PERPUSTAKAAN DIGITAL

Universitas Negeri Malang (UM) -- The Learning University
Home Artikel Pustakawan
Terdapat 10 Tamu online
Artikel Pustakawan Perpustaakaan UM
 

Perlunya Pengembangan Perpustakaan SMK
Oleh darmono   
Senin, 13 Juli 2009 20:55

Salah satu kebijakan pemerintah tentang pendidikan menengah adalah peningkatan jumlah dan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Secara umum kegiatan belajar- mengajar di SMK meliputi teori dan praktik. Kegiatan belajar teori pada prinsipnya sama dengan sekolah umum. Sedangkan kegiatan belajar praktik merupakan kegiatan belajar yang seharusnya lebih banyak dibanding dengan kegiatan teori. Oleh karena itu sebenarnya untuk SMK ruang teori bukan merupakan hal sangat penting, karena siswa seharusnya lebih banyak di ruang praktik. Untuk menunjang kegiatan belajar praktik di SMK, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai seperti bengkel dan laboratorium.

 

 
Aplikasi Teknologi Informasi Untuk Pengolahan Bahan Pustaka
Oleh Dwi Novita E. / Pustakawan Perpustakaan UM   
Rabu, 15 Juli 2009 21:43



Aplikasi teknologi informasi untuk pengolahan bahan pustaka sangat membantu perpustakaan, karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Perpustakaan membutuhkan waktu yang lama dalam pengolahan bahan pustaka jika hal itu dilakukan secara manual, akan tetapi dengan menggunakan teknologi informasi sanagt membantu perpustakaan dalam melakukan semua kegiatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat dengan hasil yang bisa memuaskan pemakai perpustakaan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi informasi di perpustakaan antara lain: kebijakan pimpinan, dana, studi banding, penentuan rung lingkup kegiatan, serta pemilihan hardware dan software yang cocok untuk diaplikasikan di perpustakaan.

 
Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) untuk Perpustakaan Perguruan Tinggi
Oleh darmono   
Jumat, 17 Juli 2009 15:38

Untuk mewujudkan tata kelelola perpustakaan yang baik diperlukan adanya pengendalian mutu secara terpadu terhadap semua kualitas perkerjaan di perpustakaan. Untuk itu diperlukan perangkat manual mutu kegiatan perpustakaan. Manual mutu merupakan aktifitas yang terkoordinasi untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengorganisasikan agar mutu atau standard kinerja perpustakaan dapat tercapai. Manual mutu pada dasarnya adalah pernyataan ringkas kebijakan, tujuan, dan proses utama. SOP perpustakaan merupakan bagian dari standar mutu yang dikembangkan oleh perpustakaan

.

 
Kajian Ilmu Perpustakaan: Literatur Primer, Sekunder Dan Tersier  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 17:10

Bahan rujukan atau buku referensi adalah sebuah buku yang disusun dan diolah sedemikian rupa untuk digunakan sebagai sumber menemukan informasi tertentu dan tidak untuk dibaca secara keseluruhan. Koleksi perpustakaan dapat dikelompokkan menjadi koleksi primer, koleksi sekunder, dan koleksi tersier. Koleksi sekunder sering disebut dengan bahan rujukan umum, sedangkan koleksi tersier disebut dengan sarana bibliografi dari bibliografi

 
Teknik Evaluasi Bidang Studi Ilmu Perpustakaan  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:29
Teknik evaluasi bidang studi ilmu perpustakaan dapat menggunakan teknik pengumpulan data teknik tes, non tes, dan penilaian berbasis kelas. Teknik tes bisa menggunakan tiga macam tes yaitu: (1) tes tertulis, (2) tes lesan, dan (3) tes perbuatan. Teknik non tes dapat menggunakan empat macam cara yaitu: (1) observasi, (2) wawancara, (3) kuesioner. Sedangkan penilaian berbasis kelas meliputi: (1) penilaian autentik, (2) penilaian performansi, dan (3) penilaian portopolio

 
Menyusun Dan Mengolah Dupak Pustakawan Dengan Microsoft Excel 2003 Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:37

Berangkat dari kebiasaan teman-teman pustakawan dalam penyusunan dan pengolahan DUPAK Pustakawan dengan menggunakan beberapa program aplikasi, menjadikan beberapa file dengan jenis file yang berbeda dan terkadang masih harus menggunkan klakulator untuk melakukan perhitungan angka kredit. Dengan memanfaatkan beberapa fasilitas dari Microsoft Excel 2003 seperti penjumlahan, perkalian, pembagian, dan link kita dapat menyusun DUPAK Pustakawan menjadi satu file dan pengolahan data perhitungan angkat kredit dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa menggunakan kalkulator lagi, serta hasil perhitungannya lebih akurat.

 
Tajuk Subyek Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:42

Analis subyek adalah kegiatan menganalisa subyek atau pokok bahasan dari suatu bahan pustaka secara konseptual dan menterjemahkan dalam notasi sehingga akan diperoleh suatu kata atau kosa kata atau lambang-lambang yang terdapat dalam bahasa indeks. Dengan bahasa indeks seperti Daftar Tajuk Subyek, Tesaurus, atau skema klasifikasi, maka dapat diperoleh kata atau kosa kata baku yang dapat menyatakan isi suatu bahan pustaka dengan tepat dan selanjutnya dapat dipakai untuk mencari nomor klasifikasinya.

 
Klasifikasi Bahan Pustaka Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:46

Sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC) adalah sistem klasifikasi fundamental yang mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan subyek atau pokok bahasan. Sistem pengembangannya menggunakan sistem desimal angka arab sebagai simbol notasinya. Tiga komponen penting dalam klasifikasi ini adalah bagan (schedules), indeks relatif dan tabel-tabel. Dalam penggunaan bagan dalam klasifikasi ini ada beberapa istilah penting yang perlu dipahami seperti summary, formerly also, class here, relocated to, centered heading, optional number, prefer, if prefered, see, add to, dan sebaginya

 
Pangkalan Data Perpustakaan Dengan CDS/ISIS Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:49

CDS/ISIS sebuah pangkalan data atau basisdata yang dirancang oleh Unesco untuk perpustakaan di negara berkembang. Basisdata ini sudah dilengkapi dengan interface (antarmuka) pengolahan bahan pustaka yaitu input data, pengindeksan, serta sarana temu kembali informasi OPAC (Online Publik Access Catalog). Versi yang digunakan dalam tulisan ini adalah versi 3.07 keluaran tahun 1993, versi DOS yang kini masih banyak digunakan oleh berbagai jenis perpustakaan di Indonesia

 
Teknologi Informasi Perpustakaan: Sistem Aplikasi Perpustakaan UM Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:52

Sistem aplikasi perpustakaan yang ada di UPT Perpustakaan UM merupakan program aplikasi berbasis web, dengan database MySQL, bahasa scripting PHP, Web Server Apache. Dimulai dengan dengan membangun sistem otomasi perpustakaan terlebih dahulu, dengan terintegrasinya bagian pengadaan, bagian pengolahan, OPAC, dan bagian sirkulasi, kemudian menuju perpustakaan digital dengan local content karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan desertai.


 
Aktivitas Pustakawan Perpustakaan Perguruan Tinggi  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:55

Aktivitas Pustakawan dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 132/KEP/MPAN/12/2002 dan Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 23 Tahun 2003 dan Nomor : 21 Tahun 2003 serta Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 10 Tahun 2004, meliputi bidang pendidikan, bidang pengorganisasian dan pendayagunaan bahan pustaka, pemasyarakatan, pengkajian pengembangan, pengembangan profesi, dan unsur penunjang lainnya. Dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi aktivitas tersebut dapat diperoleh gambaran kegiatan yang dapat dilakukan di perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi demi mengoptimalkan pelayanan perpustakaan kepada civitas akademika dan masyarakat pengguna lainnya

 
Program Aplikasi Perpustakaan Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 19:58

Program aplikasi perpustakaan ini dirancang untuk perpustakaan sekolah khususnya otomasi perpustakaan dengan fasilitas entri data bahan pustaka buku dan entri data angota, dan fasilitas penelusuran Online Public Accsess Catalog (OPAC). Materi ini difokuskan pada instalisi program server, basisdata, interface web, dan demonstrasi dari fasilitas yang ada.


 
Automasi Perpustakaan Array Cetak Array  E-mail
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 20:01

Sistem Automasi Perpustakaan adalah penerapan teknologi informasi pada pekerjaan administratif di perpustakaan agar lebih efektif dan efisien. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, OPAC (Online Public Access Catalog), sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya

 
Perpustakaan Digital
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 20:09

Sistem perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital.



 
Penggunaan Otomasi Perpustakaan LASER VER. 2.0
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 20:11

Otomasi Perpustakaan Laser Ver. 2.0 adalah program aplikasi perpustakaan yang dibangun dengan software open source dengan bahasa Scripting PHP dan database MySQL. Program ini digunakan untuk menangani tugas-tugas ruting perpustakaan seperti pengolahan bahan pustaka, penelusuran informasi buku secara online (OPAC), dan layanan sirkulasi. Layanan sirkulasi dapat dilakukan oleh petugas perpustakaan ataupun dengan layanan mandiri untuk peminjaman dan perpanjangan koleksi. Serta chekout bahan pustaka.


 
Upaya Pengembangan Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi Di Era Globalisasi Informasi
Oleh Gatot Subrata, S.Kom   
Kamis, 08 Oktober 2009 20:14

Tuntutan peningkatan kualitas kinerja pustakawan berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi telah diamanatkan dalam UU No. 43 tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian dan ketentuan pelaksanaannya diatur dalam keputusan MENPAN No. 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Tuntutan tersebut merupakan konsekuensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin maju, serta perkembangan tuntutan reformasi di tanah air terutama terhadap pelaksanaan tugas aparatur negara termasuk dalam hal ini pustakawan. Tuntutan reformasi ini pada daarnya adlaah terciptanya aparatur negara yang profesional dalam memberikan pelayanan, pengayomaan dan pemberdayaan masyarakat.

 
Pembinaan Minat Baca Bagi Siswa Sekolah Dasar
Oleh Dwi Novita E (Putakawan Perpustakaan UM)   
Rabu, 16 Desember 2009 17:17

Perpustakaan sekolah yang baik merupakan sarana vital yang harus ada di sekolah. Pengelola sekolah harus bertanggung jawab terhadap pengadaan dan pengembangan Perpustakaan tersebut. Jika penyelenggaraan pendidikan sekolah tidak dibarengi dengan adanya Perpustakaan sekolah yang memadai maka akan sulit untuk menumbuhkan dan memupuk minat baca siswa. Tetapi sebaliknya, jika perpustakaannya memadai maka sejak dini siswa dapat diarahkan untuk memanfaatkan Perpustakaan tersebut.


 
Motivasi Mahasiswa Mengikuti Kuliah Jurusan Perpustakaan Universitas Terbuka
Oleh Mochammad Asrukin   
Jumat, 11 Juni 2010 17:58


Motivasi merupakan tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Penelitian ini dilakukan di Pacitan dengan mengambil objek mahasiswa program D2 Jurusan Perpustakaan UPBJJ – UT Malang Pokja Pacitan dengan populasi sebesar 184 orang dan sampel sebesar 40 mahasiswa.

 
Tafsir Al-Qur’an : Sebuah Tinjauan Pustaka  E-mail
Oleh Drs. Mochammad Asrukin, M.Si.   
Selasa, 06 Juli 2010 20:05

Tafsir Al-Qur’an merupakan rangkaian kata tafsir dan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada rasul terakhir, tertulis dalam mushaf-mushaf, yang diriwayatkan dengan cara sambung menyambung tanpa keraguan. Selanjutnya, kata tafsir diambil dari kata tafsiroh, yaitu suatu alat yang digunakan oleh dokter untuk menyelidiki penyakit orang sakit. Menurut arti kata tafsir ialah membuka dan menjelaskan. Sedangkan secara rinci tafsir berarti menjelaskan makna ayat, keadaannya, kisahnya dan sebab turunnya ayat dengan kata yang memberi penunjukan dengan jelas. Pengembangan tafsir harus didasarkan pada ilmu tafsir dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan agama, bahasa dan kesusasteraan Arab. Pada akhirnya tafsir di kelompokkan menjadi tafsir naqli dan tafsir aqli.

 
Pelayanan Perpustakaan Masjid
Oleh Siti Rochjani   
Rabu, 01 September 2010 21:30


Masjid merupakan pusat pendidikan, kebudayaan dan dakwah sekaligus sebagai pusat pembinaan hubungan sosial. Karena itu seyogyanya masjid mempersiapkan masyarakatnya untuk dapat mengetahui dan mengkaji semua inovasi terbaru yang diminatinya. Layaknya masjid memiliki suatu tempat dan pengelola khusus, yakni perpustakaan dengan pustakawannya untuk mengumpulkan, mengolah dan meyebarkan inovasinya.  Makalah ini diharapakan dapat membantu pustakawan masjid dalam pembinaan dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Bagi masyarakat luas makalah ini bermanfaat pula untuk menambah khasanah pengetahuan tentang perpustakaan islam walaupun materi yang disajikan masih berorientasi pada perpustakaan umum. 

 
HADITS : Sebuah Tinjauan Pustaka
Oleh Administrator   
Jumat, 12 November 2010 15:36


Kata hadits bisa berarti baru lawan kata lama, bisa juga berarti dekat dan juga bisa berarti berita. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW. Namun pada saat ini kata hadits mengalami perluasan makna, sehingga disinonimkan dengan sunnah, atsar dan taqrir, maka bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum. Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad dan matan. Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah: hadits shohih, hadits hasan dan hadits dhoif

File download : icon HADITS_Sebuah Tinjauan Pustaka.pdf (91.67 KB)


 
Kinerja Standar Suatu Perpustakaan
Oleh Teguh Yudi C, A.Md   

Perpustakaan sebagai sebuah pusat pengetahuan dan pusat pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat. Salah satu kriteria penilaian layanan perpustakaan yang bagus adalah dilihat dari kualitas koleksinya. Standarisasi ukuran koleksi perpustakaan perguruan tinggi meliputi : kondisi dan kualitas koleksi; kuantitas pemakai; jumlah bidang studi; metode pengajaran; dan jumlah strata pendidikan. Eksistensi perpustakaan oleh masyarakat harus dioptimalkan sehingga biaya yang telah keluar sepadan dengan minat pengguna yang rajin mengakses perpustakaan. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pengukuran kinerja adalah visi, misi, tujuan dan sasaran perpustakaan.

 
Kebijakan Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Menunjang Peningkatan Mutu Lulusan
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   
Senin, 11 Juli 2011 13:57

Peningkatan kemampuan dalam mengelola perguruan tinggi dewasa ini sudah merupakan sebuah kebutuhan yang harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi, termasuk pemakaian prinsip-prinsip manajemen modern terutama dalam upaya mewujudkan lulusan yang bermutu.    Untuk dapat menunjang peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi, perpustakaan perlu membuat kebijakan dengan mengembangkan beberapa hal, yaitu : (1) penyediaan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan pemakai yang memenuhi standar kualitas dan kuantitas, (2) penyediaan dan pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran (3) membangun sistem layanan prima yang berorientasi kepada kepuasan pemakai.

 
Kebijakan Perpustakaan Dalam Menghadapi Perilaku Destruktif Pemakai Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   
Senin, 11 Juli 2011 19:30

Untuk bisa menjalankan tugas dan fungsinya, perpustakaan perguruan tinggi berkewajiban menjaga keutuhan koleksinya. Perilaku destruktif pemakai bukan saja merugikan perpustakaan, tetapi juga pemakai perpustakaan yang lain. Agar lebih efektif dalam penanganan terhadap masalah perilaku destruktif pemakai, perpustakaan harus secara proaktif membangun hubungan dan kerjasama dengan berbagai unsur di lingkungan universitas baik unsur pimpinan, institusi terkait maupun organisasi kemahasiswaan.

 
Strategi Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah Yang Berorientasi Pada Kepuasan Pemakai Melalui Kegiatan Promosi
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   
Rabu, 13 Juli 2011 11:05

Meningkatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah, perlu dilakukan promosi perpustakaan yang diintegrasikan dengan program sekolah. Dalam hal ini juga perlu dibangun kerjasama dengan berbagai pihak sehingga diharapkan pelaksanaan promosi perpustakaan bisa berjalan dengan efektif.

 
Majalah Dinding Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Dan Budaya Baca Siswa
Rabu, 13 Juli 2011 13:51


Untuk meningkatkan kegairahan siswa dalam menulis pada majalah dinding, diperlukan proses pembelajaran dan latihan-latihan.
Majalah dinding dapat digunakan sebagai media pelatihan bagi  siswa untuk menulis  yang pada akahirnya diharapkan dapat menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

 
Pengolahan Bahan Pustaka Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey (DDC)
Oleh Ali Mas’ud, A.Ma, S.Sos   
Sabtu, 06 Agustus 2011 09:38

Abstrak:

Beragamnya koleksi di perpustakaan yang semakin tinggi volumenya menuntut para pekerja informasi untuk lebih meningkatkan kemampuannya di dalam tatakelola informasi. Ada beberapa cara pengelompokkan informasi di perpustakaan antara lain, secara hirarsikal, dan secara fundamental. Pengelompokkan informasi dengan cara hirarsikal biasanya diadasarkan ciri-siri fisik yang terkandung dalam sebuah bahan pustaka. Sedangkan pengelompokkan secara fundamental adalah cara pengelompokkan berdasarkan isi/kandungan subyek dalam bahan pustaka tersebut. Sistem pengelompokkan yang dikenal di kalangan perpustakaan adalah dengan sistem UDC (universal decimal classification), DDC (Dewey Decimal Classification) dan LCC (Library of Conggres Classification).

 

Kata Kunci: Pengolahan bahan pustaka, Klasifikasi persepuluhan Dewey


File PDF:  icon pengolahan bahan pustaka ddc.pdf (26.23 KB)



 
Tabel-Tabel Pembantu dalam DDC
Oleh Ali Mas'ud   
Sabtu, 06 Agustus 2011 16:06

Abstrak: Tabel-tabel pembantu (Auxiliary Tables) dalam sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey merupakan pelengkap dari bagan klasifikasi. Tabel-tabel pembantu DDC (Dewey Decimal Classification) terdapat 7 tabel tambahan, penggunaanya masing-masing tidak pernah berdiri sendiri, melainkan harus digabung dengan notasi utama dalam bagan sesuai dengan subyek yang dikehendaki agar menjadikan notasi menjadi sempurna.Dengan menambahkan keterangan yang terdapat dalam tabel akan semakin sempurna notasi yang didapatkan bagi seorang klasifier.  Ke-7 (tujuh) tabel dimaksud adalah: 1) Tabel Subdivisi Standar (standart Subdivision), 2) Tabel Wilalyah (Area Tables), 3) Tabel Subdivisi Sastra (Subdivision of Individual Literatures), 4) Tabel Subdivisi Bahasa (subdivision of Individual Language), 5) Tabel Ras, Etnik, Kebangsaan (Racial, Ethnic, National Groups), 6) Tabel Bahasa (language) dan 7) tabel kelompok Orang (person). Tulisan ini bermaksud menjelaskan dan memberikan contoh-contoh, serta cara-cara praktis dan latihan soal penggabungan subyek dengan notasi-notasi ke 7 (tujuh) tabel tersebut.

 

 

Kata Kunci: Tabel-tabel DDC, Klasifikasi Persepuluhan Dewey


File PDF: icon tabel tabel pembantu dalam ddc.pdf (19.29 KB)

 
Katalogisasi Deskriptif
Oleh Ali Mas'ud   
Sabtu, 06 Agustus 2011 16:08

ABSTRAK:  Agar pengguna perpustakaan dapat mencari informasi yang dibutuhkan dengan cepa dan tepat serta mudaht, maka perlu dibuat sarana temu kembali atau katalog. Secara umum katalog merupakan wakil ringkas dokumen yang dimiliki suatu perpustakaan yang disusun secara sistematis menurut sistem dan urutan tertentu. Dengan melihat katalog pemakai akan segera mengetahui jumlah koleksi, rincian koleksi yang terdapat di perpustakaan. Ada berbagai macam bentuk katalog di perpustakaan mulai dari: katalog kartu, katalog buku dan Katalog terpasang (OPAC). Katalog deskriptif adalah kegiatan penelaahan dan pengolahan keterangan dan hal-hal yang penting dari bahan pustaka mulai dari kegiatan penentuan tajuk entry utama,serta memberi keterangan-keterangan bibliografis untuk menjadi katalog. Tulisan ini bermaksud menjelaskan serta memberikan pemahaman dan cara-cara teknis pembuatan katalog deskriptif.

 

Kata kunci: katalog, temu kembali, informasi

File PDF: icon katalogisasi deskriptif.pdf (17.46 KB)

 
Penentuan Tajuk Entri Utama
Oleh Ali Mas'ud   
Sabtu, 06 Agustus 2011 16:10

Abstrak: Tajuk (heading) adalah kata-kata pertama yang terdapat dalam entri catalog yang dipergunakan sebagai dasar pembuatan katalog. Tajuk entry dalam sebuah catalog dapat berupa: nama orang, atau lembaga (badan korporasi). Untuk menentukan tajuk nama orang dapat dibedakan menjadi beberapa bagian antara lain: pengarang tunggal, pengarang ganda, dan pengarang campuran (karya editor, penerjemah, dll). Dalam menentukan tajuk nama orang utamanya pada pemilihan kata utama pada sebuah tajuk entry ada ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh para pengkatalog agar tidak terjadi kerancuan. Sampai saat ini AACR (The Anglo American Cataloging Rules) adalah buku pegangan yang masih relevan untuk dipakai para pengkatalog sebagai acuan dalam menentukan deskripsi catalog. Dengan melihat tajuk entry utama yang terdapat pada bagian utama (heading) dalam deskripsi catalog maka pengguna akan dengan mudah mengenali bahan pustaka yang dikehendaki.


Kata Kunci: Tajuk Entry Utama, Katalog Perpustakaan



File PDF: icon penentuan tajuk entri utama.pdf (12.78 KB)
 
Sekilas Tentang Katalogisasi Berbasis Web (Katalog Manual dan OPAC)
Oleh Ali Mas'ud   
Selasa, 06 September 2011 15:47


Abstrak: Katalog atau katalogus adalah daftar buku yang dimiliki satu atau beberapa perpustakaan dan disusun menurut sistem tertentu. Katalogisasi atau pengakatalogan merupakan suatu proses mengkatalog suatu bahan pustaka (buku dan non buku). Tujuan dari pembuatan katalog di perpustakaan adalah untuk mempublikasikan bahan pustaka melalui suatu daftar yang ditulis oleh seseorang pada tahun tertentu dan dengan judul tertentu dikumpulkan dalam satu daftar (entry). Dalam perkembangannya katalog dalam bentuk manual (bentuk buku, dan bentuk kartu) lama-kelamaan secara perlahan makin ditinggalkan oleh para pengguna perpustakaan. Hadirnya katalog online atau yang lazim di sebut OPAC (Online Public Acces Catalog) menjadikan satu pilihan yang paling banyak diminati oleh pengguna perpustakaan saat ini. Akan tetapi sebagai seorang kataloger dasar-dasar dan prinsip-prinsip pengkatalogan tetap menjadi acuan utama dalam membuat katalog di perpustakaan.

 

Kata Kunci: Katalog Deskriptif, Katalog OPAC



File PDF: icon sekilas tentang katalogisasi berbasis web.pdf (25.60 KB)
 
Implementasi Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan (Kecakapan) Hidup Di Tingkat Pendidikan Dasar
Oleh Dwi Sugianto   
Selasa, 20 September 2011 12:43

Perubahan kebijakan WAJAR dari 6 tahun menjadi 9 untuk menyesuaikan dengan tantangan dalam kehidupan masyarakat global. Pendidikan dasar 9 tahun, pada prinsipnya memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh bekal pengetahuan dan kecakapan baik untuk melanjutkan studi maupun untuk dapat mandiri dalam kehidupan bermasyarakat bagi mereka yang tidak melanjutkan studi. Seiring dengan otonomi pendidikan dan diberlakukannya KTSP, sekolah mengembangkan program muatan lokal untuk memberikan pendidikan keterampilan/kecakapan hidup. Pengembangan perpustakaan sekolah menggunakan pendekatan education production function atau input output analysis.


 
Strategi Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Ketidakpuasan (Keluhan) Pemakai
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   
Kamis, 13 Oktober 2011 16:14

Strategi perpustakaan perguruan tinggi dalam mengatasi ketidakpuasan pemakai dilakukan dengan membangun kualitas layanan yang baik melalui peningkatan profesionalisme dan Keterampilan, sikap dan perilaku, aksesibilitas dan fleksibilitas, reliabilitas dan terpercaya, perbaikan, dan reputasi dan kredibilitas 

 
Membangun Minat Baca Anak Usia Dini Melalui Penyediaan Buku Bergambar
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos.   
Jumat, 30 Desember 2011 09:36

Ketidakpedulian akan aktivitas membaca merupakan akibat dari kondisi masyarakat yang pergerakannya melompat dari keadaan praliterer ke dalam masa pascaliterer, tanpa melalui masa literer. Kondisi ini diperburuk dengan semakin tidak pedulinya orang tua akan aktivitas membaca.. Pembinaan minat baca pada usia dini akan lebih efektif bila orang tua berperan serta secara aktif dalam mendorong, membimbing anaknya untuk gemar membaca.
 
LOCAL AREA NETWORK
Rabu, 07 Maret 2012 09:05
LOCAL AREA NETWORK: JARINGAN KOMPUTER ANTAR GEDUNG  UNTUK OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH Oleh: Sokhibul Ansor, S. Sos
 
Makalah Disampaikan dalam ”Diklat Otomasi Perpustakaan Sekolah” Bagi Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pada Tanggal 9-10 Mei 2009 di Laboratorium Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM.

File download: icon sokhibul ansor - local area network.pdf (1.06 MB)
 
Penentuan Tajuk Subyek Untuk Kitab Kuning di Perpustakaan Pondok Pesantren
Rabu, 07 Maret 2012 09:13

Penentuan Tajuk Subyek Untuk Kitab Kuning di Perpustakaan Pondok Pesantren Oleh: Sokhibul Ansor, S. Sos.

Makalah Disampaikan pada Diklat Calon Tenaga Pustakawan Pesantren Mahasiswa Al Hikam II Depok Jabar, Tanggal 21 April 2009 s.d. 24 April 2009

File download: icon sohkhibul ansor - penentuan tajuk subyek untuk kitab kuning di perpustakaan pondok pesantren.pdf (86.95 KB)
 
Pengorganisasian Informasi Kitab Kuning: Suatu pengantar praktis dalam mengklasifikasi kitab kuning di Perpustakaan Pesantren
Rabu, 07 Maret 2012 09:17

Penerbitan di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara yang lain, namun kondisi ini tetap mempengaruhi pengembangan koleksi perpustakaan dan lembaga informasi lainnya, yakni ragam terbitan informasi yang berisi berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu ragam terbitan informasi tersebut perlu diorganisir dengan baik sesuai dengan standar yang benar

 
Katalogisasi Bahan Pustaka
Kamis, 08 Maret 2012 09:04
Katalogisasi Bahan Pustaka Oleh : Setiawan, S.Sos/Pustakawan Pertama


Makalah ini disampaikan pada pelatihan pustakawan di SDN Mangliawan II Pakis Malang
Tanggal 26 November 2011

File pdf: icon setiawan - katalogisasi bahan pustaka.pdf (100.70 KB)
 
Klasifikasi Bahan Pustaka
Kamis, 08 Maret 2012 09:12

Klasifikasi Bahan Pustaka Oleh : Setiawan, S.Sos  (Pustakawan Pertama)


Makalah ini disampaikan pada pelatihan pustakawan di SDN Mangliawan II Pakis Malang Tanggal 26 November 2011


File pdf: icon setiawan klasifikasi bahan pustaka.pdf (117.27 KB)
 
Pelayanan Rujukan/Referensi
Kamis, 08 Maret 2012 10:35
Pelayanan Rujukan/Referensi Oleh : Setiawan, S.Sos (Pustakawan Pertama)


Makalah ini disampaikan pada Diklat calon tenaga pustakawan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam II Depok Tanggal 21 April  2009

File PDF: icon setiawan - pelayanan rujukan referensi.pdf (73.81 KB)
 
Klasifikasi dan Tajuk Subyek
Kamis, 08 Maret 2012 10:36

Klasifikasi dan Tajuk Subyek oleh: Ika Yuslina


Makalah dipresentasikan pada Diklat Perpustakaan Sekolahdi Sekolah Dasar Negeri Purwodadi I Kecamatan Blimbing Kota Malang Pada tanggal 15 Oktober 2011

File PDF: icon ika yulsina - klasifikasi dan tajuk subyek.pdf (110.48 KB)
 
Pelayanan Bahan Pustaka
Kamis, 08 Maret 2012 10:39

Pelayanan Bahan Pustaka Oleh : Setiawan, S.Sos (Pustakawan Pertama


Makalah ini disampaikan pada Diklat calon tenaga pustakawan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam II Depok Tanggal 22 April  2009

File PDF: icon setiawan pelayanan bahan pustaka.pdf (77.06 KB)
 
Pengadaan Bahan Pustaka
Kamis, 08 Maret 2012 10:45

Pengadaan Bahan Pustaka Oleh : Setiawan, S.Sos (Pustakawan Pertama)


Makalah ini disampaikan pada Diklat calon tenaga pustakawan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam II Depok Tanggal 24 April  2009

File PDF: icon setiawan - pengadaan bahan pustaka.pdf (89.19 KB)

 
Sistem Layanan Sirkulasi Dengan Menggunakan Laser Versi 2.0.1  E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 10:52

Sistem Layanan Sirkulasi Dengan Menggunakan Laser  Versi 2.0.1( Edisi Baru ) Oleh : Setiawan, S.Sos (Pustakawan Pertama)

Makalah Disampaikan dalam ”Diklat Otomasi Perpustakaan Sekolah” Bagi Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pada Tanggal 9-10 Mei di Laboratorium Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM.


File PDF: icon setiawan - otomasi layanan dengan menggunakan program laser 20.pdf (1.91 MB)
 
Pengadaan Bahan Pustaka Untuk Perpustakaan Sekolah
Kamis, 08 Maret 2012 10:53

Pengadaan Bahan Pustaka Untuk Perpustakaan Sekolah Oleh : Ismanu (Pustakawan UM)

Makalah ini disampaikan pada Diklat Perpustakaan Sekolah bagi Guru-guru dan pengelola perpustakaan SDN Purwodadi 1 dan SDN Tunjung Sekar V Pada Tanggal 15 Oktober  2011 Bertempat di SDN Purwodadi I Kecamatan Blimbing Kotamadya Malang

File PDF: icon ismanu - pengadaan bahan pustaka.pdf (75.90 KB)
 
Katalogisasi Bahan Pustaka
Jumat, 09 Maret 2012 10:24

Katalogisasi Bahan Pustaka Oleh Listariono


Materi Disajikan Pada Diklat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Bagi Guru dan Pengelola Perpustakaan SDN Gampingan I Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Tanggal 11 Juni 2011

File PDF: icon listariono - katalogisasi bahan pustaka.pdf (188.22 KB)
 
Sikap Pustakawan Perpustakaan Perguruan Tinggi Terhadap Kebijakan Pelarangan Bahan Pustaka Di Indonesia
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos.   
Jumat, 09 Maret 2012 10:27

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mengakibatkan terjadinya ledakan informasi dalam berbagai bentuknya, sehingga tidak mungkin bagi lembaga yang bergerak dalam penyediaan informasi, termasuk perpustakaan akan dapat menghimpun, menyimpan, mengolah dan menyebarkan secara mandiri. Dalam hal ini perpustakaan dituntut untuk dapat membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait ,terutama dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pemakainya. Oleh karena itu dalam pembinaan koleksi harus dirancang dengan cermat
dan matang sehingga tujuan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dapat terwujud.


 
Klasifikasi Bahan Pustaka Perpustakaan Sekolah
Jumat, 09 Maret 2012 10:29

Klasifikasi Bahan Pustaka Perpustakaan Sekolah Oleh Listariono


Makalah Disampaikan Dalam Rangka Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi di Lingkungan Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) Untuk Menunjang Proses Pembelajaran, Oktober 2010

File PDF: icon listariono - klasifikasi bahan pustaka-perpustakaan sekolah.pdf (62.32 KB)
 
Peranan Perpustakaan Sekolah Dalam Upaya Menumbuhkan Minat Baca Siswa
Jumat, 09 Maret 2012 10:34

Peranan Perpustakaan Sekolah Dalam Upaya Menumbuhkan Minat Baca Siswa Oleh Listariono


Materi Disajikan Dalam Diklat Pengelolaan Perpustakaan Bagi Guru dan Pustakawan di desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Tanggal 19 Desember 20009

File PDF: icon listriono - minat baca perpustakaan sekolah.pdf (60.88 KB)
 
Tajuk Subyek Bahan Pustaka
Jumat, 09 Maret 2012 10:38

Tajuk Subyek Bahan Pustaka Oleh: Listariono


Makalah Disampaikan Dalam Rangka Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi di Lingkungan Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) Untuk Menunjang Proses Pembelajaran, Oktober 2010


File PDF: icon listariono - tajuk subyek bahan pustaka perp.sekolah.pdf (65.68 KB)
 
Pengolahan Buku Perpustakaan
Jumat, 09 Maret 2012 10:45

Pengolahan Buku Perpustakaan Oleh Listariono


Materi Disajikan Pada Diklat Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Bagi Guru-Guru seKota Batu, Tanggal 29 s.d 30 Juli 2009

File PDF: icon listariono - pengolahan buku perpustakaan.pdf (127.44 KB)
 
Metode Pengukuran Tingkat Kepuasan Pemakai Perpustakaan Perguruan Tinggi
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos.   
Sabtu, 28 April 2012 00:00

Kepuasan pemakai jasa perpustakaan merupakan kunci untuk mempertahankan dan menumbuhkembangkan perpustakaan perguruan tinggi terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dengan lembaga informasi lainnya. Kriteria untuk kualitas layanan yang baik atau layanan yang berkualitas dapat diukur melalui  profesionalisme dan keterampilan (profesionalism and skills),  sikap dan perilaku (attitudes and behavior),  aksesibilitas dan fleksibilitas (accessibility and flexibility),  reliabilitas dan terpercaya (reliability and trustworthiness),  perbaikan (recovery), dan  reputasi dan kredibilitas (reputation and credibility)

 
Perencanaan Dan Pengembangan Karier Pustakawan Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri  E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   

Dari beberapa kasus yang terjadi, banyak pustakawan pada perpustakaan PTN yang karier kepustakawanannya terhambat bahkan mengalami stagnasi karena tidak terpenuhinya sejumlah angka kredit yang dipersyaratkan yang disebabkan tidak adanya perencanaan dalam pengembangan karier kepustakawanannya. Dalam makalah ini penulis berusaha mengkaji tentang pentingnya perencanaan pengembangan karier serta peran perpustakaan PTN dan pustakawan dalam kegiatan tersebut.

 
Teknik Dan Strategi Dalam Membangun Minat Baca
Artikel Pustakawan
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   

Kemampuan membaca anak sangat membantu pertumbuhan bahasanya dan merupakan dasar untuk belajar lebih lanjut. Pada anak yang pandai membaca akan dapat memperoleh pengetahuan, membentuk pengertian dan mengembangkan sumberdaya yang ada padanya. Kemampuan membaca pada anak harus dibarengi dengan peningkatan minat baca sehingga dapat mengubah learning to read secara berangsur menjadi reading to learn.

 
Pengumpulan Dan Pelestarian Karya Ilmiah Sivitas Akademika di Perpustakaan Perguruan Tinggi
Artikel Pustakawan
Oleh Oleh : Drs. Hari Santoso, S.Sos.   
Rabu, 18 Juli 2012 11:33


Berbagai ragam karya ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika sesungguhnya merupakan kekayaan intelektual dari sebuah perguruan tinggi yang perlu dilestarikan dan didayagunakan, namun ironisnya banyak perguruan tinggi yang belum memikirkan bagaimana mengumpulkan dan melestarikan seluruh karya ilmiah sivitas akademika sebagai kekayaan intelektual dan tolok ukur kehebatan akademis.

 
Perpustakaan Keluarga Sebagai Media Pembinaan Minat Dan Budaya Baca
Artikel Pustakawan
Oleh Hari Santoso   
Kehadiran perpustakaan keluarga yang merupakan salah satu pranata pendidikan dirasakan sebagai kebutuhan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga terutama pada era globalisasi dan informasi dewasa ini. Perpustakaan keluarga dapat memberikan manfaat dalam mengenalkan anggota keluarga kepada bahan bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan maupun rekreasi.

 
Peran Buku Bacaan Dan Lingkungan Dalam Menunjang Perkembangan Bahasa Anak
Artikel Pustakawan
Oleh Hari Santoso   

Bahasa anak terbentuk oleh kondisi lingkungan, baik lingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya lingkungan pergaulan teman sebaya, yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa ibu. Berbahasa terkait dengan kondisi pergaulan, pada perkembangannya dipengaruhi pula usia anak,  kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial ekonomi keluarga dan kondisi fisik.


 
Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Bagi Pustakawan
Artikel Pustakawan
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos   
Selasa, 09 Oktober 2012 08:07

Kurang produktifnya pustakawan dalam melahirkan karya tulis ilmiah antara lain disebabkan oleh kurangnya motivasi dan keberanian dalam mengapresiasikan ide-idenya, dan takut salah atau gagal/ditolak, dan terbelenggu dengan pekerjaan rutin. Karya tulis ilmiah berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan secara tertulis ide-ide baru hasil suatu kajian kepustakaan, penyelidikan atau pemikiran dari seseorang dan juga berfungsi sebagai alat untuk melaporkan secara tertulis tentang pengalaman ilmiah baik pengalaman teoritis maupun pengalaman praktis.


 
PELAYANAN RUJUKAN /REFERENSI : Disajikan pada Pendidikan pada Pendidikan dan Pelatihan Pelatihan Perpustakaan para guru se-Kota Mojokerto Tanggal 5-7 Januari 2012  E-mail
Oleh Sjaifullah Muchdlor   
Rabu, 20 Februari 2013 14:41
Istilah referensi berasal dari bahasa Inggris to refer yang berarti ā€˜menunjukā€™ di dalam perpustakaan berarti menunjuk kepada suatu koleksi yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pemakai perpustakaan. koleksi rujukan diartikan sebagai bahan bacaan yang disusun dengan system tertentu untuk mendapatkan informasi yang lebih khusus. Makin lengkap buku rujukan/referensi yang dimiliki perpustakaan, pustakawan makin mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemakai.



Files:  icon layanan.pdf 
 

 

 
SISTEM LAYANAN SIRKULASI PERPUSTAKAAN : Disajikan pada Pelatihan manajemen perpustakaan dan aplikasinya se-wilayah SDN Blimbing  E-mail
Oleh Sjaifullah Muchdlor   
Rabu, 20 Februari 2013 15:03
Pada awal tahun 1960-an sejumlah perpustakaan di Ameika Utara dan Inggris mulai menggunakan komputer. Di Amerika Serikat komputer lebih banyak digunakan di perpustakaan-perpustakaan khusus dan unit-unit informasi. Pada tahun 1961, H.P Luhn dari IBM mengembangkan beberapa program untuk membuat indeks kata kunci pada judul-judul artikel yang terdapat di chemical Abstrac, pada waktu bersamaan ada sebuah perusahaan Aircraft menggunakan kartu katalog yang dibuat dengan komputer, dan Perpustakaan-perpustakaan di Inggris sudah menjadikan komputer sebagai suatu basis sistem.Di samping alasan komputer sebagai bagian basis sistem adalah untuk menyediakan suatu sistem standard yang bisa dipakai bersama di antara perpustakaan yang bekerjasama, alasan lain adalah dengan sistem berbasis komputer tugas-tugas yang di emban oleh perpustakaan dapat diselesaikan secara lebih akurat, cepat dan terkontrol. Seperti diketahui bahwa tugas-tugas perpustakaan banyak yang bersifat rutin sehingga mudah menjadikan human error, dengan menggunakan sistem berbasis komputer ini kegiatan yang bersifat rutin tersebut dapat diatasi secara tuntas.



Files:  icon makalah layanan sirkulasi.pdf 
 

 




 
SISTEM PELAYANAN SIRKULASI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH : Disajikan pada Pendidikan pada Pendidikan dan Pelatihan Pelatihan Perpustakaan para guru se-Kota Mojokerto Tanggal 5-7 Januari 2012  E-mail
Oleh Sjaifullah Muchdlor   
Rabu, 20 Februari 2013 15:27
Memasuki Abad 21, delapan tahun lalu tepatnya tahun 2000 silam, dunia disibukkan
dengan perkembangan arus informasi dan komunikasi yang sangat cepat dan canggih. Apa yang
diramalkan para ahli bahwa abad 21 akan menjadi abad kebangkitan masyarakat informasi kini
menjadi kenyataan. Informasi pun menjadi semakin berharga, yang banyak diincar masyarakat
dunia di abad modern ini.
Dampak persaingan itu antara lain terciptanya jurang yang sangat tajam antara negara
maju dengan negara berkembang, seperti tampak dari semakin meningkatnya jumlah warga
miskin dan semakin banyaknya pengangguran di negara-negara berkembang, termasuk
Indonesia. Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia tidak bisa lepas dari fenomena
transformasi global tersebut. Persoalannya bagaimana Indonesia menyikapi transformasi
peradaban masyarakat informasi itu ke dalam konteks pembangunan nasionalnya?



Files:  icon sirkulasi mojokerto.pdf 
 

 




 
SISTEM PELAYANAN SIRKULASI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH : Disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Sekolah se Wilayah Gugus Tugas SDN Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru Malang  E-mail
Oleh Sjaifullah Muchdlor   
Rabu, 20 Februari 2013 16:08
Perpustakaan sekolah merupakan sebuah unit kerja yang terdiri dari beberapa bagian yaitu pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka dan bagian layanan bahan pustaka. Bagian-bagian tersebut antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan karena saling adanya keterkaitan. Salah satu bagian layanan perpustakaan adalah layanan sirkulasi. Layanan sirkulasi merupakan layanan yang langsung dan paling sering berhubungan dengan pemakai perpustakaan, karena pada layanan ini pemakai melakukan transaksi peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. Dalam makalah ini kami akan membahas masalah pelayanan sirkulasi perpustakaan sekolah. Bagian layanan perpustakaan yang selalu berhubungan dengan pemakai merupakan ujung tombak dari setiap kegiatan perpustakaan. Baik buruknya citra perpustakaan juga ditentukan oleh bagian layanan. Jika layanan perpustakaan berjalan dengan baik maka citra perpustakaan dapat terjaga di mata pemakainya.



Files:  icon sistem pelayanan sirkulasi.pdf 
 

 




 
PEMBINAAN BAHAN PUSTAKA PERPUSTAKAAN SEKOLAH  E-mail
Oleh Listariono   
Rabu, 20 Februari 2013 16:28
Arah dan tujuan sekolah menyelenggarakan perpustakaan sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah, guru serta murid-muridnya dapat memanfaatkan sumber informasi yang ada di perpustakan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Agar tujuan sekolah itu tercapai, maka perpustakaan harus menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan pemakainya, selanjutnya buku-bukunya diolah, ditata dan diatur kemudian dilayankan kepada pemakainya Untuk memenuhi semua keinginan pemakai memang tidak mudah dilakukan oleh perpustakaan sekolah, penyebab utama adalah keterbatasan sumber dana yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah serta beragamnya kebutuhan pemakai yang dilayani. Untuk mengatasi masalah tersebut sekolah harus membuat aturan atau kebijakan yang jelas terutama yang menyangkut pengadaan bahan pustaka yang diperuntukkan bagi pemakainya. Selain itu sekolah juga harus menyiapkan tenaga yang mengerti tatacara mengelola perpustakaan sekolah



Files:  icon pembinaan koleksi.pdf 
 

 




 
Antara Perpustakaan Digital dan Perpustakaan Hibrid  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Sabtu, 08 Februari 2014 20:43
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ditandai dengan telah diterapkannya sistem informasi manajemen (SIM) perpustakaan dan perpustakaan digital (digital library). Karakteristik utama dari digital library adalah : 1. Manajemen sumberdaya menggunakan computer; 2. Komunikasi antara penyedia dengan pengguna informasi melalui kanal elektronik; 3. Pemenuhan kebutuhan pengguna informasi oleh staf melalui transaksi elektronik; 4. Penyimpanan, pengorganisasian, dan pengiriman informasi ke pengguna melalui kanal elektronik. Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional karena: 1. institusi dapat berbagi koleksi digital; 2. koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat local; 3. penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik, dan 4. nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaiannya. Sebagai penyeimbang antara perpustakaan tradisional dan perpustakaan digital, maka diperlukan transisi melalui adanya perpustakaan Hibrid. Lima tahap yang dapat dilakukan menuju perpustakaan Hibrid adalah : 1. Membangun pengakalan data; 2.Membangun jaringan; 3.Mengembangkan sistem peminjaman secara elektronis dengan barcode; 4.Merancang website perpustakaan yang terintegrasi; 5. Alihmedia, yaitu mengkonversi koleksi unik/yg tidak dimiliki perpustakaan lain untuk diubah dari tercetak menjadi digital


icon antara digital hibrid.pdf (77.34 KB)
 
Demokratisasi Kerja Untuk Meningkatkan Kompetensi Pustakawan  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Sabtu, 08 Februari 2014 21:04
Kompetensi merupakan salah satu faktor yang membedakan seseorang untuk mampu bekerja secara optimal. Dalam tulisan ini, kompetensi terkait dengan kinerja pustakawan. Kompetensi pustakawan merupakan spesifikasi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap pustakawan yang diterapkan di pekerjaan kepustakawanan sesuai dengan standar kinerja yang diharapkan sebuah institusi perpustakaan. Kompetensi dapat dipilah menjadi 3 aspek. Ketiga aspek yang dimaksud adalah: Kemampuan, pengetahuan, kecakapan, sikap, sifat, pemahaman, apresiasi dan harapan yang menjadi penciri karakteristik seseorang dalam menjalankan tugas; Penciri karakteristik kompetensi yang digambarkan dalam aspek pertama itu tampil nyata dalam tindakan, tingkah laku dan unjuk kerjanya, dan Hasil unjuk kerjanya itu memenuhi suatu kriteria standar kualitas tertentu. ukuran kompetensi adalah keputusan bersama untuk mencapai kemajuan organisasi yang didasarkan pada tanggungjawab profesional.



icon demokrasi kompetensi.pdf (83.25 KB)
 
Digitalisasi Karya Ilmiah Lembaga Menuju Layanan Perpustakaan Drive Thru  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Sabtu, 08 Februari 2014 21:09
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, komunikasi mengharuskan setiap perpustakaan berbenah diri. Perpustakaan diharap mampu untuk menyediakan akses cepat terhadap katalog dan bibliografi serta isi buku, jurnal, dan koleksi perpustakan lainnya secara lengkap. Manajemen database, penyimpanan teks, sistem telusur, dan tampilan dokumen elektronik, diharap mampu mencari topik yang mengandung karakter tertentu, baik sebagai kata maupun sebagai bagian kata. Kunci sukses perpustakaan seperti kemudahan, kecepatan dan akurasi dalam melayani pengguna. Untuk itu, layanan perpustakaan Drive Thru coba kami hadirkan untuk karya ilmiah lembaga (Pidato Ilmiah Guru Besar, Karya Dosen, Disertasi, Tesis dan Skripsi). Kami yakin, layanan ini akan bermanfaat, sehingga mencari dokumen menjadi lebih mudah dan cepat, tidak diperlukan tempat penyimpanan dokumen yang besar, pembagian dan pendistribusian dokumen  lebih mudah, serta mudah diintegrasi dengan aplikasi digital.



icon digitalisasi drivethru.pdf (52.92 KB)
 
Pelayanan Perpustakaan Sekolah  E-mail
Oleh Siti Rochjani   
Sabtu, 08 Februari 2014 21:13
Yang dimaksud dengan pelayanan perpustakaan disini adalah proses penyebarluasan segala macam informasi kepada masyarakat luas. Perpustakaan dapat diselenggarakan dengan sistem terbuka yaitu pemakai perpustakaan dapat masuk bebas ke tempat penyimpanan buku dan dapat memilih langsung dan mengambilnya sendiri apabila akan dibaca atau dipinjam. Sistem ini sangat baik untuk menarik pengunjung dan pemakai perpustakaan.



icon pelayanan perpustakaan sekolah.pdf (41.15 KB)
 
Koleksi Rujukan Sebagai Sumber Belajar Bagi Siswa  E-mail
Oleh Ika Yuslina   
Sabtu, 08 Februari 2014 21:39
Koleksi rujukan merupakan jenis koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan yang dapat dijadikan rujukan / acuan bagi pengguna dalam mencari suatu informasi. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal siswa dituntut memiliki kemampuan dalam menelusuri berbagai sumber informasi yang dapat menunjang pembelajaran di sekolah. Koleksi rujukan yang ada di perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa dalam mengembangkan dan memperdalam sendiri materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru di dalam kelas. Beberapa contoh dari koleksi rujukan ini antara lain: 1) Kamus: dari kamus ini siswa dapat memperoleh informasi tentang arti kata, asal kata, sinonimnya, antonimnya, fungsinya atau sintaksisnya. Sehingga dengan kamus ini siswa dapat mengembangkan keilmuannya dalam pelajaran bahasa. 2) Ensiklopedi: dalam ensiklopedi siswa dapat menemukan berbagai informasi misalnya informasi tentang suatu negara tersaji lengkap mulai dari letak geografisnya, jumlah penduduknya, luas negaranya, budayanya dan sebagainya. 3) SumberĀ¬sumber biografi: koleksi ini memuat informasi tentang riwayat hidup orang-orang terkenal di seluruh dunia, sehingga dapat membangkitkan motivasi siswa untuk lebih giat belajar dan berusaha keras mencapai cita-citanya. Dengan demikian siswa dapat memanfaatkan koleksi rujukan dalam memperkaya khasanah pengetahuannya, sehingga apa yang dipeljari di sekolah sesuai dengan kondisi perkembangan ilmu pengetahuan.



icon kokelsi rujukan.pdf (52.01 KB)
 
Interaksi Pustakawan Dan Pemustaka  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:21
Interaksi Pustakawan Dan Pemustaka

Oleh
Teguh Yudi Cahyono



Selain menguasai bidang ilmu perpustakaan, pustakawan diharapkan mampu memahami kondisi pemustaka melalui interaksi sosial. Dalam berinteraksi dengan pemustaka, pustakawan dapat menjalankan perannya dengan baik apabila mempunyai kemampuan, keterampilan, serta kompetensi dalam bidang perpusdokindo.  interaksi pustakawan secara lebih kontekstual, serta mengaitkannya dengan setidaknya 3 hal penting, yaitu: 1.Perkembangan pemustaka dan teknologi informasi yang secara langsung mempengaruhi kebutuhan di bidang informasi; 2. Posisi pustakawan dalam sistem kerja yang didasarkan pada kebutuhan pemustaka akan menentukan bagaimana kompetensi ditetapkan dan dijadikan alat ukur; dan 3.Ketersediaan sarana pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi merupakan hal yang mutlak jika kompetensi ingin dikaitkan dengan kinerja keseluruhan sebuah organisasi.


icon interaksi pustakawan.pdf (56.25 KB)
 
Peran Perpustakaan Dalam Membina Kemampuan dan Minat Baca  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:26

Kemampuan membaca merupakan pemahaman seseorang pada bacaan yang dibacanya serta tingkat kecepatan membaca yang dimiliki. Sedang minat baca adalah hasrat seseorang terhadap bacaan, yang mendorong munculnya keinginan dan kemampuan untuk membaca, diikuti oleh kegiatan nyata melalui membaca bacaan yang diminatinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan dalam membaca antara lain : Tingkat inteligensi, Kemampuan berbahasa; Sikap, minat, emosi; Keadaan membaca; Kebiasaan membaca; pengetahuan tentang cara membaca; Latar belakang sosial ekonomi dan budaya Pengetahuan. Sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi minat baca, yaitu : Faktor internal; Faktor eksternal; Faktor sosiologis; dan Faktor psikologis. Pembinaan minat baca di perpustakaan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: menyedikan perpustakaan yang representatif, baik gedung maupun ruangan dan perabotan yang memadai; Koleksi yang terus berkembang dan bervariasi; tenaga pengelola perpustakaan yang professional; tersedianya dana secara rutin; pelayanan perpustakaan yang prima beroreintasi pada kepuasan pengguna; mengadakan promosi perputakaan dan pameran buku; dan menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain untuk meningkatkan pelayanan


icon kemampuan dan minat baca.pdf (61.02 KB)


 
Kerjasama dan Standarisasi Perpustakaan Dalam Mendukung Kecepatan Akses Informasi  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:33

Perlu usaha inovatif dalam mengatasi minimnya anggaran, misalnya melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Lingkungan di mana pustakawan bekerja akan selalu berubah, terutama dengan akses informasi yang serba cepat. Jenis-jenis kerja sama yang dilakukan oleh perpustakaan adalah : Pengadaan; Pertukaran dan Redistribusi; redistribusi; Pengolahan; Penyediaan fasilitas; serta kerjasama pinjam antar pustakawan. Sedang kerjasama antar pustakawan sendiri meliputi : penyusunan katalog induk dan pemberian jasa dan informasi. Perpustakaan bisa disebut standar apabila memenuhi delapan komponen, yaitu : Faktor Personal; Faktor Koleksi Pustaka; Faktor Biaya; Faktor Ruangan dan Inventarisasi Alat Perpustakaan; Faktor Organisasi dan Management; Jadwal Pelayanan; Faktor Program dan Tujuan serta Faktor Pelayanan. Standar perpustakaan terbagi atas tiga (3) kategori, yaitu : pedoman, peraturan dan standar teknis. Standar perpustakaan di Indonesia masih berpijak pada UU no.43 tahun 2007 tentang perpustakaan, khususnya mengenai peran perpustakaan sebagai sumber informasi, pusat dokumentasi, pendukung penelitian dan sebagai pusat sumber belajar.



icon kerjasama dan standarisasi.pdf (68.95 KB)

 
Penerapan Layanan Prima dan Nilai Tambah Layanan untuk Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pemustaka  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:39

Untuk mewujudkan kepuasan pemustaka, maka dibutuhkan layanan perpustakaan yang berkualitas (prima). Layanan yang berkualitas mempunyai enam (6) kriteria, yaitu : 1. Professionalism and Skills; 2. Attitudes and Behavior; 3. Accessibility and Flexibility; 4. Reliability and Trustworthiness; 5. Recovery; 6. Reputation and Credibility. Perilaku pemustaka pada pengulangan untuk memperoleh kembali jasa perpustakaan menunjukkan bahwa mereka puas terhadap layanan yang ada. Terdapat tiga (3) sikap yang termasuk ke dalam layanan prima, yaitu : Pelayanan dengan penampilan serasi; Melayani pelanggan dengan berpikiran posistif; Melayani pelanggan dengan sikap menghargai. Terdapat 10 cara untuk menambah nilai produk/layanan, yaitu : 1. Memberikan saran yang baik kepada pelanggan serta pelayanan dengan tingkat profesionalisme yang tinggi; 2. Memperbagus kemasan; 3. Menerapkan level pelayanan; 4. Membuat program khusus untuk pelanggan setia; 5. Memberikan pelatihan keterampilan atau seminar yang berkaitan dengan produk; 6. Memberikan "penghargaan" kepada pelanggan tertentu dan juga hadiah; 7. Peningkatan kualitas; 8. Menempatkan personil yang lebih berdedikasi untuk mengangani pelanggan tertentu; 9. Mempercepat pelayanan; 10. Memberikan informasi secara berkala.




icon layanan prima dan nilai tambah.pdf (83.45 KB)
 
Mengembangkan Perpustakaan Melalui Sumberdaya Pustakawan, Koleksi Serta Layanan  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:51

Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan pengetahuan, dan teknologi informasi. Pengembangan lembaga perpustakaan dimulai dari pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP). agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien, dalam meningkatkan layanan kepada user. Melalui layanan perpustakaan, diharapkan kebebasan dan akses user dalam hal ilmu pengetahuan dan informasi akan lebih terbuka. Peran pustakawan dengan kompetensinya sangat besar dalam mengembangkan perpustakaan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan informasi, perpustakaan selalu mempertimbangkan kontens koleksi, selain kredibilitas layanan kepada user. Hanya melalui layanan yang optimal, dapat meningkatkan kepercayaan user terhadap lembaga perpustakaan.



icon mengembangkan perpus.pdf (79.98 KB)

 
Profesi Pustakawan dan Eksistensinya  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:56

Pustakawan merupakan sebuah pekerjaan yang professional. Ciri-ciri profesionalisme seorang pustakawan dapat dilihat berdasarkan karakteristik-karakteristik sebagai berikut : 1. memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan keahlian yang mumpuni dalam bidangnya; 2. memiliki tingkat kemandirian yang tinggi; 3. memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama; 4. senantiasa berorientasi pada jasa dan menjunjung tinggi kode etik pustakawan; dan 5. senantiasa melihat ke depan atau berorientasi pada masa depan. Sejarah lahirnya profesi pustakawan ditandai dengan lahirnya organisasi IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia). IPI lebih menekankan pada profesioanlisme dan membina kemampuan intelektualitas pustakawan dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara untuk mewujudkan  masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Untuk mempertahankan eksistensinya, pustakawan harus memahami dan menerapkan : visi kepustakawanan, fungsi sosial pustakawan, serta sifat pekerjaan pustakawan.




icon profesi eksistensinya.pdf (69.14 KB)

 
Prosedur Pengembangan Koleksi Perpustakaan  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 15:58

Salah satu faktor untuk menjadi sebuah perpustakaan yang baik adalah mengembangkan koleksi yang kuat. Anggaran yang terbatas dapat disiasati dengan mengadakan survei dan seleksi pengadaan koleksi. Untuk pengadaan koleksi yang berkualitas, dapat ditinjau dari 9 aspek, yaitu : Aspek Tujuan, Aspek Mutu, Aspek Isi, Aspek Bentuk dan Format Penyajian, Aspek Fisik Buku, Aspek kepengarangan, Aspek Keberadaan Koleksi di Jajaran, Aspek Bahasa, dan Aspek Harga bahan perpustakaan. Prosedur Pengadaan Bahan Pustaka dapat dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu : Seleksi, 2. Verifikasi, 3. Hunting dan Survai Bahan Pustaka. Langkah-langkah kongkrit dalam pengembangan koleksi adalah yang dapat dilakukan adalah : membeli buku-buku murah pada saat diadakan pameran, menjadikan perpustakaan sebagai pusat deposit, menjalin kerjasama dengan pihak luar, serta mencari donatur buku atau bahan pustaka, baik dari pihak pemerintah, swasta mapun donatur pribadi. Strategi untuk dapat menyajikan koleksi perpustakaan secara cepat, tepat dan efektif adalah dengan menggunakan katalog online, yang mempunyai beberapa manfaat yaitu : penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan, menghemat waktu dan tenaga, pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak, pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustaka, serta dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan. Cara yang dilakukan perpustakaan untuk mempertemukan pengguna dengan sumber-sumber koleksi adalah : ready reference question adalah menjawab pertanyaan secara cepat dengan melakukan konsultasi atau menggunakan 1 atau 2 alat bantu, Informasi dan layanan rujukan (information and referall service), 3. Kerjasama (cooperative reference service), Selective dissemination of information adalah menyediakan layanan informasi terpilih yang diolah dan disajikan kepada pengguna sesuai dengan bidang ilmu/minat masing-masing, dan layanan Database (database searches)




icon prosedur koleksi.pdf (94.28 KB)

 
Peranan User Education Dalam Memahami Karakteristik dan Kebutuhan Pemustaka  E-mail
Oleh Teguh Yudi Cahyono   
Rabu, 19 Februari 2014 16:00

Pendidikan pemustaka adalah salah satu faktor dominan untuk membantu pemustaka melakukan penelusuran secara cepat, tepat dan efisien. Pendidikan pemustaka merupakan suatu proses dimana pemustaka untuk pertama kali diberi pemahaman dan pengertian tentang sumber-sumber perpustakaan, termasuk pelayanan dan sumber-sumber informasi yang saling terkait, bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut, bagaimana pelayanannya dan di mana sumbernya. Empat (4) Tingkatan Pelaksanaan Pendidikan Pemustaka yaitu melalui : orientasi, kurikulum, penelitian sumber informasi, dan melalui homepage (internet). Ada tiga kebutuhan pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan yaitu need for information, needs for material and facilities, needs for guidance and support. Untuk memahami pemustaka, perpustakaan harus mengkaji secara menyeluruh tentang tiga (3) hal, yaitu analisis kebutuhan, analisis perilaku informasi, analisis motivasi dan sikap. Pada akhirnya, diharapkan tumbuh kepuasan pemustaka dalam hal : kenyamanan dalam menggunakan seluruh layanan perpustakaan, koleksi yang tersedia dapat memenuhi kebutuhannya, sikap yang ramah, bersahabat, dan responsif dari pustakawan, serta akses internet cepat dimiliki oleh perpustakaan.



icon user education.pdf (65.32 KB)


 
Adminsitrasi Pelayanan Peminjaman Di Perpustakaan Sekolah  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:04
Adminsitrasi layanan perpustakaan merupakan ujung tombak perpustakaan yang berhubungan dengan pemakai. Hakekat layanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pemakai perpustakaan tentang hal-hal berikut: (1) segala bentuk informasi yang dibutuhkan pemakai perpustakaan, baik untuk dimanfaatkan di tempat ataupun untuk dibawa pulang untuk digunakan di luar ruang perpustakaan, (2) manfaat berbagai sarana penelusuran informasi yang tersedia di perpustakaan yang merujuk pada keberadaan sebuah informasi. Makalah ini menyajikan layanan perpustakaan secara konvensional yang belum menggunakan teknologi informasi atau otomasi perpustakaan. Dalam makalah ini dibahas beberapa topik seperti hakekat layananperpustakaan, sistem layanan, jenis layanan dan layanan sirkulasi perpustakaan.


icon adminsitrasi pelayanan peminjaman.pdf (5.43 KB)
 
Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:12
Berdasarkan UU Sisdiknas tenaga perpustakaan sekolah dipandang sangat penting untuk memajukan dunia pendidikan. Untuk itu tenaga perpustakaan semakin diberdayakan untuk ikut mewujudkan keberhasilan pendidikan, yang ditandai dengan upaya menghasilkan warganegara yang bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam alam demokrasi, pembaca dan pembelajar sepanjang hayat. Untuk menjamin kinerja yang baik, tenaga perpustakan sekolah perlu memiliki kualifikasi tertentu yang dituangkan dalam standar kompetensi tenaga perpustakan sekolah. Adapun standar yang dikembangkan saat ini untuk tenaga perpustakaan sekolah adalah: Kompetensi Manajerial, Kompetensi Informasi, Kompetensi Kependidikan, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi  Sosial, dan Kompetensi  Pengembangan Profesi.


icon kompetensi tenaga perpustakaan sekolah.pdf (5.59 KB)
 
Konstruksi Makna Pengelolaan Perpustakaan Desa Sebagai Simpul Penguatan Layanan Membaca Masyarakat Di Perpustakaan ā€œSrikandiā€, Kebonagung  E-mail
Oleh Darmono, Nining Nugrahini, Listariono   
Rabu, 12 Maret 2014 17:17

KONSTRUKSI MAKNA PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DESASEBAGAI SIMPUL PENGUATAN LAYANAN MEMBACAMASYARAKAT DI PERPUSTAKAAN ā€œSRIKANDIā€, KEBONAGUNG

Oleh : Darmono, Nining Nugrahini, ListarionoPerpustakaan Unversistas Negeri Malang ā€“ Jl. Semarang No. 5 MalangTelp 0341-571035, e-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya



Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna pengelolaan perpustakaan desa di desa Kebonagung, Kecamatan Pakisasji-Kabupaten Malang. Lokasi penelitian di Perpustakaan desa ā€œSrikandiā€. Penelitian dilaksanakan bulan Juli  sampai dengan minggu ke-2 Nopember 2013. Subyek penelitian pengelola perpustakaan Srikandi, pemakai perpustakaan terdiri pemakai umum, komunitas baca, dan pelajar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan pedoman tiga tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas data, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Data tentang pengelolaan perpustakaan yang telah dikumpulkan kemudian di dicocokkan dengan standar pengelolaan perpustakaan desa/kelurahan SNI 7596:2010 dengan menggunakan 14 parameter. Hasil penelitian, berdasarkan 14 parameter standar pengelolaan perpustakan desa, perpustakaan Srikandi memenuhi 11 standar. Tiga standar belum terpenihi yaitu: (1) standar penambahan buku setiap tahun, (2) standar jam buka perpustakaan, dan (3) standar insentif bagi pengelola perpustakaan. 


icon konstruksi makna pengelolaan perpustakaan desa.pdf (6.58 KB)
 
Kreatif Dan Produktif Menulis Artikel Ilmiah  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:23
Karya tulis ilmiah adalah ā€œkurir informasi ilmiahā€ yang paling sukses dan dapat merambah kemana-mana dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karya tulis ilmiah secara umum dikelompokkan menjadi dua yaitu karya tulis hasil penelitian dan karya tulis konseptual. Bahan penulisan karya tulis penelitian diambil dari laporan penelitian. Bahan penulisan artikel konseptual diambil dari berbagai pemikiran/ide dari berbagai bahan yang kemudian dirumuskan kembali melalui perenungan mendalam sehingga menghasilkan pemikiran konseptual. Pemilihan topik artikel perlu memenuhi persyaratan: topik menarik, ada manfaatnya, topik aktual, bisa memperluas wawasan bidang yang ditekuni, topik dikuasai, topik diminati, bisa merangsang kita untuk mengadakan peneĀ¬litian atau percobaan dan menumbuhkan rasa ingin tahu lebih lanjut, tersedia bahan teoretis atau data empiris. Makalah ini membahas teknik penulisan karya tulis ilmiah jenis konseptual. Pada dasarnya artikel konseptual adalah untuk membuka wacana diskusi, argumentasi, analisis dan sistesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu.


icon kreatif dan produktif menulis artikel ilmiah.pdf (6.66 KB)
 
Layanan Cinta: Ikon Layanan Di Perpustakaan  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:25
Buku Layanan Cinta: Perwujudan Layanan Prima ++ Perpustakaan, merupakan buku yang cukup menarik. Ditulis dengan serius oleh empat orang pustakawan ITS. Dua dari penulis tersebut adalah kepala dan manta kepala perpustakaan ITS. Gaya bahasa yang digunakan cukup lugas diserta dengan berbagai contoh praktis dari pengalaman mereka sebagai pustakawan PT. Buku ini cukup bagus dan perlu dibaca oleh para pustakawan. Kekuatan buku ini terletak pada contohcontoh praktif yang aplikatif. Dan contoh-contoh aplikatif tersebut pernah diterapkan di Perpustakaan ITS. Namun masih dijuimpai beberapa hal yang sedikit menggangu dari keeluruahn buku ini. Salah satunya adalah adanya pembahasan yang duplikasi yaitu pembahasan tentang membangun karakter yang dijumpai pada dua bagian dalam buku ini.   


icon layanan cinta ikon layanan di perpustakaan.pdf (5.56 KB)
 
Library Services  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:28
Layanan menjadi ujung tombak kegiatan perpustakaan yang berhadapan langsung dengan pemakai. Oleh sebab itu layanan peminjaman perlu mendapat perhatian dari perpustakaan. Dalam makalah ini dibahas secara umum dua jenis layanan perpustakaan yaitu layanan sirkulasi dan layanan referensi.Layanan sirkulasi meliputi berbagai jenis seperti: sistem buku besar, sistem Browne, Sistem Nework, Sistem Book Issue Card (BIC), dan sistem NCR. Dalam pembahasan layan referensi meliputi jenis-jenis koleksi referens.


icon library services.pdf (4.66 KB)
 
Manajemen Dan Organisasi Perpustakaan Sekolah  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:30
Hakekat manajemen adalah proses mengoptimalkan kontribusi manusisa, material, anggaran untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini tentunya tujuan organisasi harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas. Pada umumnya perpustakaan sekolah di Indonesia masih mengalami berbagai  hambatan, sehingga belum bisa berjalan sebagaimana mestinya. Hambatan tersebut berasal dari dua aspek. Pertama adalah aspek struktural, dalam arti keberadaan perpustakaan sekolah kurang memperoleh perhatian dari pihak manajemen sekolah. Kedua adalah aspek teknis, artinya keberadaan perpustakaan sekolah  belum ditunjang aspek-aspek bersifat teknis yang sangat dibutuhkan oleh perpustakaan sekolah seperti tenaga, dana, serta sarana dan prasarana.


icon manajemen dan organisasi perpustakaan sekolah.pdf (5.09 KB)
 
Strategi Pengembangan Koleksi Di Perpustakaan Perguruan Tinggi (PPT)  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:32
Pengembangan koleksi perpustakaan mencakup semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada di perpustakaan, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan dan evaluasi bahan pustaka. Secara teoritis kegiatan pengembangan koleksi meliputi berbagai aktivitas seperti penyusunan kebijaksanaan, penetapan prosedur seleksi, pengadaan koleksi, serta evaluasi. Kegiatan ini biasanya tertuang dalam program pengembangan koleksi yang isinya berbeda-beda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya. Dalam makalah ini penulis hanya memfokuskan pada pemilihan dan evaluasi koleksi perpustakaan perguruan tinggi (PPT) dengan menfokuskan pada conspectus untuk standar evaluasi dan pengembangan koleksi.


icon strategi pengembangan koleksi.pdf (5.18 KB)
 
Pengetahuan Literatur  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 12 Maret 2014 17:34
Literatur atau perbukuan sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sejarah tulisan dan bahkan kegiatan tulis menulis yang dilakukan oleh suatu bangsa. Sejarah tulisan erat kaitannya dengan kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai tradisi untuk mendokumentasikan pemikiran yang dikembangkan masyarakatnya, untuk disimpan dalam media di luar struktur otak manusia. Ini merupakan salah satu cara untuk menyebarkan pemikiran manusia kepada masyarakat lainnya agar pemikiran tadi dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Dokumen pemikiran yang di luar struktur otak manusia memerlukan media penyimpanan dan media untuk berkomunikasi yaitu tulisan. Dengan demikian tulisan dalam bentuk simbul-simbul yang bermakna merupakan alat untuk mengkomunikasikan ide, pemikiran, atau gagasan  ke orang lain. Tulisan memuat sejarah tentang literatur yang dimulai dari diketemukannya tulisan, sampai pada diketemukannya buku elektronik. Selain itu tulisan ini juga membahas dunia perbukuan di Indonesia.


icon pengetahuan literatur.pdf (5.61 KB)
 
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN PENGEMBANGAN MINAT BACA SISWA  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 19:16
Sebenarnya yang paling hakiki dari pengelolaan perpustakaan adalah bagaimana menciptakan kondisi di sekolah melalui perpustakaan agar anak didik dapat memanfaatkan buku-buku yang telah dimiliki. Lebih jauh adalah menciptakan iklim minat baca melalui penyediaan buku di perpustakaan sehingga mendorong tumbuhnya daya kreasi dan imajinasi anak melalui berbagai bacaan yang tersedia di perpustakaan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka koleksi perpustakaan perlu didekatkan kepada siswa. Salah cara untuk mendekatkan koleksi perpustakaan kepada siswa melalui pengelolaan berbaasis kelas


icon pengelolaan perpustakaan sekolah.pdf (4.76 KB)
 
PENDIRIAN PERPUSTAKAAN, PENGADAAN GEDUNG DAN TATA RUANG PERPUSTAKAAN  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 19:22
Ruang Perpustakaan sangat penting untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Pengadaan atau pendirian perpustakaan bukanlah semata-mata penyiapan berbagai aspek yang bersifat fisik seperti gedung, buku, mebelair dan sebagainya. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana mengelola perpustakaan agar dapat befungsi sebagai perpustakaan dan bukan sebagai gudang buku. Oleh sebab itu dalam mendirikan perpustakaan perlu direncanakan dengan matang dengan memperhatikan beberapa aspek seperti: tujuannya, lembaga penaung, memakai, jumlah pemakai, kondisi minat baca stake holder, luas ruangan yang akan disediakan, perencanaan ruangan, mebelair, jumlah koleksi, pengelola, calon petugas, anggaran operasional dan sebagainya.


icon pendirian perpustakaan pengadaan gedung.pdf (5.28 KB)
 
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENUNJANG PROFESIONALISME PUSTAKAWAN  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 19:41

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENUNJANG PROFESIONALISME PUSTAKAWAN

Oleh: Darmono

Makalah disajikan pada ā€œSeminar Teknik Penulisan dan Profesionalisme Pustakawanā€ Tanggal 21 Maret 2006 di Universitas Sebelas Maret (UNS)-Surakarta.



Artikel ilmiah secara umum dikelompokkan menjadi dua yaitu artikel hasil penelitian dan artikel konseptual. Bahan penulisan artikel penelitian diambil dari laporan penelitian. Bahan penulisan artikel konseptual diambil dari berbagai pemikiran/ide dari berbagai bahan yang kemudian dirumuskan kembali dan melalui perenungan mendalam sehingga menghasilkan pemikiran konseptual. Makalah ini secara spesifik membahas teknik penulisan artikel ilmiah jenis konseptual. Pada dasarnya artikel konseptual adalah untuk membuka wacana diskusi, argumentasi, analisis dan sistesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu.


icon penulisan artikel ilmiah.pdf (5.10 KB)
 
PERAN KARYA ILMIAH LOKAL (LOCAL CONTENT) BAGI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 19:57
Literatur kelabu mempunyai peran yang amat besar dalam pengembangan IPTEK. Jika ditilik dari kemutakhiran informasi yang ada didalamnya maka literatur kelabu bisa dikaterorikan sebagai lieratur primer. Literatur inilah yang paling banyak dicari oleh para peneliti untuk megembangkan penelitian dan mengembangkan ide dan penemuan baru mereka. Literatur kelabu tidak ada di pasaran, sehingga untuk menemukannya tidaklah gampang. Perpustakaan sebagai lembaga yang menyimpan dan menyebarkan (dalam arti terbtas) terhadap literatur kelabu sangat penting peranannya dalam menyimpan dan melestarikan dan memerikan layanan terhadap literatut kelabu.


icon peran karya ilmiah lokal local content.pdf (5.32 KB)
 
PERSPEKTIF TEORITIS PENGEMBANGAN MINAT DAN KEBIASAAN MEMBACA  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:32
Minat dapat diartikan suatu momen dari kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang dianggap penting. Perwujudan minat baca tidak dilihat sebagai perilaku yang berbeda, tetapi dilihat sebagai sesuatu yang mewujud pada perilaku yang sama, yaitu yang mewujud pada kegiatan membaca. Dalam pengertian ini, minat yang terpola dan spontan itu disikapi sebagai faktor pendorong yang dapat menyebabkan terwujudnya perilaku membaca. Sementara itu pengertian minat terpola diartikan sebagai faktor eksternal, sedangkan minat spontan sebagai faktor internal. Makalah ini membahas secara teoritis minat dan kebiasaan membaca dilihat dari beberapa aspek, pentingnya bahan bacaan, serta strategi pembinaan minat dan kebiasaan membaca.


icon perspektif teoritispengembangan minat.pdf (5.23 KB)
 
PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:34
Untuk menghidupkan kegiatan di perpustakaan erlu ada strategi untuk mengintehrasikan perpustakaan sekolah kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk itu peran guru sangat penting artinya. Guru perlu mengitegrasikan semua proses pembelajarannya dengan kegiatan di perpustakaan baik langsung maupun tidak langsung. Kegiatan langsung artinya guru menyruh siswa untuk datang ke perpustakaan dalam menyelsaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Dengan cara ini siswa akan datang ke perpustakaan sekolah dan terjadi interaksi siswa dengan perpustakaan. Secara tidak langsung artinya sekolah perlu mengkondisikan agar siswa datang ke perpustakaan melalui jadwal kegiatan belajar di perpustakaan.


icon perpustakaan sekolah dan kegiatan belajar.pdf (5.31 KB)
 
MENGINTEGRASIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM KBM DAN LITERASI INFORMASI  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:37
Perpustakaan sekolah merupakan sebuah unit sarana yang penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.  Fungsinya bukan lagi sebagai sebuah ruangan kecil dan gelap yang menampung buku-buku teks, majalah-majalah tua atau lemari kayu yang penuh dengan debu. Sepatutnya sebuah perpustakaan sekolah dipandang sebagai sebuah pusat pembelajaran terutama bagi para siswa dan guru serta komunitas sekolah lainnya seperti orang tua dan staf sekolah.Salah satu cara untuk mendekatkan perpustakaan sekolah dengan KBM adalah melalui penerapan kegiatan literasi informasi di sekolah.


icon mengintegrasikan perpustakaan sekolah.pdf (4.88 KB)
 
PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:39
Di lingkungan sekolah, kegiatan belajar perlu didukung oleh sarana yang memadai, salah satunya adalah perpustakaan sekolah yang berfungsi sebagai sumber belajar siswa dengan berbasis pada kelas. Sebagai sumber belajar perpustakaan sekolah mengemban beberapa fungsi yang amat fital. Fungsi perpustakaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh beberapa hal seperti pengembangan koleksi yang sesuai, organisasi dan penguatan kelembagaan perpustakaan, pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta program promosi dan pengembangan  perpustakaan.


icon perpustakaan sekolah dan kegiatan.pdf (4.92 KB)
 
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:41
Dalam lingkungan sekolah, kegiatan belajar perlu didukung oleh sarana yang memadai, salah satunya adalah perpustakaan sekolah yang berfungsi sebagai sumber belajar siswa dengan berbasis pada kelas. Sebagai sumber belajar perpustakaan sekolah mengemban beberapa fungsi yang amat fital. Fungsi perpustakaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh beberapa hal seperti pengembangan koleksi yang sesuai, organisasi dan penguatan kelembagaan perpustakaan, pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta program promosi dan pengembangan  perpustakaan.


icon pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai.pdf (4.99 KB)
 
PEMBINAAN BUDAYA MEMBACA MASYARAKAT  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:43
Masalah minat dan kebiasaan membaca di masyarakat saat ini masih menjadi persoalan karena disinyalir masih rendah. Berbagai indikator tentang rendahnya minat membaca dapat kita lihat sehrai-hari, termasuk kajian dan survei tentang minat baca yang dilakukan oleh lembaga internasional. Upaya untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca telah banyak dilakukan melalui berbagai jalur, mulai jalur keluarga, pendidikan, masyarakat, perpustakaan, dan jalur pemerintah. Perlu ada upaya lebih terarah dan lebih kondusif dengan melibatkan berbagai sektor untuk menumbuhkan kebiasaan membaca agar bisa tumbuh menjadi budaya membaca. Perpustakaan memegang peran yang strategis dalam menumbuhkan budaya membaca,  dan diharapkan bisa menjadi salah satu simpul dalam menumbuhkan budaya membaca.


icon pembinaan budaya membaca masyarakat.pdf (5.49 KB)
 
PELAYANAN REFERENSI DI PERPUSTAKAAN  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:45
Referens adalah pelayanan dalam menggunakan buku-buku referens. Di perpustakaan buku-buku referens dikumpulkan tersendiri dan disebut "Koleksi Referensā€. Buku referens disebut pula buku rujukan atau acuan. Dalam tulisan ini istilah buku referens sinonim dengan buku acuan atau buku rujukan dan istilah-istilah ini digunakan semuanya. Disebut buku rujukan karena merupakan buku yang didesain untuk dikonsultasi atau diacu dari masa ke masa untuk mencari informasi khusus. Lazimnya buku referens tidak didesain untuk dibaca terus menerus seperti halnya dengan buku cerita atau buku pelajaran. Makalah ini membahas kegiatan layanan refensi di perpustakaan. Pembahasan bersifat umum yang meliputi pengertian, ciri-ciri koleksi referens, bentuk penyajian informasi dari koleksi referens, dan jenis koleksi referns.


icon pelayanan referensi di perpustakaan.pdf (5.66 KB)
 
MANAJEMEN PUSAT INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN PONDOK PESANTREN  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:46
Sebagai lembaga pendidikan non formal Pondok Pesantren perlu dikukung dengan perpustakaan cukup memadai untuk menunjang proses pembejaran. Untuk lebih medinamiskan perpustakaan maka peran perpustakaan dapat ditambah sebagai pusat informasi. Kondisi ini tentunya akan membawa konsekuensi dalam pengelolaannya dan sekaligus dalam manejemen yang akan diterapkannya. Peran perpustakaan juga perlu dikembangkan untuk disesuaikan dengan tuntutan jaman dan perubahan yang terjadi dalam dunia informai, Dengan melubernya informasi dan adanya teknologi informasi yang bisa diaplikasikan di perpustakaan maka peran perpustakaan diharapkan bisa berubah sebagai manajer pengathuan.


icon manajemen pusat informasi dan perpustakaan.pdf (5.42 KB)
 
PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 20:56
Sebagai sumber belajar perpustakaan sekolah mengemban beberapa fungsi yang amat fital. Fungsi perpustakaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh beberapa hal seperti pengembangan koleksi yang sesuai, organisasi dan penguatan kelembagaan perpustakaan, pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta program promosi dan pengembangan  perpustakaan. Keberadaan perpustakaan sekolah perlu ditangani secara baik dan memadai. Untuk itu diperlukan kemauan dari berbagai pihak untuk mengembangkannya yaitu penentu kebijakan pada tingkat departemen, tingkat daerah, tingkat sekolah (kepala sekolah, guru, dan pengelola perpustakaan).


icon perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar.pdf (5.23 KB)
 
PENTINGNYA KOMPETENSI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH / MADRASAH  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 21:31
Kompetensi tenaga perpustakaan sekolah adalah seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dikuasai dan ditampilkan oleh seorang tenaga perpustakaan sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Berdasarkan draft standar kualifikasi dan kompetensi kepala dan tenaga perpustakaan dan uji publik pada tahun 2007 terdapat enam standar kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang tenaga perpustakaan sekolah yaitu dimensi kompetensi Manajerial, Informasi, Kependidikan, Kepribadian, Sosial, Pengembangan Profesi.


icon pentingnya kompetensi tenaga perpustakaan sekolah.pdf (5.48 KB)
 
PENGORGANISASIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 21:34
Organisai koleksi adalah metode penyusunan item (berisi informasi atau keterangan tertentu) dilakukan secara sistematis baik menurut abjad maupun urutan logika yang lain. Dalam praktiknya kegiatan organisasi kokeklsi berlaitan dengan pembuatan katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan berarti sistematika daftar buku atau bahan pustaka yang lain di dalam perpustakaan yang memberi informasi tentang pengarang, judul, edisi, penerbit, tahun terbit, ciri fisik, isi (subyek), dan lokasi bahan pustaka tersebut disimpan. Tujuan dan fungsi katalog ialah untuk memudahkan menemukan kembali bahan pustaka yang telah disimpan. katalog perpustakaan dapat berfungsi sebagai: (1) catatan lengkap atau sebagian koleksi perpustakaan, (2) kunci untuk menemukan karya yang diperlukan, (3) sumber yang memberikan alternatif pilihan karya, (4) sumber penyusunan bibliografis, (5) alat bantu pengingat koleksi.Tulisan ini membahas pemgorganisasin koleksi perpustakaan yang bersifat konvensional.


icon pengorganisasian koleksi perpustakaan.pdf (5.87 KB)
 
PROMOSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH UNTUK MENUNJANG KEGERAMAN MEMBACA  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 21:43
Promosi perpustakaan sekolah diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan keberadaan perpustakaan di lingkungan sekolah. Bentuk promosi perpustakaan di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: pembuatan poster dan leaflet, pemeran buku, penataan ruang perpustakaan yang nyaman, penyediaan sarana ICT. Untuk itu promosi perpustakaan perlu dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menciptakan brand/image yang positif tentang perpustakaan sekolah dikalangan siswa dan guru. Keberadaan perpustakaan sekolah erat kaitannya dengan pengembangan minat membaca siswa. Minat dan kegemaran membaca sudah menjadi program nasional, yang dikembangkan melalui tiga jalur yaiu jalur masyarakat, keluarga, dan jalur sekolah. Oleh sebab itu perpustakan sekolah dan pengembangan minat baca perlu menjadi perhatian sekolah. 


icon promosi perpustakaan sekolah untuk menunjang.pdf (5.88 KB)
 
PERANGKAT LUNAK PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS SOFTWARE OPEN SOURCE  E-mail
Oleh Drs. Darmono, M.Si   
Rabu, 19 Maret 2014 21:53
Perangkat lunak perpustakaan, khususnya untuk perpustakaan sekolah mengalami perkembangan yang demikian pesat. Saat ini banyak pilihan perangkat lunka untuk perpustakaan yang tersedia  di OSS. Sebagai perangkat lunak open source bukan berangrti perangkat lunak jenis ini mempunyai lunak, pengembang tidak bermasut untuk mencari keuntungan dari pengembangan perangkat lunak OSS, tetapi lebih pada pilihan untuk tidak terikat pada copy right, tetapi memilih pada copy left.


icon perangkat lunak perpustakaan sekolah.pdf (5.20 KB)
 
KATALOGISASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH  E-mail
Oleh Slamet Hartono, A.Ma   
Senin, 07 Juli 2014 15:35

Pada akhir-akhir ini nampak makin tumbuh dan berkembangnya perpustakaan di lembaga pendidikan. Keadaan ini menunjukkan makin meningkatnya peranan lembaga pendidikan memegang kunci utama dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia. Dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia tersebut perlu tersedianya dukungan sumber belajar. Salah satu sumber belajar sangat penting adalah perpustakaan sekolah, yang tertuang dalam UUD RI No.2 tahun 1989 pasal 35, berbunyi: ā€œsetiap satuan pendidikan jalur sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumberbelajarā€

Tugas pertama untuk mendidik anak adalah keluarga, tetapi kemudia setelah anak mengenal pendidikan sekolah diharapkan menunjang kegiatan tersebut. Perpustakaan diharapkan dapat dijadikan tempat atau sarana untuk menggairahkan minat baca, membantu masyarakat yang tingkat daya belinya rendah. Perpustakaan sekolah yang ada di tingkat SD, SMP, dan SMA merupakan harapan masyarakat dalam rangka mendukung minat baca.

Pada kenyataannya perpustakaan sekolah belum sepenuhnya memenuhi persyaratan sebagai sarana yang dapat membantu dan menumbuhkan minat baca atau kebiasaan membaca. Kekurangan ini disebabkan oleh berbagai kendala, antara lain: teknis pengolaan perpustakaan, koleksi, dan tenaga yang profesional, fasilitas, dan dana. Perpustakaan sekolah adalah sarana atau perangkat pendidikan yang harus ada di tiap jenjang dan jenis sekolah baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.

Perpustakaan pada hakekatnya bertugas untuk menyimpan dan mengolah sebagai salah satu tempat terhimpunnya buku mempunyai tugas utama untuk melayani pemakai dalam memanfaatkan buku-buku yang dimilikinya. Meningkatnya kesadaran dari pemakai dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan harus diimbangi dengan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan, anatara lain dengan menambah jumlah koleksi, menyediakan fasilitas tempat yang nyaman dan sarana temu kembali informasi koleksi yang dimiliki.

Dengan melihat pengertian tersebut diatas maka untuk mengorganisir buku tersebut diperlukan suatu sistem temu kembali yang memudahkan pemakai untuk menemukan kembali buku tersebut dengan mudah dan cepat. Sistem temu kembali tersebut adalah dengan cara mengelompokkan/mengklasifikasi dan mengatalog buku tersebut. Khususnya pada materi makalah ini berisi dasar katalogisasi koleksi perpustakaan berdasarkan sistem yang berlaku.


icon kat pol 11.pdf (151.15 KB)


 
ORGANISASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH  E-mail
Oleh Slamet Hartono, A.Ma   
Senin, 07 Juli 2014 15:39

Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang disimpan menurut tata susunan tertentu digunakan untuk pembaca bukan dijual (Sulistyo-Basuki, 1991). Dengan melihat pengertian tersebut diatas maka perpustakaan adalah tempat menyimpan buku dan terbitan lainnya. Buku dan terbitan lainnya dapat dikatakan sebagai koleksi perpustakaan.

Koleksi tersebut merupakan hasil rekaman manusia atau karya manusia. Hasil rekaman tersebut direproduksi dengan berbagai cara antara lain diperbanyak atau tidak diperbanyak. Khususnya hasil kegiatan manusia atau karya cipta yang diperbanyak dapat kita lihat di perpustakaan.

Untuk mendapatkan koleksi tersebut dapat melalui pengadaan agar  terpenuhi kebutuhan pemakai. Atas dasar pertimbangan tersebut maka koleksi perpustakaan umum harus, terdiri dari :

  1. Buku teks yang diperlukan oleh pemakai yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
  2. Buku referens yang sifatnya baik umum maupun bidang khusus seperti kamus, ensiklopedi, direktori, indeks, abstrak, bibliografi, atlas
  3. Penerbitan berkala seperti majalah, jurnal dan surat kabar
  4. Penerbitan pemerintah baik produk hukum, hasil penelitian pemerintah setempat
  5. Koleksi bukan buku yang berupa film, rekaman video, piringan hitam, dan sebagainya.

Dengan melihat jenis koleksi tersebut maka perpustakaan yang merupakan sistem informasi  yang berfungsi untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang terdapat dalam koleksi. Oleh sebab itu kolesksi perpustakaan harus diolah, diatur sehingga informasi yang terdapat dalam koleksi dapat disimpan dan ditemukan kembali secara cepat dan tepat jika diperlukan kembali. Materi yang akan dibahas dalam makalah ini merupakan landasan pengetahuan pengolahan koleksi perpustakaan untuk pengembangan profesi sebagai pustakawan.


icon organ pol 11.pdf (137.45 KB)
 


Jumlah Kunjungan Konten : 1229583
Selamat Lebaran 1435 H


 
Jam Layanan Perpustakaan UM

SENIN - KAMIS
07.00 - 19.00 WIB

JUMAT
07.00 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP


----------------------------------------------


LAYANAN KOLEKSI
TESIS DAN DISERTASI


SENIN - KAMIS
07.30 - 14.30 WIB


JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP



 
Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM),(c)2008