Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan pembelajaran berdasarkan masalah melalui metode kooperatif model STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Muhammadiyah I Babat oleh Wiwin Suci Romadhoni
PenulisRomadhoni, Wiwin Suci
Pembimbing1. SUSETYOADI SETJO ; 2. SRI RAHAYU LESTARI
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Jurusan Biologi, S1 Jurusan Biologi. 2008
Subyek1. BIOLOGI - PRESTASI BELAJAR
2. BIOLOGI - PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
LabelRs 570.76 ROM p
Abstrak

Berdasarkan hasil survei dan wawancara terhadap guru biologi diperoleh data bahwa pembelajaran di SMA Muhammadiyah 1 Babat tidak ditunjang oleh penggunaan metode–metode mengajar yang bervariasi. Metode pengajaran yang banyak digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktikum. Dalam kelas guru biasanya menerapkan metode diskusi kelompok, akan tetapi dalam pembagian

kelompok tidak dilakukan secara acak. Sehingga tidak ada keheterogenan dalam kelompok, baik itu jenis kelamin maupun tingkat akademik. Hal ini membuat kesenjangan dalam kelas, kelompok yang anggotanya aktif dan mempunyai tingkat akademik tinggi akan semakin aktif dan tinggi sedangkan yang pasif dan

mempunyai kemampuan sedang maupun rendah akan semakin tertinggal, sehingga hasil belajar secara individu tidak tuntas. Prestasi belajar siswa hanya diperoleh dari catatan penjelasan guru tanpa harus mencari sendiri untuk menambah informasi yang lebih lengkap. Siswa juga jarang bekerja dalam kelompok yang heterogen, sehingga untuk mengurangi kesenjangan antar siswa maka digunakan model pembelajaran berdasarkan masalah melalui metode kooperatif model STAD.



Dari penerapan pembelajaran berdasarkan masalah melalui metode

kooperatif model STAD mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, ini dapat dilihat dari hasil analisis aktivitas siswa pada siklus I rata-rata semua aspek adalah 47,8% meningkat pada siklus II menjadi 63,33%. Sedang analisis hasil belajar Pada siklus I jumlah siswa yang dikategorikan sangat baik sejumlah 5 siswa (13

%), baik sejumlah 24 siswa (66%), cukup sejumlah 3 siswa (0,8 %), kategori kurang sejumlah 4 siswa (11%). Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang nilainya dikategorikan sangat baik sebanyak 21 siswa (58,3 %), baik 8 siswa (22,2 %), cukup sebanyak 5 (13,8 %), dan dikategorikan kurang sebanyak 3 siswa (0,8 %). Selain itu juga dapat dilihat pada siklus I siswa yang dikategorikan mencapai ketuntasan belajar sebanyak 32 siswa (88,9%) sedang tidak tuntas

sebanyak 4 siswa (11%). Sedang pada siklus II sebanyak 33 siswa (91,6%) yang tuntas, sedang yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa (8,3) lampiran 10. Ini berarti bahwa ketuntasan belajar secara klasikal tercapai baik pada siklus I dan siklus II.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penerapan model siklus belajar yang menggunakan asesmen presentasi dan diskusi dalam meningkatkan kualitas hasil belajar biologi siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Gresik / oleh Surotus Tsaniyah


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas