Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulImplementasi model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran kewirausahaan (studi kasus siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Komunikasi Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 6 Malang) oleh Novandra Savitri Putri
PenulisPutri, Novandra Savitri
Pembimbing1. SUDARMIATIN ; 2. HENY KUSDIYANTI
Penerbitan2010, S1 Program Studi Pendidikan Tata Niaga.
Subyek1. KEWIRAUSAHAAN - PEMBELAJARAN MODEL LC (LEARNING CYCLE)
2. BERPIKIR KRITIS
LabelRs 338.0407 PUT i
Abstrak

Kata kunci: Learning Cycle, Berpikir Kritis Siswa, Kewirausahaan





Di era globalisasi dituntut semua sumber daya manusia memiliki kemampuan yang bermutu dan potensial. Oleh karena itu pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan suatu kewajiban yang tak dapat dikesampingkan. Sama halnya dengan model pembelajaran yang mengarah pada penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif bagi terciptanya suasana yang aman, nyaman dan tertib sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. Model pembelajaran Learning Cycle mengarahkan siswa untuk belajar berinterkasi dengan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum, menganalisis artikel, mendiskusikan fenomena alam, mengamati perilaku sosial, dan lain-lain. Model pembelajaran Learning Cycle mengajak siswa untuk selalu berpikir kritis.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Implementasi model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 6 Malang. (2) Peningkatan berpikir kritis siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 6 Malang pada mata pelajaran Kewirausahaan melalui model pembelajaran Learning Cycle. (3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 6 Malang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 6 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dari siklus ke siklus. Analisis kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 1 siklus I sebesar 64,3% dengan kualifikasi cukup baik. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 2 siklus I sebesar 71,43% dengan kualifikasi cukup baik. Kemampuan berpikir kritis siswa pada pertemuan 2 siklus I ini cukup meningkat dari pertemuan 1 siklus I. Peningkatan terjadi sebesar 7,13%. Kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 1 siklus II ini sebesar 70,14% dengan kualifikasi cukup baik. Pada pertemuan selanjutnya rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pertemuan 2 siklus II ini sebesar 84,43% dengan kualifikasi baik. Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 pada siklus II sebesar 14,29%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran Kewirausahaan untuk kelas XII TKJ di SMK Negeri 6 Malang dilakukan dengan 5 fase, yaitu fase engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluate berjalan dengan baik, (2) Implementasi model pembelajaran Learning Cycle pada siswa XII TKJ SMK Negeri 6 Malang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, (3) Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran Learning Cycle ini.

Adapun saran yang diberikan (1) Bagi SMK Negeri 6 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya dengan menambah literatur buku mata pelajaran Kewirausahaan (2) Bagi guru SMK Negeri 6 Malang khususnya guru mata pelajaran kewirausahaan hendaknya mulai mencoba menerapkan model pembelajaran Learning Cycle agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran (3) Bagi siswa, khususnya siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 6 Malang perlu meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari (4) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang model pembelajaran Learning Cycle pada pengajaran mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lainnya di tempat yang berbeda untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas