Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulMeningkatkan pembelajaran membaca intensif dengan strategi skemata pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 23 Ampenan Kota Mataram Nusa Tenggara Barat oleh Imam Suryadi
PenulisSuryadi, Imam
Pembimbing1. FACHRURRAZY ; 2. MUAKIBATUL HASANAH
PenerbitanTesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar. 2011
Subyek1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR) - MEMBACA INTENSIF - PEMBELAJARAN
LabelRt 372.412 SUR m
Abstrak

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana-Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fachrurrazy, M.A.,Ph.D., (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.





Kata kunci: pembelajaran, membaca intensif, strategi skemata.



Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, khususnya di kelas IV Sekolah Dasar (SD) ditemukan bahwa pembelajaran membaca intensif perlu ditingkatkan agar kemampuan membaca siswa dapat lebih baik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan karena strategi pembelajaran yang digunakan guru di kelas belum sepenuhnya memberdayakan potensi siswa dalam proses membaca intensif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah strategi skemata.

Tujuan umum penelitian ini, yaitu meningkatkan pembelajaran membaca intensif dengan strategi skemata pada siswa kelas IV SD Negeri 23 Ampenan Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuan khusus yaitu (1) mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran membaca intensif dengan strategi skemata dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran membaca intensif dengan strategi skemata.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus.

Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, dokumentasi, observasi, catatan lapangan, penilaian proses dan penilaian hasil. Sumber data penelitian ini adalah interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung dari tanggal 1 s.d. 22 September 2010 di kelas IV SD Negeri 23 Ampenan Kota Mataram NTB. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, catatan lapangan, dan pedoman penilaian pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis model mengalir yang meliputi reduksi data melalui kegiatan menyeleksi, memfokuskan dan menyederhanakan data yang diperoleh sesuai kebutuhan, dan penyajian data serta penarikan simpulan. Untuk menguji keabsahan simpulan data, digunakan teknik ketekunan pengamatan dan pengecekan sejawat.

Penggunaan strategi skemata pada penelitian ini terbukti meningkatkan kinerja pembelajaran membaca intensif, baik dalam proses maupun hasilnya. Proses pembelajaran membaca intensif dengan strategi skemata dilaksanakan dalam tiga tahap: prabaca, saat baca, dan pascabaca. Proses tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, yakni (1) penggunaan skemata lebih diperhatikan dan dimaksimalkan, (2) waktu yang digunakan untuk membaca semakin efisien, dan (3) minat membaca siswa lebih meningkat. Selain itu juga ditemukan peningkatan hasil pembelajaran yang terlihat dalam hal: (1) pemahaman siswa terhadap bacaan semakin meningkat, (2) prediksi siswa terhadap isi bacaan semakin baik, dan (3) keterampilan siswa dalam membaca semakin tinggi.

Secara kualitatif, proses pembelajaran lebih meningkat yaitu pada siklus 1 nilai rerata siswa terteliti adalah 70,56 dan pada siklus 2 adalah 86,11, sehingga terjadi peningkatan sejumlah 15,55 (22%). Secara kuantitatif, peningkatan kemampuan membaca intensif siswa terteliti terlihat dari skor pada setiap tes formatif pada akhir siklus. Hasil rerata kemampuan siswa terteliti pada tes awal adalah 56, pada siklus 1 adalah 70,56 (kualifikasi baik), dan pada siklus 2 adalah 86,11 (kualifikasi sangat baik). Terjadi peningkatan nilai rerata antara nilai tes awal dengan siklus 2 sejumlah 30,11 (54%). Jumlah siswa terteliti adalah 9 dan berdasarkan hasil tes awal, siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar berjumlah 7 siswa. Peningkatan terjadi berdasarkan hasil siklus 2 yang menunjukkan bahwa seluruh siswa terteliti mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa guru sudah melaksanakan pembelajaran membaca intensif melalui tahapan-tahapan sebagaimana yang terdapat pada rambu-rambu atau formulasi strategi skemata.

Berdasarkan analisis hasil, strategi skemata dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif para siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru-guru kelas IV dengan siswa berlatar belakang sama atau mirip dengan kelas terteliti untuk menggunakan strategi skemata dalam pembelajaran membaca intensif, baik pada tahap proses pelaksanaan, maupun tahap penilaian. Kepada Kepala Sekolah disarankan agar memberi keleluasaan kepada guru untuk mengelola kelas secara lebih mandiri dan senantiasa memberikan motivasi kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan strategi yang lebih inovatf dan kreatif, misalnya dengan cara memfasilitasi penggunaan strategi skemata dalam belajar membaca intensif. Kepada peneliti lain atau mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian sejenis atau lanjutan, disarankan agar dapat menyempurnakan kekurangan yang terdapat dalam penelitian tindakan ini sehingga menjadi lebih baik.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Pengembangan model pembelajaran dengan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menyusun kalimat Bahasa Indonesia / oleh Restianingsih


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas