• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Peningkatan Manajemen Mutu Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Di Lembaga Pendidikan Pada Jenjang Sekolah Menengah

Oleh Prof. Dr. Nurul Ulfatin   
Peningkatan Manajemen Mutu Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Di Lembaga Pendidikan Pada Jenjang Sekolah Menengah
Kehidupan ini merupakan proses yang panjang, tahapan demi tahapan harus dilalui, sampailah pada kesempatan yang berbahagia pada hari ini. Untuk itu, izinkan saya mengucapkan rasa syukur ke hadapan Allah yang Maha Kuasa, Pengasih, dan Pen¬yayang, yang telah memberikan kenikmatan dan kebahagiaan yang berlimpah  kepada saya. Salah satu bentuk dari semua itu, pada kesempatan ini saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan sekelumit paparan ilmiah dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar dalam matakuliah/bidang Ilmu Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang sesuai Surat Keputusan Meteri Pendidikan Nasional Nomor 35922/A2.7/KP/2006 terhitung tanggal 1 Juli 2006 di hadapan para hadirin yang berbahagia. Kajian yang saya sampaikan ini saya beri judul “Peningkatan Manajemen Mutu dengan Pendekatan Balanced Score¬card di Lembaga Pendidikan pada Jenjang Sekolah Menengah”. Judul ini merupakan hasil perenungan, pengamatan, kajian referensi, dan pendiskusian sesama kolega serta praktisi pendidikan terhadap fenomena di tengah-tengah maraknya upaya peningkatan mutu pendidikan akhir-akhir ini. Dengan keren¬dahan hati, semoga apa yang saya sampaikan di hadapan Bapak/Ibu hadirin dapat menjadi sumbangan pemikiran yang bermanfaat, utamanya untuk pengembangan ilmu manajemen pendidikan dan pilihan alternatif tentang peningkatan mutu pendidikan bagi para praktisi di lembaga pendidikan/lembaga persekolahan.

Fulltext download disini
 

Authority Control Pada Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Universitas Negeri Malang

Oleh Setiawan, S.Sos, M.IP   
Pengolahan bahan pustaka merupakan suatu  proses kegiatan yang berkaitan dengan organisasi dan pengawasan koleksi perpustakaan. Tujuannya untuk membuat sarana temu kembali berupa susunan koleksi dan sistem katalog. Kedua sarana tersebut disusun menurut susunan yang baku untuk mempermudah pemakai menemukan kembali informasi yang diinginkan secara cepat dan tepat. Proses pengolahan meliputi pengkatalogan deskriptif, pengindeksan subyek, pemberian nomor panggil yang menunjukkan tempat dokumen dalam susunan koleksi dan pemberian perlengkapan fisik buku dan itu adalah bagian yang disebut Authority Control dalam pengelolaan koleksi perpustakaan.
 
Authority Control merupakan suatu kegiatan yang dianggap sangat perlu dikembangkan dan tetap dijaga keberadaannya, authority control pada koleksi-koleksi yang di kelola oleh perpustakaan merupakan suatu kegitan yang perlu. Karena Salah satu parameter kualitas kinerja perpustakaan adalah adanya authority control  yang baik dan transparan. authority control  dapat diartikan sebagai cara atau metode yang digunakan oleh suatu perpustakaan perguruan tinggi untuk mendayagunakan seluruh potensi dan unsur-unsur yang dimiliki secara optimal dalam upaya mencapai visi, misi perpustakaan yang telah ditetapkan. authority control  merupakan upaya sistematik dalam suatu proses untuk mencapai tujuan perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan utama dari authority control  yang baik adalah terjadinya peningkatan kualita layanan perpustakaan secara terus menerus dan berkesinambungan. authority control  yang baik menjamin adanya proses kesejajaran, kesamaan, kohesi, keseimbangan peran, serta adanya peran saling mengawasi atau saling mengendalikan yang dilakukan oleh semua komponen perpustakaan terkait.


Download lengkap disini http://bit.ly/1JwR0N4
 

PENERAPAN ARITMATIKA MODULO DALAM BUDAYAPRIMBON JAWA

Oleh Yuniawatika, S.Pd., M.Pd   
Yuniawatika, S.Pd., M.Pd
Dosen Jurusan KSDP Bidang Matematika Prodi PGSD
Universitas Negeri Malang
( Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )



ABSTRAK


Aritmatika Modulo telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penerapan konsep modulo yaitu terdapat pada warisan budaya masyarakat Jawa yang masih dipertahankan dan digunakan sampai saat ini yaitu Primbon. Primbon digunakan ketika akan mengadakan suatu hajatan misal, pernikahan, selamatan kematian, pindah rumah, memulai perjalanan, dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat. Untuk menentukan hari dan pasarannya pada peristiwa-peristiwa tersebut dengan cara menjumlahkan nama, neptu hari, pasaran, dan penanggalan dalam tahun Jawa kemudian membaginya dengan angka tertentu sehingga terdapat sisa dan sisa inilah yang dijadikan patokan untuk mengetahui maknanya. Hal seperti ini sama dengan konsep aritmetika modulo dalam teori bilangan. Selain itu pada tulisan ini dibahas juga beberapa aktivitas masyarakat Jawa yang menggunakan Primbon dengan Aritmatika Modulo.


Kata Kunci : Aritmatika Modulo, Budaya, Primbon Jawa

Artikel diatas telah dipublikasikan dalam Prosiding SEMNASTIKA 2015

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 7 dari 147

Statistik

Anggota : 7
Konten : 2301
Web Link : 18
Jumlah Kunjungan Konten : 2267534
Jadwal Layanan Perpustakaan UM

JAM LAYANAN

SENIN - KAMIS
07.30 - 15.00 WIB

 

JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB

 

SABTU TUTUP

MINGGU TUTUP
---------------------------------
LAYANAN KOLEKSI
TESIS DAN DISERTASI


SENIN - KAMIS

07.30 - 16.00 WIB


JUMAT
07.30 - 11.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB


SABTU DAN MINGGU
TUTUP


Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno