Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenggunaan metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa kelas X TGB 1 pada mata pelajaran autocad di SMKN 1 Singosari oleh Rosita Rahayu Syafii
PenulisSyafii, Rosita Rahayu
Pembimbing1. EKO SUWARNO ; 2. WASIS
Penerbitan2011, S1 Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan.
Subyek1. AUTOCAD (PROGRAM KOMPUTER) - PRESTASI BELAJAR
2. AUTOCAD (PROGRAM KOMPUTER) - PEMBELAJARAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION)
LabelRs 005.36 SYA p
Abstrak

Kata kunci: STAD, proses pembelajaran, prestasi belajar.





Pada umumnya pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih bersifat konvensional. Guru menyampaikan materi dengan menerangkan di depan kelas dan siswa mendengarkan penyampaian materi dari guru. Kemudian guru memberikan tugas kepada siswa sebagai bentuk evaluasi terhadap pelajaran yang diajarkan. Cara tersebut dianggap kurang efektif karena membosankan dan membuat siswa tidak kreatif dalam memecahkan masalah. Keadaan tersebut sama dengan yang terjadi pada kelas X TGB 1 SMKN 1 Singosari khususnya pada mata pelajaran AUTOCAD. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada perolehan prestasi belajar siswa. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase siswa yang mendapat nilai di atas SKM sebesar 36%, sedangkan persentase siswa yang mendapat nilai di bawah SKM sebesar 87%. Oleh karena itu salah satu cara yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran dengan metode STAD. Alasan pemilihan STAD karena metode tersebut dapat mendorong keaktifan, membangkitkan minat dan kemampuan bekerjasama, saling menghargai dan peduli dengan teman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pelaksanaan pembelajaran dengan metode STAD, untuk meningkatkan proses pembelajaran, dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Subjek dalam penelitian ini adalah adalah siswa kelas X TGB 1 SMKN 1 Singosari dengan jumlah siswa 31 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan pada semester ganjil 2011/2012. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan metode STAD, aktivitas belajar siswa dengan metode STAD, aktivitas belajar siswa secara individu, proses pembelajaran dengan menggunakan metode STAD, dan juga hasil tugas individu siswa. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta dengan data yang diperoleh saat penelitian. Secara umum proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari perencanaan, pelaksanaan tindakan pada siklus 1. Kemudian ditarik kesimpulan untuk selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus II, pada siklus II juga diperoleh data dari pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi

Hasil penelitian adalah pelaksanaan penerapan pembelajaran dengan metode STAD dilaksanakan dengan langkah-langkah yaitu pembentukan tim (kelompok), penyajian materi, presentasi kelas, tugas individu, penghitungan skor perolehan kelompok, pemberian penghargaan. Pelaksanaan penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode STAD hasilnya meningkat dari siklus I ke siklus II ditandai dengan adanya peningkatan indikator pelaksanaan penerapan pembelajaran dari siklus I ke siklus II yaitu aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran dengan metode STAD meningkat menjadi 72% pada siklus II dan memenuhi kriteria baik. Aktivitas siswa dengan menggunakan metode STAD meningkat menjadi 77% pada siklus II dan termasuk pada taraf keberhasilan baik, sedangkan aktivitas siswa secara individu dari 51% pada siklus I meningkat menjadi 74% pada siklus II dan termasuk pada kriteria baik, proses pembelajaran dengan metode STAD meningkat menjadi 80% pada siklus II dan termasuk pada kualitas proses sangat berkualitas. Prestasi belajar siswa meningkat setelah penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode STAD. Sebelum penerapan metode STAD banyak siswa yang belum tuntas belajar, namun setelah penerapan metode STAD jumlah siswa yang tuntas belajar belajar meningkat pada siklus I pertemuan I 4 orang, pertemuan II 18 orang, dan 31 orang pada siklus II. Artinya seluruh siswa pada siklus II telah tuntas belajar. Ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan I 13%, kemudian pertemuan II 64% meningkat menjadi 100% pada siklus II karena seluruh siswa tuntas belajar.

Saran yang dapat disampaikan adalah penerapan pembelajaran dengan metode STAD perlu diterapkan pada mata pelajaran produktif yang lainnya pada sekolah menengah kejuruan untuk mengurangi tingkat kebosanan siswa pada penerapan pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru mata pelajaran. Kemudian penerapan pembelajaran dengan metode STAD perlu diterapkan pada mata pelajaran produktif yang lain untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena pada penelitian ini terbukti prestasi belajar siswa meningkat. Selanjutnya adalah pada pelaksanaan observasi sebaiknya jumlah observer sesuai dengan jumlah kelompok yang dibentuk agar memudahkan pengambilan penilaian aktivtas siswa secara kelompok dan keakuratan nilai yang diberikan


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas