• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

KOMPETENSI DASAR PUSTAKAWAN DALAM MENULIS KARYA ILMIAH

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso, S.Sos    Selasa, 11 Agustus 2015 20:34
Abstrak. Kurang produktifnya pustakawan dalam melahirkan karya ilmiah disebabkan oleh  kurangnya motivasi dan keberanian dalam mengapresiasikan ide-ide dan gagasannya,  takut salah atau  gagal/ditolak, dan  terbelenggu oleh pekerjaan rutin. Dalam penulisan karya ilmiah seorang pustakawan dituntut memiliki kompetensi yang mencakup aspek : (1) Ilmu atau knowledge, (2) Keterampilan atau skill, (3) Perilaku atau attitude. Oleh karena itu, agar pilar-pilar kompetensi tersebut dapat benar-benar kokoh dan bermakna, dibutuhkan fondasi etis (ethical foundation) yang terdiri dari kecerdasan spiritual, moral dan etika serta integritas profesional.
Seorang pustakawan dalam penyusunan karya limiah harus melalui langkah-langkah sebagai berikut : (1) Memilih topik dan menentukan judul. (2) Menelaah bahan-bahan pustaka (3) Menentukan kerangka tulisan.  Pemilihan kata dalam penulisan karya ilmiah harus memperhatikan 4 (empat) hal pokok, yaitu : (1) pemilihan kata hendaknya sesuai dengan tingkat keresmian tulisan (formality), (2) penggunaan kata secara tepat, (3) menghindari kata-kata yang samar  tau tidak jelas, dan (4) menghilangkan kata-kata yang berlebihan.
Komponen-komponen yang harus  dihadapi oleh seseorang  pustakawan ketika menulis karya ilmiah, yaitu : (1) tujuan menulis, (2) isi yang hendak disampaikan, (3) pemahaman terhadap bakal pembaca, (4) proses menulis, (5) tata bahasa, (6) sintaksis, (7) pemilihan  kata, (8) teknik penulisan, dan (9) pengorganisasian gagasan.
Untuk dapat menjadi penulis karya ilmiah  seorang pustakawan dituntut  memiliki sikap seperti  : (1) Bersedia untuk bekerja keras. (2) Mempunyai keberanian moral. (3) Memiliki keyakinan tentang apa yang ditulisnya. (4) Dapat memandang sesuatu secara proporsional. (5) Dapat berpikir secara logis. (6) Dapat mempertanggungjawabkan ide dan gagasannya. (7) Berani melakukan otokritik.  (8) Memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi dalam masyarakat. Disamping sikap seperti tersebut di atas, seorang pustakawan yang ingin menjadi penulis karya ilmiah yang baik harus memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu : (1) Kemampuan menemukan masalah yang akan ditulisnya, (2) Memiliki kepekaan terhadap kondisi pembaca, (3) Kemampuan menyusun perencanaan penulisan, (4) Kemampuan menggunakan bahasa Indonesia, (5) Kemampuan untuk memulai menulis, (6) Kemampuan memeriksa karangan sendiri

Kata Kunci : Pustakawan, Karya ilmiah


icon Kompetensi Dasar Pustakawan.pdf
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno