| Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar: kebijakan, implementasi, dan kenyataan |
| Oleh Prof. Hj. Kasihani K.E. Suyanto, M.A., Ph.D. | |||
|
Kurikulum Bahasa Inggris sebagai muatan lokal yang ada bila benar-benar kita cermati masih banyak kelemahannya. Tujuan yang merupakan salah satu komponen penting pengajaran bahasa Inggris tidak sesuai untuk perkembangan anak usia 6–12 tahun. Empat Kurikulum Muatan Lokal (Jatim, Jateng, Jabar, DIY) yang telah dikaji menunjukkan adanya perbedaan dalam pendekatan dalam penysusunan, tujuan, dan materi/topik. Pembelajaran bahasa asing untuk sekolah dasar di luar negeri sudah dimulai tahun 60-an, mencapai puncak pada tahuan 70-an dan sempat surut. Namun sekarang sejak tahun 90-an telah terjadi ledakan anak belajar bahasa asing lebih dini. Bahasa asing di SD sebenarnya untuk memperkenalkan kepada siswa bahwa ada bahasa lain selain bahasa ibu. Di Indonesia dengan adanya kebijakan di muka, seyogyanya bahasa Inggris diperkenalkan melalui kegiatan yang sesuai dengan kegiatan di dunia anak. Misalnya, belajar kosakata dan kalimat sederhana tentang apa yang ada di sekitarnya atau belajar sambil menggambar, menyanyi, bermain, dan berceritera. Bagaimana kenyataan di lapangan sekarang? File download: |
(Read : 2421 times )




Pidato Guru Besar Prof. Kasihani E. Suyanto, M.A., Ph.pdf