Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPeningkatan kemampuan menulis karangan narasi melalui teknik pemodelan siswa kelas IV SDN Pankunden 02 Kota Blitar oleh Khoiril Azizah
PenulisAzizah, Khoiril
Pembimbing1. Sri Nuryati ; 2. Suhel Madyono
Penerbitan2012, S1 Program Studi PGSD.
Subyek1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR) - MENULIS KARANGAN NARASI
LabelRs 372.623 AZI p
Abstrak

Kata kunci: peningkatan kemampuan menulis, karangan narasi, teknik pemodelan.







Berdasarkan observasi pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN Pakunden II Kota Blitar, diperoleh nilai yang kurang, dari 40 siswa hanya ada 10 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM, sedangkan 30 siswa lainnya dinyatakan belum tuntas belajar. Hal ini dikarenakan, guru hanya menggunakan metode ceramah, guru tidak memberikan bimbingan yang intensif, dan tidak menggunakan media saat kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik pemodelan dan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa Kelas IV SDN Pakunden II Kota Blitar.

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi.

Hasil penelitian dengan menerapkan teknik pemodelan menunjukkan adanya peningkatan dalam aktivitas siswa. Pada siklus I, nilai akhir siswa kelas IV dalam pembelajaran menulis karangan narasi dengan menerapkan teknik pemodelan menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal adalah 87.2. Persentase ketuntasan belajar siswa adalah sebesar 68.75% atau sebanyak 27 siswa telah tuntas belajar. Sedangkan siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebesar 31.25% atau sebanyak 13 siswa yang belum tuntas belajar. Hal tersebut menunjukkan bahwa persentase siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar hanya 67.5% dan persentase tersebut masih belum mencapai dari persentase ketuntasan yang ingin dicapai yaitu minimal 85%.

Dalam siklus II, penelitian dengan menerapkan teknik pemodelan menunjukkan adanya peningkatan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal adalah 82.6. Persentase ketuntasan klasikal satu kelas adalah sebesar 81.25% atau sebanyak 35 siswa telah tuntas belajar. Sedangkan siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebesar 18.75% atau sebanyak 5 siswa yang belum tuntas belajar. Permasalahan siswa yang tidak tuntas dikarenakan tulisan siswa yang tidak rapid an komponen karangan narasi yang kurang lengkap.

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pemodelan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa. Dengan demikian, hendaknya guru menerapkan teknik pemodelan dalam pembelajaran menulis karangan narasi untuk mempermudah siswa menulis karangan narasi siswa.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.