Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan pendekatan pembelajaran scaffolding pada mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA Brawijaya Smart School Malang (studi kasus pada siswa kelas X-5 SMA Brawijaya Smart School Malang) oleh Rizki Amalia Fajrin
PenulisFajrin, Rizki Amalia
Pembimbing1. BAMBANG PRANOWO ; 2. NASIKH
Penerbitan2011, S1 Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Subyek1. EKONOMI - PRESTASI BELAJAR
2. EKONOMI - PEMBELAJARAN MODEL SCAFFOLDING
LabelRs 330.076 FAJ p
Abstrak

Kata Kunci: Scaffolding, Hasil Belajar





Pembelajaran scaffolding merupakan pendekatan pembelajaran dimana guru memberikan bantuan sementara kepada siswa kemudian mengurangi bantuan tersebut dan pada akhirnya menghilangkan sama sekali. Hal ini mendorong siswa untuk membangun pengetahuan dan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan pembelajaran scaffolding dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-5 SMA Brawijaya Smart School Malang.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Brawijaya Smart School pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus . Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data yang digunakan meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data atau menarik kesimpulan.

Hasil penelitian dalam penerapan pembelajaran scaffolding adalah:

Penerapan pembelajaran scaffolding dalam materi konsumsi, tabungan, dan investasi mengalami peningkatan skor hasil klasikal belajar dari 66,7% dengan kategori cukup dan meningkat menjadi 92,6% dengan kategori sangat baik. Rata-rata nilai kelas juga mengalami peningkatan dari 61,6 pada saat pra siklus, menjadi 76,1 pada siklus I, dan meningkat menjadi 88,5 pada siklusII. Selain itu penerapan pembelajaran scaffolding juga meningkatkan aktivitas siswa dikelas. Skor aktivitas siswa diperoleh dari lembar observasi yang berisi indikator-indikator yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Pada siklus I, skor yang dicapai adalah 72,7% dengan kategori baikmeningkat menjadi 89,4% dengan kategori sangat baik. Tidak hanya aktivitas siswa yang meningkat, aktivitas guru juga meningkat dalam pembelajaran Scaffolding. Pada siklus I, skor aktivitas guru sebesar 87,8 dengan nilai A- meningkat menjadi 95,5% dengan nilai A. Pembelajaran scaffolding ini sangat cocok untuk diterapkan pada materi dengan karakteristik tertentu yaitu materi-materi yang rumit (berhubungan dengan rumus-rumus) seperti pada materi konsumsi, tabungan, dan investasi ini yang memerlukan penjelasan lebih dan banyak latihan.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.