Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang oleh Firda Yunita
PenulisYunita, Firda
Pembimbing1. SAPIR ; 2. LISA ROKHMANI
Penerbitan2009, S1 Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Subyek1. EKONOMI - PRESTASI BELAJAR
2. EKONOMI - PEMBELAJARAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING)
LabelRs 330.076 YUN p
Abstrak

Yunita, Firda. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang. Pembimbing (I) Drs. Sapir, S.Sos., (II) Dra. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si



Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis, Hasil Belajar.



Indonesia merupakan negara sedang berkembang, salah satu cirri negara yang sedang berkembang adalah rendahnya mutu pendidikan yang ada di negara tersebut. Untuk mengatasi masalah pendidikan di negara Indonesia maka pemerintah harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan secara serius. Pemerintah harus melakukan pembaharuan khususnya di bidang pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pembelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lainnya serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Dari waktu ke waktu pemerintah selalu berusaha guna penyempurnaan pendidikan salah satunya yaitu penyempurnaan kurikulum. Pemerintah harus memperhatikan kurikulum yang lebih menekankan pada keterlibatan siswa, yang dikenal dengan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang kemudian diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).



Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yaitu model pembelajaran yang menghadirkan kehidupan nyata ke dalam kelas sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan suatu masalah, untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.



Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang pada mata pelajaran ekonomi? (2) Bagaimanakah kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran ekonomi? (3) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran ekonomi?.

Subyek pada penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 SMA Negeri 10 Malang tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah 32 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang terdiri dari empat kali pertemuan . Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui kegiatan guru dalam menerapkan model pembelajaran dan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa adalah persentase serta hasil belajar siswa adalah dengan persentase. Untuk kegiatan guru menerapkan model pembelajaran dengan membandingkan persentase ketercapaian tindakan guru pada tiap pertemuan.



Sedangkan untuk berpikir kritis, analisis data dilakukan dengan membandingkan persentase rata-rata seluruh aspek pada pengamatan kemampuan berpikir kritis pada siklus I (diperoleh dari rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 1 dan pertemuan 2) dan siklus II (diperoleh adri rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 1 dan pertemuan 2. Untuk hasil belajar, diperoleh dari nilai post test siklus I dan siklus I dan hasil diskusi tiap pertemuanI. Instrumen yang digunakan untuk penilaian kemampuan berpikir kritis dan keterlaksanaan tindakan guru dalam menerapkan model pembelajaran adalah menggunakan lembar pengamatan atau lembar observasi, sedangkan hasil belajar diperoleh dari hasil post test pada siklus I dan siklus II.



Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa ditunjukkan oleh peningkatan persentase rata-rata dari jumlah persentase seluruh aspek yang diamati dalam kemampuan berpikir kritis siswa yaitu sebesar 62,08% pada siklus I menjadi sebesar 76,62% pada siklus II. Sedangkan pada peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan meningkatkan jumlah siswa yang nilainya memenuhi standar ketuntasan minimum (≥ 75) yaitu 22 siswa atau 68,75% dari jumlah total siswa sedangkan pada siklus II siswa yang memenuhi standar ketuntasan minimum yaitu sebanyak 30 siswa atau 93,75% dari jumlah total siswa.



Dari hasil penelitian, maka ada dua saran yang diberikan yaitu: 1). Bagi guru Ekonomi disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan APBN dan APBD, 2). Guru ekonomi disarankan pada saat menerapakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) hendaknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan kepada siswa dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup sehingga model pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan secara optimal.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.