• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN TUTOTIAL PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DI UNIVERSITAS TERBUKA

 E-mail
Oleh Drs. Hari Santoso , S.Sos    Selasa, 28 Juli 2015 17:26
Abstrak  Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SBJJ di UT, ada 3 (tiga) komponen utama yang mempengaruhinya, yaitu bahan ajar, komponen pelayanan mahasiswa dan komponen pengujian. Ketiga komponen tersebut bersama-sama menentukan keberhasilan proses belajar  dalam SBJJ.
Peran utama tutor adalah sebagai: (1) “pemicu” dan “pemacu” kemandirian mahasiswa dalam belajar, berpikir  dan  berdiskusi  di  kelas  tutorial;  dan  (2)  “pembimbing,  fasilitator,  dan  mediator” mahasiswa . Agar  tutor  tidak  terjebak  dalam  situasi  perkuliahan  biasa,  terbina  hubungan  bersetara,  tutor  dapat memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang  berfungsi  untuk:  (1)  membangkitkan  minat  mahasiswa  terhadap  materi  yang  sedang  dibahas,  (2) menguji pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran, (3)  memancing mahasiswa agar berpartisipasi aktif  dalam  kegiatan  tutorial,  (4)  mendiagnosis  kelemahan-kelemahan  mahasiswa,  dan  (5)  menuntun mahasiswa untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi.
Agar tutorial berlangsung efektif, tutor harus mengikuti prosedur tutorial yang telah ditetapkan oleh UT dan mampu menyusun atau merancang perangkat tutorial yang terdiri dari : (1) Peta  kompetensi  (2)  Peta konsep (3) Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT), (4) SAT, (5) Penilaian   Tugas-tugas Tutorial.
Dalam pelaksanaan tutorial,  tutor harus memiliki keterampilan dasar tutorial yang meliputi keterampilan : (1) bertanya, (2) memberikan penguatan, (3) mengadakan variasi, (4) menjelaskan, (5) membuka dan menutup tutorial, (6) membimbing diskusi kelompok kecil, (7) mengelola kelas, (8) tutorial kelompok kecil dan perorangan.
Beberapa kendala dalam pelaksanaan tutorial program studi ilmu perpustakaan, diantaranya  : (1) tempat tutorial tidak menetap di satu tempat, sehingga  membingungkan baik mahasiswa maupun tutor pada saat awal kegiatan tutorial  (2) ruang kelas yang digunakan kurang representatif (3)  materi beberapa modul sulit untuk dipahami dan tumpang tindih dan distribusinya tidak merata serta  terlambat diterima  mahasiswa, (4) beberapa pokjar tidak bisa melaksanakan tutorial sesuai jadwal yang ditentukan (5) pengurus pokjar tidak selalu ada di tempat kegiatan tutorial (6) Tidak tersedianya fasilitas pendukung untuk proses pembelajaran (7) Tutor tidak menguasai materi dan pelaksanaan kegiatan tutorial tidak didasarkan pada RAT/SAT yang telah disusun.
Untuk meningkatkan kompetensi tutor, diperlukan suatu pelatihan dengan tujuan  meningkatkan : (1) kemampuan teknis (technical and skill) (2) kemampuan sosial (human /social skill (3) kemampuan konseptual (conceptual skill). Disamping peningkatan kompetensi, seorang tutor juga harus berusaha meningkatkan kualifikasi pendidikannya
Kata kunci : Universitas Terbuka, tutorial, tutor

icon Kegiatan Tutorial.pdf
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno