• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Artikel Pustakawan Perpustaakaan UM



STRATEGI PEMASARAN DINAMIS DI PERPUSTAKAAN DALAM MENUNJANG PENCITRAAN PERGURUAN TINGGI

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 15:57
Abstrak. Untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas, perlu dilakukan penataan sistem pendidikan tinggi yang didasarkan atas 5 komponen, yaitu kualitas, otonomi, akuntabilitas, akreditasi dan evaluasi.
 Suatu citra diri organisasi dimulai dari (1) tampilan nama organisasi yang meliputi laporan tahunan, company profile, interior kantor, media reklation, iklan, pemberitaan media, advetorial, dan (2) logo organisasi (identitas non-fisik) meliputi produk dan pelayanan, tingkah laku karyawan, tanggung jawab sosial, etika, keberadaan kantor, fasilitas dan komunikasi karyawan.
Dalam organisasi,  citra dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu : (1) kepemimpinan (leadership), (2) kebijaksanaan dan strategi (policy and strategy), (3) kebijaksanaan sumberdaya manusia (personnel policy), (4) pengelolaan kekayaan (asset management), (5) pengelolaan proses (process management), (6) kepuasan konsumen (customer satisfaction), (7) kepuasan karyawan (employee satisfaction), (8) tanggung jawab sosial (societal responsibility), dan (9) hasil usaha (business result/profit)
 

KONTRIBUSI KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 15:52
Abstrak. Beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah, diantaranya adalah : (1) kurangnya pengetahuan guru tentang pembelajaran, (2) kurangnya pemahaman guru tentang konsep pemanfaatan perpustakaan sekolah, (3) padatnya kurikulum di sekolah, (4) kurangnya koleksi bahan pustaka, (5) kurangnya layanan informasi dan referensi, (6) kurangnya prasarana perpustakaan dan (7) adanya keterbatasan waktu perpustakaan sekolah. Dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, seringkali menghadapi berbagai kendala diantaranya menyangkut aspek  : (1) Ruang Perpustakaan. (2) Koleksi Bahan Pustaka. (3) Anggaran. (4) Tenaga Pengelola. (5) Partisipasi Pemakai
 

KONTRIBUSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENUNJANG KEGIATAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR)

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 15:48
Abstraks. Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bertujuan untuk dapat memberikan kompetensi pengembangan diri dalam kehidupan remaja agar mampu mengembangkan sikap ilmiah , kejujuran dalam gejala alam yang ditemui dalam dengan kepekaan yang tinggi berdasarkan metode yang sistematis, objektif, rasional, dan berprosedur. Sebagai suatu kegiatan ilmiah, penelitian yang dilakukan oleh kelompok ilmiah remaja (KIR) dilakukan melalui tahap-tahap penelitian secara umum meliputi : (1) Memilih dan mendefinisikan masalah. (2) Menetapkan prosedur penelitian (3) Mengumpulkan data, (4) Menganalisis data,  (5) Menggambarkan dan menetapkan kesimpulan.  Dalam sebuah penelitian atau penulisan karya ilmiah pada Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)  ,  kajian pustaka dilakukan dengan tujuan : (a) Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang akan diteliti, (b) Memperdalam pengetahuan peneliti mengenai hal-hal yang menyangkut masalah dan bidang yang sedang diteliti, maupun mengenai berbagai metode penelitian, termasuk rancangan penelitian, pengembangan instrument, penarikan sample maupun teknis analisis data, (c) Mengkaji teori-teori yang relevan dengan masalah yang akan diteliti sebagai landasan dan acuan teoritis yang tepat, (d) Mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah diteliti, apa saja temuan-temuannya, dan bagian-bagian mana yang belum diteliti, (e) Mendapatkan informasi tentang aspek-aspek mana dari topik yang sama yang sudah pernah diteliti, agar dapat dihindari duplikasi. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) Prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) Prinsip relevansi. 
 

PENINGKATAN KETERAMPILAN PUSTAKAWAN SEBAGAI DOSEN DALAM PENYUSUNAN BAHAN AJAR UNTUK MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN PADA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 15:01
Abstrak. Bahan ajar berfungsi sebagai: (1) Pedoman bagi dosen yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada mahasiswa, (2) Pedoman bagi mahasiswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/ dikuasainya, (3) Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.  Penulisan bahan ajar memberikan sejumlah manfaat , yaitu  (1) Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa, (2)  tidak lagi bergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, (3) , bahan ajar menjadi lebih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, (4) Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman dosen  dalam menulis bahan ajar, (5)  Bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara dosen dengan mahasiswa karena mahasiswa akan merasa lebih percaya kepada dosennya maupukepada dirinya; dan (6) dapat dikumpulkan menjadi buku dan dapat diterbitkan
 

PENINGKATAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI MELALUI PELATIHAN

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 14:54
Abstrak. Pendidikan dan pelatihan pustakawan pada perpustakaan PT dilaksanakan dengan  beberapa alasan, yaitu : (1) Peningkatan kompetensi pustakawan. (2) Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Promosi jabatan di lingkungan perpustakaan PT. (4) Peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja pustakawan Untuk mencapai tujuan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan,  diperlukan survei penjajagan kebutuhan (need assesament) yang mencakup tiga jenis analisis, yaitu : (1) Analisis organisasi (Organizational Analysis) . (2) Analisis  pekerjaaan (Job Analysis). (3) Analisis pribadi (Private Analysis). Pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adanya perubahan staf, perubahan teknologi, perubahan pekerjaan, perubahan peraturan hukum, perkembangan ekonomi, pola baru pekerjaan, tekanan pasar, kebijakan sosial, aspirasi pegawai, variasi kinerja dan kesamaan dalam kesempatan.
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 6 dari 32
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno