Index Jurnal

UPT Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
http://library.um.ac.id

PSIKOLOGI SHALAT DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Dr. Abdul Mujib, MA

INDEX JURNAL

     
  Psikologi shalat dan pembentukan kepribadian
    Dr. Abdul Mujib, MA
    Religius: Jurnal Transformasi Kependidikan dan Keagamaan Bidang Kajian Masjid Baitut Tholibin Kompleks Depdiknas Jakarta
     
    Subyek : SHLAT - ASPEK KEPRIBADIAN
     
    Label bendel : Dalam beberapa literatur keislaman yang berkembang selam ini, kepribadian Islam sering kali diidentikkan dengan akhlak atau tasawwuf, yaitu salah satu aspek ajaran Islam yang membahas tentang perilaku batin individu. Dalam klasifikasi yang umum, kepercayaan dan keimanan di bahas dalam disiplin aqidah; ibadah dan perilaku lahir dibahas dalam disiplin syari'ah; sedangkan kepribadian dan perilaku batin dibahas dalam disiplin tasawwuf atau akhlak. Pemtaan ini tidak salah sejauh klasifikasi ilmiah dalam khazanah ilmu keislaman, tetapi mengadung kesan yang diintegratif (tidak utuh) jika aplikasinya berjalan sendiri-sendiri. Akibat dari pemetaan ini, sering kali muncul pernyataan; "orang itu shalatnya rajin, tekun dan bagus, tetapi sayangnya, ia tedak memilki rasa empati dan simpati pada orang lain." pernyataan tersebut mengandung unsur split personality, yang mengdikotomikan antara hubungan vertkan (habl min Allah) dan horisontal (habl min al-nas). Kepribadian seharusnya ditentukan dari keimanan dan peribadatn seseorang, sehingga tidak ada keterpisahan antara masing-masing aspek islam. Individu yang beriman kepada Allah swt. seharusnya memilki sifat-sifat al-rahman yang berbelas-kasihan kepada sesamanya, sebab keimanan menuntut transinternalisasi sifat-sifat Allah pada dirinya. Demikian juga, individu yang melakukan peribadatan maka akan membentuk kepribadian yang baik sebab ibadah (khususnya shalat) mencegah perilaku keji dan munkar. Tulisan ini berpretensi untuk mengemukakan hakekat shalat dari sudut pandang psikologi untuk kemudian dihubungkan dengan kepribadian.
     

Abstrak/anotasi :

Dalam beberapa literatur keislaman yang berkembang selam ini, kepribadian Islam sering kali diidentikkan dengan akhlak atau tasawwuf, yaitu salah satu aspek ajaran Islam yang membahas tentang perilaku batin individu. Dalam klasifikasi yang umum, kepercayaan dan keimanan di bahas dalam disiplin aqidah; ibadah dan perilaku lahir dibahas dalam disiplin syari'ah; sedangkan kepribadian dan perilaku batin dibahas dalam disiplin tasawwuf atau akhlak. Pemtaan ini tidak salah sejauh klasifikasi ilmiah dalam khazanah ilmu keislaman, tetapi mengadung kesan yang diintegratif (tidak utuh) jika aplikasinya berjalan sendiri-sendiri. Akibat dari pemetaan ini, sering kali muncul pernyataan; "orang itu shalatnya rajin, tekun dan bagus, tetapi sayangnya, ia tedak memilki rasa empati dan simpati pada orang lain." pernyataan tersebut mengandung unsur split personality, yang mengdikotomikan antara hubungan vertkan (habl min Allah) dan horisontal (habl min al-nas). Kepribadian seharusnya ditentukan dari keimanan dan peribadatn seseorang, sehingga tidak ada keterpisahan antara masing-masing aspek islam. Individu yang beriman kepada Allah swt. seharusnya memilki sifat-sifat al-rahman yang berbelas-kasihan kepada sesamanya, sebab keimanan menuntut transinternalisasi sifat-sifat Allah pada dirinya. Demikian juga, individu yang melakukan peribadatan maka akan membentuk kepribadian yang baik sebab ibadah (khususnya shalat) mencegah perilaku keji dan munkar. Tulisan ini berpretensi untuk mengemukakan hakekat shalat dari sudut pandang psikologi untuk kemudian dihubungkan dengan kepribadian.










<< Prev | Next >>