Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan pembelajaran problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah bagi siswa SD pada pokok bahasan luas permukaan, volume balok dan kubus oleh Irawati Dwi Anggraeni
PenulisAnggraeni, Irawati Dwi
Pembimbing1. Cholis Sa'dijah 2. Askuru
Penerbitan2009, S1 Program Studi Pendidikan Matematika.
Subyek1. GEOMETRI (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING
2. GEOMETRI (PENDIDIKAN DASAR) - SOAL, PEMECAHAN
LabelRs 372.716044 ANG p
Abstrak

ABSTRAK

Anggraeni, Irawati Dwi. 2009. Penerapan Pembelajaran Problem Solving Model Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Bagi Siswa SD pada Pokok Bahasan Luas Permukaan, Volume Balok Dan Kubus. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A (II) Drs. Askury, M.Pd.



Kata Kunci: problem solving model Polya



Langkah-langkah dalam pembelajaran problem solving menurut Polya ada 4, yaitu memahami masalah, menentukan strategi penyelesaian masalah, menyelesaikan strategi penyelesaian masalah, dan memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. Pembelajaran ini dimulai dengan pemberian masalah, kemudian siswa berlatih memahami, menyusun strategi dan melaksanakan strategi sampai dengan menarik kesimpulan. Guru membimbing siswa pada setiap langkah problem solving dengan memberikan pertanyaan yang mengarah pada konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran problem solving model Polya serta peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Tawangrejo Madiun, tanggal 14 Mei sampai 5 Juni 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari siklus I dan siklus II. Tingkat keberhasilan pada penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah serta ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa adalah tes pada akhir masing-masing siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem solving menurut Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Hasil belajar siswa pada siklus I meningkat sebesar 1,7 yaitu dari 72,4 menjadi 74,1. Sedangkan pada siklus II meningkat sebesar 3,9 yaitu dari 74,1 menjadi 78. Dengan pembelajaran ini siswa lebih teliti dalam mengerjakan suatu soal, sehingga tingkat kesalahan dalam mengerjakan soal juga berkurang.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas