• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

ANALYSIS MODEL OF THE INDONESIAN CONTENT AS A HAUL OF INTEGRATED THEMATIC BASED LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL

Oleh Yuniawatika ,S.Pd., M.Pd   
Alif Mudiono; Yuniawatika
State University of Malang
Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


Abstrak:

This study aims to produce a analysis model of Indonesian material as a haul of integrated thematic based learning in elementary schools. Data was collected by means of researching and collecting data description indicators of achievement of competencies, cognitive load, the analysis of the substance, and the data Indonesian’s function as a haul of learning. Based on data analysis findings description results Indonesian material analysis as a haul of integrated thematic based learning on first grade of Elementary Schools with the subtheme Joy of Exercise it showed that the function of Indonesian in 2013 elementary school curriculum is used for hauling in Mathematics; PPKN; SBDP; and PJOK material. The functions of Indonesian in fourth grade Subtheme Energy Utilization is used as the core center for hauling Mathematics, Science; PPKN; SBDP; PJOK; and IPS

Keywords: analysis model, for hauling learning, integrated thematic

Artikel diatas telah dipublikasikan dalam International Conference In Education & Training (ICET) Faculty of Education, State University of Malang collaborated with International Journal of Innovation in Education (IJIIE), download fulltext disini.
 

 

 

 

Ucapan terima kasih kepada Drs. H. M. Rusl

Oleh Drs. H. M. Rusli   

Ucapan terima kasih kepada Drs. H. M. Rusli.,  atas sumbangan buku, yang berjudul 

Hijrah : Pergulatan Hidup Buka Kebetulan H.M. Rusl

 Hijrah : Pergulatan Hidup Buka Kebetulan H.M. Rusli  / oleh H.M. Rusli, Ed. Bambang Trim”. Penerbitan oleh Trim Komunikata, Cimahi  2016.

 

Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Dampaknya terhadap Daerah Asal - Prof. Dr. Budijanto, M.Sos

Oleh Prof. Dr. Budijanto, M.Sos   

Indonesia yang jumlah panduduknya 250 juta jiwa sebagai salah satu negara yang memilki jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia setelah RRC : 1,3 milayar jiwa, India: 1,1 milyar jiwa dan Amerika Serikat 500 juta jiwa . Masalah utama kependudukan di Indonesia adalah tidak imbangnya pertambahan angkatan kerja degan penyediaan kesempatan kerja sehingga berdampak pada semakin tingginya pengangguran. Lebih-lebih akibat ada- nya krisis moneter yang bersifat multi dimensi pada tahun 1997/1998 berdampak pada menurunya potensi masyarakat yaitu tdak mampunya masyarakat untuk membeli alat kontrasepsi dan kebangkrutan BKKBN yang tidak mampu menyediakan alat kontrasrpsi pada saat itu, menye- babkan terjadinya baby boom pada tahun 2000, yang diparkirakan Indo- nesia diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020–2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Berdasarkan paparan Surya Chandra, anggota DPR Komisi IX, dalam Seminar masalah kependudukan di Indonesia di Fakultas Kedokteran Uni- versitas Indonesia bahwa jumlah usia angkatan kerja (15–64 tahun) pada 2020–2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun). Dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara nonproduktif hanya 60 juta. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menye- babkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produk- tif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk pro- duktif. Hal ini sejalan dengan laporan PBB, yang menyatakan bahwa di- bandingkan dengan negara Asia lainnya, angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus turun sampai 2020. Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Namun berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya.
Masalah yang paling nyata adalah ketersedian lapangan pekerjaan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah negara kita mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk menampung 70% penduduk usia kerja di tahun 2020-2030? Kalau pun lapangan pekerjaan tersedia, mampukah sumber daya ma- nusia yang melimpah ini bersaing di dunia kerja dan pasar internasional? Berkaca dari fakta yang ada sekarang, indeks pembangunan manusia atau human development index (HDI) Indonesia masih rendah. Dari 182 negara di dunia, Indonesia berada di urutan 111. Sementara dikawasan ASEAN, HDI Indonesia berada di urutan enam dari 10 negara ASEAN. Posisi ini masih di bawah Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapura.

Download Lengkap: http://bit.ly/Budijanto
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 148

Statistik

Anggota : 7
Konten : 2307
Web Link : 18
Jumlah Kunjungan Konten : 3071888
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno