• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Bioakumulasi Logam Berat pada Hydrophyta dan Tanaman Sayur di Sungai Brantas Daerah Kepanjen Jawa Timur

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh Dr. Hj. Dahlia, M.S.   
Abstrak penelitian  ini bertujuan  mendiskripsikan seberapa besar kemampuan bioakumulasi hidrophyta dan sayuran air terhadap logam berat di perairan Brantas di Kepanjen Jawa Timur. Rancangan penelitian adalah deskripstif observasional dengan enam kali ulangan dengan tiga titik pengambilan pada tiga stasiun. Hasilnya, adalah  akumulasi terbesar oleh organ daun  mengakumulasi Zn 2, 079 batang 1,733 dan terakhir akar 1,205 mg/l Sebaliknya akar mengakumulasi Cd dalam kadar terkecil,  sebesar 0,004 dan batang 0,009  terakhir daun 0,006 mg/l. Tanaman Enceng gondok terbaik mengakumulasi Pb 0.042 mg/l., kangkung 0.038 dan Selada 0.023. Enceng gondok mengakumulasi Cr  0.079 mg/l; kangkung Cd sebesar 0.009 mg/l, Enceng gondok  mengakumulasi Cu sebesar 0.299 mg/l, kangkung 0.187 terakhir selada sebesar 0.129 mg/l. selada mengakumulasi Zink sebesar 2.147 mg/l; Enceng gondok 1.609 kangkung sebesar 1.268.   Daun kangkung mengakumulasi Pb sebesar 0.058. hal ini  harus diwaspadai sebab jumlah akumulasi diatas  ketentuan nilai ambang batas baku mutu perundangan. Batang dan daun Enceng gondok mengakumulasi  Cr sebesar 0.0855 mg/l, akar enceng gondok 0.0672 Batang kangkung mengakumulasi Cd sebesar 0.015 mg/l, Selanjutnya  daun  Enceng gondok mengakumulasi sebesar 0.097 mg/l Cu, daun kangkung sebesar 0.303, selada air mengakumulasi  Zink, sebesar 3.179 mg/l. batang  selada sebesar 2.81 mg/l  terakhir akar Enceng gondok sebesar 1.749 mg/l. Untuk variabel organ tanaman  F adalah 1.31 dsan P- 0.303 nampak secara statistik tidak  signifikan,  tidak berbeda nyata..
Hal ini mungkin selada membutuhkan  Zink untuk pertumbuhannya secara alami kesimpulan sementara kangkung mengakumulasi Cd paling baik diantara  kedua tanaman lain. Menandakan bahwa sama-sama mempunyai daya akumulasi terhadap Cd dan Zn. Logam esensial dan non esensial yang diserap ke dalam jaringan akan didistribusikan ke seluruh jaringan dan ditimbun dalam jaringan pembuluh angkut xylem dan phloem
Key word: Logam berat, bioakumulasi, kangkung air, hydrophyta, enceng gondok

Abstract An investigation on the capability  bioaccumulation hydrophyta occuring  vegetable to heavy metal polluted at Kepanjen esat Java. Method applied description  abservational  in this experiment/ experimen rancangan acak lengkap (RAK) with 6 times repetition/recurrence at the three station. Sample used in this study was hydrophyta  kangkung air, selada air and enceng gondok which growth at water polluted metal at kedurus. The observation of concentration of various kinds of heavy metal  used spectrophotometer spectronic 20 D+ brand. The analysis  result of the study used was single variant analysis. The result found at roots, stem leaf enceng gondok there are accumulation Pb, Chrom and Cd 0.001 mg/l but for Cu metal  result at roots, stem lesf 0,02 mg/l ten time , for Zn result at roots, and leaf  2.008 and stem 0.14 mg/l increase twice and Cd metal leaf   accumulation 0.25 mg/l . acceptually  root a leaf and stem kangkung air accumulated Pb and Chrom Cd 0.01 mg/l ten time more than enceng gondok. And kangkung air for Cu roots accumulation 0.03 mg/l and stem 1.05 g/l most high and lesf 0.23 mg/l at roots stem. At kangkung air Zn 0.29 mg/l increase ten time . for Cd rootes 0.57 mg/l, stem 0.42 mg/l and leaf 0.60 mg/l . So kangkung more accumulation to Cd compare for enceng gondok.)
The Key Word: Bioaccumulation, heavy metal,  hydrophyta

Fulltext download disini
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno