• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Pelatihan APE dengan Teknik Origami dan Kirigami bagi Guru Bustanul Athfal Kota Madiun

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh Drs. Usep Kustiawan, M.Sn   

 

Kota Madiun  berada di tengah Kabupaten Madiun termasuk wilayah Jawa Timur yang terletak diantara Kabupaten Ngawi di sebelah Utaranya, Kabupaten Ponorogo di sebelah Selatannya,  Kabupaten Magetan di sebelah Baratnya,  Kabupaten Nganjuk di sebelah Timurnya. Kota Madiun selain sebagai kota industri, juga berkembang sebagai kota pendidikan. Di kota Madiun  terdapat beberapa Perguruan Tinggi Swasta; puluhan SMU/MA dan SMK; puluhan SMP/MTs; puluhan SD/MI; puluhan PG dan TK/RA serta Lembaga Paud Sejenis.
Kota Madiun terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Taman, Kecamatan Manguharjo, dan Kecamatan Kartoharjo. Dari 3 kecamatan terdapat 3 UPTD wilayah pendidikan memiliki 7 TK ABA yang dibina oleh 65 orang guru.
Tingkat Pendidikan Guru TK ABA di Kota Madiun bervariasi, ada sebagian yang masih lulusan sekolah umum yang tidak pernah mendapat ilmu kependidikan PAUD secara khusus, sebagian lulusan DII PGTK, ada juga yang  lulusan  S1 PG-PAUD bahkan ada lulusan S1 di luar pendidikan keguruan.
Status lembaga TK ABA di Kota Madiun berada di bawah naungan yayasan sehingga ada sebagian menggunakan Kurikulum dari Kemendikbud dan lebih banyak yang menggunakan kurikulum dari Kementrian Agama sebagai pedoman pokok pelaksanaan pembelajarannya.

Guru PAUD sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut kreativitasnya untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) agar dapat membelajarkan muridnya secara berkualitas.
Dari hasil observasi awal dan wawancara singkat dengan beberapa guru dan kepala lembaga TK ABA dan Pengurus IGBA Kota Madiun menunjukkan bahwa para guru TK ABA pada umumnya mengalami kesulitan dalam meningkatkan kwalitas dan  efektivitas pembelajaran di lembaga TK masing-masing. Keadaan ini disebabkan karena para guru belum memiliki wawasan  dan keterampilan yang memadai untuk membuat APE sebagai media pembelajaran yang memadai dalam melaksanakan tugasnya.

Berdasarkan analisis pelaksanaan dan hasil kegiatan dapat disimpulkan : (1) Kegiatan   Pengabdian berupa pelatihan ini dapat berjalan dengan baik peserta 84 orang hadir 100% dan aktif mengikuti kegiatan; (2) Peserta selain mendapatkan pengetahuan konsep dasar  APE dalam pembelajaran di TK ABA juga memiliki keterampilan berbagai tekhnik pembuatan APE; (3) Hasil kegiatan pelatihan setiap peserta mampu membuat APE sebagai media pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat digunakan oleh peserta di TK-nya masing-masing untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran.

Downoad laporan pengabdian diatas.

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno