Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulMeningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada materi segiempat melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) oleh Miftakhul Khoiroh
PenulisKhoiroh, Miftakhul
Pembimbing1. ETTY TEDJO DWI CAHYOWATI ; 2. TOTO NUSANTARA
Penerbitan2009, S1 Program Studi Pendidikan Matematika.
Subyek1. GEOMETRI - SOAL UJIAN, DAN SEBAGAINYA
LabelRs 516.154076 KHO m
Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal penalaran dan komunikasi melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share pada materi segiempat Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Singosari Malang pada bulan Mei-Juni 2009. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yakni menyusun rencana tindakan, melakukan tindakan, observasi/ pengamatan, dan refleksi.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada siswa kelas VIID SMP Negeri 1 Singosari adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Dengan rincian tindakan sebagai berikut: (1) pada tahap Think, siswa diminta untuk memikirkan jawaban dari lembar Kerja Siswa yang dibacakan oleh guru, (2) Pada tahap Pair, siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban dari Lembar Kerja Siswa tersebut dengan teman sebangkunya, dan (3) pada tahap Share, guru memanggil satu kelompok secara acak untuk mepresentasikan hasil diskusinya di ddepan kelas, selanjutnya guru juga meminta jawaban atau tanggapan dari beberapa kelompok lainnya.

Peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi diperoleh dari hasil kuis yang dikerjakan oleh siswa di akhir siklus. Dari hasil kuis siklus I, hanya 20 siswa yang dikatakan tuntas belajar atau memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 66, 7 dengan ketuntasan kelas mencapai 57, 14 % dan rata-rata nilai kuis I adalah 68, 04. Meskipun rata-rata nilai kuis lebih dari KKM dan dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, namun karena ketuntasan kelas belum mencapai 80%, maka disimpulkan bahwa siklus I belum berhasil. Penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, rata-rata nilai kuis mencapai 72, 3 dengan ketuntasan kelas mencapai 80%. Karena dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, maka siklus II dikatakan berhhasil dan tidak dilanjutkan ke siklus selanjutnya.

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa respon siswa cukup positif terhadap pembelajaran matematika dengan model think-pair-share.




P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas