) pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan prior knowledge terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan pada bulan maret – Juni 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Sambeng – Lamongan. Data diambil dari tes untuk kemampuan komunikasi matematika dan hasil belajar, sedangkan dukumen untuk prior knowledge. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan dua faktor dalam versi faktorial 2x2 pretes – postes nonequivalent control group design. Analisis data menggunakan teknik diskriptif dan analisis statistik MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut: (1) ada perbedaan signifikan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang belajar dengan metode diskusi Biasa dan diskusi Mathematician’s Circle (F = 9,770; p = 0,003), (2) ada perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan metode diskusi Biasa dan siswa yang belajar dengan metode diskusi Mathematician’s Circle (F = 12,505; p = 0,001), (3) ada perbedaan signifikan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang memiliki prior knowledge tinggi dan rendah (F = 434,227; p = 0,000), (4) ada perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang memiliki prior knowledge tinggi dan rendah (F = 457,369; p = 0,000), (F = 457,369; p = 0,000), (5) tidak ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan prior knowledge terhadap kemampuan komunikasi matematika (F = 0,174; p = 0,678), (6) tidak ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan prior knowledge terhadap hasil belajar (F = 1,021; p = 0,316). Temuan-temuan dalam penelitian ini, mengindikasikan bahwa diskusi Mathematician’s Circle berpengaruh lebih efektif daripada pendekatan diskusi biasa terhadap kemampuan komunikasi matematika dan hasil belajar di SMKN 1 Sambeng - Lamongan. Diskusi Mathematician’s Circle lebih akomodatif terhadap prior knowledge dalam pencapaian kemampuan komunikasi matematika dan hasil belajar.

Perencanaan rem depan tipe dobbel piston pada sepeda motor Sanex Gamma 2000
oleh Muhammad Yusuf

 

Penerapan strategi bauran promosi pada toko buku diskon Toga Mas Malang / Mochammad Budi Nugroho

 

Kata Kunci : Bauran Promosi, Toko Buku Diskon Togamas Malang Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran yang bertujuan menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli , dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Meskipun secara umum promosi memliki fungsi yang sama, akan tetapi promosi memiliki komponen-komponen khusus yang disebut bauran promosi, komponen dari bauran promosi itu sendiri meliputi periklanan (advertising), penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relation), pemasaran langsung (direct marketing). Melalui komponen tersebut dapat dipadukan menjadi bauran promosi yang bertujuan untuk menginformasikan perusahaan dan produk dari perusahaan tersebut. Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Strategi Promotional Mix pada Toko Buku Diskon Togamas Malang, bauran promosi yang paling efektif dan kurang efektif pada Toko Buku Diskon Togamas Malang, dan untuk mendeskripsikan beberapa alternatife yang bisa dipilih dalam menyelesaikan masalah promosi yang ada pada Toko Buku Diskon Togamas Malang. Strategi Bauran Promosi yang digunakan pada Toko Buku Diskon Togamas Malang adalah periklanan (advertising), penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relation), pemasaran langsung (direct marketing). Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Sedangkan yang dimaksudperiklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan. Personal Selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan Direct marketing adalah system pemasaran yang bersifat interaktif secara langsung, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaski di sembarang lokasi. Public Relation merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi presepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut Toko Buku Diskon Togamas Malang juga memiliki bauran promosi yang paling efektif dan kurang efektif, bauran promosi yang paling efektif adalah Sales promotion dan yang kurang efektif adalah Personal Selling. Tetapi Toko Buku Diskon Togamas juga secara tidak langsung mempunyai promosi dari mulut ke mulut oleh konsumen kepada konsumen yang menjadikan hal itu sebagai promosi yang paling efektif di Togamas Malang. Toko Buku Diskon Togamas Malang juga mempunyai kendala dalam promosi dan kurangnya tenaga promosi namun hal ini bisa diatasi dengan cara meningkatkan promosi yang efektif dalam Togamas seperti promosi dari mulut kemulut, sales promotion, public relation pada Togamas Malang dan untuk kurangnya tenaga promosi agar lebih efektif dan efisien dengan perekrutan Pegawai Marketing yang baru.

Analisis pasca optimum
masalah minimum baku pada program linier
oleh Endrik Susida

 

Pengaruh model pembelajaran kooperatif stad dengan diagram vee terhadap hasil belajar siswa pada materi hidrolisis gram kelas XI IPA SMAN 1 Krueng Barona Jaya Aceh Besar / Dewi Suryantina

 

Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions), diagram Vee, hasil belajar, konstruktivisme. Hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang diberikan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi hidrolisis garam banyak melibatkan konsep, prinsip, teori, kerja ilmiah serta perhitungan secara matematis, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan teori dengan kerja ilmiah yang dilakukan di laboratorium. Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee diduga akan mempermudah siswa dalam mempelajari materi hidrolisis garam karena pada bagian kiri bentuk V, siswa dilibatkan untuk mengisi sendiri konsep, teori dan juga prosedur kerja serta alat dan bahan yang akan digunakan pada saat melakukan praktikum sesuai dengan pertanyaan fokusnya. Di samping itu, pembelajaran kooperatif STAD yang dirangkaikan dengan pembelajaran praktikum menggunakan diagram Vee ini diduga lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD menggunakan diagram Vee dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi hidrolisis garam, 2) mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee dan persepsi siswa terhadap model pembelajaran kooperatif STAD tanpa diagram Vee pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun ajaran 2010/2011 sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD tanpa diagram Vee dan kedua model pembelajaran ini merupakan variabel bebas, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Data hasil penelitian merupakan data hasil belajar dan persepsi siswa terhadap model pembelajaran yang diberikan pada masing-masing kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan a) lembar observasi meliputi keaktifan individu dan kelompok yang digunakan untuk mengetahui aspek afektif, dan aspek psikomotor dapat diketahui melalui observasi kinerja siswa di laboratorium, b) pos tes untuk melihat aspek kognitif siswa setelah dilakukan pembelajaran materi hidrolisis garam yang terdiri dari 20 soal dengan validitas isi 88%, dan c) angket yang digunakan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap model pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan persepsi siswa dan statistik untuk menentukan reliabilitas 0,888 dan hasil belajar siswa dianalisis dengan uji t menggunakan SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan hasil belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD tanpa diagram Vee pada materi hidrolisis garam dengan rata-rata hasil belajar siswa 84,33 kelas eksperimen dan 76,45 kelas kontrol, 2) persepsi siswa terhadap model pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee lebih tinggi yaitu 70,10% dibandingkan terhadap model pembelajaran kooperatif STAD yaitu 64,22% pada materi hidrolisis garam. Oleh karena itu model pembelajaran kooperatif STAD dengan diagram Vee pada materi hidrolisis garam ini dapat membantu siswa dalam melakukan kegiatan praktikum di laboratorium karena sebelumnya mereka sudah mengetahui dan merancang sendiri prosedur kerja yang akan dilakukan di laboratorium dalam bentuk diagram Vee, serta membantu dalam memahami konsep/teori dengan cara berdiskusi bersama kelompok kooperatif STAD.

Perancangan rangkaian pengukuran energi listrik elektronik Elmunsyah, Hakkun

 

Hubungan antara efektivitas gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan
oleh Lilik Puji Astuti

 

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan merupakan salahs atuu nit ke{a yang memiliki tugas yang penting dalam penyelenggaraan pendidikand i KabupatenP amekasan.K antor ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidrkand an Kebudayaan yang memerlukan gaya kepemimpinan efektif dan motivaski erja stafyang tinggr, agar depat mencapait ujuan organisasis ecarae feklif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah: (l) efektivitas gaya kepemimpinan Kepala Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasadni lihat dari gaya kepemimpinan instruktif, konsultatif, partisipatif, dan delegatif, (2) motivasi ke{a pegawai Kantor Dinas Pendidrkan dan Kebudayaan KabupatenP amekasan,d an (3) hubungan antara efektivitas gaya kepemimpinan denganm otivasi ke4a pegawai Kantor Dinas Pendidikand an KebudayaanK abupaten Pamekasan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah desknptif korelasional. Populasi pnelitian ini meliputi seluruh kepala dan pegawai Kantor Dinas Pendidikan dan KebudayaanK abupaten Pamekasany ang berjumlah 90 orang, dengan sampel terdiri dari 50 orang yang diambil 55 Vo dai populasi dengan teknlk proportional random samplmgD. ata yang terkumpul dianalisis dengant eknik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) secara umum efektivitasg ayak epemimpinan Kepala Dinas Pendidikand an KebudayaanK abupaten Pamekasaand alaht ergolong sangat tinggr; (2) motivasi keqa pegawai dinilai sangat hnggi; dan (3) ada hubungan yang signftkon antara efektifitas gaya kepemimpinan denganm otivasi kerja pegawai. Atas dasar hasil penelitian, maka penulis mengajukan saran bahwa hendaknya KepalaK antor Dinas Pendidikan dan KebudayaanK abupatenP amekasan mempertahankane fektivitas gaya kepemimpinan yang ada dan terus membina motivasis tafrrya.D i samping itu, peneliti lain yang bermaksudm engkaji bidang yang samad, apatm elaksanakanp enelitian lebih lanjut denganp opulasi yang lebih luas

Pelaksanaan kegiatan praktikum fisika dasar I sebagai penunjang kegiatan perkuliahan teori ditinjau dari kemampuan menyelesaikan soal tes fisika dasar I mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang
oleh Ratna Camiliya

 

pelaksanan perkuliahan fisika dasar, baik fisika dasar I maupun fisika dasar II FMIPA UM selain dilaksanakan melalui kuliah teoritis juga dilengkapidengan kegiatan praktikum.Pelaksanaan kegiatan praktikum fisika I tersebut bersifat konvensional yakni masih menggunakan modul dan di bimbing oleh dosen pembina atau asisten praktikum.

Pembelajaran discovery untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah geometri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Batu / Anton Prayitno

 

Jurusan Pendidikan Matematika. Program Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (2) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Discovery, Kemampuan Memecahkan Masalah, Geometri Geometri merupakan salah satu pokok bahasan matematika sekolah. Dalam materi geometri dibahas objek-objek yang berhubungan dengan ruang dari berbagai dimensi. Disamping menonjol pada objek yang abstrak dan terstruktur berpola deduktif, geometri juga menonjol pada teknik-teknik geometris yang efektif dalam membantu penyelesaian problema dari banyak cabang matematika. Sehingga sering dikatakan bahwa geometri menjadi esensial bagi setiap pokok bahasan matematika sekolah pada setiap jenjang pendidikan. Mengingat pentingnya pembelajaran geometri, maka siswa tidak cukup dibekali hanya dengan pemahaman konsep semata apabila siswa tidak diberikan kemampuan memecahan masalah. Menurut kurikulum 2006, tujuan pembelajaran matematika adalah melatih siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Oleh karena itu diperlukan cara kreatif untuk mengajarkan geometri. Idealnya dalam pembelajaran geometri, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki, mencoba, menemukan, menduga berbagai ide, dan didorong untuk merumuskan pernyataan yang tepat, logis, serta memeriksa kebenaran kesimpulan, dalam hal ini kesempatan yang diberikan kepada siswa merupakan relevansi dari pembelajaran discovery. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pembelajaran discovery untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah geometri siswa kelas VIII SMPN 1 Batu. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pembelajaran yang menerapkan pembelajaran discovery. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pembelajaran discovery untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah geometri siswa kelas VIII SMPN 1 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Batu dengan jumlah 23 siswa terdiri dari 16 perempuan dan 7 laki-laki. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan hasil validasi, hasil observasi, tes tertulis, dan wawancara. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dengan menerapkan pembelajaran discovery, kemampuan siswa memecahkan masalah geometri mengalami perubahan yang baik bila dibandingkan pada saat observasi awal. Rerata persentase skor siswa 84,04% dan 21 siswa (91%) dari 23 siswa sudah mampu mencapai kategori baik yaitu mendapat skor di atas 70. Langkah-langkah pembelajaran discovery tersebut dijabarkan dalam perangkat pembelajaran yang meliputi (1) menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dengan cara mengingatkan kembali konsep geometri, (2) memberikan masalah (dalam bentuk LKS dan tanya jawab) yang dapat mengarahkan siswa untuk dapat memahami masalah geometri, (3) menginterpretasikan masalah menjadi bentuk konkrit dengan meminta siswa terlebih dulu memahami masalah, (4) meminta siswa untuk mengumpulkan data yang sesuai (unsur yang diketahui dan ditanyakan) untuk mendapatkan penjelasan dari suatu masalah geometri (5) membantu siswa mencari data yang sesuai (unsur yang diketahui dan ditanyakan) dari masalah geometri, (6) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memprediksi/menduga berbagai solusi atas unsur yang diketahui, (7) meminta siswa untuk mendiskusikan dengan anggotanya mengenai prediksi/dugaan penyelesaiannya, (8) membantu siswa mencari strategi dalam menjawab masalah geometri, (9) mengevaluasi hasil belajar tentang geometri dengan cara mempresentasikan hasil kerjanya, (10) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan secara tulis dan lisan mengenai hasil kerjanya (berbekal penyelesaian yang telah diyakini secara kelompok), (11) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan tanya jawab (pertanyaan, masukan-masukan atau tanggapan) mengenai penjelasan hasil pekerjaan siswa, (12) memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan kesepakatan penyelesaian dengan kelompoknya, (13) Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang masalah geometri.

Pengembangan model supervisi dengan pendekatan kolaboratif Hadi, Syamsul

 

Identifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan pengajaran fisika bagi guru kelas I SLTP Negeri Tulungagung berdasarkan kurikulum 1994 yang disempurnakan dengan suplemen / oleh Titik Yuliana

 

Gurum empunyapi erananp entingd alamp elaksanaaknu rikulumy aitus ebagai p€rencanpae ngajaranp,e laksanake giatanb elajarm engajadr anp engevaluashia sil belajar.P enelitianin i bertujuanu ntukm engetahufia ktor-faktorp enghambadta n pendukungp elaksanaapne ngajaranfis ika bagi guruk elasI SLTPN egeriT ulungagungb erdasarkaknu rikulum 1994y angd isempumakadne ngans uplemen. Jenisp enelitianin i adalahd eskriptidf enganp opulaspi enelitianse muag uru fisikak elasI SLTPN egeris e-KecamataTnu lungagungK abupatenT ulungagung yangb eryumlah8 orang.I nstrumenp engumpudl atanyaa dalahk uisionerd anw auancara. T eknika nalisisd atam enggunakapne rsentase. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwaa daf aktor-faktorp enghambadta np endukungp elaksanaapne ngajarafnis ika bagi guruk elasI SLTPN egeriT ulungagung berdasarkaknu rikulum 1994y angd isempurnakadne ngans uplemenF. aktor-faktor penghambatnyaad alah:l ) guruy angt idak pernahm engikutip enataranlo/ kakarya tentangn on suplemen7 5 %,2\ guruy angm asihk esulitanm embuapt rogramc aturrvulan5 0olo3, ) guruy angm asihk esulitanm embuapt rograms afuanp ela.jara7n5 Vo, 4) guruy angm asihk esulitanm enentukamn etodep embelajara5n0 %,5)g uruy ang masihk esulitanm engembangkamna terip elajaran7 5%,6) guruy angm asihk esulitan merumuskakne giatanb elajarm engaja5r 0%,7)g uruy angm asihk esulitanm embuat rencanap engajara6n2 ,50/o,8g) uruy angm asihk esulitanm embuaat nalisism ateri pelajara7n5 %,9)g uruy angm asihk esulitanm enggunakamne diap embelajaran 87, 5o/ol,0 ) guruy angm asihk esulitanm embuakt isi-kisi soal6 2,5%,1 I ) guruy ang masihk esulitanm enyesuaikabne banm aterid enganr vaktup elaksanaaunl angan umumd anm enentukarnu angl ingkupm ateriu langanu mum7 57o. , Sedangkafna ktor-faktorp endukungnyaad alah:I ) latarb elakangp endidikan gUruy angm emenuhki riteriam engajarfi sika 75o/o,2p) engalamamn gnqajarg uru yangc ukupl ama6 2,5%,3 ) guruy angh anyam engajarb idangs tudif isika 62,5vo,4) iem-uag u* mempunyabi ebanm engajark urangd ari 24 jam pelajaranti ap minggu,5 ) guruy angt idak mempunyatiu gass elainm engaaj r 62,50/o,6g) uruy angm engikuti penataran/lokakartyean tangs uplemenk urikulum 1994s ebesa6r 2,50/o,7g)u ruy ang sudahm embuapt iqgramt ahunan7 5%,8) guruy angs udahm erumuskanT PK 62,5%, g) semuag urut elahm enggunakamn etodep embelajarayna ngb ervariasi,l0 ) guru yangt idak mengalamhi ambatanm elaksanakaunl anganh arian6 2'5

Perbedaan prestasi belajar fisika yang diberi latihan tersebar dengan yang diberi latihan terpusat siswa kelas I Cawu III SMUN I Sampang / oleh Moh. Syafiih

 

Analisis propagasi gelombang elektromagnetik pada kisaran Hidayat, Samsul

 

Hubungan antara persepsi pegawi tata usaha terhadap kualitas tata ruang kantor dan semangat kerjanya di Sekolah Menengah Umum Kota Malang
oleh Neidianny Christynne

 

Bagiank etatausahaanm erupakanp os terdepanb agi penyelenggaruan administrassi ekolah.S alahs atu faktor penting yang turut menentukank elancaran pekerjaank etatausahaaand alahp enataanr uang kantor yang baik dan dapat menciptakasnu asanate mpatk erja yangn yaman.D engans uasanate mpatk erja yang nyamand an menyenangkana kan mendorongp egawai untuk lebih bersemangat dalamm enyelesaikapne kerjaannyas,e hinggap ekerjaanpund apatb erjalanl ancar. Berdasarkanp eryelasand i atas,m aka dapat diajukan permasalahans ebagai berikut: (l ) Apa persepsi pegawai tata usaha terhadap kualitas tata ruang kantor di SMU kota Malang, (2) Apa persepsi pegawai tata usaha terhadap kualitas ruang kantor di SMU kota Malang, (3) Apa persepsi pegawai tata usaha terhadap kualitas perlengkapand an mesin-mesink antor di SMU kota Malang, (4) Apa persepsi pegawati ata usahad i SMU kota Malang terhadapa sas-asatsa ta ruang kantor, (5) Apa persepspi egawait ata usahat erhadapf aktor-faktor yang ber-pengaruhd alam penyusunanta ta ruangk antor di SMU kota Malang, (6) Bagaimanas emangatk erja pegawai tata usaha di SMU kota Malang, (7) Adakah hubungan antara persepsi pegawait ata usahat erhadapk ualitas tata ruang kantor dan semangatk er.yanyad i SMU kota Malang, (8) Adakah hubungan antara persepsi pegawai tata usaha terhadap kualitas ruang kantor dan semangat kerjanya di SMU kota Malang; (9) Adakah hubungana ntarap ersepsip egawait ata usahat erhadapk ualitas perlengkapand an mesin-rnesikna ntord an semangakt erjanyad i SMU kota Malang,( 10) Adakah hubungana ntarap ersepsip egawait ata usahat erhadapa sas-asatsa ta ruang kantor dan semangakt erjanyad i SMU kota Malang, (l l) Adakah hubungana ntarap ersepsi pegawait ata usahat erhadapf aktor-faktor yang berpengaruhd alam penyusunanta ta ruangk antor dan semangark erlanya di SMU kota Malang. Rancangapne nelitiany angd igunakana dalahd eskriptifkorelasionalP opulasi penelitian berjumlah 187 pegawai tata usaha di SMU kota malang, dan sampel peneiitian diambil dengan teknik proportional stratified random sampling sehingga sampel penelitian berjumlah 56 pegawai tata usaha SMU kota Malang. Metode pengumpuland ataberupaa ngket.T eknik analisisd atayang dipakai dalam penelitian ini adalahp rosentasdea nk orelaspi roduct momen!d ari pearsonm elaluib antuan komputerp rogramS PSiS/orW indows Release8 .0. Berdasarkana nalisisd ata,h asil penelitian menunjukkan:( l) persepsip egawai tata usaha terhadap kualitas tata ruang kantor di SMU kota Malang termasuk positif, (2)P ersepspie gawati atau sahate rhadapk ualitasr uangk antord i sMU kotaM alang termasupko sitif,( 3) Persepspie gawatia tau sahate rhadapku alitasp erlengkapadna n mesin-meskina ntord i SMU kota Malangt ermasukp ositif,( 4) persepspi egawati ata usahad i SMU kotaM alangt erhadapa sas-asatast ar uangk antort ermasukp ositil (5) Perseppsie gawatia tau sahate rhadapfa klor-faktory angb erpengarudha lam penyusunatant ar uangk antord i SMU kotaM alangt ermasukp ositif,( 6) Semangat kerjap egawatai tau sahaS MU kotaM alangt ermasutkin ggi,( 7) Adah ubungan positify angs igmfikana ntarap ersepspi egawati atau sahate rhadapk ualitast atar uang kanto-dra ns emangakte rjanyad i sMU kotaM alang,( g) Ada hubunganp ositif yang signifikana ntarap ersepspi egawati atau sahat erhadapk ualitasr uangk antord an semangaket rjanyad i sMU koraM alang (9) Ada hubunganp ositif yangs ignifikan antarap ersepspi egawatia ta usahate rhadapk ualitasp erlengkapadna nm esin-mesin kantord ans emangakte rjanyad i sMU kota Malang,( 10) Tidak adah ubunganya ng signifikaann tarap ersepspie gawatia tau sahate rhadaaps as-asatast ar uangk antord an semangkaet rjanyad i sMU kotaM alang(, I I ) Adah ubungapno sitify angs ignifikan antarap ersepspi egawatia tau sahate rhadapfa ktor-faktory angb erpengarudha larn penyusunatant ar uangk antord ans emangakte rjanyad i SMU kotaM alang. Berdasarkatne muan-temuadni atas,m akap enelitim engajukanb eberapa sarany aitu:( I ) Kepatat atau sahaS MU kotaM alangp erlu meningkatkasne mangat kerjap egawaia, ntarala in denganm elakukanp enataanru angk aniory angb aik,r iulai darip erencanaaruna ngk antor,p erencananpne rlengkapadni n mesin-mesikna ntor, danm emperhatikafna ktor-faktory angb erpengarudha iamp enyusunatna tar uang kantors. emuanyiatu akanl ebihb aikjika berpedomapna daa sas-asatast ar uang kantorP. erlud iketahubi ahwas emakinb aik tatar uangk antor,s emakinti nggi semangakte rjap egawai(,2 ) Pegawatia ta usahaS MU kotaM alangs ebagai pelaksanhae, ndaknyajugmae ndukunpge nataarnu angk antor,s ehinggaiemangat kerjanydaa pamt eningkayta ituy angd itunjukkanm eriluik erjas amJJengarne kan lains emakitnin ggi,k epuasakne rja,l oyalitasd and isiplint inggid alamm Jnjalankan tugasy angd ibebankanny(a3,) Hasilp enelitianin i dapatd ipergunakasne bagaaic uan, apabilma ahasiswdaa np enelitil ainb erminamt enelitil ebihl anjutt entangta u ruang kantodr ans emangakte rja,d enganv ariabedl anp opulasyi angb erbeda

Perencanaan pengujian prestasi mesin pendingin (AC) untuk laboratorium mesin konversi energi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / oleh Arif Fanhadi

 

Morfofonemik dalam wacana tulis siswa Kelas VI Sekolah Dasar
oleh Suci Andayani

 

Penelitianm orfofonemikd alamw acanas iswak elasV I SekolahD asar menunjukkakne berhasilapne ncapaiatnu juanp engajaranb ahasaIn donesiad apat dilihatd an penguasaana nakd idik terhadapm ateri yang dipelajannya.S truktur bahasaIn donesiak lrususnyam orfbfbnemik merupakanl naten yang harusd ipelajari siswaS ekolahD asar.K eberhasilapne ncapaiantq iuanp engatarabna hasaIn donesia dapadt ilihatd ari (l) pengetahuatne ntangb ahasanyad,a n( 2) keterampilan berbahasanyaln.f ormasi tentangk emampuand an penguasaana nak didik dalam berbahasIan donesiam erupakanh al yangp enting.U saham endapaitn formasit ersebut perlup enelitiante ntangp emakaianb ahasaa nakd idik, tennasukd i dalamnyate ntang penguasaamn orfofoneurik sebagabi agiand ari materi yang dipelalan anak didik dr sekolah. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeskripsikanm ortbfbnemik dalarnw acana tufiss iswaS ekolahD asar.A da trgap okok yangd ideskripsikany,a itu ( I ) perubahan fbnern(, 2) penambahafno nem,d an( 3) penanggalafno netn. Penelitianin i merupakanp enelitrank ualrtatif.D atap enelitiani ni berupak atakatab entukany angt erdapadt alamw acanat ulis siswak elasV I SD. Datap enelitian tentangm orfofonemikw acanat ulis siswak elasV I ini dikurnpulkand engano bseryast olehp enelitis endiris ebagaiin strumenu tamad and ibantuo leh gunrk elasa taug uru bahasaln donesiaA. nalisisd atad ilakukand enganm odela lir, denganla ngkahlangkahre duksid ata,p enyajiand ata,a nalisisd ata,p enarikans impulans elnentara, verifikasi,d anp enarikans irnpulana khir. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwam ortbfonemikd alamw acanatu lis siswa kelas VI Sekolah Dasar terdapat morfofonemik. Mortbtbnemik pada wacana siswaS ekolahD asarS aptorenggmo eliputi (1) pembahantb nem,( 2) pe- narnbahan fonern,d an (3) penanggalanfb nern Perubahanfb nem padaw acanat ulis siswab erupa (l) perubahan/N /, dan (2) perubahal /r/. Penarnbahafno nem padawacanat ulis siswa berupa( l ) penambahanb / . Penanggalanfb netn padaw acanat ulis siswab erupa( 1) penalggalan/N /, dan( 2) penanggala/nr/ . !'l I

Penerapan model pembelajaran problem posing untuk meningkatkan kecakapan berpikir (thinking skill) dan hasil belajar biologi siswa klelas XI-IPA SMA Negeri 1 Malang / Alhidayat

 

ABSTRAK Alhidayat. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing untuk Meningkatkan Kecakapan Berpikir (Thinking Skill) dan Hasil belajar Biologi Siswa Kelas XI-IPA SMA Negeri I Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Posing, kecakapan berpikir, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi peneliti sebanyak 2 kali pada bulan Januari- Februari 2009, diketahui bahwa selama proses pembelajaran biologi di kelas XI IPA SMA Negeri I Malang, guru berperan aktif dalam menyampaikan materi pelajaran, sedangkan siswa pasif dalam menerima pelajaran. Kemampuan siswa dalam menanggapi atau menjawab pertanyaan dari guru masih rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecakapan berpikir siswa masih rendah. Problem posing merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecakapan berpikir siswa karena dalam pembelajaran ini, siswa dikondisikan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai literatur, merumuskan soal atau pertanyaan dari situasi yang ada, menentukan jawaban atau pemecahan dari permasalahan yang mereka buat serta mencari alternatif pemecahannya. Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing untuk Meningkatkan Kecakapan Berpikir (Thinking Skill) dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI-IPA SMA Negeri I Malang”. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kecakapan berpikir (Thinking Skill) dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri I Malang melalui penerapan model pembelajaran problem posing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model pembelajaran problem posing yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing- masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA2 SMA Negeri 1 Malang, semester genap tahun ajaran 2008-2009 sebanyak 38 orang, yang terdiri dari 23 orang siswa perempuan dan 15 orang siswa laki-laki. Data dalam penelitian ini berupa kecakapan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas XI-IPA2 SMA Negeri I Malang. Kecakapan berpikir siswa diukur berdasarkan peningkatan persentase kualitas kecakapan berpikir siswa secara klasikal, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing yang dapat meningkatkan kecakapan berpikir (Thinking Skill) siswa kelas XI-IPA2 SMA Negeri I Malang, terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap mendeskripsikan situasi/ informasi, mendefinisikan masalah, menampilkan permasalahan, mendiskusikan masalah, dan mendiskusikan alternatif pemecahan masalah. Kecakapan berpikir dan hasil belajar biologi siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kecakapan membuat pertanyaan kognitif i tingkat tinggi meningkat 22%, sedangkan kecakapan menjawab pertanyaan kognitif tingkat tinggi meningkat 89%. Peningkatan hasil belajar biologi dari siklus I ke siklus II adalah 50% untuk kemampuan kognitif dan 19% untuk kemampuan afektif siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kecakapan berpikir dan hasil belajar biologi siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran model Problem posing.

Hubungan antara motivisi kerja dengan prestasi kerja pengawai kantor sosial kota Malang
oleh Peni Mariyati

 

Motivasmi eru4ak.asna lahs afuc ara- t/angd igunakan mmgelolad anm eningtriatkan olehp impinanu ntuk mutu fJDM.M otii.asi-kerja-" rp.il;ah satuf aktor yangb anvakb erlrerancr aramm eningkarkapnr estasi bisa kerjan'egawai.p egawaai kan memaksimalkahna si,k etlanyu-apaiitu ilrtrtu mendapat baikd arid alamm aupuna ar;t u.r airin;;;-;d,,; berupa.suatud oronganyangk uat seseoranugn tukb erbuarl ,€suatu motif ying mendorong agarc lapamt encaatiu juanv ang aiieh;r,hti. Ltntukb isam encapapi re*isi kerjay ang tinggi dipdtuf,.i',_oiloori vn,rg :|tg ptlt 0*i dqPglt_uai s3gak1 ,irgei;;t..si kerja pegarvai rmggp ulap restaski eqja,1.ang makas ernakin diperoleh. Penelit ian ini berrujuanu nrukm enggambarkan pegawakr.e a daan keaara motivasi kcrianvas eh ingga_hisa 1>cglwai *.ruif,"p...irsr vang di fasilitasd an.ga-ii-r,anmgu ngkin kurangm emuaskan an maksimal.

Membangun sistem informasi mobile dngan komunikasi sms / oleh Sofan Ifani

 

Kajian afinitas elektron dan potensial ionisasi senyawa mono-nitroanthron menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) / Johan Nur Widhiantoro

 

Widhiantoro, J. N. 2014. Kajian Afinitas Elektron dan Potensial Ionisasi Senyawa Mono-Nitroanthron Menggunakan Metode Density Functional Theory (DFT). Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yahmin, S.Pd., M. Si., (II) Dr. Siti Marfuah, M. S. Kata kunci : mono-Nitroanthron, DFT, afinitas elektron, potensial ionisasi.      Senyawa Nitro-Polisiklik Aromatik Hidrokarbon(Nitro-PAH) merupakan senyawa yang secara tidak lansgung berpotensi menyebabkan kanker. Senyawa yang bersifat karsinogen adalah senyawa reduksinya. Salah satu senyawa yang tergolong dalam senyawa Nitro-PAH adalah senyawa mono-nitroanthron. Penelitian eksperimen terhadap senyawa mono-nitroanthron sampai sekarang masih belum banyak dilakukan karena sifatnya yang beracun. Kelemahan dalam penelitian eksperimen tersebut dapat dipecahkan melalui kajian teoritis menggunakan metode komputasi. Data yang diperoleh melalui metode komputasi memiliki akurasi yang cukup tinggi. Sehingga untuk membantu penelitian eksperimen tentang mono-nitroanthron dilakukan penelitian teoritis menggunakan pendekatan komputasi.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isomer mono-nitroanthron yang paling bepotensi sebagai karsinogen melalui perhitungan afinitas elektron dan potensial ionisasi menggunakan metode DFT. Terdapat lima isomer yang dikaji pada penelitian ini. Tahap-tahap dalam penelitian ini meliputi (1) pembuatan model molekul; (2) perhitungan optimasi frekuensi; (3) perhitungan energi afinitas elektron dan potensial ionisasi. Metode Density Functional Theory (DFT) dengan fungsi B3LYP dan basis set 6-31G+(d,p) merupakan perhitungan dalam penelitian komputasi yang memiliki akurasi yang bagus.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan afinitas elektron dari mono-nitroanthron yaitu 2-nitroanthron (-0.786 eV) > 4-nitroanthron (- 0.516 eV) > 1-nitroanthron (-0.315 eV) > 3-nitroanthron (-0.151 eV) > 10-nitroanthron (2.300 eV). Pada hasil penelitian urutan potensial ionisasi yaitu : senyawa 10-nitroanthron (8.721 eV) < 1-nitroanthron (9.562 eV) < 2-nitroanthron (9.572 eV) < 3-nitroanthron (9.587 eV) < 4-nitroanthron (10.326 eV). Sehingga dapat disimpulkan bahwa isomer 2-nitroanthron paling berpotensi sebagai karsinogen karena mudah mengalami reduksi.

Pengembangan mobile learning pada mata pelajaran sosiologi untuk kelas XI IPS SMA Salahuddin Malang / Muhammad Romli

 

ABSTRAK Romli, Muhammad.2016. PengembanganMobile LearningPadaMatapelajaran SosiologiUntukKelas XI IPS SMA Salahuddin Malang. Skripsi, Jurusan TeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr.SulthoniM.Pd,(II) Dr. Henry PraherdhionoM.Pd, Kata Kunci: Pengembangan, Mobile Learning, Sosiologi, KonflikSosial, Smartphone. Berdasarkanhasilobservasilapangandikelas XI SMA Salahuddin Malang permasalahan yang dialamisiswadalampembelajaransosiologiadalah, keterbatasanwaktu di dalamkelasdengantuntutanmateri yang banyak, kurangnyasumberbelajar yang dapatmembantusiswauntukbelajarmandiridiluarkelas, siswakesulitandalammemahamimaterikonfliksosialtanpaadanyavisualisasi..Olehsebabitupengembangmemutuskanuntukmengembangkanmobile learning yangmemudahkansiswauntukbelajar, sertakepraktisan media sebagaisumberbelajar yang dapatdiaksessiswatanpaterikatruangdanwaktu.Berdasarkanperspektifteknologipendidikan, pengembangmencobauntukmengembagkanproduk media pembelajaran yang dapatdigunakanuntukmembantumemecahkanpermasalahan yang adadalamkelas. Tujuandaripengembanganiniadalahuntukmenghasilkanproduk mobile learninguntukmatapelajaransosiologipokokbahasankonfliksosial yang valid danlayakdigunakanolehsiswakelas XI IPS SMA Salahuddin Malang. Metode yang digunakandalampendekatanpenelitianiniadalahResearch and Development (R&D)oleh Borg and Gall. Adapunlangkah-langkahpengembanganiniyaitu.Penelitiandanpengumpulan data, Perencanaan, Pengembangan draft produk, Ujicobalapanganawal, Merevisihasilujicoba, Ujicobalapanganutama, danRevisipemakaianproduk. SubjekPenelitiandalamvalidasiadalahsiswakelas XI SMA Salahuddin Malang yang sedangmenempuhmatapelajaransosiologi. Jenis data yang digunakanadalah data kualitatifdankuantitatif. Hasildaripenelitianpengembanganinisebagaiberikut: Ahli media mencapaikualifikasi valid yaitu 93,75%, ahlimaterimencapaikualiifikasivalid yaitu 90%, ujicobakelompokkecilmencapaikualifikasi valid yaitu 81,66%, danujicobakelompokbesarmencapaikualifikasi valid yaitu 88,77%. Saran yang diajukankepada guru matapelajarandiharapkan guru dapatmemperkenalkan media mobile learningmelihatantusiassiswaterhadappenggunaanmobile learningsaatpenelitiandilaksanakan.

Evaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo / oleh Heni Ari Diastuti

 

Dalamp elaksanaanp rogam pemberdayaanm asyarakadt i desat ertinggal khususnydai daerahp esisir, agar dapatberjalans ebagaimanam estinyam emerlukan tenagpae laksanay ang siap dan mampum endukungs ertam enjalankant ugasd engan baikd alamp elayanannyate rhadapm asyarakayt ang memanfaatkand anap rogram PemberdayaEank onomi MasyarakatP esisir.D iakui bahwas alahs atup enyebab kemiskinanm asyarakaat dalahk urangnyak emampuand iri untuk meningkatkant araf hidupnyad enganc ara menciptakan,m emperluasla pangank erja yang produktif nelaluib erbagaip eningkatanb erbagaik egiatanu saha.U ntuk itu masyarakadt i desa psisir perlu dibina agarp elaksanaanp rogramP EMP dapatb erjaland enganb aik. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahupi ermasalahante rsebutd alam penelitiainn i digunakanm etodep enelitiank ualitatifdenganfo kusp enelitiany aitu( l) proseps elaksanaanp rogramp emberdayaanm asyarakayt ang meliputi : penyusunan rencanap elaksanaand an pencairand ana,p elaksanaank egiatan,m onitoring, pelaporan(,2 ) kendalay ang dihadapip adap elaksanaanp rogramp emberdayaan masyaraka(t3, ) Faktor yang mendukungt erhadapp elaksanaanp ro$am pemberdayaamna syarakat. Penelitianin i dilaksanakand i DesaG elungK ecamatanP anarukanK abupaten SitubondoS. umberd ata diperolehb erdasarkank ey informan sebagain forman kunci yangd iambil secarap urposy'dan selanjutnyam enggunakante btik snowball samplingu ntuk mendapatkanin formasi yang lebih rinci tentangp rogram pemberdayaamn asyarakats, ertad atay ang berupad okumen-dokumeny ang berkaitan denganp elaksanaanp rogramt ersebut,b aik yangb erasald ari kantor desa,k ecamatan dank abupatenA. nalisa data dilakukan setelahs emuad ata terkumpul. Langkahlangkahy ang ditempuhd alam analisisd ata adalah: reduksi data dan display data, pengambilakne simpulanv/ erifikasi.K eabsahadni uji melalui : kedibilitas, keteralihank, etergantungan,d an kepastian. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwap elaksanaapnr ogramp emberdayaan masyarakabt erjalank urangb aik karenaa dab eberapah ambatant erhadapt ahapantahapanp rosesp elaksanaanp emberdayaanm asyarakath, al ini dibuktikan dengan prosesp elaksanaante rutamap adat ahapp elaksanaank egiatan,m onitoring dan pelaporanm, asih banyakh al yang harusd iperhatikant erutamay ang berkaitand engan pengembaliadna nas erta pelaporank emajuand ari programi ni yangb elumr nendapat perhatians ecarale bih efektif.K endalay angd ihadapip adap elaksanaapnr ogram pemberdayaamn asyarakaat dalahjumlah aparaty ang terbatas,a spekp endidikan masyarakayt ang rendah,s erhak endalas trukiural kultural misalnyak ebiasaankebiasaan yang membatasi nspirasi dan semangamt asyarakaut ntuk berkembang. S€dangkefank tor yang mendukungt erhadapp elaksanaanp emberdayaanm asyarakat ncliputi : potensi alam yang ada serta dukungan dari pihak pemerintah setempat. Untukm enjawab permasalahte rsebut,m aka perlu untuk dilaksanakan pendidikadna n latihan bagj aparat pelaksanas ertam asyarakapt enerimab antuan secarlae bih efektif sehinggan antinyaa kan diperoleh sumberdayam anusiay ang hrkualitasy angm ampum engelolas umberdayaa lam yang ada secaral ebih optimal, dany angt erpentingp elaksanaanp rogramd apatb erjalan lancar dan bisa meningkatkatanr af hidup masyarakat.

Analisis soal ulangan blok bersama fisika semester ganjil kelas XI IA SMA Negeri Brebes tahun pelajaran 2005/2006 / oleh Eko Edy Santoso

 

Identifikasi mineral zeolit di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Widya Kurnia Utami

 

ABSTRAK Utami, Widya Kurnia. 2015. Identifikasi Mineral Zeolit di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Skripsi, JurusanFisika FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito, S.Pd, M.Si, (II) NugrohoAdi P., S.Si, M.Sc. Kata kunci: Zeolit, Resistivitas, Geolistrik, Konfigurasi Dipole-dipole, Res2Dinv, surfer 10. Zeolit memiliki banyak manfaat bagi kehidupan diataranya sebagai adsorbsi air dibidang perikanan, sebagai pengikat ion pupuk dibidang pertanian, bahkan sebagai bahan industri. Salah satu daerah gunung api di Indonesia yaitu daerah Jawa Timur tepatnya di Desa Wonorejo Sumbermanjing Wetan Malang. Singkapan mineral zeolit terlihat pada perbukitan yang belum diketahui potensi dan sebarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah sebaran dan memprediksikan kandungan mineral zeolit berdasarkan luasan area yang disurvei. Penelitiandilakukandengansurveilapangan, penentuanlintasanelektroda, pemasangan tali rafia sebagai pengganti meteran, pengambilan data GPS (Global Positioning System) disetiap titik elektroda, pemasanganelektroda, mengalirkanarusmelaluielektroda, pengumpulan data, pengolahan data dengansoftwareRes2divn dan software Surfer 10, interpetasipolasebarantiaplintasandanprediksipersentasekandunganmineral zeolittiaplintasanberdasarkan area yang disurvei. Panjanglintasan1 adalah50 meter denganspasielektroda 5 meter, lintasan 2, 3, dan 5adalahmasing-masing 110 meter denganspasielektroda 10 meter, lintasan4 adalah 130 meter denganspasielektroda10 meter. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaprediksisebarandan presentasekandunganmineral zeolitberdasarkanluasan area yang disurveiadalahsebagaiberikut.Zeolit di lintasan 1 terletakpadatitik28 metersampaititik 43 meterberada pada kedalaman 4,62 meter sampai9,18 meter. Zeolit di lintasan 2 terletakpadatitik28 meter sampai 43 meterberada pada kedalaman10,5 meter sampai 18,4 meterdanluas yang mengandungmineral zeolitadalah353,5 m2denganpersentase34,3%. Zeolit dilintasan 3 tidak ditemukan keberadaannya. Zeolit dilintasan 4 terletakpadatitik25 metersampai90 meterberada pada kedalaman1,71 meter sampai10,5 meterdanluas yang mengandung mineral zeolitadalah632,4 m2denganpersentase38,6%. Zeolit dilintasan5terletakpadatitik38 metersampai85 meterberada pada kedalaman 23,6 meter sampai18,4 meterdanluas yang mengandung mineral zeolitadalah369,8 m2denganpersentase29,5%. Lintasan2 danlintasan3membentuk sudut siku dariarahutara ke selatan dan dari timurkebarat, darilintasan2kelintasan3memilikipotensizeolit yang semakinsedikityaitudenganpersentase34,3% dan0%. Sedangkanlintasan4membentuk siku denganlintasan5dariarahtimurkebaratdan utara ke selatan denganpotensizeolit yang semakinbanyakyaitudenganpersentase38,6% dan29,5%.

The evaluation of "Bali at a Glance" tourism guide book: suggested translation / Chrisna Fadillah

 

ABSTRAK Fadillah, Chrisna, 2016.Evaluasi Buku Panduan Pariwisata “Sekilas Bali”: Terjemahan yang Disarankan. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Arif Subiyanto, M.A.(II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci:Terjemahan, buku panduan pariwisata, Bali. Menerjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris merupakan suatu tantangan tersendiri bagi para penerjemah Indonesia. Namun bagaimanapun juga, kompetensi bahasa yang bagus sangat diperlukan oleh seorang penerjemah dalam menerjemahkan buku panduan wisata yang akan dikonsumsi oleh publik. Penelitian ini berfokus pada penemuan kesalahan-kesalahan dan memberikan terjemahan baru dari buku panduan wisata yang berjudul “Sekilas Bali”. Adapun tujuan dari memberikan terjemahan baru adalah untuk mengubah kualitas dari buku. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data diambil dari buku “Sekilas Bali” versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan kesalahan berdasarkan klasifikasi Linguistik dari Dulay, Burt, dan Krashen, khususnya pada pengelompokan kesalahan pemilihan kata dan grammar. Setelah itu, peneliti membuat terjemahan baru yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering ditemukan adalah pemilihan kata yang tidak tepat dan kesalahan grammar. Penerjemah sebelumnya terlalu setia dalam menerjemahkan dan mengesampingkan konteks kalimat. Penerjemah secara langsung menerjemahkan dan mengikuti pola struktur kalimat Bahasa Indonesia. Sebagai konsekuensi, hasil terjemahan menjadi tidak natural, bahasa yang digunakan terlalu kaku. Dikarenakan permasalahan yang serius ini peneliti menyarankan bahwa di dalam menerjemahkan penerjemah harus memprioritaskan konteks kalimat, ketepatan dalam pemilihan kata dan penggunaan grammar, kenatural an bahasa sehingga bahasa yang digunakan menjadi komunikatif, dan penerjemah harus pandai menambahkan keindahan estetika agar pembaca dapat tertarik untuk membaca. Pada akhirnya, peneliti mempersembahkan terjemahan yang disarankan.

Pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam memilih perusahaan asuransi (studi pada kantor pemasaran PT. Asuransi Raksa Pratikara Malang) / Helmy Syarif Hendriyanto

 

ABSTRAK Hendriyanto, Helmy, S. 2009. Pengaruh Faktor Pribadi Terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam memilih Perusahaan Asuransi, Studi Pada Kantor Pemasaran PT. Asuransi Raksa Pratikara Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si., (II) Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M. Kata Kunci : Faktor Pribadi, Keputusan Pembelian, PT. Asuransi Raksa Pratikara Kebutuhan konsumen akan rasa aman baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang tidak akan ada habisnya. Produk-produk yang berfungsi untuk memberikan rasa aman dan jaminan pada masyarakat selalu berkembang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Hal ini tidak lain karena rasa aman dan jaminan akan keberlangsungan suatu kehidupan adalah hal mutlak yang selalu diinginkan manusia. Kita tahu bahwa semakin maju suatu negara maka masyarakat semakin sadar kebutuhan akan asuransi. Indonesia sebagai negara secang berkembang tentu mendapatkan dampak dari semakin sadarnya masyarakat dalam membeli produkproduk asuransi seperti asuransi pendidikan, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan dan lain-lain. Sehingga kesadaran yang timbul dari masyarakat mendorong mereka untuk membeli produk-produk asuransi sebagai penjamin masa depan mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk memilih perusahaan asuransi tentunya sangat beragam, mulai dari faktor individu / pribadi, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor budaya, faktor politik, dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam memilih perusahaan asuransi baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan variabel bebas adalah Faktor Pribadi (X) yang terdiri atas Usia dan Tahap Sikuls Hidup Keluarga (X1), Lingkungan Ekonomi dan Pekerjaan (X2), Gaya Hidup (X3), Kepribadian dan Konsep Diri (X4), dan variabel terikat Keputusan Konsumen dalam Memilih Perusahaan Asuransi (Y). Populasi penelitian ini termasuk infinite population atau populasi tidak terhingga. Sedangkan jumlah sampel berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling dengan instrumen pengumpulan data melalui angket/kuesioner. Skala pengukuran menggunakan skala Likert dengan 5 (lima) opsi jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen, digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis yang dipilih adalah Analisis Regresi Linier Ganda, dan Uji Asumsi Klasik. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS 13.00 for windows. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial antara Usia dan Tahap Siklus Hidup Keluarga terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam Memilih Perusahaan Asuransi dengan nilai b1 = 0,443 (nol koma empat ratus empat puluh tiga), thitung = 3,582 (tiga koma lima ratus delapan puluh dua), dan signifikan t = 0,001 (nol koma nol nol satu). 2. Didapatkan juga pengaruh positif yang signifikan secara parsial antara Lingkungan Ekonomi dan Pekerjaan terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam Memilih Perusahaan Asuransi dengan nilai b2 = 0,472 (nol koma empat ratus tujuh puluh dua), thitung = 3,615 (tiga koma enam ratus lima belas), dan signifikan t = 0,000 (nol koma nol nol nol). 3. Terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial antara Gaya Hidup terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam Memilih Perusahaan Asuransi dengan nilai b3 = 0,384 (nol koma tiga ratus delapan puluh empat), thitung = 3,340 (tiga koma tiga ratus empat puluh), dan signifikan t = 0,001 (nol koma nol nol satu). 4. Didapatkan juga pengaruh positif yang signifikan secara parsial antara Kepribadian dan Konsep Diri terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam Memilih Perusahaan Asuransi dengan nilai b4 = 0,370 (nol koma tiga ratus tujuh puluh), thitung = 3,307 (tiga koma tiga ratus tujuh),dan signifikan t = 0,001 (nol koma nol nol satu). 5. Terdapat pengaruh secara simultan antara Usia dan Tahap Siklus Hidup Keluarga, Lingkungan Ekonomi dan Pekerjaan, Gaya Hidup, dan Kepribadian dan Konsep Diri terhadap Keputusan Nasabah PT. Asuransi Raksa Pratikara dalam Memilih Perusahaan Asuransi dengan nilai fhitung1= 90,522 (sembilan puluh koma lima ratus dua puluh dua), signifikan t = 0,000 (nol koma nol nol nol), dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,775 (nol koma tujuh ratus tujuh puluh lima) Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada PT. Asuransi Raksa Pratikara dapat mempertimbangkan strategi-strategi pemasaran yang dapat menjadikan faktor pribadi konsumen sebagai salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi-strategi pemasaran. Pada Kantor Pemasaran PT. Asuransi Raksa Malang hendaknya pembagian tugas terutama dalam pelayanan klaim nasabah dapat lebih difokuskan lagi sehingga proses dalam klaim asuransi yang dilakukan oleh nasabah dapat berjalan dengan cepat. Karena hal ini akan berpengaruh pada nama baik perusahaan secara umum dimata konsumen / nasabah. Pada Kantor Pemasaran PT. Asuransi Raksa Pratikara Malang hendaknya dilakukan penambahan jumlah karyawan, khususnya pada bagian marketing yang bertugas melayani setiap klaim, keluhan, maupun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan nasabah atau calon nasabah mengingat wilayah yang ditangani Kantor Pemasaran PT. Asuransi Raksa Pratikara Malang cukup luas. Sehingga dengan bertambahnya jumlah karyawan akan mendorong semakin cepatnya pelayanan terhadap nasabah.

Peer correction as an alternative way of learning writing at the English Departement of State University of Malang / by Marianus Roni

 

Writingf or learningh as beene mphasizeda s a processr athert han a productT. hereforer,e visionp lays an importantr ole in the processo f writing. one of thes fategiesin correctingE FL students'w riting is peerc orrection,i n which the studentasr ei nvolvedi n the processo f correctingt heir work. This study is aimeda t descnbintgtr er ole of peerc onection in the processo f learmngw riting at college level. Instrumentus sedi n this study are students'f ust and secondd rafu of causeeffecet xpositorye ssaya ndt he questionnaireo fthe students'p erceptiona boutt l.re valueo f peerc orrectionin the processo f leamingw riting. This studyw as conductedin the EnglishD epartment,S tateU niversity of Malangfr om 14 rurtil2 l May,2001. The samplew as the studentso f the English EducatioSn tudyP rogramt aking writing III at the seconds emestero f the 2000/2001 academyice ar.T his studyu seda descriptived esign. The studys howst hat the studentsr espondt o the feedbackf rom their peers positivelyo.u t of84 suggestionsfo cusingo n both contenta nd organizationo fthe essay7, 4 (88.09o /oa) re positivelyr espondedb y the studentw riters. Justa s such positivere sponset,h e studentsa lso regardp eerc orrectiona s advantageousT. wenty of the3 2 studentsin volvedi n the study find peer correction" very valuable",w hile the other l2 find it "valuable". Basedo n the result of the study,i t is suggestedth at therei s a needt o conducftr utherr esearcha imeda t conelatingt he shrdentsp' erceptiono n the value of peerc orrectiona ndt he way they respondt o the feedbackg iven by ttreirf ellow sfudentsF.u lhermore,t he future researcheirs expectedt o conducta n experimental studyf ocusedo n the effect ofpeer correctiono n the EFL students'w riting achievemenItt .i s alsos uggestedth at the ftlture researchere nlarget he scopeo fthe studyb y addings omem ore aspectso f writing, that is, grammaru se,v ocabulary,a nd mechanicsa,n di nvolvea greaters ampleo f sfudents. vl

Penerapan pembelajaran akuntansi berorientasi pada kecakapan hidup (life skill) melalui Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMKN I Malang / oleh Baria Ulfah

 

Using puzzles to improve the students' interest and vocabulary achievement in English at SDN Sukun VI Malang / by Wahyu Winarso

 

Englishis oneo fthe subjectsg iveni n elementarsyc hoolsB. y naturec, hildren liket o leams omethinnge w,e .g.E nglishH. owevert,h es tudentfsin d thatl earning Enghsihs not interestrnagn db oring.T hes tudentsv' ocabularay chievemenist also unsatisfactoTryh.e reforet,e acherssh ouldu sea ttractivem ediai n teachingE nglishU. sing puzzlefso r teachingE nglisha llowst hes tudenttso learnE nglisha ndp laya t thes ame tlme. This study aims to identify whether puzzles can improve the students' interest and vocabularya chievemenitf they are useda s mediaf or teachingE nglisht o the fourth grade studentos f elementarys chools. This studyi s a classrooma ctionr esearchI.n this study,t hreep uzzlesw ere rntroducedn amely:S crambledL etters,W ord-Searchesa,n d CrosswordsT. he puzzles rvereu sedi n the teachinga nd learningp rocessT. he subjectso fthe studyw ere4 3 fourth grades tudentso f SDN SukunV I Malang.T he instrumentsu sedi n this studyw ere questronnaiaren dt eachenr otes. The resulto fthe studys howst hat after usingp uzzles,t he studentse njoy learning English.M oreover,t herew as a significanti mprovementi n the studentsv' ocabulary achie vemen t. Basedo n the resulta bove,i t canb e concludedth at:( l) Ustngp uzzlesc an improveth e studcntsi'n teresitn leamingE nglish,( 2) Usingp uzzlesc ani mprovet he studentsv' ocabularya chievemenitn learningE nglish.

Translation analysis in menu of mobile phone: the Indonesian language used in Nokia 3530 / Halim Rosyid

 

This study aimed at analysing the Indonesian translation in the menu of Nokia 3530. In addition, this study focused on examining the translation procedures used to translate menu items in mobile phone Nokia 3530, identifying the degree of message conservation and also suggesting some improvements for the translations. The results of this study showed that the most dominant translation procedure used to translate words was literal translation, used to translate phrases was transposition, used to translate sentences is literal translation. Another result was about the degree of message conservation. Most translations of word, phrase and sentence in menu items of Nokia 3530 were considered as faithful translation. Key words: translation, translation analysis, menu, mobile phone.

Pembelajaran sistem persamaan linear dengan menggunakan pendekatan realistic mathematic education (RME) pada siswa Kelas I SMU Negeri I Boyolangu Tulungagung 2003-2004 oleh Dewi Lestari

 

Masalah pokok pada penelitian ini adalah'kesulitan siswa SMUN I BoyolanguT ulungagungd alam menyelesaikans oal cerita SPLTV yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Untuk itu diperlukan suatu pembelajaran yang dapatm eningkatkanp emahamans iswa. Salah satu pembelajarans emacami tu adalah pembelajaran SPLTV dengan menggunakan pendekatan RME, karena pembelajaran dengan pendekatan ini melibatkan siswa secara aktif untuk menemukanse ndiri konsepm atematikay ang diawali denganp emberianm asalah realistik Masalah penelitian ini dapat dirumuskan (l) bagaimana bentuk pembelajaranS PLTV denganp endekatanR ME, (2) bagaimanakahre spons iswa terhadap pembelajaran SPLTV dengan menggunakan RME, (3) apakah pembelajaran SPLTV dengan menggunakan pendekatan RME dapat meningkatkahna sil belajars iswa. Untuk menjawab masalah di atas, peneliti melakukan penelitian dangan menggmakanp endekatank ualitatif dan jenis penelitian yang digunakana dalah penelitiant indakank elas.P enelitian tindakan kelas ini dilatrukanp adas atu kelas tcrtentu yang dilaksanakan dzlam 2 siklus. Dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap,y aitu: (1) perencanaan(,2 ) pelaksanaanti ndakan, (3) observasi,d an (4) refletsi. Penelitian ini dilaksanakan di SMLIN I Boyolangu Tulungagung tahun pelajaran2 0032004.S ubjekp enelitiannyaa dalahk etasI -5. Bentukp embelajaranS PLTV denganp endekaun RME ini menggunakan strategi3 tahapan"y aitu: (1) tahap pendahuluarU(2 ) tahap inti, dan (3) trhap penyimpulan yang dilaksanakan dengan pola klasikal dan kelompok dengan menggunakalenm bark egiatans iswa( LKS) yang berisi masalahr ealistik. Berdasarkanh asil pengamatanp eneliti selama2 siklus dan didukungo leh hasil angket respon siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini adalah positif. Artinya siswa merasa senang dengan pembelajaran SPLTV dengan menggunakan pendekatan RME. Selain itu hasil tes akhir tindakan siklus I dan II menunjukkan peningkatan. Dengan demikian terjadi perungkatanp emahamans iswa terhadap materi SPLTV yang diajarkan melalui pendekalaRn ME. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukank epadap emerhatip endidikaq guru atau peneliti yaitu: sebailcryab entuk pembelajarand enganp endekatanR ME dibuat melalui strategit iga tahapany ang dilaksanakadne nganp ola klasikal dan kelompok denganm enggunakanL KS yang berorienasi RME ini layak dipertimbangkan sebagai altematif unhrk peinbelajaramn ateri SPLTV.

The differences of politeness strategies used by male and female characters of Friends TV series / Wiwit Aji Purnomo

 

ABSTRACT Purnomo, Wiwit Aji. 2009. The Differences of Politeness Strategies Used by Male and Female Characters of Friends TV Series. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nur Mukminatien M.Pd Kata kunci: politeness strategies, face threatening acts, Friends TV series, pragmatics, cross gender communication Penelitian ini terfokus pada konsep strategi kesantunan dari Brown dan Levinson (1987). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki perbedaan strategi kesantunan yang dipergunakan oleh tokoh utama pria dan wanita di serial TV Friends. Khususnya, penelitian ini dirancang untuk mengentahui (1) strategi-strategi kesantunan yang dipergunakan oleh tokoh utama pria, (2) strategi-strategi kesantunan yang dipergunakan oleh tokoh utama wanita, (3) strategi kesantunan yang paling sering dipergunakan oleh tokoh utama pria, dan (4) strategi kesantunan yang paling sering dipergunakan oleh tokoh utama wanita. Komunikasi antar jender dipilih dikarenakan diantara pria dan wanita memiliki persepsi yang berbeda mengenai fungsi bahasa. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dikarenakan data dikumpulkan, dianalisa, dan digambarkan dalam bentuk kata dibanding dalam bentuk angka atau prosedur statistik. Penelitian ini adalah deskriptif dikarenakan penelitian ini mencoba menggambarkan cara penggunaan strategi kesantunan oleh pria dan wanita Amerika dewasa. Data dari penelitian ini adalah ucapan-ucapan tokoh utama pria dan wanita dalam serial TV Friends yang mengandung strategi kesantunan. Penelitian ini memiliki satu sumber data primer yakni naskah serial TV Friends musim pertama dan kedua dari sepuluh musim serial TV Friends mulai tahun 1994-2001 yang diperoleh dari www.twiztv.com Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama pria dan wanita dalam serial TV Friends mempergunakan keempat strategi kesantunan seperti yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987). Tokoh utama pria paling sering mempergunakan Positive Politeness .8%), diikuti oleh Bald on Record (33.7%), Negative Politeness (17.6%), dan Off-Record (9.9%). Tokoh utama wanita paling sering mempergunakan Positive Politeness (37.8%), diikuti oleh Bald on Record (35.8%), Negative Politeness (21.7%), dan Off-Record (4.7%). Strategi Bald on Record nomor 4 (S’s want to satisfy H’s face is minimum) merupakan strategi yang paling sering dipergunakan oleh tokoh utama dari serial ini. Tokoh utama pria mempergunakan strategi kesantunan ini sebanyak 31 kali (12.8% dari keseluruan strategi kesantunan yang dipergunakan) sedangkan tokoh utama wanita mempergunakan strategi kesantunan ini sebanyak 47 kali (18.5% dari keseluruhan strategi kesantunan yang dipergunakan). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tokoh utama pria dan wanita sama-sama mempergunakan keempat strategi kesantunan. Kesimpulannya, semua strategi kesantunan ini dikemukakan untuk meminimalisir Face Threatening Acts (FTAs) yang ditunjukkan oleh tokoh utama pria dan wanita di serial TV Friends. Alasan mereka memilih strategi kesantunan tertentu ditentukan oleh motif mereka dalam melakukan FTA dan factor-faktor yang mempengaruhinya, yakni jarak, kekuatan, dan tekanan. Dalam memilih strategi bald on record, tokoh serial TV ini terpengaruh keinginan mereka untuk dihargai oleh pendengarnya. Positive Politeness menjadi strategi kesantunan yang paling sering dipergunakan oleh tokoh utama dikarenakan mereka mampu menunjukkan keinginan mereka untuk menjaga jarak diantara mereka. Negative Politeness dipergunakan dalam menunjukkan bahwa para tokoh utama tidak begitu yakin dengan apa yang sedang mereka bicarakan dan ketika mereka tidak ingin menekan pendengarnya dengan meminta sesuatu secara terang-terangan. Dari hasil penelitian ini, off-record biasanya dipergunakan untuk menunjukkan bahwa para tokoh utama merasa terkesima dan kadangkala untuk menunjukkan ketidakpercayaan mereka tentang kondisi yang dialami oleh pendengarnya sehingga mereka cenderugn melebih-lebihkan fakta yang ada. Untuk mahasiswa yang mempelajari pragmatics, mereka masih harus peka dengan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan strategikesantunan tertentu. Dosen pragmatics perlu memberikan contoh lebih tentang strategi kesantunan dari berbagai konteks yang beragam. Dikarenaka serial TV Friends dapat dianggap sebagai pengejawantahan dari kejadian sehari-hari, dosen pragmatics dapat membawanya kedalam kegiatan dikelas. Jika mereka menemui kesulitan dalam mencari contoh strategi kesantunan dikehidupan sehari-hari mereka, maka mereka dapat mengambil contoh dari serial TV. Peneliti masadepan diharapkan dapat mengadakan penelitian diwacana-wacana buatan yang lain seperti novel dan cerita pendek. Mereka dapat menyelidiki cara pengarang menggunakan strategi kesantunan dalam percakapan yang ditemukan didalam novel atau cerita pendek karena pengarang novel atau cerita pendek biasanya membawa apa yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari kedalam novel ataupun cerita pendek.

Implementasi metode pembelajaran kooperatif model numbered head together untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa (studi pada siswa Program Keahlian Penjualan kelas XPk1 mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan di SMK Budi Utomo Kepanjen) / Ema L

 

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi Pada Siswa Program Keahlian Penjualan Kelas X PJ1 Mata Diklat Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan di SMK Budi Utomo Kepanjen) *Ema Luluk Masita Abstrak: Berdasarkan hasil kajian teoritis dan empiris peneliti yang telah dilaksanakan di SMK Budi Utomo Kepanjen, ditemukan beberapa kendala yang menghambat proses pembelajaran pada mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan di kelas X Pj1. Hambatan yang ditemui antara lain sarana prasarana belajar kurang mendukung, kelas selalu pasif, rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dari dominasi yang banyak dari guru, sehingga sangat sulit untuk menimbulkan interaksi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa kelas X Pj1 pada mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan di SMK Budi Utomo Kepanjen. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka dilakukan kegiatan pembelajaran dengan implementasi metode pembelajaran kooperatif model numbered head together yang dilaksanakan melalui dua Siklus. Setiap siklusnya terdapat beberapa tindakan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Siklus I dilaksanakan berdasarkan studi pendahuluan, sedangkan Siklus II dilaksanakan berdasarkan rencana dari hasil refleksi Siklus I. Subyek penelitian ini adalah siswa program keahlian penjualan kelas X Pj1 mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan yang berjumalah 35 orang, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together yang merupakan variabel bebas, aktivitas dan hasil belajar siswa merupakan variabel terikat. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa pada Siklus I ke Siklus II dengan kriteria nilai 7 sebesar 273.8%. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dari peningkatan pada Siklus I ke Siklus II, melalui frekuensi bertanya sebesar 31.25%, sedangkan pada frekuensi menjawab meningkat sebesar 44%, frekuensi memberi tanggapan meningkat sebesar 40% dan frekuensi memberi sanggahan terjadi peningkatan sebesar 20%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together, terbukti dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa. Kata kunci : pembelajaran kooperatif model numbered head together, hasil belajar, aktivitas belajar.

Tingkat pengetahuan reproduksi pegawai administrasi Universitas Negeri Malang / oleh Ike Ovin Hendriyanti

 

Kcscnjur tguktot t t tut t ikr tusin luru orut tgl u0 t lct tgurtrc r r r l r . ;ulrl r r l l rrl rr r r rsul r r l r umumy angt er iadid iscluruhd unia.O rangl ua ser ingk al i t idak lcr rnot ivi tsuin luk mcmbcirk an inlbrmasir cproduksik cpadaa nak-anaknyaka rcrrirt irkul lral lcr'sctrul mcningkulkanu ktilituss cksuuls cl)clurnr ncnikrh,S clrrrni tu [)cnllclth(riu(r] runllt ull yangk urangr ncnycbahkamn crckak urangp crcayad iri untukr ncnl,urnpaik:krrcrp irdu anaknyatc ntangr eprrxluksyi angs ehat( lleni, 1995:7). Tujuan penelitiani ni adalah (l) unluk mcntporolchg arnbaranm eng,cnai tingkatp cngctahuarnc produks;ir cgawaAi dnrinistrasUi nivcrsitasN cgcriM alang,( 2) untuk mcngctahui pcrbcdaan tingkat pcngctahuarr rcprodrrksi antara pcgurvli administra-lsaik i-lakid anp crempuanU niversitasN cgcriM elang Jcnisp cncl i t iani ni adalahd cskr ipski uant i tat i ll.) cncl i t ianin i bcr lokusdi i I Inivcrsitls Ncgcri Mulung. l)opulusi pcuclitinn irri utlnlulr grgurvrri ndruirrislrusi fakultasU M meliputi: FIP, FE, FS, FT, dan FMIPA. 'l'cknik pengarnbilansa mpel dilakukan dcngan caru rundorn (ucuk) baik Fguwui laki-luki nluupun l^.-grwui perempuanS. ampelp enelitiani ni 35% dari populasyi aitu 66 rcsJxrndcnln, strumcn yangd igunakana dalaha ngkct,y ,:dangkante knik analisad ata yangd iguuakana dalalr (1) teknika nalisisp ersentase(2, ) teknika nalisisu ji-t. l{asil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat pengetahuan reprodukspi engawaia dministrasUi M dikategorikanc ukup (57,53%).. labarans ub variabel adalah sebagai berikut: definisi reproduksi dikategorikan cukup (51,26%). Perbedaan alat reproduksi dikategorikan cukup (50,86%). Tahap-tahap reprodrlksi dikategorikan cukup (62,73%), pengetahuan tentang gangguan/penyakit reproduksi dikategorikan cukup (55,01%) demikian juga untuk pengetahuan tentang pcmcliharuaanl at rcproduksdi ikatcgorikanc ukup( 55.67%) Scdangkadna ri annlisis uj i - t di pcrolehh asi lt hi tung( 1,30186<) t tabcl0 ,0-S(1 ,99773d) cngurdr cnr ikiun dapatd isimpulkanb ahwat idak ada perbedaanti ngkat pengetahuanre produksai ntara pegawaia dministraslia ki-laki dan perempuanU niversitasN egeri Malang.

Studi tentang kemungkinan pengurangan kadar kalsium terhadap pertumbuhan eichhornia crassipes di Rawa Senggereng / I Gusti Ngurah Alit Widya

 

Hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang / Yulia Ulva

 

Kata kunci: tipe kepribadian, kematangan emosi, wanita yang mengajukan gugatan cerai Perceraian yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi emosi pasangan yang belum matang menjadi faktor utama penyebab persoalan ini. Kematangan emosi individu diakibatkan adanya perbedaan tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tipe kepribadian wanita yang mengajukan gugatan cerai; (2) kematangan emosi wanita yang mengajukan gugatan cerai; (3) hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Subyek penelitian adalah wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpul data berupa (1) inventori tipe kepribadian yang dikembangkan dari teori Hippocrates dengan validitas dan reliabilitas berdasarkan proffesional judgement; (2) skala kematangan emosi yang dikembangkan dari teori Hurlock dengan validitas berkisar (rxy) = 0,305 sampai 0,780 dan reliabilitas = 0,920 . Hasil penelitian menunjukkan (1) sebesar 32% atau 16 orang bertipe kepribadian chole, 32% atau 16 orang bertipe kepribadian melanchole, 14% atau 7 orang bertipe kepribadian phlegma, dan 22% atau 11 orang bertipe kepribadian sanguis; (2) sebesar 30% atau 15 orang memiliki kematangan emosi tinggi, 48% atau 24 orang memiliki kematangan emosi sedang, dan 22% atau 11 orang memiliki kematangan emosi rendah; (3) Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan analisis non parametrik, yaitu analisis Spearman dan diperoleh nilai (rxy) = 0,440; p = 0,001 < 0,01. Hal ini berarti ada hubungan positif antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Tipe kepribadian chole berkorelasi dengan kematangan emosi rendah, melanchole dengan kematangan emosi sedang, sanguis dengan kematangan emosi sedang, dan phlegma dengan kematangan emosi tinggi. Bagi pasangan suami istri diharapkan saling memahami tipe kepribadian pasangan dan mampu meminimalisir emosi masing-masing tipe kepribadian. Pihak DEPAG diharapkan memberikan konseling pra nikah kepada calon pasangan suami istri agar mereka mampu memahami tipe kepribadian masing-masing.

Metode ekspansi fungsi eigen untuk menyelesaikan masalah nilai batas strum-liouville reguler tak homogen
oleh Dwi Mei Asri Wulandari

 

Dalam mempelajarim atematikat erapant erutamay angb erhubungand engan ilmu fisika dan teknik seringkali dijurnpar persoalan masalah nilai batas. Salah satu topik dalam masalah nilai batas adalah masatah nilai batas Sturm - Liouville reguler. Masalah nilai batas Sturm - Liouville reguler ini terbagi menjadi masalah nilai batas Sturm - Liouville reguler homogen dan tak homogen Slcipsi ini membahaste ntangc ara mendapatkans olusi dari masalahn ilai batas sturm - Liouville reguler tak homogen dengan menggunakan metode ekspansi fungsi eigen.Sebelumnyuan tuk mengetahuki eberadaans olusi dari masalahn ilai batasS turm- Liotwille regulert ak homogenin i digrrnakana ltematifF redolm.B entuk umum dari masalah nilai batas Sturm-Liouville reguler tak homogen adalah: Llvl(x)+p(x)y:f(x), a < x < b . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ( l ) Brlyl : : ar y@)+ a2y(a) : 0 Bzlyl : : br y&) + bz y'&):0 """".""' " "(2) dsngan L[yX*): (p(x) y' )' + q(x) y; p(x) , p'(x), q(x) dan r(x) adalah tungsi kontinu bernjlai real pada [eb], p(x) > 0 dan (x) > 0 pada [a,b], serta a1 dan a2 tidak keduanya nol, demikian j'rga untuk b1 dan br. Untuk memperoleh ekspansi fiugsi eigen sebagai solusi g dari masalah nilai batas sturm-Liouville reguler tak homogen (l )-(2), langkah-langftabnydai kemukakans ebagabi erikut. a. Dapatkan sistem ortogonal dari frrngsi "ig"o {p" }l=r yangb ersesuaiand engan nilai eigen t?l'):, untuk Ltvl(x)+ ?,(.x ) y:0 Br [y]:o Bz lyl: o b. Denganm enggunakaenk spansfiu ngsie igen* n* I, kita dapatm encari r koefisienyn yaitu -,{=s \ Lrn 9, r n=l c. Jika p * l, ,n - 1,2,. .. makas olusi$ dinyatakans ebagai + v" a= L ..---Q" n=l 11- 't' o d. Jika F :lN untuksuatuN dan y1*10 makadisanatidakadasolusi. e. Jika p:?vN untuksuatu N dan yyq:0 maka e:cNen* 2 4q, fr F-'L" tr*N adalahs olusid engans ebarangp ilihan parametecr N. Konsepy ang mendahuluip embahasanin i adalahk onsepp ersamaan diferensial linier homogen orde dua, masalah nilai batas dua titik, masalah nilai batas Sturm - Liouville regulerhomogen, masalah nilai batas tak homogen dan altematif Fredholm. ll

Studi tentang kegiatan laboratorium dan demonstrasi sebagai faktor penunjang pengajaran IPA-Fisika di S.M.P. Negeri Kotamadya Malang / oleh Flora Widyaningsih

 

Pengaruh penguasaan komponen-komponen keterampilan proses terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I caturwulan II SMU Negeri I Turen Kabupaten Malang / oleh Innaha Setiyowati

 

Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi engaruhp enguasaakno mponenkomponenke terampilanp roseste rhadapp restasbi elajarf isika siswak elasI catunwlanI SMU NegeriI TurenK abupatenM alang.S ampepl enelitiante rdiri dari delapanp uluhe mpats isway angd iambild enganm enggunakatne knik clusterr andom samplingD. atad iambilm elaluit esk emampuamn enge{akank omponen-komponen keterampilapnr osesd ant esp restasbi elajarf isika. Dalamp enelitianin i uji hipotesiysa ngd igunakaand alaha nalisisre gresi tunggadl ana nalisisr egesi gandad enganti ga belasv ariabelb ebasy aitu komponenkomponenk eterampilapnr oses(X ) dengans atuv ariabelt erikaty aitup restasi belajar( Y). Komponen-komponekne terampilante rsebumt eliputi:o bservasi, perhitunganp, engukurank, lasifikasi, hubunganr uangd an waktu, pembuatan hipotesisp, erencaruuprne nelitianp, engendaliavna riabel,p enafsirand ata,k esimpulan sementarap,r ediksi,p enenpank, omunikasi. Hasilp erhitunganst atistikd idapata ngkak orelasis erentaks ebesaRr : 0,516, koefisiend eterminasRi 'sebesar0,266d anhargaF sebesa1r ,954p adat araf sigrrifikan5 %. Hasil perhitungante rsebumt enunjukkanb ahwat erdapapt engaruh yang sig nif i kana ntarap engrxlsaakno mponen-komponekne terampilanp roses terhadap resiasbi elajarf isika siswa.S elanjufnyajugad idapaht asilb ahwat erdapat pengaruhm asing-masinkgo mponenk eterampilanp roseste rhadapp restasbi elajar fisikad engans umbangaenf ektif untukk emampuamn engobserva0s,i 951, kemampuamne nghitun2g, 11 5,k emampuamn enguku3r ,499k, emampuan mengklasifikas1i ,651,k emampuanm encarhi ubunganru angd anw aktu8 ,129, kemampuamn embuaht ipotesis3 ,202,kemanrpuamn erencanakapne nelitian2,929, kemampuamn engendalikavna riabel6 ,118,k emampuanm enginterpretasikadna ta 0,690,k emampuamn enyusunk esimpulans ementar2a, 690,k emampuamn eramalkan 1.959k, emampuamn enerapka0n, 001 , kemampuamn engkomunikasika1n, 41 3 . Hasil tersebutm emberikanp etunjukb ahwap enguasaakno mponenkomponenk eterampilanp rosesm empunyapi engaruhte rhadapp restasbi elajarf isika, sedangp enguavurmn asing-masinkgo mponenk eterampilante rhadapp retasbi elajar fisikas isrvak alasl caturwulanlS MU Negeril Turen masihk ecil.H al ini menunuj likanb ahwap enguasaakno mponen-komponekne terampilanp roseso leh siswa kelas 1 SMU Negeri 1 Turen masih kurang optimal.

Pengaruh serbuk biji pinang (Areca catechu L.) pada mortalitas cacing hati sapi (Fasciola gigantica Linn.) secara in vitro / Dia Nurdiansah

 

Penerapan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran jaringan dasar kelas X RPL di SMKN 4 Malang / Aris Mbajeng Wahyu Prasiska

 

Prasiska,Aris Mbajeng Wahyu. 2013. Penerapan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X RPL di SMKN 4 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Drs. Suwasono, M.T. Kata kunci:Hasil belajar, Pembelajaran Berbantuan komputer, Jaringan dasar     Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas X RPL B di SMK Negeri 4 Malang, kota Malang diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran mata pelajaran Produktif Jaringan Dasar. Permasalahan tersebut antara lain: (a) dalam menyampaiakan materi jaringan dasar oleh guru dilakukan dengan ceramah, (b) nilai siswa pada mata pelajaran produktif jaringan dasar masih rendah. Perlunya PBK untuk ketuntasan belajar siswa dengan manfaat PBK antara lain yakni (1)keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, (2) meneruskan pelajaran sesuai dengan tingkat kecepatan dan kemampuan belajar sendiri, (3) penguatan, (4) simulasi melalui komputer, dan (5) perulangan, bagi siswa yang belum mencapai prestasi yang memadai. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).     Penelitian ini dilakukan di SMKN 4 Malang pada bulan November sampai Desember 2013.Menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Siklus yang direncanakan adalah 2 siklus dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart (1997), Setiap siklus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan dan observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X RPL B di SMK Negeri 4 Malang sebanyak 37 siswa terdiri dari 11 siswa perempuan dan 26 siswa laki-laki.     Hasil penelitian menujukkan bahwa kelayakan PBK dalam proses pembelajaran sebesar 96,15 % dan pada kelas uji coba sebesar 90,38% dengan tingkat validitas yaitu sangat valid atau valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Penerapan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa ranah kognitif mata pelajaran produktif jaringan dasar yang sebelumnya rata-rata nilai hasil belajar awal (pretestsiklus I) sebesar 74,81% pada akhir siklus I menjadi 84,43% mengalami peningkatan sebesar 9,62 % dan pada siklus II meningkat 4,11 % diperoleh rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 88,54%. Pada hasil belajar ranah afektif juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu pada siklus I presentase keseluruan sebesar 88,19% meningkat 4,23% sehingga presentase pada siklus II sebesar 92,42 %.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK)dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X RPL di SMK Negeri 4 Malang.Peneliti menyarankan agar dalam penelitian PTK selanjutnya menggunakan tiga siklus, sehingga didapatkan hasil yang relevan.

Pengaruh penggunaan metode drill dan metode pemberian tugas rumah terhadap prestasi belajar matematika siswa SMU
oleh Khusnul Khotimah

 

Studi perbandingan bahan pelajaran civics di SMP dan SMA (tinjauan kurikulum dan analisa praktis) / Suwarno Winarno

 

Using total phisical response in teaching English to young learners / by Purnaningsih

 

'fhis studyi s conductetdo investigatteh ee ffecto fl'pR techniquoen the studentsa'c hievemenrnt Englishc omparewd ith thato f thec onventionaplr actrc.e Oner esearcphr oblemis phrasedp reciselya sf ollows:I s TpR techniquem ore effectiveth ant hec onventionatel chniquien teachingE nglishto youngl eamers? Furthermorteh,e r esearchy pothesipsr oposetdb r ther esearcphr oblemis thatin teachingE nglishto youngl earnersT,P Ri s moree ffectiveth ant hcc onvenfional techniqueI.n ordert o answert he researchp roblem,a quasie xperimentasl tudyw as caniedo ut.T he sr.rb;ecwtse ret wo classeso f the grade-threset udentso f sD Lab UM, classA , consistinogf 37 studentsa,s t hec ontrolg roup,w hereasc,l assB , consisting of35 studentsa,s t hee xpenmentaglr oupB. othc lassews eret aken asi ntactg roups sinceth erew asn o randomizationIn. additiont,o seet hes ignificandt ifference betweetnh et wo teachingte chniquese'f fectso n studentsa' chievemenbto, thg roups werep retesteda ndp osttestedT.h e datag atheredfr om this primaryi nstrumen-t pretesat ndp osttestw- erea nalyzesdt atisticalluys ingt hea nalysios f covariance. Besidesth, es econdariyn strumenstu cha sq uesticnnaireisn,t erviewa ndo bservation sheewt erea lsoa ppliedt o supportth e primaryd ata.T he resulto f the statistical analysiso f the primaryd atas howst hat the null hypothesias t .05 level of significance wasr ejecteda ndt he altemativeh ypothesisw asa cceptedI.t couldb e concludedth at TPRi s moree ffectivet hant he conventionapl racticein teachingE nglisht o young leamersT. his finding rvass upportedb y the secondardy ata.I t showst hat botht he studentas ndt he teacherg avep ositiver esponsetso wardt he implementatioonf rpR in classl.n accordw rtht her esearcfhin dingsa boves, omes uggestionres latedto the adoptiono fTPR asa techniquoef teachingE nglishto youngl earneras rea ddressed to theE nglishte acherosf elementarsyc hoolst,e achetrr ainersa, ndo therr esearchers. v11

Dasar-dasar pertimbangan pada guru dalam menilai kemajuan belajar siswa SMA Negeri di kota madya Malang
Tulus Winarsunu

 

Pengembangan inventori konsep-diri mahasiswa sebagai instrumen layanan bimbingan belajar di Perguruan Tinggi
oleh Kartika Hajati

 

Mesin serut profil kayu bagi pengrajin kayu
oleh Herri Mashudi

 

Penyelidikan tentang penggunaan metode-metode mengenal anak oleh guru-guru sekolah dasar Katolik di kota madya Malang / V. Winarti

 

Pengaruh penerapan model pembelajaran VAK (visual auditory, kineatitetik) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Tanjungrejo 2 Malang, / Reni Dwi Lestari I

 

Kata kunci: Model Pembelajaran VAK, Hasil Belajar IPA. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA kelas IIIA dan IIIB SDN Tanjungrejo 2 Malang pada tanggal 15 Agustus 2011, di sekolah dasar tersebut belum pernah menggunakan model pembelajaran VAK. Berdasarkan dokumen hasil belajar siswa diperoleh rata-rata nilai untuk kelas IIIA yaitu 60 dan rata-rata nilai kelas IIIB yaitu 54. Rata-rata nilai kedua kelas ini masih rendah karena guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan penugasan. Pembelajaran IPA tidak hanya pembelajaran yang menghafal konsep IPA tetapi juga yang melibatkan aktivitas siswa dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi, percobaan, observasi, dan diskusi aktif. Model pembelajaran VAK terdapat 3 tahapan yaitu tahap visual, auditory, dan kinestetik. Dengan menerapkan model pembelajaran VAK maka akan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah (1) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa kelas IIIA pada materi benda dan sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran VAK di SDN Tanjungrejo 2 Malang? (2) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa kelas IIIB pada materi benda dan sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di SDN Tanjungrejo 2 Malang? (3) Adakah perbedaan hasil belajar IPA pada materi benda dan sifatnya antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penerapan model VAK di SDN Tanjungrejo 2 Malang? Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-test and post-test group. Subjek penelitian ini adalah kelas III SDN Tanjungrejo 2 Malang, yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas IIIA dan IIIB. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari kemampuan awal (pre test) dan kemapuan akhir (post test). Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih antara pre test dan post test (gain score) kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas IIIA sebgai kelompok eksperimen dan siswa kelas IIIB sebagai kelompok kontrol. Rata-rata nilai kemampuan akhir (post test) siswa kelompok eksperimen 85,21 lebih tinggi dari pada rata-rata nilai kemampuan akhir (post test) siswa kelompok kontrol 76,63. Rata-rata peningkatan nilai hasil belajar (gain score) siswa kelompok eksperimen 28,13 lebih tinggi dari pada rata-rata nilai hasil belajar (gain score) siswa kelompok kontrol 18,80. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan pengaruh penerapan model pembalajaran VAK terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III materi benda dan sifatnya SDN Tanjungrejo 2 Malang. Berdasarkan penelitian ini disarankan dalam proses pembelajaran perlu disampaikan kepada siswa tujuan dan langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran VAK dan untuk peneliti lanjutan diharapkan dapat menjadi masukan dan mengontrol variabel lain yang mempengaruhi hasil belajar.

Pengaruh penambahan beras sangrai dan gula kelapa pada pembuatan Wadi ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis regan) terhadap sifat mikrobia, biokimia, dan organoleptiknya / oleh Aminuddin Prahatama Putra

 

What to look for in gothic novels and ghost storie (a study on their main features and their values) / Lalu Wiramaja

 

Hubungan antara perilaku kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan keefektifan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Polowali Mamasa Sulawesi Selatan / oleh Hasmiah

 

Perbaikan kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi (penalaran) dalam pembelajaran IPA kelas V melalui pendekatan CTL di SDN Tlumpu kota Blitar, / M.Iqbal Muttaqin

 

Kata Kunci: perbaikan, berpikir tingkat tinggi, pendekatan CTL. Pelaksanaan pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar dilaksanakan secara konvensional, dengan metode ceramah dan penugasan berupa soal yang bersifat hafalan dan ingatan, sehingga siswa pasif dalam pembelajaran dan kemampuan siswa dalam berfikir tingkat tinggi (penalaran) kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui dan mengungkap kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi (penalaran) dalam pembelajaran IPA kelas V SDN Tlumpu Kota Blitar pada tahap pratindakan, (2) mengetahui dan mengungkap pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan CTL untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi (penalaran) di SDN Tlumpu Kota Blitar pada tiap siklus, (3) mengetahui dan mengungkap kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi (penalaran) dalam pembelajaran IPA kelas V di SDN Tlumpu Kota Blitar melaluia pendekatan CTL pada tiap siklus, dan (4) mengetahui dan mengungkap peningkatan kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi (penalaran) dalam pembelajaran IPA di SDN Tlumpu kota Blitar melalui pndekatan CTL. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 35 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari data observasi sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi (penalaran). Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai tes akhir siswa pada tiap tahap. Pada pratindakan ke siklus I terjadi peningkatan sebesar 17%, siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 20%. Ditinjau dari keberhasilan penerapan pendekatan CTL, disarankan bagi guru untuk memiliki kemampuan dalam membuat soal untuk memperbaiki kemampuan berpikir tingkat tinggi (penalaran) siswa, guru tidak lagi sebagai pusat pembelajaran tetapi siswa yang berperan aktif dalam pembelajaran, guru mampu menghadirkan dunia nyata siswa dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari sehingga siswa mampu memecahkan masalah yang ia hadapi, dan guru dapat memilih pendekatan yang tepat dalam pembelajaran agar siswa aktif dan senang mengikuti pembelajaran.

Rhetoric and the linguistic features of English and Indonesian essays by EFL undergraduate students / by Teguh Budiharso

 

Pengaruh motivasi dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata dikltlat akuntansi di SMK PGRI 02 Malang / Taufik Rachman

 

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi semua manusia, karena pendidikan akan mencerminkan kepribadian untuk menempuh kehidupan yang lebih baik. Pendidikan dapat tercapai dengan sukses apabila siswa dan guru sama-sama berperan aktif. Siswa di harapkan memiliki motivasi belajar dan cara belajar yang efektif, karena kedua hal tersebut sangat di butuhkan dalam proses belajar-mengajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar baik dan cara belajar yang efektif akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menjelaskan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar, (2) menjelaskan pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar, (3) menjelaskan pengaruh motivasi belajar dan cara belajar terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel motivasi belajar, cara belajar dan prestasi belajar. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas satu dan dua jurusan akuntansi tahun ajaran 2007/2008 pada SMK PGRI 02 Malang. Populasi siswa kelas satu dan dua tersebut sebanyak 78 siswa, semua populasi di jadikan sampel penelitian tekhnik pengumpulan data ialah angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, dimana syarat untuk melakukan analisis ialah terpenuhinya uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadapprestasi belajar dengan nilai t hitung sebesar 7.186 dan nilai signifikansi (0.00<0.05), (2) cara belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan nilai t hitung sebesar 6.053 dan nilai siginifikansi (0.00<0.05), (3) motivasi belajar dan cara belajar berpengaruh siginfikan terhadap prestasi belajar dengan nilai F hitung sebesar 64.322 dan nilai signifikansi (0.00<0.05). Keterbatasan penelitian menunjukkan bahwa masih banyak variabel di luar motivasi belajar dan cara belajar yang memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar. Saran bagi para siswa di SMK PGRI 02 Malang yaitu, agar siswa senantiasa memperbaiki motivasi belajar dan cara belajar mereka untuk meningkatkan hasil belajar meraka sendiri. Saran bagi para guru di sekolah, hendaknya guru memberikan pengetahuan mengenai pentibngnya peranan motivasi belajar dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa. Saran bagi peneliti yang ingin meneliti prestasi belajar, hendaknya mengkaji faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar yang belum di ungkap dan di bahas dalam penelitian ini, selain itu juga untuk memperluas populasi penelitian.

Hubungan persepsi siswa SMp dengan minat melanjutkan pendidikan ke SMK Program Studi Keahlian Teknik Bangunan di Lumajang / Yusuf Ridhwan

 

Yusuf Ridhwan. 2012. Hubungan Presepsi Siswa SMP Dengan Minat Melanjutkan Pendidikan Ke SMK Program Studi Keahlian Teknik Bangunan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Eko Suwarno, M. Pd (2) Dra. Sri Agrariani Judowati, M. Pd. Kata kunci: Hubungan, Persepi siswa SMP, Minat melanjutkan ke SMK Pendidikan kejuruan di indonesia dilakukan pada tingkat sekolah menengah atau yang biasa disebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lama pendidikan yang ditempuh adalah 3 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi siswa SMP dalam melanjutkan ke pendidikan SMK, juga untuk mengetahui minat siswa SMP dalam melanjutkan ke pendidikan SMK Teknik Bangunan Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dalam bentuk angket dan kuesioner. Jumlah populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di SMPN I Tekung dan SMPN 4 Lumajang. Sampel penelitian adalah siswa SMPN I Tekung dan SMPN 4 Lumajang kelas IX yang diambil secara acak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Area Sampling dan teknik Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket kuesioner presepsi dan minat melanjutkan ke SMK dengan skala sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju. Teknik analisis yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMP terhadap SMK Teknik Bangunan 1) Sebanyak 3.125% atau sebanyak 3 siswa SMP dari semua sampel yang mempunyai presepsi sangat baik terhadap SMK bidang keahlian Teknik Bangunan. 2) Sebanyak 8.33% atau 8 siswa yang mempunyai presepsi baik. 3) Sebanyak 43.75% atau 42 siswa mempunyai presepsi sedang. Sedangkan minat melanjutkan ke SMK Teknik Bangunan 1) Sebanyak 2.08% atau sebanyak 2 siswa SMP dari semua sampel yang mempunyai minat sangat tinggi terhadap SMK bidang keahlian Teknik Bangunan. 2) Sebanyak 34.37% atau 33 siswa yang mempunyai presepsi baik. 3) Sebanyak 53.15% atau 51 siswa mempunyai presepsi sedang. 4) Sebanyak 10.42% atau 10 siswa mempunyai persepsi yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: Untuk pihak SMP dan SMK: Dapat memberikan gambaran yang baik terhadap SMK bahwa SMK jika telah lulus dari sekolah tidak menciptakan tenaga kasar tetapi mencetak tenaga ahli yang sesuai dengan bidang dan jurusannya,dan juga lulusan SMK lebih cepat mendapatkan kerja dari pada lulusan SMU karena SMK sudah memiliki keterampilan yang memadai serta perlu diadakan promosi yang gencar baik melalui media elekktronik maupun cetak. Untuk peneliti selanjutnya: dilakukan penelitian yang lebih detail,baik wilayah sampel maupun karakteristik SMP dan SMK yang telah di lakukan penelitian

Tinjauan Tap. MPRS No. XXXVII/MPRS/1968 tentang pedoman pelaksanaan demokrasi Pancasila / I Ketut Kawet Wiyasa

 

Survei tingkat bahaya erosi pada satuan unit lahan di daerah perbukitan desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang kabupaten Malang / oleh Ika Rachmawati

 

Pertambahajnu mlah penduduky ang relatif tinggi di perkotaant ernyatat idak selamanyma emberik euntungank epadam asyarakatB. ertambahnyaju mlah penduduk yangr elatif tinggi di perkotaana kanm engakibatkana danyap emekarank ota dan pembukaalanh anp roduktif untukp emukimanp endudukp erkotaanL. ahan-lahan produktiftenebuts ebagianb esarb eradad i daerahp edesaans, edangkans ebagian besapr endudukp edesaanb ermatap encaharians ebagapi etani.J ika lahanp ertanian tersebudt igunakanu ntuk pengembangapne mukimanp endudukp erkotaana kan mengakibatkabna nyak petanim embukala hanb arup adad aerahy angm iring untuk dijadikana real pertanian,y ang akhimya akan menimbulkand ampakb erupa percepatapnro seste {adinyae rosi Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahu(i:l ) besamyala ju erosip adal ahan di daerahp erbukitanD esaT ulusbesaqK ecamatanT umpang KabupatenM alang dan (2) tingkat bahaya erosi pada lahan di daerah perbukitan Desa Tulusbesar, KecamataTn umpang KabupatenM alang. Penelitiany ang dilakukanm enggunakan jenisp enelitians urvei yang didukungo leh data primer dan data sekunder.T eknik pengambilatnit ik padas ampedl aerahd alamp enelitianin i menggunakatne knik sampetlu juan( purpo,rive.t anrpling)y, aitu pengambilans ampelnyab erdasarkan variasti opo sekueny ang ada (4 toposekuen).A dapunp enentuanb esarl aju erosi dan tingkabt ahayae rosim enggunakarnu musU SLE. Berdasarkanh asil penelitiand apatd iketatruib ahwab esarl aju erosi pada lahan di daerah penelitian tergolong relatif tinggi. Di mana besar laju erosi pada lahan di daerah penelitian telah melebihi standart (A > 1), sehingga sangat perlu untukd i konservasi.A dapun tingkat bahayae rosi padal ahand i daerahp enelitian tergolongs angatt inggi. Melihat besamyal aju erosi dan tingkat bahayae rosi yang terjadpi adal ahand i daerahp enelitiand, isarankanu ntuk:( l) Memberip upuky ang seimbangs etiaps etelahb erlakunyam asap anen;( 2) Mengusahakanm engendalikan erosid enganm enanamik embaUt anah-tanahy ang gundul, sertap embuatante rras siringp adat anah-tanahy ang memiliki kemiringan;(3)M engusahakanm enanam tanamans ejajard engang aris kontur; dan (4) Mencegaht erjadinyap enelantaran tanah.

Aplikasi aljabar linear pada graph berarah
oleh Laelatul Fitriah

 

salah satu konsep matematika yang penting dalam aljabar linier adalah matriks, penjumlahan matriks, dan perkalian metriks. Sedangkan dalam teori grap salah satu konsep yang penting adalah grap berarah. Skripsi ini membahas aplikasi aljabar linier pada grap berarah, yaitu menentukan metrik vertek dari graph berarah yang mempunyai n vertek sebut P1,P2,P3,....,Pn,menentukan kelompok dari grap berarah, grap berarah dominan, dan kuasa dari graph berarah dominan.

Pengaruh lama penyimpanan dalam lemari es terhadap kadar gula buah mangga (Mangifera indica L.) Cv. Gadung / oleh Segik Supatmi

 

Buahm angga( Mangiferai ndicaL.) cultivarg adungm erupakans alahs atu cultivar mangga berpotensi untuk diekspor. Mangga termasuk buah klimaterik yang perlu penanganans etelahp anen.S alahs atu penanganana dalahd enganp endinginan. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahu(i 1) pengaruhla ma penyimpanante rhadap kadarg ulab uahm angga( Mangiferai ndicaL.) cultivarg adunC,Q)p engaruh penyimpanans uhur endahd an suhuk amart erhadapk adar gula buah mangga (Mangifera indicaL.) cvltivu gadungd an (3) pengaruhin teraksi antaral ama dengan suhup enyimpanatne rhadapk adarg ulab uahm angga( Mangiftra indicaL.) cultivar gadung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mangga cultivu gadung yangd iperolehd ari PT. FajarM ekarI ndahP asuruanP. enelitianin i dilakukand i LaboratoriumB iologi UniversitasN egeriM alangp adab ulanO ktober-Desember 2000.L amap enyimpanayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalah0 , 2,4, 6, 8, 10, 12, 14,16 dan l8 hari. Untuk penyimpanansu hur endahd iletakkand i dalam kulkas dengans uhuk urang lebih 40C-60Cd an suhuk amar diletakkand i atasm eja. Metodey angd igunakana dalahm etodee ksperimend alamr ancangana cakk elompok (RAK) dengan4 kali ulanganU. ji kadarg ula dilakukand enganm etodeN elson- SomogyiA. nalisish asilp enelitiany angd igunakana dalaha nalisisv ariansig anda yangdilanjutkand enganU ji JarakD uncan( UJD) 5%. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwa( 1) lamap enyimpanabne rpengaruh terhadapk adarg ulab uahm anggay aitu padal amap enyimpanahna ri ke-l8 dalam suhuk amarm enghasilkakna darg ulat ertinggit ertinggiy aitu 15,8102!1 00 g dibandingkand enganla map enyimpanadna laml emarie sy aitu 13,25009 /100g (2) tempatp enyimpanabne rpengarupha dak adarg ulab uahm anggad an( 3) ada interaksia ntaral amad engante mpatp enyimpanatne rhadapk adarg ulab uahm angga cultivar gadung.

Implementasi kurikulum 2004 pada SMK di Malang Raya / oleh Herianto

 

Perbandingan efektivitas penempatan fuse cut out (FCO) terhadap lightning arrester (LA) pada trafo 20 KV / Habibi

 

ABSTRAK Habibi. 2009. Perbandingan Efektivitas Penempatan Fuse Cut Out (FCO) Terhadap Lightning Arrester (LA) Pada Trafo 20 KV. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) M. Rodhi Faiz, S.T.,M.T. Kata Kunci : Fuse Cut Out, Lightning Arrester, Transformator 20 KV. Trafo distribusi merupakan komponen yang sangat penting dalam penyaluran tenaga listrik dari gardu distribusi ke konsumen. Kerusakan pada trafo dalam gardu distribusi menyebabkan kontinuitas pelayanan terhadap konsumen akan terganggu. Dengan adanya sistem pengaman yang dapat bekerja dengan baik di dalam gardu distribusi diharapkan gangguan-gangguan yang menyebabkan tegangan lebih dan arus lebih dapat diatasi. Peralatan pengaman yang dipasang pada sisi primer trafo distribusi adalah lightning arrester sebagai pengaman tegangan lebih dan fuse cut out sebagai pengaman arus lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui macam perancangan penempatan fuse cut out terhadap lightning arrester pada trafo 20 KV. Dan juga untuk mendapatkan perbandingan dan analisis serta kesimpulan dari hasil perancangan. Ada dua macam penempatan fuse cut out terhadap lightning arrester pada trafo distribusi 20 KV yaitu pemasangan setelah dan sebelum lightning arrester. Perancangan dan analisis perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penempatan fuse cut out terhadap lightning arester pada trafo 20 KV yang sesuai dengan kebutuhan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan perbandingan ini adalah dengan menentukan spesifikasi komponen dan rangkaian perancangan. Kemudian berdasarkan pada data sekunder/simulasi dan menganalisis serta menyimpulkan hasil data tersebut. Penempatan fuse cut out dan lightning arrester bisa dengan menganalisa besar dan frekuensi terjadinya gangguan pada suatu daerah. Dengan menganalisa besar arus gangguan yang dapat terjadi dan memperhatikan karakteristik serta pola seting peralatan pengaman yang terpasang, diharapkan dapat diketahui tingkat keandalan dari peralatan pengaman.

Penggunaan intelligent mint mapping untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Purwantoro 3 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Praharisti Kurniasari

 

Kurniasari, Praharisti. 2014. Penggunaan Intelligent Mind Mapping untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPA Kelas V SDN Purwantoro 3 Malang. Tesis, Pasca Sarjana, Program Studi Pendidikan Dasar Guru Kelas, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Suhadi Ibnu, M.A, Ph.D (II) Dr. Muhardjito, M.S Kata kunci: Intelligent mind mapping, proses belajar, hasil belajar.     Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SDN Purwantoro 3 Malang terhadap proses pembelajaran IPA telah ditemukan permasalahan yaitu guru menggunakan pembelajaran tradisional dan hanya mengejar target terselesainya materi pelajaran. Guru monoton dalam mengajar, masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan presentasi berdasarkan LKS, sehingga siswa cenderung pasif pada saat pembelajaran berlangsung. Dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 65, ternyata hanya 6 siswa yang memenuhi standar ketuntasan belajar dan 32 siswa yang belum tuntas. Artinya ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai, hanya 16% siswa tuntas belajar dan yang belum tuntas 84%.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan mind mapping berbantuan emindmaps dan mendeskripsikan penggunaan mind mapping berbantuan emindmaps dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPA di SDN Purwantoro 3 Malang. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Purwantoro 3 Malang. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Kemmis dan Taggart meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik penilaian hasil karya siswa, teknik angket, skala sikap, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan.     Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dengan menggunakan mind mapping berbantuan emindmaps, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil karya siswa pada pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 39,55 menjadi 60,69 dan pada siklus II menjadi 76,92. Hasil tes akhir juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil tes akhir dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 38,93 menjadi 57,89 dan pada siklus II menjadi 73,76. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil observasi aktivitas siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 39,90 menjadi 76,76 dan pada siklus II meningkat menjadi 81,05. Nilai rata-rata hasil skala sikap siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 16,05 menjadi 25,65 (dari rendah menjadi tinggi) dan pada siklus II meningkat menjadi 31,21 (dari tinggi menjadi sangat tinggi). Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah sedapat mungkin menyediakan sumber bacaan lebih lengkap dan bervariasi jenisnya (bukan buku saja) baik di perpustakaan maupun sudut baca di kelas. Selain itu, untuk menunjang pembelajaran yang menggunakan emindmaps diharapkan sekolah mempunyai alat-alat yang menunjang untuk pembelajaran tersebut, misalnya komputer dan LCD. Bagi guru hendaknya mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi pendukung mind mapping sehingga dapat menggunakan mind mapping berbantuan emindmaps dalam pembelajaran

Peningkatan hasil belajar perkalian bilangan cacah melalui pendekatan savi (Somatis, Auditori, Visual dan Intelektual) siswa kelas III SDN Bendo 1 kota Blitar, / Winarni

 

Kata Kunci: hasil belajar, perkalian, pendekatan SAVI. Proses pembelajaran matematika di SDN Bendo I Kota Blitar guru melakukan metode ceramah, guru secara aktif memberikan informasi kepada siswa, sedangkan keaktifan siswa kurang. Penyampaian informasi yang diberikan kepada siswa secara abstrak. Hal tersebut menyebabkan rendahnya pemahaman konsep sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak dapat mencapai kriteria ketuntasan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan Pendekatan SAVI (somatis, Auditory, Visual dan Intelektual) pada pembelajaran perkalian bilangan cacah siswa kelas III SDN Bendo I Kota Blitar dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran perkalian bilangan cacah melalui pendekatan SAVI pada siswa kelas III di SDN Bendo I Kota Blitar tahun ajaran 2010/2011. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian siswa kelas III SDN Bendo I Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar dengan jumlah 24 siswa. Teknik yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi: (1) observasi, (2) angket, (3) dokumentasi, (4) tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penerapan pendekatan SAVI dalam pembelajaran perkalian bilangan cacah menggunakan empat komponen yaitu Somatic, Auditory, Visual dan Intelektual. Serta menggunakan empat tahapan yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap pelatihan dan tahap penampilan. Hasil penelitian ini melalui pendekatan SAVI dapat mengatasi masalah pembelajaran. Hal tersebut diketahui pada hasil belajar siklus 1 dengan ketuntasan 71%, sedangkan siklus II tingkat ketuntasannya mencapai 88% telah terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 17%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah dalam penerapan pendekatan SAVI siswa hendaknya lebih memaksimalkan segala modalitas belajarnya baik Somatis, Auditory, Visual, dan intelektual dalam pembelajaran agar hasil belajar lebih maksimal jika menggabungkan ke empat aspek tersebut dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran matematika hendaknya guru lebih mengutamakan pemahaman konsep siswa dari pada tingkat hafalan.Sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran yang lebih kreatif serta dapat melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran salah satu diantaranya dengan menggunakan pendekatan SAVI.

Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan laboratorium IPA sebagai penunjang dalam pengajaran fisika di SLTP Negeri Se-Kabupaten Tulungagung / oleh Erik Puspitosari

 

LaboratoriumIP A merupakans alahs atup enunjanC "*:li:\X{"^pi::::," , U.ru:.,t r"lujut y-g Uait autu- usaham encapatui luanp endidikantP A' Untukt tu maklaa boratoriuImPA p erlud iberdayaksaeno ptimaml ungkidna lamh al p.Gi;hr" A; p"rnuni*iu*yu, sehinggdaa pamt embantsui swam empermudah penguasapaenn getahuanfiel"iil;;; nie"ngembangkkeatna mpilans'e rtam embina sikatpe liti,jujudr anh ati-hadtia lamk egiatapne rcobaan'Peneliintiia bne rtuiuan *."'!"i"tt,iirfutor-faktor pendukun{ga n penghambadta lamp emberdayaan laboratoriuImPA sebagapie nunjand! alamp engajarafins ikad i SLTPNs e Kabupatetunt ungagungit," g"i tt'i) trt peneliti-agnu ruf isikak elasl ' 2 dan3 dan kepalase kolah. Penelitiainn idilakukanp adab ulanM ei-Juni200pl adac awul -ll' Jenis penelitianiniadalahSurveiatauStudidalambentukdeskriptifdenganinstrumen 6.r"p" ""gt"t. Analisisd atay angd igunakana dalahT eknik AnalisisP ersentase. Hasilp enelitr"" r".",i"r"ttui buh*u adaf aklor pendukungd anp enghambat dalamp emberdayaalanb oratoiiumI PA' Faktory angc enderung.mendukuandga lah nta-rararjazarhe rakhi,V ."e;i;iiiLi gurua dalahs iriunad and iplomaf isika,p emah mengikutpi enataratne niangp emberdayaalanb oratorium[P A' ruangan laboratoriumnycau kupr "or"d* memadadi engand ilengkapif asilitasy anga dad i d"il;; J""lumlah p",nutuiunl aboratoriumu ntukk egiatanla boratoriumc ukup baik.S edangkafna ktorV ""g .."a"*"g-menghambat adalahju mlah peralatanti dak ;;t*;;"gunlu.tu'rt ,i!*u vungc itup uanyatt iap kelasnyad' ana.untuk pembangunatanu o.atoriumtl Ja',r.aiad, an'tidakadate nagala boran.A dapunu saha i""g Jii""r."t"n guru' kepalas ekolahd anp enanggunjga wab laboratoriumd alam pemberdayaalanb oratoriuma dalahp engad*. n aiutdenganm embuaat lat sederhana' It."V"*ft tit*a membuaat latm elaiuiC ontohg ambarm' emotivasgi uru rremanfaatkasna ranala boratoriumda lamk egiatanb elajarm engajarm' enyediakan t|annr,n cl'ktlkunr, 'p"rui,it an mclcngkapaiJ ministr'rlsaib oratoriuurnn ltrk kelancarapne nggunaalalrb oratortum'

Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar di SMK PGRI 2 Malang : studi pada siswa kelas I Jurusan Sekretaris yang menempuh mata pelajaran mengetik manual / oleh Indah Yuliarti

 

Perencanaan sistem pendingin udara pembakaran (intercooler) pada mobil Nissan 220 PS
oleh Cahyo Wahono

 

Studi keanekaragaman fauna tanah pascaerupsi gunung Kelud Kecamatan Ngancar Kediri / oleh Lilis Andayani

 

Evaluasi proses praktik pengalaman lapangan keguruan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang pada tahun pelajaran 2010/2011 / Yuni Putri Trisnawati

 

Kata Kunci: PPL, Evaluasi Proses, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran. Universitas Negeri Malang (UM) sebagai salah satu Lembaga Pencetak Tenaga Kependidikan (LPTK) menyelenggarakan matakuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa calon guru guna mencetak tenaga guru yang berkualitas. PPL merupakan kulminasi dari pengalaman belajar teoritis dan praktis untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktik kependidikan atau non kependidikan agar mahasiswa siap menjadi tenaga profesional dalam bidang keahliannya, yang dilaksanakan secara terprogram, terpadu, dan terbimbing melalui kegiatan magang di sekolah atau lembaga yang menyelenggarakan program di bidang pendidikan mahasiswa kependidikan dan nonkependidikan. Kesesuaian pelaksanaan PPL dengan pedoman yang dirancang sangat menentukan kualitas mahasiswa calon guru yang disiapkan oleh UM. Dengan demikian tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan PPL sesuai dengan standar UPT PPL. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa UM jurusan akuntansi yang tengah melaksanakan matakuliah PPL, guru pamong, dan siswa (yang tengah menjadi subyek PPL oleh mahasiswa) dengan tujuan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menjawab beberapa permasalahan dalam penelitian ini. Evaluasi kemampuan mahasiswa PPL akuntansi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran kurang sesuai dengan pedoman yang dirancang oleh UPT PPL. Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil observasi dengan pedoman UPT PPL dan wawancara dengan 3 subyek yaitu mahasiswa, siswa dan guru pamong yang mengarah pada satu hal yaitu mahasiswa PPL mampu memenuhi beberapa komponen silabus, RPP, kemampuan mengajar dan pengajaran mikro dan beberapa diantaranya belum dapat dipenuhi. Saran yang diberikan oleh peneliti bagi DPL yaitu memberikan pengetahuan pembuatan RPP dan ketrampilan dasar mengajar yang memadai sebelum menerjunkan mahasiswa ke sekolah. Bagi guru pamong diharapkan mengamati mahasiswa PPL selama proses pelaksanaan pembelajaran. Bagi mahasiswa PPL diharapkan dapat melakukan komunikasi secara efektif dengan siswa, dosen pendamping lapangan, dan guru pamong di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dilaksanakan pada ruang lingkup mahasiswa PPL akuntansi, diharapkan peneliti selanjutnya meneliti mahasiswa PPL bidang lainnya.

Pelaksanaan penggugusan siswa-siswa SMA PPSP IKIP Malang angkatan tahun 1977 / Rita Raharyo

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |