Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan metode jigsaw untuk meningkatkan keterampilan menyimak-wicara siswa kelas VIID SMP Negeri 18 Malang oleh Husnul Khotmawati
PenulisKhotmawati, Husnul
Pembimbing1. SUYONO ; 2. ENDAH TRI PRIYATNI
Penerbitan2008, S1 Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah.
Subyek1. BAHASA INDONESIA - MENYIMAK - METODE PEMBELAJARAN JIGSAW
LabelRs 499.2218307 KHO p
Abstrak

ABSTRAK



Khotmawati, Husnul. 2008. “Penerapan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan

Keterampilan Menyimak-Wicara Siswa Kelas VIID SMP Negeri 18

Malang”. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas

Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suyono, M.Pd, (II) Dra. Endah Tri

Priyatni, M.Pd.



Kata kunci: peningkatan, menyimak-wicara, metode jigsaw.



Pelaksanaan pembelajaran menyimak-wicara di sekolah sering

diabaikan oleh guru, karena dalam pembelajaran menyimak, siswa kurang

antusias dan dalam pembelajaran berbicara, diperlukan waktu yang cukup

lama. Akibatnya, siswa kurang bisa menemukan isi pembicaraan dan

menyimpulkannya, sehingga siswa tidak bisa memberikan tanggapan terhadap isi

bahan simakan. Dalam berbicara, siswa tidak mempunyai kepercayaan diri yang

cukup, jika diminta berbicara di depan teman-temannya, siswa berbicara dengan

tidak lancar, penggunaan bahasa Indonesia juga menjadi kacau, dan isi

pembicaraan menjadi tidak tepat. Padahal, menyimak dan berbicara adalah

keterampilan yang sering digunakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Ketidakmampuan siswa dalam menyimak dan berbicara juga dialami oleh

siswa kelas VIID SMP Negeri 18 Malang. Keterampilan menyimak dan

berbicara siswa masih tergolong kurang dan masih perlu ditingkatkan. Dalam

menyimak, siswa masih kurang bisa berkonsentrasi, dan dalam berbicara, siswa

merasa malu dan takut jika harus maju dan berbicara di depan teman-temannya.

Guru pernah mencoba menerapkan metode diskusi biasa untuk merangsang

siswa menyimak dan berbicara, tetapi kurang efektif. Persoalan tersebut pun

dicari solusinya. Salah satu cara yang diupayakan adalah dengan mengubah

teknik diskusi yang biasa dengan teknik diskusi model jigsaw. Dengan jigsaw,

setiap siswa mempunyai tanggung jawab terhadap sub-sub materi tertentu yang

berbeda dengan tema yang sama, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam

proses diskusi dan tidak ada lagi istilah siswa menganggur dalam diskusi karena

guru hanya berperan sebagai fasilitator saja. Dengan jigsaw diharapkan tujuan

penelitian ini dapat tercapai, yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas

VIID SMP Negeri 18 Malang dalam pembelajaran menyimak-wicara. Dalam

menyimak, peningkatan ditekankan pada aspek kemampuan menemukan pokok-

pokok isi bahan simakan, menemukan amanat/pesan, membuat kesimpulan, dan

membuat tanggapan. Dalam berbicara, peningkatan ditekankan pada aspek

kemampuan siswa berbicara dengan memerhatikan ketepatan isi, kelancaran,

percaya diri, dan penggunaan bahasa Indonesia yang baku.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP

Negeri 18 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas VIID. Jenis data yang

dikumpulkan adalah nilai hasil menyimak dan berbicara siswa yang didukung

oleh data catatan lapangan serta data hasil refleksi peneliti bersama guru.

Berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat

dideskripsikan proses penerapan metode jigsaw dalam pembelajaran menyimak-

wicara, yaitu: diawali dengan pembentukan kelompok yang heterogen,







i





pemberian bacaan, pelaksanaan diskusi sesi I, pelaksanaan diskusi sesi II,

pemberian tes individu, dan pelaksanaan refleksi.

Pada siklus I, keterampilan menyimak siswa mengalami peningkatan

walaupun masih ada siswa yang nilainya di bawah SKM. Untuk kemampuan

menemukan pokok-pokok isi berita ada 14% siswa nilainya di bawah SKM dan

86% siswa di atas SKM. Untuk kemampuan membuat kesimpulan, ada 66%

siswa yang nilainya di bawah SKM dan ada 43% yang di atas SKM. Untuk

kemampuan membuat tanggapan, 100% nilai siswa di atas SKM. Untuk

kemampuan menemukan amanat/pesan, ada 94% siswa yang nilainya di bawah

SKM dan 3% di atas SKM. Pada siklus II, kemampuan siswa menemukan

pokok-pokok isi bacaan meningkat, ada 9% siswa yang nilainya di bawah SKM

dan ada 91% siswa yang di atas SKM. Untuk kemampuan membuat kesimpulan

dan tanggapan, 100% siswa sudah di atas SKM. Untuk kemampuan membuat

amanat/pesan, ada 3% siswa yang nilainya di bawah SKM dan ada 97% yang di

atas SKM.

Untuk keterampilan berbicara, siswa mengalami peningkatan secara

signifikan. Pada siklus I hasil yang diperoleh untuk keterampilan berbicara

adalah, 100% siswa memperoleh nilai di atas SKM untuk kemampuan berbicara

dengan memperhatikan ketepatan isi, 97% berbicara dengan lancar, 97% siswa

berbicara dengan percaya diri, dan 71% berbicara dengan menggunakan bahasa

Indonesia yang baku. Pada siklus II, yaitu pada kemampuan siswa berbicara

dengan memperhatikan ketepatan isi, kemampuan siswa berbicara dengan lancar,

dan kemampuan siswa berbicara dengan percaya diri 100% siswa memperoleh

nilai di atas SKM. Pada kemampuan siswa berbicara dengan menggunakan

bahasa Indonesia yang baku 91% memperoleh nilai di atas SKM, berarti masih

ada 9% siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM.

Simpualan yang diperoleh dalam penelitian ini di antaranya adalah

keterampilan menyimak dan berbicara siswa kelas VIID SMP Negeri 18 Malang

bisa ditingkatkan dengan penerapan metode jigsaw, sehingga jumlah siswa yang

memperoleh nilai di bawah SKM bisa berkurang. Mengingat manfaat yang dapat

diperoleh siswa, maka disarankan bagi guru untuk bisa menerapkan metode

jigsaw untuk meningkatkan keterampilan menyimak-wicara bagi siswa dengan

permasalahan yang sama, berusaha meningkatkan kompetensi siswa dalam

menyimak-wicara, memotivasi siswa dan meningkatkan minat siswa pada

menyimak-wicara, mengembangkan media dan metode pembelajaran menyimak-

wicara. Bagi peneliti yang akan datang diharapkan untuk meneliti tentang

peningkatan menyimak-wicara dengan metode jigsaw dengan subjek dan tempat

penelitian lain dan meneliti tentang peningkatan menyimak-wicara dengan metode

pembelajaran yang lain.





















ii




P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas