• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Artikel Pustakawan Perpustaakaan UM



KOMPETENSI DASAR PUSTAKAWAN DALAM MENULIS KARYA ILMIAH

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos    Selasa, 11 Agustus 2015 20:34
Abstrak. Kurang produktifnya pustakawan dalam melahirkan karya ilmiah disebabkan oleh  kurangnya motivasi dan keberanian dalam mengapresiasikan ide-ide dan gagasannya,  takut salah atau  gagal/ditolak, dan  terbelenggu oleh pekerjaan rutin. Dalam penulisan karya ilmiah seorang pustakawan dituntut memiliki kompetensi yang mencakup aspek : (1) Ilmu atau knowledge, (2) Keterampilan atau skill, (3) Perilaku atau attitude. Oleh karena itu, agar pilar-pilar kompetensi tersebut dapat benar-benar kokoh dan bermakna, dibutuhkan fondasi etis (ethical foundation) yang terdiri dari kecerdasan spiritual, moral dan etika serta integritas profesional.
 

UPAYA MENGATASI KECANDUAN ANAK DALAM MENONTON TELEVISI MELALUI PENYEDIAAN PERPUSTAKAAN KELUARGA

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos    Selasa, 11 Agustus 2015 20:22
Abstrak. Kehadiran televisi  telah  memberikan dampak negatif bagi kehidupan anak-anak terutama terkait dengan potret buram pertelevisian yang penuh dengan vulgarisme, seperti kekerasan, pornografi, dan gosip. Dampak yang terjadi bila anak terlalu banyak menonton televisi adalah : (1) Meningkatkan tingkah laku agresif. (2) Menghambat perkembangan keterampilan intelektual serta sosial, menurunkan kemampuan imajinasi dan kreativitas serta mengurangi kemampuan bermain sendiri. (3) Hal lain yang menyertai kepasifan ini adalah anak cenderung jadi lebih gemuk, bahkan bisa overweight, (4) Anak bermasalah  dalam bersoasialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Kehadiran perpustakaan keluarga merupakan usaha meminimalisasi pengaruh media elektronik saat ini yang kadang justru memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak.
 

PENINGKATAN KINERJA PUSTAKAWAN MELALUI PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA (IKLIM ORGANISASI) DAN MOTIVASI KERJA DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos    Selasa, 11 Agustus 2015 20:10
Abstrak.Perpustakaan PT berkewajiban untuk melakukan penataan dan perbaikan lingkungan kerja,  yang memungkinkan seorang pustakawan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal  sehingga  menghasilkan kinerja unggulan.
Lingkungan kerja yang menyenangkan sangat berperan dalam pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja dan bahkan juga dalam mencegah terjadinya kejenuhan dan kebosanan. Hal-hal yang termasuk dalam lingkungan kerja yaitu ventilasi yang baik,
 

PENINGKATAN MENTALITAS PROFESIONAL PUSTAKAWAN DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 19:41

Abstrak
. Mentalitas profesional adalah sikap mental seorang pustakawan dalam menjalankan fungsi kepustakawanannya secara profesional berdasarkan kompetensi diri yang meliputi : (1) Kompetensi teknikal,  (2) Kompetensi sosial,  (3) Kompetensi konseptual,    (4) Kompetensi etikal, (5) Kompetensi  pembelajaran.

Seorang profesional dipersyaratkan memiliki ciri-ciri, yaitu  : (1) Body of knowledge (2) Continuing education (3) Altruism (4) Ethics. Sedangkan sikap profesional  dapat dirinci menjadi  lima komponen, yaitu : (1) Sikap mementingkan kepuasan pemakai, (2) Sikap efisien dan ekonomis, (3) Sikap disiplin, (4) Sikap selalu berupaya meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidangnya, serta (5) Sikap senantiasa memelihara rasa kesejawatan dengan teman-teman yang seprofesi.
 

PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PUSTAKAWAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 19:38
Abstraks. Berpikir merupakan proses kognitif yang tidak apat dilihat secara fisik karena merupakan aktivitas mental seseorang dan hasil dari berpikir bisa berupa ide-ide, alasan-alasan, strategi-strategi maupun keputusan. Level berpikir dapat dibagi menjadi menjadi  empat, yaitu :  (1) Menghafal (Recall thinking).(2) Keterampilan dasar (Basic thinking), (3) Berpikir kritis (Critical thinking) (4) Berpikir kreatif (Creative thinking). Klasifikasikan ranah kognitif dapat dibagi ke dalam enam tingkatan berpikir, yaitu : (1) Mengingat (Remembering), (2)  Memahami (Understanding), (3) Menerapkan (Applying) (4) Menganalisis (Analysing), (5) Mengevaluasi (Evaluating), (6) Mencipta (Creating)
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 30