Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pokok bahasan pecahan kelas IV SDN Ktawanggede I malang oleh Julis Yayah Rizki
PenulisRizki, Julis Yayah
Pembimbing1. GOENAWAN ROEBYANTO ; 2. ENDANG SETYO WINARNI
Penerbitan2011, S1 Jurusan S1 PGSD.
Subyek1. BILANGAN PECAHAN (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR
2. BILANGAN PECAHAN (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN MODEL STAD (STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION)
LabelRs 372.72044 RIZ p
Abstrak

Kata kunci: Model STAD, Aktivitas siswa, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika.





Pemilihan model dalam pembelajaran akan menentukan bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas. Model pembelajaran digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa, karena setiap model pembelajaran mempunyai tujuan, prinsip dan penekanan yang berbeda. Untuk memilih model yang tepat diperlukan relevansi antara pencapaian dengan tujuan pembelajaran. Dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat, diharapkan terciptanya interaksi multi arah dalam pembelajaran yaitu: antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Hasil observasi di SDN Ketawanggede I kota Malang di kelas IV menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan dalam pembelajaran tersebut bermacam-macam, antara lain yaitu pembelajaran yang terlalu banyak menggunakan metode ceramah, kurangnya variasi model pembelajaran menyebabkan siswa mudah bosan. Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SDN Ketawanggede I Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi pecahan di kelas IV SDN Ketawanggede I Malang, dan untuk mengembangkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siswa akan belajar dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4 sampai dengan 6 siswa untuk memahami materi dan menyelesaiakan tugas dari guru dengan bekerjasama dalam kelompok. Ada 5 tahapan dalam model pembelajaran koooperatif tipe STAD, yaitu: 1) tahap penyajian materi, 2) tahap kegiatan kelompok, 3) tahap tes individu, 4) tahap perhitungan skor individu dan kelompok dan 5) tahap penghargaan kelompok.

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada penelitian ini menggunakan model peneliti sebagai guru dan kerjasama dengan guru kelas sebagai observer pada saat peneliti melaksanakan tindakan (mengajar). Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Ketawanggede I kota Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Pada siklus I dan siklus II menggunakan model pembelajaran STAD (Students Teams Achievement Divisions).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan keaktivan siswa; 2) Setelah diterapkannya model pembelajaran STAD pada siklus I materi pecahan nilai rata-rata siswa 69,76, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 83,09. Pembelajaran dengan model STAD perlu diterapkan di kelas, karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan cara dibentuk berkelompok, siswa dapat saling membantu dalam proses pembelajaran. Ide-ide yang diutarakan siswa dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran yang tepat dan mudah dipahami oleh siswa. Guru hendaknya mengembangkan potensi diri siswa dengan cara mengemukakan pendapat, menyampaikan sanggahan dan lebih aktif dalam jalannya diskusi yang berlangsung ketika proses belajar mengajar.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas