• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN

 E-mail
Oleh SETIAWAN, S.Sos    Rabu, 21 Januari 2015 20:00

MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN :

“ Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942”

( Deliar Noer )

Oleh :

Setiawan, S.Sos


Salah satu ciri dari sebuah negara berkembang adalah memiliki penduduk yang mayoritas ber-agama islam, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang sehingga termasuk dalam bagian itu. Menurut Deliar Noer negara–negara berkembang rata-rata memiliki penganut mayoritas ber-agama islam, negara-negara berkembang seperti Indonesia ini memiliki persoalan yang umumnya sama dengan negara-negara berkembang lainnya yaitu persoalan-persoalan antara lain ledakan penduduk, dan meningkatnya tuntutan keperluan dari penduduk. Disamping itu juga usaha pemecahan masalah keterbelakangan orang-orang Islam tersebut banyak sedikitnya memerlukan kemantapan didalam negeri masing masingdan itu perlu suatu penempatan kedudukan agama yang jelas.

Menempatkan kedudukan agama yang jelas, di dalam masyarakat merupakan masalah yang harus dihadapi oleh negeri-negeri Islam.Indonesia sendiri belumlah berhasil memecahkan masalah seperti ini.Lebih lanjut Deliar mengungkapkan bahwa Semenjak Indonesia merdeka, Islam terus berkembang dengan memperoleh jumlah pengikut yang banyak di kalangan suku-suku bangsa yang masih animistis, para pendukung ide masuknya Islam dalam kehidupan kenegaraan di Indonesia berpendapat bahwa ciri dasar dari agama Islam tidak memungkinkan negara menjadi bersifat teokrasi, karena Islam tidak mengakui sistem kependetaan.

Negara Islam adalah sebuah negara yang melaksanakan ajaran Islam di tengah masyarakat untuk kepentingan dan keuntungan masyarakat secara keseluruhan. Masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat Islam di Indonesia adalah bahwa mereka lebih banyak terlibat pertikaian yang bersifat teoritis dan ideologis, baik dalam berhadapan dengan pihak nasionalis “sekuler” atau pun antar mereka sendiri yang menyangkut dasar-dasar pokok dari Islam itu sendiri.. Islam sebagai suatu kriteria pengukur loyalitas dan dasar persatuan di Indonesia merupakan hal yang penting selaras dengan berkembangnya kekuasaan Belanda ke seluruh pelosok tanah air. Belanda memandang Islam sebagai suatu ancaman terhadap kedudukannya, sedangkan Belanda dalam pandangan orang Indonesia merupakan ancaman bagi Islam.Menurut Goerge MC Turnan dalam Marto, menyatakan bahwa “agama Muhammad” bukan saja mata rantai yang mengikat tali persatuan melaikan merupakan symbol kesamaan nasib, menentang penjajahan asing dan penindas yang berasal dari agama lain.


icon Deliar Nor

 

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno