• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

PENERAPAN ARITMATIKA MODULO DALAM BUDAYAPRIMBON JAWA

Oleh Yuniawatika, S.Pd., M.Pd   
Yuniawatika, S.Pd., M.Pd
Dosen Jurusan KSDP Bidang Matematika Prodi PGSD
Universitas Negeri Malang
( Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )



ABSTRAK


Aritmatika Modulo telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penerapan konsep modulo yaitu terdapat pada warisan budaya masyarakat Jawa yang masih dipertahankan dan digunakan sampai saat ini yaitu Primbon. Primbon digunakan ketika akan mengadakan suatu hajatan misal, pernikahan, selamatan kematian, pindah rumah, memulai perjalanan, dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat. Untuk menentukan hari dan pasarannya pada peristiwa-peristiwa tersebut dengan cara menjumlahkan nama, neptu hari, pasaran, dan penanggalan dalam tahun Jawa kemudian membaginya dengan angka tertentu sehingga terdapat sisa dan sisa inilah yang dijadikan patokan untuk mengetahui maknanya. Hal seperti ini sama dengan konsep aritmetika modulo dalam teori bilangan. Selain itu pada tulisan ini dibahas juga beberapa aktivitas masyarakat Jawa yang menggunakan Primbon dengan Aritmatika Modulo.


Kata Kunci : Aritmatika Modulo, Budaya, Primbon Jawa

Artikel diatas telah dipublikasikan dalam Prosiding SEMNASTIKA 2015

 

Soetaryo Sigit: Membangun Pertambangan untuk Kemakmuran Indonesia

Oleh Indria Sigit   

Ucapan terima kasih kepada Indria Sigit ( perwakilan keluarga besar Soetaryo Sigit) atas sumbangan buku, yang berjudul  Soetaryo Sigit: Membangun Pertambangan untuk Kemakmuran Indonesia / yang ditulis oleh Ratih Poeradisastra & Bambang Haryanto”

Yang di terbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia, 2016

 

Soetaryo Sigit: Membangun Pertambangan untuk Kemakmuran Indonesia

 

 

Model Pembelajaran Kewirausahaan Sosial Berbasis Potensi Lokal

Oleh Dr. Hj. Madziatul Churiyah , S.Pd, M.M.   
Model Pembelajaran Kewirausahaan Sosial Berbasis Potensi Lokal

Model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal pada santri dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran partisipasif, yaitu pembelajaran yang melibatkan semua unsur dalam proses pembelajaran. Artinya, melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan, model ini mengharapkan bahwa pesertanya merupakan pihak yang belajar sehingga kedudukan guru perlu memberikan kesempatan dan melengkapi fasilitas untuk terjadinya belajar pada diri peserta didik. Dalam konteks ini, peserta didik merupakan sumber dalam penerapan program yang akan diselenggarakan pihak yang belajar, serta pihak yang akan memanfaatkan hasil belajar dalam kehidupannya.
 
Download Fulltext disini
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 7 dari 148

Statistik

Anggota : 7
Konten : 2307
Web Link : 18
Jumlah Kunjungan Konten : 2813125
Jadwal Layanan Perpustakaan UM

JAM LAYANAN

SENIN - KAMIS
07.30 - 19.00 WIB

 

JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 19.00 WIB

 

SABTU

08.00 - 14.00 WIB

 

MINGGU TUTUP

---------------------------------

 

LAYANAN KOLEKSI
TESIS DAN DISERTASI


SENIN - KAMIS

07.30 - 16.00 WIB


JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP


Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno