Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulUpaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X PJ melalui pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) pada mata pelajaran ekonomi di SMK Islam Batu oleh Reza Faizal Rachman
PenulisRachman, Reza Faizal
Pembimbing1. BUDI EKO SOETJIPTO ; 2. IMAM BUKHORI
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, S1 Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. 2009
Subyek1. EKONOMI - PRESTASI BELAJAR
2. EKONOMI - PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT)
LabelRs 330.076 RAC u
Abstrak

ABSTRAK

Rachman, Reza Faizal. 2009. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pj Melalui Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMK Islam Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing (I) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si

(II) Imam Bukhori, S.Pd, M.M



Kata Kunci: TGT (Teams Games Tournament), aktivitas, dan hasil belajar



Rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa disinyalir karena kurang adanya inovasi dalam pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Pembelajaran yang berlangsung selama ini yaitu dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran konvensional, guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, yang disertai dengan pemberian tugas. Hal inilah yang disinyalir dapat mengakibatkan rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa.

Dari pemikiran tersebut, maka peneliti bermaksud untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif. Adapun model yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif ini adalah model TGT (Teams Games Tournament). Model TGT merupakan metode pembelajaran yang masih tergolong baru dan belum banyak diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kooperatif model TGT pada mata pelajaran Ekonomi, menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat pembelajaran kooperatif model TGT, serta menganalisis peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif model TGT.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif, karena data yang diperoleh dinyatakan dalam bentuk verbal. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa kelas X Pj SMK Islam Batu. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara induktif. Adapun materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah Kebutuhan dan Nilai Guna Barang & Jasa yang dilaksanakan dalam dua siklus.

Pada penelitian ini tindakan yang dilakukan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT pada mata pelajaran Ekonomi adalah: 1) peneliti memperkenalkan pembelajaran kooperatif model TGT kepada siswa; 2) peneliti melaksanakan pembelajaran kooperatif model TGT yang diawali dengan pemberian pre test, kemudian penyajian kelas, kerja kelompok, game/turnamen, pemberian post test, dan penghargaan kelompok; 3) penilaian aktivitas belajar siswa dinilai dengan menggunakan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai pre test dan post test.

Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif model TGT adalah: 1) metode ini mendapat tanggapan positif baik dari guru bidang studi maupun dari siswa; 2) penghargaan kelompok bagi kelompok terbaik dapat memacu semangat belajar siswa; 3) tahap turnamen membuat siswa merasa bersemangat dan menikmati proses pembelajaran; 4) metode ini membantu guru dalam membuat variasi metode belajar. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: 1) metode ini masih terkesan baru bagi guru bidang studi Ekonomi; 2) siswa belum terbiasa belajar dengan menggunakan metode TGT sehingga pada saat pembelajaran berlangsung membuat keadaan kelas menjadi gaduh tidak terkendali; 3) metode ini membutuhkan pengalokasian waktu belajar yang tidak sedikit; 4) metode ini membutuhkan media belajar yang cukup banyak, mulai dari LKS, bahan ajar, serta media penunjang yang lain.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Pj SMK Islam Batu. Dalam hal aktivitas belajar siswa, rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan pada tindakan siklus I yaitu sebesar 61,59% dengan taraf keberhasilan cukup, sedangkan pada siklus II meningkat 10,48% dari 61,59% (siklus I) menjadi 72,07% (siklus II) dengan taraf keberhasilan baik. Sedangkan untuk hasil belajar siswa, rata-rata skor tes sebelum tindakan (pre test siklus I) adalah 68,47, kemudian meningkat 3,63 dari 68,47 (pre test siklus I) menjadi 72,1 pada tindakan siklus I (post test siklus I), dan kemudian pada tindakan siklus II meningkat 2,56 dari 72,1 (post test siklus I) menjadi 74,66 (siklus II). Dalam hal persentase ketuntasan belajar siswa kelas X Pj, pada saat sebelum tindakan (pre test siklus I) persentase ketuntasan belajar siswa yaitu sebesar 71,88%, kemudian meningkat 3,12% dari 71,88% (pre test siklus I) menjadi 75% (post test siklus I), dan pada tindakan siklus II meningkat 15,63% dari 75% (post test siklus I) menjadi 90,63% (post test siklus II).

Skor tes mengalami peningkatan meskipun kurang signifikan. Hal ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah: kurang adanya kedekatan emosional antara guru dan murid dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena minimnya kesempatan guru untuk mengenal siswa lebih dekat lagi karena keterbatasan waktu yang tesedia; selain itu, guru hanya dianggap sebagai pengganti guru bidang studi sebenarnya yang tidak mempengaruhi dalam perolehan nilai dalam penilaian akhir (rapor). Hal ini dapat menyebabkan siswa tidak berusaha keras dalam pembelajaran, sehingga dapat berpengaruh terhadap nilai yang mereka peroleh.

Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: 1) guru SMK Islam Batu disarankan mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT karena mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa; 2) sekolah hendaknya mensosialisasikan berbagai penerapan metode pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan konstruktivisme kepada guru; 3) peneliti perlu belajar lebih banyak tentang penelitian tindakan kelas (PTK); 4) ruang lingkup untuk penelitian selanjutnya perlu diperluas untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan akurat.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penerapan pembelajaran kooperatif metode investigasi kelompok pada mata diklat ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang / oleh Siti Mubarokah
2Penerapan pembelajaran konstruktivistik melalui metode pembelajaran koopeartif model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi : studi pada siswa kelas 1 SMK Negeri 1 Malang semester genap tahun ajaran 2005/2006 /
3Keefektifan penerapan model pemaduan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Ponorogo / oleh Arifandi Ariana


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


1Penerapan metode pembelajaran problem solving dan problem posing untuk meningkatkan prestasi belajar mata diklat berkerjasama dengan kolega dan pelanggan : studi pada siswa SMK Bisnis dan Manajemen Ardjuna 02 Malang / oleh Rahma Bariroh
2Penerapan pembelajaran kooperatif metode investigasi kelompok pada mata diklat ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang / oleh Siti Mubarokah
3Impelementasi pembelajaran kontekstual model siklus belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 1 Jurusan Penjualan 1 di SMK Negeri 1 Malang pada mata diklat surat menyurat / oelh Mira Puspita Sari