• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Kinerja Standar Suatu Perpustakaan

Oleh Teguh Yudi C, A.Md   


Artikel Pustakawan Pengembangan Profesi. Artikel ini telah dipakai oleh Penulis Untuk Pengajuan DUPAK tahun 2010 di Universitas Negeri Malang (UM).

Kinerja Standar Suatu Perpustakaan

Oleh : Teguh Yudi C, A.Md

Pendahuluan

Perpustakaan sebagai sebuah pusat pengetahuan dan pusat pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat karena di dalamnya tersedia begitu banyak informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat ketika mereka bermaksud memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memproduksi sesuatu yang bernilai ekonomi, dari produk yang sederhana sampai produk yang canggih, menyediakan begitu banyak informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, dari kesehatan keluarga sampai pada informasi tentang bagaimana memperluas pergaulan dalam masyarakat. Sehingga perpustakaan sangat perlu untuk dikembangkan. Ada beberapa komponen utama yang menjadi pokok pengembangan, yaitu, sumber daya manusia, koleksi, sistem layanan, fasilitas pendukung dan marketing. Padahal berbicara tentang pengembangan perpustakaan berarti bicara tentang sebuah sistem jaringan kerjasama yang sangat besar di mana di dalamnya merupakan sebuah kumpulan lembaga perpustakaan dan pustakawan yang saling bekerjasama sehingga menghasilkan manfaat. Manfaat yang dimaksudkan adalah meningkatnya kualitas dan produktifas sumber daya manusia (pemustaka) di dalam lingkungan lembaga penaung yang pada ujungnya akan meningkatkan citra lembaga dan jajaran pimpinannya.

Hasilnya adalah lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan produksi yang akan mendukung tercapainya visi dan misi lembaga, akhirnya membuat apa yang diprogramkan dengan Indeks Prestasi Masyarakat bisa tercapai. Pencapaian visi dan misi ini melalui IPM yang ideal merupakan prestasi yang mengangkat nama baik bagi pemerintah/ lembaga penaung. Dalam usaha mengembangkan diri, perpustakaan perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Pengembangan perpustakaan merupakan usaha bersama-sama dengan lembaga

 penaung.

2. Pengembangan perpustakaan lebih ringan dan fokus jika dilakukan bersama

 perpustakaan lain dalam gerakan massal.

3. Manfaat pengembangan perpustakaan harus terasakan langsung oleh “anda” dan

 “mereka”.

Tolok Ukur Kualitas Perpustakaan

Kualitas sebuah perpustakaan harus diukur dalam hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna dengan sumber daya perpustakaan dan pelayanan yang diberikan. Penilaian kritis akan kualitas sebuah perpustakaan haruslah berasal dari pengguna perpustakaan itu sendiri. Zeithaml, dkk mengatakan: Dalam model evaluasi kualitas pelayanan, hanya pengguna/pelanggan yang menilai kualitas. Menurut KTT Dunia tentang masyarakat informasi, statistik dan evaluasi, komponen ideal bagi perpustakaan diantaranya adalah kecepatan akses dan penyediaan fasilitas yang diberikan. Dalam studi yang dilakukan J.C. Bertot dan kawan-kawan pada 2006 yang terbit di First Monday edisi September 2006, dicatat bahwa konektivitas Internet di perpustakaan-perpustakaan Amerika Serikat antara 1994-2004 melonjak dari 20,9 persen menjadi 99,6 persen.

Kebutuhan masyarakat terhadap Internet yang meningkat juga mendorong perpustakaan untuk meningkatkan kecepatan aksesnya. Pada 1998, 65,6 persen perpustakaan di Amerika Serikat memiliki kecepatan akses Internet sebesar 56 kbps (kilobita per detik) atau kurang. Pada 2006, hanya 2,1 persen yang memiliki kecepatan di bawah angka itu. Di tahun itu sebagian besar perpustakaan memiliki kecepatan koneksi lebih dari 769 kbps.

Membangun Koleksi Yang Kuat

Sebuah paradigma baru menyimpulkan bahwa, salah satu kriteria penilaian layanan perpustakaan yang bagus adalah dilihat dari kualitas koleksinya. Koleksi yang dimaksud tentu saja mencakup berbagai format bahan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan alternatif para pemakai perpustakaan terhadap media rekam informasi. Setiap kegiatan lain di perpustakaan akan bergantung pada pemilikan koleksi perpustakaan yang bersangkutan. ( Ade Kohar, 2003 ).

Sesungguhnya tugas utama setiap perpustakaan adalah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pengguna perpustakaan. Esensinya para pemakai akan lebih mementingkan dan mencurahkan perhatiannya pada pengelolaan serta pengamanan koleksi perpustakaan yang menjadi kebutuhan aktualnya. Untuk itu koleksi secara periodik dan sistematik perlu dievaluasi agar koleksi itu mengikuti perubahan yang terjadi, dan perkembangan kebutuhan dari komunitas yang dilayani. Perpustakaan sebagai unit pemberi jasa/layanan selalu menaruh perhatian pada pengukuran kinerja dalam memenuhi kebutuhan para penggunanya, dan meyakinkan diri bahwa berbagai sumber daya yang dipilih bermanfaat bagi konsumennya.

Misalnya saja standarisasi untuk ukuran koleksi perpustakaan perguruan tinggi meliputi : kondisi dan kualitas koleksi; kuantitas pemakai; jumlah bidang studi; metode pengajaran; dan jumlah strata pendidikan di perguruan tinggi yang meliputi SO, S1, S2, dan S3. Perguruan tinggi yang memiliki jumlah strata dari S0 sampai S3 akan memerlukan koleksi perpustakaan yang lebih banyak dibandingkan dengan perguruan tinggi yang hanya melayani satu strata saja.


File download :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno