Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenambahan methyl tertiary buthyl ether (MTBE) sebagai octane booster untuk menurunkan emisi gas karbon monoksida oleh Yohanes Anggoro Hadi Sampurno
PenulisYohanes Anggoro Hadi Sampurno
Pembimbing1. AGUS SHOLAH ; 2. WIDIYANTI
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Jurusan Manajemen, S1 Jurusan Manajemen. 2007
Subyek1. EMISI GAS BUANG
LabelRs 629.2528 YOH p
Abstrak

Octane booster yang digunakan di Indonesia hingga saat ini adalah Tetraethyl Lead (TEL). Penggunaan zat aditif tersebut diduga sebagai penyebab utama keberadaan timbal di atmosfer. Pada proses pembakaraan bahan bakar yang mengandung senyawa TEL dihasilkan senyawa Pb anorganik, Pb0 (Oksida Pb) pada gas buang dan pada umumnya dapat bertahan di atmosfir untuk kurun waktu yang cukup lama. Berdasarkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan TEL sebagai bahan aditif untuk bahan bakar, maka penggunaan TEL di negara maju dan sebagian negara sedang berkembang sudah dilarang.

Methyl tertiary Buthyl Ether (MTBE) memiliki sifat yang paling mendekati bensin ditinjau dari nilai kalor, kalor laten penguapan dan rasio stoikiometri udara per bahan bakar. MTBE adalah senyawa organik yang tidak mengandung logam dan tidak membentuk senyawa peroksida yang berbahaya bagi lingkungan. MTBE juga memiliki sifat-sifat pencampuran yang baik dengan bensin. Kisaran angka oktan MTBE yang tinggi, yaitu 116 118 RON menjadikan MTBE sangat baik untuk digunakan sebagai peningkat angka oktan (octane booster). Selama pembakaran, MTBE menambah oksigen di dalam bensin dapat mengurangi emisi karbon monoksida, CO dan material- material pembentuk ozon atmosferik.

Bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperiman ini adalah faktorial 2 jalur 3 x 4, yaitu menggunakan 2 variabel bebas dengan membandingkan antara bensin tanpa campuran MTBE dan bensin dengan campuran MTBE 5%, 10%, dan 15%. Serta pada putaran 750 rpm, 1500 rpm, dan 3000 rpm terhadap produksi gas CO. Teknik analisis data yang digunakan adalah Two-Way-Anova (Two-Way-Analysis of Variance)

Berdasarkan hasil penelitian produksi gas CO yang memiliki mean terendah, yaitu pada putaran 1500 rpm dengan menggunakan campuran MTBE 15% dengan nilai sebesar 1,1700.

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan produksi gas CO pada mobil antara bahan bakar tanpa campuran MTBE dan yang menggunakan campuran MTBE 5%, 10%, dan 15%. Serta ada perbedaan yang signifikan produksi gas CO pada mobil antara bahan bakar tanpa campuran MTBE dan yang menggunakan campuran MTBE 5%, 10%, dan 15% pada putaran mesin 750 rpm,1500 rpm, dan 3000 rpm.

Penggunaan MTBE sebagai Octane Booster bahan bakar seharusnya mulai dipakai di Indonesia untuk menggantikan TEL (timbal). Hal ini disebabkan karena dampak pemakaian timbal sangat buruk bagi lingkungan dan juga bagi kesehatan.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas