Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan keaktifan, keantusiasan, dan prestasi belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas III SD Banjarsari Pacitan oleh Wahyu Indriana Purwitasari
PenulisPurwitasari, Wahyu Indriana
PembimbingI. Abdul Manan II. Sihkabuden
Penerbitan2008, S1 Jurusan Teknologi Pendidikan.
Subyek1. ILMU-ILMU SOSIAL (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR
2. ILMU-ILMU SOSIAL (PENDIDIKAN DASAR) - METODE PEMBELAJARAN
LabelRs 372.83044 PUR p
Abstrak

Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berhasil dengan maksimal tanpa didukung oleh adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Peluang yang dibawa KTSP memberikan keleluasaan kepada guru sebagai pengembang kurikulum dalam tatanan kelas juga belum dapat dimanfaatkan secara optimal, karena keterbatasan kemampuan guru. Keterbatasan kemampuan guru itu berdampak pada munculnya sikap intuitif dan spekulatif dalam menggunakan strategi pembelajaran. Kondisi ini berakibat pada rendahnya mutu hasil belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan kondisi yang kurang menguntungkan itu tidak berkelanjutan dan berkembang lebih jauh adalah dengan memberikan persepsi mengenai metode pembelajaran yang dipandang kondusif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.



Salah satu model pembelajaran yang dipandang kondusif dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran adalah metode pembelajaran Role Playing. Melalui kegiatan role playing, pebelajar mencoba mengekspresikan hubungan-hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya, bekerja sama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama pebelajar dapat mengeksplorasi perasaan, sikap , nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.



Sesuai dengan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah yang dikemukakan adalah apakah penerapan metode role playing dapat meningkatkan keaktifan, keantusiasan dan prestasi belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas III SD Banjarsari Pacitan?



Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan, keantusiasan dan prestasi belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas III SD Banjarsari Pacitan dengan menggunakan metode pembelajaran role playing.



Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (Action Research), karena didasari oleh permasalahan yang ada di lapangan yang sangat membutuhkan tindakan sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Tahap-tahap penelitian dilakukan sesuai dengan siklus penelitian tindakan kelas, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru kelas III dan pebelajar kelas III di SD Banjarsari Pacitan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik (1) observasi, (2) tes, dan (3) format catatan lapangan. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan dasar analisis data model alir yang dikemukakan oleh Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data dalam penelitian ini, maka diperlukan teknik triangulasi.



Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran role playing dapat dengan cara: (1) pada awal pelajaran guru mengenalkan kompetensi dasar dan indikator pencapaian prestasi beajar; (2) mengenalkan masalah, mengembangkan pemikiran, memberikan ilustrasi awal kegiatan role playing pada pebelajar; (3) memberikan pre tes dan pos tes diawal dan diakhir pelajaran; (4) memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pebelajar untuk memilih peran, mengatur setting, dan pemilihan pengamat; (5) selalu memberikan motivasi dan bantuan pada pebelajar; (6) menggunakan berbagai sumber belajar seperti alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan role playing, dapat meningkatkan aktivitas, antusiasme, dan prestasi belajar pebelajar kelas III SD Banjarsari Pacitan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.



Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, diharapkan: (1) bagi guru, metode pembelajaran role playing dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas untuk meningkatkan aktivitas dan antusiasme pebelajar (2) sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung keefektifan penerapan metode pembelajaran role playing. Adanya sarana dan prasarana yang dimaksud berupa pengadaan alat-alat perlengkapan, sumber belajar dan alat peraga lain yang menunjang kebutuhan pebelajar untuk melakukan kegiatan pembelajaran (3) peneliti berikutnya dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut tentang penerapan metode pembelajaran role playing dengan menggunakan kompetensi yang lain dan subyek penelitian yang berbeda, sehingga ditemukan hasil penelitian yang berbeda.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas