Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan metode demonstrasi (demonstration method) pada materi perilaku konsumen dan produsen untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang oleh Andi Fuad Rachmadi
PenulisRachmadi, Andi Fuad
Pembimbing1. SAPIR ; 2. NASIKH
Penerbitan2009, S1 Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Subyek1. KONSUMEN, PERILAKU - PENERAPAN METODE DEMONSTRASI (DEMONSTRATION METHOD) - HASIL BELAJAR
LabelRs 658.8342 RAC p
Abstrak

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan

kualitas pendidikan adalah dengan melakukan pembaharuan pada proses pembelajaran.



Pembaharuan yang dilakukan lebih menekankan pada keaktifan

siswa. Dalam hal ini, guru yang paling bertanggung jawab untuk melakukan pembaharuan tersebut. Metode Demonstrasi (Demonstration Method) merupakan metode yang mengacu pada pembaharuan dalam proses pembelajaran

yang lebih menekankan pada keaktifan siswa.



Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimanakah penerapan Metode Demonstrasi

(Demonstration Method ) di kelas X-5 SMA Negeri 5 Malang pada mata pelajaran ekonomi materi perilaku konsumen dan perilaku produsen? (2)Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas X-5 SMA Negeri 5 Malang setelah penerapan Metode Demonstrasi pada mata pelajaran ekonomi materi perilaku konsumen dan perilaku

produsen?.





Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

deskriptif kualitatif, dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan Siklus II di tempuh selama empat kali pertemuan.



Masing-masing pertemuan pada siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflective).



Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa penerapan metode demonstrasi. Hasil belajar siswa yang diukur mencakup 3 ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Pada ranah kogntif digunakan instrumen berupa tes tulis dalam bentuk objektif pilihan ganda, pada ranah afektif

digunakan lembar observasi kegiatan siswa yang diisi oleh observer, sedangkan pada ranah psikomotorik menggunakan tugas penyusunan laporan pengamatan kelompok/LKS.



Dari hasil penelitian ditemukan bahwa metode demonstrasi dapat

diterapkan pada mata pelajaran ekonomi materi perilaku konsumen dan produsen di SMA Negeri 5 Malang. Nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa pada ranah kognitif meningkat dari 74 pada siklus I menjadi 89 pada siklus II. Pada ranah afektif terjadi peningkatan skor rata-rata pada tiap indikator, menurut pengamat I

skor rata-rata tiap indikator ranah afektif siswa meningkat dari 129 poin pada siklus I menjadi 135 poin pada siklus II, sedangkan menurut pengamat II, skor rata-rata tiap indikator ranah afektif siswa juga terjadi peningkatan dari 128 poin

pada siklus I menjadi 135 poin pada siklus II. Pada ranah psikomotorik siswa juga

mengalami peningkatan skor rata-rata tiap indikator dari 106 poin pada siklus I

menjadi 141 poin pada siklus II. Dari ketiga ranah tersebut dapat diperoleh data

hasil belajar siswa keseluruhan, yaitu dengan menjumlahkan penilaian pada ranah

kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Nilai rata-rata kelas hasil belajar

siswa yang ranah afektifnya (Naf) berdasarkan pengamat I mengalami

peningkatan dari 78 pada siklus I menjadi 93 pada siklus II, sedangkan nilai ratarata

kelas hasil belajar siswa yang ranah afektifnya (Naf) berdasarkan pengamat II

juga mengalami peningkatan dari 78 pada siklus I menjadi 93 pada siklus II.

Berdasarkan Hasil penelitian, maka peneliti mengajukan saran: (1) bagi

guru mata pelajaran ekonomi dapat menggunakan metode demonstrasi pada

materi perilaku kosumen dan produsen untuk meningkatkan hasil belajar siswa;

(2) penerapan metode demonstrasi hendaknya disesuaikan dengan materi yang

akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup;

(3) bagi guru mata pelajaran ekonomi, dalam menerapkan metode demonstrasi

perlu dilakukan inovasi agar metode demonstrasi dapat digunakan untuk semua

materi dalam mata pelajaran ekonomi.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD pada mata diklat bekerjasama dengan kolega dan pelanggan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Pamekasan / Indri Dwiyanti Ningrum
2Implementasi pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 3 Singosari pada mata pelajaran menerapkan prinsip kerjasama dengan kolega dan pelangga
3Penerapan metode pembelajaran Mind Mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Pada kelasw X pemasaran kompetensi dasar mengindentifikasi hukum perlindungan konsiumen di SMK Islam Batu) / Henik Novitasari
4Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation pada mata pelajaran menemukan peluang baru dari pelanggan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Penjualan di SMK Negeri 1 Bondowoso) / Jefry Aulia Martha
5Implementasi pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI pada mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan Program Keahlian Penjualan di SMK Islam Batu / Agung Tri Cahyono


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.