• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

NILAI-NILAI TRADISI LOKAL MASYARAKAT DESA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN INFORMAL DALAM MEMBINA KEHARMONISAN MASYARAKAT

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh Zulkarnain, Endang Sri Redjeki, Nurhadi   

Tradisi lokal dapat berfungsi sebagai salah satu sumber nilai-nilai  luhur bagi pendidikan dalam keluarga, lingkungan  masyarakat, dan  penyaring  nilai-nilai berasal dari luar, serta digunakan untuk meredam gejolak yang bersifat internal, konflik antar kelompok. Perilaku tradisi lokal mengandung nilai-nilai pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter anak dan. dapat menumbuhkan harmonisasi pada masyarakat, karena individu yang berinteraksi dapat menumbuhkan rasa kebersamaan.


Tujuan penelitian: menelaah nilai-nilai tradisi lokal  yang dilakukan masyarakat,  menganalisis makna nilai-nilai tradisi lokal dan proses tradisi lokal  sebagai media pendidikan informal membina keharmonisan masyarakat desa. Jenis penelitian kualitatif studi multi kasus dengan format deskriptif. Studi multi kasus merupakan studi kasus komunitas sosial pada perilaku tradisi lokal yang dilakukan masyarakat desa Saptorenggo, Kucur, dan Wonoagung.


Hasil penelitian: (1) Tradisi lokal yang masih berjalan antara lain:  Slametan Jumat Legi,  soyo, rewang, buwuh, Nglayat, dan tahlilan.  (2) Slametan Jumat Legi dimaknai seseorang agar dirinya bisa selamat lahir dan bathin, dunia dan akhirat,  dimensi hubungan seseorang dengan Tuhan dan lainnya. Soyo dimaknai sebagai  tolong menolong dengan  menggerakkan tenaga kerja secara masal dari warga membantu mengerjakan membangun rumah. Rewang dimaknai menambah hubungan kekerabatan membantu meringankan beban orang lain. Buwuh dimaknai  menyumbang pada hajatan. Nglayat dimaknai suatu kebersamaan menghormati sesama warga, khususnya  bagi warga ditimpa musibah kematian. Tahlilan dimaknai membaca serangkaian surat Al-Qur’an, ayat-ayat pilihan, meniatkan pahalanya untuk para arwah. (3) Pendidikan informal berbasis tradisi lokal merupakan pendidikan yang mengajarkan kepada generasi muda untuk dekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi sehari-hari di lingkungan sekitar.

Kata kunci: tradisi lokal, pendidikan informal,  keharmonisan.

Download fullteks disini.

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno