PERPUSTAKAAN DIGITAL

Universitas Negeri Malang (UM) -- The Learning University
Home
Terdapat 5 Tamu online
Perpustakaan Tanpa Denda, mungkinkah?
(Read : 3608 times )
Oleh Administrator   
 

Disiplin istilah yang sering kita dengar dalam setiap aktivitas sehari-hari terutama yang berhubungan rutinitas pekerjaan atau sesuatu hal yang berhubungan dengan pihak yang lain. Istilah yang gampang-gampang susah untuk diterapkan terlebih bila dikaitkan dengan social budaya dan prilaku seseorang dalam suatu tempat atau komunitas. Di perpustakaan disiplin dilekatkan dengan sebuah tata tertib yang mengatur hak dan kewajiban petugas dan pengguna agar system yang berjalan dapat berjalan dengan baik. Layanan sirkulasi yang mengatur peminjaman, perpanjangan dan pengembalian buku merupakan salah satu bagian yang berhubungan langsung dengan pengguna dituntut untuk konsisten dalam menegakkan disiplin. Permasalahan muncul manakala ada beberapa pengguna yang tidak disiplin dalam mengembalikan buku yang dipinjam. Denda adalah konsekuensi yang harus diterima akibat dari tidak disiplin.

Sanksi keterlambatan peminjaman buku dalam bentuk denda rupiah sementara ini banyak dipakai oleh perpustakaan. Sanksi diberikan agar peminjam dapat lebih tertib dalam memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan buku yang sedang dipinjam. Penyebab lainnya diterapkan sangksi denda ini adalah untuk pemerataan akses peminjaman buku oleh pengguna yang lainnya. Seseorang akan akan menjadi lebih perhatian jika tindakan yang sedang dilakukan dikaitkan dengan uang, karena uang berhubungan langsung dengan pembiayaan kebutuhan mereka sehari-hari terlebih oleh seorang mahasiswa yang sedang merantau dengan dana yang terbatas. Besarnya satuan denda sebagai bentuk hukuman bagi mereka yang kurang disiplin sangat bergantung dari rata-rata kemampuan ekonomi penggunanya. Penetapan denda biasanya juga tidak terlepas dari kebijakan di pimpinan lembaga.

Perpustakaan dimanapun tidak pernah berharap untuk mendapatkan dana dari denda ini, denda bisa dikatakan sebagai manifestasi dari ketidakdisplinan sesorangan terhadap fasilitas milik umum. Dibalik denda bila dipikir lebih panjang sebenarnya telah menyulitkan berbagai pihak, bagi perpustakaan akan menanggung cost social yang tidak bisa diganti dengan uang yaitu complain dari pengguna yang lain, surat penagihan, kekecewaan dari informasi yang hilang pada saat diperlukan. Bagi pihak pengguna yang lain karena buku yang dicari sangat diperlukan untuk tugas kuliah atau penulisan tugas akhir mereka akan berusaha untuk mencari ke tempat lain, tentunya mereka harus mengeluarkan dana, tenaga dan pikiran. Cost social ini kadang tidak diperhatikan oleh mereka yang kurang disiplien, dan sebaliknya diantara mereka   merasa tidak bersalah karena alas an tidak ikut menggunakan karena dipakai oleh pihak lain.

Kebijakan pengenaan denda tentunya perlu dimaknai bukan sebagai cara perpustakaan untuk mencari dana dari masyarakat secara legal. Kebijakan ditempuh semata-mata untuk saling menjaga hak akses sesama pengguna agar memiliki peluang yang merata tanpa diskriminasi keanggotaannya. Beberapa alas an yang menarik untuk diperhatikan dari beberapa pihak yang terkena sanksi denda ) antara lain sbb:

1.     Lupa

        Penyakit yang satu ini hampir semua orang pernah terjangkiti terutama jika mereka terpojok karena suatu kasus. Alasan lupa ini hampir lebih sering  diucapkan oleh pengguna perpustakaan jika mereka terkena sanksi.

2.     Dipinjam oleh pihak lain
Buku dipinjam oleh teman untuk menyelesaikan tugas kelompok  sehingga tidak disadari hingga tertahan dalam waktu yang cukup lama karena  jarang masuk perpustakaan merupakan salah satu alas an yang mengemuka agar terhindar dari sanksi denda.

3.     Meminjamkan pihak lain.
Pada awalnya mereka melakukan hal ini antara lain  ingin menolong karena kasihan, balas budi karena telah dibantu, kepercayaan karena teman baik/pacar, berbaik hati untuk dosen senior/pembimbing, disuruh meminjamkan dosen, dll sering juga diungkapkan oleh mereka yang terkena sanksi denda dalam jumlah besar. Alasan sungkan, ewuh pakewuh, dan lupa menjadi penyebab buku tidak segera dapat dikembalikan namun anehnya mereka karena terpaksa harus mengurus bebas pinjam untuk mengurus ijasahnya, buku yang terpinjam tersebut bisa diperoleh kembali.

4.     Terselib karena pindahan rumah/kos
Pengepakan barang untuk memudahkan pindahan termasuk didalamnya ada buku perpustakaan dijadikan alas an kelupaan dalam pengembalian buku dalam waktu yang cukup lama dan baru disadari setelah ada proses bebas pinjam di perpustakaan.

5.     Buku sebagai referensi penyusunan tugas akhir
Mementingkan diri sendiri tanpa melihat kebutuhan orang lain dalam memenuhi bahan pustaka untuk penulisan rujukan tugas akhir adalah salah satu penyebab pengguna diberikan sanksi denda. Sulitnya mencari judul buku rujukan yang dipakai sebagai referensi tugas akhir mendorong mereka untuk menahan buku tersebut untuk tidak segera dikembalikan. Mereka sadar akan denda dalam jumlah banyak menjadi tanggungannya, namun demi suksesnya mengahapi ujian tugas akhir dan terhindar dari kesulitan saat ditanyakan bukti fisik buku asli (bukan foto kopi) yang dipakai cara kurang bijak ini tidak sedikit yang melakukannya.

Pada beberapa perpustakaan perguruan tinggi ada juga yang tidak mengenakan sanksi dalam bentuk denda, pelanggar hanya diingatkan agar tidak mengulangi kembali karena koleksi juga diperlukan oleh pihak lainnya. Namun ada juga perpustakaan yang menerapkan sanksi denda dalam jumlah besar (> Rp. 10.000 /hari/buku), pengelola perpustakaan berdalih dengan jumlah yang tinggi pengguna akan berpikir seribu kali bila menunda mengembalikan pinjaman bukunya. 

Kesimpulannya ada tidaknya sanksi denda, prilaku disiplin, mau saling berbagi harus dikedepankan agar semua pihak dapat menyelesaikan tugas atau mengembangankan pengetahuan dari sumber buku dengan tepat waktu seperti yang diinginkan. Datang ke perpustakaan dengan tersenyum dan pulang dengan senyum adalah tujuan perpustakaan dalam melayani penggunanya.

 

 

 
Jumlah Kunjungan Konten : 1245123
Selamat Lebaran 1435 H


 
Perpustakaan UM
JAM LAYANAN

SENIN - KAMIS
07.00 - 19.00 WIB

JUMAT
07.00 - 11.00 WIB
13.00 - 19.00 WIB


SABTU
08.00 - 14.00 WIB

MINGGU TUTUP

---------------------------------
LAYANAN KOLEKSI
TESIS DAN DISERTASI


SENIN - KAMIS

07.30 - 14.30 WIB


JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP


 
Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM),(c)2008