Penyelidikan tentang beberapa jenis records murid yang dikerjakan kepala sekolah dan guru-guru sekolah dasar negeri Kotamadya Pasuruan / Willem Haumahu

 

Tanggapan guru-guru pengajar Biologi di kelas I SMA Negeri se-Jawa Timur terhadap buku paket Biologi SMA jilid I / Noor Ichsan Hayani

 

Penelitihan tentang pelaksanaan penilainan prestasi belajar siswa SD menurut kurikulum SD tahun 1975 di Kotamadya Malang / Hayinah

 

Penggunaan huruf 'athaf antar kata dan kalimat dalam penyusunan faqroh bahasa Arab oleh mahasiswa S-1 1985 program pendidikan bahasa Arab Jurusan Pedidikan Bahasa Asing FPBS IKIP Malang
AH. Mu'adz Hazmi

 

Kemampuan memahami bahasa kias dalam puisi pada siswa kelas III SMA Negeri VII Malang tahun ajaran 1988/1989 / oleh Helda

 

Possible advancements to direct object in formal Indonesian / Dahniar Herawati

 

Some short stories by Mark Twain their contents and cultural background / by Eko Edwinarty Herawaty W.

 

Implementasi pendekatan whole language untuk meningkatkan pemahaman isi teks bacaan pada siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang / Nur Rohma Andalasari

 

Andalasari, Nur Rohma. 2014. Implementasi Pendekatan Whole Language untuk Meningkatkan Pemahaman Isi Teks Bacaan pada Siswa Kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang. Skripsi, Program S1 PGSD Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. A. Badawi, S.Pd, M.Pd, (II) Muhammad Arafik, M.Pd. Kata Kunci:Isi Teks Bacaan, Pemahaman, SD, Whole Language. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SDN Bareng 1 Kota Malang diketahui bahwa; (1) kurangnya variasi dalam pembelajaran membaca; (2) pengajaran bahasa masih dilakukan terpisah; (3) metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik; (4) tingkat pemahaman siswa terhadap isi teks bacaan masih rendah, hal ini terbukti berdasarkan hasil belajar yang diperoleh siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuanmemahamiisibacaansiswa.Salah satu pembelajaran yang dapat menjadi solusi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan pendekatanWhole Language.Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan pembelajaran dengan pendekatan Whole Languageuntuk memahami isi teks bacaan pada siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang; (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang dengan pendekatan Whole Languageuntuk memahami isi teks bacaan. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian yaitu siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang. Data yang dianalisis secara deskriptif kualitatif berupa catatan observasi pengamatan, dokumen foto, dan catatan lapangan. Data yang akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif yaitu data yang terdapat pada lembar observasi aktivitas guru, data pada lembar observasi aktivitas siswa, serta data hasil belajar siswa. Pembelajaran pada penelitian ini terdiri dari 3 kegiatan, yaitu kegiatan pra baca, kegiatan inti baca, dan kegiatan pasca baca. Meskipun yang ditekankan pada kegiatan ini adalah membaca, namun aspek mendengar, menulis, dan berbicara pun tidak luput dari perhatian untuk tetap disajikan. Berdasarkan analisis data hasil penelitian setelah diterapkan pendekatan Whole Language, diketahui bahwa: pemahaman siswa terhadap isi bacaan yang diukur dengan 5 tingkatan pertanyaan pemahaman juga menunjukkan peningkatan dari siklus I hingga siklus II. Pertanyaan literal meningkat sebesar 14% (literal), pertanyaan reorganisasi meningkat sebesar 22,5% (reorganisasi), pertanyaan inferensial meningkat sebesar 9% (inferensial), pertanyaan evaluasi meningkat sebesar 3% (evaluasi), dan pertanyaan apresiasi meningkat sebesar 21% (apresiasi). Dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pendekatan Whole Language dapat meningkatkan kemampuan memahami isi teks bacaan pada siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang.Adapun saran yang dapat diberikan antara lain: (1) Guru hendaknya mulai menerapkan pendekatan Whole Language dalam pembelajaran membaca di kelas; (2) Sebaiknya guru memahami terlebih dahulu komponen-komponen yang ada pada Whole Language agar pembelajaran dapat terlaksana dengan maksimal. (3) Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan pendekatan Whole Language pada aspek berbahasa lainnya agar diperoleh hasil penelitian yang lebih luas lagi.

Penelitian tentang pengelolaan perpustakaan sekolah dasar negeri di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang tahun 1988
Tanto Hernomo

 

Hubungan latar belakang pendidikan, pelatihan, semangat kerja dengan profesionalisme tutor Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Malang masa registrasi 2011.2 / Sigit Waluyo

 

Penelitihan tentang hasil belajar teori grup dengan sistim modul dan ceramah / oleh Herutomo

 

The effect of using the honey comb challenge multimedia game courseware on young learners' speaking ability / Ridhia Rizki Anugraini

 

Anugraini, Ridhia Rizki. 2014. Pengaruh Penggunaan dari Piranti Lunak Permainan Multimedia The Honey Comb Challenge pada Kemampuan Berbicara Anak-anak. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana di Universitas Negeri Malang. Para Pembimbing: (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata kunci: Piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge, multimedia, kemampuan berbicara pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh penggunaan piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge secara mendalam yang ditujukan untuk mengetahui apakah saat ini piranti lunak tersebut memberikan hasil yang sesuai dengan kemampuan berbicara para siswa atau tidak. Jika data yang didapatkan menunjukkan bahwa piranti lunak tersebut bisa membantu para siswa kelas empat untuk menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan gambar-gambar yang berkaitan dengan kata keterangan tempat secara signifikan, maka hal itu akan mengkonfirmasi hasil penelitian sebelumnya bahwa piranti lunak tersebut merupakan sebuah media yang bagus dan sesuai untuk membuat kemampuan berbicara para siswa kelas empat menjadi lebih baik. Tetapi, jika data yang didapatkan menunjukkan bahwa piranti lunak tersebut tidak bisa membantu para siswa kelas empat untuk mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai keterangan tempat secara signifikan, maka penelitian lebih jauh perlu dilakukan. Oleh karena itu, di dalam penelitian ini, peneliti menguji pengaruh penggunaan piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge pada kemampuan berbicara anak-anak yang berkaitan dengan keterangan tempat dibandingkan dengan media konvensional seperti buku Bahasa Inggris dan Lembar Kerja Siswa (dimodifikasi menjadi kartu) untuk subjek yang berbeda namun memiliki karakteristik yang sama. Penelitian ini menerapkan desain kuasi eksperimen dimana kelompok eksperimen sudah ditetapkan sebelum penelitian dilakukan; yang berarti bahwa tidak ada kemungkinan bagi peneliti untuk menetapkan subjek-subjek penelitian kedalam kelompok eksperimen secara acak. Jenis desain yang diaplikasikan di dalam penelitian ini merupakan desain yang digunakan pada suatu kasus dimana berbagai situasi di sekolah, jadwal, maupun kelas tidak bisa diinterupsi atau ditata ulang untuk melakukan penelitian (Ary, Jacobs, et al., 2006). Selain itu, penelitian ini dilakukan di SDN Purwantoro II Malang dan dilangsungkan selama tiga pertemuan (dua pertemuan untuk perlakuan dan satu pertemuan untuk tes akhir) untuk dua kelas yang setara, kelas IV-A dan kelas IV-B. Hal ini didasarkan pada pertimbangan yang menegaskan bahwa topik dan jenis piranti lunak tersebut terbatas. Data di dalam penelitian ini diperoleh melalui tes berbicara (untuk tes akhir) dan daftar observasi. Data yang diperoleh melalui tes berbicara (untuk tes akhir) adalah dalam bentuk nilai rerata dari kelompok eksperimen (Kelas IV-B) dan kelompok kontrol (Kelas IV-A). Sementara itu, data yang didapatkan dari daftar observasi adalah dalam bentuk data deskriptif yang menjelaskan lebih mendalam mengenai partisipasi siswa selama perlakuan. Selain itu, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai rerata para siswa diantara kedua kelompok meskipun kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan nilai rerata yang lebih tinggi dalam nilai berbicara yang berkaitan dengan kecakapan dan keakuratan. Oleh karena itu, penelitian lebih jauh perlu dilakukan untuk memperbaiki dua faktor kemungkinan terhadap ketidakefektifan piranti lunak tersebut selama penelitian ini dilakukan, serta membuktikan seberapa berguna dan efektif piranti lunak tersebut terhadap kemampuan berbicara anak-anak dalam menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kata keterangan tempat.

As-sirul balaghi min hamzatil istifhami fi bi'dhi ayatid di'ati ila at-tau hidil ilahi
Nur Hidayati

 

Konstribusi wanita dalam pendidikan: studi pada Kelompok Wanita Tani Peternak Itik Lestari Sejahtera Desa Modopuro Mojosari Mojokerto tahun 1998-2003 / Riswinda Meika Ardiani

 

Pengembangan ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan dalam profesi guru melalui microteaching di IKIP Yogyakarta
oleh Wahyu Hidayati

 

Meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPS melalui model Think Pair Share di kelas IV SDN Pakunden 02 Kota Blitar / Batseba Sailapra

 

The Segmental phonemes of German / Mrs. Ho Kiem Tjong - Tan Tjiep Nio

 

Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Sukun 01 Kota Malang / Irawati Rahayu

 

Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Sukun 01 Kota Malang. Skripsi, Program S1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs.Imam Nawawi,M.Si (II),Dra.Murtiningsih,M.Pd, Kata Kunci: Model Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar, IPS, SD.     Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran IPS kelas IV di SDN Sukun 01, diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS di kelas IV. Permasalahan tersebut antara lain: (1) terjadi kebosanan pada siswa saat pembelajaran berlangsung, hal tersebut menandakan lemahnya aktivitas belajar siswa; (2) rendahnya tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran; (3) iklim pembelajaran masih bersifat teacher centered. Hal tersebut disebabkan karena metode yang digunakan lebih banyak ceramah. Untuk itu perlu diadakan pembaharuan dalam hal metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang diharapkan adalah model Role Playing, yaitu model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri di dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Role Playing pada pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Sukun 01; (2) mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa melalui penerapan model Role Playing; (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Role Playing.     Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Subyek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV SDN Sukun 01 Kota Malang dengan jumlah siswa 31 anak. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan tes, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Role Playing pada Pembelajaran IPS telah berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukun 01. Hal ini dilihat dari perolehan observasi tentang aktivitas siswa serta rata-rata postes yang terus meningkat. Berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus II, yang paling tampak yaitu sebagian besar siswa sudah berani bertanya/menjawab serta melaporkan hasil diskusi. Hasil belajar siswa terus meningkat mulai dari rata-rata sebelumnya (71,61) mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata kelas sebesar (73,88) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya yaitu (55,17%) meningkat pada siklus II dengan rata-rata kelasnya sebesar (85,40) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya sebesar (82,76%). Disarankan untuk penelitian selanjutnya hendaknya dapat memperbaiki kelemahan- kelemahan yang ada sehingga pembelajaran diharapkan berjalan seoptimal mungkin.

Beberapa aspek akulturasi Hindu dan kebudayaan Islam pada bangunan Masjid Makam Sendang Duwur / oleh Hudan

 

Analisis sistem pengendalian internal terhadap prosedur pembayaran dana pensiun PNS pada PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang / Yuzvi Esia Ramadani

 

Ramadani, Esia Yuzvi. 2014. Analisis Sistem Pengendalian Intern terhadap Prosedur Pembayaran Dana Pensiun PNS Pada PT. Taspen (Persero) Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan DIII Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA. Kata Kunci: Sistem Pengendalian intern, Prosedur Pembayaran, Dana Pensiun. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur Aparatur Negara dan Abdi Masyarakat, merupakan salah satu unsur penting dalam melaksanakan tugas-tugas Pemerintah, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas Pembangunan Nasional. PT. Taspen (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas pemerintah untuk mengelola Program Asuransi Sosial yang terdiri dari Program Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT). Program Dana Pensiun diselenggarakan untuk memberikan jaminan hari tua kepada Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya. Prosedur yang jelas dan sederhana dalam pelayanan pembayaran dana pensiun akan dapat memberikan kepuasan kepada peserta pensiun. Tujuan yang terdapat dalam Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui prosedur pembayaran dana pensiun PNS. Untuk mengetahui sistem pengendalian intern serta kelebihan dan kelemahan pelaksanaan pembayaran dana pensiun PNS pada PT. Taspen (Persero) Cabang Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Riset Pustaka, observasi (pengamatan), interview (wawancara) dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, dimana analisis dilakukan atas struktur organisasi, prosedur pelayanan pembayaran serta praktik kerja yang dilaksanakan. Tolok ukur yang digunakan untuk menentukan baik atau tidaknya pelaksanaan sistem pengendalian internnya dan prosedur pembayaran klim dana penisun pada PT. Taspen (Persero) adalah menganalisis dan membandingkan dengan dasar teori yang ada dan pemikiran logis. Hasil analisis ini menunjukan bahwa prosedur pembayaran dana pensiun telah berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi PT. Taspen (Persero) yaitu 5 T, tepat orang, tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat dan tepat administrasi. Pengendalian internalnya mencakup otorisasi oleh pejabat yang berwenang, pelaksanaan pembayaran klim dilakukan lebih dari satu fungsi menggunakan unsur internal check dan perputaran jabatan. Kelebihan pelaksanaan prosedur pembayaran dana pensiun adalah terdapat 2 (dua) pilihan dalam pengajuan SPP klim dan pembayaran klim yaitu secara Tunai atau secara Transfer ke Bank/Pos, namun masih terdapat kekurangan yaitu terdapat pada pihak eksternal, buku rekening yang disetor sudah tidak aktif lagi (close book) dan kurangnya persyaratan kepengurusan hak sehingga PT. Taspen tidak melakukan pembayaran. Saran yang diberikan untuk mengurangi kelemahan ini sebaiknya PT. Taspen (Persero) Cabang Malang meningkatkan pelayanan pembayaran dana pensiun yang lebih baik lagi dengan melakukan sosialisasi ke peserta/instansi peserta untuk meminimalkan ketidaktahuan peserta melakukan penyelesaian klim pensiun

Imperialisme Inggris di Indonesia (1811-1816) / oleh Hugiono

 

Penanaman nilai religi kepada anak usia dini di dalam keluarga (studi kasus pada keluarga santri di Kota Malang) / Nani Agustin Purwatiningtyas

 

Kemampuan memahami dan memproduksi kalimat Bahasa Arab siswa kelas III program A.3 SMA se Kotamadya Malang / oleh M. Nurul Humaidi

 

The Selection of comprehension passages for the division of exact and natural sciences of the Sekolah Menengah Atas / Leo Hurint

 

Perencanaan arsitektur Cafe Jl. Ki. Mangun Sarkoro Tulungagung / Denny Hermanto

 

Studi tentang administrasi pembangunan dan pemeliharaan kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang / Bukti Hutagalung

 

Studi tentang mikro-organisme yang terdapat pada pakasem dari daerah Kabupaten Kapuas / Lewy Iboek

 

Studi tentang beberapa indikator dalam pengembangan sosial di beberapa desa lomba tingkat kabupaten di Daerah Tingkat II Kabupaten Malang / oleh Aisyah Ibrahim

 

A Study of the correlation between The 1974 English Entrance Test and The English Proficiency Test / Istiani Ichlas

 

Pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa MAN Wlingi Kabupaten Blitar / Eni Nurussa'adah

 

Nurussa’adah, Eni. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Kemampuan Memahami Konsep Geografi Siswa MAN Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D. Kata Kunci: Cooperative Script, Kemampuan Memahami Konsep Geografi Kemampuan memahami konsep merupakan hal yang penting dalam pelajaran geografi. Hal ini karena melalui kemampuan pemahaman, maka siswa dapat mengerti dan menjelaskan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, kemudian mampu menerapkannya. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan memahami konsep geografi siswa adalah model pembelajaran Cooperative Script. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model Cooperative Script terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa MAN Wlingi. Penelitian ini termasuk dalam quasi eksperiment. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest-only control design. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Statistik Non-Parametrik dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Instrumen Penelitian menggunakan tes berupa soal esai yang diberikan sesudah perlakuan. Penelitian dilaksanakan di MAN Wlingi Kabupaten Blitar dengan mengambil 2 kelas sebagai subjek penelitian. Kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Cooperative Script berpengaruh terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa MAN Wlingi. Hal ini berdasarkan nilai rata-rata hasil tes kemampuan memahami konsep geografi kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 81,4 dan kelas kontrol sebesar 76,5. Berdasarkan hasil analisis hipotesis dengan Mann-Whitney U Test diketahui bahwa kemampuan memahami konsep geografi siswa sebesar 0,003 atau < 0,05 maka H0 ditolak. Model pembelajaran Cooperative Script berpengaruh terhadap kemampuan memahami konsep geografi siswa MAN Wlingi. Disarankan kepada guru geografi untuk menggunakan model Cooperative Script sebagai variasi model pembelajaran karena model pembelajaran ini dapat membuat pemahaman konsep geografi siswa lebih baik. Pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran, sebaiknya guru benar-benar memperhatikan waktu agar sintaks model pembelajaran dapat terlaksana sesuai alokasi waktu yang tersedia. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih merencanakan pengelolaan kelas dengan efektif dan beberapa peraturan agar mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.

Pengaruh beasiswa terhadap prestasi mahasiswa penerima beasiswa di FKIS IKIO Malang tahun 1977 / oleh Agus Yusuf Idris

 

Perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Group Investigation (GI) pada mata pelajaran sistem operasi kelas X Multimedia di SMK Negeri 12 Malang / Muqodimah Nur Lestari

 

Masalah pengajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Pembangunan IKIP Surabaya / Iffandi

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) bagi siswa kelas V SDN Kauman 01 Kota Blitar / Olviana Mangar

 

Some syntactical problems faced by Minangkabau students in learning English / Ainul Ihsan

 

Budaya sekolah pada komunitas anak jalanan (studi kasus di SD Negeri 2 Sukorejo Kota Blitar) / Adip Rahmawanto

 

Rahmawanto, Adip. 2014. Budaya Sekolah pada Komunitas Anak Jalanan (Studi Kasus di SD Negeri 2 Sukorejo Kota Blitar). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd. Kata kunci: budaya sekolah, komunitas anak jalanan Budaya merupakan tingkah laku yang menggambarkan identitas suatu masyarakat. Budaya dalam masyarakat dapat menjadi karakteristik dari masyarakat tersebut.Sekolah termasuk salah satu instansi sosial yang mempengaruhi proses sosialisasi dan merupakan salah satu fungsi untuk mewariskan budaya masyarakat kepada peserta didik. Budaya sekolah juga merupakan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, namun konteksnya dalam ranah sekolah. Keberadaan budaya sekolah sangat penting, karena budaya sekolah berperan dalam mengatur semua kegiatan yang ada di sekolah sesuai dengan rambu-rambu dan nilai yang dimiliki. Semua warga sekolah harus patuh pada nilai-nilai yang ada di sekolah dengan cara mewujudkan melalui kebiasaan perilaku sehari-hari. Hal ini akan memudahkan dalam memahami budaya sekolah, sehingga akan memudahkan warga sekolah dalam membangun komitmen dan motivasi untuk selalu menjadi sekolah yang lebih baik. Budaya sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan, konsisten serta pengarahan yang intens dari guru supaya kebiasaan-kebiasaan yang baik tertanam dalam diri peserta didik. Fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian anak jalanan ini meliputi: (1) latar belakang kehidupan keluarga peserta didikanak jalanan di SD Negeri 2 Sukorejo Kota Blitar; (2) teknik transformasi budaya sekolah anak jalanan di SD Negeri 2 Sukorejo Kota Blitar; (3) implementasi budaya sekolah anak jalanan di SD Negeri 2 Sukorejo Kota Blitar. Implementasi budaya sekolah meliputi perencanaan transformasi budaya sekolah, pelaksanaan transformasi budaya sekolah, pengawasan dan evaluasi transformasi budaya sekolah, faktor penunjang transformasi budaya sekolah, faktor penghambat transformasi budaya sekolah, dan upaya mengatasi faktor penghambat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Di dalam penelitian ini instrumen utamanya adalah manusia, sehingga kehadiran peneliti di lapangan dalam melaksanakan penelitian ini sangat diwajibkan dan diutamakan demi kelancaran serta keabsahan dalam pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selama melakukan penelitian dianalisis dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedankan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan pengecekan keanggotaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan , diperoleh delapan kesimpulan sebagai berikut. (1) Latar belakang keluarga peserta didik hidup pada lingkungan masyarakat yang kurang mampu dalam segi ekonomi.Selain itu, lingkungan di sekitar sekolah dan rumah peserta didik juga termasuk dalam lingkungan yang kurang baik, sehingga juga kurang baik dalam upaya membantu pembentukan budaya sekolah; (2) Teknik transformasi budaya sekolah yang diterapkanadalah kegiatan upacara bendera, ekstra pramuka, outbound, kehadiran tepat waktu, berjabat tangan sebelum masuk kelas, tidakbolos sekolah, sholat berjama'ah, berprilaku sopan, tutur kata yang baik, jum'at bersih, melatih kejujuran dengan adanya kantin kejujuran, tanggung jawab dengan pemberian PR, jum'at amal, berdo'a sebelum belajar, sebelum dan sesudah makan, makan sambil duduk, mengucapkan salam, membuang sampah pada tempatnya, berpakaian rapi; (3) Perencanaan transformasi budaya sekolah dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru. Kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya melakukan koordinasi dalam pelaksanaan transformasi budaya sekolah; (4) Pelaksanaan transformasi budaya sekolah dilakukan dengan cara membiasakan peserta didik untuk melakukan kegiatan yang positif,di antaranya adalah melakukan sholat berjamaah, berdoa sebelum belajar, berdoa sebelum makan, mengucapkan salam, berpakaian yang rapi, dan bersikap sopan dan santun; (5) Pengawasan dan evaluasi transformasi budaya sekolah merupakan tanggung jawab penuh dari kepala sekolah. Namun dalam pelaksanaannya semua guru berperan dalam pengawasan ini, sehingga kepala sekolah dapat menganalisis kebutuhan peserta didik.; (6) Faktor penunjang transformasi budaya sekolah adalah semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh pendidik dalam membina peserta didik, sarana dan prasarana yang digunakan dalam transformasi budaya sekolah, dan dari dalam diri peserta didik itu sendiri yang berupa semangat dan motivasi untuk berubah menjadi lebih baik; (7) Faktor penghambat transformasi budaya sekolah yaitu kurannya dukungan dan motivasi dari orang tua untuk mendampingi anak belajar di rumah, faktor lingkungan yang kurangbaik dalam perkembangan peserta didik, dan kurangnya fasilitas yang digunakan untuk proses pembelajaran di kelas; dan (8) Upaya mengatasi faktor penghambat dalam transformasi budaya sekolah adalah melakukan koordinasi dengan orang tua peserta didik tentang pentingnya tranformasi budaya sekolah. Pihak sekolah berupaya segera melengkapi fasilitas pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik. Berdasarkan kesimpulan, maka diberikan saran bagi: (1) Kepala sekolah, melanjutkan dan meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak luar seperti lembaga sosial “Pinus”, kepolisian, dinas kesehatan, dan dinas kebersihan; (2) Guru, memberikan pelayanan yang terbaik dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Home visit juga perlu dijadikan kegiatan rutin setiap dua minggu sekali atau satu bulan sekali; (3) Peserta didik, melaksanakan budaya sekolah yang telah diajarkan oleh Bapak/Ibu Guru; (4) Orang tua peserta didik, melakukan koordinasi yang baik dengan sekolah untuk mengawasi peserta didik pada saat di rumah; (5) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan dukungan baik moral maupun materi yang nantinya digunakan untuk pelaksanaan transformasi budaya sekolah; (6) Ketua Jurusan AP, menambahkan reverensi buku di perpustakaan Jurusan AP; (7) Peneliti lain, menghasilkan penemuan yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang berbeda agar dapat memperoleh hasil penelitian yang sempurna.

An Introduction to the study of Base Pasemah phonology and its application to the teaching of English / Diemroh Ihsan

 

Pemanfaatan remitensi dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi dan budaya pada rumah tangga Tenaga kerja Indonesia (TKI) (kasus di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang) / Lisa Octavia Putri

 

Putri, Lisa Octavia. 2014. Pemanfaatan Remitensi dan Dampaknya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi dan Budaya pada Rumah Tangga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Kasus di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Budijanto. M.Sos. (II) Purwanto. S. Pd, M. Si. Kata Kunci: Pemanfaatan, remitensi, TKI Desa Donomulyo memiliki jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang besar. Jumlah TKI yang besar merupakan potensi desa yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya peningkatan perekonomian. Bekerja menjadi TKI merupakan alternatif yang dapat ditempuh oleh masyarakat yang memiliki pendidikan relatif rendah dan tidak terserap oleh lapangan kerja. Informasi mengenai kesuksesan dari para TKI terdahulu menjadi faktor pendorong bagi angkatan kerja untuk menjadi TKI. Negara yang sering dijadikan tujuan bekerja adalah Taiwan dan Hongkong. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan karakteristik TKI di Desa Donomulyo, 2) mengetahui besar remitensi, 3) mengetahui tingkat remitensi, 4) mengetahui pemanfaatan remitensi, 5) mengetahui dampak remitensi terhadap kondisi sosial ekonomi dan kondisi budaya pada rumah tangga TKI. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah TKI yang bekerja di luar negeri dari tahun 2008-2013 sebanyak 255 TKI dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik TKI meliputi TKI dalam usia kerja, status perkawinan sudah kawin, jumlah beban tanggungan keluarga 2 orang, tingkat pendidikan TKI SMP, negara tujuan Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan, jenis pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, lama kerja antara 1-5 tahun, status migran adalah resmi, pendapatan TKI antara Rp. 3.000.000 sampai Rp. 25.000.000, 2) remitensi yang diterima antara Rp 800.000 sampai Rp 15.000.000, 3) tingkat remitensi menunjukkan remitensi terbanyak diterima oleh Dusun Mulyosari dari Negara Hongkong, 4) keluarga TKI di daerah asal memanfaatkan remitensi untuk kegiatan yang bersifat ekonomi konsumtif, 5) dampak pada kondisi sosial ekonomi adalah adanya peningkatan pendapatan dan jumlah barang-barang elektronik dan dampak pada kondisi sosial budaya adalah adanya perubahan perilaku dalam hal pola konsumsi dan pola berpakaian serta perubahan bentuk bangunan rumah. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan yakni hendaknya keluarga TKI memanfaatkan remitensi untuk kegiatan ekonomi produktif seperti modal usaha, investasi, dan tabungan. Pemanfaatan remitensi yang baik dapat berguna untuk kehidupan keluarga TKI saat ini dan yang akan datang, baik saat TKI masih bekerja di luar negeri atau TKI memutuskan tidak bekerja lagi di luar negeri.

Pelayanan matematika dalam pengajaran di Sekolah Dasar / oleh Imberan

 

Tingkat profesionalitas guru dalam pembelajaran bidang studi ekonomi di SMAN 1 Sooko Mojokerto / Yosia Dian Purnama Windrayadi

 

An anthology of prose and poetry for third-year S.M.P.-students
by Siti Indijah

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas balita di Kabupaten Jombang / Iva Nur Latifah

 

Latifah, Iva Nur. 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mortalitas Balita di Kabuapten Jombang: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd (II) Drs. Singgih Susilo, M.S Kata Kunci: Faktor, Mortalitas Balita Salah satu aspek yang mencerminkan kesehatan masyakat dilihat dari mortalitas balita. Mortalitas balita merupakan peristiwa hilangnya tanda-tanda kehidupan pada kelompok usia kurang dari 5 tahun. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah. Kepadatan penduduk di Kabupaten Jombang tahun 2008 sebesar 1.013 jiwa/km2 mengalami peningkatan menjadi 1.159 jiwa/km2 tahun 2009. Kepadatan penduduk di Kabupaten Jombang yang cukup pesat mempengaruhi aspek kependudukan salah satunya resiko kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mortalitas balita dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas balita adalah umur perkawinan pertama ibu, jumlah anak yang dilahirkan, pemberian imunisasi, pendidikan terakhir yang ditamatkan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan orangtua. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode wawancara. Subjek dalam penelitian ini yakni ibu yang pernah melahirkan anak tetapi meninggal. Sampel penelitian ini mengambil sampel area Kecamatan Jombang dan Mojoagung yang secara Purposive Sampling terkait secara geografis/demografis/sosial tingkat mortalitasnya tinggi. Selain itu mengambil sampel responden, yakni ibu yang pernah melahirkan anak tetapi meninggal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, Korelasi Product Moment dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) ada korelasi antara umur perkawinan pertama ibu dengan mortalitas balita (2) tidak ada korelasi antara jumlah anak yang dilahirkan, pemberian imunisasi pada balita, pendidikan terakhir yang ditamatkan oleh ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan orangtua dengan mortalitas balita di Kabupaten Jombang. oleh karena itu, masukan bagi orangtua balita sebaiknya melakukan pencegahan dan pemeriksaan kesehatan anaknya secara rutin sehingga terhindar dari resiko kematian balita dan bagi peneliti selanjutnya untuk dijadikan dasar melakukan penelitian yang sama dan membahas jarak kelahiran agar penyebab mortalitas balita dapat diketahui lebih lanjut.

Kebiasaan belajar dan hubungannya dengan prestasi akademik / M.Ratna Indira

 

Pengembangan media CD interaktif untuk mata pelajaran IPA materi daur air kelas V di SDN Madyopuro III Malang / Riski Mei Wijayanti

 

Pemahaman aspek psikologi wanita dalam novel La Barka" karya N.H.Dini
Agustinus Indradi"

 

Sejarah keluarga pengelola Toko "OEN" Kota Semarang tahun 1936-1998 / Ribkha Ayu Diningtyas

 

Studi tentang soal-soal EBTA buatan guru dalam mata pelajaran Biologi di SMA-SMA Negeri Kotamadya Malang / Sri Endah Indriwati

 

Implementasi nilai karakter dalam pembelajaran PKn tentang materi pemberantasan korupsi pada siswa kelas X SMK PGRI Singosari Malang Jawa Timur / Yuni Hindria Martini

 

Martini, Yuni Hindria. 2014. Implementasi Nilai Karakter dalam Pembelajaran PKn tentang Materi Pemberantasan Korupsi pada Siswa Kelas XSMK PGRI Singosari Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si. (II) Hj. Yuniastuti, S.H, M.Pd Kata Kunci: Nilai Karakter, Proses Pembelajaran, Pemberantasan Korupsi Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada anak didik, dengan adanya pendidikan karakter akan membentuk moral yang baik. Pendidikan karakter juga erat kaitannya dengan pemberantasan korupsi yang sekarang ini sedang digalang-galangnya untuk melawan tindakan tersebut. Dengan menanamkan nilai karakter kepada anak didik terutama dalam proses pembelajaran materi pemberantasan korupsi akan mengajarkan anak untuk tidak melakukan tindakan korupsi dan menjadikannya penerus bangsa yang bermoral baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui rancangan yang dibuat guru PKn dalam mengimplementasikan nilai karakter, (2) untuk mengetahui implementasi nilai karakter pada proses pelaksanaan pembelajaran dalam mata pelajaran PKn, (3) untuk mengetahui faktor penunjang dan faktor penghambat dalam mengimplementasikan nilai karakter pada pembelajaran PKn, (4) untuk mengatahui upaya-upaya guru untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengimplementasikan nilai karakter tentang materi pemberantasan korupsi pada siswa kelas X SMK PGRI Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif ini didasarkan bahwa peneliti ingin memahami implementasi nilai karakter dalam pembelajaran PKn tentang materi pemberantasan korupsi pada siswa kelas X SMK PGRI Singosari Malang Jawa Timur. Sumber data primer yang dijadikan informan oleh peneliti adalah wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru mata pelajaran PKn, dan siswa kelas X. Sumber sekuder merupakan sumber tidak langsung yang memberikan data kepada peneliti yaitu RPP dan Silabus pelaksanaan pembelajaran tentang materi pemberantasan korupsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Rancangan yang dibuat guru PKn dalam mengimplementasikan nilai pendidikan karakter tentang materi pemberantasan korupsi di SMK PGRI Singosari dalam mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dengan memasukkannya di silabus dan RPP pada setiap komponen dalam perangkat pembelajaran. Nilai pendidikan karakter dalam silabus diwujudkan dengan langkah yang dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn dalam mengimplementasikan nilai pendidikan karakter pada silabus yaitu: (1) Menganalisis SK KD untuk mengidentifikasi nilai pendidikan karakter; (2) merelevankan nilai pendidikan karakter dengan kegiatan belajar, materi, indikator, penilaian, dan sumber belajar; (3) memasukkan nilai karakter. Sedangkandalam RPP nilai pendidikan karakter diintergrasikan dalam indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang direlevankan dengan nilai karakter yang termuat dalam materi pemberantasan korupsi dan nilai karakter yang ingin dicapai. Implementasi nilai karakter pada proses pelaksanaan pembelajaran dalam mata pelajaram PKn tentang materi pemberantasan korupsi terlihat pada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir serta dalam pengelolaan kelas. Peneliti berkesimpulan bahwa implementasi nilai karakter dalam proses pembelajaran tentang materi pemberantasan korupsi sudah tercapai tetapi belum maksimal. Materi yang dijelaskan oleh guru dalam kegiatan inti juga sudah memuat nilai karakter yang diinginkan sesuai RPP. Hal yang membuat belum maksimalnya pengimplementasian nilai karakter yang termuat dalam pemberantasan korupsi dikarenakan pembelajarannya menggunakan metode diskusi kelompok yang kurang berhasil dengan keadaan kelas yang kurang kondusif. Selain itu dalam pemberian tugas masih ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan. Pengelolaan kelas pada awal pembelajaran sudah kondusif tetapi saat guru sedang menjelaskan materi mulai lah kelas kurang kondusif, jadi dalam pengelolaan kelas masih belum sepenuhnya berhasil. Faktor penghambat dan faktor penunjang dalam mengimplementasikan nilai karakter tentang materi pemberantasan korupsi meliputi beberapa faktor. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya perhatian keluarga, keadaan kelas, dan kurangnya kesadaran siswa terhadap hal-hal positif. Faktor penunjang yaitu penerapan kedisiplinan, dan pemberian reward dan panishmen. Upaya guru untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengimplementasikan nilai karakter tentang materi pemberantasan korupsi yaitu mengajak orang tua memantau perilaku siswa, memberi teladan yang baik kepada siswa, memberi sosialisasi mengenai nilai karakter, membiasakan siswa berperilaku positif, dan pemberian point

Keikutsertaan SMTA di Jawa Timur dalam mengikuti lomba karya ilmiah / oleh Mimien Henie Irawati

 

Pengembangan pembelajaran permainan bolavoli mini dengan media bola karet untuk siswa SD kelas IV di SD Negeri Gunung Geni I Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo / Dany Yoga Permadi

 

Studi tentang pengaruh pelaksanaan program penataran PGRI terhadap pertumbuhan jabatan guru-guru SD Negeri di Kotamadya Mojokerto / Muhtadi Irfan

 

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS-1 SMA Negeri 5 Malang pada materi lingkungan hidup / Evada Kurnia Saputri

 

Al-bahtsul jami'i dirosatu balaghiyyatu lilhomsi ayati min awalil baqoroti
Irhami

 

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah remaja (PMR) dalam menumbuhkan kepedulian sosial siswa SMA Negeri 1 Malang / Ismakhil Makhfudho

 

Makhfudho, Ismakhil. 2010. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dalam Menumbuhkan Kepedulian Sosial Siswa SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Untari M.Si (2) Siti Awaliyah S.Pd., M.Hum Kata Kunci: Ekstrakurikuler PMR, Kepedulian Sosial, SMA Negeri 1 Malang Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu ekstrakurikuler yang bergerak dibidang kepalangmerahan dimana ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan anggota remaja dengan tujuan membangun dan mengembangkan karakter anggota PMR yang berpedoman pada tribakti PMR dan prinsip kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan. Berkaitan dengan aspek kecerdasan sosial, salah satu sikap yang terbentuk adalah berupa kepedulian sosial yang muncul dalam kegiatan ekstrakurikuler, yang nantinya akan memberikan kontribusi penting dalam memupuk kesadaran nasional, maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler khususnya kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dalam menumbuhkan kepedulian sosial siswa. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PMR dalam menumbuhkan kepedulian siswa SMA Negeri 1 Malang yang meliputi: (1) perencanaan program kerja ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 1 Malang; (2) bentuk-bentuk program kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 1 Malang; (3) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dalam menumbuhkan kepedulian sosial di SMA Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Malang, jalan Tugu Utara 1 Malang dan difokuskan kepada kegiatan ektrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR) yang berperan dalam menumbuhkan kepedulian sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepustakaan, foto, dan data lapangan. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut: perpanjangan keikutsertaan dan ketekunan pengamatan. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama perencanaan program kerja ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Malang bertujuan untuk mengetahui target-target atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan. Dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) yang merencanakan program kerja PMR adalah anggota PMR dan pelatih PMR, sedangkan pelaksana program kerja adalah keluarga besar PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Malang. Perencanaan program kerja PMR yang akan dilaksanakan meliputi, Donor Darah Tugu (DDT), LATBINSAR (Latihan dan Pembinaan Dasar) dan Pelantikan Anggota PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Malang, Latihan Rutin (LARUT), Siaga Kesehatan, Mengikuti Lomba-Lomba PMR, SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) dan Pelantikan Pengurus. Kedua, bentuk-bentuk program kerja ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 1 Malang adalah Donor Darah Tugu (DDT), bentuk kegiatan yang berhubungan dengan kepedulian sosial terhadap sesama manusia. LATBINSAR (Latihan dan Pembinaan Dasar) dan Pelantikan Anggota PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Malang, bentuk kegiatan dari kegiatan ini ada 2 macam yaitu Diklat Forum dan Diklat Alam. Latihan Rutin (LARUT), bentuk kegiatan dalam Latihan Rutin adalah berupa pemberian ilmu-ilmu kepalangmerahan dan nonkepalangmerahan. Siaga Kesehatan, bentuk kegiatan yang dilakukan pada saat siaga kesehatan adalah anggota PMR yang bertugas siaga selalu siap, sigap, dan tanggap, ketika ditugaskan untuk siaga disuatu kegiatan atau acara. Mengikuti Lomba-Lomba PMR, bentuk kegiatan pada program kerja ini adalah anggota PMR mengikuti lomba sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh panitia lomba yang bersangkutan. SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) dan pelantikan pengurus, bentuk kegiatannya berupa pemberian evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan kepada pengurus baru yang terpilih. Ketiga, pelaksanaan program kerja PMR yang dapat menumbuhkan kepedulian sosial siswa SMA Negeri 1 Malang antara lain Donor Darah Tugu (DDT), LATBINSAR (Latihan dan Pembinaan Dasar) dan Pelantikan Anggota PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Malang, Latihan Rutin (LARUT), Siaga Kesehatan, Mengikuti Lomba-lomba PMR, SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) dan Pelantikan Pengurus. Penulis memberikan saran kepada institusi, pembina PMR, serta penelitian lanjutan untuk selalu memaksimalkan usaha dalam proses menumbuhkan rasa kepedulian sosial, sehingga bisa bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengaruh metode mencontoh dan metode ekspresi kreatif dalam kegiatan menggambar-melukis pada anak kelas rendah SD Negeri se-kecamatan Karangploso Kabupaten Tulungagung
Iriaji

 

Hubungan antara promosi omzet penjualan di Koperasi Intako Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur 1985 dan 1986
Bambang Irianto

 

Motif lulusan SLTA dalam melanjutkan pendidikan dan hubungannya dengan prestasi akademis di IKIP Malang
M. Irtadji

 

Peranan obyek transmigrasi Maluhu dalam rangka pembangunan daerah kecamatan Trenggarong (Kabupaten Kutai - Kalimantan Timur) / oleh Awang Faroek Ishak

 

Perbandingan hasil belajar - mengajar dengan metode deskriptif dan penyajian data eksperimen untuk unit materi kesetimbangan reaksi kimia di SMA / oleh Iskak

 

Upaya Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru dalam proses reedukasi moralitas narapidana kasus narkoba di Kota Malang / Dhimas Galuh Kusumaningrum

 

Kusumaningrum, Dhimas Galuh. 2014.Upaya Lembaga Pemasyarakatan lowokwaru dalam proses Reedukasi moralitas narapidana kasus narkoba di kota Malang. Skripsi, Prodi PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Drs. H. Suko Wiyono. SH,. M.Hum, (II) Rusdianto Umar, SH., M. Hum, Kata Kunci : Reedukasi Moralitas, Narapidana narkoba, Lembaga Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik Pemasyarakatan. Reedukasi moralitas maksudnya adalah pembinaan moral atau pendidikan ulang tentang moral. Reedukasi terhadap narapidana bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, karena menyangkut berbagai faktor yang sangat erat kaitannya. Lembaga Pemasyarakatan dituntut untuk membina dan mengembalikannya ke masyarakat dalam keadaan siap bermasyarakat. Hal semacam ini perlu diwaspadai, di cegah agar tingkat kejahatan seperti penyalagunaan narkoba yang tinggi dapat ditekan. Penyalagunaan narkoba memiliki dampak yang sangat besar dan dapat membahayakan kehidupan. Lembaga Pemasyarakatan sebagai suatu Lembaga yang bertugas membimbing dan membina narapidana agar nantinya setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan benar-benar berubah menjadi berperilaku yang lebih baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan memberikan pembinaan moral kepada semua narapidana dengan tujuan untuk membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat sekitar sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bentuk upaya Lembaga Pemasyarakatan lowokwaru dalam proses Reedukasi moralitas narapidana kasus narkoba di kota Malang, (2) mengetahui kendala Lembaga Pemasyarakatan lowokwaru dalam proses Reedukasi moralitas narapidana kasus narkoba di kota Malang, dan (3) mengetahui upaya Lembaga Pemasyarakatan lowokwaru untuk mengatasi kendala dalam proses Reedukasi moralitas narapidana kasus narkoba di kota Malang. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan lowokwaru kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Reedukasi moralitas di dilakukan dengan memberikan beberapa program pembinaan yang meliputi program pembinaan tahap awal Administrasi Orientasi dan pembinaan spiritual kerohanian serta pembinaan selanjutnya yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian terdiri atas (a). Pendidikan mental meliputi : Pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, pembinaan kesadaran hukum, pembinaan kemampuan intelektual. (b). Pembinaan spritual, (c). Pembinaan jasmani. Sedangkan pembinaan kemandirian terdiri atas Pembinaan keterampilan dan bimbingan kerja. Proses Reedukasi moralitas ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi, yang meliputi : jumlah penghuni yang melebihi kapasitas, kurang nya jumlah tenaga profesional guru yang mengajar di Lembaga Pemasyarakatan, banyak narapidana yang masuk tidak memiliki keterampilan khusus, banyak hasil karya dari narapidana yang tidak habis terjual di pasaran. Untuk mengatasi masalah yang ada diusahakan dengan mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak yang relevan sehingga dapat membantu mengatasi masalah yang ada.

Korelasi antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dengan kebiasaan menerapkan lingkungan hidup sehat ibu-ibu warga PKK Ketawang Kecamatan Gondanglegi Malang / Iskandar

 

Moral pergaulan mahasiswa pendatang di RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari Kota Malang / Moh. Imron Amrullah

 

Amrullah, Mohammad Imron. Moral Pergaulan Mahasiswa Pendatang di RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari Kota Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.Suko Wiyono, S.H, M.Hum., (II) Drs.Margono, M.Pd., M.Si. Kata Kunci : Moral Pergaulan, Mahasiswa Pendatang     Moral bagi mahasiswa dapat menjadi alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan. Moral dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atau dalam melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Oleh karena itu, makna moral harus lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa yang realitanya lebih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui makna moral dan peranan moral itu sendiri. Akibatnya bermunculanlah mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlaqul karimah, seperti mahasiswa yang tidak memiliki sopan dan santun, mahasiswa yang lebih menyukai hidup dengan bebas, pergaulan bebas antara mahasiswa dengan mahasiswa, Serta tidak mengikuti peraturan dan kebiasaan yang tumbuh dalam masyarakat. Oleh karena itu Pendidikan moral bagi manusia harus dilakukan dengan sadar dengan cara pendidikan non formal seperti dilakukan dalam keluarga. sedangkan pendidikan formal yang di sekolah hanya menambahkan apa yang sudah tertanam dalam keluarga.     Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan pendapat mahasiswa tentang moral pergaulan mahasiswa pendatang di RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari Kota Malang. (2) Mendeskripsikan pendapat masyarakat RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari tentang moral pergaulan mahasiswa pendatang. (3) Mendeskripsikan pendapat mahasiswa dan masyarakat RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari tentang, moral pergaulan yang pantas dan sesuai dengan identitas moral bangsa Indonesia.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini didasarkan bahwa peneliti ingin memahami tentang moral pergaulan mahasiswa pendatang. Dalam mereka bergaul dengan sesama mahasiswa, masyarakat dan lingkungannya. Sumber data primer yang didapatkan dari beberapa informan dengan cara menggunakan wawancara mendalam bersama Ketua RT 03 Bapak Yahya, Ketua RW 03 Bapak Muslich, beserta masyarakat di antaranya Ibu Nanik, Bapak Wonari dan Bapak Amat dan mahasiswa pendatang yang berada di daerah penelitian di antaranya Lena, Ismakhil, Ulfa, Mirza, Tutut, Dwiyono dan Ayu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dan catatan lapangan. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.     Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Pendapat mahasiswa mengenai pergaulan mahasiswa dengan mahasiswa saat ini. Banyak sekali dari mahasiswa itu melanggar aturan dan norma susila yang berlaku dalam masyarakat, seperti bermesraan di tempat umum, berciuman, dan ada juga yang memasukkan lawan jenisnya ke dalam kamar kosnya. Dan mahasiwa juga sering dalam pergaulanya melanggar aturan-aturan yang sudah ada di dalam masyarakat seperti peraturan yang dibuat oleh RT 03 RW 03 Kelurahan Sumbersari. Sedangkan moral pergaulan mahasiswa dengan masyarakat. Terlihat sekali pergaulan mahasiswa dengan masyarakat mengalami perubahan. Seperti ketidak pedulian sosial, kurangnya sopan santun dan tata krama. Sementara itu moral pergaulan mahasiswa dengan lingkunganya. mahasiswa masih kurang menjaga lingkunganya. Hal ini terlihat masih adanya sampah yang beserakan. dan kurang rasa memiliki terhadap lingkungan. (2) Tidak jauh berbeda dengan pendapat mahasiswa. Masyarakat berpendapat bahwa moral pergaulan mahasiswa dengan mahasiswa, sekarang cenderung menutup diri dengan sesama mahasiswa lainnya. Dan terlihat ada beberapa perilaku pergaulan mahasiswa yang cenderung meninggalkan atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat. Sedangkan Moral pergaulan mahasiswa dengan masyarakat. Mahasiswa kurang bergaul dengan masyarakat sekitar. Kurangnya sopan santun dan tata krama dalam diri mahasiswa. Sementara itu pergaulan mahasiswa dengan lingkungannya. Mahasiswa kurang sadar akan kebersihan dan terawatnya lingkungan. Terbukti mahasiswa tidak datang dalam acara kerja bakti. (3) Moral pergaulan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa dengan mahasiswa, yakni saling menghormati, saling tegur sapa, sopan santun dan tata krama sesama mahasiswa, tidak melakukan pelanggaran terhadap norma, lebih dan menggunakan etika pergaulan yang baik. Sedangkan moral pergaulan mahasiswa dengan masyarakat. Yakni, sopan santun dan tata krama dalam masyarakat harus diterapkan, saling tegur sapa dengan masyarakat; mahasiswa selalu ada ditengah-tengah masyarakat ketika ada kegiatan warga. Terakhir pergaulan mahasiswa dengan lingkunganya. Mahasiswa harus mempunyai rasa memilik terhadap lingkunganya; selalu menjaga kebersihan dimanapun berada.     Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka ada beberapa Saran antara lain (1) Bagi mahasiswa: Seharusnya sadar akan degradasi moral yang ada. Bisa memilih dan memilah perbuatan mana yang boleh dilakukan atau tidak. Dan harus pintar dalam memilih teman dalam pergaulan (2) Bagi Masyarakat seharusnya dapat mengontrol lebih aktif lagi perilaku mahasiswa terutama yang menimpang (3) Bagi peneliti selanjutnya : Perlu adanya penelitian lanjutan terkait dengan penelitian ini, karena sesuai dengan perkembangan zaman pasti akan mengalami perubahan.

Berdirinya Kesultanan Cirebon dan berkembangnya di bawah pemerintahan Sunan Gunung Jati / oleh Iskandar

 

Pengembangan model permainan gerak manipulatif menendang dan menggiring bola besar pada siswa sekolah dasar kelas V di SDN Candimulyo 3 Kabupaten Jombang / Ariyansya, Dony Pradana Ariyansya

 

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan luar sekolah di Pondok Modern Gontor / Noor Muhsin Iskandar

 

Studi tentang tjara kepala desa menggerakkan partisipasi rakyatnja dalam pembangunan masyarakat desa di Kotamadya Malang / Latief Ismail

 

Pemanfaatan media gambar tokoh pahlawan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Kota Malang / Sri Astutik

 

Astutik, Sri, 2014. “Pemanfaatan Media Gambar Tokoh Pahlawan Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Kota Malang”. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumanto, M. Pd. (2) Dra. Hj. Mrtiningsih, M.Pd. Kata Kunci: Media Gambar, Aktivitas dan hasil belajar, IPS, SD Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ditemukan bahwa pembelajaran IPS di kelas VB SDN Lowokwaru 4 Malang masih terpusat buku paket, menggunakan metode ceramah dan penugasan, tanpa adanya media yang sesuai dengan materi selama pembelajaran. Hal ini menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa cenderung pasif. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan penggunaan media gambar yang sesuai dengan metari. Dalam pembelajaran IPS menggunakan cara simulasi, praktik dan aktif yang dapat memberikan semangat siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pemanfaatan media gambar pada meteri tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan pada siswa kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Malang, (2) peningkatan aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Malang, dan (3) peningkatan hasil belajar pada Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Subyeknya adalah siswa kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Malang sebanyak 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam penggunaan media gambar pada materi tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan sudah sesuai. Aktivitas guru selama pengguanaan media gambar meningkat dari siklus 1 sebesar 82% menjadi 92,5% pada siklus 2. Aktivitas belajar siswa juga meningkat yakni nilai aktivitas siswa pada siklus 1 adalah 72,49 sedangkan siklus 2 meningkat menjadi 86,66. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 72,86. Sedangkan siklus 2 mengalami peningkatan sehingga nilai rata-rata hasil belajar siswa menjadi 83,43. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu media gambar dapat meningkatkan pembelajaran pada materi tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan kelas 5B SDN Lowokwaru 4 Malang. Adapun saran yang harus dilakukan guru yaitu bisa mengkondisikan siswa dengan baik dan mengendalikan ketika siswa ramai. Selain itu, anggota tiap kelompok sebaiknya tidak lebih dari 4 siswa agar guru lebih mudah dalam mengontrol dan membimbing siswa.

Levels of difficulty of some vocabulary items found in The English for the SLTA Book I, II, and III / M. Yazid Ismail

 

Penerapan model Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Sumbersuko 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Mujiati

 

Mujiati, Sri. 2014.Penerapan Model Survey, Question,Read, Recite,Review (SQ3R) untukMeningkatkanKeterampilanMembacaPemahamanpada SiswaKelas V SDN Sumbersuko 01 Kecamatan Wagir KabupatenMalang.Skripsi, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Rumidjan, M. Pd (2)Muchtar, S.Pd, M.Si Kata Kunci: survey,question,read,recite,reviewn(SQ3R), membaca pemahaman,SD Membaca merupakan salah satu aspek pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Pada pembelajaran membaca di kelas rendah lebih mengutamakan pada pembelajaran membaca permulaan. Sedangkan membaca pada kelas tinggi, membaca merupakan proses berpikir secara kritis dan kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifatmenyeluruh. Dalam pembelajaran membaca di sekolah dasar, membaca memiliki tugas untuk membina siswa agar siswa memiliki kemampuan atau ketrampilan yang baik dalam membaca. Ketrampilan itu meliputi kemampuan memberi respon yang tepat dan akurat terhadap tuturan tertulis yang di model. Tujuan penelitian ini adalah untuk peningkatan keterampilan membaca pemahaman melalui model survey, question,read, recite,review (SQ3R) dapat meningkatkan kemampuan membacapemahaman pada siswa kelas V SDN Sumbersuko 01 Jenispenelitian yang digunakanpadapenelitianiniadalahpenelitian tindakan kelas. Prosedur kegiatan penelitian tindakan kelas ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Fokus tindakan pada siklus 1 adalah penerapan model SQ3R, dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Sedangkan siklus 2 dilakukan perbaikan dari segi proses dan perangkat yang ada berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari siklus pertama Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa model survey, question,read, recite,review (SQ3R ), untukmeningkatkanketerampilanmembacapemahamanpadasiswakelas V menunjukkanadanyapeningkatan. Hal ini dapat dilihat pada kegiatanrefleksi awalprosentaseketuntasansiswahanyasebesar 12,82%. Padasiklus 1 ketuntasanbelajarsiswamencapai 30,77% danpadasiklus 2 ketuntasansiswamencapai 73,08%. Denganmenggunakan model survey, question,read, recite,review (SQ3R) dalampembelajaranBahasa Indonesia siswalebihmudahmemahamiisibacaan. Siswajugalebihaktifdalammengerjakansetiapkegiatandansiswalebihberanimengungkapkanpendapatnyasaatmenjawabpertanyaanmaupunmeresponjawabanteman. Disarankandalammenerapkan model survey,question,read,recite,review (SQ3R) hendaknyasurvey dilakukansecaraindividu agar siswalebihmandiridalammelakukansurvey.

Daya ramal sub test kemampuan berfikir verbal dan sub test kemampuan berfikir numerikal dari differential aptitude test bagi siswa-siswa SMA Negeri Kotamadya Malang / Radja Ismail

 

A Brief study of English articles and the application in teaching / Henricus Widji Ismanthono

 

Evaluasi kondisi geografis Pantai Pelang di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek sebagai objek wisata / Muhammad Devid Syahrial

 

Perbedaan tingkat kecemasan komunikasi ditinjau dari efikasi diri pada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar / Nurbaiti Rohmani

 

Penerapan model pembelajaran problem posing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 3 pada materi pemanfaatan sumber daya alam secara arif di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo / Ilfatul Amanah

 

Studi perbandingan pelaksanaan Kredit Candak Kulak oleh Badan Usaha Unit Desa Kanigoro I dan pelaksanaan Kredit Candak Kulak oleh Koperasi Unit Desa Bajang, Kabupaten Blitar / oleh Gatot Isnaini

 

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas V SDN segugus V Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Pandu Atma Dharajati

 

Dharajati, Pandu Atma. 2014. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V SDN Segugus V Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan S1 PGSD KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutarno, M.Pd, (II) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd. Kata Kunci: lingkungan keluarga, ketersediaan sumber belajar di rumah, motivasi, prestasi belajar dan path analysis Berdasarkan hasil observasi peneliti memperoleh data prestasi belajar yang rendah sebagai indikasi bahwa pencapaian belajar peserta didik pada beberapa mata pelajaran belum optimal. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya: (1) faktor intern yaitu motivasi yang dimiliki oleh peserta didik dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan (2) faktor ekstern yaitu keluarga, ketersediaan sumber belajar di rumah dan motivasi belajar. Setiap keluarga mempunyai spesifikasi dalam mendidik. Dalam penelitian ini cara mendidik anak terbagi menjadi tiga, yaitu: otoriter, demokratis, dan permisif. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan besarnya korelasi dan besarnya pengaruh antar variabel baik secara parsial maupun simultan. Variabel tersebut terdiri dari lingkungan keluarga (X1), ketersediaan sumber belajar (X2), motivasi belajar (Y) dan prestasi belajar (Z). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian non eksperimen dilanjutkan analisis korelasi, regresi dan path analysis. Metode pengumpulan data menggunakan teknik angket (kuisioner) dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda. Untuk pengujian instrumen dilakukan validasi dan reliabilitas data per item. Langkah pengolahan data dimulai dari menyeleksi data, menentukan nilai, analisis deskriptif, uji korelasi, regresi dan path analysis. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 16, diperoleh delapan simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) X1 yang diukur oleh X2 memiliki hubungan yang rendah sebesar 10,69%; (2) X1 yang diukur oleh Y memiliki pengaruh langsung yang signifikan sebesar 8,29%; (3) X2 yang diukur oleh Y memiliki pengaruh langsung yang signifikan sebesar 17,87%; (4) secara simultan X1 dan X2 berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap Y sebesar 34,3%; (5) pengaruh X2 yang secara tidak langsung terhadap Y sebesar 0,82%; (6) pengaruh X1 yang secara langsung terhadap Z sebesar 0,0169%; (7) pengaruh X2 yang secara langsung terhadap Z sebesar 2,56%; dan (8) secara simultan X1 dan X2 berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap Z melalui Y sebesar 1,9%. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu: (1) kepala sekolah dan guru untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar serta memahami karakteristik peserta didik; (2) orang tua sebaiknya bersikap arif dan bijaksana dalam mendidik anak; (3) peneliti lain sebaiknya mengembangkan variabel lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.

Studi tentang teknik kultur jaringan pada tanaman tebu / Isponida

 

Analisis kesesuaian lahan wisata Pantai Bayem Kabupaten Tulungagung dengan memanfaatkan sistem informasi geografi / Eri Widiyanto

 

Widiyanto, Eri. 2014. Analisis Kesesuaian Lahan Wisata Pantai Bayem Kabupaten Tulungagung Dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Geografi. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Komang Astina, M.S (II) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata kunci: wisata pantai, analisis kesesuaian lahan, sistem informasi geografi Pantai Bayem termasuk 10 pantai yang menjadi prioritas pengembangan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tulungagung tahun 2010-2029. Objek wisata Pantai Bayem dalam bidang sarana dan prasarana belum dikembangkan secara optimal. Berdasarkan latar belakang di atas, perlu dilakukan penelitian terhadap objek wisata Pantai Bayem untuk dapat dirumuskan strategi pengembangan dengan melakukan analisis kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan potensi geografis objek wisata Pantai Bayem dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Tulungagung. 2) Melakukan analisis tingkat kesesuaian lahan objek wisata Pantai Bayem di Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Objek studi penelitian ini adalah objek wisata Pantai Bayem. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, pengukuran lapangan, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskripstif dan analisis kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Potensi geografis dalam pengembangan objek wisata Pantai Bayem yang sesuai meliputi kecepatan angin, tipe pantai berdasarkan jenis sedimen, panjang gisik, lebar gisik, jenis pasir, kemiringan gisik, salinitas sumber air, jarak sumber mata air, penggunaan lahan, dan variasi objek. Jenis pasir di Pantai Bayem adalah kuarsa putih yang sangat sesuai dengan objek wisata pantai karena pasir ini terlihat bersih dan nyaman untuk aktivitas wisata pantai. Lebar gisik rata-rata Pantai Bayem adalah 66,18 meter. Lebar gisik yang semakin panjang maka akan semakin banyak pula keaneragaman aktivitas wisata yang ada. Panjang gisik di Pantai Bayem adalah 1,38 km. 2) Indeks kesesuaian lahan wisata kategori S1 atau sesuai yaitu antara 66,67 – 100 %, ketegori S2 atau cukup sesuai yaitu antara 33,33 – 66,67 %, dan kategori N atau tidak sesuai yaitu dibawah 33,33 %. Objek wisata Pantai Bayem memperoleh presentase sebesar 83% dan termasuk dalam kategori S1 atau sesuai. Pantai Bayem dari parameter kondisi fisik dan sosial sudah mendukung menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Tulungagung.

Kekunaan makam Islam di Tralaya / oleh Istamar

 

Makna sosial dan nilai pendidikan dalam perayaan unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang / Maya Gayatri Kathalina

 

Kathalina, Maya Gayatri. 2014. Makna Sosial dan Nilai Pendidikan dalam Perayaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si, (II) Drs. Slamet Sujud P. J., M.Hum. Kata Kunci: makna sosial, nilai pendidikan, Unduh-unduh, GKJW Jemaat Malang Unduh-unduh adalah salah satu perayaan yang dilaksanakan di GKJW Jemaat Malang sebagai GKJW tertua di wilayah Kota Malang adalah salah satu bentuk ungkapan syukur atas berkat yang telah diterima. Unduh-unduh awalnya dalam budaya Jawa adalah bentuk persembahan hasil panen kepada Dewi Sri lalu digabungkan dengan ajaran Kristen menjadi dipersembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus. Unduh-unduh yang berasal dari pedesaan dan dilakukan oleh warga yang bermata pencaharian di bidang agraris lalu berkembang ke daerah perkotaan mengalami perubahan di bentuk barang persembahannya dan menarik perhatian peneliti untuk meneliti lebih lanjut tentang sejarah, perayaan dan makna sosial serta nilai pendidikan dalam perayaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah munculnya perayaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang, (2) mendeskripsikan pelaksanaan perayaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang, dan (3) menjelaskan makna sosial dan nilai pendidikan yang terkandung dalam perayaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Data penelitian diperoleh dari teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian dilakukan di GKJW Jemaat Malang dan beberapa warganya yang dipilih sebagai narasumber. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. Pertama, perayaan Unduh-unduh dilakukan pertama kali oleh GKJW Mojowarno sebagai jemaat pertama yang mandiri. Sedangkan di wilayah Kota Malang, Unduh-unduh dilakukan pertama kali di GKJW Jemaat Malang sebagai jemaat pertama. Kedua, pelaksanaan Unduh-unduh di GKJW Jemaat Malang dilaksanakan 2 kali setiap tahunnya. Dalam Hari Raya Persembahan (HRP) ini barang yang dipersembahkan umumnya berupa barang-barang hasil alam (natura), bisa juga berupa makanan dan minuman tradisional. Barang-barang yang dipersembahkan akan dilelang atau dijual dalam bazar dan jumlah total persembahannya dipergunakan untuk kegiatan pelayanan gereja. Ketiga, Unduh-unduh yang dirayakan oleh jemaat GKJW ini memiliki beberapa makna sosial, yaitu gotong royong dan kerjasama, mempersembahkan yang terbaik, kerukunan, wujud syukur, harapan, transparansi, pengorbanan, kebersamaan, percaya diri, serta jujur suci dan berbudi luhur. Unduh-unduh yang dilaksanakan di GKJW Jemaat Malang ini juga memiliki nilai pendidikan, yaitu religius, kejujuran, toleransi, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Studi tentang kemungkinan penyelenggaraan kegiatan ekstra kurikuler sebagai bagian dari Pendidikan Seni Rupa di SMA Negeri di Kodya Malang / oleh Istirahayu

 

Referendum sebagai upaya hukum dalam rangka mempertahankan Pancasial dan UUD 1945
Iswantadi

 

Hubungan antara kemampuan memahami struktur paragraf dengan kemampuan menyusun paragraf siswa kelas II SMEA Negeri 2 Turen - Malang tahun ajaran 1988/1989
Daroe Iswatiningsih

 

Kegiatan supervisi Pendidikan Seni Rupa pada Sekolah Dasar di Kota Madya Malang / oleh Sri Iswidayati

 

Pengaruh model pembelajaran group investigation menggunakan media video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 3 Malang / Nur Cholifah

 

Penyelidikan tentang kesukaran yang dihadapi oleh dosen penasehat dan mahasiswa dalam proses pelaksanaan kepenasehatan program studi di fakultas ilmu pendididkan IKIP Malang semester I/1976 / Jahman

 

Tepera affixes (a dialect of Tanah Merah Jayapura) / Nico Jakarimilena

 

Pengembangan pendidikan karakter bangsa melalui Youth Entrepreneurship Program (YEP) di SMAN 10 Malang / Muchamad Nadhim

 

Hubungan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan membaca cepat siswa kelas II SMA Negeri V Malang tahun 1987/1988
Jamaludin

 

Penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kesenian karawitan "Marem Gayeng" Desa Pagelaran Kabupaten Malang / Anisa Nuraeni

 

Nuraeni, Anisa. 2014. Penguatan Nilai-Nilai Pancasila melalui Kegiatan Seni Karawitan Marem Gayeng Desa Pagelaran Kabupaten Malang. Skripsi, Prodi S1 – Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si., (II) Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum. Kata Kunci : Nilai-Nilai Pancasila, Seni Karawitan. Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pengkajian Pancasila secara filosofis dimaksudkan untuk mencapai hakikat atau makna terdalam dari silai-sila Pancasila. Pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, masyarakat erat kaitannya dengan budaya, diantaranya adalah seni karawitan. Banyak seni karawitan yang dibentuk sebagai usaha pelestarian budaya. Salah satunya adalah seni karawitan “Marem Gayeng”. Seni karawitan “Marem Gayeng” mempunyai program-program yang menarik dan berbeda dengan seni karawitan lainnya yaitu disertakannya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam program seni karawitan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui program penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan seni karawitan “Marem Gayeng” Desa Pagelaran Kabupaten Malang, (2) untuk mengetahui pelaksanaan program seni karawitan “Marem Gayeng” dalam penguatan nilai-nilai Pancasila di Desa Pagelaran Kabupaten Malang, (3) untuk mengetahui kendala yang dihadapi kegiatan seni karawitan “Marem Gayeng” Desa Pagelaran Kabupaten Malang dalam penguatan nilai- nilai Pancasila, (4) untuk mengetahui upaya menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh kegiatan seni karawitan “Marem Gayeng” Desa Pagelaran Kabupaten Malang dalam penguatan nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer partisipatif dalam mengumpulkan data-data di lapangan. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan Pembina, pelatih dan pengrawit yang mengikuti kegiatan seni karawitan Marem Gayeng. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktiv. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil tindakan selanjutnya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan seni karawitan “Marem Gayeng” dengan cara yang lebih efektif yaitu meningkatkan kedisiplinan serta keteraturan untuk lebih serius lagi dalam melestarikan dan mengangkat budaya luhur bangsa Indonesia . Keseriusan dan kedisiplinan ini dibutuhkan untuk mewujudkan seni karawitan yang dapat membentuk nilai karakter dan mendidik setiap individu dalam penguatan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang baik dan benar. Langkah keseriusan ini akan lebih sempurna apabila adanya kerjasama dengan masyarakat setempat dalam pemahaman tentang seni karawitan secara mendalam agar tidak memandang sebelah mata seni tradisional yang merupakan salah satu kearifan lokal.

Penyelidikan tentang kesukaran yang dialami oleh petugas Kantor Regestrasi dan Mahasiswa dalam proses pelaksanaan regestrasi dan rekording di IKIP Malang pada tahun 1974 / Thaberani Jauhar

 

Perilaku dan masalah sosial mahasiswa yang bekerja sebagai public relation di Kota Malang / Tikka Dessy Harsanti

 

Harsanti, Tikka Dessy. 2014. Perilaku dan Masalah Sosial Mahasiswa yang Bekerja sebagai Public Relation di Kota Malang. Skripsi, Prodi PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwarno Winarno (II) Drs. Margono, M.pd., M.Si. Kata Kunci : Masalah Sosial, Mahasiswa, Public Relation Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Proses sosial yang terjadi dari dalam masyarakat khususnya pada mahasiswa karena memiliki perubahan. Gaya hidup para mahasiswa juga berubah.Yang semula hidup sederhana, wajar, dan apa adanya, mereka tergiur mengikuti gaya hidup lingkungan yang hedonis dan konsumtif terutama perempuan. Gaya hidup mulai cara berpakaian, cara bersolek atau merias diri, dan cara bergaul mereka berubah mengikuti gaya hidup baru. Lingkungan sebagai pembentuk gaya hidup baru yang dipengaruhi juga oleh keadaan sekitar yaitu lingkungan itu sendiri dan juga teman-teman. Dalam hal ini teman sangat berpengaruh besar terhadap gaya hidup yang baru. Salah memilih teman dan juga bisa terpengaruh dengan teman dapat membuat segalanya berubah. Banyak mahasiswa yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang yang pada akhirnya bisa membuat mereka mengubah gaya hidup dan juga penampilan. Oleh sebab itu banyak mahasiswa mengambil jalan pintas bekerja dengan mengandalkan penampilan fisik tanpa harus memiliki keahlian khusus. Mereka lebih memilih untuk bekerja sebagai Purel yaitu menemani tamu-tamu berkaraoke. Uang yang didapat juga sangat menggiurkan dari pekerjaan menjadi Purel. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pertimbangan mahasiswa menjalani pekerjaan sebagai Public Relation (2) mengetahui bentuk masalah sosial sebagai akibat pekerjaan Public Relation yang dilakukan oleh mahasiswa (3) mengetahui persepsi civitas akademika (dosen,karyawan, mahasiswa) tentang adanya masalah mahasiswa yang bekerja sebagai Public Relation. Penelitian ini dilakukan di tempat tinggal SR selaku subjek peneliti di kost dan juga kampus SR menuntut ilmu. Penelitian ini mengguakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalani pekerjaan sebagai Purel, mahasiswa terpengaruh oleh pergaulan, lingkungan dan karena mahasiswa tersebut tingkah lakunya bersifat hedonis dan konsumtif. Mahasiswa seharusnya lebih waspada dan memilih-milih teman yang pantas diajak bergaul karena pada zaman sekarang ini banyak orang yang sulit dipercaya atau sulit mencari teman yang baik. Karena mereka cenderung mengajak teman-temannya ke arah yang negatif jadi sebagai mahasiswa harus lebih selektif lagi dalam bergaul.

Sistem pemerintahan desa merupakan bentuk demokrasi asli Indonesia / Mohammad Jazuli

 

Teknik pembatasan kekuasaan eksekutif menurut Undang-Undang Dasar 1945 / Joesmani

 

Penerapan model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan (studi pada siswa kelas XI ADM SMKN 1 Pamekasan) / Ani Frastin

 

Frastian, Ani. 2014. Penerapan Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan (Studi pada Siswa Kelas XI ADM SMKN 1 Pamekasan). Skripsi, JurusanManajemenProgram StudiPendidikanAdministrasiPerkantoranFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wasiti, S.Sos.,M.Si (II) Drs. I NyomanSuputra, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Hasil Belajar Penerapan pembelajaran yang bersifat konvensional di sekolah dengan menggunakan metode ceramah masih banyak diterapkan dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar seperti ini lebih banyak didominasi oleh guru dan jarang melibatkan siswa sehingga mengakibatkan siswa cenderung pasif dan hasil belajar kurang memuaskan. Untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran tersebut maka dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menjadi alternatif agar siswa senang dalam kegiatan belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Group Investigation. Group Investigationadalahkelompokkeciluntukmendorongdanmenuntunsiswadalamketerlibatanbelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI ADM SMKN 1 Pamekasan yang berjumlah 33 siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan model pembelajaran Group Investigation. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan 4 siklus, setiap siklus terdapat beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembarobservasi, wawancara, catatan lapangan, rubrik penilaian, tes, dan dokumentasi.Dalam kegiatan ini, peneliti dibantu oleh 2 orang observer yaitu ibu Mudji Astuti selaku guru mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan dan ibu Yeyen A.W. Data hasilbelajarsiswaaspekkognitifmengalamipeningkatansetelahpenerapan model pembelajaranGroup Investigation, yang mananilairata-rata siswa 48,25 padatesawal, 50 pada pre tessiklus I danmengalamipeningkatanmenjadi 63,21 padapostes, 71,71 pada pre tessiklus II mengalamipeningkatanmenjadi 78,75 padapostes, 74,24 pada pre tessiklus III menjadi 83,18 padapostes, 78,18 pada pre tessiklus IV menjadi 89,09 padapostes, dan 94,09 padafinal test. Secarakeseluruhanhasilbelajarsiswaaspekkognitifmulaidarinilaiawalhinggafinal testmengalamipeningkatansebesar 45,84. Hasilbelajarsiswaaspekafektifpadasiklus I adalah 60%, meningkatmenjadi 74% padasiklus II, 83% padasiklus III, dan 91% padasiklus IV.Secarakeseluruhanhasilbelajarsiswaaspekafektifdarisiklus I hinggasiklus IV mengalamipeningkatansebesar 31%.Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran model Group Investigation(GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan disarankan baik guru, siswa, dan peneliti selanjutnya dapat menerapakan model Group Investigation sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan atau mata pelajaran yang lainnya.

Beberapa aspek mengenai penghapusan aktiva-tetap dalam hubungannja dengan perhitungan harga-pokok / Bambang Joewono

 

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui metode sugesti imajinasi lagu pada siswa kelas V SDN Blimbing 3 Malang / Titik Eka Probowati

 

Probowati, Titi Eka. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Metode Sugesti Imajinasi Lagu Pada Siswa Kelas V SDN Blimbing 3 Malang. Skripsi, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Badawi, S.Pd, M.Pd , (II) Drs. H.M Thoha Arifin, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Menulis, Puisi Anak, Metode Sugesti Imajinasi Lagu, SD     Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SD. Metode Sugesti-Imajinasi adalah metode pembelajaran menulis dengan cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang imajinasi siswa. Dalam hal ini, lagu digunakan sebagai pencipta suasana sugestif, stimulus, dan sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau menciptakan gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu. Kegiatan pembelajaran dengan metode ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, dan 3) evaluasi. Ketiga tahap merupakan kegiatan yang ditempuh oleh guru dan siswa saat sebelum, selama, sesudah pembelajaran. Berdasarkan pretes yang dilaksanakan pada siswa kelas V SDN Blimbing 3 Malang dapat diketahui bahwa siswa kurang tertarik dan berminat dalam menulis puisi, kemampuan menulis puisi masih kurang, siswa masih kesulitan mengungkapkan ide/ gagasan, kesesuaian tema dengan judul, kesesuaian judul dengan isi, memilih kata/diksi dan mengaitkan antara larik -larik menjadi bait puisi sehingga bermakna     Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: 1) penerapan metode sugesti imajinasi lagu untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi anak, dan 2) peningkatan kemampuan menulis puisi melalui metode Sugesti Imajinasi Lagu pada siswa kelas V SDN Blimbing 3 Malang.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Data yang diolah dan dianalisis berupa data proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara guru, dan dokumentasi pembelajaran. Subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Blimbing 3 Malang yang berjumlah 21 siswa, terdiri atas 12 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki.     Dari hasil analisis data diperoleh terjadi peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V SDN Blimbing 3 dengan menerapkan metode sugesti imajinasi. Hal ini juga tampak pada perolehan nilai pada siklus I terdapat 9 siswa atau sebesar 43% yang mempunyai nilai rata-rata 84, sedangkan 3 siswa atau sebesar 14% mempunyai nilai rata-rata 75, dan 9 siswa atau sebesar 43% mempunyai nilai rata-rata 66. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 15 siswa atau sebesar 72% yang mempunyai nilai rata-rata 87, 4 siswa atau sebesar 19% mempunyai nilai rata-rata 75, dan 2 siswa atau sebesar 9% mempunyai nilai rata-rata 69.          Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi anak dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode sugesti imajinasi lagu. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk dapat memanfaatkan metode sugesti imajinasi lagu dalam pembelajaran menulis puisi dengan materi atau pembelajaran lainnya.

The Correlation between the KAD/0452/TM/74 and the English language proficiency and the achievement in vocabulary / Abd. Rajab Johari

 

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Gadang 1 Kecamatan Sukun Kota Malang / Santi Widiastuti

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |