Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang oleh Yulfika Yasmin
PenulisYasmin, Yulfika
Pembimbing1. SJAFRUDDIN ; 2. HARRY PURWANTO
Penerbitan2009, S1 Program Studi S1 PGSD.
Subyek1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN
LabelRs 372.6599221 YAS p
Abstrak

ABSTRAK



Yasmin, Yulfika. 2009. Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN Tegalweru. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sjafruddin A.R., M.Pd (II) Drs. Harry Poerwanto, M.Pd



Kata Kunci: Problem Based Learning, motivasi, hasil belajar, Bahasa Indonesia



Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang didasarkan pada permasalahan yang ada pada dunia nyata, kemudian siswa diminta mencari pemecahan melalui penyelidikan. PBL terdiri dari lima tahapan yaitu, orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tegalweru, Kecamatan Dau, Tanggal 10 Agustus sampai dengan 4 November 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari siklus I dan siklus II. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V, (2) Mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model PBL, (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model PBL

Langkah-langkah dalam model pembelajaran PBL antara lain; (1) Tahap I berisi upaya guru untuk mengorientasikan siswa pada masalah atau materi yang akan dipelajari. Pada siklus 1 dan 2 guru sudah baik dalam mengorientasikan siswa pada masalah atau materi yang akan dipelajari. Contohnya ialah guru menjelaskan pembelajaran dengan menyajikan fenomena yang menggali pengetahuan, (2) Tahap 2 berisi upaya guru untuk mengorganisasikan siswa dalam belajar. Pada siklus 1 dan 2 guru sudah melakukan dengan baik, contohnya yaitu guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, (3) Tahap 3 berisi upaya guru untuk membimbing menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari materi pembelajaran. Pada siklus I dan 2 guru sudah melakukan dengan baik, contohnya yaitu, guru memotivasi siswa atau kelompok agar aktif dalam diskusi, (4) Tahap 4 dalam kegiatan PBL yaitu, mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Pada siklus 1 dan 2 guru sudah melakukan dengan baik, guru memberi kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan masukan atau jawaban lain. Contoh pembelajaran pada tahap 4 yaitu, guru memberi kesempatan pada siswa untuk membacakan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, (5) Tahap 5 berisi upaya guru untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah atau materi pembelajaran. Kegiatan guru pada siklus 1 masih kurang baik, karena tidak semua kelompok maju. Contoh pembelajaran yang dilakukan guru ialah menganalisis hasil diskusi yang dilakukan beberapa kelompok. Tetapi tidak semua kelompok yang maju karena keterbatasan waktu. Kegiatan guru siklus 2 sudah dilakukan dengan baik. Guru memberikan penghargaan berupa bintang kepada siswa yang berani maju dan aktif.

Melalui penelitian ini menunjukkan bahwa PBL memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru, yang terbukti pada (tabel 4.3). Ketuntasan belajar klasikal meningkat dari siklus I, dan siklus II yaitu masing-masing 27,6% dan siswa yang tuntas pada siklus II sebesar 86,2%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

Peningkatan setiap komponen motivasi siswa dalam belajar tersebut yaitu motivasi siswa, untuk komponen minat belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 46 %. Komponen Perhatian siswa terhadap pelajaran B. Indonesia mengalami peningkatan sebesar 66,4%. Komponen ketekunan siswa selama proses pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 82,76%. Serta untuk rata-rata semua komponen motivasi belajar siswa meningkat sebesar 63% dari siklus I ke siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning berdampak baik dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penggunaan media kartu gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN menampu 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember / Anis Mawati
2Penggunaan permainan komunikasi untuk meningkatkan keterampilan menyampaikan pesan pendek bagi siswa kelas II SDN Gununggangsir III Pasuruan / Ana Anita Silitubun
3Meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode tim kuis dengan media gambar siswa kelas IV MI Darul Ulum Kisik Kalirejo Kraton Pasuruan / Arif Rahman Hakim
4Penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas VI SDN Dayurejo IV Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Suligi
5Penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa