• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Artikel Pustakawan Perpustaakaan UM



Demokrasi Akses Informasi Di Perpustakaan Umum Indonesia

 E-mail
Oleh Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos, M.Hum    Rabu, 10 Februari 2016 16:19
Munculnya era reformasi di Indonesia telah membawa perubahan besar dalam bidang keterbukaan akses informasi. Menurut UU Keterbukaan Informasi Publik No.14 tahun 2008, setiap orang mempunyai kebebasan untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan. Dengan adanya Undang-Undang Tentang Keterbukaan Informasi Publik ini telah memberi dampak yang besar terhadap berbagai lembaga informasi, salah satunya adalah perpustakaan umum. Sebagai salah satu lembaga informasi, perpustakaan umum dituntut untuk mampu memberikan akses informasi seluas-luasnya dan seadil-adilnya kepada  masyarakat. Disamping itu salah satu fungsi pokok dari perpustakaan umum adalah untuk memberikan dan menyebarkan informasi luas-luasnya kepada masyarakat. Namun pada kenyataannya perpustakaan umum di Indonesia masih belum sepenuhnya mampu memenuhi perannya sebagai information public sphere yang dapat memberikan kebebasan dan keleluasaan akses informasi terhadap masyarakat.
Jika ditinjau secara umum, kondisi perpustakaan di Indonesia masih belum menerapkan konsep “kebebasan akses informasi” dengan menyediakan informasi yang layak untuk “dikonsumsi” masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari kondisi perpustakaan umum di Indonesia dari segi koleksi, pelayanan, sarana dan prasarana masih perlu dilakukan pembenahan, terutama dalam ketersediaan dan keluasan akses informasi yang masih utopis.

Download lengkap disini http://bit.ly/1PMVUpK
 

Layanan Informasi [Pelatihan Kepala Sekolah Madrasah Tulungagung]

 E-mail
Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP    Rabu, 10 Februari 2016 15:27
Kemajuan informasi sekarang memiliki dampak yang luar biasa bagi segi kehidupan masyarakat, informasi seakan-akan menjadi barang konsumtif dilapisan masyarakat,  Informasi  sudah memiliki nilai yang luar biasa dan ini dibuktikan dengan  Beberapa data statistik menunjukkan bagaimana badan pemerintah, lembaga swasta, perorangan, organisasi, perdagangan, dan bisnis membelanjakan uangnya utuk keperluan informasi. Menurut Kalba (1977) Di Amerika serikat pada tahun 1973 (tiga dekade yang lalu) menujukkan bahwa belanja untuk siaran televisi saja sudah mencapai 3.5 Milyar dolar, untuk belaja radio sebesar 1,5 Milyar dolar, Untuk surat kabarmencapai 8,3 milyar dolar dan untuk belanja buku sebanyak 4.1 milyar dolar, Untuk belanja majalah mencapai 3,7 milyar dolar. Di Indonesia anggaran untuk belanja informasi pun sangat besar jumlahnya. Pada tahun 1968 indonesia hanya mengeluarkan biaya sebesar 27, 0 miliar rupiah untuk biaya informasi dan pada tahun 1993/1994 meningkat menajdi 120.6 miliar rupiah untuk pengeluaran di sektor penerangan, pers, dan komunikasi social ( Sumber : Lampiran pidato kenegaraan presiden indonesia di depan DPR tahun 1994)

Download lengkap disini http://bit.ly/1Qqpiyt
 

Security System di Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM)

 E-mail
Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP    Senin, 25 Januari 2016 21:24
Perpustakaan merupakan suatu unit kerja dari satu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, maupun berupa bahan non-buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Bahan pustaka adalah salah satu unsur penting dalam sebuah sistem perpustakaan, sehingga harus dilestarikan mengingat nilai informasinya yang mahal.

Bahan pustaka di Perpustakaan berupa terbitan buku, terbitan berkala (surat kabar dan majalah), bahan pustaka yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar, mudah sobek dan mudah terkena noda. Selain itu ada bahan pustaka audiovisual seperti audio kaset, video, slides. Bahan pustaka tersebut memerlukan perawatan, apabila tidak dirawat maka besar kemungkinan terjadi kerusakan. Selain itu Perpustakaan kini sudah saatnya berbenah, memberikan layanan prima kepada pemustaka yang datang ke perpustakaan, disamping itu pula perpustakaan harus memberikan kesan rasa nyaman, aman menurut Rumani  Perpustakaan tidak saja sebagai tempat untuk mencari informasi bagi orang yang akan melakukan penelitian, membuat karya tulis, makalah, tugas kuliah, membuat artikel, tetapi juga sebagai tempat untuk bersantai, refreshing, rekreasi (otak) bagi pengunjungnya.

Download lengkap disini http://bit.ly/1niU2dc
 

Standar Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Tahun 2011

 E-mail
Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP    Senin, 25 Januari 2016 21:15
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha  sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,

Menciptakan pendidikan yang berkualitas tidaklah mudah. Hal ini memerlukan campur tangan dari seluruh lapisan masyarakat. Seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, “Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan”.

Salah satu factor pendukung dalam sekolah dalam hal menciptakan pendidikan yang berkualitas adalah peran dari perpustakaan sekolah itu sendiri, walalupun kadang kala kita temukan masih adanya penafsiran bahwa “tanpa perpustakaan sekolah tetap jalan asal ada guru” penafsiran itu tidak benar.  Untuk itulah pemerintah berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan berkualitas dengan pengembangan-pengembangan perpustakaan untuk dijadikan jantung dari sekolah itu sendiri.

Download lengkap disini http://bit.ly/1ZMGYJy
 

Authority Control Pada Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Universitas Negeri Malang

 E-mail
Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP    Senin, 25 Januari 2016 21:12
Pengolahan bahan pustaka merupakan suatu  proses kegiatan yang berkaitan dengan organisasi dan pengawasan koleksi perpustakaan. Tujuannya untuk membuat sarana temu kembali berupa susunan koleksi dan sistem katalog. Kedua sarana tersebut disusun menurut susunan yang baku untuk mempermudah pemakai menemukan kembali informasi yang diinginkan secara cepat dan tepat. Proses pengolahan meliputi pengkatalogan deskriptif, pengindeksan subyek, pemberian nomor panggil yang menunjukkan tempat dokumen dalam susunan koleksi dan pemberian perlengkapan fisik buku dan itu adalah bagian yang disebut Authority Control dalam pengelolaan koleksi perpustakaan.
 
Authority Control merupakan suatu kegiatan yang dianggap sangat perlu dikembangkan dan tetap dijaga keberadaannya, authority control pada koleksi-koleksi yang di kelola oleh perpustakaan merupakan suatu kegitan yang perlu. Karena Salah satu parameter kualitas kinerja perpustakaan adalah adanya authority control  yang baik dan transparan. authority control  dapat diartikan sebagai cara atau metode yang digunakan oleh suatu perpustakaan perguruan tinggi untuk mendayagunakan seluruh potensi dan unsur-unsur yang dimiliki secara optimal dalam upaya mencapai visi, misi perpustakaan yang telah ditetapkan. authority control  merupakan upaya sistematik dalam suatu proses untuk mencapai tujuan perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan utama dari authority control  yang baik adalah terjadinya peningkatan kualita layanan perpustakaan secara terus menerus dan berkesinambungan. authority control  yang baik menjamin adanya proses kesejajaran, kesamaan, kohesi, keseimbangan peran, serta adanya peran saling mengawasi atau saling mengendalikan yang dilakukan oleh semua komponen perpustakaan terkait.


Download lengkap disini http://bit.ly/1JwR0N4
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 32
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno