Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare oleh Tasrif Akib
PenulisAkib, Tasrif
Pembimbing1. MONICA DJOEHANA D. OKA ; 2. UTAMI WIDIATI
PenerbitanTesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SD, S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SD. 2008
Subyek1. MENULIS (PENDIDIKAN DASAR) - KEMAMPUAN SISWA
2. MENULIS (PENDIDIKAN DASAR) - MEDIA PEMBELAJARAN
LabelRt 372.623044 AKI p
Abstrak

ABSTRAK



Tasrif Akib, 2008. Penggunaan Media Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas III SD Negeri 46 Parepare. Tesis (Tidak dipublikasikan), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Monica Djoehana D.Oka, M.A., (II) Dra. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D



Kata kunci: menulis, karangan narasi, media gambar seri, meningkatkan



Pada dasarnya, semua keterampilan dalam bahasa Indonesia penting untuk dikuasai, tetapi menulis memang harus diakui sebagai sebuah aktivitas yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan berbicara, membaca dan menyimak. Menulis bukanlah kemampuan yang dapat dikuasai dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses pembelajaran sehingga memang diperlukan sebuah proses panjang untuk menumbuhkembangkan tradisi menulis. Siswa sekolah dasar diharapkan dapat menyerap aspek-aspek dasar dari keterampilan menulis sebagai bekal ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Dengan kata lain, pembelajaran keterampilan menulis di sekolah dasar berfungsi sebagai landasan untuk latihan keterampilan menulis di jenjang sekolah selanjutnya.

Salah satu bentuk menulis adalah menulis narasi yang sengaja dipilih dalam penelitian ini karena merupakan bentuk karangan yang bertujuan menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang peristiwa pada suatu waktu kepada pembaca. Hal terpenting dalam karangan narasi adalah unsur tindakan sehingga ketika membaca karangan narasi pembaca seolah-olah melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu sendiri. Namun, kenyataan menunjukkan keterampilan menulis karangan narasi siswa masih sangat rendah. Rata-rata nilai keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare menunjukkan belum ada siswa yang mencapai SKBM 70 dari 27 siswa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa yang pada penelitian ini difokuskan pada (1) bagaimana meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare dalam hal organisasi karangan, (2) bagaimana meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare dalam hal kualitas gagasan, dan (3) bagaimana meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare dalam hal ejaan dan penggunaan tanda baca. Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas III. Tindakan dilaksanakan pada dua siklus yang difokuskan pada 27 orang siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare.

Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diketahui bahwa proses pengajaran diwujudkan dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dalam hal pengorganisasi karangan, kualitas gagasan, dan penggunaan ejaan dan tanda baca. Kegiatan diawali dengan apersepsi dengan pusat perhatian ditujukan kegambar seri yang ditampilkan, menginterpretasikan setiap urutan gambar, kemudian mengarahkan topik karangan yang sesuai dengan gambar seri lalu menentukan atau memilih salah satu topik karangan yang sesuai dengan gambar seri. Setelah itu pembahasan kalimat-kalimat secara klasikal untuk membuat kerangka karangan dalam bentuk draf sesuai dengan urutan gambar seri. Proses selanjutnya mengembangkan kerangka karangan dengan memperhatikan pengembangan ide, penggunaan unsur kebahasaan, dan penggunaan gaya bahasa. Pada tahap akhir pembelajaran diarahkan untuk mengedit karangan berdasarkan penulisan ejaan, huruf kapital, kosakata, dan struktur kalimat yang digunakan sehingga hasil karangan dapat dipublikasikan.

Guru selalu menggunakan strategi tanya jawab, bimbingan klasikal, dan individu pada kegiatan yang dilakukan siswa pada setiap siklus sama, yaitu memeriksa kembali draf awal berupa kekeliruan dalam menggunakan ejaan dan tanda baca, pilihan kata yang tidak tepat, struktur kalimat yang tidak jelas, paragraf yang belum padu, pengembangan ide, dan alur cerita disesuaikan dengan kronologi peristiwa sehingga cerita yang tertera dalam media gambar seri ceritanya mudah dipahami. Selanjutnya siswa dan guru, melakukan perbaikan draf awal dengan mengganti, menambah, menghilangkan, memindahkan, dan memperjelas gagasan yang ada pada draf awal karangan. Guru selalu memberi penguatan sehingga siswa mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar seri pada awal pertemuan setiap siklus.

Hasil keseluruhan yang dicapai siswa terteliti dalam pembelajaran menulis karangan narasi dengan media gambar seri menunjukkan peningkatan. Paragraf yang ditulis siswa umumnya telah memiliki gagasan utama dan gagasan pengembang yang jelas. Gagasan-gagasan itu dikembangkan secara logis sesuai dengan kronologi peristiwa yang ditampilkan pada media gambar seri dengan pengorganisasian yang baik. Struktur kalimat dan peralihan antara gagasan dalam paragraf sudah memperlihatkan keefektifan. Kualitas gagasan dalam cerita yang digunakan juga cukup baik dan mewakili gagasan yang dikemukakan walaupun masih terdapat kekurangan tetapi tidak mempengaruhi kualitas gagasan yang dihasilkan. Beberapa kesalahan dalam penggunaan ejaan dan tanda baca masih ditemukan, tetapi tidak banyak dan tidak sampai mengaburkan makna gagasan yang dikemukakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas paragraf yang dihasilkan. Kegiatan menulis karangan narasi dengan media gambar seri juga membuat kegiatan menulis menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya guru memberi respon, mengembangkan dialog, memodelkan cara menulis karangan yang benar, mencermati kesalahan yang kerap dilakukan siswa, membiasakan secara tetap, serta memberikan berbagai arahan untuk membangkitan kreativitas siswa dalam menulis karangan narasi.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan baik kepada guru kelas maupun guru bahasa Indonesia di SD untuk membiasakan kegiatan menulis dengan disertai bimbingan yang intensif dan terarah. Dengan mencermati isi tulisan siswa, disarankan pula kepada guru mata pelajaran lain sebaiknya kegiatan menulis ini dapat dipadukan dalam mata pelajaran karena selain melatih keterampilan menulis, juga dapat mengkomunikasikan serta merefleksikan hasil belajar dan perkembangan pribadi siswa.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas