Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenggunaan permainan tradisional boy-boyan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar oleh Feronika Evi Retnaningtyas
PenulisRetnaningtyas, Feronika Evi
Pembimbing1. Usep Kustiawan ; 2. Kentar Budhojo
Penerbitan2012, S1 Program Studi S1 PG PAUD.
Subyek1. FISIK MOTORIK (TAMAN KANAK-KANAK) - MODEL PEMBELAJARAN
LabelRs 372.86044 RET p
Abstrak

Kata Kunci: Permainan Tradisional Boy-boyan, kemampuan motorik kasar









Berdasarkan hasil observasi terhadap anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dari 30 anak ditemukan 20 anak sebesar 66,67% anak masih belum tuntas kemampuan motorik kasar dalam melempar dan menangkap bola (jenis kecil). Faktor yang menyebabkan diantaranya metode pembelajaran dan alat pembelajaran yang digunakan kurang menarik bagi anak. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan metode bermain permainan tradisional Boy-boyan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana penggunaan permainan tradisional Boy-boyan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar? (2) Apakah penggunaan permainan tradisional Boy-boyan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar?

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Subyek penelitian anak kelompok B dengan 30 anak yang terdiri 16 laki-laki dan 14 perempuan. Instrumen yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data berupa observasi guru, unjuk kerja dan dokumentasi. Peneliti terlibat secara penuh dalam kegiatan penelitian baik perencanaan, pelaksanaan, pengamatan maupun refleksi.

Penelitian penggunaan permainan tradisional Boy-boyan dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Pada tahap pra tindakan persentase ketuntasan sebesar 33,33%, pada siklus I media genting kurang menarik bagi anak hasilnya 61,11%, penelitian dilanjutkan siklus II dengan media APE (Alat Permainan Edukatif) yang hasil persentase ketuntasannya 81,67%. Hasil tersebut sudah sesuai dengan harapan peneliti lebih dari 76%, oleh sebab itu permainan ini dapat digunakan dengan memanfaatkan APE (Alat Permainan Edukatif) yang ada di sekolah.

Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan Tradisional Boy-boyan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Untuk itu disarankan bagi peneliti sebaiknya permainan ini dapat sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya, bagi kepala sekolah dapat menjadi sarana untuk lebih memotivasi guru-guru kelas agar meningkatkan mutu pembelajaran, bagi guru sebaiknya memanfaatkan media APE (Alat Permainan Edukatif) yang ada disekolah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Upaya meningkatkan kemampuan fisik motorik melalui permainan sirkuit kantong ajaib pada kelompok A di TK Pertiwi Bendosari Kabupaten Blitar / Ratna Dwi Puspitasari
2Penerapan permainan sirkuit geometri untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik kelompok B di TK Dharma Wanita Kedawung 01 Nglegok Blitar / Ngestireni
3Penggunaan tari gembala sapi dalam pembelajaran anak usia dini untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak di kelompok A1 Taman Kanak-kanak (TK) ABA 06 Malang / Wahyu Purwaningayu Galih
4Penerapan permainan sirkuit rimba untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak Kelompok B TK Taman Indria 1 Kecamatan Klojen Kota Malang / Yuvi Indrawati Purwaningsih
5Penerapan permainan tradisional petak umpet variatif untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak TK A PAUD Laboratorium UM Kota Blitar / Novia Candra Dewi


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.