Peranan koperasi kopra dalam pembangunan didaerah Purworedjo / oleh Marjoto

 

Stdi tentang ketrampilan pembukuan siswa Jurusan Tata Buku di Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) Negeri Pembina Malang / oleh Muchini Marlikan

 

Kinerja aparatur pemerintah desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri tahun 2014 / Ayok Fatnuriawan

 

Fatnuriawan, Ayok. 2014. Kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2014. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Moch. Yuhdi Batubara, S.H, M.H, (II) Nuruddin Hady, S.H. M.H. Kata Kunci: Kinerja, Aparatur Pemerintah Desa, Pelayanan Publik.      Aparatur Pemerintah Desa merupakan penyelenggara pemerintahan di desa yang memiliki tugas-tugas pokok. Salah satu tugas pokok Aparatur Pemerintah Desa adalah memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Pada prinsipnya setiap pelayanan yang diberikan oleh instansi pemerintahan senantiasa harus selalu ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan keinginan masyarakatnya, akan tetapi kenyataan tidak demikian. untuk memperbaiki mutu pelayanan publik salah satu caranya adalah membenahi apa yang menjadi keluhan dari masyarakat. Banyak dari individu-individu dalam organisasi pemerintah yang salah menafsirkan dimana keluhan dari masyarakat terhadap mutu pelayanan yang diberikan adalah suatu peluang untuk memperbaiki keadaan dari yang kurang sempurna menjadi sempurna. Masyarakat yang merupakan pelanggan dari pelayanan publik, juga memiliki kebutuhan dan harapan pada kinerja penyelenggara pelayanan publik yang professional, sehingga yang sekarang menjadi tugas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah bagaimana memberikan pelayanan publik yang mampu memuaskan masyarakat. karena kualitas layanan publik menjadi kepentingan banyak orang dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat dari semua kalangan. Tuntutan adanya pelayanan yang berkualitas disetiap daerah, mendorong peneliti untuk melihat langsung bagaimana kinerja Aparatur Pemerintah desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik yang ada di desa Puhjarak kecamatan Plemahan kabupaten Kediri.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang meliputi: Tugas dan fungsi pokok aparatur pemerintah desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri; Parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja aparatur pemerintah desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri; permasalahan kinerja yang dihadapi aparatur pemerintah desa; serta upaya mengatasi permasalahan kinerja yang di hadapi aparatur pemerintah desa dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Lokasi penelitian di desa Puhjarak kecamatan Plemahan kabupaten Kediri. Sumber data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan telaah dokumentasi. Dalam kegiatan analisis dimulai dari tahap reduksi data kemudian penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh empat kesimpulan, hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Tugas pokok Aparatur Pemerintah Desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di desa puhjarak (1) menyediakan pelayanan publik untuk masyarakat dengan mencangkup empat prinsip (pelayanan prima) yaitu: cepat, tepat, akurat, dan berkualitas; (2) melengkapi fasilitas yang ada. (3) kedisiplinan aparat dengan membuat daftar hadir. (4) menciptakan kedekatan dan kemudahan untuk berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan fungsi pokok Aparatur pemerintah Desa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik adalah melayani, membimbing, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.     Kedua, Parameter untuk mengukur kinerja aparatur pemerintah desa dalam meningkatkan mutu pelayanan publik yaitu : (1) melihat perspektif pemberi layanan yaitu aparat pemerintah desa dan (2) melihat dari perspektif pengguna jasa yaitu masyarakat.     Ketiga, permasalahan kinerja yang dihadapi Aparatur Pemerintah Desa dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Puhjarak, dapat dibagi menjadi dua yaitu masalah yang timbul dari internal aparatur pemerintah desa yaitu: pengelolaan potensi desa masih belum optimal; penyusunan kebijakan desa belum mencerminkan tahapan dari proses penyusunan peraturan desa; pembuatan proposal pembangunan belum sempurna; sarana dan prasarana yang masih kurang. Sedangkan untuk masalah yang timbul dari eksternal yaitu dari masyarakat desa Puhjarak adalah sulitnya mengakomodir kepentingan masyarakat yang sangat majemuk; pembengkakan anggaran dana desa; dan sulitnya dalam mengatur pembagian bantuan - bantuan dari pemerintah seperti sembako, jamkesmas serta jamkesda.     Keempat, Upaya mengatasi permasalahan kinerja yang dihadapi aparatur pemerintah desa antara lain: (1) dengan cara melaksanakan kebutuhan yang lebih penting dahulu sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi satu persatu. (2) dengan meminjam anggaran lain terlebih dahulu dan nanti untuk realisasi program kerja desa dilihat dulu yang sekiranya penting didahulukan. (3) dengan cara menggali dan mengembangkan potensi sumber pendapatan asli desa dan dalam membuat kebijakan APBDes lebih diminimkan lagi agar terjadi keseimbangan. (4) meminta bantuan Kepala Dusun untuk mendata anggotanya yang benar-benar memerlukan bantuan dari pemerintah, baik sembako maupun pelayanan kesehatan seperti jamkesmas dan jamkesda karena Kepala Dusun lebih paham kondisi anggotanya.(5) dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan meminta pendapat aparat pemerintah desa serta tokoh masyarakat dan dengan merumuskan wewenang yang jelas antara lembaga dengan kebijakan desa. (6) Mengikuti pelatihan pembuatan proposal yang diadakan oleh pemerintah Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten dan biasanya juga desa mengadakan study banding ke daerah lain. (7) telah diupayakan untuk dilengkapi lagi agar lebih optimal dan memadai dalam pelaksanaan pelayanan.

Hubungan antara prestasi belajar siswa di SD dengan prestasi belajar di SMP / Marsudi

 

Peranan dan sumbangan pendapatan pelabuhan perikanan Prigi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Trenggalek / Riska Primawardani

 

Primawardani, Riska. 2014. Peranan dan Sumbangan Pendapatan Pelabuhan Perikanan Prigi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Wilayah Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (2) Drs. Mustofa, M.Pd Kata kunci : Pelabuhan Perikanan, Pendapatan Asli Daerah Pembangunan sarana dan prasarana di suatu wilayah, bertujuan untuk meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam RPJMD Kabupaten Trenggalek, pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di wilayah tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan berbagai program yang direncanakan, yakni, dengan adanya pembangunan PPN Prigi di Kabupaten Trenggalek. Keberhasilan itu dapat dinyatakan dengan keberhasilan pemenuhan target yang direncanakan,. Maka dari itu keberadaan PPN sangat penting dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar sumbangan yang diberikan untuk pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tabulasi tunggal. Data yang diperoleh ini merupakan data sekunder yang perlu diolah atau dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan Peranan pelabuhan perikanan Prigi adalah sebagai tempat berlabuhnya berbagai jenis kapal dengan pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 4,2% dan tempat berbagai jenis alat tangkap pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 15,5% , pendaratan hasil produksi tangkap pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 71%, penyerapan tenaga kerja pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 10,8%, pusat menyumbang perikanan Trenggalek pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 95%, menambah penghasilan masyarakat pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 25 %, dan menyumbang PAD pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 61%. Sumbangan Retribusi perikanan Prigi terhadap PAD Kabupaten Trenggalek sebesar 2,2 % per tahun, gagal memenuhi target yang direncanakan yakni sebesar 5% per tahunnya. Hasil penelitian menunjukkan rencana strategis KSP gagal mencapai sasaran. Untuk itu perlu diakan sosialisasi dan penyuluhan untuk mengoptimalkan produktifitas nelayan, peningkatan permodalan dan penambahan jumlah investor, mengingat nelayan di PPN Prigi sangat membutuhkan modal.

Usaha meningkatkan mutu jurusan Tata Buku pada SMEA Negeri Malang dalam mencapai persyaratan kerja / oleh Soewondo Martapi

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi remitensi Tenaga Kerja wanita (TKW) ke daerah asal di kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / Devrat Satriya Wibangga

 

Korelasi antara nilai rapor dengan nilai ujian akhir siswa dalam mata pelajaran dasar kejurun SMEA Negeri Pembina Malang / Adam Martinus

 

Hubungan antara sikap terhadap profesi guru dan prestasi belajar dalam kampus dengan kemampuan mengajar mahasiswa PPL IKIP Malang
Martono

 

Penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan motivasi belajar geografi dan pemahaman konsep pada materi pemanfaatan lingkungan hidup siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Kesamben Blitar / Endang Sari Ningsih

 

Some possible learning problems attributable to preception of redundancy as encountered by Indonesian students learning English
Sukesti Martono

 

Penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar geografi pada materi pemanfaatan lingkungan hidup siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Kesambven Blitar / Aprilia Suwandini

 

Analisis tes sumatif bidang studi bahasa Indonesia kelas III semester I SPG Negeri Tulungagung tahun 1985-1986
Martutik

 

Analisis Tes Sumatif Bidang Studi Pahasa lndonesia Kelas III SPG Negeri 'I'ulungagung rnerupakan penelitian tentang tes yang berkaitan dengan kualitas tes bidang studi bahasa Indonesia. Penelitian ini secara operasional meneliti masalah (1) tingkat kesukaran tes, (2) tingkat diskriminasi tes, (3) tingkat reabilitas tes, (4) tingkat validitas kurikuler. Sesuai dengan masalahnya, tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran yang objektif tentang tingkat kesukaran

Faktor-faktor internal tenaga kerja yang berpengaruh terhadap produktivitas pekerjaan pasangan bata merah dan plesteran dinding pada proyek pembangunan perumahan Ijen Nirwana Residence / Intan Yuylia Rahmawati

 

Faktor-Faktor Internal Tenaga Kerja yang Berpengaruh terhadap Produktivitas Pekerjaan Pasangan Bata Merah dan Plesteran Dinding pada Proyek Pembangunan Perumahan Ijen Nirwana Residence. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T., (II) Dr. H. Tri Kuncoro, S.T., M.Pd. Kata Kunci: Faktor Internal, Produktivitas, Perumahan.    Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam suatu pekerjaan, termasuk dalam pekerjaan kontruksi. Faktor internal adalah faktor dari dalam diri tenaga kerja itu sendiri, antara lain: pendidikan dan pelatihan, pengalaman, disiplin, ketrampilan, dan motivasi. Oleh karena itu dalam menganalisa produktivitas tenaga kerja faktor internal tersebut harus dipertimbangkan karena dapat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja.     Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja untuk pasangan bata merah dan plesteran dinding dan faktor internal yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja untuk pasangan bata merah dan plesteran dinding pada proyek Pembangunan Perumahan Ijen Nirwana Residence.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitis, dengan desain studi kasus, yaitu mendeskripsikan faktor internal tenaga kerja dan produktivitasnya untuk pasangan bata merah dan plesteran serta menganalisis pengaruh faktor internal terhadap produktivitas, dengan mengambil lokasi penelitian pada proyek Pembangunan Perumahan Ijen Nirwana Residence.     Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi ganda dengan bantuan program Package for Social Science (SPSS) 17 for Windows dan tabulasi data yang dibantu oleh program Microsoft Office Excel.     Produktifitas pasangan bata merah rata-rata 9,37 m2 /hari. Analisis regresi ganda pada pasangan bata merah menghasilkan koefisien-koefisien, antara lain: (1) pendidikan dan pelatihan tenaga kerja sebesar 1,047; (2) pengalaman tenaga kerja sebesar 0,091; (3) ketrampilan tenaga kerja sebesar 0,104; (4) disiplin tenaga kerja sebesar 0,096; (5) motivasi tenaga kerja sebesar -0,091. Berdasarkan analisis tersebut faktor internal yang paling signifikan adalah faktor pendidikan dan pelatihan tenaga kerja dengan koefisien sebesar 1,047, dan faktor internal yang tidak signifikan adalah faktor motivasi tenaga kerja dengan koefisien sebesar - 0,091.     Produktifitas plesteran dinding rata-rata 12,167 m2 /hari. Analisis regresi ganda pada plesteran dinding menghasilkan koefisien-koefisien, antara lain: (1) pendidikan dan pelatihan tenaga kerja sebesar 0,477; (2) pengalaman tenaga kerja sebesar 1,338; (3) ketrampilan tenaga kerja sebesar 0,745; (4) disiplin tenaga kerja sebesar 0,640; (5) motivasi tenaga kerja sebesar 0,293. Berdasarkan analisis tersebut faktor internal yang paling signifikan adalah faktor pengalaman tenaga kerja dengan koefisien sebesar 1,338, dan faktor internal yang tidak signifikan adalah faktor motivasi tenaga kerja dengan koefisien sebesar 0,293.

Pemakaian kata (istilah) asing dalam paper
Mahasiswa program S -1 angkatan 1980 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Malang
Maryaeni

 

Evaluasi program praktik pengalaman lapangan keguruan mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang pada SMK di Malang / Dian Wahyu Masruri

 

Masruri, Dian Wahyu. 2014. Evaluasi Program Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pada SMK di Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Wahyo Hendarto Yoh., M.T. (II) Drs. H. Hadi Wasito, Dip. Ed., M.Pd. Kata kunci: Evaluasi, Praktik Pengalaman Lapangan, Model CIPP Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan manusia sebab pendidikan sudah menjadi suatu kebutuhan untuk mendukung manusia mencapai keberhasilan dalam hidup. Indikator yang menunjang kualitas pendidikan salah satunya adalah kualitas tenaga pendidik. Univesitas Negeri Malang sebagai salah satu lembaga pencetak tenaga kependidikan (LPTK) menyelenggarakan mata kuliah praktik pengalaman lapangan (PPL) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa calon guru. Sebelum menerjunkan calon guru sebagai tenaga pendidik, Universitas Negeri malang membekali mahasiswanya dengan penguasaan kompetensi dan keterampilan mengajar sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan program praktik pengalaman lapangan (PPL) program studi S1 pendidikan teknik bangunan yang telah dilaksanakan di SMK di kota malang. Subyek penelitian ini adalah kegiatan PPL jurusan teknik sipil di SMK Nasional Malang pada semester genap 2013/2014.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi (pengamatan), wawancara (tanya jawab), dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan lembar pengamatan yang digunakan pada saat observasi dengan skala penilaian model Rating Scale. Data pelaksanaan praktik pengalaman lapangan yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan, yang berpedoman pada buku petunjuk pelaksanaan praktik pengalaman lapangan universitas negeri malang tahun 2013 sedangkan metode evaluasinya menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Hasil Penelitian menunjukkan persentase keteberhasilan context 87,50%, input 92,00%, process 87,50%, product 100%. Secara keseluruhan tingkat keberhasilan program praktik pengalaman lapangan mahasiswa prodi S1 pendidikan teknik bangunan semester genap 2013/2014 sebesar 89,69 % masuk dalam kriteria keberhasilan pelaksanaan program “baik sekali”.

Problematik pengajaran pendidikan Moral Pancasila dengan sistem modul di Sekolah dasar Proyek Perintis Sekolah Pembangunan IKIP Malang

 

Pengaruh keterampilan mengajar guru mata diklat produktif terhadap motivasi belajar siswa bidang Keahlian Teknik Bangunan di SMK Negeri 1 Kediri / Kiki Laksana Furi

 

Penelitian tentang keadaan pendidikan formil anak-anak usia sekolah dan sikap pandangan orang tua terhadap djenis sekolah dalam hubungannja dengan tidak adanja Sekolah Negeri didesa Wonokojo Ketjamatan Kedungkandang Kotamadya Malang / M. Saleh Marzuki

 

Penggunaan ruang parkir pada pertokoan di Jalan Laksamana Martadinata Kota Malang / Helida Candra Luckita

 

Luckita, Helida, Candra. 2013. Penggunaan Ruang Parkir pada Pertokoan di Jalan Laksamana Martadinata Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T, (II) Pranoto, S.T., M.T. Kata kunci: ruang parkir, pertokoan, Jalan Laksamana Martadinata     Jumlah penduduk Kota Malang kurang lebih sekitar 820.243 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan penduduk 3,9% per tahun. Jumlah penduduk tersebut tentunya dalam melakukan transportasi perjalananya ada yang membawa kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda empat. Hal tersebut tentunya akan mengakibatkan permintaan tempat parkir kendaraan roda empat juga akan ikut meningkat. Salah satunya penggunaan tempat parkir kendaraan roda empat tersebut ada di Jalan Laksamana Martadinata. Masalah parkir di badan jalan (on street parking) tentunya akan mengurangi kapasitas jalan raya pada pertokoan di jalan tersebut dan menurunkan tingkat pelayanan jalan.     Penelitian ini dilakukan dengan tujuan, untuk mengetahui kapasitas ruang parkir yang tersedia, menganalisis karakteristik parkir kendaraan, dan mengetahui kapasitas jalan di Jalan Laksamana Martadinata Kota Malang dengan adanya parkir di tepi jalan.     Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mencatat plat nomor kendaraan roda empat beserta waktunya yang parkir dan keluar parkir, menghitung lalu lintas yang melewati Jalan Laksamana Martadinata (volume lalu lintas). Penelitian ini dilaksanakan pada hari kerja yaitu pada hari Kamis 10 Oktober 2013, dan hari libur yaitu pada hari Minggu 13 Oktober 2013, sedangkan waktunya mulai pukul 06.00-17.00 WIB.     Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan: (1) kapasitas tempat parkir kendaraan roda empat di badan jalan (on street parking) yang tersedia di Jalan Laksamana Martadinata adalah 41 SRP, berdasarkan akumulasi hari Kamis kapasitas parkir yang ada dapat menampung semua kendaraan roda empat yang masuk, (2) durasi terbanyak yaitu 0–15 menit, sisi sebelah Barat sebesar 73,74% dan sisi sebelah Timur sebesar 58,39%, hal ini terjadi karena kendaraan roda empat yang parkir untuk mengantar atau membeli mempunyai kepentingan sesaat, (3) angka pergantian parkir tertinggi pada sisi sebelah Barat yaitu 9,67 kend/petak parkir, (4) indeks kedua arah pada hari Kamis, 10 Oktober 2013 sebesar 100,00%, (5) kapasitas jalan pada ke dua arah di Jalan Laksama Martadinata untuk sudut parkir 30° adalah 2538 smp/jam dengan tingkat pelayanan F dan tingkat penurunan 52,5%, sedangkan untuk sudut parkir 0° adalah 4619,16 smp/jam dengan tingkat pelayan D dan tingkat penurunan sebesar 13,5%.

Kesilapan dalam pemerolehan konstruksi kalaimat bahasa Indonesia siswa berusia delapan tahun berbahasa ibu bahasa Jawa
(Studi kasus pemerolehan bahasa kedua siswa SD Latihan SPG Negeri Malang 1986/1987
Nursusilo Mas'ud

 

Penerapan pembelajaran pemecahan masalah berbantu media video animasi untuk meningkatan hasil belajar belajar siswa pada mata diklat mejanika teknik kelas X teknik gambar bangunan di SMK Negeri 1 Udanawu Blitar / Heru Hendri Iswanto

 

Perang Demon Paji di pulau Andora 1928-1932 / oleh Carolus Mado Masan

 

Perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran Student Teams Acchievement Division (STAD) dengan Group Investigatio (GI) pada materi prosedur pengujian hasil perakitan komputer di kelas X SMK Negeri 2 Malang / Desy Kurnia Rahmawati

 

Rahmawati, Desy Kurnia. 2014. Perbedaan Hasil Belajar Siswa antara Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan Group Investigation (GI) pada Materi Prosedur Pengujian Hasil Perakitan Komputer Di Kelas X SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) M.Zainal Arifin. S.Si.,M.Kom. Kata Kunci: Student Teams Achievement Division, Group Investigation, hasil belajar     Dewasa ini pendidikan telah mengalami perkembangan sehingga muncul persaingan yang ketat di dunia pendidikan, maka untuk menghadapinya diperlukan kualitas pendidikan yang bermutu dan semakin meningkat. Berbagai upaya telah pemerintah lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah penyempurnaan kurikulum yang lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam pengembangan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dimana pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Dalam pengaplikasiannya tidak semua metode pembelajaran bisa diterapkan dalam kurikulum 2013. Metode pembelajaran yang sesuai adalah metode dimana peserta didik dapat aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kompetensinya. Metode pembelajaran kooperatif tipe Student Time Achievement Divisions dan tipe Group Investigation adalah pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan keaktifan siswa dan dapat menumbuhkan jiwa sosial pada diri siswa.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas X SMK Negeri 2 Malang pada mata pelajaran Perakitan Komputer yang diberi perlakuan dengan model STAD dan model GI. Penelitian ini bersifat eksperimental semu. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat, variabel bebas yaitu metode pembelajaran sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X TKJ. Dimana kelas X TKJ 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen. Dalam penelitian ini didapatkan data uji-t untuk hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor sebesar 2.335, 2.061, 2.112 untuk nilai thitung yang mana nilai thitung melalui kedua instrumen lebih besar daripada ttabel (1,980). Sedangkan Uji Anova Dua Jalur menyatakan bahwa kedua model pembelajaran tidak mempunyai efektifitas yang sama untuk siswa dengan kemampuan awal tinggi dan rendah. Dari hasil analisis data uji-t tersebut maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan Group Investigation (GI) pada Materi Prosedur Pengujian Hasil Perakitan Kelas X SMK Negeri 2 Malang.

Penggunaan fasilitas pendidikan dasar di Kecamatan Suruhwadang Kabupaten Blitar / oleh Muhammad Masduki

 

Pengembangan modul pembelajaran pemrograman web berbasis learning cycle 5E kelas X SMK Program Keahlian rekayasa Perangkat Lunak / Novita Tri Indrasari

 

Korelasi antara nilai praktek pengalaman lapangan (PPL) on-campus dengan nilai praktek pengalaman lapangan (PPL) off-campus mahasiswa FIP IKIP Malang tahun akademik 1985-1986
Mashari

 

Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe modifikasi fan-pick dengan media visual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA (studi pada siswa kelas IV A SDN Inpres 1 Lolu Palu) / Atrin Maariwuth

 

Korelasi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Kimia dan Ilmu Hayat di SMA Negeri se Kotamadya Malang / Mashjudi

 

Pengembangan media pembelajaran berbantuan komputer untuk matakuliah transmisi dan distribusi tenaga listrik di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Lukman Ari Wibowo

 

Pengaruh proyek pertambangan minyak dan gas bumi BADAK" trhadap perluasan kesempatan kerja di kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai / Masjkur"

 

Pengaruh penggunaan turbocyclone pada Honda Supra X 125 PGM FI trhadap emisi gas buang (CO dan HC) sebagai inovasi materi pembelajaran teknik sepeda motor SMK / M. Ihwanudin

 

Inventarisasi beberapa masalah tentang kesulitan belajar mahasiswa program studi Fisika FKIE IKIP Malang / oleh Kadim Masjukur

 

Pengembangan trainer robot lengan menggunakan kontrol jarak jauh berbasis Arduino sebagai pendukung praktikum robotika di Jurusan Teknik Elektro UM / Okky Bagus Saputro

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan belajar membaca permulaan dengan metode SAS" serta Hubungannya dengan prestasi murud kelas I sekolah dasar di Kecamatan Sumberpucung / Rori Maskuri"

 

Penggunaan media benda tiruan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA materi how to maintain the skeletal healthy siswa kelas IV di SD Laboratorium UM / Neneng Sisri

 

Pengaruh kenaikan pendapatan per kapita terhadap kemampuan orangtua membiayai pendidikan anak di Kotamadya Malang / oleh Rachmawati Masroen

 

Faktor kurikulum dan guru dalam penyelenggaraan pendidikan pada pondok pesantren di wilayah Kabupaten Blitar / Masruri

 

Pengaruh pemberian kredit dari PT Bank Pasar harta Guna terhadap kelangsungan usaha pedagang di Malang / oleh Sri Endang Mastuti

 

Penguasaan konsep dasar ilmu pasti merupakan syarat mutlak bagi siswa SMA PAS-PAL / oleh Felix Masu

 

Pengembangan produk bubur bayi instan substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus / Qolnissatul Muyasaroh

 

Pengaruh pendidikan penyuluhan pertanian terhadap pembangunan ekonomi pedesaan / Mawahib

 

Meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui tema pahlawanku dengan menggunakan buku guru dan buku siswa di kelas IVA SDN Percobaan 2 Kota Malang / Mary Damayanti

 

Studi terhadap hubungan nilai ijazah, nilai raport, nilai test masuk dengan prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Malang / Iskandar Moh. Mberu

 

Pengaruh penggunaan bahan pewarna makanan alami (jeruk, wortel, dan rosella) terhadap kualitas produk permen jeli / Galih Rahmawati

 

The Salatiga materials and the problems of teaching English at SMP's in Mataram Lombok / Lalu Merdi

 

Penerapan pembelajaran berbasis masalah setting kooperatif think pair share untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang / Chusnul Chotimah

 

Chotimah, Chusnul. 2014. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Setting Kooperatif Think Pair Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik Kelas VIII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang. Tesis, Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S., M.Sc, (II) Dra. Santi Irawati, M.Si, Ph.D. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Think-Pair-Share Kegiatan pembelajaran di kelas sering textbook oriented dan kurang dikaitkan dengan lingkungan dan situasi di mana peserta didik berada. Seringkali kegiatan kelas melalui metode ceramah, memberi rumus, memberi contoh soal dan menyelesaikannya, kemudian guru memberikan soal yang mirip dengan contoh dan peserta didik diminta untuk menyelesaikannya seperti yang dicontohkan oleh guru dan diikuti pemberian tugas rumah, sehingga peserta didik kurang paham dalam memahami masalah, dan tidak dapat mencari pemecahan masalah yang diharapkan. Penerapan pembelajaran berbasis masalah menjadikan peserta didik dapat menyusun pengetahuan sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu strategi pembelajaran matematika yang berorientasi pada pandangan konstruktivis adalah belajar kooperatif Think-Pair-Share (TPS). Pada tahap think guru memberikan permasalahan kepada peserta didik, kemudian peserta didik menyelesaikan masalah dengan cara atau strategi mereka sendiri. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengkonfirmasi masing-masing jawaban dan strategi pemecahan masalah dengan pasangannya (pair). Selanjutnya guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas (share). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang diterapkan pada 41 peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang semester gasal, bertujuan untuk mendiskripsikan proses penerapan pembelajaran berbasis masalah setting kooperatif untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika pada sistem persamaan linear dua variabel. Instrumen pengumpulan data meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan peserta didik, lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas peserta didik, pedoman wawancara, dan lembar tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas peserta didik berada pada kriteria aktif untuk siklus I dan II (meningkat dari 84,52% menjadi 88,84%), (2) Aktivitas guru berada pada kriteria baik untuk siklus I dan II (meningkat dari 89,42% menjadi 91,83 %), (3) Ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 80,49% pada siklus I meningkat menjadi 85,37% pada siklus II, nilai rata-rata hasil tes adalah 82,44 pada siklus I meningkat menjadi 82,49 pada siklus II.

Improving speaking skill of the second grade students of SMP Negeri 5 Tahuna by using role-playing technique / by Mieke M.E. Siwu

 

Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V di SDN Sawojajar 2 Malang / Andesti Dien Vikasari

 

Pelaksanaan materi pelajaran apresiasi senirupa di SMTP Negeri se Kecamatan Klojen Malang / oleh Didiek Mintadi

 

Studi tentang koordinasi kegiatan pendidikan ketrampilan tingkat kabupaten dalam rangka pembinaan tenaga kerja Muda bagi pembangunan daerah / Mohammad Djauzi Moedzakir

 

Hubungan antara matakuliah matematika dengan matakuliah kalkulasi niaga pada departemen Tata Perusahaan FKIS-IKIP Malang / oleh Moegianto

 

Peran PLKB membina kelompok Takesra/Kukesra di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kotamadya Malang
oleh Maria Prahasti

 

Studi terhadap pelaksanaan sistem maju berkelanjutan untuk bidang studi IPS tahun pertama pada Sekolah Menengah Atas Proyek Perinits Sekolah Pembangunan IKIP Malang / Moehaditoyo, Srie Hartutie

 

Analisa perbandingan tentang pelaksanaan pendidikan agama Islam pada sekolah dasar negeri dengan sekolah dasar Muhammadiya di daerah Kotamadya Malang / Mardiah Moenir

 

Korelasi antara beberapa faktor yang melatar belakangi warga belajar dengan prestasi belajar dalam sistem SD Pamong di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Noeraini Ratna Moenir.

 

Hubungan citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas di Kelurahan Sumbersari Kota Malang / Ida Nur Faizah

 

Faizah, I. N. 2013. Hubungan Citra Tubuh, Pengetahuan Perilaku Makan Sehat dan Niat Melakukan Diet pada Ibu Rumah Tangga yang Mengalami Obesitas di Kelurahan Sumbersari Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Pravissi Shanti S.Psi, M.Psi. Kata kunci: citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat, niat melakukan diet, ibu rumah tangga, obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan niat melakukan diet, hubungan pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet, serta hubungan citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas di kelurahan Sumbersari kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data primer dari skala dan tes prestasi yang dikembangkan oleh peneliti. Untuk mengukur variabel citra tubuh peneliti memakai skala citra tubuh, untuk pengetahuan perilaku makan sehat menggunakan tes pengetahuan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang), serta pada niat melakukan diet menggunakan skala niat melakukan diet. Tiap instrumen disebarkan kepada 46 sampel ibu rumah tangga yang mengalami obesitas pada kelurahan Sumbersari RW I, RW III, dan RW V dengan teknik tryoutterpakai disebabkan tidak adanya data statistik tertulis mengenai penderita obesitas. Sedangkan sampling insidental digunakan menentukan sampel berdasarkan kebetulan yang ditemui sesuai karakter yang ditentukan. Karakter subjek penelitian ini adalah: berstatus ibu rumah tangga, usia 16-45 tahun, dan memiliki IMT (Indeks Masa Tubuh) diatas 30. Hasil uji validitas pada skala citra tubuh menunjukan terdapat 19 aitem valid dari 40 aitem dengan reliabilitas 0,735. Pada tes pengetahuan PUGS menunjukan terdapat 19 aitem valid dari 39 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,579. Dan pada skala niat melakukan diet terdapat 35 aitem valid dari 40 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,929. Berdasar hasil analisa data dari penelitian ini diperoleh 6 kesimpulan: (1) sebagian besar ibu rumah tangga memiliki citra tubuh tinggi, (2) seluruh ibu rumah tangga memiliki tingkat pengetahuan perilaku makan sehat rendah, (3) sebagian besar ibu rumah tangga memiliki tingkat niat melakukan diet tinggi, (4) ada hubungan negatif antara citra tubuh dan niat melakukan diet, (5) ada hubungan positif antara pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet, (6) ada hubungan yang cukup kuat antara citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas di kelurahan Sumbersari kota Malang. Saran pada peneliti selanjutnya yang ingin membahas tentang citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas adalah; dapat mengembangkan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta mengubah metode dalam penelitian. Disamping itu, penelitian ini dapat berupa penelitian eksperimen dengan memberikan treatment (seperti; excercise based intervention dan psychoterapeutic based program) untuk mengurangi ketidakpuasan citra tubuh, serta meningkatkan pengetahuan perilaku makan sehat pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas.

Korelasi tingkat pendidikan dengan kebiasaan ibu-ibu dalam menyelenggarakan makanan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Moerdiman

 

Pemaknaan audiens terhadap perilaku sara pada stand up comedy / Chyntia Puspitasari

 

Puspitasari, Chyntia. 2014. Pemaknaan Pemaknaan Audiens Terhadap Perilaku SARA Pada Stand Up Comedy. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: pemaknaan, perilaku SARA, stand up comedy, perbedaan identitas sosial. Stand up comedy merupakan salah satu jenis komedi baru yang ada di Indonesia. Banyak para comic di Indonesia maupun luar yang menggunakan tema sensitive seperti SARA. Di Indonesia sendiri banyak comic seperti Pandji, Ernest Prakasa, Mongol, dan Reggy Hasibuan yang membawakan tema SARA dalam stand up comedy. Padahal tema SARA merupakan tema yang sensitive bila dibicarakan. Seperti diketahui bahwa banyak konflik di Indonesia yang dipicu oleh perbedaan identitas SARA. Tujuan penelitian adalah mengetahui pemaknaan audiens terhadap tema SARA pada stand up comedy di Indonesia serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemaknaan audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah lima remaja berlatar belakang pendidikan mahasiswa perguruan tinggi dan pernah menonton stand up comedy. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan keabsahan data menggunakan feedback dan check back. Hasil penelitian ini menghasilkan data bahwa semua subjek terbuka akan perbedaan SARA yang ada di Indonesia. Keterbukaan terhadap SARA tersebut yang menjadikan sebagian besar subjek memiliki pemaknaan yang sejalan dengan comic yang membawakan tema SARA dalam stand up comedy. Para comic membawakan tema SARA dengan tujuan untuk melunturkan sikap etnosentrisme dan membangun rasa saling toleransi. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyampaian pesan (encoding/decoding) pada subjek adalah latar belakang sosial, agama, suku, dan sikap keterbukaan pikiran, wawasan dan pengalaman masing-masing subjek akan perbedaan dilingkungan sekitarnya.

Fungsi tanah dalam pembangunan di Surabaya / Moertiningroem Poedji Hariati

 

Pengaruh model integrative learning terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X SMA Laboratorium UM pada materi fluida statis / Anifatul Azizah

 

Pengaruh pemanasan dan temperatur terhadap pertumbuhan djamur dipa / Ali Moertolo

 

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan respon siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IPS 3 di SMA Negeri 8 Malang semester genap tahun ajaran 2013/2014 / Mar'atus Sholihah

 

Permasalahan dalam program pendidikan vocasionil di S.M.A. P.P.S.P. IKIP Malang / oleh Toenggoel Winarno Moesri

 

Menggali pemahaman konsep siswa SMA pada topik ikatan ionik menggunakan instrumen diagnostik two-tier / Syafira Rahma wardani

 

Wardani, Syafira Rahma. 2014. Menggali Pemahaman Konsep Siswa SMA pada Topik Ikatan Ionik Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prayitno, M.Pd., (2) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata kunci : pemahaman konsep, miskonsepsi, ikatan ionik, instrumen diagnostik two-tier     Kimia sangat dekat dengan kehidupan manusia. Namun banyak siswa yang kesulitan mempelajari ilmu kimia. Kesulitan siswa mempelajari ilmu kimia tidak terlepas dari sifat konsep dalam ilmu kimia. Selain itu, faktor lain berasal dari dalam diri siswa, sumber belajar dan pembelajaran oleh guru di sekolah juga mungkin menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar kimia. Masalah-masalah pada pembelajaran kimia tersebut dapat menyebabkan timbulnya miskonsepsi pada siswa. Miskonsepsi merupakan pemahaman konsep yang berbeda dengan pemahaman masyarakat ilmiah. Salah satu topik dalam kimia yang sangat berpotensi memunculkan miskonsepsi pada siswa adalah topik ikatan kimia. Salah satu topik dalam ikatan kimia yang sering memunculkan miskonsepsi pada siswa adalah ikatan ionik. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa adalah instrumen diagnostik two-tier. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan tujuan menggali pemahaman konsep dan miskonsepsi siswa SMA pada topik ikatan ionik menggunakan instrumen diagnostik two-tier. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian 98 siswa SMA kelas XI IPA. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun instrumen diagnostik two-tier adalah (1) menentukan cakupan konsep, (2) melakukan kajian literatur miskonsepsi, (3) menyusun dan menyebarkan tes terbuka, dan (4) penyusunan dan validasi instrumen diagnostik two-tier. Instrumen soal yang digunakan berjumlah 30 butir soal dengan 2-3 alternatif jawaban disertai 3-4 alternatif alasan pilihan jawaban. Hasil tes diagnostik two-tier dianalisis secara deskriptif. Selain itu, miskonsepsi ditentukan oleh konsistensi jawaban salah pada setiap pasangan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pemahaman siswa SMA pada topik ikatan ionik tergolong rendah, (b) miskonsepsi yang ditemukan sebanyak 13, antara lain: (1) siswa menganggap ikatan ionik pada padatan senyawa ionik hanya terjadi antar pasangan kation-anion, sedangkan antar pasangan kation-anion bukanlah ikatan ionik, (2) siswa menganggap senyawa ionik tersusun atas kation dan anion yang membentuk molekul, (3) siswa beranggapan bahwa ikatan ionik lebih kuat daripada ikatan kovalen.

Perkembangan kepartaian di Semenanjung Melayu (1942 - 1958) / Moestadjab

 

Studi isoterm, termodinamika, dan kinetika adsorpsi rhodamin C oleh nanopartikel magnetit (Fe3O4) hasil sintesis secara elektrokimia / Taufiq Arif Budiman

 

Budiman, Taufiq Arif. 2014. Studi Isoterm, Termodinamika, dan Kinetika Adsorpsi Rhodamin B oleh Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) Hasil Sintesis secara Elektrokimia. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. Kata kunci: nanopartikel magnetit, rhodamin B, isoterm adsorpsi, termodinamika adsorpsi, kinetika adsorpsi Proses adsorpsi untuk menurunkan kadar zat warna berbahaya seperti rhodamin B dalam larutan sangat dipengaruhi oleh jenis adsorben yang digunakan. Salah satu adsorben yang dapat diandalkan adalah nanopartikel magnetit, karena luas permukaannya besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pH awal adsorbat, konsentrasi awal adsorbat, dan variasi waktu pengadukan terhadap persentase rhodamin B teradsorpsi serta mempelajari model isoterm, termodinamika, dan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap. Pertama, proses sintesis nanopartikel magnetit dengan metode elektrokimia dan karakterisasinya yang diawali dengan penyiapan elektrode besi melalui elektroplating menggunakan larutan FeSO4 0,02 mol/L dan dialiri listrik DC 20 V selama 3 jam. Dilanjutkan proses sintesis dengan air demineralisasi sebagai elektrolit dan elektrode besi hasil elektroplating sebagai anode dengan aliran listrik DC 70 V selama 4 jam. Nanopartikel magnetit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD, BET, dan SEM. Kedua, proses aplikasi nanopartikel magnetit sebagai adsorben rhodamin B pada berbagai kondisi pH awal adsorbat, konsentrasi awal adsorbat, dan waktu pengadukan. Ketiga, penentuan parameter-parameter kesetimbangan yang digunakan untuk studi model isoterm, termodinamika, dan kinetika adsorpsi. Nanopartikel magnetit berhasil disintesis. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa hasil sintesis merupakan magnetit dan berdasarkan karakterisasi BET diperoleh magnetit dengan luas permukaan spesifik sebesar 71,857 m2/g dan diameter rata-rata 16,119 nm. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan magnetit hasil sintesis bermorfologi sferik dan masih teraglomerasi. Persentase rhodamin B teradsorpsi dipengaruhi oleh pH awal adsorbat, konsentrasi awal adsorbat, dan waktu pengadukan. Nanopartikel magnetit sebanyak 0,05 g mampu menurunkan kadar rhodamin B dalam larutan sebanyak 29,35% pada kondisi konsentrasi awal 3 mg/L, pH 5 dan waktu pengadukan 30 menit. Proses adsorpsi yang berlangsung dapat dipelajari dengan model Isoterm Langmuir dan Freundlich serta berjalan sesuai model kinetika pseudo-first order (k = 0,1087 menit-1). Besaran-besaran termodinamika seperti ∆G, ∆H, dan ∆S menunjukkan bahwa adsorpsi berjalan spontan, eksotermik, bersifat acak, dan merupakan adsorpsi fisik.

Partisipasi pamong desa dalam penyelenggaraan Kursus Pengetahuan Dasar (KPD) di Kec. Kepanjen, Kab. Malang / Mohammad AS

 

Peningkatan keterampilan motorik kasar menggunakan variasi model permainan pada Taman Kanak-kanak Siwi Pertiwi Kecamatan Sukun Kota Malang / Reno Surya Ariadi

 

A Study on unity and coherence in paragraphs by the third-year students of the English Language Center Malang / M. Husnie Mu'adz

 

Pemrograman rekam sinyal audio wav dengan penguatan amplitido berbasis matlab / Agus Nur Rahman

 

. Pemrograman Rekam Sinyal Audio Wav dengan Penguatan Amplitudo berbasis Matlab. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Daeng Achmad Suaidi S.Si, M.Kom.(2) Sujito S.Pd M.Si Kata Kunci : Gelombang, Recording, Matlab Recording adalah mekanisme pembuatan kembali gelombang suara seperti suara yang diucapkan, nyanyian, musik instrumental ataupun efek suara. Recording dilakukan dengan memindahkan signal-signal audio (suara manusia, alat musik dan lain-lain) ke dalam suatu media penyimpanan elektro-magnetis, yang dapat didengarkan kembali pada pendengar (audience). Dalam skripsi ini dilakukan pembuatan software yang memperbaiki, mempelajari dan menganalisis sinyal gelombang rekaman audio dan menghasilkan sebuah gelombang sinyal rekaman audio baru yang mempunyai kualitas suara lebih baik, tidak mengganggu atau merusak pendengaran kita. Selain itu dalam software ini dapat mempelajari teori-teori yang berlaku dalam sinyal gelmbang rekaman audio. Hasil dari simulasi software dapat membuktikan bahwa semakin jauh jarak sumber rekaman maka sinyal audio rekaman akan semakin lemah begitu juga sebaliknya semakin dekat sumber rekaman maka akan semakin kuat suara audionya. Hal ini sesuai dengan beberapa teori yang telah ada seperti teori efek Doppler dan sinyal gelombang audio lainnya. Selain itu software ini juga dapat memperbaiki kualitas audio rekaman dengan amplitudo yang lemah dapat dibuat menjadi sinyal audio rekaman dengan amplitudo yang lebih kuat. Software ini juga dapat melakukan perbaikan kualitas rekaman audio dengan kuat amplitudo rendah dapat dibuat menjadi kualitas audio dengan amplitudo yang lebih kuat, software ini juga dapat menganalisis beberapa aspek dari teori gelombang bunyi.

Partisipasi pemimpin informil desa dalam pembangunan masyarakat desa di Desa Bandungrejosari dan di Desa Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kotamadya Malang / M.Masri Muadz

 

Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran keterampilan atletik dengan menggunakan metode bermain pada kelas X NKPI 2 SMK Negeri 4 Probolinggo / Shandro Yuan Primayana

 

Yuan Primayana, Shandro. 2014. Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Keterampilan Atletik dengan Menggunakan Metode Bermain pada Siswa Kelas X NKPI 2 SMK Negeri 4 Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd. (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Meningkatkan keaktifan, pembelajaran, keterampilan Atletik, Metode Bermain Aspek keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat mempengaruhi kemampuan belajar siswa baik secara kognitif maupun psikomotor, terutama dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Berdasarkan dari hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran ketrampilan dasar atletik masih kurang. Hal ini terlihat pada saat observasi awal hanya 41,67% yang aktif dalam pembelajaran, sedangkan yang lain bercanda, ngobrol dan duduk-duduk tidak mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran ketrampilan dasar atletik menggunakan metode bermain pada kelas X NKPI 2 SMK Negeri 4 Probolinggo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini digunakan metode bermain sebagai solusi untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran keteranpilan atletik. Adapun permainannya meliputi lari rintang, lari estafet media pipa, estafet air, permainan 2 kepiting membawa balon, lompat katak beregu, lompat satu kaki beregu, lempar target dan lempar tangkap beregu. Siswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain untuk meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran ketrampilan dasar atletik menjadi lebih optimal. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru pendidikan jasmani SMK Negeri 4 Probolinggo untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar yang berlangsung selama 2 siklus. Bentuk pembelajaran ketrampilan dasar atletik dengan metode bermain dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini bisa dilihat dari persentase ketidak aktifan siswa dalam pembelajaran ktrampilan dasar atletik pada siklus I dan siklus II hasilnya sebagai berikut, pada siklus I pertemuan ke-1 dan ke-2 secara berurutan adalah 29,77% dan 26,9%. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan berkurangnya persentase ketidak aktifan yaitu pertemuan ke-1 dan ke-2 secara berurutan adalah 7,32% dan 2,32%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran ketrampilan dasar atletik pada kelas X NKPI 2 SMK Negeri 4 Probolinggo.

A Comparison between SMA paspal and SMA non paspal graduates as to their English structure achievements in The English Language Centre / Abdul Quddus Muchtar

 

Pengaruh penggunaan metode jarimatika terhadap kemampuan berhitung perkalian pada siswa tunanetra kelas XI SMALB di SLB Pembina Lawang Malang / Luberta Srirahajeng Candraningtyas

 

Beberapa aspek kepemimpinan formal dalam pembangunan desa di Marga Kembang Paseban Kecamatan Muara Tambesi Ulu Kabupaten Batang Hari Propensi Jambi / oleh Tjarda Muchtar

 

Penelitian tentang alat-alat kearsipan dan sistem klasifikasi penyimpanan arsip yang digunakan pada Biro Administrasi Umum IKIP Malang
Alwi Mudhofar

 

salah satuf aktor yang mempengaruhhi asil belajar adalahk ualitasb elajar mengajary angd irancangd an dilaksanakano leh guru. peningkatank ualitas pembelajarand apatd itempuahd enganm eningkatkanp engetahuante ntangb agaimana merancangm etode-metodep embelajarans ehinggale bih efektif dan efisien.D iantara tiga.va_n1bpeel mbelajarank ondisi'pemberajaraqmetodep embelajarand an hasil pembelajaranM. aka variabelm etodep embelajaranlahy angb erpeluangb esaru ntuk dirancangoleh setiap guru dalam rangka meningkatkan kualitaspembJajaran. salah satum odel pembelajaranu ntuk meningkatkank ualitas prosesp embelajarana dalah lenerapanp embelajarand enganm odel pemberiant ugasm elalui penggunaanL KS. Dengal model pemberian tugas melalui penggun&m LKS siswa dapat meningkatkan perolehank onsepy ang opimal. Penelitian ini dilak'kan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaaLnK S terhadapP erolehanK onsepg eografi siswak elasl tvtaOrasaant iyatr Raudlatulu lum GanjaranG ondanglegiM alang. untuk mengetahujia waband ari Pryl"lt dilakukan penelitian dengan mncangan atau desainiksperimental. penelitian ini dilahkan padab idang studi geografid engans ub pokok bahasanb entukM uka Bumi.s ampelp enelitiani ni adalahs iswak erasr A (lielompokk onfiol) kelasl B (kelompok eksperimen). Hasil penelitian ini-moryatakan bahwa perolehan kosep geografi siswa yang T:ncllarni pembelajarand enganm enggunakanL KS secaras ilnintan lebih baik - dibandingkans isway ang mengalamip emberajaranta npam enggunakanL KS. Iful ini dapatd ilihat dari skor rata-ratak elompok eksperimans ebesarz i sedangr ata-rata kelask ontrola dalah1 2,5. Berdasarkanh asil penelitiant ersebut,u ntuk meningkatkanp erolehank onsep siswa dalam bidang studi geografi disarankan kepada guru uiaang itudi geografi agar dalamp embelajarany ang materinyab anyakm emiliki data (contJh-contJh)a tau materiy angs esuai,m aka sebaiknyam enggunakanL KS.

Studi komperatif prestasi belajar matematika antara anak laki-laki dengan perempuan siswa kelas V SD Negeri se Kecamatan Klojen, Kotamadya Malang
Mudjiono

 

Masalah organisasi administrasi pada Perusahaan Daerah Pembantaian Kota Madya daerah Tingkat II Malang / oleh Mudjiono

 

Studi tentang cara belajar dan aktivitas ekstra kurikuler dalam hubungannya dengan prestasi belajar siswa jurusan mesin produksi di STM Negeri Malang
Mudjiono

 

A Survey on the English entrance test 1974 in predicting the students' achievement in The English Department FKSS - IKIP Malang / Bambang Mudjiono

 

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan dan presatasi murid dalam belajar membaca dan menulis permulaan dengan metode Iin - Aan / Mudjito

 

Penelitian tentang sumbangan pendidikan pramuka transmigrasi sebagai salah satu usaha untuk menyalurkan drop outs dan penggangguran dalam usia muda di Daerah Kabupaten Jombang / Mudrika

 

Kesalahan penempatan posisi verba dalam karangan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2012 Universitas Negeri Malang pada aufsatz I / Karolina Novi Andriyani Lana

 

Lana, Karolina Novi A. 2014. “Kesalahan Penempatan Posisi Verba dalam Karangan Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2012 Universitas Negeri Malang pada Aufsatz I”. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Univeritas Negeri Malang. Pembimbing (I): Edy Hidayat, S.Pd., M.Hum., Pembimbing (II): Iwa Sobara, S.Pd., M.A. Kata Kunci: Kesalahan, Posisi Verba, Aufsatz I Dalam bahasa Jerman keterampilan berbahasa dibagi menjadi empat keterampilan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit karena melalui menulis seseorang telah menguji kemampuan berbahasanya. Di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang terdapat matakuliah yang khusus menangani keterampilan menulis, yaitu matakuliah Aufsatz. Meskipun mahasiswa sudah mendapatkan pelajaran menulis dengan lebih intensif di matakuliah Aufsatz ini, mahasiswa masih sering melakukan kesalahan dalam membuat kalimat. Salah satu kesalahan tersebut adalah penempatan posisi verba. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penempatan verba dalam karangan mahasiswa pada matakuliah Aufsatz I dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan dari 12 mahasiswa Angkatan 2012 Offering AA Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang pada matakuliah Aufsatz I. Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang memuat kesalahan penempatan verba dalam karangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan instrumen pendukungnya berupa tabel dokumentasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat banyak kesalahan yang dilakukan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2012 dalam hal penempatan verba. Adapun bentuk-bentuk kesalahannya adalah (1) kesalahan penempatan verba pada posisi ke-2 dan (2) kesalahan penempatan verba pada posisi akhir dalam kalimat. Sementara itu, faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan adalah mahasiswa (1) merasa masih pemula, (2) kesulitan dalam mengembangkan ide jika memikirkan struktur gramatika, (3) kurang teliti dan tidak memeriksa kembali hasil karangannya, (4) masih kurang pengetahuan tentang struktur gramatika dan kosakata baru, (5) malu bertanya, (6) tidak dapat membedakan penggunaan konjungsi, (7) kurang latihan, dan (8) sering lupa, serta (9) selalu terburu-buru dalam membuat karangan.

Perbandingan efektifitas penggunaan metode darusan dan metode kunjungan rumah untuk penyuluhan pertanian khusus padi / oleh Muhammad Mudzakkir

 

Pengembangan multimedia interaktif pembelajaran pencak silat / Sofiatul Istiqomah

 

Peranan dan sumbangan paguyuban ngesti tunggal dalam pembinaan moral Pancasila / Suhertatik

 

Penyelidikan tentang beberapa kesukaran yang dihadapai mahasiswa tingkat sarjana muda dalam melaksanakan perencanaan program studinya di FIP IKIP Malang / Abdul Muhid

 

Perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri pada remaja pesantren dan non pesantren / Gita Asteria Nilasari

 

Nilasari, Gita Asteria. 2014. Perbedaan Kepatuhan Ditinjau dari Kontrol Diri Remaja Pesantren dan Non Pesantren. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hj. Dra Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi Kata Kunci : kepatuhan, kontrol diri, remaja, pesantren    Saat ini, banyak terjadi fenomena pelanggaran peraturan yang dilakukan remaja, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Remaja seakan membuat sebuah prinsip sendiri bahwa “peraturan itu dibuat untuk dilanggar” membuat peneliti tertarik untuk membandingkan, bagaimana perbedaan tingkat kepatuhan antara remaja yang menjalani kehidupannya di pondok pesantren dengan lingkungan yang berbasis agama dan remaja pada umumnya yang menjalani kehidupan sekolah umum dan keluarga. Tidak hanya mengukur kepatuhan, akan tetapi peneliti ingin melihat lebih jauh dengan membandingkannya dengan tingkat kontrol diri para remaja yang tinggal di pesantren dan luar pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri remaja pesantren dan non pesantren.    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dua variabel yaitu kepatuhan dan kontrol diri, serta menggunakan 2 jenis subjek yang berbeda. Dalam penelitian ini, alat ukur yang dipakai adalah skala untuk setiap variabel yang ada. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di luar pondok pesantren dengan rentan usia antara 11-14 tahun. Total subjek yang dipakai berjumlah 120 remaja dengan rincian 60 remaja dari pondok pesanteren dan 60 remaja dari luar pondok pesantren yang sama-sama berada dalam kecamatan Bululawang-Malang. Analisis dari hasil penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif. Analisis deskriptif yang digunakan adalah mean, deviasi standar, skor maksimal dan minimal, presentase, dan frekuensi. Sedang uji komparatif menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan one way anova. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri pada remaja pesantren dan non pesantren. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh F tabel < F hitung (3,92 < 38,620) dan Sig sebesar 0,00, maka Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan adanya perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri remaja pesantren dan non pesantren.

Masalah pembagian jurusan di SMA / oleh Gatot Muhsetyo

 

Analisis perubahan fungsi lahan dan pendapatan masyarakat di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun / Erva Susminingrum

 

Susminingrum, Erva. 2014. Analisis Perubahan Fungsi Lahan Dan Pendapatan masyarakat di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ach Fatchan, M.Pd. M.Si (II) Dra.Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: Lahan sawah, alih fungsi lahan, pendapatan.      Sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia, namun seiring perkembangan zaman sektor pertanian kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat, sehingga tidak menutup kemungkinan lahan pertanian yang dimilikinya dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian. Hal ini juga terjadi di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Desa Slambur termasuk daerah Rural Urban Fringe yaitu daerah jalur yang berada diantara desa dan kota. Letaknya yang strategis sehingga mengalami kemajuan cukup pesat, terlihat dengan semakin banyaknya pemukiman, pertokoan, perbengkelan, serta Industri kecil lainnya.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang luas lahan alih fungsi dari pertanian ke non pertanian tahun 2005-2012 dan kondisi pendapatan masyarakat akibat alih fungsi lahan di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey, dengan responden kepala keluarga yang mengalih fungsikan lahan dari pertanian ke non pertanian dari tahun 2005-2012. Jumlah responden 30 Kepala Keluarga. Menggunakan penelitian ex post facto. Metode analisis menggunakan analisis tabulasi tunggal dan tabulasi silang.     Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa luas lahan pertanian yang dialih fungsikan dari tahun 2005-2012 di Desa Slambur sebanyak 29,600 m2 atau 2,9 hektar yang mana di dominasi oleh Kepala keluarga dengan pendidikan terakhir tamat Sekolah Menengah Atas. Sedangkan penggunaan lahan alih fungsi oleh responden digunakan untuk pertokoan, swalayan, peternakan, industri kecil serta bangunan. Setelah terjadinya alih fungsi lahan ke non pertanian pendapatan responden meningkat, sebelum alih fungsi lahan memiliki pendapatan per bulan dengan rata-rata Rp 1.900.000 mengalami peningkatan menjadi Rp 2.800.000.     Bagi pemerintah perlunya suatu persiapan pengembangan yang merupakan usaha bersama antara pemerintah kabupaten dengan propvinsi, hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi stagnasi pelaksanaan pengembangan di masa depan. Untuk itu perlu adanya master plan yang baik. Sedangkan bagi masyarakat sebelum mengalih fungsikan lahan pertanian ke non pertanian masyarakat harus benar-benar memikirkan prospek kedepannya apakah nantinya dengan pengalih fungsian tersebut akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap pendapatannya. Selain itu masyarakat harus bisa memanfaatkan lahan yang sudah dialih fungsikannya dengan berbagai upaya agar pendapatannya tidak lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengalih fungsian lahan. Salah satu upaya yang seharusnya dilakukan yaitu melalui promosi yang menarik agar apa yang diusahakannya tidak merugi.

Language loyalty among the Javanese students learning English in IKIP Malang / M. Kamilun Muhtadin

 

Analisis faktor brand equity produk samartphone Samsung (studi padsa mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang angkatan 2012) / Ahmad Hamdun

 

Perbedaan kematangan emosi pada remaja yang tinggal dengan orang tua dan remaja yang tinggal di pondok pesantren / Nadia Kamila Anjani

 

Politik Luar Negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam hubungannya dengan pembaharuan pendidikan / Abdul Muin

 

Hubungan self disclosure dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Dwi Baroroh Baridah

 

Hubungan antara Self Disclosure dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Fattah Hidayat, S.E, S. Psi, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : self disclosure, kepuasan pernikahan, istri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi self disclosure pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, (2) deskripsi kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, (3) hubungan antara self disclosure dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Pengumpulan data menggunakan skala self disclosure dan skala kepuasan pernikahan. Try out dilakukan di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan 55 subjek. Penelitian menggunakan 40 subjek istri yang tinggal di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Validitas item untuk variabel self disclosure terdiri dari 46 aitem dengan reliabilitas 0,935. Validitas aitem untuk variabel kepuasan pernikahan terdiri dari 43 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,932. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) para istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang lebih banyak memiliki tingkat self disclosure yang tinggi, (2) para istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang lebih banyak memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi, (3) ada hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan istri dapat meningkatkan self disclosure supaya tercapai kepuasan dalam pernikahan. Diharapkan ketika mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada suami harus mempertimbangkan waktu, situasi dan kondisi yang tepat agar informasi tersampaikan secara penuh kepada suami, sehingga nantinya tercipta keterbukaan dalam taraf yang sama antara suami-istri.  

Masalah investasi dalam Perusahaan Dearah Jasa Yaga dinjau dari prospek rentabilitas
Tjinruang Muis

 

Pengaruh Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study terhadap kemampuan berpikir analitis siswa mata pelajaran geografi kelas XI IPS MAN Malang 02 Kota Batu / Wahyu Islamul Hayati

 

Pengaruh Problem Based Learning (PBL) dengan Latar Outdoor Study terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS MAN Malang 2 Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto S.H S.Pd M.Pd, (II) Dr. I Nyoman Ruja, SU. Kata Kunci: Prablem Based Learning (PBL) dengan latar Outdoor Study, kemampuan berpikir analitis Kemampuan berpikir analitis siswa dalam pembelajaran geografi masih tergolong rendah. Kemampuan berpikir dalam pembelajaran geografi di Indonesia masih sebatas dalam aspek pengetahuan dan pemahaman. Pengembangan kemampuan berpikir analitis siswa dalam pelajaran geografi perlu dikembangkan melalui pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang dan dilakukan dengan baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir analitis siswa yang mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan. Pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis perlu menyajikan permasalahan nyata yang ada dilingkungan sekitar siswa, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran adalah Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study terhadap kemampuan berpikir analitis. Rancangan penelitian ini berupa Posttest Control Group Design. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment), yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di MAN Malang 02 Kota Batu, dengan subjek penelitian yaitu kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis siswa setelah perlakuan pada kedua kelas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Statistik dengan bantuan SPSS for Windows. Instrumen penelitian ini menggunakan soal essai. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Independent Sample t-Test diperoleh nilai sig sebesar 0,000. Nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen adalah 77,37 lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 69,35. Sehingga model Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Saran yang dapat diberikan diharapkan memberi manfaat antara lain: 1) sekolah, disarankan menganjurkan kepada guru untuk menerapkan Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study dalam pembelajaran; 2) guru disarankan menerapkan Problem Based Learning (PBL) dengan latar outdoor study sebagai alternatif dalam pembelajaran sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam pembelajaran, terutama kemampuan berpikir analitis siswa; 3) peneliti lanjut yang berminat melakukan penelitian serupa, dapat menambah variabel dalam penelitian.

Penelitian kemampuan membaca bahasa siswa kelas VI SD Negeri wilayah departemen P dan K kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / Mujianto

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 |