Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenggunaan metode role playing untuk meningkatkan kemampuan menceritakan isi cerpen (penelitian tindakan kelas X siswa SMA Darul Qur'an Singosari Malang) oleh Nurhatim
PenulisNurhatim
Pembimbing1. SUYONO
Penerbitan2009, S1 Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah.
Subyek1. CERITA PENDEK - BERCERITA, KEMAMPUAN
LabelRs 808.83 NUR p
Abstrak

Kemampuan berbicara adalah suatu keterampilan mengungkapkan ide atau gagasan secara lisan di depan khalayak yang dapat diamati dari segi keaktifan seseorang dalam berbicara. Berbicara adalah bentuk komunikasi verbal yang dilakukan oleh manusia dalam rangka pengungkapan gagasan dan ide yang telah disusunnya dalam pikiran. Berbicara melibatkan aspek keterampilan berbahasa, yaitu aspek lisan produktif. Dengan kata lain berbicara merupakan suatu bentuk komunikasi lisan dengan menggunakan bahasa lisan, teknik berbicara yang komunikatif, jelas, dan efektif dalam pembelajaran yang terorganisir. Dalam proses belajar-mengajar setiap siswa harus mengasah kemampuannya dalam berbicara karena setiap aktivitas belajar mengajar memerlukan komunikasi yang baik antara guru dengan siswa, dan antarsiswa.Untuk merealisasikan peningkatan berbicara tersebut memerlukan teknik-teknik tertentu yang harus dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Berbicara merupakan salah satu aspek yang penting dibelajarkan kepada siswa karena berbicara melibatkan kegiatan produktif siswa dalam menyampaikan ujaran secara lisan sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi guru pengajar tentang arti pentingnya penggunaan metode di kelas dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penggunaan suatu metode memiliki arti penting sebagai variasi pembelajaran dengan tujuan siswa dapat mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan. Kesimpulannya kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dilatih dan diasah oleh siswa. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMA Darul Quran Singosari, peneliti menggunakan metode role playing.

Masalah yang menjadi fokus penelitian dalam skripsi ini dibatasi pada upaya peningkatan kemampuan menceritakan isi cerpen dengan menggunakan metode role playing pada siswa kelas X SMA Darul Qur-an Singosari. Aspek-aspek yang ditingkatkan, antara lain (1) kemampuan menceritakan cerpen pada aspek-aspek kebahasaan mencakup intonasi, jeda, pilihan kata/diksi, struktur kalimat; (2) aspek nonkebahasaan yang meliputi keberanian, kelancaran, ekspresi/mimik; dan (3) aspek isi meliputi kerincian, kesesuaian, kelengkapan, dan kejelasan. Penerapan metode role playing atau bermain peran ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan isi cerpen sebagai satu metode yang memberikan keleluasaan berpikir siswa untuk mengalami dan mengamati sendiri secara verbal dengan tujuan kemampuan berbicara siswa dapat terlatih secara alami.



Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian

tindakan, meliputi (1) studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah

pembelajaran berbicara di kelas, (2) rencana tindakan, (3) pelaksanaan tindakan,

(4)pengamatan, (5) refleksi, dan (6) hasil tindakan. Data penelitian ini berasal

iii

dari hasil penelitian siklus I dan II. Analisis data dilakukan dengan (1) menelaah

data terkumpul, (2) menyeleksi atau menyederhanakan data sebagai bahan kajian masalah penelitian, (3) menyimpulkan, dan (4) memverifikasi atau pengungkapan hasil akhir penelitian dalam penerapan metode yang telah dilakukan. Dengan menganalisis data berupa hasil berbicara siswa dengan penerapan metode role playing dan instrumen penelitian yang telah dibuat, peneliti dapat mengetahui keberhasilan tindakan berdasarkan aspek-aspek yang dinilai.



Berdasarkan hasil analisis proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang telah dilakukan peneliti pada bab IV setelah diterapkannya metode role playing, aspek kebahasaan pada kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan yang sangat signifikan mulai tahap pembelajaran pratindakan, siklus I, sampai dengan siklus II. Pada aspek kebahasaan, pemerolehan nilai rata-rata tingkat keberhasilan pada saat pratindakan untuk skor C (cukup) sejumlah satu siswa dan D (kurang) sebanyak 14 siswa, bahkan nilai gagal (E) mencapai sembilan siswa. Pada siswa siklus I meningkat 75% termasuk kategori berhasil dari 24 siswa, dengan pemerolehan skor A (baik sekali ) sejumlah lima siswa, termasuk kategori berhasil, nilai B (baik) sejumlah 11 siswa, termasuk kategori dan nilai C (cukup) 8 siswa. Pada siklus II berdasarkan hasil evaluasi akhir, tingkat keberhasilannya mencapai nilai sempurna yakni 15 siswa mendapat skor baik sekali (A), dan 9 siswa mendapat skor B (baik). Dalam aspek nonkebahasaan juga mengalami peningkatan yang baik. Pada saat pratindakan berlangsung, hasil akhir yang mendapat skor A (baik sekali) sebanyak 4 siswa dan yang mendapat skor B (baik) sejumlah 6 siswa. Pada siklus I mengalami peningkatan yakni 13 siswa mendapat nilai A dan sebelas siswa mendapat skor B, sedangkan pada siklus II, peningkatannya dibandingkan dengan siklus I sangat signifikan yakni termasuk kategori berhasil secara sempurna sebanyak 24 siswa mendapat nilai A dengan rentangan nilai 86-100. Dari aspek isi pada saat kegiatan pratindakan, siswa yang mendapat nilai skor A (baik sekali) sebanyak 5 siswa, yang mendapat skor B (baik) sejumlah 15 siswa, dan yang mendapat skor C (cukup) sejumlah 4 siswa, sedangkan pada hasil pada kegiatan siklus II yang mendapat nilai skor A (baik sekali) meningkat sebanyak 20 siswa, yang mendapat skor B (baik) sejumlah 4 siswa, dan tidak ada yang mendapat nilai C, D, bahkan E.



Terkait dengan penerapan metode role playing ini, peneliti ingin memberikan saran kepada guru bahasa Indonesia dan pembaca, dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui pemeranan hendaknya memperhatikan aspek kebahasaan, nonkebahasaan, dan isi. Hal ini dikarenakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara memerlukan penilaian atau evaluasi yang benar-benar valid agar target kurikulum yang diharapkan dapat tercapai. Kepada peneliti lanjutan temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai bahan refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian. Tujuannya adalah sebagai langkah penyempurnaan penerapan metode role playing dalam berbagai kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia atau aspek ilmu dan bidang ilmu yang lainnya.

iv


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Film pendek sebagai media untuk meningkatkan pemnbelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain di kelas X-4 SMA Negeri 02 Batu / Rizki Mertyn Palupi
2Penggunaan teknik pengelompokan (clustering) untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Kertanegara Malang / Kurnia Azizah


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


1Penggunaan media gambar dan benda konkret untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas IV MI Al Islamiyah Kedungrejo Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang tahun ajaran 2007/2008 / Anita Bilkis Fajariya
2Penggunaan metode "pika-raka" untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumberpucung / Epi Kurniawati
3Penerapan metode jigsaw untuk meningkatkan keterampilan menyimak-wicara siswa kelas VIID SMP Negeri 18 Malang / Husnul Khotmawati
4Penerapan metode learning cycle 5 phase untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMA Islam Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Himatus Sya'adah
5Penggunaan metode role playing untuk meningkatkan kemampuan menceritakan isi cerpen (penelitian tindakan kelas X siswa SMA Darul Qur'an Singosari Malang) / Nurhatim
6Penggunaan media kucur (Buku curhat) untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang / Frida Dwiana Rahmawati
7Penerapan metode pembelajaran repeat and payment (RnP) untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru, Tulungagung / Dwi Ernawati
8Penggunaan teknik modeling dengan fokus transfer model Dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP negeri 1 sukodono Lumajang / Priyanto Tri Laksono
9Penggunaan strategi pemetaan konsep untuk meningkatkan keterampilan menceritakan pengalaman pribadi siswa kelas VIIb SMPN 8 Malang / Ike Dina Fitriani
10Penggunaan metode group investigation dan snowball throwing untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas XI Bahasa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Fitratuz Zakiyah
11Penggunaan strategi pair check untuk meningkatkan kemampuan menyimak-menulis siswa kelas VII D SMP Negeri 13 Malang / Luthfiyatul Imro'ati
12Pemanfaatan media feature untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas XI MAN Malang II Batu / Leny Nuryani
13Penggunaan metode twin (tawar informasi) untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngoro / Dia Purwo Rini
14Penggunaan teknik skimming untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 / Eko Prasetyo
15Penggunaan teknik pengelompokan (clustering) untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Kertanegara Malang / Kurnia Azizah
16Penggunaan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo / Ardhik Aulia Suryususanto
17Penggunaan metode shopping post to post untuk meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil pembelajaran menulis makalah siswa kelas XI IPA SMA Widyagama Malang / Ari Dwi Cayanti
18Penerapan pendekatan SAVI (somatis, auditori, visual, intelektual) untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VII-D SMP Negeri 20 Malang tahun 2010/2011 / Dwi Ayu Wulandari
19Penggunaan strategi SQ4R (Survey, question, read, record, recite, review) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang / Henys Yunitasari
20Penggunaan strategi bermain jawaban untuk meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bendo Magetan / Cerianing Putri Pratiwi
21Penggunakan multiteks untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Takeran, Magetan tahun pelajaran 2010/2011 / Dhewanti Agnis Novitasari
22Pemanfaatan metode permainan estafet baris untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa SMP kelas VII / Dina Ayu Dewi
23Penggunaan metode Double Two stay-Two Stray (DTS-TS) untuk meningkatkan kemampuan mengomentari persoalan faktual siswa kelas V SDN Turi 2 Blitar / Irene Ratna Kusuma Dewi
24Penggunaan model pembelajaran penyelesaian penyebab permasalahan (Problem Posing Solving) untuk meningkatkan kemampuan menemukan pokok-pokok berita siswa kelas VIIID SMP Negeri 10 Malang / Mahiroh Azwa Ulfa
25Penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IIIB MI Almaarif 03 Langlang Singosari / Arlita Agustina
26Penerapan pembelajaran kooperatif model Inside-Outside Circle (IOC) untuk meningkatkan hasil belajar apresiasi dongeng siswa kelas VIIC MTSN Juwet Ngronggot Nganjuk / M.A. Yusuf Ali Azhary
27Pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VII A MTs NU Pakis Malang / Nasai
28Penerapan media permainan monopoli untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita pada siswa kelas VI SDN Karangbesuki 1Malang / Holifatul Fitri
29Penggunaan media dongeng untuk meningkatkan kemampuan menulis pantun siswa kelas VII MTs Raudlatul Ulum Karangploso / Devi Arveni
30Penggunaan metode boys and girl band (model pembelajaran kolaboratif) untuk meningkatkan kemampuan melagukan tembang dolanan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang / Eka Wahyu Fajarini
31Film pendek sebagai media untuk meningkatkan pemnbelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain di kelas X-4 SMA Negeri 02 Batu / Rizki Mertyn Palupi
32Penggunaan media kliping berita bervariasi untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMPN 2 Gandusari / Dian Kusumaningsih
33Penggunaan strategi gen estetika untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Tarbiyatul Falah Kota Blitar / Fatma Dian Susiwi