• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Guru-guru Roudlotul Athfal Kecamatan Pujon Kabupaten Malang

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh Drs. Usep Kustiawan, M.Sn   

Kecamatan Pujon berda di sebelah barat  wilayah kabupaten Malang menuju ke arah Kabupaten/Kota Kediri  Jawa Timur. Jarak kecamatan Pujon dari Universitas Negeri Malang sekitar 40 km. Kecamatan Pujon selain sebagai daerah pertanian , peternakan, daerah industri pengolahan susu sapi, juga berkembang sebagai daerah  pendidikan. Di kecamatan Pujon terdapat beberapa  SMU/MA dan SMK;  SMP/MTs; puluhan SD/MI; puluhan PG dan TK/RA serta Lembaga Paud Sejenis. Kecamatan Pujon terdiri dari 10 desa yaitu desa Pujon Kidul, desa Pujon Lor, desa Bendosari, desa Sukomulyo, desa Pandesari, desa Ngroto, desa Ngabab, desa Tawangsari, desa Madiredo, desa Wiyurejo. Dari 10 desa terdapat 15 RA, sekitar 1300 anak yang dibina oleh 70 orang guru.

Tingkat Pendidikan Guru RA di kecamatan Pujon kabupaten Malang bervariasi, ada sebagian yang masih lulusan sekolah umum yang tidak pernah mendapat ilmu kependidikan PAUD secara khusus, sebagian lulusan DII PGTK, ada  yang  lulusan  S1 PG-PAUD, ada juga yang masih kuliah di S1 PG-PAUD,  bahkan ada lulusan S1 di luar pendidikan keguruan. Status lembaga RA di Kecamatan Pujon berada di bawah naungan yayasan sehingga ada   sebagian menggunakan Kurikulum dari Kemendikbud dan lebih banyak yang menggunakan kurikulum dari Kementrian Agama sebagai pedoman pokok pelaksanaan pembelajarannya.Guru lembaga PAUD khususnya RA sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut kreativitasnya untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) agar dapat membelajarkan muridnya secara berkualitas. Dari hasil observasi awal dan wawancara singkat dengan beberapa guru dan kepala lembaga RA dan Pengurus IGRA Kecamatan Pujon menunjukkan bahwa para guru RA pada umumnya mengalami kesulitan dalam meningkatkan kwalitas dan  efektivitas pembelajaran di lembaga RA masing-masing. Keadaan ini disebabkan karena para guru belum memiliki wawasan  dan keterampilan yang memadai untuk membuat APE sebagai media pembelajaran  dalam melaksanakan tugasnya. Berdasarkan analisis pelaksanaan dan hasil kegiatan dapat disimpulkan : (1) Kegiatan   Pengabdian berupa pelatihan ini dapat berjalan dengan baik peserta 65 orang hadir 100% dan aktif mengikuti kegiatan; (2) Peserta selain mendapatkan pengetahuan konsep dasar  APE dalam pembelajaran di RA juga memiliki keterampilan berbagai tekhnik pembuatan APE; (3) Hasil kegiatan pelatihan setiap peserta mampu membuat APE sebagai media pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat digunakan oleh peserta di TK-nya masing-masing untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran.
 
 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno