Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada mata pelajaran manajemen perkantoran untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang oleh Elinaningsih
PenulisElinaningsih
Pembimbing1. I NYOMAN SUPUTRA ; 2. SARBINI
Penerbitan2008, S1 Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran.
Subyek1. MANAJEMEN PERKANTORAN - PRESTASI BELAJAR
2. MANAJEMEN PERKANTORAN - PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
LabelRs 651.3076 ELI p
Abstrak

Mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah berdampak pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan. Untuk kepentingan tersebut pemerintah berusaha melakukan perbaikan dalam dunia pendidikan, salah satunya dengan mengadakan perubahan dalam bidang kurikulum. Inovasi dalam bidang kurikulum ditandai dengan mulai diterapkannya kurikulum 2004 (KBK) dan kemudian diperbaiki lagi dengan diterapkannya kurikulum 2006 (KTSP). Inti dari perubahan kurikulum ini adalah lebih menekankan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum tersebut adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1)Bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 2 Malang. (2) Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran. (3) Bagaimana hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran.



Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah 47 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan untuk hasil belajar aspek afektif, aspek psikomotorik, kemampuan berpikir kritis dan keterlaksanaan pembelajaran menggunakann presentase dan untuk hasil belajar aspek kognitif digunakan rata-rata nilai hasil tes. Sedangkan instrumen yang digunakan lembar penilaian psikomotorik siswa.



Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2008 di SMK PGRI 2 Malang Kelas X APK pada pokok bahasan Ruang Lingkup Manajemen Perkantoran dan Fungsi-fungsi Manajemen Perkantoran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan untuk peningkatan presentase seluruh aspek kemampuan berpikir kritis siswa yang diamati dari 60.44 pada siklus I meningkat menjadi 69.98 pada siklus II. Dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah hasil belajar siswa juga meningkat. Hasil belajar siswa yang meningkat terdiri dari: hasil belajar aspek kognitif dari rata-rata sebesar 72.15 di siklus I meningkat menjadi 78.65 pada siklus II. Hasil belajar aspek afektif mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 69.25 menjadi 73.40 pada siklus II dan untuk hasil belajar aspek psikomotorik pada siklus I diperoleh 73.15 menjadi meningkat pada siklus II sebesar 76.28.



Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang. Adapun saran yang dapat diberikan pada peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran manajemen perkantoran dapat menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. (2) Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. (3) Dalam menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) guru harus selalu mengingatkan siswa untuk menghubungkan materi yang sedang dipelajari dan tidak hanya fokus pada masalah atau kasus yang diberikan guru. (4) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas serta sekolah yang berbeda. (5) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas