Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model pembelajaran team game tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS geografi kompetensi dasar mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya kelas VIII-F, SMP Negeri 9 Malang oleh Likna Riarezky
PenulisRiarezky, Likna
Pembimbing1. SUMARMI ; 2. SOETJIPTO
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, S1 Program Studi Geografi. 2011
Subyek1. GEOGRAFI - PRESTASI BELAJAR
2. KEPENDUDUKAN - MODEL PEMBELAJARAN
LabelRs 910.7 RIA p
Abstrak

Kata Kunci: Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT), Hasil Belajar





Permasalahan pokok yang terjadi di SMP Negeri 9 Malang adalah rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan dokumen hasil belajar siswa, menunjukkan bahwa nilai tes tertinggi untuk mata pelajaran IPS Geografi adalah 72 dengan ketuntasan klasikal sebesar 5,1%. Selain itu, berdasarkan hasil observasi terlihat bahwa pada saat proses belajar berlangsung siswa tidak bersemangat karena menganggap bahwa pelajaran IPS Geografi sangat membosankan. Para siswa hanya disuruh untuk mengerjakan tugas dan membaca LKS. Kerjasama antar siswa juga kurang dan cenderung untuk berkelompok, terbukti saat di ajak untuk belajar kelompok mereka meminta untuk membentuk kelompoknya sendiri. Team Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran kooperatif yang bisa mengajak siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan semangat bersaing siswa dalam belajar.



Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-F. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah 39 siswa kelas VIII-F SMP Negeri 9 Malang, tahun pelajaran 2010/2011.



Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I maupun siklus II. Untuk hasil belajar aspek kognitif nilai rata-rata klasikal sebelum tindakan adalah 53,948 atau 5,1% dan pada siklus I meningkat menjadi 70,051 atau 61,5%. Terjadi peningkatan sebesar 56,4%. Pada siklus II nilai rata-rata klasikal sebesar 78,769 atau 84,6% terjadi peningkatan dari siklus I sebesar 28,2%. Berdasarkan hasil belajar dari aspek afektif juga terjadi peningkatan. Sebelum tindakan nilai rata-rata angka aspek afektif adalah 44,872 (E), pada siklus I meningkat menjadi 70,128 (C) atau terjadi peningkatan sebesar 56,3%. Pada siklus II nilai rata-rata angka aspek afektif adalah 80,641 (B), terjadi peningkatan sebesar 14,9%.



Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara kognitif maupun afektif. Langkah-langkah model pembelajaran ini dilakukan melalui 3 tahapan setiap siklus yaitu penyajian materi, belajar kelompok, dan turnamen. Disarankan kepada guru untuk memperhatikan kekomplekan kompetensi dasar atau konsep sebelum menerapkan model pembelajaran TGT dan membuat permainan sevariatif mungkin.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.