• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Tinjauan Savana Tropik di Dalam Kawasan Taman Nasional oleh Prof. Dr. Ir. Suhadi. M.Si

Pidato Pengukuhan Guru Besar
   Jumat, 07 Desember 2012 00:00

TINJAUAN SAVANA TROPIK DI DALAM KAWASAN

 

TAMAN NASIONAL

 

Oleh: Prof. Dr. Ir. Suhadi. M.Si

Guru Besar dalam Bidang Ekologi

pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Universitas Negeri Malang (UM)

 

 

 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu├»┬┐┬Żalaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

 

Yth. Bapak Rektor Universitas Negeri Malang Selaku Ketua Senat Universitas Negeri Malang

Yth. Bapak/Ibu Anggota Senat Universitas Negeri Malang

Yth. Bapak Ketua dan Anggota Komisi Guru Besar Universitas Negeri Malang

Yth. Para Pejabat Struktural, Dosen, Pustakawan, Laborat, Karyawan, dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Yth. Bapak Kepala/Staf Balai Taman Nasional/BKSDA

Yth. Para Undangan, Teman Sejawat dan Hadirin yang saya muliakan

 

Dengan rasa dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah Nya kepada kita sekalian yang hadir pada acara pengukuhan Guru Besar Universitas Negeri Malang hari ini dalam keadaan sehat walafiat. Semoga shalawat dan salam selalu melimpah kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW, beserta Keluarga, Sahabat dan Para Pengikutnya.

 

Ketua Senat dan Hadirin yang dimuliakan Allah.

Hari ini saya diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar bidang Ekologi dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang. Pidato ini merupakan rangkaian perjalanan akademik selama 26 tahun sebagai dosen di Universitas Negeri Malang.

 

Ketua Senat dan Hadirin yang dimuliakan Allah.

Savana adalah tipe vegetasi dari padang rumput dengan pohon-pohon yang terpencar jarang sampai padang rumput yang berpohon lebat dan klimaknya api (Walker & Gillison, l982). Kawasan vegetasi tersebut mempunyai karakterisik yang berhubungan dengan atmosfer, tanah, topografi, hidrologi, tumbuhan, berbagai jenis populasi hewan, dan kegiatan manusia. Sebagian besar savana tropik didominasi oleh suku Gramineae, dan kadang-ladang dijumpai suku Cyperaceae. Kehadiran savana tropik disebabkan oleh adanya kebakaran tumbuhan berkayu, tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti bagi rumput pada permukaan tanah. Rumput yang mempunyai pertumbuhan dengan daun-daun kasar dan kaku akan cenderung bersifat dominan. Jenis Pennisetum purpureum Schumach yang tingginya melebihi 5 meter yang membentuk kelompok sulit ditembus oleh tumbuhan lain. Pohon Acacia sp, suku Leguminoceae, Adansonia digitata tahan terhadap keterbatasan air dalam tanah, tumbuhan ini banyak dijumpai di savana dan pertumbuhan sangat cepat. Pada umumnya savana mengalami masa kekeringan yang panjang setiap tahunnya. Istilah savana humid digunakan pada daerah tropik yang mempunyai curah hujan dengan periode kering 2,5-5 bulan, sedangkan savana kering dengan periode kering 5-7,5 bulan (Johson & Tothill, 1984). Tipe ekologi savana yang berkaitan dengan iklim dan tanah dibedakan, semiseasonal: savana yang dipengaruhi iklim yang lemah berkaitan dengan kondisi tegangan air kuat, seasonal : savana yang mempunyai iklim yang jelas berkaitan tumbuhan dan dormansi, hyperseasonal: savana mempunyai hubungan jelas antara kelebihan air dan kekurangan air, dan esteros: savana yang mempuyai kelebihan air setiap tahunnya. Tipe struktur savana berkaitan dengan fisiognomi dapat dibedakan: savana mempunyai 4 subtipe: savana padang rumput: savana yang tumbuhi semak-semak yang sama sekali tidak dijumpai tajuk, savana pohon/semak: savana terdapat pohon dan semak dengan tajuk kurang 2%, savana berpohon: savana terdapat pohon dengan tajuk antara 2-15%, dan savana berhutan: savana terdapat pohon dengan penutupan tajuk 20-30%, hutan terbuka adalah savana yang ditumbuhi pohon dengan penutupan tajuk 50%, dan savana bertaman: savana terdapat belukar/hutan yang berbentuk bercak-bercak dalam savana (Tothill, 1984).

 

Ketua Senat dan Hadirin yang dimuliakan Allah.

Taman Nasional merupakan kawasan konservasi alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola melalui sistem zonasi untuk memudahkan riset kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, peningkatan perkembangbiakan, rekreasi dan pariwisata (Undang-undang No.5 Tahun 1990 Pasal 1). Kawasan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan wilayah untuk menarik wisatawan dengan menyediakan savana di dalam kawasan. Lanskap, tipe vegetasi, satwa liar merupakan atraksi alam. Atraksi merupakan kekhasan, fasilitas, waktu suguhan secara periodik yang menarik untuk dilihat maupun diamati bagi wisatawan, untuk diteliti bagi peneliti maupun mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhir. Savana diperuntukan bagi pengelolaan satwa langka yang terancam punah dengan perlindungan ekosistem alam, pengelolaan satwa liar yang memakan rumput maupun pemakan tunas muda, pengelolaan kupu-kupu maupun burung-burung pemakan serangga atau bersayap lebar. Pemanfaatan ini dapat digunakan untuk penelitian perilaku satwa liar, interaksi satwa liar, sumber plasma nutfah yang digunakan dalam pemuliaan ternak. Berbagai judul skripsi, tesis maupun disertasi dari hasil penelitian menggunakan fasilitas savana dalam kawasan konservasi. Kita tidak bisa bayangkan berapa biaya yang dikeluarkan seekor satwa di dalam kandang untuk membiayai hidupnya, jika dibandingkan secara alami.

 

Ketua Senat dan Hadirin yang dimuliakan Allah.

 Sekarang ini penggunaan tanah di daerah tropik sangat intensif sehingga terjadi penurunan degradasi tanah yang disebabkan kenaikkan kecepatan pertumbuhan penduduk maupun konversi tata guna tanah baru. Pada tahun 1990 daerah tropik tanah yang ditanami sedikitnya 0,1 hektar per kapita, dimungkinkan tahun 2025 terdapat 45 negara. Prosentase tanah yang menonjol di daerah tropik, ordo Oxisols (22,5%), Ultisols (10,6%), Aridisols (18,4%), Alfisols (16,3%), Entisols (10,0%), dan Inseptisols (5,0%). Ordo Alfisols, Inseptisols, Andosols, Mollisols dan Histosols bersifat kesuburannya rendah karena penanaman yang intensif Ordo Oxisols dan Ultisols mempunyai sifat fisika tanah yang menguntungkan, tetapi keasamannya tinggi dan tidak seimbang hara tanah. Ordo Alfisols dan Aridisols mempunyai sifat kimia tanah yang menguntungkan dan hara tanah, tetapi sifat fisika tanah sangat merugikan karena mampat dan mudah tererosi. (Nambiar dan Brown, 1997). Sebaran tanah di savana yang pengairannya sangat rendah dijumpai ada 5 ordo, Ultisols (56%), Entisols (20%), Alfisols (14%), dan Inseptisols (10%). Savana yang pengairannya baik pada Oxisols (76%), Entisols (4%), Ultisols (4%), Inseptisols (3%),dan Alfisols (2%).Sebagian besar ordo Oxisols pengairannya sangat baik dengan kapasitas pengikatan air rendah, meskipun seringkali kandungan lempung tinggi. Sebagian besar ordo Oxisols bersifat asam dan kadar aluminium tertukar tinggi, kapasitas dasar tukar sangat rendah dan ketersediaan fosfatnya rendah. Keberadaan kapasitas pertukaran kation dan anion digunakan untuk manipulasi sifat kimia dan mengoreksi kekurangan Calsium daerah pada subsoil. (Cochrane, et al., 1985). Tanah savana tropika didasarkan pencucian Ca, Mg, K dan Na di Afrika Selatan diklasifikasikan menjadi: (1) tanah dystrophic, (2) tanah eutrophic, dan (3) tanah mesotrophic. Pencucian yang tinggi, jumlah Calsium, Magnesium, Kalium, dan Natrium yang tertukar kurang dari 5 me/100 g lempung terjadi pada tanah dystrophic, pencucian yang rendah, jumlah Calsium, Magnesium, Kalium, dan Natrium lebih dari 15 me/100 g lempung terjadi pada tanah eutrophic, dan tanah mesotrophic merupakan tanah di antara dystrophic dan eutrophic. (Huntley, 1982). Tanah di savana berdasarkan bentuk biomanya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) Ferralsols, (2) Luvisols, dan (3) Arenosol. Ferralsols merupakan suatu wilayah yang mempunyai cuaca ferralitic dengan keadaan penguapan tinggi, kompleks absorbsi rendah, cadangan mineral dalam tanah rendah, kesuburan rendah dan curah hujan sedang. Wilayah ini dijumpai pada hutan hujan dengan bercak-bercak padang rumput. Luvisols merupakan suatu wilayah ferrialitic pedoclimatic yang didominasi savana berpohon dan pohon berkayu. Luvisols dibedakan menjadi tiga yaitu: (a) Ferric Luvisols, wilayah yang berkondisi basah dan dipengaruhi cuaca, kapasitas tukar kation rendah, penguapan baik dalam kation, miskin bahan organik dan kesuburan rendah, (b) Chromic Luvisols, wilayah kondisi kering yang miskin bahan organik dan Fosfat, dan (c) Acrisol, wilayah di antara pedoclimatic dengan cuaca lebih dari Ferric Luvisols. Arenosol merupakan suatu wilayah dengan tanah berpasir, bahan organik rendah, dan fosfat mudah tertukar (Menault, et al., 1985).

  .....................................


File downloads : icon Tinjauan savana tropik di dalam kawasan taman nasional - oleh Suhadi.pdf (633.77 KB)

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno