Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPembelajaran dengan missouri mathematic project pada siswa kelas VII untuk meningkatkan penguasaan konsep persigipanjang dan persegi oleh Raddin Nur Shinta
PenulisShinta, Raddin Nur
Pembimbing1. ASKURY ; 2. I NENGAH PARTA
Penerbitan2010, S1 Program Studi Pendidikan Matematika.
Subyek1. GEOMETRI - PEMAHMAN KONSEP
2. PERSEGI PANJANG - PEMAHAMAN KONSEP
3. PERSEGI PANJANG - PEMBELAJARAN MODEL MM (MATHEMATIC PROJECT)
LabelRs 516.15407 SHI p
Abstrak

Kata Kunci: Missouri Mathematic Project (MMP), Penguasaan

Konsep,



Peningkatan Penguasaan Konsep Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimanakah pembelajaran dengan model MMP yang dapat meningkatkan penguasaan konsep persegipanjang dan persegi pada siswa kelas VII?” Pembelajaran dengan model MMP ini berpijak pada penelitian Good dan Grouws (1979), Good, Grouws, dan Ebmeimer (1983), dan lebih lanjut Confrey (1986) yang memperoleh temuan bahwa guru yang merencanakan dan mengimplementasikan lima langkah pembelajaran matematikanya akan lebih sukses dibanding dengan mereka yang menggunakan pendekatan tradisional. Untuk mendukung penelitian, maka disusun perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran yang disusun yaitu Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Instrumen yang disusun terdiri dari; (1) Lembar validasi perangkat dan instrumen, (2) Lembar observasi aktivitas siswa, (3) Lembar Kerja Siswa (LKS), (4) Worksheet, (5) Pedoman Wawancara, dan (6) Tes penguasaan materi. Perangkat dan instrumen yang telah disusun kemudian diperiksa oleh ahli dan divalidasi oleh dua praktisi. Hasil validasi RPP pertemuan 1 dan worksheet pertemuan 1 dalam kategori “valid” dan instrumen lainnya dalam kategori “sangat valid”. Berdarkan hasil validasi tersebut maka instrumen dan perangkat dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas dengan sedikit perbaikan berdasarkan saran yang diberikan oleh validator. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Pengamatan/Observasi, dan (4) Refleksi. Sintak model MMP memuat lima tahapan yang dimodifikasi menjadi empat tahapan yang terdiri dari; (1) Reviu, (2) Pengembangan melalui latihan terkontrol, (3) Worksheet, dan (4) Pemberian Pekerjaan Rumah (PR). Pengembangan melalui latihan terkontrol dicapai melalui diskusi kelompok dengan sumber belajar yaitu LKS. Sedangkan worksheet merupakan kegiatan individu untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru secara mandiri. Keberhasilan tindakan dalam penelitian ini ditentukan oleh dua kriteria yaitu; (1) aktivitas siswa dan (2) penguasaan konsep siswa. Ketercapaian aktivitas siswa tercermin dari lembar observasi yang diperoleh dari dua observer dan penguasaan konsep tercermin dari nilai akhir yang didapat dari nilai LKS, worksheet, dan tes dengan pemberian bobot tertentu. Pada siklus I ketercapaian aktivitas siswa dalam kategori “cukup” dan prosentase banyaknya siswa yang mendapatkan nilai akhir lebih dari 65 yaitu 45%. Karena prosentase nilai akhir pada siklus I belum mencapai 75% maka penelitian perlu dilanjutkan pada siklus II dengan melakukan revisi terlebih dahulu berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.

Pada siklus II ketercapaian aktivitas siswa dalam kategori “aktif” dan prosentase banyaknya siswa yang mendapatkan nilai akhir lebih dari 65 yaitu 77%. Prosentase ini dicapai dengan tidak mengikutkan satu subjek dengan nilai pencilan pada hasil worksheet siklus II dan tes 2. Hasil ketercapaian aktivitas siswa dan prosentase nilai akhir pada siklus II masuk dalam kategori berhasil sehingga pemberian tindakan dapat dihentikan. Kriteria keberhasilan dalam meningkatkan penguasaan konsep pada siklus II ini diperoleh dengan pembelajaran model MMP yang terdiri dari empat tahapan yaitu; (1) Reviu, (2) Pengembangan melalui latihan terkontrol, (3) Worksheet, dan (4) Pemberian PR dengan menekankan pada aspek penguasaan materi baik secara konsep ataupun prosedural. Untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep tersebut, siswa diberikan latihan soal tentang pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari baik secara kelompok ataupun individu. Pembagian anggota kelompok diserahkan kepada siswa dengan tetap memperhatikan aspek heterogenitas dalam kelompok. Pemberian latihan soal ini diawali dengan pemberian contoh soal pengembangan konsep dan pembahasannya pada tahap reviu.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas