Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam memahami standar kompetensi memberikan pelayanan pada pelanggan (studi pada SMK Widya Dharma Turen kelas X APK 1 Program Keahlian Administrasi Perkantoran) oleh Fitri Widi
PenulisWidianingsih, Fitri
Pembimbing1. SARBINI ; 2. IMAM BUCHORI
PenerbitanSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, S1 Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. 2011
Subyek1. KOLEGA DAN PELANGGAN - PRESTASI BELAJAR
2. KOLEGA DAN PELANGGAN - PEMBELAJARAN MODEL ST (SNOWBALL THROWING)
LabelRs 659.20712 WID p
Abstrak

Kata Kunci: model Snowball Throwing, minat dan hasil belajar, Penelitian Tindakan Kelas.





Berdasarkan hasil pengamatan awal dan wawancara guru menunjukkan bahwa selama ini guru yang mengajarakan standar kompetensi Memeberikan Pelayanan Pada Pelanggan kelas X APK 1 belum pernah menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dalam mengajar di SMK Widya Dharma Turen. Guru standar kompetensi lebih sering menggunakan metode ceramah dan diskusi pada saat kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat kurang berminat dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa sebagian besar cenderung dibawah SKM, sehingga perlu dilakukan remedial beberapa kali agar semua siswa tuntas atau mencapai SKM. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran Snowball Throwing.



Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Februari sampai 18 Maret 2011. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes akhir belajar. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan dua siklus dalam penerapannya. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas X APK 1 SMK Widya Dharma Turen yang terdiri dari 36 siswa pada standar kompetenci Memberikan Pelayanan Pada Pelanggan. Langkah-langkah model pembelajaran Snowball Throwing ini yaitu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian berdiskusi mengenai materi yang telah dijelaskan oleh peneliti, membuat soal terkait dengan materi dalam selembar kertas, kertas tersebut diremas-remas seperti bola dan dilempar ke siswa yang lain. Kemudian siswa menjawab pertanyaan yang diperolehnya. Teknik pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi, angket, catatan lapangan, tes, studi documenter, dan wawancara.



Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing yang dilakukan pada standar kompetensi Memberikan Pelayanan Pada Pelanggan siswa kelas X APK 1 di SMK Widya Dharma Turen dapat meningkatkan minat dan hasil belajar. Dibuktikan dengan peningkatan minat dari siklus I ke siklus II, baik dari aspek afektif, psikomotor maupun dari hasil angket. Dari aspek psikomotornya pada siklus I taraf keberhasilannya 67,59% menjadi 93,37% pada siklus II. Begitu juga pada aspek afektifnya pada siklus I taraf keberhasilannya 85,64% meningkat pada siklus II menjadi 96,06%. Serta dari hasil angket juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I setiap point pertanyaannya meningkat minimal 2,27% sedangkan pada siklus II meningkat minimal 2,77%. Sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dimana hasil belajar dari guru standar kompetensi nilai rata-rata kelasnya 48, pada siklus I nilai rata-rata kelasnya meningkat menjadi 69 dan pada siklus II niali rata-rata kelasnya meningkat lagi menjadi 80. Criteria hasil tes ini dapat dikatakan baik.



Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing hendaknya antara model pembelajaran dan materi yang akan diajarkan oleh guru standar kompetensi harus sesuai, agar pembelajaran bisa terlaksana dengan baik. Tidak hanya itu saja model pembelajaran Snowball Throwing ini dapat diterapkan oleh guru-guru di SMK yang bersangkutan secara berkelanjutan dan sekolah dapat memberikan wadah serta kesempatan dengan seluas-luasnya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar tidak hanya menilai minat dan hasil belajar saja tetapi juga menilai segala aktivitas setiap siswa dalam melaksanakan model ini.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas