• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural Untuk Menunjang Pembelajarantematik Terpadu Melalui Pendekatan Saintifik berbasis Inkuiri Nilai Di Kabupaten Blitar Jawa Timur

Oleh Dr. I. Made Suardana,S.Pd, M.Pd   

 

Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural Untuk Menunjang Pembelajarantematik Terpadu Melalui Pendekatan Saintifik berbasis Inkuiri Nilai Di Kabupaten Blitar Jawa Timur

 

Sutansi, Widayati, I.Made Suardana, Sunyoto. Pengembangan Model Pembelajaran PendidikanMultikultural Untuk Menunjang Pembelajaran Tematik Terpadu Melalui Pendekatan Saintifik Berbasis Inkuri Nilai. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kata Kunci: Multikultural, Saintifik, inkuiri Nilai
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengetahuan guru tentang guru perlunya pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural untuk menunjang pembelajaran tematik terpadu  melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri nilai, (2) pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu berbasis inkuiri nilai bernuansa pendekatan saintifik, (3) pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu berbasis inkuiri nilai bernuansa pendekatan saintifik, (4) pengembenan langkah-langkah pemnbelajaran model pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik melalui pendekatan saintifik, (5) persepsi guru terhadap model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik berbasis Inkuiri nilai. Subyek penelitian ini adalah guru kelas IV SD Negeri Rintisan K 13 jumlah 15 orang.
Permasalahan yang muncul (1)Bagaimana model pembelajaran yang digunakan guru SD untuk pencapaian kompetensi pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran TematikTerpadu melalui pendekatan saintifik yang diharapkan? (2) Bagaimana perangkat model pembelajaran pendidikan multikultural pada  pembelajaran tematik terpadu? (3)  Bagaimana validasi perangkat model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran  Tematik Terpadu berbasis pendekatan Saintifik yang diharapkan?
Untuk pencapaian target tahun pertama, dilakukan dua tahap. Tahap pertama,  menghasilkan produk: (1) Senerai macam-macam  model pengembangan tematik terpadu, (2) Kondisi penerapan model pembelajaran yang diterapkan Guru, (3) macam-macam  pendekatan pembelajaran tematik terpadu yang selama ini digunakan guru SD.Tahap kedua, menghasilkan produk berupa CD pembelajaran tentang seperangkat model pembelajaran pendidikan multikultural pada PembelajaranTematik Terpadu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall, modifikasi Sukmadinata,meliputi: (1) Studi Pendahuluan, (2) Studi Lapangan, (4) Pengembangan Model, (4) Uji Model
Data diperoleh dengan menggunakan instrument: angket, pedoman wawancara dan observasi.Data dianalisis dengan rancangan deskriptif melalui prosedur pengecekan keabsahan data dan pengklasifikasian data. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase data kedalam tabel, menentukan hasil dan pembahasan. Berdasarkan berdasarkan analisis data diperoleh lima temuan.
Pertama, pengetahuan guru perlunya pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural untuk menunjang pembelajaran tematik terpadu  melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri nilai, masing-masing memiliki kategori baik dan sangat baik dengan rincian: (1) menerapkan fungsi pengembangan model pembelajaran pendididkan multikultural melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri nilai; (2) menerapkan tujuan pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik berbasis inkuiri nilai.
Kedua, pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu berbasis inkuiri nilai bernuansa pendekatan saintifik, dengan rincian: (1) menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melalui observasi; (2) menerapkan pendekatan menanya ( Questioning); (3) menerapkan pendekatan mencoba (Exsperimenting); (4) menerapkan pendekatan mengasosiasikan/mengolah/menalar dalam pembelajaran (Associating),
Ketiga, pengembangan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  dengan rincian: (1) merumuskan kompetensi dasar (KD) dalam pembelajaran; (2) mengembangkan dan mengorganisasikan materi, media dan sumber belajar; (4)  merencanakan skenario pembelajaran: menentukan jenis kegiatan pembelajaran, menyusun langkah-langkah pembelajaran, menentukan alokasi waktu, memotivasi siswa, menyiapkan pertanyaan;
Keempat, pengembangan langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu dengan rincian: (1) tentang ”Pengembangan Langkah-langkah Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural pada Pembelajaran Tematik Terpadu melalui Pendekatan Saintifik Berbasis Inkuiri Nilai”mencakup, (1) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu selalu mengarahkan, membina. Memancing siswa: memahami nilai yang akan dipermasalahkan, mengembangkan sikap siswa untuk mengambil keputusan (Mencari Informasi/Retrieving); (2) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu memotivasi dan menghargai aktivitas;  menentukan nilai yang relevant dengan tingkah laku. (Mencari Informasi/ Retrieving); (3) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu, memotivasi siswa untuk menamai nilai-nilai yang ditunjukkan melalui perilaku siswa-guru, mengidentifikasi permasalahan (Mengolah/Proccesing); (4) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu siswa mencari dan menentukan nilai yang bersifat konflik (Mengkreasi/Creating); (5) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu memotivasi siswa, menghargai siswa dalam membuat hipotesis/perkiraan: mencari data untuk mendukung jawaban sementara;  (6) Kegiatan dalam proses pembelajaran tematik terpadu memancing siswa dalam mencari alternative pembuktian/kebenaran/ kekeliruan hipotesis; (7) Kegiatan dalam membelajarkan pendidikan multikultural pada pembelajaran tematik terpadu membina, memancing jawaban untuk menentukan nilai-nilai yang paling tepat dan benar; (8) Kegiatan  dalam proses pembelajaran mengarahkan siswa dalam menetapkan alasan, sumber-sumber dan akibat  yang mungkin timbul dari nilai-nilai.
Kelima, “Persepsi Guru SD Negeri Sasaran Kurikulum 2013 terhadap  Pembelajaran melalui Pendekatan Saintifik Berbasis Inkuiri Nilai, bahwa (1) Kendala/kesulitan dalam mengembangkan model pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik berbasis Inkuiri Nilai: pemahaman model, pengembangan langkah-langkah pembelajaran;(2) Kegiatan penggunaan pembelajaran menggunakan model dalam langkah-langkah pembelajaran; (3) Pemahaman tentang model Inkuiri Nilai; (4) Perlu mengembangkan model Inkuiri Nilai; (5) Perlu buku panduan guru/ perlu sosialisasi model Inkuiri Nilai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan multikultural sangat menunjang pembelajaran tematik terpadu di SD Negeri Kabupaten Blitar, dan  sangat bergantung kepada kreativitas guru.

Fulltext download disini

 

Authority Control Pada Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Universitas Negeri Malang

Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP   
Pengolahan bahan pustaka merupakan suatu  proses kegiatan yang berkaitan dengan organisasi dan pengawasan koleksi perpustakaan. Tujuannya untuk membuat sarana temu kembali berupa susunan koleksi dan sistem katalog. Kedua sarana tersebut disusun menurut susunan yang baku untuk mempermudah pemakai menemukan kembali informasi yang diinginkan secara cepat dan tepat. Proses pengolahan meliputi pengkatalogan deskriptif, pengindeksan subyek, pemberian nomor panggil yang menunjukkan tempat dokumen dalam susunan koleksi dan pemberian perlengkapan fisik buku dan itu adalah bagian yang disebut Authority Control dalam pengelolaan koleksi perpustakaan.
 
Authority Control merupakan suatu kegiatan yang dianggap sangat perlu dikembangkan dan tetap dijaga keberadaannya, authority control pada koleksi-koleksi yang di kelola oleh perpustakaan merupakan suatu kegitan yang perlu. Karena Salah satu parameter kualitas kinerja perpustakaan adalah adanya authority control  yang baik dan transparan. authority control  dapat diartikan sebagai cara atau metode yang digunakan oleh suatu perpustakaan perguruan tinggi untuk mendayagunakan seluruh potensi dan unsur-unsur yang dimiliki secara optimal dalam upaya mencapai visi, misi perpustakaan yang telah ditetapkan. authority control  merupakan upaya sistematik dalam suatu proses untuk mencapai tujuan perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan utama dari authority control  yang baik adalah terjadinya peningkatan kualita layanan perpustakaan secara terus menerus dan berkesinambungan. authority control  yang baik menjamin adanya proses kesejajaran, kesamaan, kohesi, keseimbangan peran, serta adanya peran saling mengawasi atau saling mengendalikan yang dilakukan oleh semua komponen perpustakaan terkait.


Download lengkap disini http://bit.ly/1JwR0N4
 

PENERAPAN ARITMATIKA MODULO DALAM BUDAYAPRIMBON JAWA

Oleh Yuniawatika, S.Pd., M.Pd   
Yuniawatika, S.Pd., M.Pd
Dosen Jurusan KSDP Bidang Matematika Prodi PGSD
Universitas Negeri Malang
( Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )



ABSTRAK


Aritmatika Modulo telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penerapan konsep modulo yaitu terdapat pada warisan budaya masyarakat Jawa yang masih dipertahankan dan digunakan sampai saat ini yaitu Primbon. Primbon digunakan ketika akan mengadakan suatu hajatan misal, pernikahan, selamatan kematian, pindah rumah, memulai perjalanan, dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat. Untuk menentukan hari dan pasarannya pada peristiwa-peristiwa tersebut dengan cara menjumlahkan nama, neptu hari, pasaran, dan penanggalan dalam tahun Jawa kemudian membaginya dengan angka tertentu sehingga terdapat sisa dan sisa inilah yang dijadikan patokan untuk mengetahui maknanya. Hal seperti ini sama dengan konsep aritmetika modulo dalam teori bilangan. Selain itu pada tulisan ini dibahas juga beberapa aktivitas masyarakat Jawa yang menggunakan Primbon dengan Aritmatika Modulo.


Kata Kunci : Aritmatika Modulo, Budaya, Primbon Jawa

Artikel diatas telah dipublikasikan dalam Prosiding SEMNASTIKA 2015

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 7 dari 145

Statistik

Anggota : 7
Konten : 2297
Web Link : 18
Jumlah Kunjungan Konten : 2132450
Jadwal Layanan Perpustakaan UM

JAM LAYANAN

SENIN - KAMIS
07.30 - 15.00 WIB

 

JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB

 

SABTU TUTUP

MINGGU TUTUP
---------------------------------
LAYANAN KOLEKSI
TESIS DAN DISERTASI


SENIN - KAMIS

07.30 - 16.00 WIB


JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP


Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno