Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan pembelajaran kooperatif dengan metode numbered heads together untuk meningkatkan prestasi siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang oleh Imam Hanafi
PenulisHanafi, Imam
Pembimbing1. SUMADI ; 2. PUJI HANDAYATI
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, S1 Program Studi Pendidikan Akuntansi. 2011
Subyek1. AKUNTANSI - PRESTASI BELAJAR
2. AKUNTANSI - PEMBELAJARAN KOOPERATIF
LabelRs 657.042076 HAN p
Abstrak

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, metode struktural numbered headstogether, hasil belajar.





Proses pembelajaran di kelas memiliki peranan sangat penting dalam upaya penerapan tujuan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. Guru hendaknya memilih dan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan bahan ajar yang akan diberikan kepada siswa. Pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi atau bahan ajar yang akan diajarkan diharapkan akan memudahkan siswa untuk memahami materi yang diajarkan dan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa yang diajar. Oleh karena itu diterapkan metode numbered heads together pada mata diklat Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa guna meningkatkan hasil belajar.



Pembelajaran dengan metode numbered heads together merupakan struktur yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan akademik serta digunakan untuk memberikan penguatan kepada konsep dan me-review sebelum dilakukan tes. Selain itu dalam pembelajaran metode ini adanya sikap ketergantungan positif, siswa yang berkemampuan lebih membantu siswa yang berkemampuan rendah dalam memahami materi mengelola buku besar mata diklat Siklus Akuntasi Perusahaan jasa untuk mencapai hasil yang optimal.



Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode numbered heads together pada materi mengelola buku besar mata diklat siklus akuntansi perusahaan jasa yang dapat meningkatkan hasil belajar, 2) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah diterapkan metode numbered heads together pada materi mengelola buku besar.



Data penelitian ini dikumpulkan melalui: 1) tes, 2) observasi, 3) wawancara, 4) angket, 5) rubrik, 6) dokumentasi, 7) catatan lapangan. Penelitian tindakan yang dilaksanakan terdiri dari 2 siklus. Model pembelajaran kooperatif tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Tahap awal mencakup: (1) kegiatan pendahuluan, yaitu penyampaian kompetensi dasar, pemberian motivasi berupa informasi pentingnya materi dan pemberian hadiah kepada kelompok dan individu yang memperoleh nilai rata-rata post test tertinggi yang akan diberikan pada akhir pertemuan dan mengingatkan kembali tentang pengetahuan prasyarat (mengelola jurnal); (2) membentuk kelompok disertai dengan pemberian nomor. Kegiatan pada tahap ini terdiri dari: (1) pengajuan pertanyaan yang sifatnya mengarahkan siswa pada pemahaman konsep baik secara lisan maupun tertulis; (2) berpikir bersama yang ditandai adanya kerja sama, saling membantu mengatasi kesulitan, dan diskusi; (3) pemberian jawaban, ditandai dengan pelaporan hasil diskusi yang disampaikan oleh siswa dengan nomor yang ditunjuk oleh guru. Kegiatan pada tahap akhir mencakup (1) melakukan refleksi dan evaluasi bersama, (2) menutup seperti meminta siswa mengatur tempat duduk ke tempat semula dan mengucapkan salam.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif numbered heads together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang mengenai materi mengelola buku besar pada mata diklat siklus akuntansi perusahaan jasa. Hal ini didukung oleh hasil belajar dan respon siswa yang positif. Semua siswa merasa senang dengan pendekatan struktural numbered heads together dan lebih mudah memahami materi mengelola buku besar.



Data hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan perolehan nilai ratarata siswa untuk aspek kognitif dan aspek afektif. Untuk aspek kognitif nilai ratarata pretes siswa sebelum diberi tindakan adalah 66,35 setelah siswa di beri tindakan numbered head together pada post tes siklus 1nilai rata - rata siswa 73,08 pada siklus II hasil belajar siswa semakin meningkat terlihat dari nilai rata rata pre test meningkat 83,07 sedangkan post test 85,96. Untuk ketuntasan belajar secara klaksikal dari aspek kognitif mengalami peningkatan persentase yaitu dari 69,22% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Nilai rata-rata aspek afektif mengalami peningkatan persentase yaitu 30,78% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.



Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan berbagai hal yang patut menjadi perhatian berbagai pihak, yaitu: (1) Guru hendaknya menyediakan alokasi waktu yang cukup agar tidak mengurangi tahap berpikir bersama dan menjawab siswa; (2) pembelajaran numbered heads together sebagai metode alternatif untuk meningkatkan keaktifan siswa hendaknya mulai diterapkan pada mata diklat lain; (3) Membuat variasi metode pembelajaran numbered heads together dengan metode yang lain seperti metode pembelajaran berpikir melalui pertanyaan sehingga siswa mengalami perkembangan dalam pemberdayaan penalaran yang berbasis pertanyaan.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas