Pengaruh penerapan good corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja perusahaan (studi kasus pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2012-2014) / Anggraini Nur Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, AnggrainiNur. 2016. PengaruhPenerapan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadapKinerja Perusahaan (StudiKasuspada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEIPeriode 2012-2014). Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Sulastri, S.Pd.,M.SA, (II) Dr. CiptoWardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA. Kata Kunci: Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, Kinerja Perusahaan Kinerjaperusahaanadalahkemampuanperusahaandalammengelolabisnisnyadandigunakansebagaiukurankeberhasilandalammencapaitujuanperusahaan. Untukmeningkatkankinerjaperusahaanadabeberapafaktor non keuangan yang harusdiperhatikan. Faktor non keuanganiniterdiridarigood corporate governancedan corporate social responsibility. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhgood corporate governance dancorporate social responsibility terhadapkinerjaperusahaan. Penelitianinimenggunakanmetodepurposive sampling sehinggahasilpenelitiantidakdapatdigeneralisasidanhanyaberlakupadaperusahaan yang menjadisampelpenelitian. Sampeldaripenelitianiniadalah 31 perusahaanpertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014 danmemenuhikriteria yang telahditentukan. Pengujianvariabeldalampenelitianinimenggunakan model analisisregresi linier bergandadengantingkatsignifikansisebesar 5%. Data yang digunakanmerupakan data sekunder yang diperolehdarilaporankeuangantahunanperusahaan yang diterbitkansecarakonsistenselamaperiode 2012-2014. Hasilujistatistikmenunjukkanbahwa (1) kepemilikaninstitusionaltidakberpengaruhterhadapkinerjaperusahaan, (2) komite audit tidakberpengaruhterhadapkinerjaperusahaan, dan (3) corporate social responsibility berpengaruhpositifsignifikanterhadapkinerjaperusahaan. Saran yang dapatdiberikan (1) bagi investor perusahaanpertambanganagar memperhatikanaspek GCG danpengungkapan CSR sebagaipertimbangandalammelakukaninvestasi, (2) bagiperusahaannantinyamampumelaksanakanprinsip GCG secarakonsistensehinggadiharapkandapatmenghasilkansuatukepercayaanpublikdanmampumeningkatkankinerjaperusahaan, (3) penelitian selanjutnya diharapkandapat menambah variabel lain yang juga menunjang implementasi good corporate governance, menggunakan periode penelitianyang lebih panjang, menambah proksi jenis rasio profitabilitasuntukmengukurkinerjaperusahaan, sertamemperluassektorperusahaan, sehinggamampumenghasilkanpenelitian yang lebihakuratdandapatmemberikankontribusipenelitianbagiseluruhperusahaan.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi perkembangan konsep reaksi redoks terhadap hasil belajar dan motivasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwosari / Guntur Aji Febrianto

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat. Di Indonesia telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan SDM melalui pendidikan, yaitu dengan mengubah dan memperbaiki kurikulum pendidikannya. Saat ini pendidikan di Indonesia lebih condong menggunakan pendekatan konstruktivistik. Salah satu penerapan pendekatan konstruktivistik adalah pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif, yang salah satunya adalah tipe Jigsaw yang digunakan dalam pemberian materi pelajaran perkembangan konsep reaksi redoks kepada siswa. Pemilihan model pembelajaran ini didasarkan pada kesesuaian model pembelajaran jigsaw dengan materi tersebut. Dalam materi tersebut, terdapat tiga pokok bahasan yang terpisah tetapi masih berhubungan, yaitu pada pokok bahasan perkembangan konsep reaksi reduksi dan oksidasi yang terdiri dari tiga konsep yang berbeda. Adanya tiga konsep yang berbeda dan masih berhubungan tersebut, maka tiga sub pokok bahasan tersebut memungkinkan untuk dapat dibahas secara terpisah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pembagian kelompok ahli dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan metode konvensional pada materi perkembangan konsep reaksi redoks. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwosari tahun ajaran 2010/2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sederhana dengan undian kelas, sehingga terpilih dua kelas, yaitu kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembelajaran (silabus, RPP, hand out, LKS, dan lembar penilaian) dan instrumen pengukuran (tes hasil belajar, angket motivasi dan lembar observasi). Instrumen tes hasil belajar terdiri dari 25 butir soal dengan validitas isi 96% dan reliabilitas sebesar 0,813. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif berupa uji t dengan taraf signifikansi α = 0,050. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Window. ii Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan tahap pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan RPP. Motivasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi belajar kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, persentase keseluruhan siswa yang termotivasi sebesar 82,5% sedangkan pada kelas kontrol hanya 65%. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 61,0 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 50,1. Berdasarkan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 3,776 dan ttabel sebesar 1,991, sehingga hasil belajar kedua kelas terbukti berbeda. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. iii ABSTRACT Febrianto, Guntur Aji. 2011. The Effects on Adoption of Cooperative Learning

Dampak motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pegawai di BAAKPSI Universitas Negeri Malang
oleh Wiwin Subiyono

 

Pengaruh likuiditas, profitabilitas, risiko bisnis dan struktur asset terhadap kebijakan hutang (Studi pada perusahaan LQ-45 Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2010) / Fitri Dia Utami

 

Kata kunci: Likuiditas, Profitabilitas, Risiko Bisnis, Struktur Asset, Kebijakan Hutang Kebijakan hutang merupakan suatu kebijakan eksternal perusahaan yang penting dalam menentukan struktur permodalan optimal perusahaan. Manajer dalam menentukan kebijakan hutang harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang agar terhindar dari kebangkrutan. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah likuiditas, profitabilitas, risiko bisnis, dan struktur asset. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh variabel independen yaitu likuiditas, profitabilitas, risiko bisnis, dan struktur asset terhadap variabel dependen yaitu kebijakan hutang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 83 perusahaan yang tergabung dalam LQ-45 tahun 2007-2010. Metode sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Banyaknya sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sejumlah 17 perusahaan dengan menggunakan metode pooled data sehingga sampel penelitian (n) diperoleh sejumlah 51 data observasi. Analisis data menggunakan alat analisis uji regresi berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel independen, likuiditas dan profitabilitas mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan hutang. Hal ini sejalan dengan pecking order theory. Variabel struktur asset berpengaruh positif signifikan. Hal ini sejalan dengan trade off theory. Selain itu, variabel risiko bisnis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan hutang. Hal ini tidak sejalan dengan trade off theory. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,408 menunjukkan bahwa variabel kebijakan hutang dapat dijelaskan oleh variabel independen hanya sebesar 40,8% sedangkan sisanya sebesar 59,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) menambah tahun pengamatan dengan memperhatikan kondisi makro ekonomi, (2) menambahkan variabel independen lain seperti pengaruh pajak, kebijakan dividen, tingkat suku bunga dan variabel independen lain yang diduga berpengaruh terhadap kebijakan hutang, (3) melakukan pengujian berdasarkan kelompok industri, sehingga hasilnya dapat diperbandingkan antara satu kelompok industri dengan kelompok industri yang lain.

Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah untuk meningkatkan lualitas pembelajaran IPS perkembangan teknologi di kelas IVB SDN Bareng I Kota Malang / Nurhadi

 

ABSTRAK Nurhadi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas IVb SDN Bareng I Kota Malang. Pembimbing Drs. Toha Mashudi, M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran Berdasarkan Masalah, kualitas pembelajaran, aktifitas belajar, hasil belajar. Pembelajaran IPS seharusnya lebih memberi kesempatan siswa untuk aktif melaksanakan pembelajaran, mengalami, mencari, menemukan, dan membangun pengetahuan sendiri. Sementara itu yang terjadi di kelas IVb SDN Bareng I Malang, keaktifan siswa masih rendah, pembelajaran masih berpusat ke guru, tidak berorientasi kepada masalah nyata yang dihadapi siswa sehingga kualitas pembelajaran rendah, siswa juga terlihat tidak suka terhadap pembelajaran IPS. Hasil belajar juga rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut penelitian dirancang menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBI). Penelitian dilaksanakan selama peneliti melaksanakan PKM di SDN Bareng I Malang. Penelitian dibantu oleh guru mitra dan teman mahasiswa PKM mulai dari identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian juga dibimbing oleh dosen pembimbing PKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Perkembangan Teknologi di kelas IVb SDN Bareng I Malang, meningkatkan aktifitas belajar siswa, meningkatkan hasil belajar, dan meningkatkan rasa senang siswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS tentang Perkembangan Teknologi di kelas IVb SDN Bareng I Malang. Peningkatan terse-but ditandai (1) persiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang sangat baik; (2) diterapkannya model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBI) dengan baik; (3) pembelajaran berpusat kepada siswa, bukan berpusat kepada guru; (4) materi pembelajaran dibawa ke masalah yang nyata kehidupan siswa dan sesuai dengan perkembangan siswa; (5) aspek pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, (6) suasana kelas yang kondusif. Penerapan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, meningkatkan rasa senang siswa terhadap pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar. Kesimpulan penelitian ini bahwa penerapan model Pembelajaran Berdasrkan Masalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Perkembangan Teknologi di Kelas IVb SDN Bareng I Malang. Berdasarkan penelitian ini, disarankan bahwa kalau guru ingin meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Perkembangan Teknologi di kelas IV yang memiliki kondisi dan karakteristik yang relatif sama dengan kondisi tempat dilaksanakan penelitian ini bisa menerapkan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Disarankan juga agar diadakan penelitian lebih lanjut dengan menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah yang lebih baik.

Pengukuran produktivitas pekerja bangunan terkait dengan biaya proyek pada pekerjaan pondasi di proyek perumahan Permata Jingga Malang / Rahmad Malik Junaidy

 

ABSTRAK Junaidy, RahmadMalik. 2016. Pengukuran produktivitas pekerja bangunan terkait dengan biaya proyek pada pekerjaan pondasi di proyek Perumahan Permata Jingga, Malang.TugasAkhir, JurusanTeknikSipil, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. Suparno S.T., M.T. Kata Kunci: produktivitas pekerja, biaya proyek, pondasi Pondasipelatsetempatdanbatu kali merupakan 2 jenispondasi yang digunakandalamkonstruksirumah 2 lantai di PerumahanPermataJingga, Kota Malang. Pekerjaan ini memerlukanproduktivitaspekerja yang baik agar memperolehkeuntunganbiayaproyek yang maksimal. Akan tetapi terdapat permasalahan yaknibelumterpublikasinyastandarnilaiproduktivitaspekerjabangunan di Indonesia, terutamadalampekerjaanpondasitersebut. Kondisi ini mengakibatkan nilaibiayaproyek yang berkorelasidengannilaiproduktivitaspekerjabelumdapatdimaksimalkanperolehankeuntungannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas pekerja pada pekerjaan pondasi beserta rasio kelompok pekerja di lapangan,metode pelaksanaan yang digunakan dan biaya proyek yang difokuskan pada upah kerja dimana terkait dengan produktivitas pekerja. Metodepengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah metode observasi dimana untuk produktivitas pekerja dianalisa dengan menggunakan dua metode perhitungan yakni metode field rating dan parsial. Untuk mengetahui rasio kelompok pekerja dan metode pelaksanaan yang terkait prdouktivitas digunakan pula dan wawancara. Sedangkan, untuk mengetahui selisih biaya proyek maka dihitung dengan cara membandingkan biaya proyek berdasarkan standar kota Malang dan real cost yang dihasilkan berdasarkan produktivitas pekerja. Hasil yang diperoleh terkait produktivitas pekerja dalam pekerjaan pondasi pelat setempat yang meliputi tiga sub pekerjaan yakni produktivitas pekerja pada pekerjaan pembesian pondasi sebesar 10,458 kg/jam/orang, pada pekerjaan bekisting kolom pendek adalah sebesar 1,298 m2/jam/orang, dan pada pekerjaan pengecoran pondasi adalah sebesar 0,059 m3/jam/orang. Sedangkan, untuk produktivitas pekerja pada pekerjaan pasangan pondasi batu kali adalah sebesar 0,185 m3/jam/orang.Rasio kelompok pekerja untuk pekerjaan pekerjaan pembesian pondasi pelat setempat adalah 1 tukang : 2 pekerja. Untuk pekerjaan bekisting kolom pendek pondasi pelat setempat adalah 1 tukang : 1 pekerja. Untuk pekerjaan pengecoran pondasi pelat setempat adalah 2 tukang : 4 pekerja. Sedangkan, rasio kelompok pekerja pada pekerjaan pondasi batu kali adalah 3 tukang : 5 pekerja. Metode pelaksanaan yang digunakan di lapangan pada proyek yang diteliti untuk pekerjaan pondasi pelat setempat dan batu kali dilaksanakan secara borongan dengan alat bantu molen (mixer).Real cost upah kerja untuk pekerjaan pondasi pelat setempat dan batu kali lebih efisien dibandingkan dengan biaya standar kota Malang dengan persentase efisiensi sebesar 1,77% untuk pekerjaan pembesian pondasi pelat setempat, 26,50% untuk pekerjaan bekisting kolom pendek pondasi pelat setempat, 48,99% untuk pekerjaan pengecoran pondasi pelat setempat, dan 32,05% untuk pekerjaan pasangan pondasi batu kali.

Perbedaan prestasi belajar yang menggunakan metode ceramah bervariasi tanpa media dan metode ceramah bervariasi dengan media pada siswa pengikut bidang studi sejarah di SMAN V Kodya Malang / oleh Agatha Tyas Nurani Kristiani

 

Pembinaan mental santri penyandang penyakit sosial di Pesantren Tanfirul Chowayah Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo / Tri Hayyu Muhaimin

 

Perancangan media komunikasi visual rumah makan sate kelinci sebagai sarana promosi / oleh Harsa Bachtiar

 

Pengaruh pendidikan penyuluhan pertanian terhadap pembangunan ekonomi pedesaan / Mawahib

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dengan peta pikiran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-4 SMAN 3 Malang / Tito Nur Afandi

 

Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah melalui perbaikan kurikulum. Dengan perbaikan kurikulum, diharapkan kualitas proses pembelajaran akan meningkat yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk, pertama adalah mengetahui pelaksanaan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat kewirausahaan. Kedua, aktivitas belajar siswa pada saat penerapan kooperatif model jigsaw. Ketiga, hasil belajar siswa setelah diadakan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat kewirausahaan. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-4 SMAN 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, panduan observasi, format penilaian dan angket untuk siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dimana dalam tiap siklus meliputi empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dalam tindakan silkus I proses adaptasi dan sosialisasi siswa sudah baik meskipun ada beberapa siswa yang masih enggan untuk mengemukakan pendapatnya. Pada siklus II sudah baik dibandingkan pada siklus I. Hasil belajar dilihat dari aspek kognitif yaitu dengan menganalisis hasil pre test dan post test siswa pada setiap siklus. Sedangkan aspek afektif dan psikomotor dianalisis dengan menghitung persentase frekuensi setiap indikator yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembelajaran kooperatif model jigsaw sangat bermanfaat bagi siswa karena model ini telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas siswa, sehingga bagi guru mata diklat kewirausahaan dan guru mata diklat lainnya dapat menggunakan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw ini pada pokok bahasan lain yang memenuhi karakteristik yang sama. 2) hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw mengalami peningkatan. Hal tersebut diketahui pada tindakan siklus I nilai post test siswa meningkat sebesar 71% dibandingkan nilai pre test mereka sebesar 69%, namun kelas belum memenuhi syarat ketuntasan belajar karena yang tuntas belajar masih dibawah batas minimum persentase ketuntasan belajar kelas. Pada tindakan siklus II nilai post test siswa meningkat sebesar 80,1% dibandingkan nilai pre test mereka sebesar 73,66%. Diketahui bahwa dalam tindakan siklus II ini kelas telah memenuhi taraf ketuntasan belajar yang terlihat dari persentase siswa yang tuntas belajar diatas minimun persentase ketuntasan belajar kelas. Dari penelitian pembelajaran kooperatif model jigsaw, saran yang dapat dikemukakan diantaranya: 1) Bagi guru perlu memodifikasi dan menyiapkan secara matang bahan-bahan ajar yang akan digunakan untuk mengajar dan menentukan langkah-langkah yang sistematis menurut prinsip pembelajaran kooperatif khususnya model jigsaw. 2) Bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan kreatifitas mereka untuk berfikir lebih maju dan berani mengungkapkan pendapat. Selain itu, diharapkan dapat saling menghargai orang lain. 3) Bagi peneliti, penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti-peneliti selanjutnya dalam penulisan karya ilmiah.

Pengembangan model latihan pukulan backhand smash untuk peserta ekstrakulikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar / Rama Candra Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Rama Candra. 2016. “Pengembangan Model Latihan Pukulan Backhand Smash untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja Di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) Dr. Supriyadi, M.Kes. Kata Kunci: latihan pukulan, backhand smash, pukulan tenis meja Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, siswa menyatakan bahwa latihan pukulan backhand smash kurang bervariasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan siswa dengan menyebarkan angket kepada 32 siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, dengan hasil sebagai berikut: siswa membutuhkan variasi latihan pukulan backhand smash tenis meja, membutuhkan sebuah panduan latihan pukulan backhand smash tenis meja berupa buku. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model latihan pukulan backhand smash tenis meja. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam latihan, agar siswa tidak bosan dengan latihan pukulan backhand smash tenis meja yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan melakukan gerakan dasar pukulan backhand smash tenis meja. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development dari Borg dan Gall tahun 1983. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar. Hasil pengembangan model latihan pukulan backhand smash untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar diperoleh data sebagai berikut: (1) uji coba tahap I (uji coba kelompok kecil) dilakukan dengan 8 peserta ekstrakurikuler tenis meja hasilnya sebesar 83,2% (sangat baik), (2) uji coba tahap II (uji coba kelompok besar) dilakukan dengan 30 peserta ekstrakurikuler tenis meja hasilnya sebesar 84,7% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan pukulan backhand smash untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar menarik untuk dilakukan, mudah untuk dilakukan, jelas untuk dilakukan, serta bermanfaat untuk siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. Dengan model sebagai berikut: (1) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja dikemas dalam bentuk buku panduan, (2) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja ini memaparkan penjelasan tentang pukulan backhand smash, tahap-tahap pelaksanaan pukulan backhand smash, tujuan, materi, sarana dan prasarana, langkah-langkah kegiatan, metode, dan gambar-gambar yang menggambarkan kegiatan dan menarik minat peserta ekstrakurikuler untuk mempelajari buku panduan tersebut, (3) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja ini terdiri dari beberapa model latihan yaitu latihan shadow, footwork, kombinasi shadow dan footwork, mandiri, dan multiball. Saran penelitian: (1) agar bentuk latihan backhand smash dapat digunakan oleh club atau peserta ekstrakurikuler tenis meja yang lebih banyak, (2) dalam penyajian modelnya lebih divariasi lagi guna dalam kegiatannya peserta dapat lebih termotivasi dan lebih aktif, (3) untuk lebih memperjelas dan mempermudah dalam pelaksanaanya sebaiknya membuat buku model latihan yang lebih detail agar dapat dimengerti dengan menjelaskan pelakasaan dalam tiap-tiap tahapan.

Efektivitas pengajaran praktikum terintegrasi dengan teori dan praktikum terpisah dengan teori ditinjau dari segi prestasi belajar pada pembelajaran fisika siswa kelas 1 cawu III SMUN I Kepanjen Kabupaten Malang / oleh Kenthut Agus Prastyo

 

Dalam prosesb elajar mengajars edapamt ungkin diciptakans uasanay ang dapamt enjadikans iswa sebagasi ubjekb elajar yang berkembangs ecarad inamisk e arahy angp ositif. Pendekatanla boratoriumd alam prosesb elajarmengajarm emungkinkans iswam enggunakans emuap otensinya( kognitif, afektiq psikomotorik), terutamap rosesm entalnyau ntuk menemukans endiri konsepkonsepa taup rinsip prinsipf isika.P enyerapasni swat erhadapm ateril ebih tinggi bila *ate.i yangd ibahas dibuatk ongkrit melalui praktikum. pelaksanaanp raktikum itu sendiri dapat dilaksanakanse carak elompok,t erintegrasid engant eori ataupunt erpisahd engan teori, sesuadi engans ituasid an kondisi perlengkapanp raktikum yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalahu ntuk mengetahupi erbedaane rektivitas praktikum terintegrasi dengan teori dan praktikum terpisah dengan teori ditinjau dari segip restasbi elajarp adap embelajarafnis ika siswak ilas t cawu ru SMUN I Kepanej n KabupatenM alang. Metodep enelitiany angd igunakana darahm etodee ksperimend engante knik pengambilans ampelk elas secaraa cakk elas,t erpilih 2 kelasd ari 7 kelasy anga aa yaitu kelas I-5 dan I-7 sebanyak 84 siswa. Variabel dalam penelitian ini aialah terdiri dari satuv ariabel bebasd an satuv ariabel terikat. variabel bebasnyaa dalahm etode pengajarand an variabelt erikatnyaa dalahp restasib elajar.D ata yang dipakai dalam penelitian ini adalah selisih data prestasi belajar yang diperoleh dariles prestasi belajar setelah proses belajar mengajar dengan m"nggunakan metode yang berbeda pokok bahasans uhud an kalor dengank emampuana wal yang diperolih sJcara dokumentasdia ri gurub idangs tudif isika. Pengujianh ipotesisd ilakukand enganu ji-t satup ihaky aitu pihakk iri. Dengan menggunakatna rafsignifikansi5 % diperolehh argat nt_e: -l,g3gb yangl ebih besar 9ul j"*t:.- 2,021d engand b : N - 2, sehinggad apatd isi"mpulkabna -hwa-prestasi belajarf isika kelompoks isway angm elakukanp raktikums ecarate rpisaho engan teorit idak lebihj elek daripadak elompoks isway angm elakukanp rulciku, ,".aru terintegrasdi engante ori

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar (studi pada siswa kelas X Jasa Boga 1 mata pelajaran kewirausahaan SMKN 7 Malang) / Ardian Rabhista Ginantaka

 

Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), aktivitas belajar, hasil belajar siswa Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Negeri 7 Malang diketahui beberapa hambatan kegiatan pembelajaran pada kelas X Jasa Boga 1 Mata Pelajaran Kewirausahaan. Hambatan yang ditemui antara lain siswa yang kurang fokus pada pelajaran, sulitnya siswa untuk mengkaitkan materi pelajaran dengan masalah di dunia nyata dan nilai ulangan harian siswa banyak yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Rendahnya aktivitas siswa daalam proses belajar mengajar yang ditunjukkan dari dominasi yang banyak dari guru di dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning diharapkan siswa dapat mengikuti pelajaran yang ada di kelas dan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X JB 1 SMK Negeri 7 Malang? (2) Apakah model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran kewirausahaan dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas X JB 1 SMK Negeri 7 Malang? (3) Apakah model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran kewirausahaan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X JB 1 SMK Negeri 7 Malang? (4) Apa sajakah kendala dan solusi dalam penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas X JB 1 SMK Negeri 7 Malang? Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45menit. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X JB 1 SMK Negeri 7 Malang yang berjumlah 35 siswa. Terdiri dari 29 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelaajran Problem Based learning. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Based learning pada mata pelajaran adaptif kewirausahaan, siswa kelas X JB 1 di SMK Negeri 7 Malang ini, terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ketuntasan belajar siswa pada ranah kognitif siklus I sebesar 60% meningkat pada siklus II sebesar 86%. Pada hasil belajar ranah afektif pada siklus I sebesar 82,1% meningkat pada siklus II sebesar 87,5%. Factor yang menghambat adalah jumlah observer yang terbatas, artinya 1 observer mengamati 2 kelompok siswa, rendahnya rasa percaya diri siswa dan interaksi antar siswa dalam 1 kelas masih kurang. Adapun factor yang mendukung adalah sarana dan prasarana serta kemampuan guru untuk menciptakan susasana belajar yang kondusif. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pada tahap observasi diperlukan instrument penelitian yang dapat merekam setiap kegiatan penelitian, misalnya selain menggunakan lembar observasi juga menggunakan handycamp. Proses bimbingan intensif oleh peneliti untuk memotivasi siswa dalam hal mencari jawaban atas pernyataan dan pentingnya bekerja sama dalam kelompok sangat menentukan keberhasilan pembelajaran dalam hal meningkatkan aktivitas siswa. Untuk lebih memaksimalkan observasi aktivitas siswa apabila memungkinkan setiap kelompok diamati oleh 1 orang observer dan hendaknya penelitian dilakukan bukan hanya pada mata pelajaran kewirausahaan saja, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang relevan.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode numbered heads together (NHT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi akuntansi kelas XI-IS 1 di SMAN 1 Badegan Ponorogo / Dyah hayu Fitriana

 

ABSTRAK Fitriana, Dyah Hayu. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Numbered Heads Together (NHT) Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Akuntansi Kelas XI-IS 1 di SMAN 1 Badegan Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak., (II) Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, metode numbered heads together, pemahaman siswa Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Badegan Ponorogo di kelas XI-IS 1 maka dapat diidentifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa yaitu pelaksanaan pembelajaran Akuntansi masih disampaikan dengan metode ceramah sebagai metode yang lebih dominan diterapkan daripada metode pembelajaran kooperatif. Selain itu, siswa mengalami kesulitan memahami materi menyusun lPORn keuNGn (khususnya neraca). Maka dilakukan suatu tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran di kelas XI-IS 1 SMAN 1 Badegan, Ponorogo. Tindakan tersebut berupa penerapan suatu metode pembelajaran NHT. Sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan belajar maka peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang termasuk dalam penelitian tindakan kelas adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prnelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus masing-masing siklus ada 2 pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan siklus I bahwa aktivitas siswa menunjukkan taraf keberhasilan 75% dalam kategori cukup baik dan siklus II 97,5% dalam kategori sangat baik. Hasil tes akhir siswa siklus I mencapai 72,54 dan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 70 adalah 69,23%. ini berarti bahwa kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus I belum tercapai secara maksimal. Hasil tes akhir siswa siklus II mencapai 86,063 dan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 70 adalah 90,625%. Ini berarti bahwa kriteria keberasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus II tercapai. Respon siswa sangat positif yang diperoleh dari wawancara dan angket respon siswa. Ada beberapa hal yang disarankan oleh peneliti dalam penerapan pembelajaran kooperatif metode NHT yaitu bagi peneliti hendaknya: (1) memperhatika kesesuaian antara tahapan-tahapan pembelajaran dengan waktu yang digunakan, terutama pada tahapan berpikir bersama dan pemberian jawaban perlu pembatasan waktu yang ketat agar tidak terjadi kemoloran waktu pembelajaran; (2) memperhatikan cara penomoran dan pembentukan anggota kelompok dengan baik, karena penomoran dan pembentukan kelompok akan mempengaruhi kerjasama dan jalannya diskusi dalam kelompok tersebut; (3) menerapkan metode NHT pada kelas heterogen; dan (4) untuk melakukan pengkajian secara mendalam tentang penerapan metode NHT pada materi lain dalam mata pelajaran Akuntansi.

Persepsi kesulitan berbahasa Jawa ragam krama inggil pada siswa kelas IV SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang / Krisna Wulandari

 

Kata Kunci: kesulitan berbahasa, berbahasa Jawa ragam krama inggil, SD Kesulitan berbahasa Jawa ragam krama inggil adalah kesukaran yang dihadapi dalam mmenghasilkan bunyi-bunyi bahasa yang tepat, kesulitan dalam hal pengucapan bunyi bahasa/ bunyi wicara, kesulitan dalam hal mengekspresikan pikiran atau gagasannya melalui bahasa yang baik dan benar, kesulitan dalam hal pemahaman bahasa berkomunikasi dengan orang lain melalui penggunaan bahasa yang benar, kesulitanmemahami atau menangkap apa yang dikatakan orang lain kepadanya, kesulitan mengkoordinasikan atau mengatakan apa yang sedang ada di dalam pikirannya, yang kesemua itu dapat diketahui dari kegagalan tertentu dalam mencapai tujuan-tujuan belajar bahasa Jawa dan pada khususnya kesukaran akan ragam bahasa terhalus dan tertinggi dari ragam bahasa yang lain yaitu bahasa Jawa ragam krama inggil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup: (1) kesulitan yang dihadapi dalamberbahasa Jawa ragam kramainggil dan (2) faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam berbahasa Jawa ragam kramainggil siswa kelas IV SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa informasi lisan dari siswa dan juga informasi tertulis dari siswa, guru, dan orangtua siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, angket, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data (reduction data), penyajian data (display data), dan verifikasi data (conclution drawing). Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tentang kesulitan dalam hal pengucapan bunyi bahasa/ bunyi wicara, kesulitan dalam memahami dan menangkap apa yang dikatakan orang lain, kesulitan dalam mengatakan apa yang sedang ada di dalam pikiran, dan kesulitan dalam memahami teks wacana. Kedua, tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan berbahasa Jawa ragam krama inggil yang meliputi faktor internal: faktor inteligensi dan faktor perhatian. Faktor eksternal: faktor orang tua dan keluarga siswa, faktor lingkungan sekitar, faktor metode pembelajaran, dan faktor media pembelajaran.

Penelitian tentang pengajaran matetamika dengan sistim modul dan non-modul dari siswa-siswa kelas I sampai dengan kelas VI di Kodya Malang / oleh Lusi Meygawati

 

Persamaan dan ketidaksamaan aljabar
oleh Tutut Wuryandari

 

Pengaruh penerapan pembelajaran comunity of Inquiry (Col) berbantuan blended learning pada materi distilasi terhadap pemahaman konsep dan pertisipasi mahasiswa jurusan kimia Universitas Negeri Malang / Effa Rachma Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Effa Rachma. 2016. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Community of Inquiry (CoI) Berbantuan Blended Learning pada Materi Distilasi terhadap Pemahaman Konsep dan Partisipasi Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Munzil Arief, S.Pd., M.Si Kata Kunci: Community of Inquiry, Blended Learning, Distilasi, Pemahaman Konsep, Partisipasi Masalah pembelajaran kimia pada materi distilasi di tingkat perguruan tinggi adalah pemahaman konsep yang rendah tentang kesetimbangan uap-cair, hukum gas ideal, dan titik didih. Untuk memahami konsep tersebut, maka diperlukan penggunaan multimedia dan belajar aktif baik secara mandiri ataupun berkolaborasi melalui partisipasi berbagai kegiatan belajar. Penerapan pembelajaran CoI berbantuan blended learning diharapkan dapat meningkatkan interaksi mahasiswa dengan teman sebaya dan pengajar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas proses pembelajaran CoI berbantuan blended learning pada materi distilasi ditinjau dari penilaian setiap fase CoI sehingga dapat mendeskripsikan pemahaman konsep mahasiswa Jurusan Kimia UM tentang materi distilasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dengan one shot case study. Subjek yang digunakan adalah satu kelas mahasiswa semester IV program studi S1 Kimia UM Tahun Akademik 2014/2015. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes pemahaman konsep, rubrik partisipasi tatap muka dan partisipasi online mahasiswa, dan angket persepsi pembelajaran CoI. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif untuk menjabarkan pemahaman konsep dan kualitas proses pembelajaran CoI berbantuan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsistensi rata-rata jumlah pertanyaan dan jumlah mahasiswa dalam kelompok tinggi dan rendah pada fase triggering event, konsistensi rata-rata jumlah interaksi (chat) dan jumlah mahasiswa dalam kelompok tinggi dan rendah pada fase exploration, rata-rata nilai fase integration yang tinggi dan jumlah mahasiswa dalam kelompok tinggi, serta rata-rata nilai fase application yang sangat tinggi dan jumlah mahasiswa dalam kelompok tinggi yang menunjukkan baiknya kualitas proses pembelajaran CoI berbantuan blended learning. Nilai pemahaman konsep distilasi yang diukur dengan tes akhir mewakili pemahaman konsep yang dibangun saat pembelajaran CoI dilakukan dengan dibuktikan dari nilai tes akhir dan penilaian setiap fase CoI.

Perbedaan antara kemampuan kepemimpinan pendidikan kepala sekolah dasar negeri pria dan wanita di Kotamadya Malang
oleh Puji Yuli Astutik

 

Pemimpipne ndidikasne lamain i identikd engans osokp riap adahawl anitat idak kurangk emampuannyuan tuk memimpin.H al ini dibuktikan denganm akin banyaknya KepalaS ekolahw anita yang mampuu nhtk menujukkans egudangp restasid ari sekolah yang6 ipimpinnyai,a bertanggungjawabs epenuhnyate rhadapk elancaranp endidikand an pengajaradnis ekolahnyaJ. adi pemimpinw anitat idak kalah dalamk emampuannya memimpind enganp ria. Kemampuakne mimpinanp endidikanh aruss elalud ipunyaio lehs eorang pemimpina tauK epala Sekolahd alamr angkam elaksanakank epimpinand ibidang pendidikaKn.e mampuanke pmimpinanp endidikand apatd ikualifikasikanm enjad4i kategodpi okok yang salingb erhubungany aitu: kepribadian( Personality),p emahaman n$tnn(Purposep),e ngetahuan(Knowledgkee),t rampilanp rofesiona(lP rofesionaSl kill). Penelitianin i dilakukand i wilayahK otamadyaM alangd enganju mlah sampel penelitiannyaad alah5 0 orangr espondeny ang meliputi 25 respondenp ria dan 25 respondewna nita.M etodep engumpuland atam enggunakanm etodea ngket.T eknik analisids atay ang digunakana dalaht eknik Uji - T yang dilakukanu ntuk mengetahuai da tidaknyap erbedaank emampuank epemimpinanp endidikanK epala Sekolahp ria dan wanita. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwat idak adap erbedaank emampuan kepemimpinapne ndidikany ang dilakukan oleh Kepala Sekolahp ria dan wanita di Kotamadymaa langd engand ieprolehnyah asilt hitung: 0,253d ant tabel= 2.42 dengan larafs ignifikan9 57o,d imanat hitungl ebih kecil dipadat tabela tau0 ,253< 2,02, sehingghai potesisN ol diterima yaitu tidak adap erbedaank emampuank epemimpinan pendidikan. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuakne pemimpinanp endidikanK epalaS ekolahp ria danw anitaa dalahs amasamad ilam kualifikasi yang tinggi. Adapun sarany ang diperkirakand apatm eningkatkan pe$entasdea nk ualitask emampuank epemimpinan pendidikana dalahm eningkatkan kemampuapnr ofesionalK epala Sekolahd enganm emberikanp elatihand an pendidika

Deskripsi nilai konstanta dielektrika dan hamabtan jenis keramik dengan bahan dasar kaolin, feldspar dan silika dengan penambahan ballclay 5% dalam daerah segitiga segger / oleh Dafiq Ma'arif

 

Pemanfaatan karet ban bekas sebagai bahan tambahan pada lapisan aspal beton ditin jau dari parameter marshall / Ary Suryanto

 

Studi tentang koordinasi kegiatan pendidikan ketrampilan tingkat kabupaten dalam rangka pembinaan tenaga kerja Muda bagi pembangunan daerah / Mohammad Djauzi Moedzakir

 

Pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata diklat akuntansi di SMK PGRI 6 Malang / Petrus Tri Prasetia

 

ABSTRAK Tri Prasetia, Petrus. 2009. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Guru Mengajar Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa di SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Hj. Sutatmi S.E., M.Pd., M.Si., Ak, (2) Helianti Utami S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Persepsi, Keterampilan Guru Mengajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Keterampilan guru mengajar merupakan puncak keahlian guru yang profesional sebab merupakan penerapan semua kemampuan yang telah dimilikinya dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan siswa dan metodemetode yang digunakan dalam mengajar. Dengan diterapkannya keterampilan mengajar yang cukup baik maka persepsi siswa juga akan sangat baik sehingga mereka akan termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar terhadap motivasi belajar siswa (2) pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar terhadap prestasi belajar siswa (3) pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (4) pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan pada 34 siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 6 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi asosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,946 (2) persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar berpangaruh pisitif terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,794 (3) persepsi siswa tentang motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,826 (4) persepsi siswa tentang keterampilan guru mengajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,781. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah: (1) guru sebaiknya mempertahankan keterampilan mengajarnya karena siswa telah memiliki persepsi yang positif sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal (2) siswa disarankan memiliki persepsi yang positif terhadap keterampilan mengajar guru sehingga motivasi dan prestasi belajarnya akan tercapai secara maksimal (3) Bagi peneliti lain yang penelitiannya sejenis, disarankan variabel yang diteliti lebih diperluas sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil dari temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Analisis sektor basis dan potensi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur / Muhammad Imron Rosadi

 

Imron Rosadi, Muhammad 2014. Analisis Sektor Basis Dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E (2) Drs. H.H.Achmad Ali Wafa. M,Pd Kata Kunci: Sektor Unggulan, Klassen Typology, Location Quotient dan Shift Share. Salah satu tolak ukur adanya pembangunan daerah adalah adanya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi itu sendiri merupakan salah satu tolak ukur dalam mengidentifikasi daerah yang memiliki tingkat perekonomian kuat yang nantinya akan menciptakan peluamh kerja. Oleh karena itu pemerintah berupaya mengoptimalkan dan memberikan perhatian terhadap sektor potensial yang dimiliki untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo diperlukan penelitian yang berguna untuk mengkaji pertumbuhan ekonomi wilayah yang nantinya akan ditekankan pada sembilan sektor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan perekonomian wilayah Kabupaten Probolinggo sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur tahun 2008-2012. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Klassen Tipology, analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Shift Share. Hasil analisis Klassen Tipology menunjukkan sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat yaitu sektor pertanian. Hasil analisis Location Quotient menunjukkan sektor pertanian juga merupakan sektor basis di Kabupaten Probolinggo. Hasil analisis Shift Share menggunakan komponen pertumbuhan differential (D) menunjukkan terdapat 7 sektor dengan rata-rata D positif, yaitu sektor pertanian, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan dan persewaan, dan jasa-jasa. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ke-7 sektor tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor ekonomi yang sama dengan Propinsi Jawa Timur sehingga ke-7 sektor tersebut memiliki daya saing tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo. Sedangkan komponen pertumbuhan proportional (P) menunjukkan bahwa terdapat 4 sektor yang memiliki nilai rata-rata (P) positif yaitu sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan dan persewaan, sektor angkutan dan komunikasi. Hal ini berarti Kabupaten Probolinggo berspesialisasi pada sektor yang sama dengan sektor yang tumbuh cepat di perekonomian Jawa Timur. Hasil analisis per sektor berdasarkan ketiga alat analisis menunjukkan bahwa sektor yang merupakan sektor unggulan di Kabupaten Probolinggo dengan kriteria sektor maju dan tumbuh pesat, sektor basis, dan kompetitif adalah sektor pertanian.     Berdasarkan hasil penelitian ini tersebut, maka saran bagi pemerintah Kabupaten Probolinggo diharapkan penetapan kebijakan pembangunan dan pengembangan sektoral perekonomian daerah hendaknya lebih memprioritaskan sektor yang potensial di Kabupaten Probolinggo untuk dikembangkan sebagai lokomotif pendorong pertumbuhan perekonomian daerah.

Pengaruh penggunaan teknologi informasi dan gaya belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang / Rabatna Sari R.

 

Kata kunci: Teknologi Informasi, Gaya Belajar, dan Prestasi Belajar. Teknologi informasi merupakan segala bentuk teknologi yang diimplementasikan untuk memproses dan mengirim informasi dalam segala bentuk elektronik yang tidak terbatas ruang dan waktu. Berbagai informasi yang diterima dan diserap oleh siswa melalui teknologi informasi tersebut kemudian diproses oleh siswa dengan cara mengingat, berpikir, memecahkan soal, dan kecenderungan pemakaian sisi otak untuk mempercepat proses belajarnya, dalam hal ini disebut dengan gaya belajar. Apabila seseorang dapat menggunakan teknologi informasi dengan baik dan mengetahui gaya belajarnya sendiri maka ia akan lebih mudah dan cepat untuk belajar. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh: (1) penggunaan teknologi informasi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa, (2) gaya belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa, dan (3) penggunaan teknologi informasi dan gaya belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang yaitu sebanyak 153 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling sehingga diperoleh sampel berjumlah 77 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan teknologi informasi (X1), gaya belajar (X2), dan variabel terikatnya prestasi belajar akuntansi (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) terdapat pengaruh negatif penggunaan teknologi informasi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang dengan thitung sebesar -2,014 dan nilai signifikansi sebesar 0,048 < alpha 0,05, (2) terdapat pengaruh positif gaya belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang dengan thitung sebesar 2,384 dan nilai signifikansi sebesar 0,020 < alpha 0,05, dan (3) terdapat pengaruh positif penggunaan teknologi informasi dan gaya belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang sebesar 0,031. Disarankan: (1) pihak sekolah sebaiknya meningkatkan kelengkapan fasilitas teknologi informasi yang sudah ada dan berupaya untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi informasi yang benar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, (2) guru sebaiknya memotivasi siswa untuk menggunakan fasilitas teknologi informasi dengan baik dan benar dan mengetahui gaya belajar masing-masing siswa, dan (3) orang tua sebaiknya memperhatikan kebutuhan fasilitas belajar siswa dan gaya belajar yang dimilikinya agar siswa dapat menggunakan fasilitas belajarnya dengan baik dan belajar sesuai dengan gaya atau kebiasaan belajar yang dimiliki.

Visualisasi bentuk dan rangkaian material pada struktur tas bahan alam tempurung kelapa produksi "Butik Kelapa Wood and Coconut" di Kabupaten Blitar / Alvia Quryana Ardiyanti

 

ABSTRAK Ardiyanti, Alvia Quryana. 2016. “Visualisasi Bentuk Dan Rangkaian Material Pada Struktur Tas Kerajinan Bahan Alam Tempurung Kelapa Produksi “Butik Kelapa Wood And Coconut” Di Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Lilik Indrawati M.Pd; dan (2) Ike Ratnawati S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Bentuk, Motif, Produk, Kerajinan, Rumah produksi “Butik Kelapa Wood and Coconut” yang berada di desa Seduri kecamatan Wonodadi, kabupaten Blitar yang menjadi lokasi penelitian ini, merupakan salah satu industri rumahan di Blitar yang memproduksi benda kerajinan dari material limbah tempurung kelapa. Industri kerajinan tersebut memiliki bentuk desain dan motif yang unik, yaitu tempurung kelapa dibuat seperti bentuk manik-manik sebagai material penghias tas. Dengan mengusung tema bahan alam, desain kerajinan ini memiliki ciri khas visual pada bentuk dan rangkaian pada struktur tasnya. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengidentifikasi visualisasi dari lima bentuk kerajinan tas yang diproduksi “Butik Kelapa Wood and Coconut” tahun 2015-2016, dan (2) Untuk mengidentifikasi struktur susunan dari lima kerajinan tas yang diproduksi “Butik Kelapa Wood and Coconut” tahun 2015-2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah produk, informan dan dokumen berupa arsip katalog. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara terbuka dan analisiss dokumen. Penelitian ini dilakukan di industri kerajinan “Butik Kelapa Wood and Coconut” desa Seduri kecamatan Wonodadi kabupaten Blitar. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan trianggulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini: (1) Visualisasi 5 bentuk kerajinan tas yang diproduksi “Butik Kelapa Wood and Coconut” tahun 2015-2016 yaitu bentuk tas spiral jumbo tali serut, tas kombinasi 6x4, tas slempang tutup mini, tas dompet lipat miring, tas guling besar (2) rangkaian pada struktur tas tempurung kelapa yang diproduksi “Butik Kelapa Wood and Coconut” tahun 2015-2016 memiliki 4 bentuk motif yaitu lingkaran, persegi, segitiga dan bulat donat, dari keempat bentuk motif tersebut menghasilkan 4 jenis rangkaian kombinasi yaitu kombinasi lingkaran spiral, kombinasi persegi dan spiral, kombinasi segitiga dan bulat donat (kecil) dan rangkaian bulat donat. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) diharapkan kepada industri kerajinan “Butik Kelapa Wood and Coconut” untuk meningkatkan bentuk desain baru dan memperhatikan aspek produksi, khususnya kemampuan tenaga perajin dalam menerima desain baru; diharapkan adanya variasi susunan baru selain pola susunan perulangan teratur; (2) diharapkan untuk jurusan seni kriya di SMK dan perguruan tinggi seni dapat mengembangkan material tempurung kelapa sebagai meteri pembelajaran di perkuliahan; (3) diharapkan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini kedalam ilmu pengetahuan lain khususnya ilmu desain.

Perencanaan mesin penggiling padi (rice huller)
oleh Supriadi

 

Pengembangan buku teks IPA kelas IV SDN 4 Bagik Payung berbasis inkuiri terbimbing pada materi sumber daya alam / Hamzan

 

ABSTRAK Hamzan. 2016. PengembanganBukuTeks IPA Kelas IV SDN 4 BagikPayungBerbasisInkuiriTerbimbingPadaMateriSumberDayaAlam. Tesis, Program StudiPendidikanDasar, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Dr. DediKuswanadi, M. Pd. Kata Kunci:Bukuteks IPA, inkuiriTerbimbing, Sumberdayaalam IlmuPengetahuanAlam (IPA) merupakansuatumatapelajaran yang berhubungandengancaramencaritahutentangalamsecarasistematis. IPA bukanhanyaberupaprodukpengetahuansaja (fakta, teori, konsep, prinsip, danprosedur), melainkanjuga proses dansikap. Pembelajaran IPA akanmenjadibermaknaapabila proses pembelajaranmemberikesempatanpadasiswauntukbereksperimen, bereksplorasi, menemukansendiri, menyelesaikanmasalah, danbelajarmenerapkankonsepdalamkehidupansehari-hari. Hasilobservasidananalisiskebutuhan yang dilaksanakandi SDN 4 BagikPayungmenunjukkankesenjanganantarakondisipembelajaransertabahan ajar yang digunakandengankondisi ideal. Bahan ajar yang digunakanbelummampumemfasilitasisiswauntukmelakukanaktivitasilmiahsepertiinkuirisehingga proses pembelajaranIPAtidakberjalandengan optimal. Olehsebabitupenelitimelakukanpenelitiandanpengembangan yang bertujuanuntukmenghasilkanbahan ajar berupabukuteksIPA berbasisinkuiriterbimbing. Model PenelitiandanpengembanganmenggunakanDick, Carrey and Carreyyang terdiridaritahapananalisis, desain, pengembangan, implementasi, danevaluasi.SubjekujicobapenelitianadalahsiswaSDN 4 BagikPayungyang terdiriatas 6 siswadalamujicobakelompokkecil. Pengumpulan data penelitianmenggunakanangketresponssiswadan guru. Analisis data penelitianmenggunakanmetodeperhitunganpersentaseuntuk data angket. Tanggapandan saran respondenpadaangketdigunakansebagaiacuanperbaikanproduk yang dikembangkan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaprodukpengembanganberupabukuteks IPA berbasisinkuiriterbimbingpadamaterisumberdayaalamtelahmemenuhiaspekkelayakanbukuditinjaudarihasilvalidasiolehahlimaterisebesar 84,32%, ahlidesainbahan ajar 77,17%, bahasadanresponssiswa 84,16%.Berdasarkanpaparan data tersebut, buku teks IPA berbasisinkuirilayakdigunakankarenatelahdikategorikansangat valid, efektifdalammeningkatkanhasilbelajarsiswa, sertapraktisdigunakandalam proses pembelajaran IPA padakelas IVdi SDN 4 bagik payung. Dibutuhkankomitmendarisemuapihak, baik guru, siswa, sekolah, dan orang tuauntukmenggunakanbahan ajar inisesuaidenganpetunjuk yang ada agar hasillebih optimal. Untukpenelitianselanjutnyadiharapkanada proses ujicobadalamskala yang lebihluaskemudianbahan ajar tersebutdapatdisebarluaskan (diseminasi).

Pemetaan resistivitas daerah rawan longsor dengan menggunakan metode geolistrik Wenner di daerah Poncokusumo Kabupaten Malang / Dedy Satriyo Utomo

 

Kata Kunci : Geolistrik, Konfigurasi Wenner, Bidang Gelincir, Longsor, Poncokusumo. Daerah Poncokusumo dengan kondisi tanah yang cukup kompleks dan labil memerlukan pemetaan geoteknik dengan skala yang sesuai perencanaan. Pemetaan tersebut perlu dilakukan sebelum diadakan penataan lahan di sekitar lokasi. Pemetaan geoteknik tersebut dipandang penting, mengingat salah satu fungsinya yakni untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, seperti tanah longsor. Untuk menggali daerah rawan longsor di daerah tersebut, perlu dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan metode survei geofisika, salah satunya adalah metode geolistrik tahanan jenis. Metode geolistrik pada prinsipnya adalah untuk menentukan resistivitas lapisan batuan. Kinerja dari metode ini adalah dengan mengalirkan arus ke lapisan batuan dan didapat beda potensialnya. Dari data yang berupa besarnya arus dan beda potensial tersebut akan didapat nilai hambatan jenisnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian untuk memetakan tanah didaerah penelitian dengan tujuan mengetahui adanya pasir yang mengakibatkan longsor dengan menggunakan metode tahanan jenis konfigurasi Wenner sounding mapping menggunakan alat geolistrik resistivity meter Mcohm. Hasil pengukuran geolistrik di Poncokusumo Kabupaten Malang lintasan 1 menunjukkan bahwa pada titik 0 sampai titik 72 dengan kedalaman 0,75 meter sampai 7,05 meter memiliki nilai tahanan jenis berkisar antara 6,78 Ωm sampai 60,7 Ωm diidentifikasikan sebagai bidang gelincir berbentuk translasi dan rotasi yang mengarah ke badan jalan berupa pasiran – lempung yang bersifat lunak. Pada lintasan 2 menunjukkan bahwa pada titik 0 sampai titik 51 dengan kedalaman 0,75 meter sampai 10,05 meter memiliki nilai tahanan jenis berkisar antara 3,29 Ωm sampai 16,5 Ωm diidentifikasikan sebagai bidang gelincir berbentuk translasi dan rotasi yang mengarah ke badan jalan berupa tanah pasiran. Pada lintasan 3 menunjukkan bahwa pada titik 0 sampai titik 90 dengan kedalaman 1,25 meter sampai 7,86 meter memiliki nilai tahanan jenis berkisar antara 30,9 Ωm sampai 163 Ωm diidentifikasikan sebagai bidang gelincir berbentuk translasi yang sejajar dengan bidang lereng diduga berupa lempung dan pasir. Berdasarkan hasil penampang geolistrik, secara umum bidang gelincir di daerah Poncokusumo relatif lebih tinggi dibandingkan bagian diatasnya. Sehingga daerah ini sangat rawan terhadap bencana gerakan tanah terutama pada musim hujan. Maka secara umum dapat disimpulkan daerah Poncokusumo merupakan daerah rawan bencana gerakan tanah sehingga perlu diwaspadai karena merupakan jalur vital yang menghubungkan antara Poncokusumo – Desa Pandansari. Oleh sebab itu Perlu disosialisasikan kepada masyarakat sekitar, khususnya di daerah penelitian tersebut untuk waspada ketika mendirikan sarana pembangunan dikarenakan berpotensi terjadinya tanah longsor dengan zona kerentanan gerakan tanah yang tinggi

Pengembangan media mobile learning untuk matapelajaran biologi dengan pokok bahasan fotosintesis kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Yulanda Elis Meyana

 

Meyana, Yulanda Elis. 2014. Pengembangan Media Mobile Learning untuk Mata Pelajaran Biologi Pokok Bahasan Fotosintesis Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) Saidah Ulfa, ST., M.Edu., Ph.D, Kata Kunci: pengembangan, media, mobile learning, mata pelajaran biologi, fotosintesis     Media pembelajaran merupakan segala yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam kegiatan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan yang dapat memberikan rangsangan kepada alat indera, sehingga interaksi pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dalam pemilihan media perlu diketahui tujuan, manfaat maupun fungsi dari media yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangkan untuk menentukan media yang akan digunakan dalam proses belajar di dikelas maupun di luar kelas. Pemakaian media mobile learning dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan belajar serta meningkatkan hasil belajar siswa. Produk media mobile learning ini dikembangkan dan di uji coba di SMP Negeri 4 Malang.     Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran yang digunakan pada perangkat handphone yang layak dan efektif sebagai sarana pembelajaran untuk mata pelajaran biologi dengan pokok bahasan fotosintesis kelas VIII. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation. Model ADDIE terdiri dari lima tahapan: (1) Analyze/ Analisis, (2) Design/ Desain, (3) Development/ Pengembangan, (4) Implement/ Implementasi, dan (5) Evaluation/ Evaluasi. Media pembelajaran ini divalidasi oleh 1 ahli media, 1 ahli materi dan 30 audiens/ siswa.     Hasil penelitian media mobile learning ini dinyatakan valid atau layak digunakan dengan hasil perhitungan ahli media 86,67%, ahli media 91,67%, kepada audiens/ siswa yaitu kelompok kecil (82,67%), dan uji coba lapangan 92,89%. Selain itu media ini juga efektif digunakan pada pembelajaran dengan hasil perhitungan peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media sebanyak 17,33% dan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan media mencapai KKM sebanyak 30 siswa dengan presentase 100%.     Berdasarkan hasil penelitian ini saran pengembang adalah: (1) bagi guru, dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran dan meningkatkan kreatifitas guru untuk mengembangkan metode pembelajaran serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran, (2) bagi sekolah, dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar, menumbuhkan motivasi belajar siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswa dan (3) bagi pengembang lainnya, sebagai salah satu rujukan dalam penelitian dan pengembangan media mobile learning dengan tema yang berbeda serta menghasilkan produk media yang lebih baik serta mengembangkan materi yang sama dengan konsep yang berbeda dan animasi yang lebih baik.

Perencanaan mesin pencacah sabut kelapa
oleh Subyantoro

 

The language of an Indonesian child named mika in the telegraphic and simple sentence stages / by Patuan Raja

 

Efektivitas penggunaan metode eksperimen riel dan virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil / Endik Mulyono

 

Kata Kunci: eksperimen riel, eksperimen virtual, kemampuan berpikir tingkat tinggi,pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran fisika sebaiknya didasarkan pada teori belajar konstruktivisme. Salah satu metode pembelajaran yang didasarkan pada teori belajar konstuktivisme adalah Pembelajaran berbasis masalah (PBL).Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penerapan pembelajaran metode eksperimen riel dan virtual melalui tahap-tahap PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar, penguasaan TIK dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil yang belajar menggunakan metode eksperimen riel dan virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah; 2) menentukan efektivitas penggunaan metode eksperimen riel dan virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2009/2010, sejumlah 9 kelas. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Sampling Random Purposivesebanyak 2 kelas, 1 kelas untuk kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan metode eksperimen riel dan kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan metode eksperimen virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah. Masing-masing kelas terdiri dari 34 siswa. Data diambil melalui tes dan dianalisis menggunakan uji Anava dan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode eksperimen riel dan metode eksperimen virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil (F_hitung= 4,14>F_tabel= 3,99 dengan α = 5%); 2) penggunaan metode eksperimen riel pada pembelajaran fisika berbasis masalah lebih efektif dari pada penggunaan metode eksperimen virtual pada pembelajaran fisika berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil (F_hitung= 20,70>F_tabel= 3,99dengan α = 5%).

Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang dalam rangka meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilu Legislatif 2014 / Akhmad Fajar Surya Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Akhmad Fajar Surya. 2015. Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang Dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Pemula Pada Pemilu Legislatif 2014. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH, M.Si. Kata Kunci: partisipasi politik, pemilih pemula, Pemilu Legislatif 2014, KPU Kabupaten Jombang Potensi pemilih pemula dalam pemilu ini sangat besar karena dari 20 persen jumlah pemilih dalam pemilu adalah pemilih pemula. Jumlah pemilih pemula di Kabupaten Jombang adalah 13.045 pemilih. Dari sekian banyak jumlah pemilih pemula tersebut bahwa pemilih pemula ini belum memahami bahkan belum mengetahui informasi tentang Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Jombang. Maka dari itu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jombang berusaha memberikan informasi Pemilu Legislatif 2014 kepada seluruh pemilih pemula yang ada di Kabupaten Jombang dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program yang dilakukan KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilu Legislatif 2014, berikut ini rumusan masalahnya yaitu: (a) Bagaimanakah peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilu Legislatif 2014?; (b) Apa saja faktor-faktor yang menghambat peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilu Legislatif 2014 ?; (c) Apa saja faktor-faktor yang mendukung peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Pemilu Legislatif 2014 ?; (d) Bagaimanakah KPU Kabupaten Jombang mengatasi hambatan meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilu Legislatif 2014 ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dengan wawancara semistruktur kepada informan-informan yaitu anggota KPU Kabupaten Jombang, pemilih pemula, dan pihak sekolah serta dengan dokumen-dokumen tentang Laporan Pemilu Legislatif 2014 dari KPU Kabupaten Jombang. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan ketekunan pengamat untuk pengecekan keabsahan data. Berdasarkan hasil analisis data terdapat empat hasil temuan yang dapat disimpulkan yaitu: Pertama, peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Pemilu Legislatif 2014 dengan cara: (a) Jalan Sehat Pemilu Legislatif 2014, jalan sehat ini dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pertama tanggal 7 April 2013 dengan tema “Menyongsong Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 yang Jujur dan Adil” yang diikuti oleh 4310 peserta. Kedua tanggal 27 September 2013 dengan tema “Jombang Memilih Semua Terdaftar Semua Bisa Memilih” yang diikuti oleh 4810 peserta. Ketiga tanggal 9 Maret 2014 dengan tema “Menuju Pemilu Jujur dan Adil 2014” yang diikuti oleh 5310 peserta. Program jalan sehat ini diikuti berbagai elemen peserta seperti anggota PPK, anggota PPS, Panwascam, Panitia Pengawas Lapangan, SKPD se-Kabupaten Jombang, masyarakat umum, pengurus parpol peserta Pemilu Legislatif 2014, LSM, Relawan Demokrasi, sekolah seputar alun-alun (SMAN 1 Jombang dan SMKN 2 Jombang); (b) Sosialisasi di Pondok Pesantren, sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 9-10 Desember 2014 di delapan pondok pesantren di Kabupaten Jombang yaitu Ponpes Bahrul Ulum, Ponpes Majmaul Bahrain, Ponpes Mambaul Maarif, Ponpes Gadingmangu, Ponpes Tebuireng, Ponpes Paculgowang, Ponpes Rejoso, Ponpes Kalibening. Jumlah pesertanya ada 19.518 santri. Materi yang disampaikan yaitu himbauan kepada santri yang mempunyai hak pilih agar menggunakan hak pilihnya pada 9 April 2014; (c) Apel Pagi Pemilih Pemula Sukses Pemilu 9 April 2014, apel ini dilakukan pada tanggal 26 Maret 2014 dan 7 April 2014. Diikuti oleh 600 peserta dari 44 SMA/SMK di Kabupaten Jombang. Anggota KPU Kabupaten Jombang dan anggota PPK menjadi pembina apel. Materi yang disampaikan tentang pentingnya pemilu, hak dan kewajiban pemilih, dan informasi tentang Pemilu Legislatif 2014; (d) Sosialisasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera, sosialisasi ini dilakukan di Aula MWC NU Jogoroto yang diikuti oleh 100 peserta dari perwakilan tokoh agama, ormas kepemudaan, LSM, ketua OSIS se-Kecamatan Jogoroto. Materi yang disampaikan peta perpolitikan Indonesia, perbedaan sistem Pemilu 2014 dan 2009, dan tahapan Pemilu Legislatif 2014; (e) Sosialisasi Kepada Siswa SMKN Wonosalam, sosialisasi ini dilakukan pada 1 Maret 2014 yang diikuti oleh 100 peserta dari seluruh kelas XII. Materi yang disampaikan yaitu informasi tentang Pemilu Legislatif 2014. Kedua, faktor yang menghambat peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Pemilu Legislatif 2014 yaitu : (a) waktu, minimnya waktu yang tersedia untuk melakukan sosialisasi Pemilu Legislatif 2014; (b) kondisi lingkungan sekolah, lingkungan sekolah saat di datangi KPU Kabupaten Jombang sedang melakukan persiapan UN, ujian sekolah, dan ujian masuk perguruan tinggi. Ketiga, faktor yang mendukung peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Pemilu Legislatif 2014 yaitu (a) support/dukungan, sosialisasi ini didukung dan direspon oleh seluruh warga sekolah; (b) kerjasama, kerjasama dengan berbagai pihak seperti sekolah dan dinas pendidikan agar sosialisasi ini bisa terlaksana. Keempat, solusi dari faktor yang menghambat peran KPU Kabupaten Jombang dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Pemilu Legislatif 2014 yaitu: (a) koordinasi, KPU Kabupaten Jombang berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan sosialisasi Pemilu Legislatif 2014; (b) pengaturan waktu, dilakukan dengan penyusunan jadwal sosialisasi berdasarkan rekomendasi dinas pendidikan setempat. Saran ditujukan pada KPU Jombang agar berkoordinasi dengan dinas pendidikan di kecamatan setempat, PPK, dan PPS seluruh Kabupaten Jombang dengan maksud untuk melalukan sosialisasi Pemilu Legislatif 2014 di SMA/SMK/MA yang belum didatangi oleh KPU Kabupaten Jombang.

Korelasi antara beberapa faktor yang melatar belakangi warga belajar dengan prestasi belajar dalam sistem SD Pamong di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Noeraini Ratna Moenir.

 

Hubungan antara konsep diri dengan pilihan karier siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Yeni Widiana

 

Kata Kunci : Konsep Diri, Pilihan Karier, Siswa SMA Konsep diri merupakan gambaran individu terhadap diri sendiri meliputi diri fisik, diri pribadi, diri keluarga, diri sosial, dan diri moral etik. Pilihan karier merupakan penentuan pilihan jurusan yang akan berpengaruh terhadap studi lanjut atau pekerjaan yang meliputi pemahaman individu tentang diri sendiri, tujuan berkarier, pilihan tempat karier, keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan keputusan yang berkaitan dengan studi lanjut. Pilihan karier remaja bergantung pada persetujuan antara pemahaman dirinya dan pekerjaan yang akan dijalaninya. Dari pendapat di atas berarti bahwa pilihan karier tergantung dari pemahaman dirinya yaitu pemahaman mengenai dirinya sendiri seperti bakat, minat, cita-cita dan hubungan dengan karier yang dipilihnya. Dengan kata lain bahwa pemahaman mengenai dirinya sendiri atau konsep diri berhubungan dengan karier yang dipilihnya. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui gambaran konsep diri siswa, (2) mengetahui gambaran pilihan karier diri siswa, dan (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dengan pilihan karier siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 9 malang. Pengambilan sampelnya sebesar 25% dilakukan dengan teknik proportional random sampling yang diambil sesuai dengan populasi kelas. Pengambilan sampel tiap kelas dilakukan secara random sampling. Dari hasil perhitungan ditemukan 75 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket berstruktur dengan empat skala jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju (TS). Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dan korelasi product moment Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) cukup banyak 94,67% Siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang yang memiliki konsep diri positif, (2) cukup banyak 58,67% siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang yang cukup tepat dalam memilih kariernya, (3) ada hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan pilihan karier siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengemukakan beberapa saran yang diajukan kepada : (1) sekolah diharapkan dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan konsep diri maupun pilihan karier. Misalnya dengan memfasilitasi kegiatan seminar dengan mendatangkan nara sumber yang ahli dibidangnya yang mengacu pada tema-tema membangun kepercayaan diri. Untuk pilihan karier juga mendatangkan nara sumber, misalnya: yang berkaitan dengan dunia kerja, (2) Konselor diharapkan membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa yang memiliki konsep diri negatif. Misalnya; dengan cara memberikan bimbingan pribadi mengenai pemahaman tentang konsep diri, untuk pilihan karier dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi dunia kerja (jenis-jenis pekerjaan, syarat-syarat melamar pekerjaan), (3) Siswa diharapkan mampu memahami tentang konsep dirinya sehingga siswa dapat menentukan kariernya dengan tepat.

Pengukuran magnitudo semu jupiter dengan analisis berbantuan software iris di Laboratorium Astronomi Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang / Aprillya Ivandaru Retnosari

 

Pengaruh rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan retained earning terhadap devidend payout ratio pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 2003-2005 / Lilik Retnowati

 

Kebijakan dividen pada dasarnya adalah penentuan seberapa besar porsi keuntungan yang akan diberikan kepada pemegang sahamnya dan yang akan ditahan sebagai retained earning. Terdapat dua factor (internal dan eksternal) yang mempengaruhi kebijakan dividen, salah satunya yang digunakan dalam studi ini adalah faktor internal perusahaan yang terdiri dari rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan retained earning. pemegang sahamnya dan yang akan ditahan sebagai retained earning. Pembayaran dividen akan menjadi alat monitoring atau pengawasan kemampuan manajemen. Pengambilan keputusan-keputusan keuangan yang tepat dari seorang manajer, akan di reaksi oleh investor untuk memaksimumkan kekayaan atas pembayaran dari dividend payout ratio (DPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, retained earning dan dividend payout rati. Serta untuk mengetahui pengaruh baik secara simultan maupun parsial rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan retained earning terhadap dividend payout ratio. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEJ tahun2003-2005, dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling dengan mengambil 10 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda yaitu untuk mengetahui pengaruh rasio leverage (x1), rasio likuiditas (x2), rasio profitabilitas (x3) dan retained earning (x4) terhadap dividend payout ratio baik secara simultan maupun parsial dengan menggunakan program SPSS 11.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Kondisi rasio leverage pada perusahaan manufaktur yang listing di BEJ menunjukkan kecenderungan yang cukup tajam. (2) Kondisi rasio likuiditas dan profitabilitas mempunyai kecenderungan yang fluktuatif,sedangkan kondisi retained earning mempunyai tren yang menaik. (3) Kondisi dividend payout ratio (DPR) yang listing di BEJ mempunyai kecenderungan yang fluktuatif. (4) Rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan retained earning secara simultan berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). (5) Rasio leverage secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). (6) Rasio likuiditas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). (7) Rasio profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). (8) Retained earning secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). Dari hasil analisis dapat diberikan saran bahwa: (1) Perusahaan harus menilai dengan baik faktor–faktor yang mempengaruhi devidend payout ratio (DPR), sehingga keputusan yang diambil dalam menentukan kebijakan dividen dapat diprediksikan dan lebih akurat, sebab faktor yang mempengaruhinya (baik internal maupun eksternal) sifatnya adalah uncontrollable, (2)Penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu atau periode penelitian yang lebih panjang, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik (generalisasinya tinggi), menambahkan faktor internal perusahaan (seperti ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan baik pertumbuhan aset maupun penjualan, EPS, NPM, kepastian pendapatan, dan control kepemilikan) dan faktor eksternal perusahaan yang mungkin juga berpengaruh terhadap pembayaran dividen misalnya pajak (baik atas dividen maupun atas capital gain), inflasi, restriksi legal dan kondisi perekonomian, serta penelitian berikutnya sebaiknya dilakukan dengan menggunakan metode analisis yang berbeda untuk mengetahui apakah hasil yang diperoleh adalah konsisten dari tahun ke tahun. (3) Untuk calon investor dengan adanya informasi pembagian dividen sebaiknya memperhatikan kondisi perusahaan secara keseluruhan dan lebih teliti lagi.

Penelitian tentang kemanfaatan penggunaan alat pelajaran ilmu pengetahuan alam dalam proses belajar murid terhadap peningkatan hasil belajar ilmu pengetahuan alam di SD kelas vi dalam kabin PDPLB wilayah Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Muchsid

 

Pengembangan media pembelajaran IPA materi gaya berbasis flash pada siswa kelas VIII SMPLB Bagian B ()Tunarunggu) YPTB Kota Malang / Dian Dwiyanti Zahroh

 

ABSTRAK Zahroh, Dian Dwiyanti. 2015. Pengembangan media Pembelajaran IPA Matri Gaya Berbasis Flash Pada Siswa Kelas VIII SMPLB bagian B (Tunarungu) YPTB Kota Malang, Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Moh. Efendi, M.Pd. M.Kes, (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si Kata Kunci: media pembelajaran, flash, tunarungu, IPA, Materi Gaya Tunarungu adalah seseorang yang mengalami keterbatasan dalam pendengarannya. Keterbatasan tersebut membuat siswa tunarungu mengalami hambatan dalam berkomunikasi, sehingga siswa tunarungu membutuhkan media dalam proses pembelajaran. IPA adalah salah satu pelajaran yang bersifat verbal. Pelajaran IPA khususnya materi gaya untuk anak tunarungu sangat membutuhkan media. Media tersebut berfungsi untuk membantu guru menjelaskan materi. Berkaitan dengan itu maka pengembangan media pelajaran IPA materi gaya sangat dibutuhkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk IPA materi gaya berbasis flash. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kulitatif dan kuantitatif. Data penilaian yang berupa kritik dan saran merupakan data kualitatif, sedangakan data penilaian yang berupa pilihan ganda merupakan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket terbuka dan tertutup yang diberikan kepada beberapa ahli, yaitu: ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Kegiatan analisis data menggunakan metode yang dikembangkan oleh Lee & Owens dimulai dari tahap analisis dan penelitian, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa media berbasis flash dapat digunakan dalam pembelajaran dengan bukti yang valid, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi gaya. Kevalidan tersebut ditunjukkan dengan hasil validasi ahli media yang menghasilkan skor 85%, ahli materi menghasilkan skor 87%, ahli praktisi menghasilkan skor 86,7%. Sehingga disarankan bagi guru agar pembelajaran selanjutnya menggunakan media berbasis flash atau sejenisnya.

Nilai-nilai religius dalam syair Seudati : kajian hermeneutika-fenomenologis / oleh Nasrimi

 

Pembelajaran perkembangan hewan berbasis problem solving yang diintervensi dengan peta konsep dan pengaruhnya terhadap berpikir kritis dan hasi belajar mahasiswa biologi FMIPA Universitas Negeri Padang oleh Lufri

 

Penggunaan media audio visual berbasis hyperlink untuk meningkatkan hasil belajar PKn kelas V di SDN Karangbesuki I Kecamatan Sukun Kota Malang / Silvi Aprilia Indah Kurniawati

 

Kata Kunci: Media Audio Visual berbasis Hyperlink, Hasil Belajar, PKn SD Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada guru kelas V yang mengajar di SDN Karangbesuki I Malang, bahwa hasil belajar kelas V masih ada yang di bawah KKM dan aktivitas belajar siswa masih relative rendah. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas V masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja. Bahkan media pembelajaran di kelas kurang dimanfaatkan. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah di kelas yaitu dengan menggunakan media audio visual berbasis hyperlink yang diterapkan dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual berbasis hyperlink pada mata pelajaran PKn,mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa mata pelajaran PKn kelas V di SDN Karangbesuki I Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Penelitian tindakan ini terdiri dari 4 langkah yaitu: (1) perencanaan atau planning; (2) pelaksanaan tindakan dan pengamatan; (3) refleksi atau reflecting; (4) rencana perbaikan atau revisi plan. PTK ini terdiri dari 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas V yang berjumlah 33 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan dan tes pada akhir tiap siklus. Hasil penelitian ketrlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual berbasis hyperlink meningkat pada siklus I sebesar 86% dan pada siklus II sebesar 91,5%. Aktivitas belajar siswa kelas V mengalami peningkatan nilai rata-rata yang cukup baik yaitu pada siklus I sebesar 69,88 pada siklus II sebesar 81. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 69,59 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,61. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan audio visual berbasis hyperlink pada model pembelajaran STAD mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN Karangbesuki I mampu mengatasi masalah-masalah yang ada di kelas. Aktivitas belajar siswa meningkat sebesar 21% dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 31%. Saran yang diberikan, agar guru dapat lebih memanfaatkan media pembelajaran untuk meninkatkan keaktifan siswa. Karena dengan keaktifan yang meningkat makan hasil belajarnya pun akan meningkat. Bagi siswa agar mempertahankan hasil belajar yang telah dicapai dengan lebih giat belajar dan meningktkan aktivitas belajarnya.

Penerapan model minds what to know untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas V SDN Balerejo 03 Kabupaten Blitar / Guntur Kurniawan

 

Kemampuan menyimak estetik siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang terhadap lagu "Untuk kita renungkan" karya Ebiet G. Ade tahun ajaran 2004/2005 / oleh Yuyun Lailufar

 

Persepsi siswa SMA terhadap rokok dan bahayanya ditinjau dari status remaja sebagai perokok dan bukan perokok / oleh Ika Septine Wagiatiningsih

 

Peranan dan sumbangan paguyuban ngesti tunggal dalam pembinaan moral Pancasila / Suhertatik

 

Persepsi siswa tentang konselor dan harapan dalam mendapatkan layanan konseling di SMA Negeri 1 Kalianget Kabupaten Sumenep / oleh Ferdy Fimansyah

 

Implementing the Drta strategy to improve the reading comprehension ability of the eleventh-year students at MAN Kandangan Kediri / Ani Mutadayyinah

 

ABSTRACT Mutadayyinah, Ani. 2009. Implementing the DRTA Strategy to Improve the Reading Comprehension Ability of the Eleventh-Year Students at MAN Kandangan Kediri. Thesis. Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Johannes A Prayogo, M.Pd., M.Ed. (II) Drs. Fachrurrazy,M.A.,Ph.D. Key words: Directed Reading Thinking Activity strategy, reading comprehension Reading is one of the four basic language skills that must be mastered in language learning. It is usually taught in integration with the three other language skills. As one of the language skills, reading receives more emphasis than the others. It is given the first priority. However, many students have insufficient skills in reading and their reading achievement is poor. This research employs Collaborative Classroom Action Research design and aims at improving the reading comprehension ability of the eleventh year students on narrative texts at MAN Kandangan through DRTA (Directed Reading Thinking Activity). The strategy is selected since it helps develop critical reading skills and encourages active reading. Further, the strategy has been proven, through many studies, to have been able to improve the students’ achievement in reading comprehension and involvement in the learning process. The subjects of this study were thirty three eleventh-year students of MAN Kandangan in the academic year of 2008/2009. The study was conducted in two cycles by following the procedures of an action research, i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle was carried out two meetings of strategy implementation and one meeting for the test. The data of the study were gathered through the following instruments: observation checklist, field notes, questionnaire, and a reading comprehension test. The finding of the study revealed that the appropriate model of the DRTA strategy in teaching reading at MAN Kandangan consists of the following steps: in pre reading step; (1) grouping the students, (2) explaining the objective of the lesson, (3) leading students to the topic by delivering some questions and showing a picture, (4) asking the students to predict the topic of the text from the picture and the title given, (5) introducing new vocabulary items; in the guided silent reading; (1) delivering open-ended questions, (2) asking the students to predict the text then write them in the sheet, (3) asking the students to share with group. In this case, some students’ predictions were recorded on white board, (4) assigning one of the students to read loud followed by all students reading silently, (5) requesting to take note on information, (6) asking students to discuss with their group; in the post reading step; (1) assigning to check and prove their prediction, (2) asking to find evidence to support the prediction, (3) having discussion for students’ prediction, (4) asking the students to do the task, (5) discussing the students’ answers. Furthermore, the finding also indicated that the DRTA strategy has improved students’ reading comprehension. The improvement could be seen from the increase of the students’ score in reading comprehension which reached the target score (75 in the range of 0 to 100), i.e. in pre test, there were only 8 students or 24% out of 33 students who could reach the target score, in the first cycle, there were 17 students or 48% out of 33 students who could reach the target score, in the second cycle, there were 22 students or 67% out of 33 students who could reach the target score. Besides, the finding indicated that the DRTA strategy was successful in enhancing the students to be actively involve in the class. Based on the research findings, it can be concluded that the DRTA strategy is not only successful in improving the students’ reading comprehension but also in enhancing the students’ involvement in the learning class. Therefore, the following suggestions are presented. First, the English teachers could apply the DRTA strategy in their reading instruction. They should use the reading texts that have not been read by the students and they also must be positive, supportive, and encouraging. Second, future researchers are suggested they conduct a similar study using the DRTA strategy in other language skills and in other text types such as expository, report, and recount. ABSTRAK Mutadayyinah, Ani. 2009. Menerapkan Strategy DRTA untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Kandangan Kediri. Tesis. Program Pascasarjana pada Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes A Prayogo, M.Pd., M.Ed. (II) Drs. Fachrurrazy,M.A.,Ph.D. Key words: Strategy Directed Reading Thinking Activity, pemahaman membaca. Membaca sebagai salah satu ketrampilan dasar bahasa yang harus dikuasai dipembelajaran bahasa. Biasanya diajarkan bersama dengan tiga ketrampilan bahasa lain. Sebagai salah satu ketrampilan bahasa, membaca mendapat perhatian lebih dari keterampilan bahasa lainnya. Ada prioritas utama. Bagaimanapun, banyak siswa tidak mempunyai cukup ketrampilan dalam membaca dan prestasi membaca mereka rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas sebelas pada teks narasi di MAN Kandangan melalui DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini dipilih karena membantu mengembangkan kemampuan membaca kritis and mendorong membaca aktif. Selain itu, strategi ini telah terbukti, melalui banyak penelitian, telah mampu meningkatkan prestasi pemahaman membaca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas tiga MAN Kandangan pada tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Masing-masing siklus dalam penelitian terdiri dari dua pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk tes. Data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa instrument berikut; lembar observasi, lembar catatan, kuestioner, dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan model yang tepat dari DRTA strategi dalam pengajaran membaca di MAN Kandangan terdiri dari langkah langkah berikut: ditahap membaca awal; (1) mengelompokkan siswa, (2) menjelaskan tujuan pelajaran, (3) mengiring siswa pada topic dengan memberi beberapa pertanyaan dan menunjukkan gambar, (4) meminta siswa memprediksi topic bacaan dari gambar dan judul yang diberikan, (5) mengenalkan kosakata baru. Ditahap membaca diam terpadu; (1) memberikan pertanyaan, (2) meminta siswa memprediksi bacaan kemudian menulisnya dalam lembaran, (3) meminta siswa berbagi dengan kelompok. Dalam hal ini, beberapa prediksi siswa ditulis di papan tulis, (4) menugaskan salah satu siswa untuk membaca keras diikuti oleh semua siswa membaca secara diam, (5) meminta untuk mencatat informasi, (6) meminta siswa berdiskusi dengan kelompok. Di tahap membaca akhir; (1) menugaskan untuk memeriksa dan membuktikan prediksi mereka, (2) meminta menemukan bukti untuk mendukung prediksi, (3) berdiskusi prediksi murid, (4) meminta siswa mengerjakan tugas, (5) mendiskusikan jawaban siswa. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi DRTA meningkatkan pemahaman membaca siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari bertambahnya skor pemahaman membaca siswa yang dapat mencapai nilai target (75 pada rentang 0 sampai 100), yaitu pada tes awal, hanya ada 8 siswa atau 24% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus pertama, ada 17 siswa atau 48% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus kedua, ada 22 siswa atau 67% out of 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Selain itu, penemuan ini menjelaskan bahwa strategi DRTA sukses meningkatkan murid aktif terlibat dikelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi DRTA tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada proses pembelajara. Oleh sebab itu, beberapa saran dibuat. Pertama, guru-guru bahasa Inggris dapat menerapkan strategi DRTA dalam pembelajaran membaca. Mereka harus mengunakan teks bacaan yang belum dibaca oleh siswa dan mereka juga harus positif, suportif, and memberi semangat. Kedua, peneliti-peneliti selanjutnya disarankan mereka melakukan penelitian yang sama mengunakan strategi DRTA pada ketrampilan bahasa lainnya dan pada jenis teks yang lain seperti expository, report, dan recount.

Persepsi tentang kinerja konselor terhadap pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Sangkapura Bawean Gresik / oleh Ely Rizal

 

Pengembangan media animasi pembelajaran sistem pencernaan pada manusia untuk siswa kelas 5 SDN Sawojajar III Malang / Dela Noris Delen

 

ABSTRAK Delen, Dela Noris. 2009. Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Sistem Pencernaan Pada Manusia Untuk Kelas 5 SDN Sawojajar III Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed., (II) Dr. H. Sulton, M.Pd. Kata kunci: pengembangan media pembelajaran, animasi, sistem pencernaan pada manusia. Media animasi pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran IPA pokok bahasan sistem pencernaan pada manusia. Berdasarkan hasil observasi di SDN Sawojajar III Malang, penyampaian materi sistem pencernaan pada manusia masih menggunakan metode ceramah dan menggunakan gambar diam. Padahal dengan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang diberikan dan cepat bosan karena proses pencernaan begitu kompleks dan memiliki banyak istilah-istilah asing, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Tujuan dari pengembangan media animasi pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan suatu media animasi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga bisa memberikan salah satu alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi sistem pencernaan pada manusia. Subjek uji coba dalam pengembangan media animasi ini adalah siswa kelas 5 SDN Sawojajar III Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi kepada ahli media, ahli materi, dan siswa atau audiens. Sedangkan untuk menguji kedalaman materi yang diberikan kepada siswa, dilakukan pre-test sebagai evaluasi sebelum menggunakan media dan post-test sebagai evaluasi setelah menggunakan media. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi ahli media, ahli materi dan audiens adalah prosentase, sedangkan untuk mengolah hasil pre-test dan post-test siswa adalah uji t. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 95%, dan audiens mencapai tingkat kevalidan 89%, dengan prosentase rata-rata 89,7%. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan thitung > ttabel, sehingga pengujian hipotesis rumus statistik H0 ditolak dan H1 diterima, karena ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media animasi pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran yang disajikan secara variatif dapat merangsang minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran IPA pokok bahasan sistem pencernaan pada manusia, serta dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Saran yang diberikan berdasarkan hasil pengembangan media animasi pembelajaran ini adalah diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan media animasi pembelajaran yang telah dikembangkan. Sehingga pengembang berikutnya dapat menghasilkan media animasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Pengaruh pembelajaran connect extend challenge melalui peta konsep terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep biologi pada siswa berkesadaran metakognitif berbeda di SMA Negeri 3 Balikpapan / Anik Aningtyas

 

Anik Aningtyas, 2014. Pengaruh Pembelajaran Connect Extend Challenge melalui Peta Konsep terhadap Penalaran Saintifik dan Pemahaman Konsep Biologi pada Siswa Berkesadaran Metakognitif Berbeda di SMA Negeri 3 Balikpapan. Tesis, Progam Studi Pendididikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Dr. Hadi Suwono, M.Si. Kata Kunci : Connect Extend Challenge, Penalaran Saintifik, Pemahaman Konsep, Kesadaran Metakognitif Tujuan pembelajaran sains dalam era perkembangan teknologi dan informasi adalah membantu siswa agar dapat bernalar secara rasional atau penalaran saintifik (scientific reasoning). Alasannya, penalaran saintifik merupakan keterampilan esensial yang seharusnya dikuasai siswa baik dalam meningkatkan pemahaman konseptual sains maupun untuk menghadapi kondisi nyata di lingkungan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah lebih perpusat pada guru bukan pada siswa. Guru mendominasi kegiatan belajar mengajar, sedangkan siswa lebih berperan sebagai pendengar. Guru sering memandang pembelajaran biologi dari sisi produk dan bukan dari sisi proses. Guru dalam kegiatan pembelajaran cenderung mentrasfer pengetahuan yang mereka miliki ke dalam pikiran siswa tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengonstruksi pengetahuannya. Siswa sering diposisikan sebagai orang yang tidak tahu apa-apa yang hanya menunggu dan menyerap apa yang diberikan guru akibatnya siswa pasif dan gurulah yang aktif. Pembelajaran semacam ini akan sulit meningkatkan kemampuan penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa. Beberapa riset membuktikan bahwa pembelajaran yang berbasis pada penyampaian materi oleh guru dan dihafal oleh siswa tidak efektif untuk meningkatkan penalaran siswa. Pembelajaran sains seharusnya dilakukan dengan mengedepankan peningkatan keterampilan-keterampilan esensial dan mengutamakan proses ketimbang menghafal. Alasannya, jika terfokus pada keterampilan esensial dan proses maka dapat berimplikasi pada peningkatan kemampuan umum lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) menjelaskan pengaruh pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 2) menjelaskan pengaruh pembelajaran Connect Extend Challenge terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 3) menjelaskan pengaruh tingkat kesadaran metakognitif yang berbeda terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 4) menjelaskan pengaruh interaksi pembelajaran dan kesadaran metakognitif terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa. Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi experimental yang dilakukan dengan menggunakan rancangan pretest-postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep, pembelajaran Connect Extend Challenge. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa.Variabel moderator adalah kesadaran metakognitif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Balikpapan. Sampel penelitian adalah siswa kelas X 1, X 2, X 3, X 5 sebagai kelas perlakuan, dan X 6, X 9 sebagai kelas kontrol. Penalaran saintifik siswa diukur dengan scientific reasoning test (SRT) yang merupakan instrumen standar yang dikembangkan oleh Lawson (1978) dan telah dimodifikasi oleh Lawson (2000). Pemahaman konsep siswa di ukur dengan instrumen tes berupa tes pilihan ganda yang bertujuan untuk mengukur pemahaman konsep. Aspek kognitif yang diukur adalah dimensi proses dari ranah kognitif Taksonomi Bloom yang telah direvisi meliputi C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretest dan postest. Uji hipotesis menggunakan Anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P<0,05). Sebelum uji Anakova dilakukan uji normalitas data dengan uji one-sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas data dengan Levene’s Test of Equality of Error Variances. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ternyata: 1) pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep berpengaruh terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 2) pembelajaran Connect Extend Challenge berpengaruh terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 3) kesadaran metakognitif yang berbeda berpengaruh terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa, 4) interaksi model pembelajaran dan kesadaran metakognitif berpengaruh terhadap penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa. Pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep sangat efektif untuk meningkatkan penalaran saintifik dan pemahaman konsep siswa. Pembelajaran ini dapat diterapkan dan digunakan secara luas. Meskipun demikian, hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep sangat efektif diterapkan pada siswa yang memiliki kesadaran metakognitif tinggi. Oleh karena itu, guru seharusnya dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa terlebih dahulu. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar yang lainnya, seperti kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, atau problem solving. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran Connect Extend Challenge melalui peta konsep dapat dilihat pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Perbedaan kecerdasan emosional siswa program akselerasi dan non akselerasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Malang / oleh Sinthian Susan

 

Hubungan antara bullying dan kecemasan terhadap pelajaran matematika dengan prestasi belajar matematika pada siswa SMK Negri 1 Pasuruan / Dewingga Budi Astria

 

ABSTRAK Astria, Dewingga, Budi. 2009. Hubungan antara Bullying dan Kecemasan Terhadap Pelajaran Matematika dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMK Negeri 1 Pasuruan. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Hetti Rahmawati, S.Psi,M.Si Kata Kunci : Bullying, Kecemasan, Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar siswa berhubungan dengan berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bullying dan kecemasan terhadap pelajaran matematika dengan prestasi belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif korelasional pada subyek 33 siswa kelas X SMK Negeri 1 Pasuruan. Data dikumpulkan dengan skala bullying, skala kecemasan dan tes prestasi belajar matematika, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mengalami bullying pada kategori tinggi sebanyak 9 siswa (27,27%), kategori sedang sebanyak 17 siswa (51,51%) dan kategori rendah sebanyak 7 siswa (21,21%). Siswa yang mengalami kecemasan terhadap pelajaran matematika pada kategori tinggi sebanyak 5 siswa (15,15%), kategori sedang sebanyak 9 siswa (27,27%) dan kategori rendah sebanyak 19 siswa (57,57%). Prestasi belajar matematika siswa pada kategori tinggi sekali sebanyak 2 siswa (6,6%), kategori tinggi sebanyak 9 siswa (27,27%), kategori sedang sebanyak 14 siswa (42,42%), kategori rendah sebanyak 8 siswa (24,24%) dan tidak ada siswa yang tergolong dalam kategori rendah sekali; ada hubungan negatif antara bullying dan kecemasan terhadap pelajaran matematika dengan prestasi belajar matematika (F = 0,11365, Sig = 0,001;R = 0,154 < Rtab 0,436 ), dengan sumbangan efektif kedua variabel bebas sebesar 0,324 (32,4%); ada hubungan negatif antara bullying dengan prestasi belajar matematika (Beta = -0,570), dan ada hubungan negatif antara kecemasan terhadap pelajaran matematika dengan prestasi belajar matematika (Beta = -0,345). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan (1) guru mengembangkan peer support dengan menunjuk beberapa siswa untuk bersahabat dengan siswa lain yang mengalami bullying dan kecemasan, karena siswa lebih terbuka berbagi rasa dengan teman sebayanya dibandingkan dengan guru, (2) kepala sekolah selaku legislatif dan pengawas melibatkan guru untuk secara bergiliran memonitoring tempat yang rawan bullying dan kecemasan seperti kelas, kantin, toilet, lapangan olahraga dan pintu gerbang sekolah, (3) konselor bekerja sama dengan bidang kesiswaan, wali kelas dan orang tua untuk mencari solusi masalah siswa yang mengalami bullying dan kecemasan, (4) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian pada aspek kematangan remaja sehingga perilaku bullying dan kecemasan dapat diteliti secara lengkap.

Penerapan metode cetak tinggi teknik kolase untuk meningkatkan hasil karya seni grafis pada pembelajaran seni budaya kelas VIII B di SMP Negeri 2 Kepanjen / Nur Yayuk Harini

 

Harini, Nur Yayuk. 2014. Penerapan Metode Cetak Tinggi Teknik Kolase untuk Meningkatkan Hasil Karya Seni Grafis pada Pembelajaran Seni Budaya Kelas VIII B di SMP Negeri 2 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (2) Moch. Abdul Rahman S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Penerapan, Metode Cetak Tinggi, Teknik Kolase, Seni Grafis SMP.      Pembelajaran Seni Budaya yang di dalamnya memuat materi Seni Rupa berfungsi untuk mengembangkan kemampuan apresiatif, kreatifitas dan sensitivitas siswa. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut dalam pembelajaran Seni Budaya pada materi Seni Rupa siswa mendapatkan pembelajaran berkarya seni grafis. Tetapi dalam berkarya seni grafis siswa mengalami kesulitan karena kurang menguasai teknik dan proses berkarya seni grafis. Pembelajaran seni grafis melalui penerapan metode cetak tinggi teknik kolase diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan siswa dalam teknik dan proses berkarya seni grafis.      Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan aktivitas dan hasil karya siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Kepanjen dalam berkarya Seni Grafis melalui Metode Cetak Tinggi Teknik Kolase.      Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK yang dilakukan dalam tahapan siklus tindakan pembelajaran. Tiap tahap siklus dimulai dengan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Data hasil belajar diperoleh dari nilai tes praktek, lembar observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh dari awal hingga akhir penelitian.      Berdasarkan analisis data siklus I dan siklus II diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas dan hasil karya siswa mengalami peningkatan melalui penerapan metode cetak tinggi teknik kolase dalam berkarya seni grafis. Prosentase rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yang berkategori sangat baik 1,3% meningkat menjadi 42,8% pada siklus II, berkategori baik 52,2% meningkat menjadi 57,2%. Sedangkan yang berkategori cukup 44,2% dan berkategori kurang 2,2% pada siklus I, turun menjadi 0% pada siklus II. Sedangkan pada hasil karya, nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 67,2 untuk perancangan, 69,2 untuk pembuatan acuan dan 68,3 pada hasil reproduksi karya, pada siklus II meningkat menjadi 80,1 pada perancangan, 82,4 pada pembuatan acuan dan 82,3 pada reproduksi karya. Selain itu nilai yang berkategori cukup dan kurang pada siklus I tidak lagi ditemukan pada siklus II. Ketuntasan siswa berdasarkan KKM 100% tuntas.      Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar (1) Guru lebih termotivasi untuk menggunakan berbagai macam metode untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, (2) Kepada siswa disarankan untuk lebih meningkatkan minat dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran Seni Budaya khususnya Seni Rupa pada materi berkarya seni grafis, dan (3) Untuk mahasiswa lain yang melakukan penelitian sejenis dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan pertimbangan dalam melakukan penelitian, khususnya pada materi ajar berkarya seni grafis.

Hubungan antara konsep diri dan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Trawas Kabupaten Mojokerto / oleh Mahmudah Nurul

 

Pengembangan perangkat pembelajaran polimer alam di SMA/MA berbasis bahan domestik / Dewi Nur Asrini Wilujeng

 

ABSTRAK Wilujeng, Dewi, Nur, Asrini. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Polimer Alam di SMA/MA Berbasis Bahan Domestik. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA UM. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si, (II) Dra. Nazriati, M.Si Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, polimer alam, bahan domestik. Sebagian konsep kimia merupakan konsep yang bersifat abstrak. Hal ini menyebabkan siswa cenderung mengalami kesulitan untuk mengkonstruksi pemahaman secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsep pembelajaran yang mampu mengaitkan antara materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa agar lebih mudah dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Salah satu cara untuk menunjang hal tersebut adalah dengan menggunakan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah perangkat pembelajaran yang berbasis pada bahan-bahan atau produk yang bisa ditemui di lingkungannya. Pengembangan perangkat pembelajaran terhadap suatu materi pokok yang berbasis bahan domestik belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis bahan domestik pada materi polimer alam. Pengembangan ini dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran polimer khususnya polimer alam. Tujuan pengembangan ini adalah (1) untuk mengidentifikasi langkah-langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran polimer alam menurut 4D-model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, (2) untuk memperoleh produk pengembangan yang berwujud perangkat pembelajaran polimer alam yang berbasis bahan domestik, dan (3) untuk mengetahui tingkat validitas perangkat pembelajaran hasil pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini digunakan suatu model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model (Membatasi (Define), Merancang (Design), Mengembangkan (Develop), dan Menyebarluaskan (Disseminate)). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintaks dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Namun, pada rancangan pengembangan ini diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap mengembangkan (develop). Validator dalam pengembangan ini adalah dua orang dosen kimia yang kompeten dan dua orang guru kimia SMA yaitu dari SMAN 2, dan SMAN 9 Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XII semester 2 pada sub materi polimer alam. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, karakteristik bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, kata-kata kunci, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kerja Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,5 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang i

Hubungan motivasi belajar dengan kesiapan belajar mahasiswa Proram Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan BKP FIP UM / oleh Tina Dwi Lestari

 

Pelaksanaan saluran distribusi pada PT. Rajawali Nusindo cabang Malang / Lina Silfia Islami

 

Setiap perusahaan menginginkan usahanya sukses dalam persaingan. Dalam mencapai tujuan tersebut dibutuhkan suatu pelaksanaan saluran distribusi untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen. PT Rajawali Nusindo merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. Bidang perdagangan tersebut antara lain mencakup kegiatan impor, ekspor, lokal dan interinsulair, serta menjadi grosir, lerevansir/suplier, dan distributor industri pada umumnya, kosmetik, obat-obatan dan alat kesehatan, pengangkutan termasuk ekspedisi, perlengkapan dan pergudangan, bidang jasa umumnya kecuali jasa bidang hukum dan pajak. Sedangkan PT Rajawali Nusindo cabang Malang merupakan distributor atau pedagang besar. Sehubungan dengan hal tersebut PT Rajawali Nusindo cabang Malang melaksanakan salah satu strategi distribusi yaitu dengan strategi saluran distribusi, perantar pedagang yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pengaruh pembelajaran terpadu versus pembelajaran parsial dan gaya berpikir siswa terhadap hasil belajar IPS SMP / Manna

 

Manna, 2014. Pengaruh Pembelajaran Terpadu Versus Pembelajaran Parsial dan Gaya Berpikir Siswa Terhadap Hasil Belajar IPS SMP. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (2) Prof. Dr. Wahjoedi., M.E.,M.Pd., (3) Dr.Muh. Nur Ali, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran terpadu, pembelajaran parsial, gaya berpikir, hasil belajar IPS. Pembelajaran terpadu merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian dikalangan guru. Harapan tersebut ternyata belum terwujud karena: (1) kurangnya guru IPS berlatar belakang disiplin IPS, (2) pemahaman guru IPS mengenai pembelajaran terpadu masih terbatas, (3) kemampuan guru IPS masih terbatas dalam membuat perangkat pembelajaran terpadu, (4) keterbatasan guru IPS dalam penguasaan substansi materi, (5) Guru IPS sulit mengembangakan bahan ajar IPS terpadu, dan (6) faktor psikologis merasa nyaman dan cocok menggunakan pendekatan parsial. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran IPS SMP, antara siswa yang diajar dengan pembelajaran terpadu dan siswa yang diajar dengan pembelajaran parsial, (2) menganalisis perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran IPS SMP antara siswa yang memiliki gaya berpikir konvergen dan siswa yang memiliki gaya berpikir divergen, dan (3) menganalisis pengaruh interaksi antara pembelajaran terpadu dan gaya berpikir siswa dalam pengaruhnya terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS SMP. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan rancangan factorial 2 x 2. Subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di kota Palu. Secara purposive ditetapkan 4 SMP negeri sebagai tempat pelaksanaan penelitian, yakni: (1) SMP Negeri 4 Palu (Palu Timur), (2) SMP Negeri 8 (Palu Barat), (3) SMP Negeri 11 (Palu Selatan), dan (4) SMP Negeri 17 Palu (Palu Utara) . Dalam kuasi eksperimen ditetapkan siswa kelas VIII sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian terdiri atas: instrument gaya berpikir dan instrument tes hasil belajar. Instrumen divalidasi melalui tim ahli dan uji coba validasi empiris. Uji persyaratan normalitas menggunakan teknik Kolmogrov-Smirnov sedangkan uji homogenitas menggunakan Lavene test. Untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan Two way anova. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pembelajaran terpadu dan siswa yang diajar dengan pembelajaran parsial terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPS SMP, (2) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki gaya berpikir divergen dan siswa yang memiliki gaya berpikir konvergen terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS SMP, dan (3) ada pengaruh interaksi antara pembelajaran terpadu dan gaya berpikir siswa terhadap hasil mata pelajaran IPS SMP.      Berdasarkan temuan penelitian, kepada para guru SMP, kehususnya guru IPS disarankan menggunakan strategi pembelajaran terpadu. Dengan menggunakan strategi pembelajaran terpadu siswa dapat memecahkan masalah dalam belajar. Melaksanakan pembelajaran terpadu, persiapan guru yang paling utama adalah menyusun peta kompetensi dasar, mengembangkan perangkat pembelajaran, meyusun silabus atau rencana pembelajaran (RPP), dan menyusun bahan ajar.

Pengembangan permainan bola voli foam untuk siswa SMK / oleh Pandu Adi Wibowo

 

Studi tentang hambatan-hambatan yang dialami oleh guru SMU kelas I dalam melaksanakan praktikum kimia berdasarkan kurikulum SMU 1994 di SMU sekabupaten Magetan / oleh Anik Sugiarti

 

Pra*tikumm erupakanb agianpentingd ari pengajaranki mia, karena merupakainlm u pengetahuan irmu kimia ying berlaniaskanp ercobaanM. eraruip raktikumy ang terintegrasi-dengabna ik, siswad afat berratihm engembangkan memperolephe ngalaman metodei rmiah dan lanssirns pengajaranti ilia men"uniuii"-.r"alunyu danf asilitass errap engerolaaia aipera6;";; yangs erius. ru.unu menghambat eira iiJaf, maxaa r.an kelancaranp rosesb er ajarm engajati iil;u vurg aupui,ne'rri"oautun hambatnypae mahamakno nsep. t"._ Penelitianin i bertujuanu ntukm engidentifikasfia ktor-faktory angm enghambat pela$3n1an_praktkiklmumiab erdasartatu"rnit ul-umlv u risa yJ";Eialami guruk imiaS MUn egerdi ans wasta oleh di KabupateMn agetan. . s.ubjedk aramp enelitianin i adaJaghu ruk erasr. di irrau KabupareMna geran, .Mseagdeatnagnyka sanangmb epreayls aanrg d igunakasng ban/a7k oranggurdua ri6 sr\.iud i Kabupaten dgfltruN l Magetans, MUi{-2 vragaa.,,s vt}N 3 Magetan, sMIr'IvI Plaosans,M trN I paranga anS pru'pancaB akti.t istrumenp engumpuran {1f mengcunakaann gkebr entukle rturuptt .ot "tt il,'r.0""ir.""'r"i iit anarisis datay angd igunakaand alahp ersentasdea nr angking". . - Hasilp enelitiamn enunjukkabna hwaa da"fakt"yoarn gm enjadpi enghambat fl$:,T:l5giatan prakikumk imiab erdasarkaKnu rikitumS vrUr Siq yangd i_ araml oteh para pengajar kimia kelas.I di Kabupaten Magelan. Faktor yang meng_ (l357r. b*.gl"h: ( l) guruv angm engaj*aurt up ura;u.utiEru"riJ ""!'r,'ulr'ii riu '14%)'( 2).u9unyg3u -ry ing memilikib ebantu gasm engauj, yuigmerebihkie ten- luany an-g_berla(7kru, 43o/o()3, ) keadaarna boratori-ur

The Use of pictures as instructional media in the teaching of speaking at Senior High School / by Hanifah Harris

 

Rancang bangun buku ajar pengukuran listrik mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik SMK kelas X semester gasal Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik / Fuad Widiatmoko

 

ABSTRAK Widiatmoko, Fuad. 2016. Rancang Bangun Buku Ajar Pengukuran Listrik Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik SMK Kelas X Semester Gasal Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (2) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci : Buku Ajar, Pengukuran Listrik, Rancang Bangun Permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMK Negeri 6 Malang adalah belum tersedianya buku ajar dalam pembelajaran Pengukuran Listrik kelas X. Guru dalam proses pembelajaran merujuk pada sumber-sumber belajar lain, misalnya internet, ebook dan serta pengetahuan yang dimiliki guru itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan sebuah penelitian Rancang Bangun Buku Ajar Pengukuran Listrik untuk kelas. Rancang bangun ini mengadaptasi model rancang bangun Pusdiklat (Depdiknas). “Model rancang bangun ini terdiri dari 5 tahap yaitu : (1) Analisi Kebutuhan bahan ajar; (2) Strategi pendekatan; (3) penyusunan buku ajar; (4) Pelaksanaan; (5) Evaluasi”. Hasil dari penelitian rancang bangun ini adalah buku ajar mata pengukuran listrik pegangan guru dan pegangan siswa. Validasi dilakukan oleh beberapa ahli, (1) Validasi oleh ahli media mencapai 92,85% yang menyatakan media pembelajaran sangat layak digunakan, (2) Validasi oleh ahli materi mencapai 95,25% yang menyatakan media pembelajaran sangat layak digunakan (3) Hasil ujicoba pengguna guru mencapai 96,92% yang menyatakan media sangat layak digunakan (4) Hasil uji coba kelompok kecil 90,20% yang menyatakan media sangat layak digunakan (5) uji coba kelompok besar mencapai 92,51% yang menyatakan media sangat layak digunakan (6) nilai pretest dan postest siswa pada saat sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran dengan buku ajar meningkat dari 48 (tidak tuntas) menjadi 81,32 (tuntas). Berdasarkan hasil validasi dan uji coba yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buku ajar pengukuran listrik dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 6 Malang, khususnya pada mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik.

An Analysis on the language errors of "Broader your mind": an English textbook for senior high school published by piranti / by Sri Nurhayati

 

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interst Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Umum Swasta Nasional yang listing di BEI tahun 2011-2014 / Maharani Galuh Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Maharani G. 2016. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Swasta yang Listing di BEI Tahun 2011- 2014. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.M., (II) Hj. Fadia Zen, S.E.,M.M. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM), Return On Asset (ROA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi Return On Asset (ROA), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) Pada Bank Umum Swasta yang Listing di BEI Tahun 2011- 2014 serta untuk mengetahui pengaruh parsial Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan. Populasi penelitian ini adalah bank umum swasta nasional yang listing di BEI Tahun 2011- 2014 serta sampel penelitian ini 17 bank yang diambil dengan teknik purposive sampling atau judgement sampling berdasar pertimbangan tertentu seperti bank yang menerbitkan laporan keuangan lengkap periode 2011 sampai 2014 dan bank yang masih beroperasi pada periode 2011 sampai 2014. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ROA mengalami trend menurun, kondisi CAR mengalami trend menurun namun masih berada pada batas yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Kemudian kondisi LDR mengalami trend naik, dan kondisi NIM mengalami trend menurun serta berada di bawah batas yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, kemudian LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, dan NIM tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Saran untuk manajemen perbankan lebih memperhatikan aspek-aspek yang dapat mempengaruhi ROA seperti nilai dari rasio-rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Net Interset Margin (NIM) agar sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia dan tidak terjadi risiko kerugian serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan jumlah sampel yang tidak hanya terbatas pada bank umum swasta nasional saja. Selain, itu diharapkan untuk peneliti selanjutnya tidak hanya menggunakan data per tahun melainkan kuartal agar hasil yang diperoleh lebih akurat, dan menambahkan variabel-variabel bebas lainnya yang dapat mempengaruhi ROA seperti BOPO, NPL, LAR, Institutional Ownership, dan lain-lain.

Slang terms in the internet relay chat / by Seno Abdillah

 

Kemampuan menginterpretasikan grafik kinematika mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang angkatan 1999/2000 / oleh Dinariasih

 

Penggunaang rafik dalamk egiatanp enelitianf isika dan pembelajaranfi sika sangapt enting.O leh karenai tu diperlukank emampuanm enginterpretasikagnr afik untuk memahami konsepkonsep fisika. Dengan demikian peneliti perlu melakukan pengukurank emampuanm enginterpretasikagnr afrk. Pengukurank emampuanin i bertujuanu ntuk mengetahupi ersentase kemampuanm enginterpretasikagnr atik kinematikad an persentasjeu mlah mahasiswaJ urusanP endidikanF isika FMIPA UniversitasN egeriM alang angkatan 19991 2000y ang mampum enginterpretasikagnr afik kinematika. Penelitianin i merupakarpi enelitiand iskriptif. Dalamp enelitanin i diusahakan memperolehin formasi yang sistematisd an faktual mengenik emampuan menginterpretasikanT.e knik analisisy ang digunakand alamp enelitiani ni adalah teknik analisisd iskriptif kualitatif. Kemampuanm enginterpretasikagnr afik ini diindikasikand engank emampuanm ahasiswad alam membacain formasiy ang terdapatd alam grafik dan mamecahkanm asalahd engang rafik. Mahasiswad ikatakan mampum enginterpretasikagnr afik apabilas kor yang dicapai lebih dari 50% dari skor maksimum.S ubjekp enelitiani ni adalahm ahasiswaJ urusanP endidikanF isika FMIPA Univenitas Negeri Malang angkatan1 999/2000s ebanyak4 6 mahasiswa. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwap ersentasek emampuan menginterpretasikagnr afik kinematikaa dalahs ebesa4r 2,03%.J adi kemampuan mahasiswaJ urusanP endidikanF isika FMIPA UniversitasN egeri Malang angkatan 1999/2000te rmasukr endah.P ersentasjeu mlah mahasiswaJ urusanP endidikanF isika FMIPA Universitas Negeri Malang yang mempunyai kemampuan menginterpretasikagnr afft kinematikas ebesa4r 7,98%.P adahals emuam ahasiswa diharapkanm empunyaik emampuanm enginterpretasikang rafik .

Pengaruh return on asset dan current ratio terhadap initial return (studi pada saham perusdahaan yang melakukan initial publik offering di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015) / Danang Risdianto

 

Penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) se-kabupaten Gresik tahun 1999-2000
oleh Fitrotin Nufus

 

Pengaruh debt to Assets Ratio (DAR) terhadap Return on Assets (ROA) yang domoderasi oleh kepemilikan manajerial (studi pada perusahaan yang masuk dalam kelompok Jakarta Islamic Indeks (JII) periode 2013-2014 / Cenderawasih Suhana Santana

 

ABSTRAK Santana, Cenderawasih S. 2016. Pengaruh Debt to Assets Ratio (DAR) terhadap Return On Assets Ratio (ROA) yang Dimoderasi oleh Kepemilikan Manajerial (Study pada Perusahaan yang masuk dalam kelompok Jakarta Islamic IndexPeriode 2013-2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakuktas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., Ak., (II) Yuli Soesetio, S. E., M. M. Kata Kunci: Debt to Assets Ratio (DAR), Kepemilikan Manajerial, Return On Assets Ratio (ROA), Masalah keputusan pendanaan dalam suatu perusahaan akan berkaitan dengan pemilihan sumber dana, baik dana yang berasal dari dalam maupun dana dari luar sangat mempengaruhi laba suatu perusahaan. Laba suatuperusahaan dapat dihitung menggunakan rasio profitabilitas seperti Return On Assets Ratio (ROA).ROA dapat dipengaruhi oleh pendanaan eksternal yang dapat diukur dengan Debt to Assets Ratio (DAR). Kepemilikan Manajerial juga merupakan salah satu diantara yang dapat mempengaruhi ROA perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk (1) Mendeskripsikan variabel ROA, DAR dan kepemilikan manajerial selama periode penelitian(2) Menguji pengaruh DAR terhadap ROA (3) Mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Modereted RegretionAnalisys (MRA) dengan uji interaksi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan annual reports.Sampel peneltian ini adalah sebanyak 36 perusahaan sampel dari 120 perusahaan Jakarta Islamic Index (JII) periode 2013-2014 yang diperoleh dengan Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa (1) kondisi ROA mengalami penurunan, DAR menunjukan kenaikan sedangkan kepemilikan manajerial menunjukan angka penurunan. (2) variabel DAR berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA (3) Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap ROA (4) Kepemilikan manajerial tidak memoderasi hubungan DAR terhadap ROA. Terkait dengan hasil dari penenlitian ini, maka saran yang dianjurkan diantaranya: (1) Bagi perusahaan diharapkan memperhatikan penentukan komposisi pendanaan serta pengelolaan modal yang dimiliki terutama untuk investasi asset. Perusahaan tidak perlu mempertimbangkan kepemilikan manajerial perusahaan. (2) Bagi investor perlu melakukan investasi pada perusahaan yang menentukan komposisi pendanaan ekternalnya rendah (3) Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan pengembangan dengan menambahkan variabel bebas lain.Selain itu, peneliti dapat mengganti varibel pemoderasi dengan variabel makro ekonomi yang diharapkan mampu menjadi variabel pemoderasi yang signifikan. Dan sebaiknya memperpanjang periode penelitian serta memperbanyak sampel penelitian.

Penggunaan kata ragam baku lisan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang angkatan 2013 / Fransiska Yuni Arisandi

 

ABSTRAK Arisandi, Fransiska Yuni. 2016. Penggunaan Kata Bahasa Indonesia Ragam Baku Lisan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2013 Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim, (II) Dr. Martutik, M.Pd Kata kunci: penggunaan kata, ragam baku lisan, tuturan mahasiswa Bahasa Indonesia merupakan bahasa kesatuan dari Sabang sampai Merauke dan telah menjadi jati diri bangsa. Melalui bahasa Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia mampu berkomunikasi dengan baik. Bahasa Indonesia memiliki sejumlah ragam bahasa sesuai kalangan dan situasi penggunanya. Mahasiswa sebagai salah satu kaum akademisi hendaknya mampu memilah dan menggunakan kata bahasa Indonesia ragam baku lisan di dalam berkomunikasi lingkup formal. Terutama mahasiswa dari Jurusan Sastra Indonesia yang sudah dianggap mahir dalam bidangnya dan mahasiswa calon pendidik yang menjadi teladan utama berbahasa Indonesia baku. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan kata bahasa Indonesia ragam baku lisan mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang angkatan 2013 dalam lingkup komunikasi formal dengan tiga subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan (1) penggunaan kata, (2) bentukan kata, dan (3) konsistensi pilihan kata. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pada penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Data yang diperoleh adalah data verbal penggunaan kata bahasa Indonesia ragam baku lisan. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2013 berupa stimulus dan respons dari mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan dan rekaman. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti, ketekunan pengamatan, dan pengecekan ulang temuan dari hasil diskusi bersama pihak ahli serta teman sejawat. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data, sampai tahap penyajian hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis data, pembahasan, dan simpulan, dapat dibuat proposisi ilmiah bahwa mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang angkatan 2013 sudah menggunakan kata bahasa Indonesia ragam baku lisan dengan baik dan beberapa kesalahan penggunaan kata tidak mengurangi kadar kekomunikatifannya, mengingat bahasa Indonesia yang digunakan masuk dalam ragam lisan, tidak seketat ragam tulis.

Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Penanggungan Klojen Kota Malang / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, S, 2009, Penerapan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas IV SDN Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang, Laporan Perbaikan Pembelajaran, Pemantapan Kemampuan Mengajar, Program Sertifikasi Guru Sekolah Dasar Melalui Jalur Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Dosen Pembimbing Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Prestasi Belajar IPS, Pembelajaran Kontekstual. Di sekolah dasar saat ini, pendidikan Pengetahuan Sosial menunjukkan indikasi bahwa pola pembelajarannya masih berpusat pada siswa. Metode yang digunakan pun cenderung hanya ceramah saja dengan alasan lebih efektif dan bisa mencakup materi yang luas. Kecenderungan pembelajaran yang demikian, mengakibatkan lemahnya potensi diri siswa dalam pembelajaran sehingga prestasi belajar yang dicapai tidak optimal. Dari paparan latar belakang maka tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan penerapan pendekatan kontekstual dalam mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang dan Menjelaskan hasil belajar siswa selama pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kontekstual berlangsung. Pendekatan Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mempunyai 7 komponen yakni kontruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian sebenarnya. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara Kolaboratif dengan Guru Mata Pelajaran IPS di kelas IV. Sebagai sumber data utamanya dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang Semester II tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 35 siswa, Tehnik pengumpulan data melalui Pengamatan, Wawancara, Dokumentasi dan tes hasil belajar. Pelaksanaan pembelajaran pada setiap tindakan dalam penelitian ini akan berakhir jika tingkat keberhasilan masing-masing subyek penelitian mendekati nilai ketuntasan minimal kelas dan Komptensi Dasar. Nilai KKM untuk bidang studi IPS adalah 6,5, sedangkan nilai ketuntasan minimal Kompetensi Dasar Aktivitas Ekonomi adalah 6,2. Pada siklus pertama yang belum tuntas 15 siswa dengan nilai rata-rata kelas 68,29 dan pada siklus kedua yang belum tuntas 6 siswa dengan nilai rata-rata kelas 76,86. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dan siswa lebih bergairah dan termotivasi dalam pembelajaran IPS. Disarankan bahwa dalam pembelajaran IPS menggunakan metode pembelajaran yang mendorong minat siswa untuk mengikuti pembelajaran, memberi kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk mengembangkan potensi siswa dan perlu disajikan suasana pasar yang alami agar siswa mendapatkan pengalaman yang lebih berharga.

Interferensi sintaksis Bahasa Indonesia dalam teks terjemahan Indonesia - Jerman Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2001 Universitas Negeri Malang / oleh Kurnia Indawati

 

Studi tentang pelaksanaan pengajaran kimia oleh guru kimia kelas 1 berdasarkan kurikulum SMU 1994 di kabupaten Bangkalan / oleh Suimah

 

Guru mempunyaip eranany ang pentingd alam pelaksanaanp engajaran sebagapi erencanap, elaksanad, an pengevaluaski egiatanb elajar mengajard i kelas. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahufi aktor-faktory angm enghambadt an mendukungp elaksanaanp engajarank imia berdasarkank urikulum SMU 1994y ang dihadapio leh guru kimia kelas 1 SMU di KabupatenB angkalan. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptif.P opulasdi alamp enelitianin i berjumlah l1 orang guru kimia yang tersebar di Kabupaten Bangkalan. Sampel yang digunakan sebanyak 7 orang guru kimia. lnstrumen pengumpul data menggunakan angketb entuk tertutup (terstnrkhr), sedangkante knik analisisd atay ang digunakan adalahp rosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi penghambadt an faktor-faktor yangm enjadi pendukungd alamp elaksanaan pengajarank imia berdasarkank urikulum SMU 1994y ang dihadapio leh guru kimia kelas 1 SMU di KabupatenB angkalan.F aktor-faktory ang menghambaat dalah:( 1) adanyak esulitan mengembangkaTnP K yang mengacup adak etrampilanp rosesd an menggunakanm etodey ang sesuaid enganp okok bahasan(s7,14%)(,2 ) belum terlaksananyap raktikum di beberapas ekolah(42,86%)d, ikarenakanb elum lersedianyab ahank imia untuk praktikum. Sedangkanfa ktor yang mendukunga dalah (1) para pengajar berasal dari LPTK jurusan kimia(100%), (2) guru kimia telah membuatp rogramp engajarand alamp elaksanaank egiatanb elajar mengajar(85,71%(\3, ) semuag uruk imia(100%)m empunyabi ebant ugasm engajar kurangd an24 jampelajaran/ minggu,( a) guruk imia(100%)te lahm enyelesaikan semua konsep dalam progam CAWU. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagaui mpanb alik kepadak epalas ekolahd an parag uru kimia kelas 1 dalam memperolehb ahanp ertimbanganu ntuk mengembangkasne muaf aktor yang mendukungp alaksanaanp engajarank imia berdasarkanK urikulum SMU 1994d an mencarij alan keluar dalamm engahdapsi emuaf aktor yang menjadik endala pengajarank imia khususnyad an IPA padap engajarank imia berdasarkanK urikulum SMU 1994 yang dihadapi para guru kimia kelas I SMU di Kabupaten Bangkalan

Penerapan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri pada mata pelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas 7E SMP Negeri 5 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / S. Gustini

 

Gustini, S. 2009. Penerapan Model Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri pada Mata Pelajaran Biologi untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah Siswa Kelas 7 E SMP Negeri 5 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Tugas Akhir, Program Studi Pendidikan Profesi Guru IPA SMP. FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S dan Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd. Kata kunci: kemampuan kerja ilmiah ,Model Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri. Selama ini proses inkuiri siswa dalam pembelajaran Biologi belum pernah dilaksanakan secara sesungguhnya, sehingga terlihat siswa hanya mengikuti proses pembelajaran pada tatanan kelompok kooperatif dengan metode diskusi dan terkesan kurang antusias. Pembelajaran biologi terkesan lebih menekankan pada produk, sehingga siswa belum bisa membuat rumusan masalah dan kesimpulan dengan baik. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran yang menarik dan dapat melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri dapat melibatkan siswa secara aktif pada setiap tahap pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa melalui penerapan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri.    Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7E SMP Negeri 5 Malang tahun 2008/2009, berjumlah 35 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: (1) Perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi.    Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kemampuan kerja ilmiah siswa kelas 7E SMP Negeri 5 Malang dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri.    Ada temuan di samping penelitian tersebut: dalam kerja ilmiah perlu melatihkan ketrampilan psikomotor secara berulang-ulang. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyampaikan saran: (1) Pelaksanaan pembelajaran IPA berbasis inkuiri pada mata pelajaran Biologi dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa, sehingga diharapkan untuk menerapkan pembelajaran model IPA berbasis inkuiri dalam proses pembelajaran sebagai variasi dalam pembelajaran Biologi. (2) Penelitian ini terbatas pada pokok bahasan Keanekaragaman Mahluk Hidup, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri pada pelajaran biologi dengan pokok bahasan lain. (3) Guru yang tertarik menggunakan model pembelajaran IPA berbasis inkuiri sebaiknya melatihkan ketrampilan psikomotor dalam kerja ilmiah secara berulang-ulang.

Implementasi program Bank Sampah Malang (BSM) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang / Pandu Sukma Wijaya

 

Wijaya, Pandu Sukma. 2014. Implementasi Program Bank Sampah Malang (BSM) dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mit Witjaksono, M.S., Ed., (2) Agus Sumanto, S.E., M.SA Kata Kunci: Implementasi, Program Bank Sampah Malang (BSM), Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berdasarkan observasi awal, masyarakat Kelurahan Sukun masih kurang diberdayakan mengenai pengolahan sampah. Bank Sampah Malang (BSM) merupakan instansi yang terkait dengan pengelolaan sampah. Untuk menangani permasalahan sampah, BSM mengadakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mengikutsertakan masyarakat Kelurahan Sukun dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan oleh Bank Sampah Malang (BSM) di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, (2) mendeskripsikan dampak pelaksanaan program Bank Sampah Malang (BSM) dalam memberdayakan ekonomi masyarakat Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengarah pada metode penelitian secara deskriptif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan menggunakan metode yang ada.     Program pemberdayaan ekonomi masyarakat Bank Sampah Malang (BSM) terdapat empat jenis kegiatan: (1) pemilahan sampah, (2) pelatihan daur ulang, (3) pembuatan kompos dan biogas, (4) budidaya cacing. Implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan oleh Bank Sampah Malang (BSM) dimulai dengan sosialisasi. Setelah ada kerjasama, maka kedua belah pihak antara BSM dan kelompok binaan menentukan jenis pelatihan dan periode waktu pelatihan seperti seminggu sekali atau sebulan sekali sesuai dengan permintaan dengan kelompok binaan (sekolah, masyarakat, instansi).     Dampak pelaksanaan program Bank Sampah Malang (BSM) dalam memberdayakan ekonomi masyarakat Kelurahan Sukun yaitu adanya peningkatan pendapatan masyarakat Kelurahan Sukun melalui pengolahan daur ulang sampah. Selain itu, masyarakat Kelurahan Sukun semakin sadar akan kebersihan, kemajuan, dan semakin tinggi partisipasi terhadap kegiatan memberdayakan lingkungan. Pada Bank Sampah Malang (BSM) perlu dibentuk tim khusus yang bisa menangani sosialisasi dengan baik agar kinerja Sie Pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat lebih optimal. Masyarakat Kelurahan Sukun perlu berpartisipasi aktif dalam usaha menjaga lingkungan dan mampu memanfaatkan sampah yang dapat menjadi sumber penghasilan.

Pemanfaatan media kartu kata untuk meningkatkan keterampilan menulis kalimat tanya pada pembelajaran subtema Merawat Hewan di kelas II SDN Tlogomas 1 Malang / Eka Fitria Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Eka Fitria. 2016. Pemanfaatan Media Kartu Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Tanya pada Pembelajaran Subtema Merawat Hewan di Kelas II SDN Tlogomas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd Kata Kunci: media kartu kata, keterampilan menulis, kalimat tanya, Sekolah Dasar. Siswa kelas II SDN Tlogomas 1 Malang kesulitan dalam menyusun kalimat tanya dengan benar. Penyebab dari kesulitan siswa yaitu belum digunakannya media dalam pembelajaran dan langkah yang tepat untuk membantu penyampaian materi menulis kalimat tanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media kartu kata untuk meningkatkan keterampilan menulis kalimat tanya dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis kalimat tanya dengan media kartu kata pada tema 7 merawat hewan dan tumbuhan subtema 2 merawat hewan pada siswa kelas II SDN Tlogomas 1 Malang. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus mempunyai 4 tahapan sesuai dengan model penelitian Kemmis dan Mc Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) pemanfaatan media kartu kata oleh siswa kelas II mengalami peningkatan, yaitu dari siklus I jumlah kelompok yang berhasil mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 4 kelompok, kemudian pada siklus II jumlah kelompok yang berhasil mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 5 kelompok; (2) penggunaan media kartu kata terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat tanya siswa kelas II baik secara kelompok maupun individu. Hal ini dibuktikan dengan data yang didapatkan dari siklus I jumlah kelompok yang berhasil mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 4 kelompok, kemudian pada siklus II jumlah kelompok yang berhasil mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 5 kelompok. Keterampilan menulis kalimat tanya secara individu juga mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II dengan aspek yang dinilai antara lain pada penggunaan tanda baca, kata tanya, huruf kapital, pemisahan kata “di” dan “ke”, kata baku, susunan kata, dan ketepatan jawaban. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kata terbukti mampu meningkatkan keterampilan menyusun dan menulis kalimat tanya tema 7 merawat hewan dan tumbuhan subtema 2 merawat hewan pada siswa kelas II SDN Tlogomas 1 Malang. Peningkatan keterampilan menulis kalimat tanya tersebut berdasarkan adanya peningkatan keterampilan menulis kalimat tanya sejak pra tindakan, siklus I, hingga siklus II. Berdasarkan penelitian ini, disarankan bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan media kartu bagi siswa secara individu.

Perbedaan penyesuaian sosial anak TK Permata Bunda kelas A antara yang berlatar belakang play group dengan yang tidak berlatar belakang play group
oleh Nurul Wafak Ismawati

 

Setiapi ndividu dalam periodek ehidupannyas elalu dihadapkanp adat ugas-tugas perkembangany ang harus diselesaikannyaD. emikian puta pada masa kanak-kanak it"* narot menghadapit ugas-tugasp erkembangany ang harus diselesaikan"s alah satut ugas perkembangante rsebuta dalahm enyelesaikana spek-aspekp erkembangan sosialny4 yaitu perkembanganti ngkah laku anak dalam menyesuaikand iri dengan aturan-aturany ang berlaku di masyarakatd imana ia berada. Terkait {engan perkembangan sosial anak, maka pendidikan prasekolah akan memberikan kesempatan padaa nak untuk mengembangkanh ubungans osial, sehinggad iharapkana nak akan mampu untgk belajar melakukanp enyesuaiante rhadapl ingkungan.P ada umumnya panyesuaianso siala nak yang mengikuti pendidikanp rasekolahl ebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti pendidikan prasekolah (Hurlock,l97E). Terkait denganp endidikanp rasekolahj,e nis pendidikanp rasekolahm, isalnya;p lay group, taman kanak-kanak. Kedua jenis pendidikan prasekolah tersebut, pada hakekatnya mempunyai tujuan yang sama yaitu membantu menyiapkan anak-anak menyesuaikand iri pada perkembanganb erikutnya, hanyab e$eda pada tingkat usia dan kegiatanp embelajarannyaP. adap lay group siswa usia mereka3 4 th, jadi 1 th sebelumm asuk taman kanak-kanak dan kegiatan pembelajarannyale bih banyak pada kegiatan bermain. Sedangkan di taman kanak-kanak usia siswanya 4-5 th dan iegratan pembelajarans edikit banyakt en-katd engant ata tertfu. Berdasarkank eadaan tersebut sangat dimungkinkan anak-anak yang dari play group, bila melaqiutkan ke TK akan lebih baik dalam penyesuaian sosialnya dibandingkan dangan anak yang langsungm tsuk TKtanpa tebih dulu mengenytlmp endidikanp lay group.T K Permata Bunda merupakan taman kanak-kanak yang mempunyai siswa dari 2latat belakang pendidikan yaitu dari anak yang berlatar belakang play goup dan anak yang tidak berlatar belakang play group. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penyesuaian sosial anak TK PermataB unda kelas A yang berlatar belakang play group, (2) penyesuaians osial anak TK Permata Bunda kelas A yang tidak berlatar belakang play group dan (3)

Karakteristik penderes maro pada home industry kelapa di dusun Dayu desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / oleh Dedi Sasmito Utomo

 

Peningkatan motivasi dan prestasi belajar matematika melalui model pembelajaran team game tournament (TGT) pada siswa kelas IVA SDN Kasin Kota Malang / Paijan

 

Kata kunci: model pembelajaran Team Game Tournament (TGT), pembelajaran matematika SD Pembelajaran matematika di SD semestinya ditekankan pada proses penemuan konsep dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengalami, mencari, bekerja sama dengan kelompok, menemukan, sehingga dapat membangun pengetahuannya sendiri. Sementara itu yang terjadi di SD aktifitas pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa cenderung pasif. Untuk itu perlu adanya perubahan pembelajaran yang memberikan peluang kepada siswa untuk lebih aktif melalui permainan dan melakukan game bersama kelompok yang mereka pilih. Cara tersebut ditempuh dengan menerapakan pembelajaran Team Game Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan menggambarkan bahwa pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan subjek guru praktek PKM, guru kelas IVA sebagai guru mitra dan 39 orang siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan SDN Kasin Kecamatan Klojen Kota Malang. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dibantu dengan kamera digital. Penelitian dilakukan menggunakan dua siklus dengan fokus yang berbeda. Siklus pertama menitikberatkan pada penumbuhan motivasi belajar dan keberanian siswa menyelesaikan tugas di depan kelas. Siklus kedua pada peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Setiap siklusnya terdiri dari tahapan persiapan, kegiatan tindakan, observasi, dan diakhiri dengan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan pada pra tindakan, guru cenderung mendominasi aktivitas belajar dengan menerangkan materi. Sehingga siswa cepat jenuh dan kurang menangkap makna pelajaran hari itu. Dengan penerapan model Team Game Tournament (TGT), motivasi beajar siswa meningkat, aktivitas belajar lebih didominasi oleh siswa bukan lagi pada guru. Peningkatan dimulai dari siswa memiliki gairah belajar yang tinggi, penuh semangat, berdiskusi kelompok, mencatat kesimpulan pelajaran, dan peningkatan prestasi belajar. Peningkatan prestasi belajar sebanyak 10,26 poin yaitu pada siklus I nilai rata-rata kelas 80,00 menjadi 90,26 pada siklus II. Tingkat ketuntasan materi pelajaran pada siklus I sebesar 76,92% menjadi 97, 44% pada siklus II, sehingga ada peningkatan sebanyak 20, 52%. Guru dan siswa menyatakan senang dengan kegiatan game yang dilakukan. Guru termotivasi untuk menerapakan model Team Game Tournament (TGT) pada kompetensi dasar yang lain.

Pengembangan modul pembelajaran materi instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface dan command line interface pada mata pelajaran produktif TKJ kelas XI di SMK Negeri 3 Malang / Jefrian Oktavias Aditya Pramana

 

Pramana. Jefrian Oktavias Aditya. 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran Materi Instalasi Sistem Operasi Berbasis Graphical User Interface dan Command Line Interface Pada Mata Pelajaran Produktif TKJ Kelas XI di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Modul, KTSP, TKJ, SMK Secara konseptual KTSP dapat diakui sebagai salah satu sarana bagi penyelenggaraan proses belajar mengajar untuk memberikan dan memperluas wawasan siswa akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Penerapan KTSP di SMK Negeri Malang belum maksimal karena masih ada kendala yang dialami siswa dalam proses belajar. Adapun kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar, yaitu belum tersedia sumber belajar yang digunakan sebagai sumber informasi oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kendala tersebut yang membuat siswa hanya fokus terhadap informasi yang diberikan guru dan membuat siswa kurang aktif dalam mencari informasi. Dalam upaya mengatasi kendala tersebut perlu adanya peran guru untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik. Peran guru yang dimaksud adalah dalam pengembangan sumber belajar. Sumber belajar yang cocok dalam menangani keunikan masing-masing siswa dan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam kegiatan belajar adalah modul ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran pada materi Instalasi Sistem Operasi Berbasis GUI dan CLI pada Mata Pelajaran Produktif TKJ kelas XI. Modul ini layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan sebagai pegangan bagi guru maupun siswa sehingga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan meninggkatkan semangat belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) analisis kebutuhan; (2) perencanaan; (3) pengembangan; (4) validasi ahli; (5) revisi 1; (6) uji coba lapangan; (7) revisi akhir; dan (8) implementasi. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan siswa. Dari hasil validasi, modul mendapat persentase sebesar 85% dari ahli media dan mendapatkan persentase sebesar 89% dari ahli materi. Hasil uji coba lapangan, modul mendapatkan persentase sebesar 83% untuk validasi siswa satu lawan satu dan mendapatkan persentase 85% untuk validasi siswa perseorangan. Dari hasil yang didapat, disimpulkan bahwa modul pembelajaran pada materi instalasi sistem operasi berbasis Graphical User Interface dan Command Line Interface dinyatakan valid.

Analisis thermogravimetric dekomposisi pembakaran campuran mikroalga laut spirulina platensis dengan tongkol jagung / Za'im Zarkasi

 

ABSTRAK Zarkasi, Za’im. 2016.Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Campuran Mikroalga Laut Spirulina platensis denganTongkol jagung.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T.(II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata kunci: Mikroalga Spirulina Platensis, Tongkol jagung, Physical Properties, Chemical Properties, Dekomposisi Pembakaran. Penggunaanbahan bakar fosil menghadapi masalah saat ini, dimana pembakaran dari bahan bakar fosil mengakibatkan banyaknya polusi udara. Selain hal tersebut, bahan bakar fosil juga sangat lama dalam proses memperbaruinya. Perlu adanya penggantian bahan bakar fosil padat yang umum digunakan yaitu batu bara yang dengan bahan bakar biomassa dari tumbuh-tumbuhan. Biomassa yang berpotensi pengganti bahan bakar fosil adalah mikroalga Spirulina paltensis dan tongkol jagung. Hal tersebutdisebab luas dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, selain itu lahan pertanian di Indonesia juga melimpah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan datasebagai acuan untuk merancang sebuah dapur pembakaran,sehingga dapat diketahui jumlah pasokan oksigen untuk dapur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental eksploratif yang bertujuan untuk menggali temuan baru berupa teori dari suatu penelitian. Hasil physical properties mikroalga Spirulina platensis memiliki kandungan moisture 7,88%, volatile matter 74,76%, fix carbon 8,75%, ash 8,61%, dan nilai kalor sebesar 16,57 MJ/kg. Hasil physical properties tongkol jagung memiliki kandungan moisture 7,44%, volatile matter 73,13%, fix carbon 10,59%, ash 8,54%, dan nilai kalor sebesar 17,24 MJ/kg. Hasil Chemical properties menunjukkan data komposisi kimia dari Spirulina platensis yang didominasi unsur C sebesar 43,55 + 3,5 wt% dan unsur O sebesar 22,86+4,35 wt%. Hasil Chemical propertiestongkol jagung didominasi unsur C sebesar 62,48+1,62 wt% dan unsur O sebesar 30,16+3,64 wt%. Pengujian Differential Thermal Analysis (DTA)dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina platensis dan tongkol jagung menghasilkan empat tahapan dekomposisi yaitu: a) pelepasan moisture, b) pelepasanvolatile, c) pelepasan arang, dan d) abu sebagai sisa pembakaran.

Hubungan antara inteligensi dan pemahaman diri dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
oleh Wiwin Esti Cahyani

 

Masalayha ngd ibahads alamp enelitianin i adalahg ambarakne adaa(n | ) Inteligens(2i,) Pernahamadnir i, (3) PrestasAi kademis(,4 ) Hubungana ntara Inteligendsai nP emahamaDni ri, (5) Hubungaann taraIn teligensdi anP restasi Akademik(6, ) Hubungaann taraP emahamaDnj ri danP restasAi kademik(, 7) Hubungaa:ln taraIn teligensdi anP emahamaDn iri denganP restasAi kademik MahasiswFaI PU M angkatanta hun1997l1998. Subjekp enelitianin i adalahs emuan iahasiswFaI PU M angkatatna hun 19971199M8e. todey angd igunakamn etoded eskriptikf orelasionaAl.d apunt eknik yangd igunakanu ntukm enjaringd ataa dalahs tudid okumentasi. Datap enelitianb erupah asilt esI nteligensih, asilI nventoryP emahamaDn iri, PrestaAsik ademiks emesteI,r II, III, IV mahasiswFat Pt IM tahun1 99711998. Dari analisisd atad iperolehh asils ebagabi erikut;P ertamac, uliup banyak mahasiswyaa ngm em punyaIi nteligenspi adat ingkat fttarata. Kedua,b anyaks ekali mahasiswyaa ngm empunyatri ngkatP emahamaDn iri cukup.K etiga,b anyaks ekali mahasiswyaa ngm empunyaPi restasAi kademikp adat ingkatp restasbi aik.K eempat, terdapaht ubungany angs ignifikana ntaral nteligensdi anP emahamaDn iri terbukti diperolehha sily aitur hitung0 ,349> r tabel0 ,230.K elima,t erdapaht ubungayna ng sigrifikana ntaraI nteligensdi anP restasAi kademikt erbuki diperolehh asily aitu r hitung0 ,31I > r tabel,230K. eenamt,e rdapaht ubungayna ngs ignifikana ntara PemahamaDni ri denganP restasAi kademikt erbuktid iperolehh asily aitu r hitung 0,259> r tabel0 ,230K. etujuh,s ecarab ersama-samkeat igav ariabesl etelahd ianalisis denganc arar egresgi andad iketahupi ula hubungany angs ignifikany aitu F hitung 9,315> F tabel3 ,07.S umbangaenf ektifvariabelI nteligenstie rhadapP restasi Akademiks ebesa7r, 824%s edangkaunn tukv ariabePl emahamaDni ri sumbangan efektifs ebesa4r, 6280/toe rhadapp restasai kademi

Ekstraksi asam anakardat dari minyak kulit biji mete (cashew nut shell liquid) / oleh Doddy Prasetya Hadinata

 

Ogan transformations and some syntactical problems in the teaching of English to speakers of Ogan / Mohammad Rasjid Mulkan

 

Peningkatan motivasi dan keaktifan belajar melalui penerapan model pakem pada siswa kelas IV SDN Gading Kasri Kota Malang / Muyoto

 

Pembelajaran PAKEM adalah proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran PAKEM dirancang agar mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreatifitas sehingga proses pembelajaran efektif dalam suasana yang menyenanglan. Berdasarkan observasi di SDN Gading Kasri Kota Malang menunjukan bahwa hasil belajar anak pada mata pelajaran IPA sangat rendah, dimana masih banyak siswa yang nilainya dibawah SKBM perorangan maupun kelompok yang sudah ditentukan dalam kurikulum sekolah sebesar 65% untuk SKBM perorangan dan 85% untuk SKBM kelompok. Disamping itu minat dan aktifitas siswa dalam pembelajaran sangat rendah sekali. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerapan model PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Dalam penenlitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan instrument penelitian menggunakan lembar pengamatan dan soal test. Sedangkan data yang di deskripsikan meliputi data hasil pengamatan dan data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pertemuan silklus I dan siklus II dengan subjek siswa kelas V SDN Gading Kasri Kota Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran PAKEM, keaktifan siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi mengalami peningkatan dengan kriteria yang semula sedangh menjadi sangat baik. Sedangkan hasil belajar sisa juga mengalami peningkatan dimana pada pra tindakan hasil belajar siswa hanya ada 35% siswa yang tuntas belajarnya, kemudian setelah penerapan pembelajaran PAKEM menunjukan kenaikan yaiti pada siklus I mencapai 77% dan pada siklus II mencapai 90%. Hal ini menunjukkan jumlah siswa yang belum tuntas belajarnya semakin berkurang. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan minat dan aktifitas belajar siswa serta hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Gading Kasri Kota Malang.

Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa jaluir PMDK, SPMB dan seleksi sendiri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Imroatul Islamiyah

 

Penerapan pendekatan daur belajar )Learning cycle) untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Suberjo Kulon II Ngunut Tulungagung / Nina Sayyidah

 

ABSTRAK Sayyidah, Nina. 2009. Penerapan Pendekatan Daur Belajar (Learning Cycle) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III di SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wasih D.S., M.Pd., (II) Dra. Lilik Bintartik, M. Pd. Kata kunci: pendekatan, daur belajar, hasil belajar. Hasil diskusi dengan guru kelas III dan observasi pendahuluan sebelum melaksanakan penelitian ini memberi informasi bahwa hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung kurang dari rata-rata karena metode pembelajaran yang digunakan guru masih monoton. Guru menggunakan metode yang kurang bervariasi dalam pembelajaran. Dalam pendidikan IPA diharapkan proses pembelajarannya lebih menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung agar kompetensi siswa dapat berkembang dan dapat memahami alam sekitar secara ilmiah. Karena itu diperlukan perubahan pembelajaran dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Penerapan Pendekatan Daur Belajar (Learning Cycle) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III di SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran daur belajar 5 fase. Dengan pendekatan ini, siswa akan dapat mengurangi ketergantungannya kepada guru dalam mendapatkan pengalaman belajarnya dan melatih siswa menggali serta memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya. Rumusan masalah dalam PTK ini adalah bagaimanakah penerapan pendekatan daur belajar (learning cycle) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan daur belajar (learning cycle) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, angket dan tes. Sasaran penelitian adalah siswa kelas III SDN Sumberjo Kulon II Ngunut Tulungagung dengan jumlah siswa 25 anak. Tiga macam data temuan penelitian ini adalah (1) hasil belajar IPA, (2) hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, dan PKn yang diintegrasikan dalam pembelajaran tematik, dan (3) data proses belajar siswa dengan pendekatan daur belajar (learning cycle). Rata-rata hasil belajar IPA pada tahap pra tindakan yaitu 48,00 sedangkan hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 76,16. Rata-rata hasil belajar IPA pada siklus 1 yaitu 70,40 sedangkan hasil belajar IPS yaitu 76,84. Rata-rata hasil belajar IPA pada siklus 2 yaitu 85,20 sedangkan hasil belajar PKn yaitu 87,20. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendekatan daur belajar (learning cycle) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sumberjo Kulon II dan disarankan kepada guru untuk menerapkan pendekatan daur belajar (learning cycle) di kelas yang lain atau pada mata pelajaran yang lain dan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Analisis strategi diferensiasi dan aliansi untuk menciptakan keunggulan bersaing dalam menghadapi pasar global (studi pada usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company di Kota Malang / Yoan Santosa Putra

 

ABSTRAK Putra, Yoan Santosa, 2016. Analisis Strategi Diferensiasi Dan Strategi Aliansi Untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing Dalam Menghadapi Pasar Global (Studi Pada Usaha Konveksi Never Get Old Company di Kota Malang). Tesis Jurusan Manajemen, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, (II) Dr. H. Suharto, M.Pd,. M.M Kata kunci: analisis SWOT, diferensiasi, aliansi, keunggulan bersaing. Never Get Old Company adalah salah satu merek pakaian berbahan jeans yang berada di kota Malang berdiri pada tahun 2011, yang dapat dikatakan sebagai usaha konveksi pakaian skala kecil karena proses produksinya dilakukan dirumah dan belum memiliki toko atau outlet sendiri. Dalam menjalankan usahanya, usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company menerapkan strategi diferensiasi dan strategi aliansi yang dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui apakah strategi diferensiasi dan strategi aliansi dapat menjadi media untuk menciptakan keunggulan bersaing dalam menghadapi pasar global. Dalam penelitian ini akan dipaparkan penjelasan mengenai analisis SWOT terhadap strategi diferensiasi dan strategi aliansi pada usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan strategi diferensiasi dan strategi aliansi dengan menggunakan analisis SWOT untuk menciptakan keunggulan bersaing dalam menghadapi pasar global pada usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk kedalam jenis penelitian studi kasus, subyek pada penelitian ini adalah pemilik dari usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah hasil dari wawancara dan observasi yang berasal dari pemilik dan karyawan usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company. Demi keabsahan data temuan digunakan teknik triangulasi yang berupa sumber data. Terdapat tiga tahapan dalam menganalisis data yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data atau verifikasi. Hasil temuan menggunakan analisis SWOT adalah nilai IFAS sebesar 1.85 dan nilai EFAS sebesar 1.95 dimana pada diagram SWOT letak dari kedua nilai tersebut berada pada kuadran I yaitu mendukung strategi agresif dimana usaha ini memiliki kekuatan dan peluang sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang dapat digunakan adalah strategi SO. Dikarenakan diferensiasi menjadi kekuatan dari usaha ini sedangkan aliansi menjadi peluang pada usaha ini. Hasil wawancara dengan informan kunci diperoleh juga jawaban bahwa usaha ini sudah menerapkan diferensiasi dan aliansi. Dengan demikian analisis SWOT pada strategi diferensiasi dan aliansi tersebut tepat menjadi media untuk menciptakan keunggulan bersaing pada usaha konveksi jeans merek Never Get Old Company dalam menghadapi pasar global.

Using numbered heads together to improve the reading ability of the eight graders of MTs Al-Amin Mojokerto / Shofwan Hadi

 

Keywords: Numbered Heads Together, reading, Classroom Action Research Many junior-high-students find reading hard to master. Based on a preliminary study in MTs Al-Amin Mojokerto, it was identified that eighth graders found it hard to comprehend texts, especially narrative texts. As the result, they had difficulty in answering questions following reading texts. To solve this problem, the researcher proposed Numbered Heads Together (NHT) to be implemented in reading class because many researchers have proven that this technique can effectively help the students comprehend the materials and actively participate in class activities. This study is aimed at helping the eighth graders of MTs Al-amin Mojokerto to improve their reading ability by using Numbered Heads Together in learning reading. This study was classroom action research (CAR). The instruments used to collect the data were reading test (pre-test and post-test), interview guide, field notes, observation checklist and questionnaires. The criteria of success of this CAR was that if more than 80% of the students achieve score equal to or above 70 (Minimum degree of achievement) and more than 80% gave positive responses toward the implementation of NHT. The basic procedure of Numbered Heads Together is as follows. First, students number off within the team. Second, the teacher asks them some questions. Third, students put their heads together or discussed the questions to make sure that everyone on the team knows the answer. Finally, the teacher calls a number at random, and students with that number raise their hands to be called upon to answer the question and earn points for their teams. This study was conducted to the eighth graders of MTs Al-Amin in academic year 2010-2011. The subjects were one class of the grade eight, VIII-B. The class consisted of 25 students. All of them are boys. The finding shows that the students achieved better score after the implementation of NHT technique in reading class. In preliminary study (pre-test), ten (40%) out of 25 students got score below 70, the minimum degree of achievement (Standar Ketercapaian Minimum/SKM). In post test, only one student (4%) out of 25 students achieved score below 70. Besides, in preliminary study, only three out of 25 students were active or gave positive responses toward the teaching reading activities, while in Cycle 1, 20 students were active and 24 (96%) students gave positive response toward the implementation of NHT in reading class. They were interested, motivated, confident, and cooperative with their classmates. In conclusion, the finding of the research shows that the NHT can help the students improve their reading ability and their attitude. Thus the writer suggests that NHT be used in teaching and learning reading in junior high schools.

Perancangan media komunikasi visual PT. Tiga Dimensi Solusi Indonesia sebagai sarana pemasaran / oleh Agung Sucahyo

 

Kontruibusi pengalaman prakerin, wawasan duniua kerja dan kompetensi kejuruan melalui employability skill serta dampaknya terhadap kesiapan kerja lulusan SMK Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Probolinggo / Ega Putriatama

 

ABSTRAK Putriatama, Ega.2016, KontribusiPengalamanPrakerin, WawasanDuniaKerjadanKompetensiKejuruanMelaluiEmployability Skill Serta DampaknyaterhadapKesiapanKerjaLulusan SMK KompetensiKeahlianTeknikKomputerdanJaringan di ProbolinggoTesis. JurusanPendidikanKejuruan, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.Ir.SyaadPatmanthara,M.Pd.. (II) Dr. R.M. Sugandi.S.T,M.T Kata Kunci: pengalaman prakerin, wawasan dunia kerja, kompetensi kejuruan , employability skill, kesiapan kerja. SMK merupakanpendidikan formal yang secarakhususmenyiapkansiswa yang produktif yang mampubekerjapadabidangkeahliantertentu, namunpadapenyelenggaraanyamasihadabeberapapermasalahan yang akanberdampakpadakesiapankerjalulusan SMK. Beberapapermasalahantersebutdiantaranyaterkaitpengalamanprakerinsiswa, wawasanduniakerjadankompetensikejuruan.Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuikontribusipengalamanprakerin(X_1), wawasanduniakerja (X_2), kompetensi kejuruan (X_3)terhadapemployability skill (X_4) serta dampaknya padakesiapankerja (Y).Pemahamanakanvaraibel yang mempengaruhikesiapankerjaakanbermanfaatbagi guru untukmeningkatkanpembelajaransecaraefektif, dansiswadapatmengembangkansikap professional dalambidangkeahlian yang diminatinyasehinggadapatbersaing di DU/DI. Jenispenelitianinitermasukdalamjenispenelitiankuantitatif, adapunteknikanalisis yang digunakandalampenelitianiniadalahanalisisjalur(path analysis)dengan model trimming.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhsiswa SMK Kota danKabupatenProbolinggokelas XII TKJ tahunajaran 2015-2016.Sampelpenelitianditentukanmenggunakanteknikproportional random samplingdenganjumlah 210 siswa.Pengumpulan data penelitianuntukvariabel X1, X2, X4 dan Y adalahangketdanuntukvariabel X3adalahdokumentasinilai. Hasil dankesimpulanpenelitianmenunjukkanbahwaseluruhkoefisienjalursignifikansehinggahipotesis (Ha) dinyatakanditerima, denganuraiansebagaiberikut:(1) pengalaman prakerin, wawasan dunia kerja, kompetensi kejuruan, employability skill dan kesiapan kerja siswa SMK di Kota dan Kabupaten Probolinggo berada dalam katergori baik; (2) terdapatpengaruh yang signifikandanpositifantarapengalamanprakerin, wawasanduniakerjadankompetensikejuruanterhadapemployability skill; dan(3) terdapatpengaruh yang signifikanantarapengalamanprakerin, wawasanduniakerjadankompetensikejuruanterhadapkesiapankerjamelaluiemployability skill.

Pengembangan bahan ajar mata pelajaran perawatan sepeda motor berbasis tabloid otomotif pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Wonomerto / Kurniawan Agus Syufianto

 

Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar,Perawatan Sepeda Motor , Berbasis Tabloid Otomotif. Pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar cetak jenis Handout berdasarkan referensi tabloid otomotif dengan mata pelajaran “Perawatan Sepeda Motor” yang materi pembelajaranya disesuaikan dengan kompetensi dasar pada silabus. Handout yang dikembangkan nantinya akan dijadikan salah satu sumber bahan ajar di SMK Negeri 1 Wonomerto guna menciptakan kreativitas belajar mandiri siswa sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan Dick & Carey (1987). Pengembangan model Dick & Carey adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi ; 1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, 2) analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik peserta didik, 4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, 5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, 8) merancang dan melakukan penilaian formatif, 9) merevisi materi pembelajaran, 10) merancang dan melakukan penilaian sumatif. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 2 tahap, yaitu tahap uji ahli dan uji kelompok kecil. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriftif kualitatif dalam bentuk persentase. Hasil pengembangan bahan ajar ini menghasilkan bahan ajar cetak jenis handout yang materi pembelajaranya disesuaikan dengan kompetensi dasar pada silabus. Produk bahan ajar di uji coba melalui dua tahap yaitu : 1) uji coba ahli yang meliputi ahli bidang studi dan ahli pembelajaran, 2) uji coba kelompok kecil. Hasil penilai/tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk bahan ajar. Hasil uji coba pada tahap ahli bidang studi memperoleh skor total 83% dengan kreteria valid, sedangkan dari ahli pembelajaran memperoleh skor 83% dengan kreteria valid. Kemudian tahap uji coba kelompok kecil memperoleh skor total 86% dengan kreteria sangat valid, sehingga dari uji coba yang dilakukan handout layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Negeri 1 Wonomerto. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan bahan ajar yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu 1) bahan ajar dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa, 2) bahan ajar disesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifat fakta, konsep dan procedural, 3) vi model pengembangan yang disesuaikan adalah Dick & Carey (1987) yang sistematis dan sesuai untuk merancang pembelajaran lebih terarah Sedangkan kelemahan bahan ajar ini adalah disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan siswa di SMK Negeri 1 Wonomerto pada kompetensi perawatan sepeda motor, sehingga bila bahan ajar digunakan secara luas perlu menyempurnakan atau revisi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna yang luas.

Perilaku seksual menurut pandangan anak jalanan : stuid kasus rumah singgah Flamboyan Kota Malang / oleh Ika Nanda Heryani

 

Perkembangan struktur wacana tulis argumentatif siswa sekolah dasar Lab. STKIP Singaraja / oleh Sang Ayu Putu Sriasih

 

Kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran IPA kelas V semester II di SDN Pasrepan I Kec. Pasrepan Kab. Pasuruan / oleh Dwi Sujianto

 

Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa (studi kasus siswa kelas X SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek pada mata pembelajaran ekonomi tahun ajaran 2015/2016) / Hindun Wahdah

 

ABSTRAK Wahdah, Hindun. 2016. Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek Pada Mata Pelajaran Ekonomi). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas, Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Drs. Mardono, Msi. Kata Kunci: Upaya, kesulitan belajar Pada dasarnya siswa merupakan unsur terpenting dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Setiap siswa berhak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas guna menumbuhkembangkan potensi dalam dirinya. Namun dalam kenyataanya masing sering dijumpai kegiatan pembelajaran di sekolah yang belum mampu memberikan pencapaian yang optimal terhadap hasil belajar siswa. Beragam ancaman, hambatan, serta gangguan masih sering dialami oleh siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Beragam ancaman, hambatan, serta gangguan yang terjadi dalam proses belajar biasa disebut sebagai kesulitan belajar. Munculnya masalah kesulitan belajar memang sangat perlu dilakukan perlakuan (treatmen) untuk mengatasinya. Pasalnya jika masalah tersebut dibiarkan berlanjut maka akan berdampak pada kegiatan belajar yang sia-sia. Masalah kesulitan belajar memiliki beberapa jenis yang membedakannya satu sama lain. Selain itu adanya masalah kesulitan belajar tidak muncul dengan sendirinya, namun pasti dipengaruhi olehfaktor internal dan eksternal. Berdasarkan observasi awal, ditemukan kondisi siswa yang tidak belajar secara optimal. Banyak diantara mereka yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Mereka terlihat mengantuk, bermain sendiri, bahkan mengobrol dengan teman. Kondisi ini juga terlihat saat guru melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi. Terlihat siswa tidak begitu memperhatikan instruksi dari guru. Dalam proses diskusinya pun hanya beberapa siswa yang ikut terlibat di dalamnya. Bahkan ada juga kelompok yang anggotanya malah asik bermain ponsel saat kegiatan pengerjaan tugas yang diberikan oleh guru. selain itu peneliti juga menemukan informasi bahwa materi permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan merupakan materi yang banyak menimbulkan kesulitan belajar siswa, karena pembahasaanya yang banyak berkaitan dengan rumus dan kurva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X, serta upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif yang meliputi langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian hasil, serta penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini diketahui bahwa jenis kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X meliputi learning disorder, learning disability, dan slow learner. Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi meliputi kesehatan, intelegensi, bakat, minat, motivasi, kebiasaan dan kesiapan belajar, pola asuh, suasana rumah, metode mengajar guru, media massa, kondisi teman. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dengan menggunakan langkah pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatmen, serta evaluasi jika diperlukan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |