• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN PUSTAKA DI ERA DIGITAL

 E-mail
Oleh Nining Nugrahini, SE    Sabtu, 07 Maret 2015 19:26
Keberadaan perpustakaan sekolah pada satuan pendidikan dewasa ini sangat dibutuhkan terutama bagi siswa maupun guru. Hal ini, karena perpustakaan sekolah memiliki peranan penting dalam melaksanakan fungsi dan tujuannya sebagai sumber belajar dalam upaya membantu dan   mendukung pencapaian pengembangan tujuan sekolah bersangkutan.
Beberapa fungsi perpustakaan sekolah dimaksud (Qolyubi, 2007:10) adalah: a) sebagai sumber belajar mengajar untuk membantu program pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang terdapat didalam kurikulum; b) membantu siswa atau peserta didik memperjelas dan memperluas pengetahuan pada setiap bidang studi; c) mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri; d) membantu siswa atau peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya; e)membiasakan siswa atau peserta didik untuk mencari informasi di perpustakaan; f) sebagai tempat memperoleh bahan rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur tingkat kecerdasan siswa atau peserta didik dan; g) untuk memperluas kesempatan belajar bagi siswa atau peserta didik.
Oleh karena itu dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 19 Tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan (Depdiknas, 2005: 34), diantaranya dijelaskan, bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi ruang perpustakaan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Namun pada kenyataannya dari pengamatan penulis dilapangan bahwa keberadaan perpustakaan sekolah terutama pada satuan pendidikan SD, SMP di wilayah Malang Raya sampai pada saat ini kondisinya masih memprihatinkan, baik pada aspek phisiknya (gedung, ruangan layanan dan ruangan koleksi) maupun aspek pengelolaannya. Perpustakaan sekolah yang ada kebanyakan belum menyelenggarakan layanan pemakai atau pemustaka secara baik, seperti layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian) bahan pustaka terhadap siswa atau peserta didik tidak dilakukan melalui sistem pencatatan/perekaman data sebagaimana mestinya. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan sekolah sebagaian besar tampak belum diproses dan dikelola sebagaimana mestinya (sesuai pedoman pengelolaan perpustakaan sekolah). Lebih memprihatinkan lagi buku-buku perpustakaan sekolah yang belum diproses bahkan ditumpuk begitu saja pada ruangan tata usaha sekolah, sehingga tidak termanfaatkan oleh siswa maupun guru.
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah suatu program pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 50 ayat 3. Dalam UU itu dinyatakan bahwa pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Sekolah RSBI dengan label internasionalnya seharusnya memiliki perpustakaan dengan kualitas internasional. Dimana sekolah RSBI memiliki perpustakaan standar maksimal diatas standar perpustakaan sekolah non RSBI.
Dalam rapat koordinasi evaluasi layanan Perpustakaan di Jawa Tengah pada tanggal10 November 2011( Harian Joglo Semar tgl 6 desember 2011) yang diselenggarakan Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah terungkap bahwa rata-rata koleksi judul buku perpustakaan RSBI baru 2.000 judul buku, padahal semestinya 5.000 judul buku. Hal ini menunjukan bahwa perpustakaan belum mendapatkan anggaran minimal 5 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Jika RSBI berorientasi internasional , maka seharusnya mengacu pada Manifesto Perpustakaan Sekolah yang dikeluarkan oleh UNESCO tahun 2000. Dalam manifesto tersebut dinyatakan bahwa perpustakaan sekolah memilki arti penting bagi strategi jangka panjang pengembangan literasi, pendidikan, penyediaan informasi serta ekonomi, sosial dan budaya.

 
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno