• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

DETEKSI DINI KRISIS KEUANGAN DI INOONESIA

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh SRI UMI MINTARTI, AGUS SUMANTO, THOMAS SUSECO   
ABSTRAK

DETEKSI DINI KRISIS KEUANGAN DI INOONESIA, SRI UMI MINTARTI, AGUS SUMANTO, THOMAS SUSECO. TAHUN 2011, PROGRAM HIBAH FAKULTAS EKONOMI

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi periode terjadinya krisis di Indonesia, memilih indikator dini yang layak dipakai sebagai penduga dari periode krisis, menentukan niIai batas ambang dari indikalor dini yang terpilih dan menyusun indeks komposit dini dan memperkirakan terjadinya krisis. Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya krisis keuangan/ekonomi yang memporakporandakan kehidupan ekonomi tanpa bisa diprediksi sebeIumnya. Apabila bisa diprediksi maka dampaknya bisa diperkecil atau bahkan dihilangkan.

Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori permintaan agregat dan penawaran agregat, teori konsumsi, investasi. teori siklus bisnis, pengaruh hutang luar negeri terhadap krisis ekonomi.
Metode yang dipakai meliputi empat langkah: (1) Identifikasi periode krisis; (2) Memilih indikator dini sebagai penduga dari periode krisis; (3) Menetapkan nilai batas ambang dari indikator dini yang terpilih dan (4) Membuat indeks komposit dini dan memperkirakan krisis. Data yang dipakai adalah data sekunder dari Bank Indonesia, BPS, Departemen Keuangan dan Worldbank.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan data makroekonomi tahunan, bisa diidentifikasi periode krisis, yaitu tahun 1980. 1983.1986,1997,1998 dan 2001. Penentuan tahun krilis tersebut didasarkan pada perolehan kurs rupiah yang di atas rata-rata tiap tahunnya. Selama tahun 1980 sampai dengan tahun 2010, rata-rata perubahan kurs rupiah terhadap USD adalah 11,65%.
Indikator dini yang layak dipakai untuk memprediksi apakah terjadi krisis atau tidak ada 3 yaitu: Debt Service Ratio (%), Total Hutang Pemerintah terhadap GOP (%) dan Kenaikan Jumlah Uang beredar (%). Tiga indikator tersebut layak dijadikan indikator secara teori dan sesuai dengan kenyataan di Indonesia. Krisis di Indonesia bisa dilihat dari buruknya 3 indikator tersebut sebelumnya.

Batas ambang dari indikator dini yang dipilih adalah di atas rata-rata tiap tahunnya. Jika nilai dari indikator dini tersebut di atas rata-rata: maka disebut indikator tersebut terIetak di daerah yang tidak normal, berarti meramalkan akan terjadinya krisis di masa yang akan datang. Dengan menyusun indeks komposit, yaitu indeks yang merupakan gabungan dari 3 indeks tunggal ditimbang dengan NSRnya, membantu kita dalam deteksi dini krisis keuangan di masa depan. Namun kapan terjadinya krisis yang sesungguhnya, belum bisa ditentukan secara pasti.

Hasil peneIitian menyarankan kepada pengambil keputusan ekonomi di pemerintahan bahwa sebenarnya kondisi krisis sesungguhnya dapat diperkirakan 1 hingga 2 tahun sebelumnya. Hal ini merupakan waktu yang cukup lama bagi para pengambil kebijakan untuk dapat mengambil ancang-ancang mengenai kebijakan apa yang seharusnya diambil agar dampak krisis keuangan tidak bertambah dalam. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti kembali indicator-indikator yang lain yang memungkingkan untuk meramal terjadinya krisis, misalnya inflasi, indeks bursa saham dan lapangan pekerjaan.
    
Makalah di atas dimuat dalam Laporan Penelitian Hibah Fakultas, Dibiayai oleh Fakultas Ekonomi UM
 
Download fullteks disini.
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno