Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulUpaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika melalui penggunaan media pembelajaran mandiri dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang oleh Usman
PenulisUsman
Pembimbing1. AKBAR SUTAWIDJAYA ; 2. SRI MULYATI
Penerbitan2010, S2 Program Studi Pendidikan Matematika.
Subyek1. MATEMATIKA - PRESTASI BELAJAR
2. MATEMATIKA - MOTIVASI BELAJAR
3. MATEMATIKA - PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)
LabelRt 510.76 USM u
Abstrak

Kata kunci: upaya, motivasi, media pembelajaran mandiri, STAD.



Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini didasari oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat.

Namun dalam proses belajar mengajar di kelas, pelajaran matematika dianggap sulit, tidak menarik dan membosankan bagi siswa pada umumnya, motivasi belajar siswa menjadi rendah dan hasil belajarnyapun juga rendah, hal ini tercermin dari masih minimnya perolehan nilai matematika dalam ulangan kompetensi dasar baik dalam ulangan per Kompetensi Dasar (KD), ulangan blok maupun Ujian Akhir Nasional (UAN).

Dari pengamatan penulis selama mengajar dan hasil angket motivasi awal siswa serta data hasil tes skolastik yang dilakukan oleh pihak sekolah setiap penerimaan siswa baru menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa bukan karena kurangnya intelegensi yang dimiliki oleh siswa tetapi karena sangat sedikit siswa yang termotivasi untuk belajar matematika. Data motivasi awal siswa dapat dilihat pada lampiran 1. Hal ini karena adanya persaingan yang dapat merusak dan bahkan dapat mematikan motivasi sebagian besar siswa dalam kelas tersebut. Dalam setiap pembelajaran seorang guru sadar atau tidak telah membangun situasi persaingan diantara siswa. Bagi sebagian besar siswa dengan prestasi rendah persaingan adalah motivator yang buruk, bagi sebagian lainnya ini bahkan bisa menjadi penderitaan psikologi yang menetap yang pada akhirnya mereka beranggapan bahwa matematika hanya mampu dikuasai oleh siswa-siswa tertentu saja dan mereka tidak termasuk didalamnya

Berdasarkan permasalahan di atas melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran. Seorang guru harus mampu menggunakan metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat memudahkan serta dapat mengubah image siswa yang keliru terhadap matematika, yang pada akhirnya matematika menjadi pelajaran yang mudah, menarik serta menyenangkan bagi semua peserta didik.

Untuk mengetahui metode yang tepat maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Apa rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk Transformasi Geometri pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang? (2) Bagaimana pelaksanaan dan hasil dari rancangan pembelajaran model kooperatif tipe STAD? (3) Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan rancangan pembelajaran tersebut?. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) serta dilaksanakan di kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang, Kalimantan Timur.

Setelah rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas motivasi siswa meningkat dari rata-rata kategori cukup menjadi kategori baik. Demikian pula dengan hasil belajar siswa dimana dari dua siklus dalam penelitian ini memperlihatkan hasil yang meningkat. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata siswa 86,3 menjadi rata-rata 91,0 pada siklus II.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebagaimana diuraikan dalam bab terdahulu, dapat disimpulkan bahwa: (1) Penggunaan media pembelajaran mandiri (MPM) dapat memusatkan perhatian siswa pada materi pelajaran yang sedang dibahas, namun tidak diikuti oleh peningkatan aktifitas diskusi kelompok siswa. Sehingga hasil belajar yang dicapai masih bersifat individual, hal ini masih menimbulkan persaiangan antar individu yang dapat mematikan motivasi sebagian besar siswa yang berkemampuan kurang. (2) Rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimana pada tahap pembahasan materi, guru tidak menjelaskan secara klasikal maupun menyajikan dalam bentuk presentasi pembelajaran tetapi dibahas dengan menggunakan media pembelajaran mandiri sangat cocok diterapkan pada pembelajaran transformasi geometri. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya aktifitas dan hasil belajar siswa dari tindakan 1 siklus I sampai pada tindakan 2 siklus II. (3) Rancangan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dirancang dan dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran mandiri dalam pembahasan materi dapat meningkatkan rata-rata motivasi belajar siswa dari kategori cuku menjadi kategori baik. (4) Pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran mandiri sangat efektif diterapkan dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan aktifitas siswa dalam belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal.

Bertitik tolak dari penemuan di atas maka dimana rancangan media pembelajaran mandiri yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa maka disarankan: (1) Agar para guru dapat menggunakan model ini dalam pembelajaran matematika di SMA. (2) Bagi para guru yang ingin melaksanakan penelitian yang sejenis disarankan agar melengkapi media pembelajaran dengan simulasi yang diberikan pada setiap akhir materi.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas