Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model Explicit Instuction untuk meningkatkan kualitasa pembelajaran IPA siswa kelas IV A Sdn Lesanpuro 3 Kota Malang oleh Ayuk Susilaning Stiyas
PenulisStiyas, Ayuk Susilaning
Pembimbing1. Heru Agus Triwidjaja ; 2. Sukamti
Penerbitan2012, S1 Program Studi PGSD.
Subyek1. SAINS (PENDIDIKAN DASAR) - MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION
LabelRs 372.35044 STI p
Abstrak

Kata Kunci: Model Explicit Instruction, Pembelajaran IPA.







Pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran IPA di SDN Lesanpuro 3 Kota Malang, pembelajaran kurang melibatkan siswa secara langsung. Guru mengajar dengan metode ceramah dan juga demonstrasi namun hanya dilakukan oleh guru. Siswa hanya mengamati, mendengarkan penjelasan guru, mencatat, kemudian mengerjakan LKS. Hal ini membuat pembelajaran kurang bermakna bagi siswa, sehingga dari segi proses dan hasil masih belum maksimal.

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan model Explicit Instruction dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang pada pembelajaran IPA selama diterapkan model Explicit Instruction, (3) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang pada pembelajaran IPA setelah diterapkan model Explicit Instruction.

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi empat tahapan yaitu: planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, pemberian tugas mandiri, dan catatan lapangan.

Hasil penelitian mencerminkan bahwa penerapan model Explicit Instruction pada siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang dapat berhasil dengan baik. Hal ini terbukti dengan tercapainya keberhasilan penerapan model Explicit Instruction pada siklus I mencapai 87,5%, dan meningkat menjadi 94,65% pada siklus II. Selain itu, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan setelah diterapkan model Explicit Instruction. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa mencapai 70,5 dan menjadi 78,5 pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 69,7 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 50%, dan menjadi 77,96 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 81,5% pada siklus II.

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Explicit Instruction dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas IVA SDN Lesanpuro 3 Kota Malang. Pada penelitian ini, disarankan agar guru mempunyai cara untuk memusatkan perhatian siswa terutama setelah kegiatan pelatihan, mengorganisasikan waktu lebih baik lagi serta terus melatih, memotivasi siswa agar mau menanggapi umpan balik yang diberikan, serta menyesuaikan materi yang akan diajarkan.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas