• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Dampaknya terhadap Daerah Asal - Prof. Dr. Budijanto, M.Sos

Oleh Prof. Dr. Budijanto, M.Sos   

Indonesia yang jumlah panduduknya 250 juta jiwa sebagai salah satu negara yang memilki jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia setelah RRC : 1,3 milayar jiwa, India: 1,1 milyar jiwa dan Amerika Serikat 500 juta jiwa . Masalah utama kependudukan di Indonesia adalah tidak imbangnya pertambahan angkatan kerja degan penyediaan kesempatan kerja sehingga berdampak pada semakin tingginya pengangguran. Lebih-lebih akibat ada- nya krisis moneter yang bersifat multi dimensi pada tahun 1997/1998 berdampak pada menurunya potensi masyarakat yaitu tdak mampunya masyarakat untuk membeli alat kontrasepsi dan kebangkrutan BKKBN yang tidak mampu menyediakan alat kontrasrpsi pada saat itu, menye- babkan terjadinya baby boom pada tahun 2000, yang diparkirakan Indo- nesia diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020–2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Berdasarkan paparan Surya Chandra, anggota DPR Komisi IX, dalam Seminar masalah kependudukan di Indonesia di Fakultas Kedokteran Uni- versitas Indonesia bahwa jumlah usia angkatan kerja (15–64 tahun) pada 2020–2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun). Dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara nonproduktif hanya 60 juta. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menye- babkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produk- tif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk pro- duktif. Hal ini sejalan dengan laporan PBB, yang menyatakan bahwa di- bandingkan dengan negara Asia lainnya, angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus turun sampai 2020. Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Namun berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya.
Masalah yang paling nyata adalah ketersedian lapangan pekerjaan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah negara kita mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk menampung 70% penduduk usia kerja di tahun 2020-2030? Kalau pun lapangan pekerjaan tersedia, mampukah sumber daya ma- nusia yang melimpah ini bersaing di dunia kerja dan pasar internasional? Berkaca dari fakta yang ada sekarang, indeks pembangunan manusia atau human development index (HDI) Indonesia masih rendah. Dari 182 negara di dunia, Indonesia berada di urutan 111. Sementara dikawasan ASEAN, HDI Indonesia berada di urutan enam dari 10 negara ASEAN. Posisi ini masih di bawah Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapura.

Download Lengkap: http://bit.ly/Budijanto
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno