Peranan Pusat Koperasi Pegawai Negeri dalam membina kesedjahteraan Pegawai Negeri chususnya di daerah Kota Pradja Malang / oleh E. Soepangat

 

Pengaruh latihan skipping kaki bersamaan dan skipping kaki bergantian terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada pemain tim putra bola voli di PBV Pelopor Pamekasan / Rahmat Riskiyanto

 

Keluarga Berencana sebagai penunjang kesejahteraan Kkeluarga (Suatu studi kasus di daerah Kotamadya Malang) / Soepardi

 

Keterserapan alumni Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang di dunia kerja / Tiya Dharmayanti

 

Dharmayanti, Tiya. 2014. Keterserapan Alumni Jurusan Sastra Jerman di Dunia Kerja. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Primardiana, H.W., M.Pd. (II) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata kunci: keterserapan di dunia kerja, alumni JSJ UM, dunia kerja Keterserapan di dunia kerja adalah suatu hasil kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bisa masuk ke lingkup suatu usaha dalam hal ini adalah suatu pekerjaan. Alumni Jurusan Sastra Jerman (JSJ) Universitas Negeri Malang (UM) adalah lulusan yang sedang bekerja di berbagai sektor pekerjaan. Keterserapan alumni di dunia kerja meliputi jenis pekerjaan, masa tunggu kerja, pendapatan yang diperoleh, dan kesesuaian bidang pekerjaan dengan program studi yang ditempuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) sektor-sektor yang digeluti alumni Jurusan Sastra Jerman UM dalam bekerja; dan 2) relevansi sektor-sektor kerja alumni Jurusan Sastra Jerman dengan visi, misi, dan tujuan Jurusan Sastra Jerman. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah alumni Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 1999 sampai dengan 2009 yang berjumlah 114 alumni. Instrumen penelitian ini menggunakan angket (kuesioner) dengan teknis analisis data menggunakan anlisisis deskriptif. Kesimpulan penelitian adalah 1) sektor pekerjaan yang digeluti alumni JSJ UM dalam bekerja adalah bidang kependidikan dan bidang non kependidikan; dan 2) sektor pekerjaan yang digeluti alumni Jurusan Sastra Jerman UM relevan dengan visi, misi, dan tujuan Jurusan Sastra Jerman.

Studi tentang nilai-nilai STTB SLTA dalam kaitannya dengan keberhasilan studi mahasisiwa program sarjana muda FKIE IKIP Malang angkatan tahun 1976-1977 / oleh Eddy Soeparmono

 

Studi tentang konsep estetika dan makna simbolis ragam hias Waluku di Sumbermanjingkulon Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / Edi Sutrisno

 

Sutrisno, Edi. 2014. Studi Tentang Konsep Estetik dan Makna Simbolis Pada Ragam Hias Waluku di Sumbermanjingkulon Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Konsep Estetik, Makna Simbolis, Ragam Hias Waluku, Sumbermanjingkulon, Malang     Waluku adalah sejenis alat bercocok tanam yang digunakan sebagai pembajak sawah atau ladang, waluku biasanya dijalankan dengan cara ditarik oleh sapi atau kerbau. Waluku yang ada di Sumbermanjingkulon memiliki ornamen hias pada sambilan atau pasangannya dan ternyata setelah dilakukan pengkajian banyak ditemukan makna-makna simbolis yang tersyirat di dalamnya. Namun dewasa ini keberadaan waluku sudah digusur oleh kemajuan tehnologi sehingga baik penggunaan maupun makna-makna simbolis yang ada didalamnya dikawatirkan akan hilang. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan adanya penelitian untuk mengungkap konsep estetik dan makna simbolis pada waluku.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian yang berupa paparan tentang konsep estetik serta makna-makna simbolis pada ragam hias waluku yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, diadakan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan ferivikasi.     Berdasarkan hasil anlisis data tersebut, diperoleh beberapa simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Terdapat konsep estetik yang melandasi penciptaan ragam hias waluku, ragam hias yang terdapat pada waluku diciptakan atas dasar pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan rohani karena masyarakat Desa Sumbermanjingkulon sebagian besar masing menganut kepercayaan kejawen sehingga pernak-pernik kebudayaan Jawa masih dipegang teguh oleh masyarakat Sumbermanjingkulon. Dalam waluku juga terdapat makna simbolis pada setiap bagian waluku yang sangat berkaitan erat dengan kehidupan, pada setiap bagian dari ragam hias waluku masing-masing memiliki makna simbol dan falsafah tersendiri yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk kehidupan sosial yang dijalani manusia sehari-hari.     Sudah menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan oleh nenek moyang, meskipun keberadaan waluku sudah tergeser oleh kemajuan jaman namun nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalamnya harus tetap dilestarikan, baik dari konsep estetik maupun makna simbolis dari waluku tersebut guna untuk kemaslahatan hidup bersama.

An Introduction to Banyumese morphology classification of word / Tarwie Soeprapto

 

Peningkatan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui strategi REACT materi perbandingan siswa kelas VII SMPN 21 Malang / Merry Kirtaresmi

 

Kirtaresmi, Merry. 2014. Peningkatan Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Strategi REACT Materi Perbandingan Siswa Kelas VII SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A. Kata Kunci: motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, REACT, materi perbandingan. Berdasarkan studi pendahuluan prapelaksanaan, terdapat permasalahan bahwa beberapa siswa yang sebenarnya mampu untuk memecahkan masalah matematika, ternyata motivasi belajarnya rendah. Sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, mereka kesulitan untuk menyelesaikan permasalahan dalam konteks baru. Selain itu, pada materi perbandingan, siswa kerapkali sulit untuk membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai terutama pada soal yang non rutin. Peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan strategi REACT pada materi perbandingan yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMPN 21 Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sehingga dalam prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian berlangsung selama 2 siklus di kelas VII-5 yang menjadi subjek penelitian dengan 38 siswa pada tahun ajaran 2013/2014. Data kemampuan pemecahan masalah diperoleh dari hasil tes akhir siklus dan data motivasi belajar didapat melalui angket dengan menggunakan skala Likert 1-4. Data yang terkumpul berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisa melalui kegiatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah jika persentase kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa secara klasikal sebesar 80%. Langkah-langkah pelaksanaan strategi REACT yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi perbandingan adalah (1) Relating, siswa mengaitkan konsep yang akan dipelajari pada materi perbandingan dengan contoh permasalahannya dalam kehidupan sehari-hari dan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya baik materi prasyarat perbandingan yaitu, materi himpunan dan operasi bilangan bulat maupun beberapa konsep perbandingan yang telah dipelajari, (2) Experiencing, secara berkelompok, siswa menemukan rumus/konsep baru tentang perbandingan melalui aktivitas pemecahan masalah di Lembar Kegiatan Siswa berbantuan hasil proyek kelompok atau sumber belajar lainnya dengan bimbingan dari guru, (3) Applying, siswa berlatih menyelesaikan beberapa permasalahan dengan menerapkan konsep perbandingan yang telah ditemukan pada tahap Experiencing, (4) Cooperating, secara berkelompok, siswa saling bekerjasama dan berdiskusi dalam proses pemecahan masalah perbandingan di tahap Applying dan Experiencing serta bertukar pendapat guna memperoleh langkah pemecahan masalah yang tepat dengan pengarahan dari guru, dan (5) Transferring, siswa memecahkan permasalahan perbandingan dalam konteks baru secara individu. Berdasarkan hasil analisis data, pada akhir siklus I, persentase kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar secara klasikal adalah 71,05% dan 65,79%. Hasil tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan sehingga dilanjutkan ke siklus II. Pada akhir siklus II, persentase kemampuan pemecahan masalah matematika secara klasikal sebesar 81,58% dan persentase motivasi belajar secara klasikal telah mencapai 84,21%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematika

A Survey on the English examinations as given in some S.M.A.'s in Malang in 1965-1966 / Soerjaningprodjo

 

Pengaruh pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan zona Alfa terhadap hasil belajar siswa pada mata diklat kejuruan akuntansi / Nismawati

 

Nismawati, 2014. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Zona Alfa Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat kejuruan Akuntasi. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Univesitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr.Sunaryanto, M.Ed.(II) Prof.Dr. Bambang Sugeng. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, Zona Alfa, Hasil Belajar Pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan zona alfa merupakan pembelajaran dalam bentuk proyek-proyek belajar siswa yang diberikan stimulus melalui ice breaking, fun story, music dan brain gym. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan zona alfa terhadap hasil belajar siswa pada mata diklat kejuruan akuntansi. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design, kelas ekperimen menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan zona alfa dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran berbasis proyek tanpa zona alfa. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Jurusan akuntansi yang menerima materi harga pokok pesanan, Populasi subyek yang dapat dicapai adalah siswa SMK Jurusan akuntansi Se Kabupaten Buol yang berjumlah 103 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Convinience Sampling atau menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 dan kisaran perbedaan antara 6,402 sampai 17,127. Perbedaan hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan zona alfa lebih efektif dari pada pembelajaran berbasis proyek tanpa zona alfa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaktifan gelombang alfa pada saat pembelajaran yang distimulus dengan Fun Story, Ice Breaking, Music dan Brain Gym memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, sehingga setiap pengajar perlu untuk melakukan stimulus gelombang otak zona alfa atau menyamakan frekwensi gelombang otak alfa agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan rileks pada saat pembelajaran.

Some notes on English borrowings in the Indonesian language / Soewarto Soerodibroto

 

Membuat dan memvalidasikan test komposisi berwarna untuk mata kuliah seni lukis / oleh Adhi Soesetyo

 

Dutch kinship terms in some Indonesian speech communities in Malang a study of the usage by different social groups and of the socio-cultural implications / Daud Hadi Soesilo

 

Pantai utara Jawa Timur dan Jawa Tengah sekitar abad ke XVI sebagi daerah kebudayaan Islam / oleh Soetjipto

 

Suatu analisa pendayagunaan waktu luang di kampus dalam aktivitas belajar mahasiswa FIP IKIP Malang
Hendyat Soetopo

 

Pengembaangan modul bahasa Jerman berbasis multimedia untuk pembelajaran keterampilan membaca siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang / Ilham Teguh Ardiananta

 

Ardiananta, Ilham Teguh. 2014. Pengembangan Modul Bahasa Jerman Berbasis Multimedia Untuk Pembelajaran Keterampilan Membaca Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rosyidah, M.Pd. , (II) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata Kunci: pengembangan, modul, bahasa Jerman, multimedia Modul adalah salah satu paket bahan ajar yang memuat satu unit kompetensi dasar atau beberapa kompetensi dasar yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah serta mampu membuat peserta didik lebih aktif untuk belajar mandiri. Berdasarkan observasi yang dilakukan sebelum pengembangan diketahui bahwa belum ada sumber belajar berupa modul yang menunjang proses belajar mengajar pada matapelajaran bahasa Jerman di SMAN 9 Malang khusunya pada tema kennenlernen. Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul bahasa Jerman berbasis multimedia. Dengan adanya produk ini diharapkan dapat membantu siswa selama proses pembelajaran berlangsung serta membantu siswa dalam memperoleh sumber belajar alternatif bahasa Jerman. Pengembangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model pengembangan hasil adaptasi dari model Borg & Gall (1983). Prosedur dilakukan melalui lima langkah, yaitu research, informating collecting, and planning (penelitian, pengumpulan informasi, dan perencanaan), developing preliminary form of product ( mengembangkan bentuk awal produk), revision and evaluation, field testing (uji coba produk), dan revision & final product (revisi dan produksi produk). Sumber data yang digunakan adalah hasil angket dari ahli grafis, dua ahli materi, dan 10 siswa yang sedang menempuh matapelajaran bahasa Jerman. Hasil angket validasi dan angket uji coba disajikan dalam bentuk prosentase. Menurut ahli grafis, modul multimedia ini sudah valid, sementara itu ahli materi juga menilai bahwa modul yang dihasilkan adalah valid. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul dinyatakan valid dan dapat digunakan oleh siswa setelah dilakukan beberapa revisi. Untuk uji coba, pre-test siswa sebelum menggunakan modul diperoleh rata-rata nilai yang kurang baik. Sedangkan, hasil test siswa setelah menggunakan modul diperoleh rata-rata nilai diatas KKM. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa mampu memahami materi setelah menggunakan modul elektronik tersebut.

The effectiveness of textual and pictorial glosses in reading comprehension and vocabulary mastery / Akhmat Baktiyan

 

Penyelidikan tentang hal membuat persiapan mengajar oleh guru-guru sekolah dasar negeri wilayah Medjajan Kabupaten Madiun / oleh Soewarno

 

Hubungan antara motivasi menjadi suporter dan identitas sosial dengan fanatisme suporter sepak bola Arema Cronos (Aremania) / Irman Syahrul

 

Pembiakan trichogramma australicum girault pada telur kupu beras cocyra cephalonica sst. / oleh Soewolo

 

Studi tentang beberapa kesulitan yang dihadapi guru-guru Sekolah Dasar di Kawedanan Singosari dalam membuat rencana pelajaran / Alwi Sofwanhadi

 

Pentingnya pengetahuan kimia bagi siswa-siswa Sekolah Perawat di Malang / oleh Lydia Jusuf Solaiman

 

Hubungan antara sikap anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terhadap peran mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dengan tingkat partisipasi mereka dalam organisasi PKK
Moch. Solekan

 

Pelaksanaan pembelajaran seni budaya sub bidang studi seni musik gamelan Jawa kelas X di SMA Negeri 1 Tempeh Kabupaten Lumajang / Nisa Febriani

 

Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Sub Bidang Studi Seni Musik Gamelan Jawa Kelas X di SMA Negeri 1 Tempeh Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Hj Purwatiningsih, M.Pd (II)Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si Kata kunci : Pembelajaran, Musik Gamelan Jawa, SMA, Tempeh Lumajang.     Pembelajaran gamelan jawa adalah pembelajaran musik yang sangat menarik untuk dipelajari. SMA Negeri 1 Tempeh adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang menggunakan musik gamelan Jawa sebagai mata pelajaran wajib. Pembelajaran seni musik gamelan jawa menarik diteliti, karena pelajaran musik gamelan jawa ini baru diterapkan di SMA Negeri 1 Tempeh pada semester dua. Serta tidak semua sekolah mempunyai gamelan jawa dan menerapkannya sebagai mata pelajaran yang wajib ditempuh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perencanaan pelajaran seni budaya bidang studi seni musik gamelan jawa, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pelajaran seni budaya bidang studi seni musik gamelan jawa, dan evaluasi dari kegiatan belajar mengajar pelajaran seni budaya bidang studi seni musik gamelan jawa kelas X di SMA Negeri 1 Tempeh Kabupaten Lumajang.     Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan cara melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru Seni budaya di SMA Negeri 1 Tempeh yang mengajar mata pelajaran seni musik gamelan jawa, siswa-siswi SMAN 1 tempeh. Didukung dengan dokumentasi dan arsip berupa perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP dan dokumen penilaian hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan cara reduksi penyajian data, pemberian kesimpulan dan verifikasi data.     Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, perangkat pembelajaran yang dipersiapkan guru seni musik gamelan jawa diantaranya adalah silabus dan RPP. Silabus yang disusun guru sudah lengkap namun ada satu poin yang tidak ada yaitu indikator. Penyampaian materi musik gamelan jawa dengan menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode tugas, metode latihan, metode demontrasi. Namun tidak semua metode di atas dapat digunakan guru, kebanyakan guru menggunakan metode latihan dan demonstrasi. Evaluasi pembelajaran seni musik gamelan jawa di SMA Negeri 1 Tempeh dapat diketahui bahwa guru menggunakan penilaian proses dan penilaian hasil untuk mengukur hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran seni musik gamelan jawa. dalam hal ini guru tidak mencantumkan evaluasi pembelajaran secara jelas didalam RPP. Saran yang diberikan, diharapkan agar guru selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk giat mempelajari gamelan Jawa, agar siswa dapat memelihara dan melestarikan keberadaan gamelan Jawa sebagai musik etnik di Indonesia. Bagi pihak sekolah diharapkan pula agar mengadakan kegiatan dalam bidang seni musik gamelan jawa, demi peningkatan penggunaan gamelan Jawa.

Penelitian kemampuan siswa kelas III Negeri Kediri jurusan IPS memahami tahap perkembangan unsur-unsur plot prosa fiksi / Solichin

 

Penggunaan jejaring sosial Interpals untuk keterampilan berbahasa Jerman bersifat aktif-produktif pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang / Nurush Shofwatiz Zahro'

 

Organisasi Biro Perencanaan Perum Perhutani Unit II di Malang / oleh Solichin AR

 

Pengembangan multimedia interaktif berbasis metakognisi sebagai penunjang pemahaman konsep dan penalaran siswa SMA pkok bahasan suhu dan kalor / Wahyu Pramudita Sari

 

Penelitian tentang cara penyajian kegiatan seni rupa pada anak-anak terbelakang di Sekolah Luar Biasa Malang / oleh Tjitjik Sriwardhani

 

Analisis motif, media, dan tahap-tahap dalam pembuatan batik tulis "Khaidar Batik" khsa Tempeh Kabupaten Lumajang / Dita Ratnasari

 

Analisis Motif, Media dan Tahap-tahap dalam Pembuatan Batik Tulis “Khaidar Batik” Khas Tempeh Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hariyanto M. Hum. (2) Fenny Rochbeind, S. Pd, M. Sn. Kata Kunci: motif, media, tahap-tahap, Khaidar Batik, Tempeh Lumajang     Menurut Bapak Khaidar Rakhiq (pemilik usaha batik tulis “Khaidar Batik”), ada 34 inspirasi untuk menciptakan motif batik Kabupaten Lumajang, diantaranya keris Lumajang, teh Kertowono, Gapuro Brawijaya, Pisang, pepaya, kopi, lombok, bunga mawar, anggrek gunung, padi, pasir, laut kidul, kelapa, daun tembakau, kuda kencak, ikan dan terumbu karang, gunung semeru, ranu dan rawa Lumajang, tampah (tempeh), bambu, singkong, daun pisang, jantung pisang, abu semeru, awan semeru, daun pepaya, fauna, suluran daun, lava atau lahar semeru, parang, tanaman rawa, bunga pinus, pondok di sawah dan gereja Lumajang. Dari keberagaman motif tersebut diduga memerlukan tahap-tahap dan teknik yang berbeda dalam pembuatannya sehingga memungkinkan menggunakan media yang berbeda pula.     Berdasarkan hal tersebut maka perlu diungkap lebih lanjut mengenai motif, teknik, dan media dalam pembuatan batik tulis “Khaidar Batik” khas Tempeh Kabupaten Lumajang. Tujuan penelitian yaitu: (1) untuk mengetahui ciri khas dari motif batik tulis “Khaidar Batik” Kecamatan Tempeh (2) media yang digunakan dalam pembuatan batik tulis (3) tahap-tahap dalam proses pembuatan batik tulis.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data berupa kata-kata dan tindakan dalam proses berkarya batik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi, paparan dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data, metode dan teori untuk menjaga keabsahan data.     Hasil analisis data menggambarkan bahwa, (1) ciri khas motif batik “Khaidar Batik” terinspirasi dari situs sejarah, budaya, geografis dan potensi alam Kabupaten Lumajang. Selain itu menggunakan beberapa variasi warna cerah seperti batik Madura dan pola motif batiknya ada yang sama dengan pola motif batik parang, mega mendung, dan kawung. (2) media yang digunakan pada tahap mewarna adalah kuas dari spon untuk mencoletkan warna dan gawangan (seperti ranjang) untuk membentangkan kain. Pada tahap pemalaman atau mencanting menggunakan spon untuk nembok’i dan karung beras (glangsi) sebagai ganti taplak untuk alas paha. (3) tahap-tahap dalam pembuatan batik tulis adalah tahap mendesain, pemalaman atau mencanting, pewarnaan, penguncian warna dan pelorotan. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa (1) pada dasarnya ciri khas motif batik suatu daerah dipengaruhi oleh kondisi daerah tersebut dan hubungan dengan daerah lain (2) perbedaan alat dan bahan untuk membuat batik tulis sesuai dengan keahlian dan kebutuhan pengrajin. (3) terdapat beberapa tahap dan teknik dalam pembuatan batik tulis untuk mendapat hasil yang maksimal. Dengan demikian diharapkan ada pengembangan motif, media dan tahap-tahap dalam pembuatan batik tu

Pengembangan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri pada materi plantae untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAN 10 Malang / Ika Ratnasari

 

Proses pembinaan masyarakat Pancasila melalui Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila / Dyah Sriwilujeng

 

Hubungan antara konsep diri dan kematangan emosi dengan kompetensi interpersonal pada guru di SMPN 1 Mojoagung / Nova Rahma Nugraheni

 

Pangadaan guru Pendidikan Moral Pancasila dengan kesempatan kerja di Kotamadya Malang (suatu studi perbandingan) / Sriyono

 

Penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat Blitar / Novem Endah Puspitasari

 

Puspitasari, Novem Endah. 2014. Penerapan Pendekatan PAKEM dalam Pembelajaran Mengapresiasi Karya Seni Kriya Terapan untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iriaji, M. Pd., (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: pendekatan PAKEM, mengapresiasi, karya seni kriya terapan, proses, hasil belajar Ketidaksesuain pendekatan yang dipilih oleh guru dalam pembelajaran, berdampak pada prestasi siswa di sekolah terutama Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung, diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 rata-rata kelas untuk pembelajaran mengapresiasi mengalami ketidaktuntasan belajar sebesar 77%. Hasil belajar yang rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pendekatan pembelajaran yang kurang bervariasi, karena hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan tanpa ada tindak lanjut. Untuk itu perlu diterapkan pendekatan PAKEM. Dengan pendekatan ini, siswa dapat terlibat secara aktif dan interaktif pada pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan. Sehingga, siswa dapat lebih berfikir kritis, kreatif, serta memperoleh wawasan yang bermakna mengenai teknik dan gagasan pembuatan karya. Jadi, siswa akan mampu mengenal, memahami, dan menghargai karya seni kriya. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi-tindak lanjut. PTK ini bersifat kolaboratif partisipatoris yang dalam pelaksanaannya, peneliti berperan sebagai guru, bekerjasama dengan guru Seni Budaya yang berperan sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dalam mengapresiasi karya seni kriya terapan. Proses belajar siswa sesuai dengan indikator pendekatan PAKEM, menunjukkan peningkatan 8%, pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 84%. Indikator aktif pada siklus I sebesar 77% dan siklus II menjadi 86%. Indikator kreatif pada siklus I sebesar 71% dan siklus II menjadi 81%. Indikator efektif pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 83%. Indikator menyenangkan pada siklus I sebesar 77% dan siklus II menjadi 86%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan untuk ranah kognitif meningkat 6%, pada siklus I sebesar 79% dan siklus II meningkat 85%. Hasil belajar siswa ranah afektif meningkat 7%, pada siklus I sebesar 78% dan siklus II meningkat 85%. Hasil belajar ranah psikomotor meningkat 10%, pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 86%. Hasil belajar postes meningkat 5%, pada siklus I sebesar 81%, dan siklus II menjadi 86%. Jadi, hasil belajar pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan melalui penerapan pendekatan PAKEM meningkat 8%, pada siklus I sebesar 78% dan siklus II menjadi 85%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan. Sehingga disarankan, tugas guru selain sebagai fasilitator juga sebagai motivator yang harus selalu membimbing siswa agar kemampuan siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor meningkat. Selain itu, perlu adanya aplikasi dari komponen pengelolaan pendekatan PAKEM melalui metode pembelajaran yang lebih bervariasi lagi.

Pengembangan variasi latihan dasar passing dan control dalam permainan sepakbola untuk usia 13-14 tahun di SSB Gajayana Kota Malang / Akhmad Anwar

 

Mesin pencacah enceng gondok dengan memanfaatkan gerakan putar / Arvine Santoso, Anang Suharmoko

 

Kepribadian big five sebagai prediktor perilaku pembelian impulsif terhadap produk fashion online pada mahasiswi Universitas Negeri Malang / Meida Puspita Rahayu

 

Perancangan ensiklopedia digital tentang keanekaragaman kopi di Indonesia / Oktado Anugerah Putra

 

Perkembangan kekuasaan legislatif negara Indonesia sejak kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 / oleh I Nyoman Suardika

 

Penggunaan media teka-teki silang untuk meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Arab siswa kelas V MI Sunan Ampel Curahsawo Gending Probolinggo / Nur Nabilla Mufattahatin

 

Mufattahatin, Nur Nabilla. 2014. Penggunaan Media Teka-teki Silang untuk Meningkatkan Pemerolehan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Sunan Ampel Curahsawo Gending Probolinggo. Skripsi. Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Muhaiban, (II) Mohammad Ahsanuddin, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: media TTS, pembelajaran bahasa Arab, kosakata      Salah satu faktor yang mempunyai pengaruh dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah media. Media sangat beragam. Di antara media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab adalah media Teka-teki Silang (TTS). TTS adalah permainan yang dilakukan dengan mengisi kotak-kotak kosong yang berwarna hitam dan putih dengan huruf-huruf hijaiyah yang dapat membentuk kata sesuai dengan perintah. Perintah pengisian kolom tersebut terdiri dari kategori mendatar dan menurun.      Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan pemerolehan kosakata bahasa Arab siswa dengan menggunakan media TTS. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai bulan Februari 2014, semester II tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V MI Sunan Ampel Curahsawo Gending Probolinggo (selanjutnya disingkat CSGP) dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa, yang terdiri dari 10 siswa dan 8 siswi.      Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK/Classroom Action Research), yaitu penelitian yang fokus dilakukan di dalam kelas. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan tiga pertemuan. Pertemuan pertama digunakan untuk menyajikan kosakata baru dengan bantuan kartu kosakata (kartu kata bergambar). Pertemuan kedua melatih siswa memenggal kata menjadi satuan huruf hijaiyah yang terpisah-pisah kemudian membuat kalimat dengan pola tertentu. Selanjutnya melatihkan kosakata dengan menggunakan media TTS. Sedangkan pertemuan ketiga dilaksanakan evaluasi berupa tes. Data yang disajikan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data-data tersebut diperoleh dari hasil observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) tetapi peneliti menggunakan instrumen bantu berupa lembar observasi, pedoman wawancara, tes, dan catatan lapangan.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kosakata dalam pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan media TTS di MI Sunan Ampel CSGP dapat meningkatkan pemerolehan kosakata siswa. Indikator meningkatnya pemerolehan kosakata bahasa Arab siswa adalah meningkatnya nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah menggunakan media TTS. Hasil nilai pre-test cukup, pos-test siklus I baik, pos-test siklus II sangat baik.

Peranan perpustakaan sekolah dalam nenunjang proses belajar-mengajar bidang studi mayor bagi siswa Jurusan IPA di SMA-SMA Negeri se Kotamadya Malang / Endang Suarsini

 

Pembelajaran keterampilan menyimak dan membasa bahasa Arab di MTs Al Ishlah Dlopo Kediri / Farichatul Chusnaa

 

Chusnaa, Farichatul. 2014. Pembelajaran Keterampilan Menyimak dan Membaca Bahasa Arab di MTs Al Ishlah Dlopo Kediri. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurul Murtadho, M.Pd, (II) Moh. Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Keterampilan menyimak dan membaca bahasa Arab, MTs Al Ishlah Dlopo Kediri      Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pembelajaran keterampilan menyimak dan membaca bahasa Arab, (2) kesulitan pembelajaran, dan (3) mencari solusi mengatasi kesulitan. Dalam penelitian deskriptif kualitatif, subyeknya adalah 122 siswa dan guru bahasa Arab. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalah observasi, wawancara, dan angket. Langkah-langkah analisis data: (a) pengumpulan data dan pengecekkan, (b) reduksi data, (c) penyajian data, dan (d) penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan temuan, dilakukan (a) observasi terus-menerus, (b) mendiskusikan data dan hasil analisis dengan pembimbing, dan (c) memeriksa cacatan lapangan dengan cermat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) 59,8% responden menyatakan pembelajaran keterampilan menyimak dan membaca cukup baik. Metode yang digunakan adalah metode Audio-Lingual dan Qiroah; (2) kesulitan keterampilan menyimak dan membaca, antara lain: (a) keterbatasan kosa kata, (b) kurangnya perhatian, (c) waktu belajar sedikit, (d) kurangnya latihan, (e) sulit memahami pasangan minimal, (f) kurangnya motivasi, (g) sulit membaca, dan (h) jenuh; (3) solusi mengatasi kesulitan keterampilan menyimak dan membaca, antara lain: (a) pengenalan kosa kata, (b) metode pembelajaran yang variatif, (c) tambahan waktu, (d) intensitas melatih indra pendengar dan pengecap, (e) pemberian motivasi, dan (f) media yang bervariasi.

Studi tentang kemungkinan penyelenggaraan pendidikan ketrampilan sebagai bagian dari pada pendidikan non formil dalam sekolah menengah pembangunan IKIP Malang di Malang / Imam Subakir

 

Peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuanyar Probolinggo melalui penerapan model 5R learning cycle dengan strategi self-explanation / Erwinestri Hanidar Nur Afifi

 

Afifi, Erwinestri Hanidar Nur. 2014. Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Banyuanyar Probolinggo Melalui Model 5E Learning Cycle dengan Strategi Self-Explanation. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Parno, M. Si, (II) Sugiyanto, S. Pd, M. Si Kata Kunci: fisika, 5E learning cycle, strategi self-explanation, prestasi belajar Fisika merupakan salah satu mata pelajaran sains yang pokok dan mendasar yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis dengan sikap, sehingga siswa dapat memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Keberhasilan siswa dalam pembelajaran fisika dapat dilihat dari tingkat pemahaman materi yang disampaikan oleh guru. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan model 5E Learning Cycle dengan strategi Self-Explanation dalam meningkatkan prestasi belajar fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuanyar melalui penerapan model 5E Learning Cycle dengan strategi Self-Explanation. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan desain eksperimen nonequivalent control group. Data penelitian ini diperoleh dari hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam bentuk soal pilihan ganda. Untuk uji hipotesis digunakan uji-t. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh hasil thitung = 5.305 > 2.201(t30;.05) terdapat perbedaan prestasi belajar lebih baik antara siswa yang belajar menggunakan model 5E Learning cycle dengan strategi Self-Explanation dibandingkan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.

Korelasi antara nilai testing masuk mahasiswa program S-1FKIS-IKIP dengan prestasi studi mahasiswa program S-1 FKIS IKIP Malang / Subandi

 

Peningkatan kemampuan mengomunikasikan perolehan belajar melalui model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V B SDN Arjosari I Malang / Yoesmay Widyaning Yoeana

 

Ceritera Arjunawiwaha pada relief candi di Jawa Timur
(Studi Perbandingan) / oleh Ny. Sugiharti Subiakto

 

Kontribusi produktivitas pekarangan rumah terhadap kondisi ekonomi keluarga di lingkungan Sambirejo Kelurahan Cokromenggalan Kecamatan Ponorogo / Faiz Zuhdan Permana

 

Kontribusi Produktifitas Pekarangan Rumah terhadap Kondisi Ekonomi Keluarga di Lingkungan Sambirejo Kelurahan Cokromenggalan Kecamatan Ponorogo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: pekarangan, kondisi ekonomi.          Pekarangan rumah adalah tempat yang dapat membantu perekonomian keluarga apabila dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatannya juga dapat dilakukan dengan bermacam-macam seperti beternak dan menanam tanaman. Masyarakat di Lingkungan Sambirejo sudah banyak yang memanfaatkan pekarangan untuk membantu perekonomian keluarga. Tanaman atau hewan dari pekarangan kemudian dijual untuk menambah pendapatan atau membantu perekonomian warga     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi pekarangan terhadap kondisi ekonomi keluarga di Lingkungan Sambirejo, Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan kepada 100 responden masyarakat di Lingkungan Sambirejo. Data hasil wawancara kemudian dianalisis dengan tabulasi tunggal untuk mengetahui besarnya kontribusi pekarangan terhadap kondisi ekonomi keluarga di Lingkungan Sambirejo.     Dari penelitian diperoleh hasil pekarangan rumah di Lingkungan Sambirejo dimanfaatkan untuk beternak yakni sebanyak 46 responden kemudian menanam tanaman sebanyak 54 responden. Kontribusi pekarangan di Lingkungan Sambirejo digolongkan menjadi lima kriteria yaitu rendah, cukup rendah, sedang, cukup tinggi dan tinggi. Dari kelima kriteria tersebut, sebanyak 43 responden termasuk dalam kriteria cukup rendah yaitu sebesar 21-40% pendapatan pekarangan memberikan kontribusi terhadap kondisi ekonomi, kemudian diikuti sedang yakni sebanyak 40 responden dengan kontribusi 41-60%.          Berdasarkan penelitian tersebut disarankan: (1) warga diharapkan menambah jenis hewan atau tanaman dipekarangannya. Untuk hewan misalnya ikan dan untuk tanaman misalnya anggur atau tanaman lain, (2) pemerintah lebih banyak memberikan sosialisasi tentang pekarangan yang dimanfaatkan akan dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi keluarga. (3) warga diharapkan memanfaatkan kotoran hewan untuk dijadikan pupuk untuk tanamannya. Pupuk dari kotoran hewan memiliki manfaat untuk memperbaiki struktur tanah dan mengandung unsur hara yang lengkap sehingga dapat menyuburkan tanah, yang nantinya akan membuat tanaman menjadi lebih baik.     

Peranan kerja laboratorium bagi siswa SMAN pada hasil belajar fisika di Kodya Malang / oleh Subijanto

 

Tahlil al-jumal a-ismiyyah fi kitab al-akhlaq li al-band li asy Syeh Umar bin Ahmad Baroja / Rizqiyani

 

Rizqiyani. 2014. Analisis Jumlah Ismiyah dalam Kitab “Al-Akhlaq Li Al-Banaat” Karangan Umar Bin Ahmad Baroja. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Syatibi Nawawi, M.Pd., (2) Dr. Syafaat, M. Ag. Kata Kunci : Nahwu, Jumlah Ismiyah, Kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat Ilmu Nahwu merupakan salah satu ilmu kebahasaaraban yang digunakan untuk mengembangkan 4 kemahiran dalam bahasa Arab. Penelitian ini fokus pada salah satu materi dalam ilmu nahwu yaitu analisis jumlah ismiyah dengan beberapa sebab : pertama, Jumlah Ismiyah merupakan salah satu bentuk jumlah (kalimat) dasar dalam bahasa Arab, yang kedua, pembahasan jumlah fi’liyah terdapat dalam isi materi tentang jumlah ismiyah, oleh karena itu peneliti memilih jumlah ismiyah sebagai objek dalam penelitiannya. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah ismiyah dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat, yang meliputi (1) macam-macam mubtada’ dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat, (2) macam-macam khabar dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat, (3) susunan jumlah ismiyah dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat jilid pertama karangan ‘Amran Bin Ahmad Baraja. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang terdapat dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat jilid pertama karangan Umar Bin Ahmad Baraja yang meliputi macam-macam mubtada’, macam-macam khabar, dan susunan jumlah ismiyah. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa dirinya sendiri (human instrument). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa mubtada’ dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat terdiri dari: (1) mubtada’ isim mu’rab yang meliputi mubtada’ isim alam, mubtada’ isim yang didahului Al , dan mubtada’ isim yang diidhofahkan pada isim ma’rifat , (2) mubtada’ isim mabni yang meliputi mubtada’ isim dhamir, mubtada’ isim isyarah , dan mubtada’ isim syarat . Diantara bentuk-bentuk mubtada’ tersebut yang paling banyak adalah mubtada’ isim dhomir . Adapun khabar dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat terdiri dari (1) khabar mufrad, (2) khabar jumlah yang meliputi khabar jumlah ismiyah , dan khabar jumlah fi’liyah, dan (3) khabar syibhul jumlah yang meliputi khabar jar majrur. Jumlah ismiyah dalam kitab Al-Akhlaq Li Al-Banaat meliputi jumlah yang mendahulukan mubtada’ dan mengakhirkan khabar dan jumlah yang mendahulukan khabar dan mengakhirkan mubtada’ . Peneliti berharap akan ada penelitian lain yang sama dengan penelitian ini akan tetapi dalam kitab yang lainnya. Sebagaimana peneliti juga berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi peneliti sendiri, mahasiswa jurusan sastra Arab, dan pengajar bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran dan pengajaran ilmu nahwu ataupun materi-materi yang berkaitan dengan jumlah ismiyah.

Suatu penelitian mengenai korelasi antara ketjakapan berhitung di S.D. dengan kepandaian Ilmu Pasti di S.M.P. di Kotamadya Malang / I Made Naja Subrata

 

Al-akhtha' al-lughawiyyah fi al-tarjamah al-harfiyyah li nushush al-arba'in an-nawawiyyah / Syamsi Riyadi

 

ABSTRAK Riyadi, Syamsi. 2014. Al-Akhthâ’Al-Lughawiyyah Fî Al-Tarjamah Al-Harfiyyah Li Nushűsh Al-Arba’în An-Nawawiyyah. Skripsi. Jurusan Satra Arab. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Nurul Murtadlo M.Pd. (2) Ali Ma’sum S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: Penerjemahan Harfiah. Kesalahan Penerjemahan. Al-Arba’un An-Nawawiyyah.Kalimat. Catford (dalamSuryawinata: 1989) menyatakan bahwa penerjemahan merupakan usaha penggantian teks bahasa sumber dalam teks yang sepadan dengan teks bahasa sasaran. Umat Islam berupaya menerjemahkanberbagai pengetahuan Islam sebagai bentuk ketaatan terhadap ajaran agama Islam dalam rangka menuntut ilmu serta memahami agama Islam itu sendiri. Dan diantara keilmuan agama Islam yang paling banyak diterjemahkan adalah Hadits-hadits Nabimuhammad SAW. Namun dilain pihak, para penerjemah mengalami berbagai kesulitan dalam menerjemahkan beberapa Hadits Nabi SAW, dan pada akhirnya mereka lebih condong pada penerjemahan harfiah dengan memfokuskan penerjemahan pada pengalihan dan pencarian padanan kata tanpa memperhatikan konteks yang ada. Sehingga, sering kali penerjemahan ini bertentangan dengan makna konteks yang dikandung. Oleh karena itu, penelitian ini dikhususkan untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan parafrasa penerjemahan harfiah dalam terjemahan Arba’in Nawawiyyah, dan (2) kesalahan penafsiran makna penerjemahan harfiah dalam terjemahan Arba’in Nawiyyah. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif, sesuai dengan data yang dikumpulkan yang berupa kata, frasa dan kalimat yang terdapat dalam terjemahan Arba’in Nawawiyyah. Sedangkan sumber data penelitian adalah buku terjemahan Arba’in Nawawiyyah karya terjemahan Abdullah Haidhir yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah di Riyadh pada tahun 2010. Sumber data juga diperoleh dari kitab-kitab Hadits dan syarah Hadits. Adapun pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kualitatif. Sesuai dengan hasil penelitian, dalam buku terjemahan Arba’in Nawawiyyah oleh Abdullah Haidhir yang terdiri dari 40 Hadits Nabi Pilihan, peneliti menemukan 20 Hadits yang diterjemahkan dengan menggunakan penerjemahan harfiah.Yaitu hadits ke-2, 4, 7, 8, 10, 11, 13, 14, 17, 21, 22, 24, 25, 30, 34, 35, 37 dan hadits ke-40. Dan 15 hadits diantaranya terdapat kesalahan parafrasa di dalamnya yang membuat hasil penerjemahan sulitdipahami. Lebih tepatnya yaitu pada hadits ke-2, 4, 8, 10, 11, 14, 21, 22, 24, 25, 34, 35 dan hadits ke-37. Sedangkan 5 Hadits lainnya terdapat kesalahan penafsiran makna di dalamnya.Yaitu pada hadits ke-7, 13, 17, 30, dan hadits ke-41. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti yang mengadakan penelitian sejenis, hendaknya tidak hanya terfokus pada satu jenis penerjemahan saja, melainkan pada semua jenis penerjemahan yang ada di dalam sebuah teks terjemahan. Peneliti juga sangat dianjurkan untuk menganalisis kata, frasa, klausa maupun kalimat dalam sebuah hasil terjemahan secara mendetail dan mendalam. Selainitu, peneliti juga diharapkan untuk membahas tuntas berbagai kesalahan yang terdapat di dalam suatu teks terjemahan dengan bersandar pada referensi yang valid danterpercaya.

Studi tentang beberapa alasan diadakannya usaha pendidikan luar sekolah di beberapa desa daerah Kotamadya Malang / Subroto

 

Pengaruh pengajaran koperasi terhadap tumbuhnya minat berkoperasi siswa di SMA Negeri Kodya Malang / oleh Djoko Subroto

 

Peranan Lembaga Pemasyarakatan Anak Negara di Blitar dalam menaggulangi masalah kenakalan anak (suatu tinjauan dari segi pendidikan) / Suciati

 

Perbedaan prestasi akademik mahasiswa FIP yang aktif dengan tidak aktif dalm organisasi intra kampus IKIP Malang / Dino Sudana

 

Studi tentang pendidikan moral pancasila dalam rangka membina warga negara yang baik / Sudarmadji

 

Studi tentang saluran komunikasi yang dipergunakan kepala kantor departemen P dan K Kecamatan dalam pembinaan teknis edukatif terhadap kepala sekolah dasar negeri di wilayah kerja kantor departemen P dn K Kabupaten Pamekasan / Sudarman

 

Makna arsitektur dan ornamentasi kelenteng Hong San Kiong Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang beserta muatan pendidikannya / Elys Tria Widyatama

 

Widyatama, Elys. T. 2014. Makna Arsitektur dan Ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang serta Muatan Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Sujud P. J, M.Hum, (II) Dr. Abdul Latief Bustami, M.Si. Kata kunci: makna, arsitektur, ornamentasi, Kelenteng Hong San Kiong Hasil kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kabupaten Jombang tersebar dalam tiga titik antara lain di kawasan Gudo, Jombang, dan Mojoagung, masing-masing daerah tersebut terwakili dengan adanya bangunan Kelenteng. Kelenteng Tertua terdapat di daerah Gudo yaitu Kelenteng Hong San Kiong. Selain itu keadaan Kelenteng Hong San Kiong baik arsitektur dan ornamentasi yang ada masih terjaga dengan baik. Dengan keadaan tersebut, maka keaslian arsitektur dan ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong ini dapat dijadikan objek untuk menyingkap makna arsitektur dan ornamentasi hasil dari kebudayaan Tionghoa yang menyebar di daerah Gudo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang serta gambaran kepercayaan masyarakat Tri Dharma yang ada di Gudo, (2) bentuk dan makna arsitektur serta ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang beserta muatan pendidikannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode arkeologi. Data penelitian berupa data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal sebagai berikut. Pertama, keberadaan Kelenteng Hong San Kiong tidak dapat terlepas dari peran keluarga Tan sebagai pengikut Kong Co Kong Tik Cun Ong, Kelenteng Hong San Kiong telah ada sejak abad ke-17 dan dikenal dengan “omah blek”, dewa yang paling disegani dalam Kelenteng Hong San Kiong adalah Kong Co Kong Tik Cun Ong setelah Thian Gong. Kedua, bentuk arsitektur dan ornamentasi sebagian besar masih mengikuti aturan umum dan aturan Feng Shui tetapi dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan geografis Gudo, gaya arsitektur Kelenteng Hong San Kiong juga terdapat akulturasi dengan gaya arsitektur Jawa, dalam aplikasi ornamentasi menggunakan klasifikasi motif yaitu flora, fauna, geometri, tokoh, dan alam. Dalam segi arsitektur sebagian besar mengungkapkan makna spiritual antara manusia dengan zat adikodrati, sedangkan dari segi ornamentasi menyiratkan makna tuntunan hidup yang disimbolkan dengan keberadaan mahluk ciptaan Tuhan sehingga terjadi suatu keselarasan. Makna arsitektur dan ornamentasi mempunyai faktor pendidikan yang mengungkap nilai-nilai dasar filosofis kehidupan masyarakat Tri Dharma sebagai upaya pengungkapan jati diri kebudayaan leluhur etnis Tionghoa Gudo. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian pada aspek pergeseran nilai filosofis dari bentuk arsitektur dan ornamentasi Kelenteng Hong San Kiong yang ada di Gudo Jombang sehingga dapat menambahkan dan mengembangkan kajian ilmiah yang ada.

Studi perbandingan terhadap sikap warga pembinaan kesejahteraan keluarga pada norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Malang
Sudarmanto

 

Validasi instrumen tes isomorfik untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa SMA pada materi hukum Newton dan gaya / Fatmaliah Agustina

 

Agustina, Fatmaliah. 2014. Validasi Instrumen Tes Isomorfik untuk Mendiagnosis Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Hukum Newton dan Gaya. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si, (II) Dr. Muhardjito, M.S. Kata Kunci: miskonsepsi, instrumen tes isomorfik, validitas empirik.    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui miskonsepsi siswa SMA mengenai materi Hukum Newton dan gaya menggunakan instrumen tes isomorfik dan melalui wawancara. Miskonsepsi siswa menurut analisis instrumen tes isomorfik dibandingkan dengan hasil wawancara untuk menentukan validitas empirik instrumen tes isomorfik dalam mendiagnosis miskonsepsi mengenai materi Hukum Newton dan gaya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X dan XI program IPA di SMAN 3 Malang.    Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari observasi, jawaban siswa pada instrumen tes isomorfik, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA mengalami miskonsepsi pada materi Hukum Newton dan gaya. Miskonsepsi mengenai materi Hukum Newton dan gaya menurut analisis instrumen tes isomorfik sesuai dengan hasil wawancara siswa. Oleh karena itu instrumen tes isomorfik dinyatakan valid untuk mendiagnosis miskonsepsi fisika. Selain itu ditemukan pula bahwa instrumen tes isomorfik yang disusun dengan baik tidak hanya dapat mendiagnosis namun juga dapat memetakan level konsepsi, mendiagnosis konsepsi resesif, serta membedakan antara siswa yang mengalami miskonsepsi dan siswa yang lemah penguasaan konsep dengan cepat dan akurat.

Peranan Majelis Islam 'Ala Indonesia (MIAI) pada masa pendudukan bala tentara Jepang di Indonesia tahun 1942-1945 / oleh Suwarno Muhammad Chitro Sudarmo

 

Pengembangan model asesmen formatif berbantuan perangkat bergerak (mobile device) pada kompetensi dasar menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa / Heri Andriyani Anwar

 

Anwar, Heri Andriyani. 2014. Pengembangan Model Asesmen Formatif Berbantuan Perangkat Bergerak (Mobile Device) pada Kompetensi Dasar Menganalisis Cara Kerja Alat Optik Menggunakan Sifat Pencerminan dan Pembiasan Cahaya oleh Cermin dan Lensa. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si, (II) Parno, M.Si Kata Kunci: asesmen formatif, model asesmen formatif berbantuan perangkat bergerak, alat optik    Asesmen yang dilaksanakan guru pada saat ini belum memberikan balikan yang spesifik dalam waktu yang singkat kepada siswa. Kendala yang dialami guru adalah lamanya waktu koreksi dan analisis yang disebabkan oleh banyaknya jumlah siswa. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan model asesmen formatif berbantuan perangkat bergerak untuk mendukung pembelajaran fisika pada kompetensi dasar menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa, serta mengukur kelayakan produk tersebut melalui uji validasi.      Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk validasi dan uji kualitas produk. Kegiatan validasi meliputi validasi butir soal dilaksanakan oleh guru dan validasi produk pengembangan dilaksanakan oleh guru dan dosen. Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SMAN 1 Campurdarat. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator dan tanggapan siswa berdasarkan skala Likert, serta data kualitatif berupa komentar dan saran yang diberikan oleh validator. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa dari 30 butir soal 28 diantaranya dalam kategori baik dan tidak memerlukan revisi, sedangkan dua butir soal dalam kategori cukup baik dan telah direvisi. Model asesmen formatif ini mendapat kategori baik untuk 11 butir penilaian validasi, namun ada satu butir penilaian mendapat kategori cukup baik dan telah direvisi. Produk juga telah direvisi berdasarkan data kualitatif yang meliputi komentar dan saran dari validator. Produk yang dihasilkan sudah dikatakan layak namun masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, serta uji coba yang berulang agar lebih diketahui kualitas produk pengembangan.

Penerapan classwide peer tutoring untuk meningkatkan penalaran matematika siswa kelas VII-C SMP Darul Ukhuwwah pada pokok bahasan pecahan / Ade Kurniawan

 

Kurniawan, Ade, 2014, Penerapan Classwide Peer Tutoring untuk Meningkatkan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII-C SMP Darul Ukhuwwah Pada Pokok Bahasan Pecahan.Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd. dan (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata Kunci : Classwide Peer Tutoring, Penalaran Matematika, pecahan.   Penalaran sangat dibutuhkan oleh peserta didik sehingga dapat menganalisis setiap masalah yang muncul secara jernih, dapat memecahkan masalah dengan tepat, dapat menilai sesuatu secara kritis dan objektif, serta dapat mengemukakan pendapat maupun idenya secara runtut dan logis. Penalaran adalah proses dari budi manusia yang berusaha tiba pada suatu keterangan baru dari sesuatu atau beberapa keterangan lain yang telah diketahui dan keterangan yang baru itu mestilah merupakan urutan kelanjutan dari sesuatu atau beberapa keterangan yang semula itu.Berdasarkan hasil jawaban tes awal menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan dalam kemampuan penalaran, dimana siswa belum mampu menguraikan permasalahan pecahan yang diberikan (dari bentuk gambar, benda-benda maupun soal cerita) ke dalam bentuk pecahan. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran agar memperbaiki proses belajar serta meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas diantaranya adalah metode Classwide Peer Tutoring. Merupakan metode pembelajaran dengan cara memberikan kesempatan kepada seluruh siswa didalam kelas dengan terlibat secara aktif dimana siswa berperan sebagai tutor maupun tutee dalam suatu sesi pembelajaran.      Tujuan dalam penelitian ini adalah dengan penerapan Classwide Peer Tutoring dapat meningkatkan penalaran matematika siswa SMP Darul Ukhuwwah kelas VII-C pada pokok bahasan pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas      Tahapan penelitian ini peneliti terlebih dahulu menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran. Peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan materi pecahan yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selanjutnya peneliti menjelaskan LKS yang telah dibagikan kepada masing-masing tutor (siswa yang mengajarkan), kemudian tutor mendampingi tute (siswa yang diajarkan) menyelesaikan LKS tersebut. Siswa yang bertugas menjadi tutor akan mendapangi temannya yang bertugas menjadi tute dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam LKS. Pada proses pendampingan peneliti meminta tutor untuk aktif bertanya kepada tute tentang masalah yang dihadapi oleh tute dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam LKS. Setelah siswa yang bertugas menjadi tute selesai mengerjakan LKS maka selanjutnya akan berganti peran menajadi tutor. Hal yang sama dilakukan oleh peneliti dimana akan memberikan bimbangan sebelum tutor mendampingi tute menyelasaikan masalah yang ada dalam LKS. Dalam tahapan terakhir Peneliti mengevaluasi siswa dengan cara memberikan tes secara individual. Selanjutnya peneliti memberikan penghargaan kepada siswa yang diharapkan dapat memacu siswa agar lebih giat belajar dan minat siswa belajar matematika meningkat.       Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa (a) hasil tes akhir tindakan menyatakan memenuhi kriteria minimal penalaran yaitu cukup bernalar, (b) hasil observasi aktivitas guru tergolong sangat baik, dan (c) hasil observasi aktivitas siswa tergolong sangat baik. Hal ini menunjukkan pembelajaran penerapan CWPT dapat meningkatkan penalaran matematika pada siswa kelas VII-C SMP Darul Ukhuwwah. Respon siswa terhadap pembelajaran CWPT pada materi pokok bahasan pecahan sangat senang.        Berdasarkan penelitian ini, bagi peneliti lain yang mempunyai keinginan untuk mengadakan penelitian tentang CWPT, sebaiknya dapat melaksanakannya pada materi matematika yang berbeda dan dilakukan di sekolah yang lain sehingga dapat memperoleh suatu gambaran yang lebih sempurna.

Penyelidikan tentang kebiasaan hidup sehat di rumah anak-anak kelas tiga Sekolah Dasar Negeri Kotamadya Malang / Sudarman Pandi Sudarto

 

Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada matapelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu / Alfiani Masruroh

 

Masruroh, Alfiani. 2014. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Matapelajaran Akuntansi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Tuhardjo, S.E, M.Si, Ak, (2) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: pembelajaran kooperatif model TGT, motivasi, hasil belajar Dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Strategi yang dapat dilakukan guru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini memiliki perbedaan dengan model pembelajaran kooperatif yang lain yaitu adanya unsur permainan. Dengan adanya permainan, siswa dihadapkan pada suatu kompetisi antar kelompok yang menuntut siswa berpikir secara cepat dan tepat untuk keberhasilan kelompok. Berdasarkan uraian tersebut, maka dicobakan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada matapelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen (diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT) dan kelas XI IPS 5 yang berjumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol (diajar dengan pembelajaran konvensional). Hasil uji T menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yaitu sebesar 0,004< 0,05. Demikian juga dengan variabel hasil belajar yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yaitu sebesar 0,009< 0,05. Melalui hasil analisis ini dapat diketahui bahwa hipotesis penelitian untuk variabel motivasi belajar siswa dan variabel hasil belajar siswa diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi kepala sekolah SMA Negeri 1 Batu untuk memperbaiki sistem pembelajaran agar terjadi perbaikan pada kualitas pembelajaran yang inovatif dan kreatif serta dapat membuat motivasi dan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. (2) guru akuntansi sebaiknya dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran sehingga siswa menjadi termotivasi untuk belajar. Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang disertai dengan adanya permainan dalam pembelajaran dan adanya suatu kompetisi antar kelompok membuat hasil belajar siswa dapat meningkat. (3) para siswa harus lebih mandiri dan bisa membangun pengetahuannya sendiri serta dapat berpikir cepat dan tepat untuk menghadapi kompetisi di kelas. (4) penelitian selanjutnya diharapkan mengukur motivasi belajar siswa tidak hanya dengan angket, akan lebih baik jika pengumpulan data dikombinasikan dengan teknik wawancara dan observasi, memperluas penilaian hasil belajar pada ranah afektif serta psikomotorik dan membuat soal pre test dan post test dengan proporsi jumlah soal yang seimbang sesuai dengan indikator yang ada.

Masa pemberontakan Ronggolawe / oleh A. Sudarwati

 

Pemanfaatan lingkungan sekolah untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar biologi melalui inkuiri terbimbing berbasis lesson study / Berty Marlington

 

Marlington, Berty. 2014. Pemanfaatan Lingkungan Sekolah untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Biologi melalui Inkuiri Terbimbing berbasis Lesson Study. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo M.Sc, Ph.D., (2) Dr. Hj. Dahlia, M.S. Kata Kunci: lingkungan sekolah, inkuiri terbimbing, Lesson Study, keterampilan proses, hasil belajar.     Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X Mat-Sains 2 SMA Negeri 1 4 Malang, diketahui bahwa proses pembelajaran cenderung mengguna-kan metode diskusi-presentasi. Kegiatan praktikum dilakukan dengan intensitas yang kurang. Berdasarkan hasil observasi juga diketahui bahwa keterampilan proses siswa kurang nampak. Dari kurangnya keterampilan proses siswa tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan pemanfaatan lingkungan sekolah melalui inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study. Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut: (1) mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan sekolah melalui inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study dalam meningkatkan keterampilan proses siswa; (2) mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan sekolah melalui inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study dalam meningkatkan hasil belajar siswa; dan (3) mengetahui respon siswa terhadap pemanfaatan lingkungan sekolah melalui inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study.     Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui Lesson Study. Tahap penelitian tindakan kelas adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, sedangkan tahap Lesson Study adalah plan, do, see. Penelitian dilakukan pada materi Plantae selama 2 siklus penelitian tindakan kelas dengan 7 siklus Lesson Study. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, angket, dan tes. Keterampilan proses siswa diukur menggunakan lembar observasi keterampilan proses. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Respon siswa diketahui melalui angket respon yang diberikan tiap akhir siklus.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses dan hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan observasi, keterampilan proses siswa mengalami peningkatan sebesar 8%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 23%. Pada ranah afektif, hasil belajar juga meningkat sebesar 15%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pemanfaatan lingkungan sekolah melalui inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa.     Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran yang dapat diberikan adalah pemanfaatan sumber belajar yang ada di sekitar siswa harus lebih dioptimalkan dengan memperhatikan alokasi waktu yang akan digunakan.

Evaluasi hasil pengajaran Ilmu Hayat dengan pendekatan Ekologi di SMP Negeri di Kota Madya Malang / A. Slamet Sudibyo

 

Keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi spasial serangga predator (anggota Coccinellidae) pada lahan tanaman tunggal dan tanaman campuran di Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu / Mukahmmad Munzaini Abdillah

 

Abdillah, Mukhammad Munzaini. 2014. Keanekaragaman, Kelimpahan, dan Distribusi Spasial Serangga Predator (Anggota Coccinellidae) Pada Lahan Tanaman Tunggal dan Tanaman Campuran di Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: keanekaragaman, kelimpahan, distribusi spasial, Coccinellidae     Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu merupakan salah satu sentra perkebunan sayur yang terdapat di propinsi Jawa Timur. Salah satu jenis tanaman yang ditanam di agroekosistem daerah tersebut yaitu tanaman kubis. Petani kubis banyak mengalami kerugian pada hasil panen karena serangan hama aphids. Petani kubis mengendalikan populasi hama aphids dengan mengandalkan pestisida sintetik, namun dapat berakibat resurgensi pada hama dan menurunnya populasi serangga predator. Meningkatkan populasi serangga predator dapat dilakukan dengan berbagai cara misalkan manipulasi agroekosistem dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan. Peranan Coccinellids predator dalam agroekosistem yang sangat penting untuk mengendalikan keberadaan hama aphid, maka dilakukan penelitian mengenai keanekaragaman, kelimpahan, dan distribusi spasial serangga predator Coccinellidae pada lahan tanaman tunggal (kubis) dan tanaman campuran (kubis-wortel).     Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan dilakukan pada bulan Januari-April 2014 pada dua area pertanian yang berbeda, yaitu area tanaman tunggal (kubis) dan tanaman campuran (kubis-wortel). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode titik dengan cara menentukan titik secara diagonal. Pengumpulan sampel dilakukan dengan cara mengambil serangga Coccinellidae menggunakan tangan secara langsung. Hubungan faktor abiotik dengan kelimpahan dan jumlah jenis digunakan analisis statistik dengan program SPSS (analisis regresi).     Keanekaragaman dan kelimpahan serangga predator Coccinellidae pada kedua lahan menunjukkan hasil yang berbeda. Nilai indeks keanekaragaman area tanaman campuran cenderung lebih tinggi yaitu sebesar 1,952 dan area tanaman tunggal 1,137. Kelimpahan relatif tertinggi pada area tanaman tunggal dimiliki oleh Menochilus sexmaculata sebesar 53,3% dan area tanaman campuran dimiliki oleh Coccinella transversalis sebesar 38,2%. Distribusi spasial serangga Coccinellidae sebarannya cenderung tinggi pada area tanaman campuran dengan ditemukannya sejumlah 10 jenis dengan jumlah individu sebanyak 34 individu dan area tanaman tunggal ditemukan sejumlah 4 jenis dengan jumlah individu sebanyak 15 individu. Keberadaan Coccinellidae predator dalam agroekosistem diharapkan dapat megendalikan populasi hama Aphidae. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai siklus hidup, tanaman inang, daya predasi, distribusi temporal dan dinamika populasi pada musim yang berbeda.

Bernard Shaw as A Social Critic / Sudijah

 

Pengaruh kemandirian dan variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar pemrograman WEB siswa kelas XI Kompetensi Keahlian TKJ SMKN 8 Malang / Winda Sulistyana

 

Sulistyana, Winda. 2014. Pengaruh Kemandirian dan Variasi Model Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian TKJ SMKN 8 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sujono, M.T. (2) Triyanna Widyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci: Kemandirian Belajar, PBL, STAD, Hasil Belajar        Berdasarkan observasi di SMKN 8 Malang dan wawancara dengan guru Pemrograman Web kelas XI diketahui bahwa terdapat siswa yang memiliki nilai di bawah KKM, selain itu juga diketahui bahwa metode yang digunakan adalah DI (Direct Instruction) untuk semua kelas, metode DI diawali dengan guru menjelaskan kemudian siswa diberi latihan praktikum. Kegiatan pembelajaran tersebut menyebabkan siswa kurang memiliki inisiatif dalam menentukan tujuan belajar dan mengorganisir kegiatan belajarnya, karena cenderung bergantung pada instruksi guru di kelas. Hal ini yang dapat mengakibatkan kurangnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Merujuk permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan suatu model pembelajaran yang dilaksanakan pada siswa dengan tingkat kemandirian tinggi dan tingkat kemandirian rendah terhadap hasil belajar Pemrograman Web.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2. Uji hipotesis dilakukan dengan uji ANOVA dua jalur untuk mengetahui signifikansi interaksi kemandirian belajar dan penggunaan model pembelajaran terhadap hasil belajar Pemrograman Web dan uji Post-Hoc-Comparison untuk mengetahui per-bedaan rata-rata hasil belajar siswa dengan tingkat kemandirian tinggi pada kelas PBL (XA1B1), rata-rata hasil belajar siswa dengan tingkat kemandirian rendah pada kelas PBL (XA1B2), rata-rata hasil belajar siswa dengan tingkat kemandirian tinggi pada kelas STAD (XA2B1), rata-rata hasil belajar siswa dengan tingkat kemandirian rendah pada kelas STAD (XA2B2). Uji hipotesis dilakukan dengan bantuan Software SPSS 21, dimana ANOVA dua jalur dan Post-Hoc-Comparison pada taraf signifikansi 0,05.    Hasil uji interaksi antara kemandirian dan penggunaan model pembelajaran me-nunjukkan probabilitas 0,023 sehingga ada interaksi yang signifikan antara kemandirian dan penggunaan model pembelajaran terhadap hasil belajar Pemrograman Web. Hasil uji perbedaan XA1B1 dan XA2B1 menunjukkan probabilitas 0,016 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dengan kemandirian tinggi pada kelas PBL dan pada kelas STAD. Hasil uji perbedaan XA1B2 dan XA2B2 menunjukkan probabilitas 1,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada siswa dengan tingkat kemandirian rendah, baik yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL maupun dengan model STAD. Hasil uji perbedaan XA1B1 dan XA1B2 menunjukkan probabilitas 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dengan kemandirian tinggi dan kemandirian rendah pada kelas PBL. Hasil uji perbedaan XA2B1 dan XA2B2 menunjukkan probabilitas 0,018 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dengan kemandirian tinggi dan kemandirian rendah pada kelas STAD. Hasil uji perbedaan XA1B1 dan XA2B2 menunjukkan probabilitas 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dengan kemandirian tinggi pada kelas PBL dan kemandirian rendah pada kelas STAD. Hasil uji perbedaan XA1B2 dan XA2B1 menunjukkan probabilitas 0,016 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dengan kemandirian rendah pada kelas PBL dan kemandirian tinggi pada kelas STAD.

Hubungan peran kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, dan kinerja guru dengan produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan / Ignatius Korebima Lautloly

 

Lautloly, Iginatius Korebima. 2014. Hubungan Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Organisasi, dan Kinerja Guru dengan Produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (II) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd. Kata Kunci: produktivitas sekolah, peran kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, kinerja guru. Ukuran keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, serta suasan lingkungan kerja terletak pada produktivitas sekolah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti interaksi variabel baik secara langsung maupun tidak langsung yang akan berdampak kepada peningkatan produktivitas sekolah. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui gambaran peran kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, kinerja guru, dan produktivitas sekolah; 2) mengetahui hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim organisasi; 3) mengetahui hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru; 4) mengetahui hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan produktivitas; 5) mengetahui hubungan secara langsung antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru; 6) hubungan secara langsung antara iklim organisasi sekolah dengan produktivitas; 7) mengetahui hubungan secara langsung antara kinerja guru dengan produktivitas; 8) mengetahui hubungan tidak langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru melalui iklim organisasi; 9) mengetahui hubungan tidak langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan produktivitas; 10) mengetahui hubungan tidak langsung antara iklim organisasi sekolah dengan produktivitas; 11) dan hubungan langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru; 12) serta hubungan langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, dan kinerja guru yang secara bersama-sama terhadap produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Model analisis data dalam penelitian dengan menggunakan analisis jalur (path analysis), dimana hubungan antar variebel penelitian dibagi dalam tiga struktur yang tersusun secara hirarkis. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisis regresi sederhana dan ganda. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 186 guru, sedangkan sampel penelitian sebanyak 126 guru yang diperoleh dengan menggunakan teknik proposional random sampling yang berasal dari 11 SMA di Kabupaten Buru Selatan. Hasil dekriptif data terhadap seluruh variabel penelitian menunjukan bahwa peran kepemimpinan kepala SMA di Kabupaten Buru Selatan memiliki peran kepemimpinan cukup baik dengan presentase sebesar 62,70%, iklim organisasi sekolah dalam kondisi yang baik dengan presentase sebesar 45,24%, guru memiliki kinerja yang cukup baik dengan presentasi sebesar 57,14%, dan produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan juga cukup baik dengan presentasi sebesar 57,14%. Selanjutnya hasil perhitungan dengan analisa regresi menunjukan (1) terdapat hubungan langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim organisasi sekolah, (2) terdapat hubungan hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, (3) terdapat hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan produktivitas SMA, (4) terdapat hubungan secara langsung antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru, (5) terdapat hubungan secara langsung antara iklim organisasi sekolah dengan produktivitas SMA, (6) terdapat hubungan secara langsung antara kinerja guru dengan produktivitas SMA, (7) terdapat hubungan tidak langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru melalui iklim organisasi SMA, (8) terdapat hubungan tidak langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan melalui kinerja guru, (9) terdapat hubungan tidak langsung antara iklim organisasi sekolah dengan produktivitas SMA di Kabupaten Buru Selatan melalui kinerja guru, (10) terdapat hubungan langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru, dan (11) terdapat hubungan langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, dan kinerja guru yang secara bersama-sama terhadap produktivitas SMA. Dari hasil penelitian ini diharapkan oleh (1) dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Buru Selatan memprioritaskan peningkatan produktivitas sekolah pada aspek pengembangan profesi keguruan dengan jalan menyelenggarakan berbagai pelatihan baik yang diselenggarakan di sekolah maupun di luar sekolah, (2) kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga memprioritas peran kepemimpinan kepala sekolah yang produktif terutama pada aspek perilaku kepemimpinan yang ada di sekolah, karena peran kepemimpinan kepala sekolah mempunyai efek yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan produktivitas sekolah (3) kepala sekolah hendaknya terus meningkatkan kemampuan manajerial terutama meningkatkan produktivitas sekolah dengan menerapkan perannya sebagai pemimpin dalam menciptakan iklim organisasi secara efektif dan meningkatkan kemampuan kinerja guru pada masing-masing sekolah, (4) paru guru dapat meningkatkan kinerjanya terutama aspek profesionalitas dalam kegiatan belajar mengajar (teaching and learning process) di dalam kelas dengan jalan berperan secara aktif di dalam mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja guru, (5) para guru diharapkan mampu menjaga iklim organisasi sekolah secara efektif, baik dalam proses belajar mengajar, hubungan antara teman sejawat, hubungan dengan lingkungan sekolah, serta dengan masyarakat yang berada di sekitar sekolah, (6) bagi penelitian lain dalam pengembangan penelitian utamanya dalam mengkaji produktivitas sekolah agar tidak hanya memperhatikan variabel yang ada dalam penelitian ini sebab dalam penelitian ini hanya membahas tiga variabel yang mempunyai efek secara langsung dan tidak langsung dengan produktivitas sekolah, yaitu peran kepemimpinan kepala sekolah.

Some culture problems in teaching English to Indonesian students / Moch. Sudjai

 

Studi tentang kesulitan-kesulitan pada pelaksanaan pengajaran praktek bengkel/mesin perkakas di Jurusan Mesin FPTK IKIP Malang dalam hubungannya dengan prestasi mahasiswa
Dwi Agus Sudjimat

 

Studi tentang rembug desa di Desa Paron Kecamatan Gampingrejo Kabupaten Kediri / oleh Sudjito

 

Studi tentang pelaksanaan praktek keguruan calon guru Fisika FKIE IKIP Malang / oleh Pamudji Sudjoko

 

Eksistensi matriks invertibel atas semiring boole / Trityas Ayu Pramitasari

 

Pramitasari, Trityas Ayu. 2014. Eksistensi Matriks Invertibel atas Semiring Boole. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hery Susanto, M.Si. Kata Kunci: semiring Boole, matriks invertibel.     Matriks invertibel adalah matriks yang mempunyai balikan terhadap operasi perkalian. Telah diketahui bahwa matriks ukuran atas lapangan adalah invertibel jika dan hanya jika . Berdasarkan hasil tersebut akan dikembangkan pada matriks atas semiring Boolean dengan unsur satuan.     Semiring merupakan konsep struktur aljabar dengan dua operasi biner, penjumlahan dan perkalian yang dinotasikan secara berurutan sebagai dan yang memenuhi semigrup terhadap operasi tambah dan semigrup terhadap operasi kali, serta berlaku dua hukum distributif, yaitu distributif kanan dan distributif kiri. Semiring Boole adalah semiring komutatif dengan unsur nol sedemikian sehingga untuk setiap .     Pada skripsi ini akan dikaji jurnal yang ditulis oleh N. Sirasuntorn, S. Sombatboriboon, dan N. Udomsub, dengan judul “Inversion of Matrices over Boolean semirings” yang menunjukkan bahwa matriks berukuran atas semiring Boole dengan unsur satuan adalah invertibel jika dan hanya jika , dan untuk setiap , dimana merupakan determinan positif dan merupakan determinan negatif . Selanjutnya, skripsi ini dilengkapi dengan beberapa contoh sebagai ilustrasi.     Dalam rangka melengkapi teorema utama dalam jurnal N. Sirasuntorn, S. Sombatboriboon, dan N. Udomsub, digunakan jurnal algebra yang ditulis oleh Rentenauer dan Straubing dengan judul “Inversion of Matrices over a Commutative Semiring” yang menunjukkan bahwa jika dan merupakan matriks ukuran atas semiring komutatif, maka mengakibatkan .     Penguji Utama

Analisis kemampuan siswa kelas V dalam menemukan pesan moral yang termuat pada mass media di SDN Bumiayu 3 Kota Malang / Ghalih Eka Kusumaaji

 

ABSTRAK Kusumaaji, Ghalih Eka. 2015. Analisis Kemampuan Siswa Kelas V Dalam Menemukan Pesan Moral Yang Termuat Pada Mass Media Di SDN Bumiayu 3 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar, S.Pd, M.Si, Pembimbing (2) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata kunci : Analisis, Kemampuan Siswa , Menemukan, Pesan Moral, Mass Media. Mass Media Secara garis besar merupakan pemahaman konsep tentang komunikasi massa, yaitu komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan media massa seperti televisi, radio, koran ataupun majalah yang ditujukan kepada khalayak yang luas . Pada mass media banyak termuat iklan yang memuat ungkapan persuasif dan informasi. Pada mass media juga banyak cerita pengalaman ataupun tanggapan yang mengandung pesan moral. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan ungkapan persuasif pada iklan, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan informasi yang terdapat pada iklan, dan (3)untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan pesan moral pada cerita pengalaman ataupun tanggapan yang termuat pada mass media. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini yang berupa paparan bahasan dalam bentuk naratif tentang kemampuan siswa dalam menemukan ungkapan persuasif, informasi pada iklan dan kemampuan siswa dalam menemukan pesan moral yang terdapat pada cerita pengalaman atau tanggapan yang termuat dalam mass media. Pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian 54 responden di kelas V SDN Bumiayu 3, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sebanyak 15 siswa atau sebesar 28% siswa yang mampu menemukan ungkapan yang mengandung makna persuasif dari dua iklan yang berbeda. Kedua, hanya 6 siswa atau sebesar 11% siswa yang mampu menemukan keseluruhan informasi dari dua iklan yang berbeda. Dan ketiga, sebanyak 19 siswa atau sebesar 35% siswa yang mampu menemukan pesan moral yang terdapat pada cerita pengalaman atau tanggapan yang termuat pada mass media. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan, bahan rujukan dan perbandingan untuk penelitian-penelitian selanjutnya, dikarenakan masih banyak aspek yang perlu diteliti pada siswa terkait tentang pembahasan moral.

A study on the techniques of teaching english in the first grade of the International primary school laboratory of UM / Suci Maharani

 

Studi tentang desain media publikasi di IKIP MALANG / oleh Baso Marannu

 

Analisis cerpen Qalbu Al Ummi karya Abdul Razaq Al Kailani / Lutfi Ulfah Faridah

 

ABSTRAK Faridah, Lutfi Ulfah. 2015. Perempuan dalam Cerpen Qalbu Al Ummi Karya Abdul Razaq Al Kailani. Skripsi, JurusanSastra Arab FakultasSastraUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. HanikMahliatussikah, M. Hum, (2) IbnuSamsul Huda, S.S, M.A Kata kunci: feminis, kân yâ mâ kân, qalbu al ummi, cerpen, nilai-nilai Cerpen Qalbu Al Ummimembahas tentang kehidupan seorang ibu. Berbagai macam cerita yang mengacu pada satu tema, pengorbanan seorang ibu demi kesejahteraan dan kebahagiaan anaknya. Cerpen ini merupakan bagian dari kumpulan cerpen dalam buku Kân Yâ Mâ Kânyang didalamnya berisi kisah-kisah inspiratifdengan tujuan untuk memperbaiki moral pembaca muda. Berkaitan dengan itu diperlukan pembahasan pembahasan untuk memperkenalkan cerpen Qalbu Al Ummikepada masyarakat dan untuk menunjukkan sikap yang seharusnya dilakukan oleh perempuan dalam menjalani kehidupan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tema-tema dan tokoh dan penokohan yang ada dalam cerpen Qalbu Al Ummi, pencitraan perempuan dalam cerpen tersebut, nilai-nilai yang muncul dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptifkualitatif. Jenispenelitiannyaadalahpenelitiankepustakaanataustudipustaka.Sumber data penelitian ini adalah teks cerpen Qalbu Al Ummi dalam buku Kân Yâ Mâ Kân. Adapun data penelitian ini adalah tema, tokoh dan penokohan, pencitraan perempuan, dan nilai-nilai dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Instrumen yang digunakan adalah human instrument. Setelah didapatkan data dari cerpen Qalbu Al Ummi, peneliti melakukan pengkajian terhadap semua kalimat yang mengandung tokoh dan penokohan, pencitraan perempuan, dan nilai-nilai. Teknik pengumpulan data dalam peneliti ini adalah studi dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan teknik pemeriksaan meliputi membaca ulang teks, melakukan ketekunan pengamatan, melakukan diskusi, dan melaksanakan konsultasi. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut, tema yang ada dalam cerpen Qalbu Al Ummiadalah jasa-jasa dan pengorbanan seorang ibu. Tokoh dan penokohan dalam cerpen ini meliputi tokoh utama, tokoh bawahan dengan karakter protagonis dan antagonis. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah ibu dengan karakter protagonis. Tokoh bawahan dalam cerpen ini adalah anak laki-laki, menantu, nabi sulaiman, bayi, perempuan bukan ibu kandung, dan orang shalih. Pencitraan perempuan dalam cerpen ini meliputi pencitraan positif dan negatif. Nilai-nilai yang muncul dalam cerpen ini adalah nilai moral, budaya, sosial, dan religius. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti berharap akan adanya penelitian lain mengenai nilai moral ataupun nilai yang lain dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Peneliti ini memiliki keterbatasan baik yang berkaitan dengan data, teknik penulisan, dan metodenya. Oleh karena itu disarankan kepada pihak yang berkompeten dalam bidang sastra untuk memberi masukan tentang penelitian ini, demi perbaikan penelitian-penelitian selanjutnya.

Korelasi antara volume penjualan dengan tingkat operating profit margin di perusahaan industri genteng UD. Utun" Cluring Banyuwangi
Bambang Sugeng"

 

Hubungan antara penggunaan Edmodo dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran seni tari kelas X IPA 2 di SMA Negeri 8 Malang / Dea Zuhriah Ramdhani

 

Ramdhani, Dea Zuhriah. 2014. Hubungan Antara Penggunaan Edmodo dengan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Seni Tari Kelas X IPA 4 di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd, (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Penggunaan Edmodo, Motivasi Belajar     Perkembangan teknologi secara tidak langsung dapat mempermudah proses belajar siswa. Karena dengan menggunakan teknologi yang sekarang utamanya akses internet, dapat mempermudah siswa dalam mencari sumber-sumber belajar. Pendidikan seni tari tujuan pembelajarannya adalah pengembangan kreativitas peserta didik. Kurang berkembangnya kreativitas menjadi kendala dalam pembelajaran seni tari saat ini. Edmodo merupakan media jejaring sosial yang digunakan oleh guru dan siswa sebagai alat interaksi ataupun komunikasi. Edmodo merupakan elemen sosial yang menyerupai facebook. Penggunaan Edmodo dipilih sebagai sarana yang memudahkan antara guru dengan siswa meskipun dijalan atau dirumah tanpa membatasi ruang dan waktu. Berdasarkan hal itulah akan timbul motivasi yang mendalam pada proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar.      Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui apakah ada hubungan antara penggunaan Edmodo dengan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran seni tari kelas X IPA 4 di SMA Negeri 8 Malang, (2) mengetahui tujuan siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Malang dalam menggunakan Edmodo, (3) mengetahui faktor yang memotivasi belajar siswa dalam pelajaran seni tari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian nomor 2 dan 3, dan korelasional untuk menjawab tujuan penelitian nomor 1. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena subjek penelitiannya berjumlah kurang dari 100 orang yaitu 34 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis uji korelasi dengan bantuan SPSS 19,0 for windows dengan taraf signifikansi 5%.     Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis uji korelasi, diketahui hasil penelitian mengatakan bahwa (1) tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari dalam dan motivasi belajar yang berasal dari faktor intrinsik memiliki korelasi positif sebesar 0,750, (2) tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari luar dan motivasi belajar yang berasal dari faktor intrinsik memiliki korelasi positif sebesar 0,731, (3) tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari dalam dan motivasi belajar yang berasal dari faktor ekstrinsik memiliki korelasi positif sebesar 0,648 dan (4) tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari dalam dan motivasi belajar yang berasal dari faktor ekstrinsik memiliki korelasi positif sebesar 0,712.     Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut: (1) siswa diharapkan lebih sering menggunakan Edmodo pada pembelajaran seni tari, karena Edmodo sangat berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang timbul karena adanya faktor intrisnik. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari dalam memiliki nilai beta standar yang tinggi jika dibanding dengan tujuan penggunaan Edmodo yang berasal dari luar terhadap motivasi ekstrinsik, (2) guru lebih meningkatkan penggunaan Edmodo dalam mata pelajaran seni tari karena dengan strategi yang baru dan menarik, siswa akan termotivasi belajarnya. Misalnya dengan memberikan materi-materi lain yang lebih banyak yang berkaitan dengan seni tari, sehingga menarik perhatian siswa untuk terus mengakses Edmodo. Namun guru harus lebih hati-hati dan tetap melakukan kontrol yang baik terhadap penggunaan Edmodo oleh siswa, sehingga siswa tidak sampai menyalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak berhubungan dengan pelajaran sekolah, (3) Peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini, yaitu disarankan untuk menggunakan metode eksperimen yang nantinya akan membandingkan nilai ataupun hasil belajar antara sampel yang merupakan kelas eksperimen (menggunakan Edmodo) dengan sampel yang merupakan kelas kontrol (tidak menggunakan Edmodo). Sehingga dapat terlihat mana yang lebih besar motivasi belajarnya dari yang menggunakan Edmodo dengan yang tidak menggunakan. Atau menambah variabel lain tidak hanya terpaut pada pengaruh Edmodo terhadap motivasi.

Trip dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
(Suatu tinjauan perjuangan bersenjata di daerah malang) / oleh Sugianto

 

Proses pembentukan hukum nasional / Sugiantoro

 

Motivasi belajar siswa berprestasi (potret motivasi siswa berprestasi dalam belajar bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Malang kelas XI Program IPA tahun 2012-2013) / Wima Ariya Menggala

 

Menggala, Wima Ariya. 2013. Motivasi Belajar Siswa Berprestasi: Potret Motivasi Siswa Berprestasi dalam Belajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 3 Malang Kelas XI Prog. IPA Tahun 2012-2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo H.S, M.Pd, (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata kunci: motivasi belajar, siswa berprestasi, bahasa indonesia. Penelitian tentang motivasi belajar menjadi salah satu upaya meningkatkan motivasi bejar siswa. Dari penelitian terdahulu, seperti hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar dan kedisiplinan, motivasi belajar dengan minat, hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar atau ekperimen motode/strategi untuk meningkatkan motivasi belajar turut mengisi upaya peningkatan motivasi belajar tersebut. Dari alasan inilah peneliti mengadakan penelitian motivasi belajar agar turut andil dalam peningkatan kualitas pendidikan. Perbedaannya ialah peneliti hanya menggambarkan motivasi belajar siswa berprestasi dan memfokuskan pada pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merumusan masalah menjadi dua pokok inti yang berhubungan dengan motivasi belajar siswa berprestasi dalam pelajaran bahasa indonesia, yaitu jenis motivasi belajar siswa berprestasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMAN 3 Malang dan fungsi motivasi belajar siswa berprestasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMAN 3 Malang. Penelitian dengan judul Motivasi Belajar Siswa Berprestasi; Potret Siswa Berprestasi dalam Belajar Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Malang XI Prog. IPA tahun 2012-201 dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methods). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan tujuan ingin mencapai deskripsi tentang, motivasi belajar siswa berpresatasi dengan menerangkan jenis dan fungsi motivasi belajar dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis temuan penelitian, jenis motivasi belajar siswa berprestasi SMAN 3 Malang program IPA dalam mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi motivasi internal, eksternal, dan positif-negatifl. Pertama, jenis motivasi internal dalam penelitian ini berupa keinginan mendapatkan prestasi lebih, selalu semangat pada mata pelajaran bahasa Indonesia, selalu belajar bahasa Indonesia ketika di rumah, berusaha bertanya ke teman, memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan percaya diri dalam praktik berbicara, serta termotivasi belajar bahasa Indonesia karena memang mereka tertarik pada pelajarannya dan sekaligus menganggap pelajaran BI sebagai bagian refresing yang tidak membebani. Kedua, bentuk motivasi eksternal yang ditemukan dalam penelitian ini berupa motivasi eksternal yang positif berupa dorongan dari orang tua, pergaulan antar-sesama teman (di dalam sekolah dan di luar sekolah), citraan guru pengajar, dan kondisi lingkungan sekolah/ sosial. Sementara itu, motivasi eksternal yang bersifat negatif berupa larangan membaca buku bacaan bahasa dan sastra, kecenderungan untuk lebih mendahulukan mata pelajaran lain, kurangnya intensitas pergaulan dengan komunitas kebahasaan, dan citraan guru yang kurang disukai siswa. Ketiga, bentuk motivasi positif-negatif yang ditemukan dalam penelitian ini berupa siswa respon positif dan negatif siswa terhadap penyediaan instrumen pendukung motivasi belajar, penyikapan siswa oleh guru dalam pembelajaran, kurikulum yang diberikan di sekolah, serta fasilitas/sarana prasarana yang dibuat/dipola sebaik-baiknya agar membantu siswa dalam belajar. Fungsi motivasi belajar siswa berprestasi SMAN 3 Malang program IPA dalam mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi fungsi motivasi internal, eksternal, dan positif-negatif. Pertama, fungsi dan peran motivasi internal yang ditemukan dalam penelitian ini berupa respon positif siswa untuk belajar sendiri, belajar kelompok, mengikuti organisasi dan ekstrakulikuler, dan bersaing dalam hal prestasi. Kedua, fungsi motivasi eksternal yang ditemukan terhadap citraan guru dalam mengajar, dukungan orang tua, lingkungan positif mereka di luar maupun di dalam sekolah, dan fasilitas dan keterkaitan siswa dalam lomba-lomba. Ketiga, fungsi motivasi positif-negatifl yang ditemukan dalam penelitian ini berupa respon positif siswa terhadap perlakuan guru dan instrumen yang diterapkan oleh guru (laboraturium bahasa, perpustakaan, dan lomba-lomba kebahasaan yang di adakan sekolah). Selain itu, respon positif terhadap motivasi positif-negatif juga. Analisis penelitian yang dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa terdapat motivasi dari siswa berprestasi untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka, dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar menjadi suatu hal yang berdampak positif bagi proses dan hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut tersebut, peneliti menyarankan agar guru mata pelajaran bahasa Indonesia hendaknya menerapkan pola pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan motivasi. Hal ini juga harus adanya dorongan dari sistem sekolah untuk memberikan kemudahan memanfaatkan fasilitas sekolah. Akan tetapi hal ini tidak boleh lepas dari pengawalan orang tua. Orang tua hendaknya mendukung dan tidak membeda-bedakan pelajaran satu dengan yang lainnya.

Pengaruh variasi temperatur post heating (annealing) hasil lasan baja karbon rendah terhadap laju korosi / Apriyanto

 

Apriyanto. 2013. Pengaruh Variasi Temperatur Post Heating (Annealing) Pada Hasil Lasan Baja Karbon Rendah Terhadap Laju Korosi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST, M.Pd., (II) Drs. H. Putut Murdanto, S.T, M.Pd. Kata Kunci: Variasi Temperatur Dan Laju Korosi      Setelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi temperatgur post heating (annealing) pada hasil lasan baja karbon rendah terhadap laju korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi hasil lasan pada baja karbon rendah setelah diannealing dengan variasi temperatur 850OC, 900OC dan 950OC.       Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah baja karbon rendah yang kemudian dilas dengan posisi 1G masing-masing diannealing dan diholding selama 60 menit kemudian diekspos dalam larutan H2SO4. Hasil penelitian rata-rata laju korosi dengan variasi temperatur 850oC, 900oC dan 950oC adalah 0,0485 mpy, 0,0457 mpy dan 0,0503 mpy. Laju korosi tertinggi terdapat pada temperatur 950oC adalah 0,0503 mpy, sedangkan nilai laju korosi terendah terdapat pada temperatur 950oC adalah 0,0457 mpy. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai laju korosi hasil lasan pada baja karbon rendah dengan variasi annealing. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur post heating annealing terhadap laju korosi hasil lasan baja karbon rendah berpengaruh.

Teorema ekuivalen Schroeder-Bernstein (the Schroeder-Bernstein equivalence theorem) / oleh Nanik Wuliyani

 

Studi tentang korelasi prestasi mahasiswa dalam matakuliah penunjang, proses belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi mahasiswa dalam matakuliah Mekanika Teknik Bangunan IV pada semester ganjil 1988/1989 di Jurusan PTB FPTK IKIP Malang
Sugiono

 

Pengembangan model pennilaian autentik berbasis kurikulum 2013 / Andra Setia Bhakti

 

Pengembangan Model Penilaian Autentik Berbasis Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, S. Pd., M. Si, (II) Dr. Muhardjito, M.Si. Kata Kunci: penilaian autentik, buku petunjuk     Salah satu elemen perubahan Kurikulum 2013 adalah pada standar penilaian. Standar penilaian pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik. Penilaian autentik mengumpulkan informasi tentang siswa dengan cara mengajak siswa untuk mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, penilaian autentik merupakan penilaian yang esensial terutama pada Kurikulum 2013, tetapi guru belum memiliki buku petunjuk. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian autentik berupa buku petunjuk praktis.     Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian pengembangan Borg dan Gall (1989) yang hanya dibatasi pada lima langkah penelitian yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba. Instrumen yang digunakan adalah penilaian angket untuk validator dan angket untuk uji coba lapangan awal. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitif dari nilai rata-rata validator sedangkan data kualitatif dari komentar dan saran validator serta guru.     Pada tahap pengembangan draf produk dilakukan validasi produk oleh seorang validator yang merupakan salah satu dosen fisika yang kompeten dalam bidang penilaian. Berdasarkan analisis data kuantitatif diperoleh hasil bahwa produk penelitian dan pengembangan cukup baik, tetapi perlu adanya revisi di beberapa bagian. Nilai rata-rata yang diperoleh dari analisis penilaian validator menurut ranah bahasa, konstruksi, dan materi sebesar 3; 2,56; 3. Selanjutnya, berdasarkan data kuantitatif dan kualitaitf dilakukanlah revisi produk. Setelah merevisi produk peneliti melakukan uji coba lapangan awal. Subjek uji coba lapangan awal merupakan lima orang guru fisika yang ada di Malang yaitu dua orang guru dari SMAN 4 Malang, dua orang guru dari SMAN 5 Malang, dan satu orang guru dari SMAN 2 Batu. Nilai rata-rata yang diperoleh dari analisis penilaian uji coba lapangan awal sebesar 3, 4. Nilai tersebut menunjukkan bahwa produk layak dipergunakan. Produk penelitian dan pengembangan berupa buku petunjuk guru dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mata pelajaran lain tetapi perlu dilakukan pula uji coba berulang sehingga produk yang dihasilkan lebih valid dan bisa dimanfaatkan.     

Studi tentang kesulitan-kesulitan mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FPTK IKIP Malang dalam matakuliah praktek kerja kayu dengan peralatan tangan
Sugito

 

Profil penyelesaian soal cerita materi operasi hitung campuran siswa kelas III SD se Gugus 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri / Bayu Gustama Kurniawan

 

Kurniawan, Bayu Gustama. 2014. Profil Penyelesaian Soal Cerita Materi Operasi Hitung Campuran Siswa Kelas III SD Segugus 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Goenawan Roebyanto M.Pd (II) Dra. Endang Setyo Winarni M.Pd. Kata Kunci: profil kesalahan, menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa kelas III SD Segugus 1 kecamatan Pesantren kota Kediri tahun ajaran 2013/2014 dalam menyelesaikan soal cerita materi pelajaran operasi hitung campuran yang ditinjau dari empat aspek, yaitu memahami soal, membuat kalimat (model) matematika, melakukan komputasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya deskriptif. Data kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tertulis. Penyajian hasil analisis deskriptif pada penelitian ini berupa tabulasi data yang berisi frekuensi dan persentase. Melalui hasil penyajian ini dapat diketahui persentase banyaknya subjek yang dapat mengerjakan soal dengan benar. Analisis data berupa persentase dengan menggunakan . A = banyak responden yang jawabannya salah pada tiap aspek , B = banyak responden butir pada tiap aspek. Jawaban siswa yang salah diidentifikasi ke dalam jenis kesalahan. Setelah itu secara acak beberapa siswa diwawancarai. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III segugus 1 dengan banyak 247 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa 5 soal cerita materi pelajaran operasi hitung campuran. Hasil penelitian diketahui kesalahan siswa dalam menjawab tes soal cerita materi operasi hitung campuran, sebagai berikut: a) kesalahan memahami masalah pada butir soal nomor 1, sebanyak 22 siswa (8,91%), butir soal nomor 2 sebanyak 12 siswa (4,86%), butir soal nomor 3 sebanyak 17 siswa (6,88%), butir soal nomor 4 sebanyak 48 siswa (19,43, butir soal nomor 5 sebanyak 25 siswa (10,12%). b) kesalahan perencanaan pada butir soal nomor 1, sebanyak 71 siswa (28,74%) melakukan kesalahan dalam membuat model matematika, butir soal nomor 2, sebanyak 154 siswa (62,35%), butir soal nomor 3, sebanyak 167 siswa (67,61%), butir soal nomor 4 sebanyak 200 siswa (80,97%), butir soal nomor 5, sebanyak 214 siswa (86,64%). c) kesalahan melakukan rencana penyelesaian, butir soal nomor 1 sebanyak 40 siswa (16,19%), butir soal nomor 2 sebanyak 47 siswa (19,03%), butir soal nomor 3 sebanyak 84 siswa (34,01%), butir soal nomor 4 sebanyak 135 siswa (54,66%), butir soal nomor 5 sebanyak 185 siswa (74,90%). d) kesalahan menarik kesimpulan, pada butir soal nomor 1 sebanyak 50 siswa (20,24%), butir soal nomor 2 sebanyak 73 siswa (29,55%), butir soal nomor 3 sebanyak 80 siswa (32,39%), butir soal nomor 4 sebanyak 132 siswa (53,44%), butir soal nomor 5 sebanyak 158 siswa (63,97%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan : disarankan guru memberikan banyak latihan dan bimbingan dalam menyelesaikan soal cerita. Para siswa, hendaknya selalu giat belajar, berlatih mengerjakan soal cerita dan tidak malu untuk bertanya tentang materi yang belum dikuasai. Bagi peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran. Hasil penelitian ini bisa ditindaklanjuti untuk penelitian berikutnya sebagai pengembangan pembelajaran matematika

Peranan Kantor Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kotamadya Malang dalam usaha menganggulangi kenakalan remaja / Bambang Sugito

 

Problematik pengajaran Bahasa Indonesia di SD masyarakat bahasa Jawa dialek Osing Banyuwangi / Dendy Sugono

 

Pelaksanaan CBSA bidang studi fisika kelas satu cawu III di SLTP Kodya Malang / oleh Masluchah

 

Pengaruh latihan kombinasi tricks and turns terhadap prestasi dribbling sepakbola siswa SSB Mahaputra Kota Malang / Hasto Pujo Pratowo

 

ABSTRAK Pujo, Hasto Pratowo. 2015. Pengaruh Latihan KombinasiTricks and TurnsterhadapPrestasi Dribbling SepakbolaSiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd. Kata Kunci: latihan kombinasi tricks and turns, dribbling sepakbola, siswa SSB Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan.Ada beberapa teknik yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola, terutama teknik menggiring bola (dribbling).Siswa SSB Maha Putra Kota Malang memiliki permasalahan dalammenggiring bola yaituketika dihadang lawan siswa tidak mengembangkan teknik dribbling dengan cara melewati lawan melainkan lebih memberikan umpan atau operan kepada teman. Hal ini disebabkan karena pelatih kurang memberikan porsi latihan yang bervariasi. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling yaitu dengan menggunakan latihan kombinasi tricks and turns. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihankombinasi tricks and turns terhadapprestasidribbling sepakbolasiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Maha Putra Kota Malang. Kemudian Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan kombinasi tricks and turns berjumlah 12 siswa dan kelompok komando berjumlah 12 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 16,91 > F tabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 0,20 < F tabel 4,30). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan kombinasi tricks and turns dengan latihan komando terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 5,93 > F tabel 4,30). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih SSB Maha Putra Kota Malang, sebaiknya menggunakan latihan kombinasi tricks and turns sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan komando terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang.

Peranan Bimas terhadap pendidikan para petani dalam rangka peningkatan produksi pangan di Desa Tamanan Kecamatan Trenggalek / Suhantoyo

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |