Prediksi laju erosi dan perencanaan konservasi tanah di Sub Das Sumber Payung Kabupaten Pamekasan oleh Anis Suristiarini

 

Erosim erupakans uatup rosesa taup eristiwah ilangnyala pisanp ermukaan tanaha tas,y angd isebabkano leh pergerakana ir, angin,d anjugap erbuatanm anusra. Di sub DAs sumberP ayungy angt erletakd i KabupatenP amekasasne carau mum kondisif isiografib erupad ataranb, ergelombangd,a np erbukitanP. enduduknyaralaratab ermata-pencahariasne bagadi ibidangp ertaniant etapi kurangm emperhatikan cara-carap engetolaanta nahd an kurangk urangm emperhatikank elamprym lahannyaJ.e nist anamany angd iusahakanu mumnyaje nis tanahcabutan.Didukung kombinasci urahh ujan,t opografi,d anjenist anahnyam enyebabkaSnu bD AS Sumber Payungre ntant erhadaPe rosi. Penelitian< Ienganjudu"lP rediksiL aju Erosid an PerencanaaKno nservasi tanahd i SubD AS SumberP ayungK abupatenP amekasanb"e rtujuanu ntuk:( l) mengetahubie sarl aju erosi,( 2) mengetahupi adau nit lahanm anakahy angt ingkat .rorlnyu palingb esar(, 3) mengetahurie ncanak onservastia nahy angt epatd ans esuai didaerahp enelitian. VitoCe penelitianb erupam etodes urveiy aitu penelitiand enganc arad an teknikp engumpuladna tanyad ilakukanm elaluip engamatasne caras istematis terhadapg ijala atauf enomenae rosiy anga dap adao byekp enelitianT. eknik pengambilasnu byekp enelitianu nit lahanm enggunakapnu rpossives ampling. iurfussiue sampfingd igunakank arenap adap enelitianin i yangd iambil unit lahan, berdasarkaant ast umpangs usunp etay angt erdiri dari petak emiringanle reng,p eta jenis tanah,d an peta penggunaanla han.S edangkano byek yang menjadi_sumber penelitiana dalahl ahand i seluruhd aerahy anga dad i SubD AS SumberP ayung. Berdasarkahna silp erhitungand iketahuin ilai laju erosip adam asing-masing unit lahanb erbedak arenan ilai erosivitasp adam asing-masinsgt asiunb erbedaN. ilai laju erosi di Sub DAS Sumber Payung Tahun 2002 pada unit lahan l, stasjun I ratarataa dalah 111,75t onlhallahurLs tasiun2 rala-rataadalah8 9,76t oniha/tahun,s tasiun 3 rata-rata adalah 116,72 ton ha/tahun. Pada unit lahan 2, stasiun 1 rata-rata adalah 25,46t on/haltahuns,t asiun3 rat*tatzadalah2 6,59t on ha/tahunP. adau nit lahan3 , stasiunI rata-rataadalah979,2to5n /ha/tahuns,t asiun2 rata+ttaad1lnh786A7 ton/lraltahuns, tasiun3 rata-rataadalah1 022,78t on ha/tahun.P adau nit lahan4 , stasiunI rata-rataa dalah2775,3t3o n/haltahuns,t asiun2 tata'ta1'aadalth2228,98 tonftra/tahuns,t asiun3 rata-rataadala2h8 98,69t on ha/tahunP. adau nit lahan5 , stasiunI ratz-rataadalah8 0.82t on/haltahun,s tasiun3 tate'rataadalah8 4'42 ton ha/tahunM. etodek onservasit anahy ang tepat dan sesuaid i SubD AS SumberP ayung padam asing-masinugn it lahany aitu metodek onservasvi egetatifd enganc ara simulaspi engelolaatna namany angd ilakukand engans emaksimaml ungkind an pergantiapne ngelolaanla hany angd apatm empercepalat ju erosid enganp engelolaan lahany angd apatm enekanla ju erosi.D engang abunganm etodek onservasvi egetatif danp ergantianp engelolaanla han di atasm aka akan dapatm enekanl aju erosi di Sub DASS umbePr ayungK abupatenP amekasan.

Persepsi guru SMK terhadap pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMK Negeri 6 Malang / Agus Salim

 

enelitian ini dilakukan di SMKN 6 Malang, merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru di SMK Negeri 6 Malang, baik yang berstatus PNS maupun bukan PNS yang sebanyak 116 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 50orang, Normatif 12 orang, Adaptif 37 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 8 orang, Normatif 3 orang, Adaptif 6 orang. dengan teknik Proporsional Cluster Random Sampling. Diambil sampel seluruhnya 30 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 8 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 6 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 7 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 5 orang. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang meliputi analisa frekuensi dan prosentase. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi guru terhadap pelaksanaan KTSP sebanyak 23 orang (76,67%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi penyusunan muatan kurikulum, bahan ajar, pengembangan program, silabus, RPP, sumber belajar, tenaga pendidik, indikator pelajaran. Untuk indikator yang tergolong setuju meliputi pemakaian media, sarana dan prasarana. Sedangkan indikator metode mengajar dapat diartikan tidak setuju. Karena guru hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. (2) Sedangkan untuk persepsi guru terhadap evaluasi pembelajaran sebanyak 25 Orang (83,33%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi waktu pelaksanaan; melakukan penilaian; jenis evaluasi; remedial; perbaikan metode mengajar. Berdasarkan penelitian ini disarankan dalam penentuan metode mengajar perlu ditingkatkan, dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Untuk penyikapan evaluasi guru sudah sangat setuju dalam pelaksanaan evaluasi. Tetapi diharapkan juga dapat melaksanakan evaluasi dengan lebih baik lagi agar pelaksanaan KTSP di SMKN 6 Malang dapat berjalan dengan lebih baik.

Persepsi nasabah tentang relationship marketing dan pengaruhnya terhadap lovalitas / Sulhida Silmi

 

Teori fluida statis dan dinamis serta aplikasinya dalam kehidupan / Arianto Buton

 

Kata kunci: Fluida, Tekanan, Massa Jenis, Tegangan Permukaan, Kapilaritas, Kekentalan, Hukum Bernoulli, Hukum Pascal, Hukum Archimedes Fluida atau Zat alir adalah zat yang mengalirkan seluruh bagian-bagiannya ke tempat lain dalam waktu yang bersamaan.Wujud zat secara umum dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair, dan gas. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, zat padat mempunyai bentuk dan volume tetap, zat cair memiliki volume tetap, akan tetapi bentuknya berubah sesuai dengan wadahnya, sedangkan gas tidak memiliki bentuk maupun volume yang tetap. Karena zat cair dan gas tidak mempertahankan bentuk yang tetap sehingga keduanya memiliki kemampuan untuk mengalir. Zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan disebut Fluida disebut juga zat alir, yaitu Zat alir adalah zat yang mengalirkan seluruh bagian-bagiannya ke tempat lain dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan pergerakannya fluida ada dua macam,yaitu fluida dinamis dan fluida statis. Hukum Pascal untuk menaikkan elevasi muka air merupakan alat yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan prinsip kerja dari Hukum Pascal.Dapat bermanfaat untuk pendidikan, dan masyarakat diharapkan bermanfaat bagi para pembaca serta dapat membuka wawasan mengenai aspek-aspek hidroulik. Berdasarkan hukum pascal ini diperoleh prinsip bahwa dengan gaya yang kecil dapat menghasilkan suatu gaya yang lebih besar. Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat dan pesawat terbang tidak seperti roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket itu sendiri.Roket menyemburkan gas ke belakang, dan sebagai reaksinya gas mendorong roket maju.Jadi, roket dapat terangkat ke atas walaupun tidak ada udara, tetapi pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara.Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya.

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Susiyono

 

Peningkatan kompetensi sosioemosional anak melalui metode permainan sosiodrama pada kelompok B TK Samuphahita Malang / Angelina Helda Semuruk

 

Semuruk, Angelina Helda, 2014. Peningkatan Kompetensi Sosioemosional Anak melalui Metode Permainan Sosiodrama pada Kelompok B TK Samuphahita Malang. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Konsentrasi PAUD, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd Kata kunci: Metode Permainan Sosiodrama, Kompetensi Sosioemosional, Anak TK Kompetensi sosioemosional anak merupakan salah satu aspek yang penting dikembangkan pada anak sejak dini. Kompetensi itu meliputi bersikap kooperatif, toleran, mampu mengekspresikan emosi sesuai kondisi, mengenal tata krama, memahami aturan dan disiplin, berempati, gigih (tidak mudah menyerah), mengenal emosi diri dan orang lain, memotivasi diri, dan mampu membina hubungan dengan orang lain. Dari hasil wawancara dan observasi awal di kelompok B TK Samuphahita Malang ditemukan bahwa sebagian anak pada usia 5–6 tahun masih rendah dalam aspek interaksi sosial, kerja sama, pasif dalam kegiatan harian, kurang antusias, suka marah-marah (agresif) dan tidak sabar dalam bermain, serta tidak mau berbagi permainan dengan temannya. Sementara itu dalam mengajar guru masih kurang melibatkan anak dalam proses pembelajaran, anak lebih diberi tugas untuk meningkatkan kognitifnya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan kompetensi sosioemosional anak melalui metode permainan sosiodrama? Penerapan metode permainan sosiodrama meliputi: (1) persiapan, (2) tanya jawab, (3) menentukan kelompok bermain, (5) menjelaskan tugas kelompok (penonton), (6) pelaksanaan permainan, (7) evaluasi dan diskusi, dan (8) ulangan permainan (jika diperlukan). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, rubrik penilaian kompetensi sosioemosional dan permainan sosiodrama. Data dianalisis melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian berjumlah sembilan belas anak pada kelompok B TK Samuphahita Malang. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa upaya meningkatkan kompetensi sosioemosional melalui metode permainan sosiodrama ini terdiri atas tahap pelaksanaan mulai dari kegiatan awal, inti dan akhir. Tahap awal terdiri atas kegiatan pembuka, penunjukan sumber belajar, tanya jawab, pembagian jumlah dan waktu permainan. Tahap inti meliputi penentuan kelompok main, penawaran peran, penjelasan tugas kelompok, penentuan urutan adegan permainan. Tahap akhir: pemberian reward (pujian), penyampaian kesan, dan pemberian motivasi pada anak, serta observasi dan evaluasi. Penerapan metode permainan sosiodrama dapat meningkatkan proses antusiasme, kerjasama, tanggung jawab, interaksi dengan teman, dan kesesuaian dengan peran. Penerapan metode yang demikian secara signifikan dapat meningkatkan kompetensi sosioemosional anak untuk dua belas indikator yakni: (1) bersikap kooperatif, (2) bersikap toleran, (3) berempati, (4) membina hubungan, (5) gigih, (6) mengekspresikan emosi diri, (7) mengenal emosi diri, (8) mengelola emosi, (9) mengenal emosi orang lain, (10) mengenal tata krama, (11) memahami aturan/disiplin, dan (12) memotivasi diri. Kedua belas indikator dirangkum ke dalam 3 aspek kompetensi sosioemosional anak yakni: (a) sikap sosial (indikator 1-5), (b) kecerdasan emosi (indikator 6-9), dan (c) keterampilan pribadi sosial (indikator 10-12). Secara kuantitatif peningkatan kompetensi sosioemosional anak dijabarkan sebagai berikut: pada studi pendahuluan sebesar 68,46% dengan rata-rata (a) sikap sosial 75,96%, (b) kecerdasan emosi 53,73%, dan (c) keterampilan pribadi sosial sebesar 76,31%. Rerata peningkatan pada Siklus I menjadi 77% dan pada Siklus II menjadi 88,95%. Pada Siklus I untuk (a) sikap sosial 79,39%, (b) kecerdasan emosi 75,53%, dan (c) keterampilan pribadi sosial 77,60%, meningkat pada Siklus II menjadi: (a) sikap sosial 89,00%, (b) kecerdasan emosi 90,33%, dan (c) keterampilan pribadi sosial 90,62%.      Berdasarkan hasil penelitian maka bagi guru TK disarankan agar menggunakan metode permainan sosiodrama untuk peningkatan kompetensi sosioemosional anak. Kepada peneliti selanjutnya disarankan menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan untuk merancang penelitian sejenis dengan menggunakan metode permainan sosiodrama untuk meningkatkan kompetensi anak yang lain misalnya bahasa, moral, fisik dan motorik pada anak kelas awal (SD kelas 1-3).     

Studi pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Garmen di BLKI Singosari Malang / Denik Ningtiyas

 

ABSTRAK Ningtiyas, Denik. 2016. Studi Pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Garmen di BLKI Singosari Malang . Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn. Kata kunci: pengelolaan, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dapat dilihat salah satunya dari kompetensi yang dimiliki oleh para tenaga kerja. Di Indonesia, pengakuan kompetensi kerja tersebut dapat diakui salah satunya dengan menggunakan sertifikat kompetensi yang dapat diperoleh melalui pelaksanaan uji kompetensi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan uji kompetensi adalah ketersediaan tempat uji kompetensi (TUK) yang sudah diverifikasi oleh LSP. Salah satu TUK yang ada di Malang adalah TUK garmen yang berada di BLKI Singosari. TUK tersebut merupakan TUK dengan jenis TUK mandiri yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis TUK lain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan TUK garmen di BLKI Singosari Malang yang didalamnya memuat aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Pelatihan dan Sertifikasi BLKI Singosari, Staf pelatihan dan sertifikasi serta kepala TUK garmen BLKI Singosari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan yaitu perencanaan TUK garmen yang telah terverifikasi oleh LSP sebagai TUK dengan sertifikat akreditasi No. Garment/X/12/051 diarahkan pada persiapan segala aspek kelayakan TUK baik adminstrasi maupun teknis. Pada perencanaan TUK Garmen terdapat beberapa standar yang kurang sesuai dengan yakni pada aspek ketersediaan alat uji terdapat beberapa sarana yang masih belum sesuai dengan standar BNSP. Sedangkan pada tahap pelaksanaan pengelolaan TUK garmen telah sesuai dengan perencanaan program kerja yang ditetapkan. Pada evaluasi pengelolaan TUK garmen secara keseluruhan berlangsung sesuai dengan perencanaan meskipun terdapat beberapa aspek yang masih kurang sesuai, misalnya sarana dan prasarana yang belum sesuai dengan standar yang berlaku.

Using facebook through process genre based aproach to improve the ability of grade 8 class c students of Junior High School 19 Malang in writing descriptive texts / Dini Kurnia Irmawati

 

Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D. (2) Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph.D. Keywords: writing, Facebook, descriptive, classroom action research. Writing is one of the language skills that is often considered difficult. Based on the questionnaire given to the students in the preliminary study, the major problems in writing descriptive texts were how to generate and organize the ideas and how to write using appropriate grammar, vocabulary and mechanics. Moreover, the teacher also provided less time for teaching writing compared to the other language skills. To solve the problems, the use of Facebook through process-genre based approach is proposed to be applied in teaching writing. The strategy is chosen under the consideration that the students have been greatly familiar with the use of Facebook. Moreover, the strategy is practical to apply and some previous studies found that Facebook is effective to help students in writing compositions. The objective of this study is then to improve students’ writing ability in writing descriptive texts, particularly describing a person by using Facebook features namely Profile Pictures, Profile Information, and Wall Application. This study used collaborative classroom action research design which consisted of four stages namely planning an action, implementing the action, observing the action, and reflecting on the observation. The collaboration was done in designing the lesson plans, setting the criteria of success, observing the implementation (the collaborative teacher became the observer), and doing reflection. In addition, the subjects of this study were 34 students of Grade 8 Class C in SMP Negeri 19 Malang in 2011/2012 academic year. The instruments used to collect the data were interview guides, questionnaires, observation sheet, field notes, and the students’ individual final writing. The main activities during the teaching and learning process based on process-genre based approach were Building Knowledge of Field (BKOF), Modeling of Text (MOT), Joint Construction of Text (JCOT), and Independent Construction of Text (ICOT). At the BKOF and MOT stages, the students were given a descriptive text then the teacher guided the students to analyze the generic structure, language features and conjunction used. A model on how to write a descriptive text using Profile Picture and Profile Information on a Facebook account was also given. Then at the JCOT part 1, the students wrote a descriptive text through pair work through the writing process. Next, at the JCOT part 2, they were assigned to write a descriptive text individually through the writing process, yet the teacher’s conference was still done as needed. Lastly, at the ICOT stage, they wrote a descriptive text totally independently. The result of the study showed that the use of Facebook through process-genre based approach can improve the students’s ability in writing a descriptive text. The percentage of the number of the students achieving the score above the minimum passing grade (KKM : Kriteria Ketuntasan Minimal) had improved from only 2.9% (1 student out of 34 students) in the preliminary study to 64.7% (22 students) in Cycle 1 and to 100% (34 students in Cycle 2). The students’ were also more enthusiastic during the writing activities because of the use of Facebook as the interesting media. Based on the findings of the study, it is suggested for English teachers to implement the use of Facebook features in teaching writing, especially a descriptive text. In implementing Facebook, it is suggested that the teachers be selective in choosing the appropriate Facebook account which contain appropriate information for students. For further researcher, it is suggested to use Facebook for different text types, and on different grades and levels of education. In addition, related to the weaknesses identified in this study, further researchers and English teachers are suggested to have online activities not only for publishing but also for finding information about a particular person that is going to be described.

Pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X SMAN 7 Malang / Windi Andika Lufitasari

 

ABSTRAK Lufitasari, Windi Andika Eka. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik Kelas X SMAN 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, SH, M.Pd, M.Si, (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan Memecahkan Masalah Pembelajaran geografi di SMA menuntut peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan memecahkan masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan memecahkan masalah peserta didik adalah Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran ini di dalam kelas, memilki kelebihan diantaranya mendorong peserta didik untuk bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah secara berkelompok, melibatkan mereka dalam penyelidikan dan membantu mereka belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian termasuk Quasi Eksperiment. Penelitian dilaksanakan di SMAN 7 Malang. Rancangan yang digunakan posttest control group design. Analisis data penelitian yang digunakan Uji Statistik Parametrik dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Instrumen penilaian menggunakan soal essai yang sebelumnya telah diujivaliditas dan reliabelitasnya, kemudian diberikan sesudah perlakuan penelitian. Analisis yang digunakan adalah Independent sampel t-test. Berdasarkan hasil analisis t-test didapatkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,04 <0,05 dan rata-rata (mean) kemampuan memecahkan peserta didik kelas eksperimen (71,04) lebih besar daripada kelas kontrol (66,32) maka H0 ditolak. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X SMAN 7. Saran diberikan kepada: 1) sekolah, agar menganjurkan guru geografi menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning; 2) guru, menyusun RPP berbasis Problem Based Learning dengan alokasi waktu yang cermat dan materi yang sesuai, menyiapkan fasilitas bagi peserta didik yang dibutuhkan saat pelaksanaan Problem Based Learning dan mengkondusifkan kelas; 3) peneliti selanjutnya, diharapkan menerapkan model Problem Based Learning dengan variabel lain atau menambahkan variabel seperti kemampuan berfikir tingkat tinggi, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir analitis dilakukan pada materi atau kompetensi dasar mata pelajaran geografi yang berbeda khususnya yang berkaitan dengan sistem kebumian dan menuntut peserta didik berpikir tingkat tinggi.

Pengaruh penghayatan musik klasik terhadap emosi anak TK kelompok B se gugus IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Restu Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Restu. 2012. Pengaruh Penghayatan Musik Klasik terhadap Emosi Anak TK Kelompok B Se Gugus IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi S1 Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tomas Iriyanto, M. Pd, (II) Drs. I Made Seken, M. Pd. Kata Kunci: Pengaruh Musik Klasik, Emosi Musik harus dikenalkan sedini mungkin pada anak, bahkan sejak dalam kandungan anak sudah dirangsang dengan jenis musik yang dapat mengembangkan kecerdasan anak yaitu jenis musik klasik. Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosionalnya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Kemampuan emosi perlu dipupuk dan dikembangkan pada diri seseorang anak karena kemampuan ini merupakan bagian dari kepribadian manusia dan langsung berhubungan dengan perilakunya. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Emosi anak TK B sebelum dilakukan kegiatan Penghayatan Musik Klasik, (2) Bagaimana Emosi anak TK B sesudah dilakukan kegiatan Penghayatan Musik Klasik, dan (3) Apakah terdapat Pengaruh Penghayatan Musik Klasik terhadap Emosi Anak TK Kelompok B Se Gugus IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimen Design dengan menggunakan desain 2 yaitu Pre-test dan Post-test group dalam satu kelompok. Data yang terkumpul menggunakan Observasi yang berbentuk checklist, berbentuk daftar kegiatan yang diamati sebelum dan sesudah melakukan kegiatan penghayatan dengan musik klasik. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah TK Inti dan TK Imbas yaitu TK Inti TK AN-NUR dan TK Imbasnya TK Permata Bunda dan pengambilan sampel dengan cara randem. Dari hasil peningkatan emosi, secara keseluruhan yang diperoleh sebelum melakukan kegiatan penghayatan dengan musik klasik (Pre-test) sebesar 10.6 sedangkan nilai rata-rata setelah melakukan kegiatan penghayatan dengan musik klasik (post-test) adalah sebesar 14.05, Sehingga meningkat sebesar 3.45. Hal ini dapat diketahui bahwa dengan melakukan penghayatan musik klasik memberikan peningkatan dan perubahan emosi anak kelompok B di TK Inti maupun TK Imbas. Berdasarkan paparan data diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh emosi yang baik pada anak. Karena kegiatan ini memberi pengaruh baik bagi anak maka harapan penulis bagi lembaga TK Segugus IV untuk mempertahankan pengadaan kegiatan penghayatan musik klasik ini. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, kasih dan karunia- Nya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penghayatan Musik Klasik terhadap Emosi Anak Kelompok B TK Se Gugus IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang” dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Penulis bersyukur dengan limpahan kasih-Nya hingga saat ini masih diberi anugerah kesehatan, kelancaran, semangat dan ketekunan dalam mengerjakan skripsi. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini memerlukan bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang meluangkan waktu untuk membimbing dan membantu penulis, terutama disampaikan pada: 1. Prof. Dr. Supriyono, M. Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang 2. Drs. Sutrisno, S. Pd, M. Pd, selaku Ketua Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah 3. Dr. Musa Sukardi, M. Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. 4. Drs. Tomas Iriyanto, M. Pd dan Drs. I Made Seken, M. Pd, selaku dosen pembimbing yang telah sabar, dan tulus ikhlas untuk meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberi saran dan masukan untuk penulis yang dapat digunakan untuk memperbaiki skripsi ini. 5. Puspita Edyawati, S. Sos selaku Kepala TK AN-NUR Kota Malang yang telah memberikan ijin pelaksanaan penelitian. 6. Ririn Widya Yanti, A. Ma selaku Kepala TK Permata Bunda Kota Malang yang telah memberikan ijin pelaksanaan penelitian. 7. Ibu guru kelompok B di TK AN-NUR dan TK Pernata Bunda Kota Malang, serta seluruh anak kelompok B TK AN-NUR dan TK Pernata Bunda yang telah turut serta dalam proses penyelesaian skripsi ini. 8. Bapak dan Ibu tercinta selaku kedua orang tua penulis, terima kasih yang tak terhingga ananda haturkan atas cinta kasih, do’a, dan dukungan yang berupa moril maupun materiil yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. Kedua adikku tercinta, Nani dan Ma’un. Kalian adalah sumber keceriaanku disaat aku sedih. 10. Teman-teman satu angkatan SI PAUD 10 (yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu). Terima kasih atas semangat, kerja sama dan kekompakannya. 11. Buat mas. Slamet Rosyidi tercinta terima kasih atas do’a, semangat dan cinta kasihnya selama ini. Luph you phuull. Segala upaya telah penulis lakukan demi kesempurnaan skripsi ini, namun penulis hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Maka dari itu, saran dan kritik yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan skripsi ini. Akhir kata, semoga penyusunan skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi pembaca maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Malang, Nopember 2012 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iv DAFTAR TABEL vi DAFTAR GAMBAR vii DAFTAR LAMPIRAN viii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 7 C. Hipotesis Penelitian 7 D. Manfaat Penelitian 8 E. Asumsi Penelitian 8 F. Pembatasan Masalah 9 G. Definisi Operasional 10 BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Musik 11 1. Pengertian Musik 11 2. Jenis-jenis Musik 12 3. Nilai Musik 14 4. Fungsi Musik dalam Pendidikan 15 5. Peranan Musik di TK 16 6. Dasar-dasar Pengajaran Musik di TK 17 7. Standar Nasional dan Tujuan Pendidikan Musik 18 B. Musik 18 1. Pengertian Emosi 18 2. Mekanisme Emosi 21 3. Fungsi Emosi 23 4. Ciri Khas Emosi Anak 23 5. Ciri Umum Perkembangan Emosi Anak 24 6. Jenis-jenis Emosi 25 7. Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Emosi 27 8. Pengaruh Emosi terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik Individu 28 9. Strategi Pengembangan Emosi 29 10. Metode Pengembangan Emosi 31 BAB III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 34 B. Populasi dan Sampel Penelitian 36 1. Populasi dan Sampel 36 2. Teknik Pengambilan Sampel 37 C. Teknik Pengumpulan Data 39 D.Teknik Analisa Data 40 BAB IV. HASIL PENELITIAN A. Analisis Deskriptif 42 B. Analisa Uji Beda 55 C. Uji Hipotesis 57 BAB V. PEMBAHASAN 58 A. Emosi Anak Kelompok B Sebelum Melakukan Kegiatan Penghayatan Musik Klasik di TK Inti dan TK Imbas 58 B. Emosi Anak Kelompok B Sesudah Melakukan Kegiatan Penghayatan Musik Klasik di TK Inti dan TK Imbas 58 C. Pengaruh Emosi Anak TK Kelompok B Di TK Inti dan TK Imbas 59 BAB VI. PENUTUP A. Kesimpulan 62 B. Saran 63 DAFTAR PUSTAKA 65 LAMPIRAN-LAMPIRAN 67 DAFTAR TABEL Tabel Tabel 2.1: Emosi Positif dan Emosi negatif 27 Tabel 4.1 Hasil Pre-test Kegiatan Penghayatan Musik Klasik yang diperoleh di TK AN-NUR 43 Tabel 4.2 Hasil Post-test Kegiatan Penghayatan Musik Klasik yang diperoleh di TK AN-NUR 44 Tabel 4.3 Hasil Pre-test Kegiatan Penghayatan Musik Klasik yang diperoleh di TK Permata Bunda 48 Tabel 4.4 Hasil Post-test Kegiatan Penghayatan Musik Klasik yang diperoleh di TK Permata Bunda 49 Tabel 4.5 Hasil Kegiatan Keseluruhan yang diperoleh di TK AN-NUR dan TK Permata Bunda 53   DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 2.1: Mekanisme Terjadinya Emosi 22 Gambar 3.1: Rancangan penelitian 35 Gambar 3.2: Teknik Simple Random Sampling 38   DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Satuan Kegiatan Harian 67 2. Standart Penilaian 75 3. Lembar Observasi Anak 76 4. Format Penilaian 116 5. Dokumentasi Kegiatan Penghayatan Musik Klasik 128 6. Nilai Persentil Untuk Distribusi t 129 7. Riwayat Hidup 130

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran mind mapping siswa kelas V SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar / Binti Nuriroh

 

ABSTRAK Nuriroh, Binti. 2012. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Mind Mapping Siswa Kelas V SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M. Pd, (II) Dra. Sutansi, M. Pd. Kata kunci: hasil belajar, mind mapping Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan diketahui bahwa hasil belajar PKn siswa di kelas V masih jauh dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diberlakukan yaitu nilai 70. Dari hasil observasi yang dilaksanakan, diketahui bahwa dari 32 siswa hanya terdapat 11 siswa (34 %) yang mendapat nilai memenuhi KKM. Selebihnya yakni sebanyak 21 siswa (66 %) mendapat nilai di bawah KKM. Hal tersebut disebabkan kurangnya partisipasisiswa siswa dalam pembelajaran PKn, sedangkan guru selalu mengulang kembali pembelajarannya karena nilai-nilai ujian siswa dirasa kurang memuaskan sehingga siswa merasa bosan terhadap mata pelajaran PKn. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Mind Mapping dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Mind Mapping. Pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi awal hanya 34% siswa yang tuntas belajar, oleh karena itu pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran Mind Mapping agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I 65,69%, meningkat pada siklus II menjadi 76,66%. Nilai rata-rata aktivitas guru pada siklus I 81,5%, meningkat pada siklus II menjadi 91,5%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siswa pada pratindakan adalah 59,06 atau dalam persentase 34%, setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping, rata-rata nilai yang dicapai pada siklus I adalah 67,6 atau 51,5%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan lagi yaitu rata-rata nilai siswa mencapai 78,7 atau dalam persentase sebesar 91 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping jika diterapkan dengan benar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif sangat diperlukan sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik lagi.

Pengaruh variasi kecepatan putar spindel dan kecepatan pemakanan pada mesin frais terhadap kekasaran permukaan benda kerja ST 60 / Rumaldus Sirken

 

ABSTRAK Sirken, Rumaldus. 2016. Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Spindel dan Kecepatan Pemakanan Pada Mesin Frais Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja ST 60. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sunomo., M.Pd. (2) Dr. Sukarni, S.T., M.T. Kata Kunci:kecepatan putar spindel, kecepatan pemakanan, kekasran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan pada variasi kecepatan putar spindel dan kecepatan pemakanan mesin frais, dan (2) perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan pada variasi kecepatan pemakanan dan kedalaman potong mesin frais. Variabel bebas dari penelitian ini adalah (a) kecepatan putar spindel, (b) kecepatan pemakanan, dan (c) kedalaman potong. Sedangkan variabel terikat merupakan kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ditemukan hasil kekasaran permukaan yang paling baik (paling halus) adalah pada kecepatan putar spindel 360 rpm dan kecepatan pemakanan 30 mm/menit. (2) ditemukan hasil kekasaran permukaan yang paling baik adalah pada kecepatan pemakanan 30 mm/menit dan kedalaman potong 0,5 mm.

Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dengan masalah open-ended materi segiempat dan segitiga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIID SMPN 2 Kualasimpang / Sri Desilya

 

ABSTRAK Desilya, S. 2016. PembelajaranTeam Games Tournament (TGT) DenganMasalahOpen-EndedMateriSegiempatdanSegitigaUntukMeningkatkanKemampuanBerpikirKritisSiswaKelas VIID SMPN 2 Kualasimpang.Tesis.PascasarjanaPendidikanMatematikaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Prof.Dr. Toto Nusantara, M.Si.,(II) Dr. Abdul Qohar, M.T. Kata Kunci : TGT, masalahopen-ended, berpikirkritis Berpikirkritis (critical thinking)menurutdimensibelajarmerupakansalahsatuaspek yang harusdikembangkandandimilikiolehsiswadalampembelajaran.Berpikirkritismerupakankompetensidasar yang harusdicapaidalampembelajaranmatematika. Beberapapenelitianmenunjukkanbahwadenganmasalahopen-endedmampumeningkatkankemampuanberpikirkritissiswa.Pembelajaran yang tepatperluditerapkansebagaiupayameningkatkankemampuanberpikirkritis, salahsatunyadenganmenerapkanpembelajaran model Team Games Tournament (TGT) denganmasalahopen-ended. Tujuanpenelitianiniadalahmendeskripsikanpembelajaran TGT denganmasalahopen-ended yang dapatmeningkatkanberpikirkritissiswakelas VIID SMPN 2 Kualasimpang. PenelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiankualitatifdenganjenisPenelitianTindakanKelas (PTK).Prosedurdalampenelitianinimemilikiempattahapanyaituperencanaan, tindakan, observasidanrefleksi yang dilaksanakandalambentuksiklusberulang.Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas VIID SMPN 2 Kualasimpang yang berjumlah 21siswa. Data yang dikumpulkanberupahasilobservasiaktivitas guru dansiswasertahasilteskemampuanberpikirkritissiswadalammenyelesaikanmasalahopen-ended yang berkaitandenganluasdaerahdankelilingsegiempatdansegitiga. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwapembelajaran TGT denganmasalahopen-endedmeliputiaktivitas (1) presentasi di kelas; pemaparankonsepluasdaerahdankelilingsegiempatdansegitiga, (2) mengorganisirsiswadalamkelompok, (3) game, (4) turnamen, (5) rekognisitimdan (6) tesindividu. Indikatorberpikirkritis yang diukurmeliputi (1) menyajikanalternatifpenyelesaian yang beragam, (2) memaparkanargumen, (3) mengevaluasipernyataan/argumendan (4) membuatkesimpulan.Skorobservasiaktivitas guru dansiswaberadapadapadakriteriabaik. Tingkat berpikirkritismeningkatdariSiklus I keSiklusII padaindikatormenyajikanalternatifpenyelesaian yang beragamsebesar 4,2%. Peningkatanindikatormemaparkanargumensebesar 12,5%. Peningkatanpadaindikatormengevaluasipernyataan/argumensebesar 5,4% danpadaindikatormembuatkesimpulansebesar 17,5%. Persentasepeningkatanberpikirkritissiswakelas VIID SMPN 2 Kualasimpangsiklus I sebesar 30% dansiklus II sebesar 75 %.Olehkarenaitu, pembelajaran TGT denganmasalah open-endeddapatdigunakandalammelaksanakanpembelajaranmatematikauntukmeningkatkanberpikirkritissiswa.

Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran demokratis siswa kelas V SDN Batuaji 2 Ringinrejo Kabupaten Kediri / Zulfia Waliati

 

ABSTRAK Waliati, Zulfia. 2012. Meningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Demokratis Siswa Kelas V SDN Batuaji 2 Ringinrejo Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi S1, Program PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sunyoto, S.Pd., M.Si dan (II) Dra. Widayati, M.H. Kata kunci: hasil belajar, PKn, pembelajaran demokratis. Penggunaan model pembelajaran PKn ( pendidikan kewarganegaraan) di tuntut untuk memperhatikan berbagai faktor. PKn merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat dan karakreristik yang berbeda bila dibandingkan disiplin ilmu yang lain. Dalam pembelajaran PKn siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal materi akan tetapi siswa juga harus memahami materi sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil pengamatan proses pembelajaran PKn yang dilakukan di SDN Batuaji 2 mengalami beberapa permasalahan diantaranya (1) mata pelajaran PKn disajiakan oleh guru sebagai mata pelajaran yang tidak menarik , karena pembelajaran berpusat pada guru, (2) siswa merasa takut karena sifat guru yang keras, (3) siswa merasa bosan dengan apa yang dipelajari karena siswa hanya menghafal konsep-konsep yang disampaikan dalam pembelajaran, (4) rendahnya hasil belajar PKn dengan nilai di bawah KKM yaitu dari 19 siswa hanya 21% atau 4 siswa yang tuntas dalam belajar dan 79% atau 15 siswa yang belum tuntas dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan model pembelajaran demokratis pada siswa kelas V SDN Batuaji 2, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar melalui model pembelajaran demokratis pada siswa kelas V SDN Batuaji 2. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah 19 siswa kelas V SDN Batuaji 2. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dari pra tindakan kurang baik atau mencapai 47,65%, siklus I pertemuan pertama cukup baik atau mencapai 69%, silkus I pertemuan kedua meningkat menjadi 84% pada siklus II menjadi sangat baik atau mencapai 88% dari jumlah siswa 19. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari pra tindakan terdapat 21% siswa yang tuntas, siklus I pertemuan pertama terdapat 79% siswa yang tuntas belajar, siklus I pertemuan kedua 95% siswa yang tuntas dan pada siklus II menjadi 100% siswa yang tuntas belajar dari jumlah siswa 19. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran demokratis agar siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Guru hendaknya menciptakan pembelajaran yang inovatif dengan model pembelajaran demokratis agar hasil belajar siswa dapat meningkat.

Membangun WEB interaktif SMK YP 17-1 Malang sebagai layanan informasi sekolah / Darto, Moch. Zainuri

 

Melalui website, suatu instansi pendidikan dapat mempublikasikan profil lembaga, hasil belajar siswa – siswi, pengumuman – pengumuman atau informasi yang berkaitan dengan perkembangan belajar siswa-siswi pada instansi tersebut. Selain itu, melalui website siswa, guru dan karyawan juga dapat mempublikasikan artikel, pengalaman, dan tulisan lainnya. Dalam pembuatan Website, Content Mangement System merupakan metode yang paling mudah dan praktis. Content Management System merupakan sebuah metode atau sistem yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan website. Wordpress offline merupakan salah satu dari Content Management System (CMS) yang bersifat Open Source yang sangat layak untuk digunakan sebagai sebuah website perusahaan atau instansi pendidikan sekalipun. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini berhasil merancang dan membuat website interaktif SMK YP 17-1 Malang, dengan website ini informasi yang dipublikasikan bisa lebih merata dan menarik, sehingga semua anggota sekolah dapat mengetahui perkembangan belajar siswa-siswi di SMK YP 17-1 Malang..

Pelaksanaan pengajaran management di Sekolah Menengah Ekonomi Atas Yayasan Perguruan 17 Pare
oleh Dijah Sihkawedar

 

Efektifitas media pembelajaran dengan menggunakan program power point terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA N 1 Sutojayan Blitar / Pietter Budi Handoyo

 

ABSTRAK Mutmainah, Aris. 2012. Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah Melalui Model Pembelajaran Problem Solving pada Mata Pelajaran PKn Kelas V SDN Bangsri 01 Kabupaten Blitar.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, MH., (II) Dra. Sri Nuryati, M.Pd. Katakunci: kemampuan siswa, problem solving, pembelajaran PKn, Bangsri Kemampuan siswa SDN Bangsri 01 dalam memecahkan masalah pada mata pelajaran PKn masih sangat kurang. Hal ini disebabkan, pembelajaran PKn yang dilakukan oleh guru lebih berorientasi pada aktivitas hafalan. Oleh karena itu penelitian mengenai peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sangat diperlukan, salah satunya adalah melalui model problem solving. Model pembelajaran problem solving merupakan salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mengembangkan proses berpikir kritis dan kreatif melalui aktivitas atau tahapan tertentu. Model problem solving dilakukan melalui beberapa tahap yaitu menggali dan menemukan masalah, memahami hakikat masalah, menetapkan hipotesis atau rencana pemecahan masalah, melakukan pengujian data serta menarik kesimpulan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem solving pada mata pelajaran PKn kelas V serta untuk mendeskripsikan penerapan model problem solving dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Bangsri 01 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus masing-masing dua kali pertemuan. Data penelitian yang berupa paparan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran diperoleh dari observasi ketika pembelajaran berlangsung.Sedangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah diperoleh dari pemberian tes tertulis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes tertulis. Analisis data berupa teknik kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pengukuran aktivitas siswa dilakukan dengan teknik rentang nilai yang bersifat kualitatif, sedangkan pengukuran kemampuan siswa dilakukan dengan berpedoman pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) SDN Bangsri 01 dengan perhitungan ketuntasan kelas sebesar 70%. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan sebagai hasil penelitian sebagai berikut.Pertama, penerapan model pembelajaran problem solving pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Bangsri 01 Kabupaten Blitar dapat meningkatkan aktivitas siswa terutama dalam tahap penyelesaian masalah.Kedua, penerapan model pembelajaran problem solving pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Bangsri 01 Kabupaten Blitar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.

Ijdentifikasi kesulitan yang dihadapu oleh guru mata diklat kemampuan produktif smk negeri kelompok industri se-kota malang dalam mengimplementasikan kurikurum tingkat satuan pendidikan (KTSP) / Ivan Ardi

 

ABSTRAK Ardi, Ivan. 2010. Identifikasi Kesulitan yang Dihadapi oleh Guru Mata Diklat Kemampuan Produktif SMK Negeri Kelompok Industri Se-Kota Malang dalam Mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Skripsi, jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mardji, M. Kes., (II) Drs. H. Yoto, S.T, M.Pd, M.M. Kata kunci: kesulitan implementasi, guru mata diklat kemampuan produktif, kurikulum tingkat satuan pendidikan. Beberapa kasus, diketahui bahwa implementasi KTSP diwarnai dengan minimnya sosialisasi dan persiapan guru. Pemahaman yang berbeda-beda tentang KTSP memungkinkan para guru mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan KTSP yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Kelemahan dalam penerapan KTSP diantaranya adalah guru belum disiapkan secara memadai, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk KTSP belum tersedia, serta sosialisasi yang tidak lancar, tidak merata, dan tidak mendalam. Dalam implementasi KTSP guru berperan sebagai fasilitator, maka untuk dapat mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator, guru perlu memahami hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar. Subyek penelitian ini adalah guru mata diklat kemampuan produktif SMK Negeri kelompok industri se-kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dimaksudkan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang telah diteliti yang mencakup pernecanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Angket yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji cobakan terlebih dahulu kepada 10 orang di sekolah yang dilakukan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah mendeskripsikan tiap deskriptor, indikator, dan subvariabel dalam instrumen penelitian yang dibandingkan dengan skor rata-rata harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata diklat kemampuan produktif kelompok industri SMK Negeri se-Kota Malang mengalami kesulitan sedang (57,6%) pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran mengalami kesulitan sedang (68,48%) dan evaluasi pembelajaran mengalami kesulitan rendah (55,67%). Kurangnya waktu, sarana prasarana dan sumber informasi mengakibatkan para guru mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan KTSP. Para guru mengalami kesulitan dalam memperoleh sumber informasi dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan KTSP, sehingga mereka mengalami kesulitan pada ii perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kurangnya sumber informasi dalam mengatasi kesulitan membuat para guru kesulitan dalam melakukan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan KTSP. Kurangnya sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran mengakibatkan guru kesulitan dalam melakukan pendekatan dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Kurangnya waktu yang tersedia berpengaruh pada evaluasi pembelajaran yang dilakukan

Internal control oleh manajer dalam proses pemberian dan pelunasan kredit gadai di Perum Pegadaian Cabang Dieng Malang / oleh Damayanti Eka Prahesti

 

Kesadaran hukum mahasiswa jurusan PPKn fakultas ilmu pendidikan universitas negeri malang dalam berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya / Mirna Retna Sari

 

ABSTRAK Retna Sari, Mirna.2009. Kesadaran Hukum Mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Malang dalam Berlalu Lintas Menggunakan Kendaraan Bermotor Roda Dua di Jalan Raya. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H.Suparman A.W,S.H, M.Hum, (2) Drs.Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si Kata Kunci :Kesadaran hukum, lalu lintas, kendaraan bermotor roda dua Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan ketertiban lalu lintas yaitu dengan mematuhi segala peraturan lalu lintas yang bisa terwujud apabila mahasiswa tersebut mempunyai kesadaran hukum. Namun kesadaran hukum yang diterima adalah kesadaran tanpa paksaan. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, (2) Mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, (3) Mengetahui sikap mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, (4) Mengetahui pola perilaku mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam berlalu lintas menggunakan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, (5) Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam meningkatkan pengetahuan hukum tentang lalu lintas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel ini adalah dengan menggunakan teknik random sederhana (simple random sampling). Pelaksanaan teknik random sederhana pada jumlah mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua, cukup menggunakan teknik undian.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yang dilakukan dengan mengklasifikasikan data tersebut menjadi dua kelompok data, yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif. Data yang diperoleh dari angket atau kuesioner yang berbentuk check list dikelompokkan dalam bentuk persentase sesuai dengan pilihan jawaban yang tertera di angket yang telah dipilih oleh responden. Kesimpulan diperoleh setelah analisis dari data-data tersebut selesai dilakukan dan data dari hasil wawancara disertakan untuk melengkapi data kuesioner. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Pengetahuan hukum mahasiswa jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap peraturan lalu lintas adalah separuh lebih mahasiswa jurusan PPKn (53,33%) mengetahui tentang peraturan lalu lintas.(2) Pemahaman hukum mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap Peraturan Lalu Lintas adalah hanya 20% mahasiswa jurusan PPKn yang dapat memahami peraturan lalu lintas yaitu mengenai isi dan tujuan dari peraturan tersebut.(3) Sikap hukum mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap peraturan lalu lintas adalah semua mahasiswa jurusan PPKn pernah melakukan pelanggaran lalu lintas. (4) Perilaku hukum mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap peraturan lalu lintas adalah sebagian besar pola perilaku mahasiswa dalam berlalu lintas sudah sesuai peraturan terbukti dari data berikut ini : 80% mahasiswa jurusan PPKn membawa SIM saat mengemudikan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, 90% mahasiswa jurusan PPKn membawa STNK saat mengemudikan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya, 90% mahasiswa jurusan PPKn mengutamakan penyeberang jalan daripada kendaraan yang dikemudikan, 86,67% mahasiswa jurusan PPKn memarkir kendaraan bermotor di tempat yang benar sehingga tidak mengganggu pemakai jalan yang lain dan tidak menutup jalan, 100% mahasiswa jurusan PPKn menggunakan lampu sein pada kendaraan bermotor saat akan belok, 60% mahasiswa jurusan PPKn memeriksa perlengkapan kendaraan bermotor saat akan berkendara, 96,67% mahasiswa jurusan PPKn menggunakan helm saat berkendara.(5) jumlah mahasiswa jurusan PPKn yang berupaya meningkatkan pengetahuan hukum tentang peraturan lalu lintas adalah 20 orang atau 66,67%, upaya tersebut adalah: (a) membaca referensi yang berkaitan dengan lalu lintas, (b) mencari tahu lewat media elektronik (televisi, radio, internet), (c) mencari tahu pada pihak yang berwajib. Sedangkan jumlah mahasiswa jurusan PPKn yang berupaya mengurangi pelanggaran lalu lintas adalah 29 orang atau 96,67%, upaya tersebut adalah (a) memperhatikan setiap rambu-rambu lalu lintas, traffic light dan marka jalan yang ada di jalan raya, (b) mengurangi kecepatan maksimum dalam berkendara agar bisa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, traffic light dan marka jalan, (c) membiasakan untuk taat terhadap peraturan lalu lintas meskipun tidak ada polisi. Berdasarkan temuan penelitian di atas, dikemukakan saran sebagai berikut: (1) Guna meningkatkan Kesadaran Hukum Mahasiswa Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Malang dalam Berlalu Lintas Menggunakan Kendaraan Bermotor Roda Dua di Jalan Raya, maka diharapkan kepada mahasiswa agar lebih banyak menggali informasi tentang peraturan lalu lintas demi keselamatan dan ketertiban saat berkendara. (2) Perlunya peningkatan ketaatan oleh mahasiswa terhadap peraturan lalu lintas dalam kondisi apapun dan tidak hanya karena adanya pihak kepolisian lalu lintas. (3) Perlunya peran aktif dari mahasiswa untuk mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas dengan melengkapi komponen kelengkapan kendaraan bermotor yang sesuai dengan ketentuan, lebih teliti dalam memperhatikan ramburambu lalu lintas dan marka jalan serta memperhatikan kecepatan maksimum yang digunakan saat berkendara.

Pengembangan media pembelajaran role playing game pada standar kompetensi mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal untuk siswa SMK bidang keahlian TKJ / Rokhimatul Wakhidah

 

Kata Kunci: role playing game, pembelajaran berbantuan komputer, siswa SMK. Generasi muda Indonesia menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap game. Salah satu pemicunya yaitu banyaknya game yang beredar di pasaran. Rata-rata pemain game yang terbanyak berada di rentang usia 13-17 tahun dimana mereka masih berstatus pelajar. Instructional Game merupakan salah satu bentuk model dalam pembelajaran berbantuan komputer, yang didesain untuk membangkitkan kegembiraan siswa sehingga dapat meningkatkan kemungkinan tersimpannya lebih lama konsep, pengetahuan ataupun keterampilan yang diharapkan dapat mereka peroleh dari permainan tersebut. Instructional game tidak perlu menirukan realita namun dapat memiliki karakter yang menyediakan tantangan yang menyenangkan bagi siswa. Melihat kenyataan di atas, peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis game. Untuk menambah nuansa tantangan, peneliti memberikan unsur genre RPG di dalam instructional game yang dikembangkan. Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Periferal merupakan salah satu bagian dari kompetensi pada Bidang Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK. Kegiatan belajarnya terdiri dari teori dan atau praktikum. Kendala yang biasa dihadapi adalah kurangnya ketersediaan sarana belajar selama praktikum yang membuat siswa kurang mendalami materi. Diharapkan dengan adanya media ini, siswa mempelajari materi sebelum praktikum sehingga siswa tidak terlalu kesulitan mengikuti pelajaran di kelas keesokan harinya. Media pembelajaran dikembangkan menggunakan Metode Penelitian dan Pengembangan menurut Sugiyono yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat 3 tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, 3 orang siswa), uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh ahli media sebesar 78%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 88%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 72%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 78% dan hasil uji coba lapangan sebesar 84%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran RPG secara keseluruhan dinyatakan layak/valid. Media dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa.

Penggunaan analisa rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PG. Meritjan Kediri / oleh Nuril Chowati'ah

 

The language metafungtion of texs used as english teching materials for water resources engineering students school of engineering Universitas Brawijaya / Rita Darmayanti

 

Kata kunci: analisis teks fungsional, metafungsi bahasa, hubungan logis dalam kalimat majemuk Dengan menggunakan desain kualitatif konten analisis sebagai metode, studi ini menyelidiki struktur teks yang digunakan sebagai bahan ajar matakuliah Bahasa Inggris di jurusan teknik pengairan dengan menganalisis metafungsi bahasa yang terdiri dari metafungsi tekstual, interpersonal dan experiensial, hubungan logis dalam klausa majemuk meliputi tingkat keterkaitan atau taksis dan hubungan logico semantic. Data dalam studi ini diperoleh dari bahan ajar pada tahun akademik 2010/2011 and 2011/2012 dan meliputi Engineering in the Early Civilizations: the Mesopotamians, the Egyptians (teks A), The Ideals and Obligation of Professional Engineers (teks B) and Hydraulic and Water Resources Engineering (teks C). Ketiga teks tersebut memiliki kesamaan dalam hal field karena mereka merupakan literate teks yang mendeskripsikan dan membahas topik-topik yang berkaitan dengan bidang keteknikan, tenor atau hubungan antara penulis dan pembaca (mahasiswa tahun pertama di fakultas teknik dan mode karena mereka diambil dari buku teks. Namun, mereka memiliki perbedaaperbedaan dalam hal tujuan khusus mereka dalam penggunaan struktur dan leksiko grammar. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa setiap teks memanfaatkan berbagai sumber daya bahasa dan terstruktur dengan cara-cara tertentu untuk mencapai tujuannya. Teks A yang termasuk dalam genre recount bertujuan menceritakan peristiwa di masa lalu dan tersusun oleh perkembangan tematik yang konstan dan berkesinambungan untuk menunjukkan peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi di masa lalu (peradaban Mesir kuno), klausa deklaratif yang memiliki polaritas positif dan validitas untuk masa lalu, dominasi klausa material yang menunjukkan penekankan pada tindakan yang dilakukan oleh para insinyur Mesir kuno, dan hubungan penambahan dalam kalimat majemuk bertingkat dan hubungan penambahan dalam kalimat majemuk setara. Teks ini dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mempelajari teks historis dan juga tindakan dan cara berpikir dari insinyur-insinyur kuno. Selain itu, teks B yang berisi sumpah untuk insinyur menggunakan perkembangan tematik yang terus menerus secara dominan dalam tahapan dan fase latar dan reaksi, klausa deklaratif yang memiliki validitas proposisi untuk saat ini dan masa depan, dominasi dari proses material dan relasional yang menunjukkan bahwa teks ini berorientasi pada tindakan oleh insinyur, dan dominasi penggunaan dari purposif hipotaktik dan penambahan aditif. Text ini menunjukkan karakteristik teks dalam genre sumpah dan berisi nilai moral tentang cita-cita, kewajiban dan kualitas khusus yang harus dimiliki oleh insinyur professional sehingga jika teks ini digunakan sebagai bahan ajar dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa sumpah dan untuk pendidikan karakter. Selanjutnya, teks C merupakan teks deskriptif yang menggunakan tahap klasifikasi untuk mendefinisikan dan menjelaskan rekayasa hidrolik dan sumber daya air, dominasi klausa deklaratif yang memiliki polaritas netral dan menunjukkan sikap netral dari penulis terhadap topik yang dijelaskan, dominanasi proses atributif dan identifikasi menunjukkan fokus teks untuk mengidentifikasi topik. Kekurangan dari teks ini terletak pada perkembangan tematik dalam teks kurang konsisten dikarenakan oleh fokus dan distribusi informasi yang kurang jelas untuk dipahami. Namun, di sisi lain, teks ini mungkin berguna dalam memfasilitasi mahasiswa dalam belajar untuk memahami maksud dan fungsi dari grup nominal yang kompleks. Untuk menggunakan ketiga teks tersebut sebagai bahan ajar, praktisi bahasa Inggris di teknik pengairan untuk fokus pada struktur bahasa dan isi teks dan juga fitur bahasa dan retorika teks untuk mengembangkan cara-cara untuk membaca dan memahami teks dan melibatkan mahasiswa dalam diskusi yang lebih kaya mengenai isi dari teks. Di samping itu, perhatian khusus harus diberikan pada karakteristik teks yang bisa menyebabkan kesulitan seperti kepadatan leksikal dalam grup nominal dan ambiguitas struktur sintaksis dalam kalimat majemuk.

Evaluasi uji kesukaan cookies substitusi bubuk pare / Alex Sandro Agung Nugoho

 

ABSTRAK Nugoho, Alex, Sandro, Agung. 2016. Evaluasi Uji KesukaanCookies Substitusi Bubuk Pare. Tugas Akhir, Progam studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Dra. Mazarina Devi, M.Si., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : Cookies, Substitusi, Pare Cookies adalah kue kering yang terbuat dari terigu, lemak dan telur. Selain itu cookiesmemiliki daya simpan yang relatif panjang dan digemari dikalangan masyarakat. Cookies substitusi bubuk pare adalah inovasi dari cookies dengan substitusi bubuk pare dan tergolong inovasi yang belum pernah ada. Tujuanpenelitianiniuntukmendapatkanformulasiresep yang tepatpadapembuatancookiessubstitusibubuk pare, sertamengetahuitingkatkesukaanpanelisterhadapwarna, rasa dantekstur. Panelisterdiridari35 orang panelisagakterlatih dengan dua kali pengulangan, yaitumahasiswa D-III Tata Bogadan S-I Pendidikan Tata Bogaangkatan 2013. Ujikesukaanpanelisdilakukandengancaramemberisampelprodukcookies substitusi bubuk paredandilanjutkanmengisiangketujikesukaan Formulasi yang tepat dalam pembuatan cookies substitusi bubuk pare adalah formulasi uji coba kedua yaitu dengan substitusi 10% dari jumlah terigu didapatkan hasil yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Hasil uji kesukaan sebanyak 43,33% panelis menyatakan suka terhadap cookies substitusi bubuk pare karena warna yang dihasilkan berwarna golden brown, 56,67% panelis menyatakan agak suka terhadap cookies substitusi bubuk pare karena karena rasa pahit pare masih terasa, 46,67% panelis menyatakan suka terhadap cookies substitusi bubuk pare karena tekstur renyah dan tidak mudah hancur. Saran pada penelitian ini pada saat pembuatan bubuk pare, pare diiris tipis-tipis agar pada saat pengeringan lebih cepat kering, dan agar tidak terlalu pahit remas pare dengan garam kasar sampai mengeluarkan cairan. Pada saat pencetakan dilakukan setelah adonan cookies setengah matang, dan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan pada saat penimbangan lebih baik menggunakan timbangan digital.  

Pengaruh berbagai level komposisi kuning telur ayam ras di dalam pengencer tris terhadap motilitas sperma post thawing semen beku kambing pernakan etawa (PE) / Yohana Hendrika Vidya Bria

 

ABSTRAK Bria, Yohana Hendrika Vidya. 2011. Pengaruh Berbagai Level Komposisi Kuning Telur Ayam Ras di dalam Pengencer Tris terhadap Motilitas Sperma Post Thawing Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., (II) Drh. Hj. Sarastina, M.P. Kata Kunci: motilitas sperma, semen beku, kuning telur, pengencer tris Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawa (kambing asal India) dan kambing Kacang (kambing asli dari Indonesia). Kambing PE merupakan kambing dwiguna karena dapat menghasilkan susu dan daging. Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan populasi kambing PE yaitu dengan inseminasi buatan (IB). Cara yang dilakukan pada kegiatan inseminasi untuk mempertahankan daya hidup sperma biasa dilakukan pengenceran semen. Salah satu bahan pengencer adalah kuning telur. Kuning telur mengandung berbagai bahan yang dapat mempertahankan viabilitas dan fertilitas untuk sperma apabila disimpan atau diproses menjadi semen cair setelah pembekuan. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari mulai bulan Maret sampai Mei 2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai level komposisi kuning telur ayam ras di dalam pengencer tris terhadap motilitas sperma post thawing semen beku kambing PE. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu: P1 (semen diencerkan dengan pengencer tris-kuning telur ayam ras 5%), P2 (semen diencerkan dengan pengencer tris-kuning telur ayam ras 10%), P3 (semen diencerkan dengan pengencer tris-kuning telur ayam ras 15%), P4 (semen diencerkan dengan pengencer tris-kuning telur ayam ras 20% atau kontrol), dan P5 (semen diencerkan dengan pengencer tris-kuning telur ayam ras 25%). Pengumpulan data motilitas spermatozoa (baik pada evaluasi BF maupun evaluasi PTM) dilakukan dengan pengamatan melalui TV monitor yang terhubung dengan mikroskop dan penentuan nilai motilitas secara subyektif. Pengamatan dilakukan dengan melihat motilitas sperma di bawah mikroskop sebanyak 8 bidang pandang. Sampel yang diperiksa untuk menentukan motilitas sperma Post Thawing Motility (PTM) diambil sebanyak 3 straw. Data dianalisis dengan sidik ragam untuk menguji pengaruhnya terhadap motilitas sperma semen beku setelah dithawing, bila menunjukan beda nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian pengaruh berbagai level komposisi kuning telur ayam ras di dalam pengencer tris memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap motilitas sperma post thawing semen beku kambing PE, dengan konsentrasi 20% menunjukan rerata motilitas sperma post thawing semen beku kambing PE yang paling besar dan berbeda nyata dengan level komposisi kuning telur lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini untuk pengenceran sperma kambing khususnya menggunakan pengencer dasar tris, level komposisi kuning telur ayam ras yang baik di dalam pengencer adalah 20%.

Penggunaan modal kerja yang tepat untuk meningkatkan rentabilitas pada KUD Tani Bahagia / oleh Peniningtyas Nur Widhiyanti

 

Validasi media pembelajaran papan tempel geometri di RAM 54 Nurul Huda Cemandi Kersikan Bangil Pasuruan / oleh Fauziah Rizki Rahmayanti

 

Uji efektivitas ekstrak etanol daun besaran (Morus alba L.) dengan berbagai konsentrasi dalam penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro / Anggia Oktantia

 

Kata Kunci: ekstraketanoldaunbesaran, dayahambat, pertumbuhan, Staphylococcus aureus. Besaran (MorusalbaL.) merupakantanaman yang termasukdalamfamiliMoraceae. Biasanyadaunbesarandigunakanolehmasyarakatuntukmengatasiberbagaimacampenyakitterutama yang berhubungandengansaluranpernafasanyaitubatuk.Staphylococcus aureusmerupakan flora normal dalamsaluranpernafasandandapatmenyebabkanpenyakitbiladalamjumlah yang besar.Daunbesaranmengandungbeberapasenyawaaktif yang didugabersifatantibakteriantara lain: quercetindanantosianin. Senyawaaktiftersebuttermasukdalamsenyawafenol. Penelitianinibertujuanuntuk: (1) menganalisispengaruhekstrakdaunbesarandalamberbagaimacamkonsentrasiterhadappenghambatanpertumbuhanbakteriS. aureussecara in vitro, (2)menentukan konsentrasi ekstrak daun besaran yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro, (3) menentukan kriteria daya antibakteri ekstrak daun besaran pada masing-masing konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu di laboratorium Mikrobiologi, jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang dan di laboratorium ekstraksi Balai Materia Medika Batu pada bulan Februari-Mei 2012. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimental. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan beberapa macam konsentrasi ekstrak daun besaran, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95% yang diulang sebanyak tiga kali. Ekstrak daun besaran diperoleh dengan melarutkan serbuk simplisia daun besaran ke dalam alkohol 95% dengan perbandingan 1:3, kemudian dibuat beberapa macam konsentrasi tersebut. Pengujian daya hambat pertumbuhan S. aureus dengan menggunakan metode difusi agar. Penentuan daya hambat pertumbuhan S. aureus berdasarkan hasil pengukuran diameter zona jernih yang terbentuk di sekeliling lubang sumuran yang berisi ekstrak daun besaran dikurangi dengan diameter lubang sumuran pada medium Nutrien Agar (NA). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Variansi Tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh ekstrakdaunbesarandalambeberapamacamkonsentrasiterhadappenghambatanpertumbuhanbakteriS. aureussecara in vitro; (2) Konsentrasiekstrakdaunbesaran yang memilikidayahambat paling efektifterhadappertumbuhanS. aureusyaitu 75%. (3)Konsentrasi 75% termasuk dalam daya antibakteri yang tergolong kuat sedangkan konsentrasi yang lain tergolong sedang.

Validasi media pembelajaran "papan buah ajaib" di TK Muslimat NU 7 Mergosono Malang / oleh Ulfa Wahyu Utami

 

Valdasi media pembelajaran "Neraca Mulfi Fungsi" di RA Perwanida Ngetal Gempol Pasuruan / oleh Mutrofin

 

Analisis pengaruh nilai tukar, tingkat suku bunga SBI, dan laju inflasi terhadap indeks harga asaham gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010 / Moh. Wiranda Arif

 

Kata Kunci : Nilai Tukar, Suku Bunga, Tingkat Inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan, Error Correction Model ( ECM ) Pada saat ini, hampir semua Negara menaruh perhatian besar terhadap pasar modal, karena memiliki peranan strategi untuk menguatkan ketahanan ekonomi suatu negara pasar modal merupakan salah satu instrument ekonomi yang mengalami perkembangan sangat pesat saat ini. Pasar modal merupakan indikator kemajuan perekonomian suatu negara serta menunjang ekonomi negara yang bersangkutan, Pasar modal yang ada di Indonesia merupakan pasar yang sedang berkembang (emerging market), yang dalam perkembangannya sangat rentan terhadap kondisi makroekonomi secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh variabel Nilai tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 – 2010. Bagaimana pengaruh variabel Suku bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 – 2010. Bagaimana pengaruh variabel Laju inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 – 2010. Bagaimana pengaruh variabel nilai tukar, tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi secara bersama – sama terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 – 2010. Penelitian ini dilakukan pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari perpustakaan Bank Indonesia dan www.yahoofinance.com. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel nilai tukar rupiah/dollar, tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi. Sedangkan sebagai variable dependen adalah indeks harga saham gabungan (IHSG). Alat analisis yang digunakan adalah Eviews 5.1 dengan menggunakan model analisis koreksi kesalahan atau Error Correction Model ( ECM ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan antara nilai tukar rupiah/dollar dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan tingkat suku bunga SBI berpengaruh signifikan negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baik dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang. Namun tidak ada pengaruh signifikan antara variabel Inflasi dalam jangka panjang terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan dalam jangka pendek variabel Inflasi berpengaruh negatif signifikan. Terdapat pengaruh signifikan antara tingkat inflasi, nilai tukar rupiah/dollar dan tingkat suku bunga SBI secara bersama-sama terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi tambahan bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini berguna bagi investor dalam mengambil keputusan untuk menginvestasikan dananya pada pasar saham.

Studi morfologi vegatatif dan spora tumbuhan paku di wilayah Universitas Negeri Malang / Novita Sari

 

Kata kunci : Morfologi Vegetatif Tumbuhan Paku, Spora, Universitas Negeri Malang Tumbuhan paku memiliki morfologi vegetatif yang menarik. Tumbuhan ini memiliki ukuran dan penampilan khas, tetapi kurang mendapat perhatian dari mahasiswa karena (1) tumbuhan paku di Universitas Negeri Malang sebagian be-sar tumbuh secara epifit dipohon sehingga tidak terlihat secara langsung (2) spora dan sporangium berukuran kecil sehingga sulit diamati secara langsung. Kampus Universitas Negeri Malang terletak di ketinggian 450 dpl yang memungkinkan ditemukan berbagai tumbuhan paku. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Juli 2012. Pengambilan spesimen tumbuhan paku di wilayah Universitas Negeri Malang dengan metode jelajah bebas. Spesimen yang diteliti adalah tumbuhan paku yang saat penelitian menghasilkan spora. Tujuan penelitian untuk (1) mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku di kampus UM (2) mengetahui ciri morfologi vegetatif dan spora (3) menyediakan kunci untuk mengenal spesies tumbuhan paku yang ditemukan di kampus UM. Hasil dari penelitian didapatkan 16 spesies tumbuhan paku dalam 7 suku dan 13 marga. Variasi morfologi meliputi morfologi daun, letak sorus, dan susunan sporangium. Spora tumbuhan paku yang ditemukan berbentuk segitiga, bulat, dan cembung. Ukuran spora berkisar 10,6 μm-58,2 μm; berornamentasi ekinat, retikulatus, ekinat dengan sayap, psilat, dan verukat; sedangkan tipe apertura trilet, monolet, monoporat. Kunci identifikasi berdasarkan ciri khusus morfologi vegetatif dan spora. Berdasarkan hasil observasi saat penelitian tidak semua tumbuhan paku membentuk spora, sehingga disarankan untuk diteliti lebih lanjut. Ciri yang diamati digunakan untuk kepentingan identifikasi, bukan ciri untuk menentukan kekerabatan, sehingga disarankan untuk diteliti kekerabatannya.

Validasi media pembelajaran kotak geometri di TK Muslimat 11 Al Hidayah Kalianyar Bangil Pasuruan / oleh Fithrotun Azizah

 

Pengembangan komik akuntansi sebagai media pembejaran oada pokok bahasan kertas kerja kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Batu / M. Juniar Pradesa

 

Pradesa, M. Juniar. 2014. Pengembangan Komik Akuntansi Sebagai Media Pembelajaran Pada Pokok Bahasan Kertas Kerja Kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Diana Tien Irafahmi, S.Pd. M.Ed (2) Ika Putri Larasati. S.E., M.Com Kata kunci: Media Pembelajaran, Komik     Pembelajaran merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa. Untuk memaksiimalkan hasil proses pembelajaran tersebut sebaiknya dilakukan dengan keadaan yang menyenangkan yang dikarenakan akan lebih efisien. Untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan guru dituntut lebih kreatif inovatif dalam menggunakan media. Penggunaan media visual yaitu yang berupa komik merupakan suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan akan memeberikan hiburan kepada pembaca.     Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan komik Akuntansi sebagai media pemebelajaran yang layak digunakan, mengetahui efektifitas komik dalam meningkat kan hasil belajar siswa dan mengetahui efektifitas komik dalam meningkatkan motivasi bejar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Batu.     Model penelitian yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Borg dan Gall (dalam Sugiyono, 2010). Tahapan yang digunakan meliputi 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi media, 5) revisi media dan 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, 10) produk akhir. Validasi media komik dilakukan oleh tiga subyek yaitu ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa).     Hasil penelitian dalam pengembangan komik Akuntansi sebagai media pemebelajaran pada pokok bahasan kertas kerja didapatkan hasil berdasarkan uji validasi didapatkan tingkat kevalidan dari ahli materi sebesar 92% (valid layak digunakan), ahli media sebesar 93% (valid dan layak digunakan) sedangan dari tanggapan respon siswa memiliki angka kevalidan sebesar 83% (valid dan layak digunakan). Berdasarkan uji t terhadap hasil gain menunujukk anangka yang signifikan. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa kelas control dan eksperimen. Pada motivasi belajar dari hasil uji t terdapat perbedaan yang signifikan terhadap motivasi belajar antara siswa kelas kontrol dan eksperimen. Media komik akuntansi dapat meningkatkan motivasi beljar siswa secara signifikan.     Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi guru dalam hal peningkatan kualitas pendidikan dan dapat dijadikan referensi sumber belajar yang dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran akuntansi.

Perbedaan kinerja guru ditinjau dari segi persepsinya terhadap jenis komunikasi kepala SMA Negeri se Kota Malang / oleh Ispitaningrum

 

Pengaruh metode visual, auditory, kinesthetic, and tactile (vakt) terhadap kemampuan menulis permulaan anak dysgraphia / Lutfia Rahmansyah

 

ABSTRAK Rahmansyah, Lutfia. 2016. Pengaruh Metode Visual Auditori Kinestetic and Tactile (VAKT) Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Anak Dysgraphia. Skripsi S1 PLB Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Dr. Saichudin, M.Kes. Kata kunci : Dysgrafia, kemampuan menulis permulaan, metode VAKT Siswa dysgrafia merupakan suatu keadaan yang menunjuk pada kesulitan siswa mengekspresikan pikiran secara tertulis, yang berkaitan dengan tulisan tangan yang sangat jelek sehingga kesulitan melakukan ekspresi secara tertulis. Siswa dysgrafia memerlukan metode yang mampu memudahkan dalam menulis permulaan. Melalui penelitian ini digunakan metode VAKT yang sesuai karakter dan kebutuhan siswa. Metode VAKT merupakan metode pembelajaran yang menggunakan modalitas visual (penglihatan), auditory (pendengaran), tactile-kinesthetic (gerak-raba). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan sebelum menggunakan metode VAKT (2) mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan setelah menggunakan metode VAKT (3) mendeskripsikan pengaruh metode VAKT terhadap kemampuan menulis permulaan di SLB Raharja Sejahtera Kandangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yaitu SSR (Single Subject Research) dengan desain A-B-A sebanyak 14 sesi. Pada baseline-1 (A1) sebanyak 4 sesi, pada intervensi (B) sebanyak 6 sesi, pada baseline-2 (A2) sebanyak 4 sesi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis, lembar observasi dan lembar penilaian. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi yang disajikan dengan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada baseline-1 menunjukkan nilai rata-rata 53%. Intervensi menunjukkan nilai rata-rata 91%. Baseline-2 menunjukkan nilai rata-rata 76%. Dari ketiga fase terdapat peningkatan kemampuan menulis permulaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa metode VAKT mempengaruhi peningkatan kemampuan menulis permulaan anak dysgrafia di SLB Raharja Sejahtera Kandangan. Saran yang diberikan peneliti adalah (1) diharapkan guru dapat melanjutkan penerapan metode VAKT dalam pembelajaran, dikarenakan metode VAKT ini memberi pengaruh positif terhadap kemampuan menulis permulaan. (2) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan mampu mengembangkan penelitian dengan ruang lingkup yang lebih luas yakni pada jenis anak berkebutuhan lainnya.

Diagnosis miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri se-kota Probolinggo pada materi larutan asam basa menggunakan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat / Cety Anggun Widyorini

 

ABSTRAK Widyorini, Cety Anggun. 2016. Diagnosis Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri se-Kota Probolinggo pada Materi Larutan Asam Basa Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prayitno, M.Pd dan (2) Dr. Sumari, M.Si. Kata kunci: miskonsepsi, larutan asam basa, tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Materi larutan asam basa merupakan salah satu materi yang penting dalam ilmu kimia karena hampir semua reaksi merupakan reaksi asam basa. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa siswa mengalami miskonsepsi dalam memahami konsep-konsep pada materi larutan asam basa. Miskonsepsi siswa dapat disebabkan oleh pengetahuan awal siswa dan metode pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diagnosis miskonsepsi siswa penting dilakukan agar ditemukan metode yang tepat untuk mengatasi atau mencegah terjadinya miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa pada materi larutan asam basa dan menentukan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi tersebut. Instrumen yang digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa, yaitu tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Tingkatan pertama terdiri atas pilihan jawaban dan tingkatan kedua terdiri atas pilihan alasan. Pilihan alasan tersebut terdiri atas alasan yang benar dan alasan miskonsepsi yang disusun berdasarkan hasil analisis tes terbuka, wawancara, dan pengkajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 154 siswa kelas XI di SMA Negeri se-kota Probolinggo sebagai sampel penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) melakukan kajian literatur, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) mengumpulkan data, (4) menganalisis data, dan (5) menyusun kesimpulan. Penyusunan tes diagnosis pilihan ganda dua tingkat yang digunakan sebagai instrumen penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) menentukan isi, (2) mengumpulkan informasi mengenai miskonsepsi siswa pada materi larutan asam basa, dan (3) menyusun tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat berdasarkan hasil tes terbuka, wawancara, dan kalian literatur. Tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa terdiri atas 37 butir soal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SPSS 16 for Windows diketahui bahwa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang digunakan pada penelitian ini mempunyai kriteria reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,801. Persentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi larutan asam basa ditentukan berdasarkan konsistensi jawaban siswa untuk setiap konsep materi larutan asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa yang mempunyai persentase lebih dari atau sama dengan 20% meliputi enam konsep, yaitu (1) teori asam basa (teori asam basa Arrhenius dan teori asam basa Lewis), (2) pasangan asam-basa konjugat, (3) ionisasi asam basa, (4) pH larutan asam basa, (5) reaksi asam basa, dan (6) sifat elektrolit larutan asam basa.

Pengaruh reading Aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung / Akta Sunci Mahartika

 

ABSTRAK Sunci, Akta Mahartika. 2016. Pengaruh Reading Aloud Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Tunagrahita Ringan Kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M.Kes Kata kunci: Tunagrahita, Reading Aloud, Kemampuan Membaca Pemahaman Tunagrahita adalah seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan rendah yang membutuhkan pendamping dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka tidak dapat mandiri dan terus bergantung dengan orang lain. Membaca merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan. Membaca bukan hanya mengucapkan bahasa tulisan atau lambang bunyi, melainkan juga menanggapi dan memahami isi bacaan. Kemampuan membaca yang dimiliki siswa tidak didapat secara instan melainkan dengan adanya proses pembelajaran, dengan tahapan membaca permulaan dan membaca pemahaman. Kemampuan membaca anak tunagrahita ringan relatif rendah bila dibandingkan dengan anak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One-Group Pre-test Post-test Design. Subjek dalam penelitian berjumlah 6 anak. Untuk mengumpulkan data hasil membaca pemahaman menggunakan tes soal pemahaman. Sedangkan analisis data menggunakan rumus uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil pengujian data yang diperoleh sebelumnya didapat hasil nilai rata-rata pretest 40 dan rata-rata nilai posttest 86,6 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan yakni 0,023 < 0,05. Hasil peningkatan rata-rata nilai menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa tunagrahita ringan melalui teknik reading aloud. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan dengan menggunakan teknik reading aloud antara sebelum dilakukan treatment dan sesudah dilakukan treatment.

Manajemen sarana dan prasarana sekolah alam (studi kasus di MI Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen Kabupaten Malang) / Luqmanul Hakim

 

ABSTRAK Hakim, Luqmanul. 2016. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah Alam (Studi Kasus di MI Bilinggul Al-Ikhlas Kepanjen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed. Ph.D. Kata kunci : manajemen sarana dan prasarana, sekolah alam Sekolah alam merupakan bentuk inovasi pendidikan. Berbeda dengan sekolah konvensional pada umumnya sekolah alam dalam metode pembelajaranya lebih banyak menggunakan pendekatan lingkungan, memanfaatkan alam sebagai media pembelajaranya. Penerapan sekolah alam dalam mendayagunakan sumber daya alam menjadi sarana dan prasarana sekolah untuk mendukung tercapainya tujuan sekolah. Manajemen sarana dan prasarana di sekolah alam perlu diterapkan demi mendukung tercapainya tujuan sekolah. Dengan penerapan manajemen sarana prasarana harapanya sekolah alam dapat mendayagunakan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui sekaligus mendeskripsikan bagaimana perencanaan manajamen sarana dan prasarana sekolah alam, pengadaan sarana dan prasarana sekolah alam, inventarisasi sarana dan prasarana sekolah alam, pemeliharaan sekolah alam dan penggunaan sarana dan prasarana sekolah alam, serta mengukur keefektifan penggunaan sarana dan prasarana sekolah alam secara deskriptif. Penelitian ini menggunakana metode penelitian kualitatif studi kasus tunggal. Data penelitian berupa paparan data perencanaan sarana dan prasaran sekolah alam, pengadaan sarana dan prasarana sekolah alam, inventarisasi sarana dan prasaran sekolah alam, pemeliharaan sarana dan prasaran sekolah alam, penggunaan sarana dan prasarana sekolah, dan keefektifan penggunaan sarana dan prasaran sekolah alam di MI BilingualAl-Ikhlas Kepanjen Kabupaten Malang yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Kegiatan analisis data dilakukan mulai dari mereduksi data, display data dan verivikasi data. Alasan penelitian memilih MI Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen karena sekolah swasta ini dengan konsep sekolah alam mencoba mendayagunakan sumber daya alam lingkungan sekita menjadi sarana dan prasarana sekolah alam, bagaimana sekolah swasta ini dengan pendanaan yang minim dapat mengelola sarana dan prasarana dengan mendayagunakan sumber daya alam yang ada. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh beberapa kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: perencanaan sarana prasarana sekolah dimulai dengan analisisi kebutuhan barang, pengumpulan dana, mendesaind bangunan sekolah dengan prinsip terbuka dan ramah lingkungan serta menyusun rencana program pengadaan. Pengadaan sarana prasarana sekolah dengan menggunakan cara pembelian, penerimaan hibah, membuat sendiri atau memproduksi sendiri. Kegiatan inventarisasi dilakukan dengan pemberian label pada setiap item perlengkapan sekolah dan bahan pustaka sekolah. Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan dengan membuat jadwal pemeliharaan secara rutin dengan melibatkan guru maupun peserta didik. Penggunaan sarana dan prasarana masih belum menggunakan SOP (Standart Operational Prosededure) karena beberapa perlengkapan yang masih sedikit, yang menjadi unggulan sekolah ini adalah penggunaan media pembelajaran yang sebagian besar memanfaatkan bahan alam menjadi perangkat pembelajaran. Keefektifan penggunaan sarana dan prasaran sekolah alam ditinjau dari kualitas masih banyak perlengkapan yang belum memenuhi standar walaupun sudah terakreditasi, jenis bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan mentah dari alam yang kemudian dijadikan pendukung bangunan sekolah, layanan penggunaan sarana prasarana sekolah lebih mudah digunakan guru dan peserta didik, maanfaat yang diperoleh dalam penggunaan sarana prasarana sekolah alam adalah mendukung keefektifan pembelajaran pada pembelajaran praktek, waktu penggunaan sarana sekolah dengan bahan dari alam ternyata tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama karena faktor jenis bahan dan pegaruh cuaca, namun penggunaan sarana prasana sekolah sudah sesuai dengan tujuan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan manajemen sarana dan prasarana sekolah alam di MI Bilingual Al-Ikhlas, melakukan manajemen sarana prasarana sekolah pada umumnya namun sekolah ini mengkombinasikan sumber daya alam sebagai bahan utama untuk didayagunakan sebagai bahan pendukung sarana prasarana sekolah dan sarana pembelajaran sekolah, begitu pula alam dimanfaatkan untuk mendukung operasional sekolah. Disarankan kepada Pembina Yayasan, Kepala Madrasah MI Bilingual Al-Ikhlas, Guru MI Bilingual Al-Ikhlas, Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, Orang tua/Wali Murid dan penelitian lain, untuk lebih meningkatkan partisipasi pengelolaan dan mengembangkan sekolah berkonsep alam melalui peningkatan sarana dan prasana.

Pengaruh pendekatan STM (Sains Teknologi Masyarakat) terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Ngaglik DIY / oleh Tedjo Susanto

 

Pengembangan multimedia interaktif IPS tema indahnya negeriku pada siswa kelas IV sekolah dasar / Naning Fatmawati

 

ABSTRAK Fatmawati, Naning. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif IPS TemaIndahnyaNegerikuPadaSiswaKelas IV SekolahDasar, Tesis, Prodi PendidikanDasar, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (II) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Kata Kunci : Multimedia Interaktif, IPS, Assure Model. Berbagaifasilitasteknologisepertikomputer, laptop, LCD menjadibagian yang cukuppentingdalamkegiatanpembelajaran.Sekolahsebagailembagapendidikandituntutuntukdapatmenyesuaikandenganperkembanganteknologi yang sedangterjadi.Pembelajaran IPS terutama di SekolahDasarditekankanpadapembelajaran yang berfikirtentangseperangkatperistiwa, fakta, konsep, dangeneralisasi yang berkaitandenganisu-isusosial, sehinggasedapatmungkin proses danaktifitas yang membuatsiswamengertiakanmateri yang dipelajari, sehingga guru dalammenentukan proses pembelajaranselalumengacupada proses kegiatansertamempersiapkanaktifitassiswasehingga proses pembelajarandapatdipahamiolehsiswadengansebaik-baiknya. Inidilakukandengan model ASSURE yang memiliki 6 langkahpengembanganyaitu: (1) Analyze (menganalisiskarakterpesertadidik). (2) State (menetapkantujuanpembelajaran). (3) Select (memilihmetode,mediadanbahan ajar). (4) Use (menggunakanbahan ajar). (5) Requires (melibatkanpesertadidik). (6) Evaluate (mengevaluasidanmerevisi). Untukmengetahuikelayakanproduk yang dikembangkanmakadilakukanvalidasi multimedia danujicoba.Validasidilakukanolehahli media, ahlimateridanpraktisi.Data yang dikumpulkanberupa data kuantitatifdankualitatifmelalui instrument angket.Data yang diperolehdianalisisdenganteknisanalisis rata-rata.Datakuantitatifmelaluiangketceklistsesuaikriteriavaliditas.Dan data kualitatifdiperolehmelaluikolomkomentardan saran. Multimedia yang dikembangkanmemilikikarakteristikantaralain : (1) Terdapatanimasi, video, audio, gambardanteksdalamsatukesatuan yang dapatmemperjelaskonsep, (2) Bersifatinteraktif, (3) Terdapatkuis di akhirpembelajaransebagaipemantabansetelahmenggunakan multimedia pembelajaran. Hasilvalidasi rata-rata media danmateriberturut-turut 93,7% dan 87%, sedangkanhasil rata-rata ujicobalapangansebesar 87%. Berdasarkanhasilvalidasidanujicobalapanganmenunjukkan multimedia yang dikembangkantelahmemenuhikriteria valid danlayakdigunakandalampembelajaran. Dalampenggunaan multimedia ini guru dansiswadiharapkanmembacapetunjukpenggunaantelebihdahuludandalampembelajaran di kelas guru haruslebihaktifsehinggamateribisatersampaikandenganbaik.Bagisiswajugadiharapkanuntukmempelajarimateripadatema “IndahnyaNegeriku” denganbaikdansungguh-sungguh.

Penerapan model pembelajaran think pair share untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan / Akhfira Ulya Firdausa

 

ABSTRAK Firdausa, AkhfiraUlya. 2016. Penerapan Model PembelajaranThink Pair Share untukMeningkatkanMinat danHasilBelajarSiswaKelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 BabatLamongan.Skripsi, JurusanGeografi FIS UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1)Drs. Yusuf Suharto, M.Pd (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si Kata Kunci: MinatBelajar, HasilBelajar, Think Pair Share Permasalahan yang dialamiolehsiswakelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 BabatLamonganyaitukurangnyaminatbelajarpadamatapelajarangeografisehinggahasilbelajarsiswarendahyaitu 7,8% yang tuntasdalambelajar. Berdasarkanhasilobservasimenunjukkanbahwaterdapatsiswa yang sedangberguraudengantemansebangkunyapadasaat guru menerangkanmateripelajaran, padasaatmenjawabsoalsiswabertanyapadatemannyadanmembukabukucatatan. Peningkatanminatdanhasilbelajarsiswadapatditingkatkandenganmenggunakan model pembelajaranThink Pair Share.Think Pair Share memilikitigatahapanyaituThink (berpikir), Pair (berpasangan), Share (berbagi). Tujuanpenelitianiniadalahuntukmeningkatkanminatdanhasilbelajarsiswadenganmenggunakan model pembelajaranThink Pair SharepadamatapelajaranGeografi. Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas yang terdiridariperencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Subjekpenelitianiniyaknisiswakelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 BabatLamongandenganjumlahsiswa 37 siswa. Materi yang digunakandalampenelitiantindakankelasiniyaknikearifanlokaldalampemanfaatansumberdayaalam.Pengambilan data denganangket, catatanlapangan, dantes. Minatbelajardiukurdenganmenggunakanangketminatbelajarsiswa, hasilbelajardiukurdengantesobyektif yang berjumlah 25 soal. Analisis data padapenelitianinimenggunakananalisisdeskriptif. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapatpeningkatanminatbelajardanhasilbelajarsiswakelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 BabatLamongan. Rata-rata persentaseminatbelajarsiswapadasiklus I sebesar74,79%menjadi85,56% padasiklus II. Rata-rata hasilbelajarsiswapadasiklus I sebesar84,24% menjadi87,24% padasiklus II. Berdasarkanhasilpenelitiantersebut, makaThink Pair Sharedapatdigunakansebagai model pembelajaranalternatif yang cocokpadamatapelajarangeografi. Diharapkanpada guru matapelajarangeografihendaknyamemperhatikankegiatan belajar siswa, menegursiswa yang membuatkeributan, menerangkan model pembelajaran yang akandigunakan agar proses pembelajaranberjalanlancar, memberikanpenghargaankepadasiswa yang mengumpulkantugastepatwaktu, menerangkanmateripelajaranmenggunakansuara yang lantangdanjelas agar siswa yang dibelakangmemperhatikanpenjelasan guru dansiswatidakramaisendiri.

Pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, status sosial ekonomi dan motivasi belajar terhadap kesiapan kerja siswa (studi pada SMK bisnis dan manajemen di Sulawesi Selatan) / Muchtar Yunus

 

Disertasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., (II) Prof. Dr. H. Agus Suman, SE., DEA., dan (III) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: pembelajaran inovatif, kemitraan, status sosial ekonomi, motivasi belajar, dan kesiapan kerja siswa. Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia telah diarahkan pada tujuan utama yaitu menghasilkan out put yang memiliki kesiapan kerja untuk memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya masing-masing. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diadakan pendidikan sistem ganda atau dual system sebagai strategi pokok dalam rangka operasionalisasi “link and mach” di mana suatu proses pendidikan yang melibatkan sekolah di satu sisi dan dunia usaha pada sisi lain. Kedua tempat pembelajaran tersebut, telah dirancang dan dioperasionalkan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK 2006. Keberhasilan siswa memiliki kesiapan kerja akan ditentukan pada proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan di dunia usaha. Kemitraan sekolah dengan dunia usaha harus didasari oleh komitmen yang tegas antara sekolah dengan dunia usaha untuk membekali siswa siap kerja. Namun kenyatan di lapangan masih dipertanyakan apakah siswa SMK Bisnis dan Manajemen di Sulawesi Selatan sudah memiliki kesiapan kerja ? Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh pembelajaran inovatif terhadap motivasi belajar siswa; (2) pengaruh kemitraan sekolah dengan dunia usaha terhadap motivasi belajar siswa; (3) pengaruh status sosial ekonomi terhadap motivasi belajar siswa; (4) pengaruh pembelajaran inovatif terhadap kesiapan kerja siswa; (5) pengaruh kemitraan sekolah dengan dunia usaha terhadap kesiapan kerja siswa; (6) pengaruh status sosial ekonomi terhadap kesiapan kerja siswa; (7) pengaruh motivasi belajar terhadap kesiapan kerja siswa; (8) pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi terhadap motivasi belajar siswa; dan (9) pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi terhadap kesiapan kerja siswa. Untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatori non eksprimental. Metode penelitian yang dipilih adalah “ crosss sectional survey” Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMK Kelas III Program Studi Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi (AKT), dan Tata Niaga (Penjualan) yang telah mengikuti PSG/PKL pada dunia usaha, dan terdaftar tahun 2010/2011 pada SMK Negeri Bisnis dan Manajemen di Sulawesi Selatan, populasi sebanyak 1797 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 317 siswa dengan teknik pengambilan sampel adalah “multiple stage random sampling”. Responden penelitian pada SMKN 4 Kota Makassar 59 siswa; SMKN Pancarijang Sidrap 41 siswa; SMKN 1 Palopo 56 siswa; SMKN 1 Watampone Bone 66 siswa; SMKN Bajeng Limbung Gowa 51 siswa; SMKN 1 Bantaeng 44 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Model Persamaan Struktural (Structural Equation Modeling , SEM) dengan program AMOS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terdapat kesesuaian antara model dengan data, hal ini terlihat dari nilai Goodneess of Fit (GOF) yang telah memenuhi kriteria. Temuan hasil penelitian secara lebih detail adalah sebagai berikut: (1) secara parsial maupun simultan, pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi, berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa; (2) secara parsial dan simultan, pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, status sosial ekonomi, dan motivasi belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa; (3) Pembelajaran inovatif berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa pembelajaran inovatif yang semakin baik dalam jangka panjang dapat mendorong proses pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, dan dari motivasi inilah kemudian tumbuh harapan-harapan yang terkait dengan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari untuk memiliki dan meningkatkan kompetensinya sebagai bekal kesiapan kerja; (4) Kemitraan sekolah dengan dunia usaha berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa kemitraan sekolah dengan dunia usaha yang semakin baik dalam jangka panjang dapat mendorong motivasi belajar siswa dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber belajar untuk meningkatkan kesiapan kerja. (5) Status sosial ekonomi berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa status sosial ekonomi orang tua siswa yang semakin baik, cenderung akan terpenuhinya kebutuhan dasar keluarga dan kebutuhan anaknya untuk belajar, fasilitas belajar yang cukup akan memberi ketenangan belajar sehingga dapat memberi rangsangan motivasi belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal kesiapan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada: (1) Pemerintah Daerah perlu ada kebijakan dalam bentuk peraturan daerah ((Perda) yang mengatur secara tegas dan konsisten penyelenggaan praktik siswa SMK di dunia usaha/industri., (2) Kepala sekolah dan guru, hendaknya menjaga komitmen untuk terus menerus meningkatkan pembelajaran inovatif kepada siswa melalui pelatihan kepada para guru berbagai model pembelajaran inovatif, pendampingan dan monitoring sistem evaluasi, (3) Mitra kerja SMK tempat siswa melaksanakan praktik, hendaknya dengan sungguh-sungguh membina dan membelajarkan siswa sesuai program PSG/PKL, (4) Peneliti, hendaknya menggunakan parameter yang luas dengan cakupan faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa, seperti faktor kebijakan pemerintah daerah, faktor lingkungan, dimensi dan indikator supply dan demand dengan penedekatan kuantitatif secara mendalam

Pengaruh latihan aerobik dengan diet tinggi lemak terhadap kadar trigliserida serum pada hewan coba tikus putih (rattus norvegicus) / Haryo Mukti Widodo

 

ABSTRAK Widodo, Haryo Mukti. 2016. Pengaruh Latihan Aerobik terhadap Kadar Trigliserida Serum pada Hewan Coba Tikus (Rattus Norvegicus). Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Olivia Andiana, M.Kes., (II) dr. Rias Gesang Kinanthi, M.Kes. Kata Kunci: Latihan Aerobik, Trigliserida Serum Latihan fisik aerobik merupakan salah satu aspek yang berpengaruh pada normalitas cadangan sumber energi pada tubuhseseorang. Penggunaan cadangan energi ini salah satunya adalah trigliserida. Hal ini karena bahan penyusun energi saat latihan fisik aerobik didominasi dari hasil pemecahan trigliserida. Keadaan masyarakat pada umumnya sangat jarang melakukan latihan fisik secara teratur, sehingga pada saat melakukan latihan fisik kurang memperhatikan intensitas baik waktu maupun beban dari latihan itu sendiri. Dengan demikian hasil penyerapan trigliserida tidak dapat diproses secara maksimal, latihan fisik dengan intensitas beban dan frekuensi yang rendah akanmenimbulkan penumpukan lemak yang harusnya digunakan sebagai energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik ringan dan sedang terhadap respon trigliserida pada hewan coba tikus Rattus Norvegicus. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis true experimental yang menggunakan rancangan penelitian digunakan adalah Random Control Group Post-test Only Designyang termasuk ke dalam penelitian yang berjenis experimental dengan sampel tikus jantanjenis wistarberjumlah 21 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok menggunakan teknik matching. Dari hasil analisis data kadar trigliserida diperoleh dari pengaruh perbandingan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol mendapatkan hasil yang signifikan dengan hasil nilai signifikansi 0,001<0,01. Pada kelompok ringan dan sedang juga terdapat perbedaan yang nyata yang menyatakan bahwa latihan aerobik sedang lebih berpengaruh terhadap kadar trigliserida dengan nilai mean 32,60 dibandingkan dengan kelompok ringan dengan nilai mean 51,80. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa Sig. < α, yakni 0.001 < 0.01 yang berarti H0 ditolak dengan demikian kadar trigliserida pada kelompok kontrol danperlakuan terdapat perbedaan yang signifikan. Selain itu hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa Sig. < α, yakni 0.005 < 0.01 yang berarti kadar trigliserida pada kelompok ringan dansedang terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai mean kelompok sedang lebih rendah dengan nilai mean32,60 daripada kelompok ringan dengan nilai 51,80.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan fisik aerobik ringan dan sedang berpengaruh terhadap kadar trigliserida pada hewan coba tikus putih rattus norvegicus. Dan juga terdapat perbedaan antara pengaruh dari latihan aerobik intensitas ringan dan latihan aerobik sedangterhadap kadar trigliserida dalam serum darahUntuk masyarakat umum diharapkan dapat melakukan latihan aerobik sedang secara karena lebih terbukti berpengaruh terhadap kadar trigliserida.

Pelaksanaan pendidikan dan latihan kejuruan automotif di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Singosari Malang
oleh Novian Pradiansyah

 

BLKI SingosarMi alangm empunyatiu gasd an fungsim elaksanakalna tihan berbagami acamla tihanK. ejuruand alamp enelitianin i yaitu latihank ejuruan automolifd, alamr angkam enyediakatne nagay angt erampil,d isiplin,p roduktif,d an kopentensyia ngm emilikip engetahuadna nk etrampilan. Penelitianin i di maksudkaunn tukm emperolehin fonnasit entangk aualitas pelaksanaapne ndidikand anl atihank ejuruana utomotifd i BLKI SingosarMi alang. Berkaitan dengan hal tersebut maka rumusan masalah pokok penelitian ini adalah : "Bagaimankau alitasp elaksanaapne ndidikand anl atihank ejuruana utomotifd i BLKI SingosarMi alang".A dapuns ecarari nci masalahp enelitianin i dapatd ijabarkan sebagabi erikut:( l) Bagaimanpae laksanaapne ndidikand an latihank ejuruan automotidf i BLKI SingosarMi alang? ,( 2) Faktor-fakropr endukungd anp enghambat pelaksanaapne ndidikand anl atihand i BLKI singosanM alang?,( 3) Bagaimanah asil (outp ut)y angd icapapi eseerase telahm engikutip endidikand anl atihand i BLKI SingosarMi alang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek penelitianin i adalah4 5 peseraD iklat dan l0 instruktur.T eknik pengumpuladna ta yangd igunakana dalaha ngketd anp anduano bservasit,e knik analisisd ata menggunakapnr osentase. Hasilp enelitihanD iklat di temukanb ahwa: (a) pelaksanaaDn iklat kejuruan automotidf i BLKI SingosarMi alang: sebagianb esars usunanm aterid iklat cukup sistematis,sebagbiaens arm ateriD iklat mudahd i pahamio leh pesertaD iklat, sebagiabne sarm ateriD iklat sesuadi engank ombinasim etodey angd i gunakan instrukur, sebagianb esarm ateriD iklat sesuaid ef,ganr umusant ujuan, sebagianb esar proporski egiatanb elajart eori dengank egiatanp raktek3 0%-70%,s ebagianb esar sangatte patm emilihk ombinasdi alamm enyajikanm ateril atihan,s ebagianb esar gayam engaJainr strukturm enarik,s edangkasne bagianb esark ombinasmi etode dalamm enyajikanm ateric eramah-tanyjaa wab-praklek,d an sebagianb esari nstruktur sangamt enguasami ateriD iklat. Sebagiabne sarm emulaik egiatanp embelajaran sangate pat rvakru,s ebagianb esari nstrukturk etepatanm engakhirik egratan pembelajarans esuatie patw alilu yang dijadwalkan,s ebagianb esark etepatanw aktu memulaki egiatanp embelajaranse, bagianb esari nsffukturm engevaluaskie giatan pembelajarasne ringd ilakukan(. b) Faktor-faktopr endukungd anp enghambaDt iklat kejuruana utomotifd i BLKI SingosarMi alang: hampirs eluruhnyak emampuand asar l l l \ pesertDai klats elamam engikutiD iklat sangakt opetens, ebagianb esark onstribusi pesertDai klatc ukupm endukungs, ebagianb esarilokasi* urtu p.tutrun*n cukup oittut memadas.e bagianb esarm otivas-pi esertaD iklat selama- "nttutioit tut :tl.tc?tti lccr, sebagianb esarm otivasip eiertaD ikla cukupm enautJnjpelaksanaan Dikaltc ukupm endukungs, ebagianb eiar kelayakanb engler prakteks langatta yat ,Sebagiabne sark ecukupanp eralatana utomotiisan gat mimadai,sebagian"besar kesesuaijaenn is peralatana utomotifs angast esuai.lc)h ^tr y";g;;;;;i(out put) pesertDa iklark ejuruana utomotifd i BLKI singosarim alang' rJuugi;bJru. kepuasahna sil berdasarkanp engetahuand an kltrampil- ,"i"luh mingikuti Diklat sangamt emuaskanh,a moirs eluruhnyare levanspi engetahuadna nk etrlmpilans elama mengikutDi iklat dapatd iterapkand i duniak erja,'haipir,"r"*h;y;;G:nalan pengguman dan peralatana utomotif sangatm ampu. (l) denganm ateriy angs udaht ersusuns istematism emudahkapne sertan iti"i belajar ,"rrt secaram andiriu nutkl ebih mendalamim, emahamai .o -enguusaim aten Diklal (2) alokasi waktu Dikrat di BLKI singosari Marang dalam siahun kSaglliv, elelssarakanp rogranl atihan tingkat daiar kejuruani".t"ntu sebanyake mpat masing-masinsge lamati ga bulan,m akaa kani ebih baikj ik u progrii diselenggarakapna dat ingkr yang lebih tinggi sebanyakd uaL di i"tu't un dengan waktu latihan enam buran. Alokasi waku enam bulan di rnatsuotan agar peserta Dikalt menguasaim, emahami,d an mendalamim ateri Diklat. 1:; pen#Uaian peralatayna ngd i sesuaikand gngank emajuante knologiu nutkmempermuoatr .kllnc,ll.u! kegratanp raktek_danre levand "ngun kenyataany angadadi lapangan |e{a (a) Perlud iselenggarakapnro graml atihanl anjutan,, "t iriggud ;gk;- \gterampilanya ngd iberikanB LKI singosariM alangs esuadi engans ituasiy ang diperlukadni lapangakne fa. lv

Evaluasi sistem pengendalian internal penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri / Elin Anggun Tiana

 

ABSTRAK Anggun Tiana, Elin. 2016. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Penjualan Pada PT Insastama Pare Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dodik Juliardi, S.E., Ak, M.M. Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Penjualan Sistem pengendalian internal adalah suatu komponen dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan antara bagian-bagian guna mencapai tujuan tertentu suatu perusahaan. Penjulan merupakan salah satu aspek yang penting bagi perusahaan dalam usahanya memperoleh laba. Pengelolaan penjualan yang kurang baik secara langsung akan merugikan perusahaan. Untuk itulah diperlukan sistem pengendalian internal penjualan agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyelewengan, pemborosan, ketidakefektifan dan ketidakefisienan yang dapat merugikan perusahaan Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi terhadap sistem pengendalian internal penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri apakah sudah berjalan dengan baik sesuai tujuan perusahaan , serta untuk mengetahui prosedur-prosedur yang digunakan dalam melakukan penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Metode pemecahan masalah yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan di PT. Insastama Pare Kediri pada sistem penjualan sudah cukup baik, namun masih memiliki kekurangan yang perlu di perbaiki yaitu: penggunaan dua sistem pencatatan transaksi penjualan yang dinilai kurang efektif, masih banyak penumpukan stok di gudang barang jadi hingga berkarat karena kurangnya penerapan metode yang maksimal. Kekurangan-kekurangan tersebut harus segera diperbaiki agar proses penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri menjadi lebih baik lagi. Dibutuhkan saran yang dapat memperbaiki kekurangan pada bagian penjualan PT. Insastama Pare Kediri, yaitu menggunakan satu program software dalam melakukan pencatatan transksi penjualan agar lebih efektif dan efisien, penggunaan metode yang tepat (Just In Time) dalam melakukan produksi untuk stok barang jadi agar tidak terjadi penumpukan stok sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian.

Hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja dan motivasi berperstasi guru dengan kinerja profesianal guru pada SMA Negeri di kota manado / Olga O.L Tirajoh

 

Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, (III) Prof. H.A. Sonhadji. K.H., MA., Ph.D. Kata kunci: supervisi kepala sekolah, budaya kerja, motivasi berprestasi guru, kinerja profesional guru. Pendidikan memegang peranan yang sangat strategis untuk mendapatkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta informsi dunia. Guru sebagai agen pembelajaran sangat perlu meningkatkan mutu kinerja profesionalnya agar dapat menghasilkan lulusan program pendidikan yang dapat diandalkan. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itulah kebijakan pendidikan nasional perlu diarahkan agar mampu menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan secara efektif sejak usia sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja, dan motivasi berprestasi, dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kota Manado. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Pengambilan sampel untuk responden penelitian ini sebanyak 120 guru yang ditentukan secara proportional random sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk menguji pola hubungan model yang dibentuk, digunakan alat analisis yang mampu menjelaskan secara simultan hubungan tersebut yaitu menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 4.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis diskriptif variabel supervisi dengan frekuensi sebesar 62 responden (51,67%), sedangkan variabel budaya kerja dengan frekuensi sebesar 64 responden (53,33%). Untuk variabel motivasi berprestasi dengan frekuensi sebesar 67 responden (55,83%). Dan variabel kinerja profesional guru dengan frekuensi sebesar 60 responden (50,00%) yang kesemua variabel mempunyai frekuensi tergolong tinggi. Selain itu berdasarkan analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru, supervisi kepala sekolah juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan secara tidak langsung dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sedangkan untuk variabel budaya kerja juga memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru, selain itu budaya kerja juga memiliki hubungan tidak langsung yang positif dan signifikan dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sehingga seluruh hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima dan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Hasil penelitian ini berhasil mengkonfirmatori teori-teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya tentang hubungan supervisi kepala sekolah, budaya kerja, motivasi berprestasi guru, dengan kinerja profesional guru. Analisis struktural juga mengungkapkan model yang cocok antara data dengan model struktural yang diuji. Lebih lanjut temuan penelitian ini mendukung teori-teori dan penelitian sebelumnya. Dari temuan penelitian, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) kepada Kementrian Pendidikan Nasional, disarankan dalam rangka mengambil kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kinerja profesional guru perlu memperhatikan dan mengevaluasi program supervisi kepala sekolah yang telah ditetapkan serta perlunya memperhatikan faktor budaya kerja, serta motivasi berprestasi dikalangan para guru; (2) kepada Dinas Pendidikan kota Manado, disarankan agar hasil penelitian ini dijadikan dasar dalam membuat kebijakan pembangunan dalam bidang pendidikan utamanya bagi peningkatan kinerja profesional guru perlu memperhatikan pentingnya supervisi kepala sekolah, budaya kerja, serta motivasi berprestasi guru sehingga dapat mengoptimalkan kinerja guru secara menyeluruh; (3) Kepada para kepala Sekolah SMA Negeri di Kota Manado hendaknya dalam pembuatan program untuk peningkatan kinerja profesional guru, perlu memperhatikan program supervisi yang kontinyu dan memperhatikan pula budaya kerja serta motivasi kerja para guru yang dipimpinnya; (4) Kepada para guru disarankan untuk terus berupaya meningkatkan kemampuannya dengan cara memutakhirkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan, mengikuti kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan bidang tugasnya, lokakarya, seminar, dan lain sebagainya secara intensif; dan (5) kepada peneliti manajemen pendidikan, disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan variabel lainnya atau meneliti dengan pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kualitatif.

Peningkatan hasil belajar matematika dengan mengembangkan karakter kreatif melalui model learning cycle pada siswa kelas IV SDN Purworejo 3 Kabupaten Blitar / Yuniar Jiwastri

 

ABSTRAK Jiwastri, Yuniar. 2012. Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Mengem-bangkan Karakter Kreatif melalui Model Learning Cycle pada Siswa Kelas IV SDN Purworejo 3 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan KSDP S1 PGSD, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd, (II) Dra. Hj. Wasih D.S., M.Pd. Kata kunci: model Learning Cycle, Matematika, hasil belajar, karakter kreatif Mata pelajaran matematika membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Hasil observasi menunjukkan bahwa lebih dari 50% hasil belajar matematika siswa Kelas IV SDN Purworejo mendapatkan nilai di bawah KKM yang ditentukan yaitu 70 dan siswa pasif terhadap pembelajaran. Untuk memperbaiki keadaan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembe-lajaran matematika melalui model learning cycle pada siswa Kelas IV SDN Pur-worejo 3 Kabupaten Blitar, (2) peningkatan hasil belajar matematika melalui mo-del learning cycle siswa Kelas IV SDN Purworejo 3 Kabupaten Blitar, dan (3) pe-ngembangan karakter kreatif dalam pembelajaran matematika melalui model lear-ning cycle siswa Kelas IV SDN Purworejo 3 Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan desain penelitiannya adalah PTK. Model penelitian ini adalah kolaboratif, yai-tu peneliti bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengamat dalam kegiatan belajar mengajar yang dibantu oleh guru kelas IV sebagai observer. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu pelaksanaan pembelajaran matema-tika melalui model learning cycle pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini tampak dalam persentase proses belajar siswa siklus I sebesar 74% dan me-ningkat 5,5 poin dalam siklus II yaitu sebesar 79,5%. Hasil belajar siswa pada siklus I mendapat persentase sebesar 70,2%, pada siklus II mendapat persentase sebesar 80%. Karakter kreatif siswa pada siklus I mendapat persentase sebesar 48,2%, pada siklus II mendapat persentase sebesar 63,6%. Kesimpulan penelitian adalah (1) pelaksanaan pembelajaran matematika melalui model learning cycle meningkat 5,5 poin dari 74% menjadi 79,5%, (2) hasil belajar siswa meningkat 9,8 poin dari 70,2% menjadi 80%, dan (3) karakter kreatif siswa meningkat 15,4 poin dari 48,2% menjadi 63,6%. Saran yang diajukan yaitu (1) Dalam melaksanakan pembelajaran, sebaik-nya guru memilih model pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa untuk mem-bangun pengetahuan sendiri tentang suatu materi, sehingga pengetahuan yang di-peroleh siswa dapat lebih bermakna, dan (2) Dalam penerapan pembelajaran ma-tematika, hendaknya guru menggunakan model pembelajaran yang bisa membuat siswa berperan aktif menemukan konsep dan mengembangkan karakternya, salah satunya yaitu model learning cycle agar siswa tidak hanya diam, melainkan aktif dan kreatif dalam kegiatan menemukan konsep. ABSTRACT Jiwastri, Yuniar. 2012. The Improvement Of Mathematics Lear-ning Outcomes By Developing Creative Character Through Lear-ning Cycle Model Of Fourth Grader Students At Purworejo Ele-mentary School 3 Blitar. Thesis, Department of Primary and Pre-school Education, Faculty of Education, University of Malang. Counselor (I) Dr. H.M. Zainuddin, M. Pd, (II) Dra. Hj. Wasih D.S., M.Pd. Keywords: Learning Cycle Model, Math, learning outcomes, crea-tive character Mathematics courses equip students with the ability to think logically, analytical, systematic, critical, and creative, as well as the ability to cooperate. Observations indicate that more than 50% of the Class IV students learn mathematics SDN Purworejo KKM score below 70 and determined that passive students towards learning. To remedy the situation is done Classroom Action Research (CAR). The purpose of this study was to describe (1) the implementation of learning mathematics through the learning cycle model of Class IV student of SDN Pur-worejo 3 Blitar, (2) improved learning outcomes through the model's mathematical learning cycle students SDN Purworejo Class 3 District IV Blitar, and (3) the creative character of the development in learning mathematics through the model cycle learning Class IV students SDN Purworejo 3 Blitar. The method used in this research is descriptive qualitative research design is the PTK. This is a collaborative research model, yai-tu researchers act as implementers observers in teaching and learning activities are assisted by fourth grade teacher as an observer. Results of research on the implementation of learning math through learning cycle models has increased in every cycle. This is evident in the percentage of student learning cycle of 74% and her soared 5.5 points in the second cycle is equal to 79.5%. Student learning outcomes in the cycle I got a percentage of 70.2%, in the second cycle got a percentage of 80%. Creative character of students in cycle I got a percentage of 48.2%, in the second cycle got a percentage of 63.6%. Conclusions: (1) the implementation of learning mathematics through the learning cycle models increased 5.5 points from 74% to 79.5%, (2) the learning outcomes of students rose 9.8 points from 70.2% to 80%, and (3 ) creative character of students increased 15.4 points from 48.2% to 63.6%. Suggestions were put forward: (1) In carrying out of teaching, teachers should choose a model of learning that can enable students to construct their own knowledge about the material, so the knowledge that students can obtain more meaningful, and (2) In the application of learning mathematics, teachers should use a learning model that can make students actively discover concepts and develop his character, one that is a model learning cycle so that students not only silent, Inkan melaactive and creative in the activities of finding concepts.

Evaluasi tingkat bahaya erosi pada lahan tegalan di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk / oleh Adi Wijaya

 

Pertumbuhapne nduduky angr elatif tinggi mengakibatkamn eningkatnya kebutuhana kanl ahansebagasi umbir kegiatane konomi.D engand emikiana kan iojuainyu p".Uukaan lahai baruy angk urangm emperhatikakna rakteristikla han ,"t inggud aerahy angt opografic urarndipergunakasne bagalia hanp ertanisnJ. ika hal ini terusb erlangsungm aka=atcamne ngakibatkatne rjadinyae rosi.E rosimerupakan prosesp engikis-anta pisant anaho leh atiran permutan yang dihasilkand ari air hujan' Kecamatans awahanm erupakand aerahy angm emiliki variasik emiringany ang kompleks dan2%sampai d.ng* > 4}o/o,dand aerahi ni terdiri atast anah-tanah yang berasadl ari daerahv ulkans ehi-nggdaa erahte rsebuts angart entangt erjadie rosi'J enis tunona i daerahp enelitian* t"ril-uin Aluvial CoklatK elabu,A sosiasLi atosolC oklat danR egosold, anA sosiasAi ndosolK ekuningand anR egosoKl ekuningans' erta p"nggt;.*iahan yangs angadt ominana dalahl ahant egalans ebagaki egiatan pertanian. Berdasarkakno ndisit ersebumt akap enelitiani ni bertujuanu ntuk:( l) Mengetahubi esarl aju erosi;( 2) melakukane valuastii ngkatb ahayae rosi;d an( 2) untuk menentukanb entuk konservasiy ang sesuaid alam upayam enurunkant ingkat batrayae rosip adal ahant egaland i Kecamatans awahanK abupatenN ganjuk Jenisp enelitiani tlaatatr surveid enganm enggunakapne ndekatadne skriptif. Objekp eneliiiana dalahl ahant egaland i KecamatanS awahanK abupatenN ganjuk. felnik pengambilans ampeml enggunakatne knik sampebl ertujuanQ rurposive sampliig)yangd idasarkana task emiringanle rengd anj enis tanah,s ehingga diperoleihi sairpet yang didapatd ari hasil tumpangs usunP etaJ enisT anah, KemiringanL erengd an PenggunaanL ahan. Jinis datam eliputi datap rimert erdiri atasn ilai erosivitash ujan,e rodibilitas, panjangd ank emiringanl ereng,p engolahanta namanp, engolahanla han,b esarnya iroii Udan- dan tahunan, dan tingkat bahaya erosi; dan data sekunder meliputi data curahh uiand anP etaJ enisT anah,K emiringanL ereng,P enggunaaLna han, AdministrasGi, eologi,d anG eomorfologKi ecamaunS awahanA. nalisisd atau ntuk mengetahubie sarl aju erosi persamaanU SLE dan tingkat bahayae rosi persamaan Hammedr alamA rsyad1 989,s ertam engetahubi entukk onservasyi angs esuadi alam upayam enurunkatnin gkatb ahayae rosi. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwab esarnyala ju erosip adal ahant egaland i KecamataSna wahanp adat ahun2 001s ebesa2r 666,01to n/ha/tahunL.a ju erosiy ang terbesapra dau nit lahan5 yangd i tanamij agungs ebesa4r 90.77t on/ha/tahudna n yangterkecaild alahp adau nit lahan4 yangd i tanamlia namank acangta nahd an ketelap ohons ebesa2r ,26 ton/ha/tahun'l.i ngkat bahayae rosid i KecamatanS awahan sangabte wariasdi ari yangs angati nggi sampadi enganr endahT. ingkatb ahayae rosi yangte rjadit ergolongs angatti nggi adalahp adau nit lahan5 denganta namanja gung, tergolongtin ggi adalahu nit lahan2 denganta namank etelap ohond anjagung,u nit lahan3 denganta namank etelap ohond anjagung,u nit lahan5 denganta naman ketelap ohond engank acangt anah,u nit lahanl 3 denganta namanjagungd ank etela pohonu, nit lahan1 4d enganta namanjagungd anu nit lahan2 0 denganta naman ketelap ohond anjagungt,e rgolongs edanga dalahu nit lahan3 denganta naman kacangta nahd anu nit lahan6 denganta namanja gungd ank etelap ohons ertau nit lahan1 4d enganta naman,ketelpao hond engank acangt anah,d anr endaha dalahp ada unitl ahan4 denganta namany angd iusahakana dalaht anamank etelap ohond engan kacangta nah. Tanamany angd iusahakand i daerahin i meliputit anamank acangt anah' jagungd ank etelap ohon.U ntuk mencegahs emakinb esamyae rosid i daerahin i maka perlud iambilt indakanp encegahany;a ngp enelitis arankand alamm encegahse makin besamylaa ju erosia dalaha dalahb entukk onservasvi egetasdi enganp engantian pgelolaant anamany aitu denganja lan pembuatans awaht adahh ujanp adam usim pengh ujand anp enanamakna cangt anahd enganje rami 4 ton/has ertak ebun campuradne ngank erapatanta namanti nggi

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model siklus belajar pada siswa kelas V SDN Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Ratna Sulistriyaniva

 

Kata Kunci: hasil belajar, pendidikan kewarganegaraan, model siklus belajar Pembelajaran PKn tidak hanya mengembangkan kemampuan siswa secara kognitif tetapi lebih pada pembentukan sikap. Dalam pembelajaran PKn, guru hendaknya dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan konstruktiv bagi siswa. Tetapi kenyataan di lapangan masih jauh dari yang diharapkan. Hasil observasi yang dilakukan di kelas V SDN Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar pada pembelajaran PKn dengan materi mendeskripsikan NKRI didapatkan fakta bahwa hasil belajar siswa rendah. Dari 26 siswa hanya 10 siswa (38%) yang mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selebihnya yakni 16 siswa (62%) masih di bawah KKM. KKM yang ditentukan adalah 70. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model siklus belajar serta mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn melalui model siklus belajar pada siswa kelas V SDN Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif model kolaboratif. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (plan), tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN Sragi ditinjau dari aktivitas guru, pada siklus I keberhasilan guru mencapai 83% (baik). Pada siklus II mencapai 100% (sangat baik). Sementara ditinjau dari aktivitas siswa, pada siklus I mencapai ketercapaian 63% (cukup), dan pada siklus II mencapai 82% (baik). Ketuntasan hasil belajar siswa dari pratindakan ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 32% dari 38% menjadi 70%. Pada siklus I, dari 26 siswa yang mendapat hasil belajar tuntas mencapai 18 siswa (70%) dan yang belum tuntas sejumlah 8 siswa (30%). Sedangkan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 22% dari 70% menjadi 92%. Pada akhir siklus II, dari 26 siswa yang mendapat hasil belajar tuntas mencapai 24 siswa (92%) dan yang belum tuntas sejumlah 2 siswa (8%), dikarenakan siswa tersebut memiliki kekurangan lemah dalam menyerap materi pelajaran. Selain itu juga kurang lancar membaca. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model siklus belajar sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn sesuai dengan langkah-langkahnya. Hal ini dikarenakan model siklus belajar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Perancangan buku esai fotografi objek wisata religi Kabupaten Gresik / Ahmad Zahroni Shofi

 

ABSTRAK Shofi, Ahmad Zahroni. 2016. Perancangan Buku Esai Fotografi Objek Wisata ReligiKabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D(II). Mohammad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Buku, Esai Fotografi,Wisata Religi, Kabupaten Gresik Kabupaten Gresik dikenal dengan sebutan kota wali. Hal ini ditandai dengan keberadaan berupa makam tokoh penyebar agama Islam yang terletak di beberapa wilayah Kabupaten Gresik. Namun kebanyakan wisatawan hanya mengenal objek wisata religi di Kabupaten Gresik hanya sebatas Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri saja. Sedangkan masih ada beberapa objek wisata religi yang kurang terekspos selama ini seperti makam Fathimah binti Maimun, Raden Santri, Nyai Ageng Pinatih, Sunan Prapendan Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Minimnya informasi serta belum adanya media komunikasi visual yang membahas secara mendalam mengenai sejarah dan keberadaan beberapa objek wisata tersebut berimbas pada minimnya wisatawan yang berkunjung. Maka perlu kiranya diciptakan media komunikasi visual berupa buku esai fotografi yang memiliki kekuatan dalam memvisualisasikan sesuatu lebih kongkrit dan akurat sehingga tujuanperancangan dapat tercapai. Model perancangan yang digunakan adalah procedural dengan bentuk penelitian kualitatif yaitu model yang bersifat deskriptif. Model perancangan ini menjelaskan tahapan yang dilalui dalam proses perancangan media komunikasi visual. Tahapan tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, analisis data, sintesa serta pengumpulan data, perencanaan media, perencanaan kreatif, konsep kreatif perancangan tata desain dan desain final. Perancangan ini menghasilkan media utama berupa buku esai fotografi yang berjudul “Napak Tilas Kota Para Wali” beserta media pelengkap seperti T-shirt, peta perjalanan, totebag maupun media launching seperti poster dan x-banner. Buku ini diharapkan menjadi media komunikasi visual yang efektif untuk mempengaruhi target audience untuk turut serta menjaga dan melestarikan sejarah maupun cagar budaya seperti objek wisata religi di Kabupaten Gresik.

Perbedaan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 Malang dalam pembelajaran IPS sebelum dan sesudah diberi reinforcement / Reni Sitatun

 

ABSTRAK Sitatun, Reni. 2012. Perbedaan Tingkat Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Madyopuro 4 Kota Malang dalam Pembelajaran IPS Sebelum dan Sesudah Diberi Reinforcement. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Toha Mashudi, S. Pd M. Pd (2) Drs. Sutarno, M. Pd Kata Kunci: Reinforcement, Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar, IPS Dalam proses belajar mengajar, guru dituntut mampu merangsang munculnya proses berpikir, harus dapat membantu tumbuhnya sikap kritis, serta harus mampu mengubah pandangan siswanya. Salah satu usaha untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah melalui reinforcement. Penggunaan reinforcement yang tepat dalam proses belajar-mengajar dapat menimbulkan pengaruh berupa sikap yang lebih positif dari pihak siswa sehingga partisipasinya dalam proses belajar mengajar akan meningkat dan dengan begitu dapat diharapkan bahwa pencapaian prestasi belajar mengajar menjadi lebih tinggi. Tujuan penelitian ini secara rinci adalah membuktikan ada tidaknya perbedaan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 dalam pembelajaran IPS sebelum dan sesudah diberi reinforcement. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasy Experimental Design). Rancangan penelitian ini menggunakan dua kelas untuk dijadikan sampel penelitian. Satu kelas dijadikan kelas kontrol dan satu kelas lainnya dijadikan kelas eksperimen. Kelas kontrol dalam penelitian ini yaitu kelas tanpa adanya pemberian penguatan selama pembelajaran IPS (kelas IVA), sedangkan kelas eksperimen adalah kelas dengan adanya pemberian penguatan selama pembelajaran IPS (kelas IVB). Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan berupa uji prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t independent. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh Rata-rata aktivitas kelompok eksperimen (69,23) lebih tinggi dari rata-rata aktivitas kelompok kontrol. Selain aktivitas siswa, juga diperoleh perbedaan hasil belajar siswa atau kelas yang diberi reinforcement dengan siswa atau kelas yang tidak diberi reinforcement dalam pembelajaran. Rata-rata gain score kelompok eksperimen (8,21) lebih tinggi dari rata-rata gain score kelompok kontrol (5,77). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian yang dibantu dengan program SPSS 15.0 for windows untuk analisis Compare Means Independent Sampel t- test, menunjukkan nilai probabilitas ≤ 0,05 (0,032 ≤ 0,05) yang berarti Ha diterima. Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 dalam pembelajaran IPS sebelum dan sesudah diberi reinforcement.

Implementasi kolaborasi model pembelajaran concept map dengan snowball throwing untuk meningkat aktivitas dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X APK mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Ngawi) / Nuning Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Nuning. 2016. Implementasi Kolaborasi Model Pembelajaran Concept Map denganSnowball Throwing untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa(StudipadaSiswaKelas X APK Mata PelajaranPengantarAdministrasiPerkantoran di SMK Negeri 1Ngawi). Skripsi, Program StudiPendidikanAdministrasiPerkantoran, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. MadziatulChuriyah, S.Pd., M.M, (II) Drs. H. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Concept Map, Snowball Throwing, aktivitas, hasilbelajar SMK Negeri 1 Ngawi merupakan sekolah perintis dalam penerapan kurikulum 2013. Berdasarkanhasilwawancaradaribeberapa guru SMK Negeri 1 NgawisiswapadajurusanAdministrasiPerkantoran, yaknikelas X APK 1 merupakankelasdenganaktivitasbelajar yang masihrendahkhususnyapadamatapelajaranPengantarAdministrasiPerkantoran. Secaralangsungataupuntidaklangsunghalinijugamempengaruhipadahasilbelajarsiswa.Untukmengatasihaltersebut, penelitimenerapkanvariasimetodebelajaryaitudenganmengkolaborasikan model pembelajaranConcept Map denganSnowball Throwingdalam proses belajar. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmengetahui bagaimana implementasi kolaborasi model pembelajaran Concept Map denganSnowball Throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswakelas X APK SMKN 1 Ngawipadamatapelajaranpengantaradministrasiperkantoran. JenispenelitianinimerupakanPenelitianTindakanKelas (PTK)denganmenggunakanpendekatandeskriptifkualitatif.Subyekpenelitianiniadalahsiswakelas X APK 1 SMKN 1 Ngawikarenakelasinimerupakankelasdenganaktivitasdanhasilbelajaryang masihdibawah rata-rata.Adapunjumlahsiswadikelastersebutadalah 32 orang.Teknikpengumpulan datayang digunakandalampenelitianinimeliputiobservasi, wawancara, tes, dokumentasi, dancatatanlapangan.Sedangkananalisis data dilakukandenganmereduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaimplementasikolaborasi model pembelajaranConcept MapdenganSnowball Throwing dapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswa.Hal iniditunjukkandenganadanyahasilpenelitiandimanaaktivitassiswamengalamipeningkatandarisiklus I kesiklus II sebesar 6.13% dengankategoribaik, hasilbelajarkognitifdengankategoricukuppadasiklus I menjadibaikpadasiklus IIsebesar 8.75%, danhasilbelajarafektifdengankategoribaikpadasiklus I menjadisangatbaikpadasiklus II denganpeningkatansebesar 6.33%.Melihatadanyapeningkatanpositifbaikdariaktivitasdanhasilbelajarsiswa, makasebaiknya guru menerapkankolaborasi model pembelajaranConcept Map denganSnowball Throwingpadamatapelajaran lain denganbasic-nyateorikarena model pembelajaraninimemudahkansiswadalammengingatdanmemahamimateri yang dipelajari.  

Model bangkitan pergerakan keluarga pada kawasan perumahan tipe menengah di pinggiran Kota Malang
oleh Lucky Mas'udah

 

Kecenderungan bertambah pesatnya perkembangan transportrasi di kota Malangd isebabkans emakin meningkatnyaju mlah penduduks erta pertumbuhan ekonomyia ngc ukupt inggi. Olehk arenait u banyakd idirikanp erumahand i pinggiran kotaM alangy angb elum terpolad enganb aik sehinggad apatm enimbulkanm asalah baru dalam bidang transportasi kota yaitu berupa pola pergerakan yang umurnnya menujuk e pusatk ota. Untuk menunjangp erkembanganle bih lanjut dari kawasan perumahan di pinggiran kota, perlu diketahui jumlah pergerakan yang dilakukar/dibangkitkadna ri kawasanp erumahante rsebut.P enelitiani ni bertujuan untuk mengetahutie rjadinyaj arn puncak dan rnodel bangkitan pergerakand ari perumahatinp e menengahd i pinggirank otaM alang. Penelitian ini tergolong penelitian diskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalahs emuap enghunia tau keluargap erumahanti pe menengahd i pinggirank ota MalangP. engambilasna mpelnyad ilakukans ecaraa cak.J umlahs ampels ebanyak 200k eluarga/rumadhe ngan1 6 lokasi perumahany ang terbagia tas empat wilayah yaitu:( a) barat,t erdiri dari: perumahanV illa Bukit Sengkalingp, erumahaBn umi Asri Sengkalingp, erumahanV illa Sengkaling,p erumahanB ukit CemaraT ujuh, perumahaLna ndungsarAi sri, perumahanP ermataH ijau, dan perumahanJ oyo Asn; (b) timur, terdiri dari: perumahan Dirgantara Permai, perumahan Villa Gunung Buring,p erumahanP uri CempakaP utih,d an perumahanS awojajar(; c) utara,t erdin dari:p erumahaBn anjararumA sri, perumahanT unjungS ekarD amai,d an perumahan Griya PermataA lam Ngijo; (d) selata4 terdiri dari: perumahanJ anti Permaid an perumahaSnu kunP ermai Variabel dalam penelitian ini adalah: (1) variabel terikat berupa jumlah bangkitanp ergerakana nggotak eluargad ari kawasanp erumahanti pe menengahd i pinggirank ota Malangp adaj am puncak;( 2) variabelb ebasb erupaJ umlahA nggota Keluarga(J AK), JumlahA nggotaK eluargay ang Bekerja( JAKB), JumlahA nggota Keluarga yang Sekolah (JAKS), Jumlah Kepemilikan Kendaraan (JKK), Jumlah Pendapata(nJ PN). Sedangkans ub variabel JKK adalah Anggota Keluargay ang TidakM emiliki Kendaraan(A KTMK), JumlahK epemilikanS epedaM otor (JKSM), dan Jumlah Kepemilikan Mobil (JKMB). Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda dengan program SPSS versjon 10.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jam puncak bangkitan pergerakan pada kawasan perumahan tipe menengah di pinggiran kota Malang tefadi pada pagi hari, yaitu pada jam 05.46 WTB - 07.15 WIB. Sedangkan model bangkitan pergerakayna ngd ihasilkano leh perumahanti pe menengahd i pinggirank ota Malang adalahs ebagabi erikut:( 1) model bangkitanp ergerakanru maht anggas ecarau mum adalahY : -0,221+ 0,626 JAK + 0,313 JAKB; (2) model bangkitan orang beke{a dengan jalan kaki adalah tidak ada hubungan antara variabel terikat denganv aiabel bebasy ang disebabkanju mlah data sedikiq (3) model bangkitan pergerakaonr angb eke{a denganm odaA ngkutanU mum Penumpang(A LIP) adalah Y:0,182 + 0,909A KTM( (4) model bangkitanp ergerakano rangb ekerjad engan moda sepeda motor adalah Y : 0,1866 + 0,630 JAKB -0,163 JPN; (5) model bangkitanp ergerakano rangb eke{a denganm oda mobil adalahY : 0,477+ 0,476 JAKB; (6) model bangkitan pergerakan orang beke{a dengan moda lainJain adalah tidak ada hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas yang disebabkan jumlahd atas edikit;( 7) modelb angkitanp ergerakano rangs ekolahd enganjalank akr adalahY :0,08621 + 0,879A KTMK (8) modelb angkitanp ergerakano rangs ekolah dengan ALIP adalah Y : 0,434 + 0,606 AKTMK + 0,09142 JAKS; (9) model bangkitanp ergerakano rangs ekolahd enganm odas epedam otor adalahY :0,605 + 0,515J KSM; (10) model bangkitanp ergerakano rang sekolahd enganm oda mobil adalahY :0,610 + 0,537J AKS; (11) modelb angkitanp ergerakaonr angs ekolah dengamn odal ainJaina dalahY = 0,143+ 0,857A KTMK. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengembangkan penelitian mengenai model bangkitan pergerakanu ntuk diterapkan secara luas di berbagai daerah sebagai upaya mengurangpie rmasalahatnra nsportasyia ngt er.1adi.

Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pekerjaan dasar elektromekanik pada siswa kelas X di SMKN 6 Malang / Satria Putra Permana

 

ABSTRAK Permana, Satria Putra. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik pada Siswa Kelas X di SMKN 6 MALANG. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Sujono, M.T. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Model Kemmis & McTaggart, Problem Solving, Keaktifan, Hasil Belajar, Pekerjaan Dasar Elektromekanik. Permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMKN 6 Malang adalah saat proses pembelajaran terdapat siswa yang merasa jenuh, mengantuk dan bermain gadget, kurang aktifnya dalam bertanya, menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat dalam mengikuti pembelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik. Berangkat dari permasalahan tersebut, dilakukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada matapelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah model Kemmis & McTaggart yang merupakan pengembangan dari metode Kurt Lewin. Hasil penelitian ditandai dengan meningkatnya keaktifan dan hasil belajar 32 siswa di kelas X-L2 pada ranah pengetahuan, sikap, keterampilan dan keaktifan. Keaktifan siswa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 81,88 dengan 26 siswa tuntas, siklus 2 sebesar 84 dengan 29 siswa tuntas dan siklus III sebesar 85,57 dengan 32 siswa tuntas. Peningkatan hasil belajar siswa yang mencakup ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 81,64, siklsu II sebesar 83,46 dan siklus III sebesar 86,3. Keterlaksaan skenario pembelajaran dengan nilai siklus I sebesar 78,50, siklsu II sebesar 85 dan siklus III sebesar 89,50. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dengan model pembelajaran problem solving di kelas X pada matapelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik dapat meningkatkan hasil belajar ranah keaktifan, keterampilan, sikap dan pengetahuan siswa.

Pelaksanaan bimbingan karier di SLTP Negeri se-kota Malang
oleh Lucia Chandra Rosanti

 

ABSTRAK RosantiL, ucia chandra.2002 PeluksanaanB imbingm Karir I)i sl/l'p l,legeri sc- Kotu Mulang. Skripsi.JurusaBn imbinganK onselingd an psikologi F'akultas llmu PendidikanU niversitasN egeri Malang.p embirnbing: (l ) Dra. Sri Weni Utami, M. Si., (2) Dra. Carolina L. Radlah, M. Kes Kata Kunci : Pelaksanaan Bimbingan Karier, SLTp Negeri . SekolahL anjutanT ingkat Pertama( selanjutnyad isingkatS LTp) adalah bentuks atuanp endidikan dasary ang menyelenggarakanp rogram pendidikan trga tahun setelah sekolah dasar, dan merupakan pendidikan formal yang mempunyar tuntutanle bih besard ibandingkan dengant untutan sekolahd asar.D alam usaha mempersiapkasnis wanyau ntuk melanjutkanp endidikank e pendidikanm enengah, salahs atuk egiatany ang diusahakano leh sekolaha dalahk egiatanb imbrngand i -s.LfPy, ang mencakupb imbinganp ribadi,b irnbingans osial,b imbinganb elajard an bimbingank arier. Kesiapans iswad aiam rnemilihd an melanjutkanp endidikans esuadi engan bakat dan minatnya sangat penting sekali, karena sekolah menengah yang a.kan dipilihr nerupakans alahs atub agiant erpentingd aramm ewujudkin karieinya Mernilih sekolah lanjutan yang tepat dan sesuai dengan bakat, minat, serta kemampu,ayna ng dimiliki dapatm embantus iswam eraihc ita-citad an mengernbangkacnit a-citanya. Tujuanp enelitiana dalahu ntuk mengetahu(i l) perencanaanp rogram bimbingank arier dr SLTP Negeri se-kotaM alang,( 2) penyusununp iogiurn birnbingank arier di SLTP Negeri se-kotaM alang,( 3) pelaksanaunp rogru* bimbingan kaner di SLTP Negeri se-kota Malang, (4) Kegiatan .uuiuuri pelaksanaan programb imbingank arier di SLTP Negeri se-kotaM alang. _ Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptifdenganjenis data kuartitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh konselor sLTp Negeri se-kota Malllg: lnstrumen yang digunakan dalam menjaring data adalah angket. Adapun jumlah keseluruhanre spondena dalah6 6 orangk onselor.T eknik pengambilans ampel penelitianm enggunakan1 00%p opulasi( sampelt otal). Analisish asil penelitian menggunakante knik analisis persentase. Hasil penelitianm engenaip elaksanaabni mbingank arier di SLTp Negeri sekota Malang yang terdiri dari perencanaanp rogram sudaht erlaksanas angatb aik (.92,26% ). Kegiatan perencanaanin i meliputi kegiatan meneliti kebutuha=snr swa. mengklasrfikastiu juany ang ingin dicapai,m enelitip rogramy ang sudaha da, uengupayakan dukungan dan kerjasama, menentukan prioritas program, dan membuaib atasanp rogram.P adat ahapp enyusunanp rogramt erlaksanad enganc ukup baik (55,0%).K eglatanp enyusunanin i meliputi perumusanp enyusunanp rogam. secarao peraslonalm, emilih strategip elaksanaadna n menganalisak emampuans taf. Padat ahapp elaksanaapnr ogramt erlaksanad enganb aik (g0,52% ). Kegiaianr nr meliputil ayanany ang diberikan,p erggunaanfa silitas,p elaksanat,e knil, wak1u, hambatans,e rtaf aktor pendukungP. adat ahape valuasip rogramb imbingank arier terlaksandae ngans angatb aik (91,04%).K egiatani ni meliputi menentukan komponeyna nga kan dinilai, memilih instrumenp enilaiand an rnelaporkanh asil evaluasi. Berdasarkanh asil penelitianm aka penelitim enyarankank epadab erbagai pihak antara lain: (1) Kepala sekolah untuk lebih mengevaluasi kembali pelaksanaan progamb imbingank arier bersamak onselord an staf sekolahs ertam enyidiakand ana ultuk rnengadakank egiatan career day, home room dan mendatangkann ara sumber, (2)B agik onselorh endaknyale bih proaktifmencarii nformasid an sekalieus membantsui swam emilih sekolahl anjutans esuaid enganb akatd an minaf masingmasings iswa,( 3) Bagi peneliti selanjutnyah endaknyam enambahkanfa ktor-faktor daril uar yang mempengaruhip elaksanaanb imbingan karier yaitu orang tua, staf sekolahse rtap adas ampelp enelitiant idak hanyak onselort etapij uga srswa,s ehingga penelitianin i tidak hanya mengukur data kuantitatif tetapi luga kuaiitatif,

Penggunaan media video untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang / Mei Puspita Dewi

 

Kata Kunci: Media Video, Kemampuan menyimak, Cerita, SD Berdasarkan hasil belajar pada pra tindakan menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menyimak cerita siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menyimak cerita karena dianggap sebagai pelajaran yang membosankan dan tidak menyenangkan, siswa mengalami kesulitan dalam menceritakan kembali isi cerita, pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan cara membacakan cerita hanya sebatas yang ada pada buku paket Bahasa Indonesia. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah penggunaan media video dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang? (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang dengan digunakannya media video? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Pengumpulan data menggunakan 5 teknik yaitu (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Tes, (4) Dokumentasi, (5) Catatan Lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 28 siswa, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2012/2013. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Pelaksanaan pembelajaran menyimak cerita dengan menggunakan media video berjalan sangat baik, siswa telihat antusias, suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, dan siswa lebih berkonsentrasi dalam menyimak cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata aktivitas siswa dalam menyimak cerita mencapai 76,34 dengan kriteria baik pada siklus I dan 82,84 dengan kriteria baik sekali pada siklus II. Sedangkan nilai rata-rata kemampuan menyimak cerita siswa mencapai 59,8 dengan kriteria cukup pada pratindakan menjadi 69,3 dengan kriteria baik pada siklus I dan 82,7 dengan kriteria baik sekali pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang. Disarankan bahwa dalam pembelajaran menyimak, guru kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang hendaknya menggunakan media video cerita. Bagi peneliti lanjut, hendaknya menggunakan video yang lebih beragam dan menarik.

Dampak sosial prostitusi terhadap kehidupan masyarakat di lingkungan Tretes Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dan implikasinya dalm pendidikan IPS di SMP/MTs / Afri Rachmad Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Afri Rachmad. 2016. Dampak Sosial Prostitusi Terhadap Kehidupan Masyarakatdi Lingkungan Tretes Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dan Implikasinyadalam Pendidikan IPS di SMP/MTs.Skripsi. Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant., M.A. (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D. Kata Kunci:dampak sosialprostitusi,kehidupan masyarakat, Lingkungan Tretes. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki berbagai jenis pariwisata. Wisata komersial merupakan salah satu jenis pariwisata yang dikenal saat ini karena dapat menyebabkan banyak orang datang untuk berkumpul. Oleh sebab itu, muncul berbagai macam kebutuhan di daerah pariwisata seperti jasa pelayanan seksual melalui praktik prostitusi terselubung di Lingkungan Tretes Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sejarah keberadaan prostitusi di Lingkungan Tretes Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan?2) Bagaimana dampak sosial prostitusi terhadapkehidupan masyarakat di Lingkungan Tretes Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan? 3) Bagaimanaupaya penanganan dampak sosial prostitusi di Lingkungan Tretes Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan 4) Bagaimana implikasi dampak sosial prostitusidi Lingkungan Tretes Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dalamPendidikanIPS diSMP/MTs? Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif deskriptifdan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode triangulasi digunakan untuk mengecek keabsahan data.Kegiatan analisis data terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat kesimpulan penelitian sebagai berikut: Pertama,sejarah keberadaan prostitusi di Lingkungan Tretes berawal dari dijadikannya Prigen sebagai daerah peristirahatan pada zaman penjajahan Belanda, sehingga muncul jasa pijat yang berkembang menjadi praktik prostitusi. Prostitusi itu pernahmarak pada dekade tahun 1980 hingga 1990-an. Kedua,dampak sosial prostitusi mencakup pandangan masyarakat Tretes terhadap prostitusi, pandangan masyarakat luar terhadap masyarakat Tretes, manfaat prostitusi terhadap kegiatan ekonomi, dampak prostitusi terhadap kondisi kesehatan dan keberlangsungan rumah tangga masyarakat Tretes, serta dampak prostitusi terhadap perilaku remaja Tretes. Ketiga, upaya penanganan dampak sosial prostitusi mencakup strategi adaptasi masyarakat Tretes serta upaya penanganan dalam bidang hukum, kesehatan, dan sosial yang dilakukan oleh beberapa pihak terkait. Keempat, materi penyimpangan sosial terutama sub materi kenakalan remaja dalam bentuk perilaku seksual di luar nikahmerupakan implikasi dampak sosial prostitusi di Lingkungan Tretes dalam pembelajaran IPS di SMPNegeri 1 Prigen dan SMP Sejahtera Prigen yang diajarkan Ibu Indah dan Bapak Chotib. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikanbagi peneliti selanjutnya adalah dapat menjelaskan mengenai interaksi sosial antara PSK dengan masyarakat yang tinggal di Lingkungan Tretes.

Kajian materi sistem persamaan linear pada buku ajar matematika SMU
oleh Anif Setyawati

 

ABSTRAK Setyawati, Anif. 2002. Kajian Materi sistem Persamaan Linear pada B:!u Ajar .MatematikaSMU'Skipsi,JurusanPendidikanMatematikaFMIPA UniversitasNegeriMalang.Pembimbing:(I)Drs.H,Soebari,M.Pd.,(II)Drs. SudirmanM, .Si. Kata kunci: sistemp ersamaalnin ear,b uku ajar' Faktor penentuk ualitas buku ajar antaral ain: sudutp andangank, ejelasan konsep,r elevand urgan kurikulum, menarik minat, menumbuhkanm otivasi' -"*ti-ol*ik* aktivitas, ilustratif, komunikatG penunjang mata petajaran tain' -""gh-g"i perbedaanin dividu, memantapkann ilai-nilai (Tarigan, 1989:24). Kajian Urt i":#Ouiam skripsi ini hanyam endeskripsikank esesuaiannyad engank urikulum 1gg4s -uplemenG BPb 1999y ang berlaku saati ni. Kesesuaianb uku ajar dengan kurikulum dapt dilihat dari kesisuaian materinya dengan Cnff Oan fgsesuian soal latihan dengan yang disarankan GBPP. Kurikulum yangbgrlaku tillty addah kurikulum tgs4 resuai suplemen GBPP 1999. Dalam kurikulum SMU suplemen GBPP 1999m ateri SisternP ersamaanL inear mengalarnip erubatrans ubp okok batrasany aitu dihapuskannyas ub pokok bahasanp enyelesaianSPld enganm etode grafik dan determinan.P erubahans ub pkok bahasanit u mengakibatkan_adanya ierubahan penyajian materi SPL pada buku ajar. Tujuan bahasan SPL dalam suplemen Cnff ai3aaitan acuan penyajian materi SPL yang merupakan salah satu materi matematikay ang sering diterapkand alamp ermasalahanke hidupans ehari-hari. Padak esempatanin i, materi yang dikaji ini adalahm ateri SistemP ersamaan Linear kelas 1 SMU cawu 2 pada buku ajar Matematika SMU yang diterbitkan tattun 2000 oleh Erlanggad enganp engalangnyaD rs. B. K. Noormandiri dan Drs- Endar Suci^p to. Kajian ini bertujuanu ntuk mengetahuki esesuaianm ateri yang membahass ub pokok bahasarUp enjabarans ub pokok bahasani,s tilah keifunuany ang digunakand an kesesuaians oal iatitranb aik soal non verbal maupunv erbal padab uku ajar dengan yang disarankan suplemen GBPP 1999. Penulisan sub pokok bahasan pada bab p"*Uott s* disesuaikand enganp enulisanp adab uku ajar. Pengfujian penjabarans ub pokok bahasand ilakukan secarat erurut sesuaik onsepy ang ditulis pada_bukua jar Hasit kajian ini menunjukkant erdapatk ekurangsesuaiamn ateri SPL dan soal latihan pada buku ajar dengan yang disarankan suplemen GBPP. Sub pokok bahasan p"ttat* padab uku ajar meliputi penyelesaianS PL denganm etodeg rafi( substitusi ian metoaee hminasi,s edangkanp adas uplemenG BPPm eliputi metodes ubstitusi, eliminasi dan gabungan substitusi eliminasi. Sub pokok bahasan kedua pada buku ajar meliputi metodes ubstitusid an metodee liminasi, sedangkanp ada suplemen Cnff meUputim etodes ubstitusid an gabungane liminasi substitusi.P adap enjabaran subp okok bahasanp ertamam ateri penyelesaianS PL denganm etodeg rafik yang telah dipelajari di SLTP disajikan kembali. Isi materi sub pokok bahasan penyeleiaian SPL tiga peubah dengan metode eliminasi pada buku ajar menunjukkkani si rnateri sub pokok bahasanm etodeg abungane liminasi substitusi. Pada contoh 4 materi SPL dua peubah merupakan c ontohp enyelesaianS PL dua peubah dengan metode gabungan substitusi eliminasi tetapi tidak diberi jgdul sub pokok bahaiant ersendiri.L angkah-langkahu mum penyelesaianS Pi tidlr! diberikan. iada buku ajar tidak menyajikanc ontohs oal-soalp enerapanS PL.P adaS PL dua peubahO an-Spft iga peubal4i stilah persamaanli near dan sistemp ersamaanlin ear t**g lengkap,p engertianm etodes ubstitusi,e liminasi, dan gabungans ubstitusi etiminasit idak Oicaoto*tarl Selaini tu juga terdapatk ekurangsesuaiasno all atihan. Soall atihan non verbal (soath itungan)s ecarau mum sudaht epat sesuayi ang disarankans uplemenG BPP.P erintahs oal menyelesaikanS PL denganm etodeg rafik masih diberikan. Soal latihan verbal (soal cerita) terdapat 6 soal yang kurang sesuai antara lain soal nomor 39 dan42 pada latihan 1, nomor 24 dan25 pada latihan 2, nomor 6 dan 7 padal atihan ulangan.S elesaians oal nomor 39 dan 6 bernilai negatif. Uangt abunganbernitain egatif tidak dijumpai dalam kehidupans ebari-hari.S elesaian nomor 42 bukan merupakans u,rtup ecahans epertiy ang dikehendakip ertanyaans oal' Selesaiann omor 24 dan 7 bukan merupakans uatub ilangany ang terdiri 3 angka sepertiy ang dikehendakip ertanyaans oal. Soaln omor 25 kurang sesuaik arena mempunyaib anyaks elesaiante tapi siswat idak bisa menentukand engans ebarang nilai. Pada soal nomor 25 itu peflu diberi batasan agar siswa bisa menentukan selesaiand enganb aik. Jumlahs oalv erbalp adal atihan1 sebanyakl2 ,latihan2 sebanyak9 dan latihan ulangans ebanyak4 .

Pengembangan media pembelajaran buletin flipbook interaktif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia untuk mengembangkan pemahaman konsep dan karakter siswa kelas X MAN Kota Batu / Gupita Laksmi Pinasthika

 

ABSTRAK Pinasthika, G.L. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Buletin Flipbook Interaktif Berbasis Masalah Pada Prinsip Klasifikasi Animalia Untuk Mengembangkan Pemahaman Konsep Dan Karakter Siswa Kelas X MAN Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci:buletin flipbook interaktif, pemahaman konsep, karakter Kegunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting. Media pembelajaran di MAN Kota Batu menunjukkan adanya kelemahan yaitu kurang bervariasi dan kurang mereprentasikan materi pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk 1) menghasilkan buletin flipbook interakif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia siswa kelas X MAN Kota Batu, 2) mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan buletin flipbook interaktif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia siswa kelas X MAN Kota Batu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Four-D dari Thiagarajan, dkk (1974). Tahapan terebut meliputi pendefinisian (define), perancangan(design), pengembangan (develop)dan penyebarluasan (disseminate). Tahap penyerbarluasan (disseminate) tidak dilakukan sehingga dibatasi hingga tahap pengembangan(develop). Buletin flipbook interaktif berisi halaman depan dan halaman utama (salam sapaan, daftar isi, petunjuk penggunaan, fenomena masalah, penyajian materi dan renungan). Pencapaian rerata validitas media sebesar 91,35% dengan kriteria sangat valid, rerata validitas materi sebesar 91,11% dengan kriteria sangat valid. Uji kepraktisan menghasilkan rerata sebesar 89,58% dengan kriteria praktis. Uji keefektifan pada aspek pengetahuan diperoleh pencapaian dengan rerata sebesar 91,43% dengan kriteria sangat efektif. Uji keefektifan pada aspek sikap diperoleh pencapaian dengan rerata sebesar 89%. Buletin flipbook interaktif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia yang telah dikembangkan layak, praktis dan efektif digunakan.

Validasi media pembelajaran neraca geometri kelompok B / oleh Lilik Machsunah

 

Validasi media pembelajaran "Grobag Dorong Mainan" di RA Jamilah 45 Ngembe Beji Pasuruan / oleh Khusnul Khotimah

 

Analisis hasil persilangan jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) berbasis Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dan pengembangannya sebagai sumber belajar genetika tanaman / Iin Hindun

 

ABSTRAK Hindun, Iin. 2016. Analisis Hasil Persilangan Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn.) Berbasis Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dan Pengembangannya Sebagai Sumber Belajar Genetika Tanaman. Disertasi, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M Si, (II) Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, S.U., DSc, (III) Dr. Ir. Maftuchah, MP. Kata kunci: Jatropha curcas Linn., RAPD, Sumber Belajar Penelitian ini dilatar belakangi oleh problematika perkembangan ilmu genetika yang cepat, dipelajari di lembaga pendidikan formal dan problematika penyediaan bahan tanam jarak pagar sebagai sumber energi alternatif bahan bakar nabati (BBN). Problematika yang dihadapi pada pembelajaran genetika di sekolah adalah konsep-konsepnya masih sulit dipahami karena rumit, abstrak dan sulit untuk dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta ditemukan miskonsepsi genetika pada siswa, guru dan bahan ajar. Perkembangan genetika yang cepat menjadi tantangan dan tuntutan bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan professional (keilmuan) selaras dengan tuntutan hak belajar anak untuk memperoleh pendidikan sesuai jamannya. problematika dalam penyediaan bahan tanam adalah belum tersedianya bahan tanam dan varietas yang berkualitas. Kunci sukses untuk mendapatkan bahan tanam dan varietas adalah tersedianya informasi keragaman genetik sebanyak-banyaknya dan persilangan dapat memperluas keragaman. Kajian molekuler menggunakan penanda molekuler dapat mendukung dan melengkapi kajian keragaman morfologi yang belum berhasil dalam memprediksi keragaman akibat kuatnya pengaruh lingkungan. RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) merupakan salah satu penanda molekuler, sangat mendukung upaya analisis keragaman genetik terutama jika latar belakang genomnya belum diketahui. Penelitian ini bertujuan (1) Mendiskripsikan keragaman genetik hasil persilangan jarak pagar berbasis RAPD; (2) Menjelaskan pewarisan materi genetik hasil persilangan jarak pagar berbasis RAPD; (3) Menjelaskan kedekatan hubungan secara genetik hasil persilangan jarak pagar berbasis RAPD; (4) Menghasilkan buku nonteks sebagai buku suplemen pelajaran sekaligus menjadi buku bacaan bagi pengguna yang berkepentingan dengan hasil penelitian. Penelitian deskriptif dengan observasi laboratorik dilakukan dengan tahapan menyiapkan sampel daun muda jarak pagar dari 10 individu keturunan pertama (F1) hasil persilangan dan 6 genotipe tetuanya. Sampel di isolasi DNAnya kemudian dilanjutkan dengan PCR. Persilangan yang dipelajari ada empat kombinasi persilangan meliputi genotipe: (1) SP-8 x SP-16; (2) SP-8 x SP-38; (3) SP-33 x HS-49; (4) SM-35 x SP-38. Isolasi DNA dilakukan menggunakan metode CTAB. Hasil PCR diseparasi dengan elektroforesis. PCR menggunakan 5 primer RAPD yaitu OPA-18, OPA-19, OPA-20, OPE-15, OPF-5. Hasil analisis molekuler pita DNA, dibaca dan ditransformasi kedalam bentuk kuantitatif. Pengukuran jumlah alel, jenis alel, alel polimorfik dan pewarisan materi genetik, penghitungan dan analisis menggunakan persentase. Dalam mendiskripsi kedekatan hubungan secara genetik pada populasi hasil persilangan, fragmen DNA dari masing-masing genotipe diolah menjadi data biner, dianalisis cluster, pengelompokan dan pembuatan dendogramnya dianalisis menggunakan metode Unweighted Pair Group Method (UPGMA) melalui program MVSP (Multi Variat Statistical Package). Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Keragaman genetik hasil persilangan jarak pagar pada jumlah alel, jenis alel dan alel polimorfik ditemukan bervariasi. Variasinya sebagai berikut: (a) Jumlah alel ditemukan dalam jumlah bervariasi pada masing-masing persilangan dan masing-masing penggunaan primer. Dibandingkan dengan tetuanya ditemukan pola perbedaan jumlah alel pada tetua jantan dan betina. Pada tetua betina jarak pagar memiliki jumlah alel DNA lebih banyak dari tetua jantan. (b) Alel polimorfik yang terdapat pada keturunan hasil persilangan ditemukan dalam proporsi yang bervariasi, dimana jumlah alel DNA polimorfik proporsinya lebih banyak dari alel DNA monomorfik. Jika dibandingkan dengan tetuanya, jumlah alel polimorfik pada keturunan jumlahnya berbalikan dengan jumlah yang dimiliki oleh tetua, yaitu alel polimorfik pada tetua jumlahnya lebih sedikit dari pada keturunan. Ditemukan bahwa penggunaan primer dan persilangan yang mampu mengamplifikasi DNA dengan jumlah alel, jenis alel dan alel polimorfik paling tinggi adalah pada primer OPF-5 dan persilangan 3. (2) Pemetaan terhadap jumlah kemiripan alel pada keturunan terhadap tetuanya: (a) Pewarisan alel DNA ditemukan dalam tingkat kemiripan yang bervariasi berdasar jumlah alel. Variasi yang ditemukan menunjukkan kemiripan dalam jumlah mulai dari 0 (nol) hingga 10 alel. (b) Ditemukan variasi baru yang tidak ditemukan pada tetuanya dalam proporsi bervariasi di masing-masing persilangan berkisar dari 64% hingga 88%. (c) Hasil analisis terhadap pewarisan alel DNA ditemukan 6 variasi pola pewarisan dan dibedakan kedalam pewarisan tipe parental dan tipe rekombinasi. Kemiripan tipe parental proporsinya 5,5% sedangkan kemiripan tipe rekombinasi proporsinya 94,5%. (3) Terdapat variasi kedekatan hubungan atau kemiripan keturunan dengan tetuanya. Kedekatan hubungan antar tetua bervariasi di masing-masing persilangan dengan nilai koefisien kemiripan berkisar dari 0,84 hingga 0,94. Keturunan di masing-masing persilangan menunjukkan kedekatan yang lebih bervariasi dengan range nilai koefisien kemiripan dari 0,455–0,941 di P1; 0,78–1 di P2; 0,752–1 di P3 dan 0,733–0,95 di P4. Pada persilangan 1 (P1) variasi kemiripan makin menjauh kedekatan hubungan dengan tetuanya. Pada P2, P3 dan P4 ditemukan variasi juga kemiripannya namun kemiripan tersebut ada yang makin menjauh dari tetua tetapi ada yang makin dekat dengan tetua maupun makin dekat kemiripan dengan individu lainnya. (4) Hasil validasi terhadap buku diperoleh pencapaian nilai, pada aspek: kelayakan materi mencapai nilai 100%, penyajian materi mencapai nilai 79%, penggunaan illustrasi mencapai nilai 83%, dan penggunaan bahasa mencapai 96%. Dengan demikian, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 88% yang berarti bahwa buku memiliki kualifikasi baik.

Penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato pada siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Diana Wahyuni

 

Kata Kunci : Pendekatan komunikatif, menulis naskah pidato, SD Berdasarkan temuan awal pada pembelajaran sebelumnya, siswa tidak aktif dan mengalami kesulitan dalam menguasai materi menulis naskah pidato dibuktikan dengan rendahnya nilai rata-rata yaitu 56,6. Metode penyampaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas VI SDN Tampung I kurang bermakna dan tidak bervariasi. Guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan mutu siswa, pembelajaran menulis naskah pidato menjadi lebih aktif, efektif, menarik dan merangsang serta menumbuhkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menulis naskah pidato siswa kelas VI SDN Tampung I Lekok Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah penerapan pendekatan komunikatif dengan menggunakan metode diskusi kelompok dan dilaksanakan selama dua siklus. Arah penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data yang yang dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi dan analisis data. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, sebanyak 27 siswa yang terdiri 15 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Komunikatif dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2010 - 2011 dengan materi menulis naskah pidato mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa dilaksanakan dalam bentuk yang memaksimalkan potensi siswa seperti tanya jawab, menulis, diskusi kelompok, mendengarkan dan berpendapat, menanggapi, menyusun dan membaca naskah pidato di depan kelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata hasil menulis naskah pidato yaitu 56,6 dengan prosentase 56% pada pra tindakan meningkat menjadi 74% dengan nilai rata-rata 66,4 siswa yang tuntas belajar pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85% dengan nilai rata-rata73,5 pada siklus II. Ini berarti diperoleh kriteria ketuntasan belajar yang diharapkan peneliti yaitu 85%. Saran yang diberikan kepada guru, hendaknya guru diharapkan mampu me nerapkan pendekatan komunikatif sebagai salah satu cara atau alternatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan ketrampilan menulis naskah pidato siswa, karena pendekatan komunikatif merupakan pendekatan dalam bahasa yang memfokuskan pada ketrampilan berkomunikasi baik lisan maupun tulis.

Pengaruh bagi hasil, tingkat inflasi, dan nilai tukar rupiah terhadap Return On Assets (ROA) (studi pada bank umum syariah periode 2008-2010) / Luki Mardianto

 

Kata Kunci : Bagi Hasil, Inflasi, Nilai Tukar, Return on Assets (ROA) Kinerja suatu bank ditentukan oleh seberapa baiknya suatu bank dalam mengelola usahanya sehingga dapat memperoleh profitabilitas yang maksimal. Dalam usahanya untuk memperoleh profit, banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah bagi hasil, inflasi dan nilaitukar. Sedangkan untuk tingkat profitabilitas diukur dengan variabel ROA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh tingkat kesehatan bank yaitu dilihat dari nilai bagi hasil, tingkat inflasi dan nilai tukar terhadap tingkat profitabilitas yang diukur dari ROA. Populasi dari penelitian ini adalah perbankan syariah di Indonesia periode 2008-2010 yang berjumlah 11 bank. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 3 sampel, yaitu PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mega Indonesia dan PT Bank Syariah Mandiri. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan triwulan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mega Indonesia dan PT Bank Syariah Mandiri periode 2008-2010. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi berganda melalui pengujian SPSS dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial bagi hasil berpengaruh negatif terhadap ROA dengan tingkat signifikansi sebesar 0,009.Sedangkan inflasi dan nilai tukar berpengaruh negative dengan tingkat signifikansi sebesar 0.166 dan 0.143. Secara simultan bagi hasil, inflasi dan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Saran yang diberikan penulis dalam penelitian ini adalah:(1)Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dapat memperluas sampel penelitian bank syariah dengan meneliti tidak hanya Bank Umum Syariah Devisa saja tetapi juga Bank Syariah Non Devisa, Unit Usaha Syariah atau BPR Syariah.(2)Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya memasukkan variabel rasio keuangan yang lain dalam menguji profitabilitas bank syariah serta menambah periode penelitian supaya hasilnya lebih akurat. (3) Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian kembali dengan melakukan penelitian menggunakan data rasio keuangan tahunan supaya hasilnya lebih akurat.

Tuturan memuji oleh guru perempuan dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia / Pandu Meidian Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Pandu Meidian. 2016. Tuturan Memuji oleh Guru Perempuan dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Dr. Martutik, M.Pd Kata kunci : tuturan memuji, guru perempuan, interaksi pembelajaran bahasa Indonesia. Bahasa adalah alat komunikasi yang dimanfaatkan manusia untuk berinteraksi. Melalui interaksi bahasa manusia mengungkapkan kepribadian, buah pikiran, maksud, keinginan, perasaan, dan juga jati diri, dalam hal ini bahasa dipandang sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi yang bermakna, bahasa berperan penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan belajar mengajar di sekolah menuntut siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan oleh pendidik. Guru memiliki berbagai cara untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan, salah satunya dengan memberikan reward kepada para peserta didik. Bentuk reward yang mudah ditemukan dalam interaksi pembelajaran adalah motivasi dalam bentuk memuji peserta didik yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku dan cara belajar siswa yang menyangkut ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini secara secara umum bertujuan mendeskripsikan tuturan memuji yang dilakukan oleh guru perempuan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Malang. Tujuan umum penelitian tersebut, secara rinci disajikan dalam tiga subtujuan, yaitu mendeskripsikan (1) wujud tuturan memuji yang dituturkan guru perempuan kepada siswa dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Malang, (2) fungsi tuturan memuji yang dituturkan guru perempuan kepada siswa dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Malang, dan (3) modus tuturan memuji yang dituturkan guru perempuan kepada siswa dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan orientasi teorisisnya, penelitian dilakukan dengan kajian sosiopragmatik. Data bersumber dari tindak tutur perempuan yang berprofesi sebagai guru SMKN 6 Malang yang diperoleh dari interaksi yang bersifat resmi atau formal. Sumber data diambil dari empat orang guru perempuan yang berinteraksi di dalam kelas. Data dikumpulkan dengan teknik perekaman, observasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Hasil penelitian secara ringkas dipaparkan sebagai berikut. Pertama, terdapat dua jenis wujud tuturan memuji oleh guru perempuan yaitu (1) tuturan memuji langsung dan (2) tuturan memuji tak langsung. Pada bagian wujud tuturan memuji langsung dikelompokkan menjadi dua, yaitu wujud tuturan memuji langsung imperatif dan wujud tuturan memuji langsung interogatif. Kedua, fungsi tuturan memuji oleh guru perempuan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Malang, ditemukan empat fungsi tuturan memuji yaitu (1) fungsi memuji untuk menghaluskan perintah, (2) fungsi memuji untuk menghaluskan teguran, (3) fungsi memuji untuk memberikan penguatan, dan (4) fungsi memuji untuk penerimaan siswa. Ketiga, modus tuturan memuji oleh guru perempuan diintegrasikan dengan tindak tutur literal dan tak literal menghasilkan (1) tindak tutur langsung literal, (2) tindak tutur tak langsung literal, (3) tindak tutur langsung tak literal, dan (4) tindak tutur tak langsung tak literal. Hasil penelitian ini secara teoretis dan praktis memberikan manfaat yaitu (1) bagi guru, disarankan agar memberikan bentuk apresiasi kepada siswa dalam bentuk tuturan memuji. Tuturan memuji merupakan bagian dari strategi pengajaran dan dapat memudahkan guru dalam mencapai kompetensi yang diharapkan, (2) pemanfaatan wujud tuturan memuji dalam interaksi pembelajaran, Hal ini dapat dilakukan oleh guru untuk menghindari kata-kata yang kasar dan menghaluskan tuturan saat memberikan perintah atau mengkritik siswa, (3) fungsi tuturan memuji dalam interaksi pembelajaran dapat digunakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan guru, misalnya untuk tindak menyarankan, (4) pemanfaatan modus tuturan memuji sebagai cara penyampaian maksud atau isi hati atau pikiran guru dalam interaksi pembelajaran dapat digunakan sebagai praktik penyelamatan muka positif bagi mitra tutur.

Penerapan model pembelajaran Interactive Conceptual Instruction (ICI) untuk meningkatkan pemahaman konsep DAS siswa kelas X.I IIS SMAN 9 Malang semester genap 2015/2016 / Satrio Haryo Hutomo

 

ABSTRAK Hutomo, Satrio Haryo. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Interactive Conceptual Instruction (ICI) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep DAS Siswa Kelas X.I IIS SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mustofa, M.Pd, (2) Drs. Didik Taryana, M.Si Kata kunci: Interactive Conceptual Instruction (ICI), pemahaman konsep Refleksi awal terhadap pembelajaran geografi yang dilakukan di kelas X.I IIS SMAN 9 Malang melalui observasi dan wawancara teridentifikasi masalah-masalah pembelajaran yang menyebabkan tingkat pemahaman siswa rendah, yaitu: (1) kurangnya kemandirian siswa, (2) rendahnya motivasi belajar siswa, (3) rendahnya keaktifan belajar siswa. Hal ini mengakibatkan rendahnya nilai siswa yaitu sebanyak 62,06% siswa memperoleh nilai di bawah standar ketuntasan yang ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di kelas X.I IIS SMAN 9 Malang dengan jumlah 30 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai pemahaman konsep yang diperoleh dari ulangan harian dan setelah siklus. Nilai ulangan harian merupakan nilai pemahaman awal sebelum siklus dan nilai pemahaman akhir setelah siklus. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pemahaman sebelum siklus dengan nilai pemahaman akhir setelah siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa yang dilihat dari nilai tes pemahaman yang diberikan. Nilai yang diperoleh dari pratindakan (pemahaman awal) dengan siklus I terjadi peningkatan yaitu 9,6 atau 12,86%. Sedangkan nilai yang diperoleh dari pemahaman awal terhadap nilai akhir setelah siklus II terjadi peningkatan yaitu 13,3 atau 17,82%. Saran untuk guru Geografi yaitu model pembelajaran Interactive Conceptual Instruction (ICI) efektif apabila diterapkan pada kelompok kecil terdiri 3 siswa dengan sistem penugasan berbasis aktivitas. Bagi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Interactive Conceptual Instruction (ICI) dalam pelajaran geografi pada materi lain dengan variabel selain pemahaman konsep, diantaranya hasil belajar, motivasi belajar, komunikasi, dan lain-lain.

Pengembangan media pembelajaran peta konsep pada mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Siti Musyafaatin Mahardika

 

ABSTRAK Mahardika, SitiMusyafaatin. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Peta Konsep pada Mata Kuliah Rekayasa Perangkat LunakS1 Pendidikan Teknik InformatikaJurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (2) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata kunci :pengembangan, media pembelajaran, rekayasa perangkat lunak, peta konsep Salah satu matakuliah wajib pada Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang adalah Rekayasa Perangkat Lunak yang mempelajari pengelolaan dari sebuah software. Namun sekitar 86% mahasiswa menyatakan bahwa media dalam perkuliahan kurang memaparkan konsep-konsep dalam Rekayasa Perangkat Lunak,sehinggamembuat nilai evaluasi mahasiswa pun tidak memuaskan. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1)mengembangkan media pembelajaran peta konsep pada mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak yang layak berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dan telah dinilai oleh ahli media dan ahli materi, (2) mendapatkan media yang efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model Pustekkom Depdiknas. Tahapan-tahapan dalam model tersebutmeliputi: (1) Bedah Kurikulum, (2) Identifikasi Media, (3) Pengembangan Naskah, (4) Produksi, (5) Penyempurnaan, (6) Test/Uji Coba, dan (7) Revisi. Proses penyempurnaan melibatkan tim ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli media. Proses Test/Uji Coba dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2013 sejumlah tujuh orang dan angkatan 2014 sejumlah 22 orang. Berdasarkan hasil analaisis data, validasi oleh ahli materi mendapatkan nilai sebesar 84%, validasi oleh ahli media mendapatkan nilai sebesar 92%, kedua validasi ini dinyatakan sangat valid. Hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 84%, dan hasil ujicoba kelompok besar sebesar 86%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa media peta konsep berbasis website untuk matakuliah Rekayasa Perangkat Lunak di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang telah dinyatakan layak sehingga telah tersedia media yang efektif digunakan dalam pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak baik untuk pembelajaran di kelas maupun pembelajaran mandiri.

Kebijakan sumber dan penggunaan modal kerja untuk menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan tingkat profitabilitas PT. Timah Tbk.
oleh Rusiati

 

Modal kerja dibutuhkanp erusahaanu ntuk mcmbiayaio perasinyab erupa pembelianb ahanb aku,p elunasanh utang,b iaya penjualarUb iaya gaji danb iayabiayal ainnya.M odat kerja yangc ukup sangatd ibutuhkano leh perusahaakna rcna modalk erja akanb erputart erusd alama ktivitas perusahaan. K elebihanm odal kerja akanb erakibatt erjadinyap enggangurapna dam odal kerja' s€baliknyajika modalk erja terlalu kecil akanm engakibatkana ktivitasp erusahaaatne rganggu. Untuk itu diharapkanp erusahaand apatm engelolam odal kerja, dengan memperhatikank omposisia ktiva lancar dan hutangl ancary angp aling menguntungkans,c hinggad apatm cnjagat ingkat likuiditas dan mcningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis digunakan analisis sumber dan pengguaan modal kerja dan analisisr atio keuangany aitu likuiditas danp rofitabilitas. Dari hasi anatisis data diperoleh temuan sumbcr modal kerja tahun 1999 sebesaRr p. 451.977.000.000,s-e dangkanp enggunssnm odal kerja tahun 1999 sebesaRr p. 278.102.000.000,-.Summbeord alk eriat ahut 2000s eb€sar Rp.4 16.629.000.000s,e- dangkapne nggunaamn odalk erjat ahun2 000s cbcsar Rp.2 46.256.000.000S,-u. mberm odalk erjat ahun2 001s ebesar Rp.3 62.299.000.000s,e- dangkapn€ nggutraamno dalk erjat ahun2 001s ebesar Rp. 4l 1.522.000.000,-. LukuiditasP T. Timah Tbk. tahun 1999-2001adalahcunenrta tio sebesar 253,47yo2, 61,360/o,266,98q0uAic. kr otio sebesa1r 43,97yo1,2 5,330/l0l0, ,75Yo. cashr atio sebesa7r 4,14o/o5,6 ,530/3o4, ,490/0. ProfitabilitasP T. TimahT bk. tatrun1 999-2001a ddahgrossp rofit margin sebesa4r4 ,28%,3 8,14%d znz2,lz%oo, peratingp rofit margins ebesa3r 0,09%, 23,5%,7 ,31Von, etp rofit morgins €besa1r 8,77Vo2,0 ,25Vol ,B TYor,e lurn on asselss ebesalrE ,32o/o,16,08d7a0n l.9l7o, returno n egzlry sebesa2r 2,88o/o, 20,70o/doa n2,46%. Padatahun1 999p erusahaanm engambilk ebijakanm enurunkanm odal kerja sebesaRr p 27.290.000.000,h- al ini berarti sebagianb esarm odal kerja tahuni ni digunakanu ntuk menambaha ktiva tak lancard enganh arapanp ada tahuns elanjutnyati ngkat profitabilitas naik dan tetapm enjagat ingkat likuiditas yanga da Padat ahun2 000 pcrusahaanm cngambilk cbijakanm cnaikkanm odat kerja sebesarR p. 170.373.000.000,l-la. l ini berarti perusahasnp adat ahuni ni berusahau ntuk meningkatkanti ngkat likuiditas dan membiarkant ingkat profitabilitasy angs udatra da. Padat ahun2 001 perusahaanm engambilk ebijakan menurunkamn odalk erjas ebesaRr p. 49.223.000.000K,-e. bijakanin i berarti p€rusahaabnr usaha untuk meningkatkant ingkat profitabilitas kembali dengan tetap menjaga tingkat likuiditas yang sudah ada. bari trasiip enclitiani ni, pcnulism enyarankanl:. Sebclumm encntukan kebijakan menaikkan atau menurunkan modal kerja sebaiknya peru-shaan memprediksik omposisim odal kerja denganm emperhatikanh al-hal sebagai berikut: a) Kegiatanp roduksi dengant ingkat penjualanp erusahaanb. ) Rencana 'pce) njualand i masay ang akan datangs ehinggam empengaruhrie ncanap roduksi. kebijakanb atu yangd itempuhd alamh al, carap enjualant,i ngkatp ersediaan, modal kerja netto, tingkat persediaanu angt unai yang disiapkana gart idak mengangguo perasip erusahaans, erta d) Kemungkinanp erkembangane konomi dan motieter,m isalnyat ingkat hargad an laju inflasi. 2. PenggUnaamn odal kerja dapatd ibiayaid engan3 alternatifyaituk ewajibanjangkap endek,k ewajiban iangka panjungd an modal sendiri. Penggunaand ari masing-masinga ltematif iip"ngirutii oieh:jumlatrd anay angd ibutuhkanw, aklu keterikatand ana,b iaya penggunaanm odal, tingkat risiko, dan tujuan perusahaan3' . Dalam upaya mempercepapt erioder ita-rata terikatnyam odal keda dalam piutang,p erusahaan perlumelalukanh al-hals ebagabi erikut:a ) Seleksit erhadapp elanggana tauc alon pelanggand alam memberikank redit. b) Memperhatikanja tuh tempo pembayaran iriutunidan memberii nformasik cpadap elanggany angp iutangryal€lah jatuh iempolc) Setiap akhir tahun membuat analisis umur piutang kemudian atas dasar t tribut Oitetaptan perlu tidaknya perubahan kebijakan piutang yang sudah ada dan menentukanta ksirank erugianp iutang sertac adangank erugianp iutang' 4. Untuk mengurangjia ngka waklu keterikatanm odal kerja dalam persediaan, perusahaanp eitu mengaa** pengendaliqnd alam persediaan-bahabna ku dengan memperhatilan: a) Menentukanp ersedieanm inimum dan malsimum' b) Menentukanju mlah pemesanany ang ekonomis( EOQ) c) Menentukant itik pemesananu lang (Re order point). d) Menyusunr encana yang terperinci dengin membuatb udgety ang berkaitand enganp ersediaand, i antaianya budget penjualan, budget prgduksi, budget pembelian !a!1n-batq budget -patttaf.aian Uatrunb aku dan budgets tandarb iaya produksi.5 . Untuk tnengu;ngiiangkawaktu keterikatanm odal kerja dalam persediaanp, erusaluan perlu mengadakanp engendaliand alam persediaanb arangjadi dengan ."mp".hatikan: a) Syaratp enjualan.b ) Menentukanp ersediaanm inimum dan maksimum. c) Tingkat penjualan barang' d) Panjang waktu proses produksi' e) Daya tahan dari faltor kerusakan barang. 0 Konsekucnsi kehabisan pcncdiaan barangjadi.

Perbedaan kemampuan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) antara guru yang sudah bersertifikasi di SD Negeri Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun / Rika Kusuma Widyaningrum

 

Kata Kunci: Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sertifikasi, SD. Guru memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik terutama dalam kaitannya dengan proses belajar-mengajar. Sehubungan dengan itu, pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru, UU RI No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen merupakan salah satu terobosan yang sedang diberlakukan pemerintah melalui standar kompetensi dan sertifikasi guru. Berkembangnya asumsi bahwa guru yang sudah sertifikasi memiliki kapabilitas dan profesionalisme yang tidak perlu dipertanyakan lagi, mendorong dilaksanakannya penelitian untuk membuktikan apakah guru yang sudah sertifikasi benar-benar menjadi guru yang berkualitas dan profesional terutama dalam hal perencanaan pembelajaran melalui penyusunan RPP dibanding guru yang belum bersertifikasi. Penelitian kali ini akan mengkaji mengenai perbedaan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) antara guru yang sudah bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1.Kemampuan guru yang sudah bersertifikasi dalam penyusunan RPP, 2.Kemampuan guru yang belum bersertifikasi dalam penyusunan RPP, dan 3.Perbedaan kemampuan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran antara guru yang sudah bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi di SD Negeri Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun yang berjumlah 210 guru. Penelitian ini menggunakan penelitian sampel yang diambil dari populasi dengan menggunakan teknik random sampling yaitu sebanyak 53 guru yang terdiri dari 26 guru yang bersertifikasi dan 27 guru yang belum bersertifikasi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi yang dianalisis melalui uji-t untuk dua sampel independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan penyusunan RPP oleh guru bersertifikasi sangat baik dengan mean 35,00 atau 87,5%, (2) Kemampuan penyusunan RPP oleh guru yang belum bersertifikasi baik dengan mean 31,24 atau 78,1%, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan thitung> ttabel yaitu 4,962 > 2,014 pada taraf signifikansi 5%.

Pengembangan metode penentuan kandungan EDTA secara titrimetri melalui pembentukan senyawa kompleks H2CoEDTA dan kompleks H2NiEDTA / Nurul Eky Meyana

 

ABSTRAK Meyana, Nurul E. 2016. PengembanganMetodePenentuanKandungan EDTA SecaraTitrimetriMelaluiPembentukanSenyawaKompleks H2CoEDTA danKompleks H2NiEDTA.Skripsi, Jurusan Kimia, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma KartikaKusumaningrum, M.Si.(II) Dr. MunzilArief, M.Si. Kata Kunci:kompleks H2CoEDTA, kompleks H¬2NiEDTA,titrimetri. Etilenadiamintetraasetat (EDTA) merupakansalahsatubahantambahanpangan yang berfungsisebagaisekuestran.Zatinimemilikikemampuanmengikatlogampadabeberapaprodukpangan.Menurut BPOM RI No 18 Tahun 2013, batasmaksimumpenggunaansekuestransebesar 33-1000 mg/kg beratbadan.Penelitianinibertujuanmengembangkanmetodepenentuankadar EDTA dalamsampel Na2H2EDTA, NaFeEDTAdancampurankeduanyasecaratitrimetrimelaluipembentukansenyawakompleks H2CoEDTA dan H2NiEDTA. Penentuankandungan EDTA dilakukandalam 4 tahap, yaitu (1) penentuankadar EDTA sebagai Na2H2EDTA denganmetodetitrimetri; (2) dekomposisilarutanNaFeEDTAdancampurankeduanyadengancaramengendapkan ion Fe3+menjadiFe(OH)3; (3) penentuankadar EDTA sebagaiNaFeEDTAdancampurankeduanyadenganmetodetitrimetri; (4) perhitunganpersenrecoverypenentuankadar EDTA padasampel. Berdasarkanpenelitianpenentuankandungan EDTA secaratitrimetridiperolehkondisi optimum pembentukansenyawakompleks H2CoEDTA dankompleks H2NiEDTApadakonsentrasi 400 ppm.Adapunhasilpersenrecovery yang diperolehsebagaiberikut: (a)penentuankadar EDTA sebagai Na2H2EDTAmelaluipembentukankompleks H2CoEDTA diperolehpersenrecovery 91,5%danmelaluipembentukansenyawakompleks H2NiEDTA adalah90,8%; (b) sebagaiNaFeEDTAmelaluipembentukansenyawakompleks H2CoEDTAdiperolehpersenrecovery88,5%danmelaluipembentukansenyawakompleks H2NiEDTA sebesar 86,5%; (c) sebagaicampurankeduanyamelaluipembentukansenyawakompleks H2CoEDTAdiperolehpersenrecovery sebesar91,4% danmelaluipembentukansenyawakompleks H2NiEDTA sebesar 90,8%.

Hubungan kemampuan motorik dengan prestasi menendang bola ke arah gawang siswa SSB unibraw 82 malang / Dwi Rudy Prasetyo

 

Kata kunci : penelitian kuantitatif, motorik, kecepatan, kelincahan, menendang bola ke arah gawang, Siswa SSB UNIBRAW 82 Malang. Kemampuan motorik menurut Menurut Rusli Lutan (1988: 96) bahwa, “Kemampuan motorik lebih tepat disebut sebagai kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan dan peragaan suatu ketrampilan yang relatif melekat setelah masa kanak-kanak”. Komponen kemampuan Motorik yaitu kecepatan, kelincahan, keseimbangan, daya ledak dan Kekuatan, tetapi jika hanya kekuatan dan kelincahan yang diberikan perlakuan berupa peragaan atau pelaksanaan menendang bola ke arah gawang apakah akan menghasilkan hubungan yang positif, hal inilah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini. Rumusan masalah penelitian ini 1)Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? 2)Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kecepatan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? 3) Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kecepatan dan kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Apakah ada hubungan antara kecepatan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, 2) Apakah ada hubungan antara kelincahan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, dan 3) Apakah ada hubungan antara kedua kemampuan motorik tersebut dengan hasil menendang bola ke arah gawang, Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik tes. Hipotesis penelitian adalah : 1) Ada hubungan antara kecepatan lari dengan hasil menendang bola ke arah gawang,2) Ada hubungan antara kelincahan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, 3) Ada hubungan antara kedua kemampuan motorik tersebut dengan hasil menendang bola ke arah gawang. Variabel penelitian meliputi variabel bebas (prediktor) terdiri dari 1)Kecepatan (X1), 2) Kelincahan (X2), dan variabel terikat (kriterium) atau Y adalah Hasil menendang bola ke arah gawang. Populasi penelitian sebanyak 40 orang, dengan menggunakan teknik total sampling diperoleh sampel sebanyak 40 orang. Data kemampuan penelitian diolah menggunakan teknik regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS versi 18, menggunakan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang r = 0,659 dengan sumbangan efektif sebesar 12,856% dan sumbangan relatif sebesar 21,163% (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang r =0,768 dengan sumbangan efektif sebesar 47,891% dan sumbangan relatif sebesar 78,837% (3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan dan kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang R = 0,779 dengan total sumbangan efektif sebesar 60,746%. Berdasar pada simpulan kemampuan penelitian ini, disarankan kepada para pelatih sepakbola SSB UNIBRAW 82 Malang, bahwa dalam pelatihan menendang bola ke arahgawang aspek kecepatan dan kelincahan, dapat dijadikan sebagai materi pendukung didalam penyusunan program pelatihan pada siswa SSB UNIBRAW 82 Malang, agarproses pelatihan menendang bola ke arah gawang yang dilakukan dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan kemampuan siswa SSB UNIBRAW 82 Malang.

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran berbasis masalah untuk menumbuhkan karakter kreatif di kelas IV SDN Plumpungrejo 01 Kabupaten Blitar / Ilma Nafi'a

 

Kata kunci:hasil belajar, karakter, matematika, berbasis masalah Pembelajaran matematika di sekolah dasar dilakukan dengan mengembangkan kemampuan berfikir logis, analisis, sistematis, kritis, kreatif, serta kemampuan bekerja-sama.Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan pembelajaran matematika di SDN Plumpungrejo 01masih berpusat pada guru sehingga keterampilan dan sikap siswa belum dikembangkan secara maksimal. Hasil belajar siswa sangat rendah. Dari 20 siswa, hanya 7 siswa yang tuntas belajar, sedangkan 13 siswa belum mencapai KKM. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan judul ”Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Menumbuhkan Karakter Kreatif di Kelas IV SDN Plumpungrejo 01 Kabupaten Blitar”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelaja-ran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, mendeskripsikan peningkatan hasil belajarmatematika, dan mendeskripsikan peningkatan karakter kreatif pada siswa menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di kelas IV SDN Plumpungrejo 01 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, refleksi, dan evaluasi. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa data pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, perilaku kreatif siswa, dan data hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa lembar oservasi, pedoman wawancara, lembar tes, dan kamera. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penya-jian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelaja-ran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah mencapai pesentase 93%, hasil belajar siswa meningkat dari 30 % menjadi 85 %. Penerapan pembelajaran berbasis masalah juga meningkatkan karakter kreatif siswa dari37 % menjadi 90 % sehingga siswa termasuk kriteria sangat kreatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksana-an pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran, hasil belajar siswa, dan menumbuh-kan karakter kreatif. Disarankan pada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang dilaku-kan. Sedangkan bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki sehingga dapat menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari

Peran kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor dalam implementasi kurikulum 2013 (studi multikasus pada MTsN Lawang, MTsN Turen, dan MTs NU Pakis) / Mohammad As'adul Anam

 

ABSTRAK Anam, Mohammad As'adul. 2016. Peran Kepala Madrasah sebagai Inovator dan Supervisor dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Studi Multikasus pada MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.; (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.; dan (III) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd., M.M. Kata kunci : peran kepala madrasah, implementasi kurikulum, inovator, supervisor Perubahan dalam setiap aspek kehidupan tidak lepas dari berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, dan pengaruh global. Perubahan ini menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan yang didalamnya termasuk upaya perbaikan kurikulum. Perbaikan kurikulum dari Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2016 dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia sehingga generasi bangsa Indonesia akan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain, mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, produktif, dan kompetitif. Di kabupaten Malang ada enam madrasah yang ditunjuk sebagai pelaksana implementasi Kurikulum 2013. Dari keenam madrasah tersebut, ada tiga madrasah yang dinilai paling berhasil dan meraih banyak prestasi, yaitu MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis. Oleh sebab itu, peneliti tertarik melaksanakan studi multikasus untuk mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor, faktor-faktor pendukung, dan kendala-kendala dalam implementasi Kurikulum 2013 di tiga madrasah tersebut. Penelitian ini memiliki empat tujuan. Pertama, mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai inovator dalam implementasi kurikulum 2013. Kedua, mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam implementasi kurikulum 2013. Ketiga, mendeskripsikan faktor-faktor pendukung keberhasilan implementasi kurikulum 2013. Keempat, mendeskripsikan kendala-kendala dalam upaya implementasi kurikulum 2013. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif karena peneliti perlu melakukan pengamatan yang mendalam dalam situasi yang wajar atau alamiah. Rancangan penelitian ini adalah studi multikasus dengan metode komparatif konstan (the constant comparative methode). Dalam rancangan ini peneliti hadir sebagai instrumen kunci sekaligus sebagai pengumpul data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan teknik analisis Miles dan Huberman. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat dibuat kesimpulan sesuai fokus penelitian, yaitu (1) peran kepala madrasah sebagai inovator; (2) peran kepala madrasah sebagai supervisor; (3) faktor pendukung implementasi; dan (4) kendala implementasi kurikulum. Pertama, peran kepala madrasah sebagai inovator dalam implementasi kurikulum yang baru akan berhasil apabila kepala madrasah (1) mengembangkan kekhasan madrasah yang sesuai visi dan misi, yang sesuai isi kurikulum, dan yang dapat memberikan pembiasaan karakter positif pada siswa; (2) mengadakan sarana kerja yang sebelumnya tidak ada dan yang sesuai dengan kebutuhan guru dan karyawan madrasah; (3) membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampian yang memadai terkait kurikulum baru dengan berbagai cara kreatif sehingga inovasi pembelajaran dapat terwujud; (4) membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang pembelajaran berbasis ICT sehingga para guru dapat memanfaatkan ICT untuk mengembangkan inovasi pembelajaran; (5) memberikan petunjuk-petunjuk pada guru untuk menyusun rencana pembelajaran yang inovatif dan kreatif; (6) mengembangkan sistem pembelajaran tertentu yang kreatif, efektif, bersifat baru, dan dapat mendukung keberhasilan implementasi kurikulum; dan (7) menciptakan lingkungan dan suasana madrasah yang sesuai karakteristik dan kekhasan madrasah sehingga terbentuk lingkungan yang aman, nyaman, kondusif, dan khas bagi proses pembelajaran di madrasah. Kedua, peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam implementasi kurikulum yang baru akan berhasil apabila kepala madrasah (1) melakukan pendekatan interpersonal secara kreatif dan efektif agar kegiatan supervisi dapat mendorong kemajuan para guru; (2) menyosialisasikan program secara efektif kepada seluruh pihak yang terkait dan terlibat agar kegiatan supervisi dapat diterima dengan penuh konsekuensi; (3) menciptakan hubungan kerja antarelemen madrasah (kepala, guru, dan karyawan) yang harmonis dan penuh kebersamaan agar setiap elemen memiliki kesediaan menanggapi kegiatan supervisi secara p ositif; (4) menunjukkan sikap dan perilaku yang pantas diteladani oleh seluruh warga madrasah agar kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah mendapat tanggapan positif dari warga madrasah; (5) melaksanakan peningkatan mutu guru dan karyawan secara kreatif dan efektif agar tindak lanjut dari kegiatan supervisi dapat diselesaikan dengan baik oleh para guru; (6) menjalankan kegiatan supervisi dengan sungguh-sungguh secara rutin dan berkelanjutan agar kualitas pembelajaran benar-benar terkontrol; (7) memberikan penghargaan kepada para guru yang berhasil menindaklanjuti hasil supervisi dengan baik sesuai kriteria agar para guru termotivasi untuk menindaklanjuti setiap hasil supervisi secara sungguh-sungguh; dan (8) mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi para guru terkait dengan perbaikan yang dilakukannya sesuai hasil supervisi agar para guru semakin termotivasi untuk memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan supervisi. Ketiga, peran kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor dapat berhasil dalam implementasi kurikulum yang baru apabila faktor pendukungnya diperhatikan, yaitu (1) personel madrasah yang meliputi kepala, wakil, guru, dan karyawan memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk belajar khususnya mempelajari hal-hal yang terkait dengan implementasi kurikulum yang baru; (2) sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah sudah relatif lengkap dengan jumlah dan kapasitas yang memadai, serta dengan kondisi yang layak pakai; dan (3) kondisi keuangan madrasah relatif kuat dan cukup untuk membiayai kebutuhan operasional madrasah, kesejahteraan personel madrasah, serta pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Keempat, ada tiga kendala besar yang biasa dihadapi oleh kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor dalam upaya implementasi kurikulum yang baru, yaitu (1) personel madrasah (kepala, wakil, guru-guru, dan karyawan) belum memiliki kesiapan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman tentang kurikulum yang baru itu; (2) sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah kurang memenuhi standar, seperti kualitas dan kapasitas laboratorium yang kurang memadai, distribusi buku siswa yang terlambat, atau jaringan internet yang kurang memadai dengan luas area madrasah; dan (3) ketersediaan dana madrasah kurang cukup untuk kebutuhan operasional serta pengadaan sarana dan prasarana madrasah, seperti karena partisipasi wali murid yang tidak maksimal, dana komite yang tidak bisa dipastikan tiap bulan, atau pencairan dana BOS yang sering terlambat. Berdasarkan simpulan penelitian, peneliti menyampaikan beberapa saran kepada (1) ketiga kepala madrasah yang menjadi subjek penelitian supaya tetap mempunyai komitmen untuk selalu berinovasi; (2) kepala madrasah yang lain supaya dalam mengembangkan kurikulum selalu mempertimbangkan karakteristik individu madrasah; dan (3) Kementerian Agama supaya memberikan perhatian, pemikiran, dan pembinaan dengan mengoptimalkan kinerja pengawas madrasah dalam upaya meningkatkan kualitas kepala madrasah, kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru, serta kualitas tenaga kependidikan yang lain dalam upaya mengelola administrasi dan sarana pendukung pembelajaran di madrasah.

Isolasi, karakterisasi dan identifikasi mikoflora dari rizosfer tanah pertanian tebu (Saccharum officinarum L) sebagai bahan ajar kingdom fungsi untuk siswa kelas X SMA / Yesy Maulina Nadhifah

 

ABSTRAK Nadhifah, Yesy. 2015. Isolasi, Karakterisasi dan Identifikasi Mikoflora dari Rizosfer Tanah Pertanian Tebu (Saccharum officinarum L.) sebagai Bahan Ajar Kingdom Fungi untuk Siswa Kelas X SMA. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (II) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd. Kata Kunci: mikoflora, rizosfer, tanah pertanian tebu, bahan ajar kingdom fungi Tanah pertanian, khususnya di daerah rizosfer, yaitu di sekitar perakaran tanaman merupakan habitat dari berbagai spesies kapang yang hidup di dalamnya. Di antara spesies-spesies kapang, ada yang bersifat saprofit dan ada pula yang bersifat parasit pada akar tanaman. Di lahan pertanian tebu Cemorokandang, kota Malang, sebagian besar tanaman tebu terserang penyakit, dengan gejala terdapat bercak-bercak berwarna putih pada batang tebu. Pada saat panen tebu, bagian batang yang mempunyai bercak-bercak tersebut harus dipotong lagi oleh para petugas pabrik gula, sehingga batang tebu yang dijual ke pabrik gula menjadi pendek. Hal ini merugikan para petani tebu. Bercak-bercak putih tersebut disebabkan oleh kapang parasit. Para siswa telah mengenal kapang yang tumbuh di alam antara lain pada makanan, buah-buahan, kayu, kulit tanaman, kulit manusia; tetapi mereka belum mengenal kapang yang hidup di dalam tanah pertanian. Belum ada media belajar berbentuk modul yang dilengkapi dengan kegiatan pengamatan menggunakan preparat kapang. Berdasarkan hasil observasi tersebut, maka perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul dan preparat kapang permanen untuk kegiatan praktikum yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih memahami konsep Biologi khususnya materi Kingdom Fungi dengan lebih jelas dan memberi informasi kepada siswa dan guru tentang beberapa spesies kapang tanah. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap, yaitu tahap I: penelitian deskriptif eksploratif mengenai karakterisasi dan identifikasi spesies-spesies kapang di rizosfer tanah pertanian tebu dan, tahap II: penelitian pengembangan yaitu menyusun modul tentang Kingdom Fungi berdasarkan hasil penelitian tahap I dengan memodifikasi model pengembangan Four-D (4-D) dari Thiagarajan, Semmel dan Semmel (1974). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi spesies-spesies kapang yang terdapat dalam tanah pertanian tebu, 2) menentukan spesies kapang yang paling dominan dalam tanah pertanian tebu, 3) mengkaji secara deskriptif tentang peranan spesies-spesies kapang yang ditemukan dalam rizosfer tanah pertanian tebu, dan 4) menyusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi dan preparat permanen untuk praktikum siswa yang dihasilkan melalui penelitian ini. Instrumen penelitian ini berupa lembar pengamatan ciri mikroskopis kapang, angket wawancara, lembar validasi untuk ahli materi Mikologi dan ahli bahan ajar, serta angket respon siswa. Ana¬li¬sis data secara observasional dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah: 1) berdasarkan hasil identifikasi spesies-spesies kapang yang terdapat dalam tanah pertanian tebu ditemukan 7 spesies kapang, yaitu, Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, 2) spesies kapang yang paling dominan dalam tanah pertanian tebu adalah Trichoderma harzianum dengan total jumlah 1,8 x 104 cfu/g sampel tanah, dan 3) telah tersusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi dan preparat kapang permanen untuk kegiatan belajar mengajar Biologi bagi para siswa SMA.

Peranan Dinas Pendapatan dalam meningkatkan PAD era otonomi di Kota Malang
oleh Evi Yuni Arvianti

 

ABSTRAK Arvianti, Evi, Yunj. 20O2. I'erunan l )inas l'endaputunl) ulutn Meningkurkunl,A l) Iira Obnomi tli Kotu Malung. Skripsi,J urusanP endidikanP ancasilad an kewarganegaraaFna, kultasl lmu. PendidikanU, niversitasN egen Malang. Pembimbin(gl): Drs.S uparmaAn. W,S H.M .Hum,( ll) Dra.S ri UntariM, .Si. KataK unci:P erananD,i nasP endapataPn,A D,O tonomr. Memasuki milenium baru, ketika tuntutan demokratisasbi ukan semata merupakantu ntutand omestikm elainkant untutany angd atangd ari segenapp enjuru dunias ebagaai kibat fenomenad unia yangtanpas ekat,d idukungp ula oleh gagalnya model pengelolaan kekuasaan sentralistik Pemerintah Orde Baru sehingga mengakibatkan ketidakpuasan berbagai daerah di lndonesia.Tuntutan reformasi disegalab idang terhadapp usaty ang ternrju pada persoalanp embangunank ekuasaan yangd inilai tidak seimbangk arenap emerintahP usatl ebih dominans edangd aerah lersubordinasikanB. erbagaik etimpangany angt imbul menuntut adanyap embaharuan dalam segalab idang termasukp erubahanf okus pemerintahand ari sentralistik kearah desentralistikD. enganm enetapkand aerahs ebagaif okus pemerintahany ang otonom diharapkand apat memberdayakand aerahb aik secaras osial, ekonomr, maupun pf itrk. Konsekuensinyam, akap emenntahd aerahb erkewajibanu ntukm elaksanakan pembangunadna n memberi pelayanank epadam asyarakadt enganm emanfaatkan sumbcrk cuangany anga da. salah satus umberk euangand aeraha dalahp enerimaan yang berasal dari PAD. PAD yang merupakan sumber potensial dalam struktur APBD temyata dukungannyate rhadap APBD belum ideal seperti yang diharapkan. Rata-ratam asihb erkisar padaa ngka3 0%, padahali dealnyaa dalah4 0%. oleh karena itu, berdasar uu No. 22 Tahun 1999, daerah diberi keleluas€urn untuk mengembangkanp otensi tanpa intervensi pusat. Dinas PendapatanK ota Malang sebagaui nsur pelaksanad an pengendalip elayanand i bidang pendapatand ituntut untukm enggalsi umber-sumbepro tensiadl i Daeraha garm encapatia rgetp endapatan daerahy angd iharapkanp emerintahK ota. Tujuand ari penelitiani ni adalahm endeskripsikatne ntangs trukturo rganisasi Dinasp endapatanp, erananD inas Pendapatand alam meningkatkanP AD erao tonomi di Kota Malang hambatan yang dialami dan upaya mengatasi hambatan-hambatan tersebutP. endekatayna ng dipakaid alamp enelitianin i adalahp endekatanku alitatif. sumberd ata dipilih secarab ertujuand an langsungd itentukanp ihak yang menjadi informan( StafT U) sebanyak5 orangd en-qaanl asanb ahwai nformani tu benar-benar sumber yang memiliki banyak informasi, dapat dipercaya dan valid. Pengumpulan data dilakukand enganw awancarao, bservasid an dokumen. untuk analisis dala dilakukan dengan mendeskripsikank eadaand ilapangan.u ntuk mendapatkan kebenaran pemaparan dilakukan dengan ketekunanp engamatant,r iangulasi, perpan1angkaenh adiradna np embahasadne ngante mans ejawat. Ilasilp enelitiainn i, menunjukkabna hwap eranayna ngd ilakukaonl ehD inas PendapatanK ota Malang dalam meningkatkanP AD sudah optimal. Upaya ekstensilkasdia n intensifikasPi AD merupakanp rioritasd an penunjangu tamaa gar otonomyi angd imiliki daerahb enar-benalur as,n vaiad anb ertanggunjagr vab.D inas PendapataKno ta Malangb erusaham eningkatkapne rannyas ecaram aksimaul ntuk menrngkatkaPnA D. Hal itu dapard ilihat dari peningkatanP AD tiap lahunnya. Terhadapm eningkatnyati aptiap pcnerimaand ari keempats umberP AD .;uga menunlukkanke seriusanD inas Pendapatadna lam meningkatkanP AD. Terhadap hambatany angt imbul baik eksternalm aupuni ntemal,D inas Pendapatabne rusaha mengatasinydae nganb erbagaui payap entinga nlaralain:l ) secarae ksternadl engan; (a) meningkatkanke terpaduadna n koordinasdi engani nstansi/Dinatse rkait,( b) meningkatkane fe}$ivitas penagrhank epada Wajib Pa.1ak(,c ) mengoprimalkan playanan terpaduk epadam asyarakat2. ) secan internal dengan;( a) membenahi sistemp endataayna ng belum akurat,( b) meningkatkanka pasitasd an fasilitask eqa, (c) merevisi Perda yang belum sesuai dengan tuntutan Otonomi Daerah, (d) mengoptimalkakne rlasamaT erpadua ntaru nitk erja,( e) membenahsi istemi nformasi dan komunikasi. Berdasapr enelitiani ni, dapatd isarankana garD inasP endapataKno taM alang melalcukapne ningkatanki nerja lebih lanyutm isalnyad enganm eningkatkank ualitas aparaturm, elakukank erjasamaa ntarD aerah/pihakke -3 danp enerapansa nkshi ukum secarate gask epadaW ajibP ajaky angl alaim elaksanakakne rvajibannva.

Perencanaan motor bensin empat langkah untuk menggerakkan generator
oleh Tatang Kusmiadi

 

Pembelajaran berbasis eksperimen model siklus belajar dalam upaya meningkatkan keterampilan proses siswa kelas VII semester I SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2004/2005 / oleh In Yudiana Hartini

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berlangganan koran Jawa Pos : studi kasus pada pelanggan koran Jawa Pos di wilayah kecamatan Blimbing Kota Malang / oleh Finariyanto Widodo

 

Perbandingan kekuatan tarik pada sambungan profil siku dengan menggunakan sambungan baut dan sambungan las / Alif Widyanata

 

ABSTRAK Widyanata, Alif. 2016. PerbandinganKekuatan Tarik PadaSambunganProfilSikuDenganMenggunakanSambunganBaut Dan Sambungan Las. Program Studi S1 TeknikSipilFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. AdjibKarjanto, S.T., M.T. (II) Drs. Ir. Sudomo, M.M.T. Kata Kunci: Baja ProfilSikuSama kaki, SambunganBaut, Sambungan Las, Kekuatan Tarik. Profilsikudalamkonstruksirangkabajadigunakansebagairangkakuda-kudaatap, pengakurangkabatang, elemenikatangin, danmenarakabellistrik. Profilinidinyatakandengantanda L, dimanaterdapattigabilangan yang menunjukkantinggi, lebar, dantebalprofil. Dalam SNI 07-2054-2006 tentangbajaprofilsikusama kaki, standarukuranpenampangdinyatakandalamsatuan millimeter danmenggunakanpenamaanuntuksetiapukuranprofilnya. Struktur yang tersusundaribeberapaprofilbajamembutuhkanalatpenyambungsebagaipengikat (fastener) untukmenyatukanelemen-elemenprofilbajamenjadisuatukesatuanbentukkonstruksi. Sambunganbautdandansambungan las merupakanjenisalatsambung yang umumdigunakandalamkonstruksibaja. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuikekuatantarikmaksimumsertajeniskerusakanpadasambunganbautdansambungan las padabajaprofilsiku. DesainpermodelansambunganmenggunakanmetodeLRFD(Load Resistance and Factor Design) berdasarkan SNI 03-1729-2002 dan SNI 1729-2015. Dari hasilujipendahuluandiperolehujitarikbautsebesar 472.82 MPa, ujitarik las sebesar 594.51 MPa, danujikarakteristikkekuatanbajaprofilsikusebesar 593.66 MPa. Pengujiantarik model sambungandilakukandenganpemberianbebansecarabertahappadapembacaandial gauge setiap 1 mm sampaibendaujimenerimabebanmaksimum. Kekuatantarikmaksimum rata-rata padasambunganbautsebesar 13.03 ton dansambungan las sebesar 12.48 ton. Kekuatantarikmaksimumsambunganbautlebihbesar 4.41% daripadasambungan Las. Pertambahanpanjangsambunganbautpadasaatbebanmaksimumsebesar 18.7 mm dansambungan las sebesar 13.3 mm, menunjukkanbahwasambungan las memilikistruktur yang lebihkakudaripadasambunganbautdilihatdaripertambahanpanjangnya. Dari hasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwasambunganbautlebihefektifditerapkanpadasambunganbajaprofilsiku. Jeniskerusakanpada model sambungansebagianbesarterjadipadapenampangprofilsiku yang mengalamiputusataupatahtumpu. Bautpada model sambunganmengalamidistorsi, yaitubautmengalamirotasiataukemiringandarisumbuawal. Padasambungan las terjadikeretakanpadapertemuanpenampangprofilsiku

Profil panti sosial petirahan anak Bima Sakti Batu Malang dalam pembimbingan anak yang mengalami gangguan fungsi sosial
oleh Hermanu Suparyanto

 

ABSTRAK SuparyantoH, ermanu.2 002. Profil Panti Sosial PetirahanA rutk BimctS akti Batu Malang dalam Pembrmbingan Anuk yang Mengalami Gangguan Fungsi Sosra/.S kripsi JurusanP endidikanL uar SekolahF IP UM. Pembimbing( I) Drs.B . SupamaM, .Pd,( II) Drs.H ardikaM, .Pd Ifuta-kataK unci: profil, panti,p embimbinganp,e rkembangafnu,n gsis osial. Anak adalahc alon generasdi i masay ang akan datangd an merupakans alah satua set bangsas ebagaig eneraspi enerus,p enerima,p emegangs ekaliguss ebagai motorp enggerakto ngkate stafetp embangunasne rtjak emerdekaabna ngsaln donesia sehinggkae sinambungasnu atub angsad apatt e{amrn. Untuk itu seoranga nakh arus terpeliharak esehatand an perkerrbangannysae hinggas umberd aya manusiay ang berkualitadsa patd rhasilkan. Penelitini ni berusahau ntuk mendeskripsikanp rofil panti sosial petirahan anak dalam pembimbinganb agr anak yang mengalamgi angguanf ungsi sosial di pantis osialp etirahana nakB ima Sakti Batu Malang.S ebagain formana dalahg uru pembimbingg, uru pendamprngd an anak tirah. Pengumpuland ata menggunakan teknik wawancaraao, bservasil erngsungd,a n dokumentasiS. edangkanp engec€kan keabsahan data dilakulian dengan cara ketekunan pengamatan, triangulasi, kecukupan referensi, dan pengecekan anggota. Teknik analisis yang digtmakan adalahre duksid ata,d isplayd ata,p engambilakne simpuland,a nv erifikasi. Faktor yang menyebabkana nak mengalamgr angguanf' ungsis osial berasal darik ondisis i anaki tu sendiri,k ondisik eluargak, ondisip ergaulans, alaha suhand an pengalamahnr dups i anak. Bentuk-bcntukb imbingemy ang dilakukanm eliputi:( 1) bimbrngasne kolah(, 2) brmbingans osial,d an (3) bimbinganp emecahamn asalah. Efektivitasp embimbinganya ng dilakulian oleh panti sosial petirahana nak Bima sakti Batu Malang bahwa 679'om enunjukkanp erubahans ikap ke arah positif dan sisanyaa nak-anakte tapp adas ikaps emula. Faktor pendukung dalarn kegiatan tetirah adalah (a) panti sosial petirahan anak terletak di daerah yang strategis dengan hawa yang sejuk dan jauh dari keramaians ertak esibukank ota,( b) pelayanans osials esuadi engantu gasd anb idang tekniko perasiona(l,c ) pemngkatkdbni mbinganb el ajar dan sosiald idasarki urikulum terpadu(, d) tersedianyas aranab ermain,( e) adanyad ukunganp arag uru.S edangkan faktor penghambatnyaa& ilah (a) beluma danyas araflat ransportasrio da empat,( b) alokasi dana untuk lauk pauk belum ada, (c) belum adanya tenaga medis, psikolog dana hli gtziyangm ehjadit enagate tap,d an( d) belumt ersedianybau ku./bacaayna ng menunjansga ranab elajara nak. ,itu; (l) guru pembimbing hendaknya kegiatan yang telah dilakukan denlr anyap eningkatank oordinaspi anti dengan h, terutamad enganK epalaC abangD inas SosiaTl ingkatI I se WilairahP ropinsJi awaT imur,s ebagaki oordinatopr engiriman dan pernbinaanla njut pesertat etirah, (3) pendidikanl uar sekolahb erpartisipasi dalam pengpmbangapnr ogram di panti sosial petirahana nak Bima sakti Batu Malans.

Validasi media pembelajaran papan nuansa di TK. Dharma Wanita Mataram Rejotangan Tulungagung / oleh Imam Supti

 

Pengaruh tingkat suku bunga, tingkat inflasi dan IHSG terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (periode 2008-2010) / M. Yanuarrizky Prio Utomo Dwi Khasparian

 

Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga, Tingkat Inflasi, IHSG, Profitabilitas Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba juga dipengaruhi oleh adanya faktor internal maupun eksternal. Faktor internal dapat dikaitkan dengan pengambilan kebijakan dan strategi operasional bank, adapun faktor internal tersebut adalah permodalan bank, resiko kredit, produktivitas, manajemen biaya, ukuran bank. Sementara faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar perusahaan), meliputi kebijakan moneter, fluktuasi nilai tukar, dan tingkat inflasi, volatilitas tingkat bunga, dan inovasi instrumen keuangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tingkat suku bunga terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk?, Seberapa besar pengaruh tingkat inflasi terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk?, Seberapa besar pengaruh IHSG terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk? Dan Seberapa besar pengaruh tingkat suku bunga, tingkat inflasi dan IHSG secara simultan terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yang diperoleh dari website Bank Indonesia atau buku Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia yang diterbitkan Bank Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu, tingkat suku bunga, tingkat inflasi, IHSG dan ROA perbulan selama tiga tahun dari Januari tahun 2008 sampai dengan Desember tahun 2010. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan 0,000<0,05 terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Inflasi berpengaruh signifikan 0,000<0,05 terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. IHSG berpengaruh signifikan 0,002<0,05 terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Tingkat suku bunga, inflasi dan IHSG secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Oleh karena itu investor sebelum mengambil keputusan pilihan investasi, hal yang perlu dipertimbangkan adalah faktor-faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi bidang investasi seperti likuiditas, situasi ekonomi, teknologi dan sebagainya. Selain itu perlu melakukan melakukan konsultasi kepada orang-orang atau lembaga/badan usaha yang telah mempunyai reputasi baik dalam bidang investasi yang akan menjadi pilihan investor.

Validasi media pembelajaran "The Magic Fan" di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Malang / oleh Ely Wahyuningsih

 

Uji mutu bata putih sampang dengan variasi campuran spesi sebagai alternatif material dinding bangunan / Dus Sukur

 

ABSTRAK Sukur, Dus. 2016. Uji Mutu Bata Putih Sampang Dengan Variasi Campuran Spesi Sebagai Alternatif Material Dinding Bangunan. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Djatmiko, S.T., M.T. (II) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Kata Kunci: Bata putihSampang, alternatif material dinding, kuat tekan Meningkatnya kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal menyebabkan semakin bertambahnya jumlah pemakaian bahan bangunan.Hal ini mengakibatkan semakin bervariasinya bahan bangunan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bata putih dari Kabupaten Sampang ini dipilih untuk diteliti karena sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan oleh masyarakat namun belum banyakdiketahui atau diteliti kualitasnya baik parameter-parameter dasarnya maupun kuat tekannya. Metode penelitian eksperimental semu post test bata putih dengan variasi campuran spesi sebagai variabel eksperimental dan kuat tekan bata beton ringan dengan variasi campuran spesi sebagai variabel kontrol. Uji Anova dilakukan untuk uji bersama dan uji Tukey untuk uji berpasangan. Variasi campuran spesi bata putih 1PC : 2PS (kelompok A), 1PC : 4PS (kelompok B), 1PC : 5PS (kelompok C) sebagai kelompok eksperimental; Variasi campuran spesi bata bata ringan 1PC : 2PS (kelompok D),1PC : 4PS (kelompok E),1PC : 5PS (kelompok F) sebagai kelompok kontrol. Benda uji masing-masing variasi campuran spesi berjumlah 20 buah. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1)hasil pengujian penyerapan air bata putih Sampang adalah 7%, (2) hasil pengujian penyerapan air bata beton ringan adalah 14,766%, (3) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 2PS (kelompok A) menghasilkan rerata kuat tekan 89,9 kg/cm2 kelas mutu 50,(4) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 4PS (kelompok B) menghasilkan rerata kuat tekan 104,4 kg/cm2 kelas mutu 100, (5) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 5PS (kelompok C) menghasilkan rerata kuat tekan 78,2 kg/cm2 kelas mutu 50, (6) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 2PS (kelompok D) menghasilkan rerata kuat tekan 105,3 kg/cm2 kelas mutu 100, (7) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 4PS (kelompok E) menghasilkan rerata kuat tekan 72,5 kg/cm2 kelas mutu 50, (8) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 5PS (kelompok F) menghasilkan rerata kuat tekan 61,5 kg/cm2 kelas mutu 50, (9) hasil uji Tukey kelompok A vs kelompok F, kelompok B vs kelompok C, kelompok B vs kelompok E, kelompok B vs kelompok F, kelompok C vs kelompok D, kelompok D vs kelompok E dan kelompok D vs kelompok F mengalami perbedaan yang signifikan dengan p-value = 0,000,(10) komposisi spesi 1PC : 4PS bata putih menghasilkan rerata kuat tekan optimum = 104,4 kg/cm2 kelas 100, (11) komposisi spesi 1PC : 2PS bata beton ringan menghasilkan rerata kuat tekan optimum = 105,3 kg/cm2 kelas 100.

Kriteria evaluasi guru pendidikan jasmani tentang aspek afektif dalam pembelajaran Penjas siswa di SD Negeri se-Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban / oleh Sandi Sulistiyono

 

Validasi media pembelajaran meja pengenalan angka pada kelompok B di RA Muslima NU Al Hikmah XXXII Cangkring Malang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / oleh Tuchfatul Aliyah

 

Validasi media pembelajaran "Layar Fantasi" di TKM. NU 83 " Nurul Fityan" Lumpang Bolong Dermo Bangil / oleh Fatemah

 

Pengaruh penggunaan kartu gambar dan kata terhadap kemampuan menyusun kalimat pada siswa tunarungu kelas XI SMALB B YPTB Kota Malang / Lina Kumalasari

 

ABSTRAK Kumalasari, Lina. 2016. Pengaruh Penggunaan Kartu Gambar Dan Kata Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Pada Siswa Tunarungu Kelas XI Di SMALB B YPTB Kota Malang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (2) Dr. Sihkabuden, M.Pd Kata Kunci: Tunarungu, kemampuan menyusun kalimat, kartu gambar dan kata Siswa tunarungu memiliki keterbatasan dalam menginterpretasi kalimat karena kemampuannya dalam menginterpretasi kalimat hanya bersandar pada pengalaman bahasanya yang terbatas. Ketika siswa tunarungu berbicara maka kalimat yang diucapkan tidak terstruktur atau terbalik-balik sehingga orang lain kurang dapat memahami pesan yang disampaikan. Salah satu contoh yang dijumpai adalah ketika ada salah satu siswa berkata “Tolong, sampah buang tempatnya pada!”, maksudnya adalah tolong, buang sampah pada tempatnya!. Hal tersebut menunjukkan siswa SMALB B YPTB Malang masih belum maksimal dalam menyusun kalimat. Kalimat yang diungkapkan tidak terstruktur dengan benar, sehingga terjadi kesalahpahaman makna dan arti bagi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan kartu gambar dan kata terhadap kemampuan menyusun kalimat pada siswa tunarungu kelas XI di SMALB B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pre-tes post test design. Dimana sebuah eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa menggunakan kelompok kontrol atau pembanding. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tidak bersifat random. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rata-rata pada tahap pre-test sebesar 43,8 %, sedangkan perolehan rata-rata pada tahap post-test meningkat sebesar 83,8 % setelah dilakukan intervensi. Dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan kartu gambar dan kata sebagai bentuk intervensi terhadap kemampuan menyusun kalimat perintah sebagai target behavior. Adapun saran bagi Guru dalam penelitian ini adalah Guru dapat menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Pengembangan media animasi untuk pembelajaran sains kelas V semester 1 pokok bahasan alat peredaran darah pada manusia di SD Negeri Kauman II Malang / Lianita Hamdayani

 

Bahasa sebagai dasar intelektual manusia, merupakan kapabilitas yang membuat kita mampu berkomunikasi, belajar, berpikir, berkarya, memberikan penilaian, dan mengembangkan nilai-nilai.Sebagai bahasa yang digunakan oleh lebih dari separuh penduduk dunia, Bahasa Inggris siap berperan sebagai bahasa global yang mampu menjembatani segala kepentingan di berbagai bidang. Di samping berperan sebagai bahasa ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni. Bahasa Inggris dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan ekonomi, perdagangan, tujuan antar bangsa, sosial budaya, pendidikan dan tujuan pengembangan karir. Pembelajaran bahasa Inggris bukan semata-mata sebaiknya menyenangkan, tetapi seharusnya menyenangkan. Mengingat esensi pembelajaran bahasa adalah komunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan dan menerima pesan dalam bahasa target yang dipelajari sehingga selain program individual dan kelompok, pengelolaan pembelajaran diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, untuk mendorong terjadinya interaksi antar siswa dan memupuk penggunaan bahasa secara kreatif. Pembelajaran unsur-unsur bahasa ditujukan untuk mendukung penguasaan dan pengembangan keterampilan bahasa dan bukan untuk penguasaan unsur-unsur bahasa itu sendiri.Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa animasi pembelajaran yang telah melalui proses validasi pada mata pelajaran Pembelajaran sains kelas V semester 1 di SD Negeri Kauman II Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi pembelajaran kepada ahli media dan ahli materi kemudian data tersebut diolah untuk mengetahui tingkat kevalidan media animasi pembelajaran. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran pembelajaran sains kelas V semester 1 SD ini memenuhi criteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 82,7% dan ahli materi mencapai tingkat kevalidan 89,28%, sementara dari hasil audiens/siswa mencapai tingkat kevalidan 91,6%, dan menurut data dari hasil belajar skor pre-test dan post-test mencapai tingkat keefektifan 100%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran pembelajaran sains kelas V semester 1 SD ini layak/valid digunakan sebagai media pembelajaran. Saran bagi guru adalah Media animasi pembelajaran ini hanya memakai materi pelajaran bahasa Inggris pokok bahasan Things at Class and Home, sehingga hanya cocok sebagai media tambahan untuk materi tersebut. Saran bagi siswa media animasi pembelajaran ini dapat dipakai sebagai media alternative pembelajaran selain buku pelajaran. Dan bagi pengembang selanjutnya media ini telah valid, oleh karena itu dalam pengembangan media selanjutnya sebaiknya mengganti materi pelajaran yang akan dipakai, seperti bahasa Jerman, Jepang, dll.

Studi tentang perbuatan mengajar guru dalam rangka kemampuan mengajar umum / oleh F. X. Soeyarno

 

Pengaruh rasio likuiditas, leverage dan aktivitas terhadap profitabilitas perusahaan (Studi pada perusahaan food and bevarages yang terdaftar di BEI periode 2005-2008) / Ika Dewi Agustin

 

ABSTRAK Agustin, Ika Dewi. 2009. Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas Terhadap Profitabilitas Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005-2008. Skripsi, Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Heri Pratikto, M.Si, Pembimbing (2) Drs. Mugianto, S.E, M.Si Kata kunci : Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Aktivitas Profitabilitas Profitabilitas merupakan salah satu faktor untuk menilai baik buruknya kinerja perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasionalnya juga tinggi. Sebaliknya, profitabilitas yang rendah akan berpengaruh terhadap menurunnya kepercayaan pihak eksternal kepada perusahaan. Melihat pentingnya profitabilitas bagi suatu perusahaan, maka merupakan tugas bagi seorang manajer untuk selalu memonitor tinggi rendahnya profitabilitas. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk memonitor tinggi rendahnya profitabilitas adalah rasio-rasio keuangan. Penelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005-2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas Terhadap Profitabilitas. Penelitian yang sumbernya diperoleh dari data laporan keuangan perusahaan dari internet ini ditekankan pada analisa terhadap Laporan Keuangan. Perusahaan yang menadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Food And Beverages yang terdaftar di BEI periode 2005-2008. Sampel penelitian ini berjumlah sembilan perusahaan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas terhadap profitabilitas. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi berganda dengan uji asumsi klasik, uji t dan uji F. Kondisi Rasio Likuiditas perusahaan secara keseluruhan adalah kurang baik karena tingkat Cash Ratio yang rendah. Kondisi Rasio Leverage perusahaan adalah baik. Kondisi Rasio Aktivitas perusahaan adalah baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Likuiditas tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005-2008. Secara simultan Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005-2008. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI dan perusahaan-perusahaan lainnya apabila mengetahui bahwa perusahaannya berada di bawah rata-rata industri. Sebaiknya dilakukan analisa terhadap faktor-faktor apa yang menyebabkan untuk kemudian v diambil suatu kebijakan untuk meningkatkan rasionya sehingga menjadi average atau above average di dalam industri.

Hubungan pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi dalam parenting education di PAUD Tunas Cendekia 17-2 Kota Madiun / R. Anggia Listyaningrum

 

Kata kunci: pekerjaan orang tua, tingkat partisipasi, parenting education Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu topik penting dalam dunia pendidikan. Pelaksanaan pendidikan anak usia dini tidak hanya tanggung jawab sekolah saja, tetapi peran orang tua dalam keluarga juga menjadi faktor yang penting. Untuk itu setiap orang tua harus memiliki kemampuan, keterampilan dan pengetahuan tentang bagaimana mendidik anak usia dini. Sesuai dengan kebutuhan orang tua tersebut maka dilaksanakanlah program parenting education di sekolah. Tingkat partisipasi orang tua dalam kegiatan parenting education masih terkendala dengan adanya perbedaan pekerjaan yang dimiliki oleh orang tua masing-masing peserta didik. Pekerjaan yang dimaksud adalah matapencaharian orang tua sehari-hari yang meliputi pegawai negeri dan swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi dalam parenting education baik berupa tenaga, pikiran/pendapat, dan uang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional, yaitu mencari hubungan antara variabel X (jenis pekerjaan orang tua) dengan variabel Y (tingkat partisipasi). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket. Sampel dalam penelitian ini yaitu orang tua peserta didik PAUD Tunas Cendekia 17-2 Kota Madiun sebanyak 60 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif yang bersifat korelasional dengan menggunakan teknik point serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) orang tua peserta didik yang bekerja sebagai pegawai negeri sebanyak 24 orang atau 40%, sedangkan yang bekerja swasta sebanyak 36 orang atau 60%, (2) dari pengujian hipotesis diketahui tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi, dengan hasil t hitung 1,31 < t tabel 2,00, (3) tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi berupa tenaga, dengan hasil t hitung 1,31 < t tabel 2,00, (4) tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi berupa pikiran/pendapat, dengan hasil t hitung 0,61 < t tabel 2,00, dan (5) tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan tingkat partisipasi berupa uang, dengan hasil t hitung 0,30 < t tabel 2,00. Peneliti mengemukakan saran sebagai berikut: (1) bagi lembaga PAUD Tunas Cendekia 17-2, diharapkan mampu menemukan metode baru dalam meningkatkan partisipasi orang tua dalam pelaksanaan parenting. Misalnya dengan membuat perjanjian dengan orang tua saat awal memasukkan anak mereka dalam PAUD yang isinya menunjukkan bahwa orang tua diwajibkan berpartisipasi pada setiap kegiatan parenting yang diadakan sekolah, dan membuat majalah sekolah tentang parenting education yang dilaksanakan di sekolah dan dikemas secara menarik dan dibagikan pada seluruh orang tua peserta didik agar mereka tertarik untuk mengikuti parenting education di sekolah, (2) bagi orang tua, diharapkan memiliki kesadaran untuk meluangkan waktunya dalam mengikuti parenting education, karena faktor kesadaran diri seseorang lebih berpengaruh pada tingkat partisipasinya terhadap suatu kegiatan. Selain itu diharapkan dari masing-masing orang tua untuk mengajak orang tua lain dalam parenting education, karena selain kesadaran diri sendiri pengaruh lingkungan juga berkaitan dengan partisipasi seseorang, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian sejenis hendaknya memperluas ruang lingkup penelitian dengan membagi pekerjaan lebih dari dua kategori, melakukan pemilihan intsrumen dengan tepat, pembuatan instrumen dengan teliti, melakukan validitas isi dan konstruk pada instrumen dan lebih fokus saat pengumpulan data karena hal itu dapat berpengaruh pada hasil dari penelitian yang dilakukan.

Validasi media pembelajaran PIN Ball Ajaib di RA Ta'limusshibyan / oleh Nadhifah

 

Hubungan antara jender, masa kerja, semangat kerja dan aktifitas pelatihan dengan pengambilan keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember / Sumardi

 

Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, dan (III) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd Kata kunci: jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, pengambilan keputusan Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan. Melalui pendidikan, kualitas SDM akan semakin meningkat. Guna mewujudkan pendidikan yang benar-benar mampu menghasilkan sumber daya yang handal, dibutuhkan proses manajemen yang baik. Manajemen pendidikan merupakan proses pengembangan kegiatan kerja sama sekelompok organisasi atau pimpinan organisasi untuk mencapai tujuan atau kompetensi pendidikan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah dalam pengelolaan satuan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan sumber daya sekolah terutama mendayagunakan guru dalam pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengelolaan pendidikan di sekolah berkaitan dengan pendelegasian wewenang kepada kepala sekolah. Agar wewenang yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, maka diperlukan kepala sekolah yang kompeten dalam menjalankan program-program sekolah termasuk segala wewenang yang dilimpahkan untuk mengambil keputusan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa ada kecenderungan para kepala sekolah tunduk kepada birokrasi, yakni dengan menggunakan kekuasaan mereka saja dalam implementasi program-program dari pusat. Pola ini nampak berlangsung secara mekanistik. Sebaliknya, kepemimpinan kepala sekolah di masa yang akan datang hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi di bidang pendidikan, sesuai semangat reformasi dan desentralisasi. Pengambilan keputusan oleh KS menjadi sangat urgen dibicarakan, karena pada saat ini, keputusan yang tidak populer dan melalui tahapan yang aspiratif, cenderung menimbulkan ketidakpuasan stakeholder, sehingga akan berakibat kurang baik terhadap kerja dan kinerja secara keseluruhan. Dalam mengambil keputusan seringkali dihadapkan pada berbagai kondisi, antara lain unik, tidak pasti, dinamis, jangka panjang, dan kompleks. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana gambaran hubungan antara variabel jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan kepala sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember. Apakah terdapat hubungan langsung atau tidak langsung dari variabel-variabel tersebut dan bagaimana model hubungan antar variabel secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan kepala sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember. Selain itu, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan subyek yang berkaitan dengan jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dengan pengambilan keputusan kepala sekolah pada pendidikan menengah pertama di Kabupaten Jember. Sampel penelitian sebanyak 154 kepala sekolah pada taraf signifikan 0,05%, diambil dari populasi sebesar 260 kepala sekolah SMP yang menyebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dengan teknik proporsional random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen angket yang telah terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa jender, masa kerja, semangat kerja guru, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember berada dalam kategori tinggi. Sementara analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 0,05% atau taraf kepercayaan 95% terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara jender dengan pengambilan keputusan, (2) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan semangat kerja, (3) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan aktivitas pelatihan, (4) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan pengambilan keputusan, (5) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja dengan pengambilan keputusan, (6) hubungan langsung yang signifikan antara aktivitas pelatihan dengan pengambilan keputusan, (7) hubungan tidak langsung antara masa kerja dengan pengambilan keputusan melalui semangat kerja, (8) hubungan tidak langsung antara masa kerja dengan pengambilan keputusan melalui aktivitas pelatihan, dan (9) hubungan yang signifikan secara simultan antara jender, masa kerja, semangat kerja, dan aktivitas pelatihan dengan pengambilan keputusan Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Jember. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan selaku pembina kepala sekolah dalam menjalankan tugas, agar hasil penelitian dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat dalam melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan, sehingga kepala sekolah yang ada di kabupaten Jember terus dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, (2) bagi kepala sekolah SMP di Kabupaten Jember, agar hasil penelitian dapat menambah pengetahuan tentang pengambilan keputusan, semangat kerja, dan aktivitas pelatihan. Dengan hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan masukan bagi para kepala sekolah untuk terus menerus mengevaluasi diri dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember, dan (3) sangat diharapkan bagi peneliti berikutnya untuk mengkaji juga variabel-variabel lain yang mungkin saja berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, misalnya perilaku kepala sekolah, partisipasi guru, kepuasan kerja, budaya mutu, dan komitmen organisasi.

Peta perkembangan tingkat berpikir dan prestasi belajar fisika siswa kelas III Jurusan IPA cawu III SMUN I Bangil-Pasuruan tahun pelajaran 2001/2002 / oleh Dwi Irma Marini

 

ABSTRAK Marini, Dri lrma. 2002. I retal rerkemhangan'l'ingkllaetr pikird anl 'restssi. BelajarFisikasiswaKelaslllJuntsanll'ACawIIISM||NIRangil. Ponrnnn TahunP eloioron2 001:2 002.s kripsi.J urusaPn endidikaFni sika. FMIPAU niversitaNs egerMi alangP. embimbing(I:) Drs.S umarjono(I.I ; Drs.R . WakhidA. , M.Si. Kata Kunci: pets,p €rkembangatinn gkatb erpikir,p restasbi elajarf isika Fisikam erupakamn *a pelajarayna ngd ianggaspu lito letrs iswah ali ni terlihadt ri masihr endahnyhaa sil-hasEil BTANASS MUNI Bangil-Pasuruan padat ahun2 000d ant ahun2 001.U nhrkm emahamfiis ika.s iswah rus telalt sampapi adap erkernbangtainng katb erpikiro perasfoi rmal'S ementara pertie,niangatinn gkatb erpikirs iswain r sendirtii daks amam, ckipuns iswa beradap adar arhng usiay angs amaO. lehk arenain rt ujuanp anelitiainn i adalah (l ) unrukm engetahpuei tap er*embangatin gkatb erpikirs iswak elaslll jurusan ipR **u lll EMUNt Burgil-Pasruarrt,a hunp elajara2n0 0112002(2: ) untuk mengetahpuei tap r€stasbie lajafri sikas iswak elasll l junrsanIP A cawull l SMUNI Bangil-Pasuruatanh, unp elajara2n0 011200(23, ) unrukm engetahui kontribuspi erkanbangatinn gkatb erpikirt erhadappr estasbie lajafri sikas iswa kelasI ll jurusanIP A cawul tl SMUNI Bangil'Pasuruatanh, unp elajaran 2001n402. Populaspie nelitianin i adalahs e,lurushi swak elasI II jurusanIP A SN{LnI'i Bangil-paiuruatanh unp elajaran200lD0Ad2a ns ampeyla ngd igunakana dalah siswas aruk elasa tau5 0%d arij umlahs eluruhnyTa.e knikp engarnbilasna mpel adalahd enganc arac tusterra ndoms anplingI.n stmmeynm g digUnakadna lam panelitiainn i adad uam acamy,a itu:( | ) tesP OFIy angd igrumkaunn tuk. - mengerahpuei *embangatnin gkatb opikir siswa, (2) tesp ilihana lternatiyfa ng dibuatp enelitui ntukm angAahupir estasbie lajafri sikas iswaS. ebelumd ilaliukan analisiste, rlebihd ahulud ilalrukanu ji kenormalanh,o mogenitasse nau ji kelinieranT.e knika nalisiysa ngd igunakaand alaha nalisirse gres.i'," ang dilanjutkadne nganm encarsi umbangaenfe kif. Hasild arip anelitiayna ngd ilakukana dalah(l ) petap erkembangtainng kat berpikisr iswak elnsIl l junrsanIP Ac awull l SMLINI Bangil-Pasttnltanh.t ln pelajara2n0 0llz}Ozyangt elalrs ampapi adap erliernbangtainng katb erpikir operasfio rmals ebesa2r6 ,2%p: adap erkanbangatinn gkatb erpihipr eralihan sebesa5r9 ,5Yos:e, rtam asihp adap erkembangtainnl kat berpikirk onkrits ebesar 14,3o/oi(p2e) tap restabsie lajafri sikas iswak elasII I jurusanIP Ac awuII I SIUUN I Bangil-Pasuruatanh,,u np elajara2n0 01/200y2a ngp restasbie lajafri sikanl'a termasukka tegortii nggis ebesa2r3 ,8o/poai dak ategorsi edangse banya3k3 .3%: sertak ategorrie ndahs ebesa4r2 ,9o/(o3: ) kontribuspi erliembangtainng kabt erpikir terhadappr estasbie lajafri sikas iswak elasll l jrrnrsanIP Ac awul ll SMUNI Bangif-Pasurutaanh,u np elajara2n0 0| /2002s ebesa8r9 ,3%.

Peningkatan pembelajaran IPA melalui model CTL pada siswa kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari Malang / Yusnita Dwi Febrianti

 

Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, model CTL Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Namun, dalam pembelajaran IPA kelas III di SDN Candirenggo 03 Singosari, guru belum maksimal dalam mengaktifkan siswa untuk berbuat dan mengalami sendiri. Dalam pembelajaran CTL terdapat 7 komponen yang dapat mengaktifkan siswa dan membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari sehingga siswa akan lebih cepat memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Penerapan pembelajaran IPA melalui model CTL pada siswa kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari Malang 2) Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA di kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari Malang menggunakan model CTL 3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari Malang menggunakan model CTL. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Subyeknya adalah siswa kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari Malang sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes evaluasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA model CTL yang dilakukan guru sudah sesuai dengan tahapan dalam CTL. Aktivitas guru selama menerapkan pembelajaran model CTL meningkat dari siklus 1 sebesar 78,8 menjadi 92,5 pada siklus 2. Aktivitas belajar siswa juga meningkat yakni nilai aktivitas siswa pada siklus 1 adalah 67,81 yang dikategorikan aktif sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 88,15 yang dikategorikan sangat aktif. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,53. Sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan sehingga nilai rata-rata hasil belajar siswa menjadi 81,14. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran IPA menggunakan model CTL dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas III SDN Candirenggo 03 Singosari. Adapun saran yang harus dilakukan guru yaitu sebaiknya guru lebih jelas dalam menentukan alokasi waktu terutama dalam kegiatan pembelajaran di luar kelas. Selain itu, sebaiknya anggota tiap kelompok tidak lebih dari 4 siswa agar guru lebih mudah dalam mengontrol siswa dan membimbing siswa.

Penggunaan model Snowball Throwing untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDNU Bangil / Achmad Zahron

 

Kata kunci: model snowball throwing, aktivitas belajar, hasil belajar, pembelajaran IPA. Berdasarkan pengamatan, pembelajaran IPA kelas V semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 pada tanggal 12 Januari 2012 belum sepenuhnya berpusat pada siswa namun berlangsung patuh tapi pasif. Dari 33 siswa, yang kurang aktif mencapai 25 siswa dan hanya 6 siswa yang berani untuk mengajukan pertanyaan secara mandiri sedangkan berdasarkan data hasil belajar yang didokumentasikan guru, nilai rata-rata IPA siswa kelas V pada awal semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 belum mencapai Standart Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang telah ditentukan yaitu 75. Dari 33 siswa, yang mendapat nilai memenuhi SKBM adalah 11 siswa (33,33 %) sedangkan 22 siswa (66,67 %) belum memenuhi SKBM. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan model snowball throwing pada pembelajaran IPA di Kelas V SDNU Bangil Pasuruan, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa pada pembelajaran IPA di Kelas V SDNU Bangil Pasuruan ketika diterapkan model snowball throwing. (3) mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA setelah diterapkan model pembelajaran snowball throwing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bersiklus. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V SDNU Bangil Pasuruan yang berjumlah 33 siswa. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, tes dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan paparan data, pengelolaan data dan penyimpulan data. Hasil penelitian pembelajaran IPA dengan menggunakan model snowball throwing yang awalnya siswa kurang terbiasa sehingga 6 indikator dari model snowball throwing belum bisa dilaksanakan namun setelah diberikan tindakan di siklus II bisa dilaksanakan semuanya. Sedangkan hasil aktivitas belajar siswa pada siklus 1 mencapai 57,57% dan pada siklus 2 mencapai 81,81 % sedangkan hasil belajar setelah penerapan model snowball throwing skor nilai hasil belajar siswa pada siklus 1 mendapat rata-rata skor tes yaitu 71,12 sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa yaitu 81,21 Saran yang diberikan adalah: (1) penggunaan model snowball throwing hendaknya dijadikan pendamping dalam pembelajaran IPA selain eksperimen yang merupakan pokok dari pembelajaran IPA untuk mengaktifkan siswa, (2) pembuatan RPP dan melakukan pengelolaan kelas yang baik lebih khususnya pada pembentukan kelompok maupun proses melempar bola pada kelompok lain, (3) perlunya pendampingan pada setiap langkah pada model ini, (4) perlunya memberikan motivasi agar lebih berani dalam mengungkapkan pendapat maupun mengajukan pertanyaan, (5) penggunaan bahasa dalam pembuatan lembar kegiatan siswa hendaknya sesuai dengan karakteristik siswa SD.

Penerapan model Contetextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN Sambigede 01 Sumberpucung-Malang / Yayuk Yuliawati

 

Kata Kunci: Model Contextual Teaching and Learning (CTL), Pembelajaran, IPA Hasil observasi di kelas IV menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA guru belum melibatkan siswa secara aktif. Guru berperan lebih banyak bila dibandingkan dengan siswanya. Permasalahan yang muncul siswa hanya diam dan mendengarkan tanpa menunjukkan rasa ingin tahu. Hal ini menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Untuk mengatasi masalalah tersebut diperlukan perbaikan dalam pembelajaran dengan menerapkan model CTL. Dengan CTL siswa terlatih untuk aktif serta mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan: (1) Penerapan model CTL pada pelajaran IPA materi wujud benda dan sifatnya, (2) Aktivitas siswa dengan menerapkan model CTL, (3) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model CTL. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Siklus I dan siklus II ditempuh selama 4 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan: (1) observasi, (2) tes hasil belajar, (3) dokumentasi, (4) catatan lapangan. Subyek penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian penerapan model CTL dalam pembelajaran IPA sebagai berikut: (1) Aktivitas tindakan guru dalam menerapkan model CTL sangat baik, (2) Aktivitas belajar siswa mengalami kategori cukup aktif dan pada siklus II menjadi 75 dengan kategori aktif, (3) Hasil belajar siswa setelah diterapkan model CTL mengalami peningkatan rata-rata nilai 77,4 dengan kategori sangat baik, meningkat menjadi 81,5 pada siklus II. Siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 65% menjadi 87% pada siklus II. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan model CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dan saran yang dapat diajukan dalam proses pembelajaran CTL diharapkan peran guru lebih kreatif dalam memotivasi siswa agar dapat menemukan pengetahuannya sendiri.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |