• Halaman 1
  • Pintu depan Perpustakaan UM
  • Area Internet Gratis
  • Area Hotspot
  • Layanan
  • Opac

POLA AGEN PERUBAHAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI JARINGAN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL

PDF  Array Cetak Array
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Oleh Zulkarnain Nasution   

Abstrak

Pemberdayaan masyarakat adalah serangkaian kegiatan dilakukan secara bertahap dalam mewujudkan masyarakat mandiri yang mampu mengenali masalahnya dan dapat mencari solusinya. Pelaku pemberdayaan masyarakat adalah seorang agen perubahan. Agen perubahan dalam hal ini adalah tokoh masyarakat dan kepala desa yang bertindak sebagai penghubung dan penggerak masyarakat. Tindakan agen perubahan yang dilakukan dimasyarakat haruslah sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakaat binaannya. Kesesuaian perilaku dengan tradisi masyarakat sangat mempengaruhi peran dan tugasnya dalam menyebarkan sebuah difusi inovasi. Tulisan ini mendeskripsikan beberapa studi pola peran agen peru-bahan dalam mengorganisir pemberdayaan masyarakat pedesaan di Jawa Timur. Ada tiga studi yang dideskripsikan dalam tulisan ini, yakni: (1) Studi di Dusun Bajulmati; (2) Studi di Desa Pelem, dan (3) Studi di Desa Pait. Berdasarkan hasil studi disimpulkan bahwa ada tiga pola agen perubahan, yakni: Pertama, pola agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis dari bawah terintegrasi pada potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang terdapat dalam masyarakat; Kedua; pola agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat melalui jaringan lembaga kursus sebagai pendidikan nonformal; Ketiga, pola agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pasca penen pertanian.

Kata kunci: Agen perubahan,  pemberdayaan masyarakat, nonformal, informal

Pattern Change Agent Role in Empowering Communities Through the Non Formal and Informal Education Network

Abstract

Community empowerment is a series of activities carried out in stages in order to realize an independent society that is people who are able to recognize the problem and seek a solution. Perpetrators of community empowerment is an agent of change. Agents of change in this case is acting as a liaison and community mobilization targets for empowerment. Actions undertaken in the community change agent must be in accordance with the values and norms that apply in masyarakaat auxiliaries. Conformity with tradition behavior greatly affects the role and tasks in deploying a diffusion of innovation. This paper explores some of the studies the pattern of change agent role in organizing the emergence of empower-ment of rural communities in Malang. There are three studies described in this article, namely:(1) Studies in the Village Bajulmati Gajahrejo; (2) Study on Rural Pelem District of Pare, and (3) Study in Pait village of Malang. Based on the results of the study concluded that there are three patterns of change agents, namely: First, the pattern of change agents in the community empowerment is integrated on natural resources and human resources present in the community; Second; the pattern of change agents in the community empowerment through the network of institutions courses as a unit out of school education; Third, the pattern of change agents in the post penen based community empowerment agriculture.

Keywords : Agent of change,  empowerment, non formal, informal

Download fullteks disini.

 
Akun Media Sosial


Ask Librarian


Buku Prof. Dr. H. Suparno