• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PUSTAKAWAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 19:38
Abstraks. Berpikir merupakan proses kognitif yang tidak apat dilihat secara fisik karena merupakan aktivitas mental seseorang dan hasil dari berpikir bisa berupa ide-ide, alasan-alasan, strategi-strategi maupun keputusan. Level berpikir dapat dibagi menjadi menjadi  empat, yaitu :  (1) Menghafal (Recall thinking).(2) Keterampilan dasar (Basic thinking), (3) Berpikir kritis (Critical thinking) (4) Berpikir kreatif (Creative thinking). Klasifikasikan ranah kognitif dapat dibagi ke dalam enam tingkatan berpikir, yaitu : (1) Mengingat (Remembering), (2)  Memahami (Understanding), (3) Menerapkan (Applying) (4) Menganalisis (Analysing), (5) Mengevaluasi (Evaluating), (6) Mencipta (Creating)
Kategori dalam berpikir kreatif dapat dibagi menjadi empat yaitu : (1) Fluency, yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan/ide (2) Flexibility, yaitu kemampuan untuk menghasilkan bermacam-macam pendekatan atau variasi metode, (3) Originality, yaitu kemampuan untuk menghasilkan ide yang yang luar biasa atau baru, (4) Elaboration, yaitu kemampuan untuk mengembangkan atau memperbaiki metode .
Manfaat kemampuan berpikir kritis tersebut adalah : (1) Mampu menstruktur konsep penulisan secara jelas, (2) Mampu menemukan ide dari sebuah permalahan secara orisinil, (3) Menemukan dan menyusun informasi yang relevan, (4) Memahami dan menggunakan bahasa yang tepat, jelas dan khas, (5) Menganalisis data temuan, (6) menilai fakta sebagai bukti yang akurat, (7) Mengenal hubungan logis antara temuan masalah, (8) Menarik kesimpulan dari berbagai pendapat, (9) Menguji kerelevanan dan keakuratan kesimpulan, (10) Memperkirakan akibat yang timbul dari sebuah argumen, (11) Melihat permasalahan secara proposional (bersikap netral dan apa adanya), dan (12) Melihat asumsi, informasi dan implikasinya dari berbagai sudut pandang sehingga penulis mengetahui kebutuhan pembaca.
Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis pustakawan dalam penulisan karya ilmiah bisa dilakukan melalui berbagai aspek , yaitu : (1) Kejelasan (Clarity), (2) Keakuratan (Accuracy), (3) Ketelitian (Precision), (4) keterkaitan (relevance), (5) kedalaman (depth), (6) keobjektifan (breadth), (7) Kelogisan (Logic), (8) Kepentingan (Significance), (9) kejujuran (Fairness), dan (10) Kebaruan (Novelty).  
Pustakawan yang kreatif dituntut untuk : (1)  Memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang tidak aman atau  tidak populer. (2) Memiliki sikap  optimistis (3) Meninggalkan pola berpikir  konservatif. (4) Bersikap proaktif dalam bidang apapun dengan cara menjemput bola dalam menghadapi sesuatu. (5) Memiliki kemampuan kognitif atau kecerdasan tinggi. (6)  Bersikap terbuka. (7) Bersikap bebas, otonom dan  percaya diri, (8) Memiliki rasa ingin tahu. Sejumlah hambatan yang dihadapi pustakawan dalam berpikir kreatif, yaitu : (1) Memiliki rasa takut mencoba cara baru (2) Kesuksesan, kepandaian dan kenyamanan (3) Rutinitas, (4) Malas.. (5)  Proses birokrasi yang berbelit-belit (6) Terpaku pada kegagalan,
Kata kunci : berpikir kritis, berpikir kreatif, karya ilmiah
icon Kritis dan Kreatif.pdf
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno